Anda di halaman 1dari 6

BAB III PERANCANGAN SISTEM

3.1

Diagram Blok Sistem Untuk menjelaskan rancang bangun alat pengendali lampu otomatis dengan control

keberadaan manusia dan cahaya berbasis mikrokontroler AVR ATMega 8535, terlebih dahulu digambarkan secara umum dalam gambar diagram blok sistem kerja seperti gambar 3.1.

Gambar 3.1. Diagram Blok Sistem Kerja

Dari diagram blok pada gambar terlihat bahwa alat yang akan dirancang terdiri dari beberapa bagian: Sensor PIR memungkinkan untuk mengindera suatu gerak, biasanya digunakan untuk mendeteksi apakah manusia telah berpindah kedalam atau keluar dari jangkauan sensor. Sensor LDR berfungsi untuk mendeteksi cahaya yang ada. Mikrokontroler berfungsi sebagai pusat pengolahan data dari sensor.

Relay digunakan untuk mengkondisikan mikrokontroler agar dapat menyalakan dan memadamkan lampu. 3.1.1 Sensor PIR Komponen utama yang digunakan pada rangkaian sensor PIR ini adalah sebuah sensor AMN12111. Sensor PIR ini merupakan sensor terkecil yang telah dilengkapi dengan output digital. Sensor PIR ini memiliki kelebihan dapat langsung dihubungkan ke mikrokontroler atau driver aktuator lainnya. PIR sensor gerakan modul (Passive Infra Red) AMN12111 memiliki sensitivitas yang sangat sensitif terhadap perubahan gerak di sekitarnya. Sensor ini mampu

mendeteksi aktifitas manusia di dalam ruangan sebesar 8x6 meter persegi, dengan catu daya 9 V DC. sensor PIR dapat mendeteksi suhu tubuh manusia minimal 34 derajat Celcius dan panjang gelombang manusia berkisar antara 9 sampai 10 mikrometer di depan sensor. Dari penjelasan ini dapat disimpulkan bahwa sensor PIR hanya bekerja baik pada manusia. Rangkaian sensor PIR berfungsi untuk mendeteksi perubahan suhu tubuh manusia atau mendeteksi suatu gerak dan lampu akan menyala secara otomatis jika sensor PIR mendeteksi adanya perubahan suhu tubuh manusia dan sebaliknya lampu akan mati secara otomatis bila sensor PIR tidak mendeteksi adanya perubahan suhu tubuh manusia.

Gambar 3.1. Blok Diagram Sensor PIR (Sumber : http://maxup01.blogspot.com/2011/12/cara-kerja-sensor-pir.html)

Pancaran inframerah dari tubuh manusia difokuskan oleh lensa Fresnel kemudian disaring oleh penyaring sinar inframerah. Sinar inframerah tersebut akan membangkitkan tegangan. Tegangan yang dibangkitkan oleh pyroelectric sensor ini dikuatkan oleh suatu amplifier. Output dari amplifier ini kemudian akan dibandingkan dengan tegangan pemicu.

3.1.2 Sensor Cahaya Pada Blok rangkaian sensor cahaya, sensor yang digunakan adalah LDR yang dapat mengaktifkan rangkaian saklar otomatis sebagai Sensing Elemen nya. Rangkaian ini menggunakan penstabil tegangan agar 12 V DC dapat dipertahankan dalam keadaan stabil.

Gambar Rangkaian Sensor Cahaya Dengan LDR (Sumber : http://edukasielektro.blogspot.com/2013/01/rangkaian-kontrol-saklar-lampuotomatis.html)

LDR sebagai sensor cahaya ini apabila terkena cahaya maka lampu akan mati dan apabila tidak terkena cahaya, maka lampu akan nyala. Secara garis besar dalam pengoperasiannya

rangkaian sensor cahaya terdiri dari 6 Blok : Blok catu daya, Converter AC to DC, Penstabil Tegangan, Blok Input, Blok Saklar otomatis, dan Output. Batas cahaya yang digunakan untuk mengaktifkan saklar elektronik pada

rangkaian Lampu Otomatis ini dapat di set melalui potensiometer P1. Seting P1 pada dasarnya adalah seting sensitifitas penerimaan cahaya. Rangkaian Lampu Otomatis ini menggunakan LDR sebagai sensor cahaya dan sebuah IC 741 sebagai komparator tegangan sensor dan referensi, transistor Q1 sebagai driver relay sebagai saklar elektronik.

3.1.3 Rangkaian Minimum Sistem Rangkaian mikrokontroller merupakan pusat pengendalian dari bagianinput dan keluaran serta pengolahan data. Pada sistem ini digunakan mikrokontroller jenis ATmega8535 yang memiliki spesifikasi sebagaiberikut: a. b. c. d. Kristal 8 MHz, yang berfungsi sebagai pembangkit clock. Kapasitor 22 pF pada pin XTAL1 dan XTAL2. Resistor 10 k dan kapasitor 10 nF pada pin reset. Port masukan dan keluaran yang digunakan yaitu : PortA.0 PortA.7 digunakan sebagai input mikrokontroller yang dihubungkanke sensor. Port ini merupakan pin masukan ADC. PortB.4 PortB.7 digunakan sebagai data input ke LCD. Skema rangkaian sistem minimum mikrokontroller dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 3.5.Rangkaian Minimum ATMega8535

Gambar 3.6. Rangkaian SistemAlat Pengukur Suhu Tubuh Dengan Tampilan Digital Dan Keluaran Suara Berbasis Mikrokontroller At Mega 8535 Mikrokontroler disini berfungsi sebagai pengendali dari alat ini, dimana pada mikrokontroler tersebut telah diisi program yang nantinya berfungsi untuk menjalankan alat yang dibantu oleh sensor PIR dan sensor LDR.

3.1.4 Relay Di dalam rangkaian lampu otomatis terdapat saklar transistor yang di pakai untuk mengontrol suatu perangkat yang berdaya tinggi. Perangkat tersebut memerlukan daya arus yang lebih besar atau tegangan yang lebih tinggi daripada saklar transistor yang ada dalam rangkaian. Tak hanya memakai daya yang lebih besar, tetapi juga dapat memakai saklar arus ac yang bekerja di luar kemampuan transistor, sehingga harus memakai sebuah relay. Rangkaian lampu otomatis ini adalah aplikasi yang di pakai sebagai sensor gerak dan sensor cahaya. Transistor yang ada didalam skema di pakai untuk mengindera suatu gerak dan cahaya, di mana pada waktu intensitas cahaya rendah maka akan menimbulkan bias maju pada

transistor untuk mengaktifkan relay. Pada waktu intensitas cahaya yang diterima tinggi, maka tak akan memberikan bias ke transistor sehingga relay tidak memperoleh energi sehingga ada pada keadaan off. Relay dalam rangkaian otomatis berperan sebagai saklar yang menyambungkan dan memutuskan aliran listrik dari suatu rangkaian daya yang terpisah dengan memakai kontak yang terbuka. Saat arus mengalir melalui kumparan relay, kontak relay normal yang terbuka akan tertutup. Rangkaian lampu otomatis ini di lengkapi dengan dioda yang di pasang dengan cara reserve terhadap sumber tegangan. Tujuannya yaitu untuk menghindari terjadinya arus balik dari kumparan induksi relay pada waktu terjadi perubahan keadaan pada relay. Rangkaian lampu otomatis ini juga di lengkapi dengan resistor yang berperan untuk mengatur tingkat sensitifitas gerak dan cahaya pada transistor. Pada prinsipnya resistor berperan dalam mengatur waktu menyala atau padamnya lampu penerangan yang di kendalikan.