Anda di halaman 1dari 7

BAB I PENDAHULUAN Representasi pengetahuan adalah pemberian pengetahuan kepada komputer yang nantinya digunakan untuk memecahkan permasalahan

dengan cara memberikan informasi dari sifat-sifat penting sebuah masalah. Cara untuk merepresentasikan pengetahuan ada bermacam-macam, tetapi ada dua hal yang perlu diperhatikan ketika kita ingin merepresentasikan pengetahuan, yaitu: Fakta, yaitu kejadian sebenarnya. Representasi dari fakta yang nantinya akan kita manipulasi.

Konsisten adalah hal yang sangat dibutuhkan ketika kita memprogram dengan menerapkan representasi pengetahuan di dalamnya. Untuk merepresentasikan pengetahuan dengan baik, maka kita harus mengetahui syarat representasi yang baik. Syarat representasi yang baik adalah: Mengemukakan hal secara explisit Membuat masalah menjadi transparan Komplit dan efisien Menampilkan batasan-batasan alami yang ada Menekan/ menghilangkan detil-detil yang diperlukan Dapat dilakukan kumputasi (ada batasan/ konstrait)

Representasi pengetahuan berdasarkan kategorinya dapat dibedakan menjadi 4 kategori. Kategori-kategori tersebut adalah Representasi Logika Representasi jenis ini menggunakan ekspresi-ekspresi dalam logika formal untuk merepresentasikan basis pengetahuan.

Representasi Pengetahuan Representasi menggambarkan pengetahuan sebagai kumpulan instruksi untuk memecahkan suatu permasalahan.

Representasi Network Representasi ini menangkap pengetahuan sebagai sebuah graf di mana simpul-simpulnya menggambarkan objek atau konsep dari masalah yang dihadapi, sedangkan edge-nya menggambarkan hubungan atau asosiasi antar mereka.

Representasi Terstruktur Representasi terstruktur memperluas network dengan cara membuat simpulnya menjadi sebuah struktur data komplek.

Perepresentasian dimaksudkan untuk menangkap sifat-sifat penting problema dan membuat informasi itu dapat diakses oleh prosedur pemecahan masalah. Bahasa representasi harus dapat membuat seoarang pemrogram mampu mengekpresikan pengetahuan yang diperlukan untuk mendapatkan solusi masalah. Ekspresivitas dan efisiensimerupakan dimensi utama dalam melakukan evaluasi bahasa-bahasa representasi pengetahuan. Kadang-kadang, ekspresivitas harusdikorbankan untuk meningkatkan efisiensi. Namun, dilain kesempatan,representasi yang terlalu ekspesif sangat tidak efisien untuk digunakandalam menyelesaikan masalah-masalah tertentu. Maka yang kemudian harus dilakukan adalah pengoptimalan keduanya. Dari kesimpulan diatas maka dapat dikatakan bahwa perepresentasian seharusnya : a. Memadai untuk mengekpresikan informasi yang diperlukan. b. Mendukung eksekusi yang efisien dari kode yang dihasilkan. c. Menghasilkan sesuatu yang alamiah untuk mengekspresikan pengetahuan yang dibutuhkan. Ada empat kriteria dalam memilih teknik representasi pengetahuan, yaitu:

a. Kemampuan representasi, artinya teknik yang dipilih harus merepresentasikan semua jenis pengetahuan yang akandimasukan kedalam sisitem pakar. b. Kemudian dalam penalaran, artinya teknik yang dipilih harus mudah diproses untuk memperoleh kesimpulan. c. Efisiensi proses akuisisi, artinya teknik yang dipilih harusmembantu pemindah pengetahuan dari pakar ke dalam komputer. d. Efisiensi proses penalaran, artinya teknik yang dipilih harus dapat diproses dengan efisien untuk mencapai kesimpulan. Metode Representasi Pengetahuan Ada berbagai metode representasi pengetahuan yang biasadigunakan yaitu : metode kalkulus predikat, pohon(tree) bingkai (frame) jaringan semantik (semantic Network), Logika script metode kaidah produksi dan representasi logika

Karakteristik representasi pengetahuan : Dapat diprogram dengan bahasa komputer dan disimpan dalam memori Fakta dan pengetahuan lain yang terkandung didalamnya dapat digunakan untuk melakukan penalaran Dalam menyelesaikan masalah harus dibutuhkan pengetahuan yang cukup dan sistem juga harus memiliki kemampuan untuk menalar. Basis pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan penalaran merupakan bagian terpenting dari sistem yang menggunakan kecerdasan buatan.

BAB II PEMBAHASAN Pohon atau tree adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk membuat suatu pemodelan. Struktur ini memiliki sifat-sifat atau ciri-ciri khusus, dan biasanya digunakan untuk menggambarkan hubungan yang bersifat hirarkis antara elemen-elemen yang ada. Contoh paling sederhana yang bisa dilihat dalam kehidupan sehari-hari adalah struktur organisasi dari suatu perusahaan serta pada silsilah keluarga. Secara sederhana pohon dapat didefinisikan sebagai kumpulan elemen yang salah satu elemennya disebut dengan akar (root), dan sisa elemen yang lain (yang disebut simpul) terpecah menjadi sejumlah himpunan yang saling tidak berhubungan satu sama lain, yang disebut dengan subpohon (subtree), atau juga disebut dengan cabang. Jika dilihat pada setiap subpohon, maka subpohon ini pun mempunyai akar dan subpohonnya masingmasing. Dengan demikian pohon ini merupakan salah satu contoh dari bentukrekursif. Untuk lebih jelasnya dapat diperhatikan gambar berikut. Contoh: 100 2 2 5 5 50 25

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Representasi pengetahuan adalah pemberian pengetahuan kepada komputer yang nantinya digunakan untuk memecahkan permasalahan dengan cara memberikan informasi dari sifat-sifat penting sebuah masalah. Representasi pengetahuan berdasarkan kategorinya dapat dibedakan menjadi 4 kategori. Kategori-kategori tersebut adalah : Representasi Logika Representasi Pengetahuan Representasi Network Representasi Terstruktur

Ada berbagai metode representasi pengetahuan yang biasa digunakan yaitu : o metode kalkulus predikat, o pohon(tree) o bingkai (frame) o jaringan semantik (semantic Network), o Logika o script o metode kaidah produksi dan representasi logika Karakteristik representasi pengetahuan : o Dapat diprogram dengan bahasa komputer dan disimpan dalam memori o Fakta dan pengetahuan lain yang terkandung didalamnya dapat digunakan untuk melakukan penalaran

Pohon atau tree adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk membuat suatu pemodelan. Secara sederhana pohon dapat didefinisikan sebagai kumpulan elemen yang salah satu elemennya disebut dengan akar (root), dan sisa elemen yang lain (yang disebut simpul) terpecah menjadi sejumlah himpunan yang saling tidak berhubungan satu sama lain, yang disebut dengan subpohon (subtree), atau juga disebut dengan cabang.