Berikut ini adalah versi HTML dari file http://atdr.tdmrc.

org:8084/jspui/bitstream/123456789/5624/1/20061117_Standar_Dokumen_RR_FBU_BR R_NAD-Nias.pdf. G o o g l e membuat versi HTML dari dokumen tersebut secara otomatis pada saat menelusuri web.

Page 1
KEPUTUSAN KEPALA BADAN PEI,AKSANA BADAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI WILAYAH DAN

KEHTDUpAN MASyARAKAT pRovrNSr NANccRoE AcEH DAnusialev
DAN KEPULAUAN NIAS PROVINSI SUMATERA UTARA NOMOR : I 54lKEp/Bp-BRR/X/2006 TENTANC STANDAR DOKUMEN PENYELENCGARAAN REIIABILITASI DAN REKONSTRUKSI FASILITAS DAN BANCUNAN UMUM DI LINCKUNCAN BADAN PELAKSANA BADAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI WILAYAH DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM DAN KEPULAUAN NIAS PROVINSI SUMATERA UTARA KEPALA BADAN PELAKSANA, bahwa unru( me'teniDkdn pembang.rnan dan rnenjamill keielamalan bangunan darajn pro.es .ehabirila5i dan rekonstruksi terhadap, fasilitas dan bangunan umum perlu dibuat standar dokumen penyelengga€an rehabilitasi dan rckor..rruL.i fa'ilirar dan bangunan umur bahwa berdasarkan p€rtimbangan humf a perlu menetapkan Keputusan Kepala Badan pelaksana tentang Standar Dokumen Penyelenggaraan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Fas;litas dan Bangunan Umum di Lingkungan Badan pelaksana Badan Rehabi'itasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara. Undang-undang Republik Indonesia Nomor l0 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan pemerintah pengganti Undang_ undang Nomor 2 Tahun 2005 Tentang Badan Rehabilitasi d;n Rekon5lruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakal provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias provinsi Sumatera Utara menjadi Undang-undang (Lembaran N€gara Republik lndonesia Tahun 2005 Nomor Ill, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4550); Undang-undang R€publik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuaogan Negara (Lembaran Negara RepLrblik lndonesla Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286)i Undang-undang Republik Indonesia Nomor I Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Repllblik. lr, P\ Menimbang Mengingat
:4,

b.

: 1. .1.

2.

Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias Jl. lr l\,4uhammad Thaher No.20 Lueng Bata - BandaAceh,23247 Telp.06it - 636666, Fax.06St - 637777

Page 2

Nias
Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 4. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemerilsaaan Pengelolaan dan Ianggung Ja*ab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomof 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); 5. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 1999 tentarg Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahon 1999 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republ;k Indonesia Nomor 3833); 6. Undang-undang Republik lndonesia Nomor 28 Taiun 2002 tentang Bangunan Cedung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4247); 7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraaan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2000 Nomor 84, Tambahan Lembaran Nega.a Republik lndonesia Nomor 3956); 8. Peraturan Pemerintah. Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2005 tentang Pefaturan Pelaksanaan Undang Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Cedung (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2005 Nomor 83, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4532)i 9. Peraturan Presiden Republik lndonesia Nomor 30 Tahun 2005 tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi NangFoe Aceh Darltssalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara: i0. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 76 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 34 tahun 2005 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja serta Hak Keuangan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi wilayah dan Kehidupan Masyarakat Prcvinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utam; I l. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2003 sebagaimana telah diubah beberapa kali dan terakhir dengan Peraturan Presiden Republik lndonesia Nomor 79 Tahun 2006 tertdng Perubahan Kelima Atas Keputusan Presiden Nomor 80 Tahu! 2003 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 332/KPrS/2002 Tanggal22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pe-nbangunan Bangunan Cedung Negara. eh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias

Jl- lr lvluhammad Thaher No.20 Luens Bata - BandaAceh,23247 Telp. 0651, 636666, Fax. 0651 - 637777 Memperhatikan

Page 3

Nias
\ Menetapkan

MEMTJTUSKAN: KEPUTUSAN KEPALA BADAN PELAKSANA TENTANC STANDAR

DOKUMEN
PENYELENGCARAAN PERTAMA

KEDUA
REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI FASILITAS DAN BANGUNAN UMUM DI LINGKUNCAN BADAN PELAKSANA BADAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI WILAYAH DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT PROVINSI NANCGROE ACEH DARUSSALAM DAN KEPULAUAN NIAS PROVINSI SLM ATIRA UTARA Memberlakukan: a. Standar Dokumen Kerangka Acuan Kerja. Surat perintah Keria, Kontrak Pekerjaan, dan Berita Acara pekerjaan Manajemen Konstruksi sebagaimana terlampir dalam Lampiran I Keputusan
Int;

b- Standar Dokumen Kerangka Acuan Kerja, Surat perintah Kerja, Kontrak Pekerjaan, dan Berita Acara p€kerjaan perencanaan sebagaimana terlampir dalam Lampiran Il Keputusan ini: c. Standaf Dokumen Kerangka Acuan Kerja, Surat perintah Kerja, Kontrak Pekerjaan, dhn Berita Aca|a pekerjaan pengawasan sebagaitnana tedampir dalam Lampiran lll Keputusan ini; d. Standar Dokumen Sulat Perintah Kerja, Kont.ak pekerjaan, dan Berita Acara Pekerjaan Pelaksanaan sebagaimana terlampif dalam Lampiran lV Keputusan ini. Lampiran Keputusan sebagaimana dimaksud pada DIKTUM PERTAMA merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan ini. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Apabila dikemudian hari temyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini, akan diadakan perbaikan dan perubahan sebagaimana mestinya. Salinan Keputusan Kepala Badan Pelaksana ini disampaikan kepada )th : 1. Ketua De\'r'an Pengarah Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat provinsi Nanggroe Aceh Daiussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara; 2. Ketua. Dewan Pengawas Badan Rehabititasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara; 3. Wakil Kepala, Sekretaris dan para Deputi di Lingkungan Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan

BandaAceh. 5. lr I'luhammad Thahef No. 065. BandaAceh. iB l+' .alarn dan Kepulauan Nias Provinsi Slrmalera Utara.0651 . BERITA ACARA PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI Page 6 KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI …………………………………………………………………… SATUAN KERJA/PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………… . Kepala Perwakilan di Lingkungan Badan pelaksana Badan Rehabiliuasi dan Rekonslruksi Wila)ah dan Kehidupan Mas)arakat Provinsi Nanggroe Aceh Darus.t77 Page 5 Lampiran I : Keputusan Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara Nomor: 154/KEP/BP-BRR/X/2006 LAMPIRAN I 1. Ditetapkan di : Banda Aceh Pada tanggal : I0 Oktober 2006 . SURAT PERINTAH KERJA PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI 3.Rekonsrruksi Wilayah dan Kehidupan Masyamlar Provinsi Nanggroe Aceh Daru\salam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utaaa. 0651 _ 637.20 Lueng Bata . q Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias Jl. KERANGKA ACUAN KERJA PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI 2.20 Lueng Bata.23247 Tetp. h MuhammadThaher No.t _ 637777 Page 4 Nias 4. 0651 .l KETIGA KEEMPAT Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias Jl.636666. Kepala Satuan Kerja di Lingkungan Badan pelaksana Badan Rehabilitasi dan . 636666.Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggoe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara: . KONTRAK PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI 4. Fax.23247 Tetp. Fax.f*evam aaoeN pELAKSANA.

waktu. Dalam kegiatan operasionalnya. dan atau d.. Untuk penyelenggaraan kegiatan yang dimaksud. Pemegang Mata Anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias.. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG 1.. Page 7 2. Dilaksanakan secara bertahap yang tidak dapat diselesaikan dalam satu tahun anggaran 2. dan atau b. Bangunan khusus. dan atau c.000 m2. Bangunan bertingkat diatas 4 lantai... Melibatkan lebih dari satu konsultan perencana maupun kontraktor. Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) akan melaksanakan pengendalian/pengawasan terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh konsultan Perencana dan kontraktor Pelaksana/Pemborong yang diikut sertakan dalam proyek bersangkutan. 3. dibentuk Pengelola Satuan . B. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian kegiatan Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen………………………. konsultan MK mendapatkan bantuan bimbingan teknis dan administrasi dalam menentukan arah pekerjaan pengendalian/pengawasan dari Pengelola Satuan Kerja.. C. yang menyangkut aspek mutu. serta administrasi kontrak. 3.. MAKSUD DAN TUJUAN 1. UMUM 1. dan atau e. 2. Konsultan Manajemen Konstruksi digunakan untuk pembangunan bangunan gedung Negara yaitu : a. Bangunan dengan luas total diatas 5.BRR NAD-Nias. kriteria. yang terdiri dari Pengelola Administrasi dan Keuangan serta Tim Teknis/Pengelola Teknis yang ditunjuk dan bertanggung jawab kepada Pemimpin Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen.……………BRR NAD-Nias. dan biaya. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan Manajemen Konstruksi yang memuat masukan. Dengan penugasan ini diharapkan Konsultan MK dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai KAK ini. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002.BRR NAD-Nias I. Secara kontraktual Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) bertanggung jawab kepada Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen . Sebagaimana telah ditetapkan dalam Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. proses dan keluaran yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterpretasikan dalam peleksanaan tugas.

Kegiatan MK tersebut. Tahap Persiapan Proyek 1. Tanggal ………………. Page 8 B.. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. Tahap Perencanaan 1. Tanggal …………… dengan susunan organisasi seperti pada lampiran. KEGIATAN MANAJEMEN KONSTRUKSI Kegiatan MK yang dilaksanakan oleh konsultan adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku. yang terdiri dari komponen kegiatan : a. (sesuai DIPA/RKA-KL). ………………………………………………………………….. D. Membantu Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen dalam melaksanakan pengadaan konsultan perencana. LINGKUP KEGIATAN 1. …………………………………………………………………. Mengawasi dan mengikuti penyelenggaraan paket kegiatan loka karya Value . Mengadakan evaluasi program kegiatan perencanaan yang diusulkan oleh konsultan Perencana yang meliputi program penyediaan dan penggunaan sumber-daya. 2. Lingkup tugas Konsultan adalah pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) pada pekerjaan Pembangunan/ Rehabilitasi/ Renovasi/ Restorasi……………. 2. Lingkup kegiatan meliputi Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/ Restorasi …………………………………. Dan SK tentang Pembentukan Panitia Lelang/Pengadaan/penunjukan langsung Nomor:…………………………. 2. Membantu Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen menyiapkan kontrak perjanjian pekerjaan perencanaan. memberi saran waktu dan strategi pengadaan dan bantuan evaluasi proses pengadaan rekanan. b. Dan seterusnya. khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. termasuk menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK). antara lain : A. II.Kerja /Pejabat Pembuat Komitmen berdasarkan SK Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen Nomor:……………………. strategi pentahapan serta penyusunan dokumen lelang. c..

Lingkup tugas adalah pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) pada pekerjaan Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi ……………. D. Membantu pengelola satuan kerja dalam melaksanakan pengadaan konsultan perencana. Page 9 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002.. Perumusan evaluasi status serta koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. Konsultasi pekerjaan perencanaan dari sudut efisiensi sumber daya serta kemungkinan pelaksanaan. III.Engineering 40 Jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana (khusus untuk pembangunan bangunan diatas 12.. Tanggal …………… dengan susunan organisasi seperti pada lampiran. b. LATAR BELAKANG 1. antara lain : A. c. KEGIATAN MANAJEMEN KONSTRUKSI Kegiatan MK yang dilaksanakan oleh konsultan adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku. (sesuai DIPA/RKA-KL). 2. Tanggal ……………….. Untuk penyelenggara Satuan Kerja yang dimaksud. …………………………………………………………………. Dan seterusnya. Lingkup proyek adalah Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi …………………………………. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian kegiatan Satuan Kerja ……………. ……… 2. termasuk menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK).000 m2 atau lebih dari 8 lantai). 3. LINGKUP PROYEK 1. Kegiatan MK tersebut. b. dibentuk Organisasi Pengelola Satuan Kerja berdasarkan SK Kepala Satuan Kerja Nomor : ………………………. ……………………………………. d. …………………………………………………………………. Dan SK tentang Pembentukan Panitia Lelang/Pengadaan/ penunjukan langsung Nomor : …………………………. Memberikan layanan konsultasi kegiatan perencanaan yang terdiri atas : a. memberi . Pemegang Mata Anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Badan Rehabilitasi Dan Rekonstruksi NAD-Nias 3.. Membantu konsultan perencana dalam pelaksanaan value engineering pada tahap perencanaan secara in house. yang terdiri dari komponen kegiatan : a. c. Penyusunan laporan kegiatan tahap perencanaan secara periodik. khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. C. Tahap Persiapan Proyek 1.

Membantu konsultan perencana dalam pelaksanaan value engineering pada tahap perencanaan secara in house. 5. baik melalui papan pengumuman. b. Membantu panitia lelang dalam menyusun Harga Perhitungan Sendiri (HPS) pekerjaan konstruksi. Perumusan evaluasi status serta koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. 4. evaluasi program terhadap perubahan lingkungan. 3. Membantu melakukan pembukaan dan evaluasi terhadap penawaran yang masuk. Mengendalikan program yang terdiri atas : evaluasi program terhadap hasil perencanaan. Mengadakan dan memimpin rapat-rapat koordinasi perencanaan. menyusun laporan hasil rapat koordinasi. Penyusunan laporan kegiatan tahap perencanaan secara periodik.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). Mengawasi dan mengikuti penyelenggaraan paket kegiatan loka karya Value Engineering 40 Jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana (khusus untuk pembangunan bangunan diatas 12. Mengadakan evaluasi program kegiatan perencanaan yang diusulkan oleh konsultan Perencana yang meliputi program penyediaan dan penggunaan sumber-daya. Membantu panitia lelang melakukan prakualifikasi calon peserta pelelangan. 2. Membantu pengelola satuan kerja menyiapkan kontrak perjanjian pekerjaan perencanaan. media cetak. 7. Tahap pelelangan 1. serta pengusulan koreksi program. serta bersama Konsultan Perencana menyusun program pelelangan dan membantu kegiatan panitia pelelangan. 4. 6. c. Membantu menyiapkan draft surat perjanjian pekerjaan pelaksanaan . 6. dan membuat laporan kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi. Membantu memberikan penjelasan pekerjaan pada waktu rapat penjelasan pekerjaan. Page 10 C. Menyusun laporan dan berita acara dalam rangka kemajuan pekerjaan dan serah terima pekerjaan perencanaan.saran waktu dan strategi pengadaan dan bantuan evaluasi proses pengadaan rekanan. Memberikan layanan konsultasi kegiatan perencanaan yang terdiri atas : a. strategi pentahapan serta penyusunan dokumen lelang. B. 7. 2. d. Tahap Perencanaan 1. evaluasi program terhadap penyimpangan teknis dan manajerial atas persoalan yang timbul. 2. 3. Melakukan penelitian kelengkapan dokumen perencanaan dan dokumen pelelangan untuk pelaksanaan konstruksi. maupun media elektronik. Membantu panitia lelang dalam menyebar luaskan pengumuman pelelangan. Membantu pengelola proyek dalam mempersiapkan dan menyusun program pelaksanaan pelelangan pekerjaan konstruksi. 5. Konsultasi pekerjaan perencanaan dari sudut efisiensi sumber daya serta kemungkinan pelaksanaan.

i. Melakukan koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi fisik. Memeriksa dan mempelajari dokumen pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan lapangan. d. Membantu panitia lelang dalam menyusun laporan proyek tahap pelelangan. serta ketepatan waktu. 8. Mengendalikan program pelaksanaan konstruksi fisik. Meneliti gambar-gambar pelaksaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh pemborong. informasi. 5. Mengadakan evaluasi program kegiatan pelaksanaan konstruksi fisik yang disusun oleh pemborong. dana. pengendalian tertib administrasi. penyediaan dan penggunaan tenaga kerja. dan biaya pekerjaan konstruksi. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. f. e. . pengendalian kesehatan dan keselamatan kerja. dan program kesehatan dan keselamatan kerja (K3). bahan bangunan. pengendalian sasaran fisik (kuantitas dan kualitas) pekerjaan. j. Tahap Konstruksi 1. 2. pengendalian waktu. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan dan laporan-laporan yang dibuat oleh pemborong. yang meliputi program pengendalian sumber daya. peralatan dan metode pelaksanaan. Melakukan kegiatan pengawasan yang terdiri atas : a. yang meliputi program-program pencapaian konstruksi. Page 11 c. program Quality Assurance/Quality Control.konstruksi fisik. dan mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. peralatan dan perlengkapan. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. Mengawasi pemakaian bahan. 3. b. g. Melakukan evaluasi program terhadap penyimpangan teknis dan manajerial yang timbul. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. kuantitas. Meneliti gambar-gambar yang telah sesuai dengan pelaksanaan (AsBuilt Drawings) sebelum serah terima pertama. Bersama dengan konsultan perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung. Menyelenggarakan kegiatan rapat-rapat lapangan secara berkala. D. Menyusun berita acara kemajuan pekerjaan. pemeliharaan pekerjaan. usulan koreksi program dan tindakan turun tangan. pengendalian biaya. Menyusun daftar cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama. h. 4. serta melakukan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan.

l. Foto copy DIPA (pembiayaan). Biaya Manajemen Konstruksi (MK) . iv. vi. Kontrak/Surat Perjanjian Pelaksanaan Pemborongan. Gambar situasi dan gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (As-Built Drawings) disertai gambar legger. IV. Secara umum tanggung jawab konsultan adalah menjaga agar proyek memiliki kinerja minimal sebagai berikut : 1. dan sesuai dengan dokumen pekerjaan/pelaksanaan. memenuhi syarat teknis yang dapat dipertanggung jawabkan. Membantu pengelola proyek dalam menyusun dokumen untuk kelengkapan pendaftaran gedung sebagai gedung negera : i. Ketepatan biaya pembangunan sesuai batasan anggaran yang tersedia atau yang telah ditetapkan. C. sehingga proyek mencapai hasil dan daya guna yang seoptimal mungkin. tetapi juga bagi para tenaga ahli professional manajemen konstruksi yang terlibat. Ketertiban administrasi kontrak dan pelaksanaan pembangunan. 7. Page 12 2. Foto copy sertifikat atau bukti pemilikan/hak atas tanah. 3. 4. v. Ketepatan waktu pembangunan proyek sesuai batas waktu berlakunya anggaran/waktu yang telah ditetapkan. Mengusulkan perubahan-perubahan serta penyesuaian di lapangan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi. Konsultan Manajemen Konstruksi bertanggung jawab secara professional atas jasa manajemen konstruksi yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku. B I A Y A A. Penanggung jawab professional manajemen konstruksi adalah tidak hanya konsultan sebagai suatu perusahaan. V. B. Ketepatan kualitas dan kuantitas sesuai standar/peraturan yang berlaku. 6. Membantu pengelola proyek mengurus IPB (Ijin Penggunaan Bangunan) dari Pemerintah Daerah Tingkat II setempat. iii. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN KONSTRUKSI A. Berita Acara Serah Terima I dan II. Memberikan penilaian untuk mendapat persetujuan dari pemberi tugas tentang sub kontraktor yang akan dilibatkan oleh pemborong. vii.k. Salinan atau foto copy Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemerintah Daerah setempat.

2. e. mutu. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 yaitu : a. d.. yang minimal meliputi : A. 2. dan administrasi kontrak. Biaya pekerjaan Konsultan Manajemen Konstruksi dan tata cara pembayaran diatur secara kontraktual setelah melalui tahapan proses pengadaan konsultan manajemen konstruksi sesuai peraturan yang berlaku. DIPA Nomor : ………………. 3. K E L U A R A N Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Manajemen Konstruksi berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam perjanjian.1. Page 13 3. Pengaturan tentang komponen pembiayaan pada butir a dan b diatas adalah dipisahkan antara bangunan standar.. Pada tahap persiapan proyek 1. Uraian program dan kegiatan pengendalian waktu. sesuai dengan ketentuan billingrate yang berlaku. B. Besarnya biaya konsultan Manajemen Konstruksi merupakan biaya tetap dan pasti. Jasa dan overhead Manajemen Konstruksi. Pembayaran biaya Konsultan Manajemen Konstruksi didasarkan pada prestasi kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi.. e. Ketentuan pembiayaan lebih lanjut mengikuti surat perjanjian pekerjaan manajemen konstruksi yang dibuat oleh Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen dan Konsultan Manajemen Konstruksi. Besarnya biaya pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) mengikuti ketentuan dalam Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Sumber Dana Sumber Dana dari keseluruhan pekerjaan manajemen konstruksi di bebankan pada: 1. Pajak dan pengeluaran sejenis lainnya. yaitu meliputi komponen sebagai berikut : a. c. d.. Dan lain-lain. Loan Nomor : ………………. tanggal ……………………. g. VI. Pembelian dan atau sewa peralatan. tabel B1 dan tabel D. Untuk pekerjaan standar berlaku maksimum sesuai pada tabel A1. maka dihitung secara orang-bulan dan biaya langsung yang dapat diganti. Bila terdapat pekerjaan non standar. h. b. f. . Sewa kendaraan. Perjalanan (local maupun luar kota). Biaya rapat-rapat. biaya. serta non standar dan harus terbaca dalam suatu rekapitulasi akhir yang menyebut angka dan huruf. Honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang. tanggal ……………………. b. Materi dan penggandaan laporan. c.

kemajuan pekerjaan. Laporan pelaksanaan pengadaan konsultan perencana. Pengembangan rencana. Laporan Akhir Pekerjaan Manajemen Konstruksi yang memuat uraian kegiatan dari tahap persiapan sampai tahap pelaksanaan konstruksi fisik VII. dan penyiapan gambar detail/dokument lelang. 3. 5. dan Administrasi Kontrak Tahap Pelaksanaan (bila ada revisi). Laporan Hasil Konsultasi MK pada kegiatan perencanaan. dan Administrasi Kontrak Tahap Pelaksanaan. Laporan pemeriksaan Dokumen Perencanaan tahap pra-rencana.2. laporan pengujian. dan Administrasi Kontrak (bila ada revisi). Laporan Bulanan Manajemen Konstruksi Tahap Pelaksanaan dari aspek pengendalian Waktu. Revisi Program dan Kegiatan Pengendalian waktu. dll.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). Laporan Bulanan Kegiatan Manajemen Konstruksi. lengkap dengan setiap lampirannya seperti risalah rapat. Laporan pengawasan atas penyelenggaraan paket kegiatan loka karya Value Engineering 40 jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana (khusus untuk pembangunan Bangunan diatas 12. surat menyurat dll. 5. Mutu. Mutu. 2. Pada tahap pelelangan 1. Mutu. Laporan lengkap pelaksanaan pelelangan mulai dari pengumuman pelelangan sampai dengan penetapan pemenang dan bantuan penyiapan surat perjanjian pemborongan. Laporan Bulanan Manajemen Konstruksi Tahap Pemeliharaan. Kerangka Acuan Kerja (KAK) Perencanaan. D. Biaya. Dokumen gambar-gambar sesuai pelaksanaan dan kelengkapannya (as-built drawings) dalam bentuk kertas kalkir dan cetak biru. Mutu. surat menyurat. visual lapangan. Biaya. mutu. E. Laporan Akhir pekerjaan Manajemen Konstruksi yang mencakup keseluruhan kegiatan manajemen konstruksi dari tahap persiapan sampai dengan serah terima kedua pekerjaan pelaksanaan. Persyaratan Umum Pekerjaan . Biaya. Kelengkapan Dokumen untuk Pendaftaran Bangunan Gedung Negara. 2. Revisi Uraian Program dan Kegiatan Pengendalian waktu. 4. Page 14 3. Revisi Program dan Kegiatan Pelelangan (bila ada revisi). Pada tahap pelaksanaan 1. 4. Uraian program dan kegiatan Pengendalian waktu. dari aspek pengendalian waktu. Biaya. dan Administrasi Kontrak termasuk setiap lampirannya seperti risalah rapat lapangan. dan adminstrasi kontrak. biaya. K R I T E R I A Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh konsultan Manajemen Konstruksi seperti yang dimaksud pada Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini harus memperhatikan persyaratanpersyaratan seperti dibawah ini : A. 3. 6. 3. Pada tahap perencanaan 1. B. 2. C.

B. pedoman dan peraturan yang berlaku. konsultan secara minimal harus menghasilkan keluaran sesuai dengan permintaan yang ada dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini. beserta kelengkapannya dan ketentuan-ketentuan sebagai dasar perjanjiannya. C. Persyaratan Fungsional Pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) harus dilaksanakan dengan profesionalisme yang tinggi sebagai pemberi jasa konsultasi Manajemen Konstruksi. . yaitu Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan dan Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan. Ketentuan yang diberlakukan untuk pekerjaan proyek yang bersangkutan. Untuk melaksanakan tugasnya. Persyaratan Teknis Lainnya Selain kriteria umum diatas. konsultan Manajemen Konstruksi harus mencari sendiri informasi yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini. 4. Kesalahan/kelalaian pekerjaan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari Konsultan Manajemen Konstruksi (MK). I n f o r m a s i 1. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah Setempat. baik yang berasal dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen maupun yang dicari sendiri. untuk pekerjaan MK berlaku pula ketentuan-ketentuan seperti standar. Konsultan Manajemen Konstruksi harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya. B. baik yang menyangkut macam. sesuai standar hasil karya manajemen konstruksi yang berlaku. Persyaratan Prosedural Penyelesaian administratif sehubungan dengan pekerjaan di lapangan harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku. Persyaratan Obyektif Pelaksanaan pekerjaan manajemen konstruksi profesional yang obyektif untuk kelancaran pelaksanaan. yang secara fungsional dapat mendorong peningkatan kinerja proyek. 2. T e n a g a Selama menjalankan tugasnya. VIII. dan kuantitas dari setiap bagian pekerjaan. MASUKAN A. Page 15 D. kualitas. 2. antara lain : 1. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 3. Yang termuat dalam Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara.Setiap bagian dari pekerjaan pengendalian oleh konsultan MK harus dilaksanakan secara benar dan tuntas sampai dengan memberi hasil yang telah ditetapkan dan diterima dengan baik oleh Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. Standar dan pedoman teknis yang berlaku di bidang penyelenggaraan bangunan Negara. E.

Manajemen waktu ………….. Administrasi kontrak …………. masa penugasannya. . PROGRAM KERJA A. Tenaga-tenaga yang diusulkan konsultan Manajemen Konstruksi harus mendapat persetujuan dari Kepala satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. orang 3. orang 6. Page 16 Bila dianggap masih belum memadai. Manajemen biaya …………. konsultan hendaknya memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan. Program kerja termasuk jadwal kegiatan secara detail. Tenaga ahli teknis lainnya sesuai kebutuhan dan lingkup kompleksitas pekerjaan. 2. baik ditinjau dari lingkup (besar) proyek maupun tingkat kekomplekan proyek.. 3. Aplikasi tenaga yang lengkap (disiplin dan jumlahnya). Konsep penanganan pekerjaan Manajemen Konstruksi Proyek. Manajemen konstruksi professional …………. X. konsultan Manajemen Konstruksi harus segera menyusun : 1.Untuk melaksanakan tugasnya. tanggung jawab.. dan kemudian konsultan berkewajiban untuk memenuhinya. setelah sebelumnya dipresentasikan oleh Konsultan Manajemen Konstruksi dan mendapatkan pendapat teknis dari Tim Teknis Satuan Kerja. 1.. pemberi tugas berhak meminta dan mengarahkan penyediaan tenaga oleh konsultan. orang 2. Selama dalam menjalankan tugasnya. konsultan Manajemen Konstruksi harus menyediakan tenaga yang memenuhi kebutuhan proyek. konsultan Manajemen Konstruksi minimal harus membentuk organisasi yang memadai. orang 4. Sebelum melaksanakan pekerjaannya. Yang kesemuanya harus jelas mengenai tugas. Program Kerja secara keseluruhan harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen.. Manajemen mutu …………. Pengawasan lapangan …………. dan diketuai oleh seorang Manajer Konstruksi yang disetujui oleh Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen.. orang 5. IX. orang 7. B. dan menyiapkan tenaga ahli yang berpengalaman dalam bidang-bidang : (Kualifikasi masing-masing tenaga ahli disesuaikan berdasarkan kebutuhan/kompleksitas proyek). Setelah Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini diterima. P E N U T U P A.

. Nama Badan Usaha : ……………………………………….. Alamat Kantor : ………………………………………. Jabatan : ………………………………………. Tanggal …………………………... dikembangkan/ dilengkapi untuk Kebutuhan proyek yang bersangkutan. Nama : ………………………………………. Jabatan : ………………………………………. MEMERINTAHKAN KEPADA : 2. Nama : ………………………………………. PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI PEMBANGUNAN / REHABILITASI / RENOVASI / RESTORASI ………………………………………………………………………. DIBUAT DI : …………………… TANGGAL : …………………… Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen …………………………. Page 18 SURAT PERINTAH KERJA (SPK) PEKERJAAN MK SURAT PERINTAH KERJA KEPALA SATUAN KERJA / PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………………… Nomor : ………………………………………. Catatan : Model KAK tersebut diatas bersifat pokok yang masih Harus disesuaikan. Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Pelelangan/ Pemilihan Langsung Nomor : ……………………. Tanggal : ……………………………………….... .. Berdasarkan bahan-bahan tersebut konsultan MK agar segera menyusun program kerja untuk dibahas dengan Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen.Page 17 B.. NIP : …………………. Selaku Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen …………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA. dengan ini kami yang bertandatangan dibawah ini : 1.

(lokasi pekerjaan) yang meliputi tugas-tugas sebagai berikut : a. strategi pentahapan serta penyusunan dokumen lelang. 3. Mengadakan evaluasi program kegiatan perencanaan yang diusulkan oleh Konsultan Perencana yang meliputi program penyediaan dan penggunaan sumber-daya. v. vi. iii. vii. 4. Membantu Konsultan Perencana dalam pelaksanaan value engineering pada tahap perencanaan secara in house.. Memeriksa laporan kegiatan perencanaan secara periodik. Surat Perintah Kerja (SPK) ini diperintahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dengan ketentuan dan syarat-syarat seperti tersebut dibawah ini : Page 19 1. Membantu PIHAK PERTAMA menyiapkan kontrak perjajian pekerjaan perencanaan.. Melakukan penelitian kelengkapan dokumen perencanaan dan dokumen pelelangan untuk pelaksanaan konstruksi. termasuk menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK). memberi saran waktu dan strategi pengadaan.000 M2 atau lebih dari 8 lantai). Mengadakan dan memimpin rapat-rapat koordinasi perencanaan. Mengendalikan program yang meliputi : evaluasi program atas hasil perencanaan.Alamat Badan Usaha : ………………………………………. menyusun laporan hasil rapat koordinasi.. menyusun program pelelangan serta membantu kegiatan panitia pelelangan. evaluasi program atas penyimpangan teknis dan manajerial dari persoalan yang timbul. dan membuat laporan kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi. di …………………………. Review pekerjaan perencanaan dari sudut efisiensi sumber daya serta kemungkinan pelaksanaan. Pada Tahap Perencanaan : i. Mengawasi dan mengikuti penyelenggaraan paket kegiatan loka karya VE 40 Jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana (khusus untuk pembangunan bangunan diatas 12. serta pengusulan koreksi program. evaluasi program atas perubahan lingkungan. Perumusan evaluasi status dan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. serta bantuan evaluasi proses pengadaan rekanan. iv. Pada Tahap Persiapan Proyek : i. ii. Page 20 . 2. Membantu PIHAK PERTAMA dalam melaksanakan pengadaan konsultan perencana. Selaku Konsultan Manajemen Konstruksi Pekerjaan …………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Memberikan konsultasi kegiatan perencanaan yang terdiri atas : 1. serta untuk serah terima pekerjaan perencanaan. b. ii. Menyusun laporan dan berita acara dalam rangka kemajuan pekerjaan dan pembayaran angsuran. Tugas Pekerjaan : Pekerjaan Manajemen Konstruksi yang akan dilaksanakan adalah : Pembangunan/Rehabilitasi/ Renovasi/Restorasi ………………………………….

pengendalian tertib administrasi. iv. serta melakukan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. yang meliputi program-program pencapaian sasaran konstruksi. v. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. v. 3. iv. dan biaya pekerjaan konstruksi. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. peralatan dan metode pelaksanaan. Pada Tahap Konstruksi : i. informasi. Membantu panitia lelang melakukan prakualifikasi calon peserta pelelangan. Melakukan koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi fisik. Pada Tahap Pelelangan : i. ii. kuantitas. dan program kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Membantu panitia lelang dalam menyusun laporan proyek tahap pelelangan. vii. pengendalian sasaran fisik (kuantitas dan kualitas) pekerjaan. iii. Mengadakan evaluasi program kegiatan pelaksanaan konstruksi fisik yang disusun oleh Kontraktor Pelaksana. Membantu panitia lelang dalam menyusun Harga Perhitungan Sendiri (HPS) pekerjaan konstruksi. . dan laporan-laporan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. baik melalui papan pengumuman. iii. d. bahan bangunan. Mengendalikan program pelaksanaan konstruksi fisik. penyediaan dan penggunaan tenaga kerja. Membantu panitia lelang dalam menyebarluaskan pengumuman pelelangan. maupun media elektronik. Membantu memberikan penjelasan pekerjaan pada waktu rapat penjelasan pekerjaan. usulan koreksi program dan tindakan turun tangan. yang meliputi program pengendalian sumber daya. Page 21 2. pengendalian waktu. 5. program Quality Assurance/ Quality Control. Mengawasi pemakaian bahan. viii. pengendalian kesehatan dan keselamatan kerja. perlengkapan dan peralatan.c. media cetak. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan. Melakukan kegiatan pengawasan yang terdiri atas : 1. Memeriksa dan mempelajari dokumen pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan lapangan. dana. Membantu menyiapkan draft surat perjanjian pekerjaan pelaksanaan konstruksi fisik. Membantu PIHAK PERTAMA dalam mempersiapkan dan menyusun program pelaksanaan pelelangan pekerjaan konstruksi. pengendalian biaya. vi. ii. Membantu melakukan pembukaan dan evaluasi terhadap penawaran yang masuk. Menyelenggarakan kegiatan rapat-rapat lapangan secara berkala. 4. serta ketepatan waktu. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi. Melakukan evaluasi program terhadap penyimpangan teknis dan manajerial yang timbul.

dibayar setelah PIHAK KEDUA telah menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya pada tahap persiapan sampai dengan penunjukan Kontraktor Pelaksana sebagaimana yang disebut dalam butir 1 a... tanggal : ………………… Page 22 b. Cara Pembayaran Pembayaran biaya Konsultan Manajemen Konstruksi dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilaksanakan secara bertahap sesuai tahapan pekerjaan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak.. 3.. (……………………………………... 12.. dibayar setelah .. vi.. dibayar setelah prestasi Pelaksanaan pekerjaan kontraktor pelaksana mencapai 100% (serah terima pertama) dan PIHAK KEDUA telah menyelesaikan kewajibannya sebagaimana yang disebut dalam butir 1. dengan ketentuan sebagai berikut : a..... Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana... bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.b. Angsuran kedua sebesar 70% dari biaya Manajemen Konstruksi yakni sejumlah Rp. 11. Angsuran kesatu sebesar 20% dari biaya Manajemen Konstruksi yakni sejumlah Rp. b. 2... dan c diatas serta diterima baik oleh PIHAK PERTAMA. Mengusulkan perubahan-perubahan serta penyesuaian di lapangan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi.. Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajakpajak. 8.. Menyusun daftar cacat/ kerusakan sebelum serah terima pertama.. Membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pendaftaran sebagai gedung Negara.. Membantu PIHAK PERTAMA dalam penyusunan Ijin Penggunaan Bangunan (IPB) dari Pemerintah Daerah Tingkat II setempat.. …………………. Menyusun berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran. (……………………………………………). yang dibebankan pada Satuan Kerja . yang merupakan jumlah tetap dan pasti (lumpsum fixed price).. …………………. Bersama dengan Konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung.. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. Memberikan penilaian untuk mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA tentang sub kontraktor yang akan dilibatkan oleh Kontraktor Pelaksana. …………………. Besarnya biaya konsultan manajemen konstruksi adalah Rp. c. vii. …………………………... (……………………………………….). dan mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan.sesuai dengan DIPA Nomor : ……………………... Biaya Manajemen Konstruksi a.. 10. 7...). pemeliharaan pekerjaan. 9.d diatas dan diterima oleh PIHAK PERTAMA. Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built Drawings) sebelum serah terima pertama.6. (…………………………………... Angsuran ketiga sebesar 10% dari biaya Manajemen Konstruksi yakni sejumlah Rp.).

n. Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) : …………………………… Nomor : ………………. g. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam suatu Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Manajemen Konstruksi untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta dengan pengesahan pejabat yang berwenang dari Departemen Pekerjaan Umum atau pejabat yang ditunjuk olehnya. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias. Tanggal ………………………. h. Jangka Waktu .diadakan serah terima kedua hasil pekerjaan kontraktor pelaksana kepada pihak PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah menyelesaikan seluruh kewajibannya sebagaimana yang disebut dalam butir 1. i. 4. 5. iii. l. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. antara lain : i. iv. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).. d.e diatas dan diterima baik oleh PIHAK PERTAMA. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. b. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Semua ketentuan dan peraturan serta Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. m. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. f. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. Persyaratan dan Spesifikasi Teknis a. Gambar-gambar (dokumen lelang). j. e. k. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syaratsyarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. Kerangka Acuan Kerja (KAK) Manajemen Konstruksi. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. Page 23 f. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. c. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. ii. o.

dengan ketentuan bahwa PIHAK KEDUA.. Page 25 SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI . 6. a.% (…. Sanksi dan Denda.. Pembuat Komimen…………………… ………………. o/oo (………permil) dari biaya pekerjaan Manajemen Konstruksi (umumnya 3 o/oo). harus menyerahkan selengkapnya dokumendokumen sebagai hasil pekerjaannya seperti tercantum dalam butir 1 diatas. prosen) dari biaya pekerjaan Manajemen Konstruksi (umumnya 10%). c. Sampai dengan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kalender setelah diadakannya serah terima kedua pekerjaan pelaksanaan. b. 7.50 juta. maka untuk setiap hari kelambatan pihak konsultan wajib membayar denda kelambatan sebesar ……. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Manajemen Konstruksi Kepala Satuan Kerja/Pejabat PT/CV ……………………. Jumlah denda kumulatif ditetapkan maksimum …. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya. …………………… *) …………….. PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya (umumnya 1-3%). Penyelesaian Perselisihan a. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar … % (…… Page 24 persen) dari biaya pekerjaan Manajemen Konstruksi dengan ketentuan bahwa. b. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya.Jangka waktu pelaksanaan terhitung mulai tanggal ditandatanganinya Surat Perintah Kerja oleh PIHAK PERTAMA tanggal ………. maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri …………. Jika terjadi perselisihan dikemudian hari. NIP ……………… Catatan : *) Ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan Model perjanjian dengan SPK berlaku hanya untuk pekerjaan yang nilainya sampai RP. Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ……………… dan mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dalam batas waktu yang ditetapkan.

antara lain : a. Jabatan (struktural) : ………………………………… Alamat : ………………………………….. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA.. Membantu PIHAK PERTAMA dalam melaksanakan pengadaan konsultan perencana. Jabatan : Direktur ………………………………….. Tanggal …………… oleh Notaris ………. Nama : …………………………………. Yang didirikan dengan Akte Notaris Nomor : …………………. yaitu untuk melaksanakan Pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) pada pelaksanaan pekerjaan : ……………. Tugas pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). Alamat : …………………………………..PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI ……………………………………………………………………. Dengan lokasi Pekerjaan : ……………………… 2. telah ditunjuk selaku Kepala satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen………………. tanggal …………. termasuk menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK). SATUAN KERJA …………………………………………………………………. Nama : …………………………………. PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut. Tanggal ………… bulan………. Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1. Pada tahap Persiapa Proyek : i. Dengan 2. memberi saran . Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias (pejabat yang structural yang menunjuk) Nomor : ………………. bertindak untuk dan atas nama …………………… (nama Badan Usaha). yang berwenang dalam bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA. Nomor : ………………………………… Tanggal : ………………………………… Pada hari ini ………….... tahun ………………. di ……………… dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya.. Nama Perusahaan : …………………………………. kami yang bertandatangan di bawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan Manajemen Konstruksi : Antara 1.

v. Perumusan evaluasi status dan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. vi. Menyusun laporan dan berita acara dalam rangka kemajuan pekerjaan dan pembayaran angsuran. Review pekerjaan perencanaan dari sudut efisiensi sumber daya serta kemungkinan pelaksanaan. Mengadakan evaluasi program kegiatan perencanaan yang diusulkan oleh Konsultan Perencana yang meliputi program penyediaan dan penggunaan sumber-daya. Page 27 laporan harian. menyusun program pelelangan serta membantu kegiatan panitia pelelangan. iv. serta untuk serah terima pekerjaan perencanaan. Memberikan konsultasi kegiatan perencanaan yang terdiri atas : 1). 2). evaluasi program atas perubahan lingkungan. e. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. 4). vii. serta bantuan evaluasi proses pengadaan rekanan. menyusun laporan hasil rapat koordinasi. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala. ii. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. Melakukan penelitian kelengkapan dokumen perencanaan dan dokumen perencanaan dan dokumen pelelangan untuk pelaksanaan konstruksi. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. iii. f. d.Page 26 waktu dan strategi pengadaan. serta pengusulan koreksi program. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan. c. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. dan membuat laporan kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi. Mengendalikan program yang meliputi : evaluasi program atas hasil perencanaan. ii. Memeriksa laporan kegiatan perencanaan secara periodik. Mengadaka dan memimpin rapat-rapat koordinasi perencanaan. Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran. 3). pemeliharaan pekerjaan. kuantitas. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh . Mengawasi dan mengikuti penyelenggaraan paket kegiatan loka karya VE 40 Jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana khusus untuk pembangunan bangunan diatas 12. g. Membantu PIHAK PERTAMA menyiapkan kontrak perjanjian pekerjaan perencanaan. Pada tahap Perencanaan : i. b. Membantu Konsultan Perencana dalam pelaksanaan value engineering pada tahap perencanaan secara in house. strategi pentahapan serta penyusunan dokumen lelang. evaluasi program atas penyimpangan teknis dan manajerial dari persoalan yang timbul.

Menyusun daftar cacat-cacat/ kerusakan sebelum serah terima pertama.Kontraktor Pelaksana. b. . Surat Usulan Calon Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… d.. j. Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : ……………………………………………. Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perjanjian ini. e.. Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… c. k. Tanggal : ……………………………………………. Membantu PIHAK PERTAMA dalam pengurusan IPB (Ijin Penggunaan Bangunan) dari Pemerintah Daerah Tingkat II setempat. h. Tanggal : ………………………………………………. Tanggal : ……………………………………………. Membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pendaftaran gedung sebagai bangunan gedung Negara. Nomor : ………………………………………………. Bersama Konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung. DIPA : ………………………………………………. yaitu : a. i. l. Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 2. Surat Keputusan Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………. Page 28 f. dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan. Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built drawings) sebelum serah terima pertama. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan.

Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. k. f.Addendum (bila ada) 3. j. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. b. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. c. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan Manajemen Konstruksi yang ditetapkan. g. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN 1. b. d. h. e. 2. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. antara lain : a. c. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : a. Page 29 n. m. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. i. d. sehingga pelaksanaan pekerjaan manajemen konstruksi . l. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987.

e. 3. Alat-alat. Gambar rincian pelaksanaan (shop drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. 5. akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA sehubungan dengan pekerjaan ini. Kelengkapan dokumen pendaftaran bangunan gedung Negara lengkap dengan lampiranlampirannya. Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas segala kerugian PIHAK PERTAMA. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 surat perjanjian ini dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh PIHAK KEDUA. yang memuat semua kejadian. 8. 6. Laporan rapat di lapangan (site meeting). 3. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah Kurang. diterima atau ditolak. Page 30 2. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran. dan memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA tentang kelainan yang ditemukan dan mengusulkan cara penyelesaiannya sesuai standar dan ketentuan serta peraturan yang berlaku. Tenaga kerja. 9. 10. harus diserahkan kepada PIHAK PERTAMA minimal dalam rangkap 5 (lima). Waktu pelaksanaan pekerjaan. Bahan-bahan yang datang. dan PIHAK KEDUA. Kelancaran pelaksanaan proyek yang berhubungan dengan manajemen konstruksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. 9. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian. Laporan harian. yang masing-masing terdiri dari : 1. 6. Buku harian. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI Hasil pekerjaan pengawasan disamping harus sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja. Kontraktor Pelaksana. 8. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada pihak lain. c. 7. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. 4. . 4. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan baik langsung ataupun tidak langsung turut serta baik sebagai Sub Kontraktor maupun pemasok bahan dari pekerjaan ini. perintah/petunjuk yang penting dari PIHAK PERTAMA. 5. PIHAK KEDUA wajib melaksanakan periksa ulang semua Dokumen Teknis sesuai keahliannya. 7. d. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dan Manual Peralatanperalatan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. b.sesuai dengan Surat Perjanjian ini. berisi keterangan tentang : a. Laporan Akhir Pekerjaan Manajemen Konstruksi.

( …………………………………. Pembayaran biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan prestasi pekerjaan pemborongan. Besarnya biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp ………………… (………………………………………………. %. Nomor : ……………………….. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. Pembayaran tahap kedua sebesar …. 2. ( ………………………………. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan tersebut dalam ayat 1 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA kecuali adanya “keadaan memaksa” seperti diatur dalam Pasal 14 Surat Perjanjian ini.. ………………. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan manajemen konstruksi sampai selesai 100% yang disebut dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini. terhitung mulai tanggal ……………………. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA..% dari biaya manajemen konstruksi yakni sejumlah Rp.. atau adanya surat perintah penambahan pekerjaan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. Pembayaran tahap ketiga sebesar ……. (Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja dari PIHAK PERTAMA) sampai dengan dilaksanakannya Serah Terima Kedua pekerjaan konstruksi fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. …………………… ( …………… ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai ………… %. yang telah disetujui/disahkan oleh PIHAK PERTAMA. Jumlah biaya tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak.) dan merupakan biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price). % dari biaya manajemen konstruksi yakni sejumlah Rp. Pasal 7 CARA PEMBAYARAN 1.. ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana telah mencapai 100 % (serah terima pertama).. c. ………………. yang mengakibatkan bahwa adanya perpanjangan/ penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum). Pembayaran tahap kesatu sebesar …………. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan manajemen konstruksi sebagaimana tercantum dalam pasal 4 surat perjanjian ini. ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai …. yang dibebankan pada Satuan Kerja : ………………………………… sesuai dengan DIPA/RKA-KL ……………………………..Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. Page 31 Pasal 6 BIAYA MANAJEMEN KONSTRUKSI 1. dengan ketentuan sebagai berikut : a.% dari biaya manajemen konstruksi yakni sejumlah Rp.. tanggal …………… Tahun Anggaran ………………/………… 2. dan . b. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.

Surat Jaminan tersebut pada ayat 1 pasal ini.000. serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan manajemen konstruksi sesuai pasal 4 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA. maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa berlakunya dan harus dijamin tidak ada waktu senggang antaranya. Pembayaran tahap keempat/terakhir sebesar 10% dari jumlah biaya pekerjaan manajemen konstruksi yakni sejumlah Rp. diserahkan kembali oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. 3.). maka jaminan pelaksanaan manajemen konstruksi menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA. 2. Dalam hal PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian ini dan terjadi pemutusan hubungan perjanjian sesuai pasal 15. Segala pajak-pajak sehubungan pekerjaan pengawasan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Bila jangka waktu berlakunya Surat Jaminan Pekerjaan Manajemen Konstruksi berakhir sebelum dilaksanakannya Serah Terima Dokumen pekerjaan seperti dalam ayat 2 pasal ini. Selambat-lambatnya pada saat perjanjian ini ditanda tangani. d. keahlian serta . Pasal 10 TENAGA KERJA DAN UPAH 1. maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA Surat Jaminan Pekerjaan Manajemen Konstruksi berupa Surat Jaminan Bank Umum atau Perusahaan Asuransi Kerugian sebesar 5 % dari biaya manajemen konstruksi atau sejumlah Rp ……………………….. 2. PIHAK KEDUA diwajibkan menyediakan tenaga kerja yang cukup jumlah.PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas manajemen konstruksi dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA.) dibayar setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua pekerjaan konstruksi fisik. 4. (…………………………………. Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak Page 32 Pasal 8 JAMINAN PELAKSANAAN PENGAWASAN 1. Pasal 9 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1. Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai temple Rp 6. 2. dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. ………………… (………………………….(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. setelah Serah Terima II pekerjaan konstruksi fisik dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugasnya. Agar pekerjaan pengawasan berjalan seperti yang ditetapkan.

Penunjukan Pemimpin Manajemen Konstruksi /Tenaga Ahli ini yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan. 4. maka PIHAK KEDUA setuju akan diberi biaya pekerjaan manajemen konstruksi sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam menjalankan tugas pengawasan tersebut. maka untuk setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan “denda kelalaian” sebesar … % ( ……… persen) dari biaya pengawasan. Page 33 Pasal 11 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA 1. dan dapat menerima/memberikan/ memutuskan segala petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA. Ditempat pekerjaan pengawasan harus selalu ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai Pimpinan Manajemen Konstruksi / Tenaga Ahli. sehubungan dengan pekerjaan manajemen konstruksi ini. dengan kewajiban PIHAK KEDUA tetap harus memperbaiki kelalaian yang diperingatkan tersebut (umumnya 1-3%). Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugas dan kewajibannya sesuai Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA. 3. PIHAK KEDUA harus menggunakan bentuk organisasi jumlah dan kualifikasi tenaga ahli dengan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Manajemen Konstruksi (KAK) yang telah disetujui oleh Kedua belah pihak. Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 10 ayat 1 Surat Perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi. yang mempunyai wewenang/kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA. Ongkos-ongkos dan upah kerja yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Tenaga Ahli Manajemen Konstruksi yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi persyaratan yang diperlukan. 4. 3. 2.. 2. harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. kualifikasi tenaga maupun jumlah tenaga yang telah ditetapkan. % ( ……. Pasal 12 SANKSI DAN DENDA 1. 3. . prosen) dari jumlah biaya pengawasan ( umumnya 10%). Jumlah denda kumulatif tersebut dalam ayat 1 diatas ditetapkan maksimum sebesar …. 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan pengawasan bertentangan dengan Surat Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kerugian tersebut. maka PIHAK PERTAMA akan menolak tenaga ahli tersebut dan memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA segera mengganti pengawas/tenaga ahli lain yang memenuhi syarat sebagaimana yang diminta oleh PIHAK PERTAMA.ketrampilannya. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. 2.

c. b. c. Bencana alam (gempa bumi. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan memaksa” tersebut. Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah.. revolusi. 2. Pasal 14 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 1. d. akan diperhitungkan dalam pembayaran yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. Perang. Biaya manajemen konstruksi atas bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. e. tanah longsor. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA. akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA). Page 34 Pasal 13 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN 1. kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan kontraktor). maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. Apabila selama ………… (…………………………………. pemberontakan. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. 2.) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini. setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan memaksa” tersebut.5. Apabila terjadi “keadaan memaksa”. Yang dimaksud “keadaan memaksa” dalam perjanjian ini adalah peristiwa-peristiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak. huru-hara. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan Memaksa. PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. makar. f. dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban Page 35 keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK . maka : a. Denda-denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini. d. yaitu : a. maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis. b. Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan manajemen konstruksi tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. badai dan banjir).

Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. e. PIHAK KEDUA memberikan keterangan yang tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan Pekerjaan Manajemen Konstruksi ini. Page 36 4. PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas pekerjaan manajemen konstruksi sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 4 Surat Perjanjian ini. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. d. 2. Dalam waktu satu bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan manajemen konstruksi yang telah dimulainya. Pasal 15 Surat Perjanjian ini. maka akan . sebagaimana seperti dalam Pasal 12 ayat 2 Perjanjian ini. 3. Jika terjadi Pemutusan Perjanjian Manajemen Konstruksi ini. Pasal 15 PEMUTUSAN PERJANJIAN 1. Pasal 16 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. Apabila “keadaan memaksa” itu ditolak oleh PIHAk PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan Pasal 5. c. 3. Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal terbitnya Surat Keputusan Penunjukan PIHAK KEDUA tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan manajemen konstruksi sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini.KEDUA. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Manajemen Konstruksi lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 diatas. Dalam hal adanya pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. f. 2. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA. Telah dikenakan denda yang kumulatif sebesar 10% (sepuluh prosen) dari biaya pekerjaan pengawasan. Pasal 12. h. g. tetapi berhak atas pembayaran prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan serta kerugian Negara. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam Pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati. maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA. b. maka perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : a. Selain yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan manajemen konstruksi ini. karena kelalaian PIHAK KEDUA.

kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri ………………………….... dan dinyatakan berlaku sejak diterbitkannya Surat Perintah Kerja (atau Mulai Kerja) dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri…………. . 2. dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : a. yang dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak. Page 37 PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat PT/CV. 3. 4. Surat Perjajian ini dibuat dalam rangkap …… (………. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pekerjaan manajemen konstruksi ini. Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota. Pasal 18 PENUTUP 1.diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. *)……………………. NIP . beserta segala akibat hukumnya. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak. ……………………………. Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama. 3. Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota.. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. ……………… Komitmen …………………………. b. dan c. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. Surat Perjanjian Pekerjaan Manajemen Konstruksi ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di ……………………… pada hari dan tanggal tersebut diatas. Pasal 17 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian manajemen konstruksi ini. Catatan : *) Ditandatangani penanggung jawab perusahaan Pasal 8 (Jaminan Pelaksanaan) berlaku untuk pekerjaan dengan nilai Rp 50 juta keatas.) bermeterai cukup. Dalam Surat Perjanjian tidak boleh ada tipp-ex dan tulisan tangan (nomor dan tanggal Misalnya) dan masing-masing lembaran diparaf oleh pihak pertama dan pihak kedua. ……………………… ………………………………….

. (……………………………………………. ……………………………………………………………………….) h. SPK Manajemen Konstruksi Tanggal :………………………………. Pelaksanaan kegiatan manajemen konstruksi tersebut meliputi (laporan lengkap terlampir) : a. f.. d. c.. ………………………………………………………………………. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor :………………………………. e. LAPORAN PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………… LAMPIRAN : 1 (satu) set Laporan 1. b. …………………………………………. Pekerjaan :……………………………………………….minggu :……………………………… 2. ………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………. g. Biaya Pekerjaan MK : Rp. d. b. c.Page 38 LAPORAN PEKERJAAN MK SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. Waktu Pekerjaan MK : Tgl mulai :……………………………… Tgl selesai :……………………………… Jml. Telah melaksanakan pekerjaan Manajemen Konstruksi untuk : a. Dan seterusnya. e. Tanggal :………………………………. Satuan Kerja :………………………………………………. Konsultan MK :……………………………………………….. Lokasi :………………………………………………. . DIPA : Nomor :……………………………….

Berdasarkan laporan pekerjaan pelaksanaan Nomor : ……………. % (……………. Kontraktor Pelaksana : PT/CV ……………………………. Minggu ke …… tanggal …………… yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana dan diperiksa oleh Konsultan Manajemen Konstruksi bahwa : a.. PT/CV ………………………….Penanggung jawab lapangan dari perusahaan **) Diisi Nama Satuan Kerja yang bersangkutan Page 40 BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN MK SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. ………………… *) …………………………. ……………………………. b. : ……………………… . ………………………. Page 39 Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya. NIP.3.) prosen.Penanggung jawab perusahaan dan atau . Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Pelaksanaan Tanggal : …………………… Kemajuan pekerjaan telah mencapai prestasi sebesar : ………. Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : .. Diketahui oleh : Dibuat oleh : Tim Teknis Satuan Kerja/ Konsultan Manajemen Konstruksi PPK**) …………………………. BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN MK PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL.

Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….*) : Laporan Pekerjaan MK Nomor : ……………..... Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Tanggal : ………………………………………….. Nomor : …………………………………………. Pada hari ini.. Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : ……………………. Kedua belah pihak berdasarkan : 1.... …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ………. Minggu ke : ……………... Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. tanggal ……………………….. 2... Nama : ………………………………………………………….... . Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK …………………….. Tanggal : ……………. tanggal ……………………. Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Pekerjaan MK dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan MK untuk : Page 41 1. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris …………………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II.. Alamat kantor : ………………………………………………………. Pekerjaan : ……………………………………………… 2. Surat Perjanjian Pekerjaan Manajemen Konstruksi/SPK Nomor : …………………………….LAMP.. Tanggal : …………………………………………. Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I.

(…………………………. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Manajemen Konstruksi Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV. : ……. Laporan mingguan... Nip. Dan seterusnya : ……. …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 42 BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI (MK) UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN SATUAN KERJA : ……………………… …………………………………………….) rangkap 2. ……………………………… ………………………………… *) …………………………. …... ……………………. UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… . (…………………………. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN MANAJEMEN KONS.. DIPA : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 Penyerahan sebagaimana yang dimaksud pasal 1 diatas termasuk meliputi (sesuai Surat Perjanjian Pekerjaan Manajemen Konstruksi) : 1.. ………………………………….Lokasi : ……………………………………………… 3. Satuan Kerja : ……………………………………………… 4.) rangkap Demikian Berita Acara Serah Terima pekerjaan manajemen konstruksi ini dibuat dan ditandatangani di ………………………… pada tanggal tersebut diatas.

.... Alamat kantor : ……………………………………………………….. Dengan ini menyatakan : 1.. Pada hari ini. ……………………... Kedua belah pihak telah setuju dan sepakat bahwa............. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II... : ……………………… LAMP......... Minggu ke : ……………...... Lokasi : ... b................. Nomor : …………………………………………...... Satuan Kerja : ... Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I.. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………. c... Tanggal : …………………………………………. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………....*) : Laporan Pekerjaan MK Nomor : …………….... Tanggal : ……………..……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. untuk : a..... Nama : …………………………………………………………... Tanggal : ………………………………………….... Jabatan : Kepala Satuan Kerja/ PPK ................ Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : ………………………………………….. Pekerjaan : . …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ………....

) prosen. Berdasarkan pasal ... ………………………… 4............ ………………………… Terbilang : (………………………………………………………) Demikian Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Manajemen Konstruksi ini dibuat dan ditandatangani di ............ = Rp............... Tanggal : .............. = Rp....... Prestasi pekerjaan manajemen konstruksi telah mencapai kemajuan sebesar : ....................... Angsuran ke ….... % x Rp ........... Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : ............... PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Manajemen Konstruksi Kepala Satuan Kerja/PPK . f....... 3...................................................... Page 43 2................... maka PIHAK KEDUA telah berhak menerima dari PIHAK PERTAMA sejumlah : ...... dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya........... SPK Manajemen Konstruksi Tanggal : ......... Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Manajemen Konstruksi tersebut butir 1...... g........................................... ... DIPA : Nomor : ....... ………………………… ------------------------------------Jumlah yang telah dibayarkan = Rp.......% (.... ayat ........ Kepada PIHAK KEDUA.............. Angsuran ke ….................. = Rp............... telah dibayarkan : ........ ………………………… b............. ………………………… c... Angsuran ke ….. Pada angsuran pembayaran Ini PIHAK KEDUA berhak Dibayarkan sebesar : = Rp................. Konsultan MK : ....... d..... (………………………………) kali angsuran pembayaran yaitu : a..............f diatas................... Biaya Pekerjaan MK : Rp......... e...... = Rp..... pada tanggal tersebut diatas.. ........

dirancang dengan sebaik-baiknya. SURAT PERINTAH KERJA PEKERJAAN PERENCANAAN 3. …………………………………. biaya. …………………………… Catatan : *) Untuk BA 100% juga dilampirkan BA serah terima pekerjaan **) Penanggung jawab perusahaan Page 44 Lampiran II : Keputusan Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara Nomor: 154/KEP/BP-BRR/X/2006 LAMPIRAN II 1. ……………………………… ………………………………… **) …………………………. serta berkontribusi positif bagi perkembangan arsitektur di Indonesia. sehingga dapat memenuhi kriteria teknis bangunan yang layak dari segi mutu. PENDAHULUAN A.. andal. Pemberi jasa perencanaan untuk bangunan gedung Negara perlu diarahkan secara baik dan menyeluruh. sehingga mampu memenuhi secara optimal fungsi bangunannya. BERITA ACARA PEKERJAAN PERENCANAAN Page 45 KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEKERJAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI …………………………………………………………………… SATUAN KERJA/PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………… I. MAKSUD DAN TUJUAN i.PT/CV. 2. UMUM 1. Nip. KONTRAK PEKERJAAN PERENCANAAN 4. Setiap bangunan gedung negara harus diwujudkan dengan sebaik-baiknya. dan dapat sebagai teladan bagi lingkungannya. dan kriteria administrasi bagi bangunan Gedung Negara. sehingga mampu menghasilkan karya perencanaan teknis bangunan yang memadai dan layak diterima menurut kaidah. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan . ……………………. Setiap bangunan gedung negara harus direncanakan. 4.. norma serta tata laku profesional. Kerangka Acuan Kerja (KAK) untuk pekerjaan perencanaan perlu disiapkan secara matang sehingga memang mampu mendorong perwujudan karya perencanaan yang sesuai dengan kepentingan proyek. B. KERANGKA ACUAN KERJA PEKERJAAN PERENCANAAN 2. 3.

……………………………………………………………… c. Tanggal ………………. C. azas. 2. KEGIATAN PERENCANAAN Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh konsultan Perencana adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku. site/tapak bangunan. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian lingkup Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen……………………… 2. yang dapat meliputi tugas-tugas perencanaan lingkungan. Untuk penyelenggaraan Proyek termaksud. Tanggal …………… dengan susunan organisasi seperti pada lampiran. khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Menyelenggarakan paket kegiatan loka karya value engineering (VE) selama . b. Dan seterusnya. dan konsultasi dengan pemerintah daerah setempat mengenai peraturan daerah/perijinan bangunan. Dengan penugasan ini diharapkan Konsultan Perencana dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai KAK ini. keterangan persyaratan bangunan dan lingkungan. Persiapan perencanaan seperti mengumpulkan data dan informasi lapangan (termasuk penyelidikan tanah sederhana). keluaran dan proses yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterpretasikan ke dalam peleksanaan tugas perencanaan. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. dan perencanaan fisik bangunan gedung Negara yang terdiri dari : a. Lingkup proyek adalah Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi …………………………………. Pemegang Mata Anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias. Penyusunan prarencana seperti rencana tapak. LINGKUP PROYEK 1.Perencana yang memuat masukan. dan IMB pendahuluan dari Pemerintah Daerah setempat. (sesuai DIPA). c. II. Lingkup pekerjaan adalah (sesuai RKA-KL) : a. dibentuk Organisasi Pengelola Satuan Kerja berdasarkan Surat Keputusan Kepala Satuan Kerja Nomor : ………………………. Dan SK pembentukan Panitia Lelang/Pengadaan/ Penunjukan langsung Nomor : Page 46 …………………………. membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK. D. dan mengurus perijinan sampai mendapatkan keterangan rencana kota. perkiraan biaya. prarencana bangunan termasuk program dan konsep ruang. …………………………………………………………… b. kriteria. LATAR BELAKANG 1. 3. ii.

detail struktur. Rincian volume pelaksanaan pekerjaan. Rencana utilitas. TANGGUNG JAWAB PERENCANAAN a. Page 47 c. dan melaksanakan tugas-tugas yang sama apabila terjadi lelang ulang. b. d. Memberikan saran-saran. Gambar-gambar detail arsitektur. 3. Secara umum tanggung jawab konsultan adalah minimal sebagai berikut : 1. 4. e. Laporan akhir perencanaan. Memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang timbul selama masa pelaksanaan konstruksi. evaluasi penawaran. 2.40 (empat puluh) jam secara in house (khusus untuk pembangunan bangunan gedung diatas luas 12. Rencana struktur. Menyusun buku petunjuk penggunaan peralatan bangunan dan perawatannya termasuk petunjuk yang menyangkut peralatan dan perlengkapan mekanikalelektrikal bangunan. 4. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus memenuhi persyaratan standar hasil karya perencanaan yang berlaku. h. seperti membantu Kepala satuan Kerja/ Pejabat pembuat Komitmen di dalam menyusun dokumen pelelangan dan membantu panitia pelelangan menyusun program dan pelaksanaan pelelangan. i. Penyusunan rencana detail antara lain membuat : a. g.000 M2 atau diatas 8 lantai). rencana anggaran biaya pekerjaan konstruksi. termasuk menyusun berita acara penjelasan pekerjaan. beserta uraian konsep dan perhitungannya. menyusun kembali dokumen pelelangan. 3. Membantu panitia pelelangan pada waktu penjelasan pekerjaan. beserta uraian konsep dan visualisasi atau studi market yang mudah dimengerti oleh pemberi tugas. 2. Konsultan Perencanaan bertanggung jawab secara professional atas jasa perencanaan yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku. Mengadakan persiapan pelelangan. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). . d. detail utilitas yang sesuai dengan gambar rencana yang telah disetujui. f. Mengadakan pengawasan berkala selama pelaksanaan konstruksi fisik dan melaksanakan kegiatan seperti : 1. Rencana arsitektur. Penyusunan pengembangan rencana. Perkiraan biaya. antara lain membuat : 1. Melakukan penyesuaian gambar dan spesifikasi teknis pelaksanaan bila ada perubahan. b. Membuat laporan akhir pengawasan berkala. b. pertimbangan dan rekomendasi tentang penggunaan bahan. beserta uraian konsep dan perhitungannya.

Jasa dan overhead Perencanaan. d. Biaya rapat-rapat. Materi dan penggandaan laporan. 3. Sewa kendaraan. Sumber Dana Sumber Dana dari keseluruhan pekerjaan perencanaan di bebankan pada : 1. Besarnya biaya pekerjaan perencanaan mengikuti Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara.2. tanggal ……………………. Ketentuan pembiayaan lebih lanjut mengikuti surat perjanjian pekerjaan perencanaan yang dibuat oleh Kepala satuan kerja/Pejabat pembuat Komitmen dan Konsultan Perencana. 8. B. sesuai dengan ketentuan billingrate yang berlaku. Biaya Perencanaan. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 yaitu : a. termasuk melalui KAK ini. Besarnya biaya konsultan Perencanaan merupakan biaya tetap dan pasti. Page 48 IV. Untuk pekerjaan standar berlaku maksimum sesuai yang tercantum dalam tabel A1. DIPA Nomor : ………………. Biaya pekerjaan Konsultan Perencana dan tata cara pembayaran diatur secara kontraktual setelah melalui tahapan proses pengadaan konsultan perencana sesuai peraturan yang berlaku. serta dan non standar dan harus terbaca dalam suatu rekapitulasi akhir yang menyebut angka dan huruf. seperti dari segi pembiayaan. Pembayaran biaya Konsultan Perencana didasarkan pada prestasi kemajuan pekerjaan perencanaan... b. ii. Tabel B1 dan Tabel D. 1. dan pedoman teknis bangunan gedung yang berlaku untuk bangunan gedung pada umumnya dan yang khusus untuk bangunan gedung Negara. 5. iii. Honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang. Pengaturan komponen pembiayaan pada butir a) dan b) diatas adalah dipisahkan antara bangunan standar. Pembelian dan atau sewa peralatan. standar. Loan Nomor : ……………….. 2. 2. 6. B I A Y A A. tanggal ……………………. . e. 4. Perjalanan (local maupun luar kota). Bila terdapat pekerjaan non standar. waktu penyelesaian pekerjaan dan mutu bangunan yang akan diwujudkan. c.. 7. Pajak dan iuran daerah lainnya. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah mengakomodasi batasan-batasan yang telah diberikan oleh proyek. 3. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah memenuhi peraturan. maka dihitung secara orang-bulan dan biaya langsung yang dapat diganti. yang terdiri dari : 1.

3. Dan lain-lain. Page 49 V. K E L U A R A N Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Perencana berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam surat perjanjian, yang minimal meliputi : a. Tahap Konsep Rencana Teknis 1. Konsep penyiapan rencana teknis, termasuk konsep organisasi, jumlah dan kualifikasi tim perencana, metoda pelaksanaan, dan tanggung jawab perencanaan. 2. Konsep skematik rencana teknis, termasuk program ruang, organisasi hubungan ruang, dll. 3. Laporan data dan informasi lapangan, termasuk penyelidikan tanah sederhana, keterangan rencana kota, dll. b. Tahap Pra-rencana Teknis 1. Gambar-gambar rencana tapak. 2. Gambar-gambar pra-rencana bangunan. 3. Perkiraan biaya pembangunan. 4. Garis besar rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). 5. Hasil konsultasi rencana dengan Pemda setempat. 6. Gambar perspektif dan market (sepanjang diwajibkan). 7. Laporan hasil kegiatan lokakarya value engineering (khusus untuk bangunan diatas 12.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). c. Tahap Pengembangan Rencana 1. Gambar pengembangan rencana arsitektur, struktur utilitas. 2. Uraian konsep rencana dan perhitungan-perhitungan yang diperlukan. 3. Draft rencana anggaran biaya. 4. Draft rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). d. Tahap Rencana Detail 1. Gambar rencana teknis bangunan lengkap. 2. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). 3. Rencana kegiatan dan volume pekerjaan (BQ). 4. Rencana anggaran biaya (RAB). Page 50 5. Laporan perencanaan arsitektur, struktur, utilitas, lengkap dengan perhitunganperhitungan yang diperlukan. e. Tahap pelelangan 1. Dokumen tambahan hasil penjelasan pekerjaan, 2. Laporan bantuan teknis dan administratif pada waktu pelelangan. f. Tahap Pengawasan Berkala 1. Laporan pengawasan berkala. 2. Dokumen petunjuk penggunaan, pemeliharaan, dan perawatan peralatan/ perlengkapan/bangunan (bila ada). VI. K R I T E R I A

A. Kriteria Umum : Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh konsultan perencana seperti yang dimaksud pada KAK harus memperhatikan kriteria umum bangunan disesuaikan berdasarkan fungsi dan kompleksitas bangunan, yaitu : 1. Persyaratan Peruntukan dan Intensitas : a. menjamin bangunan gedung didirikan berdasarkan ketentuan tata ruang dan tata bangunan yang ditetapkan di Daerah yang bersangkutan, b. menjamin bangunan dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya, c. menjamin keselamatan pengguna, masyarakat, dan lingkungan. 2. Persyaratan Arsitektur dan Lingkungan : a. menjamin terwujudnya bangunan gedung yang didirikan berdasarkan karakteristik lingkungan, ketentuan wujud bangunan, dan budaya daerah, sehingga seimbang, serasi dan selaras dengan lingkungannya (fisik, sosial dan budaya). b. Menjamin terwujudnya tata ruang hijau yang dapat memberikan keseimbangan dan keserasian bangunan terhadap lingkungannya. c. Menjamin bangunan gedung dibangun dan dimanfaatkan dengan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. 3. Persyaratan Struktur Bangunan : a. menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dapat mendukung beban yang timbul akibat perilaku alam dan manusia. Page 51 b. Menjamin keselamatan manusia dari kemungkinan kecelakaan atau luka yang disebabkan oleh kegagalan struktur bangunan. c. Menjamin kepentingan manusia dari kehilangan atau kerusakan benda yang disebabkan oleh perilaku struktur. d. Menjamin perlindungan properti lainnya dari kerusakan fisik yang disebabkan oleh kegagalan struktur. 4. Persyaratan Ketahanan terhadap Kebakaran : a. menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dapat mendukung beban yang timbul akibat perilaku alam dan manusia. b. Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dibangun sedemikian rupa sehingga mampu secara struktural stabil selama kebakaran, sehingga : i. cukup waktu bagi penghuni melakukan evakuasi secara aman, ii. cukup waktu bagi pasukan pemadam kebakaran memasuki lokasi untuk memadamkan api, iii. dapat menghindari kerusakan pada property lainnya. 5. Persyaratan Sarana Jalan Masuk dan Keluar : a. menjamin terwujudnya bangunan gedung yang mempunyai akses yang layak, aman dan nyaman ke dalam bangunan dan fasilitas serta layanan di dalamnya. b. Menjamin terwujudnya upaya melindungi penghuni dari kesakitan atau luka saat evakuasi pada keadaan darurat.

c. Menjamin tersedianya aksesibilitas bagi penyandang cacat, khususnya untuk bangunan fasilitas umum dan sosial. 6. Persyaratan Transportasi dalam Gedung : a. menjamin tersedianya sarana transportasi yang layak, aman, dan nyaman di dalam bangunan gedung. b. Menjamin tersedianya aksesibilitas bagi penyandang cacat, khususnya untuk bangunan fasilitas umum dan sosial. 7. Persyaratan Pencahayaan Darurat, Tanda arah Keluar, dan Sistem Peringatan Bahaya : a. menjamin tersedianya pertandaan dini yang informatif di dalam bangunan gedung apabila terjadi keadaan darurat. b. Menjamin penghuni melakukan evakuasi secara mudah dan aman, apabila terjadi keadaan darurat. Page 52 8. Persyaratan Instalasi Listrik, Penangkal Petir dan Komunikasi : a. menjamin terpasangnya instalasi listrik secara cukup dan aman dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. b. Menjamin terwujudnya keamanan bangunan gedung dan penghuninya dari bahaya akibat petir. c. Menjamin tersedianya sarana komunikasi yang memadai dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. 9. Persyaratan Instalasi Gas : a. menjamin terpasangnya instalasi gas secara aman dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. b. Menjamin terpenuhinya pemakaian gas yang aman dan cukup. c. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan gas secara baik. 10. Persyaratan Sanitasi dalam Bangunan : a. menjamin tersedianya sarana sanitasi yang memadai dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. b. Menjamin terwujudnya kebersihan, kesehatan dan memberikan kenyamanan bagi penghuni bangunan dan lingkungan, c. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan sanitasi secara baik. 11. Persyaratan Ventilasi dan Pengkondisian Udara : a. menjamin terpenuhinya kebutuhan udara yang cukup, baik alami maupun buatan dalam menunjang terselenggaranya kegiatan dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. b. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan tata udara secara baik. 12. Persyaratan Pencahayaan :

2. Kriteria Khusus Kriteria khusus dimaksudkan untuk memberikan syarat-syarat yang khusus. segi teknis lainnya. seperti faktor sosial budaya setempat. B. A Z A S – A Z A S Selain dari kriteria diatas. menarik tetapi tidak berlebihan. Kesatuan perencanaan bangunan dengan lingkungan yang ada disekitar. C.a. dan lain-lain. seperti dalam rangka implementasi penataan bangunan dan lingkungan. Page 54 B. E. Dikaitkan dengan upaya pelestarian atau konservasi bangunan yang ada. Dalam proses perencanaan untuk menghasilkan keluaran-keluaran yang diminta. VII. efisien. tetapi pada kemampuan mengadakan sublimasi antara fungsi teknik dan fungsi sosial bangunan. Kreatifitas desain hendaknya tidak ditekankan pada kelatahan gaya dan kemewahan material. baik dari segi fungsi khusus bangunan. Bangunan gedung Negara hendaknya fungsional. B. VIII. geografi klimatologi. b. menjamin terwujudnya kehidupan yang nyaman dari gangguan sura dan getaran yang tidak diinginkan. dan menjadi acuan tata bangunan dan lingkungan di sekitarnya. Desain bangunan hendaknya dibuat sedemikian rupa. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan pencahayaan secara baik. Persyaratan Kebisingan dan Getaran : a. konsultan Perencana harus menyusun jadwal pertemuan berkala dengan Pengelola Satuan Kerja. antara dan pokok yang . terutama sebagai bangunan pelayanan kepada masyarakat. b. menjamin terpenuhinya kebutuhan pencahayaan yang cukup. D. hendaknya diusahakan serendah mungkin. Bangunan gedung Negara hendaknya dapat meningkatkan kualitas lingkungan. Dengan batasan tidak mengganggu produktivitas kerja. spesifik berkaitan dengan bangunan gedung yang akan direncanakan. PROSES PERENCANAAN A. 3. Menjamin adanya kepastian bahwa setiap usaha atau kegiatan yang menimbulkan dampak negatif suara dan getaran perlu melakukan upaya pengendalian pencemaran dan atau mencegah perusakan lingkungan. Solusi dan batasan-batasan kontekstual. biaya investasi dan pemeliharaan bangunan sepanjang umurnya. di dalam melaksanakan tugasnya konsultan Perencana hendaknya memperhatikan azas-azas bangunan gedung Negara sebagai berikut : A. sehingga bangunan dapat dilaksanakan dalam waktu yang pendek dan dapat dimanfaatkan secepatnya. Dalam pertemuan berkala tersebut ditentukan produk awal. misalnya : 1. baik alami maupun buatan dalam menunjang terselenggaranya kegiatan dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. Page 53 13.

3. keadaan air tanah. perkerasan. v. penghijauan dan lain-lain. iii. dan dimensinya. struktur organisasi. iv. Pemakai bangunan : i. 2. meliputi : i. Kebutuhan bangunan : i. Perlengkapan/peralatan khusus. ii. Untuk melaksanakan tugasnya. f.harus dihasilkan konsultan sesuai dengan rencana keluaran yang ditetapkan dalam KAK ini. Page 55 iii. ii. IX. . konsultan harus selalu memperhitungkan bahwa waktu pelaksanaan pekerjaan adalah mengikat. ) hari kalender. koefisien dasar bangunan. Keinginan tentang kemungkinan perubahan fungsi ruang/bangunan. keinginan tentang organisasi / pemanfaatan ruang. Informasi tentang lahan. Tahun mendatang (umumnya 5 tahun). pelengkap. Keinginan-keinginan tentang utilitas bangunan seperti : i. Dalam hal ini informasi yang diperlukan dan harus diperoleh untuk bahan perencanaan diantaranya mengenai hal-hal sebagai berikut : a. ( ……………………. c. b. vi. baik yang berhubungan dengan pemakai atau perlengkapan yang akan digunakan dalam ruang tersebut. dan topografi. C. Air bersih : 1. e. peruntukan tanah. Jangka waktu pelaksanaan. Kebutuhan (sekarang dan proyeksi mendatang). jumlah personil-personil sekarang dan proyeksi pengembangan untuk ………. Kegiatan utama. konsultan Perencana harus mencari informasi yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Kepala satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini. penunjang. ii. atau selambat-lambatnya tanggal ……………. Kesalahan/kelalaian pekerjaan perencanaan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab Konsultan Perencana. batas-batas. vii. khususnya sampai diserahkannya dokumen perencanaan untuk siap dilelangkan adalah …. Konsultan Perencana harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya. berat. Dalam pelaksanaan tugas.. perincian penggunaan lahan. kondisi tanah (hasil soil test). koefisien lantai bangunan. d. kondisi fisik lokasi seperti : luasan. I n f o r m a s i 1. program ruang. baik yang berasal dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen maupun yang dicari sendiri. jenis. D. MASUKAN A. Keinginan tentang ruang-ruang tertentu. iv.

Transportasi vertical dalam bangunan (bila dipersyaratkan). Dan lain-lain sesuai keperluannya. 3. B. penggunaan escalator dan conveyor. Jaringan listrik : 1. kebutuhan daya. Pengaman dari bahaya pencurian dan perusakan (bila dipersyaratkan) : viii. 2. 1. 2. 2. Koordinasi perencanaan ……………. 2. kebutuhan titik pembicaraan. 3.2. Page 56 ix. spesifikasi). Utilitas : …………………………. sumber air. sistem yang diinginkan. sumber daya dan spesifikasinya. baik ditinjau dari segi lengkap (besar) proyek maupun tingkat kompleksitas pekerjaan. 1. Arsitektur : …………………………. beban (Ton ref). Penanggulangan bahaya kebakaran (bila dipersyaratkan) : vii. cadangan apabila dibutuhkan (kapasitas. TENAGA Untuk melaksanakan tujuannya. v. 1. Orang c. pembagian beban. telex. sistim yang dipilih. x. iii. cara pembuangan keluar tapak. Air kotor dan sampah.C. Orang b. 3. Type dan kapasitas yang akan dipilih. jaringan dan kapasitasnya. 2. konsultan Perencana harus menyediakan tenaga yang memenuhi ketentuan proyek. radio. letak saluran kota. Jaringan komunikasi (telepon. interval dan waktu tunggu (Waiting Time). (bila dipersyaratkan) 1. vi. Perencana : a. Air hujan dan air buangan : 1. ii. Tenaga-tenaga ahli yang dibutuhkan dalam kegiatan perencanaan minimal terdiri dari : (kualifikasi masing-masing tenaga ahli disesuaikan berdasarkan kebutuhan/ kompleksitas proyek). iv. Struktur : …………………………. Orang 2. intercom). Orang . Tata Udara/ A.

Orang 4. setelah sebelumnya dipresentasikan oleh Konsultan Perencana dan mendapatkan pendapat teknis dari Tim Teknis Satuan Kerja. PROGRAM KERJA A. Tenaga teknis lainnya sesuai kebutuhan dan lingkup kompleksitas Pekerjaan : …………………………. Berdasarkan bahan-bahan tersebut konsultan agar segera menyusun program kerja untuk dibahas dengan Kepala Satuan Kerja / Pejabat Pembuat Komitmen. Jadwal kegiatan secara detail. dilengkapi untuk Kebutuhan proyek yang bersangkutan. Orang 5. B. dikembangkan. DIBUAT DI : …………………… TANGGAL : …………………… KEPALA SATUAN KERJA/ PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………. Orang X.. Administrasi : …………………………. Alokasi tenaga yang lengkap (disiplin dan keahliannya). Page 58 SURAT PERINTAH KERJA KEPALA SATUAN KERJA / PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………………… BRR NAD – Nias . Tenaga-tenaga yang diusulkan oleh konsultan perencana harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen. P E N U T U P A. Konsep penanganan pekerjaan perencanaan. Konsultan Perencana harus segera menyusun program kerja minimal meliputi: 1. Catatan : Model KAK tersebut diatas bersifat pokok yang masih Harus disesuaikan.. 2. maka konsultan hendaknya memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan.3. B. Page 57 XI. Program kerja secara keseluruhan harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. 3. Perhitungan biaya dan kuantitas Pekerjaan : …………………………. NIP : …………………. Setelah Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini diterima.

(lokasi pekerjaan) yang meliputi tugas-tugas sebagai berikut : Page 59 a. pra-rencana bangunan termasuk program dan konsep ruang. di ………………………….. Nama Badan Usaha : ………………………………………. Alamat Badan Usaha : ………………………………………. dan konsultasi dengan pemerintah daerah setempat mengenai peraturan daerah/perijinan bangunan. Tugas Pekerjaan : Pekerjaan Perencanaan yang akan dilaksanakan adalah : Pembangunan/Rehabilitasi/ Renovasi/Restorasi ………………………………….. Jabatan : ………………………………………. Nama : ………………………………………. Surat Perintah Kerja (SPK) ini diperintahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dengan ketentuan dan syarat-syarat seperti tersebut dibawah ini : 1. dan mengurus perijinan sampai mendapatkan advis planning. Selaku Konsultan Perencana Pekerjaan …………………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. keterangan persyaratan bangunan dan . PEKERJAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN / REHABILITASI / RENOVASI / RESTORASI ………………………………………………………………………. Melaksanakan pekerjaan persiapan perencanaan seperti : mengumpulkan data dan informasi lapangan (termasuk penyelidikan tanah sederhana). b.. Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Pelelangan/ Pemilihan Langsung Nomor : ……………………...Nomor : ………………………………………. Tanggal : ………………………………………. Nama : ………………………………………. membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK. MEMERINTAHKAN KEPADA : 2.. dengan ini kami yang bertandatangan dibawah ini : 1. Alamat Kantor : ……………………………………….. Selaku Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA. Membuat pra-rencana teknis seperti : rencana tapak. Tanggal ………………………….... Jabatan : ………………………………………. perkiraan biaya.

e. Pembayaran tahap kesatu sebesar 15% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp ………. g.). dan rencana perkiraan biaya. Memeriksa dan mengesahkan gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (As-Built Drawings). bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.sesuai dengan DIPA/RKA-KL Nomor : ……………………. (………………………………………. Pembayaran tahap kedua sebesar 25% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. Pembayaran tahap ketiga sebesar 40% dari jumlah biaya perencanaan yakni . d. Membuat pengembangan rencana teknis seperti : rencana arsitektur. Mengadakan persiapan pelelangan. yang merupakan jumlah tetap dan pasti (lumpsum fixed price). membantu panitia pelelangan dalam menyusun program dan pelaksanaan pelelangan. evaluasi penawaran dan menyusun kembali dokumen lelang bilamana terjadi lelang ulang. Besarnya biaya pekerjaan perencanaan adalah Rp. dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. seperti membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pelelangan. tanggal : ………………… b. Biaya Perencanaan a. Kekuarangan informasi dan kesalahan menterjemahkan informasi adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. struktur. c. f. dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 40%. aanwijzing. dan IMB pendahuluan dari Pemerintah Daerah setempat. Page 60 b. …………………………. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan tahap pengembangan rencana dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. (…………………………………. 3. membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan membuat laporan akhir perencanaan termasuk petunjuk penggunaan peralatan bangunan dan perawatannya. dan utilitas secara lengkap beserta prasarananya termasuk perhitungan sesuai keperluannya. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahap konsep teknis dan tahap pra-rencana teknis. (……………………………………………). detail utilitas. h. c. dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 15%. detail struktur. ………………….. Membuat gambar detail rencana seperti : gambar detail arsitektur..lingkungan. Cara Pembayaran a. menyusun Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). 2. Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajakpajak. yang dibebankan pada Satuan Kerja……………………..). Mengadakan pengawasan berkala selama dalam pelaksanaan konstruksi fisik dan membuat laporan pengawasan berkala.

…………………. SNI 03 – 1729 – 1989 Tentang Tatacara Perencanaan Baja untuk Gedung. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. yaitu PIHAK PERTAMA sudah menunjuk Kontraktor Pelaksana dan PIHAK KEDUA telah menyelesaikan pekerjaan pada tahap pelelangan serta diterima baik oleh PIHAK PERTAMA. b. Persyaratan dan Spesifikasi Teknis a. k. Page 61 j. h. antara lain : i..sejumlah Rp.) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan pelaksanaan mencapai 100%. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) : ……………………………… Nomor : ………………. . Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan rencana detail dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA.. (………………………..) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 85%. e. iii. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. (……………………………………. i. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat.). SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. d. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/ KPTS/ 2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Tanggal ………………………. g. dan PIHAK KEDUA telah menyerahkan seluruh hasil tugas tanggung jawabnya kepada PIHAK PERTAMA termasuk laporan pengawasan berkala. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak 4. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. iv. f. (…………………. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. ii. e. c. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung.. d. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 80%. Pembayaran tahap keempat sebesar 5 % dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp …………….. yaitu dilaksanakan Serah Terima Pertama Pekerjaan Konstruksi Fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. Pembayaran tahap kelima/terakhir sebesar 15% dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan yakni sejumlah Rp …………. SNI 03 – 1727 -1989 Tentang Tatacara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung.

Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan perencanaan yang ditetapkan. Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ……………… dan mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Pemimpin Proyek/Bagian Proyek PT/CV …………………….v. h. Jika terjadi perselisihan dikemudian hari. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar … % (…… persen) dari biaya pekerjaan perencanaan dengan ketentuan bahwa.. 6. 5.% (…. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya. Jumlah denda kumulatif ditetapkan maksimum …. b. i. j. (…………………………) hari kalender terhitung ditandatanganinya Surat Perintah Kerja ini. a. maka untuk setiap hari kelambatan PIHAK KEDUA wajib membayar denda kelambatan sebesar …….. vii. 7. prosen) dari biaya pekerjaan perencanaan (umumnya 10%). c. SNI 03 – 2410 – 1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya. vi. maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri …………. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dalam batas waktu yang ditetapkan. o/oo (………permil) dari bi aya pekerjaan perencanaan (umumnya 3%). SNI 03 – 1736 – 1989 Tentang Tatacara Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung. Sanksi dan Denda. . Page 62 b. PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya (umumnya 1-3%). SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. Penyelesaian Perselisihan a.. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. Jangka Waktu Jangka waktu pelaksanaan sampai dengan penyerahan dokumen pelelangan sebagaimana yang disebut dalam butir 1 Surat Perintah Kerja ini ditetapkan selama ……. Semua ketentuan dan peraturan serta Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung.

Nama : …………………………………. bertindak untuk dan atas nama …………………… (nama Badan Usaha). Nama : …………………………………. Nama Perusahaan : …………………………………. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA.. Maka dengan ini disetujui oleh dan di antara pihak-pihak tersebut. kami yang bertandatangan di bawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan perencanaan : Antara 1. telah ditunjuk selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia.. SATUAN KERJA/PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………. BRR NAD – Nias Nomor : ………………………………… Tanggal : ………………………………… Pada hari ini …………. Tanggal …………… oleh Notaris di ……………… dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya. ………………. Alamat : ………………………………….. Yang didirikan dengan Akte Notaris Nomor : …………………. …………………… *) …………….. Jabatan : …………………………………... Dengan 2. yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA. NIP ……………… Catatan : *) Ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan Model perjanjian dengan SPK berlaku hanya untuk pekerjaan yang nilainya sampai RP. Tanggal ………… bulan………. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias Nomor : ……………….50 juta. tahun ………………. ketentuan-ketentuan . tanggal ………….…………………………………. Page 63 SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI ……………………………………………………………………. Jabatan (struktural) : ………………………………… Alamat : ………………………………….

Membuat pengembangan rencana teknis seperti : rencana arsitektur. Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perjanjian ini. b. struktur. Menyelenggarakan paket kegiatan lokakarya value engineering (VE) selama 40 (empat puluh) jam secara in house (khusus untuk pembangunan bangunan gedung diatas luas 12. dan mengurus perijinan sampai mendapatkan advis planning. PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut. Tugas pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). e. detail struktur. Mengadakan pengawasan berkala selama dalam pelaksanaan konstruksi fisik dan membuat laporan pengawasan berkala. detail utilitas. Kekurangan informasi dan kesalahan menterjemahkan informasi adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) ……………………… Nomor : . membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan membuat laporan akhir perencanaan termasuk petunjuk penggunaan peralatan bangunan dan perawatannya. Mengadakan persiapan pelelangan. Membuat pra-rencana teknis seperti : rencana tapak. yaitu : a. dan IMB pendahuluan dari Pemerintah Daerah Setempat. Membuat gambar detail rencana seperti : gambar detail arsitektur. membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK. yaitu untuk melaksanakan : Pekerjaan perencanaan Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi …………….sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal di bawah ini : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1. evaluasi penawaran dan menyusun kembali dokumen lelang bilamana terjadi lelang ulang. i. seperti membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pelelangan. Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. Melaksanakan pekerjaan persiapan perencanaan seperti : mengumpulkan data dan informasi lapangan (termasuk penyelidikan tanah sederhana). dan konsultasi dengan pemerintah daerah setempat mengenai peraturan daerah/perijinan bangunan. c. menyusun Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). pra-rencana bangunan termasuk program dan konsep ruang. Di ………………………………… Page 64 2. dan utilitas secara lengkap beserta prasarananya termasuk perhitungan sesuai keperluannya. aanwijzing. Memeriksa dan mengesahkan gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (As-Built Drawings). seperti antara lain : a. d. membantu panitia pelelangan dalam menyusun program dan pelaksanaan pelelangan. keterangan persyaratan bangunan dan lingkungan. perkiraan biaya. dan rencana perkiraan biaya.000 M2 atau diatas 8 lantai) pada tahap pra-rencana. g. h. f.

Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… c. Page 65 b.………………………………………………. Tanggal : ………………………………………………. e. e. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : a. antara lain : i. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. Tanggal : …………………………………………….. . Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : ……………………………………………. h. c. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Surat Keputusan Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. d. f. f. b. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung.. g. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. Addendum (bila ada) 2. l. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. i. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. Tanggal : ……………………………………………. Surat Usulan Calon Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… d.

Page 66 ii. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas kerugian PIHAK PERTAMA. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan perencanaan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan ketentuan dalam Surat Perjanjian ini. SNI 03 – 1727 -1989 Tentang Tatacara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung. SNI 03 – 2410 – 1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. 5. iv. PIHAK KEDUA harus bersedia memberikan cetakan-cetakan yang merupakan hasil dari kegiatan yang telah dilaksanakannya kepada PIHAK PERTAMA apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dengan biaya dari PIHAK KEDUA. 2. k. . Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan perencanaan yang ditetapkan. 4. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN 1. SNI 03 – 1729 – 1989 Tentang Tatacara Perencanaan Baja untuk Gedung. vii. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 surat perjanjian ini dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan merupakan tanggung jawab PIHAK KEDUA. Page 67 7. 6. dan juga tidak dibenarkan merangkap sebagai Konsultan Manajemen Konstruksi. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. v. SNI 03 – 1736 – 1989 Tentang Tatacara Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan seluruhnya atau sebagian tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada pihak lain. l. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. 3. Pekerjaan Perencanaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kebenaran perencanaan yang dihasilkannya dan segala kesalahan-kesalahan perencanaan yang baru diketahui pada waktu pelaksanaan dan pasca konstruksi. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. sebagai akibat kesalahan perencanaan tersebut. m. iii. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan baik langsung ataupun tidak langsung turut serta baik sebagai sub Kontraktor maupun pemasok bahan bangunan dari proyek ini. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. kecuali dengan persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. vi.

Uraian konsep rencana dan perhitungan-perhitungan yang diperlukan. c. metoda pelaksanaan. Laporan bantuan teknis dan administrative pada waktu pelelangan. b. e. e. Gambar rencana teknis bangunan lengkap. 2. utilitas. Tahap Pelelangan a. termasuk konsep organisasi. jumlah dan kualifikasi tim perencana. Laporan hasil kegiatan lokakarya value engineering (khusus untuk bangunan diatas 12. Tahap Pra-rencana Teknis : a. Tahap Konsep Rencana Teknis a. Dokumen tambahan hasil penjelasan pekerjaan. Konsep penyiapan rencana teknis. termasuk program ruang. g. dll. Tahap Pengawasan Berkala a. d. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). b. 4. Hasil konsultasi rencana dengan Pemda setempat. setidak-tidaknya adalah sebagai berikut : 1. Gambar-gambar pra-rencana bangunan. 3. Laporan data dan informasi lapangan. c. Konsep skematik. Laporan pengawasan berkala b. Rencana Anggaran Biaya (RAB).000 m2 atau lebih dari 8 lantai). b. b. dan tanggung jawab waktu perencanaan. 9.8. struktur. . Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PERENCANAAN Hasil pekerjaan perencanaan oleh PIHAK KEDUA yang harus disampaikan kepada PIHAK PERTAMA dan dibuat dalam rangkap 5 (lima). termasuk penyelidikan tanah sederhana. 5. Garis besar rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). Gambar pengembangan rencana arsitektur. b. struktur utilitas. dll. c. 6. organisasi hubungan ruang. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. f. Laporan perencanaan arsitektur. Page 68 d. lengkap dengan perhitunganperhitungan yang diperlukan. Tahap Rencana Detail a. pemeliharaan. c. dan perawatan peralatan/ perlengkapan/ bangunan (bila ada). Gambar-gambar rencana tapak. keterangan rencana kota. Draft rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). Gambar perspektif dan maket (sepanjang diwajibkan). Dokumen petunjuk penggunaan. Tahap Pengembangan Rencana a. Draft rencana anggaran biaya. Rencana kegiatan dan volume pekerjaan (BQ). rencana teknis. Perkiraan biaya pembangunan. Kelancaran pelaksanaan proyek yang berhubungan dengan perencanaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. d.

Pasal 7 CARA PEMBAYARAN Pembayaran biaya pekerjaan perencanaan dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan prestasi pekerjaan perencanaan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak.. 3. Jumlah biaya pekerjaan perencanaan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp ………………… (………………………………………………) merupakan biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price). Hasil pekerjaan perencanaan sampai mencapai prestasi 100% sebagaimana disebut dalam pasal 4 ayat 6 Surat Perjanjian ini paling lambat harus sudah selesai dan diserahkan kepada PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kalender terhitung setelah tanggal dilaksanakan serah terima pertama pekerjaan pelaksanaan fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. 2. Pekerjaan yang tercantum dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini harus diselesaikan tahap demi tahap setelah mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahap konsep rencana teknis dan tahap pra-rencana teknis. (Surat Perintah Kerja) sampai dengan tanggal ……………. Pembayaran tahap kesatu sebesar 15% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. Jangka waktu penyelesaian pekerjaaan tersebut dalam ayat 2 dan 3 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA kecuali adanya keadaan memaksa seperti diatur dalam Pasal 14 Surat Perjanjian ini. 4. ……………….3 dan 4 Surat Perjanjian ini ditetapkan selama …………… (…………………. …………………… (…………………………. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan perencanaan sampai dengan penyerahan dokumen pelelangan sebagaimana disebut dalam pasal 4 ayat 1.) hari kalender terhitung sejak tanggal ……………. Dalam jumlah biaya pekerjaan perencanaan tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak. ) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 40%.2. Page 69 Pasal 6 BIAYA PEKERJAAN PERENCANAAN 1. ( ……………………………….Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PERENCANAAN 1. 2. tanggal …………… Tahun Anggaran …………/………… 2. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan tahap pengembangan rencana dan telah diterima .) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 15%. yang mengakibatkan terdapat perpanjangan/ penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum). Pembayaran tahap kedua sebesar 25% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. atau adanya perintah perubahan tugas pekerjaan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. yang dibebankan pada proyek : ………………………………… sesuai dengan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor : ………………………. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. dengan ketentuan sebagai berikut : 1...

maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA Surat Jaminan Pelaksanaan Perencanaan berupa Surat Jaminan Bank Umum atau Perusahaan Asuransi Kerugian sebesar 5 % dari biaya perencanaan. ( …………………………………. Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai tempel Rp 6.) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 85%.000. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan rencana detail dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. Dalam hal PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian ini dan terjadi pemutusan hubungan perjanjian sesuai pasal 15.. Page 70 6. maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa berlakunya dan harus dijamin tidak ada waktu senggang diantaranya.). Pembayaran tahap ketiga sebesar 40% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. Pembayaran tahap kelima/terakhir sebesar 15% dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan yakni sejumlah Rp ………….. yaitu PIHAK PERTAMA sudah menunjuk Kontraktor Pelaksana dan PIHAK KEDUA telah menyelesaikan pekerjaan pada tahap pelelangan serta diterima baik oleh PIHAK PERTAMA.. ) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 80 %. (…………………………………. dan PIHAK KEDUA telah menyerahkan seluruh hasil tugas dan tanggung jawabnya sebagaimana tercantum dalam Pasal 4 ayat 1. 4.(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. 3. (…………………………) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan pelaksanaan mencapai 100%. Surat Jaminan tersebut pada ayat 1 pasal ini. ………………… (…………………………. Bila jangka waktu berlakunya Surat Jaminan Perencanaan berakhir sebelum dilaksanakannya Serah Terima Dokumen pekerjaan seperti dalam ayat 2 pasal ini. ………………. yaitu dilaksanakan Serah Terima Pertama Pekerjaan Konstruksi Fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. diserahkan kembali oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. maka jaminan pelaksanaan perencanaan menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA. 5 dan 6 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA. Pasal 9 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1. 2. atau sejumlah Rp ………………………. 3. Selambat-lambatnya pada saat perjanjian perencanaan ini ditandatangani. 4. 2. Segala pajak-pajak sehubungan pekerjaan perencanaan ini ditanggung oleh PIHAK . 3. 2. 4. setelah Serah Terima I pekerjaan konstruksi fisik dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugasnya. Pembayaran tahap keempat sebesar 5 % dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp.. Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak Pasal 8 JAMINAN PELAKSANAAN PERENCANAAN 1.dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. 5.

maka untuk setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar …. tetapi PIHAK KEDUA tidak juga memperbaiki kelalaian tersebut. Ditempat pekerjaan perencanaan PIHAK KEDUA harus menyediakan tenaga-tenaga ahli untuk menyelesaikan pekerjaan yang sesuai dengan tugas-tugas yang tercantum dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini.% (…… persen) dari jumlah biaya pekerjaan Perencanaan (umumnya 10%). Ongkos-ongkos dan upah tenaga kerja yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan Perencanaan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan perencanaan bertentangan dengan Surat . sehubungan dengan pekerjaan Perencanaan ini. maka PIHAK PERTAMA memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA harus segera mengganti dengan Petugas/tenaga ahli lain yang memenuhi persyaratan yang diminta oleh PIHAK PERTAMA. 2. Pasal 12 SANKSI DAN DENDA 1.% (…. Persen) dari biaya Perencanaan dengan ketentuan PIHAK KEDUA tetap berkewajiban untuk memperbaiki kesalahan/kelalaian yang diperingatkan tersebut (umumnya 1-3%). yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan. Untuk setiap tahapan pekerjaan perencanaan harus ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai penanggung jawab pekerjaan. keahlian serta ketrampilannya sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan yang telah disetujui oleh PIHAK PERTAMA. 2. harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. 3. 2. Agar pekerjaan perencanaan berjalan seperti yang ditetapkan. Maksimum denda kumulatif ditetapkan sebesar …. Penunjukan Penangggung Jawab Pekerjaan. 3. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. dan dapat menerima/ memberikan/ memutuskan segala petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA. Jika PIHAK KEDUA melalaikan ketentuan dalam Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut dari PIHAK PERTAMA. Page 71 Pasal 11 PELAKSANA PIHAK KEDUA 1. 4. Pasal 10 TENAGA KERJA DAN UPAH 1. yang mempunyai wewenang/ kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar … o/oo (……… Permil) dari biaya pekerjaan perencanaan untuk setiap hari kelambatan penyelesaian pekerjaan (umumnya 3o/oo). Penanggung Jawab Pekerjaan yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi syarat. 4.KEDUA. dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. PIHAK KEDUA diwajibkan menggunakan bentuk organisasi dan menyediakan tenaga kerja yang cukup jumlah. Jika PIHAK KEDUA terlambat menyelesaikan pekerjaan perencanaan dalam batas waktu yang telah ditetapkan dalam Pasal 5 Surat Perjanjian ini akibat kelalaian PIHAK KEDUA.. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. 3.

b. Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah.. Biaya perencanaan bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. pemberontakan. Perang. yaitu : a. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kerugian tersebut. Bencana alam (gempa bumi. maka PIHAK KEDUA setuju diberi imbalan biaya/jasa sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam melaksanakan tugas tersebut. Yang dimaksud “keadaan memaksa” dalam perjanjian ini adalah peristiwa-peristiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak. Page 72 Pasal 13 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN 1. maka : a. badai dan banjir). c. makar. akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis. kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan kontraktor). Denda-denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini. maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. revolusi. huru-hara.Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA. Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA). d.) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan memaksa” tersebut. . 6. d. Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 10 ayat 1 Surat Perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi. akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA. Pasal 14 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 1. 5. Apabila terjadi “keadaan memaksa”. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan memaksa” tersebut. tanah longsor. PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. b. 2. Apabila selama ………… (…………………………………. Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan perencanaan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan Memaksa. jumlah dan kualifikasi tenaga ahli yang telah ditetapkan. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA. 2. e. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. c.

karena kelalaian PIHAK KEDUA. h. 3. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam Pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati. e. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. d. Jika terjadi Pemutusan Perjanjian Perencanaan ini. Dalam hal adanya pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas perencanaan sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 4 Surat Perjanjian ini. 4. dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban Page 73 keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. Pasal 15 PEMUTUSAN PERJANJIAN 1. b. Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal terbitnya Surat Perintah Kerja tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan perencanaan sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. PIHAK KEDUA memberikan keterangan yang tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan Pekerjaan Perencanaan ini. g. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian perencanaan ini. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Perencana lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 diatas. Selain yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. 2. Apabila “keadaan memaksa” itu ditolak oleh PIHAk PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan Pasal 5. Dalam waktu satu bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan perencanaan yang telah dimulainya. Pasal 15 Surat Perjanjian ini. seperti dalam Pasal 12 ayat 3 Perjanjian ini. Pasal 12. maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA. f. atas biaya ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Denda kumulatif telah mencapai maksimum 10% (sepuluh prosen) dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan. Page 74 Pasal 16 . 3. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA. c. maka perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : a.f. tetapi berhak atas pembayaran prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan serta kerugian Negara.

. Surat Perjajian ini dibuat dalam rangkap …… (………. 4. yang dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak. Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. ……………………………. dan dinyatakan berlaku sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. maka akan diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit. Page 75 3. Pasal 18 PENUTUP 1. beserta segala akibat hukumnya. Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. 2.. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. NIP . dan mempunyai kekuatan hukum yang sama masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pekerjaan perencanaan ini. *)……………………. b. 2. ……………… …………………………………. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak.) bermeterai cukup. 3. Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota. dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : a. maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri. dan c. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di ……………………… pada hari dan tanggal tersebut diatas. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Perencana Pemimpin Proyek/Bagian Proyek PT/CV.PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak.. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. ……………………… …………………………………. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah... Pasal 17 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian perencanaan ini. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri ………………………….

...................... d......... DIPA : Nomor : ............................. Tanggal : ....... Waktu Perencanaan : ................ Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : ... Dalam Surat Perjanjian tidak boleh ada tipp-ex dan tulisan tangan (nomor dan tanggal Misalnya) dan masing-masing lembaran diparaf oleh pihak pertama dan pihak kedua..... Biaya Perencanaan : Rp.......... Konsultan Perencana : ........................... Pekerjaan : .....) h....Catatan : *) Ditandatangani penanggung jawab perusahaan Pasal 8 (Jaminan Pelaksanaan) berlaku untuk pekerjaan dengan nilai Rp 50 juta keatas.. (…………………………........... ...................... Page 76 LAPORAN PEKERJAAN PERENCANAAN SATUAN KERJA : ……………………… …………………………………………….................. LAPORAN PEKERJAAN PERENCANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………... Telah melaksanakan pekerjaan perencanaan untuk : a................................................ g.......................................... LAMPIRAN : ……………………… 1.. Lokasi : .......... Perencanaan Tanggal : ...................... c... f... Departemen/Lembaga : .. b............... e.......

. 4.. Mulai : …………........... Selesai : …………........% ....% ............Tgl.. Tahap konsep rencana teknis Tahap pra-rencana teknis Tahap pengembangan rencana teknis Tahap gembar detail rencana teknis Tahap pelelangan sampai terbitnya SPK Tahap pengawasan berkala 10% 15% 25% 30% 5% 15% ....% .... Page 77 Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya........% ..% Kemajuan pekerjaan telah mencapai prestasi sebesar : ……............% ......% ...... 5.... Diperiksa oleh : Dibuat oleh : **) Konsultan Manajemen Konstruksi Konsultan Perencana ...... Tgl... 2...% ..minggu : …………....... 6............% Jumlah 100% .% (……………………) prosen..........% . 3.% ..... 2...... Jml...% .. Pelaksanaan pekerjaan perencanaan tersebut meliputi ( laporan lengkap terlampir): No Tahap pekerjaan Bobot pekerjaan Tahap Penyelesaian Pekerjaan Bobot Prestasi 1.% .

: ……………………… LAMP. PT/CV……………………….PT/CV. Pada hari ini. Nama : …………………………………………………………. Jabatan : Kepala Satuan Kerja …………….……………………………………… BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN PERENCANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. .. Kelengkapan Laporan tersebut di ketahui oleh Tim Teknis Satuan Kerja/PPK yang bersangkutan Page 78 BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN PERENCANAAN SATUAN KERJA : ……………………… ……. ……………………………… ………………………………. Minggu ke : …………….. Disetujui oleh : **) Tim Teknis Satuan Kerja/PPK ……………………………… Nip. Tanggal : …………….*) : Laporan Pekerjaan Perencanaan Nomor : ……………. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. …………………….. *) …………………………. ………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan **) Bila tidak menggunakan Konsultan MK. …………………………. Nip. …………………….. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I..

Pekerjaan : ……………………………………………… 2.. Tanggal : …………………………………………. 2.. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : ……………………. Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan/SPK Nomor : ……………………………. tanggal ………………………. DIPA : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 Penyerahan sebagaimana yang dimaksud pasal 1 diatas termasuk meliputi (sesuai Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan ) : .. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris …………………………….Tanggal : ………………………………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. Lokasi : ……………………………………………… 3.. Kedua belah pihak berdasarkan : 1. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….. Satuan Kerja : ……………………………………………… 4.. Alamat kantor : ………………………………………………………. tanggal …………………… Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Pekerjaan Perencanaan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan perencanaan untuk : Page 79 1. Nomor : …………………………………………..

..……………………… BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PERENCANAAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Perencana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV. Nama . …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 80 BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PERENCANAAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN SATUAN KERJA : ……………………… ……………………. ……………………………… ………………………………… *) …………………………. Dan seterusnya : ……. ……. : ……………………… LAMP. ……………………. Tanggal : …………….*) : Laporan Pekerjaan Perencanaan Nomor : …………….... Nip. : ……. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya.) rangkap 2..) rangkap Demikian Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Perencanaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. Minggu ke : ……………. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I..1. …………………………………. Pada tanggal tersebut diatas. (……………………. ……………….. Pada hari ini. (……………………..

Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….. Konsultan Perencana : ……………………………………. Alamat kantor : ……………………………………………………….. d.. Pekerjaan : ……………………………………. untuk : a. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : ………………………………………….: ………………………………………………………….. Lokasi : ……………………………………. Nomor : …………………………………………..... Tanggal : …………………………………………... Kedua belah pihak telah setuju dan sepakat bahwa. DIPA : Nomor : …………………… Tanggal : …………………… e. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Perencanaan .. Dengan ini menyatakan : 1.... Satuan Kerja : …………………………………….……………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II.. b. Jabatan : Kepala Satuan Kerja /PPK .. c. f. Tanggal : …………………………………………. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………...

……………………………… ………………………………… **)………………………. 3. Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Perencanaan tersebut butir 1. Biaya Perencanaan : Rp. ……………………. Berdasarkan pasal …. (……………………………) kali angsuran pembayaran yaitu : a. ………………………………… Prestasi pekerjaan perencanaan telah mencapai kemajuan sebesar : ………….) prosen. …………………………… Terbilang : (………………………………………………………………. Pada angsuran pembayaran ini PIHAK KEDUA Berhak dibayarkan sebesar : = Rp.... …………………………… Catatan : *) Untuk BA 100% juga dilampirkan BA serah terima pekerjaan **) Penanggung jawab perusahaan Page 82 Lampiran III : .Tanggal : …………………… Page 81 g. Kepada PIHAK KEDUA. ……………………………. b..f diatas. % (………………………………….. ……………………………. maka PIHAK KEDUA telah berhak menerima dari PIHAK PERTAMA sejumlah : ……… % x Rp …………………. ……………………………. 4. …………………………….. Pada tanggal tersebut diatas. Jumlah yang telah dibayarkan = Rp.. Angsuran ke …… = Rp. dan prestasi yang dilaporkan. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. Nip. telah dibayarkan : ….) Demikian Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Perencanaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. = Rp. ……………………………. Angsuran ke …… = Rp. 2. ayat…. Angsuran ke …… = Rp. c. …………………………………. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Perencana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV..

agar rencana teknis yang telah disiapkan dan digunakan sebagai dasar pelaksanaan konstruksi dapat berlangsung operasional efektif. Untuk penyelenggara kegiatan yang dimaksud. 2. MAKSUD DAN TUJUAN 1. Pemegang Mata Anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias. Dengan penugasan ini diharapkan Konsultan Pengawas dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memenuhi sesuai KAK ini. SATUAN KERJA/PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………… BRR NAD-Nias I.. KONTRAK PEKERJAAN PENGAWASAN 4. 4. 3. PENDAHULUAN A. dan dilakukan secara penuh dengan menempatkan tenaga-tenaga ahli pengawasan di lapangan sesuai kebutuhan dan kompleksitas pekerjaan. LATAR BELAKANG 1. UMUM 1. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan Pengawas yang memuat masukan. KERANGKA ACUAN KERJA PEKERJAAN PENGAWASAN 2. Pelaksanaan pengawasan lapangan harus dilakukan oleh pemberi jasa pengawasan yang kompeten. BERITA ACARA PEKERJAAN PENGAWASAN Page 83 KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEKERJAAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/ RESTORASI ……………………………………………………….Keputusan Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara Nomor: 154/KEP/BP-BRR/X/2006 LAMPIRAN III 1. B. Kinerja pengawasan lapangan sangat ditentukan oleh kualitas dan intensitas pengawasan. dibentuk Pengelola Satuan Kerja /Pejabat Pembuat Komitmen berdasarkan SK Kepala Satuan . serta yang secara menyeluruh dapat melakukan kegiatannya berdasarkan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang telah disepakati. 2. SURAT PERINTAH KERJA PEKERJAAN PENGAWASAN 3. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian kegiatan Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen……………………………. 3. dari segi biaya. Setiap pelaksanaan konstruksi fisik bangunan gedung Negara yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana harus mendapatkan pengawasan secara teknis di lapangan. mutu dan waktu kegiatan pelaksaan. Konsultan pengawas bertujuan secara umum mengawasi pekerjaan konstruksi. 2. C. azas. criteria. proses dan keluaran yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterpretasikan ke dalam pelaksanaan tugas pengawasan.

D. kuantitas. Meneliti gambar-gambar yang telah sesuai dengan pelaksanaan (As-Built . Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Pemborong. …………………………………………………………………. Lingkup kegiatan meliputi Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/ Restorasi …………………………………. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. peralatan dan metoda pelaksanaan. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. dan biaya pekerjaan konstruksi. Tanggal ………………. KEGIATAN PENGAWASAN A. 4. 2. 2. pemeliharaan pekerjaan. 3. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. 7. Mengawasi pemakaian bahan.. LINGKUP KEGIATAN a. Dan seterusnya.. mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Pemborong. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala. khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. Dan SK tentang Pembentukan Panitia Lelang/Pengadaan/penunjukan langsung Nomor:………………………….Page 84 Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen Nomor:……………………. b. Lingkup Kegiatan tersebut antara lain adalah : 1. 8. Menyusun berita acara kemajuan pekerjaan. 6.. (sesuai DIPA/RKA-KL). Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan. serta mengawasi ketepatan waktu. yang terdiri dari komponen kegiatan : 1. …………………………………………………………………. B. 5. Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh Konsultan Pengawas adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku. II. Lingkup tugas Konsultan adalah pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) pada pekerjaan Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi…………. Tanggal …………… dengan susunan organisasi seperti pada lampiran. dengan masukan hasil rapatrapat lapangan. 3. laporan harian. serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas.

BIAYA PENGAWASAN 1. Hasil evaluasi pengawasan dan dampak yang ditimbulkan. standar dan pedoman teknis yang berlaku.drawings) sebelum serah terima pertama. Konsultan Pengawas bertanggung jawab secara professional atas jasa pengawasan yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku. Kinerja pengawasan telah memenuhi standar hasil kerja pengawasan yang berlaku. Penanggung jawab professional pengawasan adalah tidak hanya konsultan sebagai suatu perusahaan. Besarnya biaya konsultan Pengawas merupakan biaya tetap dan pasti. Kesesuaian pelaksanaan konstruksi dengan dokumen pelelangan/ pelaksanaan yang dijadikan pedoman. serta peraturan. B. C. Menyusun daftar cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama. TANGGUNG JAWAB PENGAWASAN A. e. b. III. yaitu: a. dan laporan akhir pekerjaan pengawasan. B I A Y A A. Secara umum tanggung jawab konsultan adalah minimal sebagai berikut : 1. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. 2. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. Page 85 9. Membantu pengelola proyek dalam menyusun dokumen untuk kelengkapan pendaftaran gedung sebagai bangunan gedung Negara. Bersama konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung. 10. 2. Ketentuan pembiayaan lebih lanjut mengikuti surat perjanjian pekerjaan pengawasan yang dibuat oleh Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen dan Konsultan Pengawas. sesuai dengan ketentuan billing rate yang berlaku. Page 86 d. 11. Besarnya biaya pekerjaan pengawasan mengikuti pedoman Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. maka dihitung secara orang-bulan dan biaya langsung yang dapat diganti. tabel B1 dan tabel D. IV. c. Pengaturan komponen pembiayaan pada butir a dan b diatas adalah dipisahkan antara bangunan standar dan non standar antara bangunan standar dan non standar dan harus terbaca dalam suatu rekapitulasi akhir yang menyebut angka dan huruf. 3. Membantu pengelola proyek mengurus IPB (Ijin Penggunaan Bangunan) dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota setempat. tetapi juga bagi para tenaga ahli professional pengawasan yang terlibat. Untuk pekerjaan standar berlaku maksimum sesuai yang tercantum dalam tabel A1. 12. Bila terdapat pekerjaan non standar. Biaya pekerjaan pengawasan dan tata cara pembayaran diatur secara .

Laporan rapat di lapangan (site meeting). Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dan Manual Peralatan-peralatan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. yang memuat semua kejadian. J. tanggal ………………………. Tenaga kerja.kontraktual. Kontraktor Pelaksana dan Konsultan Pengawas. Waktu pelaksanaan pekerjaan. honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang. F. 3. Jasa dan overhead Pengawasan. K E L U A R A N Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Pengawas berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam surat perjanjian. V. 2. Laporan harian. Dokumen lain Nomor : ……………. Perjalanan (lokal maupun luar kota). Bahan-bahan yang datang. G. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran. meliputi komponen sebagai berikut : a. B. perintah/petunjuk yang penting dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. Gambar rincian pelaksanaan (shop drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. berisi keterangan tentang : 1. g. Materi dan penggandaan laporan. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah Kurang. b. 4.. 5. D. Kelengkapan dokumen pendaftaran bangunan gedung Negara lengkap dengan lampiran-lampirannya. SUMBER DANA Sumber dana dari keseluruhan pekerjaan pengawasan dibebankan pada : 1. VI. 3. c. Biaya rapat-rapat. Dan lain-lain. Alat-alat. Pembayaran biaya Konsultan Pengawas adalah berdasarkan prestasi kemajuan pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana. f. KRITERIA PEKERJAAN KONSULTAN PENGAWAS Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh Konsultan Pengawas pada Kerangka Acuan Kerja ini harus memperhatikan persyaratan-persyaratan sebagai berikut : . d. 3. Laporan Akhir Pekerjaan Pengawasan. B. H. Pembelian dan atau sewa peralatan.. diterima atau ditolak. DIPA/RKA-KL Nomor : ……………tanggal………………………… 2. E. Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan. Page 87 C. Buku harian. I. yang minimal meliputi : A. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian. h. Pajak dan iuran daerah lainnya. Sewa kendaraan. e.

untuk pekerjaan pengawasan berlaku pula ketentuanketentuan seperti standar. Standar dan Pedoman Teknis yang berlaku di bidang penyelenggaraan bangunan gedung. Pekerjaan Persiapan. VII. maka harus menghasilkan keluaran sebagaimana yang diharapkan oleh Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. Yang termuat dalam Surat Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. 2. a. dan Net Work Planning yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana untuk selanjutnya diteruskan kepada Tim Teknis Satuan Kerja untuk mendapatkan persetujuan.A. PROSES PEKERJAAN PENGAWASAN A. PERSYARATAN OBYEKTIF Pelaksanaan pekerjaan pengawasan teknis konstruksi yang obyektif untuk kelancaran pelaksanaan. dan peraturan yang berlaku. b. kualitas. Menyusun program kerja. S-Curve. B. yang secara garis besar adalah sebagai berikut : 1. URAIAN TUGAS OPERASIONAL KONSULTAN PENGAWAS Konsultan Pengawas harus membuat uraian kegiatan secara terinci yang sesuai dengan setiap bagian pekerjaan pengawasan pelaksanaan yang dihadapi di lapangan. PERSYARATAN FUNGSIONAL Pekerjaan pengawasan konstruksi fisik harus dilaksanakan dengan profesionalisme yang tinggi sebagai konsultan Pengawas yang secara fungsional dapat mendorong peningkatan kinerja proyek. yaitu Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan beserta kelengkapannya dan ketentuanketentuan sebagai dasar perjanjiannya. U M U M Konsultan Pengawas dalam menjalankan tugasnya tanggung jawab kepada Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen dan agar tugas dan fungsi konsultan Pengawas dapat terlaksana dengan baik. dan kuantitas dari setiap bagian pekerjaan sesuai standar hasil kerja pengawasan yang berlaku. 3. pengawasan lapangan. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah setempat. 4. 2. PERSYARATAN PROSEDURAL Penyelesaian administrative sehubungan dengan pekerjaan di lapangan harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku. alokasi tenaga dan konsepsi pekerjaan pengawasan. baik yang menyangkut macam. PERSYARATAN TEKNIS LAINNYA Selain kriteria umum diatas. . B. antara lain : Page 88 1. Melaksanakan pekerjaan pengawasan secara umum. Ketentuan yang diberlakukan untuk pekerjaan proyek yang bersangkutan. D. C. Pekerjaan Teknis Pengawasan Lapangan. PERSYARATAN UMUM PEKERJAAN Setiap bagian dari pekerjaan pengawasan harus dilaksanakan secara benar dan tuntas sampai dengan memberi hasil yang telah ditetapkan dan diterima dengan baik oleh Pemimpin Proyek/Bagian Proyek. pedoman. E. Memeriksa Time Schedule/Bar Chart. a.

serta sudah diterima paling lambat 1 minggu kemudian. b. f. Melaporkan bahan-bahan bangunan yang dipakai. Memberikan masukan pendapat teknis tentang penambahan atau pengurangan pekerjaan yang dapat mempengaruhi biaya dan waktu pekerjaan serta berpengaruh pada ketentuan kontrak. untuk mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. Mengawasi kebenaran ukuran. Memberikan laporan dan pendapat teknis administrasi dan teknis teknologis kepada Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja mengenai volume. kualitas dan kuantitas dari bahan atau komponen bangunan. agar batas waktu pelaksanaan minimal sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. dengan Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja. c. Mengawasi kemajuan pelaksanaan dan mengambil tindakan yang tepat dan cepat. sedikitnya dua kali dalam sebulan. Memberikan bantuan dan petunjuk kepada Kontraktor Pelaksana dalam mengusahakan perijinan sehubungan dengan pelaksanaan pembangunan. b. dengan pemberitahuan tertulis kepada Kepala Satuan Kerja/Pejabat Komitmen. 5. Page 89 d. Melakukan konsultasi dengan Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja untuk membahas segala masalah dan persoalan yang timbul selama masa pembangunan. dan juga perhitungan serta gambar konstruksi yang dibuat oleh Pemborong (Shop Drawings). Memeriksa gambar-gambar kerja tambahan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana terutama yang mengakibatkan tambah atau berkurangnya pekerjaan. c. 4. 3. a. Mengadakan rapat lapangan secara berkala. peralatan dan perlengkapan selama pekerjaan pelaksanaan di lapangan atau di tempat kerja lainnya. untuk kemudian membuat risalah rapat dan mengirimkan kepada semua pihak yang bersangkutan.koordinasi dan inspeksi kegiatan-kegiatan pembangunan agar pelaksanaan teknis maupun administrasi teknis yang dilakukan dapat secara terus menerus sampai dengan pekerjaan diserahkan untuk kedua kalinya. e. D o k u m e n . jumlah tenaga kerja dan alat yang digunakan. Memberikan petunjuk. d. c. prosentase dan nilai bobot bagian-bagian pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh pemborong. L a p o r a n. dan dibandingkan dengan jadwal yang telah disetujui. Perencana dan Kontraktor Pelaksana dengan tujuan untuk membicarakan masalah dan persoalan yang timbul dalam pelaksanaan. perintah sejauh tidak mengenai pengurangan dan penambahan biaya dan waktu pekerjaan serta tidak menyimpang dari kontrak. Konsultasi a. Mengadakan rapat diluar jadwal rutin tersebut apabila dianggap mendesak. b. dapat langsung disampaikan kepada Kontraktor Pelaksana. Melaporkan kemajuan pekerjaan yang nyata dilaksanakan.

c. d. I N F O R M A S I 1. mingguan dan bulanan.a. Mempersiapkan formulir. Peraturan-peraturan. e. serta untuk keperluan pembayaran angsuran. 2. termasuk petunjuk teknis simak pengawasan mutu pekerjaan. VIII. konsultan Pengawas harus mencari sendiri informasi yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja ini. Memeriksa dan menyiapkan daftar volume dan nilai pekerjaan. laporan harian. rencana Kerja dan Syarat-syarat. iii. b. Informasi lainnya. serta penambahan atau pengurangan pekerjaan guna keperluan pembayaran. b. Dokumen pelaksanaan yaitu : i. T E N A G A Untuk melaksanakan tugasnya. dll. penyerahan pertama dan kedua serta formulir-formulir lainnya yang diperlukan untuk kebutuhan dokumen pembangunan. Koordinator pengawasan ………… orang . 3. konsultan Pengawas harus menyediakan tenaga yang memenuhi kebutuhan proyek. Kesalahan pengawasan/ kelalaian pekerjaan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari konsultan Pengawas. iv. Untuk melaksanakan tugasnya. Informasi pengawasan antara lain : a. ii. Page 90 c. B. Menerima dan menyiapkan Berita Acara sehubungan dengan penyelesaian pekerjaan di lapangan. serta keperluan pendaftaran sebagai bangunan gedung Negara. Dokumen Kontrak Pelaksanaan/Pemborongan. Berita Acara kemajuan pekerjaan. M A S U K A N A. baik yang berasal dari Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja maupun yang dicari sendiri. standar dan pedoman yang berlaku untuk pekerjaan pengawasan teknis konstruksi. Bar Chart dan S-Curve serta Net Work Planning dari pekerjaan yang dibuat oleh Pemborong (setelah disetujui). gambar-gambar pelaksanaan. Konsultan Pengawas harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya. Tenaga-tenaga ahli yang dibutuhkan dalam kegiatan lpengawasan ini minimal terdiri dari : (Kualifikasi masing-masing tenaga ahli disesuaikan berdasarkan kebutuhan/kompleksitas proyek). Page 91 1. baik ditinjau dari lingkup (besar) proyek maupun tingkat kekomplekan pekerjaan. Berita Acara Aanwijzing sampai dengan penunjukan Pemborong. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pengawasan.

termasuk jadwal kegiatan secara detail. PROGRAM KERJA A. konsultan Pengawas harus segera menyusun: 1. B. dikembangkan/dilengkapi untuk kebutuhan proyek yang bersangkutan. B. Program kerja. Alokasi tenaga ahli yang lengkap (disiplin dan jumlahnya). Program kerja secara keseluruhan harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja setelah sebelumnya dipresentasikan oleh konsultan Pengawas dan mendapatkan pendapat teknis dari Tim Teknis Satuan Kerja. Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen.2. …………………. Berdasarkan bahan-bahan tersebut. DIBUAT DI : ………………. Struktur ………… orang c.NIAS Nomor : . Arsitektur ………… orang b. 3. Administrasi/pelaporan ………… orang 4. : …………. Utilitas (M/E) ………… orang 3. TANGGAL : ………………. Page 92 SURAT PERINTAH KERJA KEPALA SATUAN KERJA / PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………………… BRR NAD .. Tenaga-tenaga yang diusulkan oleh konsultan Pengawas harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja. maka selanjutnya konsultan agar segera menyusun program kerja untuk dibahas dengan Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen. NIP. X. Setelah Kerangka Acuan Kerja ini diterima. IX. Catatan : Model KAK tersebut diatas bersifat pokok yang masih harus disesuaikan. konsultan hendaknya memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan. Pengawas Lapangan a. Konsep penanganan pekerjaan pengawasan proyek. 2. Tenaga teknis lainnya sesuai kebutuhan dan lingkup kompleksitas pekerjaan. P E N U T U P A. Sebelum melaksanakan tugasnya.

Mengawasi pemakaian bahan... serta mengawasi ketepatan waktu. kuantitas. …………………………………………………………………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. di ………………………….. d. Surat Perintah Kerja (SPK) ini diperintahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dengan ketentuan dan syarat-syarat seperti tersebut dibawah ini : 1. Selaku Konsultan Pengawas Pekerjaan …………………………………. Tugas Pekerjaan : Pekerjaan Pengawasan yang akan dilaksanakan adalah : Pembangunan/Rehabilitasi/ Renovasi/Restorasi …………………………………. Nama Badan Usaha : ………………………………………. (lokasi pekerjaan) yang meliputi tugas-tugas sebagai berikut : a. dan biaya pekerjaan konstruksi.………………………………………. Alamat Kantor : ………………………………………. dengan ini kami yang bertandatangan dibawah ini : 1. Tanggal : ……………………………………….. Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Pelelangan/ Pemilihan Langsung Nomor : ……………………. Page 93 c. PEKERJAAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN / REHABILITASI / RENOVASI / RESTORASI ………………………………………………………………………. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan . Selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen ………………… ……………………………………………………………………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA. Nama : ……………………………………….... Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan. Tanggal ………………………….. b.. MEMERINTAHKAN KEPADA : 2. Alamat Badan Usaha : ………………………………………. Jabatan : ………………………………………. peralatan dan metoda pelaksanaan. Jabatan : ……………………………………….. Nama : ……………………………………….

3. …………………. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. (……………………………………. g... Biaya Pengawasan a.). dibayarkan setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua Page 94 pekerjaan konstruksi fisik. …………………………. Pembayaran tahap ketiga/terakhir sebesar 10% dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Pemborong.. e. Menyusun daftar cacat-cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama. b.. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.). dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan. 2. sesuai dengan DIPA/RKA-KL Nomor : ……………………. pemeliharaan pekerjaan. laporan harian.. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. Cara Pembayaran a. mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Pemborong. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan. Pembayaran tahap kesatu sebesar ……% dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. (……………………………………………).. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan.. yang merupakan jumlah tetap dan pasti (lumpsum fixed price). yang dibebankan pada Satuan Kerja…….).. serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sesuai butir 2 Surat Perintah Kerja ini kepada PIHAK PERTAMA. f. Pembayaran tahap kedua sebesar …… % dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. . i. c. (…………………………………. Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built Drawings) sebelum serah terima I. (……………………………………….. h.. tanggal : ………………… b. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA.. …………………. Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran.persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajakpajak. Besarnya biya pekerjaan pengawasan adalah Rp. …………………..... dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA... bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. dibayarkan setelah prestasi Kontraktor Pelaksana mencapai 100% (serah terima kedua)... dibayarkan setelah prestasi Kontraktor Pelaksana mencapai 100% (serah terima kedua). Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala.

c. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. l. ii. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. h. Jangka Waktu Jangka waktu pelaksanaan sampai selesai 100 % yang disebut dalam butir 1 Surat Perintah Kerja ini terhitung mulai tanggal ………………………… sampai dilaksanakan Serah Terima Kedua Pekerjaan Konstruksi oleh Kontraktor Pelaksana kepada Pihak Pertama. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. a. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. d. Persyaratan dan Spesifikasi Teknis a. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syaratsyarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. n. f. antara lain : i. i. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi.4. iv. b. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. k. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan pengawasannya kepada PIHAK PERTAMA se lambat lambatnya limabelas hari setelah Serah Terima Pekerjaan Konstruksi. 6. iii. g. j. Sanksi dan Denda. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan . SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. 5. Page 95 m. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. e. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi.

Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ……………… dan mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. Jika terjadi perselisihan dikemudian hari. Jumlah denda kumulatif ditetapkan maksimum …. c. NIP ……………… Catatan : *) Ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan Model perjanjian dengan SPK berlaku hanya untuk pekerjaan yang nilainya sampai Rp . Page 96 SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI …………………………………………………………………….50 juta.. Penyelesaian Perselisihan a. maka untuk setiap hari kelambatan pihak pengawas wajib membayar denda kelambatan sebesar ……. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dengan batas waktu yang ditetapkan. prosen) dari biaya pekerjaan pengawasan (umumnya 10%).kewajibannya. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar … % (…… persen) dari biaya pekerjaan pengawasan dengan ketentua bahwa. % (………permil) dari biaya pekerjaan pengawasan (umumnya 3%). kami yang bertandatangan di bawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan pelaksanaan : Antara 1.. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya. PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya (umumnya 1-3%). Jabatan (struktural) : ………………………………….. 7. Tanggal ………… bulan………. …………………… *) …………….. Pejabat Pembuat Komitmen……… ………………. b..% (…. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja / PT/CV ……………………. b. tahun ………………. Nomor : ………………………………… Tanggal : ………………………………… Pada hari ini …………. maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri …………. Alamat .. Nama : ………………………………….

laporan harian. Yang didirikan dengan Akte Notaris Nomor : …………………. g.. ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal di bawah ini : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1. e. Alamat : …………………………………. dan biaya pekerjaan konstruksi. pemeliharaan pekerjaan.: …………………………………. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. yaitu untuk melaksanakan : Pekerjaan pengawasan Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi ……………. Mengawasi pemakaian bahan. peralatan dan metoda pelaksanaan. tanggal …………. Dengan 2. Maka dengan ini disetujui oleh dan di antara pihak-pihak tersebut. f. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan. Nama : …………………………………. serta mengawasi ketepatan waktu. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. kuantitas. bertindak untuk dan atas nama …………………… (nama Badan Usaha). antara lain : a. PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA. h. Jabatan : …………………………………. Tugas pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias Nomor : ………………. Page 97 c.. Tanggal …………… oleh Notaris di ……………… dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya.. d. Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built drawings) . Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran. Di ………………………………… (lokasi pekerjaan). Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan. Nama Perusahaan : …………………………………. yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA. mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. telah ditunjuk selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia. 2. b. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi.

Membantu PIHAK PERTAMA dalam pengurusan IPB (Ijin Penggunaan Bangunan) dari Pemerintah Daerah Tingkat II setempat. Surat Usulan Calon Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… Page 98 d. k. yaitu : a. Tanggal : ……………………………………………. dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan. Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : ……………………………………………. Bersama Konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung.. Tanggal : ………………………………………………. Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… c. Menyusun daftar cacat-cacat/ kerusakan sebelum serah terima pertama. i. Tanggal : ……………………………………………. Surat Keputusan Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………. Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) Nomor : ……………………………………………….sebelum serah terima pertama. Membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pendaftaran gedung sebagai bangunan gedung Negara. Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perjanjian ini. b. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. f. Addendum (bila ada) 2.. Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. l. j. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : . e.

i. k. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. e. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN 1. iv. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. g. ii. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. 2. Page 99 l. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. h. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. f. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 surat perjanjian ini dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh . SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. 3. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. d. iii. m. Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. antara lain : i. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. n. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. sehingga pelaksanaan pekerjaan pengawasan akan sesuai dengan Surat Perjanjian ini. c. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. j. b.a.

9. 6. c. Tenaga kerja. harus diserahkan kepada PIHAK PERTAMA minimal dalam rangkap 5 (lima). Laporan rapat di lapangan (site meeting). PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. yang masing-masing terdiri dari : Page 100 1. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan pengawasan sampai selesai 100% yang disebut . dan PIHAK KEDUA. 4. Kontraktor Pelaksana. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada pihak lain. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PENGAWASAN Hasil pekerjaan pengawasan disamping harus sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja.PIHAK KEDUA. Kelancaran pelaksanaan proyek yang berhubungan dengan pengawasan sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. Bahan-bahan yang datang. 8. Kelengkapan dokumen pendaftaran bangunan gedung Negara lengkap dengan lampiranlampirannya. berisi keterangan tentang : a. Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. yang memuat semua kejadian. 10. 2. 5. Laporan Akhir Pekerjaan Pengawasan. 8. dan memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA tentang kelainan yang ditemukan dan mengusulkan cara penyelesaiannya sesuai standar dan ketentuan serta peraturan yang berlaku. 5. akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA sehubungan dengan pekerjaan ini. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran. 7. 9. PIHAK KEDUA wajib melaksanakan periksa ulang semua Dokumen Teknis sesuai keahliannya. Waktu pelaksanaan pekerjaan. b. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah Kurang. Gambar rincian pelaksanaan (shop drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. perintah/petunjuk yang penting dari PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas segala kerugian PIHAK PERTAMA. diterima atau ditolak. Alat-alat. d. Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan. 7. Laporan harian. 3. Buku harian. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan baik langsung ataupun tidak langsung turut serta baik sebagai Sub Kontraktor maupun pemasok bahan dari pekerjaan ini. e. 4. 6. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dan Manual Peralatanperalatan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana.

Nomor : ………………………. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan tersebut dalam ayat 1 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA kecuali adanya “keadaan memaksa” seperti diatur dalam Pasal 14 Surat Perjanjian ini. (Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja dari PIHAK PERTAMA) sampai dengan dilaksanakannya Serah Terima Kedua pekerjaan konstruksi fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA.. tanggal …………… Tahun Anggaran ………………/………… 2.. Pembayaran tahap kedua sebesar …. yang telah disetujui/disahkan oleh PIHAK PERTAMA. atau adanya surat perintah penambahan pekerjaan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. terhitung mulai tanggal …………………….% dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. Page 101 Pasal 6 BIAYA PENGAWASAN 1.. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.) dan merupakan biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price). dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. Pembayaran biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan prestasi pekerjaan pemborongan. 2. Pembayaran tahap kesatu sebesar …………. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil seluruh hasil pekerjaan pengawasan sebagaimana tercantum dalam pasal 4 surat perjanjian ini selambat-lambatnya 15 hari setelah dilakukannya penyerahan kedua pekerjaan konstruksi. ( ………………………………. b. …………………… ( …………… ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai ………… %. dengan ketentuan sebagai berikut : a. yang dibebankan pada Satuan Kerja : ………………………………… sesuai dengan DIPA/RKA-KL ……………………………. Pasal 7 CARA PEMBAYARAN 1.% dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. ……………….. . Besarnya biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp ………………… (………………………………………………. Jumlah biaya tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak.. ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai ….. %. yang mengakibatkan bahwa adanya perpanjangan/penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum).dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA.

maka jaminan pelaksanaan pengawasan menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA. Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai temple Rp 6. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. 3. d. diserahkan kembali oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. Segala pajak-pajak sehubungan pekerjaan pengawasan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Bila jangka waktu berlakunya Surat Jaminan Pengawasan berakhir sebelum dilaksanakannya Serah Terima Dokumen pekerjaan seperti dalam ayat 2 pasal ini. Page 102 Pasal 8 JAMINAN PELAKSANAAN PENGAWASAN 1. Surat Jaminan tersebut pada ayat 1 pasal ini. Pasal 10 TENAGA KERJA DAN UPAH . maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA Surat Jaminan Pekerjaan berupa Surat Jaminan Bank Umum atau Perusahaan Asuransi Kerugian sebesar 5 % dari biaya pengawasan atau sejumlah Rp ……………………….) dibayar setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua pekerjaan konstruksi fisik. 2. ……………….. 4.. setelah Serah Terima II pekerjaan konstruksi fisik dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugasnya. ………………… (…………………………. Selambat-lambatnya pada saat perjanjian ini ditanda tangani. 2. ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana telah mencapai 100 % (serah terima pertama).). dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. % dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. Pasal 9 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1. Dalam hal PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian ini dan terjadi pemutusan hubungan perjanjian sesuai pasal 15.(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sesuai pasal 4 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA. 2. ( …………………………………. (………………………………….. Pembayaran tahap ketiga sebesar …….c. Pembayaran tahap keempat/terakhir sebesar 10% dari jumlah biaya pekerjaan pengawasan yakni sejumlah Rp.000. maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa berlakunya dan harus dijamin tidak ada waktu senggang antaranya.

% ( …….. maka untuk setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan “denda kelalaian” sebesar … % ( ……… persen) dari biaya pengawasan. sehubungan dengan pekerjaan pengawasan ini. Pasal 12 SANKSI DAN DENDA 1. Agar pekerjaan pengawasan berjalan seperti yang ditetapkan. akan diperhitungkan dalam pembayaran . maka PIHAK KEDUA setuju akan diberi biaya pekerjaan pengawasan sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam menjalankan tugas pengawasan tersebut. 2. 3. Denda-denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini. Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan pengawasan bertentangan dengan Surat Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kerugian tersebut. prosen) dari jumlah biaya pengawasan ( umumnya 10%). 2. Jumlah denda kumulatif tersebut dalam ayat 1 diatas ditetapkan maksimum sebesar …. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugas dan kewajibannya sesuai Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA. 4. yang mempunyai wewenang/kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA. Page 103 Pasal 11 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA 1. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. Ditempat pekerjaan pengawasan harus selalu ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai Pimpinan Pengawas/ Tenaga Ahli. Ongkos-ongkos dan upah kerja yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA. 3. PIHAK KEDUA harus menggunakan bentuk organisasi jumlah dan kualifikasi tenaga ahli dengan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan yang tercantum dalam Pedoman Pengawasan (TOR/KAK) yang telah disetujui oleh Kedua belah pihak. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. keahlian serta ketrampilannya. 2. Penunjukan Pemimpin Pengawas/Tenaga Ahli ini yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan. Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 10 ayat 1 Surat Perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi. Tenaga Ahli dari Pengawas yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi persyaratan yang diperlukan. maka PIHAK PERTAMA akan menolak tenaga ahli tersebut dan memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA segera mengganti pengawas/tenaga ahli lain yang memenuhi syarat sebagaimana yang diminta oleh PIHAK PERTAMA. kualifikasi tenaga maupun jumlah tenaga yang telah ditetapkan.1. 4. PIHAK KEDUA diwajibkan menyediakan tenaga kerja yang cukup jumlah. harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. dengan kewajiban PIHAK KEDUA tetap harus memperbaiki kelalaian yang diperingatkan tersebut (umumnya 1-3%). 5. 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya. dan dapat menerima/memberikan/ memutuskan segala petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA. 3.

badai dan banjir). d. Bencana alam (gempa bumi. Yang dimaksud “keadaan memaksa” dalam perjanjian ini adalah peristiwa-peristiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan memaksa” tersebut. maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis. setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA. tanah longsor. 2. Apabila terjadi “keadaan memaksa”. pemberontakan. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan memaksa” tersebut. Perang. f. maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. Pasal 14 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 1. Apabila selama ………… (…………………………………. b. c. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA. PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. makar. b. Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan pengawasan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini.) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini. Page 104 Pasal 13 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN 1. 2. Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah.yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. maka : a. d. Biaya pengawasan bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. c. yaitu : a. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan Memaksa. dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban Page 105 keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. revolusi. kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan kontraktor). Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA). akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. e. huru-hara. . PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban..

PIHAK KEDUA memberikan keterangan yang tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan Pekerjaan Pengawasan ini. dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : a. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam Pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA. 2. Selain yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : a. .3. Pasal 16 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. Jika terjadi Pemutusan Perjanjian Pengawasan ini. karena kelalaian PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas pekerjaan pengawasan sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 4 Surat Perjanjian ini. 3. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal terbitnya Surat Keputusan Penunjukan PIHAK KEDUA tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan pengawasan sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. Pasal 15 Surat Perjanjian ini. f. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Pengawas lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 diatas. maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA. Apabila “keadaan memaksa” itu ditolak oleh PIHAk PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan Pasal 5. Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota. c. tetapi berhak atas pembayaran prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan serta kerugian Negara. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. Pasal 15 PEMUTUSAN PERJANJIAN 1. Dalam waktu satu bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan pengawasan yang telah memulainya. maka perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. Pasal 12. d. e. yang dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan pengawasan ini. Page 106 4. Telah dikenakan denda yang kumulatif sebesar 10% (sepuluh prosen) dari biaya pekerjaan pengawasan. g. Dalam hal adanya pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. sebagaimana seperti dalam Pasal 12 ayat 2 Perjanjian ini. 2. h. b. maka akan diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit.

b. Dalam Surat Perjanjian tidak boleh ada tipp-ex dan tulisan tangan (nomor dan tanggal Misalnya) dan masing-masing lembaran diparaf oleh pihak pertama dan pihak kedua. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. Pasal 17 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian pengawasan ini. dan dinyatakan berlaku Page 107 sejak diterbitkannya Surat Perintah Kerja (atau Mulai Kerja) dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama.) bermeterai cukup. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. 3.. NIP . dan c. maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri. ……………… Pejabat pembuat Komitmen………… ……………………… …………………………………. Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di ……………………… pada hari dan tanggal tersebut diatas. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pekerjaan pengawasan ini. 4. 3.. Catatan : *) Ditandatangani penanggung jawab perusahaan Pasal 8 (Jaminan Pelaksanaan) berlaku untuk pekerjaan dengan nilai Rp 50 juta keatas. Surat Perjajian ini dibuat dalam rangkap …… (………. ……………………………. Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak... 2. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. *)……………………. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja/ PT/CV. Page 108 LAPORAN PEKERJAAN PENGAWASAN . Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri …………………………. Pasal 18 PENUTUP 1. beserta segala akibat hukumnya.

c.. Telah melaksanakan pekerjaan pengawasan untuk : a.minggu :……………………………… 2. b. f. minggu ke ……. Lokasi :……………………………………………….. g. Biaya Pengawasan : Rp. Tanggal :………………………………. Yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana dan diperiksa oleh Konsultan Pengawas. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor :………………………………. bahwa : a. Pekerjaan :………………………………………………. d. Surat Perjanjian Pekerjaan: Nomor : ……………………………… Pelaksanaan . Waktu Pengawasan : Tgl mulai :……………………………… Tgl selesai :……………………………… Jml. Konsultan Pengawas :………………………………………………. ………………………………………….) h. Tanggal …………………. LAPORAN PEKERJAAN PENGAWASAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………… LAMPIRAN : 1 (satu) set laporan 1. Departemen/Lembaga :………………………………………………. DIPA : Nomor :………………………………. b. Berdasarkan laporan pekerjaan pelaksanaan Nomor : ……………….. e. (…………………………………………….SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. Kontraktor Pelaksana : PT/CV ……………………………………. SPK Pengawasan Tanggal :………………………………..

Diketahui oleh : Dibuat oleh : Tim Teknis Satuan Kerja/PPK Konsultan Pengawas **) …………………………. Pelaksanaan kegiatan pengawasan tersebut meliputi (laporan lengkap terlampir) : a.Penanggung jawab perusahaan dan atau . Dan seterusnya.Penanggung jawab lapangan dari perusahaan **) Diisi NamaSatuan Kerja yang bersangkutan Page 110 BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN PENGAWASAN SATUAN KERJA : ……………………… ……………………. PT/CV …………………..……………………… BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN PENGAWASAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. ……………………………. Telah mencapai prestasi sebesar : ………..) prosen. Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : . 3..*) : Laporan Pekerjaan Pengawasan Nomor : ……………. : ……………………… LAMP. NIP. ………………………. Minggu ke : ……………. ………………………………………………………………………… Page 109 b. Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya. .Tanggal ………………………………. % (…………………………. ………………… *) …………………………. Tanggal : ……………. ………………………………………………………………………… c.

.. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK .. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. 2.. tanggal ……………………….. Alamat kantor : ………………………………………………………. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris …………………………….. Kedua belah pihak berdasarkan : 1. Lokasi : ……………………………………………… 3.. tanggal …………………… Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Pekerjaan Pengawasan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Page 111 Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan pengawasan untuk : 1. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : …………………….... Nama : ………………………………………………………….... Tanggal : ………………………………………….. Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan/SPK Nomor : ……………………………. Departemen/lembaga ... Pekerjaan : ……………………………………………… 2.. …………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. Tanggal : …………………………………………. Nomor : …………………………………………...Pada hari ini. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….

: ……………………………………………… 4. Dan seterusnya : ……. Pada tanggal tersebut diatas. (……………………. Nip.. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. (……………………. : ……. ……. …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 112 BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PENGAWASAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN SATUAN KERJA : ……………………… ……. : ……………………… ... Daftar Isian Proyek (DIP) : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 Penyerahan sebagaimana yang dimaksud pasal 1 diatas termasuk meliputi (sesuai Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan ) : 1. Laporan mingguan... ……………………. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja/ PPK PT/CV. ……………………………… ……………………………… ………………………………… *) ………………………….……………………………………… BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PENGAWASAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL..) rangkap Demikian Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Pengawasan ini dibuat dan ditandatangani di ………………………….) rangkap 2..

. Minggu ke : ……………. ……………………. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK . d... Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………. Tanggal : ………………………………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II... Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris …………………………….*) : Laporan Pekerjaan Pengawasan Nomor : ……………. DIPA : Nomor : …………………… ... Lokasi : ……………………………………. Nama : ………………………………………………………….. Dengan ini menyatakan : 1. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. Nomor : ………………………………………….. Pekerjaan : …………………………………….LAMP.. Kedua belah pihak telah setuju dan sepakat bahwa. untuk : a.. Alamat kantor : ………………………………………………………. Pada hari ini. Departemen/Lembaga : ……………………………………. c.. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA... Tanggal : ………………………………………….. Tanggal : ……………. b...

) Demikian Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Pengawasan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. ………………………………… Prestasi pekerjaan pengawasan telah mencapai kemajuan sebesar : …………. Biaya Pengawasan : Rp. Angsuran ke …… = Rp. Konsultan Pengawas : ……………………………………. . = Rp. ……………………………. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Pengawasan Tanggal : …………………… g. Pada tanggal tersebut diatas... Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Pengawasan tersebut butir 1. b. ……………………………. Pada angsuran pembayaran ini PIHAK KEDUA Berhak dibayarkan sebesar : = Rp. …………………………… Terbilang : (……………………………………………………………….. f. maka PIHAK KEDUA telah berhak menerima dari PIHAK PERTAMA sejumlah : ……… % x Rp ………………….f diatas. c. Kepada PIHAK KEDUA.. ……………………………. ayat…. 4. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV. % (………………………………….. Angsuran ke …… = Rp.. ……………………. ……………………………. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya.. Berdasarkan pasal …. …………………………………. 2. ……………………………. 3.Tanggal : …………………… Page 113 e. Jumlah yang telah dibayarkan = Rp. Angsuran ke …… = Rp. (……………………………) kali angsuran pembayaran yaitu : a. telah dibayarkan : ….) prosen.

Nama : …………………………………. Selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen ………………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA. Alamat Kantor : …………………………………. MEMERINTAHKAN KEPADA : 2.……………………………… ………………………………… **)………………………. KONTRAK PEKERJAAN PELAKSANAAN 3. BERITA ACARA PEKERJAAN PELAKSANAAN Page 115 SURAT PERINTAH KERJA KEPALA SATUAN KERJA / PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN ……………………………………………… BRR NAD-NIAS Nomor : ……………………… Tanggal : ……………………… PEKERJAAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN / REHABILITASI / RENOVASI / RESTORASI …………………………………………………………………………… Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Pelelangan/ Pemilihan Langsung Nomor : …………………… tanggal ……………………… dengan ini kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.... . Nip. Nama : …………………………………. Jabatan : ………………………………….. SURAT PERINTAH KERJA PEKERJAAN PELAKSANAAN 2. **) Penanggung jawab perusahaan Page 114 Lampiran IV : Keputusan Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara Nomor: 154/KEP/BP-BRR/X/2006 LAMPIRAN IV 1. …………………………… Catatan : *) Untuk BA 100% juga dilampirkan BA serah terima pekerjaan pelaksanaan ke II.

2. Biaya Pelaksanaan Borongan a. (…………………………………. Alamat Badan Usaha : …………………………………. Besarnya biaya pelaksanaan adalah Rp ……………………. Cara Pembayaran a. (……………………………. yang merupakan jumlah tetap dan pasti (lumpsum fixed price). Selaku Kontraktor Pelaksana Pekerjaan ………………………………………. Dan seterusnya.. tanggal ………………. Tugas Pekerjaan : Pekerjaan Pelaksanaan yang akan dilaksanakan adalah : Pembangunan/Rehabilitasi/ Renovasi/ Restorasi ………………………… di ………………. (lokasi pekerjaan) yang meliputi tugas-tugas sebagai berikut : a. yang dibebankan pada Satuan Kerja …………………….. Page 116 Tugas tersebut diatas dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA yang meliputi pelaksanaan fisik dan memperbaiki segala cacat dan atau kerusakan-kerusakan pada masa pemeliharaan. 3. Pembayaran pertama sebesar ……. Sesuai dengan DIPA Nomor : …………………. b. …………………………………………… = ………. Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajakpajak. M2 b.) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai 100% dikurangi angsuran uang muka. Nama Badan Usaha : ………………………………….. (……………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai …… % dikurangi angsuran uang muka.) dapat dilakukan setelah Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditanda tangani kedua belah pihak. . M2 c. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan peraturan-peraturan dan ketentuan yang berlaku. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.. b. Pembayaran kedua sebesar …… % dari biaya pelaksanaan yakni sejumlah Rp ………………… (…………………………………………. % dari biaya pelaksanaan yakni Rp ………………….. …………………………………………… = ………..Jabatan : ………………………………….). c. Pembayaran uang muka kepada PIHAK KEDUA sebesar ……% dari biaya pelaksanaan yaitu Rp …………………….. Surat Perintah Kerja (SPK) ini diperintahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dengan ketentuan dan syarat-syarat seperti tersebut dibawah ini : 1.

iv. setelah selesai masa pemeliharaan. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. (………………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara.d. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. d. Pembayaran ketiga sebesar ……% dari biaya pelaksanaan yakni sebesar Rp ……………………… (…………………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA . m. Dasar Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan a. antara lain : i.. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak 4. l. tanggal : …………………………………. iii. i. e. DIPA : …………………………………………… Nomor : …………………. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. j. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. ii. Page 117 c. setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai 100% (serah Terima I) dan diterima oleh PIHAK PERTAMA dikurangi angsuran uang muka (uang muka sudah harus lunas 100%).. h. n. f. e. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syaratsyarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. g. k. Pembayaran terakhir sebesar 5% dari biaya pelaksanaan yakni sebesar Rp ………………………. b. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. dan dilampiri Berita Acara Serah Terima II hasil pekerjaan. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987.

Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ……………… dan mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. Jangka Waktu Pelaksanaan Jangka waktu pelaksanaan sampai selesai 100% yang disebut dalam butir 1 Surat Perintah Kerja ini terhitung mulai tanggal ………………………. Sanksi dan Denda a.. 6. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar ……. Jika terjadi perselisihan dikemudian hari. 5.tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini.. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya. 7. Pejabat Pembuat Komitmen……… ………………. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan pelaksanaannya kepada PIHAK PERTAMA. …………………… *) ……………. Penyelesaian Perselisihan 1.% (…. o/oo (…… permil) dari biaya pekerjaan c. o. PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya (umumnya 1-3%). Jumlah denda kumulatif ditetapkan maksimum ….. maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri …………. Page 119 .. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja / PT/CV …………………….% (…………. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dalam batas waktu yang ditetapkan. Sampai dilaksanakan Page 118 Serah Terima Kedua pekerjaan pelaksanaan. b.50 juta. NIP ……………… Catatan : *) Ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan Model perjanjian dengan SPK berlaku hanya untuk pekerjaan yang nilainya sampai RP. maka untuk setiap hari kelambatan pihak pelaksana wajib membayar denda kelambatan sebesar …. prosen) dari biaya pekerjaan pengawasan (umumnya 3%). persen) dari biaya pekerjaan pelaksanaan dengan ketentuan bahwa. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya. 2.

SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI …………………………………………………………………… BRR NAD - NIAS Nomor : ………………………… Tanggal : ………………………… Pada hari ini ………… tanggal …………. Bulan ………………… tahun …... ………., kami yang bertandatangan di bawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan pelaksanaan : Antara 1. N a m a : …………………………………………… Jabatan (struktural) : …………………………………………… Alamat : …………………………………………… Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias Nomor : ……………….. tanggal ………….. telah ditunjuk selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia, yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA. Dengan 2. Nama : ………………………………………….. Jabatan : Direktur ………………………………… Nama Perusahaan : …………………………………………. Alamat : …………………………………………. Yang didirikan dengan Aket Notaris Nomor :……………………….. tanggal ……………. Oleh Notaris di ………………. Dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya, bertindak untuk dan atas nama ………………….. (nama Badan Usaha), yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA. Maka dengan ini disetujui oleh dan di antara pihak-pihak tersebut, ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal di bawah ini : Page 120

Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1. PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan diterima PIHAK KEDUA untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan/rehabilitasi/renovasi /restorasi ………………………………………. 2. Pekerjaan tersebut meliputi : a. ………………………………… volume …………………………. b. ………………………………… volume …………………………. Dan seterusnya. 3. Pekerjaan tersebut dilaksanakan di …………………….. (lokasi pekerjaan). 4. PIHAK KEDUA mempunyai kewajiban kepada PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan, menyelesaikan, dan memelihara pekerjaan, serta memperbaiki kerusakan sesuai ketentuan dan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak. Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. Dasar perjanjian dan pelaksanaan pekerjaan pemborongan ini menjadi lampiran dan bagian yang mengikat serta tidak terpisahkan dalam perjanjian ini adalah : a. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) ……………………………… Nomor : ………………………………………………………… Tanggal : ………………………………………………………… b. Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ……………………………………………………….. Tanggal : ……………………………………………………….. c. Surat Usulan Calon Pemenang Lelang Nomor : ………………………………………………………. Tanggal : ………………………………………………………. d. Surat Keputusan Pemenang Lelang Nomor : ………………………………………………………. Tanggal : ………………………………………………………. e. Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : ……………………………………………………… Tanggal : ……………………………………………………… f. Berita Acara : ii. DRT-U dan undangan

iii. Penjelasan pekerjaan dan daftar hadir panitia serta rekanan iv. Hasil pelelangan dan daftar hadir panitia v. Pembukaan surat penawaran dan daftar hadir panitia vi. Pengumuman pemenang lelang. Page 121 g. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS), h. Gambar-gambar, i. Jadwal pelaksanaan pekerjaan, j. Shop drawings, k. Surat jaminan pelaksanaan, l. Addendum (bila ada). 2. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : a. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi; b. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung; c. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi; d. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. e. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias; f. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. g. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. h. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya; i. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara, j. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung, antara lain : i. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan, ii. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987, iii. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi, iv. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung, Page 122 k. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan.

pengujian. PIHAK KEDUA wajib menjaga kebersihan lokasi dan lingkungan dari kotoran dan polusi yang ditimbulkan penggunaan bahan dan peralatan dalam pelaksanaan pekerjaan. maka PIHAK KEDUA dapat mengajukan bahan dan peralatan pengganti yang setara melalui persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. Tidak tersedianya bahan dan peralatan di pasaran. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. 2. 5. maka PIHAK PERTAMA menunjuk pejabat atau badan hukum ………… sebagai pengawas pekerjaan/manajemen konstruksi yang bertindak untuk dan atas nama PIHAK PERTAMA. 7. dan segala sesuatu yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pemborongan ini harus disediakan dalam keadaan baru oleh PIHAK KEDUA. maka PIHAK KEDUA harus menyingkirkan bahan dan peralatan tersebut dari lokasi pekerjaan dalam waktu 2 x 24 jam. n. 10. dan pengkoreksian. dalam hal ini tetap berlaku ketentuan ayat 13 pasal ini. 3. tidak dapat dijadikan alasan untuk keterlambatan pekerjaan. Untuk pengendalian pekerjaan yang terdiri atas kegiatan pengawasan. Jika bahan dan peralatan tidak terdapat di pasaran. 3. jika kualitas dan spesifikasinya tidak memenuhi persyaratan. . PIHAK KEDUA wajib membuat tempat atau gudang yang baik dan aman untuk menyimpan bahan dan peralatan guna kelancaran pekerjaan. peralatan. PIHAK PERTAMA berhak melakukan pengujian terhadap bahan dan peralatan yang diajukan PIHAK KEDUA. dan telah diketahui oleh PIHAK KEDUA. Apabila bahan dan peralatan yang digunakan/terpasang setelah melalui pengujian ternyata tidak memenuhi persyaratan kualifikasi dan spesifikasi yang telah ditentukan. Bahan. Page 123 6. Pasal 4 BAHAN DAN PERALATAN 1.l. PIHAK KEDUA harus mematuhi perintah/petunjuk teknis dan manajemen dari pengawas pekerjaan/manajemen konstruksi sesuai kewenangan yang telah ditentukan. Pasal 3 PENGAWAS PEKERJAAN / MANAJEMEN KONSTRUKSI 1. PIHAK KEDUA harus mengganti dengan bahan dan peralatan baru yang memenuhi persyaratan. PIHAK KEDUA wajib menjaga keamanan bahan dan peralatan di lokasi dari pencurian. m. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk penggantinya dan diberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA. Apabila pejabat atau badan hukum yang ditunjuk dalam ayat 1 pasal ini berhalangan atau tidak dapat menjalankan kewajibannya. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. 9. 4. 8. maka PIHAK KEDUA wajib mengganti/memperbaiki tanpa berhak menuntut kerugian. PIHAK KEDUA harus mengajukan contoh bahan dan peralatan yang akan digunakan untuk mendapat persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. 11. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. 2. PIHAK PERTAMA berhak menolak bahan dan peralatan yang disediakan oleh PIHAK KEDUA. Jika bahan dan peralatan tersebut ditolak PIHAK PERTAMA.

PIHAK KEDUA diwajibkan memaksimalkan penggunaan bahan dan peralatan produksi dalam negeri. kemampuan dan pengalaman yang telah ditentukan dengan melampirkan curriculum vitae dan mendapat persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. dan seluruh biaya yang ditimbulkan ditanggung PIHAK KEDUA.12. PIHAK KEDUA wajib menugaskan tenaga kerja ahli dan terampil dalam jumlah cukup sesuai kebutuhan pekerjaan yang dicantumkan dalam Daftar Usulan Staf Inti Proyek dan diserahkan kepada PIHAK PERTAMA. 12. PIHAK KEDUA menjamin bahwa bahan dan peralatan yang dipasang tersedia suku cadang dan agen penjualnya di Indonesia serta bersedia memberikan pelayanan purnajual. PIHAK KEDUA wajib menyelenggarakan Asuransi Sosial Tenaga Kerja (ASTEK) kecelakaan dan kematian sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan ang berlaku. 13. dan diserahkan kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari sejak dikeluarkan surat perintah kerja. dan tidak berhubungan lagi dengan pekerjaan dalam kontrak. maka PIHAK KEDUA harus menjamin dalam waktu 7 x 24 jam orang atau tenaga kerja tersebut sudah harus meninggalkan lokasi pekerjaan. 4. Asuransi tersebut bias dilakukan menurut variable jumlah pekerja yang ada di lapangan. 5. 13. 11. 8. Penyediaan tenaga kerja harian harus dilaporkan kepada PIHAK PERTAMA dalam bentuk daftar yang dilampiri keterangan identitas setiap tenaga kerja. 14. PIHAK KEDUA harus menjalin kerjasama yang baik dengan pemasok perangkat dari luar dan dalam negeri. 9. 3. Jika PIHAK PERTAMA meminta PIHAK KEDUA untuk memberhentikan orang atau tenaga kerjanya dan menyatakan alas an atas permintaan tersebut. PIHAK KEDUA wajib menyediakan tempat tinggal yang memenuhi syarat kesehatan dan ketertiban bagi para pekerja yang tinggal sementara di lokasi pekerjaan. 7. Jika terjadi kecelakaan pada saat pelaksanaan pekerjaan. 2. Penunjukan/penugasan/penggantian staf proyek atau pemimpin pelaksana harus memenuhi kualifikasi. PIHAK KEDUA harus bertanggung jawab atas kerugian PIHAK PERTAMA akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan nya. PIHAK KEDUA wajib menyediakan tenaga kerja harian dalam jumlah cukup dan kualifikasi sesuai dengan volume dan kompleksitas pekerjaan. Asuransi tersebut harus memiliki masa berlaku minimal sampai akhir masa kontrak. maka PIHAK KEDUA wajib memberikan pertolongan medis sepenuhnya terhadap korban. . PIHAK KEDUA wajib menyediakan perlengkapan pengamanan untuk keselamatan tenaga kerja. Page 124 6. Pasal 5 TENAGA KERJA 1. Di lokasi pekerjaan harus ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai pemimpin pelaksana yang mempunyai wewenang penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA yang dapat menerima/memberikan/memutuskan segala urusan pekerjaan di lapangan. 10. Ongkos-ongkos dan upah tenaga kerja untuk pelaksanaan pekerjaan ditanggung oleh PIHAK KEDUA.

6. 3. kecuali PIHAK PERTAMA telah memberikan persetujuan tertulis dan diatur di dalam perjanjian tambahan (addendum). Pasal 7 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN 1. baik di dalam maupun di luar pengadilan. tunduk pada peraturan perburuhan yang berlaku. 8. Apabila suatu bagian pekerjaan akan diserahkan kepada sub kontraktor maka sebelumnya harus mendapat persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA. Jangka waktu pelaksanaan setiap bagian pekerjaan ditetapkan sesuai jadwal pelaksanaan pekerjaan (time schedule) pada lampiran surat perjanjian ini. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan pelaksanaan sampai 100% (serah terima I) ditetapkan selama …… (………………. . Sebelum dilakukan Serah Terima I (pertama) pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA. Page 125 5. Pasal 8 MASA PEMELIHARAAN 1.14.) hari kalender terhitung sejak tanggal pekerjaan selesai 100% dan telah diterima oleh PIHAK PERTAMA dalam keadaan baik. Jika ternyata PIHAK KEDUA menyerahkan pekerjaan kepada sub kontraktor tanpa persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA wajib bekerja sama dengan sub kontraktor (termasuk dengan sub kontraktor golongan ekonomi lemah) setempat. (sejak diterbitkannya Surat Perintah Kerja) dan berakhir tanggal ………… 2. sesuai dengan bidang keahliannya. 3. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan sub kontraktor dan segala sesuatu yang menyangkut hubungan antara PIHAK KEDUA dengan sub kontraktor. maka PIHAK PERTAMA dapat memberlakukan pasal 18. Hubungan antara para pekerja dengan PIHAK KEDUA sepanjang tidak diatur secara khusus. 4.) hari kalender terhitung sejak tanggal ……. Hubungan antara PIHAK KEDUA dengan sub kontraktor menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari PIHAK KEDUA. 7. Pasal 6 SUB KONTRAKTOR 1. Waktu penyelesaian tersebut dalam ayat 1 dan ayat 2 pasal ini tidak dapat diubah PIHAK KEDUA. dan hal ini tidak mengurangi kewenangan pengawas pekerjaan/ manajemen konstruksi untuk mengendalikan pelaksanaan pekerjaan sub kontraktor.. 2. 15. Masa pemeliharaan hasil pekerjaan ditetapkan selama …… ( ………………………. maka PIHAK KEDUA harus telah menyelesaikan segala urusan keuangan dengan para sub kontraktor. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan menyerahkan seluruh pekerjaan kepada sub kontraktor atau PIHAK KETIGA. maka PIHAK KEDUA berkewajiban melakukan koordinasi yang baik dan penuh tanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh sub kontraktor. yang dinyatakan dalam Berita Acara Serah Terima I. Semua yang berkaitan dengan persoalan dan tuntutan tenaga kerja maupun Sub kontraktor menjadi beban dan tanggung jawab PIHAK KEDUA. Untuk pekerjaan yang diserahkan kepada sub kontraktor atas persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA.

………………….). maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk PIHAK KETIGA untuk melakukan perbaikan tersebut dengan biaya dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Dan apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan ayat 1.). Surat jaminan tersebut huruf a ayat 1 pasal ini. f.2. Besar nilai jaminan adalah 5% dari biaya pekerjaan borongan atau sebesar Rp. Dalam surat jaminan pelaksanaan tersebut huruf a ayat 1 pasal ini harus ada ketentuan bahwa jaminan pelaksanaan menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA tanpa persetujuan PIHAK KEDUA. (…………………………………………………. maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa jaminan tersebut. …………………. 4. g.a pasal ini. Jaminan Uang Muka : a. . setelah Serah Terima I pekerjaan konstruksi fisik dilaksanakan dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan ayat 1. Jaminan Pelaksanaan : a. maka PIHAK PERTAMA dapat membatalkan PIHAK KEDUA sebagai pemenang lelang.a pasal ini. maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA jaminan uang muka berupa surat jaminan bank umum atau perusahaan asuransi kerugian (bentuk jaminan sesuai ayat 1 a pasal ini) sebesar ……… % dari biaya pelaksanaan borongan atau Rp. Sebelum pembayaran angsuran pertama (uang muka) oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan. maka PIHAK KEDUA wajib melakukan perbaikan. (…………………………………………………. Apabila selama masa pemeliharaan ternyata terdapat kerusakan-kerusakan akibat iklim atau akibat kelalaian/kesalahan pemakaian/pemasangan bahan yang tidak sesuai dengan ketentuan perjanjian.. Page 126 Pasal 9 JAMINAN PELAKSANAAN DAN JAMINAN UANG MUKA 1. d. 3. Jika PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani kontrak (Surat Perjanjian) ini. Berkaitan ayat 2 pasal ini. Apabila terjadi perpanjangan masa pekerjaan. Surat jaminan bank tersebut dapat berupa guarantee yang harus dikeluarkan oleh bank umum atau berupa Bond yang harus dikeluarkan oleh perusahaan asuransi kerugian yang mempunyai program Surety Bond. dan seluruh biaya perbaikan tersebut ditanggung oleh PIHAK KEDUA. bilamana terjadi pemutusan perjanjian dengan memperhitungkan prestasi pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan PIHAK KEDUA sebagai pemenang lelang. maka masa pemeliharaan terhitung sampai dengan berakhirnya perbaikan yang dilakukan tersebut. c. e. Apabila PIHAK KEDUA tidak melakukan perbaikan sebagaimana dimaksud ayat 1 dan 2 pasal ini. dan harus dijamin tidak ada waktu senggang di antaranya. diserahkan kembali oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. b. PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA jaminan pelaksanaan pekerjaan selambat-lambatnya pada saat perjanjian ini ditandatangani. 2. Masa berlaku surat jaminan pelaksanaan minimal sama dengan masa kontrak. maka jaminan pelaksanaan menjadi milik Negara.

Jaminan uang muka tersebut pada huruf a ayat 2 pasal ini. Nilai pembayaran setiap tahap maksimum sebesar prestasi hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan dikurangi 5 %. Pasal 10 BIAYA PELAKSANAAN BORONGAN 1.. Pembayaran uang muka kepada PIHAK KEDUA sebesar …… % dari harga borongan yaitu Rp ……………………. 2. secara berangsur-angsur akan diperhitungkan dalam tahap-tahap pembayaran sebagaimana termaksud dalam pasal 11 perjanjian ini. dengan perincian sebagai berikut : a. dan harus sudah lunas selambat-lambatnya pada saat Serah Terima I pekerjaan konstruksi fisik.. Pembayaran pertama sebesar ……… % dari biaya borongan yakni Rp ………………… (…………………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai ……% dikurangi . PIHAK KEDUA telah menjamin bahwa penggunaan uang muka tersebut dalam butir a ayat 2 pasal ini adalah sepenuhnya diperuntukkan atau dipergunakan bagi pelaksanaan pekerjaan pemborongan sebagaimana disebut dalam pasal 1 surat perjanjian ini. Volume. Pasal 11 CARA PEMBAYARAN 1. 4./…………. 2.. harga satuan upah. Pembayaran biaya pelaksanaan borongan tersebut pasal 10 di atas dilakukan secara bertahap dengan sistim dan jumlah tahap berdasar kesepakatan antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. dan harga satuan bahan tidak mengikat pada harga borongan lumpsum. rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). tahun anggaran …………. tanggal …………. ………………………. (………………………………………………) yang dibebankan pada DIPA ……………. harus ada ketentuan bahwa jaminan uang muka menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK Page 127 PERTAMA tanpa persetujuan PIHAK KEDUA bilamana terjadi pemutusan perjanjian. Biaya pelaksanaan lumpsum pekerjaan tersebut dalam ayat 1 pasal ini dilaksanakan berdasarkan gambar rencana. d. serta document lainnya tersebut pada ayat 1 pasal 2 surat perjanjian ini. (…………………………………………) dapat dilakukan setelah perjanjian ini ditandatangani kedua belah pihak dan atas jumlah tersebut PIHAK KEDUA memberikan jaminan uang muka sebagaimana tersebut dalam Pasal 9 perjanjian ini.b. tetapi hanya dipakai untuk menghitung perubahan harga bila terjadi pekerjaan tambah kurang. c.. b. Dalam surat jaminan uang muka tersebut huruf a di atas. harga satuan pekerjaan. dengan memperhitungkan prestasi pekerjaan yang telah dilakukan oleh PIHAK KEDUA. Dan merupakan jumlah yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price). Nomor : ……………………. 3. Dalam jumlah biaya pelaksanaan tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran PIHAK KEDUA beserta pajak-pajak dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Jumlah biaya pelaksanaan borongan ini adalah sebesar Rp.

Perhitungan penambahan atau pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh kedua belah pihak. setelah selesai masa pemeliharaan dilaksanakan dengan baik sesuai dengan pasal 8 perjanjian ini. ( ……………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA. jika tidak tercantum dalam daftar harga satuan pekerjaan dalam pasal 10 ayat 4 perjanjian ini. Segala pajak dan retribusi sehubungan pekerjaan pemborongan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA.angsuran uang muka. Pembayaran ketiga sebesar ……% dari biaya borongan yakni sebesar Rp …………………. 3... c.) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA. ………………. dan upah tersebut. Page 129 2. 3. Dan seterusnya. dan dilampiri Berita Acara Serah Terima II hasil pekerjaan. dan e pasal 11 ini harus dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang disetujui dan ditandatangani oleh kedua belah pihak. 3. Page 128 c. kecuali apabila Pemerintah Republik Indonesia dalam bidang moneter secara resmi menyatakan tentang kenaikan tersebut yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. e. Pembayaran terakhir sebesar 5% dari harga borongan yakni sebesar Rp. PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntuntan (klaim) atas kenaikan harga bahan. peralatan. atau pemberitahuan resmi secara tertulis. peralatan. Pasal 13 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1. 2. PIHAK KEDUA wajib mengurus dan menyelesaikan semua perizinan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini. dan rincian pekerjaan secara jelas. Segala biaya sehubungan pembuatan surat perjanjian ini termasuk biaya materai tempel Rp 6. b. Tahap-tahap pembayaran ayat 2 a. Perubahan yang merupakan penambahan atau pengurangan pekerjaan hanya dianggap sah sesudah mendapat persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA dengan menyebutkan jenis. 2. Pasal 14 PEKERJAAN TAMBAH KURANG 1. Pasal 12 KENAIKAN HARGA 1. d. Kenaikan harga bahan.(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. dan segala biaya yang dikeluarkan menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai 100% (Serah Terima I) dan diterima oleh PIHAK PERTAMA dikurangi angsuran uang muka (uang muka sudah harus lunas 100%). volume. dan upah selama masa pelaksanaan pekerjaan pemborongan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. (……………………………………….000.. dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Harga pekerjaan tambah kurang dalam ayat 1 dan 2 pasal ini setinggi-tingginya 10% dari . d.

Pasal 16. Jika PIHAK KEDUA melakukan kelalaian dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya . Yang dimaksud “keadaan memaksa” dalam perjanjian ini adalah peristiwa-peristiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak. d.harga borongan dan sudah termasuk pajak yang harus dibayarkan oleh PIHAK KEDUA. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. dan Pasal 18 dalam Surat Perjanjian ini. kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan kontraktor). PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA. 3. tanah longsor. Apabila “keadaan memaksa” itu ditolak oleh PIHAK PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan Pasal 7. maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis. yaitu : a. PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. dan banjir). pemberontakan. ( …………) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini. Bencana alam (gempa bumi. Apabila selama ……. huru-hara. Adanya pekerjaan tambah kurang tidak dapat dipakai sebagai alasan untuk mengubah jangka waktu penyelesaian pekerjaan. f. makar. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan memaksa” tersebut. Perang. maka : a. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan memaksa” tersebut. Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah. Pasal 16 SANKSI / DENDA 1. Apabila terjadi “keadaan memaksa”. Page 130 e. setelah diperiksa oleh Pengawas Pekerjaan/Manajemen Konstruksi. Pasal 15 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 1. badai. 5. 6. revolusi. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. b. 2. Untuk pekerjaan tersebut di atas. b. dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban keuangan kepada para pekerja harian dan sub kontraktor. 4. dibuat perjanjian tambahan (Addendum). kecuali atas persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat Keadaan Memaksa. Pelaksanaan pembayaran pekerjaan tambah kurang dilakukan setelah pekerjaan selesai 100%. c. c. Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA). d.

Page 131 5. 4. Persen) dari jumlah biaya pekerjaan borongan (umumnya 10%). Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan pembangunan ini. d. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : a. PIHAK KEDUA wajib membayar “Denda Kelalaian” sebesar …… % dari jumlah biaya pekerjaan borongan. 3. Dalam waktu 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal Surat Perintah Kerja diterbitkan oleh PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. maka segala kerugian ditanggung oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA tidak memulai melaksanakan pekerjaan pemborongan sebagaimana diatur dalam pasal 1 surat perjanjian ini. dibebankan kepada PIHAK KEDUA dan akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Memberikan keterangan tidak benar yang dapat merugikan PIHAK PERTAMA. Jumlah maksimum denda kumulatif ayat 1 dan 2 pasal ini ditetapkan sebesar …. Jika hasil pekerjaan PIHAK KEDUA musnah karena kelalaian PIHAK KEDUA sebelum diserahkan kepada PIHAK PERTAMA. Dalam waktu 7 (tujuh) hari berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan pemborongan yang telah dimulainya. Jika pada waktu pelaksanaan terjadi kemacetan-kemacetan akibat tidak tersedianya bahan dan alat-alat karena kesalahan PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA wajib menutup asuransi jenis Construction All Risk dan atau Erection All Risk untuk semua jenis pekerjaan yang dilaksanakan dalam surat perjanjian ini.% (…. b. Per mil) dari biaya pekerjaan borongan (umumnya 3o/oo). maka segala risiko akibat kemacetan pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. c. 2. Apabila selama PIHAK KEDUA melaksanakan pekerjaan pemborongan ini menimbulkan kerugian PIHAK KETIGA (orang-orang yang tidak ada sangkut paut dengan perjanjian ini) akibat kelalaian PIHAK KEDUA..sebagaimana tercantum dalam dokumen kontrak perjanjian ini. Pasal 17 RISIKO 1. 3. . sehubungan dengan pekerjaan pemborongan ini. Pasal 18 PEMUTUSAN PERJANJIAN 1. maka setiap hari keterlambatan PIHAK KEDUA wajib membayar “denda keterlambatan” sebesar …. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian yang timbul. dengan ketentuan PIHAK KEDUA tetap berkewajiban memperbaiki kesalahan/kelalaian yang diperingatkan tersebut (umumnya 1-3%). 2. maka untuk setiap kali melakukan kelalaian. Denda-denda tersebut dalam pasal ini. Jika PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan pekerjaan pemborongan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam pasal perjanjian ini. 4.o/oo ( ….

2. f. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 Pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak. maka PIHAK PERTAMA akan memperhitungkan dan menetapkan pembayaran berdasar penilaian prestasi pelaksanaan pekerjaan yang telah diselesaikan oleh PIHAK KEDUA. Pasal 20 . Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. Jika PIHAK KEDUA melaksanakan pekerjaan pemborongan ini tidak sesuai dengan jadwal waktu (Time Schedule) yang telah disetujui oleh PIHAK PERTAMA. 4. Apabila jumlah denda kumulatif telah mencapai maksimum 10% (sepuluh persen) dari jumlah harga pekerjaan borongan ini. maka jaminan pelaksanaan dan jaminan uang muka yang telah diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA menjadi milik Negara sebagaimana diatur dalam pasal 9 surat perjanjian ini. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. yaitu : Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota dan Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk pemborong lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Jika terjadi pemutusan perjanjian pemborongan secara sepihak oleh PIHAK PERTAMA sebagaimana dimaksud ayat 1 pasal ini. maka perselisihan akan diselesaikan melalui Pengadilan Negeri. 2. PIHAK KEDUA segera menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dokumen kontrak lengkap dengan lampiranlampirannya dan seluruh keterangan lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak akan diselesaikan secara musyawarah. Pasal 19 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. 3. i. h. g. Page 132 4. dan biaya penyelesaian perselisihan ditanggung bersama oleh kedua belah pihak. 3. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. Apabila terjadi pemutusan perjanjian sebagaimana dimaksud ayat 2 pasal ini. Dalam hal demikian. maka akan diselesaikan melalui “Panitia Pendamai” terdiri dari 3 (tiga) orang yang bertugas sebagai juri yang dibentuk oleh kedua belah pihak.e. Apabila PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tentang sub kontraktor sebagaimana diatur dalam pasal 6 surat perjanjian ini. PIHAK KEDUA telah memborongkan sebagian atau seluruh pekerjaan kepada PIHAK KETIGA tanpa persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak dapat melaksanakan atau melanjutkan pekerjaan yang ditugaskan.

(………………………. (…………) diisi pada format yang telah disetujui Pengawas Pekerjaan/Manajemen Konstruksi dan harus selalu berada di tempat pekerjaan. PIHAK KEDUA wajib membuat laporan berkala pelaksanaan pekerjaan secara keseluruhan. Segala sesuatu yang belum diatur dalam surat perjanjian ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut dalam surat perjanjian tambahan (addendum) yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. Surat perjanjian pekerjaan pemborongan ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di …………………. kedua belah pihak telah setuju memilih tempat kedudukan hukum yang tetap di Kantor Pengadilan Negeri …………………. pelaksanaan. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Kontraktor PT/CV. maka PIHAK KEDUA harus segera menyerahkannya kepada PIHAK PERTAMA. dibuat berbentuk buku harian rangkap …. Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap …. (……………………. dan dinyatakan berlaku sejak tanggal diterbitkannya Surat Perintah Kerja dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.). 3. PIHAK KEDUA wajib membuat dan menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA fotofoto dokumentasi setiap bagian pekerjaan tentang persiapan. 6. Jika sewaktu-waktu diminta oleh PIHAK PERTAMA untuk menyerahkan sebagian atau keseluruhan dokumen kontrak. termasuk pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh sub kontraktor. beserta catatan-catatan selama pelaksanaan di lapangan. 3.) bermeterai cukup. laporan. 4. ……………… Kepala Satuan Kerja / Pejabat Pembuat Komitmen ……………………………… . dan hasil pekerjaan sampai selesai yang dimasukkan dalam album dan dibuat dalam rangkap ……. (nama tempat) pada hari dan tanggal tersebut di atas. Di ……………………… Pasal 22 PENUTUP 1. Page 133 Pasal 21 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian pemborongan ini beserta segala akibatnya. 2.. 5.LAPORAN 1. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama. 2. PIHAK KEDUA wajib membuat catatan yang jelas dan pasti mengenai kemajuan pekerjaan yang telah dilaksanakan. PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA pada saat penyerahan I pekerjaan yakni : gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dalam bentuk kalkir dan blue print. masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta pihak-pihak lain yang berkepentingan yang berkaitan dengan pekerjaan pemborongan ini. Laporan dan catatan tersebut dalam ayat 2 dan 3 pasal ini.

...50 Juta keatas....…………………………………........................ Departemen/Lembaga : ..... DIPA : Nomor : ............... d.. g....... Lokasi : .. Tanggal : .. Pelaksanaan Tanggal : ....... LAMPIRAN : Lap................... c..... Page 134 LAPORAN PEKERJAAN PELAKSANAAN (Untuk lampiran pembayaran angsuran sampai serah terima-1) SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. Kemajuan Pekerjaan 1.............. Telah melaksanakan pekerjaan Konstruksi/Pelaksanaan untuk : a.... Pekerjaan : . …………………………… Catatan : *) Ditandatangani penanggung jawab perusahaan. e...... Pasal 9 (Jaminan Pelaksanaan) berlaku untuk pekerjaan dengan nilai Rp.................. b...... Dalam Surat Perjanjian tidak boleh ada tipp-ex dan tulisan tangan (nomor dan tanggal misalnya) dan masing-masing lembaran diparaf oleh pihak pertama dan pihak kedua....................... LAPORAN PEKERJAAN PELAKSANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………...... Kontraktor Pelaksana : .............. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : ................... Biaya Pelaksanaan .......................................... f. *) …………………………… NIP............................................................

........... .% Kemajuan pekerjaan telah mencapai prestasi sebesar : …….. (…………………………... *) …………………………... Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : ........... Page 135 Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya...minggu : …………... Jml. Diperiksa oleh : Dibuat oleh : Konsultan Pengawas/MK Konsultan Pelaksana PT/CV...... .) h.. 2. Jumlah 100% .. Waktu Pelaksanaan : Tgl.......Penanggung jawab perusahaan dan atau .... Tgl.Penanggung jawab lapangan dari perusahaan Page 136 LAPORAN PEKERJAAN PEMELIHARAAN (untuk lampiran serah terima II) .. ……………………......% (……………………) prosen.. Pelaksanaan pekerjaan tersebut dengan prestasi sebagai berikut ( laporan lengkap terlampir): No Bagian/Jenis pekerjaan % Bobot pekerjaan Kemajuan Pekerjaan % Total Prestasi Pekerjaan 1....... Dapat diisi rekapitulasi item pekerjaan ........ ....... PT/CV……………………….......... ……………………………… ………………………………... Mulai : ………….........: Rp... Selesai : …………... *) ………………………….............

Pekerjaan :………………………………………………..SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. …………………………………………. (……………………………………………. ………………………………………………………………………… d. maka kewajiban sesuai dengan pasal …. ………………………………………………………………………… b.. Daftar Isian Proyek : Nomor :………………………………. ayat . Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor :………………………………. Lokasi :………………………………………………. b. ………………………………………………………………………… f. Biaya Pelaksanaan : Rp. 3. ………………………………………………………………………… c. Waktu Pemeliharaan : Tgl mulai :……………………………… Tgl selesai :……………………………… 2. f. Sehubungan dengan hal tersebut diatas. Pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan tersebut meliputi (laporan lengkap terlampir) : a. d. Kontraktor Pelaksana :………………………………………………. Pemeliharaan 1. Tanggal :………………………………. Dan seterusnya. SPK Pelaksanaan Tanggal :………………………………. LAPORAN PEKERJAAN PELAKSANAAN PEMELIHARAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………… LAMPIRAN : Lap.. g. ………………………………………………………………………… e.) h. e. c. Telah melaksanakan pekerjaan Pemeliharaan untuk : a. Departemen/Lembaga :……………………………………………….

……………………….Penanggung jawab lapangan Page 138 LAPORAN FOTO PROYEK PEKERJAAN PELAKSANAAN (untuk kelengkapan pengesahan Berita Acara kepada instansi teknis dan untuk file) SATUAN KERJA : ……………………… …………………………………………… LAPORAN FOTO PROYEK PEKERJAAN PELAKSANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE : ……………………… TANGGAL : ……………………… LAMPIRAN : 1(satu) Dokumen / Album Pelaksanaan 1. Diperiksa oleh : Dibuat oleh : Konsultan Pengawas/MK Kontraktor Pelaksana PT/CV …………………………. *). PT/CV …………………. Lokasi : …………………………………….Penanggung jawab perusahaan dan atau . ……………………………. Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : . ………………… *) ………………………….…… Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Pelaksanaan tersebut butir 1. Page 137 Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya.. Pekerjaan : ……………………………………… 2.f. diatas telah dilaksanakan. ..

. ……………………………….. PT/CV …………………. Kontraktor Pelaksana : ……………………………………. ………………… *) ………………………. Catatan : *) Penanggung jawab lapangan dari perusahaan Page 139 BERITA ACARA SERAH TERIMA I PEKERJAAN PELAKSANAAN SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. Waktu Pelaksanaan : Tgl mulai : ……………. 7. ________________________________________________________________________ FOTO PROYEK Warna 3R/4R Kemajuan pekerjaan telah mencapai prestasi sebesar : ………% Diperiksa oleh : Dibuat oleh : Konsultan Pengawas/MK Kontraktor Pelaksana PT/CV …………………………. 4. BERITA ACARA SERAH TERIMA I PEKERJAAN PELAKSANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… .. Nama Bangunan : ……………………………………. *). Tgl selesai : ……………. Biaya Pelaksanaan : Rp. Tampilan Bangunan : Depan/samping/belakang 5.3. ……………………………. ………………………. 6.

tanggal ……………………….. Laporan pekerjaan pelaksanaan Nomor : …………………………… tanggal . Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK Nomor : ……………………………....*) : Laporan Pekerjaan Pelaksanaan Nomor : ……………. tanggal …………………… 3. Tanggal : …………………………………………. (bila ada).. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………. : ……………………… LAMP. Tanggal : ……………. Nomor : ………………………………………….LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. Tanggal : …………………………………………. Minggu ke : ……………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.. Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : …………………….. Kedua belah pihak berdasarkan : 1. Alamat kantor : ……………………………………………………….. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK... Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………..……………………. Page 140 4.. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I... Pada hari ini.... Nama : ………………………………………………………….. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. 2. Addendum Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK Nomor : …………………… tanggal ……………………….....

Pekerjaan : ……………………………………………… 2. Lokasi : ……………………………………………… 3. M2 2. 3.. …………………………………………………………………. Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK.) hari kalender atau terhitung sejak tanggal ……………………. Departemen/lembaga : ……………………………………………… 4. Ayat …. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. Dan seterusnya. Pasal 4 Sesuai dengan pasal …. Pasal 3 Sebagai kelengkapan Berita Acara Serah Terima Pertama ini dilampirkan dokumen administrasi bangunan yang terdiri dari : 1. maka PIHAK KEDUA tetap bertanggung jawab atas segala kerusakan dan cacat-cacat tersembunyi selama masa pemeliharaan yaitu …… (………………………. 2. DIPA : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 Penyerahan sebagaimana yang dimaksud pasal 1 diatas termasuk meliputi (sesuai Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan) : 1. Sampai dengan tanggal ………….……………. Pada tanggal tersebut diatas.. Dan seterusnya.. Page 141 Demikian Berita Acara Serah Terima Pertama pekerjaan pelaksanaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Kontraktor Pelaksana . …………………………………………………………………. seluas = ……. …………. Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Pertama Pekerjaan Pelaksanaan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan pelaksanaan untuk : 1..……………………………………...

……………………. …………………………………. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. Alamat kantor : ………………………………………………………. : ……………………… LAMP..Kepala Satuan Kerja /PPK PT/CV.. BERITA ACARA SERAH TERIMA II PEKERJAAN PELAKSANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. ……………………………… ………………………………… *) …………………………. Nama : ………………………………………………………….... Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. Nip. Minggu ke : ……………. …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 142 BERITA ACARA SERAH TERIMA II PEKERJAAN PELAKSANAAN SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. ……………………. Tanggal : ……………. Nama : ………………………………………………………… . Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK ……….*) : Laporan Pekerjaan Pemeliharaan Nomor : ……………. Tanggal : …………………………………………. Pada hari ini. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : ………………………………………….

Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. Nomor : …………………………………………. Tanggal : …………………………………………. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Kedua belah pihak berdasarkan : 1. Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : ……………………... tanggal ……………………….. 2. Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK Nomor : …………………………….... tanggal …………………… 3. Addendum Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK Nomor : …………………… tanggal ………………………. (bila ada). 4. Berita Acara Serah Terima Pertama pekerjaan pelaksanaan Nomor : …………………………. Tanggal ……………………. Page 143 5. Laporan pekerjaan pemeliharaan Nomor : …………………………… tanggal ……………………………………. Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Kedua Pekerjaan Pelaksanaan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan perbaikan-perbaikan selama masa pemeliharaan untuk : 1. Pekerjaan : ……………………………………………… 2. Lokasi : ……………………………………………… 3. Departemen/lembaga : ……………………………………………… 4. DIPA : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 1. PIHAK PERTAMA telah menerima dengan baik segala perbaikan-perbaikan yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA selama masa pemeliharaan terhitung sejak tanggal

…………. Sampai dengan tanggal ……………. 2. Selanjutnya PIHAK KEDUA tetap bertanggung jawab atas cacat-cacat tersembunyi selama ….. (………………………..) tahun, terhitung sejak tanggal serah terima kedua pekerjaan pelaksanaan, sesuai ketentuan pasal ………. Surat Perjanjian Pelaksanaan / SPK Nomor : ………. Tanggal …………………… Pasal 3 Sebagai kelengkapan Berita Acara Serah Terima kedua ini dilampirkan dokumen administrasi bangunan yang terdiri dari : 1. Dokumen kelengkapan untuk pendaftaran bangunan gedung Negara. 2. Dokumen pedoman pemeliharaan/perawatan (bila disyaratkan). 3. …………………………………………………………………. 4. Dan seterusnya. Page 144 Demikian Berita Acara Serah Terima Kedua pekerjaan pelaksanaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. Pada tanggal tersebut diatas, dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Kontraktor Pelaksana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV. …………………….. …………………………………. ……………………………… ………………………………… *) …………………………... Nip. ……………………………
Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan

Page 145 BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PELAKSANAAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN SATUAN KERJA: ……………………… ………………………………………… BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PELAKSANAAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. : ………………………

LAMP.*) : Laporan Pekerjaan Pelaksanaan Nomor : ……………. Tanggal : ……………. Minggu ke : ……………. Pada hari ini, …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. Nama : …………………………………………………………. Jabatan : Kepala Satuan Kerja /PPK………..…………………….. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. Tanggal : …………………………………………. Alamat kantor : ……………………………………………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. Nomor : …………………………………………. Tanggal : …………………………………………. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Dengan ini menyatakan : 1. Kedua belah pihak telah setuju dan sepakat bahwa, untuk : a. Pekerjaan : …………………………………….. b. Lokasi : …………………………………….. c. Departemen/Lembaga : …………………………………….. d. DIPA : Nomor : ……………………

Kepada PIHAK KEDUA.) Demikian Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Pelaksanaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. ……………………………. 4. % (…………………………………... Jumlah yang telah dibayarkan = Rp.. = Rp. f. ……………………………. …………………………….. (……………………………) kali angsuran pembayaran yaitu : a. 2.. Biaya Pelaksanaan : Rp. b. . Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Pelaksanaan tersebut butir 1. ……………………………. ………………………………….f diatas. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pelaksana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV. ……………………………. Kontraktor Pelaksana : …………………………………….Tanggal : …………………… Page 146 e. telah dibayarkan : …. 3.. ……………………. Angsuran ke …… = Rp. c. ………………………………… Prestasi pekerjaan pelaksanaan telah mencapai kemajuan sebesar : …………. Angsuran ke …… = Rp. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Pelaksanaan Tanggal : …………………… g. Pada angsuran pembayaran ini PIHAK KEDUA Berhak dibayarkan sebesar : = Rp. ayat…. Angsuran ke …… = Rp. Berdasarkan pasal ….) prosen. maka PIHAK KEDUA telah berhak menerima dari PIHAK PERTAMA sejumlah : ……… % x Rp …………………. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. …………………………… Terbilang : (………………………………………………………………. Pada tanggal tersebut diatas..

. . Nip. Nama : …………………………………………………………. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris …………………………….. Alamat kantor : ………………………………………………………. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. : ……………………… LAMP. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. Nomor : ………………………………………….……………………. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK ………. …………………………… Catatan : *) Untuk BA 100% juga dilampirkan BA serah terima pekerjaan **) Penanggung jawab perusahaan Page 147 BERITA ACARA PERUBAHAN PEKERJAAN SATUAN KERJA : ……………………… …………………………………………… BERITA ACARA PERUBAHAN PEKERJAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL...……………………………… ………………………………… **)………………………. : Laporan Perhitungan Biaya Pekerjaan Tambah / Kurang Pada hari ini. Tanggal : ………………………………………….

Penambahan dan atau pengurangan biaya akibat perubahan pekerjaan ini sebesar Rp. ……………………………………………. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. Lokasi : ……………………………………. Demikian Berita Acara Perubahan Pekerjaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. …………………………………………………………………………… b.. Perubahan pekerjaan yang dimaksud pada butir 1 diatas adalah : a. Biaya Pelaksanaan : Rp.……………………………. (………………………………………………) b. c.. ……………….. b. Pekerjaan : …………………………………….. . Ketentuan atas perubahan tersebut adalah : a. Dengan ini menyatakan : 1. 3. ………………………………… 2.. PIHAK PERTAMA telah memerintahkan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA telah menerima perintah perubahan pekerjaan untuk : a. DIPA : Nomor : …………………… Tanggal : …………………… Page 148 e. d. Dan seterusnya. c. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Pelaksanaan Tanggal : …………………… g. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Departemen/Lembaga : ……………………………………. Pada tanggal tersebut diatas. Perubahan-perubahan pekerjaan tersebut akan diperhitungkan sebagai pekerjaan tambah-kurang yang selanjutnya akan dibuatkan addendum/ amandemen kontrak oleh kedua belah pihak. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….Tanggal : ………………………………………….

…………………………………..... . b.......... Tgl …… 1............. Tanggal : ........ e.........PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Kontraktor Pelaksana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV......................................... Kontraktor Pelaksana : ................. Lokasi : ............... Pekerjaan : .... Nip... …….... TAMBAH KURANG SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………........... LAPORAN PERHITUNGAN BIAYA PEKERJAAN TAMBAH KURANG PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TANGGAL : …………………….. …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 149 LAPORAN PERHITUNGAN BIAYA PEK.............................. ……………………..... Departemen/Lembaga : ....................... DIPA : Nomor : .. LAMPIRAN : Surat Perintah Ka Satker/PPK No............................... ……………………………… ………………………………… **)………………………........... c...... d...... Telah mengadakan perhitungan dan evaluasi pekerjaan tambah kurang untuk : a.

. …………… Jumlah .. g.......... .......... Diluar Kontrak (Rp) Juml............... Harga Pekerjaan Baru (Rp) 1.......... b. Berdasarkan perhitungan tersebut diatas maka dapat dilaporkan sebagai berikut : a.. ... ………….... …………… ……………........................... ............ (…………………………........ ……………………….f......... Sesuai Kontrak (Rp) Harga Sat. Biaya Pelaksanaan : Rp......) 2....... Pekerjaan awal : No Bagian/Jenis Pekerjaan Volume pekerjaan Harga Satuan Sesuai Kontrak (Rp) Harga Pekerjaan Awal (Rp) 1............. Jumlah–1 ...........II ………… Page 150 c.... SPK Pelaksanaan Tanggal : ........ Selisih harga pekerjaan tambah kurang : 1) Harga pekerjaan awal = Rp.....Pekerjaan akhir : No Bagian/ Jenis Pekerjaan Volume Pekerjaan Harga Sat.... ……………………........... ............ .. 2) Harga pekerjaan akhir ... Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : ..... ...........

.).... Dari hasil evaluasi pekerjaan tambah kurang tersebut terdapat biaya lebih/kurang sebesar Rp..................= Rp. Nip..... ……………………. …………………….. Telah melaksanakan pekerjaan tambah kurang untuk : a... Diketahui oleh : Tim Teknis Satuan Kerja/PPK **) …………………………… ………………………….... . Pekerjaan : ....... ……………………. Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : Penanggung jawab perusahaahaan atau Penanggung jawab lapangan dari perusahaan **) Diisi Nama Satuan Kerja yang bersangkutan Page 151 LAPORAN KEMAJUAN PEKERJAAN TAMBAH KURANG (bila pekerjaan tambah kurang di evaluasi setelah Serah Terima I) PROYEK : ……………………… LAPORAN PEKERJAAN TAMBAH KURANG PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………. Diperiksa oleh : Dibuat oleh : **) Konsultan Pengawas/MK Kontraktor Pelaksana PT/CV.. ……………………… *) …………………………. PT/CV………………………...... ……………………………… ……………………………….. Nip. LAMPIRAN : Lap.. Kemajuan Pekerjaan 1.... …………………… (……………………………………. Demikian laporan perhitungan dan evaluasi pekerjaan tambah kurang ini dibuat sebagai bahan pertimbangan.

.. g............... Tambah/Kurang : Rp.) prosen............................. Pelaksanaan pekerjaan tersebut dengan prestasi sebagai berikut (laporan lengkap terlampir) : No Bagian/Jenis Pekerjaan % Bobot Pekerjaan % Kemajuan Pekerjaan % Total Prestasi Pekerjaan 1... Diisi per-item pekerjaan .... …………………............. Tanggal : ………………… h...% Kemajuan pekerjaan tambah kurang telah mencapai prestasi sebesar : ................% (.. Addendum (bila ada) : Nomor : .............. DIPA : Nomor : ............................ Diperiksa oleh : ......................... Page 152 Demikian laporan pekerjaan tambah kurang ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya............... .. Jumlah 100% ......................................) 2.................... SPK Pelaksanaan Tanggal : ...................... .b.. e.......................... (………………………….............. Tanggal : ................................................. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : .................................... Kontraktor Pelaksana : .. Lokasi : ... c........ d... Departemen/Lembaga : ........... Biaya Pek... .... f........................

Penanggung jawab lapangan dari perusahaan . Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : .Dibuat oleh : **) Konsultan Pengawas/MK Kontraktor Pelaksana PT/CV.. PT/CV………………………. *) ……………………… *) …………………………. ……………………………… ………………………………. …………………….Penanggung jawab perusahaahaan dan atau ..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful