Anda di halaman 1dari 59

pengertian Ekonomi Publik

Ekonomi Publik merupakan cabang Ilmu Ekonomi yang menelaah masalah-masalah ekonomi publik (publik dapat diartikan masyarakat, pemerintah atau negara) seperti kebijakan subsidi atau perpajakan, regulasi atau deregulasi, nasionalisasi atau privatisasi, sistem jaminan sosial, ketahanan pangan, kebijakan teknologi, pertahanan dan keamanan, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Ekonomi publik juga disebut dengan finansial publik. Wikipedia menyebutkan bahwa financial publik mempelajari rancangan dari pajak pemerintah dan kebijakan pengeluaran dan efek ekonomi dari kebijakan-kebijakan tersebut (contohnya, program asuransi sosial).Montesqieu, seorang ahli tata Negara, menyebutkan bahwa kekuasaan negara dapat dipisahkan menjadi kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Kekuasaan eksekutif yang dipegang oleh pemerintah yaitu presiden dan para pembantunya, pada umumnya paling berpengaruh terhadap suatu perekonomian. Hal ini karena eksekutif paling banyak bersinggungan secara langsung dengan aktivitas ekonomi melalui pembelanjaan dan kebijakan ekonominya. Peran Pemerintah dalam Ekonomi Pemerintah sebagai pelaku (yang umumnya mendominasi, terutama pada ekonomi di Negara berkembang) memiliki peran sebagai berikut: * menetapkan kerangka hukum (legal framework) yang melandasi suatu perekonomian; * mengatur/meregulasi perekonomian dengan alat subsidi dan pajak; * memproduksi komoditas tertentu dan menyediakan berbagai fasilitas seperti kredit, penjaminan simpanan, dan asuransi; * membeli komoditas tertentu termasuk yang dihasilkan oleh perusahaan swasta, misalnya persenjataan; * meredistribusikan (membagi ulang) pendapatan dari suatu kelompok ke kelompok lainnya, dan * menyelenggarakan sistem jaminan sosial, misalnya memelihara anak-anak terlantar, menyantuni fakir miskin, dan sebagainya. Beberapa Landasan Ekonomi Publik Timbulnya disiplin ilmu ekonomi publik didasarkan beberapa landasan pikir sebagai berikut: 1. Masalah kunci dalam perekonomian adalah masalah mikroekonomi, yaitu menyangkut distribusi produksi, dan alokasi konsumsi serta masalah makroekonomi yaitu menyangkut pengangguran, inflasi, kapasitas produksi, serta pertumbuhan ekonomi. 2. Sistem Perekonomian suatu negara berkaitan dengan siapa pelaku ekonomi (pemerintah atau bukan) serta bagaimana keputusan ekonomi diambil. Apakah melalui perencanaan terpusat atau mekanisme harga. 3. Pandangan-pandangan tentang peran pemerintah dalam perekonomian dewasa ini semakin konvergen (cenderung mendekat satu terhadap yang lain). Secara umum saat ini diakui swasta bahwa harus mengambil peran utama dalam pasar. Namun bila terjadi kegagalan pasar dan pemerintah berpotensi dapat memperbaiki kegagalan tersebut, maka sudah sepatutnya pemerintah memperbaiki kegagalan tersebut sepanjang diyakini mampu mengatasinya. 4. Pendekatan ilmiah menjamin kesimpulan yang ditarik dari suatu analisis yang bersifat sahih. Sedangkan kita tahu bahwa analisis sektor publik terdiri dari empat tahap, yakni deskripsi kegiatan pemerintah dalam perekonomian, telaahan konsekuensi dari penerapan kebijakan tersebut, tinjauan atas kriteria keberhasilan keputusan publik, dan evaluasi atas proses politik yang mengarah pada pengambilan keputusan tentang kebijakan publik.

EKONOMI SEKTOR PUBLIK SOAL! 1.Sebutkan definisi/ konsep & prinsip Ekonomi Sektor Publik? 2. Apa perbedaan antara sektor publik dengan privat? 3.Apakah fungsi dari sektor publik? 4.Apakah perbedaan antara sektor publik dengan BUMN? Oleh: Ana Jauharul Islam JAWABAN 1. Definisi/ konsep & prinsip Ekonomi Sektor Publik Istilah "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.( http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi, Diakses 26 Februari 2011) Istilah sektor publik memiliki pengertian yang bermacam-macam. Hal tersebut merupakan konsekuensi dari luasnya wilayah publik, sehingga setiap disiplin ilmu memiliki cara pandang dan definisi yang berbeda-beda. Dari sudut pandang ilmu ekonomi, sektor publik dapat dipahami sebagai suatu entitas yang aktivitasnya berhubungan dengan usaha untuk menghasilkan barang dan pelayanan publik dalam rangka memenuhi kebutuhan dan hak publik (Mardiasmo, 2004:2). Ilmu Ekonomi Publik adalah cabang Ilmu Ekonomi yang menelaah masalah-masalah ekonomi khalayak ramai (publik/masyarakat, pemerintah/negara) seperti kebijakan subsidi/pajak, regulasi/ deregulasi, nasionalisasi/privatisasi, sistem jaminan sosial, ketahan-an pangan, kebijakan teknologi, pertahanan dan keamanan, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. (http://massofa.wordpress.com/2008/12/21/materi-pokok-ekonomi-publik/Diakses 26 Februari 2011). Jadi dari beberapa pendapat diatas dapat diambil sebuah kesimpulan: ekonomi Masyarakat (atau ekonomi sektor publik) adalah studi tentang ekonomi isu tentang sektor publik (termasuk pemerintah) dan antarmuka dengan sektor swasta (termasuk rumah tangga, bisnis, dan pasar) dalam ekonomi campuran . Ini telah digambarkan sebagai campuran dari dua bidang yang lebih tua, (diterapkan) keuangan publik dan kesejahteraan ekonomi , masing-masing merayap ke arah keburukan, untuk kepentingan keduanya. (Peter J. Hammond, 1990., 42(1), p, 6. [Pp. "Kemajuan Teoritis Ekonomi Publik: Sebuah Penilaian provokatif," Oxford Makalah Ekonomi, 42 (1), p, 6. [Pp. 6-33.]. Beberapa Landasan Ekonomi Publik: Masalah kunci perekonomian adalah masalah mikro (distribusi produksi, alokasi konsumsi) dan masalah makro (pengangguran, inflasi, kapasitas produksi, pertumbuhan). Sistem Perekonomian berkaitan dengan siapa (pemerintah atau bukan) atau bagaimana keputusan ekonomi diambil (melalui perencanaan terpusat atau mekanisme harga). (http://www.docstoc.com/docs/48088467/ekonomi-publick di akses 28 Februari 2011). 2. Perbedaan antara sektor publik dengan privat Beberapa tugas dan fungsi sektor publik sebenarnya dapat juga dilakukan oleh sektor swasta, misalnya tugas untuk mengahsilkan beberapa jenis pelayanan publik, seperti layanan komunikasi, penarikan pajak, pendidikan, transportasi publik, dan sebagainya. Namun, untuk tugas tertentu keberadaan sektor publik tidak dapat digantikan oleh

sektor swasta, misalnya fungsi birokrasi pemerintahan. Perbedaan sifat dan karakteristik sektor publik dengan sektor swasta dapat dilihat dengan membandingkan beberapa hal, yaitu: tujuan organisasi, sumber pembiayaan, pola pertanggungjawaban, struktur organisasi, karakteristik anggaran, stakeholder yang dipengaruhi, dan sistem akuntansi yang digunakan. Tujuan organisasi Dilihat dari tujuannya, organisasi sektor publik berbeda dengan sektor swasta. Perbedaan menonjol terletak pada tujuan memperoleh laba. Pada sektor swasta terdapat tujuan untuk memaksimumkan laba (profit motive), sedangkan pada sektor publik adalah pemberian pelayanan publik, dan penyediaan pelayanan publik. Tetapi meskipun tujuan utama sektor publik adalah pemberian pelayanan publik, tidak berarti organisasi sektor publik sama sekali tidak memiliki tujuan yang bersifat finansial. Organisasi sektor publik juga memiliki tujuan finansial, akan tetapi hal tersebut berbeda baik secara filosofis, konseptual, dan operasionalnya dengan tujuan profitabilitas sektor swasta. Sumber pembiayaan erbedaan sektor publik dengan sektor swasta dapat dilihat dari sumber pendanaan organisasi atau dalam istilah manajemen keuangan disebut struktur modal atau sumber pembiayaan. Sumber pembiayaan sektor publik berbeda dengan sektor swasta dalam hal bentuk, jenis dan tingkat risiko. Pada sektor publik sumber pendanaan berasal dari pajak dan retribusi, charging for service, laba perusahaan milik negara, pinjaman pemerintah berupa utang luar negeri dan obligasi pemerintah, dan pendapatan lain-lain yang sah dan tidak bertentangan dengan peraturan perundangan yang ditetapkan. Sedangkan untuk sektor swasta sumber pembiayaan dipisahkan menjadi dua yaitu internal dan eksternal. Sumber pembiayaan internal terdiri atas bagian laba yang diinvestasikan kembali ke perusahaan (retained earnings) dan modal pemilik. Sumber pembiayaan eksternal misalnya utang bank, penerbitan obligasi, dan penerbitan saham baru untuk mendapatkan dana dari publik. Pola pertanggungjawaban Manajemen pada sektor swasta bertanggungjawab kepada pemilik perusahaan (pemegang saham) dan kreditor atas dana yang diberikan. Pada sektor publik manajemen bertanggung jawab kepada masyarakat karena sumber dana yang digunakan organisasi sektor publik dalam rangka pemberian pelayanan publik berasal dari masyarakat (public funds). Pola pertanggungjawaban di sektor publik bersifat vertikal dan horisontal. Pertanggungjawaban vertikal (vertical accountability) adalah pertanggungjawaban atas pengelolaan dana kepada ototritas yang lebih tinggi, misalnya pertanggungjawaban atas pengelolaan dana kepada pemerintah pusat. Pertanggungjawaban horisontal (horisontal accountability) adalah pertanggungjawaban kepada masyarakat luas. Struktur organisasi Secara kelembagaan, organisasi sektor publik juga berbeda dengan sektor swasta. Struktur organisasi pada sektor publik bersifat birokratis, kaku, dan hirarkis, sedangkan struktur organisasi pada sektor swasta lebih fleksibel. Salah satu faktor utama yang membedakan sektor publik dengan sektor swasta adalah adanya pengaruh politik yang sangat tinggi pada organisasi sektor publik. Tipologi pemimpin, termasuk pilihan dan orientasi kebijakan politik, akan sangat berpengaruh terhadap pilihan struktur birokrasi pada sektor publik. Sektor publik memiliki fungsi yang lebih kompleks dibandingkan dengan sektor swasta. Kompleksitas organisasi akan berpengaruh terhadap struktur organisasi. Karakteristik anggaran dan stakeholder ika dilihat dari karakteristik anggaran, pada sektor publik rencana anggaran dipublkasikan kepada masyarakat secara terbuka untuk dikritisi dan didiskusikan.

Anggaran bukan sebagai rahasia negara. Sementara itu, anggaran pada sektor swasta bersifat tertutup bagi publik karena anggaran merupakan rahasia perusahaan. Dari sisi stakeholder, pada sektor publik stakeholder dibagi menjadi dua yaitu internal dan eksternal, pada stakeholder internal antara lain adalah lembaga negara (kabinet, MPR, DPR, dan sebagainya), Kelompok politik (partai politik), manajer publik (gubernur BUMN, BUMD), pegawai pemerintah. Stakeholder eksternal pada sektor publik seperti masyarakat pengguna jasa publik, masyarakat pembayar pajak, perusahaan dan organisasi sosial ekonomi yang menggunakan pelayanan publik sebagai input atas aktivitas organisasi, Bank sebagai kreditor pemerintah, Badan-badan internasional (IMF, ADB, PBB, dan sebagainya), investor asing, dan generasi yang akan datang. Pada sektor swasta, stakeholder internal terdiri dari manajemen, karyawan, dan pemegang saham. Sedangkan stakeholder eksternal terdiri dari bank, serikat buruh, pemerintah, pemasok, distributor, pelanggan, masyarakat, serikat dagang dan pasar modal. (http://dessyanggraini.wordpress.com/2010/03/02/karakteristik-dan-lingkungan-sektorpublik/Diakses 26 Februari 2011). 3. Fungsi dari sektor publik Sektor Publik memiliki peranan yang sangat penting yaitu: Untuk mengkondusifkan sektor ekonomi Untuk memfasilitasi pertumbuhan dan daya saing industri dan Sektor Swasta; Untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja dan Untuk meningkatkan kualitas hidup Warga negara (http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.mampu.gov.m y/mampu/pdf/ISPlan/ispdoc/B-5-Role%2520of%2520Public%2520Sector.pdf, Diakses 27 februari 2011)

4. Perbedaan antara sektor publik dengan BUMN Karakteristik sektor publik adalah sebagai berikut : Menyediakan sebuah kerangka kerja/ sistem yang legal, yang diperlukan untuk membawa perekonomian ke fungsinya semula. Memproduksi barang dan jasa, yang berguna untuk pertahanan, pendidikan, keamanan, perhubungan, dan sebagainya. Mempengaruhi apa yang diproduksi oleh sektor privat (swasta), melalui subsidi, pajak, kredit dan peraturan (undang-undang). Membeli barang dan jasa dari sektor privat dan kemudian menyalurkannya ke perusahaan dan rumah tangga. Melakukan redistribusi pendapatan. (http://CARI ILMU ONLINE BORNEO.htm, diakses 27 februari 2011) Badan Usaha Milik Negara adalah badan usaha yang sebagian atau seluruh kepemilikannya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia. BUMN dapat pula berupa perusahaan nirlaba yang bertujuan untuk menyediakan barang atau jasa bagi masyarakat. (http://id.wikipedia.org/wiki/Badan_Usaha_Milik_Negara Diakses 27 Februari 2011) `Karakteristik BUMN adalah sebagai berikut: Pemerintah memegang hak atas segala kekayaan dan usaha Pemerintah berkedudukan sebagai pemegang saham dalam pemodalan perusahaan Pemerintah memiliki wewenang dan kekuasaan dalam menetapkan kebijakan perusahaan Pengawasan dilakukan alat pelengkap negara yang berwenang Melayani kepentingan umum, selain mencari keuntungan

Sebagai stabillisator perekonomian dalam rangka menyejahterakan rakyat Sebagai sumber pemasukan Negara Seluruh atau sebagian besar modalnya milik Negara Modalnya dapat berupa saham atau obligasi bagi perusahaan yang go public Dapat menghimpun dana dari pihak lain, baik berupa bank maupun nonbank Direksi bertanggung jawab penuh atas BUMN, dan mewakili BUMN di pengadilan. (http://lowongankerjas.com/lowongan-kerja-bumn/, diakses 24 februari 2011)
Diposkan oleh Ana Jauharul Islam di Senin, April 18, 2011

PENGERTIAN,PERANAN, DAN FUNGSI EKONOMI SEKTOR PUBLIK


a) Pengertian Ekonomi Sektor Publik Istilah ekonomi berasal dari bahasa yunani yang berarti keluarga,rumah tangga dan Nomos berarti Peraturan,aturan,hukum.dan secara garis besar diartikan sebagai Aturan/Peraturan Rumah Tangga atau Manajemen Rumah. Istilah ekonomi sector public itu sendiri juga bermacam-macam.hal tersebut dilihat dari luasnya wilayah public,sehingga setiap disiplin ilmu memiliki cara pandang dan definisi yang berbedabeda.dari sudut pandang ekonomi itu sendiri ekonomi sector publicdiartikan sebagai suatu entitas yang aktivitasnya berhubungan denngan usaha untuk menghasilkan barang dan pelayanan public dalam rangka memenuhi kebutuhan dan hak public yang terbatas. Ekonomi sektor publik berkaitan dengan membenarkan keberadaan pemerintah dan menjelaskan bagaimana mereka dapat mempengaruhi kegiatan ekonomi Dari setiap pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa Ekonomi Sektor Publik adalah studi tentang isu ekonomi yang terjadi pada sector public(termasuk pemerintahan) dan antar muka dengan sector swasta dalam ekonomi campuran.serta sektor publik ekonomi telah berkaitan dengan studi tentang bagaimana pemerintah dapat menangani kegagalan pasar untuk mencapai hasil yang efisien. Contoh aktivitas sektor publik dari kisaran memberikan jaminan sosial, administrasi perencanaan kota dan mengorganisir pertahanan nasional. b) Peranan Ekonomi Sektor Publik :

Peran dan ruang lingkup sektor publik dan sektor negara sering perbedaan terbesar mengenai posisi ekonomi filsafat politik sosialis, liberal dan libertarian. Secara umum, kaum sosialis mendukung sektor negara besar yang terdiri dari proyek-proyek negara dan perusahaan, setidaknya di ketinggian memerintah atau sektor fundamental ekonomi (meskipun beberapa sosialis mendukung sektor koperasi besar sebagai gantinya). Demokrat sosial cenderung mendukung sektor menengah publik yang terbatas pada penyediaan program universal dan pelayanan publik.Adapun peran yang diberikan oleh ekonomi sector public,yaitu : Untuk mengkondusifkan sector ekonomi Untuk memfasilitasi pertumbuhan dan daya saing industry dan sector swasta Untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja,serta Untuk meningkatkan kualitas hidup warga Negara

Menyediakan sebuah kerangka/lapangan pekerjaan berbasis system legal yang diperlukan untuk membawa perekonomian ke fungsinya semula Memproduksi barang dan jasa yang berguna untuk pertahanan,pendidikan,keamanaan,perhubungan,dsb Membeli baranng dan jasa dari sector swasta dan kemudian menyalurkannya ke perusahaan dan rumah tangga Melakukan redistribusi pada pendapatan c) Fungsi Ekonomi Sektor Publik : Untuk mempromosikan Pembangunan Ekonomi Yang Cepat Mencari Google Artikel mengajukan kesenjangan Kritis dalam struktur Industri dan Memberikan dasar infra struktur fasilitas untuk pertumbuhan ekonomi, Memberikan ditempatkan dan infra struktur Fasilitas nilai untuk pertumbuhan Ekonomi. Untuk melakukan kegiatan ekonomi strategis dan penting bagi pertumbuhan negara ini, yang, jika dibiarkan inisiatif swasta, akan mendistorsi tujuan nasional, Untuk melakukan lingkungan kegiatan Ekonomi yang strategis Dan penting * Bagi pertumbuhan Suami Negara, yang, jika dibiarkan inisiatif Swasta, mendistorsi Akan Menyelidiki pendidikan nasional. Untuk mencapai pembangunan daerah yang seimbang dan penyebaran kegiatan ekonomi melalui pertumbuhan dan diversifikasi kegiatan ekonomi di daerah kurang berkembang dengan menyediakan infrastruktur yang memadai dan melakukan program konservasi dan pengembangan sumber daya nasional Untuk mencapai Pembangunan Daerah Yang seimbang Untuk mengurangi perbedaan pendapatan Untuk mengurangi permanent differences pendapatan; Untuk menghindari konsentrasi bubuk ekonomi di beberapa tangan Untuk menghindari konsentrasi bubuk Ekonomi di beberapa Tangan;

Untuk melakukan kontrol sosial dan pengaturan pembiayaan jangka panjang melalui lembaga keuangan publik,dll

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang llmu Ekonomi Publik adalah cabang Ilmu Ekonomi yang menelaah masalah-masalah ekonomi khalayak ramai (publik/masyarakat, pemerintah/negara) seperti kebijakan subsidi/pajak, regulasi/deregulasi, nasionalisasi/privatisasi, sistem jaminan sosial, ketahanan pangan, kebijakan teknologi, pertahanan dan keamanan, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Dalam hal ini mahasiswa yang kritis dan demokratis memiliki peran besar untuk ikut mengetahui maslah masalah ekonomi publik. Tentunnya kita harus mengerti maksud dariekonomi publik dan ruang lingkup ekonomi publik,kegagalan pasar dan lain sebagainya. Dengan demikian tentu kita dapat melihat masalah-masalah ekonomi yang terjadi dalam masyarakat. 1.2 Tujuan Adapun tujuan pembuatan makalah ini antara lain: 1. Memberi pengetahuan tentang Pengertian dan ruang lingkup ekonomi publik 2. Memahami kegagalan pasar dan campur tangan pemerintah 3. Dapat membedakan barang publik dan barang perivat 4. Memahami eksternalitas.

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Ekonomi Publik llmu Ekonomi Publik adalah cabang Ilmu Ekonomi yang menelaah masalah-masalah ekonomi khalayak ramai (publik/masyarakat, pemerintah/negara) seperti kebijakan subsidi/pajak, regulasi/deregulasi, nasionalisasi/privatisasi, sistem jaminan sosial, ketahanan pangan, kebijakan teknologi, pertahanan dan keamanan, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Menurut Montesqieu, kekuasaan negara dapat dipisahkan menjadi kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Dalam prakteknya, kekuasaan eksekutif (pemerintah, yaitu presiden dan para pembantunya) lazimnya paling berpengaruh terhadap suatu perekonomian.Peranan pemerintah dalam perekonomian antara lain : 1. Menetapkan kerangka hukum (legal framework) yang melandasi suatu perekonomian. 2. Mengatur/meregulasi perekonomian dengan alat subsidi dan pajak. 3. Memproduksi komoditas tertentu dan menyediakan berbagai fasilitas seperti kredit, penjaminan simpanan, dan asuransi. 4. Membeli komoditas tertentu termasuk yang dihasilkan oleh perusahaan swasta, misalnya persenjataan. 5. Meredistribusikan (membagi ulang) pendapatan dari suatu kelompok ke kelompok lainnya. 6. Menyelenggarakan sistem jaminan sosial, misalnya memelihara anak-anak terlantar, menyantuni fakir miskin, dan sebagainya. Beberapa Landasan Ekonomi Publik masalah kunci perekonomian adalah masalah mikro (distribusi produksi, alokasi konsumsi) dan masalah makro (pengangguran, inflasi, kapasitas produksi, pertumbuhan). Sistem Perekonomian berkaitan dengan siapa (pemerintah atau bukan) atau bagaimana keputusan ekonomi diambil (melalui perencanaan terpusat atau mekanisme harga). Pandangan-pandangan tentang peran pemerintah dalam perekonomian semakin konvergen (cenderung mendekat satu terhadap yang lain), yakni secara umum swasta harus mengambil peran utama dalam pasar. Namun bila terjadi kegagalan pasar dan pemerintah berpotensi dapat memperbaiki kegagalan tersebut, maka seyogyanya pemerintah memperbaiki kegagalan tersebut sepanjang diyakini bahwa memang mampu.Pendekatan ilmiah menjamin kesimpulan yang ditarik dari suatu analisis bersifat sahih. Analisis sektor publik terdiri dari empat tahap, yakni deskripsi kegiatan pemerintah dalam perekonomian, telaahan konsekuensi dari penerapan kebijakan tersebut, tinjauan atas kriteria keberhasilan keputusan publik, dan evaluasi atas proses politik yang mengarah pada pengambilan keputusan tentang kebijakan publik. Sektor Publik Di Indonesia Jenis Kegiatan Pemerintah antara lain adalah: a. Menyediakan sebuah kerangka kerja/ sistem yang legal, yang diperlukan untuk membawa perekonomian ke fungsinya semula. b. Memproduksi barang dan jasa, yang berguna untuk pertahanan, pendidikan, keamanan, perhubungan, dan sebagainya. c. Mempengaruhi apa yang diproduksi oleh sektor privat (swasta), melalui subsidi, pajak, kredit dan peraturan (undang-undang). d. Membeli barang dan jasa dari sektor privat dan kemudian menyalurkannya ke perusahaan dan rumah tangga. e. Melakukan redistribusi pendapatan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kegiatan pemerintah: a. Adanya perang. b. Peningkatan pendapatan masyarakat.

c. Adanya urbanisasi. d. Perkembangan demokrasi. Ukuran kegiatan pemerintah dapat dilihat dari seberapa besar ukuran sektor publiknya dan suatu indikator yang mudah digunakan yaitu seberapa besar ukuran pengeluaran publik relatif terhadap total perekonomian.Pemerintah meningkatkan pendapatan untuk membayar seluruh pengeluarannya melalui beberapa macam jenis pajak dan apabila terjadi defisit maka defisit tersebut akan dibiayai melalui pinjaman. Adam Smith mengemukakan teori bahwa pemerintah hanya mempunyai tiga fungsi: a. Fungsi pemerintah untuk memelihara keamanan dalam negeri dan pertahanan. b. Fungsi pemerintah untuk menyelenggarakan peradilan. c. Fungsi pemerintah untuk menyediakan barang-barang yang tidak disediakan. Peran pemerintah dalam perekonomian modern terbagi menjadi peran alokasi, peran distribusi dan peran stabilisasi. Efisiensi Pasar Efisiensi Pareto terjadi apabila alokasi dari kekayaan tidak membuat seseorang sejahtera dengan membuat orang lain dirugikan.Terdapat 2 prinsip yang perlu diperhatikan dalam teori fundamental dari ekonomi kesejahteraan: Teori pertama, menjelaskan kepada kita bahwa ekonomi adalah persaingan (dan kondisi yang memuaskan) adalah efisien Pareto, dan Teori kedua mengimplikasikan setiap alokasi efisiensi Pareto dapat dicapai oleh mekanisme pasar yang desentralisasi, efisiensi menurut perspektif pasar tunggal terjadi pada saat marginal benefit sama dengan marginal cost. Analisis Efisiensi Ekonomi Terdapat 3 (tiga) aspek dari Pareto Efficiency : a. Pertama, efisien dalam pertukaran. b. Kedua, efisien dalam produksi. c. Ketiga, efisiensi dalam keseluruhan (overall/mix efficiency). Efisiensi dalam pertukaran adalah suatu pengalokasian sejumlah barang yang tertentu jumlahnya dalam suatu ekonomi pertukaran disebut (pareto) efisien jika, melalui realokasi barang-barang, tidak seorang individupun dapat memperoleh kesejahteraan tanpa mengurangi kesejahteraan individu lainnya.Efisiensi dalam produksi terjadi apabila dalam suatu masyarakat dengan dalam mengalokasikan sumber-sumber produksi jika tidak ada suatu barang yang dapat diproduksi tanpa keharusan mengu-rangi produksi barang lainnya. Efisiensi keseluruhan dalam suatu ekonomi adalah jika tidak seorangpun yang dapat ditingkatkan kesejahteraannya dengan tanpa membuat kesejahteraan yang lainnya berkurang. 2.2 Kegagalan Pasar Hak Milik, Paksaan Kontrak dan Kegagalan Pasar.Pemerintah harus aktif melindungi warga negara dan hak milik, pelaksanaan kontrak, dan mendefinisikan hak milik yang tersedia sebagai dasar bekerjanya semua ekonomi pasar.Terdapat 6 (enam) faktor penyebab kegagalan pasar yaitu: a. Kegagalan dari persaingan (failure of competition). b. Adanya barang publik (public good). c. Eksternalitas. d. Pasar tidak lengkap. e. Kegagalan informasi. Adanya pengangguran, inflasi, dan ketidakseimbangan (unemployment, and other macroeconomic disturbances). Peran Pemerintah Dalam Redistribusi

Salah satu peran penting dari pemerintah adalah kegiatan dalam mengadakan redistribusi pendapatan atau mentransfer pendapatan. Hal ini memberikan koreksi terhadap distribusi pendapatan yang ada di masyarakat.Terdapat dua aspek analisis dari sektor publik yaitu pendekatan normatif yang memfokuskan pada apa yang harus dilakukan pemerintah dan pendekatan positif yang memfokuskan pada penggambaran dan penjelasan secara nyata apa yang dilakukan pemerintah dan konsekuensinya. Efisiensi Dan Kemerataan Efisiensi, Distribusi, dan Pilihan Sosial.Terdapat trade-off antara kemerataan dan efisiensi.Kurva indifferen untuk individu menggambarkan bagaimana mereka membuat trade-off antara barang yang berbeda, kurva kepuasan sosial menggambarkan bagaimana masyarakat membuat trade-off antara tingkat kepuasan dari individu yang berbeda. Fungsi kesejahteraan sosial menyediakan sebuah dasar untuk merangking beberapa alokasi dan sumber daya dan kita memilih alokasi yang menghasilkan tingkat tertinggi dari kesejahteraan masyarakat. Prinsip Pareto mengatakan kita harus memilih alokasi yang paling sedikit dari beberapa individu better off dan tidak seorangpun worse off. Ini berarti bahwa jika beberapa individu kepuasannya meningkat dan tidak seorangpun kepuasannya menurun kesejahteraan sosial meningkat. Menganalisis Pilihan Sosial dan Pilihan Sosial dalam Praktek. Jika proyek tidak Pareto improvement, pendekatan umum yang digunakan adalah menggunakan efek efisiensi dan pemerataan. Jika proyek sebuah proyek mempunyai keuntungan bersih yang positif dan mengurangi ketidakmerataan, maka proyek dijalankan dan sebaliknya. Dan Jika efisiensi menunjukkan keuntungan tetapi kemerataan banyak yang hilang, maka terdapat trade-off secara umum akan diterapkan kebijakan sistem pajak untuk redistribusi pendapatan. Cara yang standar yang dapat dilakukan untuk mengukur keuntungan (benefit) dari beberapa program atau proyek khususnya individu, adalah dalam bentuk willingness to pay Keuntungan sosial diukur oleh tambahan keuntungan yang diterima oleh semua individu. Jumlah yang diperoleh menunjukkan kemauan membayar total dari semua individu di masyarakat. Perbedaan antara kemauan membayar dan biaya total dari proyek dapat disebut sebagai efek efisiensi dari proyek. 2.3 Teori Barang Publik Barang publik terdapat dua bentuk dasar dari kegagalan pasar terkait dengan barang publik: underconsumption dan undersupply. Dalam kasus barang nonrival, exclusion adalah tidak diinginkan karena menghasilkan underconsumption. Tetapi tanpa exclusion, yang mana terdapat masalah undersupply.Keengganan individu berkontribusi secara sukarela untuk menyediakan barang publik akan menimbulkan masalah free rider.Barang publik murni adalah barang publik di mana biaya marginal untuk menyediakannya terhadap tambahan orang adalah nol dan di mana tidak mungkin melarang orang untuk menerima barang. Pertahanan nasional adalah salah satu dari sedikit contoh barang publik murni.Barang publik murni disediakan secara efisien ketika penjumlahan dari tingkat marginal substitusi (atas semua individu) adalah sama dengan transformasi marginal.Kurva permintaan untuk barang publik atau Kurva permintaan kolektif adalah penjumlahan secara vertikal dari permintaan individu yang ada dalam masyarakat. Barang Privat yang disediakan oleh publik jika barang privat bebas tersedia maka akan terjadi overconsumpption. Ketika individu tidak membayar untuk mendapatkan barang, dia akan meminta sampai pada titik di mana keuntungan marginal yang dia terima dari barang tersebut sama dengan nol.Kesejahteraan yang hilang dapat diukur oleh perbedaan individu yang ingin bayar dengan peningkatan output dan biaya produksi meningkat Pemerintah menentukan cara untuk membatasi konsumsi. Metode untuk membatasi konsumsi barang disebut rationing system. Harga menyediakan

satu rationing system. Kedua, cara umum untuk me-rationing barang publik adalah ketentuan yang seragam bagi penawaran barang dalam jumlah yang sama untuk setiap orang. Seperti penyediaan pada tingkat yang seragam untuk bebas pendidikan bagi semua individu meskipun individu ada yang menyukai lebih atau sedikit. Keuntungan utama dari ketentuan publik bagi barang; tidak mengikuti untuk beradaptasi terhadap perbedaan kebutuhan individu dan hasrat seperti dalam pasar privat. Teori Pilihan Publik Mekanisme publik untuk alokasi sumber daya.Tidak seperti pengeluaran dalam barang swasta yang konvensional, yang ditentukan melalui sistem harga, pengeluaran barang publik ditentukan melalui proses politik. Penentuan penyediaan barang publik melalui sistem mayoritas sederhana dapat menimbulkan masalah karena adanya Arrow Paradoks, kecuali pada masyarakat yang sangat homogen di mana preferensi mereka semuanya sama sehingga dapat dilakukan pemilihan secara aklamasi. Alternatif untuk Penentuan Pengeluaran Barang Publik.Teori pengeluaran pemerintah yang di kemukakan oleh Lindahl adalah teori yang sangat berguna untuk membahas penyediaan barang publik yang optimum dan secara bersamaan juga membahas mengenai alokasi pembiayaan barang publik antara anggota masyarakat. Kelemahan teori Lindahl adalah karena teori ini hanya membahas mengenai barang publik tanpa membahas mengenai penyediaan barang swasta yang dihasilkan oleh sektor swasta. Tidak tersedianya gambaran yang cukup dari proses politik. Keluaran dari proses politik. dalam pandangan ini, merefleksikan kekuatan politik dari kelompok kepentingan spesial.Kelompok kepentingan mempunyai power yang ditunjukkan melalui: Biaya yang rendah untuk memilih dan mendapatkan informasi, khususnya untuk pemilih yang mendukung aktivitas mereka. Mereka menyediakan informasi, dan kadang mereka menyediakan transportasi, perawatan anak, dan yang lainnya. Penyuapan baik secara langsung maupun tidak langsung kepada politisi. Pemerintahan yang efektif tergantung pada kualitas pelayanan terhadap masyarakat/publik Produksi Publik Dan Birokrasi Monopoli alamiah: produksi publik barang-barang swasta serta perbandingan efisiensi. pada sektor publik dan swasta.Monopoli alamiah adalah produksi yang dikuasai oleh satu perusahaan. Karena banyaknya output yang diproduksi seiring dengan menurunnya biaya produksi, maka perusahaan pada monopoli alamiah memiliki struktur biaya menurun. Ada beberapa pembatas yang mengakibatkan mengapa perusahaan pemerintah cenderung kurang efisien daripada perusahaan swasta, namun ada beberapa pengecualian yang membuktikan ketidak benar-an pendapat tersebut. Sumber ketidak efisienan pada sektor publik, korporatisasi dan perkembangan konsensus pada peran pemerintah dalam produksi.Alasan inefisiensi pada sektor publik : 1. Perbedaan organisasi : 2. Mendapat subsidi pemerintah, tidak akan bangkrut. 3. Lebih berorientasi politik. 4. Tidak adanya kompetisi. 5. Pembatasan pegawai (pegawai tidak dapat dipecat, gaji lebih rendah). 6. Prosedur pembelian lebih rumit. 7. Pembatasan anggaran. 8. Perbedaan individu 9. Tidak adanya insentif. Tujuan birokrat : memaksimumkan organisasi. Ada beberapa alasan mengapa pada tahap korporatisasi, efisiensi sering tercapai, antara lain adanya kebebasan bertindak, perbedaan usaha, dan dana yang terbatas. Alasan lain, jika tanpa motif

keuntungan, maka pencapaian hasil tidak akan optimal. Para pekerja pada perusahaan pemerintah bekerja lebih baik setelah menjadi perusahaan swasta, karena mendapat pendapatan yang lebih tinggi. Peranan pemerintah dalam produksi merupakan debat yang tiada habisnya. Ada konsensus bahwa pemerintah seharusnya tidak terlibat dalam produksi barang swasta umum. Atau dapatkah tercapai efisiensi dengan cara korporatisasi? Sangat sulit mengukur performa dari sektor publik dan sektor swasta dan sangat tidak mungkin semua produksi dikompetisikan, walaupun sudah ada beberapa yang saat ini mulai terbuka kompetisi, misalnya pada sektor komunikasi, kesehatan dan pendidikan. 2.4 Eksternalitas Dan Lingkungan Pendahuluan Problem Eksternalitas dan Solusi Swasta terhadap Eksternalitas. Ketika transaksi antara pembeli dan penjual secara langsung berdampak pada pihak ketiga, maka dampak itu disebut suatu eksternalitas. Eksternalitas negatif, seperti polusi, menyebabkan kuantitas optimal secara sosial dalam pasar menjadi lebih kecil daripada kuantitas ekuilibrium. Eksternalitas positif, seperti limpahan manfaat dari adanya teknologi, menyebabkan kuantitas optimal secara sosial dalam pasar menjadi lebih besar daripada kuantitas ekuilibrium. Mereka yang terkena eksternalitas kadang-kadang dapat menyelesaikan masalah itu secara privat (tanpa campur tangan pemerintah). Misalnya, ketika suatu bisnis memberikan dampak negatif kepada bisnis lain, maka kedua bisnis itu dapat menginternalisasikan eksternalitas itu dengan cara bergabung (merger). Atau, pihak-pihak yang terlibat dapat menyelesaikan masalah dengan berunding untuk mencapai suatu perjanjian. Menurut teorema Coase, bila orang dapat tawar-menawar tanpa menimbulkan biaya, maka mereka selalu dapat mencapai persetujuan yang menghasilkan alokasi efisien. Namun dalam banyak kasus, kesepakatan di antara banyak pihak sulit tercapai. Dengan demikian teorema Coase tidak dapat diterapkan. Bila pihak-pihak privat tak dapat menangani efek-efek eksternal, seperti polusi, maka sering pemerintah campur tangan. Kadang-kadang pemerintah menghindarkan aktivitas yang secara sosial tidak efisien dengan menerapkan regulasi. Kadang-kadang pemerintah menginternalisasikan eksternalitas dengan pajak Pigovian. Kebijak-an publik lain adalah dengan menerbitkan izin. Misalnya, pemerintah dapat melindungi lingkungan dengan menerbitkan sejumlah terbatas izin polusi. Hasil akhir dari kebijakan ini kira-kira sama dengan hasil yang diperoleh dari penerapan pajak Pigovian pada penghasil polutan.Solusi Publik Terhadap Eksternalitas dan Peraturan Pemerintah untuk Melindungi Lingkungan. Ada beberapa metode bagi pemerintah untuk mengatasi eksternalitas lingkungan: 1. Pajak 2. Subsidi 3. Peraturan pemerintah. Pajak akan dikenakan pemerintah bila perusahaan penyebab polusi memproduksi di atas ambang (Q0). Penerimaan pajak digunakan untuk memberikan kompensasi kepada pihak yang terkena polusi. Keuntungan bagi masyarakat adalah kerugian bagi pengusaha karena berkurangnya produksi dan keuntungan masyarakat karena berkurangnya polusi. Subsidi dapat dilakukan oleh pemerintah dengan mengeluarkan peraturan untuk mengatasi eksternalitas untuk mengurangi polusi dalam jumlah tertentu atau pengenaan hukuman bila melakukan pelanggaran. Kelemahan cara ini untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumbersumber ekonomi adalah justru timbulnya inefisiensi apabila ada dua pabrik atau lebih yang menimbulkan polusi. Peraturan Pemerintah, baik nasional maupun internasional, telah banyak yang dikeluarkan untuk melindungi lingkungan dari eksternalias negatif. Sudah beberapa kesepakatan dan peraturan dibuat untuk melindungi lingkungan regional dan global terhadap polusi. Antara lain terkait hal

penanggulangan polusi udara, air, tanah, hujan asam, sampah beracun serta perlindungan terhadap flora dan fauna yang sudah langka. BAB III PENUTUP 3.1Kesimpulan llmu Ekonomi Publik adalah cabang Ilmu Ekonomi yang menelaah masalah-masalah ekonomi khalayak ramai (publik/masyarakat, pemerintah/negara) seperti kebijakan subsidi/pajak, regulasi/deregulasi, nasionalisasi/privatisasi, sistem jaminan sosial, ketahanan pangan, kebijakan teknologi, pertahanan dan keamanan, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Beberapa Landasan Ekonomi Publik masalah kunci perekonomian adalah masalah mikro (distribusi produksi, alokasi konsumsi) dan masalah makro (pengangguran, inflasi, kapasitas produksi, pertumbuhan). Sistem Perekonomian berkaitan dengan siapa (pemerintah atau bukan) atau bagaimana keputusan ekonomi diambil (melalui perencanaan terpusat atau mekanisme harga). Pandangan-pandangan tentang peran pemerintah dalam perekonomian semakin konvergen (cenderung mendekat satu terhadap yang lain), yakni secara umum swasta harus mengambil peran utama dalam pasar. Ukuran kegiatan pemerintah dapat dilihat dari seberapa besar ukuran sektor publiknya dan suatu indikator yang mudah digunakan yaitu seberapa besar ukuran pengeluaran publik relatif terhadap total perekonomian.Pemerintah meningkatkan pendapatan untuk membayar seluruh pengeluarannya melalui beberapa macam jenis pajak dan apabila terjadi defisit maka defisit tersebut akan dibiayai melalui pinjaman.

POSTED BY IRPAN RAMDANI ON SATURDAY, NOVEMBER 03, 2012 NO COMMENTS

Semakin kompleksnya kegiatan ekonomi dan semakin tingginya keterkaitan dengan aspek-aspek kehidupan lainnya, sangat sulit bagi suatu sistem ekonomi termasuk yang paling liberal sekalipun untuk menolak kehadiran peran negara atau pemerintah dalam perekonomian.

Walaupun mekanisme pasar merupakan cara yang dikehendaki dalam memproduksi dan mengalokasikan barang, akan tetapi, mekanisme pasar sering gagal berfungsi. Kegagalan pasar akan mengurangi hasil ekonomi. Untuk memperbaiki kegagalan tersebut, seringkali menuntut campur tangan pemerintah untuk menjamin adanya efisiensi, pemerataan, dan stabilitas ekonomi.

Sejak Indonesia merdeka sudah terlihat bahwa pemerintah memegang peranan besar dalam perekonomian. Hal tersebut tercantum secara eksplisit dalam UUD 1945 Pasal 33 ayat 2 dan ayat 3. Di dalam pasal tersebut dinyatakan bahwa : Ayat 2: Cabang-cabang produksi yang 15enting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup

orang banyak dikuasai oleh negara. Ayat 3: Sumber air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara, dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Sebagai salah satu pelaku ekonomi, pemerintah memiliki tiga fungsi penting dalam perekonomian, yaitu fungsi alokasi, fungsi distribusi, dan fungsi stabilisasi.

a. Fungsi alokasi
Fungsi alokasiyaitu fungsi pemerintah sebagai penyedia barang dan jasa publik, seperti pembangunan jalan raya, jembatan, penyediaan fasilitas penerangan, dan telepon umum.

b. Fungsi distribusi
Fungsi distribusi yaitu fungsi pemerintah dalam pemerataan atau distribusi pendapatan masyarakat.

c. Fungsi stabilisasi
Fungsi stabilisasi yaitu fungsi pemerintah dalam menciptakan kestabilan ekonomi, sosial politik, hukum, serta pertahanan dan keamanan.

Peningkatan kehidupan ekonomi individu dan anggota masyarakat tidak hanya tergantung pada peranan pasar melalui keberadaan sektor swasta atau Badan Usaha Milik Swasta (BUMS). Peran pemerintah dan mekanisme pasar (interaksi permintaan dan penawaran pasar) merupakan hal yang bersifat komplementer dengan pelaku ekonomi lainnya.

Ada beberapa alasan perlunya peran dan fungsi pemerintah dalam perekonomian, antara lain sebagai berikut: 1. Mekanisme pasar tidak dapat berfungsi tanpa keberadaan hukum yang dibuat pemerintah. Hukum memberikan landasan bagi penerapan aturan main, termasuk pemberian hukuman bagi pelaku ekonomi yang melanggarnya. Hukum hanya dapat ditegakkan dengan undangundang yang dibuat pemerintah. Dengan kata lain, peranan pemerintah menjadi lebih penting karena mekanisme pasar saja tidak bisa menyelesaikan semua persoalan ekonomi, untuk menjamin efisiensi, pemerataan dan stabilitas ekonomi. 2. Pembangunan ekonomi di banyak negara umumnya terjadi akibat campur tangan pemerintah baik secara langsung maupun tidak langsung. Campur tangan pemerintah sangat diperlukan dalam perekonomian untuk mengurangi dampak kegagalan pasar (market failure), seperti kekakuan harga monopoli dan dampak negatif kegiatan usaha swasta seperti pencemaran lingkungan. Seperti telah disebutkan di atas, salah satu fungsi negara atau pemerintah yang terpenting dalam kehidupan ekonomi, terutama berkaitan dengan penyediaan barang-barang dan jasa yang diperlukan masyarakat, dikenal dengan nama kebutuhan publik. Kebutuhan publik meliputi dua macam barang, yaitu barang dan jasa publik dan barang dan jasa privat. 1. Barang dan jasa publik adalah barang dan jasa yang penggunaannya dapat dinikmati bersama-sama dengan orang lain, contohnya jalan raya, fasilitas kesehatan, pendidikan, transportasi, telekomunikasi, air minum, dan penerangan. Dengan pertimbangan skala usaha dan efisiensi negara melakukan kegiatan ekonomi secara langsung sehingga masyarakat lebih cepat dan lebih murah dalam menikmati barang-barang dan jasa tersebut.

2. Barang dan jasa privat adalah barang dan jasa yang produksi dan penggunaannya dapat dipisahkan dari penggunaan orang lain. Contohnya, pembelian minuman, makanan, pakaian akan menyebabkan hak kepemilikan dan penggunaan barang berpindah kepada orang yang membelinya. Barang tersebut umumnya diupayakan sendiri oleh setiap orang. Selain itu, peran penting negara lainnya secara langsung dan tidak langsung di dalam kehidupan ekonomi adalah untuk menghindari dampak eksternalitas, khususnya dampak bagi lingkungan alam dan sosial. Pada umumnya, mekanisme pasar (sektor swasta) tidak dapat mengatasi dampak eksternalitas seperti pencemaran lingkungan, yang timbul karena persaingan antar lembaga ekonomi. Misalnya, sebuah pabrik kecap berada dalam pasar persaingan sempurna. Menurut standar industri yang sehat, pabrik tersebut seharusnya, membangun fasilitas pembuangan limbah, tetapi mereka membuangnya ke sungai. Jika pemerintah tidak mengambil tindakan tegas, antara lain dengan memaksa pabrik tersebut membangun fasilitas pembuangan pabrik, akan semakin banyak penduduk yang menderita akibat polusi limbah pabrik tersebut.

Pustaka Membuka Cakrawala Ekonomi Oleh Imamul Arifin

sumber : http://www.artikelekonomi.net

Peranan Pemerintah Dalam Perekonomian


REP | 24 March 2012 | 18:46 Dibaca: 9910 Komentar: 1 Nihil

Tidak ada satu negarapun di dunia ini yang tidak melibatkan peran pemeritah dalam sistem perekonomiannya. Tidak juga di negara yang menganut sistem kapitalis yang mengkehendaki peran swasta lebih dominan dalam mengelola perekonomiannya. Karena tidak ada satupun negara kapitalis di dunia ini yang menganut sistem kapitalis murni. Menurut Adam Smith, ahli ekonomi kapitalis, mengemukakan teorinya bahwa dalam perekonomian segala sesuatunya akan berjalan sendiri-sendiri menyesuaikan diri menuju kepada keseimbangan menurut mekanisme pasar. Tarik-menarik kekuatan dalam sistem perekonomian itu seperti dikendalikan oleh the invisible hand,sehingga dengan demikian tidak memerlukan begitu banyak campur tangan pemerintah. Maka menurut Adam Smith peranan pemerintah hanya meliputi tiga fungsi saja, yaitu: 1. Memelihara keamanan dan pertahanan dalam negeri

2. Menyelenggarakan peradilan 3. Menyediakan barang-barang yang tidak bisa disediakan oleh swasta Dlam masa sekarang ini, banyaknya perkembangan dan kemajuan akibat semakin majunya teknologi dan banyaknya penemu-penemu baru serta semakin terbukanya perekonomian antar negara, menyebabkan begitu banyak kepentingan yang saling terkait dan berbenturan. Hal ini menyebabkan peran pemerintah semakin dibutuhkan dalam mengatur jalannya sistem perekonomian, karena tidak sepenuhnya semua bidang perekonomian itu dapat ditangani oleh swasta. Dengan demikian dalam sistem perekonomian modern, peranan pemerintah dapat dibagi dalam tiga bagian, yaitu: 1. Peranan alokasi 2. Peranan distribusi 3. Peranan stabilisasi Peranan Alokasi

Peranan alokasi oleh pemerintah ini sangat dibuthkan terutama dalam hal penyediaan barang-barang yang tidak dapat disediakan oleh swasta yaitu barang-barang umum atau disebut jugabarang publik. Karena dalam sistem perekonomian suatu negara, tidak semua barang dapat disediakan oleh swasta dan dapat diperoleh melalui sistem pasar. Dalam hal seperti ini maka pemerintah harus bisa menyediakan apa yang disebut barang publik tadi. Tidak dapat tersedianya barang-barang publik tersebut melalui sistem pasar disebut dengan kegagalan pasar. Hal ini dikarenakan manfaat dari barang tersebut tidak dapat dinikmati hanya oleh yang memiliki sendiri, tapi dapat dimiliki/dinikmati pula oleh yang lain, dengan kata lain, barang tersebut tidak mempunyai sifat pengecualian seperti halnya barang swasta. Contohnya seperti udara bersih, jalan umum, jembatan, dll. Kegiatan dalam mengalokasikan faktor-faktor produksi maupun barangbarang dan atau jasa-jasa untuk memuaskan/memenuhi kebutuhan masyarakat. Jadi kegiatan ini untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan individu maupun kebutuhan masyarakat yang secara efektif tidak dapat dipuaskan oleh mekanisme pasar. Contohnya dalam kegiatan pendidikan, pertahanan dan keamanan, serta keadilan. Peranan Distribusi

Peranan distribusi ini merupaka peranan pemerintah sebagai distribusi pendapatan dan kekayaan. Tidak mudah bagi pemerintah dalam menjalankan peranan ini, karena distribusi ini berkaitan erat dengan dengan masalah keadilan. Sedangkan masalah keadilan sudah ini sudah

terlalu kompleks, sebab keadilan ini merupakan satu masalah yang bisa ditinjau dari berbagai presepsi, bahkan masalah keadilan ini juga tergantung dari pandangan masyarakat terhadap keadilan itu sendiri, karena keadilan itu merupakan masalah yang relatif dan dinamis. Kegiatan dalam mengadakan redistribusi pendapatan atau mentransfer penghasilan ini memberikan koreksi terhadap distribusi penghasilan yang ada dalam masyarakat. Pemerintah dapat merubah distribusi pendapatn masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung misalnya dengan pajak progresif, yaitu membebankan pajak yang relatif lebih besar bagi orang kaya dan rlatif lebih kecil bagi orang misin, disertai subsidi bagi golongan miskin. Secara tidak langsung, bisa melalui kebijaksanaan pengeluaran pemerintah, misalnya:pembangunan perumahan tipe sederhana (RS) dan tipe sangat sederhana (RSS) yang lebih banyak porsinya dibanding rumah mewah, untuk golongan pendapatn tertentu, subsidi untuk pupuk petani, dan lain sebagainya. Peranan Stabilisasi

Kegiatan menstabilisasikan perekonomian yaitu dengan menggabungkan kebijakan-kebijakan moneter dan kebijakan-kebijakan lain seperti kebijakan fiskal dan perdagangan untuk meningkatkan atau mengurangi besarnya permintaan agregat sehingga dapat mempertahankan fullemployment dan menghindari inflasi maupun deflasi. Peranan tabilisasi pemerintah dibutuhkan jika terjadi gangguan dalm menstabilkan perekonomian, seperti: terjadi deflasi, inflasi, penurunan permintaan/penawaran suatu barang, yang nantinya masalah-masalah tersebut akan mengangkibatkan timbulnya masalah yang lain secara berturut-turut, seperti pengangguran, stagflasi, dll. Permasalahannya sekarang ialah bagaimana menyelaraskan seluruh kebijaksanaan yang akan diterapkan jika terjadi suatu masalah, tanpa bertentangan dengan kebijaksanaan yang lain dan tanpa menimbulkan masalah baru. Baik itu kebijaksanaan dalam rangka peranan pemerintah sebagai alat untuk mengalokasikan sumber-sumber ekonomi agar efisien, distribusi pendapatan agar merata dan adil, serta stabilitas ekonomi. Demikian juga halnya kebijaksanaan dibidang-bidang lain. Oleh karenanya dituntut kebijaksanaan yang betul-betul seimbang dari pemerintah demi kesejahteraan masyarakat.

INI UNTUK PENGANTAR TIAP BAB

Materi Pokok Ekonomi Publik


Sahabat Semangat Inspirasi, Kali ini saya akan mengulas mengenai materi-materi pokok Ekonomi Publikyang akan dibahas dalam materi kuliah Ekonomi Publik. tanpa panjang lebar, berikut rigkasan materi ekonomi publik. Pengertian Ekonomi Publik Ilmu Ekonomi Publik adalah cabang Ilmu Ekonomi yang menelaah masalah-masalah ekonomi khalayak ramai (publik/masyarakat, pemerintah/negara) seperti kebijakan subsidi/pajak, regulasi/ deregulasi, nasionalisasi/privatisasi, sistem jaminan sosial, ketahan-an pangan, kebijakan teknologi, pertahanan dan keamanan, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Menurut Montesqieu, kekuasaan negara dapat dipisahkan menjadi kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Dalam prakteknya, kekuasaan eksekutif (pemerintah, yaitu presiden dan para pembantunya) lazimnya paling berpengaruh terhadap suatu perekonomian. Peranan pemerintah dalam perekonomian antara lain a. menetapkan kerangka hukum (legal framework) yang melandasi suatu perekonomian, b. mengatur/meregulasi perekonomian dengan alat subsidi dan pajak, c. memproduksi komoditas tertentu dan menyediakan berbagai fasilitas seperti kredit, penjaminan simpanan, dan asuransi, d. membeli komoditas tertentu termasuk yang dihasilkan oleh perusahaan swasta, misalnya persenjataan, e. meredistribusikan (membagi ulang) pendapatan dari suatu kelompok ke kelompok lainnya, dan f. menyelenggarakan sistem jaminan sosial, misalnya memelihara anak-anak terlantar, menyantuni fakir miskin, dan sebagainya Beberapa Landasan Ekonomi Publik Masalah kunci perekonomian adalah masalah mikro (distribusi produksi, alokasi konsumsi) dan masalah makro (pengangguran, inflasi, kapasitas produksi, pertumbuhan). Sistem Perekonomian berkaitan dengan siapa (pemerintah atau bukan) atau bagaimana keputusan ekonomi diambil (melalui perencanaan terpusat atau mekanisme harga). Pandangan-pandangan tentang peran pemerintah dalam perekonomi-an semakin konvergen (cenderung mendekat satu terhadap yang lain), yakni secara umum swasta harus mengambil peran utama dalam pasar. Namun bila terjadi kegagalan pasar dan pemerintah berpotensi dapat memperbaiki kegagalan tersebut, maka seyogyanya pemerintah memperbaiki kegagalan tersebut sepanjang diyakini bahwa memang mampu. Pendekatan ilmiah menjamin kesimpulan yang ditarik dari suatu analisis bersifat sahih. Analisis sektor publik terdiri dari empat tahap, yakni deskripsi kegiatan pemerintah dalam perekonomian, telaahan konsekuensi dari penerapan kebijakan tersebut, tinjauan atas kriteria keberhasilan keputusan publik, dan evaluasi atas proses politik yang mengarah pada pengambilan keputusan tentang kebijakan publik. SEKTOR PUBLIK DI INDONESIA Jenis Kegiatan Pemerintah Jenis kegiatan pemerintah antara lain adalah: a. Menyediakan sebuah kerangka kerja/ sistem yang legal, yang diperlukan untuk membawa perekonomian ke fungsinya semula. b. Memproduksi barang dan jasa, yang berguna untuk pertahanan, pendidikan, keamanan, perhubungan, dan sebagainya. c. Mempengaruhi apa yang diproduksi oleh sektor privat (swasta), melalui subsidi, pajak, kredit dan peraturan (undang-undang). d. Membeli barang dan jasa dari sektor privat dan kemudian menyalurkannya ke perusahaan dan rumah tangga. e. Melakukan redistribusi pendapatan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kegiatan pemerintah: a. Adanya perang. b. Peningkatan pendapatan masyarakat. c. Adanya urbanisasi. d. Perkembangan demokrasi. Ukuran Kegiatan Pemerintah Ukuran kegiatan pemerintah dapat dilihat dari seberapa besar ukuran sektor publiknya dan suatu indikator yang mudah digunakan yaitu seberapa besar ukuran pengeluaran publik relatif terhadap total perekonomian. Pemerintah meningkatkan pendapatan untuk membayar seluruh pengeluarannya melalui beberapa macam jenis pajak dan apabila terjadi defisit maka defisit tersebut akan dibiayai melalui pinjaman. Adam Smith mengemukakan teori bahwa pemerintah hanya mempunyai tiga fungsi: a. Fungsi pemerintah untuk memelihara keamanan dalam negeri dan pertahanan. b. Fungsi pemerintah untuk menyelenggarakan peradilan. c. Fungsi pemerintah untuk menyediakan barang-barang yang tidak disediakan. Peran pemerintah dalam perekonomian modern terbagi menjadi peran alokasi, peran distribusi dan peran stabilisasi. Kegagalan pemerintah dikarenakan beberapa faktor yang mengakibatkan peningkatan kesejahteraan masyarakat menuju kondisi Pareto optimal tidak dapat tercapai. EFISIENSI PASAR Efisiensi Pareto Efisiensi Pareto terjadi apabila alokasi dari kekayaan tidak membuat seseorang sejahtera dengan membuat orang lain dirugikan Terdapat 2 prinsip yang perlu diperhatikan dalam teori fundamental dari ekonomi kesejahteraan: teori pertama, menjelaskan kepada kita bahwa ekonomi adalah persaingan (dan kondisi yang memuaskan) adalah efisien Pareto, dan teori kedua mengimplikasikan setiap alokasi efisiensi Pareto dapat dicapai oleh mekanisme pasar yang desentralisasi Efisiensi menurut perspektif pasar tunggal terjadi pada saat marginal benefit sama dengan marginal cost. Analisis Efisiensi Ekonomi Terdapat 3 (tiga) aspek dari Pareto Efficiency. Pertama, efisien dalam pertukaran. Kedua, efisien dalam produksi. Ketiga, efisiensi dalam keseluruhan (overall/mix efficiency). Efisiensi dalam pertukaran adalah suatu pengalokasian sejumlah barang yang tertentu jumlahnya dalam suatu ekonomi pertukaran disebut (pareto) efisien jika, melalui realokasi barang-barang, tidak seorang individupun dapat memperoleh kesejahteraan tanpa mengurangi kesejahteraan individu lainnya. Efisiensi dalam produksi terjadi apabila dalam suatu masyarakat dengan dalam mengalokasikan sumber-sumber produksi jika tidak ada suatu barang yang dapat diproduksi tanpa keharusan mengurangi produksi barang lainnya. Efisiensi keseluruhan dalam suatu ekonomi adalah jika tidak seorangpun yang dapat ditingkatkan kesejahteraannya dengan tanpa membuat kesejahteraan yang lainnya berkurang. KEGAGALAN PASAR Hak Milik, Paksaan Kontrak dan Kegagalan Pasar Pemerintah harus aktif melindungi warga negara dan hak milik, pelaksanaan kontrak, dan mendefinisikan hak milik yang tersedia sebagai dasar bekerjanya semua ekonomi pasar. Terdapat 6 (enam) faktor penyebab kegagalan pasar yaitu: a. Kegagalan dari persaingan (failure of competition). b. Adanya barang publik (public good). c. Eksternalitas. d. Pasar tidak lengkap. e. Kegagalan informasi.

f. Adanya pengangguran, inflasi, dan ketidakseimbangan (unemployment, and other macroeconomic disturbances). Peran Pemerintah dalam Redistribusi Salah satu peran penting dari pemerintah adalah kegiatan dalam mengadakan redistribusi pendapatan atau mentransfer pendapatan. Hal ini memberikan koreksi terhadap distribusi pendapatan yang ada di masyarakat. Terdapat dua aspek analisis dari sektor publik yaitu pendekatan normatif yang memfokuskan pada apa yang harus dilakukan pemerintah dan pendekatan positif yang memfokuskan pada penggambaran dan penjelasan secara nyata apa yang dilakukan pemerintah dan konsekuensinya. EFISIENSI DAN KEMERATAAN Efisiensi, Distribusi, dan Pilihan Sosial Terdapat trade-off antara kemerataan dan efisiensi. Kurva indifferen untuk individu menggambarkan bagaimana mereka membuat trade-off antara barang yang berbeda, kurva kepuasan sosial menggambarkan bagaimana masyarakat membuat trade-off antara tingkat kepuasan dari individu yang berbeda. Fungsi kesejahteraan sosial menyediakan sebuah dasar untuk merangking beberapa alokasi dan sumber daya dan kita memilih alokasi yang menghasilkan tingkat tertinggi dari kesejahteraan masyarakat. Prinsip Pareto mengatakan kita harus memilih alokasi yang paling sedikit dari beberapa individu better off dan tidak seorangpun worse off. Ini berarti bahwa jika beberapa individu kepuasannya meningkat dan tidak seorangpun kepuasannya menurun kesejahteraan sosial meningkat. Menganalisis Pilihan Sosial dan Pilihan Sosial dalam Praktek Jika proyek tidak Pareto improvement, pendekatan umum yang digunakan adalah menggunakan efek efisiensi dan pemerataan. Jika proyek sebuah proyek mempunyai keuntungan bersih yang positif dan mengurangi ketidakmerataan, maka proyek dijalankan dan sebaliknya. Dan Jika efisiensi menunjukkan keuntungan tetapi kemerataan banyak yang hilang, maka terdapat trade-off secara umum akan diterapkan kebijakan sistem pajak untuk redistribusi pendapatan. Cara yang standar yang dapat dilakukan untuk mengukur keuntungan (benefit) dari beberapa program atau proyek khususnya individu, adalah dalam bentuk willingness to pay. Keuntungan sosial diukur oleh tambahan keuntungan yang diterima oleh semua individu. Jumlah yang diperoleh menunjukkan kemauan membayar total dari semua individu di masyarakat. Perbedaan antara kemauan membayar dan biaya total dari proyek dapat disebut sebagai efek efisiensi dari proyek. TEORI BARANG PUBLIK Barang Publik dan Syarat Efisiensi untuk Barang Publik Terdapat dua bentuk dasar dari kegagalan pasar terkait dengan barang publik: underconsumption dan undersupply. Dalam kasus barang nonrival, exclusion adalah tidak diinginkan karena menghasilkan underconsumption. Tetapi tanpa exclusion, yang mana terdapat masalah undersupply. Keengganan individu berkontribusi secara sukarela untuk menyediakan barang publik akan menimbulkan masalah free rider. Barang publik murni adalah barang publik di mana biaya marginal untuk menyediakannya terhadap tambahan orang adalah nol dan di mana tidak mungkin melarang orang untuk menerima barang. Pertahanan nasional adalah salah satu dari sedikit contoh barang publik murni. Barang publik murni disediakan secara efisien ketika penjumlahan dari tingkat marginal substitusi (atas semua individu) adalah sama dengan transformasi marginal Kurva permintaan untuk barang publik atau Kurva permintaan kolektif adalah penjumlahan secara vertikal dari permintaan individu yang ada dalam masyarakat. Barang Privat yang Disediakan oleh Publik Jika barang privat bebas tersedia maka akan terjadi over-consumpption. Ketika individu tidak membayar untuk mendapatkan barang, dia akan meminta sampai pada titik di mana keuntungan marginal yang dia terima dari barang tersebut sama dengan nol.

Kesejahteraan yang hilang dapat diukur oleh perbedaan individu yang ingin bayar dengan peningkatan output dan biaya produksi meningkat. Pemerintah menentukan cara untuk membatasi konsumsi. Metode untuk membatasi konsumsi barang disebut rationing system. Harga menyediakan satu rationing system. Kedua, cara umum untuk me-rationing barang publik adalah ketentuan yang seragam bagi penawaran barang dalam jumlah yang sama untuk setiap orang. Seperti penyediaan pada tingkat yang seragam untuk bebas pendidikan bagi semua individu meskipun individu ada yang menyukai lebih atau sedikit. Keuntungan utama dari ketentuan publik bagi barang; tidak mengikuti untuk beradaptasi terhadap perbedaan kebutuhan individu dan hasrat seperti dalam pasar privat TEORI PILIHAN PUBLIK Mekanisme Publik untuk Alokasi Sumberdaya Tidak seperti pengeluaran dalam barang swasta yang konvensional, yang ditentukan melalui sistem harga, pengeluaran barang publik ditentukan melalui proses politik. Penentuan penyediaan barang publik melalui sistem mayoritas sederhana dapat menimbulkan masalah karena adanya Arrow Paradoks, kecuali pada masyarakat yang sangat homogen di mana preferensi mereka semuanya sama sehingga dapat dilakukan pemilihan secara aklamasi. Alternatif untuk Penentuan Pengeluaran Barang Publik Teori pengeluaran pemerintah yang di kemukakan oleh Lindahl adalah teori yang sangat berguna untuk membahas penyediaan barang publik yang optimum dan secara bersamaan juga membahas mengenai alokasi pembiayaan barang publik antara anggota masyarakat. Kelemahan teori Lindahl adalah karena teori ini hanya membahas mengenai barang publik tanpa membahas mengenai penyediaan barang swasta yang dihasilkan oleh sektor swasta. Tidak tersedianya gambaran yang cukup dari proses politik. Keluaran dari proses politik. dalam pandangan ini, merefleksikan kekuatan politik dari kelompok kepentingan spesial. Kelompok kepentingan mempunyai power yang ditunjukkan melalui: a. Biaya yang rendah untuk memilih dan mendapatkan informasi, khususnya untuk pemilih yang mendukung aktivitas mereka. Mereka menyediakan informasi, dan kadang mereka menyediakan transportasi, perawatan anak, dan yang lainnya. b. Penyediaan informasi bagi si politisi, c. Penyuapan baik secara langsung maupun tidak langsung kepada politisi. Pemerintahan yang efektif tergantung pada kualitas pelayanan terhadap masyarakat/publik PRODUKSI PUBLIK DAN BIROKRASI Monopoli Alamiah: Produksi Publik Barang-Barang Swasta serta Perbandingan Efisiensi pada Sektor Publik dan Swasta Monopoli alamiah adalah produksi yang dikuasai oleh satu perusahaan. Karena banyaknya output yang diproduksi seiring dengan menurunnya biaya produksi, maka perusahaan pada monopoli alamiah memiliki struktur biaya menurun Ada beberapa pembatas yang mengakibatkan mengapa perusahaan pemerintah cenderung kurang efisien daripada perusahaan swasta, namun ada beberapa pengecualian yang membuktikan ketidakbenar-an pendapat tersebut. Sumber Ketidakefisienan pada Sektor Publik, Korporatisasi dan Perkembangan Konsensus pada Peran Pemerintah dalam Produksi Alasan inefisiensi pada sektor publik : a. Perbedaan organisasi : 1) Mendapat subsidi pemerintah, tidak akan bangkrut. 2) Lebih berorientasi politik. 3) Tidak adanya kompetisi. 4) Pembatasan pegawai (pegawai tidak dapat dipecat, gaji lebih rendah). 5) Prosedur pembelian lebih rumit. 6) Pembatasan anggaran. b. Perbedaan individu

1) Tidak adanya insentif. 2) Tujuan birokrat : memaksimumkan organisasi. Ada beberapa alasan mengapa pada tahap korporatisasi, efisiensi sering tercapai, antara lain adanya kebebasan bertindak, perbedaan usaha, dan dana yang terbatas. Alasan lain, jika tanpa motif keuntungan, maka pencapaian hasil tidak akan optimal. Para pekerja pada perusahaan pemerintah bekerja lebih baik setelah menjadi perusahaan swasta, karena mendapat pendapatan yang lebih tinggi. Peranan pemerintah dalam produksi merupakan debat yang tiada habisnya. Ada konsensus bahwa pemerintah seharusnya tidak terlibat dalam produksi barang swasta umum. Atau dapatkah tercapai efisiensi dengan cara korporatisasi? Sangat sulit mengukur performa dari sektor publik dan sektor swasta dan sangat tidak mungkin semua produksi dikompetisikan, walaupun sudah ada beberapa yang saat ini mulai terbuka kompetisi, misalnya pada sektor komunikasi, kesehatan dan pendidikan. EKSTERNALITAS DAN LINGKUNGAN PENDAHULUAN Problem Eksternalitas dan Solusi Swasta terhadap Eksternalitas Ketika transaksi antara pembeli dan penjual secara langsung berdampak pada pihak ketiga, maka dampak itu disebut suatu eksternalitas. Eksternalitas negatif, seperti polusi, menyebabkan kuantitas optimal secara sosial dalam pasar menjadi lebih kecil daripada kuantitas ekuilibrium. Eksternalitas positif, seperti limpahan manfaat dari adanya teknologi, menyebabkan kuantitas optimal secara sosial dalam pasar menjadi lebih besar daripada kuantitas ekuilibrium. Mereka yang terkena eksternalitas kadang-kadang dapat menyelesai-kan masalah itu secara privat (tanpa campur tangan pemerintah). Misalnya, ketika suatu bisnis memberikan dampak negatif kepada bisnis lain, maka kedua bisnis itu dapat menginternalisasikan eksternalitas itu dengan cara bergabung (merger). Atau, pihak-pihak yang terlibat dapat menyelesaikan masalah dengan berunding untuk mencapai suatu perjanjian. Menurut teorema Coase, bila orang dapat tawar-menawar tanpa menimbulkan biaya, maka mereka selalu dapat mencapai persetujuan yang menghasilkan alokasi efisien. Namun dalam banyak kasus, kesepakatan di antara banyak pihak sulit tercapai. Dengan demikian teorema Coase tidak dapat diterapkan. Bila pihak-pihak privat tak dapat menangani efek-efek eksternal, seperti polusi, maka sering pemerintah campur tangan. Kadang-kadang pemerintah menghindarkan aktivitas yang secara sosial tidak efisien dengan menerapkan regulasi. Kadang-kadang pemerintah menginternalisasikan eksternalitas dengan pajak Pigovian. Kebijak-an publik lain adalah dengan menerbitkan izin. Misalnya, pemerintah dapat melindungi lingkungan dengan menerbitkan sejumlah terbatas izin polusi. Hasil akhir dari kebijakan ini kira-kira sama dengan hasil yang diperoleh dari penerapan pajak Pigovian pada penghasil polutan. Solusi Publik Terhadap Eksternalitas dan Peraturan Pemerintah untuk Melindungi Lingkungan Ada beberapa metode bagi pemerintah untuk mengatasi eksternalitas lingkungan: pajak, subsidi dan peraturan pemerintah. Pajak akan dikenakan pemerintah bila perusahaan penyebab polusi memproduksi di atas ambang (Q0). Penerimaan pajak digunakan untuk memberikan kompensasi kepada pihak yang terkena polusi. Keuntungan bagi masyarakat adalah kerugian bagi pengusaha karena berkurangnya produksi dan keuntungan masyarakat karena berkurangnya polusi. Subsidi dapat dilakukan oleh pemerintah dengan mengeluarkan peraturan untuk mengatasi eksternalitas untuk mengurangi polusi dalam jumlah tertentu atau pengenaan hukuman bila melakukan pelanggaran. Kelemahan cara ini untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumbersumber ekonomi adalah justru timbulnya inefisiensi apabila ada dua pabrik atau lebih yang menimbulkan polusi. Peraturan Pemerintah, baik nasional maupun internasional, telah banyak yang dikeluarkan untuk melindungi lingkungan dari eksternalias negatif. Sudah beberapa kesepakatan dan peraturan dibuat untuk melindungi lingkungan regional dan global terhadap polusi. Antara lain terkait hal penanggulangan polusi udara, air, tanah, hujan asam, sampah beracun serta perlindungan terhadap

flora dan fauna yang sudah langka. Sumber buku Ekonomi Publik karya Ds Priyarsono Posted by Muhammad Ali at 22:01

Glosary versi 1 ekonomi


Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Rencana kerja pemerintah daerah mencakup seluruh penerimaan dan belanja (pengeluaran) pemerintah daerah, baik provinsi ataupun kabupaten dalam rangka mencapai sasaran pembangunan dalam kurun waktu satu tahun yang dinyatakan dalam satuan uang dan disetujui oleh DPRD. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Daftar yang memuat secara rinci tentang sumber penerimaan dan alokasi pengeluarannya dalam jangka waktu tertentu, dalam rangka mencapai sasaran pembangunan dalam kurun waktu satu tahun.

Angkatan kerja. Penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang bekerja, atau mempunyai pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan pengangguran. Bekerja. Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan, lamanya bekerja paling sedikit 1 jam secara terus-menerus dalam seminggu yang lalu (termasuk pekerja keluarga tanpa upah yang membantu dalam suatu usaha/kegiatan ekonomi) Biro Administrasi Efek (BAE). Badan hukum yang berbentuk Perseroan Terbatas yang melakukan usaha di bidang pengelolaan administrasi efek seperti registrasi dan pencatatan efek, pemindahan hak dan tugas-tugas administrasi lain yang oleh emiten, anggota bursa atau pemodal dipercayakan kepadanya sesuai dengan ketentuan yang berlaku Bursa komoditi. Pasar di mana permintaan dan penawaran terjadi atas suatu barang berdasarkan contoh saja, sedangkan penyerahan dan pembayarannya berdasarkan perjanjian yang telah disepakati sebelumnya. Kebijakan Fiskal. Kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan pendapatan dan pengeluaran negara atau APBN, agar sesuai dengan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan yang pada gilirannya akan meningkatkan penciptaan lapangan kerja. Kurs beli. Kurs yang berlaku apabila bank atau lembaga keuangan lainnya membeli/ menerima uang asing. Kurs jual. Kurs yang berlaku apabila bank atau lembaga keuangan lainnya menjual/ mengeluarkan uang asing.

Pajak (tax). Iuran wajib dari rakyat kepada negara dengan tidak menerima imbalan jasa secara langsung berdasarkan undang-undang, untuk membiayai pengeluaranpengeluaran umum. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pajak pusat yang hasil pemungutannya diserahkan ke pemerintah daerah, untuk membiayai pembangunan di wilayahnya. Pajak Penghasilan (PPh). Pajak yang dikenakan terhadap subjek pajak atas penghasilan yang diterima atau diperolehnya dalam tahun pajak. Pasar barang berjangka. Produk trading (perdagangan) yang memperdagangkan kontrak berjangka suatu komoditi dengan nominal tertentu. Pasar modal. Pasar yang memperdagangkan kredit jangka panjang, dalam bentuk surat berharga (efek) seperti saham dan obligasi. Pasar tenaga kerja. Tempat bertemunya permintaan dan penawaran tenaga kerja. Pasar uang. Pasar yang memperdagangkan kredit jangka pendek yang mempunyai jangka waktu kurang dari satu tahun, seperti wesel, surat-surat berharga, dan sebagainya. Pasar Valuta Asing (Valas). Pasar yang memperdagangkan valuta asing atau uang asing dan sebagai lembaga di mana orang dapat memperoleh fasilitas untuk melakukan pembayaran atau menerima pembayaran dari penduduk negara lain. Pembangunan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang diikuti oleh perubahan dalam struktur dan corak kegiatan ekonomi atau usaha meningkatkan pendapatan per kapita dengan jalan mengolah kekuatan ekonomi potensial menjadi ekonomi riil melalui penanaman modal, penggunaan teknologi, penambahan pengetahuan, peningkatan keterampilan, penambahan kemampuan berorganisasi, dan manajemen. Pengangguran. Penduduk yang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan atau mempersiapkan usaha baru, atau penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan atau penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena sudah diterima bekerja/mempunyai pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. Pertumbuhan ekonomi. Perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat dalam jangka panjang. Wajib pajak. Orang pribadi atau badan yang menurut ketentuan peraturan perundangundangan perpajakan ditentukan untuk melakukan kewajiban perpajakan, termasuk pemungutan pajak dan pemotongan pajak tertentu.

Glosary versi 2 ekonomi

Anggota bursa : perantara perdagangan efek dan pedagang efek yang melakukan transaksi pembelian dan penjualan efek pada bursa Anti Dumping : Pengenaan bea masuk terhadap suatu jenis produk impor yang produsennya dituduh melakukan praktek dumping, hal ini berlaku setelah adanya klaim dari produsen produk sejenis di negara pengimpor yang merasa keberatan. Auditor : orang yang pekerjaannya memeriksa laporan keuangan perusahaan Bank Devisa : bank umum yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan RI sebagai bank yang dapat memberikan jasa lalu lintas pembayaran dalam perdagangan internasional (transaksi internasional) atau transaksi valuta asing. Bank : badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan rekening selanjutnya menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman yang diberikan. Bea Cukai/Pabean : instansi resmi dari suatu negara yang mengawasi barangbarang keluarmasuk daerah pabean masing-masing dengan memberikan ijin untuk pemuatan barang ke kapal bagi eksportir dan ijin untuk pelepasan barang dari pelabuhan untuk dimaksudkan ke daerah pabean bagi importir sesuai dengan ketentuan. Bill of Lading (B/L) : merupakan tanda terima dokumen pengangkutan atas barangbarang yang diangkut dengan kapal laut yang diterbitkan oleh perusahaan/maskapai pelayaran dan juga berfungsi sebagai dokumen kepemilikan atas barang (document of title). Birokrasi : sistem pemerintahan yang dijalankan oleh pegawai pemerintah karena telah berpegang pada hierarki dan jenjang jabatan, atau cara bekerja atau susunan pekerjaan yang serba lamban, serta menurut tata aturan yang banyak liku-likunya. Bonus : kompensasi tambahan yang diberikan pada karyawan karena hasil melebihi dari yang ditetapkan Bursa : tempat memperjualbelikan saham, obligasi, dsb. Efek : pusat perdagangan surat-surat berharga dari perusahaan umum Ekspor : barang dan jasa diproduksi di suatu negara dan dijual ke Negara lain. Ekspor mencakup baik barang fisik maupun jasa. Ekspor dinilai sesuai harga pasar pada saat transaksi dan dicatat pada saat dikapalkan (Free on board, FOB). Emiten : badan usaha yang mengeluarkan kertas berharga untuk diperjualbelikan Fiskal : berkenaan dengan urusan pajak atau pendapatan negara. Impor : barang dan jasa yang dibeli dari suatu negara dan digunakan di dalam negeri. Termasuk barang fisik dan jasa. Impor dinilai atas dasar harga pasar pada saat terjadi transaksi. Biasanya impor dicatat secara FOB.

Inflasi : kemerosotan nilai uang karena banyaknya, dan cepatnya uang beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang. Input : data masukan Instrumen : alat yang dipakai mengerjakan sesuatu. Kompensasi : pencarian kepuasan dalam suatu bidang untuk memperoleh keseimbangan dari kekecewaan dalam bidang lain Kurs : harga uang suatu negara yang dinyatakan dengan harga uang negara yang lain Moneter : mengenai, berhubungan dengan uang atau keuangan. Multidimensi : mempunyai berbagai dimensi (segi) Obligasi : surat pinjaman dengan bunga tertentu yang dapat diperjualbelikan, surat utang berjangka waktu lebih dari satu tahun dan bersuku bunga tertentu, yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menarik dana dari masyarakat guna menutup pembiayaan perusahaan Produktif : bersifat atau mampu menghasilkan (dalam jumlah besar). Prospektus : Surat edaran yang khas memberi keterang-an tentang sesuatu Resesi : kelesuan dalam kegiatan dagang, industri dan sebagainya (seolah-olah terhenti), menurunnya (mundurnya, berkurangnya) kegiatan dagang (industri dsb). Risiko : akibat yang kurang menyenangkan (merugikan, membahayakan) dari suatu perbuatan atau tindakan Saham : surat bukti pemilikan bagian modal perseroan terbatas yang memberi hak atas dividen dan lain-lain menurut besar kecilnya modal yang disetor Sanering : pengaturan perbaikan atau penyehatan keuangan negara, pada masa lampau pemerintah pernah mengadakan sanering melalui pemotongan nilai uang. Satuan moneter : dapat diukur dengan nilai uang Sistem informasi : satu kesatuan untuk menghasilkan infor-masi subsidi : bantuan uang dan sebagainya biasanya dari pemerintah. Valuta : alat pembayaran yang dijamin oleh cadangan emas atau perak yang ada di bank pemerintah

Wiraswasta : orang yang pandai atau berbakat mengenai produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkan-nya, serta mengatur permodalan operasinya.

Glosari versi 3 ekonomi


Apresiasi : kenaikan nilai tukar mata uang suatu negara terhadap mata uang Negara lain akibat interaksi permintaan dan penawaran pasar (kebalikan dari depresiasi). Autarki : kondisi perekonomian suatu negara tanpa perdagangan internasional. Capital gain : keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual saham. Depresiasi : penurunan nilai tukar mata uang suatu negara terhadap mata uang Negara lain akibat interaksi permintaan dan penawaran pasar. Dalam akuntansi, istilah depresiasi (depreciation) atau penyusutan adalah penurunan nilai aktiva tetap karena digunakan atau aus. Desentralisasi : pelimpahan wewenang pemerintahan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah atau pemerintahan di bawahnya. Devaluasi : penurunan mata uang sebuah negara terhadap mata uang negara lain, terutama pada mata uang yang sangat berpengaruh dalam perdagangan internasional. Dividen : bagian dari keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemilik saham. (market failure) : suatu istilah untuk menyebut kegagalan mekanisme pasar dalam mencapai alokasi atau pembagian sumber daya yang optimum. Hal ini biasanya timbul karena adanya monopoli dan ekternalitas. Mekanisme pasar : interaksi antara permintaan dan penawaran di masyarakat. Obligasi : surat pengakuan utang dengan kesanggupan untuk mengembali kan pokok utang dan bunganya secara periodik pada waktu yang telah ditentukan. Otonomi daerah : kewenangan suatu daerah untuk mengatur dan mengurus ke pentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri sesuai dengan undang-undang. Profit (laba) : kelebihan harga jual atas harga pokok atau kelebihan pendapatan atas seluruh beban. Saham : tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan.

Surat berharga (marketable sekurities) : surat-surat berharga (saham dan obligasi yang dikeluarkan perusahaan lain) yang dimiliki sebuah perusahaan dengan tujuan tidak dimiliki untuk jangka panjang.

Tingkat subsisten : tingkat pendapatan minimal yang hanya cukup untuk bertahan hidup.

Glosari versi 4 ekonomi


APBD : suatu daftar yang sistematis tentang rencana keuangan tahunana pemerintahan daerah yang memuat anggaran pendapatan dan pengeluaran daerah dan telah disetujui oleh DPRD untuk masa waktu satu tahun. APBN : suatu daftar yang sistematis tentang rencana keuangan tahunan pemerintahan negara yang memuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan telah disetujui oleh DPR untuk masa waktu satu tahun. devaluasi : kebijakan pemerintah dengan cara menurunkan nilai mata uang dalam negeri terhadap valuta asing tertentu. devisa (valuta asing) : semua alat pembayaran luar negeri. kebijakan fiskal : kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah dengan cara memanipulasi anggaran pendapatan dan belanja negara (pemerintah dapat meningkatkan atau menurunkan pendapatan negara dan belanja negara dengan tujuan untuk memengaruhi tinggi rendahnya pendapatan nasional. kurs beli : nilai tukar uang asing terhadap rupiah pada saat bank melakukan pembelian uang asing dari masyarakat. kurs jual : nilai tukar uang asing terhadap rupiah pada saat bank menjual uang asing kepada masyarakat. pembangunan nasional : rangkaian upaya pembangunan secara berkesinambungan meliputi seluruh kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara. pengangguran : kelompok angkatan kerja yang tidak bekerja atau yang belum mendapat pekerjaan karena adanya kelebihan permintaan pasar kerja. pengangguran kronis : pengangguran yang terjadi meskipun pada puncak kegiatan pekerjaan di mana jumlah waktu potensial yang tersedia melebihi jumlah kerja yang benarbenar digunakan. perdagangan internasional : suatu kegiatan tukar-menukar barang atau jasa yang didasarkan atas kehendak sukarela yang dilakukan antara dua negara atau lebih untuk memenuhi kebutuhan bersama melalui kegiatan ekspor impor. reksadana : emiten yang kegiatan utamanya melakukan investasi atau investasi kembali.

retribusi daerah : pungutan daerah sebagai bentuk pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan diberikan oleh pemerintah daerah untuk kepentingan pribadi/badan. revaluasi : kebijakan pemerintah dengan cara menaikkan nilai mata uang dalam negeri (rupiah) terhadap mata uang asing tertentu dengan tujuan tertentu pula. right : surat berharga di mana pemodal diberi hak untuk membeli saham baru yang dikeluarkan emiten. tenaga kerja terdidik : tenaga kerja yang pernah memperoleh pendidikan formal dalam bidang tertentu tetapi belum pernah dilatih dalam bidang tersebut. warrant : hak untuk membeli saham biasa pada harga dan waktu yang telah ditentukan

Glosary versi 5 ekonomi


Bea transito : Pajak yang dikenakan terhadap barang yang melalui wilayah suatu Negara dengan ketentuan barang tersebut tujuan akhirnya adalah negara lain. Bilateral Quota : Quota yang besar/kecilnya ditentukan berdasarkan perjanjian antara dua Negara atau lebih. Bill Of Exchange : Surat yang ditulis oleh penjual yang berisi perintah kepada pembeli untuk membayar sejumlah uang tertentu pada waktu tertentu di masa datang. COR (Capital Output Ratio) : Perbandingan antara pertambahan modal dan pertambahan produksi adalah tetap. Devisa : Semua barang yang digunakan sebagai alat pembayaran luar negeri dan dapat diterima di dunia internasional yang biasanya ada dalam pengawasan otoritas moneter yaitu bank sentral. Letter Of Credit : Surat yang dikeluarkan oleh bank atas permintaan pembeli barang (importir) di mana bank tersebut yang menyetujui dan membayar wesel yang ditarik oleh penjual barang (eksportir). Mercantilism : Ajaran atau paradigma yang berkeyakinan bahwa perekonomian suatu Negara makin makmur jika mampu memaksimalkan surplus perdagangan. Mixing Quota : Quota yang membatasi penggunaan bahan mentah yang di impor dalam proporsi tertentu dalam produksi barang akhir. Orden Driven Market : Pasar yang digerakan oleh order-order dari pialang dengan system lelang secara terus-menerus.

Pasar Berjangka (Forward Market) : Pasar di mana transaksi jual-beli terjadi dengan harga yang disetujui pada saat transaksi dilakukan, tetapi penyerahan barang dilakukan dikemudian hari. Pendapatan diterima di Muka (Prepaid Income) : Suatu pendapatan yang sudah diterima, tetapi belum menjadi hak perusahaan untuk menerimanya pada periode tersebut. Persamaan Akuntansi : Suatu pernyataan yang menunjukkan hubungan kesamaan harta dan kepentingan atau pemilikan atas aktiva tersebut. Penyusutan Spot Market : Pasar di mana transaksi dan penyerahan barang terjadi pada saat yang bersamaan. Sustainable Development : Pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. TPAK : Angka perbandingan antara jumlah angkatan kerja dan jumlah penduduk usia kerja yang dinyatakan dalam persentase. Unemployment : Masalah makro ekonomi yang memengaruhi manusia secara langsung dan merupakan penurunan standar kehidupan dan tekanan psikologis. Unilateral Quota : Quota yang besar/kecilnya ditentukan sendiri oleh suatu negara tanpa persetujuan dengan negara lain.

Aktivitas inovasi

Serangkaian aktivitas ilmiah (saintifik), teknologi, organisasional,finansial, dan komersial sebagai bagian dari proses inovasi dan/atauyang menghasilkan inovasi. Contohnya adalah (lihat misalnya

Alih pengetahuan/teknologi

Pengalihan kemampuan memanfaatkan dan menguasai ilmupengetahuan dan teknologi antar lembaga, badan, atau orang, baikyang berada di lingkungan dalam negeri maupun yang berasal dariluar negeri ke dalam negeri dan sebaliknya (UU No. 18 tahun 2002).

Arsitektur inovasi

Suatu tatanan organisasi dan pengorganisasian bagi pengembanganinovasi dalam suatu organisasi.

Benchmarking

Suatu teknik manajemen untuk membandingkan kinerja internalmelalui perbandingan eksternal terutama praktik terbaik/baik sebagaipembanding/rujukan dalam aspek/dimensi spesifik tertentu yangbiasanya dimaksudkan untuk mengidentifikasi kekuatan dankelemahan, memahami posisi diri sendiri relatif dalam konteks tertentu,serta memperoleh pelajaran untuk memperbaiki kinerja yang lebih baikdari yang sebelumnya secara berlanjut/kontinyu.

Business Angel

Para individu yang berkecukupan secara ekonomi, seringkalitermasuk kelompok pewirausaha yang berhasil, yang bersediamenginvestasikan waktu dan dananya pada perusahaan-perusahaanyang masih berada pada tahap sangat awal perkembangan.

COM documents (Communicationdocuments)

Merupakan usulan legislasi dan dokumen lain yang disampaikan/dikomunikasikan oleh Komisi Eropa kepada Dewan (the Council) dan/atau lembaga lain, dan bentuk makalah-makalah persiapannya (preparatory papers)

Daerah otonom

Kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayahyang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dankepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiriberdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara KesatuanRepublik Indonesia.

Dana Alokasi Khusus (DAK)

Dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikankepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanaikegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai denganprioritas nasional.

Dana Alokasi Umum (DAU)

Dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikandengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antardaerah untukmendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaandesentralisasi.

Dana perimbangan

Dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikankepada daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangkapelaksanaan desentralisasi.

Dana TugasPembantuan

Dana yang berasal dari APBN yang dilaksanakan oleh daerah yangmencakup semua penerimaan dan pengeluaran dalam rangkapelaksanaan Tugas Pembantuan.

Deadweight loss

Kerugian secara keseluruhan (net loss) dalam kesejahteraan ekonomimasyarakat yang disebabkan oleh distorsi tertentu (misalnya intervensitertentu oleh pemerintah), yang dihitung atas seluruh kerugian yangdialami oleh pihak yang merugi dalam masyarakat dikurangi denganseluruh manfaat/perbaikan (gains) yang didapat oleh pihak yangdiuntungkan dalam masyarakat. Ini biasanya dihitung dalam bentukperubahan dalam consumer & producer surplus bersama denganpendapatan/pengeluaran pemerintah dalam analisis supply-demand

Dekonsentrasi

Pelimpahan wewenang pemerintahan oleh Pemerintah (Pusat) kepadaGubernur sebagai wakil pemerintah dan/atau kepada instansi vertikaldi wilayah tertentu.

Desentralisasi

Penyerahan wewenang pemerintahan oleh Pemerintah (Pusat) kepadadaerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahandalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Difusi teknologi (difusiinovasi)

Kegiatan adopsi dan penerapan hasil inovasi secara lebih ekstensif oleh penemunya dan/atau pihak-pihak lain dengan tujuan untukmeningkatkan daya guna potensinya (UU No. 18 tahun 2002).Proses adopsi inovasi dalam pemanfaatan pada seluruh ekonomi,menyebar dari sumber atau tempat awalnya ke tempat-tempat lainnya.

Disembodied technology

Teknologi dalam bentuk muatan pengetahuan/teknologi yangterpisah dari peralatan/mesin atau wujud perangkat lainnya.Kelompok teknologi misalnya adalah paten, invensi non-paten (non- patents inventions), lisensi, pengetahuan yang disampaikan kepadaumum (disclosures of know-how), merek dagang, desain, pola, dan jasa dengan suatu muatan teknologi.

Embodied technology

Teknologi dalam bentuk mesin, peralatan dan/atau perangkat denganmuatan teknologi yang lekat/terkait dengan inovasi produk atauproses tertentu.

Ekonomi pengetahuan (knowledge economy)

Merupakan ekonomi di mana penciptaan (produksi), penyebarluasan(distribusi) dan pemanfaatan/pendayagunaan ilmu pengetahuanmenjadi penggerak utama pertumbuhan, pengembangankesejahteraan, dan penciptaan/perluasan lapangan kerja di semuaindustri/sektor ekonomi (McKeon dan Weir, 2000).Istilah berbeda dengan makna/maksud serupa:

knowledge-driveneconomy, ekonomi baru(new economy), ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy)

Eksternalitas ekonomi

Dampak tertentu (positif jika dalam bentuk manfaat, dan negatif jikadalam bentuk biaya/risiko) akibat tindakan tertentu (produksi ataukonsumsi) yang mempengaruhi seseorang/pihak tertentu yang tidak sepenuhnya (selalu) menyetujui (mengijinkan atau menyadari)tindakan tersebut.

Frascati family

Kelompok dokumen panduan untuk melakukan survei (pengukuran)dan analisis data (indikator) berkaitan dengan ilmu pengetahuan danteknologi.

Grand strategy

Pokok-pokok strategi yang menjadi pijakan, acuan, dan pendekatan(misalnya suatu organisasi/pengorganisasian) dalam rangkapencapaian tujuan-tujuan strategis dan/atau memperbaiki posisistrategis (organisasi/pengorganisasian yang bersangkutan).

Green papers

Merupakan makalah-makalah diskusi yang dipublikasikan oleh KomisiEropa menyangkut bidang kebijakan tertentu; biasanya disampaikankepada pihak tertntu (organisasi ataupun individu) yang diundanguntuk berpartisipasi dalam proses konsultasi atau debat, danterkadang menjadi suatu yang harus disiapkan untuk legislasi tertentu.Sementara

White papers

lebih merupakan dokumen yang memuatusulan (proposal) bagi Komisi Eropa menyangkut bidang tertentu;terkadang merupakan kelanjutan dari green papers yang dipublikasikan dalam proses konsultasi di tingkat Uni Eropa. Jika green papers lebih berkaitan dengan upaya menggali/menetapkan gagasanyang disajikan untuk diskusi dan debat publik, white papers lebih memuat sehimpunan usulan resmi dalam bidang kebijakan tertentudan digunakan sebagai wahana untuk pengembangannya.

Hak kekayaan intelektual (HKI)

Hak memperoleh perlindungan secara hukum atas kekayaanintelektual sesuai dengan peraturan perundangundangan (UU No. 18tahun 2002).

Ilmu pengetahuan

Rangkaian pengetahuan yang digali, disusun, dan dikembangkansecara sistematis dengan menggunakan pendekatan tertentu yangdilandasi oleh metodologi ilmiah, baik yang bersifat kuantitatif, kualitatif, maupun

eksploratif untuk menerangkan pembuktian gejalaalam dan/atau gejala kemasyarakatan tertentu (UU No. 18 tahun2002).

Indikator

Faktor yang dapat dikuantifikasi yang menjadi proksi (pendekatan)tentang perilaku tertentu yang ditelaah.

Inflasi Adalah proses kenaikan harga-harga secara umum dan berkelanjutan sebagai akibat adanya ketidakseimbangan dalam perekonomian.

Bunga (Interest) Pembayaran yang diberikan kepada kreditur sebagai imbalan atas uang yang telah dipinjam. Pembayaran bunga dibedakan dari pembayaran kembali pokok pinjaman uang.

Ekspor (Ekspor) Barang dan jasa diproduksi di suatu negara dan dijual ke negara lain. Ekspor mencakup baik barang fisik maupun jasa. Ekspor dinilai sesuai harga pasar pada saat transaksi dan dicatat pada saat dikapalkan (Free on board, FOB).

Impor (Import) Barang dan jasa yang dibeli dari suatu negara dan digunakan di dalam negeri. Termasuk barang fisik dan jasa. Impor dinilai atas dasar harga pasar pada saat terjadi transaksi. Biasanya imor dicatat secara FOB.

Ilmu Ekonomi Positif

Ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam memilih dan mengalokasikan sumber-sumber alam secara efisien. Ada tiga sebab utama munculnya ilmu ekonomi. Pertama kebutuhan manusia yang sangat banyak ragamnya. Kedua jumlah barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia adalah terbatas dan langka, sehingga manusia harus memilih. Ketiga sumber-sumber alam dalam keadaan aslinya tidak bisa langsung dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia sehingga diperlukan proses produksi.

Ilmu Ekonomi Normatif

Ilmu ekonomi positif dengan memasukkan unsur nilai-nilai moral dan etika karena adanya anggapan bahwa Ilmu Ekonomi Positif terlalu sempit, kering dan gersang.

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Mencakup semua badan usaha milik pemerintah daerah, yang pengelolaan dan pembinaannya berada di bawah pemerintah daerah, jenis kegiatannya antara lain meliputi penyediaan air minum, pengelolaan pasar, penyediaan obyek wisata/taman hiburan dan sebagaianya. Pada umumnya perusahaan ini berbentuk perusahaan daerah (PD) yang diatur berdasarkan peraturan daerah.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perusahaan atau unit usaha yang erat kaitannya dengan pemerintah dan mempunyai fungsi utama sebagai pemasok barang dan jasa bagi pemerintah dan masyarakat. Operasional, transaksi modal, dan pembiayaannya merupakan bagian integral dari pemerintah. Setiap penjualan kepada masyakarat ditunjukkan sebagai biaya bersih.

Bank (Banks) Sektor ini mencakup bank pencipta uang giral dan bank lainnya. Bank-bank pencipta uang giral terdiri dari bankbank umum dan bank-bank pembangunan yang dapat menerima simpanan dalam bentuk rekening giro.

Bank Perkreditan Rakyat (Rural banks) Bank perkreditan rakyat (BPR) terdiri dari bank pasar, bank desa, dan lumbung desa. Kegiatan utama BPR adalah menerima simpanan dan memberikan kredit skala kecil dalam jangka pendek kepada pedagang-pedagang di pasar dan penduduk desa. Wilayah kerjanya umumnya bersifat lokal tingkat katapraja/desa.

Bank Umum (Commercial Banks) Bank umum terdiri dari bank-bank devisa nasional baik pemerintah maupun swasta, bank-bank nondevisa swasta nasional dan bank-bank asing atau campuran. Kegiatan utama bank-bank umum kecuali bank umum nondevisa

adalah menghimpun dana masyarakat dalam bentuk giro, deposito berjangka dan tabungan, memberi kredit untuk tujuan modal kerja maupun investasi, serta melakukan transksi perdagangan luar negeri.

Asuransi Jiwa (Life Insurance) Mencakup usaha perasuransian yang bergerak di bidang pertanggungan jiwa atas pemberian jaminan kepada seseorang atau keluarga yang disebabkan oleh kematian, kecelekaan atau sakit, termasuk juga jaminan hari tua/masa depan. Kegiatan utamanya mengumpulkan dana baik yang berasal dari masyarakat umum maupun perusahaan-perusahaan melalui penjualan polis asuransi dan menanamkan kembali dana tersebut dalam bentuk deposito wajib, surat-surat berharga jangka pendek, penyertaan saham pada perusahaan yang go -public melalui pasar modal, serta pembelian surat-surat berharga lainnya, baik yang diselenggarakan oleh perusahaan pemerintah maupun swasta.

Asuransi Kerugian (Indemnity Insurance) Mencakup usaha perasuransian yang bergerak di bidang pertanggungan atas kerugian, kehilangan atau kerusakan harta milik/benda termasuk juga tanggung jawab hukum pada pihak ketiga. Asuransi kerugian meliputi asuransi kebakaran, pencurian, kerusakan kendaraan, perlindungan pada muatan barang, rangka kapalkapal, perekayasaan dan sebagainya baik yang diselenggarakan oleh perusahaan pemerintah maupun swasta.

Asuransi Sosial (Social Insurance) Mencakup usaha asuransi jiwa dan nonjiwa (kerugian) yang dibentuk oleh pemerintah berdasarkan peraturanperaturan yang mengatur hubungan antara pihak asuransi dengan seluruh/segolongan masyarakat untuk tujuan sosial. Berdasarkan peraturan-peraturan tersebut perusahaan menghimpun dana melalui pungutan iuran/sumbangan wajib dari masyarakat. Dari dana yang terkumpul tersebut, pihak asuransi akan memberikan santunan kepada anggota masyarakat yang berhak menerimanya (pihak tertanggung).

Kredit Investasi Kredit investasi adalah kredit jangka menengah atau panjang yang tujuannya untuk pembelian barang modal dan jasa yang diperlukan untuk rehabilitasi, modernisasi, perluasan, proyek penempatan kembali dan/atau pembuatan proyek baru.

Kredit kepada Bank (Credit to Banks) Tagihan yang belum dibayar dari otoritas moneter kepada bank-bank umum/pencipta uang giral.

Kredit kepada Perusahaan Negara (Credit to Public Enterprises) Tagihan oleh sistem perbankan terhadap perusahaah-perusahaan negara, termasuk bond (bills), surat berharga, dan obligasi yang dikeluarkan oleh, dan kredit dan uang muka kepada perusahaan-perusahaan negara.

Kredit Konsumsi Kredit konsumsi adalah kredit perorangan untuk tujuan nonbisnis, termasuk kredit pemilikan rumah. Kredit konsumsi biasanya digunakan untuk membiayai pembelian mobil atau barang konsumsi barang tahan lama lainnya. Hutang hipotek atau persetujuan penjualan yang dijamin oleh harta berwujud seperti tanah dan bangunan tempat tinggal juga termasuk dalam kategori ini.

Kredit Modal Kerja Kredit ini diberikan untuk membiayai modal kerja. Modal kerja adalah jenis pembiayaan yang diperlukan oleh perusahaan untuk operasi perusahaan sehari-hari.

Pemerintah (Government) Mencakup lembaga-lembaga pemerintah baik pada tingkat pusat maupun daerah, Badan usaha pemerintah, seperti BUMN dan BUMD tidak termasuk di sini tetapi digolongkan ke dalam sektor tersendiri.

Pemerintah Daerah (Local Government) Mencakup semua unit pemerintah di tingkat propinsi, kabupaten dan desa, kecuali unit vertikal pemerintah pusat di daerah. Lembaga ini mempunyai hak, wewenang dan kewajiban untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri (hak otonom).

Pemerintah Pusat (Central Government) Mencakup semua unit pemerintah baik yang berada di pusat seperti : departemen-departemen, lembaga nondepartemen, lembaga tinggi negara dan lembaga pemerintah lain, maupun semua unit vertikalnya yang berada di daerah. Lembaga ini umumnya melakukan jasa pelayanan umum, seperti administrasi, pertahanan dan keamanan, membuat peraturan-peraturan pemerintah, merencanakan tingkat pertumbuhan ekonomi dan tingkat kemakmuran masyarakat, menyelenggarakan jasa pendidikan, kesehatan, kebudayaan, rekreasi dan jasa pelayanan sosial lainnya secara cuma-cuma (di bawah tingkat harga normalnya)

Dana Pensiun (Pension Funds) Merupakan usaha yang bertujuan untuk memelihara kesejahteraan sosial karyawan perusahaan, melalui pemberian santunan hari tua/uang pensiun. Usaha ini biasanya didirikan oleh perusahaan dalam bentuk lembaga kesejahteraan sosial/yayasan dan berada dalam satu manajemen perusahaan yang bersangkutan, kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dalam bentuk iuran/sumbangan yang berasal dari potongan gaji karyawan selama bekerja. Dana yang terkumpul tersebut digunakan untuk membayar tunjangan hari tua/pensiun karyawan.

Zero Minus Tick Penjualan saham yang diadakan pada harga yang sama dengan harga sebelumnya tetapi lebih rendah dari harga lain yang terakhir

Zero Plus Tick Penjualan saham yang diadakan pada harga yang sama dengan harga sebelumnya tetapi lebih tinggi dari harga lain yang terakhir

Zero-Coupn Security Suatu efek yang tidak memberikan bunga secara periodik tetapi dijual dengan potongan dari harga nominalnya

Average of Capital; Cost of Capital Jumlah biaya yang diukur sebagai tingkat bunga dari berbagai sumber modal yang digunakan perusahaan, yang masing-masing ditimbang menurut peranannya dalam struktur modal dan permodalan

Money Market Mutual Fund Wadah investasi yang berisi dana dari sejumlah investor dimana uang didalamnya diinvestasikan ke dalam berbagai produk investasi oleh sebuah Perusahaan Manajemen Investasi, terutama ke dalam produk investasi Pasar Uang, seperti Sertifikat Bank Indonesia, Sertifikat Deposito, Deposito Berjangka, dan Obligasi Jangka Pendek

Mortgage Penyerahan secara tertulis mengenai hak atas harta benda tak bergerak untuk menjamin pembayaran suatu hutang dengan ketentuan bahwa penyerahan itu akan dibatalkan pada waktu pembayaran

Internal Rate of Return Tingkat nilai pengembalian yang berasal dari dana yang digunakan dalam suatu proyek atau kegiatan tertentu

Irrevocable Credit; Irrevocable-Letter of Credit Surat kredit yang tidak dapat diubah atau ditarik kembali atau dibatalkan tanpa persetujuan dari semua pihak yang berkepentingan

Account Bentuk simpanan dana kepada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cheque/giral atau surat perintah bayar lainnya.

Anggota Bursa Perantara perdagangan efek dan pedagang efek yang melakukan transaksi pembelian dan penjualan efek pada bursa.

Anti Dumping Pengenaan bea masuk terhadap suatu jenis produk impor yang produsennya dituduh melakukan praktek dumping, hal ini berlaku setelah adanya klaim dari produsen produk sejenis di negara pengimpor yang merasa keberatan.

Bank Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan rekening selanjutnya menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman yang diberikan. Bank Devisa Bank umum yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan RI sebagai bank yang dapat memberikan jasa lalu lintas pembayaran dalam perdagangan internasional (transaksi internasional) atau transaksi valuta asing.

Bea Cukai/ Pabean Instansi resmi dari suatu negara yang mengawasi barang-barang keluar-masuk daerah pabean masing-masing dengan memberikan ijin untuk pemuatan barang ke kapal bagi eksportir dan ijin untuk pelepasan barang dari pelabuhan untuk dimaksudkan ke daerah pabean bagi importir sesuai dengan ketentuan.

Bill of Lading (B/L) Merupakan tanda terima dokumen pengangkutan atas barang-barang yang diangkut dengan kapal laut yang diterbitkan oleh perusahaan/maskapai pelayaran dan juga berfungsi sebagai dokumen kepemilikan atas barang (document of title).

Bursa Efek/ Pasar Modal Tempat aktifitas penawaran dan permintaan atas perdagangan dana, efek-efek sebagai wadah untuk mencari dana bagi perusahaan dan wadah investasi bagi pemodal yang menyangkut kepentingan berbagai pihak.

Capital Gain Selisih dari harga penjualan lebih tinggi dibanding dengan harga pembelian atau selisih karena kenaikan kurs.

Carrier Pihak pengangkut barang atau maskapai pengangkutan yang menerbitkan bill of lading

Cash Letter Surat kiriman uang atar bank yang menyertai alat-alat pembayaran cash seperti travelers cheque, money order, dll.

Date of Expiration Tanggal masa berlakunya kredit, perjanjian, atau komitmen (misalnya B/L, izin ekspor/impor) telah selesai.

Date of Maturity Tanggal jatuh tempo.

Dealer Perorangan atau badan usaha yang berizin untuk melakukan usaha di bidang pembelian dan penjualan efek atau transaksi dalam mata uang valuta asing atas tanggungan sendiri, lazim disebut Pedagang Efek atau Pedagang Valuta Asing (Valas). Electric Data Interchange (EDI) Sistem pertukaran data bisnis secara elektronik antar organisasi dalam bentuk yang terstruktur dan diproses melalui komputer dari suatu aplikasi bisnis ke aplikasi bisnis lainnya.

Efek Setiap saham, obligasi atau bukti lainnya, termasuk sertifikat atau surat penggangti serta bukti sementara dari suratsurat tersebut, bukti keuntungsn dan surat-surat jaminan, opsi, atau hak-hak lainnya untuk memesan atau membali saham, obligasi, atau bukti penyertaan dalam modal atau pinjaman lainnya, serta setiap bentuk/alat persamaan lainnya, lazim disebut Stocks

Emisi adalah suatu tindakan oleh badan usaha dengan menerbitkan efek untuk ditawarkan kepada masyarakat. Emiten adalah perusahaan yang memperoleh dana dari masyarakat umum dengan cara menjual saham melalui pasar modal.

Faktur adalah merupakan dokumen akuntansi (accounting document) yang menyatakan perincian barang serta harganya termasuk indikasi syarat-syarat dalam kontrak atas transaksi barang dimaksud, lazim disebut Invoice atau Commercial Invoice

Financial Documents adalah merupakan dokumen akuntansi (accounting document) yang menyatakan perincian barang serta harganya termasuk indikasi syarat-syarat dalam kontrak atas transaksi barang dimaksud, lazim disebut Invoice atau Commercial Invoice.

Foreign Exchange adalah perdagangan dalam valuta asing atau devisa atau finansial paper yang berjangka waktu relatif pendek atau transaksi yang terjadi karena adanya penerimaan atau pembayaran devisa dalam valuta asing yang masingmasing negara berbeda mata uangnya.

Giro adalah simpanan dana pihak ketiga pada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, surat oerintah bayar lainnya serta media lainnya, seperti ATM, lazim disebut Rekening Koran.

Growth Stocks adalah saham perusahaan yang berkembang dan bertumbuh lebih cepat dari trend ekonomi umumnya dan ratarata industri.

Hard Currency adalah sebutan yang diberikan kepada beberapa mata uang valuta asing yang dalam transaksi moneter internasional mempunyai keunggulan posisi, misalnya US Dollars, Pound Sterling, Deutch Mark.

Idle Money adalah uang atau sumber dana yang dimiliki tidak dipergunakan/dimanfaatkan untuk keperluan produktif.

Inkaso adalah jasa penagihan atas warkat bank lain milik nasabah yang tidak dapat diselesaikan dengan cara penagihan melalui kliring atau tempat tertagihnya berada diluar wilayah kliring atau diluar negeri.

Joint Account adalah suatu penggabungan kepentingan dua pihak untuk membuka rekening bersama dengan ketentuan bahwa setiap transsaksi harus sepengetahuan dan ditanda tangani oleh dua pihak tersebut .

Kliring adalah suatu proses penyelesaian hutang piutang dalam lalu lintas pembayaran giral antar bank untuk kepentingan bank dan nasabahnya di Lembaga Kliring (Bank Indonesia) setempat.

Kredit adalah penyediaan dana atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga, imbalan atau pembagian hasil keuntungan yang telah ditetapkan.

Lembaga Perdagangan Suatu institusi/badan yang dapat berbentuk perorangan atau badan usaha baik sebagai Eksportir, Importir, Pedagang Besar, Pedagang Pengecer, ataupun lembaga-lembaga perdagangan lain yang sejenis, yang di dalam tatanan pemasaran barang dan/atau jasa, melakukan kegiatan perdagangan dengan cara memindahkan barang atau jasa bbaik langsung maupun tidak langsung dari produsen sampai pada konsumen

Eksportir Perorangan atau badan usaha yang melakukan perdagangan dengan cara mengeluarkan barang atau jasa dari dalam ke luar wilayah pabean Indonesia dengan memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku Importir Perorangan atau badan usaha yang melakukan perdagangan dengan cara memasukkan barang atau jasa dari luar ke dalam wilayah pabean Indonesia dengan memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku

Pedagang Besar (Wholesaler) Perorangan atau badan usaha yang bertindak atas namanya sendiri, dan atau nama pihak lain yang menunjuknya untuk menjalankan kegiatan dengan cara membeli, menyimpan, dan menjual barang dalam partai besar secara tidak langsung kepada konsumen akhir

Pedagang Pengecer (Retailer) Perorangan atau badan usaha yang kegiatan pokoknya melakukan penjualan secara langsung kepada konsumen akhir dalam partai kecil

Pedagang Informal Perorangan yang tidak memiliki badan usaha yang melakukan kegiatan perdagangan barang dan/jatau jasa dalam skala kecil yang dijalankan oleh pengusahanya sendiri berdasarkan azas kekeluargaan

Distributor Utama (Main Distributor) Perorangan atau badan usaha yang bertindak atas namanya sendiri yang ditunjuk oleh pabrik atau pemasok untuk melakukan pembelian, penyimpanan, penjualan serta pemasaran barang dalam partai besar secara tidak langsung kepada konsumen akhir terhadap barang yang dimiliki/dkuasai oleh pihak lain yang menunjuknya

Sub Distributor Perorangan atau badan usaha yang ditunjuk oleh Disributor Utama atau Grosir yang bertindak atas namanya sendiri untuk melakukan kegiatan penjualan barang dalam partai besar sampai pada Pengecer Pemasok Besar (Main Supplier) Perorangan atau badan usaha yang bertindak atas namanya sendiri secara teratur memenuhi kebutuhan pihakpihak lain dengan berbagai macam barang dalam partai besar yang oleh pihak-pihak lain tersebut membelinya dengan tujuan untuk dijual kembali atau digunakan dalam kegiatan usahanya

Dealer Besar Perorangan atau badan usaha yang ditunjuk untuk melakukan kegiatan perdagangan partai besar barang-barang dari satu merek dagang tertentu yang dimiliki/dikuasai oleh pemegang Merek atau Agen Tunggal Pemegang Merek

Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Termasuk agen Pemegang Lisensi adalah perorangan atau badan usaha yang ditunjuk untuk dan atas nama pabrik pemilik merek barang tertentu untuk melakukan penjualan dalam partai besar barang dari pabrik tersebut

Agen Perorangan atau badan usaha yang bertindak sebagai perantara untuk dan atas nama pihak yang menunjuknya utnuk melakukan pembelian, penjualan/pemasaran tanpa melakukan pemindahan atas fisik barang

Agen Pabrik (Manufacturers Agent) Agen yang melakukan kegiatan penjualan atas nama dan untuk kepentingan pihak lain yang menunjuknya tanpa melakukan pemindahan fisik barang

Agen Penjualan (Sales Agent) Agen yang melakukan kegiatan penjualan atas nama dan untuk kepentingan pihak lain yang menunjuknya tanpa melakukan pemindahan fisik barang

Agen Pembelian (Purchasing Agent) Agen yang melakukan pembelian atas nama dan untuk kepentingan pihak lain yang menunjuknya tanpa melakukan pemindahan fisik barang

Penjualan dengan cara Waralaba (Franchise) Suatu cara atau metode penjualan barang dan/atau jasa yang dilakukan oleh perorangan, perusahaan, atau koperasi dengan memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan brdasarkan persyaratan yang ditetapkan dalam perjanjian dengan pihak lain tersebut

Penjualan Berjenjang (Multi Level Marketing) Suatu cara atau metode penjualan secara berjenjang kepada konsumen melalui jaringan pemasaran yang dikembangkan oleh perorangan atau badan usaha yang memperkenalkan barang dan/atau jasa tertentu kepada sejumlah perorangan atau badan usaha lainnya secara berturut-turut yang bekerja berdasarkan komisi atau iuran keanggotaan yang wajar

Penjualan dari rumah ke rumah (Door to door Sales) Suatu cara atau metode penjualan barang dan/atau jasa dari suatu tempat/rumah ke tempat/rumah lainnya

Endosemen Pinjam Nama Endosemen yang dilakukan endosan dengan sekedar mengizinkan penggunaan namanya untuk membantu pihak lain memperoleh dana melalui penjualan surat wesel, walaupun tidak berkepentingan atas surat wesel tersebut, endosan tetap bertanggung jawab menurut hukum

Hipotek Penyerahan secara tertulis mengenai hak atas harta benda tak bergerak untuk menjamin pembayaran suatu hutang dengan ketentuan bahwa penyerahan itu akan dibatalkan pada waktu pembayaran

Hipotek Seksama Hak tanggungan atas barang tidak bergerak dengan barang jaminan tetap dimiliki dan dikuasai debitur atas saling percaya dari kedua pihak (memorandum pembebanan tanpa akta)

Nilai Buku 1.Harga perolehan harta/aktiva tetap dikurangi akumulasi depresiasi 2.Harga perolehan saham/surat berharga dikurangi cadangn penurunan nilai surat berharga

Obligasi Niragun Obligasi yang tidak dijamin dengan harta tertentu, tetapi dikeluarkan atas dasar kepercayaan umum terhadap perusahaan atau perorangan

Obligasi Pendapatan Obligasi yang bunganya dibayar jika perusahaan bersangkutan memperoleh laba dan bunga tersebut lazim dibayar mendahului pembayaran dividen kepada pemegang saham

Redemption Pembayaran untuk mendapatkan kembali surat utang, obligasi, atau saham, barang jaminan hipotik atau gadai, dan sebagainya dengan maksud melunasi utang

Revaluation Perubahan tingkat nilai tukar mata uang suatu negara terhadap emas atau mata uang negara lain. Istilah ini berarti pula penyesuaian nilai buku suatu harga (asset) perusahaan terhadap nilai pasarnya

Revolving Credit Kredit yang setelah satu transaksi selesai, dapat digunakan untuk transaksi berikutnya dalam batas maksimum dan untuk jangka waktu tertentu

Right Issue Hak untuk menerbitkan saham

Security Bukti yang bersifat dokumenter mengenai utang atau hak milik yang adil dari suatu organisasi dagang atau keuangan lainnya

Sellers Market Pasar yang ditandai oleh permintaan yang secara nisbi melebihi penawaran sehingga harga cenderung meningkat dan menguntungkan penjual

Shares; Stock Surat bukti pemilikan bagain modal perseroan terbatas yang memberikan berbagai hak menurut ketentuan anggaran dasar

Sinking Fund Dana perusahaan untuk membayar utang jangka panjang yang dibentuk dengan menyisihkan sebagian laba secara berkala

Solvency Kemampuan membayar semua utang kepada pihak ketiga pada saat jatuh tempo, dengan perhitungan bahwa nilai harta lebih tinggi daripada nilai semua utang

Asset harta kekayaan yang bisa berupa asset lancar (kas, tabungan, piutang, dll), asset tidak lancar (tanah, gedung, kendaraan, dll), dan asset lainnya (misalnya merk)

Liabilities kewajiban/utang, bisa jangka pendek atau jangka panjang.

Portofolio sebaran investasi. misal, portofolio investasi Si A adalah 50% deposito, 30% tanah, dan 20% saham.

Real estate adalah kata benda, properti, tanah dan bangunan. broker real estate adalah sebutan profesi untuk orang yang menjadi penghubung antara penjual dan pembeli properti

Sumber :

http://forumm.wgaul.com/archive/index.php/t-20060.html

http://www.scribd.com/doc/21450382/Daftar-Istilah-Ekonomi

Istilah Istilah Ekonomi Mikro


POSTED BY HASAN /

Siang ini saya akan berbagi ilmu berupa istilah-istilah yang sering digunakan dalam ekonomi mikro.

ini adalah istilah-istilah tersebut :

- Capital : modal, faktor produksi yg digunakan untuk menghasilkan produk lainnya.

- Cost (biaya) : segala pengeluaran yang berhubungan dgn hasil yang diharapkan dimasa yang akan datang

- Ceiling price : harga eceran tertinggi

- Demand (permintaan) : keinginan konsumen untuk membeli suatu komoditi pd berbagai tingkat harga selama periode waktu tertentu

- Elasticity of demand : elastisitas harga dari permintaan

- Elasticity of supply : elastisitas harga dari penawaran

- Equilibrium : keseimbangan

- Equilibrium price (harga keseimbangan/harga pasar) : harga yg terbentuk pada tingkat dimana jumlah yang diinginkan penjual maupun pembeli adl sama

- Equilibrium quantity : jumlah keseimbangan pasar

- Engeis law (hukum angel) : semakin besar pendapatan seseorang, semakin kecil bagian pendapatannya yang digunakan untuk konsumsi dan sebaliknya

- Barang konsumsi : barang yang langsung dapat digunakan untuk memuaskan kebutuhan konsumen

- Barang modal : barang yang berguna untuk menghasilkan baranglain

- Diminishing marginal utility : utilitas marginal yg semakin menurun

- Keseimbangan pasar : sutau kondisi dimana ditandai dengan tidak terjadinya kelebihan penawaran krn harga terlalu tinggi atau kelebihan permintaan

- Elastisitas silang : ukuran perbandingan antara persentase perubahan jml barang x yg diminta dengan presentase harga barang y

- Barang komplementer : barang yang saling melengkapi

- Barang subsitusi : barang yang dapat menggantikan barang yang lainnya

- Elestisitas pendapatan : ukuran presntase perubahan jml barang yang diminta sebagai akibat dari perubahan pendapatan konsumen sebesar 1%

- Ceteris paribus : faktor-faktor lain tetap atau konstan

- Hukum penawaran : hubungan antara harga barang/jasa dengan jumlah yang ditawarkan

positif

- Hukum permintaan : permintaan suatu barang akan meningkat jika harga barang tsb turun dan permintaan barang akan turun jika harga barang tsb naik

- Indipendent variable (variabel bebas) : variabel yang dapat mempengaruhi nilai variabel lain tetapi tidak dapat dipengaruhi variabel lain

- Dependent variable (variabel terikat) : variabel yang nilainya dipengaruhi oleh variabel lain tetapi tidak dapat mempengaruhi variabel lain

- Elastisitas harga dari permintaan : tingkat kepekaan perubahan jumlah barang/jasa yang diminta terhadap perubahan harga

- Elastisitas harga dari penawaran : tingkat kepekaan perubahan jml yg ditawarkan terhadap perubahan harga

- Elastisitas pendapatan : kecendrungan perubahan permintaan yang disebabkan oleh perubahan pendapatan masyarakat

- Faktor produksi : semua unsur yang menopang usaha penciptaan nilai atau usaha memperbesar nilai barang/jasa

- Average product : jumlah produk total dibagi jumlah unit faktor variabel

- Fungsi produksi : persamaan yang menunjukkan hubungan antara input dan output

- Law of diminishing return : hukum hasil lebih yang semakin berkurang

- Fungsi permintaan : merupakan permintaan yang dinyatakan dalam hubungan matematis dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya

- Faktor penawaran : penawaran yang dinyatakan dalam hubungan matematis dengan faktorfaktor yang mempengaruhinya

- Faktor ceterisparibus : faktor-faktor selain harga

- Koefisien elestisitas harga permintaan : menunjukkan ukuran besarnya rasio antara presentase perubahan jumlah produk yang diminta dan presentase perubahan harga produk tersebut

- Consumers surplus (surplus konsumen) : perbedaan/selisih diantara jumlah pembayaran yang benar-benar dibayarkan atas sejumlah barang dengan pembayaran maksimum yang sanggup dibayarkan untuk barang tersebut

- Kurva indeferent : kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi konsumsi antara komodoti x dan y yang memberikan tingkat utilitas atau kepuasan yang sama

- Barang normal :barang/komoditi yang jumlah pembelinya mengikuti pendapatan

- Benda giffen : benda inferior tetapi kalau ada barang tersebut akan membeli lebih banyak (pendapatan naik)

- APL (Average Product of Labour) : rata-rata produk yang dihasilkan oleh satu unit input variabel

- Kurva isoquan : kurva yang menghubungkan titik-titik kombinasi input untuk menghasilkan tingkat output yang sama

- Kurva isocost : kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi pembelian dua input variabel dan modal dengan menggunakan jumlah anggaran yang sama

- Isoquant : kepuasan yang diukur secara objektif

- Isocost : biaya yang dikeluarkan produsen

- Eksplisit : segala biaya yang dikeluarkan dalam rangka mendapatkan faktor-faktor produksi

- implisit : semua biaya taksiran yang dimiliki oleh faktor produksi apabila digunakan

- Expense (ongkos) : pengeluaran yang dilakukan untuk manfaat yang telah kita dapat saat ini/yang lalu

- Biaya tetap (fixed cost) : biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan yang bersifat tetap dalam

rangka operasional perusahaan

- Biaya berubah (variable cost) : biaya yang dikeluarkan berhubungan dgn banyaknya faktor produksi yg digunakan serta besar kecilnya unit produksi

- Biaya total (total cost) : segala biaya baik tetap maupun variabel yang harus dikeluarkan dlm rangka operasional perusahaan

- Biaya rata-rata (average cost) : rata-rata biaya total yang dikeluarkan oleh perusahaan baik tetap maupun variabel

- Biaya tetap rata-rata (average fixed cost) : rata-rata biaya tetap sehubungan dengan produksi per unit barang oleh perusahaan

- Biaya rata-rata jangka panjang : biaya rata-rata jangka pendek yang digabungkan menjadi satu sehingga membentuk amplop

- Biaya marginal (marginal cost) :tambahan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan sebagai akibat dari bertambahnya faktor produksi dan dalam rangka menambah unit produksi

- Barang homogen : barang seragam/sama

- Diferensiasi produk : usaha untuk membedakan produk yang dihasilkan dihasilkan oleh perusahaan untuk memberikan daya tarik langsung maupun tidak langsung kpd konsumen

- Diskriminasi harga : perbedaan harga untuk pasar dan barang yang sama

- Ekspektasi : harapan

- Budget line (garis anggaran) : batasan kemampuan konsumen secara umum

- Income consumption curve : kombinasi produk yang dikonsumsi untuk memberikan kepuasan maksimum kpd konsumen pada berbagai tingkat pendapatan

- Ecomonic profit : besarnya keuntungan yang melebihi normal profit

- Break event analyst : analisis yang mempertimbangkan tingkat kuantitas penjualan perusahaan dimana penerimaan sama dgn pengeluaran biayanya

- Kurva biaya rata-rata jangka panjang : grafik dari biaya rata-rata minimum untuk menghasilkan suatu komoditi pada tiap tingkat produksi dengan asumsi tingkat teknologi dan harga-harga masukan diketahui, sedangkan produsen bebas memilih besar optimal pabriknya

- Kurva biaya rata-rata jangka pendek : grafik dari biaya rata-rata minimum utk menghasilkan suatu komoditi pada tiap tingkat produksi, berdasarkan teknologi dan harga masukan dari pabrik yang ada

- Breakevent point (titik pilang pokok) : tingkat pendapatan perorangan, keluarga, atau masyarakat dimana seluruhnya habis utk barang-barang konsumsi

- Anggaran berimbang : suatu anggaran yang disusun sedemikian rupa sehingga total belanja sama dgn total penerimaan

- Defisit anggaran : kelebihan total belanja diatas total penerimaan

- Equilibrium kompetitif : penyeimbang penawaran dan permintaan dlm perekonomian atau pasar yg bersaing sempurna karena penjual dan pembeli kompetitif sempurna tidak mempunyai daya unuk mempengaruhi pasar

- Kekuasaan konsumen : hasil dari sistem harga atau pasar murni dimana konsumen yang menjadi diktator menentukan jenis dan kuantitas komoditi yg akan dihasilkan

- Konsumsi : kegiatan yang mengaitkan total konsumsi dgn tingkat pendapatan

- Biaya variabel rata-rata : total biaya variabel dibagi dgn kuantitas produk yang dihasilkan

- Biaya minimum : biaya per unit terendah yang mungkin dicapai

- Biaya variabel : biaya yang bervariasi menurut tingkat hasil produksi

- Derived demand (permintaan turunan) : permintaan akan suatu faktor produksi yg disebabkan oleh permintaan akan barang jadi yg dihasilkan faktor tsb

- Disequilibrium : keadaan perekonomian yang sekarang tidak berada pada keadaan equilibrium

- Hukum permintaan dgn kemiringan negatif : ketentuan yang mengatakan bahwa ketika harga barang atau jasa menurun, konsumen akan lebih banyak membeli barang itu, dgn syarat barang lainnya tidak berubah

- Barang tahan lama : barang yang umurnya lebih dari 3 tahun

- Barang ekonomi : barang yg relatif langka dibanding dgn total permintaan akan barang tersebut

- Economic man (manusia ekonomi) : konsepsi ttg seseorang yg benar-benar rasional dimana motifasinya semata-mata berdasarkan pertimbangan ekonomi

- Economise of scale (skala ekonomi) : situasi dimana biaya produksi rata-rata menurun dgn bertambahnya besarnya kapasitas pabrik dan hasil produksi

- Economies of scope : kehematan ekonomis karena menghasilkan berbagai barang dan jasa

- Efisien : pemanfaatan sumber daya ekonomi dgn cara yg paling efektif

- Elastisitas : istilah yang digunakan luas dlm ekonomi unt menggambarkan reaksi suatu variabel terhadap perubahan variabel lainnya

- Equilibrium konsumen : posisi dimana konsumen dapat memeksimalkan nilai gunanya

- Equilibriun jangka pendek dan jangka panjang : equilibrium yg tercapai dlm kurun waktu yg berbeda, jangka pendek atau jangka panjang yang juga tergantung pada apakah besaran pabrik dapat menyesuaikan diri dgn baik

- Exclusion principel (prinsip eksklusi) : kriteria yang membedakan barang publik dgn barang swasta

- Barang jadi : barang yg dihasilkan utk dipakai, jadi bukan utk menghasiklan barang lainnya

- Barang bebas : barang-barang yg tidak termasuk dlm barang ekonomi

- Impicit-cost elements (unsur biaya implisit) : biaya yg tidak kelihatan sbg biaya rupiah yg eksplisit tetapi tetap harus dianggap sebagai biaya

- Income (penghasilan) : arus upah, bunga, deviden dan penerimaan lainnya yg menjadi hak seseorang atau suatu bangsa

- Efek perubahan harga atas penghasilan : perubahan dlm kuantitas yg diminta dari suatu komoditi karena kenaikan atau penurunan pendapatan riil konsumen yg merupakan akibat dari perubahan harga

- Hukum biaya relatif yang meningkat : hukum kelangkaan pada suatu perekonomian dgn kesempatan kerja penuh yg menyatakan bahea masyarakat yg menginginkan lebih banyak barang A harus mau mengorbankan sebagian barang B

- Indifference map (peta indeferen) : grafik yg memperlihatkan sekelompok kurva-kurva indiferen

- Inelastic demand (permintaan inelastis) : situasi dimana elastisitas dari harga permintaan nilainya berada dibawah

- Barang inferior : jenis barang yg konsumsinya akan menurun dgn meningkatnya pendapatan seseorang

- Barang setengah jadi : jenis barang yg telah menjalani sebagian proses pengolahan dan belum mencapai tahap akhir

- Least-cost production rule (ketentuan produksi biaya termurah) : ketentuan bahwa biaya utk menghasilkan suatu tingkat hasil produksi akan berada dititik minimum bila rasio produk hasil penjualan marginal dari tiap masukan terhadap harga masukan tersebut adalah sama utk semua masukan

- Hasil penjualan marginal (marginal revenue) : tambahan hasil penjualan yang diterima perusahaan dari penjualan tambahan 1 unit hasil produksi

- Biaya kesempatan (opportunity cost) : nilai dari kesempatan penggunaan suatu barang ekonomi berikutnya/nilai dari alternatif yang dikorbankan

- Analisis ekuilibrium parsial : analisis dgn konsentrasi pada pengaruh perubahan dlm pasar masing-masing, dgn mengasumsikan yang lain tidak berubah

- Indeks harga : angka indeks yg menggambarkan perubahan rata-rata harga sekelompok barang dalam satu kurun waktu

- Indeks harga produsen : indeks harga dari barang grosiran, seperti baja, gandum dll

- Fungsi produksi : fungsi matematika yg menyatakan berapa jumlah hasil produksi yg dapat dicapai dgn suatu masukan dalam unit tertentu

- Garis batas kemungkinan produksi : grafik yang melukiskan rangkaian barang yang dapat dihasilkan oleh suatu perekonomian

- Produktivitas : rasio perbandingan hasil produksi dengan masukkannya

- Barang umum : suatu komoditi yang mungkin disediakan bagi semua orang dengan biaya yg sama jika misalnya pun hanya utk satu orang

- Garis batas kemungkinan utilitas : grafik yg melukiskan utilitas/kepuasan dari dua konsumen yg masing-masing diukurkan pada tiap sumbu

sumber: kamus istilah ekonomi wikipedia digital book ATA semester 4 Universitas Gunadarma

Hmm, cukup banyak bukan.. sebaiknya Anda hafalkan kalau bisa karena istilah2 ini sering digunakan dalam bahasa Ekonomi. mudah2an postingan saya ini menambah ilmu kita semua.

Selamat Siang,

Hasan

30

MEI

100 istilah ekonomi makro (K-S)


Diposting Oleh Adittia Kusuma

Kapitalis Kartel Komoditi : :

: para yang

seseorang produsen dapat lain

yang yang sepakat yang

memiliki untuk

barang-barang menjadi untuk dari satu penjual

modal. tunggal.

organisasi sesuatu

Kapasitas: tingkat output yang berkaitan dengan total biaya rata-rata jangka pendek yang minimum. dipasarkan yang yang diproduksi rendah secara memenuhi pada sama kebutuhan. lain lain Keunggulan komparatif : kemampuan suatu negara untuk memproduksi komoditi tertentu dengan biaya oportunitas Komplemen produk-produk : dua lebih digunakan Negara satu sama komoditi bersama

Konsumerisme : suatu gerakan yang menonjolkan konflik antara kepentingan perusahaan dengan kepentingan umum Kurva Permintaan Agregat, Kurva AD:menghubungkan jumlah total output yang akan diminta dengan tingkat.harga output simultan. dibeli apabila ekuilibrium Kebijakan fiscal : penggunaan kegiatan menaikan pendapatan dan kegiatan pengeluaran yang di lakukan pemerintah negeri upah keputusan orang. Land (tanah) : faktor produksi yang terdiri dari semua pemberian alam, termasuk bahan mentah dan tanah itu pembelian sistem sendiri barang dan menurut jasa atau pengertian untuk konvensionalnya. membayar hutang. ekonomi. Legal Tender (alat pembayaran sah) : benda yang menurut hukum harus diterima sebagai alat untuk Liquidity (likuiditas) : tingkat kemudahan dan kepastian sutu harta untuk dicairkan menjadi alat tukar dalam Long Run (jangka panjang) : periode waktu di mana semua input bisa bervariasi tetapi teknologi produksi dalam usahanya itu dan yang mempengaruhi variable makro seperti GNP dan lapangan kerja Kuota impor : batas yang ditetapkan oleh pemerintah mengenai kuantitas komoditi asing yang masuk ke selama periode tenaga tertentu kerja sama Kebijakan pendapatan : setiap campur tangan langsung oleh pemerintah untuk mempengaruhi pembentukan Kurva indeferen : kurva yang menggambarkan semua kombinasi dari 2 komoditi yang memberikan sejumlah Labor (tenaga kerja) : faktor produksi yang terdiri dari semua kontribusi fisik dan mental yang disediakan Konsumsi selama : di tindakan periode semua menggunakan waktu tertentu komoditi dengan sektor baik barang output itu. itu. ekonomi. maupun jasa tersebut terjadi Kurva penawaran agregat, kurva AS : menghubungkan jumlah total output yang akan diproduksi dengan harga Kebijakn pertumbuhan berimbang : kebijakan yang dirangsang untuk menghasilkan pertumbuhan yang

Kurva permintaan : grafik yang menggambarkan hubungan antara kuantitas komoditi tertentu yang akan harga komoditi Kebijakan fiscal bebas : kebijakan yang dikeluarkan untuk mengatasi set iap keadaan ekonomi yang khusus Kondisi ekuilibrium : kondisi yang harus dipenuhi jika pasar atau sector ekonomi berada pada keadaan

dasarnya output, total kesempatan

tidak kerja, tingkat harga

dapat dan laju pertumbuhan

diubah. ekonomi.

Macroeconomics (makroekonomi) : studi tentang penentuan ekonomi agregat dan rata -rata, seperti total Marginal Cost (MC, biaya marjinal) : kenaikan total biaya sebagai akibat peningkatan produksi 1unit barang. Secara sistematis; tingkat perubahan biaya yang berhubungan dengan output, disebut juga sebagai biaya inkremental. Marginal Product (MP, produk marjinal) : perubahan kuantitas total output yang diakibatkan oleh penggunaan tambahan 1unit faktor produksi. Secara sistematis; tingkat perubahan output yang berhungan dengan kuantitas faktor produksi, isebut juga produk inkremental atau produk fisik marjinal. Marginal Propensity to Consume (MPC, kecenderungan marjinal dalam mengkonsumsi) : perubahan konsumsi dibagi dengan perubahan pendapatan disposible; secara matematis, tingkat perubahan konsumsi yang berhubungan dengan pendapatan disposibel. Marginal Prospensity to Save (MPS, kecenderungan marjinal untuk menabung) : perubahan tabungan yang diakibatkan oleh perubahan dalam pendapatan disposibel; tingkat perubahan tabungan dibagi dengan pendapatan disposibel. Marginal Revenue (MR, penerimaan marjinal) : perubahan total penghasilan perusahaan yang diakibatkan oleh penambahan 1unit penjualan. Secara sistematis; tingkat perubahan penerimaan yang berhubungan dengan output, disebut juga penerimaan inkremental. Market (pasar) : tempat berlangsungnya negosiasi pertukaran komoditi, antara penjual dan pembeli. Market Failure (kegagalan pasar) : kegagalan sistem pasar bebas untuk mencapai efisiensi alokatif yang optimal atau untuk mencapai tujuan sosial, karena timbulnya eksternalitas, gangguan pasar atau ketidaksempurnaan Markup : jumlah yang oleh ditambahkan bekerjanya yang moneter, pada biaya hanya oleh uang untuk serta menentukan kebijakn ketentuan dan suku pasar. harga.

Microeconomic (mikroekonomi) : studi tentang alokasi sumber -sumber dan distribusi pendapatan yang keduanya dalam beberapa dipengaruhi pekerjaan variabel sistem pemerintah. tersebut. bunga. Minimum Wages (upah minimum) : tingkat minimum yang wajib dibayarkan kepada buruh/tenaga kerja tercakup seperti kuantitas Monetary Policy (kebijakan moneter) : tindakan untuk mempengaruhi perekonomian dengan mempergunakan Money (uang) : setiap benda yang pada umumnya diterima sebagai alat pembayaran/pertukaran. Money Capital (modal uang) : dana yang digunakan untuk membiayai perusahaan, meliputi harta dan hutang. Money Supply (jumlah uang beredar) : total kuantitas uang dalam perekonomian pada satu waktu tertentu. Monopoly (monopoli) : situasi pasar yang output pasar industrinya d ikontrol oleh penjual tunggal. Monopsony National (monopsoni) (hutang : situasi : pasar yang didalamnya hanya terdapat yang pembeli sedang tunggal. berjalan. tersebut. dalam ak tiva lancar. Debt nasional) oleh Capital (modal kerja) : volume hutang pemerintah pusat output yang diinvestasikan

National Income (pendapatan nasional) : secara umum, nilai total output dan nilai pendapatan yang ditimbulkan Network produksi modal Normal Good (barang normal) : barang-barang yang mempunyai elastisitas pendapatan positif. Oligopoly (oligopoli) : struktur pasar yang industrinya di dominasi oleh sejumlah kecil perusahaan yang saling bersaing. Open Market Operations (operasi pasar terbuka) : pembelian dan penjualan surat -surat berharga oleh bank sentral di pasar terbuka (seringkali dalam bentuk surat-surat berharga pemerintah jangka pendek). Opportunity Cost (biaya oportunitas) : biaya penggunaan sumber daya untuk tujuan tertentu, yang diukur oleh manfaat yang diberikan dari tidak digunakannya sumber-sumber tersebut dalam alternatif penggunaan yang Outputs (keluaran) : barang-barang paling dan jasa yang dihasilkan dari proses baik. produksi.

Perfect Competition (persaingan sempurna) : struktur pasar di mana seluruh perusahaan dalam satu industry

bersifat penerima harga (price taker) dan terdapat kebebasan untuk masuk dan keluar dari industri. Preferred Stock (saham preferen) : satu bentuk saham yang mempunyai keistimewaan dari saham biasa yaitu memperoleh jumlah maksimum deviden yang tetap; bisa melalui pemungutan suara atau tidak. Producers Surplus (surplus produsen) : perbedaan antara total penerimaan produsen dari semua unit komoditi yang terjual dengan total biaya variabel untuk memproduksi komoditi tersebut; dapat dihitung dengan mencari perbedaan antara biaya marjinal produksi dan penerimaan marjinal penjualan unit output tersebut. Production (produksi) : tindakan dalam membuat komoditi; baik barang maupun jasa. Productivity (produktivitas) : produksi output yang dihasilkan oleh setiap sumberda ya input; sering digunakan untuk menunjukkan produktivitas tenaga kerja yang diukur oleh output per jam kerja atau output per pekerja. Profit (keuntungan/laba) : dalam pemakaian umum, perbedaan antar nilai output dan nilai input Proxy (mandat) : suatu dokumen resmi dari pemegang saham yang memberikan wewenang kepada orang lain untuk memberikan hak suara dalam suatu rapat perusahaan. Pendapatan : peningkatan jumlah aktiva atau penurunan kewajiban yang timbul dalam periode akuntansi. Private Cost (biaya swasta) : nilai dari alternatif penggunaan sumber daya terbaik yang digunakan dalam produksi serta komoditi ke terhadap total dilakukan yang seperti oleh dijual unit oleh yang swasta, di misalnya pada nilai rumahtangga periode dan waktu produsen. perusahaan. tertentu. lainnya. yang diinvestasikan. Private Sector (sektor swasta) : bagian dari perekonomian yang aktifitas produksi barang dan jasanya dimiliki Quantity Exchange (kuantitas pertukaran) : jumlah komoditi yang dibeli rumahtangga sama dengan jumlah produsen periode modal Rate of Inflation (laju inflasi) : tingkat persentase kenaikan dalam beberapa indeks harga, dari satu periode Rate of Return (tingkat hasil pengembalian) : rasio antara pengembalian modal yang diperoleh perusahaan Regression Equation (persamaan regresi) : persamaan yang secara statistik menggambarkan penentuan tingkat kecocokan terbaik antara berbagai variabel atau perkiraan terbaik dari hubungan rata-rata antara variabel-variabel pendapatan yaitu rasio dari yang semakin dua harga sedang diuji. tinggi. mutlak. Regresive Tax (pajak regresi) : pajak yang dikenakan dengan persentase yang semakin kecil bila tingkat Relative Price (harga relatif) : rasio harga nominal suatu komoditi terhadap harga nominal komoditi lainnya Required Reserve (cadangan wajib) : jumlah minimum cadangan bank yang harus menurut ketentuan dipegang oleh bank, baik dalam bentuk uang kartal maupun dalam bentuk deposito di bank sentral. Return to Capital (pengembalian modal) : total pembayaran terhad ap pemilik modal; penjumlahan dari hasil murni kehilangan modal dibiayai misalnya dapat untuk sumbangan mewakili umum atau bantuan yang tidak besar ada yang atas modal, premi risiko dan laba ekonomi. modal. dimiliki. hutang. kategorinya. tertentu. Risk Premium (premi risiko) : pengembalian terhadap modal yang diperlukan untuk mengkonpensasi risiko Rentabilitas Ekonomi : kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dengan memanfaatkan seluruh Ratio Leverange : rasio laporan keuangan yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan Revenue Sharing : pengembalian dari penerimaan yang diperoleh pemerintah pusat ke pemerintah daerah, Sample : jumlah yang kecil dari suatu hal yang dipilih dari kelompok atau populasi yang lebih besar, yang kelompok Saving (tabungan) : seluruh pendapatan disposibel yang tidak digunakan untuk konsumsi barang dan jasa. Scarce Good (barang langka) : suatu komoditi yang kuantitas permintaannyamelebihi kuantitas penawaran pada harga nol; dengan demikian komoditi ini mempunyai harga positif pada ekonomi pasar.

Services (jasa-jasa) : komoditi tak berwujud, misalnya jasa potong rambut atau perawatan kesehatan. Short Run (jangka pendek) : suatu periode waktu pada saat kuantitas beberapa input tidak bisa bervariasi. Stockholders (pemegang saham) : para pemilik sebuah perusahaan yang memberikan dananya melalui pembelian disebut juga saham-saham sebagai pasar perusahaan surat tersebut. berharga. Stock market (bursa saham) : suatu pasar yang terorganisasi tempat saham serta obligasi dibeli dan dijual, Substitute (substitusi) : dua komoditi merupakan substitusi satu sama lain bila keduanya memenuhi kebutuhan atau keinginan yang sama; tingkat substitusi diukur oleh besarnya elastisitas silang positif antara kedua komoditi tersebut.

EKONOMI PUBLIK II Mata kuliah ini merupakan kelanjutan mata kuliah ekonomi publik I, yang mencakup penerapan konsep dan pembahasan empiris mengenai fungsi pemerintah dalam perekonomian yang tercermin dalam kebijaksanaan anggaran belanja serta kegagalan bekerjanya mekanisme pasar akibat intervensi pemerintah, teori penyediaan barang publik, pemungutan suara, eksternalitas, analisis manfaat dan biaya serta teori pengeluaran pemerintah. Kegiatan peningkatan pemahaman materi dilakukan dalam bentuk penugasan membaca dan membuat ringkasan literatur dan jurnal serta diskusi kelompok dan tanya jawab.

Mata kuliah ini memberikan pengetahuan kepada mahasiswa tentang pengertian dan ruang lingkup ekonomi publik yaitu peranan pemerintah dalam perekonomian.

Anda mungkin juga menyukai