Anda di halaman 1dari 203

[Type text]

BAB III GAMBARAN UMUM

3.1 Sekilas Kota Tangsel Kota Tangerang Selatan terbentuk setelah terjadi pemekaran di Kabupaten Tangerang pada tahun 2008. Untuk itu, sebelum membahas Kota Tangerang Selatan sebagai lokasi administrasi dari wilayah studi tim studio Perencanaan Kota perlu diketahui juga kronologis pembagian wilayah administrasi Kabupaten Tangerang sebagai kota induknya. Pada awalnya Kabupaten Tangerang terdiri dari 26 kecamatan kemudian berdasarkan Perda Kabupaten Tangerang No. 3 Tahun 2007 tentang Pembentukan 10 (sepuluh) Kecamatan baru yang terdiri atas Kecamatan Ciputat Timur, Setu, Serpong Utara, Sukamulya, Kelapa Dua, Sindang Jaya, Sepatan Timur, Solear, Gunung Kaler, dan Kecamatan Mekar Baru. Kemudian pada tanggal 29 Oktober 2008 pemerintah pusat dan DPR menyetujui 11 pembentukan kabupaten dan kota baru yang salah satu diantaranya adalah Kota Tangerang Selatan yang tertuang dalam UU No.51/2008 tentang Pembentukan Kota Tangerang Selatan. Dalam keputusan itu Kota Tangerang Selatan terdiri atas 7 (tujuh) kecamatan yang dahulunya bagian dari Kabupaten Tangerang kini menjadi daerah otonom sendiri. Kota Tangerang Selatan merupakan lokasi administrasi dari wilayah studi Tim Studio PK. Kota Tangerang Selatan merupakan salah satu kota di Provinsi Banten, Indonesia. Kota ini diresmikan pada tanggal 29 Oktober 2008. Wilayah ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Tangerang. Rencana ini berawal dari keinginan warga di wilayah selatan untuk mensejahterakan masyarakat. Pada tahun 2000, beberapa tokoh dari kecamatan-kecamatan mulai 1

[Type text]

menyebut-nyebut Cipasera sebagai wilayah otonom. Warga merasa kurang diperhatikan Pemerintah Kabupaten Tangerang sehingga banyak fasilitas terabaikan. Wilayah Kota Tangerang Selatan itu sendiri berasal dari sebagian wilayah Kabupaten Tangerang, yaitu tujuh kecamatan, antara lain : 1. Kecamatan Serpong, 2. Kecamatan Serpong Utara, 3. Kecamatan Pondok Aren 4. Kecamatan Ciputat, 5. Kecamatan Ciputat Timur, 6. Kecamatan Pamulang, dan 7. Kecamatan Setu Dari sebanyak 7 (tujuh) kecamatan yang ada ternyata ditingkat bawahnya masih ada yang berstatus desa. Adapun yang masih termasuk berstatus desa tersebut adalah Desa Kranggan, Desa Kademangan, Desa Setu, Desa Babakan dan Desa Bhakti Jaya semuanya ada di Kecamatan Setu. Dan luas wilayah Kota Tangerang Selatan daerah baru itu 147,19 kilometer persegi dengan penduduk mencapai 918.000 orang (pada tahun 2007). 3.1.1 Letak Geografis dan Batas Administratif Secara geografis wilayah Kota Tangerang Selatan terletak pada posisi 10638 - 10647 Bujur Timur dan 061330 - 062230 Lintang Selatan dengan luas wilayah adalah 14.719 Ha atau 147,19 Km. Kota Tangerang Selatan yang dilintasi oleh Kali Angke, Kali Pasanggrahan dan Sungai Cisadane sebagai batas administrasi kota di sebelah barat.

[Type text]

[Type text]

Posisi Kota Tangerang Selatan yang berbatasan dengan DKI Jakarta karena pada awalnya memang dijadikan sebagai kota satelit bagi DKI Jakarta, sehingga banyak pekerja Jakarta yang lebih memilih menetap di Tangerang Selatan karena beberapa alasan, seperti alasan kenyamanan. Hal ini terlihat dari banyaknya perumahan-perumahan yang ada dan berkembang di Kota Tangerang Selatan. Adapun batas administrasi Kota Tangerang Selatan tersebut adalah : Utara : Kecamatan Pinang, Kecamatan Larangan dan Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. Timur : Kotamadya Jakarta Selatan Provinsi DKI Jakarta. Selatan : Kota Depok dan Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat Barat : Kecamatan Cisauk, Kecamatan Pagedangan dan Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. 3.1.2 Kependudukan Jumlah penduduk Kota Tangerang Selatan pada tahun 2008 adalah sebesar 977.672 jiwa yang tersebar dalam 7 (tujuh) kecamatan. Peningkatan jumlah penduduk disebabkan oleh masuknya migran yang dilihat dari daya tarik Kota Tangerang Selatan seperti banyak perumahanperumahan baru sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Kota Jakarta. Berdasarkan data yang diperoleh dapat dilihat bahwa penduduk paling terbanyak berada di Kecamatan Pamulang dengan jumlah 243.999 jiwa. Sedangkan jumlah penduduk terkecil terdapat di Kecamatan setu dengan jumlah penduduk 46.727 jiwa. Penyebaran jumlah penduduk pada masing-masing kecamatan dapat dilihat di tabel berikut:

[Type text]

Tabel 3.1 Jumlah Penduduk per Kecamatan di Kota Tangerang Selatan Kurun Waktu Tahun 2003 2007
No 1 2 3 4 5 6 7 Kecamatan Serpong Serpong Utara Ciputat Ciputat Timur Pamulang Pondok Aren Setu Jumlah Perkembangan penduduk pertahun (jiwa) 2003 77.683 91.191 162.819 133.214 226.884 225.992 42.479 960.262 2004 78.352 91.977 163.255 133.571 227.491 226.597 43.240 964.482 2005 83.300 97.786 176.890 144.727 229.441 227.788 44.0001 1.003.933 2006 91.710 77.529 125.310 153.799 242.466 242.09 44.762 977.885 2007 91.967 80.709 132.761 161.305 243.073 243.709 45.523 999.047 Laju Pertumbuhan (%) 3,94 3,94 4,98 4,98 4,76 5,1 1,7 4,2

Sumber : BPS Kabupaten Tengerang Dalam Angka 2003 2005, Olah data podes 2006, *hasil pengolahan Apabila dilihat dari laju perkembangannya, perkembangan penduduk Kota Tangerang Selatan kurun waktu 2003 2007 terbesar adalah Kecamatan Pondok Aren sebesar 5,1 % sedangkan yang paling rendah adalah Kecamatan Setu dengan pengaruh pertambahan penduduk per tahun sebesar 1,7 %. Sedangkan laju pertumbuhan untuk penduduk Kota Tangerang Selatan rata-rata sebesar 4,2 %. Untuk lebih jelas lihat gambar berikut: Gambar 3.1 Grafik Laju Pertumbuhan Penduduk Di Kota Tangerang Selatan Periode 2003 2007

[Type text]

Kecenderungan peningkatan jumlah penduduk dari waktu ke waktu, tentunya bukan hanya disebabkan oleh pertambahan secara alamiah, tetapi tidak terlepas dari kecenderungan masuknya migran yang disebabkan oleh daya tarik Kota Tangerang Selatan seperti banyak perumahan-perumahan baru sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Kota Jakarta dimana menjadi limpahan penduduk dari Kota Jakarta. Hal tersebut akan membutuhkan ruang yang memadai dengan lapangan kerja baru untuk mengimbangi pertambahan tenaga kerja. a. Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Dilihat dari jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin dapat diketahui komposisi jumlah penduduk Tangerang Selatan didominasi oleh penduduk laki-laki yaitu sebesar 493.785 jiwa dari total jumlah penduduk 977.672 jiwa, namun tidak berbeda jauh dengan jumlah penduduk perempuan yaitu sebesar 483.887 jiwa, dilihat dari presentasenya walaupun penduduk laki-laki mendominasi komposisi berdasarkan jenis kelamin, namun dapat dikatakan jumlah penduduk berdasarkan komposisi jenis kelamin relatif seimbang. (lihat tabel 3.3) b. Penduduk Berdasarkan Umur Dilihat dari struktur penduduk berdasarkan umur tahun 2008 di Kota Tangerang Selatan menunjukkan bahwa usia produktif 15-55 tahun mendominasi dengan jumlah sebesar 62,2 %. Dengan demikian dapat dikatakan juga bahwa Kota Tangerang Selatan juga didominasi oleh usia produktif. (lihat pada tabel 3.2 dan gambar 3.2.)

[Type text]

Tabel 3.2 Jumlah Penduduk Berdasarkan Umur Pada tahun 2008


Kelompok Umur (usia) 0 4 tahun 5 9 tahun 10 14 tahun 15 19 tahun 20 24 tahun 25 29 tahun 30 34 tahun 35 39 tahun 40 44 tahun 45 49 tahun 50 54 tahun 55 59 tahun 60 tahun Jumlah Laki-laki 47.872 46.010 44.086 47.007 46.271 42.947 44.941 35.894 24.709 33.412 31.441 32.082 17.157 493.785 Perempuan 46.868 45.088 43.203 46.065 45.344 42.086 44.041 35.174 24.214 32.742 30.811 31.439 16.813 483.887 Jumlah 94.740 91.098 87.289 93.072 91.615 85.033 88.982 71.068 48.923 66.154 62.252 63.521 33.970 977.672 % 9,7 9,3 8,9 9,5 9,4 8,7 9,1 7,3 5,0 6,8 6,4 6,5 3,5 100

Sumber : Laporan bulanan tiap kecamatan tahun 2008

Sumber : Pengolahan Data

[Type text]

c. Penduduk Berdasarkan Agama Berdasarkan data yang ada, diketahui bahwa penduduk beragama Islam di Kota Tangerang Selatan pada tahun 2008 berjumlah 838.830 orang atau 90,9 %, yang menganut agama Protestan sebanyak 37.521 orang (4,1 %), jumlah penduduk yang menganut agama Katolik sebanyak 28.925 orang (3,1 %), Sedangkan jumlah terendah adalah untuk penduduk yang memeluk agama Hindu yaitu sebanyak 416 orang atau sebesar 0,6 %. Untuk lebih jelasnya lihat tabel 3.4. d. Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan Jumlah penduduk berdasarkan tingkat pendidikan di Kota Tangerang Selatan pada tahun 2008, terbesar pada segmen lulusan SLTA yaitu sebesar 232.858 orang atau 29,2 % dari total penduduk, urutan kedua tamat SLTP sebesar 196.365 orang atau 24,6 % dari total penduduk. Sementara yang telah lulus dari perguruan tinggi sebesar 68.770 orang atau hanya sekitar 8,6 % saja. Adapun tingkat buta huruf adalah yang paling rendah yaitu hanya 0,1 % dari total penduduk. (lihat tabel 3.5) e. Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian Penduduk Kota Tangerang Selatan sebagian besar bekerja di sektor perdagangan dan jasa. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Tangerang pada tahun 2008 tenaga kerja yang terserap oleh sektor perdagangan dan jasa sebesar 65.346 tenaga kerja (39 %) disusul oleh tenaga kerja yang menjadi PNS yang menyerap 32.879 tenaga kerja (19 %). Untuk lebih jelasnya mengenai jumlah penduduk Kota Tangerang Selatan berdasarkan lapangan pekerjaan dapat dilihat gambar 3.3.

[Type text]

3.1.3 Penggunaan Lahan Perkembangan penduduk yang cepat yang dilihat dari semakin menjamurnya permukiman di wilayah Tangerang Selatan mengakibatkan banyak terjadinya perubahan fungsi guna lahan. Kecenderungan yang terjadi adalah beralihnya lahan pertanian atau bahkan kawasan lindung menjadi kawasan perumahan ataupun untuk kegiatan perdagangan dan jasa, sehingga hal ini perlu mendapat perhatian khusus antara lain mengenai keseimbangan fungsi kawasan tak terbangun dan kawasan terbangun.Karakter perkembangan kawasan terbangun (perumahan, industri, perdagangan dan jasa) pada Kota Tangerang Selatan tidak lepas dari keberadaan perlintasan pergerakan antar wilayah serta adanya jaringan jalan regional yang menghubungkan kota-kota utama seperti DKI Jakarta, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang. Sehingga konsekuensinya perkembangan kawasan terbangun mengikuti pola jaringan jalan utama.

[Type text]

Tabel 3.3 Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis kelamin Kota Tangerang Selatan Kurun Waktu Tahun 2006 2008
No 1 2 3 4 5 6 7 Kecamatan Serpong Serpong Utara Ciputat Ciputat Timur Pamulang Pondok Aren Setu Jumlah L 46.124 38.746 64.599 75.533 114.197 115.332 22.850 477.381 2006 P 45.586 38.783 60.711 78.266 78.244 112.456 21.912 472.958 Jumlah 91.710 77.529 125.310 153.799 229.441 227.788 44.762 950.339 Jumlah penduduk (jiwa) 2007* L P Jumlah 46.984 44.984 91.967 41.354 39.355 80.709 69.035 63.726 132.761 79.039 82.266 161.305 122.536 120.537 243.073 122.855 120.854 243.709 23.216 22.307 45.523 505.018 494.029 999.047 L 45.240 40.355 77.806 73.858 122.999 109.697 23.830 493.785 2008 P 43.241 40.356 71.822 76.873 121.000 107.698 22.897 483.887 Jumlah 88.481 80.711 149.628 150.731 243.999 217.395 46.727 977.672

Sumber : Olah data podes 2006 dan data bulanan kecamatan 2008, *hasil pengolahan Ket: L = Laki-laki, P = Perempuan Tabel 3.4 Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama Kota Tangerang Selatan Tahun 2008
No 1 2 3 4 5 Agama Islam Kristen Protestan Hindu Budha Jumlah Serpong* 68.893 3.241 2.287 305 2.351 77.077 Serpong Utara* 68.800 6.019 6.059 259 2.759 84.346 Jumlah Pemeluk Agama (jiwa) Ciputat Ciputat Timur Pamulang 139.268 134.961 196.677 2.964 5.554 4.500 2.963 8.489 4.530 1.482 1.230 985 1.481 1.743 622 148.158 151.986 207.314 Pondok Aren 187.961 5.765 10.656 859 1.375 206.884 Setu 42.270 882 2.078 433 818 46.629 Jumlah 838.830 28.925 37.521 5.553 11.149 922.394 % 90,9 3,1 4,1 0,6 1,2 100

Sumber : Laporan bulanan tiap kecamatan tahun 2008 *hasil penglohan

10

[Type text]

Tabel 3.5 Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan Kota Tangerang Selatan Tahun 2008
Pendidikan Sarjana Sarjana Muda SLTA SLTP SD TK Drop Out SD Buta Huruf Serpong* 6.235 15.050 20.784 17.917 3.726 7.883 Serpong Utara* 5.688 13.729 18.959 16.344 3.399 7.191 Kecamatan Ciputat Ciputat Timur Pamulang* 10.544 10.622 17.194 25.451 25.639 41.504 35.147 35.406 57.315 30.299 30.523 49.409 6.302 6.348 10.277 13.322 13.430 21.740 Jumlah (%) Pondok Aren 15.931 38.469 53.343 46.648 9.593 19.431 Setu 2.556 2.916 11.904 5.225 8.365 1.109 3.027 1.136 Jumlah 68.770 162.758 232.858 196.365 48.010 84.116 3.027 1.136 797.040 8,6 20,4 29,2 24,6 6,0 10,6 0,4 0,1 100

Sumber : Laporan bulanan tiap kecamatan tahun 2008 *hasil penglohan Gambar 3.3 Grafik Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian Tahun 2008
Pedagang PNS Buruh Tani Buruh Industri Pengangguran Pertukangan Petani Pensiunan (PNS, TNI & POLRI) TNI & POLRI Industri rakyat Aparatur Kelurahan 0 20000 40000 60000 Aparatur Kelurahan Industri rakyat TNI & POLRI Pensiunan (PNS, TNI & POLRI) Petani Pertukangan Pengangguran Buruh Industri Buruh Tani PNS Pedagang

Sumber : Pengolahan Data

11

[Type text]

Pola pengembangan fisik / tata guna lahan saat ini berupa pola ekstensifikasi dan intensifikasi. Pola ekstensifikasi banyak dijumpai di daerah pinggiran, sedangkan intensifikasi banyak dijumpai di daerah yang menjadi pusat kegiatan. Bila dilihat berkembangnya perumahan baik skala besar ataupun skala kecil mengakibatkan bertambahnya jumlah penduduk ataupun aktifitas penduduk di Kota Tangerang Selatan ini sendiri. Bila peningkatan jumlah ataupun aktifitas penduduk tidak dibarengi dengan peningkatan sarana dan prasarana yang memadai akan menimbulkan berbagai permasalahan yang berkaitan satu dengan yang lainnya. a. Penggunaan Perumahan dan Permukiman Kawasan perumahan dan permukiman berfungsi sebagai hunian bagi masyarakat Kota Tangerang Selatan. Berdasarkan penghitungan pada peta diketahui luas penggunaan lahan untuk perumahan dan permukiman sebesar 9.941,41 Ha dari keseluruhan Kota Tangerang Selatan. Untuk Kota Tangerang Selatan terdapat tiga pengembang perumahan skala besar yaitu BSD, Bintaro dan Alam Sutera. Selain itu ketiga kawasan ini didukung dengan adanya prasarana transportasi seperti kereta api dan jalan tol. Saat ini pengembangan perumahan di Kota Tangerang Selatan banyak menggunakan pola cluster dengan tipe rumah beragam (tipe kecil hingga tipe besar). Banyak lahan perkampungan yang sudah berubah fungsi dan kepemilikannya biasanya mayoritas pemilik lahan perkampungan adalah para pendatang.

12

[Type text]

b. Industri / Kawasan Industri dan Pergudangan Luas lahan industri dan kawasan industri yaitu sebesar 167,61 Ha. c. Kegiatan perdagangan dan jasa Luas lahan untuk kegiatan perdagangan dan jasa ini sebenarnya tersebar hampir di seluruh wilayah Kota Tangerang Selatan. Namun yang lebih banyak menonjol adalah kegiatan perdagangan dan jasa yang terjadi saat ini dapat diidentifikasi berada disepanjang koridor jalan-jalan utama seperti Jalan Raya Serpong, Jalan Raya Ceger, Jalan Raya Bintaro Utama Jalan kesehatan, Jalan Raya Pondok Betung - Jalan Raya WR Supratman, Jalan Raya Pamulang Ciputat, Jalan Raya Pamulang Pondok Cabe dan Jalan Raya Ir. H. Juanda (Ciputat Raya). Luas kegiatan perdagangan dan jasa ini adalah sebesar 487,08 Ha. d. Sawah ladang dan kebun Luas penggunaan lahan sawah dan ladang oleh petani pengarap adalah 2.794,41 Ha. e. Semak belukar dan rerumputan Semak belukar yang dimaksud disini adalah tanah kosong yang tidak dikelola/diurus oleh pemiliknya namun bukan berarti tidak ada pemiliknya adapun luasnya adalah 366,48 Ha. f. Pasir dan galian Mempunyai luas yang sangat kecil karena bukan penggunaan yang dominan hanya ada di Kecamatan Setu yaitu dengan luas 15,27 Ha.

13

[Type text]

g. Situ dan danau/tambak/kolam Dari hasil interpretasi foto udara diketahui banyak danau /situ yang sudah tidak ada lagi di peta oleh karena itu luas penggunaan untuk situ/danau/kolam/tambak ini hanya sebesar 137,43 Ha. h. Tanah Kosong Tanah kosong disini termasuk juga lapangan olahraga seperti lapangan bola dan halaman rumah adapun luasnya 809,31 Ha. Untuk memudahkan memahami penggunaan lahan di Kota Tangerang Selatan dapat dilihat dari gambar 4.2. Gambar 3.4 Komposisi Penggunaan Lahan di Kota Tangerang Selatan Tahun 2008

0,93% 0,10% 2,49% 19%

5,50%

Perumahan dan permukiman Industri/Kawasan Industri Perdagangan dan jasa Sawah, ladang dan kebun 67,54% Semak belukar dan rerumputan Pasir dan galian Situ dan danau/tambak/kolam Tanah kosong

3,31% 1,13%

Sumber: Pengolahan Data

14

[Type text]

3.1.4 Perekonomian Keadaan perekonomian Kota Tangerang Selatan saat ini belum lepas sepenuhnya dari kondisi perekonomian Kabupaten Tangerang oleh karena itu maka dipergunakan kondisi perekonomian Kabupaten Tangerang tahun 2007. Sektor ekonomi utama untuk menunjang perekonomian Kabupaten Tangerang adalah sektor industri dan perumahan. Dampak langsung dari pertumbuhan kawasan industri dan perumahan ini, adalah bergeraknya sektor perdagangan dan jasa, sehingga sektor ini pun memberikan konstribusi yang cukup berarti bagi pendapatan daerah.Tahun 2003 PDRB atas dasar harga berlaku Kabupaten Tangerang mencapai Rp. 18,56 trilyun dengan rata-rata pendapatan perkapita pertahun sebesar Rp. 6,06 trilyun. Sedangkan PDRB Kabupaten Tangerang Tahun 2006 telah mencapai Rp. 27,57 trilyun dengan rata-rata perkapita pertahun sekitar Rp. 8,19 trilyun. Kontribusi terbesar dalam pembentukan PDRB Kabupaten Tangerang tahun 2003-2006 masih berasal dari sektor industri disusul sektor perdagangan, hotel, restoran dan sektor pertanian. Ada hal yang menarik dari angka-angka yang telah dikemukakan, yakni terjadinya perubahan angka kontributor PDRB di Kabupaten Tangerang, yakni sektor industri mengalami penurunan, sedangkan sektor perdagangan justru mengalami kenaikan. Hal ini perlu mendapat perhatian pemerintah agar kontribusi PDRB dan sektor industri dapat ditingkatkan dan khususnya bagi industri-industri yang bersifat padat karya, sehingga bukan saja akan meminimalkan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK), tetapi akan meningkatkan daya serap angkatan kerja.

15

[Type text]

Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang tahun 2003 sebesar 4,44 % meningkat menjadi 6,40 % ditahun 2004 dan menjadi 7,40 % ditahun 2005. Sedangkan pada tahun 2006, angka LPE mencapai 6,97 %. Pertumbuhan LPE ini seharusnya berdampak pada perubahan ekonomi yang membaik seperti berkurangnya angka pengangguran, namun ternyata kenaikan LPE ini belum cukup membantu mengurangi angka pengangguran. Hal ini dimungkinkan karena pertumbuhan ekonomi banyak bertumpu pada peningkatan modal/investasi tetapi kurang mendukung peningkatan kesempatan kerja atau kesempatan kerja yang terbentuk lebih kecil daripada pertambahan angkatan kerja. Meningkatnya LPE pada tahun 2005 menjadi 7,4 % dari 6,4 % tahun sebelumnya menurunkan pengangguran sekitar 0,61 %. Sedangkan melemahnva LPE pada tahun 2006 menjadi 6,97 % sejalan dengan meningkatnya angka pengangguran menjadi 18,23 % pada tahun 2006 dibanding 14,31 % pada tahun 2005. Lebih jauh lagi melemahnya LPE ini menambah jumlah penduduk miskin yang pada tahun 2006 meningkat menjadi 13,07 % dibandingkan 10,24 % pada tahun 2005. Perekonomian di Kabupaten Tangerang pada tahun 2006 tumbuh sebesar 6,97% dimana terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2003 yang hanya sebesar 4,44%. Artinya pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Kabupaten Tangerang tahun 2006 lebih cepat sebesar 2, 53% dari yang terjadi pada tahun 2003. Pertumbuhan sebesar ini didorong dan dimotori oleh peningkatan yang berarti pada pengeluaran konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto.

16

[Type text]

PDRB Kabupaten Tangerang atas dasar harga berlaku tahun 2006 sebesar 27,57 triliun rupiah, tahun 2005 sebesar 23,99 triliun rupiah, tahun 2004 sebesar 20,77 triliun rupiah, dan tahun 2003 sebesar 18,56 triliun rupiah. Nilai PDRB berdasarkan harga konstan sebesar Rp. 14 trilyun lebih pada tahun 2003 dengan nilai pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar Rp. 8 trilyun. Sedangkan pada tahun 2006, Nilai PDRB berdasarkan harga konstan sebesar Rp. 17 trilyun lebih dengan nilai pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar Rp. 10 trilyun. 3.2 Profil Wilayah Studi 3.2.1 Kecamatan Pamulang 3.2.1.1 Batas Administratif Kecamatan Pamulang adalah kecamatan yang terdiri dari kota Tangerang Selatan di Provinsi Banten. Kecamatan ini terletak 30 km di sebelah barat daya pusat kota DKI Jakarta. Secara geografis Kecamatan Pamulang berada pada koordinat 081830- 082120 Lintang Selatan dan 1062200 1064615 Bujur Timur. Kecamatan Pamulang memiliki batasbatas administrasi yang memisahkan kecamatan pamulang dengan kecamatan yang lain, adapun batas-batas tersebut yaitu : yang lain, adapun batas-batas tersebut yaitu : Sebelah Utara Sebelah Timur Sebelah Selatan Sebelah Barat : Kecamatan Ciputat : Provinsi DKI Jakarta : Kabupaten Bogor : Kecamatan Serpong

17

[Type text]

Kecamatan Pamulang merupakan bagian dari Kabupaten Tangerang yang mendapat limpahan kegiatan industri sehingga dapat menjadi daya tarik penduduk untuk bermigran dari daerah

18

[Type text]

Peta 3.2 Wilayah Kecamatan Pamulang

19

[Type text]

lain, baik dari wilayah Provinsi Jawa Barat maupun dari luar Provinsi Jawa Barat dan dari luar Pulau Jawa. Secara administrasi Kecamatan Pamulang merupakan bagian dari Kabupaten Tangerang, kecamatan ini terdiri dari 8 kelurahan/desa, yaitu : Tabel 3.6 Kelurahan/Desa di Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 No Kelurahan Luas Presentase (Km2) terhadap Luas Kecamatan 1 Pondok Benda 4,122 14,43 2 Pamulang Barat 4,225 14,79 3 Pamulang Timur 2,808 9,83 4 Pondon Cabe Udik 5,142 18,00 5 Pondok Cabe Ilir 4,200 14,70 6 Kedaung 2,787 9,76 7 Bambu Apus 2,404 8,42 8 Benda Baru 2,880 10,08 Jumlah 28,568 100,00
Sumber : BPS Kabupaten Tangerang 2007

Melihat pada data tabel di atas, luas wilayah berdasarkan kelurahan yang terdapat di Kecamatan Pamulang tahun 2007 sebesar 28,568 Km2 merupakan lahan terbangun dan luas lahan kebun/tegalan. Kelurahan Pamulang Barat memiliki luas wilayah terbesar yaitu 444.23 Ha dan luas wilayah terkecil terdapat di Kelurahan Benda Baru, yaitu 288 Ha. Untuk lebih jelasnya lagi lihat gambar 3.5 berikut:

20

[Type text]

Sumber: Pengolahan Data 3.2.1.2 Kependudukan Kecamatan Pamulang merupakan salah satu dari 7 Kecamatan yang berada di Kota Tangerang Selatan. Kecamatan Pamulang memiliki jumlah penduduk sebanyak 248.201 jiwa dengan kepadatan penduduk sebesar 73.289 jiwa/Km2. Berikut ini merupakan Pamulang. Kepadatan penduduk berdasarkan tabel di bawah di ketahui bahwa kepadatan penduduk di Kecamatan Pamulang pada tahun 2007 adalah 73.289 jiwa/Km2. Kelurahan Kedaung adalah Kelurahan dengan kepadatan penduduk terbesar, yaitu sebesar 15.457 jiwa/Km2 yang luasnya sebesar 2.787 Km2 atau sebesar
21.09%. Sedangkan kepadatan penduduk terrendah berada di

tingkat

kepadatan

penduduk

di

Kecamatan

21

[Type text]

Kelurahan Pondok Cabe Udik sebesar 3.391 jiwa/Km2 yang luasnya sebesar 5.142 Km2 atau sebesar 4.63%. Pamulang per kelurahan. Tabel 3.7 Kepadatan Penduduk Per Km2 Berdasarkan Kelurahan Tahun 2007 (%) (%) Jumlah Terhadap Terhadap Luas Kepadatan No Kelurahan Pendudu jumlah kepadatan 2 (Km ) Per Km2 k (jiwa) pendudu k 1 Pondok Benda 4.122 38.185 15,38 9.264 12,64 2 Pamulang Barat 4.225 43.901 17,69 10.391 14,18 3 Pamulang Timur 2.808 25.402 10,23 9.046 12,34 4 Pondok Cabe Udik 5.142 17.434 7,02 3.391 4,63 5 Pondok Cabe Ilir 4.200 30.142 12,14 7.177 9,79 6 Kedaung 2.787 43.078 17,36 15.457 21,09 7 Bambu Apus 2.404 17.181 6,92 7.147 9,75 8 Benda Baru 2.880 32.878 13,25 11.416 15,58 Jumlah 28.56 248.201 100,00 73.289 100,00 8 Sumber : BPS Kabupaten Tangerang 2007 Gambar 3.6 Grafik Kepadatan Penduduk Di Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Berikut ini merupakan grafik tentang kepadatan penduduk di Kecamatan

22

[Type text]

Sumber : Pengolahan Data a. Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin di Kecamatan Pamulang didominasi oleh laki-laki sebesar 118.758 jiwa sedangkan penduduk berjenis kelamin perempuan hanya sebesar 15.688 jiwa. Dilihat dari persebaran penduduk di Kecamatan Pamulang cukup merata. Jumlah penduduk terbesar terdapat di Kelurahan Kedaung dengan jumlah 41.894 jiwa, jumlah laki-laki 21.162 jiwa dan jumlah perempuan 20.732 jiwa. Sedangkan jumlah penduduk terkecil terdapat di Kelurahan Pondok Cabe Udik, yaitu sebesar 16.352 jiwa, dengan jumlah laki-laki 8.178 jiwa dan jumlah perempuan 8.174 jiwa. Tabel 3.8 Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin di Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan Tahun 2007
No 1 2 3 4 5 6 7 8 Kelurahan Pondok Benda Pamulang Barat Pamulang Timur Pondok Cabe Udik Pondok Cabe Ilir Kedaung Bambu Apus Benda Baru Jumlah Jumlah Penduduk (jiwa) Laki-laki 19.141 22.227 12.658 8.839 15.381 22.236 8.757 16.647 125.886 Perempuan 19.044 21.674 12.744 8.595 14.761 20.842 8.424 16.231 122.315 Jumlah Lakilaki+perempuan (jiwa) 38.185 43.901 25.402 17.434 30.142 43.078 17.181 32.878 248.201

Sumber : BPS Kabupaten Tangerang 2007

23

[Type text]

Gambar 3.7 Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin di Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan Tahun 2007

Sumber : Pengolahan Data

b. Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur Kelompok umur di setiap kelurahan yang ada di kecamatan Pamulang, bahwa usia produktif lebih banyak dari pada usia non-produktif. Usia produktif secara umum di mulai dari umur 15 tahun sampai dengan umur 54, yaitu sebesar 40,95% dan usia non-produktif di mulai 55 tahun sampai dengan 75+, yaitu sebesar 5,31%. Dari usia produktif ini lebih memiliki potensi yang tinggi untuk menggerakan perkonomian di Kecamatan Pamulang, untuk lebih jelasnya lihat tabel 3.9 berikut ini dan grafik 3.8.

24

[Type text]

25

[Type text]

Tabel 3.9 Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur di Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan Tahun 2007
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Penduduk Berdasarkan Umur 0-4 5-9 10-14 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 65-69 70-74 75+ Jumlah Pondok Benda 3.771 4.109 4.124 3.198 2.429 3.276 3.522 3.871 3.382 1.999 1.191 603 468 329 219 183 38.185 Pamulang Barat 4.084 4.157 4.155 4.082 3.441 4.214 4.274 3.897 3.768 2.765 1.664 824 660 411 299 266 43.901 Pamulang Timur 2.611 2.632 2.415 2.011 1.820 2.596 2.518 2.295 2.044 1.433 775 467 406 246 160 137 25.402 Pondok cabe Udik 1.885 1.729 1.560 1.416 1.279 1.887 1.725 1.467 1.288 885 539 351 303 182 121 94 17.434 Pondok cabe Ilir 3.557 3.018 2.452 2.293 2.193 3.602 3.393 2.273 2.017 12.39 905 528 513 274 213 176 30.142 Jumlah Kedaung 4.346 4.176 3.746 3.615 3.555 4.751 4.271 3.565 3.041 2.313 1.519 818 633 368 249 234 43.078 Bambu Apus 1.844 1.742 1.467 1.301 1.335 1.811 1.742 1.464 1.204 825 527 330 272 186 122 108 17.181 Benda Baru 2.907 3.349 3.411 3.118 2.498 2.650 2.985 3.040 2.965 1.987 1.133 512 388 223 160 135 32.878

25.005 24.912 21.926 21.034 16.912 22.402 24.430 19.136 19.709 13.446 8.253 4.433 3.643 2.219 1.543 1.333 248.2 01

Sumber : BPS Kabupaten Tangerang 2007

26

[Type text]

Gambar 3.8 Penduduk Umur Berdasarkan Usia Produktif Dan Non-Produktif Di Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan Tahun 2007

Usia Produktif dan Non-Produktif

5,31% Usia Produktif Usia non-produktif 40,95%

Sumber : PSumber: Pengolahan Data c. Penduduk Berdasarkan Agama Tabel 3.10 Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama di Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 No. Agama Jumlah (Jiwa) Presentase (%) 1. Islam 217.846 87,77 2. Kristen 18.143 7,31 3. Khatolik 7.719 3,11 4. Hindu 3.227 1,3 5. Budha 1.266 0,51 Jumlah 248.201 100

27

[Type text]

Sumber : BPS Kabupaten Tangerang Gambar dibawah ini menunjukan bahwa penduduk

Kecamatan Pamulang lebih banyak menganut Agama Islam dengan jumlah 217.846 jiwa atau 87,77 % dari pada agamaagama lainya. Sedangkan penduduk Kecamatan Pamulang yang menganut agama paling sedikit adalah agama Budha dengan jumlah 1.266 jiwa atau 0,51 %. Gambar berikut menunjukan sebaran jumlah penduduk berdasarkan agama. Gambar 3.9 Diagram Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama di Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan Tahun 2007

Sumber: Pengolahan Data d. Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tabel 3.11 Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan Pada Tahun 2007 Jumlah Penduduk No Tingkat Pendidikan (jiwa) 1 Belum Sekolah 38.326 2 Tidak Tamat SD 35.288 3 Tamat SD / Sederajat 57.656 4 Tamat SLTP / Sederajat 37.902 5 Tamat SLTA / Sederajat 48.501

28

[Type text]

Tamat Akademi / Sederajat Tamat Perguruan Tinggi/Sederajat Jumlah Sumber : BPS Kabupaten Tangerang Tahun 2007

6 7

6.807 12.108 236.588

Dilihat dari tabel di atas, dapat dikatakan bahwa sebagian besar masyarakat Kecamatan Pamulang pendidikannya hanya sampai tingkat SD, yaitu sebesar 57.656 jiwa. Untuk urutan kedua tamat SLTA, yaitu sebesar 48.501 jiwa. Adapun tingkat tamat akademi adalah paling rendah, yaitu hanya 6.807 jiwa. Gambar 3.9 Grafik Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007

Sumber : hasil Pengolahan Data

3.2.1.3 Penggunaan Lahan Penggunaan lahan di Kecamatan Pamulang pada tahun 2007 didominasi pada permukiman dengan luas sebesar 2.438,52 Ha sedangkan penggunaan lahan yang lebih sedikit adalah penggunaan lahan untuk perkantoran, yaitu sebesar 18,093 Ha. Untuk lebih jelasnya lihat tabel 3.10 dan gambar 3.9..

29

[Type text]

Tabel 3.12 Penggunaan Lahan di Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan Pada Tahun 2007
Luas (ha) No 1 2 3 4 5 6 7 8 Keluarahan Pondok Benda Pamulang Barat Pamulang Timur Pondok Cabe Udik Pondok Cabe Ilir Kedaung Bambu Apus Benda Baru Jumlah Permukiman 372,80 412,00 255,90 355,16 306,19 260,49 206,68 269,30 2.438,52 Kuburan 10,50 2,60 5,60 4,20 1,60 1,58 2,25 1,50 29,83 Pertanian 4,18 6,12 5,18 10,42 2,46 1,92 16,27 4,00 50,55 Perkantoran 1,66 2,06 1,75 5,22 3,85 1,24 1,313 1,00 18,093 Prasarana Umum 23,14 21,45 12,37 139,00 106,90 13,44 17,50 12,20 346,00

Sumber : BPS Kabupaten Tangerang Tahun 2007 Gambar 3.10 Penggunaan Lahan di Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan Tahun 2007

30

[Type text]

Sumber : Pengolahan Data

Adapun penggunaan lahan di Kecamatan Pamulang pada tahun 1980-1984 penggunaan lahannya didominasi untuk lahan tegalan/ladang dengan luas sebesar 513.07 Ha. Pekebunan karet adalah dominasi ke-2 ditahun ini, dengan luas 65.57 Ha. Pada periode ini belumlah ada perumahan melainkan hanya ada perkampungan. Ketika akses jalan mulai dibangun, Jalan Siliwangi yaitu jalan yang menghubungkan antara Ciputat Pamulang mulai berkembang dengan dilakukan pengaspalan oleh Pemda Tangerang. Saat Lembaga Tenaga Atom didirikan, komplek pertama yang dibangun di kawasan ini adalah komplek Puspiptek. Komplek Puspiptek ini dijadikan sebagai rumah dinas bagi pekerja dan peneliti Lembaga Tenaga Atom karena letaknya yang strategis yaitu berada di persimpangan antara BogorTangerang - DKI Jakarta sehingga lahan yang dulunya dimiliki oleh penduduk asli semakin berkurang. Hal ini dikarenakan mulai tumbuhnya perumahan real-estate oleh para pemborong di wilayah Ciputat, Pamulang, Serpong dan Pondok Cabe. Pada periode 1984-2000 penggunaan lahan banyak mengalami perubahan, khususnya pada lahan yang dimanfaatkan untuk tegalan/ladang pada tahun tersebut berubah menjadi lahan perumahan, dengan luas total lahan perumahan seluas 317.00 Ha. Para pendatang yang rata-rata berasal dari wilayah Jakarta mulai menempati rumah-rumah real-estate ini dan seiring itu, 31

[Type text]

para developer mulai menambah dan merubah lahan-lahan pertanian, perkebunan menjadi bentuk perumahan. Pada periode ini, mulai berkembang pesat menjadi daerah yang subur akan hunian. Penduduk setempat yang bermata pencaharian sebagai petani berubah menjadi penjual jasa, seperti ojek, supir angkutan dan pedagang. Sedangkan penduduk asli masih menjadi petani yang memiliki lahan untuk berladang walau lahan tersebut hanya tinggal beberapa saja. Pada periode 2000-2007, Perkembangan penggunaan lahan terus berkembang menjadi daerah-daerah hunian. Perkembangan perumahan ini sangat berkembang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Luas situ-situ pun mulai berkurang. Hal ini disebabkan oleh penyempitan situ menjadi lahan perumahan. Periode ini penggunaan lahannya Cuma hanya dimiliki oleh permukiman, perumahan, kebun campuran, tegalan/ladang dan situ sedangkan untuk rawa, kebun karet, sawah irigasi, dan sawah tadang hujan sudah tidak ada sama sekali pada periode ini untuk lebih jelas lihat tabel 3.13. Tabel 3.13 Penggunaan Lahan di Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan Pada Tahun 1980-2007
Penggunaan Lahan

Pemukiman Perumahan Rawa Kebun Karet Kebun Campuran Sawah Irigasi Sawah Tadah Hujan Tegalan/Ladang

1980-1984 32.73 0 0 65.57 0 3.69 51.25 513.07

Periode 1984-2000 174.49 317.00 6.018 0 153.43 0 18.50 3.88

2000-2007 155.88 422.00 0 0 56.66 0 0 38.82

32

[Type text]

Situ
Total (Ha)

31.44 697.76

24.44 697.76

24.40 697.76

Sumber : Laporan Akhir, Mastur Utomo, 2008 3.2.1.4 Perekonomian Tabel 3.12 Jumlah Usaha Berdasarkan Jenis Usaha / Kategori Usaha Di Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan Pada Awal Tahun 2007
No 1 2 3 4 5 6 7 8 Kelurahan Pondok Benda Pamulang Barat Pamulang Timur Pondok Cabe Udik Pondok Cabe Ilir Kedaung Bambu Apus Benda Baru Jumlah A 25 62 27 23 26 313 31 2 509 Jenis / Kategori Usaha B C D E 8 965 354 2 2.01 913 5 14 627 206 513 245 3 1.11 377 5 1.73 4 2.80 9 2 1 19 597 163 20 741 230 9.38 4.22 1 70 2 0 F 570 639 225 216 270 1.321 347 209 3.797

Sumber : Laporan Pamulang 2007

Informasi

Kependudukan

Kecamatan

Keterangan : A : Industri Pengolahan B : Listrik, Gas dan Air C : Konstruksi D : Perdagangan Besar dan Eceran E : Penyediaan Makanan dan Minuman F : Transportasi Pergudangan dan Komunikasi

Jika dilihat tabel di atas maka, sektor perdagangan besar dan eceran menjadi sektor yang berkembang pesat dan menjadi sektor yang paling dominan di Kecamatan Pamulang, yaitu sebesar 9.382 unit. Hal ini disebabkan kegiatan usaha perdagangan berkembang karena banyaknya permintaan dan berkembang seiring tumbuhnya perumahan, karena para penghuni perumahannya sebagai konsumennya. 33

[Type text]

Tabel 3.14 Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian Kota Tangerang Selatan Tahun 2007
No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10 . 11 . 12 Mata Pencaharian / Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil TNI / Polri Pensiunan PNS/TNI/POLRI Pedagang Angkutan / Sopir Buruh Industri Buruh Bangunan Pengusaha Sedang / Besar Industri Kecil / Pengrajin Petani Penggarap / Buruh Tani Petani Pemilik Lain-lain Jumah : Jumlah 5.582 817 1.247 23.321 9.182 18.204 4.820 298 511 263 206 22.134 86.585

Sumber : Statistik Kecamatan Pamulang Tahun 2007 Pada tabel di atas Kecamatan Pamulang yang memiliki mata pencaharian berjumlah 86.585 jiwa. Sebagian besar penduduk kecamatan ini bermata pencaharian sebagai pedagang. Hal ini disebabkan Kecamatan Pamulang yang di dominasi sebagai perumahan sehingga banyaknya permintaan untuk berdagang. Selain itu, jika dilihat dari pendidikannya yang di dominasi hanya sampai tingkat SD sehingga membuat penduduk Kecamatan Pamulang ini sulit yang mendapatkan pekerjaan yang layak. Walaupun Kecamatan Pamulang ini didominasi oleh pedagang tetapi masih ada penduduk yang bermata pencaharian

34

[Type text]

sebagai petani pemilik yang hanya mengandalkan lahan milik sendiri.

3.2.1.5 Komponen Utama Kota Skala Pelayanan Regional dan Kota (Sebaran dan Kapasitas) Dalam sub bab ini membahas tentang potensi komponen utama kota skala pelayanan regional dan kota (sebaran dan kapasitas) Kecamatan Pamulang meliputi pendidikan, kesehatan, peribadatan, perdagangan rekreasi dan olah raga, pelayanan sosial, jaringan jalan, air bersih, persampahan, drainase, listrik, dan telekomunikasi. Adapun uraian lengkapnya untuk masingmasing sarana dan prasarana tersebut disajikan sebagai berikut: a. Sarana Pendidikan Tabel 3.15 Daftar Sarana Pendidikan di Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan Tahun 2010
No 1 Komponen Pendidikan PT - Sekolah Tehnik Multimedia - Universitas Pamulang - IIQ - STP Sahid - Universitas Terbuka Sekolah Internasional Skala Pelayanan Kota Regional Keterangan

Sumber : Hasil Observasi Studio Perencanaan Kota

35

[Type text]

Berdasarkan kompilasi data Tangerang Selatan yang tim studio peroleh dari LAPAK-ITI dan observasi, diketahui bahwa Kecamatan Pamulang merupakan kecamatan dengan sarana pendidikan terbanyak dibandingan kecamatan lainnya di Kota Tangerang Selatan mulai dari TK hingga Perguruan Tinggi yang mencapai 100 unit, dan kebenaran informasi tersebut terjawab dari hasil observasi tim studio. Dari hasil obsevasi, kecamatan ini memang mempunyai ketersediaan faslitas pendidikan yang baik dan lengkap, baik secara pelayanan maupun secara fisik bangunannya. Jika dilihat data tabel di atas Kecamatan Pamulang memiliki sarana pendidikan setingkat sekolah tinggi berskala regional paling banyak diantara kecamatan lainnya di Kota Tangerang Selatan, salah satu latar belakang selain tersedianya sarana pendidikan itu sendiri adalah karena wilayah Kecamatan Pamulang yang berada di dekat perbatasan 3 provinsi, yaitu DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, membuat daerah ini menjadi daerah strategis untuk menarik minat pelajar dari daerah sekitarnya tersebut. b. Sarana Kesehatan Berdasarkan hasil observasi untuk sarana Kesehatan di Kecamatan Pamulang yang tersedia hanya satu rumah sakit, yaitu sarana kesehatan Tipe B (RS Bhineka Bakti Husada), rumah sakit ini berdiri pada tahun 1991 dan untuk rumah sakit ini dia melayani pasien dari beberapa wilayah, seperti dari kecamatan jakarta, pamulang bintaro, 36 sendiri,

[Type text]

parung dan lain-lain. Lokasi rumah sakit tersebut berada persis di perempatan gaplek pamulang. (lihat tabel 3.16)
Gambar 3.11 Rumah sakit Bhineka Bakti Husada

Tabel 3.16 Daftar Kesehatan Yang Ada Di Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan Tahun 2010
No 1 2 3 Komponen Kesehatan RS Tipe C RS. Tipe B - RS. Bhineka Bakti Husada RSGD Skala Pelayanan Kota Wilayah Keterangan Jl. RE. Martadinata -

Sumber : Hasil Observasi Tim Studio Perencanaan Kota c. Sarana Peribadatan Sarana peribadatan di kecamatan Pamulang terdapat berupa masjid, mushala, gereja dan Vihara, namun dalam hal ini yang memenuhi skala pelayanan baik kota maupun regional adalah masjid, gereja dan vihara. Di Kecamatan Pamulang sendiri terdapat banyak sekali masjid, namun bila dilihat dari tempat strategisnya suatu tempat saran adalah yang dapat dijangkau dari segala arah dan dapat dijadikan sebagai landmark suatu tempat. Pada gambar diatas Masjid Al-Mujahidin adalah masjid yang bertempat di Pamulang di jalan Pamulang raya bersebelahan dengan kantor Walikota Tangerang Selatan, bangunan yang berada di pinggir jalan dan dapat diakses dari segala arah baik dari arah Ciputat, Muncul, Pondok

37

[Type text]

Cabe, sehingga bias dikatakan Skala pelayanan Masjid AlMujahidin adalah Regional3. Pada gambar 2 terlihat gereja GKI Pamulang, bertempat dibelakang ruko Witana Harja dan bersebelahan dengan sekolah Kristen Ora Et Labora, dalam skala pelayanannya pun Gereja ini termasuk skala Regional karena pengunjung Gereja ini datang tidak hanya dari Kecamatan Pamulang saja, melainkan dari Ciputat, Cireundeu, Pondok Cabe, Muncul. Gambar 3.12 Masjid Al- Mujahidin Pamulang

Sumber: Dok. Tim Studio Perencanaan Kota

38

[Type text]

No 1

Komponen Peribadatan Masjid - Masjid Al Munawaroh

Skala Pelayanan Kota Wilayah

Keterangan Masjid Al-Munawaroh terletak di dalam komplek witana Harja Kondisi bangunan baik namun akses jalan masuk tidak memadai karena tempat ini terletak di dalam komplek perumahan Masjid Al-mujahidin terletak di desa pamulang Barat, letak strategis karena berada di pinggir Jlalan Pamulang Raya Gerreja GKI Pamulang terletak di desa pamulang Barat, di belakang ruko dekat komplek Witana Harja.

- Masjid AlMujahidin

Tempat Ibadah Lainnya - Gereja GKI Pamulang - Vihara Avalokitesvara

Vihara Avalokitesvara terletak di kelurahan Pondok Cabe Udik kecamatan pamulang

Tabel 3.17 Daftar Peribadatan Di Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan Tahun 2010

39

[Type text]

Sumber : Hasil Observasi Tim Studio Perencanaan Kota d. Perdagangan dan Niaga Sarana perdagangan yang ada di kecamatan Pamulang terdiri dari Mall Pamulang Square, Pasar Swalayan Carefour, Pasar Swalayan Giant, Pusat Onderdil Pondok Cabe dan Ruko Pamulang (lihat gambar 3.13). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat tabel di bawah ini : Tabel 3.18 Daftar perdagangan di Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan Tahun 2010
No 1 Komponen Perdagangan Pusat Perbelanjaan Utama - Mall Pamulang Square Skala Pelayanan Kota Wilayah Keterangan Jl. Siliwangi Pengunjung yang datang ke mall ini berasal dari lingkungan Pamulang,

40

[Type text]

No

Komponen Perdagangan

Skala Pelayanan Kota Wilayah

Keterangan Kecamatan Sekitar, serta dari luar Kota Tangerang Selatan karena letak mall ini yang strategis berada di jalan arteri primer Jl. Laksamana Re Matadinata Pengunjung yang datang ke pusat onderdil ini berasal dari lingkungan pondok cabe, serta dari luar batas administratif Kota Tangerang Selatan

- Pusat Onderdil Pondok Cabe

Pusat Perbelanjaan/pasar - Ruko Pamulang

- Pasar Swalayan Carefour

- Pasar Swalayan Giant

Jl. Pamulang Raya Pengunjung yang datang ke Ruko ini mayoritas berasal dari lingkungan Kecamatan Pamulang dan Kecamatan Setu. Jl. Pamulang Raya. Pengunjung yang datang ke tempat ini mayoritas berasal dari lingkungan Pamulang dan Kecamatan Setu Jl. Pamulang Raya. Pengunjung yang datang ke pasar swalayan ini mayoritas berasal dari lingkungan Pamulang dan Kecamatan Setu

Sumber : Hasil Observasi Tim Studio Perencanaan Kota Gambar 3.13 Mall Pamulang Square

41

[Type text]

Sumber: Dok. Tim Studio Perencanaan Kota e. Pelayanan Sosial Sarana pelayanan sosial yang ada di Kecamatan Pamulang ini yang mempunyai skala pelayanan kota dan regional hanya berupa Gedung Serba Guna dan Tempat Pemakaman Umum (TPU). Gedung Serba Guna ini terletak di Kelurahan Pondok Cabe Udik yang tepatnya berada di Universitas Terbuka. Gedung Serba Guna ini biasa di gunakan untuk wisuda, pernikahan maupun khitanan dengan kapasitas mencapai 5.000 jiwa. Sedangkan untuk Tempat Pemakaman Umum (TPU) terdapat di Kelurahan Pondok Benda. Mayoritas yang dimakamkan di sini berasal dari Pamulang, BSD dan Serpong.

Gambar 3.14 Gedung Serba Guna Gambar 3.15 TPU Pondok Benda

42

[Type text]

Sumber : Dok. Tim Studio Perencanaan Kota Tabel 3.19 Daftar Pelayanan Sosial di Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan Tahun 2010

No 1

Komponen Pelayanan Sosial Gedung Serba Guna - GSG UTCC

Skala Pelayanan Kota Wilayah

Keterangan Gedung Serba Guna ini biasa digunakan untuk perkawinan, wisuda, khitanan. Mayoritas pengguna Gedung Serba Guna ini dari luar kota. Kapasitas Gedung Serba Guna ini bisa mencapai 5000 orang. TPU ini berdiri sekitar tahun 1987an. TPU ini dibangun dari tanah pemerintah dan mayoritas yang dimakam kan disini masih kota tangsel (pamulang, BSD, serpong) -

Tempat Pemakaman Umum (TPU) - TPU PONDOK BENDA

3 4 5

Perpustakaan Umum Balai Latihan Kerja Panti Sosial

43

[Type text]

Sumber : Hasil Observasi Studio Perencanaan Kota f. Olahraga dan Rekreasi Sarana olahraga dan rekreasi yang ada di Kecamatan Pamulang yang mempunyai skala kota hanya memiliki lapangan futsal. Ada tiga lapangan futsal yang ada di kecamatan ini, antara lain : JK futsal, lapangan biru dan taruna futsal yang berada di Kelurahan Pamulang Barat. Untuk lebih jelasnya lihat tabel berikut: Tabel 3.20 Daftar Sarana Olahraga di Kecamatan Pamulang dan Rekreasi Kota Tangerang Selatan Tahun 2010

44

[Type text]

No 1

Komponen Olahraga dan Rekreasi Lapangan Futsal - JK Futsal

Skala Pelayanan Kota Wilayah

Keterangan Jln. Padjajaran Yang datang dan main futsal di tempat ini mayoritas penduduk sekitar dan kecamatan yang dekat dengan tempat futsal Jln. Padjajaran Yang datang dan main futsal di tempat ini mayoritas penduduk sekitar dan kecamatan yang dekat dengan tempat futsal Jln. Siliwangi Mayoritas yang datang dan main futsal dari daerah kec pamulang,setu,serpong -

- Lapangan Biru

- Taruna Futsal

2 3 4

Taman Kota Kolom Renang Sport Center

45

[Type text]

Sumber : Hasil Observasi Studio Perencanaan Kota

46

[Type text]

47

[Type text]

g. Jaringan Jalan Jalan Pamulang Raya ini menghubungkan antar kecamatan jalan ini merupakan salah satu jalan arteri di Tangerang selatan Karena jalan ini menghubungkan antara daerah. Jalan Pamulang raya menghubungkan Kecamatan Ciputat, Depok, Dan BSD. Pada gambar 2 di atas dapat terlihat situasi di perempatan Gaplek Pamulang, perempatan ini menghubungkan : Ke arah utara menghubungkan ke arah Ciputat dengan Kecamatan Pamulang kearah timur menhubungkan Kota Depok dam Lebak Bulus dengan Kecamatan Pamulang kearah Selatan menghubungkan kabupaten Bogor dengan Kecamatan Pamulang kearah Barat menghubungakan kecamatan Setu dan Serpong dengan Kecamatan Pamulang
Gambar 3.16 Situasi di Perempatan Gaplek Pamulang Gambar3.17 Jalan Pamulang Raya

Sumber: Dok. Peserta Studio Perencanaan Kota

48

[Type text]

Tabel 3.21 Daftar Jaringan Jalan Kota Tangerang Selatan Tahun 2010
No 1 Komponen Prasarana Jalan Arteri Primer Skala Pelayanan Kota Wilayah Keterangan Jalan Pamulang raya menghubungkan Kecamatan Ciputat, Depok, Dan BSD -

Kolektor Primer

Sumber: Hasil Survei h. Air Bersih Air adalah sumber kehidupan bagi manusia, adapun pemanfaatannya dipergunakan untuk berbagai keperluan baik untuk rumah tangga maupun keperluan lainnya. Pemanfaatan air yang dilakukan oleh masyarakat Kecamatan Pamulang masih memanfaatkan air bawah tanah dan masyarakat baru akan mendapatkan air setelah dapat digali/dibor 15-24 meter. Hal ini terjadi karena Kecamatan ini merupakan kecamatan dengan kepadatan penduduk tertinggi.Kecamatan ini belum di aliri PDAM tetapi sudah ada rencana untuk memakai PDAM. Terlihat sebagian kecamatan ini sudah dipasang pipa-pipa PDAM. (Lihat Tabel 3.21)

i. Persampahan 49

[Type text]

Di Kecamatan Pamulang hanya memiliki satu Tempat Pembuangan Sampah, yaitu yang berada di villa pamulang No
1

Komponen Drainase
- TPS

Skala Pelayanan Kota Wilayah

Keterangan
Vila pamulang (kel pondok benda) Mayoritas yang membuang sampah di kecamatan ini dari tangsel -

2 3

- TPST - TPA

tepatnya di Kelurahan Pondok Benda. Biasanya samaphsampah yang ada di TPS ini dilakukan dengan cara di bakar. (Lihat Tabel 3.22) TabeTabel 3.21 Air Bersih Di Kecamatan Pamulang
No 1 2 Komponen Air bersih Pipa Transmisi IPA SERPONG II (PT.TC) berupa WTP Skala Pelayanan Kota Wilayah Keterangan Masih menggunakan air tanah

Kota Tangerang Selatan Pada Tahun 2010

Sumber : Hasil Observasi Studio Perencanaan Kota Tabel 3.22 Tempat Pembuangan Sampah di Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan Tahun 2010

50

[Type text]

Sumber : Hasil Observasi Studio Perencanaan Kota j. Drainase Terdapat dua jenis drainase yang ada di kecamatan Pamulang, yaitu jenis drainase terbuka dan drainase terbuka semi tertutup, dari perbedaan jenis drainase ini adalah salah satu karakter masyarakat sekitar. Fungsi dan kegunaan dari kedua jenis drainase tersebut untuk mengalirkan atau mengontrol air lebih dari hasil kegiatan manusia, tetapi untuk karakter masyarakat yang memakai drainase semi tertutup biasanya digunakan oleh para usaha seperti kegiatan perdagangan. Selain itu di kecamatan Pamulang pun dilintasi saluran drainase primer, yaitu kali angke. Kali angke ini adalah tempat aliran/pembuangan air dari kiriman darinase sekunder, lalu aliran air kali angke ini akan dialirkan ke sungai cisadane. Untuk lebih jelasnya lihat tabel 3.23. Gambar 3.18 Drainase Kecamatan Pamulang

51

[Type text]

Sumber: Dok. Peserta Studio Perencanaan Kota

No 1

Tabel 3.23 Sistem Drainase di Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan Tahun 2010 Komponen Skala Pelayanan Keterangan drainase Kota Wilayah Drainase Primer Kali Angke ini yang membatasi kecamatan - Kali Angke Pamulang dengan Kecamatan setu. Drainase Drainase sekunder Sekunder yang berjenis drainase - Drainase terbuka di kecamatan Terbuka pamulang saat ini sudah terbuat dari beton.

52

[Type text]

No 3

Komponen drainase - Drainase Semi Tertutup

Skala Pelayanan Keterangan Kota Wilayah Drainase yang berjenis semi tetutup ini biasanya digunakan para pemilik usaha, karena drainase semi tertutup ini digunakan sebagian warga bertujuan untuk menghindari sampah yang masuk ke drainase, selain itu deraiase tersebut terlihat rapih.

Sumber : Hasil Observasi Studio Perencanaan Kota k. Listrik Untuk di Kecamatan Pamulang ini hanya mempunyai Saluran Udara Tingkat Menengah (SUTM) dan mempunyai kapasitas tegangan listrik sebesar 20.000 KV dengan skala kota. Untuk lebih jelasnya lihat tabel 3.24 beikut ini. Tabel 3.24 Komponen Listrik di Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan Dengan Skala Pelayanan Kota dan Wilayah Tahun 2010
No 1 2 3 Komponen Listrik Gardu Induk SUTT SUTM Skala Pelayanan Kota Wilayah Keterangan SUTM mempunyai daya tegangan listrik sebesar 20.000 KV dan berasal dari Gardu Induk yang terdapat di Kecamatan Setu untuk disalurkan kembali menuju ke gardi distribusi

53

[Type text]

No 4

Komponen Listrik SKTM

Skala Pelayanan Kota Wilayah -

Keterangan -

Sumber : Hasil Observasi Studio Perencanaan Kota l. Telekomunikasi Berdasarkan data yang diperoleh dari data kompilasi Kota Tangerang Selatan, Kecamatan Pamulang mempunyai 26.447 sambungan telpon, dilayani oleh satu kantor Telkom/STO yang melayani skala kota. Untuk skala regional, jaringan telekomunikasi kecamatan ini masih dalam satu jaringan dengan Kecamatan Serpong, Serpong Utara, dan Setu. Tabel 3.25 Komponen Telekomunikasi Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan Tahun 2007
No 1 2 3 Komponen Telekomunikasi STO Sentral Tol Sentral Tandem Skala Pelayanan Kota Wilayah Keterangan -

Sumber: Hasil Survei

54

[Type text]

Peta 3.3 Prasarana Kecamatan Pamulang

55

[Type text]

3.2.2 Kecamatan Setu 3.2.2.1 Batas Administratif Kecamatan setu adalah salah satu bagian dari wilayah tangerang selatan yang mempunyai luas wilayah kecamatan 16,190 Km2 dengan mempunyai enam desa/kelurahan yaitu : a. Desa Muncul b. Desa Kademangan c. Desa Keranggan d. Desa Setu e. Desa Babakan f. Desa Bakti Jaya. Dari keenam desa/kelurahan tersebut masing-masing mempunyai luasan wilayah yaitu : Tabel 3.26 Luas Wilayah Kecamatan Setu per Kelurahan 2007
No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Nama Kelurahan/Desa Muncul Kademangan Kranggan Setu Babakan Bakti Jaya Jumlah Luas (Km2) 3,720 3,300 2,170 3,350 1,830 1,820 16,190 Presentase terhadap luas kecamatan 22,98 20,38 13,40 20,69 11,30 11,24 100,00

Sumber: BPS Kabupaten Tangerang 2007

50

[Type text]

51

[Type text]

3.19

Sumber: Pengolahan Data Adapun batasan wilayah dari Kecamatan Setu yaitu : a. Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Serpong b. Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Serpong dan Kecamatan Pamulang c. Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Cisauk d. Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Bogor. 3.2.2.2 Kependudukan Jumlah penduduk di kecamatan setu pada saat ini berjumlah 55.707 jiwa yang terdiri atas : a. Penduduk Menurut Jenis Kelamin Jumlah penduduk Kecamatan Setu menurut data BPS Kabupaten Tangerang tahun 2007 adalah 56.419 jiwa yang terdiri dari laki-laki sebanyak 28.815 jiwa dan perempuan sebanyak 27.604 jiwa. Setiap tahun jumlah penduduk Kecamatan Setu selalu mengalami peningkatan, peningkatan ini terjadi karena banyak penduduk yang datang untuk bertempat tinggal dan ingin mencari pekerjaan/kegiatan di sekitar wilayah Kecamatan Setu.

52

[Type text]

Tabel 3.27 Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan Pada Tahun 2007
No 1 2 3 4 5 6 Kelurahan Kranggan Muncul Kademangan Setu Babakan Baktijaya Jumlah Jumlah Penduduk (jiwa) LakiPerempuan laki 3.168 2.905 3.271 3.058 8.120 7.858 4.992 4.821 3.415 3.125 5.849 5.837 28.815 27.604 Jumlah Lakilaki+Perempuan

6.073 6.329 15.978 9.813 6.540 11.686 56.419

Sumber: BPS Kabupaten Tangerang 2007 b. Penduduk Menurut Umur Jumlah penduduk Kecamatan Setu-Kota Tangerang Selatan yang termasuk kedalam kelompok usia non produktif adalah sebanyak 3.350 jiwa atau 33.5% dari penduduk Kecamatan Setu-Kota Tangerang Selatan. Adapun jumlah penduduk Kecamatan Setu yang termasuk ke dalam kelompok usia produktif adalah sebanyak 53.069 jiwa atau 530.69% dari penduduk Kecamatan Setu-Kota Tangerang Selatan. Hal ini bisa disimpulkan bahwa sebagian besar penduduk yang berada di Kecamatan Setu ini adalah yang berusia produktif, karena usia produktif adalah usia yang sudah cukup matang untuk bekerja. Dengan jumlah penduduk di usia produktif lebih banyak dari jumlah penduduk usia produktif maka kegiatan perekonomian di Kecamatan Setu akan berkembang, karena di usia produktif mereka butuh lapangan pekerjaan.

53

[Type text]

No.
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16.

Jumlah Penduduk Menurut Umur


0-4 5-9 10-14 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 65-69 70-74 75+ Jumlah

Tabel 3.28 Jumlah Penduduk Menurut Umur di Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan Pada Tahun 2007 Kelurahan Kranggan Muncul Kademangan Setu
567 595 675 741 634 635 667 649 618 694 661 559 539 408 259 198 123 104 82 77 56 1.896 1.847 1.590 1.264 1.414 1.524 1694 1.611 1.291 779 356 222 198 117 96 79 868 913 939 1.128 1.093 896 735 723 773 753 441 205 133 79 64 70

Babakan
674 669 637 645 688 655 598 541 449 313 213 131 132 64 58 73

bhaktijaya
1.169 1350 1.137 1.031 1.074 991 1.128 1.163 991 598 415 188 191 101 69 90

555 482 436 339 246


255 88 168 68 85 139

6.073

6.329

15.978

9.813

6.540

11.686

Sumber : BPS Kabupaten Tangerang : Usia Produktif : Usia Non-Produktif

54

[Type text]

Gambar 3.20 Penduduk Umur berdasarkan Usia Produktif dan Non-Produktif

9 %

Usia Produktif Usia Non-Produktif

9 1 %

Sumber: Pengolahan Data 3.2.2.3 Penggunaan Lahan Tata guna lahan kecamatan Setu menurut laporan perencanaan wilayah tahun 2008 pada tabel berikut: Tabel 3.29 Tata guna Lahan Kecamatan Setu Tahun 2007 No. Kelurahan Sawah Bukan Sawah Non Pertanian 1. Kranggan 0,050 0,200 2,170 2. Muncul 0,070 3,580 3,720 3. Kademangan 0,060 0,105 3,300 4. Setu 0,150 0,200 3,350 5. Babakan 0,070 0,210 1,830 6. Baktijaya 0,145 0,070 1,820 Jumlah 0,545 0,855 14,790 Sumber: BPS Kabupaten Tangerang

55

[Type text]

Gambar 3.22 Komposisi Tata Guna Lahan di Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan Pada Tahun 2007

Sumber : Pengolahan Data Dahulu pada jaman penjajahan Belanda, penggunaan lahan wilayah ini adalah perkebunan karet. Kondisi ini berlangsung dan dapat dilihat sampai tahun 70-an awal. Mata pencaharian masyarakat pada saat itu adalah bertani, pada tahun ini rumahrumah penduduk masih sangat jarang sekali. Peran tuan tanah cukup besar di daerah ini sehingga tak jarang masyarakat yang sudah tua memiliki luas tanah yang cukup luas. Dengan sejalan perkembangan regenerasi lahan yang dimiliki dibagi ke anakanaknya, ini awal perpindahan kepemilikan lahan terlebih diketahui kalau kualitas tanah di daerah Kecamatan Setu cukup baik, istilah lokal tanah super begitu juga dengan kandungan pasirnya maka sehingga material untuk pembangunan di Jakarta menggunakan tanah dan pasir dari daerah ini. Ketika pada tahun 1976 PUSPIPTEK dibangun di Desa Muncul dan Setu (perbatasan antara Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bogor) intensitas keramaian makin terasa kuat. Dapat dikatakan jalan akses Bogor - Tangerang melalui Gunung 56

[Type text]

Sindur / Parung makin hidup oleh fasilitas ini. Perumahan sebagai pelengkap fasilitas ini cukup luas berada berseberangan dengan kawasan PUSPIPTEK dipisahkan oleh jalan regional ke arah Bogor. Pada tahun 1980 dibangun BSD dan ITI yang memberikan dampak yang besar bagi kecamatan Setu baik ekonomi maupun fisiknya. Tahun 2000-an jalan tol Jakarta-BSD dioperasikan menandakan awal terbukanya Kecamatan Setu ke wilayah Jakarta. Begitu juga dengan meningkatan double track (jalur ganda) kereta api pada tahun 2007. 3.2.2.4 Perekonomian Berdasarkan data yang diperoleh, penduduk di kecamatan setu mempunyai jumlah angkatan kerja sebanyak 5.345 orang. Berdasarkan data yang diperoleh jumlah penduduk yang berprofesi sebagai buruh industri adalah yang paling besar dengan jumlah 7.014 orang, sedangkan yang berprofesi sebagai perangkat desa adalah yang terkecil dengan jumlah 12 orang. Untuk lebih jelas lihat tabel 3.30

57

[Type text]

Tabel 3.30 Komposisi Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian di Kecamatan Setu Kota Tanegrang Selatan Tahun 2007
No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10 . 11 . 12 Mata Pencaharian / Pekerjaan Jumlah (jiwa)

Petani Buruh petani Pedagang Industri rakyat Buruh industri pertukangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) ABRI Pensiun PNS Purnawirawan ABRI Perangkat Desa Pengangguran

192 740 4.234 278 7.014 695 2.842 78 590 69 12 4.250

Jumah 20.994 Sumber : Laporan Bulanan (November) Kecamatan Setu

3.2.2.5 Sarana dan Prasarana Dalam sub bab ini membahas tentang potensi prasarana dan sarana yang ada di Kecamatan Serpong meliputi prasarana air bersih, limbah, persampahan, jaringan jalan, listrik, telekomunikasi, dan sarana pendidikan, kesehatan, peribadatan, rekreasi dan olah raga, perdagangan, dan pelayanan sosial. Adapun uraian lengkapnya untuk masing-masing sarana dan prasarana tersebut disajikan sebagai berikut: a. Sarana Pendidikan Berbeda dengan Kecamatan Pamulang, Kecamatan Setu adalah kecamatan dengan sarana pendidikan paling sedikit, namun bukan berarti minim fasilitas dan prestasi. Secara

58

[Type text]

fasilitas dan prestasi, sarana pendidikan di kecamatan ini tidak kalah dengan kecamatan lain di Kota Tangerang Selatan. Kecamatan ini hanya memiliki satu perguruan tinggi berskala regional, yaitu Institut Teknologi Indonesia dan beberapa sekolah berskala kota seperti SMAN 2 Tangerang Selatan. Tabel 3.31 Daftar Sarana Pendidikan di Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan Tahun 2010
No 1 Komponen Pendidikan PT - Institut Teknologi Indonesia Skala Pelayanan Kota Regional Keterangan Kampus ITI terletak di jalan Raya puspitek, merupakan salah satu sarana pendidikan skala regional di kec Setu SMAN 2 Tangerang Selatan I terletak di jalan Raya puspitek, merupakan salah satu sarana pendidikan skala regional di kec Setu

Sekolah SMAN 2 Tangerang Selatan

Sumber : hasil observasi tim studio Perencanaan Kota b. Sarana Kesehatan Berdasarkan observasi lapangan bahwa di Kecamatan Setu untuk saat ini tidak tersedianya/belum terencana untuk sarana 59

[Type text]

kesehatan dari jenis sarana kesehatan rumah sakit tipe C, Tipe B maupun Rumah sakit gawat darurat. (tadinya kan d sini ada tabel, jadi harus format tabel dari ulang..)) c. Sarana Peribadatan Sarana Peribadatan di Kecamatan Setu yang memenuhi skala pelayanan kota maupun regional berupa masjid. Masjid tersebut adalah masjid Al-Bayan dan Masjid Bahrul Ulum. Masjid Al-Bayan terletak di Jalan Puspitek dekat perempatan Muncul, lokasi yang strategis dan mudah dijangkau dari segala arah sehingga memudahkan para pengguna sarana peribadatan ini untuk menunaikan ibadah di tempat ini, para jemaah yang datang untuk menunaikan ibadah shalat tidak hanya yang berasal dari Kecamatan Setu saja, namun ada juga yang datang dari Kecamatan Pamulang, Serpong, Cisauk, Ciletreng. Mereka datang untuk beribadah ditempat ini dengan alasan tempat yang strategis, dan ada juga yang mengatakan sudah dari dulu saya beribadah ditempat ini1. Berbeda dengan Masjid Bahrul Ulum yang berada di komplek perumahan Puspitek tepatnya di seberang Laboratorium Puspitek, tempatnya tidak jauh dari jalan raya Puspitek namun sarana peribadatan Masjid ini hanya ramai jika shalat Jumat karena gerbang komplek Pusipitek yang menuju Masjid terbuka hanya pada jam tertentu saja. Tabel 3.33 Daftar Peribadatan Di Kecamatan Setu
1

hasil observasi lapangan

60

[Type text]

Koata Tangerang Selatan Tahun 2010 Sumber : Hasil Observasi Tim Studio Perencanaan Kota

d. Sarana Perdagangan dan Niaga


No 1 Komponen Peribadatan Masjid - Masjid Al-Bayan Skala Pelayanan Kota Wilayah Keterangan Masjid Al-Bayan terletak di Jalan Puspitek dekat perempatan Muncul, lokasi yang strategis dan mudah dijangkau dari segala arah sehingga memudahkan para pengguna sarana peribadatan ini untuk menunaikan ibadah di tempat ini Masjid Bahrul Ulum yang berada di komplek perumahan Puspitek tepatnya di seberang Laboratorium Puspitek, tempatnya tidak jauh dari jalan raya Puspitek -

- Masjid Bahrul Ulum

Tempat Ibadah Lainnya

Sarana perdagangan yang ada di Kecamatan Setu ini hanya terdapat bank mandiri. Letak bank ini pun sangat strategis sehingga pengunjung ada yang dari luar kota Tangerang Selatan sendiri. (lihat tabel 3.34) Tabel 3.34 Sarana Perdagangan di Kecamatan Setu

61

[Type text]

Kota Tangerang Selatan Tahun 2010 Sumber : Hasil Observasi Tim Studio Perencanaan Kota
No 1 Sarana Pusat Perbelanjaan Utama Bank Mandiri Skala Pelayanan Kota Wilayah Keterangan Jl. Muncul Raya Pengunjung yang datang ke bank ini berasal dari lingkungan Pamulang, Kecamatan Sekitar, serta dari luar Kota Tangerang Selatan, hal ini dikarenakan pelayanannya yang cukup baik dan juga karena letaknya yang berdekatan dengan Institut Teknologi Indonesia, sehingga tidak sedikit mahasiswa ITI yang menggunakan pelayanan dari Bank Mandiri ini. -

Pusat Perbelanjaan/ Pasar

e. Sarana Pelayangan Sosial Berdasarkan hasil observasi diatas pelayanan sosial yang ada di kecamatan ini dengan skala pelayanan kota dan regional hanya berupa Gedung Serba Guna dan Panti Sosial. Gedung Serba Guna ini berada di puspitek, tepatnya di Kelurahan Muncul. Gedung Serba Guna ini digunakan untuk wisuda ataupun untuk pertemuan bisnis/kantor. Sedangkan untuk panti sosial ini tepatnya berada di Kelurahan Babakan, panti sosial ini dimiliki oleh pemda DKI-Jakarta dan di bawah naunhan dinas sosial. Panti sosial ini khusus untuk rehabilitasi narkoba. (lihat tabel 3.35)

62

[Type text]

Tabel 3.35 Pelayanan Sosial di Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan Tahun 2010
No 1 2 Komponen GSG PUSPITEK PANTI SOSIAL PAMARDI PUTRA Skala Pelayanan Kota Wilayah Jl.raya puspitek Mayoritas dari tangsel Jl. Pocis bakti jaya kec setu Pengguna panti social ini dari jabodetabek tp mayoritas dari Jakarta. Panti social ini berdiri tahun 1994, dulu punya departemen social tapi pas gusdur bubar langsung diambil ahli oleh pemda DKI-jakarta. Panti social ini Cuma satu-satunya punya pemda dan dibawah naungan dinas social. Panti social ini untuk korban narkoba Keterangan

3 4 5

Tempat Pemakaman Umum perpustakaan umum Balai Latihan Kerja

Sumber : Hasil Observasi tim studio Perencanaan Kota Gambar 3.23 Gedung Serba Guna Gambar 3.24 Panti Sosial

Sumber: Dok. Tim Studio Perencanaan Kota

63

[Type text]

f.

Sarana Olahraga dan Rekreasi Sarana olahraga dan rekreasi yang ada di Kecamatan Setu dengan skala kota dan regional hanya berupa taman kota dan lapangan futsal. Taman kota dan lapangan futsal berada di Kelurahan Setu.
Skala Pelayanan Kota Wilayah

No 1

Komponen Taman kota 2

Keterangan Jalan Raya Serpong Mayoritas penduduk tangsel Jl. Raya puspitek Yang datang dan main futsal di tempat ini mayoritas penduduk sekitar dan kecamatan yang dekat dengan tempat futsal -

Lapangan Futsal Bamboo futsal

3 4 5 6

Kolom Renang Sport Center Komplek Olahraga GOR

Tabel 3.36 Olahraga dan Rekreasi di Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan Tahun 2010 Kota

64

[Type text]

Sumber : Hasil Observasi tim studio Perencanaan Kota g. Prasarana Jaringan Jalan Berdasarkan klasifikasi jenis dan skala pelayanan jaringan jalan di Kecamatan Setu dapat dijabarkan sebagai berikut : Dari arah Selatan Jaringan jalan di kecamatan Setu menurut jenis dan peruntukannya adalah jalan arteri. Jalan ini yang menghubungkan kabupaten Bogor dengan

65

[Type text]

66

[Type text]

Provinsi Banten, nama jalan yang menghubungkan kedua daerah tersebut adalah Jalan Puspitek. Dari arah Barat jaringan Jalan di kecamatan Setu menurut Jenis dan peruntukannya adalah jalan arteri. Jalan ini yang menghubungkan Kabupaten Tangerang dengan Kecamatan Setu, Khusunya Desa Muncul, nama jalan yang menghubungkan kedua daerah tersebut adalah Jalan Lingkar Selatan. Dari arah utara jaringan Jalan di kecamatan Setu menurut Jenis dan peruntukannya adalah Kolektor Primer. Jalan ini yang menghubungkan Kecamatan Serpong, kemudian Kabupaten Tangerang dengan Kecamatan Setu, , nama jalan yang menghubungkan daerah tersebut adalah Jalan raya Puspitek Serpong. Dari arah Timur jaringan Jalan di kecamatan Setu menurut Jenis dan peruntukannya adalah jalan arteri. Jalan ini yang menghubungkan Kecamatan Pamulang, Kecamatan Ciputat dengan Kecamatan Setu, nama jalan yang menghubungkan daerah tersebut adalah Jalan Raya Puspitek. Dari jaringan jalan yang telah diuraikan diatas ada jaringan jalan lokal yang kemudian menjadi jalan Kolektor, yaitu jalan Viktor. Jalan ini menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Provinsi Banten, yang kemudian di pertemukan Kecamatan yang pertama yaitu kecamatan Setu.

67

[Type text]

Tabel 3.37 Jaringan Jalan di Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan Tahun 2010
No 1 Komponen Prasarana Jalan Arteri Primer Skala Pelayanan Kota Wilayah Keterangan Jalan ini yang menghubungkan kabupaten Bogor dengan Provinsi Banten, nama jalan yang menghubungkan kedua daerah tersebut adalah Jalan Puspitek Jalan ini yang menghubungkan Kecamatan Serpong, kemudian Kabupaten Tangerang dengan Kecamatan Setu, , nama jalan yang menghubungkan daerah tersebut adalah Jalan raya Puspitek Serpong

Kolektor Primer

Sumber : Hasil Observasi Tim Studio Perencanaan Kota 68

[Type text]

Gambar 3.25 perempatan Viktor

Gambar 3.26 Jalan Puspitek

Sumber: Dok. Tim Studio Perencanaan Kota

h. Prasaran Air Bersih Air bersih yang didapatkan oleh masyarakat Kecamatan Setu berasal dari air tanah (sumur bor). Untuk mendapatkan air tanah tersebut, warga harus melakukan pengeboran dengan kedalaman 15-20 M. Hal ini disebabkan karena Kecamatan Setu belum terlayani kebutuhan air bersihnya oleh instansi terkait seperti PDAM. Air tanah yang didapat oleh warga Kecamatan Setu biasanya digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari, sepeti : Mandi, Mencuci, Memasak, dan Lain-lain. Kualitas air tanah yang didapatkan dengan cara pengeboran tidak terlalu bagus untuk dikonsumsi, terlebih apabila sehabis turun hujan air berwarna kecoklatan dan agak berbau. Dari instansi terkait pelayanan air bersih seperti PDAM sudah memiliki rencana untuk melayani masyarakat Kecamatan Setu. Hal ini disebabkan karena Kecamatan Setu merupakan kesatuan wilayah yang baru terbentuk setelah hasil pemekaran

69

[Type text]

dari Kecamatan Cisauk dan terlebih Kota Tangerang Selatan yang baru terbentuk pula setelah lepas dari Kabupaten Tangerang. Tabel 3.38 Air Bersih di Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan Tahun 2010

No 1 2

Komponen Air bersih Pipa Transmisi IPA SERPONG II (PT.TC) berupa WTP

Skala Pelayanan Kota Wilayah -

Keterangan -

70

[Type text]

Sumber : Hasil Observasi Studio Perencanaan Kota i. Prasarana Persampahan Di Kecamatan Setu hanya memiliki satu Tempat Pembuangan
No 1 Komponen TPS Skala Pelayanan Kota Wilayah Keterangan Jl. Raya Puspitek Mayoritas yang membuang sampah di kecamatan ini dari tangsel -

2 3

TPA TPST

Sampah yang berada di Kelurahan Muncul dengan skala kota. Tabel 3.39 Tempat Pembuangan Sampah Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan Tahun 2010

Sumber : Hasil Observasi tim studio Perencanaan Kota j. Prasarana Drainase Prasarana drainase sekunder di kecamatan Setu untuk saat ini cukup tersedia, dengan adanya drainase sekunder yang berjenis drainase terbuka ini dibuat untuk mengalirkan air dari badan jalan kota dan maupun dari hasil kegiatan manusia ini

71

[Type text]

akan dialirkan ke drainase primer yaitu bisa dialirkan ke sungai Cisadane maupun ke kali angke.

Gambar 3.27 Drainase di Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan Tahun 2010

Sumber: Dok. Tim Studio Perencanaan Kota Tabel 3.40 Drainase di Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan Tahun 2010
No 1 Komponen Primer Sungai Cisadane Kali Angke Skala Pelayanan Kota Wilayah Sungai Cisadane yang membatasi wilayah kecamatan setu dengan Kabupaten Tangerang. Kali Angke ini yang membatasi kecamatan setu dengan Kecamatan Pamulang. Drainase sekunder yang berjenis drainase terbuka Keterangan

Sekunder Drainase

72

[Type text]

No

Komponen Terbuka

Skala Pelayanan Kota Wilayah

Keterangan di kecamatan Setu saat ini sudah terbuat dari beton, namun sebagiana ada yang berupa dari tanah.

Sumber : Hasil Observasi tim studio Perencanaan Kota

k. Listrik Pada kecamatan Setu ini terdapat Gardu Induk PLN dengan kapasitas tegangan listrik sebesar 150.000 KV dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dengan skala wilayah, serta SUTM dengan kapasitas tegangan listrik sebesar 20.000 KV dan skala pelayanan 20.000 KV. Tabel 3.41 Listrik di Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan Tahun 2010 Prasarana Skala Pelayanan Keterangan Listrik Kota Wilayah Gardu Gardu induk yang Induk terdapat di kecamatan Serpong Utara mempunyai kapasitas tegangan listrik sebesar 150.000 KV SUTT SUTT mempunyai daya 150.000 KV, tetapi SUTT ini hanya melewati Kecamatan serpong Utara saja, komponen ini berasal 73

No 1.

2.

[Type text]

No

Prasarana Listrik

Skala Pelayanan Kota Wilayah

Keterangan dari pembangkit Suralaya.

3.

SUTM

SUTM mempunyai daya tegangan listrik sebesar 20.000 KV dan berasal dari Gardu Induk yang terdapat di Kecamatan Setu untuk disalurkan kembali menuju ke gardi distribusi

Sumber : Hasil Observasi

l. Telekomunikasi Berdasarkan data yang diperoleh dari data kompilasi Kota Tangerang Selatan, Kecamatan Setu mempunyai 5.381 sambungan telpon, dilayani oleh satu kantor Telkom/STO yang melayani skala kota. Untuk skala regional, jaringan telekomunikasi kecamatan ini masih dalam satu jaringan dengan Kecamatan Serpong, Pamulang, dan Serpong Utara. Tabel 3.42 Komponen Telekomunikasi di Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan Tahun 2010
No 1 2 3 Komponen Telekomunikasi STO Sentral Tol Sentral Tandem Skala Pelayanan Kota Wilayah Keterangan -

74

[Type text]

Sumber : Hasil Observasi Tim Studio Perencanaan Kota

75

[Type text]

76

[Type text]

77

[Type text]

3.2.3 Kecamatan Serpong Kecamatan Serpong berada tepat di sebelah barat Kabupaten Tangerang yaitu Kecamatan Cisauk. Wilayah kecamatan ini dikenal sebagai wilayah (khususnya daerah BSD sendiri) satelit serta perkembangan dari Jakarta, banyak terdapat pusat kegiatan perdagangan dan jasa di Kecamatan ini. Kecamatan Serpong mempunyai akses jalur bebas hambatan, yaitu jalan Tol yang berda di BSD. 3.2.3.1 Batas Administratif Batas-batas administratif Kecamatan Serpong sebagai berikut : Batas Utara:Kota Tangerang Selatan khususnya Kecamatan Serpong Utara. Batas Selatan:Kota Tangerang Selatan khususnya Kecamatan Setu. Batas Barat:Kabupaten Tangerang khususnya Kecamatan Cisauk. Batas Timur:Kota Tangerang selatan khususnya Kecamatan Pamulang dan Ciputat. 3.2.3.2 Kependudukan a. Penduduk Menurut Jenis Kelamin Jumlah penduduk Kecamatan Serpong menurut data sekunder dari Kantor BPS Kabupaten Tangerang pada tahun 2007 adalah 100.355 jiwa yang terdiri dari laki-laki sebanyak 46.675 jiwa dan perempuan sebanyak 53.680 jiwa. Setiap tahun jumlah penduduk Kecamatan Serpong selalu mengalami peningkatan, peningkatan ini terjadi karena banyak penduduk yang datang untuk bertempat tinggal dan ingin mencari pekerjaan/kegiatan

78

[Type text]

di sekitar wilayah Kecamatan Serpong. Berikut ini adalah grafik jumlah penduduk Kecamatan Serpong-kota Tangerang Selatan Tahun 2007. Gambar 3.28 Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan Tahun 2007

Perbandingan Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin


Laki-laki Perempuan

47% 53%

Sumber : Hasil Pengolahan Data

Dilihat dari grafik di atas bahwa jumlah penduduk tahun 2007 jenis kelamin perempuan (53.680 Jiwa) lebih banyak dari pada jumlah penduduk jenis kelamin laki-laki (46.675 jiwa), rasio jumlah penduduk laki-laki 46,50%, rasio jumlah penduduk perempuan 53,49%.

79

[Type text]

80

[Type text]

b. Penduduk Menurut Umur Jumlah penduduk Kecamatan Serpong-Kota Tangerang Selatan yang termasuk kedalam kelompok usia non produktif adalah sebanyak 6.674 jiwa atau 6,65% dari penduduk Kecamatan Serpong-Kota Tangerang Selatan. Adapun jumlah penduduk Kecamatan Serpong yang termasuk ke dalam kelompok usia produktif adalah sebanyak 64.302 jiwa atau 64,07% dari penduduk Kecamatan Serpong-Kota Tangerang Selatan, dan dari usia 0-14 tahun sejumlah 29.379 jiwa atau 29,27%. Artinya sebagian besar penduduk Kecamatan Serpong adalah penduduk usia produktif. Hal ini dikarenakan adanya kegiatan perekonomian di Kecamatan Serpong, sebab para pekerja tersebut adalah penduduk usia produktif. Dengan banyaknya penduduk usia produktif, maka akan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi Kecamatan SerpongKota Tangrang Selatan. Sebab para penduduk usia produktif lah yang menjadi motor penggerak kegiatan ekonomi Kecamatan Serpong. Akan tetapi sebagian besar penduduk tersebut bekerja sebagai buruh pabrik dengan penghasilan yang tidak begitu besar dibandingkan dengan biaya hidup yang harus mereka tanggung. Untuk lebih jelasnya lihat tabel dan gambar berikut.

81

[Type text]

82

[Type text]

Tabel 3.43 Jumlah Penduduk Menurut Umur Kecamatan Sepong Kota Tangerang Selatan Tahun 2007
Kelurahan No. Jumlah Penduduk Menurut Umur 0-4 5-9 10-14 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 65-69 70-74 75+ Jumlah Buaran 1332 1274 1084 1089 1276 1294 1211 1012 819 631 385 244 218 139 97 115 12220 Ciater 1598 1404 1337 1616 1524 1581 1379 1134 885 698 494 300 218 151 180 196 14695 Rawa Mekar Jaya 1337 1058 833 905 1145 1180 1393 997 670 365 322 172 186 128 100 64 10855 Rawa Buntu 1809 1879 1566 1657 1734 1636 1852 1835 1508 908 535 297 281 238 165 119 18019 Serpong 1600 1396 1283 1245 1685 1605 1546 1109 883 691 501 288 273 164 140 120 14529 Cilenggang 800 719 625 659 938 813 822 651 474 358 259 154 169 113 95 54 7703 Lengkong Gudang 620 652 648 663 779 642 628 574 431 327 238 142 123 75 79 55 6676 Lengkong Gudang Timur 850 829 749 829 884 780 785 757 544 363 247 141 136 100 70 91 8155 LengkongWetan 670 688 739 881 945 761 671 563 457 370 274 163 127 80 71 43 7503

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16.

Sumber : BPS Kabupaten Tangerang Ket : Usia Produktif Usia Non Produktif

83

[Type text]

Gambar 3.29 Perbandingan penduduk usia produktif dan non produktif


Presentase Penduduk Menurut Kelompok Umur
Usia Produktif
9%

Usia Non-Produktif

91%

Sumber : Hasil Pengolahan Data

c. Penduduk Menurut Agama Pada tahun 2007 pemeluk agama Islam di Kecamatan Serpong adalah sebesar 90.986 jiwa atau 85,39% dari

84

[Type text]

Kecamatan Serpong. Penduduk Kecamatan Serpong lainnnya memeluk agama Kristen (9.265 atau 8,70% dari Kecamatan Serpong), agama Khatolik (4.314 atau 4,05% dari Kecamatan Serpong), agama Hindu (1.207 atau 1,13% dari Kecamatan Serpong), dan agama Budha (780 atau 0,73% dari Kecamatan Serpong). Tabel berikut menunjukan sebaran jumlah penduduk berdasarkan agama.

Tabel 3.44 Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 No. Agama Jumlah (Jiwa) Presentase 1. Islam 84.789 84,48 % 2. Kristen 9.265 9,23 % 3. Khatolik 4.314 4,29 % 4. Hindu 1.207 1,202 % 5. Budha 780 0,77 % Jumlah 100.355 100 %

Sumber : BPS Kabupaten Tangerang Grafik dibawah ini menunjukan bahwa penduduk Kecamatan Serpong lebih banyak menganut agama Islam dengan jumlah 84.789 jiwa atau 84,48% dari pada agama-agama lainya di 85

[Type text]

Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan. Sedangkan penduduk Kecamatan Serpong yang menganut agama paling sedikit adalah agama Budha dengan jumlah 780 jiwa atau 0,77%. Grafik berikut menunjukan sebaran jumlah penduduk berdasarkan agama. Gambar 3.30 Penduduk Berdasarkan Agama Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan Tahun 2007
1% 1%

9% 4%

Keterangan
Islam Kristen Khatolik Hindu
85%

Budha

d.

Sumber : Hasil Pengolahan Data

Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Jumlah penduduk Kecamatan Serpong yang berdasarkan Tingkat pendidikan khusunya untuk pelajar (SD, SMP, dan SMA) adalah sejumlah 70537 atau 70,28% dari total jumlah penduduk Kecamatan Serpong. Sedangkan Tingkat pendidikan perguruan tinggi khusunya untuk mahasiwa/i (D3, S1, S2, dan S3) adalah sejumlah 9.627 atau 9.59% dari total jumlah penduduk Kecamatan Serpong. Dan untuk pendidikan yang berstatus tidak pernah/belum sekolah maupun belum tamat SD adalah sejumlah 20.191 atau 20,11% dari total jumlah penduduk Kecamatan Serpong. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di tabel 3.3 dibawah ini.

86

[Type text]

Tabel 3.45 Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Pada Tahun 2007
No. 1. 2. 3. 4. 5 6. 7. 8. 9. Kecamatan Serpong Jenis Tingkat Jumlah Presentase Pendidikan (Jiwa) Tidak/Belum Sekolah 11.697 11, 65 % Belum Tamat SD 8.494 8,46 % SD 17.845 17, 78 % SMP 18.724 18, 65 % SMA 33.968 33, 84 % D3 5.203 5,18 % S1 4.258 4,24 % S2 134 0,13 % S3 32 0,03 % Jumlah 100.355 100 %

Sumber : BPS Kabupaten Tangerang

3.2.3.3 Penggunaan Lahan Tabel 3.46 Penggunaan Lahan di Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan Tahun 2007
No . 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Nama Kelurahan Sawah Buaran Ciater Rawa Mekar Jaya Rawa Buntu Serpong Cilenggang Lengkong Gudang Lengkong Gudang Timur LengkongWetan Jumlah 0.044 0.200 0.150 0.110 0.504 Luasan Lahan Bukan Nonsawah Pertanian 0.003 3.752 4.060 0.450 2.250 0.185 3.540 0.230 1.753 0.210 1.285 0.440 1.780 0.780 1.842 0.685 1.820 2.983 22.082 Lus Wilayah (Km2) 3.799 4.260 2.700 3.725 1.983 1.645 2.330 2.622 2.505 25.569 Presentase 14.85 % 16.66 % 10.55 % 14.56 % 7.75 % 6.43 % 9.11 % 10.25 % 9.79 % 100 %

87

[Type text]

Sumber: BPS Kabupaten Tangerang Dari tabel diatas bahwa pengguanaan lahan yang lebih besar digunakan di kecamatan serpong adalah lahan non-pertanian, lahan dari non-pertanian ini tergolong seperti untuk lahan perumahan, lahan komersial, lahan industri dan lain-lain. Dari kecamatan ini yang lebih besar untuk lahan non-pertanian di setiap kelurahan adalah kelurahan ciater, dari jumlah luas lahan yg digunakan untuk non-pertanian ini seluas 4.060 Km2. Dan kelurahan yang paling kecil untuk luasan lahan yang di peruntukan sebagai non-pertanian adalah kelurahan Cilenggang dengan luasan 1.285 Km2.

3.2.3.4 Perekonomian Jumlah penduduk berdasarkan jenis pekerjaan di Kecamatan Serpong-Kota Tangerang Selatan pada tahun 2010 adalah 51.105 jiwa dari seluruh penduduk Kecamatan Serpong. Sebagian besar jenis pekerja yang paling banyak adalah sebagai karyawan BUMN/BUMD/SWASTA yakni sebanyak 24.429 atau 22,92% dari seluruh Kecamatan Serpong. Dan jumlah penduduk berdasarkan jenis pekerjaan yang paling sedikit adalah perawat dengan jumlah 15 jiwa atau 0.01% dari seluruh Kecamatan Serpong-kota Tangerang Selatan. Tabel berikut menunjukan sebaran jumlah penduduk berdasarkan Jenis Pekerjaan. Tabel 3.47 Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Pekerjaan di Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan Tahun 2007

88

[Type text]

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9 10. 11. 12.

Kecamatan Serpong Jenis Pekerjaan Jumlah (Jiwa) 652 Pegawai Negeri Sipil 256 TNI Polri Pedagang Karyawan BUMN/BUMD/SWASTA Buruh Guru Dosen Dokter Perawat Bidan Lainnya Jumlah 247 10.962 24.294 8.745 1.161 28 25 15 22 4.698 51.105

Presentase
1.27 % 0.50 % 0.48 % 21.4 % 47.53 % 17.11 % 2.27 % 0.05 % 0.04 % 0.02 % 0.04 % 9.19 %

100 %

Sumber : BPS Kabupaten Tangerang Dilihat dari tabel 3.2 bahwa mayoritas penduduk Kecamatan Serpong berstatus bekerja, meskipun penduduk di Kecamatan Serpong jenis pekerjanya berbeda-beda. Kegiatan perekonomian ini yang dapat menggerakan hidup mereka dalam kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi sebagai pekerja buruh pabrik dengan penghasilan yang mereka dapat tidak sepadan dengan biaya hidup yang harus mereka tanggung. 3.2.3.5 Sarana dan Prasarana Dalam sub bab ini membahas tentang potensi prasarana dan sarana yang ada di Kecamatan Serpong meliputi prasarana air bersih, limbah, persampahan, jaringan jalan, listrik, telekomunikasi, dan sarana pendidikan, kesehatan, peribadatan, rekreasi dan olah raga, perdagangan, dan pelayanan sosial.

89

[Type text]

Adapun uraian lengkapnya untuk masing-masing sarana dan prasarana tersebut disajikan sebagai berikut: a. Sarana Pendidikan Sarana pendidikan di Kecamatan Serpong dapat dikatakan cukup atau sudah lengkap, hal ini karena banyak dan beraneka ragamnya institusi pendidikan di Serpong. Mulai dari sekolah umum dari berbagai jenjang (SD SMA), Perguruan Tinggi, hingga sekolah-sekolah dibidang tertentu yang menawarkan berbagai kehlian khusus, yang tentu dapat melayani seluruh penduduk kota Tangerang Selatan bahkan dapat melayani penduduk diluar kota ini, maka tidak heran banyak institusi pendidikan di kecamatan ini yang berskala kota maupun regional. Berikut adalah institusi pendidikan di kecamatan ini yang berskala kota dan regional:

Tabel 3.48 Sarana Pendidikan di Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan Tahun 2010

90

[Type text]

No 1

Komponen PT Swiss German University (SGU) Stikes Banten Bina Sarana Informatika Sekolah Musik Sekolah Internasional MAN Insan Cendikia Stella Maris Saint Johns School Cikal Harapan Santa Ursula German International School Bina Nusantara School (BINUS) Al-Azhar School Ora et Labora School

Skala Pelayanan Kota Wilayah

Keterangan

Sumber : Observasi Lapangan Studio Perencanaan Kota Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa banyak institusi pendidikan di Kecamatan Serpong ini berskala regional, dimana itu berarti institusi-institusi yang ada di Kecamatan ini mampu melayani kebutuhan pendidikan tidak hanya untuk Kota Tangerang Selatan tetapi juga daerah sekitarnya, ini menjadi kan bidang pendidikan sebagai salah satu potensi yang dimiliki kecamatan ini. Selain itu potensi ini juga diukung oleh bangunan sarana pendidikan yang baik secara fisik dan lengkap akan fasilitasnya, sehingga memudahkan para pelajarnya untuk beraktivitas.

b. Sarana Kesehatan

91

[Type text]

Untuk sarana kesehatan/Rumah sakit yang berada di Kecamatan Serpong saat ini tersedia satu rumah sakit Tipe B yaitu Rumah sakit Eka Hospital berdiri pada tahum 2008. Lokasi Rumah Sakit ini melayani serpong, skala berada persis di wilayah Bogor, (BSD, Kota perempatan BSD, rumah sakit ini Kabupaten

Tangerang, Kabupaten Tangerang, maupun dari DKI Jakarta). Tabel 3.49 Sarana Kesehatan di Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan Tahun 2010
Skala Pelayanan Kota Wilayah -

No 1 2 3

Komponen RS Tipe C RS. Tipe B RS. Eka Hospital RSGD

Keterangan RS. Eka Hospital Jl. BSD City Berdiri Tahun 2008. -

Sumber : Observasi Lapangan Studio Perencanaan Kota c. Sarana Peribadatan Sarana peribadatan yang ada di kecamatan ini terdiri dari masjid Darussalam, masjid al-mujahirin, Gereja Bethani BSD dan

92

[Type text]

Gereja Hok Im Thong. Masjid Darussalam

terletak di jalan

serpong Raya desa Serpong kecamatan Serpong, masjid ini termasuk dalam skala pelayanan kota karena para jemaah yang menunaikan ibadah dari sekitar kecamatan Serpong, namun ada pula pengunjung dari luar daerah seperti Jakarta, ia hanya menumpang Shalat saja tapi tidak menunaikan ibadah secara rutin, hal ini dikarenakan tempatnya yang persis di pinggir jalan sehingga memudahkan para pengendara atau orang-orang untuk melihat dan menunaikan ibadah di Masjid ini. Masjid Al muhajirin terletak di jalan serpong Raya desa

Serpong kecamatan serpong, masjid ini termasuk dalam skala pelayanan kota karena para jemaah yang menunaikan ibadah dari sekitar kecamatan Serpong, namun ada pula pengunjung dari luar daerah seperti Jakarta, ia hanya menumpang shalat saja tapi tidak menunaikan ibadah secara rutin, hal ini dikarenakan tempatnya yang persis di pinggir jalan sehingga memudahkan para pengendara atau orang-orang untuk melihat dan menunaikan ibadah di Masjid ini. Gereja Bethani BSD terletak di jalan arteri BSD-Serpong (pahlawan seribu), tepatnya bersebelahan dengan WTC BSD, kelurahan Lengkong Gudang kecamatan Serpong Tangerang Selatan. Gereja ini termasuk dalam skala pelayanan kota, dan melayani sekitar kecamatan Serpong. Gereja Hok Im Thong berada di ruko boulevard, letak strategis karena berada di dekat jalan arteri Serpong (BSD) raya, gereja ini termasuk dalam skala pelayanan Kota, karena pengunjung atau jemaat yang datang

93

[Type text]

berasal dari kecamatan Serpong dan merupakan jemaat tetap, adapun pengunjung dari luar kecamatan Serpong mereka biasanya datang untuk menumpang menunaikan ibadah sementara dan bukan jemaat tetap, hal ini dikarenakan lokasi yang strategis dekat dengan jalan arteri Serpong Raya BSD.

Gambar 3.28 Masjid Al-mujahirin Gambar 3.29 Masjid Darussalam


No 1 Komponen Masjid Masjid almujahirin Masjid Darussalam Tempat Ibadah Lainnya Gereja Hok Im Thong Gereja Bethani BSD Skala Pelayanan Kota Wilayah Keterangan Jl. Raya Serpong Jl. Raya Serpong

2 3

Jl. Raya Serpong

Jl. Pahlawan Seribu

Tabel 3.50 Sarana Peribadatan di Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan Tahun 2010

94

[Type text]

SSumber : Observasi Lapangan Studio Perencanaan Kota

d. Sarana Perdagangan dan Niaga Sarana perdagangan di kecamatan ini terdiri dari Mall Teras Kota, Pusat Otomotif (Suzuki, Toyota, Nissan), Pasar Modern BSD, Pasar Serpong, Ruko Barcelona Square, Ruko Malibu Square, dan Ruko Proverence Square. Untuk lebih jelasnya lihat tabel 3.51 e. Sarana Pelayanan Sosial Pelayanan social yang ada di Kecamatan Serpong dengan skala pelayanan kota hanya berupa Gedung Serba Guna dan Perpustakaan Umum. Di Kecamatan Serpong ini memiliki dua Gedung Serba Guna. Gedung Serba Guna sektor 1 kota Bumi Serpong Damai yang tepatnya berada di Kelurahan Ciater dan Gedung Serba cilenggang yang berada di Kelurahan Cilenggang. Sedangkan untuk perpustakaan umum terletak di Kelurahan 95

[Type text]

Serpong. Perpustakaan ini sering didatangi oleh siswa/I SMPSMA yang ada di Tangerang Selatan. Gambar 3.30 Gedung Serba Guna dan Perpustakaan Umum

Sumber: Dok Peserta Studio

Tabel 3.51 Sarana perdagangan di Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan Tahun 2010

96

[Type text]

Sumber : Observasi Lapangan Studio Perencanaan Kota

No

Sarana MallTeras Kota

Skala Pelayanan Kota Wilayah

Keterangan Jl. Raya Bumi Serpong Damai Sektor 1 Pengunjung yang datang ke mall ini tidak hanya berasal dari lingkungan Kecamatan Serpong saja, melainkan dari luar Kota Tangerang Selatan seperti dari Kab. Tangerang (Gading Serpong, Perumnas, dan Curug), Kota Tangerang (Podok Arum, dan Jatiuwung) karena letak mall yang strategis berada di jalan arteri primer dan mempunyai Jl. Pahlawan Seribu Pengunjung yang datang ke pusat otomotif ini berasal dari beberapa wilayah Kota/ Kabupaten karena pusat otomotif ini cukup besar dengan terdiri dari beberapa produk kendaraan terkenal seperti Toyota dan Suzuki. Jl. Letnan Sutopo Pengunjung yang datang ke pasar modern ini berasal dari beberapa wilayah Kota/ Kabupaten karena pasar ini merupakan pasar tradisional pertama yang menggunakan konsep modern, selain itu pelayannyapun bagus serta lingkungannya bersih dan rapih. Jl. Serpong Pengunjung yang datang ke pasar Serpong ini berasal dari beberapa wilayah Kota/ Kabupaten karena letak pasar ini yang berada di jalan regional serta berdekatan dengan Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang. Jl. Letnan Sutopo Pengunjung yang datang ke Ruko ini berasal dari Kecamatan Serpong saja. Jl. Pahlawan Seribu Pengunjung yang datang ke ruko ini tidak hanya berasal dari lingkungan Kecamatan Serpong saja melainkan dari beberapa wilayah lainnya, hal ini dikarenakan pada ruko ini terdapat toko yang mempunyai pelayanan wilayah. Jl. Pahlwan Seribu Pengunjung yang datang ke ruko ini berasal dari lingkungan Kecamatan Serpong dan kecamatan sekitar yang masih termasuk dalam Kota Tangerang Selatan, di antaranya seperti Kec. Serpong Utara dan Setu.

Pusat Otomotif (Toyota dan Suzuki) Pasar Modern BSD

Pasar Serpong

5 6

Ruko Barcelona Square Ruko Malibu Square Ruko Tol Boulevard

Tabel 3.52 Sarana Pelayanan Sosial di Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan Tahun 2010 97

[Type text]

No 1

Komponen Gedung Serba Guna GSG sektor 1 BSD

Skala Pelayanan Kota Wilayah

Keterangan BSD Sektor 1 Pengguna GSG ini berasal dari Kecamatan Serpong dan Serpong Utara Jl. Pahlawan Seribu Pengguna dari GSG ini mayoritas masih masyarakat Tangerang Selatab Yang datang ke perpustakaan ini mayoritas dari SMP dan SMA Tangerang Selatan

GSG Cilenggang

Perpustakaan Umum

4 5

Balai Latihan Kerja Panti Sosial

Sumber : Observasi Lapangan Studio Perencanaan Kota f. Sarana Olahraga dan Rekreasi

98

[Type text]

Sarana ini yang dimiliki Kecamatan Serpong berupa Taman Kota, komplek olahraga, lapangan futsal dan kolom renang.
No. 1. 2. 3. Komponen Lapangan Futsal Sport Center Kolam Renang Ocean Park Skala pelayanan Kota Regional Keteranagan Kel ciater dan Lengkong Gudang Kel Lengkong Gudang Yang datang berasal dari Tangerang Selatan, Tangerang, Jakarta, Gunung Sindur. Kel Lengkong Gudang Yang datang ke taman kota ini berasal dari Tangerang Selatan dan Tangerang Kel. ciater -

4.

Taman Kota 1

5. 6.

Komplek Olahraga GOR

Taman kota dan kolom renang berada di Kelurahan Lengkong Gudang dan komplek olahraga berada di Kelurahan Ciater. Sedangkan untuk lapangan futsal berada di Kelurahan Ciater dan Lengkong Gudang. Untuk lebih jelas lihat tabel berikut ini:

Tabel 3.53 Sarana Olahraga dan Rekreasi Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan tahun 2010 Sumber : Observasi Lapangan Studio Perencanaan Kota

99

[Type text]

100

[Type text]

101

[Type text]

g. Prasarana Jaringan Jalan Berdasarkan hasil pengamatan lapangan jaringan jalan di Kecamatan Serpong merupakan jalan yang melayani antar wilayah, karena di Kecamatan Serpong sendiri mempunyai jaringan jalan yang dapat melayani antar daerah tersebut, misalnya jalan Tol, Jalan arteri dan jalan kolektor yang menghubungkan antar daerah jenjang satu dengan jenjang daerah lainnya. Jalan Tol yang ada di Kecamatan Serpong adalah jalan Jakarta-Serpong, kemudian jalan arteri yang ada di Kecamatan ini adalah jalan Lingkar Timur BSD (Letnan Sutopo) yang merupakan jalan arteri dua jalur, jalan arteri barat, jalan Serpong Raya-Pahlawan Seribu, jalan Raya Bumi Serpong Damai (BSD sektor 1)-(BSD sektor 2)-jalan Buaran Rawabuntu. Gambar 3.31 Jalan Pasar Serpong

Sumber: Dok. Tim Studio Perencanaan Kota

102

[Type text]

Tabel 3.54 Jaringan Jalan di Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan tahun 2010
No. 1. Komponen Jalan Arteri Primer Skala pelayanan Kota Regional Keteranagan jalan Lingkar Timur BSD (Letnan Sutopo) yang merupakan jalan arteri dua jalur, jalan arteri barat, jalan Serpong Raya-Pahlawan Seribu, jalan Raya Bumi Serpong Damai (BSD sektor 1)-(BSD sektor 2)-jalan Buaran Rawabuntu. . .

2.

Jalan Kolektor primer

Sumber : Hasil Observasi Tim Studio Perencanaan Kota h. Prasarana Air bersih Pada Kecamatan Serpong terdapat instalasi pengolahan air bersih (PDAM) yaitu Instalasi Pengolahan Air Serpong II yang berlokasi dijalan Raya Serpong. Kapasitas instalasi ini mengeluarkan 3000 liter/detik, instalasi pengolahan air bersih ini melayani sampai ke luar dari Kota Tangerang Selatan yaitu DKI Jakarta. Cara kerja instalasi ini yaitu mengolah air baku yang mana air baku itu diperoleh dari sungai Cisadane kemudian disalurkan melalui pipa transmisi menuju WTP (Water Treatment Plan) yang kemudian disalurkan ke rumah-rumah melalui pipa distribusi. Pada dasarnya mayoritas masyarakat Kecamatan Serpong masih menggunakan air tanah, sama halnya seperti Kecamatan Setu, masyarakat Kecamatan Serpong juga harus melakukan pengeboran dengan kedalaman 15-20 M. adapun masyarakat yang sudah menggunakan pelayanan bersih dari Air Serpong II

103

[Type text]

yang tadi sudah dijelaskan,

hanya masyarakat yang tinggal

didalam komplek perumahan saja. Seperti warga BSD, walaupun BSD memiliki pengolahan sendiri akan tetapi air baku yang dimiliki BSD berasal dari pembelian PDAM yang berada di jalan Raya Serpong. Tabel 3.55 Prasarana Air Bersih di Kecamatan Serpong Skala pelayanan No. Komponen Keteranagan Kota Regional 1. Jl. Raya serpong Pipa Transmisi 2. Jl. Raya Serpong IPA Serpong II Kapasitas IPA ini sebesar 3000L/detik. Pelayanan IPA ini sampai ke DKI Jakarta Kota Tangerang Selatan Tahun 2010 Sumber : Observasi Lapangan Studio Perencanaan Kota i. Prasarana Drainase Tabel 3.56 Drainase Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan tahun 2010 Prasarana Skala Pelayanan Keterangan Drainase Kota Wilayah Drainase Sungai Cisadane ini yang membatasi wilayah Primer Kecamatan Serpong dengan Kabupaten Tangerang Sun gai Cisadane Kali Angke Kali Angke ini yang membatasi wilayah Kecamatan Serpong dengan Kecamatan Pondok Aren

No 1

104

[Type text]

No 2.

Prasarana Drainase Drainase Sekunder Drai nase Terbuka Drai nase semi tertutup

Skala Pelayanan Keterangan Kota Wilayah Drainase sekunder yang berjenis drainase terbuka di kecamatan Serpong saat ini sudah terbuat dari beton.

Drainase yang berjenis semi tetutup ini biasanya digunakan para pemilik usaha, karena drainase semi tertutup ini digunakan sebagian warga bertujuan untuk menghindari sampah yang masuk ke drainase, selain itu deraiase tersebut terlihat rapih.

Drai nase Goronggorong

Drainase ini sudah diteraPerencanaan Kotaan sebagian di kawasan BSD, dengan kedalaman 30 Cm.

Sumber : Observasi Lapangan Studio Perencanaan Kota Setelah dilihat tabel di atas bahwa betapa banyaknya jenis drainase sekunder yang ada di Kecamatan Serpong, seperti drainase terbuka, darainase semi tertutup dan drainase goronggorong. Dari tiga perbedaan jenis drainase ini dibuat sangat berpengaruh terhadap penggunaan lahan atu blok-blok yang dipakai oleh masing-masing aktivitas atau kegiatan manusia dan desain kawasan. Selain itu di kecamatan serpong telah dilintasi drainase primer, yaitu drainase primer yang bernama

105

[Type text]

sungai Cisadane, sungai ini tempat pembuangan akhir dari drainase sekunder maupun tersier. Gambar 3.32 Drainase Primer dan Sekunder di Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan tahun 2010

Sumber: Dok Tim Studio Perencanaan Kota J. Listrik Tabel 3.57 Komponen Listrik di Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan tahun 2010
No 1 2 3 Komponen Listrik Gardu Induk SUTT SUTM Skala Pelayanan Kota Wilayah Keterangan SUTM mempunyai daya tegangan listrik sebesar 20.000 KV dan berasal dari Gardu Induk yang terdapat di Kecamatan Setu untuk disalurkan kembali menuju ke gardi distribusi -

SKTM

Sumber : Hasil Observasi Studio Perencanaan Kota 106

[Type text]

Jika kita lihat tabel di atas. untuk di Kecamatan Serpong ini hanya mempunyai Saluran Udara Tingkat Menengah (SUTM) dan mempunyai kapasitas tegangan listrik sebesar 20.000 KV dengan skala kota. Untuk lebih jelasnya lihat tabel 3.24 beikut ini.

K. Telekomunikasi Berdasarkan data yang diperoleh dari data kompilasi Kota Tangerang Selatan, Kecamatan Serpong mempunyai 10.282 sambungan telpon, dilayani oleh satu kantor Telkom/STO yang melayani skala kota. Untuk skala regional, jaringan telekomunikasi kecamatan ini masih dalam satu jaringan dengan Kecamatan Serpong Utara, Pamulang, dan Setu. Tabel 3.58 Tabel Telekomunikasi Kecamatan Serpong Utara
No. 1. 2. 3. Komponen STO Sentral Tol Sentral Tamdem Skala pelayanan Kota Regional Keteranagan Kecamatan Serpong Utara mempunyai 10.282 sambungan telepon -

Sumber : Hasil Observasi Tim Studio Perencanaan Kota

107

[Type text]

108

3.2.4 Kecamatan Serpong Utara Kecamatan Serpong Utara adalah bagian dari Kota Tangerang Selatan di Provinsi Banten, Indonesia, kecamatan ini mempunyai tujuh (7) kelurahan. Kecamatan Serpong Utara berada tepat di bagian Selatan dari Kota Tangerang. Di Kecamatan Serpong Utara ini banyak sekali pusat-pusat kegiatan untuk masyarakat Tangerang maupun luar Tangerang, dari mulai tempat-tempat rekreasi dan pusat komersial yang modern atau berbagai kemudahan komunikasi canggih. 3.2.4.1 Batas Administratif Batas-batas administratif Kecamatan Serpong adalah sebagai berikut : Batas Utara : Berbatasan dengan Kota Tangerang.

Batas Selatan : Berbatasan dengan Kecamatan Serpong. Batas Barat : Berbatasan dengan Kecamatan Kelapa Dua dan Pagedangan. Batas Timur : Berbatasan dengan Kecamatan Pondok Aren

Seluruh batas-batas wilayah Kecamatan Serpong Utara tersebut telah terbagi habis dalam beberapa kelurahankelurahan, di antaranya sebagai berikut : 1. Kelurahan Lengkong Karya 2. Kelurahan Jelupang 3. Kelurahan Pondok Jagung 4. Kelurahan Pondok Jagung Timur 5. Kelurahan Pakulonan 6. Kelurahan Paku Alam 7. Kelurahan Paku Jaya

3.2.4.2 Kependudukan a. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Jumlah penduduk di Kecamatan Serpong Utara-Kota Tangerang Selatan pada tahun 2007 telah mencapai 77.399 jiwa yang terdiri dari jumlah penduduk laki-laki sebanyak 38.385 jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 39.014 jiwa. Dalam Setiap tahun jumlah penduduk Kecamatan Serpong selalu mengalami peningkatan, peningkatan ini terjadi karena banyak penduduk yang datang untuk bertempat tinggal dan banyaknya tempattempat kegiatan masyarakat di sekitar Kecamatan Serpong Utara. Berikut ini adalah grafik jumlah penduduk Kecamatan Serpong Utara-kota Tangerang Selatan Tahun 2007. Gambar 3.33 Jumlah Penduduk Berdasarkan Kecamatan serpong Utara Jenis Kelamin Pada Tahun 2007
Perempuan Laki-laki

45000 40000 35000 30000 25000 20000 15000 10000 5000 0

38.385 jiwa

39.014 Jiwa

Sumber : Pengolahan Data

Dilihat dari grafik di atas bahwa jumlah penduduk tahun 2007 jenis kelamin perempuan (39.014 Jiwa) lebih banyak dari ada jumlah penduduk jenis kelamin laki-laki (38.385 jiwa), rasio jumlah penduduk laki-laki 49,59%, rasio jumlah penduduk perempuan 50,40%. b. Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur Pada Kecamatan Serpong Utara terlihat bahwa untuk usia produktif dengan jumlah 51.725 jiwa atau 66,82% dan usia non-produktif dengan jumlah 3.882 jiwa atau 4,95 % dari jumlah keseluruhan Kecamatan Serpong Utara. Dengan banyaknya usia produktif di kecamatan serpong utara, bahwa di umur produktif tersebut adalah motor penggerak untuk mengembangkan perekonomian di Kecamatan serpong Utara. Mayoritas untuk usia non-produktif hanya bisa

mendapatkan perkonomian hasil dan pensiun atupun dana tunjangan seperti PNS, Pegawai swasta, adapun beberapa masyarakat usia non-produktif dari hasil observasi yang dilakukan oleh Tim Studio PK untuk mendapatkan perkonomiannya, masyarakat mendapatkannya dari hasil dari usahanya sendiri seperti membuka Toko, Rumah kontrakan dan lain-lain.

Tabel 3.59 Jumlah Penduduk Kecamatan Serpong Utara Menurut Kelopok Umur tahun 2007
No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15 16. Kelompok Umur 0-4 5-9 10-14 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 65-69 70-74 75+ Jumlah Lengkong Karya 479 493 451 500 630 533 463 372 296 222 173 80 90 47 51 40 4.920 Jelupang 1.853 1.806 1.331 1.340 1.516 1.653 1.970 1.697 1.066 581 405 280 227 188 111 100 16.124 Pondok Jagung 1.557 1.275 894 1.160 1.778 1.767 1.808 1.265 788 484 359 233 195 123 72 79 13.837 Pondok Jagung Timur 866 734 594 764 794 816 1.003 731 451 271 190 121 134 95 57 47 7.668 Pakulonan 885 703 612 758 1.385 1.368 1.127 661 489 316 187 113 84 53 31 23 8.795 Paku Alam 1.023 923 975 1.084 1.866 1.644 1.373 937 797 494 292 175 140 91 55 42 111911 Paku Jaya 1.654 1.502 1.232 1.286 1.440 1.377 1.666 1.423 955 590 364 245 175 100 66 69 14.144

Sumber : BPS Kabupaten Tangerang Sumber: BPS Kabupaten Tangerang Keterangan: = Usia Produktif = Usia Non Produktif

Keterangan :

Gambar 3.34 Diagram Komposisi Penduduk Usia Produktif dan Non Produktif

Penduduk Umur Berdasarkan usia Produktif dan Non-Produktif 7%0%

Usia Produktif

93%

Non-Produktif

Sumber: Pengolahan Data

c. Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama yang dipeluk Pada tahun 2007 jumlah penduduk Kecamatan Serpong Utara lebih banyak memeluk agama Islam sebesar 60.498 jiwa atau 78,16% dari penduduk Kecamatan Serpong Utara sendiri. Pemeluk agama lainnya seperti agama Kristen sebanyak (6.319 jiwa atau 8,16% dari Kecamatan Serpong

146

Utara), dari agama Protestan sebanyak (6.716 jiwa atau 8,67% darei Kecamatan Serpong Utara), Hindu sebanyak (879 jiwa atau 1,13%), dan Budha sebanyak 2.987 atau 3,85%). Data penduduk berdasarkan agama ini bisa dilihat di tabel dan grafik di bawah ini.

Tabel 3.60 Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama di Kecamatan Serpong Utara Kota Tangerang Selatan Pada Tahun 2007 No Jenis Agama Jumlah 1 Islam 60.498 2 Kristen 6.319 3 Protestan 6.716 4 Hindu 879 5 Budha 2.987 Jumlah 77.399

Sumber : Data Kompilasi Kota tangerang Selatan 2008

Gambar 3.35 Grafik Perbandingan Penduduk Berdasarkan Agama


Islam Kristen Protestan Hindu Budha

147

Sumber: Pengolahan Data

Dari Grafik diatas tersebut menunjukan bahwa penduduk Kecamatan Serpong Utara lebih banyak menganut agama Islam dengan jumlah 60.498 jiwa atau 78,16% dari pada agama-agama lainya di Kecamatan Serpong Utara-Kota Tangerang Selatan. Sedangkan penduduk Kecamatan Serpong Utara yang menganut agama paling sedikit adalah agama Hindu dengan jumlah 879 jiwa atau 1,13%.

d. Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan Jumlah penduduk berdasarkan tingkat pendidikan khusunya pada (TK, SD, SMP, dan SMA) di Kecamatan Serpong Utara pada tahun 2007 sebanyak 42.581 jiwa atau 55,01% dari jumlah keseluruhan penduduk di Kecamatan Serpong Utara. Sedangkan untuk pendidikan perguruan tinggi sebanyak 19.417 atau 25,08% dari jumlah seluruh penduduk Kecamatan Serpong Utara. Sisa jumlah penduduk Kecamatan Serpong Utara dari pendidikan khususnya (SD, SMP, SMA, hingga sampai tingkat perguruan tinggi) adalah sebanyak 15.401 jiwa atau 19,89%, jumlah tersebut adalah jumlah penduduk yang berstatus (belum/tidak sekolah dan tidak tamat Sekolah) dari

148

jumlah penduduk Kecamatan Serpong Utara. Untuk lebih jelasnya perbadingan hasil tingkat pendidikan bisa dilihat di bawah ini. Gambar 3.36 Perbandingan Penduduk Berdasarkan Pendidikan Di Kecamatan Serpong Utara Tahun 2007
25,08%

19,89% 55,01%

Sumber: Pengolahan Data

Tabel 3.61 Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Kecamatan Serpong Utara Kota Tangerang Selatan Pada Tahun 2007 No. Kecamatan Serpong Utara Jenis Tingkat Pendidikan Jumlah (Jiwa) TK 7.191 1 SD 3.399 2 SMP 14.688 3 SMA 17.303 4 Sarjana 5.688 5 Sarjana Muda 13.729 6 Belum/tidak sekolah dan tidak tamat 15.401 7 Sekolah Jumlah 77.399
Sumber : Data Kompilasi Kota Tangerang Selatan 2008

3.2.4.3 Penggunaan Lahan

149

Untuk penggunaan lahan yang lebih banyak digunakan oleh masyarakat Kecamatan Serpong Utara adalah lahan non-pertanian, dari lahan non-pertanian ini adalah lahan yang sudah terbangun seperti lahan yang dialih fungsikan Kecamatan Km2. sebagai serpong kegiatan Utara. manusia/masyarakat Dari luasaan dari

penggunaan lahan untuk non-pertanian seluas 21, 993

Tabel 3.62 Penggunaan Lahan di Kecamatan Serpong Utara Kota Tangerang Selatan Pada Tahun 2007
No 1 2 3 4 5 6 7 Nama Kelurahan Lengkong Karya Jelupang Pondok Jagung Pondok Jagung Timur Pakulonan Paku Alam Paku Jaya Jumlah Penggunaan Lahan Km2 Sawah Bukan Sawah Non-Pertanian 0,100 2,081 0,50 0,60 3,390 2,094 0,010 0,80 2,010 2,180 0,20 2,888 0,050 7,420 0.86 1.40 22.063

Sumber : BPS Kabupaten Tangerang Gambar 3.37 Penggunaan Lahan di Kecamatan Serpong Utara

150

Kota Tangerang Selatan Pada Tahun 2007

Sumber: Pengolahan Data

3.2.4.4 Perekonomian Untuk kegiatan perekonomian di Kecamatan Serpong Utara sebagai daerah perumahan dan permukiman sangat sedikit memiliki bahan baku pertanian dan sulit dipertahankan serta dikembangkan, karena disamping sarana yang mendasar tidak didukung jaringan irigasi yang cukup, juga lahan non tehnis tersebut cenderung
Sumber: Pengolahan Data

terjual ketimbang digarap pemilik, mengingat kurang peoduktif dan lahan yang minim.

151

Populasi ternak dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan makanan sumber protein hewani, masyarakat juga mengalami kesulitan dalam pengembangannya, karena lahan pengangonan ternak), ternak (lahan terdesak untuk oleh menggembalakan semakin

perumahan, paling tidak ada masyarakat mencoba jenis usaha hewan ternak seperti : ayam dan itik dengan kandang memanfaatkan lahan yang ada di rumahnya masing-masing, sekalipun hasil perolehan dari hewan ternak tersebut relatif rendah. Produksi perikanan darat dan ikan hias dapat

dikembangkan kearah yang lebih bersifat menambah pendapatan keluarga, namun dalam hal ini terdapat kendala yaitu minimnya lahan yang dimiliki. Berikut ini adalah sarana perekonomian kecamatan Serpong Utara, bisa dilihat dalam tabel di bawah ini : Tabel 3.64 Sarana Perekonomian Kecamatan Serpong Utara Kota Tangerang Selatan Pada Tahun 2007 Nama prasarana Jumlah sarana Tenaga kerja Koperasi 17 buah 68 orang Pusat perbelanjaan 3 buah 324 orang Bank 12 buah 126 orang Perhotelan/penginapan 1 buah 42 orang Rumah makan 160 buah 480 orang Perusahaan : a. industri 4 buah 17.450 orang besar/menengah 21 buah 426 orang b. industri kecil 17 buah 157 orang c. industri rumah tangga 353 buah 812 orang d. perusahaan

No 1 2 3 4 5 6

152

Nama prasarana Jumlah sarana perdagangan 7 Wartel/warnet 41 buah 8 Toko/kios/warung 647 buah Sumber: Profil Kecamatan Serpong Utara Tahun 2007

No

Tenaga kerja 52 orang 1.294 orang

3.2.4.5 Komponen Utama Kota Skala Pelayanan Regional dan Kota (Sebaran dan Kapasitas) Dalam sub bab ini membahas tentang potensi Komponen Utama Kota Skala Pelayanan Regional dan Kota (Sebaran dan Kapasitas) Kecamatan Serpong Utara meliputi pendidikan, kesehatan, peribadatan, perdagangan rekreasi dan olah raga, pelayanan sosial, jaringan jalan, air bersih, persampahan, drainase, listrik, dan telekomunikasi. Adapun uraian lengkapnya untuk masing-masing sarana dan prasarana tersebut disajikan sebagai berikut: a. Pendidikan Di Kecamatan Serpong Utara sarana pendidikan dinilai cukup memadai, ada beberapa sekolah umum (SD-SMA) mulai dari berstandar nasional maupun berstandar internasional yang lebih dikenal dengan international school (sekolah internasional), hingga perguruan tinggi dan beberapa sekolah tinggi bertaraf diploma. Di Kecamatan ini banyak terdapat beberapa institusi pendidikan bertaraf internasional yang banyak terdapat di daerah Gading Serpong, hal ini karena Gading Serpong membuka lahan/daerah yang akan dikhususkan sebagai daerah pendidikan untuk wilayahnya. Adapun daftar sarana

153

pendidikan yang berskala regional di daerah ini, dapat dilihat dari tabel dibawah ini : Tabel 3.65 Daftar Institusi Pendidikan di Kecamatan Serpong Utara Kota Tangerang Selatan Pada Tahun 2010 Sumber : Hasil Observasi tim studio Perencanaan Kota Dari tabel diatas dapat diketahui institusi pendidikan di Serpong Utara banyak yang berskala regional, mulai dari sekolah internasional hingga perguruan tinggi serta sekolah tinggi bertaraf diploma. Hal ini berarta kecamatan ini bukan hanya dapat memenuhi kebutuhan daerahnya sendiri, tapi juga dapat menam
No. 1. Komponen Pendidikan Perguruan Tinggi - UMM - Sekolah Tinggi Parwisata Sekolah Internasional - Stella Maris - Saint Johns School Skala pelayanan Kota Regional Keterangan

2.

pung pelajar dari daerah lain di luar kota Tangerang Selatan.

b. Sarana Kesehatan Untuk sarana kesehatan yang tersedia di kecamatan Serpong Utara adalah RS. Omni International Hospital dengan (Tipe B) yang berada di kelurahan Pakulonan, Jl. Alam Sutera Boulevard kav. 25 - Serpong, Tangerang dan RS Islam Assobirin dengan (Tipe C) yang berada di kelurahan Pondok Jagung, Jl. Raya Serpong KM 11 Tangerang. Fenomena ini terjadi karena letak

154

lokasi sarana kesehatan ini yang strategis berada di pusat kota Tangerang Selatan, sehingga masyarakat dari dalam kota maupun dari luar Kota Tangerang Selatan bisa terlayani dan mudah di jangkau olehnya.

Tabel 3.66 Sarana Kesehatan di Kecamatan Serpong Utara Kota Tangerang Selatan Pada Tahun 2010

155

No. 1.

Komponen RS Tipe C - RS. IslamAsso birin

Skala Pelayanan Kota Wilayah

Keterangan Kelurahan Pondok Jagung Jl. Raya Serpong KM 11 Tangerang. Berdiri Tahun 1992 dan beroperasi tahun 1993. Kelurahan Pakulonan. Jl. Alam Sutera Boulevard kav. 25 Serpong, Tangerang Berdiri Tahun 2007. -

RS. Tipe B - RS Omni Internation al Hospital. RSGD -

Sumber : Hasil Observasi Tim Studio Perencanaan Kota

Gambar 3.38 Rumah Sakit Asshobirin dan Eka Hospital

156

Sumber: Dok. Peserta StudioPerencanaan Kota c. Sarana Peribadatan Sarana peribadatan di kecamatan ini terdiri dari Masjid Nurul Iman dan Masjid Al-maqfiroh. Masjid Nurul Iman terletak di jalan serpong Raya desa pakulonan kecamatan serpong Utara, masjid ini termasuk dalam skala pelayanan kota karena para jemaah yang menunaikan ibadah dari sekitar kecamatan serpong Utara, namun ada pula pengunjung dari luar daerah seperti Jakarta, Tangerang, ia hanya menumpang Shalat saja tapi tidak menunaikan ibadah secara rutin, hal ini dikarenakan tempatnya yang persis di pinggir jalan sehingga memudahkan para pengendara atau orang-orang untuk melihat dan menunaikan ibadah di Masjid ini. Masjid Al-Maqfiroh terletak di jalan serpong Raya kelurahan pondok jagung kecamatan serpong Utara, masjid ini termasuk dalam skala pelayanan kota karena para jemaah yang menunaikan ibadah dari sekitar kecamatan serpong Utara, namun ada pula pengunjung dari luar daerah seperti Jakarta, Tangerang, ia hanya menumpang Shalat saja tapi tidak menunaikan ibadah secara rutin, hal ini dikarenakan tempatnya yang persis di pinggir

157

jalan sehingga memudahkan para pengendara atau orang-orang untuk melihat dan menunaikan ibadah di Masjid ini. Tabel 3.67 Sarana Peribadatan Kecamatan Serpong Utara Kota Tangerang Selatan Pada Tahun 2010 Sumber : Hasil Observasi Tim Studio Perencanaan Kota Gambar 3.39 Masjid Nurul Iman
No. 1. Komponen Masjid - Masjid Nurul Iman - Masjid Al-Maqfiroh Tempat ibadah lainnya Skala pelayanan Kota Regional Keteranagan Jl. Raya Serpong Jl. Raya Serpong -

2.

Sumber: Dok. Peserta Studio Perencanaan Kota

d. Sarana Perdagangan dan Niaga Tabel 3.68 Sarana Perdagangan dan Niaga Di Kecamatan Serpong Utara

158

No 1

Komponen Plasa BSD

Skala Pelayanan Kota Wilayah

Keterangan Bumi Serpong Damai Pengunjung yang datang ke mall ini berasal dari lingkungan Serpong Utara, Kecamatan Sekitar, serta dari luar Kota Tangerang Selatan seperti dari kabupaten Tangerang dan kota Tangerang karena letak pasar swalayan ini yang strategis berada di jalan arteri primer Jl. Raya Bumi Serpong Damai Sektor II Pengunjung yang datang ke ruko ini berasal dari lingkungan Serpong Utara, Kecamatan Sekitar, serta dari luar Kota Tangerang Selatan karena letak pasar swalayan ini yang strategis berada di jalan arteri primer Jl. Pahlawan Seribu Pengunjung yang datang ke mall ini berasal dari lingkungan Serpong Utara, Kecamatan Sekitar, serta dari luar Kota Tangerang Selatan seperti dari Kab. Tangerang (Cisauk, Perumnas, Kelapa Dua), Kota Tangerang (Cikokol, dan Teluk Naga) karena letak mall ini yang strategis berada di jalan arteri primer Jl. Pahlawan Seribu Sama halnya dengan BSD Junction Pengunjung yang datang

Ruko Tol Boulevard

Mall BSD Junction

Mall ITC BSD

159

Skala Pelayanan No Komponen ke mall ini berasal Keterangan beberapa wilayah di sekitar Kota Tangerang Selatan karena letak mall ini yang strategis berada di jalan arteri primer Jl. Serpong Raya Pengunjung yang datang ke pasar swalayan ini berasal dari lingkungan Serpong Utara, Kecamatan Sekitar, serta dari luar Kota Tangerang Selatan karena letak pasar swalayan ini yang strategis berada di jalan arteri primer Jl. Serpong Raya BSD. Pengunjung yang datang ke Pusat otomotif ini berasal dari beberapa wilayah di luar Kota Tangerang Selatan karena letak pusat otomotif ini yang strategis berada di jalan arteri primer dan merupakan pusat otomotif terbesar yang ada. Jl. Serpong Raya BSD. Pengunjung yang datang ke ruko ini berasal beberapa wilayah di sekitar Kota Tangerang Selatan karena letak ruko ini yang strategis berada di jalan arteri primer dan juga karena kelengkapan pertokoan yang terdapat di ruko ini. Jl. Serpong Raya. Pengunjung yang datang ke ruko ini berasal beberapa wilayah di

Pasar Swalayan Giant

Pusat Otomotif (Mazda, Auto Mas Isuzu, BCD)

Ruko Golden Boulevard

Ruko Melati Mas

160

Skala Pelayanan sekitar Kota Tangerang Selatan karena letak ruko ini yang strategis berada Keterangan di jalan arteri primer dan juga karena kelengkapan pertokoan yang terdapat di ruko ini. Jl. Serpong Raya BSD. Pengunjung yang datang ke ruko ini berasal dari lingkungan Kecamatan Serpong Utara saja. Jl. Serpong Raya. Pengunjung yang datang ke ruko ini berasal dari lingkungan Kecamatan Serpong Utara saja. Jl. Serpong Raya. Pengunjung yang datang ke rukan ini berasal dari lingkungan Kecamatan Serpong Utara saja.

No

Komponen

10

Ruko Pondok Cemara

11

Rukan Sutera Niaga 1 & 2

12

Rukan Sutera Niaga 3

13

Bank Permata

14

Ruko Kebayoran Regency Ruko Arling Arcade

15

Jl. Serpong Raya BSD. Pengunjung yang datang ke Pusat otomotif ini berasal dari beberapa wilayah di luar Kota Tangerang Selatan karena letak pusat otomotif ini yang strategis berada di jalan

16

Bank Danamon

161

Skala Pelayanan No Komponen arteri primer dan Keterangan merupakan pusat otomotif terbesar yang ada. Jl. Serpong Raya. Pengunjung yang datang ke rukan ini berasal dari lingkungan Kecamatan Serpong Utara saja.

17

Rukan Puri Mutiara Serpong Depo Bangunan

18

Jl. Serpong Raya Pengunjung yang datang ke pusat bahan bangunan ini tidak hanya berasal dari lingkungan, Kecamatan Serpong saja, melainkan dari luar Kota Tangerang Selatan karena pusat ini mempunyai pelayanan yang baik dan kelengkapan barang yang dijual.

Sumber: Hasil Observasi Tim Studio Perencanaan Kota

Gambar 3.40 Perniagaan di Kecamatan Serpong Utara

162

Sumber: Dok. Tim Studio Perencanaan Kota e. Pelayanan Sosial Pelayanan sosial yang ada di Kecamatan Serpon Utara ini hanya memiliki Balai Latihan Kerja. Balai Latihan Kerja ini tepatnya terletak di Kelurahan Jelupang. Balai Latihan kerja ini di khususkan untuk industry dan biasanya sosialisasi yang dilakukan oleh balai latihan kerja ini dengan cara ke sekolah-sekolah, LP dan Deksos.

163

No. 1.

Komponen BLKI Tangerang

Skala pelayanan Kota Regional

Keteranagan Jl. Raya Serpong KM.12 serpong Dulu BLK ini punya depnaker pusat, setelah otonomi daerah secara akses masih pusat tp secara demografi sudah milik kabupaten. Skala pelayanannya sampai tingkat provinsi banten. Sosialisasi BLK ini lebih ke sekolah-sekolah, LP dan Deksos. -

2. 3. 4. 5.

Gedung Serba Guna Panti Sosial Tempat Pemakaman Umum Perpustakaan Umum

Tabel 3.69 Pelayanan Sosial Kecamatan Serpong Utara Kota Tangerang Selatan Pada Tahun 2010 Sumber: Hasil Observasi Tim Studio Perencanaan Kota Gambar 3.41 BLKI Tangerang

164

Sumber: Dok. Peserta Studio Perencanaan Kota

f. Olahraga dan rekreasi Sarana ini yang ada di kecamatan Serpong Utara hanya memiliki lapangan futsal dan sport center. Lapangan futsal atau biasa disebut planet futsal ini terletak di Kelurahan Pakulonan, sedangkan sport center berada di Kelurahan Pondok Jangung.

Tabel 3.70 Olahraga dan Rekreasi Kecamatan Serpong Utara

165

Kota Tangerang Selatan Pada Tahun 2010 Sumber : Hasil Observasi Tim Studio Perencanaan Kota No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Komponen Lapangan Futsal Sport Center Kolam Renang Taman Kota Komplek Olahraga GOR Skala pelayanan Keteranagan Kota Regional Jln. Raya Serpong Jln. Bhayangkara Raya -

166

167

g. Jaringan jalan Di kecamatan Serpong Utara Terdapat Jalan arteri yaitu jalan Raya Serpong, yang menghubungkan Kabupaten Tangerang dengan Kota Tangerang Selatan, di daerah ini juga terdapat jalan kolektor yang semula jalan pemukiman namun berubah menjadi jalan penghubung antar wilayah yaitu jalan Alam Sutera Boulevard. Jalan ini dilanjutkan kearah jalan Bhayangkara Raya (jalan lama) kemudian ke arah jalan Graha Raya Utama (Kebayoran Utama) jalan-jalan ini kemudian akan menguhubungkan ke Kecamatan Pondok aren. Tabel 3.71 Jaringan Jalan Kecamatan Serpong Utara Kota Tangerang Selatan Pada Tahun 2010 Skala pelayanan No. Komponen Keteranagan Kota Regional 1. Jl. Raya Serpong, yang Jalan Arteri Sekunder menghubungkan Kabupaten Tangerang dengan Kota Tangerang Selatan. 2. Jalan penghubung antar Jalan Kolektor wilayah yaitu jalan Alam Sekunder Sutera Boulevard. Jalan ini dilanjutkan kearah jalan Bhayangkara Raya (jalan lama) kemudian ke arah jalan Graha Raya Utama (Kebayoran Utama) jalan-jalan ini kemudian akan menguhubungkan ke Kecamatan Pondok aren. Sumber : Hasil Observasi Tim Studio Perencanaan Kota

168

Gambar 3.42 Bunderan Alam Sutera dan Jalan Raya Melati Mas

Sumber: Dok. Peserta Studio h. Air bersih Sumber air bersih yang didapatkan oleh masyarakat Kecamatan Serpong Utara masih sama yaitu berasal dari air tanah, adapun masyarakat yang sudah dialiri oleh PDAM yaitu masyarakat yang tinggal di komplek perumahan Melati Mas dan Alam Sutera. Dalam pengolahan air bersihnya, perumahan Alam Sutera memiliki pengolahan sendiri, akan tetapi sumber air baku yang didapatkan masih berasal dari PDAM. Sedangkan untuk perumahan Melati Mas sudah terlayani kebutuhan air bersihnya, karena terdapat alat sebagai pemompa tekanan air yang bernama BOOSTER PUMP. Booster pump ini milik pihak dari PDAM yang ditempatkan di Perumahan Melati Mas.

Tabel 3.72 Air Bersih Kecamatan Serpong Utara Kota Tangerang Selatan Pada Tahun 2010 Skala pelayanan No. Komponen Keteranagan Kota Regional 1. Pipa Transmisi 2. IPA Serpong II Sumber : Hasil Observasi Tim Studio Perencanaan Kota 169

i. Drainase Tabel 3.73 Drainase Kecamatan Serpong Utara Kota Tangerang Selatan Pada Tahun 2010 Prasarana Skala Pelayanan Keterangan Drainase Kota Wilayah Sungai Cisadane ini Sun yang membatasi gai wilayah kecamatan Cisadane serpong utara dengan kabupaten Tangerang Kali Angke ini yang Kali membatasi kecamatan Angke serpong utara dengan kecamatan pondok aren Sekunder Drai nase Terbuka Drainase sekunder yang berjenis drainase terbuka di kecamatan Serpong Utara saat ini sudah terbuat dari beton.

No 1

2.

Drainase yang berjenis semi tetutup ini nase biasanya digunakan Semi para pemilik usaha, Tertutup karena drainase semi tertutup ini digunakan sebagian warga bertujuan untuk menghindari sampah yang masuk ke drainase, selain itu deraiase tersebut terlihat rapih. Sumber : Hasil Observasi Tim Studio Perencanaan Kota Drai Prasarana drainase sekunder yang berada di kecamatan serpong utara ini memiliki dua jenis, yaitu drainase terbuka dan drainase

170

semi tertutup. Untuk drainase terbuka yang tersedia di kecamatan serpong utara sebagian bentuk fisiknya sudah berupa semen atau beton. Untuk bentuk jenis drainase semi tertutup di kecamatan serpong utara ini bentuk fisiknya yang tertutup oleh besi yang berbentuk teralis. Kecamatan serpong utara pun telah dibatasi oleh jaringan

drainase primer yaitu sungai cisadane, sungai ini membatasi Kecamatan Serpong Utara dengan kabupaten Tangerang yaitu Kecamatan Pagedangan, dan untuk membatasi dengan Kecamatan Pondok Aren, Kecamatan serpong Utara di batasi dengan Kali Angke. Selain itu sungai cisadane dan Kali angke berfungsi untuk tempat pembuangan akhir dari drainase sekunder dan tersier.

Gambar 3.43 Drainase Primer dan Sekunder

171

Drainase Terbuka

Kali Angke Sungai Cisadane

j.

Persampahan Saat ini Kecamatan Serpong Utara tidak memiliki Tempat Pembuangan Sampah. Biasanya masyarakat Kecamatan ini membuang sampah dan di angkut menggunakan truk ke Kabupaten Tangerang. Tabel 3.74 Tabel Persampahan Kecamatan Serpong Utara Kota Tangerang Selatan Pada Tahun 2010

No. 1. 2. 3.

Komponen TPA TPS TPST

Skala pelayanan Kota Regional -

Keteranagan -

172

Sumber : Hasil Observasi Tim Studio Perencanaan Kota k. Listrik Jaringan listrik yang melewati Kecamatan Serpong Utara di antaranya adalah Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dengan kapasitas listrik 150.000 KV dan mempunyai skala pelayan wilayah dan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) kapasitas 20.000 dan KV. mempunyai sebesar lebih Untuk listrik

jelasnya lihat tabel berikut. Tabel 3.75 Listrik Kecamatan Serpong Utara Kota Tangerang Selatan Pada Tahun 2010
No 1. 2. Prasarana Listrik Gardu Induk SUTT Skala Pelayanan Kota Wilayah Keterangan SUTT mempunyai daya 150.000 KV, tetapi SUTT ini hanya melewati Kecamatan serpong Utara saja, komponen ini berasal dari pembangkit Suralaya. SUTM mempunyai daya tegangan listrik sebesar 20.000 KV dan berasal dari Gardu Induk yang terdapat di Kecamatan Setu untuk disalurkan kembali menuju ke gardi distribusi

3.

SUTM

Sumber : Hasil Observasi Tim Studio Perencanaan Kota

173

l.

Telekomunikasi Berdasarkan data yang diperoleh dari data kompilasi Kota Tangerang Selatan, Kecamatan Serpong Utara mempunyai 8.425 sambungan telpon, dilayani oleh satu kantor Telkom/STO yang melayani skala kota. Untuk skala regional, jaringan telekomunikasi kecamatan ini masih dalam satu jaringan dengan Kecamatan Serpong, Pamulang, dan Setu.

No. 1. 2. 3.

Komponen STO Sentral Tol Sentral Tamdem

Skala pelayanan Kota Regional -

Keteranagan Kecamatan Serpong Utara mempunyai 8.425 sambungan telepon -

Tabel 3.76 Komponen Telekomunikasi Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan Pada Tahun 2010 Sumber : Hasil Observasi Tim Studio Perencanaan Kota

174

175

3.2.5

Kecamatan Ciputat Kecamatan Ciputat adalah salah satu bagian dari Kota Tangerang Selatan yang terdiri dari 7 kelurahan yaitu: Kelurahan Sarua Indah, Kelurahan sarua, Kelurahan Ciputat, Kelurahan Cipayung, Kelurahan Sawah Lama, Kelurahan Sawah Baru, dan Kelurahan Jombang. Kecamatan Ciputat memiliki luas wilayah sebesar 1.838 Ha. 3.2.5.1 Batas Administratif Kecamatan Ciputat memiliki batas-batas sebagai berikut : Batas Utara Batas Selatan Batas Barat Batas Timur : Kecamatan Pondok Aren : Kecamatan Setu dan Kecamatan Pamulang : Kecamatan Serpong : Kecamatan Ciputat Timur

3.2.5.2 Kependudukan Data kependudukan Kecamatan Ciputat yang akan dijelaskan pada sub bab ini meliputi penduduk menurut jenis kelamin, penduduk menurut umur dan penduduk menurut agama. a. Penduduk Menurut Jenis Kelamin Jumlah penduduk Kecamatan Ciputat menurut data sekunder profil Kecamatan Ciputat-Kota Tangerang Selatan pada tahun 2008 adalah 300656 jiwa yang terdiri dari laki-laki sebanyak 153976 jiwa dan perempuan sebanyak 146680 jiwa. Berikut ini adalah tabel jumlah penduduk Kecamatan Ciputat-Kota Tangerang Selatan Tahun 2008.

176

Tabel 3.77 Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan Tahun 2007
No 1 2 3 4 5 6 7 Kelurahan Laki-laki Perempuan Jumlah 28472 29577 20476 14294 25310 20801 161726 300656 Sarua 14373 14099 Jombang 15169 14408 Sawah Baru 10404 10072 Sarua Indah 7308 6986 Sawah 13005 12305 Ciputat 10831 9970 Cipayung 82886 78840 Jumlah 153976 146680 Sumber: BPS Kabupaten Tangerang tahun 2007 Rasio Jenis Kelamin 101.94 105.28 103.30 104.61 105.69 108.64 105.63 735.09

Gambar 3.44 Grafik Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan Tahun 2007

200000 150000 100000 50000 0


Sa ru a Sa wa h ay un g Ba ru

Laki-laki Perempuan Jumlah Rasio Jenis Kelamin

Sa wa h

Sumber: Pengolahan Data

b. Penduduk Menurut Umur

Ci p

177

Tabel 3.78 Penduduk Menurut Umur Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan Tahun 2007
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Kelompok Umur 0-4 5-9 10-14 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 65-69 70-74 75+ Jumlah (jiwa) 16532 15551 14445 15464 18411 17259 16192 13614 11071 8070 5657 3115 2572 1690 1093 990 Persentasi (%) 10.22 9.61 8.93 9.56 11.38 10.67 10.01 8.41 6.84 4.98 3.49 1.92 1.59 1.04 0.67 0.61

Jumlah
Sumber: BPS Kabuipaten Tangerang

161726

100.00

Tabel Penduduk Kecamatan Ciputat Menurut umur di atas dapat menunjukan jumlah penduduk usia sekolah dan usia perguruan tinggi. Usia sekolah yaitu usia 5-19 tahun dengan jumlah sebesar 45460 jiwa atau 28.1 %. Sedangkan usia perguruan tinggi yaitu usia 20-24 tahun dengan jumlah sebesar 18411 jiwa atau 11.38 %. c. Penduduk Menurut Agama Pada tahun 2008 pemeluk agama Islam di Kecamatan Ciputat adalah sebesar 139.268 jiwa atau 93,39% jumlah penduduk dari Kecamatan Ciputat. Penduduk Kecamatan Ciputat lainnnya memeluk agama Kristen Protestan (2.964 atau 0,20% jumlah penduduk dari Kecamatan Ciputat), agama Khatolik (2.963 atau 0,19% jumlah penduduk dari Kecamatan Ciputat), agama Hindu (1.482 atau 6,1% jumlah penduduk dari Kecamatan Ciputat), agama Budha (1.481 atau 0,12% jumlah

178

penduduk dari Kecamatan Ciputat), Tabel berikut menunjukan sebaran jumlah penduduk berdasarkan agama. Tabel 3.79 Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan Tahun 2007
No 1 2 3 4 5 Agama Jumlah (jiwa) Islam 139268 Kristen Katolik 2964 Kristen Protestan 2963 Hindu 1482 Budha 1481 Jumlah 148158 Sumber : Kecamatan Ciputat Persentasi (%) 93,39 0,20 0,19 6,10 0,12 100,00

3.1.6.5 Komponen Utama Kota Skala Pelayanan Regional dan Kota (Sebaran dan Kapasitas) Sub bab ini akan menjelaskan sarana dan prasarana skala kota dan regional yang ada di Kecamatan Ciputat a. Pendidikan Sarana pendidikan di Kecamatan Ciputat tidak ada yang berskala regional dan kota b. Kesehatan Sarana kesehatan di Kecamatan Ciputat tidak ditemukan yang berskala pelayanan regional dan kota. c. Peribadatan Sarana peribadatan di Kecamatan Ciputat yang berskala wilayah hanya ada satu yaitu masjid Al Jihad.

179

Tabel 3.80 Sarana Peribadatan di Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan Tahun 2010
No 1 Sarana Masjid Al Jihad Skala Pelayanan Kota Wilayah Keterangan -

Sumber: Hasil Observasi Peserta Studio Perencanaan Kota

d. Perdagangan Sarana perdagangan yang ada di Kecamatan Ciputat No 1 2 Sarana Ramayana Pasar Ciputat Skala Pelayanan Kota Wilayah Keterangan -

yaitu ramayana dan pasar ciputat. Tabel 3.81 Sarana Perdagangan Di Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan Tahun 2010

Sumber: Hasil Observasi Peserta Studio Perencanaan Kota 20102010

e. Pelayanan Sosial Sarana pelayanan sosial yang ada di Kecamatan Ciputat terdiri dari beberapa Gedung Serba Guna. Untuk lebih jelasnya lihat pada tabel di bawah ini.

180

No
1

Sarana
GSG WISMA HIKMAT

Skala Pelayanan Kota Wilayah

Keterangan
Jl. RE. Martadinata no 60 Cipayung-Ciputat Suka dipakai nikahan dan sunatan. Yang memakai GSG ini mayoritas mayarakat tangsel (Ciputat, Pamulang, Ciputat Timur) Jl. Cipanagara raya no 1 Cipayung-Ciputat Mayoritas yg memakai masyarakat Tangsel jl. Maruga raya no 1, Kel Serua. Kec Ciputat Yg memakai kebanyakan dari Pamulang, Serpong, Ciputat

2 GSG KEJAKSAAN

GSG KECAMATAN

Tabel 3.82 Sarana Pelayanan Sosial di Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan Tahun 2010

181

Sumber: Hasil Observasi Peserta Studio Perencanaan Kota 2010-2010

f. Rekresi dan Olahraga Sarana rekreasi dan olahraga di Kecamatan Ciputat umumnya berskala pelayanan wilayah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 3.83 Sarana Rekreasi dan Olahreaga di Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan Tahun 2010

182

No 1

Sarana Lapangan serba guna Gedung Olah Raga (GOR) Kolam renang Stadio mini Futsal Lapangan Bulu Tangkis

Skala Pelayanan Kota Wilayah

Keterangan Digunakan oleh masyarakat sekitar dan masyarakat DKI Jakarta, karena Kecamatan Ciputat dekat dengan DKI Jakarta Digunakan oleh masyarakat sekitar dan DKI Jakarta Surveyer belum melihat di kecamatan ini Surveyer belum melihat stadio mini di kecamatan ini Surveyer belum melihat di kecamatan ini Digunakan oleh masyarakat sekitar yaitu DKI Jakarta dan Kec. Ciputat Timur

2 3 4 5 6

Sumber: Hasil Observasi Peserta Studio Perencanaan Kota 2010-2010

g. Transportasi Sarana transportasi yang terdapat di Ciputat adalah stasiun dengan skala regional. Tabel 4.84 Sarana Transportasi di Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan Tahun 2010 Skala Pelayanan Sarana Keterangan Kota Wilayah
Stasiun Sudimara Stasiun ini melayani penumpang ke luar kota tangerang

No
1

183

selatan. Contoh: ke Tanah Abang. Sumber: Hasil Observasi Peserta Studio Perencanaan Kota 2010-2010

h. Jalan Kecamatan ciputat memiliki jalan skala pelayanan kota yaitu jalan kolektor sekunder. Tabel 3.85 Prasarana Jalan di Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan Tahun 2010
No 1. 2 3 Prasarana Jalan kolektor sekunder Jalan kolektor sekunder Jalan Kolektor Sekunder Skala Pelayanan Kota Wilayah Keterangan Jalan yang menghubungkan kecamatan ciputat dengan kecamatan pamulang. Jalan yang menghubungkan kecamatan ciputat dengan kecamatan pondok aren. Jalan yang menghubungkan kecamatan ciputat dengan kecamatan ciputat timur

Sumber: Hasil Observasi Peserta Studio Perencanaan Kota 2010-2010

h.

Air Bersih

184

Pemanfaatan air yang dilakukan oleh masyarakat Kecamatan Ciputat masih memanfaatkan air permukaan bawah tanah dilakukan dengan dua cara, yaitu Sumur gali yang dalamnya 20 meter dan Sumur bor 20-24 meter. Air yang diambil dari sumur gali dan sumur bor ini digunakan untuk mandi, mencuci, memasak, dan lain-lain. Hal ini dilakukan karena kecamatan ini belum diairi oleh PDAM tetapi sudah ada rencana dari pihak PDAM untuk mengaliri kecamatan ini. i. Persampahan Prasarana persampahan di Kecamatan Ciputat tidak ditemukan TPA, TPST dan TPS skala kota dan regional. TPS yang ada di kecamatan ini skala pelayanan lokal, hanya melayani perumahan atau tempanya masing-masing dan hanya ditaruh sepanjang jalan lalu di angkut oleh dinaskebersihan setempat yang melewatinya. j. Listrik Kecamatan Ciputat dilalui oleh jaringan listrik SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi sebesar 150.000 kv) dan SKTM (Saluran Kabel Tekanan Menengah sebesar 20.000 kv) k. Telekomunikasi Prasarana Telekomunikasi di Kecamatan Ciputat hanya terdapat STO. Tabel 3.86 Prasarana Telekomunikasi di Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan Tahun 2010

185

Prasarana Telekomunikasi Sentral Tol Sentral Tandem

Skala Pelayanan Kota Wilayah

Keterangan Surveyer belum melihat di kecamatan ini Surveyer belum melihat di kecamatan ini Kecamatan ini hanya ada STO dan hanya tersebar di beberapa kelurahan

STO (Sentral Lokal)

Sumber: Hasil Observasi Peserta Studio Perencanaan Kota 2010-2010

3.2.6

Kecamatan Ciputat Timur Kecamatan Ciputat Timur adalah salah satu bagian dari Kota Tangerang Selatan yang terdiri dari 6 kelurahan yaitu : Kelurahan Cempaka Putih, Kelurahan Rengas, Kelurahan Pondok Ranji, Kelurahan Rempoa, Kelurahan Cireundeu, dan Kelurahan Pisangan. 3.2.6.1 Batas administratif Secara geografis wilayah Kecamatan Ciputat Timur memiliki luas wilayah 15.868 Km2 dengan batas-batas sebagai berikut : Batas Utara : Kecamatan Pondok Aren Batas Selatan : Kecamatan Pamulang Batas Barat : Kecamatan Serpong

Batas Timur : Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta 3.2.6.2 Kependudukan Data kependudukan Kecamatan Ciputat Timur yang dijelaskan di sub bab ini terdiri dari penduduk menurut jenis kelamin, penduduk 186

menurut umur, penduduk menurut agama, dan penduduk menuru pendidikan. a. Penduduk Menurut Jenis Kelamin Jumlah penduduk Kecamatan Ciputat Timur menurut data sekunder profil Kecamatan Ciputat Timur-Kota Tangerang Selatan pada tahun 2010 adalah 160.404 jiwa yang terdiri dari laki-laki sebanyak 80.351 jiwa dan perempuan sebanyak 80.053 jiwa. Berikut ini adalah tabel jumlah penduduk Kecamatan Ciputat Timur-Kota Tangerang Selatan Tahun 2007. Tabel 3.87 Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan Tahun 2010
Kelurahan Laki-Laki Pisangan 16,905 Cireundeu 12,262 Cempaka Putih 11,339 Rempoa 15,406 Rengas 12,808 Pondok Ranji 11,631 Jumlah 80.351 Sumber: BPS Kab. Tangerang Perempuan 17,048 11,737 10,855 16,381 12,705 11,327 80.053 Jumlah 33,953 23,999 22,194 31,787 25,513 22,958 160.404

Gambar 3.45 Diagram Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan Tahun 2010

187

Sumber: Pengolahan Data

b. Penduduk Menurut Umur Jumlah penduduk Kecamatan Ciputat Timur-Kota Tangerang Selatan yang termasuk kedalam kelompok usia produktif adalah sebanyak 110.098 jiwa dari penduduk Kecamatan Ciputat Timur-Kota Tangerang Selatan. Adapun jumlah penduduk Kecamatan Ciputat Timur yang termasuk ke dalam kelompok usia non produktif adalah sebanyak 50.306 jiwa dari penduduk Kecamatan Ciputat Timur-Kota Tangerang Selatan. Untuk lebih jelasnya lihat tabel 3.88 c. Penduduk Menurut Agama Pada tahun 2007 pemeluk agama Islam di Kecamatan Ciputat Timur adalah sebesar 137.574 jiwa atau 85,76 % penduduk di Kecamatan Ciputat Timur. Penduduk Kecamatan Ciputat Timur lainnnya memeluk agama Kristen (11.960 atau 7,45% penduduk di Kecamatan Ciputat Timur), agama Khatolik (5.992 atau 3,73% penduduk di Kecamatan Ciputat Timur), agama Hindu (1.546 atau 0.96% penduduk di Kecamatan Ciputat Timur), agama Budha (3.402 atau 2,12% penduduk di Kecamatan Ciputat Timur), agama Konghucu (201 atau 0,12% dari Kecamatan Ciputat Timur). Untuk lebih jelasnya lihat tebel 3.89. Tabel 3.88

188

Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan Tahun 2010 Kelompok Persentase No Jumlah Umur (%) 1 0-4 tahun 14.722 9,17 2 5-9 tahun 13.017 8,11 3 10-14 tahun 12.170 7,58 4 15-19 tahun 15.373 9,58 5 20-24 tahun 21.403 13,34 6 25-29 tahun 18.604 11,59 7 30-34 tahun 16.724 10,42 8 35-39 tahun 13.050 8,13 9 40-44 tahun 10.431 6,50 10 45-49 tahun 8.286 5,16 11 50-54 tahun 6.227 3,88 12 55-59 tahun 3.792 2,36 13 60 -64 tahun 2.871 1,78 14 65-69 tahun 1.613 1,00 15 70-74 tahun 1.170 0,72 16 75+ 951 0,59 160.40 Jumlah 100 4
Sumber: BPS Kab. Tangerang

Gambar 3.46 Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur

Sumber: Pengolahan Data

Tabel 3.89 Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan Tahun 2010
No Agama Jumlah (jiwa) Persentase (%)

189

Islam 137.574 Kristen Protestan 11.960 Kristen Katholik 5.992 Hindu 1.546 Budha 3.402 Konghucu 201 Jumlah 160.404 Sumber: BPS Kab. Tangerang 2007

1 2 3 4 5 6

85,76 7,45 3,73 0,96 2,12 0,12 100

Gambar 3.47 Perbandingan Penduduk Berdasarkan Agama Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan Tahun 2010

Sumber: Pengolahan Data

d.

Penduduk Menurut Pendidikan Jumlah penduduk Kecamatan Ciputat Timur yang berdasarkan Tingkat pendidikan khusunya untuk pelajar (SD, SMP, dan SMA) adalah sejumlah 72.113 atau 44,7% dari total jumlah penduduk Kecamatan Ciputat Timur. Sedangkan Tingkat pendidikan perguruan tinggi khusunya untuk mahasiwa/i (D3, S1, S2, dan S3) adalah sejumlah 19046 atau 11,8% dari total jumlah penduduk Kecamatan Ciputat Timur. Dan untuk pendidikan yang berstatus tidak pernah/belum sekolah maupun belum tamat SD adalah sejumlah 20.756 atau 12,89% dari total jumlah penduduk Kecamatan Ciputat Timur. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di tabel 3.9 dibawah ini.

190

Tabel 3.90 Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan Tahun 2010 Jumlah Persentase No Tingkat Pendidikan (jiwa) (%)
Tidak/Belum Sekolah Belum Tamat SD/Sederajat Tamat SD/Sederajat SLTP/Sederajat SLTA/Sederajat Diploma III/Akademik Diploma IV/Strata I Strata II Strata III Jumlah Sumber: BPS Kabupaten Tangerang 2007 1 2 3 4 5 6 7 8 9 11.426 9.330 20.275 22.177 29.661 8.266 7.611 2.157 1.012 160.404 7,12 5,81 12,63 13,82 18,49 5,15 4,74 1,34 0,63 100

Gambar 3.48 Grafik Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan Tahun 2010

Sumber: Pengolahan Data

3.2.6.3 Penggunaan Lahan Total luas lahan di Kecamatan Ciputat Timur seluas 15.868 Km2 atau 1.586.800 Ha yang terdiri dari sawah sebesar 0.100

191

Km2 atau 10 Ha, lahan bukan sawah seluas 2.840 Km2 atau seluas 284.000 Ha, lahan non pertanian seluas 12.928 Km 2 atau seluas 1.292.800 Ha. Luas lahan di Kecamatan Ciputat Timur bias dilihat di tabel di bawah ini. Tabel 3.91 Tabel Penggunaan Lahan di Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan Tahun 2010
Kelurahan Pisangan Cireundeu Cempaka Putih Rempoa Rengas Pondok Ranji Sawah 0,100 Luas Lahan Bukan Sawah Non Pertanian 1,000 0,200 0,200 0,040 0,600 0,800 3,040 2,523 2,200 2,155 1,230 1,780 Luas Wilayah (Km2) 4,140 2,723 2,400 2,195 1,830 2,580

Total

0,100

2,840

12,928

15,868

Sumber:BPS Kabupaten Tangerang

3.2.6.5 Komponen Utama Kota Skala Pelayanan Regional dan Kota (Sebaran dan Kapasitas) Sub bab ini akan menjelaskan sarana dan prasarana skala kota dan regional yang ada di Kecamatan Ciputat Timur. a. Pendidikan Sarana pendidikan yang ada di Kecamatan Ciputat Timur seluruhnya adalah Perguruan Tinggi dengan skala regional. Perguruan Tinggi yang terdapat di Kecamatan Ciputat Timur dijelaskan pada tabel berikut ini.

Tabel 3.92 Sarana Pendidikan di Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan Tahun 2010

192

No
1

Sarana
Universitas Muhammadi ah Jakarta Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatulla h Universitas Ahmad Dahlan

Skala Pelayanan Kota Wilayah

Keterangan
Mahasiswa Universitas ini banyak yang berasal dari luarkota Mahasiswa Universitas ini banyak yang berasal dari luarkota

Mahasiswa Universitas ini banyak yang berasal dari luarkota

Sumber: Hasil Observasi Peserta Studio Perencanaan Kota

Gambar 3.49 Sarana Pendidikan di Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan Tahun 2010

STIE Ahmad Dahlan

Universitas Muhammadiyah UIN Syarif Hidayatullah

193

Sumber: Dok. Peserta Studio Perencanaan Kota

b. Kesehatan Tabel 3.93 Sarana Kesehatan di Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan Tahun 2010 Sarana Skala Pelayanan Keterangan Kota Wilayah RS Tipe B Rumah Sakit Syarif Hidayatullah terletak

No
1

di Jalan Ciputat Raya, Kondisi sedang membangun gedung baru Dibangun sejak tahun 2007

Sumber: Hasil Observasi Peserta Studio Perencanaan Kota 2010-2010

Kecamatan Ciputat Timur memiliki sarana kesehatan dengan skala pelayanan wilayah yg bernama Rumah Sakit Syarif Hidayatullah, yang terletak di Jalan Ciputat Raya. Rumah sakit tersebut dibangun sejak tahun 2007 dan pada saat ini sedang melakukan pembangunan gedung baru. c. Peribadatan Kecamatan Ciputat Timur memiliki sarana peribadatan berskala regional yaitu masjid Universitas Islam Negeri Tabel 3.94 Sarana Peribadatan di Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan Tahun 2010

194

No
1

Komponen
Masjid Universitas Islam Negeri

Skala Pelayanan Kota Wilayah

Keterangan
Pengguna masjid ini adalah orang-orang yang kebetulan lewat masjid ini. Yaitu pengguna jalan arteri sekunder yang menghubungkan kecamatan ciputat timur dan Jakarta selatan.

Sumber: Hasil Observasi Peserta Studio Perencanaan Kota

d. Perdagangan Di Kecamatan Ciputat Timur terdapat sarana perdagangan berupa MAKRO Tabel 3.95 Sarana Perdagangan di Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan Tahun 2010 No Sarana Skala Pelayanan Keterangan Kota Wilayah 1 Makro
Sumber: Hasil Observasi Peserta Studio Perencanaan Kota

e. Pelayanan Sosial Tabel 3.96 Sarana Pelayanan Sosial di Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan Tahun 2010

195

Komponen N o
1 Gsg stie Ahmad Dahlan Gsg Muhammadiah Ciputat Gsg Shahida Inn UIN

Skala Pelayanan Kota Wilayah


Keterangan
Jl.Ciputat raya no 77 cireundeu, ciputat timur Mayoritas dari Jakarta. Sebulan sekali pasti ada pertemuan dari MLM k-link Jl. Ciputat raya no 77 Cireundeu, Ciputat Timur Mayoritas yg memakai masyarakat Tangsel jl. Kertamukti no 5 Ciputat

Lebih banyak yang pakai dari luar provinsi. Sumber: Hasil Observasi Peserta Studio Perencanaan Kota

Pelayanan Sosial di kecamatan ini yang skala pelayanan kota dan regional hanya memiliki Gedung Serba Guna dan Tempat Pemakaman Umum. Ada tiga gedung serba guna, antara lain : gedung serba guna STIE Ahmad Dahlan yang terletak di Universitas STIE Ahmad Dahlan itu sendiri, gedung serba guna Muhammadiah Ciputat yang terletak di Universitas Muhammadiah dan gedung serba guna Shahida Inn UIN Jakarta yang terletak di Universitas UIN Jakarta. Gedung Serba Guna ini biasanya digunakan untuk resepsi pernikahan, khitanan ataupun pertemuan bisnis. Yang menggunakan gedung serba guna ini ada yang berasal dari Kota Tangerang Selatan tetapi ada juga yang dari luar Kota Tangerang Selatan. Sedangkan untuk Tempat Pemakaman Umum berada di kelurahan Cireundeu. Mayoritas yang dimakamkan disini berasal dari Pamulang, Ciputat dan Ciputat Timur sendiri. f. Rekreasi dan Olah Raga

196

Sarana rekreasi dan olahraga di Kecamatan Ciputat Timur yang ditemukan oleh tim surveyer adalah taman dengan skala wilayah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 3.95 Sarana Rekreasi dan Olahraga di Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan Tahun 2010
No 1 Sarana Taman Sinar Mentari Situ Gintung Taman kota Skala Pelayanan Kota Wilayah Keterangan

Digunakan oleh masyarakat sekitar dan masyarakat DKI Jakarta, karena letak Taman Sinar Mentari Situ Gintung di Kecamatan Ciputat dekat dengan DKI Jakarta

Sumber

Sumber: Hasil Observasi Peserta Studio Perencanaan Kota

g.

Transportasi Sarana transportasi yang ada di Kecamatan Ciputat Timur tidak ditemukan yang berskala regional.

h. Jalan

197

Kecamtan Ciputat Timur memilki jalan arteri sekunder dan kolektor sekunder. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 3.96 Prasarana Jalan di Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan Tahun 2010 No Prasarana Skala Pelayanan Keterangan Kota Wilayah 1 Arteri sekunder Jalan yang menghubungkan
2 Kolektor Sekunder

kecamatan Ciputat Timur ke Lebak Bulus ( Jakarta Selatan) Jalan yang menghubungkan kecamatan ciputat timur ke kecamatan ciputat

Sumber: Hasil Observasi Peserta Studio Perencanaan Kota

h. Air Bersih Pemanfaatan air yang dilakukan oleh masyarakat Kecamatan Ciputat masih memanfaatkan air permukaan bawah tanah dilakukan dengan dua cara, yaitu Sumur gali yang dalamnya 20 meter dan Sumur bor 20-24 meter. Air yang diambil dari sumur gali dan sumur bor ini digunakan untuk mandi, mencuci, memasak, dan lainlain. Hal ini dilakukan karena kecamatan ini belum diairi oleh PDAM tetapi sudah ada rencana dari pihak PDAM untuk mengaliri kecamatan ini. i. Persampahan Tidak ditemukan TPA, TPST dan TPS di Kecamatan Ciputat Timur. j. Drainase Tabel 3.97 Prasarana Drainase di Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan Tahun 2010

198

No
1

Prasarana
Drainase Alami

Skala Pelayanan Kota Wilayah

Keterangan
Drainase alami: Situ Gintung

Drainase Buatan

Drainase buatan: terdapat di sepanjang jalan arteri di Kecamatan Ciputat Timur

Sumber: Hasil Observasi Peserta Studio Perencanaan Kota

Di Kecamatan Ciputat Timur memiliki drainase alami dan buatan. Drainase alami berupa situ yang bernama Situ Gintung, sedangkan drainase buatannya terdapat di sepanjang jalan arteri Kecamatan Ciputat Timur. k. Listrik Kecamatan Ciputat Timur dilalui oleh jaringan listrik SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi sebesar 150.000 kv) dan SKTM (Saluran Kabel Tekanan Menengah sebesar 20.000 kv) l. Telekomunikasi Tabel 3.98 Prasarana Telekomunikasi di Kecamatan Ciputat timur Kota Tangerang Selatan Tahun 2010

199

No

Prasarana

STO (Sentral Lokal)

Kota

Skala Pelayanan Wilayah

Keterangan Kecamatan ini hanya ada STO dan hanya tersebar di beberapa kelurahan

SSumber: Hasil Observasi Peserta Studio Perencanaan Kota 2010-2010

Prasarana telekomunikasi yang ada di kecamatan ini hanya ada STO dan hanya tersebar di beberapa kelurahan di Kecamatan Ciputat Timur ini, yaitu di: Kelurahan Pondok Ranji Kelurahan Cireundeu Kelurahan Cempaka Putih

3.2.7 Kecamatan Pondok Aren Kecamatan Pondok Aren adalah salah satu bagian dari Kota Tangerang Selatan yang terdiri dari 11 kelurahan yaitu: Pondok Betung, Pondok Karya, Jurang Mangu Timur, Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Pondok Jaya, Pondok Pucung, Parigi, Parigi Baru, Pondok Kacang Barat, Pondok Kacang Timur. Kecamatan Pondok Aren memiliki luas wilayah sebesar 2.975,99 Ha. Dibawah ini adalah tabel luas wilayah Kecamatan Pondok Aren per kelurahan. Tabel 3.99 Luas Wilayah Menurut Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan Tahun 2007
No 1 2 Nama Kelurahan Pondok Betung Pondok Karya Luas Kelurahan 278,96 Ha 198,81 Ha

200

3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jumlah

Jurang Mangu Timur Jurang Mangu Barat Pondok Aren Pondok Jaya Pondok Pucung Parigi Parigi Baru Pondok Kacang Barat Pondok Kacang Timur

266 Ha 260,10 Ha 224,40 Ha 240,00 Ha 301,20 Ha 369,90 Ha 316,82 Ha 260,60 Ha 259,20 Ha 2.975,99 Ha

Sumber: Statistik Kecamatan Pondok Aren

Apabila dilihat dari table luas wilayah menurut kelurahan diatas, bisa disimpulkan bahwa kelurahan parigi memiliki wilayah terluas diantara 10 kelurahan lainnya yaitu dengan luas wilayah 369, 90Ha dan kelurahan yang memiliki luas wilayah terkecil ada pada kelurahan Pondok Karya dengan luas wilayah 198,81 Ha. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar berikut: Gambar 3.50 Luas Wilayah Menurut Kelurahan Kota Tangerang Selatan Tahun 2007
11% 9% 12% 10% 8% 7% 9% 9% 9% 7% 9%

Pondok Betung Jurang Mangu Barat Pondok Pucung

Pondok Karya Pondok Aren Parigi

Jurang Mangu Timur Pondok Jaya Parigi Baru

Sumber:Pengolahan Data

201

3.2.7.1 Batas Administratif Kecamatan Pondok Aren berada dengan batas-batas sebagai berikut : Batas Utara : Kota Tangerang

Batas Selatan : Kecamatan Ciputat Batas Barat : Kecamatan Serpong Utara

Batas Timur : DKI Jakarta

202

203

3.2.7.2 Kependudukan Data kependudukan Kecamatan Pondok Aren yang dijelaskan di sub bab ini terdiri dari penduduk menurut jenis kelamin, penduduk menurut umur, dan penduduk menurut pendidikan. a. Penduduk Menurut Jenis Kelamin Jumlah Penduduk Kecamatan Pondok Aren berdasarkan data BPS Kabupaten Tangerang pada tahun 2007 sebesar 253.196 jiwa. Jumlah penduduk terbesar di Kecamatan Pondok Aren berada pada Kelurahan Pondok Betung dengan jumlah 38.826 jiwa dimana penduduk laki-lakinya berjumlah 19.867 jiwa dan penduduk perempuan berjumlah 18.959 jiwa. Sedangkan penduduk dengan jumlah terkecil terdapat pada Kelurahan Parigi baru dengan jumlah 8.117 jiwa dimana penduduk laki-lakinya berjumlah 4.244 dan penduduk perempuan berjumlah 3.873 jiwa. Tabel 3.100 Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan Tahun 2007
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kelurahan Perigi Baru Pondok Kacang Barat Pondok Kacang Timur Perigi Lama Pondok Pucung Pondok Jaya Pondok Aren Jurang Mangu Barat Jurang Mangu Timur Pondok Karya Pondok Betung Jumlah Lakilaki 4244 6887 16617 6624 11066 4741 10768 16398 15521 12934 19867 125667 Perempuan 3873 6440 16155 6167 11756 4351 10624 15991 14254 18959 18959 121203 Jumlah 8117 13327 32772 12791 22822 9092 21392 32389 29775 31893 38826 253196 Rasio Jenis Kelamin 10958 10694 10286 10741 9413 10896 10136 10255 10889 10479 10479 10368

Sumber : BPS Kabupaten Tangerang tahun 2007

Gambar 3.51 Grafik Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan Tahun 2007

Sumber : Pengolahan Data

b. Penduduk Menurut Umur Tabel 3.101 Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Kelompok Umur Jumlah (jiwa) Persentasi (%) 0-4 14156 6.8 5-9 14657 7 7-12 16555 7.9 10-14 12789 6.1 15-19 13234 6.4 19-24 19599 9.4 25-29 21588 10.4 30-34 19692 9.4 35-39 17068 8.2 40-44 14032 6.7 45-49 19480 9.3 50-54 6922 3.3 55-59 5168 2.4 60-64 3635 1.7 65 tahun keatas 8739 4.2
Jumlah
Sumber: Statistik Kecamatan Pondok Aren 207314 99.2

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

Apabila dilihat jumlah penduduk menurut umur pada table diatas, menunjukan bahwa dikecamatan Pondok Aren didominasi oleh penduduk usia produktif yaitu dengan jumlah jiwa 131615 jiwa. Sebaliknya, jumlah penduduk usia non produktif pada kecamatan Pondok Aren ialah 17542 jiwa. Gambar 3.52 Perbandingan Penduduk Menurut Kelompok Umur Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan Tahun 2007
12%

88%

UsiaProduktif UsiaNonProduktif
Sumber: Pengolahan Data

c. Penduduk Menurut Pendidikan Jumlah penduduk Kecamatan Pondok Aren yang merupakan lulusan sarjana sebanyak 15931 sarjana muda sebanyak 38469, SLTA sebanyak 53343, SLTP sebanyak 46648, SD sebanyak 9593, dan TK sebanyak 19431. Berikut ini adalah tabel jumlah penduduk Kecamatan Pondok Aren-Kota Tangerang Selatan Tahun 2008 berdasarkan tingkat pendidikan.

No 1 2 3 4 5 6

Tabel 3.102 Jumlah Penduduk Menurut Pendidikan Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan Tahun 2007 Tingkat Pendidikan Jumlah (jiwa) Persentasi (%) 8.6 Sarjana 15931 20.9 Sarjana Muda 38469 29.1 SLTA 53343 25.5 SLTP 46648 5.3 SD 9593 10.6 TK 19431 100.0 Jumlah 183415

Sumber : Statistik Kecamatan Pondok Aren 2008

Apabila dilihat dari komposisi table jumlah penduduk menurut pendidikan pada Kecamatan Pondok Aren pada tahun 2008 di dominasi oleh penduduk tingkat SLTA dengan jumlah penduduk 53343 jiwa, sebesar 29.1% dari jumlah seluruh penduduk Kecamatan Pondok Aren. Agar lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik berikut: Gambar 3.53 Perbandingan Penduduk Menurut Pendidikan
15.931 19.431
Sarjana Sarjana Muda SLTA SLTP SD TK

38.469

9.593 53.343 46.648

Sumber : Pengolahan Data

3.2.7.3 Penggunaan Lahan Luas wilayah Kecamatan Pondok Aren apabila dilihat pada tabel penggunaan lahan Kecamatan Pondok Aren seluas

3.027 ha, dimana penggunaan lahan di Kecamatan Pondok Aren di dominasi oleh perumahan rakyat dengan luas lahan 1.677,70 ha. Untuk penggunaan lahan yang paling sedikit di Kecamatan Pondok Aren ialah penggunaan lahan untuk danau dengan luas lahan 4,50 ha. Berikut ini ialah tabel penggunaan lahan keseluruhan pada Kecamatan Pondok Aren. Tabel 3.103 Penggunaan Lahan Kecamatan Pondok Aren
No Penggunaan Lahan Luas (Ha) 290,70 97,40 1.677,70 824 35,40 13,40 56.50 4,50 12,40 15 3.027 1 Pertanian Padi Sawah 2 Pertanian Padi Gogo 3 Perumahan Rakyat 4 Pemukiman Real Estate 5 Kuburan 6 Lapangan Olah Raga 7 Bangunan/Kantor Pemerintah 8 Danau 9 Empang 10 Rawa Jumlah

Sumber: Statistik Kecamatan Pondok Aren

Gambar 3.54 Penggunaan Lahan Kecamatan Pondok Aren Kecamatan Pondok Aren

Kota Tangerang Selatan Tahun 2007

Sumber: Pengolahan Data

3.2.7.4 Komponen Utama Kota Skala Pelayanan Regional dan Kota (Sebaran dan Kapasitas) Dalam sub bab ini membahas tentang potensi Komponen Utama Kota Skala Pelayanan Regional dan Kota (Sebaran dan Kapasitas) Kecamatan Pondok Aren meliputi pendidikan, kesehatan, peribadatan, perdagangan rekreasi dan olah raga, pelayanan sosial, jaringan jalan, air bersih, persampahan, drainase, listrik, dan telekomunikasi. Adapun uraian lengkapnya untuk masing-masing sarana dan prasarana tersebut disajikan sebagai berikut a. Sarana Pendidikan Berdasarkan hasil observasi di Kecamatan Pondok Aren khususnya untuk sarana pendidikan hanya memiliki 1 (satu) sekolah internasional dengan nama Sekolah Global Jaya. Sekolah Global Jaya ini satu-satunya sekolah internasional dan memiliki fasilitas yang sangat lengkap dan menunjang didalamnya. Pengguna sekolah Global Jaya ini lebih didominasi oleh orang dari luar kota Tangerang Selatan yang menggunakan sarana pendidikan ini. Tabel 3.104 Sarana Pendidikan di Kecamatam Pondok Aren Kota Tangerang Selatan Tahun 2010
No 1 Sarana Pendidikan Sekolah Internasional - Sekolah Global Jaya Skala Pelayanan Kota Wilayah Keterangan Sekolah Global Jaya merupakan sekolah internasional.

Sumber: Hasil Observasi

b. Sarana Kesehatan Tabel 3.105 Sarana Kesehatan di Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan Tahun 2010
No 1. Sarana Kesehatan RS Tipe B - Rumah Sakit Internasio nal Bintaro RS Tipe C RSGD Skala Pelayanan Kota Wilayah Keterangan Rumah Sakit Internasional Bintaro Jl.M.H. Thamrin Blok B3 No.1 Sektor 7, Tangerang Selatan

Sumber: Hasil Observasi Peserta Studio Perencanaan Kota

Kecamatan Pondok Aren memiliki sarana kesehatan dengan skala pelayanan wilayah berupa rumah sakit tipe B yang bernama Rumah Sakit Internasional Bintaro. Rumah sakit ini memiliki kategori pelayanan spesialistik yang terdiri dari :

Bedah Spesialis Bedah Umum Spesialis Bedah Tulang Spesialis Bedah Anak Spesialis Bedah Saluran Kemih Spesialis Bedah Saluran Cerna Spesialis Bedah Plastik Spesialis Bedah Syaraf

Kesehatan Anak Spesialis Anak Paru Anak Spesialis Pencernaan Anak Spesialis Jantung Anak Spesialis Syaraf Anak Spesialis Perinatologi

Penyakit Dalam Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Saluran Cerna dan Lever Konsultan Metabolik dan Endokrin Konsultan Hematologi dan Onkologi Konsultan Reumatologi

Dan kategori pelayanan sub-spesialistik yang terdiri dari:

Kebidanan dan Kandungan Jantung dan Pembuluh Darah Paru-paru Syaraf Mata Spesialis Mata Anak THT Gizi medis Kulit dan Kelamin

Gambar 3.55 Gedung Serba Guna di Kec. Pondok Aren Kota Tangerang Selatan Tahun 2010

Sumber: Dok. Peserta Studio Perencanaan Kota RSI Bintaro ini terletak Jln.M.H. Thamrin Blok B3 No.1 Sektor 7, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan dan Dengan alat-alat medis yang lengkap dan modern serta penanganan yang cepat, maka dari itu RSI

Bintaro ini banyak dicari dan digunakan oleh masyarakat dari Kota Tangerang Selatan, terlebih dari luar Kota Tangerang Selatan. Dalam skala pelayanannya RSI Bintaro ini termasuk skala pelayanan wilayah, walaupun ada masysrakat Tangerang Selatan yang menggunakan sarana kesehatan ini, akan tetapi mayoritas pengguna dari RSI Bintaro ini masih didominasi oleh masyarakat dari luar Kota Tangerang Selatan, seperti masyarakat daro DKI Jakarta, Bogor, Depok, dll. Di Kecamatan Pondok Aren khususnya untuk sarana kesehatan tidak ditemukannya Rumah Sakit tipe C dan RSGD untuk skala kota dan wilayah.

c.

Sarana Peribadatan Berdasarkan komponen sarana peribadatan pada Kecamatan Pondok Aren ialah Masjid, Gereja, dan Vihara, akan tetapi pada saat menentukan skala kota dan wilayah Terdapat 2 (dua) masjid yang berskala wilayah di Kecamatan Pondok Aren yaitu masjid Bani Umar. Tabel 3.106 Sarana Peribadatan di Kecamatan Pondok Aren
Skala Pelayanan Sarana Keterangan Peribadatan Kota Wilayah 1. Masjid Di masjid ini - Masjid suka di adakan bani pengajian dari Ummar luar negeri. - Masjid Berada di Jami Kelurahan Biturohim Pondok Pucung 2. Gereja 3. Vihara Sumber: Hasil Observasi Peserta Studio Perencanaan Kota No

Gambar 3.56 Gedung Masjid Bani Ummar

Gambar 3.57 Gedung Masjid Bani Ummar

Sumber: Doc: Peserta Studio Perencanaan Kota

Masjid bani umar berada di Kelurahan dan Masjid Jami Baiturohim berada di Kelurahan Pondok Pucung. Kedua sarana peribadatan tersebut memiliki skala wilayah mayoritas pengguna dari kedua Masjid tersebut berasal dari luar Kota Tangerang Selatan dan apabila ditinjau, kedua sarana di peribadatan Kecamatan tersebut Pondok memiliki Aren, akses penunjang yang baik, karena dilewati oleh jalan kolektor sekunder sehingga memudahkan warga dari luar Kota Tangerang Selatan dari Masjid tersebut untuk singgah dan beribadah. Untuk Komponen sarana peribadatan seperti gereja dan vihara tidak ditemukan dalam skala kota dan wilayah pada Kecamatan Pondok Aren. d. Perdagangan Berdasarkan hasil observasi, di Kecamatan Pondok Aren memiliki beberapa sarana perdagangan antara lain: Pasar

Jurangmangu, Bintaro Junction, Bank BTN, Showroom PT. Honda, Showroom PT. Mitsubishi Motor dan pusat jual beli mobil bekas. Tabel 3.107 Sarana Perdagangan di Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan Tahun 2010
No 1. Niaga dan Perdagangan Pusat Perbelanjaan Utama - Bintaro Junction Pusat jual beli mobil bekas Pusat Perbelanjaan/Pasar - Pasar Jurangmangu Bank BTN Showroom PT. Honda Showroom PT. Mitsubishi Motor Skala Pelayanan Kota Wilayah Keterangan

2.

Sumber: Hasil Observasi Peserta Studio Perencanaan Kota

e.

Pelayanan Sosial Pelayanan Sosial yang ada di Kecamatan ini dengan skala pelayanan kota hanya berupa Gedung Serba Guna. Ada dua Gedung Seba Guna yang ada di kecamatan ini, yaitu : Gedung Serba Guna Kecamatan Pondok Aren dan Gedung Serba Guna Masjid raya Bani Umar, yang keduanya berada di Kelurahan Parigi Baru. Gedung serbaguna masjid Raya Bani Umar sudah satu paket dengan masjid tetapi karena kurang sosialisasi sehingga banyak orang yang belum mengetahui keberadaan gedung serba guna ini. Tabel 3.108 Sarana Pelayanan Sosial di Kecamatan Pondok Aren

Kota Tangerang Selatan Tahun 2010


No 1 Pelayanan Sosial Gedung Serba Guna (GSG) - GSG Kecamatan Pondok Aren GSG Masjid Raya Bani Umar Skala Pelayanan Kota Wilayah Keterangan Jl.graha raya Yang memakai GSG ini masih sekitar pondok aren dan ciputat

Jl. Graham raya bintaro kev.GK 4 no 2-4 parigi baru pondok aren Mayoritas yg memakai gsg ini masyarakat tangsel, walaupun ada yang dari luar kota. -

2. 3. 4. 5.

Tempat Pemakaman Umum Perpustakaan Umum Balai Latihan Kerja (BLK) Panti Sosial

Sumber: Hasil Observasi Peserta Studio Perencanaan Kota

Gambar 3.58 Gedung Serba Guna di Kec. Pondok Aren Kota Tangerang Selatan tahun 2010

Sumber: Dok. Peserta Studio Perencanaan Kota

Gedung Serba Guna (Kecamatan Pondok Aren) berada pada kawasan kantor Kecamatan Pondok Aren, Gsg ini sering dipakai untuk acara pernikahan ataupun pesta-pesta yang lainnya oleh warga Kecamatan Pondok Aren sendiri, maka dari itu Gedung Serba Guna ini dikategorikan pada pelayanan skala kota. Begitu pula dengan Gedung Serba Guna yang dimiliki oleh Masjid Raya Bani Umar, GSG ini memiliki skala kota, sebab mayoritas pengguna GSG ini berasal masih dari Kecamatan Pondok Aren walaupun sesekali pernah dipakai untuk mengadakan pertemuan dari luar Kota Tangerang Selatan. Di Kecamatan Pondok Aren tidak ditemukan komponen Pelayanan Sosial yang lainnya khususnya memiliki kriteria sebagai komponen yang berskala kota atau wilayah, seperti : Tempat Pemakaman Umum, Perpustakaan Umum, Balai Latihan Kerja, dan Panti Sosial.

f.

Sarana Olahraga dan Rekreasi

Sarana Olahraga dan Rekreasi Kecamatan Pondok Aren yang skala pelayanan kota dan regional terdapat Futsal, Taman Kota, Gedung olah raga, Kolam renang dan Lapangan olahraga sebaguna. Adapun tabel Sarana Olah Raga dan Rekreasi sebagai berikut : Tabel 3.109 Sarana Olahraga dan Rekreasi Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan Tahun 2010

No 1.

Sarana Olah Raga dan Rekreasi Sarana Olahraga dan Rekreasi - Taman kota

Skala Pelayanan Kota Wilayah

Keterangan

Lapangan serba guna Komplek olahraga Gedung Olah Raga (GOR) Kolam renang Futsal

Graha Bintaro Garden dikunjungi oleh penghuni perumahan Bintaro dan masyarakat sekitarnya Digunakan oleh masyarakat sekitar yaitu Kec. Ciputat dan Kec. Ciputat Timur Digunakan oleh masyarakat sekitar dan kota Tangerang Digunakan oleh masyarakat sekitar yaitu Kec. Ciputat dan Kec. Ciputat Timur Digunakan oleh masyarakat sekitar yaitu Kec. Ciputat dan Kec. Ciputat Timur

Sumber: Hasil Observasi Peserta Studio Perencanaan Kota

Pada tabel diatas diceritakan bahwa komponen yang memiliki skala kota dalam konteks sarana olah raga dan rekreasi ini ialah Taman Kota Lapangan Serba Guna, Kolam Renang, dan Futsal. Sedangkan komponen dari sarana olah raga dan rekreasi yang memiliki skala pelayanan Wilayah ialah Taman Kota Graha Bintaro dan Gedung Olah Raga (GOR). Pada komponen sarana Olahraga dan Rekreasi tidak dijumpainya Komplek Olahraga yang memiliki skala kota.

g. Transportasi Sarana transportasi di Kecamatan Pondok Aren yang berskala regional adalah halte dan stasiun. Tabel sarana transportasi di Kecamatan Pondok Aren adalah sebagai berikut. Tabel 3.110 Sarana Transportasi Di Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan Tahun 2010
No 1 Prasarana Halte Trans Bintaro Jaya 2 Stasiun Pondok Ranji Sumber: Hasil Observasi Peserta Studio Perencanaan Kota Skala Pelayanan Kota Regional Keterangan -

h. Jaringan Jalan Jaringan Jalan yang terdapat di Kecamatn Pondok Aren berupa arteri sekunder dan kolektor sekunder. Tabel 3.111 Jaringan Jalan Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan Tahun 2010
No 1 Prasarana Arteri sekunder Kolektor Sekunder Skala Pelayanan Kota Wilayah Keterangan Jalan yang menghubungkan kecamatan Pondok Aren ke lebak bulus ( jakarta selatan) Jalan yang menghubungkan kecamatan Pondok Aren ke kecamatan ciputat

Sumber: Hasil Observasi Peserta Studio Perencanaan Kota 2009-2010

Jalan arteri primer pada kecamatan ini menghubungkan Kecamatan Pondok Aren menuju Lebak Bulus, karena jalan ini menghubungkan wilayah yang berada di luar Kota Tangerang Selatan, maka jalan ini di klasifikasikan

menjadi jalan berskala wilayah. Sedangkan untuk jalan Kolektor Sekunder yang hanya menghubungkan antar kecamatan yaitu Kecamatan Pondok Aren dengan Kecamatan Ciputat, maka jalan ini diklasifikasikan menjadi jalan yang berskala kota. i. Air Bersih Untuk mendapatkan air bersih, masyarakat Kecamatan Pondok Aren masih menggunakan air tanah (sumur bor). Hal ini disebabkan pihak PDAM belum melayani kecamatan ini. Air yang didapat biasanya digunakan untuk mencuci, mandi, memasak, dan lain-lain. Walaupun di kecamatan ini belum dialiri PDAM tetapi pihak PDAM sudah ada rencana mengaliri kecamatan ini tahun 2010 mendatang. Dalam rencana untuk tahun 2010 pihak PDAM sudah memasang pipa bawah tanah yang nantinya akan disambungkan melalui pipa bawah tanah yang dimiliki Kecamatan Pamulang. Tabel 3.112 Air Bersih di Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan Tahun 2010
No 1 2 Komponen Air bersih Pipa Transmisi IPA SERPONG II (PT.TC) berupa WTP Skala Pelayanan Kota Wilayah Keterangan -

Sumber: Hasil Observasi Peserta Studio Perencanaan Kota

Pada komponen air bersih terdapat 2 (dua) komponen yaitu Pipa Transmisi dan IPA SERPONG II (PT.TC) yaitu berupa WTP. berdasarkan hasil observasi, kedua komponen tersebut tidak dijumpai di Kecamatan Pondok Aren.

j.

Persampahan Tidak di temukan TPA, TPST dan TPS di Kecamatan Ponndok Aren

k. Drainase Di Kecamatan Pondok Aren memiliki prasarana drainase berupa drainase alami dan buatan. Drainase alami berupa Kali Setu yang memisahkan Kelurahan Parigi Lama dengan Parigi Baru. Sedangkan drainase buatan terdapat di sepanjang jalan arteri Kecamatan Pondok Aren. Tabel 3.113 Prasarana Drainase di Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan Tahun 2010
No 1 Prasarana Drainase: Dra inase Alami Dra inase Buatan Skala Pelayanan Kota Wilayah Keterangan Drainase alami: Kali Setu yang memisahkan Kelurahan Parigi Lama dan Parigi Baru yang bermuara di Situ Parigi. Drainase buatan: terdapat di sepanjang jalan arteri di Kecamatan Pondok Are n

Sumber: Hasil Observasi Peserta Studio Perencanaan Kota

l. Listrik Kecamatan Pondok Aren dilalui oleh jaringan listrik SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi sebesar 150.000

KV) dan SKTM (Saluran Kabel Tekanan Menengah sebesar 20.000 KV) m. Telekomunikasi Telekomunikasi di Kecamatan Pondok Aren yang skala pelayanan kota hanya terdapat STO (Sentral Lokal). Tabel 3.114 Prasarana Telekomunikasi Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan Tahun 2010
No 1. 2. 3. Prasarana Telekomunikasi Prasarana Telekomunikasi Sentral Tol Sentral Tandem STO (Sentral Lokal) Skala Pelayanan Kota Wilayah Kecamatan ini hanya ada STO dan hanya tersebar di beberapa kelurahan Keterangan

Sumber : Hasil Observasi Kecamatan Pondok Aren