Berikut ini adalah versi HTML dari file http://atdr.tdmrc.

org:8084/jspui/bitstream/123456789/5624/1/20061117_Standar_Dokumen_RR_FBU_BR R_NAD-Nias.pdf. G o o g l e membuat versi HTML dari dokumen tersebut secara otomatis pada saat menelusuri web.

Page 1
KEPUTUSAN KEPALA BADAN PEI,AKSANA BADAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI WILAYAH DAN

KEHTDUpAN MASyARAKAT pRovrNSr NANccRoE AcEH DAnusialev
DAN KEPULAUAN NIAS PROVINSI SUMATERA UTARA NOMOR : I 54lKEp/Bp-BRR/X/2006 TENTANC STANDAR DOKUMEN PENYELENCGARAAN REIIABILITASI DAN REKONSTRUKSI FASILITAS DAN BANCUNAN UMUM DI LINCKUNCAN BADAN PELAKSANA BADAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI WILAYAH DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM DAN KEPULAUAN NIAS PROVINSI SUMATERA UTARA KEPALA BADAN PELAKSANA, bahwa unru( me'teniDkdn pembang.rnan dan rnenjamill keielamalan bangunan darajn pro.es .ehabirila5i dan rekonstruksi terhadap, fasilitas dan bangunan umum perlu dibuat standar dokumen penyelengga€an rehabilitasi dan rckor..rruL.i fa'ilirar dan bangunan umur bahwa berdasarkan p€rtimbangan humf a perlu menetapkan Keputusan Kepala Badan pelaksana tentang Standar Dokumen Penyelenggaraan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Fas;litas dan Bangunan Umum di Lingkungan Badan pelaksana Badan Rehabi'itasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara. Undang-undang Republik Indonesia Nomor l0 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan pemerintah pengganti Undang_ undang Nomor 2 Tahun 2005 Tentang Badan Rehabilitasi d;n Rekon5lruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakal provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias provinsi Sumatera Utara menjadi Undang-undang (Lembaran N€gara Republik lndonesia Tahun 2005 Nomor Ill, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4550); Undang-undang R€publik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuaogan Negara (Lembaran Negara RepLrblik lndonesla Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286)i Undang-undang Republik Indonesia Nomor I Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Repllblik. lr, P\ Menimbang Mengingat
:4,

b.

: 1. .1.

2.

Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias Jl. lr l\,4uhammad Thaher No.20 Lueng Bata - BandaAceh,23247 Telp.06it - 636666, Fax.06St - 637777

Page 2

Nias
Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 4. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemerilsaaan Pengelolaan dan Ianggung Ja*ab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomof 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); 5. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 1999 tentarg Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahon 1999 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republ;k Indonesia Nomor 3833); 6. Undang-undang Republik lndonesia Nomor 28 Taiun 2002 tentang Bangunan Cedung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4247); 7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraaan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2000 Nomor 84, Tambahan Lembaran Nega.a Republik lndonesia Nomor 3956); 8. Peraturan Pemerintah. Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2005 tentang Pefaturan Pelaksanaan Undang Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Cedung (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2005 Nomor 83, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4532)i 9. Peraturan Presiden Republik lndonesia Nomor 30 Tahun 2005 tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi NangFoe Aceh Darltssalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara: i0. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 76 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 34 tahun 2005 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja serta Hak Keuangan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi wilayah dan Kehidupan Masyarakat Prcvinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utam; I l. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2003 sebagaimana telah diubah beberapa kali dan terakhir dengan Peraturan Presiden Republik lndonesia Nomor 79 Tahun 2006 tertdng Perubahan Kelima Atas Keputusan Presiden Nomor 80 Tahu! 2003 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 332/KPrS/2002 Tanggal22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pe-nbangunan Bangunan Cedung Negara. eh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias

Jl- lr lvluhammad Thaher No.20 Luens Bata - BandaAceh,23247 Telp. 0651, 636666, Fax. 0651 - 637777 Memperhatikan

Page 3

Nias
\ Menetapkan

MEMTJTUSKAN: KEPUTUSAN KEPALA BADAN PELAKSANA TENTANC STANDAR

DOKUMEN
PENYELENGCARAAN PERTAMA

KEDUA
REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI FASILITAS DAN BANGUNAN UMUM DI LINGKUNCAN BADAN PELAKSANA BADAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI WILAYAH DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT PROVINSI NANCGROE ACEH DARUSSALAM DAN KEPULAUAN NIAS PROVINSI SLM ATIRA UTARA Memberlakukan: a. Standar Dokumen Kerangka Acuan Kerja. Surat perintah Keria, Kontrak Pekerjaan, dan Berita Acara pekerjaan Manajemen Konstruksi sebagaimana terlampir dalam Lampiran I Keputusan
Int;

b- Standar Dokumen Kerangka Acuan Kerja, Surat perintah Kerja, Kontrak Pekerjaan, dan Berita Acara p€kerjaan perencanaan sebagaimana terlampir dalam Lampiran Il Keputusan ini: c. Standaf Dokumen Kerangka Acuan Kerja, Surat perintah Kerja, Kontrak Pekerjaan, dhn Berita Aca|a pekerjaan pengawasan sebagaitnana tedampir dalam Lampiran lll Keputusan ini; d. Standar Dokumen Sulat Perintah Kerja, Kont.ak pekerjaan, dan Berita Acara Pekerjaan Pelaksanaan sebagaimana terlampif dalam Lampiran lV Keputusan ini. Lampiran Keputusan sebagaimana dimaksud pada DIKTUM PERTAMA merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan ini. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Apabila dikemudian hari temyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini, akan diadakan perbaikan dan perubahan sebagaimana mestinya. Salinan Keputusan Kepala Badan Pelaksana ini disampaikan kepada )th : 1. Ketua De\'r'an Pengarah Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat provinsi Nanggroe Aceh Daiussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara; 2. Ketua. Dewan Pengawas Badan Rehabititasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara; 3. Wakil Kepala, Sekretaris dan para Deputi di Lingkungan Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan

KONTRAK PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI 4. iB l+' . Kepala Satuan Kerja di Lingkungan Badan pelaksana Badan Rehabilitasi dan . Fax.23247 Tetp. 636666.Rekonsrruksi Wilayah dan Kehidupan Masyamlar Provinsi Nanggroe Aceh Daru\salam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utaaa.Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggoe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara: . 065. 5. Kepala Perwakilan di Lingkungan Badan pelaksana Badan Rehabiliuasi dan Rekonslruksi Wila)ah dan Kehidupan Mas)arakat Provinsi Nanggroe Aceh Darus.636666. Fax. lr I'luhammad Thahef No.l KETIGA KEEMPAT Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias Jl. SURAT PERINTAH KERJA PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI 3.f*evam aaoeN pELAKSANA.BandaAceh.alarn dan Kepulauan Nias Provinsi Slrmalera Utara.t _ 637777 Page 4 Nias 4.20 Lueng Bata.t77 Page 5 Lampiran I : Keputusan Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara Nomor: 154/KEP/BP-BRR/X/2006 LAMPIRAN I 1. 0651 . 0651 _ 637. Ditetapkan di : Banda Aceh Pada tanggal : I0 Oktober 2006 .23247 Tetp. KERANGKA ACUAN KERJA PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI 2. BERITA ACARA PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI Page 6 KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI …………………………………………………………………… SATUAN KERJA/PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………… .20 Lueng Bata . BandaAceh.0651 . q Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias Jl. h MuhammadThaher No.

. Bangunan khusus. Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) akan melaksanakan pengendalian/pengawasan terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh konsultan Perencana dan kontraktor Pelaksana/Pemborong yang diikut sertakan dalam proyek bersangkutan. Konsultan Manajemen Konstruksi digunakan untuk pembangunan bangunan gedung Negara yaitu : a. B.. dan atau d. LATAR BELAKANG 1. dan atau b. PENDAHULUAN A. Sebagaimana telah ditetapkan dalam Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. yang menyangkut aspek mutu. Dalam kegiatan operasionalnya. proses dan keluaran yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterpretasikan dalam peleksanaan tugas. Bangunan bertingkat diatas 4 lantai. Melibatkan lebih dari satu konsultan perencana maupun kontraktor. waktu. dan atau c.. Bangunan dengan luas total diatas 5. dibentuk Pengelola Satuan . Dilaksanakan secara bertahap yang tidak dapat diselesaikan dalam satu tahun anggaran 2.... Page 7 2. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian kegiatan Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen………………………. serta administrasi kontrak. yang terdiri dari Pengelola Administrasi dan Keuangan serta Tim Teknis/Pengelola Teknis yang ditunjuk dan bertanggung jawab kepada Pemimpin Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. 3..BRR NAD-Nias I. dan atau e. konsultan MK mendapatkan bantuan bimbingan teknis dan administrasi dalam menentukan arah pekerjaan pengendalian/pengawasan dari Pengelola Satuan Kerja.……………BRR NAD-Nias. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan Manajemen Konstruksi yang memuat masukan.000 m2. C.BRR NAD-Nias. Pemegang Mata Anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias. kriteria. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. 3. 2. Dengan penugasan ini diharapkan Konsultan MK dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai KAK ini. MAKSUD DAN TUJUAN 1. UMUM 1. Secara kontraktual Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) bertanggung jawab kepada Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen . Untuk penyelenggaraan kegiatan yang dimaksud. dan biaya.

Dan SK tentang Pembentukan Panitia Lelang/Pengadaan/penunjukan langsung Nomor:………………………….. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. Kegiatan MK tersebut. II. Page 8 B. Tanggal ……………….. …………………………………………………………………. khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Mengawasi dan mengikuti penyelenggaraan paket kegiatan loka karya Value . b. strategi pentahapan serta penyusunan dokumen lelang. c. 2. D. Lingkup tugas Konsultan adalah pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) pada pekerjaan Pembangunan/ Rehabilitasi/ Renovasi/ Restorasi……………. (sesuai DIPA/RKA-KL). Tanggal …………… dengan susunan organisasi seperti pada lampiran. Dan seterusnya. antara lain : A.Kerja /Pejabat Pembuat Komitmen berdasarkan SK Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen Nomor:……………………. Mengadakan evaluasi program kegiatan perencanaan yang diusulkan oleh konsultan Perencana yang meliputi program penyediaan dan penggunaan sumber-daya. LINGKUP KEGIATAN 1. Membantu Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen dalam melaksanakan pengadaan konsultan perencana. 2. KEGIATAN MANAJEMEN KONSTRUKSI Kegiatan MK yang dilaksanakan oleh konsultan adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku. Membantu Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen menyiapkan kontrak perjanjian pekerjaan perencanaan. 2. Lingkup kegiatan meliputi Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/ Restorasi …………………………………. yang terdiri dari komponen kegiatan : a. memberi saran waktu dan strategi pengadaan dan bantuan evaluasi proses pengadaan rekanan. ………………………………………………………………….. Tahap Persiapan Proyek 1. termasuk menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK). Tahap Perencanaan 1.

Dan seterusnya. Dan SK tentang Pembentukan Panitia Lelang/Pengadaan/ penunjukan langsung Nomor : …………………………. Konsultasi pekerjaan perencanaan dari sudut efisiensi sumber daya serta kemungkinan pelaksanaan. memberi . Tanggal ……………….. Penyusunan laporan kegiatan tahap perencanaan secara periodik. ……… 2. khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Membantu pengelola satuan kerja dalam melaksanakan pengadaan konsultan perencana. dibentuk Organisasi Pengelola Satuan Kerja berdasarkan SK Kepala Satuan Kerja Nomor : ………………………. Kegiatan MK tersebut. Tanggal …………… dengan susunan organisasi seperti pada lampiran. yang terdiri dari komponen kegiatan : a. KEGIATAN MANAJEMEN KONSTRUKSI Kegiatan MK yang dilaksanakan oleh konsultan adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku. …………………………………………………………………. III. Membantu konsultan perencana dalam pelaksanaan value engineering pada tahap perencanaan secara in house.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). Page 9 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. Perumusan evaluasi status serta koreksi teknis bila terjadi penyimpangan.. C. (sesuai DIPA/RKA-KL). Untuk penyelenggara Satuan Kerja yang dimaksud. LINGKUP PROYEK 1.. 3.. b. 2. Tahap Persiapan Proyek 1. Memberikan layanan konsultasi kegiatan perencanaan yang terdiri atas : a. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian kegiatan Satuan Kerja ……………. Pemegang Mata Anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Badan Rehabilitasi Dan Rekonstruksi NAD-Nias 3. c. ………………………………………………………………….Engineering 40 Jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana (khusus untuk pembangunan bangunan diatas 12. antara lain : A. ……………………………………. Lingkup tugas adalah pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) pada pekerjaan Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi ……………. Lingkup proyek adalah Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi …………………………………. termasuk menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK). d. LATAR BELAKANG 1. c. D. b.

3. media cetak. Membantu panitia lelang dalam menyebar luaskan pengumuman pelelangan.saran waktu dan strategi pengadaan dan bantuan evaluasi proses pengadaan rekanan. Membantu menyiapkan draft surat perjanjian pekerjaan pelaksanaan . 6. Membantu pengelola satuan kerja menyiapkan kontrak perjanjian pekerjaan perencanaan. 7. 2. Melakukan penelitian kelengkapan dokumen perencanaan dan dokumen pelelangan untuk pelaksanaan konstruksi. Membantu melakukan pembukaan dan evaluasi terhadap penawaran yang masuk. serta bersama Konsultan Perencana menyusun program pelelangan dan membantu kegiatan panitia pelelangan. 3. maupun media elektronik. Page 10 C. strategi pentahapan serta penyusunan dokumen lelang. Membantu konsultan perencana dalam pelaksanaan value engineering pada tahap perencanaan secara in house. serta pengusulan koreksi program. c. 2. 2. d.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). dan membuat laporan kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi. Tahap Perencanaan 1. Membantu panitia lelang melakukan prakualifikasi calon peserta pelelangan. Mengadakan dan memimpin rapat-rapat koordinasi perencanaan. 5. 4. Perumusan evaluasi status serta koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. Mengadakan evaluasi program kegiatan perencanaan yang diusulkan oleh konsultan Perencana yang meliputi program penyediaan dan penggunaan sumber-daya. Penyusunan laporan kegiatan tahap perencanaan secara periodik. Mengawasi dan mengikuti penyelenggaraan paket kegiatan loka karya Value Engineering 40 Jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana (khusus untuk pembangunan bangunan diatas 12. baik melalui papan pengumuman. evaluasi program terhadap penyimpangan teknis dan manajerial atas persoalan yang timbul. Konsultasi pekerjaan perencanaan dari sudut efisiensi sumber daya serta kemungkinan pelaksanaan. menyusun laporan hasil rapat koordinasi. 4. evaluasi program terhadap perubahan lingkungan. b. 5. Membantu panitia lelang dalam menyusun Harga Perhitungan Sendiri (HPS) pekerjaan konstruksi. Menyusun laporan dan berita acara dalam rangka kemajuan pekerjaan dan serah terima pekerjaan perencanaan. Membantu pengelola proyek dalam mempersiapkan dan menyusun program pelaksanaan pelelangan pekerjaan konstruksi. Mengendalikan program yang terdiri atas : evaluasi program terhadap hasil perencanaan. 6. Memberikan layanan konsultasi kegiatan perencanaan yang terdiri atas : a. Tahap pelelangan 1. 7. B. Membantu memberikan penjelasan pekerjaan pada waktu rapat penjelasan pekerjaan.

dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. yang meliputi program-program pencapaian konstruksi. pengendalian tertib administrasi. Meneliti gambar-gambar yang telah sesuai dengan pelaksanaan (AsBuilt Drawings) sebelum serah terima pertama. dan biaya pekerjaan konstruksi. . Mengendalikan program pelaksanaan konstruksi fisik. h. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. b. f. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi. program Quality Assurance/Quality Control. pengendalian kesehatan dan keselamatan kerja. dana. usulan koreksi program dan tindakan turun tangan. dan program kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Mengawasi pemakaian bahan. pengendalian waktu. dan mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. peralatan dan metode pelaksanaan. Melakukan koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi fisik. Meneliti gambar-gambar pelaksaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh pemborong. 3. serta ketepatan waktu. g. Menyelenggarakan kegiatan rapat-rapat lapangan secara berkala. Melakukan evaluasi program terhadap penyimpangan teknis dan manajerial yang timbul. Membantu panitia lelang dalam menyusun laporan proyek tahap pelelangan. Bersama dengan konsultan perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung. pengendalian sasaran fisik (kuantitas dan kualitas) pekerjaan. 8. peralatan dan perlengkapan. 5. kuantitas. d. e. Melakukan kegiatan pengawasan yang terdiri atas : a. Menyusun berita acara kemajuan pekerjaan. Tahap Konstruksi 1. 2. Menyusun daftar cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama. bahan bangunan. 4.konstruksi fisik. penyediaan dan penggunaan tenaga kerja. pemeliharaan pekerjaan. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. yang meliputi program pengendalian sumber daya. i. Mengadakan evaluasi program kegiatan pelaksanaan konstruksi fisik yang disusun oleh pemborong. j. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan dan laporan-laporan yang dibuat oleh pemborong. pengendalian biaya. Page 11 c. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. Memeriksa dan mempelajari dokumen pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan lapangan. D. serta melakukan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. informasi.

4. Penanggung jawab professional manajemen konstruksi adalah tidak hanya konsultan sebagai suatu perusahaan. Membantu pengelola proyek mengurus IPB (Ijin Penggunaan Bangunan) dari Pemerintah Daerah Tingkat II setempat. Berita Acara Serah Terima I dan II. Membantu pengelola proyek dalam menyusun dokumen untuk kelengkapan pendaftaran gedung sebagai gedung negera : i. 3. Mengusulkan perubahan-perubahan serta penyesuaian di lapangan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi. Biaya Manajemen Konstruksi (MK) . Memberikan penilaian untuk mendapat persetujuan dari pemberi tugas tentang sub kontraktor yang akan dilibatkan oleh pemborong. vi. v. Kontrak/Surat Perjanjian Pelaksanaan Pemborongan. Salinan atau foto copy Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemerintah Daerah setempat. memenuhi syarat teknis yang dapat dipertanggung jawabkan. B I A Y A A. C. Ketepatan waktu pembangunan proyek sesuai batas waktu berlakunya anggaran/waktu yang telah ditetapkan. V. vii. iv. tetapi juga bagi para tenaga ahli professional manajemen konstruksi yang terlibat. iii. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN KONSTRUKSI A. l. Ketepatan biaya pembangunan sesuai batasan anggaran yang tersedia atau yang telah ditetapkan. dan sesuai dengan dokumen pekerjaan/pelaksanaan. Gambar situasi dan gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (As-Built Drawings) disertai gambar legger. 7. Page 12 2. 6. Foto copy sertifikat atau bukti pemilikan/hak atas tanah. Ketertiban administrasi kontrak dan pelaksanaan pembangunan. sehingga proyek mencapai hasil dan daya guna yang seoptimal mungkin. Foto copy DIPA (pembiayaan). Konsultan Manajemen Konstruksi bertanggung jawab secara professional atas jasa manajemen konstruksi yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku. Ketepatan kualitas dan kuantitas sesuai standar/peraturan yang berlaku. B.k. Secara umum tanggung jawab konsultan adalah menjaga agar proyek memiliki kinerja minimal sebagai berikut : 1. IV.

. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 yaitu : a. 2. tanggal ……………………. tabel B1 dan tabel D.. Uraian program dan kegiatan pengendalian waktu. Biaya rapat-rapat.1. Pajak dan pengeluaran sejenis lainnya. tanggal ……………………. Loan Nomor : ………………. VI. Bila terdapat pekerjaan non standar. yaitu meliputi komponen sebagai berikut : a. Pengaturan tentang komponen pembiayaan pada butir a dan b diatas adalah dipisahkan antara bangunan standar. Jasa dan overhead Manajemen Konstruksi. Page 13 3. Sewa kendaraan. b. Ketentuan pembiayaan lebih lanjut mengikuti surat perjanjian pekerjaan manajemen konstruksi yang dibuat oleh Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen dan Konsultan Manajemen Konstruksi. K E L U A R A N Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Manajemen Konstruksi berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam perjanjian. . maka dihitung secara orang-bulan dan biaya langsung yang dapat diganti. B. Sumber Dana Sumber Dana dari keseluruhan pekerjaan manajemen konstruksi di bebankan pada: 1. e. dan administrasi kontrak. Pembelian dan atau sewa peralatan. Untuk pekerjaan standar berlaku maksimum sesuai pada tabel A1. g. c. Pada tahap persiapan proyek 1. Besarnya biaya pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) mengikuti ketentuan dalam Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. 2. c. Perjalanan (local maupun luar kota). Honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang. Materi dan penggandaan laporan. serta non standar dan harus terbaca dalam suatu rekapitulasi akhir yang menyebut angka dan huruf. mutu. sesuai dengan ketentuan billingrate yang berlaku. Biaya pekerjaan Konsultan Manajemen Konstruksi dan tata cara pembayaran diatur secara kontraktual setelah melalui tahapan proses pengadaan konsultan manajemen konstruksi sesuai peraturan yang berlaku. Dan lain-lain. DIPA Nomor : ………………. h. f. d.. biaya. 3. e.. Besarnya biaya konsultan Manajemen Konstruksi merupakan biaya tetap dan pasti. Pembayaran biaya Konsultan Manajemen Konstruksi didasarkan pada prestasi kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi. d. b. yang minimal meliputi : A.

Pada tahap perencanaan 1. 3. Biaya. dan Administrasi Kontrak Tahap Pelaksanaan (bila ada revisi). dan Administrasi Kontrak (bila ada revisi). 4. Laporan Akhir pekerjaan Manajemen Konstruksi yang mencakup keseluruhan kegiatan manajemen konstruksi dari tahap persiapan sampai dengan serah terima kedua pekerjaan pelaksanaan. 4. E. visual lapangan. dan Administrasi Kontrak Tahap Pelaksanaan. Mutu. dll. Laporan pemeriksaan Dokumen Perencanaan tahap pra-rencana. 2. Mutu. Dokumen gambar-gambar sesuai pelaksanaan dan kelengkapannya (as-built drawings) dalam bentuk kertas kalkir dan cetak biru. dan Administrasi Kontrak termasuk setiap lampirannya seperti risalah rapat lapangan. laporan pengujian. Persyaratan Umum Pekerjaan . Laporan pengawasan atas penyelenggaraan paket kegiatan loka karya Value Engineering 40 jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana (khusus untuk pembangunan Bangunan diatas 12. Revisi Program dan Kegiatan Pengendalian waktu. 5. 6. Mutu. kemajuan pekerjaan. Kelengkapan Dokumen untuk Pendaftaran Bangunan Gedung Negara. dari aspek pengendalian waktu. 2. Revisi Program dan Kegiatan Pelelangan (bila ada revisi). biaya. Laporan Bulanan Manajemen Konstruksi Tahap Pelaksanaan dari aspek pengendalian Waktu. Laporan Hasil Konsultasi MK pada kegiatan perencanaan. Laporan Bulanan Kegiatan Manajemen Konstruksi. Laporan pelaksanaan pengadaan konsultan perencana. 3. dan adminstrasi kontrak. Laporan Bulanan Manajemen Konstruksi Tahap Pemeliharaan. surat menyurat dll. Revisi Uraian Program dan Kegiatan Pengendalian waktu.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). C.2. Pengembangan rencana. 3. K R I T E R I A Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh konsultan Manajemen Konstruksi seperti yang dimaksud pada Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini harus memperhatikan persyaratanpersyaratan seperti dibawah ini : A. surat menyurat. mutu. Mutu. Biaya. Biaya. Laporan lengkap pelaksanaan pelelangan mulai dari pengumuman pelelangan sampai dengan penetapan pemenang dan bantuan penyiapan surat perjanjian pemborongan. Pada tahap pelelangan 1. Pada tahap pelaksanaan 1. lengkap dengan setiap lampirannya seperti risalah rapat. B. 2. dan penyiapan gambar detail/dokument lelang. Kerangka Acuan Kerja (KAK) Perencanaan. Page 14 3. Biaya. D. Uraian program dan kegiatan Pengendalian waktu. 5. Laporan Akhir Pekerjaan Manajemen Konstruksi yang memuat uraian kegiatan dari tahap persiapan sampai tahap pelaksanaan konstruksi fisik VII.

Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 3. Konsultan Manajemen Konstruksi harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya. beserta kelengkapannya dan ketentuan-ketentuan sebagai dasar perjanjiannya. B. Yang termuat dalam Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. konsultan secara minimal harus menghasilkan keluaran sesuai dengan permintaan yang ada dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini. konsultan Manajemen Konstruksi harus mencari sendiri informasi yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini. I n f o r m a s i 1. yang secara fungsional dapat mendorong peningkatan kinerja proyek. Kesalahan/kelalaian pekerjaan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari Konsultan Manajemen Konstruksi (MK). untuk pekerjaan MK berlaku pula ketentuan-ketentuan seperti standar. VIII. MASUKAN A. baik yang menyangkut macam. Page 15 D. kualitas. 2. E. yaitu Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan dan Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan. Persyaratan Prosedural Penyelesaian administratif sehubungan dengan pekerjaan di lapangan harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku. sesuai standar hasil karya manajemen konstruksi yang berlaku. dan kuantitas dari setiap bagian pekerjaan.Setiap bagian dari pekerjaan pengendalian oleh konsultan MK harus dilaksanakan secara benar dan tuntas sampai dengan memberi hasil yang telah ditetapkan dan diterima dengan baik oleh Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. . Persyaratan Fungsional Pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) harus dilaksanakan dengan profesionalisme yang tinggi sebagai pemberi jasa konsultasi Manajemen Konstruksi. pedoman dan peraturan yang berlaku. baik yang berasal dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen maupun yang dicari sendiri. B. T e n a g a Selama menjalankan tugasnya. Ketentuan yang diberlakukan untuk pekerjaan proyek yang bersangkutan. 2. 4. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah Setempat. Persyaratan Teknis Lainnya Selain kriteria umum diatas. Standar dan pedoman teknis yang berlaku di bidang penyelenggaraan bangunan Negara. C. antara lain : 1. Persyaratan Obyektif Pelaksanaan pekerjaan manajemen konstruksi profesional yang obyektif untuk kelancaran pelaksanaan. Untuk melaksanakan tugasnya.

. Manajemen konstruksi professional …………. setelah sebelumnya dipresentasikan oleh Konsultan Manajemen Konstruksi dan mendapatkan pendapat teknis dari Tim Teknis Satuan Kerja. Administrasi kontrak …………. Pengawasan lapangan …………. Aplikasi tenaga yang lengkap (disiplin dan jumlahnya). 2. B. Page 16 Bila dianggap masih belum memadai. Manajemen biaya …………. dan kemudian konsultan berkewajiban untuk memenuhinya. . Tenaga ahli teknis lainnya sesuai kebutuhan dan lingkup kompleksitas pekerjaan. orang 3... 3. dan menyiapkan tenaga ahli yang berpengalaman dalam bidang-bidang : (Kualifikasi masing-masing tenaga ahli disesuaikan berdasarkan kebutuhan/kompleksitas proyek). Program kerja termasuk jadwal kegiatan secara detail. Manajemen waktu …………. masa penugasannya. pemberi tugas berhak meminta dan mengarahkan penyediaan tenaga oleh konsultan. orang 2.. Manajemen mutu …………. konsultan Manajemen Konstruksi harus segera menyusun : 1. baik ditinjau dari lingkup (besar) proyek maupun tingkat kekomplekan proyek. orang 6. Setelah Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini diterima. orang 5. Yang kesemuanya harus jelas mengenai tugas. P E N U T U P A. orang 4. 1. Program Kerja secara keseluruhan harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. X. Sebelum melaksanakan pekerjaannya. konsultan hendaknya memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan. dan diketuai oleh seorang Manajer Konstruksi yang disetujui oleh Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. tanggung jawab. IX. konsultan Manajemen Konstruksi minimal harus membentuk organisasi yang memadai. Selama dalam menjalankan tugasnya.. PROGRAM KERJA A. Tenaga-tenaga yang diusulkan konsultan Manajemen Konstruksi harus mendapat persetujuan dari Kepala satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. Konsep penanganan pekerjaan Manajemen Konstruksi Proyek. konsultan Manajemen Konstruksi harus menyediakan tenaga yang memenuhi kebutuhan proyek. orang 7..Untuk melaksanakan tugasnya.

Jabatan : ………………………………………. dengan ini kami yang bertandatangan dibawah ini : 1.. Nama : ………………………………………. Tanggal : ……………………………………….. Nama Badan Usaha : ……………………………………….... Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Pelelangan/ Pemilihan Langsung Nomor : ……………………. Catatan : Model KAK tersebut diatas bersifat pokok yang masih Harus disesuaikan. Jabatan : ………………………………………. NIP : ………………….. Tanggal …………………………. Nama : ………………………………………. . Selaku Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen …………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.Page 17 B. dikembangkan/ dilengkapi untuk Kebutuhan proyek yang bersangkutan.. MEMERINTAHKAN KEPADA : 2. PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI PEMBANGUNAN / REHABILITASI / RENOVASI / RESTORASI ………………………………………………………………………. DIBUAT DI : …………………… TANGGAL : …………………… Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen …………………………. Alamat Kantor : ………………………………………. Page 18 SURAT PERINTAH KERJA (SPK) PEKERJAAN MK SURAT PERINTAH KERJA KEPALA SATUAN KERJA / PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………………… Nomor : ………………………………………... Berdasarkan bahan-bahan tersebut konsultan MK agar segera menyusun program kerja untuk dibahas dengan Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen.

Mengendalikan program yang meliputi : evaluasi program atas hasil perencanaan.. Memeriksa laporan kegiatan perencanaan secara periodik.. Perumusan evaluasi status dan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. Menyusun laporan dan berita acara dalam rangka kemajuan pekerjaan dan pembayaran angsuran. Mengawasi dan mengikuti penyelenggaraan paket kegiatan loka karya VE 40 Jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana (khusus untuk pembangunan bangunan diatas 12. 2. Membantu PIHAK PERTAMA menyiapkan kontrak perjajian pekerjaan perencanaan. Pada Tahap Persiapan Proyek : i. ii. Page 20 . Memberikan konsultasi kegiatan perencanaan yang terdiri atas : 1. termasuk menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK). Mengadakan evaluasi program kegiatan perencanaan yang diusulkan oleh Konsultan Perencana yang meliputi program penyediaan dan penggunaan sumber-daya. Surat Perintah Kerja (SPK) ini diperintahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dengan ketentuan dan syarat-syarat seperti tersebut dibawah ini : Page 19 1.000 M2 atau lebih dari 8 lantai). menyusun program pelelangan serta membantu kegiatan panitia pelelangan. menyusun laporan hasil rapat koordinasi. iv. evaluasi program atas perubahan lingkungan. memberi saran waktu dan strategi pengadaan. Melakukan penelitian kelengkapan dokumen perencanaan dan dokumen pelelangan untuk pelaksanaan konstruksi.Alamat Badan Usaha : ………………………………………. Mengadakan dan memimpin rapat-rapat koordinasi perencanaan. Selaku Konsultan Manajemen Konstruksi Pekerjaan …………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. v. Pada Tahap Perencanaan : i. serta bantuan evaluasi proses pengadaan rekanan. vi. serta untuk serah terima pekerjaan perencanaan. Review pekerjaan perencanaan dari sudut efisiensi sumber daya serta kemungkinan pelaksanaan. dan membuat laporan kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi. iii. Tugas Pekerjaan : Pekerjaan Manajemen Konstruksi yang akan dilaksanakan adalah : Pembangunan/Rehabilitasi/ Renovasi/Restorasi …………………………………. 4. 3. (lokasi pekerjaan) yang meliputi tugas-tugas sebagai berikut : a. serta pengusulan koreksi program. Membantu PIHAK PERTAMA dalam melaksanakan pengadaan konsultan perencana. strategi pentahapan serta penyusunan dokumen lelang.. vii. Membantu Konsultan Perencana dalam pelaksanaan value engineering pada tahap perencanaan secara in house. b. evaluasi program atas penyimpangan teknis dan manajerial dari persoalan yang timbul. di …………………………. ii.

Membantu panitia lelang dalam menyusun Harga Perhitungan Sendiri (HPS) pekerjaan konstruksi. Membantu panitia lelang dalam menyebarluaskan pengumuman pelelangan. bahan bangunan. iv. . vii. baik melalui papan pengumuman. usulan koreksi program dan tindakan turun tangan. Membantu panitia lelang dalam menyusun laporan proyek tahap pelelangan. Menyelenggarakan kegiatan rapat-rapat lapangan secara berkala. Page 21 2. kuantitas. pengendalian tertib administrasi. viii. yang meliputi program-program pencapaian sasaran konstruksi. Memeriksa dan mempelajari dokumen pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan lapangan. serta melakukan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. peralatan dan metode pelaksanaan. maupun media elektronik. v. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan. v. Melakukan evaluasi program terhadap penyimpangan teknis dan manajerial yang timbul. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. Melakukan kegiatan pengawasan yang terdiri atas : 1. serta ketepatan waktu. 4. ii. Membantu panitia lelang melakukan prakualifikasi calon peserta pelelangan. 3.c. Membantu melakukan pembukaan dan evaluasi terhadap penawaran yang masuk. dan laporan-laporan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. Mengawasi pemakaian bahan. yang meliputi program pengendalian sumber daya. Membantu menyiapkan draft surat perjanjian pekerjaan pelaksanaan konstruksi fisik. program Quality Assurance/ Quality Control. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. perlengkapan dan peralatan. Mengadakan evaluasi program kegiatan pelaksanaan konstruksi fisik yang disusun oleh Kontraktor Pelaksana. Pada Tahap Pelelangan : i. Mengendalikan program pelaksanaan konstruksi fisik. Pada Tahap Konstruksi : i. Membantu memberikan penjelasan pekerjaan pada waktu rapat penjelasan pekerjaan. vi. pengendalian biaya. media cetak. ii. Melakukan koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi fisik. d. 5. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. Membantu PIHAK PERTAMA dalam mempersiapkan dan menyusun program pelaksanaan pelelangan pekerjaan konstruksi. dan biaya pekerjaan konstruksi. iii. pengendalian sasaran fisik (kuantitas dan kualitas) pekerjaan. pengendalian kesehatan dan keselamatan kerja. iv. pengendalian waktu. penyediaan dan penggunaan tenaga kerja. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi. iii. dan program kesehatan dan keselamatan kerja (K3). dana. informasi.

10..... …………………. ………………………….. (……………………………………. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. 12. Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built Drawings) sebelum serah terima pertama. Bersama dengan Konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung.). c. Menyusun daftar cacat/ kerusakan sebelum serah terima pertama... pemeliharaan pekerjaan... dan c diatas serta diterima baik oleh PIHAK PERTAMA.6. (……………………………………………)... Angsuran kedua sebesar 70% dari biaya Manajemen Konstruksi yakni sejumlah Rp. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. Membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pendaftaran sebagai gedung Negara. 2. vi. (………………………………………. Angsuran ketiga sebesar 10% dari biaya Manajemen Konstruksi yakni sejumlah Rp. Memberikan penilaian untuk mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA tentang sub kontraktor yang akan dilibatkan oleh Kontraktor Pelaksana.. 3. 8.. (…………………………………. b.. Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajakpajak...sesuai dengan DIPA Nomor : ……………………... 7. Mengusulkan perubahan-perubahan serta penyesuaian di lapangan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi..). Membantu PIHAK PERTAMA dalam penyusunan Ijin Penggunaan Bangunan (IPB) dari Pemerintah Daerah Tingkat II setempat.....). dan mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan..b...d diatas dan diterima oleh PIHAK PERTAMA... yang dibebankan pada Satuan Kerja .. Biaya Manajemen Konstruksi a. tanggal : ………………… Page 22 b. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana.. dengan ketentuan sebagai berikut : a.. 11. dibayar setelah . vii. Cara Pembayaran Pembayaran biaya Konsultan Manajemen Konstruksi dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilaksanakan secara bertahap sesuai tahapan pekerjaan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. 9. dibayar setelah prestasi Pelaksanaan pekerjaan kontraktor pelaksana mencapai 100% (serah terima pertama) dan PIHAK KEDUA telah menyelesaikan kewajibannya sebagaimana yang disebut dalam butir 1. dibayar setelah PIHAK KEDUA telah menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya pada tahap persiapan sampai dengan penunjukan Kontraktor Pelaksana sebagaimana yang disebut dalam butir 1 a. …………………. …………………. Angsuran kesatu sebesar 20% dari biaya Manajemen Konstruksi yakni sejumlah Rp. yang merupakan jumlah tetap dan pasti (lumpsum fixed price). Besarnya biaya konsultan manajemen konstruksi adalah Rp.. Menyusun berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran..

d. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias. iv. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. o. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. Tanggal ………………………. Gambar-gambar (dokumen lelang). Persyaratan dan Spesifikasi Teknis a. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam suatu Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Manajemen Konstruksi untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta dengan pengesahan pejabat yang berwenang dari Departemen Pekerjaan Umum atau pejabat yang ditunjuk olehnya. Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) : …………………………… Nomor : ………………. Jangka Waktu . i.e diatas dan diterima baik oleh PIHAK PERTAMA. Kerangka Acuan Kerja (KAK) Manajemen Konstruksi. Page 23 f..diadakan serah terima kedua hasil pekerjaan kontraktor pelaksana kepada pihak PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah menyelesaikan seluruh kewajibannya sebagaimana yang disebut dalam butir 1. e. iii. b. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syaratsyarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. j. g. antara lain : i. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. c. m. Semua ketentuan dan peraturan serta Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. f. 5. h. l. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. n. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. k. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. 4. ii. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung.

maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar … % (…… Page 24 persen) dari biaya pekerjaan Manajemen Konstruksi dengan ketentuan bahwa. maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri …………. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya. Sampai dengan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kalender setelah diadakannya serah terima kedua pekerjaan pelaksanaan. prosen) dari biaya pekerjaan Manajemen Konstruksi (umumnya 10%). Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ……………… dan mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. NIP ……………… Catatan : *) Ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan Model perjanjian dengan SPK berlaku hanya untuk pekerjaan yang nilainya sampai RP.% (….. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Manajemen Konstruksi Kepala Satuan Kerja/Pejabat PT/CV ……………………. …………………… *) ……………. b.. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya. b. Page 25 SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI . dengan ketentuan bahwa PIHAK KEDUA. c. Jumlah denda kumulatif ditetapkan maksimum …. Pembuat Komimen…………………… ………………. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dalam batas waktu yang ditetapkan. 6.. a. PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya (umumnya 1-3%). 7. o/oo (………permil) dari biaya pekerjaan Manajemen Konstruksi (umumnya 3 o/oo). Penyelesaian Perselisihan a.50 juta. Sanksi dan Denda.Jangka waktu pelaksanaan terhitung mulai tanggal ditandatanganinya Surat Perintah Kerja oleh PIHAK PERTAMA tanggal ………. maka untuk setiap hari kelambatan pihak konsultan wajib membayar denda kelambatan sebesar ……. Jika terjadi perselisihan dikemudian hari. harus menyerahkan selengkapnya dokumendokumen sebagai hasil pekerjaannya seperti tercantum dalam butir 1 diatas.

yaitu untuk melaksanakan Pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) pada pelaksanaan pekerjaan : ……………... termasuk menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK).. PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut. Nama Perusahaan : …………………………………. tanggal …………. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA.. Nomor : ………………………………… Tanggal : ………………………………… Pada hari ini ………….. tahun ………………. Pada tahap Persiapa Proyek : i. Membantu PIHAK PERTAMA dalam melaksanakan pengadaan konsultan perencana. SATUAN KERJA …………………………………………………………………. Jabatan : Direktur ………………………………….PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI ……………………………………………………………………. yang berwenang dalam bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias (pejabat yang structural yang menunjuk) Nomor : ………………. Yang didirikan dengan Akte Notaris Nomor : …………………. memberi saran . antara lain : a. Nama : …………………………………. Tugas pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK)... di ……………… dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya. Nama : …………………………………. Jabatan (struktural) : ………………………………… Alamat : …………………………………. kami yang bertandatangan di bawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan Manajemen Konstruksi : Antara 1.. Dengan 2. Alamat : …………………………………. Tanggal …………… oleh Notaris ………. telah ditunjuk selaku Kepala satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen………………. Dengan lokasi Pekerjaan : ……………………… 2. bertindak untuk dan atas nama …………………… (nama Badan Usaha). Tanggal ………… bulan………. Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1.

dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan. iv. f. Menyusun laporan dan berita acara dalam rangka kemajuan pekerjaan dan pembayaran angsuran. Membantu Konsultan Perencana dalam pelaksanaan value engineering pada tahap perencanaan secara in house. ii. Review pekerjaan perencanaan dari sudut efisiensi sumber daya serta kemungkinan pelaksanaan. mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. e. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. iii. serta untuk serah terima pekerjaan perencanaan. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh . kuantitas. Mengendalikan program yang meliputi : evaluasi program atas hasil perencanaan. Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. Memeriksa laporan kegiatan perencanaan secara periodik. dan membuat laporan kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. Mengadaka dan memimpin rapat-rapat koordinasi perencanaan.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). strategi pentahapan serta penyusunan dokumen lelang. 2).Page 26 waktu dan strategi pengadaan. serta bantuan evaluasi proses pengadaan rekanan. ii. Perumusan evaluasi status dan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. menyusun laporan hasil rapat koordinasi. evaluasi program atas penyimpangan teknis dan manajerial dari persoalan yang timbul. 3). Pada tahap Perencanaan : i. Mengawasi dan mengikuti penyelenggaraan paket kegiatan loka karya VE 40 Jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana khusus untuk pembangunan bangunan diatas 12. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. Mengadakan evaluasi program kegiatan perencanaan yang diusulkan oleh Konsultan Perencana yang meliputi program penyediaan dan penggunaan sumber-daya. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. menyusun program pelelangan serta membantu kegiatan panitia pelelangan. vii. Page 27 laporan harian. b. Melakukan penelitian kelengkapan dokumen perencanaan dan dokumen perencanaan dan dokumen pelelangan untuk pelaksanaan konstruksi. vi. v. g. serta pengusulan koreksi program. Membantu PIHAK PERTAMA menyiapkan kontrak perjanjian pekerjaan perencanaan. 4). pemeliharaan pekerjaan. Memberikan konsultasi kegiatan perencanaan yang terdiri atas : 1). d. evaluasi program atas perubahan lingkungan. c. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala.

i. Bersama Konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung. Tanggal : ………………………………………………. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan.Kontraktor Pelaksana. h. j. Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : ……………………………………………. l. Membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pendaftaran gedung sebagai bangunan gedung Negara. DIPA : ………………………………………………. e.. k. yaitu : a. Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perjanjian ini. b. Tanggal : ……………………………………………. Membantu PIHAK PERTAMA dalam pengurusan IPB (Ijin Penggunaan Bangunan) dari Pemerintah Daerah Tingkat II setempat. Surat Keputusan Pemenang Lelang Nomor : …………………………………………….. Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… c. Surat Usulan Calon Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… d. Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 2. Tanggal : ……………………………………………. Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built drawings) sebelum serah terima pertama. dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan. Page 28 f. . Menyusun daftar cacat-cacat/ kerusakan sebelum serah terima pertama. Nomor : ……………………………………………….

Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. d. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. b. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. f. 2. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi.Addendum (bila ada) 3. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN 1. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. e. l. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. h. d. i. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan Manajemen Konstruksi yang ditetapkan. sehingga pelaksanaan pekerjaan manajemen konstruksi . b. k. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. j. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : a. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. antara lain : a. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. c. g. c. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. m. Page 29 n. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi.

5. Buku harian. Laporan rapat di lapangan (site meeting). Kelancaran pelaksanaan proyek yang berhubungan dengan manajemen konstruksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA.sesuai dengan Surat Perjanjian ini. Bahan-bahan yang datang. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. 7. dan memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA tentang kelainan yang ditemukan dan mengusulkan cara penyelesaiannya sesuai standar dan ketentuan serta peraturan yang berlaku. Page 30 2. 5. 7. 10. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 surat perjanjian ini dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh PIHAK KEDUA. Laporan Akhir Pekerjaan Manajemen Konstruksi. akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA sehubungan dengan pekerjaan ini. 6. Waktu pelaksanaan pekerjaan. Gambar rincian pelaksanaan (shop drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI Hasil pekerjaan pengawasan disamping harus sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja. 6. e. yang masing-masing terdiri dari : 1. 3. 9. 4. Kelengkapan dokumen pendaftaran bangunan gedung Negara lengkap dengan lampiranlampirannya. 8. Alat-alat. Kontraktor Pelaksana. diterima atau ditolak. b. dan PIHAK KEDUA. Tenaga kerja. 9. . Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan. berisi keterangan tentang : a. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah Kurang. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas segala kerugian PIHAK PERTAMA. 3. 4. d. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran. yang memuat semua kejadian. Laporan harian. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan baik langsung ataupun tidak langsung turut serta baik sebagai Sub Kontraktor maupun pemasok bahan dari pekerjaan ini. PIHAK KEDUA wajib melaksanakan periksa ulang semua Dokumen Teknis sesuai keahliannya. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian. perintah/petunjuk yang penting dari PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada pihak lain. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dan Manual Peralatanperalatan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. 8. c. harus diserahkan kepada PIHAK PERTAMA minimal dalam rangkap 5 (lima).

. ………………. ………………. b. …………………… ( …………… ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai ………… %. Pasal 7 CARA PEMBAYARAN 1. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan manajemen konstruksi sebagaimana tercantum dalam pasal 4 surat perjanjian ini. dan . ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana telah mencapai 100 % (serah terima pertama). dengan ketentuan sebagai berikut : a.. Jumlah biaya tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak. Pembayaran tahap ketiga sebesar …….. Nomor : ………………………. ( …………………………………. ( ………………………………. tanggal …………… Tahun Anggaran ………………/………… 2. Page 31 Pasal 6 BIAYA MANAJEMEN KONSTRUKSI 1.Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. Pembayaran biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan prestasi pekerjaan pemborongan. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. terhitung mulai tanggal ……………………..) dan merupakan biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price). (Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja dari PIHAK PERTAMA) sampai dengan dilaksanakannya Serah Terima Kedua pekerjaan konstruksi fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan manajemen konstruksi sampai selesai 100% yang disebut dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini... yang dibebankan pada Satuan Kerja : ………………………………… sesuai dengan DIPA/RKA-KL …………………………….. ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai …. %. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan tersebut dalam ayat 1 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA kecuali adanya “keadaan memaksa” seperti diatur dalam Pasal 14 Surat Perjanjian ini. Besarnya biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp ………………… (………………………………………………. yang mengakibatkan bahwa adanya perpanjangan/ penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum). % dari biaya manajemen konstruksi yakni sejumlah Rp.% dari biaya manajemen konstruksi yakni sejumlah Rp.% dari biaya manajemen konstruksi yakni sejumlah Rp. 2. yang telah disetujui/disahkan oleh PIHAK PERTAMA. Pembayaran tahap kedua sebesar …. Pembayaran tahap kesatu sebesar ………….. atau adanya surat perintah penambahan pekerjaan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. c.

) dibayar setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua pekerjaan konstruksi fisik. 4. keahlian serta . dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 9 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1. Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai temple Rp 6. maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa berlakunya dan harus dijamin tidak ada waktu senggang antaranya. d. 3. Pasal 10 TENAGA KERJA DAN UPAH 1. PIHAK KEDUA diwajibkan menyediakan tenaga kerja yang cukup jumlah. Selambat-lambatnya pada saat perjanjian ini ditanda tangani. Agar pekerjaan pengawasan berjalan seperti yang ditetapkan. Pembayaran tahap keempat/terakhir sebesar 10% dari jumlah biaya pekerjaan manajemen konstruksi yakni sejumlah Rp. maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA Surat Jaminan Pekerjaan Manajemen Konstruksi berupa Surat Jaminan Bank Umum atau Perusahaan Asuransi Kerugian sebesar 5 % dari biaya manajemen konstruksi atau sejumlah Rp ………………………. 2. setelah Serah Terima II pekerjaan konstruksi fisik dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugasnya. 2. 2. Dalam hal PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian ini dan terjadi pemutusan hubungan perjanjian sesuai pasal 15. (………………………………….(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Surat Jaminan tersebut pada ayat 1 pasal ini. ………………… (…………………………. Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak Page 32 Pasal 8 JAMINAN PELAKSANAAN PENGAWASAN 1.PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas manajemen konstruksi dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA..000. serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan manajemen konstruksi sesuai pasal 4 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA.). diserahkan kembali oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Bila jangka waktu berlakunya Surat Jaminan Pekerjaan Manajemen Konstruksi berakhir sebelum dilaksanakannya Serah Terima Dokumen pekerjaan seperti dalam ayat 2 pasal ini. maka jaminan pelaksanaan manajemen konstruksi menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA. Segala pajak-pajak sehubungan pekerjaan pengawasan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA.

maka untuk setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan “denda kelalaian” sebesar … % ( ……… persen) dari biaya pengawasan. prosen) dari jumlah biaya pengawasan ( umumnya 10%). 3. Ditempat pekerjaan pengawasan harus selalu ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai Pimpinan Manajemen Konstruksi / Tenaga Ahli. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugas dan kewajibannya sesuai Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA. % ( ……. 2. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. Penunjukan Pemimpin Manajemen Konstruksi /Tenaga Ahli ini yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan.ketrampilannya. harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. Pasal 12 SANKSI DAN DENDA 1. maka PIHAK KEDUA setuju akan diberi biaya pekerjaan manajemen konstruksi sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam menjalankan tugas pengawasan tersebut. Page 33 Pasal 11 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA 1. 2. maka PIHAK PERTAMA akan menolak tenaga ahli tersebut dan memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA segera mengganti pengawas/tenaga ahli lain yang memenuhi syarat sebagaimana yang diminta oleh PIHAK PERTAMA. dengan kewajiban PIHAK KEDUA tetap harus memperbaiki kelalaian yang diperingatkan tersebut (umumnya 1-3%). Jumlah denda kumulatif tersebut dalam ayat 1 diatas ditetapkan maksimum sebesar …. 3. sehubungan dengan pekerjaan manajemen konstruksi ini. kualifikasi tenaga maupun jumlah tenaga yang telah ditetapkan.. Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan pengawasan bertentangan dengan Surat Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kerugian tersebut. Ongkos-ongkos dan upah kerja yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA. yang mempunyai wewenang/kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA. 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya. 2. . 4. 3. dan dapat menerima/memberikan/ memutuskan segala petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA. Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 10 ayat 1 Surat Perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi. Tenaga Ahli Manajemen Konstruksi yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi persyaratan yang diperlukan. 4. PIHAK KEDUA harus menggunakan bentuk organisasi jumlah dan kualifikasi tenaga ahli dengan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Manajemen Konstruksi (KAK) yang telah disetujui oleh Kedua belah pihak.

Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan memaksa” tersebut. Page 34 Pasal 13 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN 1. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. c. maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan memaksa” tersebut. pemberontakan. b. Denda-denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini. setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA. tanah longsor. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan Memaksa. Pasal 14 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 1. huru-hara. kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan kontraktor). maka : a. Biaya manajemen konstruksi atas bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. akan diperhitungkan dalam pembayaran yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. d. yaitu : a. Perang. Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan manajemen konstruksi tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. c. makar. Apabila terjadi “keadaan memaksa”.5. Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA). 2. akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini. revolusi. dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban Page 35 keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK . PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. b. Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah. badai dan banjir). PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA. Apabila selama ………… (…………………………………. d. Bencana alam (gempa bumi. f. e.. 2. Yang dimaksud “keadaan memaksa” dalam perjanjian ini adalah peristiwa-peristiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak.

g. Apabila “keadaan memaksa” itu ditolak oleh PIHAk PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan Pasal 5. b. maka perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. 3. Page 36 4. karena kelalaian PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas pekerjaan manajemen konstruksi sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 4 Surat Perjanjian ini. tetapi berhak atas pembayaran prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan serta kerugian Negara. Pasal 16 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. maka akan . f. Pasal 15 Surat Perjanjian ini. 3.KEDUA. Selain yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. h. e. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. 2. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. PIHAK KEDUA memberikan keterangan yang tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan Pekerjaan Manajemen Konstruksi ini. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam Pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati. maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA. Dalam waktu satu bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan manajemen konstruksi yang telah dimulainya. 2. Jika terjadi Pemutusan Perjanjian Manajemen Konstruksi ini. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : a. d. Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal terbitnya Surat Keputusan Penunjukan PIHAK KEDUA tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan manajemen konstruksi sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan manajemen konstruksi ini. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Manajemen Konstruksi lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 diatas. Dalam hal adanya pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. Pasal 12. sebagaimana seperti dalam Pasal 12 ayat 2 Perjanjian ini. Telah dikenakan denda yang kumulatif sebesar 10% (sepuluh prosen) dari biaya pekerjaan pengawasan. Pasal 15 PEMUTUSAN PERJANJIAN 1. c. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak.

b. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. Pasal 17 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian manajemen konstruksi ini. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pekerjaan manajemen konstruksi ini. maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri…………. dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : a. ……………………… …………………………………. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. *)…………………….diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. 3. NIP . 4. Surat Perjanjian Pekerjaan Manajemen Konstruksi ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di ……………………… pada hari dan tanggal tersebut diatas. Pasal 18 PENUTUP 1. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak. yang dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak. dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama. ……………… Komitmen …………………………. Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota.. Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. Page 37 PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat PT/CV. 3.) bermeterai cukup. 2. dan dinyatakan berlaku sejak diterbitkannya Surat Perintah Kerja (atau Mulai Kerja) dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. ……………………………. Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota.. Dalam Surat Perjanjian tidak boleh ada tipp-ex dan tulisan tangan (nomor dan tanggal Misalnya) dan masing-masing lembaran diparaf oleh pihak pertama dan pihak kedua. Catatan : *) Ditandatangani penanggung jawab perusahaan Pasal 8 (Jaminan Pelaksanaan) berlaku untuk pekerjaan dengan nilai Rp 50 juta keatas. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. dan c. Surat Perjajian ini dibuat dalam rangkap …… (………. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri …………………………. beserta segala akibat hukumnya. ...

Dan seterusnya. . g.Page 38 LAPORAN PEKERJAAN MK SATUAN KERJA : ……………………… …………………………………………….. Pelaksanaan kegiatan manajemen konstruksi tersebut meliputi (laporan lengkap terlampir) : a. b. (……………………………………………. Pekerjaan :………………………………………………. b. e. ………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………. DIPA : Nomor :………………………………. Waktu Pekerjaan MK : Tgl mulai :……………………………… Tgl selesai :……………………………… Jml.minggu :……………………………… 2. d. …………………………………………. c. f. Satuan Kerja :……………………………………………….) h. c... Lokasi :………………………………………………. e. LAPORAN PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………… LAMPIRAN : 1 (satu) set Laporan 1. d. Tanggal :………………………………. ………………………………………………………………………. Konsultan MK :………………………………………………. SPK Manajemen Konstruksi Tanggal :………………………………. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor :………………………………. Telah melaksanakan pekerjaan Manajemen Konstruksi untuk : a. ………………………………………………………………………. Biaya Pekerjaan MK : Rp..

3. % (……………. Kontraktor Pelaksana : PT/CV ……………………………. Berdasarkan laporan pekerjaan pelaksanaan Nomor : …………….. Page 39 Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya. : ……………………… .Penanggung jawab lapangan dari perusahaan **) Diisi Nama Satuan Kerja yang bersangkutan Page 40 BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN MK SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Pelaksanaan Tanggal : …………………… Kemajuan pekerjaan telah mencapai prestasi sebesar : ……….. BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN MK PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. b. ………………… *) ………………………….) prosen. Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : . PT/CV …………………………. Minggu ke …… tanggal …………… yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana dan diperiksa oleh Konsultan Manajemen Konstruksi bahwa : a. ………………………. NIP. ……………………………. Diketahui oleh : Dibuat oleh : Tim Teknis Satuan Kerja/ Konsultan Manajemen Konstruksi PPK**) ………………………….Penanggung jawab perusahaan dan atau .

Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : …………………….. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……….. Alamat kantor : ………………………………………………………... Nama : …………………………………………………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK ……………………..... Surat Perjanjian Pekerjaan Manajemen Konstruksi/SPK Nomor : ……………………………. Pada hari ini... Tanggal : ………………………………………….. Pekerjaan : ……………………………………………… 2.. Tanggal : …………………………………………. Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I.. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. Minggu ke : ……………. tanggal …………………….. Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Pekerjaan MK dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan MK untuk : Page 41 1.*) : Laporan Pekerjaan MK Nomor : …………….... Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. 2. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………. Kedua belah pihak berdasarkan : 1.. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : ………………………………………….. tanggal ………………………. Nomor : ………………………………………….LAMP. Tanggal : ……………. ...

Dan seterusnya : ……...) rangkap Demikian Berita Acara Serah Terima pekerjaan manajemen konstruksi ini dibuat dan ditandatangani di ………………………… pada tanggal tersebut diatas. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya.. …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 42 BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI (MK) UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. …………………………………. DIPA : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 Penyerahan sebagaimana yang dimaksud pasal 1 diatas termasuk meliputi (sesuai Surat Perjanjian Pekerjaan Manajemen Konstruksi) : 1. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Manajemen Konstruksi Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV. …. (………………………….Lokasi : ……………………………………………… 3. Satuan Kerja : ……………………………………………… 4.. : ……. BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN MANAJEMEN KONS.) rangkap 2. Laporan mingguan.. Nip. ……………………………… ………………………………… *) …………………………. UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… .. (…………………………. …………………….

... Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II.... Tanggal : ………………………………………….. Dengan ini menyatakan : 1..... Pekerjaan : .. …………………….. Pada hari ini......... Minggu ke : …………….. c.............. : ……………………… LAMP... Kedua belah pihak telah setuju dan sepakat bahwa..*) : Laporan Pekerjaan MK Nomor : ……………... Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : ………………………………………….... Tanggal : ………………………………………….... Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………...... …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ………............. b. Nomor : …………………………………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA..... Jabatan : Kepala Satuan Kerja/ PPK . Alamat kantor : ………………………………………………………..... Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris …………………………….... Tanggal : …………….. untuk : a............ Nama : …………………………………………………………... Lokasi : . Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I........……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL.... Satuan Kerja : ..

= Rp.............. ………………………… c... Angsuran ke …...... = Rp............. ………………………… b..... ......... = Rp........... Tanggal : . Page 43 2.............. DIPA : Nomor : .. Konsultan MK : .............) prosen........f diatas...... Prestasi pekerjaan manajemen konstruksi telah mencapai kemajuan sebesar : ..................... ………………………… 4................................... SPK Manajemen Konstruksi Tanggal : ........... ayat ......................................... e... Kepada PIHAK KEDUA... d.................... Pada angsuran pembayaran Ini PIHAK KEDUA berhak Dibayarkan sebesar : = Rp............... 3.. pada tanggal tersebut diatas........... maka PIHAK KEDUA telah berhak menerima dari PIHAK PERTAMA sejumlah : ..% (........................ Biaya Pekerjaan MK : Rp............................... % x Rp ............................. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : ....... Angsuran ke ….... ………………………… Terbilang : (………………………………………………………) Demikian Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Manajemen Konstruksi ini dibuat dan ditandatangani di . PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Manajemen Konstruksi Kepala Satuan Kerja/PPK .. = Rp.. f........... Berdasarkan pasal ....... g............. ………………………… ------------------------------------Jumlah yang telah dibayarkan = Rp..... Angsuran ke …........ dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya..... . (………………………………) kali angsuran pembayaran yaitu : a...... Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Manajemen Konstruksi tersebut butir 1........ telah dibayarkan : ..................................

sehingga dapat memenuhi kriteria teknis bangunan yang layak dari segi mutu. serta berkontribusi positif bagi perkembangan arsitektur di Indonesia. biaya. Pemberi jasa perencanaan untuk bangunan gedung Negara perlu diarahkan secara baik dan menyeluruh. ……………………………… ………………………………… **) …………………………. Setiap bangunan gedung negara harus direncanakan. 4. …………………………… Catatan : *) Untuk BA 100% juga dilampirkan BA serah terima pekerjaan **) Penanggung jawab perusahaan Page 44 Lampiran II : Keputusan Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara Nomor: 154/KEP/BP-BRR/X/2006 LAMPIRAN II 1. MAKSUD DAN TUJUAN i. Nip. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan . sehingga mampu memenuhi secara optimal fungsi bangunannya. UMUM 1. KONTRAK PEKERJAAN PERENCANAAN 4. sehingga mampu menghasilkan karya perencanaan teknis bangunan yang memadai dan layak diterima menurut kaidah. andal. PENDAHULUAN A. norma serta tata laku profesional. Kerangka Acuan Kerja (KAK) untuk pekerjaan perencanaan perlu disiapkan secara matang sehingga memang mampu mendorong perwujudan karya perencanaan yang sesuai dengan kepentingan proyek.. …………………………………. Setiap bangunan gedung negara harus diwujudkan dengan sebaik-baiknya. dirancang dengan sebaik-baiknya. dan kriteria administrasi bagi bangunan Gedung Negara. BERITA ACARA PEKERJAAN PERENCANAAN Page 45 KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEKERJAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI …………………………………………………………………… SATUAN KERJA/PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………… I. dan dapat sebagai teladan bagi lingkungannya. 3. B. KERANGKA ACUAN KERJA PEKERJAAN PERENCANAAN 2. …………………….PT/CV. 2. SURAT PERINTAH KERJA PEKERJAAN PERENCANAAN 3..

D. II. Dan seterusnya. ii. keluaran dan proses yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterpretasikan ke dalam peleksanaan tugas perencanaan. dan konsultasi dengan pemerintah daerah setempat mengenai peraturan daerah/perijinan bangunan. site/tapak bangunan. yang dapat meliputi tugas-tugas perencanaan lingkungan. azas. LINGKUP PROYEK 1. Dengan penugasan ini diharapkan Konsultan Perencana dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai KAK ini. …………………………………………………………… b. 3. Penyusunan prarencana seperti rencana tapak. dan IMB pendahuluan dari Pemerintah Daerah setempat.Perencana yang memuat masukan. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. Untuk penyelenggaraan Proyek termaksud. dan mengurus perijinan sampai mendapatkan keterangan rencana kota. (sesuai DIPA). keterangan persyaratan bangunan dan lingkungan. Lingkup pekerjaan adalah (sesuai RKA-KL) : a. KEGIATAN PERENCANAAN Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh konsultan Perencana adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku. Pemegang Mata Anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias. Menyelenggarakan paket kegiatan loka karya value engineering (VE) selama . Tanggal …………… dengan susunan organisasi seperti pada lampiran. Dan SK pembentukan Panitia Lelang/Pengadaan/ Penunjukan langsung Nomor : Page 46 …………………………. Lingkup proyek adalah Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi …………………………………. LATAR BELAKANG 1. C. dan perencanaan fisik bangunan gedung Negara yang terdiri dari : a. kriteria. prarencana bangunan termasuk program dan konsep ruang. perkiraan biaya. b. khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. 2. Tanggal ………………. membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK. dibentuk Organisasi Pengelola Satuan Kerja berdasarkan Surat Keputusan Kepala Satuan Kerja Nomor : ………………………. ……………………………………………………………… c. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian lingkup Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen……………………… 2. c. Persiapan perencanaan seperti mengumpulkan data dan informasi lapangan (termasuk penyelidikan tanah sederhana).

2. Penyusunan pengembangan rencana. b. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus memenuhi persyaratan standar hasil karya perencanaan yang berlaku. e. 4. Rencana struktur. pertimbangan dan rekomendasi tentang penggunaan bahan. Gambar-gambar detail arsitektur. 2. antara lain membuat : 1. Rincian volume pelaksanaan pekerjaan. termasuk menyusun berita acara penjelasan pekerjaan. beserta uraian konsep dan visualisasi atau studi market yang mudah dimengerti oleh pemberi tugas. Penyusunan rencana detail antara lain membuat : a. rencana anggaran biaya pekerjaan konstruksi. Menyusun buku petunjuk penggunaan peralatan bangunan dan perawatannya termasuk petunjuk yang menyangkut peralatan dan perlengkapan mekanikalelektrikal bangunan. Rencana arsitektur. d. . beserta uraian konsep dan perhitungannya. d. Perkiraan biaya. Konsultan Perencanaan bertanggung jawab secara professional atas jasa perencanaan yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku. 3. Memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang timbul selama masa pelaksanaan konstruksi. detail utilitas yang sesuai dengan gambar rencana yang telah disetujui. f. g. Page 47 c. Laporan akhir perencanaan. 4. menyusun kembali dokumen pelelangan. b. Melakukan penyesuaian gambar dan spesifikasi teknis pelaksanaan bila ada perubahan. b.40 (empat puluh) jam secara in house (khusus untuk pembangunan bangunan gedung diatas luas 12. TANGGUNG JAWAB PERENCANAAN a. h. seperti membantu Kepala satuan Kerja/ Pejabat pembuat Komitmen di dalam menyusun dokumen pelelangan dan membantu panitia pelelangan menyusun program dan pelaksanaan pelelangan. Memberikan saran-saran. 3. i. Mengadakan pengawasan berkala selama pelaksanaan konstruksi fisik dan melaksanakan kegiatan seperti : 1. Secara umum tanggung jawab konsultan adalah minimal sebagai berikut : 1. evaluasi penawaran. Rencana utilitas. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). detail struktur.000 M2 atau diatas 8 lantai). Membantu panitia pelelangan pada waktu penjelasan pekerjaan. Membuat laporan akhir pengawasan berkala. beserta uraian konsep dan perhitungannya. Mengadakan persiapan pelelangan. dan melaksanakan tugas-tugas yang sama apabila terjadi lelang ulang.

termasuk melalui KAK ini. Pajak dan iuran daerah lainnya. Materi dan penggandaan laporan. dan pedoman teknis bangunan gedung yang berlaku untuk bangunan gedung pada umumnya dan yang khusus untuk bangunan gedung Negara. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 yaitu : a. Jasa dan overhead Perencanaan. standar. 2. e. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah memenuhi peraturan. b. seperti dari segi pembiayaan. d. Biaya rapat-rapat.. B I A Y A A. Besarnya biaya pekerjaan perencanaan mengikuti Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah mengakomodasi batasan-batasan yang telah diberikan oleh proyek. 4. Untuk pekerjaan standar berlaku maksimum sesuai yang tercantum dalam tabel A1. Loan Nomor : ………………. Page 48 IV. DIPA Nomor : ……………….. Sewa kendaraan. yang terdiri dari : 1. Besarnya biaya konsultan Perencanaan merupakan biaya tetap dan pasti.. sesuai dengan ketentuan billingrate yang berlaku.2. 1. Pembayaran biaya Konsultan Perencana didasarkan pada prestasi kemajuan pekerjaan perencanaan. 7. tanggal ……………………. Biaya Perencanaan. 2. Ketentuan pembiayaan lebih lanjut mengikuti surat perjanjian pekerjaan perencanaan yang dibuat oleh Kepala satuan kerja/Pejabat pembuat Komitmen dan Konsultan Perencana. Tabel B1 dan Tabel D. Pembelian dan atau sewa peralatan. Perjalanan (local maupun luar kota). tanggal ……………………. Bila terdapat pekerjaan non standar. c. maka dihitung secara orang-bulan dan biaya langsung yang dapat diganti. Sumber Dana Sumber Dana dari keseluruhan pekerjaan perencanaan di bebankan pada : 1. 5. 8. B.. waktu penyelesaian pekerjaan dan mutu bangunan yang akan diwujudkan. 6. ii. 3. 3. Honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang. serta dan non standar dan harus terbaca dalam suatu rekapitulasi akhir yang menyebut angka dan huruf. iii. Biaya pekerjaan Konsultan Perencana dan tata cara pembayaran diatur secara kontraktual setelah melalui tahapan proses pengadaan konsultan perencana sesuai peraturan yang berlaku. . Pengaturan komponen pembiayaan pada butir a) dan b) diatas adalah dipisahkan antara bangunan standar.

3. Dan lain-lain. Page 49 V. K E L U A R A N Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Perencana berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam surat perjanjian, yang minimal meliputi : a. Tahap Konsep Rencana Teknis 1. Konsep penyiapan rencana teknis, termasuk konsep organisasi, jumlah dan kualifikasi tim perencana, metoda pelaksanaan, dan tanggung jawab perencanaan. 2. Konsep skematik rencana teknis, termasuk program ruang, organisasi hubungan ruang, dll. 3. Laporan data dan informasi lapangan, termasuk penyelidikan tanah sederhana, keterangan rencana kota, dll. b. Tahap Pra-rencana Teknis 1. Gambar-gambar rencana tapak. 2. Gambar-gambar pra-rencana bangunan. 3. Perkiraan biaya pembangunan. 4. Garis besar rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). 5. Hasil konsultasi rencana dengan Pemda setempat. 6. Gambar perspektif dan market (sepanjang diwajibkan). 7. Laporan hasil kegiatan lokakarya value engineering (khusus untuk bangunan diatas 12.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). c. Tahap Pengembangan Rencana 1. Gambar pengembangan rencana arsitektur, struktur utilitas. 2. Uraian konsep rencana dan perhitungan-perhitungan yang diperlukan. 3. Draft rencana anggaran biaya. 4. Draft rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). d. Tahap Rencana Detail 1. Gambar rencana teknis bangunan lengkap. 2. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). 3. Rencana kegiatan dan volume pekerjaan (BQ). 4. Rencana anggaran biaya (RAB). Page 50 5. Laporan perencanaan arsitektur, struktur, utilitas, lengkap dengan perhitunganperhitungan yang diperlukan. e. Tahap pelelangan 1. Dokumen tambahan hasil penjelasan pekerjaan, 2. Laporan bantuan teknis dan administratif pada waktu pelelangan. f. Tahap Pengawasan Berkala 1. Laporan pengawasan berkala. 2. Dokumen petunjuk penggunaan, pemeliharaan, dan perawatan peralatan/ perlengkapan/bangunan (bila ada). VI. K R I T E R I A

A. Kriteria Umum : Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh konsultan perencana seperti yang dimaksud pada KAK harus memperhatikan kriteria umum bangunan disesuaikan berdasarkan fungsi dan kompleksitas bangunan, yaitu : 1. Persyaratan Peruntukan dan Intensitas : a. menjamin bangunan gedung didirikan berdasarkan ketentuan tata ruang dan tata bangunan yang ditetapkan di Daerah yang bersangkutan, b. menjamin bangunan dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya, c. menjamin keselamatan pengguna, masyarakat, dan lingkungan. 2. Persyaratan Arsitektur dan Lingkungan : a. menjamin terwujudnya bangunan gedung yang didirikan berdasarkan karakteristik lingkungan, ketentuan wujud bangunan, dan budaya daerah, sehingga seimbang, serasi dan selaras dengan lingkungannya (fisik, sosial dan budaya). b. Menjamin terwujudnya tata ruang hijau yang dapat memberikan keseimbangan dan keserasian bangunan terhadap lingkungannya. c. Menjamin bangunan gedung dibangun dan dimanfaatkan dengan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. 3. Persyaratan Struktur Bangunan : a. menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dapat mendukung beban yang timbul akibat perilaku alam dan manusia. Page 51 b. Menjamin keselamatan manusia dari kemungkinan kecelakaan atau luka yang disebabkan oleh kegagalan struktur bangunan. c. Menjamin kepentingan manusia dari kehilangan atau kerusakan benda yang disebabkan oleh perilaku struktur. d. Menjamin perlindungan properti lainnya dari kerusakan fisik yang disebabkan oleh kegagalan struktur. 4. Persyaratan Ketahanan terhadap Kebakaran : a. menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dapat mendukung beban yang timbul akibat perilaku alam dan manusia. b. Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dibangun sedemikian rupa sehingga mampu secara struktural stabil selama kebakaran, sehingga : i. cukup waktu bagi penghuni melakukan evakuasi secara aman, ii. cukup waktu bagi pasukan pemadam kebakaran memasuki lokasi untuk memadamkan api, iii. dapat menghindari kerusakan pada property lainnya. 5. Persyaratan Sarana Jalan Masuk dan Keluar : a. menjamin terwujudnya bangunan gedung yang mempunyai akses yang layak, aman dan nyaman ke dalam bangunan dan fasilitas serta layanan di dalamnya. b. Menjamin terwujudnya upaya melindungi penghuni dari kesakitan atau luka saat evakuasi pada keadaan darurat.

c. Menjamin tersedianya aksesibilitas bagi penyandang cacat, khususnya untuk bangunan fasilitas umum dan sosial. 6. Persyaratan Transportasi dalam Gedung : a. menjamin tersedianya sarana transportasi yang layak, aman, dan nyaman di dalam bangunan gedung. b. Menjamin tersedianya aksesibilitas bagi penyandang cacat, khususnya untuk bangunan fasilitas umum dan sosial. 7. Persyaratan Pencahayaan Darurat, Tanda arah Keluar, dan Sistem Peringatan Bahaya : a. menjamin tersedianya pertandaan dini yang informatif di dalam bangunan gedung apabila terjadi keadaan darurat. b. Menjamin penghuni melakukan evakuasi secara mudah dan aman, apabila terjadi keadaan darurat. Page 52 8. Persyaratan Instalasi Listrik, Penangkal Petir dan Komunikasi : a. menjamin terpasangnya instalasi listrik secara cukup dan aman dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. b. Menjamin terwujudnya keamanan bangunan gedung dan penghuninya dari bahaya akibat petir. c. Menjamin tersedianya sarana komunikasi yang memadai dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. 9. Persyaratan Instalasi Gas : a. menjamin terpasangnya instalasi gas secara aman dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. b. Menjamin terpenuhinya pemakaian gas yang aman dan cukup. c. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan gas secara baik. 10. Persyaratan Sanitasi dalam Bangunan : a. menjamin tersedianya sarana sanitasi yang memadai dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. b. Menjamin terwujudnya kebersihan, kesehatan dan memberikan kenyamanan bagi penghuni bangunan dan lingkungan, c. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan sanitasi secara baik. 11. Persyaratan Ventilasi dan Pengkondisian Udara : a. menjamin terpenuhinya kebutuhan udara yang cukup, baik alami maupun buatan dalam menunjang terselenggaranya kegiatan dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. b. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan tata udara secara baik. 12. Persyaratan Pencahayaan :

B. seperti faktor sosial budaya setempat. menjamin terpenuhinya kebutuhan pencahayaan yang cukup. 3. efisien. Dikaitkan dengan upaya pelestarian atau konservasi bangunan yang ada. C. dan lain-lain. b. menjamin terwujudnya kehidupan yang nyaman dari gangguan sura dan getaran yang tidak diinginkan. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan pencahayaan secara baik. b. baik alami maupun buatan dalam menunjang terselenggaranya kegiatan dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. biaya investasi dan pemeliharaan bangunan sepanjang umurnya. Kriteria Khusus Kriteria khusus dimaksudkan untuk memberikan syarat-syarat yang khusus. Dengan batasan tidak mengganggu produktivitas kerja. antara dan pokok yang . Bangunan gedung Negara hendaknya fungsional. E. hendaknya diusahakan serendah mungkin. Kesatuan perencanaan bangunan dengan lingkungan yang ada disekitar. Bangunan gedung Negara hendaknya dapat meningkatkan kualitas lingkungan. PROSES PERENCANAAN A. misalnya : 1. terutama sebagai bangunan pelayanan kepada masyarakat. Dalam proses perencanaan untuk menghasilkan keluaran-keluaran yang diminta. Page 53 13.a. 2. Persyaratan Kebisingan dan Getaran : a. segi teknis lainnya. Menjamin adanya kepastian bahwa setiap usaha atau kegiatan yang menimbulkan dampak negatif suara dan getaran perlu melakukan upaya pengendalian pencemaran dan atau mencegah perusakan lingkungan. di dalam melaksanakan tugasnya konsultan Perencana hendaknya memperhatikan azas-azas bangunan gedung Negara sebagai berikut : A. Dalam pertemuan berkala tersebut ditentukan produk awal. seperti dalam rangka implementasi penataan bangunan dan lingkungan. D. spesifik berkaitan dengan bangunan gedung yang akan direncanakan. VII. sehingga bangunan dapat dilaksanakan dalam waktu yang pendek dan dapat dimanfaatkan secepatnya. dan menjadi acuan tata bangunan dan lingkungan di sekitarnya. menarik tetapi tidak berlebihan. baik dari segi fungsi khusus bangunan. tetapi pada kemampuan mengadakan sublimasi antara fungsi teknik dan fungsi sosial bangunan. VIII. B. Desain bangunan hendaknya dibuat sedemikian rupa. konsultan Perencana harus menyusun jadwal pertemuan berkala dengan Pengelola Satuan Kerja. Kreatifitas desain hendaknya tidak ditekankan pada kelatahan gaya dan kemewahan material. Page 54 B. geografi klimatologi. Solusi dan batasan-batasan kontekstual. A Z A S – A Z A S Selain dari kriteria diatas.

jenis. IX. perkerasan. Air bersih : 1. Perlengkapan/peralatan khusus. Dalam pelaksanaan tugas. Tahun mendatang (umumnya 5 tahun). Kebutuhan (sekarang dan proyeksi mendatang). Keinginan tentang ruang-ruang tertentu. Keinginan tentang kemungkinan perubahan fungsi ruang/bangunan. baik yang berasal dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen maupun yang dicari sendiri. peruntukan tanah. perincian penggunaan lahan. iii. ) hari kalender. berat. atau selambat-lambatnya tanggal ……………. Kesalahan/kelalaian pekerjaan perencanaan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab Konsultan Perencana. c. Jangka waktu pelaksanaan. . penunjang. pelengkap. Keinginan-keinginan tentang utilitas bangunan seperti : i. vi. konsultan Perencana harus mencari informasi yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Kepala satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini. Kegiatan utama. kondisi tanah (hasil soil test). Konsultan Perencana harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya. ii. ii. 2. b. C. MASUKAN A. Kebutuhan bangunan : i. Informasi tentang lahan. meliputi : i.harus dihasilkan konsultan sesuai dengan rencana keluaran yang ditetapkan dalam KAK ini. Dalam hal ini informasi yang diperlukan dan harus diperoleh untuk bahan perencanaan diantaranya mengenai hal-hal sebagai berikut : a. ( ……………………. batas-batas. program ruang. Untuk melaksanakan tugasnya. v. d. iv. konsultan harus selalu memperhitungkan bahwa waktu pelaksanaan pekerjaan adalah mengikat. vii. keadaan air tanah. koefisien lantai bangunan. penghijauan dan lain-lain. dan topografi. koefisien dasar bangunan. keinginan tentang organisasi / pemanfaatan ruang. I n f o r m a s i 1. Pemakai bangunan : i. f. kondisi fisik lokasi seperti : luasan.. Page 55 iii. iv. e. struktur organisasi. baik yang berhubungan dengan pemakai atau perlengkapan yang akan digunakan dalam ruang tersebut. ii. dan dimensinya. D. 3. khususnya sampai diserahkannya dokumen perencanaan untuk siap dilelangkan adalah …. jumlah personil-personil sekarang dan proyeksi pengembangan untuk ……….

Orang . ii. 3. v. Air kotor dan sampah. Tata Udara/ A. beban (Ton ref). interval dan waktu tunggu (Waiting Time). Air hujan dan air buangan : 1. TENAGA Untuk melaksanakan tujuannya. Pengaman dari bahaya pencurian dan perusakan (bila dipersyaratkan) : viii. x. kebutuhan titik pembicaraan. sumber air. spesifikasi). 2. 2. 3. Jaringan listrik : 1. 2. Tenaga-tenaga ahli yang dibutuhkan dalam kegiatan perencanaan minimal terdiri dari : (kualifikasi masing-masing tenaga ahli disesuaikan berdasarkan kebutuhan/ kompleksitas proyek). Orang 2. (bila dipersyaratkan) 1. intercom). letak saluran kota. konsultan Perencana harus menyediakan tenaga yang memenuhi ketentuan proyek. Dan lain-lain sesuai keperluannya. telex. 3. Utilitas : …………………………. B. Page 56 ix. 2. sistem yang diinginkan. penggunaan escalator dan conveyor. 2. radio. 1. cara pembuangan keluar tapak. Penanggulangan bahaya kebakaran (bila dipersyaratkan) : vii. Orang c. baik ditinjau dari segi lengkap (besar) proyek maupun tingkat kompleksitas pekerjaan. Jaringan komunikasi (telepon. Orang b. sumber daya dan spesifikasinya. iv. Arsitektur : …………………………. jaringan dan kapasitasnya.C. 1. sistim yang dipilih. Type dan kapasitas yang akan dipilih. cadangan apabila dibutuhkan (kapasitas. kebutuhan daya. vi. pembagian beban. Struktur : …………………………. 1. Koordinasi perencanaan …………….2. Perencana : a. iii. Transportasi vertical dalam bangunan (bila dipersyaratkan).

B. dikembangkan.. dilengkapi untuk Kebutuhan proyek yang bersangkutan. Perhitungan biaya dan kuantitas Pekerjaan : …………………………. Orang 5. Orang 4. setelah sebelumnya dipresentasikan oleh Konsultan Perencana dan mendapatkan pendapat teknis dari Tim Teknis Satuan Kerja. Page 57 XI. Program kerja secara keseluruhan harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. Konsultan Perencana harus segera menyusun program kerja minimal meliputi: 1. NIP : …………………..3. Alokasi tenaga yang lengkap (disiplin dan keahliannya). Administrasi : …………………………. Jadwal kegiatan secara detail. B. Setelah Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini diterima. maka konsultan hendaknya memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan. Berdasarkan bahan-bahan tersebut konsultan agar segera menyusun program kerja untuk dibahas dengan Kepala Satuan Kerja / Pejabat Pembuat Komitmen. 2. Konsep penanganan pekerjaan perencanaan. DIBUAT DI : …………………… TANGGAL : …………………… KEPALA SATUAN KERJA/ PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………. Page 58 SURAT PERINTAH KERJA KEPALA SATUAN KERJA / PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………………… BRR NAD – Nias . Tenaga teknis lainnya sesuai kebutuhan dan lingkup kompleksitas Pekerjaan : …………………………. Tenaga-tenaga yang diusulkan oleh konsultan perencana harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen. 3. Orang X. PROGRAM KERJA A. Catatan : Model KAK tersebut diatas bersifat pokok yang masih Harus disesuaikan. P E N U T U P A.

Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Pelelangan/ Pemilihan Langsung Nomor : ……………………. Tanggal ………………………….. perkiraan biaya... Alamat Badan Usaha : ………………………………………. dan konsultasi dengan pemerintah daerah setempat mengenai peraturan daerah/perijinan bangunan. (lokasi pekerjaan) yang meliputi tugas-tugas sebagai berikut : Page 59 a. keterangan persyaratan bangunan dan . b. Nama : ………………………………………. Selaku Konsultan Perencana Pekerjaan …………………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.. Selaku Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.. Nama Badan Usaha : ……………………………………….. Melaksanakan pekerjaan persiapan perencanaan seperti : mengumpulkan data dan informasi lapangan (termasuk penyelidikan tanah sederhana). di …………………………. Membuat pra-rencana teknis seperti : rencana tapak.Nomor : ………………………………………. Tanggal : ………………………………………. dengan ini kami yang bertandatangan dibawah ini : 1... Surat Perintah Kerja (SPK) ini diperintahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dengan ketentuan dan syarat-syarat seperti tersebut dibawah ini : 1. Nama : ……………………………………….. PEKERJAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN / REHABILITASI / RENOVASI / RESTORASI ………………………………………………………………………. Jabatan : ………………………………………. Alamat Kantor : ………………………………………. pra-rencana bangunan termasuk program dan konsep ruang.. dan mengurus perijinan sampai mendapatkan advis planning. MEMERINTAHKAN KEPADA : 2. membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK. Jabatan : ………………………………………. Tugas Pekerjaan : Pekerjaan Perencanaan yang akan dilaksanakan adalah : Pembangunan/Rehabilitasi/ Renovasi/Restorasi ………………………………….

lingkungan. (……………………………………………). yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan tahap pengembangan rencana dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. (………………………………………. struktur. c. d. Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajakpajak. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. yang merupakan jumlah tetap dan pasti (lumpsum fixed price). tanggal : ………………… b. Memeriksa dan mengesahkan gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (As-Built Drawings). dan utilitas secara lengkap beserta prasarananya termasuk perhitungan sesuai keperluannya. yang dibebankan pada Satuan Kerja……………………. (…………………………………. 3. …………………. …………………………. dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. menyusun Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).. membantu panitia pelelangan dalam menyusun program dan pelaksanaan pelelangan. Cara Pembayaran a. h. detail struktur. seperti membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pelelangan. dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 40%.. Page 60 b.).sesuai dengan DIPA/RKA-KL Nomor : ……………………. g. Biaya Perencanaan a. Kekuarangan informasi dan kesalahan menterjemahkan informasi adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. Membuat pengembangan rencana teknis seperti : rencana arsitektur. Besarnya biaya pekerjaan perencanaan adalah Rp. c. Pembayaran tahap kedua sebesar 25% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. Mengadakan persiapan pelelangan. Membuat gambar detail rencana seperti : gambar detail arsitektur. dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 15%. Pembayaran tahap kesatu sebesar 15% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp ……….. dan rencana perkiraan biaya. membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan membuat laporan akhir perencanaan termasuk petunjuk penggunaan peralatan bangunan dan perawatannya. Mengadakan pengawasan berkala selama dalam pelaksanaan konstruksi fisik dan membuat laporan pengawasan berkala. 2. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahap konsep teknis dan tahap pra-rencana teknis.). detail utilitas. f. aanwijzing. evaluasi penawaran dan menyusun kembali dokumen lelang bilamana terjadi lelang ulang. e. Pembayaran tahap ketiga sebesar 40% dari jumlah biaya perencanaan yakni . dan IMB pendahuluan dari Pemerintah Daerah setempat.

SNI 03 – 1729 – 1989 Tentang Tatacara Perencanaan Baja untuk Gedung. (……………………………………. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak 4. Page 61 j.. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. b. Pembayaran tahap keempat sebesar 5 % dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp ……………. i. dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 80%.. SNI 03 – 1727 -1989 Tentang Tatacara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. c. iii. Pembayaran tahap kelima/terakhir sebesar 15% dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan yakni sejumlah Rp …………... Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. antara lain : i. iv.sejumlah Rp. h. g. yaitu dilaksanakan Serah Terima Pertama Pekerjaan Konstruksi Fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi.) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan pelaksanaan mencapai 100%. Tanggal ………………………. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/ KPTS/ 2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. f. e. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung.). …………………. d. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung.) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 85%. (…………………. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. d. e. . Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.. Persyaratan dan Spesifikasi Teknis a. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) : ……………………………… Nomor : ………………. ii. yaitu PIHAK PERTAMA sudah menunjuk Kontraktor Pelaksana dan PIHAK KEDUA telah menyelesaikan pekerjaan pada tahap pelelangan serta diterima baik oleh PIHAK PERTAMA. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. k. dan PIHAK KEDUA telah menyerahkan seluruh hasil tugas tanggung jawabnya kepada PIHAK PERTAMA termasuk laporan pengawasan berkala. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan rencana detail dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. (……………………….

. maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri …………. i. vi.. . maka untuk setiap hari kelambatan PIHAK KEDUA wajib membayar denda kelambatan sebesar ……. Jangka Waktu Jangka waktu pelaksanaan sampai dengan penyerahan dokumen pelelangan sebagaimana yang disebut dalam butir 1 Surat Perintah Kerja ini ditetapkan selama …….% (…. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Pemimpin Proyek/Bagian Proyek PT/CV ……………………. vii. PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya (umumnya 1-3%).v. SNI 03 – 1736 – 1989 Tentang Tatacara Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. prosen) dari biaya pekerjaan perencanaan (umumnya 10%). Jika terjadi perselisihan dikemudian hari. a. Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ……………… dan mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya. Page 62 b. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan perencanaan yang ditetapkan. h. 6. 5. Sanksi dan Denda. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. 7. Penyelesaian Perselisihan a. o/oo (………permil) dari bi aya pekerjaan perencanaan (umumnya 3%). maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar … % (…… persen) dari biaya pekerjaan perencanaan dengan ketentuan bahwa. Semua ketentuan dan peraturan serta Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. j. (…………………………) hari kalender terhitung ditandatanganinya Surat Perintah Kerja ini. SNI 03 – 2410 – 1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. b. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dalam batas waktu yang ditetapkan. Jumlah denda kumulatif ditetapkan maksimum ….. c. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya.

…………………… *) ……………. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias Nomor : ………………..…………………………………. Yang didirikan dengan Akte Notaris Nomor : …………………... Nama : …………………………………. Maka dengan ini disetujui oleh dan di antara pihak-pihak tersebut.. ………………. tanggal …………. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA. Jabatan : …………………………………. Page 63 SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI ……………………………………………………………………. BRR NAD – Nias Nomor : ………………………………… Tanggal : ………………………………… Pada hari ini …………. Alamat : …………………………………. SATUAN KERJA/PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………. ketentuan-ketentuan . bertindak untuk dan atas nama …………………… (nama Badan Usaha).. tahun ………………. Nama Perusahaan : …………………………………. NIP ……………… Catatan : *) Ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan Model perjanjian dengan SPK berlaku hanya untuk pekerjaan yang nilainya sampai RP. Dengan 2. Jabatan (struktural) : ………………………………… Alamat : …………………………………. Tanggal ………… bulan………. yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA. telah ditunjuk selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia. kami yang bertandatangan di bawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan perencanaan : Antara 1.50 juta. Nama : …………………………………. Tanggal …………… oleh Notaris di ……………… dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya..

dan utilitas secara lengkap beserta prasarananya termasuk perhitungan sesuai keperluannya. dan rencana perkiraan biaya. yaitu untuk melaksanakan : Pekerjaan perencanaan Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi ……………. Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perjanjian ini. detail struktur. Mengadakan pengawasan berkala selama dalam pelaksanaan konstruksi fisik dan membuat laporan pengawasan berkala. Memeriksa dan mengesahkan gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (As-Built Drawings). f. dan mengurus perijinan sampai mendapatkan advis planning. Menyelenggarakan paket kegiatan lokakarya value engineering (VE) selama 40 (empat puluh) jam secara in house (khusus untuk pembangunan bangunan gedung diatas luas 12. pra-rencana bangunan termasuk program dan konsep ruang. Di ………………………………… Page 64 2. menyusun Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. Membuat pengembangan rencana teknis seperti : rencana arsitektur. detail utilitas. membantu panitia pelelangan dalam menyusun program dan pelaksanaan pelelangan. g. perkiraan biaya. e. Membuat pra-rencana teknis seperti : rencana tapak. Kekurangan informasi dan kesalahan menterjemahkan informasi adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan membuat laporan akhir perencanaan termasuk petunjuk penggunaan peralatan bangunan dan perawatannya. h. b. dan IMB pendahuluan dari Pemerintah Daerah Setempat. seperti antara lain : a. PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut.sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal di bawah ini : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1. struktur. yaitu : a. Tugas pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). Membuat gambar detail rencana seperti : gambar detail arsitektur.000 M2 atau diatas 8 lantai) pada tahap pra-rencana. d. dan konsultasi dengan pemerintah daerah setempat mengenai peraturan daerah/perijinan bangunan. Mengadakan persiapan pelelangan. keterangan persyaratan bangunan dan lingkungan. Melaksanakan pekerjaan persiapan perencanaan seperti : mengumpulkan data dan informasi lapangan (termasuk penyelidikan tanah sederhana). i. seperti membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pelelangan. membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK. c. evaluasi penawaran dan menyusun kembali dokumen lelang bilamana terjadi lelang ulang. aanwijzing. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) ……………………… Nomor : .

e. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. b. f.. Surat Keputusan Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………. Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : ……………………………………………. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : a. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. Addendum (bila ada) 2.………………………………………………. Tanggal : ……………………………………………. h. Surat Usulan Calon Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… d. i. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. antara lain : i. d. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. . Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… c. f. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. l. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. c. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Tanggal : ………………………………………………. Page 65 b. e. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. g.. Tanggal : …………………………………………….

SNI 03 – 1727 -1989 Tentang Tatacara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung. iii. vi. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan perencanaan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan ketentuan dalam Surat Perjanjian ini. 3. dan juga tidak dibenarkan merangkap sebagai Konsultan Manajemen Konstruksi. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN 1. sebagai akibat kesalahan perencanaan tersebut. PIHAK KEDUA harus bersedia memberikan cetakan-cetakan yang merupakan hasil dari kegiatan yang telah dilaksanakannya kepada PIHAK PERTAMA apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dengan biaya dari PIHAK KEDUA. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan perencanaan yang ditetapkan. Page 67 7. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. l. SNI 03 – 1736 – 1989 Tentang Tatacara Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung. Pekerjaan Perencanaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini. iv. kecuali dengan persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. vii. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas kerugian PIHAK PERTAMA. SNI 03 – 2410 – 1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. v. . SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 surat perjanjian ini dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan merupakan tanggung jawab PIHAK KEDUA. k. 4. 5. 6. m. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan seluruhnya atau sebagian tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada pihak lain.Page 66 ii. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan baik langsung ataupun tidak langsung turut serta baik sebagai sub Kontraktor maupun pemasok bahan bangunan dari proyek ini. 2. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kebenaran perencanaan yang dihasilkannya dan segala kesalahan-kesalahan perencanaan yang baru diketahui pada waktu pelaksanaan dan pasca konstruksi. SNI 03 – 1729 – 1989 Tentang Tatacara Perencanaan Baja untuk Gedung.

organisasi hubungan ruang. termasuk konsep organisasi. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PERENCANAAN Hasil pekerjaan perencanaan oleh PIHAK KEDUA yang harus disampaikan kepada PIHAK PERTAMA dan dibuat dalam rangkap 5 (lima). Tahap Konsep Rencana Teknis a. . b. b. Laporan pengawasan berkala b. c. keterangan rencana kota. Uraian konsep rencana dan perhitungan-perhitungan yang diperlukan. Gambar-gambar pra-rencana bangunan. jumlah dan kualifikasi tim perencana.8. rencana teknis. termasuk penyelidikan tanah sederhana. Gambar-gambar rencana tapak. Perkiraan biaya pembangunan. c. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. termasuk program ruang. dan tanggung jawab waktu perencanaan. Rencana kegiatan dan volume pekerjaan (BQ). Laporan perencanaan arsitektur. Gambar pengembangan rencana arsitektur. Konsep penyiapan rencana teknis. Laporan data dan informasi lapangan. c. g. Laporan hasil kegiatan lokakarya value engineering (khusus untuk bangunan diatas 12. utilitas. Rencana Anggaran Biaya (RAB). 9. lengkap dengan perhitunganperhitungan yang diperlukan. Tahap Pengawasan Berkala a. b. 4. Laporan bantuan teknis dan administrative pada waktu pelelangan. Tahap Pra-rencana Teknis : a.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). dll. Konsep skematik. e. Garis besar rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). 6. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). d. Gambar rencana teknis bangunan lengkap. Draft rencana anggaran biaya. struktur utilitas. dan perawatan peralatan/ perlengkapan/ bangunan (bila ada). setidak-tidaknya adalah sebagai berikut : 1. Tahap Pengembangan Rencana a. b. 2. Dokumen petunjuk penggunaan. Hasil konsultasi rencana dengan Pemda setempat. c. Page 68 d. Tahap Rencana Detail a. pemeliharaan. metoda pelaksanaan. d. e. b. Tahap Pelelangan a. Gambar perspektif dan maket (sepanjang diwajibkan). f. 5. Dokumen tambahan hasil penjelasan pekerjaan. struktur. dll. 3. Draft rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). Kelancaran pelaksanaan proyek yang berhubungan dengan perencanaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA.

Pekerjaan yang tercantum dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini harus diselesaikan tahap demi tahap setelah mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA. Pembayaran tahap kedua sebesar 25% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahap konsep rencana teknis dan tahap pra-rencana teknis. 2. ) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 40%. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan tahap pengembangan rencana dan telah diterima . dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Page 69 Pasal 6 BIAYA PEKERJAAN PERENCANAAN 1.2. tanggal …………… Tahun Anggaran …………/………… 2. …………………… (…………………………. Pembayaran tahap kesatu sebesar 15% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp.Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PERENCANAAN 1. 3. Jumlah biaya pekerjaan perencanaan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp ………………… (………………………………………………) merupakan biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price)..) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 15%. dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. Dalam jumlah biaya pekerjaan perencanaan tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak. yang dibebankan pada proyek : ………………………………… sesuai dengan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor : ……………………….3 dan 4 Surat Perjanjian ini ditetapkan selama …………… (…………………. Hasil pekerjaan perencanaan sampai mencapai prestasi 100% sebagaimana disebut dalam pasal 4 ayat 6 Surat Perjanjian ini paling lambat harus sudah selesai dan diserahkan kepada PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kalender terhitung setelah tanggal dilaksanakan serah terima pertama pekerjaan pelaksanaan fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. ………………. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. (Surat Perintah Kerja) sampai dengan tanggal …………….) hari kalender terhitung sejak tanggal ……………. 2. ( ………………………………. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan perencanaan sampai dengan penyerahan dokumen pelelangan sebagaimana disebut dalam pasal 4 ayat 1. atau adanya perintah perubahan tugas pekerjaan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. Pasal 7 CARA PEMBAYARAN Pembayaran biaya pekerjaan perencanaan dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan prestasi pekerjaan perencanaan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. yang mengakibatkan terdapat perpanjangan/ penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum).. 4. Jangka waktu penyelesaian pekerjaaan tersebut dalam ayat 2 dan 3 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA kecuali adanya keadaan memaksa seperti diatur dalam Pasal 14 Surat Perjanjian ini..

(…………………………) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan pelaksanaan mencapai 100%. Pembayaran tahap ketiga sebesar 40% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan rencana detail dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. ………………. 4. dan PIHAK KEDUA telah menyerahkan seluruh hasil tugas dan tanggung jawabnya sebagaimana tercantum dalam Pasal 4 ayat 1. 3. 5. yaitu dilaksanakan Serah Terima Pertama Pekerjaan Konstruksi Fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. Pasal 9 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1. Dalam hal PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian ini dan terjadi pemutusan hubungan perjanjian sesuai pasal 15. (…………………………………. 5 dan 6 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA. 2. Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai tempel Rp 6. 3. Surat Jaminan tersebut pada ayat 1 pasal ini. setelah Serah Terima I pekerjaan konstruksi fisik dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugasnya.dengan baik oleh PIHAK PERTAMA..).000. atau sejumlah Rp ………………………. 4.. Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak Pasal 8 JAMINAN PELAKSANAAN PERENCANAAN 1. 2. 4.) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 85%. Selambat-lambatnya pada saat perjanjian perencanaan ini ditandatangani.. ………………… (…………………………. maka jaminan pelaksanaan perencanaan menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA. 3.. Pembayaran tahap keempat sebesar 5 % dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. Bila jangka waktu berlakunya Surat Jaminan Perencanaan berakhir sebelum dilaksanakannya Serah Terima Dokumen pekerjaan seperti dalam ayat 2 pasal ini. maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa berlakunya dan harus dijamin tidak ada waktu senggang diantaranya. diserahkan kembali oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Pembayaran tahap kelima/terakhir sebesar 15% dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan yakni sejumlah Rp …………. maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA Surat Jaminan Pelaksanaan Perencanaan berupa Surat Jaminan Bank Umum atau Perusahaan Asuransi Kerugian sebesar 5 % dari biaya perencanaan. Page 70 6. ) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 80 %. yaitu PIHAK PERTAMA sudah menunjuk Kontraktor Pelaksana dan PIHAK KEDUA telah menyelesaikan pekerjaan pada tahap pelelangan serta diterima baik oleh PIHAK PERTAMA. 2. ( …………………………………. Segala pajak-pajak sehubungan pekerjaan perencanaan ini ditanggung oleh PIHAK .

tetapi PIHAK KEDUA tidak juga memperbaiki kelalaian tersebut. Pasal 10 TENAGA KERJA DAN UPAH 1.% (…… persen) dari jumlah biaya pekerjaan Perencanaan (umumnya 10%). dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan perencanaan bertentangan dengan Surat . Jika PIHAK KEDUA terlambat menyelesaikan pekerjaan perencanaan dalam batas waktu yang telah ditetapkan dalam Pasal 5 Surat Perjanjian ini akibat kelalaian PIHAK KEDUA. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. maka untuk setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar …. Maksimum denda kumulatif ditetapkan sebesar …. PIHAK KEDUA diwajibkan menggunakan bentuk organisasi dan menyediakan tenaga kerja yang cukup jumlah. Ongkos-ongkos dan upah tenaga kerja yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan Perencanaan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA.. 4. 2. yang mempunyai wewenang/ kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA. 3. sehubungan dengan pekerjaan Perencanaan ini. Persen) dari biaya Perencanaan dengan ketentuan PIHAK KEDUA tetap berkewajiban untuk memperbaiki kesalahan/kelalaian yang diperingatkan tersebut (umumnya 1-3%). Penunjukan Penangggung Jawab Pekerjaan. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. Page 71 Pasal 11 PELAKSANA PIHAK KEDUA 1. maka PIHAK PERTAMA memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA harus segera mengganti dengan Petugas/tenaga ahli lain yang memenuhi persyaratan yang diminta oleh PIHAK PERTAMA.KEDUA.% (…. keahlian serta ketrampilannya sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan yang telah disetujui oleh PIHAK PERTAMA. 2. dan dapat menerima/ memberikan/ memutuskan segala petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA. Agar pekerjaan perencanaan berjalan seperti yang ditetapkan. 3. 3. Pasal 12 SANKSI DAN DENDA 1. 2. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar … o/oo (……… Permil) dari biaya pekerjaan perencanaan untuk setiap hari kelambatan penyelesaian pekerjaan (umumnya 3o/oo). Jika PIHAK KEDUA melalaikan ketentuan dalam Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut dari PIHAK PERTAMA. harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. 4. yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan. Untuk setiap tahapan pekerjaan perencanaan harus ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai penanggung jawab pekerjaan. Ditempat pekerjaan perencanaan PIHAK KEDUA harus menyediakan tenaga-tenaga ahli untuk menyelesaikan pekerjaan yang sesuai dengan tugas-tugas yang tercantum dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. Penanggung Jawab Pekerjaan yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi syarat.

Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 10 ayat 1 Surat Perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi. Apabila terjadi “keadaan memaksa”. akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. 5. maka : a. Denda-denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini.. Bencana alam (gempa bumi. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan Memaksa. Pasal 14 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 1. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA. akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. b. huru-hara. pemberontakan. Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah. b. PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. revolusi. kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan kontraktor). e. Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan perencanaan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. d. Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA).Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA. setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. makar. c. maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis.) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini. maka PIHAK KEDUA setuju diberi imbalan biaya/jasa sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam melaksanakan tugas tersebut. Yang dimaksud “keadaan memaksa” dalam perjanjian ini adalah peristiwa-peristiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak. Apabila selama ………… (…………………………………. Perang. tanah longsor. Page 72 Pasal 13 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN 1. c. . Biaya perencanaan bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kerugian tersebut. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan memaksa” tersebut. 2. jumlah dan kualifikasi tenaga ahli yang telah ditetapkan. 6. yaitu : a. maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. d. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan memaksa” tersebut. 2. badai dan banjir).

f. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian perencanaan ini. e. seperti dalam Pasal 12 ayat 3 Perjanjian ini. 2. Pasal 15 PEMUTUSAN PERJANJIAN 1. d. karena kelalaian PIHAK KEDUA. 3. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : a. g. Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal terbitnya Surat Perintah Kerja tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan perencanaan sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. f. dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban Page 73 keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas perencanaan sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 4 Surat Perjanjian ini. Selain yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. Pasal 15 Surat Perjanjian ini. atas biaya ditanggung oleh PIHAK KEDUA. b. Denda kumulatif telah mencapai maksimum 10% (sepuluh prosen) dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan. c. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Perencana lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 diatas. Pasal 12. maka perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA. h. Dalam hal adanya pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. 3. PIHAK KEDUA memberikan keterangan yang tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan Pekerjaan Perencanaan ini. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam Pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati. Apabila “keadaan memaksa” itu ditolak oleh PIHAk PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan Pasal 5. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. 4. tetapi berhak atas pembayaran prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan serta kerugian Negara. Dalam waktu satu bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan perencanaan yang telah dimulainya. Jika terjadi Pemutusan Perjanjian Perencanaan ini. Page 74 Pasal 16 .

Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di ……………………… pada hari dan tanggal tersebut diatas. ……………………… …………………………………. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Perencana Pemimpin Proyek/Bagian Proyek PT/CV.. beserta segala akibat hukumnya. *)……………………. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. . dan c. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota.. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri …………………………. 4. 2. Surat Perjajian ini dibuat dalam rangkap …… (………. maka akan diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak.) bermeterai cukup. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. ……………… …………………………………. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri.. 3. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pekerjaan perencanaan ini. dan dinyatakan berlaku sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. NIP .. b. yang dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak. Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota. Page 75 3. 2. dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama.PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. Pasal 17 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian perencanaan ini. dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : a. Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. Pasal 18 PENUTUP 1. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. …………………………….

. Dalam Surat Perjanjian tidak boleh ada tipp-ex dan tulisan tangan (nomor dan tanggal Misalnya) dan masing-masing lembaran diparaf oleh pihak pertama dan pihak kedua....... ....... Lokasi : .......................................................Catatan : *) Ditandatangani penanggung jawab perusahaan Pasal 8 (Jaminan Pelaksanaan) berlaku untuk pekerjaan dengan nilai Rp 50 juta keatas.. Waktu Perencanaan : ...... DIPA : Nomor : ..................... Konsultan Perencana : .......................... d.................... Page 76 LAPORAN PEKERJAAN PERENCANAAN SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………........ g....... f. (…………………………. LAPORAN PEKERJAAN PERENCANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………....... Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : ........... Biaya Perencanaan : Rp.. Telah melaksanakan pekerjaan perencanaan untuk : a...... LAMPIRAN : ……………………… 1..... Tanggal : ............... e.................... Departemen/Lembaga : ..................................... Perencanaan Tanggal : ...................................... c......... b........................) h..... Pekerjaan : ......

..% ...... Page 77 Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya.. Selesai : ………….............. Tahap konsep rencana teknis Tahap pra-rencana teknis Tahap pengembangan rencana teknis Tahap gembar detail rencana teknis Tahap pelelangan sampai terbitnya SPK Tahap pengawasan berkala 10% 15% 25% 30% 5% 15% . 2.... Diperiksa oleh : Dibuat oleh : **) Konsultan Manajemen Konstruksi Konsultan Perencana .. Mulai : …………..........% Jumlah 100% ....... Pelaksanaan pekerjaan perencanaan tersebut meliputi ( laporan lengkap terlampir): No Tahap pekerjaan Bobot pekerjaan Tahap Penyelesaian Pekerjaan Bobot Prestasi 1. 2...% ... 5.. Jml...... 3..% .....% ....% .......% .....% . 6.....% .. Tgl.....% ........minggu : …………. 4.........Tgl..% ......% Kemajuan pekerjaan telah mencapai prestasi sebesar : ……....% (……………………) prosen...........% ..........

. Jabatan : Kepala Satuan Kerja …………….. Kelengkapan Laporan tersebut di ketahui oleh Tim Teknis Satuan Kerja/PPK yang bersangkutan Page 78 BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN PERENCANAAN SATUAN KERJA : ……………………… ……. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. ………………………….PT/CV. Minggu ke : ……………. Tanggal : ……………. ………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan **) Bila tidak menggunakan Konsultan MK. : ……………………… LAMP. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. …………………….. . Disetujui oleh : **) Tim Teknis Satuan Kerja/PPK ……………………………… Nip. PT/CV………………………. ……………………………… ………………………………. Nip. …………………….……………………………………… BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN PERENCANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. *) …………………………..*) : Laporan Pekerjaan Perencanaan Nomor : ……………. Nama : ………………………………………………………….. Pada hari ini.

Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : …………………….. Pekerjaan : ……………………………………………… 2. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. Kedua belah pihak berdasarkan : 1.. Lokasi : ……………………………………………… 3. Alamat kantor : ………………………………………………………. tanggal …………………… Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Pekerjaan Perencanaan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan perencanaan untuk : Page 79 1. DIPA : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 Penyerahan sebagaimana yang dimaksud pasal 1 diatas termasuk meliputi (sesuai Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan ) : . Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II.Tanggal : …………………………………………... Nomor : …………………………………………... Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan/SPK Nomor : ……………………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Satuan Kerja : ……………………………………………… 4. 2. Tanggal : …………………………………………. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………... tanggal ……………………….

(……………………. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Perencana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV.1.. Minggu ke : ……………. ………………. Nip. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I..……………………… BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PERENCANAAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. (……………………. Nama .) rangkap 2.. ……………………………… ………………………………… *) …………………………. ……. Tanggal : …………….) rangkap Demikian Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Perencanaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………...*) : Laporan Pekerjaan Perencanaan Nomor : ……………. Pada hari ini. Pada tanggal tersebut diatas. Dan seterusnya : ……. …………………………………. : ……... …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 80 BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PERENCANAAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN SATUAN KERJA : ……………………… ……………………. : ……………………… LAMP. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya... …………………….

Lokasi : …………………………………….. Dengan ini menyatakan : 1.. Konsultan Perencana : ……………………………………. untuk : a... Kedua belah pihak telah setuju dan sepakat bahwa.. Alamat kantor : ………………………………………………………. c. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.. Nomor : …………………………………………. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. Pekerjaan : ……………………………………... Satuan Kerja : ……………………………………. Tanggal : ………………………………………….. Tanggal : ………………………………………….……………………. d..... DIPA : Nomor : …………………… Tanggal : …………………… e. b... Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Perencanaan ... Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. Jabatan : Kepala Satuan Kerja /PPK . f...: …………………………………………………………. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….

Pada angsuran pembayaran ini PIHAK KEDUA Berhak dibayarkan sebesar : = Rp. ayat….) prosen. Kepada PIHAK KEDUA. b. …………………………… Catatan : *) Untuk BA 100% juga dilampirkan BA serah terima pekerjaan **) Penanggung jawab perusahaan Page 82 Lampiran III : .. ………………………………… Prestasi pekerjaan perencanaan telah mencapai kemajuan sebesar : …………. telah dibayarkan : …. …………………………………. ……………………………. Angsuran ke …… = Rp. maka PIHAK KEDUA telah berhak menerima dari PIHAK PERTAMA sejumlah : ……… % x Rp …………………. ……………………. …………………………….... dan prestasi yang dilaporkan. 3. ……………………………. Angsuran ke …… = Rp. Jumlah yang telah dibayarkan = Rp. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. …………………………….f diatas. = Rp. …………………………… Terbilang : (………………………………………………………………. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Perencana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV. Berdasarkan pasal …. Biaya Perencanaan : Rp.. 4.. …………………………….Tanggal : …………………… Page 81 g. (……………………………) kali angsuran pembayaran yaitu : a. ……………………………… ………………………………… **)……………………….. 2. Nip.) Demikian Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Perencanaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Perencanaan tersebut butir 1. % (…………………………………. Angsuran ke …… = Rp. Pada tanggal tersebut diatas.. c.

Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan Pengawas yang memuat masukan.. 2. Dengan penugasan ini diharapkan Konsultan Pengawas dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memenuhi sesuai KAK ini. Setiap pelaksanaan konstruksi fisik bangunan gedung Negara yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana harus mendapatkan pengawasan secara teknis di lapangan. criteria. LATAR BELAKANG 1. Kinerja pengawasan lapangan sangat ditentukan oleh kualitas dan intensitas pengawasan. agar rencana teknis yang telah disiapkan dan digunakan sebagai dasar pelaksanaan konstruksi dapat berlangsung operasional efektif. mutu dan waktu kegiatan pelaksaan. KONTRAK PEKERJAAN PENGAWASAN 4. proses dan keluaran yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterpretasikan ke dalam pelaksanaan tugas pengawasan. PENDAHULUAN A. 2. SATUAN KERJA/PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………… BRR NAD-Nias I. SURAT PERINTAH KERJA PEKERJAAN PENGAWASAN 3. Pemegang Mata Anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias. dan dilakukan secara penuh dengan menempatkan tenaga-tenaga ahli pengawasan di lapangan sesuai kebutuhan dan kompleksitas pekerjaan. 2. 3. B. Untuk penyelenggara kegiatan yang dimaksud. 3. serta yang secara menyeluruh dapat melakukan kegiatannya berdasarkan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang telah disepakati. Konsultan pengawas bertujuan secara umum mengawasi pekerjaan konstruksi. C.Keputusan Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara Nomor: 154/KEP/BP-BRR/X/2006 LAMPIRAN III 1. UMUM 1. 4. KERANGKA ACUAN KERJA PEKERJAAN PENGAWASAN 2. MAKSUD DAN TUJUAN 1. azas. dari segi biaya. dibentuk Pengelola Satuan Kerja /Pejabat Pembuat Komitmen berdasarkan SK Kepala Satuan . Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian kegiatan Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen……………………………. Pelaksanaan pengawasan lapangan harus dilakukan oleh pemberi jasa pengawasan yang kompeten. BERITA ACARA PEKERJAAN PENGAWASAN Page 83 KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEKERJAAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/ RESTORASI ……………………………………………………….

II. kuantitas.. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh Konsultan Pengawas adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan. serta mengawasi ketepatan waktu. 4. 3. pemeliharaan pekerjaan. khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. peralatan dan metoda pelaksanaan. Mengawasi pemakaian bahan. Dan SK tentang Pembentukan Panitia Lelang/Pengadaan/penunjukan langsung Nomor:…………………………. Dan seterusnya. KEGIATAN PENGAWASAN A. Menyusun berita acara kemajuan pekerjaan. Meneliti gambar-gambar yang telah sesuai dengan pelaksanaan (As-Built . Lingkup kegiatan meliputi Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/ Restorasi …………………………………. Lingkup Kegiatan tersebut antara lain adalah : 1. 3. Tanggal …………… dengan susunan organisasi seperti pada lampiran. b. dan biaya pekerjaan konstruksi. 5. dengan masukan hasil rapatrapat lapangan.Page 84 Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen Nomor:……………………. …………………………………………………………………. LINGKUP KEGIATAN a. serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. laporan harian. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. (sesuai DIPA/RKA-KL). Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. Lingkup tugas Konsultan adalah pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) pada pekerjaan Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi…………. Tanggal ………………. yang terdiri dari komponen kegiatan : 1. 2. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. 2. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002.. D. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala. 7. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Pemborong. B.. mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Pemborong. 6. …………………………………………………………………. 8.

Kesesuaian pelaksanaan konstruksi dengan dokumen pelelangan/ pelaksanaan yang dijadikan pedoman. TANGGUNG JAWAB PENGAWASAN A. Kinerja pengawasan telah memenuhi standar hasil kerja pengawasan yang berlaku. B. standar dan pedoman teknis yang berlaku. Menyusun daftar cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama. yaitu: a. 11. IV. e. Penanggung jawab professional pengawasan adalah tidak hanya konsultan sebagai suatu perusahaan. 2. Biaya pekerjaan pengawasan dan tata cara pembayaran diatur secara . Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. BIAYA PENGAWASAN 1. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. b. 10. 3. 12.drawings) sebelum serah terima pertama. C. Secara umum tanggung jawab konsultan adalah minimal sebagai berikut : 1. B I A Y A A. tabel B1 dan tabel D. Bila terdapat pekerjaan non standar. dan laporan akhir pekerjaan pengawasan. 2. Membantu pengelola proyek mengurus IPB (Ijin Penggunaan Bangunan) dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota setempat. Hasil evaluasi pengawasan dan dampak yang ditimbulkan. Page 85 9. serta peraturan. Konsultan Pengawas bertanggung jawab secara professional atas jasa pengawasan yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku. Besarnya biaya pekerjaan pengawasan mengikuti pedoman Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. III. tetapi juga bagi para tenaga ahli professional pengawasan yang terlibat. Besarnya biaya konsultan Pengawas merupakan biaya tetap dan pasti. Untuk pekerjaan standar berlaku maksimum sesuai yang tercantum dalam tabel A1. c. Bersama konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung. Pengaturan komponen pembiayaan pada butir a dan b diatas adalah dipisahkan antara bangunan standar dan non standar antara bangunan standar dan non standar dan harus terbaca dalam suatu rekapitulasi akhir yang menyebut angka dan huruf. maka dihitung secara orang-bulan dan biaya langsung yang dapat diganti. Page 86 d. Ketentuan pembiayaan lebih lanjut mengikuti surat perjanjian pekerjaan pengawasan yang dibuat oleh Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen dan Konsultan Pengawas. sesuai dengan ketentuan billing rate yang berlaku. Membantu pengelola proyek dalam menyusun dokumen untuk kelengkapan pendaftaran gedung sebagai bangunan gedung Negara.

5. Laporan rapat di lapangan (site meeting). 4. Kontraktor Pelaksana dan Konsultan Pengawas. Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan. berisi keterangan tentang : 1. Materi dan penggandaan laporan. c. Dan lain-lain. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian. yang memuat semua kejadian. SUMBER DANA Sumber dana dari keseluruhan pekerjaan pengawasan dibebankan pada : 1. K E L U A R A N Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Pengawas berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam surat perjanjian. Jasa dan overhead Pengawasan. Bahan-bahan yang datang. Laporan harian.. G. 2. d. Laporan Akhir Pekerjaan Pengawasan. honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang. KRITERIA PEKERJAAN KONSULTAN PENGAWAS Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh Konsultan Pengawas pada Kerangka Acuan Kerja ini harus memperhatikan persyaratan-persyaratan sebagai berikut : . 3. D. diterima atau ditolak. E. Pajak dan iuran daerah lainnya. Buku harian. Biaya rapat-rapat. tanggal ………………………. B. Perjalanan (lokal maupun luar kota). 3. B. Sewa kendaraan. I.kontraktual. Pembayaran biaya Konsultan Pengawas adalah berdasarkan prestasi kemajuan pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana. h. F. H. e. Waktu pelaksanaan pekerjaan.. Pembelian dan atau sewa peralatan. J. Tenaga kerja. DIPA/RKA-KL Nomor : ……………tanggal………………………… 2. Page 87 C. Kelengkapan dokumen pendaftaran bangunan gedung Negara lengkap dengan lampiran-lampirannya. perintah/petunjuk yang penting dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran. Alat-alat. b. f. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah Kurang. meliputi komponen sebagai berikut : a. Gambar rincian pelaksanaan (shop drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. Dokumen lain Nomor : ……………. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dan Manual Peralatan-peralatan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. g. 3. yang minimal meliputi : A. VI. V.

dan peraturan yang berlaku. PERSYARATAN TEKNIS LAINNYA Selain kriteria umum diatas. Pekerjaan Persiapan. PERSYARATAN FUNGSIONAL Pekerjaan pengawasan konstruksi fisik harus dilaksanakan dengan profesionalisme yang tinggi sebagai konsultan Pengawas yang secara fungsional dapat mendorong peningkatan kinerja proyek. 3. yang secara garis besar adalah sebagai berikut : 1. maka harus menghasilkan keluaran sebagaimana yang diharapkan oleh Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. kualitas. PERSYARATAN PROSEDURAL Penyelesaian administrative sehubungan dengan pekerjaan di lapangan harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku. dan Net Work Planning yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana untuk selanjutnya diteruskan kepada Tim Teknis Satuan Kerja untuk mendapatkan persetujuan. PERSYARATAN OBYEKTIF Pelaksanaan pekerjaan pengawasan teknis konstruksi yang obyektif untuk kelancaran pelaksanaan. alokasi tenaga dan konsepsi pekerjaan pengawasan. C. Melaksanakan pekerjaan pengawasan secara umum. Pekerjaan Teknis Pengawasan Lapangan. 2. untuk pekerjaan pengawasan berlaku pula ketentuanketentuan seperti standar. 4. yaitu Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan beserta kelengkapannya dan ketentuanketentuan sebagai dasar perjanjiannya.A. dan kuantitas dari setiap bagian pekerjaan sesuai standar hasil kerja pengawasan yang berlaku. Menyusun program kerja. B. D. URAIAN TUGAS OPERASIONAL KONSULTAN PENGAWAS Konsultan Pengawas harus membuat uraian kegiatan secara terinci yang sesuai dengan setiap bagian pekerjaan pengawasan pelaksanaan yang dihadapi di lapangan. B. pengawasan lapangan. U M U M Konsultan Pengawas dalam menjalankan tugasnya tanggung jawab kepada Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen dan agar tugas dan fungsi konsultan Pengawas dapat terlaksana dengan baik. Ketentuan yang diberlakukan untuk pekerjaan proyek yang bersangkutan. VII. PERSYARATAN UMUM PEKERJAAN Setiap bagian dari pekerjaan pengawasan harus dilaksanakan secara benar dan tuntas sampai dengan memberi hasil yang telah ditetapkan dan diterima dengan baik oleh Pemimpin Proyek/Bagian Proyek. Yang termuat dalam Surat Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. E. b. a. Memeriksa Time Schedule/Bar Chart. 2. pedoman. PROSES PEKERJAAN PENGAWASAN A. S-Curve. antara lain : Page 88 1. Standar dan Pedoman Teknis yang berlaku di bidang penyelenggaraan bangunan gedung. baik yang menyangkut macam. . a. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah setempat.

d. Melaporkan kemajuan pekerjaan yang nyata dilaksanakan. untuk kemudian membuat risalah rapat dan mengirimkan kepada semua pihak yang bersangkutan. Memberikan masukan pendapat teknis tentang penambahan atau pengurangan pekerjaan yang dapat mempengaruhi biaya dan waktu pekerjaan serta berpengaruh pada ketentuan kontrak. b. 4. Memberikan petunjuk.koordinasi dan inspeksi kegiatan-kegiatan pembangunan agar pelaksanaan teknis maupun administrasi teknis yang dilakukan dapat secara terus menerus sampai dengan pekerjaan diserahkan untuk kedua kalinya. Mengawasi kemajuan pelaksanaan dan mengambil tindakan yang tepat dan cepat. a. e. dapat langsung disampaikan kepada Kontraktor Pelaksana. Mengawasi kebenaran ukuran. perintah sejauh tidak mengenai pengurangan dan penambahan biaya dan waktu pekerjaan serta tidak menyimpang dari kontrak. c. sedikitnya dua kali dalam sebulan. agar batas waktu pelaksanaan minimal sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. dan dibandingkan dengan jadwal yang telah disetujui. Mengadakan rapat diluar jadwal rutin tersebut apabila dianggap mendesak. prosentase dan nilai bobot bagian-bagian pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh pemborong. f. Memberikan bantuan dan petunjuk kepada Kontraktor Pelaksana dalam mengusahakan perijinan sehubungan dengan pelaksanaan pembangunan. kualitas dan kuantitas dari bahan atau komponen bangunan. serta sudah diterima paling lambat 1 minggu kemudian. Mengadakan rapat lapangan secara berkala. b. dengan Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja. peralatan dan perlengkapan selama pekerjaan pelaksanaan di lapangan atau di tempat kerja lainnya. L a p o r a n. 5. dan juga perhitungan serta gambar konstruksi yang dibuat oleh Pemborong (Shop Drawings). Konsultasi a. Memeriksa gambar-gambar kerja tambahan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana terutama yang mengakibatkan tambah atau berkurangnya pekerjaan. Memberikan laporan dan pendapat teknis administrasi dan teknis teknologis kepada Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja mengenai volume. b. 3. Page 89 d. Melaporkan bahan-bahan bangunan yang dipakai. c. jumlah tenaga kerja dan alat yang digunakan. dengan pemberitahuan tertulis kepada Kepala Satuan Kerja/Pejabat Komitmen. untuk mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. Melakukan konsultasi dengan Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja untuk membahas segala masalah dan persoalan yang timbul selama masa pembangunan. D o k u m e n . Perencana dan Kontraktor Pelaksana dengan tujuan untuk membicarakan masalah dan persoalan yang timbul dalam pelaksanaan. c.

Untuk melaksanakan tugasnya. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pengawasan. baik ditinjau dari lingkup (besar) proyek maupun tingkat kekomplekan pekerjaan. Mempersiapkan formulir. Page 90 c. iii. Informasi pengawasan antara lain : a. penyerahan pertama dan kedua serta formulir-formulir lainnya yang diperlukan untuk kebutuhan dokumen pembangunan. T E N A G A Untuk melaksanakan tugasnya. c. serta keperluan pendaftaran sebagai bangunan gedung Negara. Kesalahan pengawasan/ kelalaian pekerjaan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari konsultan Pengawas. b. standar dan pedoman yang berlaku untuk pekerjaan pengawasan teknis konstruksi. Konsultan Pengawas harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya. Bar Chart dan S-Curve serta Net Work Planning dari pekerjaan yang dibuat oleh Pemborong (setelah disetujui). Dokumen Kontrak Pelaksanaan/Pemborongan. rencana Kerja dan Syarat-syarat. dll. d. mingguan dan bulanan. Memeriksa dan menyiapkan daftar volume dan nilai pekerjaan.a. 3. serta untuk keperluan pembayaran angsuran. Dokumen pelaksanaan yaitu : i. termasuk petunjuk teknis simak pengawasan mutu pekerjaan. iv. e. baik yang berasal dari Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja maupun yang dicari sendiri. B. VIII. konsultan Pengawas harus menyediakan tenaga yang memenuhi kebutuhan proyek. M A S U K A N A. 2. Menerima dan menyiapkan Berita Acara sehubungan dengan penyelesaian pekerjaan di lapangan. laporan harian. Koordinator pengawasan ………… orang . Berita Acara Aanwijzing sampai dengan penunjukan Pemborong. ii. konsultan Pengawas harus mencari sendiri informasi yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja ini. Tenaga-tenaga ahli yang dibutuhkan dalam kegiatan lpengawasan ini minimal terdiri dari : (Kualifikasi masing-masing tenaga ahli disesuaikan berdasarkan kebutuhan/kompleksitas proyek). b. gambar-gambar pelaksanaan. Berita Acara kemajuan pekerjaan. Informasi lainnya. serta penambahan atau pengurangan pekerjaan guna keperluan pembayaran. Page 91 1. I N F O R M A S I 1. Peraturan-peraturan.

P E N U T U P A. …………………. : …………. DIBUAT DI : ………………. konsultan hendaknya memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan. TANGGAL : ………………. Pengawas Lapangan a. termasuk jadwal kegiatan secara detail. Utilitas (M/E) ………… orang 3. dikembangkan/dilengkapi untuk kebutuhan proyek yang bersangkutan. Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen. Struktur ………… orang c.. NIP. IX. Alokasi tenaga ahli yang lengkap (disiplin dan jumlahnya). Program kerja. Program kerja secara keseluruhan harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja setelah sebelumnya dipresentasikan oleh konsultan Pengawas dan mendapatkan pendapat teknis dari Tim Teknis Satuan Kerja. 2. Sebelum melaksanakan tugasnya. maka selanjutnya konsultan agar segera menyusun program kerja untuk dibahas dengan Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen. Arsitektur ………… orang b. B. Konsep penanganan pekerjaan pengawasan proyek. PROGRAM KERJA A. 3. Catatan : Model KAK tersebut diatas bersifat pokok yang masih harus disesuaikan. B. Page 92 SURAT PERINTAH KERJA KEPALA SATUAN KERJA / PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………………… BRR NAD . Tenaga-tenaga yang diusulkan oleh konsultan Pengawas harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja.2.NIAS Nomor : . Berdasarkan bahan-bahan tersebut. konsultan Pengawas harus segera menyusun: 1. Administrasi/pelaporan ………… orang 4. Setelah Kerangka Acuan Kerja ini diterima. Tenaga teknis lainnya sesuai kebutuhan dan lingkup kompleksitas pekerjaan. X.

PEKERJAAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN / REHABILITASI / RENOVASI / RESTORASI ………………………………………………………………………. di …………………………. Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Pelelangan/ Pemilihan Langsung Nomor : ……………………. Tanggal …………………………. Tugas Pekerjaan : Pekerjaan Pengawasan yang akan dilaksanakan adalah : Pembangunan/Rehabilitasi/ Renovasi/Restorasi …………………………………. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan .. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik.. Nama : ………………………………………. Alamat Badan Usaha : ………………………………………. Alamat Kantor : ……………………………………….. b. peralatan dan metoda pelaksanaan. Tanggal : ……………………………………….. dengan ini kami yang bertandatangan dibawah ini : 1. Nama Badan Usaha : ………………………………………. Mengawasi pemakaian bahan.. kuantitas. Selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen ………………… ……………………………………………………………………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA. dan biaya pekerjaan konstruksi.. Page 93 c. serta mengawasi ketepatan waktu. Jabatan : ………………………………………. Surat Perintah Kerja (SPK) ini diperintahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dengan ketentuan dan syarat-syarat seperti tersebut dibawah ini : 1..………………………………………. MEMERINTAHKAN KEPADA : 2. d. Jabatan : ……………………………………….. Selaku Konsultan Pengawas Pekerjaan …………………………………. (lokasi pekerjaan) yang meliputi tugas-tugas sebagai berikut : a. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas.. Nama : ……………………………………….. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan. …………………………………………………………………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.

dibayarkan setelah prestasi Kontraktor Pelaksana mencapai 100% (serah terima kedua). Pembayaran tahap kesatu sebesar ……% dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp.... Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.).). pemeliharaan pekerjaan. …………………. sesuai dengan DIPA/RKA-KL Nomor : ……………………. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi.. dibayarkan setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua Page 94 pekerjaan konstruksi fisik.. yang dibebankan pada Satuan Kerja……. (……………………………………. (………………………………………. f. i. …………………. ... dibayarkan setelah prestasi Kontraktor Pelaksana mencapai 100% (serah terima kedua). Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala. yang merupakan jumlah tetap dan pasti (lumpsum fixed price). e... serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sesuai butir 2 Surat Perintah Kerja ini kepada PIHAK PERTAMA.. Besarnya biya pekerjaan pengawasan adalah Rp. 2. h.. 3.persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi.. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. Biaya Pengawasan a. g.. Pembayaran tahap kedua sebesar …… % dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan. b.. Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajakpajak. (…………………………………. Menyusun daftar cacat-cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama. (……………………………………………). …………………………. Pembayaran tahap ketiga/terakhir sebesar 10% dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp.. Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built Drawings) sebelum serah terima I. mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Pemborong. Cara Pembayaran a. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Pemborong. c. Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran. laporan harian.. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. tanggal : ………………… b. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan... membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan.).. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. ………………….

j.4. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. f. g. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan . Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. k. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. Page 95 m. d. e. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. antara lain : i. l. Sanksi dan Denda. 5. a. n. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. b. h. iv. 6. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syaratsyarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. c. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Persyaratan dan Spesifikasi Teknis a. Jangka Waktu Jangka waktu pelaksanaan sampai selesai 100 % yang disebut dalam butir 1 Surat Perintah Kerja ini terhitung mulai tanggal ………………………… sampai dilaksanakan Serah Terima Kedua Pekerjaan Konstruksi oleh Kontraktor Pelaksana kepada Pihak Pertama. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. i. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. iii. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. ii. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan pengawasannya kepada PIHAK PERTAMA se lambat lambatnya limabelas hari setelah Serah Terima Pekerjaan Konstruksi.

maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya.. % (………permil) dari biaya pekerjaan pengawasan (umumnya 3%). Pejabat Pembuat Komitmen……… ………………. Jumlah denda kumulatif ditetapkan maksimum …. 7.. maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri …………. …………………… *) …………….kewajibannya. Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ……………… dan mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. Jika terjadi perselisihan dikemudian hari. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar … % (…… persen) dari biaya pekerjaan pengawasan dengan ketentua bahwa. b. Penyelesaian Perselisihan a. Jabatan (struktural) : …………………………………. b. NIP ……………… Catatan : *) Ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan Model perjanjian dengan SPK berlaku hanya untuk pekerjaan yang nilainya sampai Rp .. Nomor : ………………………………… Tanggal : ………………………………… Pada hari ini …………. c. Nama : …………………………………. Alamat ... prosen) dari biaya pekerjaan pengawasan (umumnya 10%)..50 juta. maka untuk setiap hari kelambatan pihak pengawas wajib membayar denda kelambatan sebesar ……. kami yang bertandatangan di bawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan pelaksanaan : Antara 1. Page 96 SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI ……………………………………………………………………. Tanggal ………… bulan……….% (…. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dengan batas waktu yang ditetapkan. tahun ………………. PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya (umumnya 1-3%). PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja / PT/CV …………………….

Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala. Maka dengan ini disetujui oleh dan di antara pihak-pihak tersebut. Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built drawings) . Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran. e. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. peralatan dan metoda pelaksanaan. dan biaya pekerjaan konstruksi.. Nama Perusahaan : …………………………………. Alamat : …………………………………. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA. ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal di bawah ini : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1. Mengawasi pemakaian bahan. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana. PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut. f. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan. telah ditunjuk selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia. b. bertindak untuk dan atas nama …………………… (nama Badan Usaha). dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan. Yang didirikan dengan Akte Notaris Nomor : …………………. serta mengawasi ketepatan waktu. Dengan 2. Di ………………………………… (lokasi pekerjaan). d. Nama : …………………………………. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. 2. yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias Nomor : ………………. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik.. pemeliharaan pekerjaan. antara lain : a. g. laporan harian. Tugas pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). h.: …………………………………. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan.. yaitu untuk melaksanakan : Pekerjaan pengawasan Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi ……………. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. Jabatan : …………………………………. kuantitas. Page 97 c. tanggal …………. mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. Tanggal …………… oleh Notaris di ……………… dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya.

Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) Nomor : ………………………………………………. l. f. i.. Tanggal : ……………………………………………. Surat Usulan Calon Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… Page 98 d. j.sebelum serah terima pertama. Tanggal : ……………………………………………. Membantu PIHAK PERTAMA dalam pengurusan IPB (Ijin Penggunaan Bangunan) dari Pemerintah Daerah Tingkat II setempat. Surat Keputusan Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. Addendum (bila ada) 2. k. yaitu : a. dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan. b. Tanggal : ………………………………………………. Menyusun daftar cacat-cacat/ kerusakan sebelum serah terima pertama. Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : ……………………………………………. e. Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perjanjian ini. Bersama Konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung.. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : . Membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pendaftaran gedung sebagai bangunan gedung Negara. Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… c.

SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. f. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. 3. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN 1. m. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. ii. n. d. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. iv. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. e. j. h.a. antara lain : i. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 surat perjanjian ini dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh . Page 99 l. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. c. Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini. k. g. 2. sehingga pelaksanaan pekerjaan pengawasan akan sesuai dengan Surat Perjanjian ini. i. iii. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. b.

yang masing-masing terdiri dari : Page 100 1. Tenaga kerja. dan memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA tentang kelainan yang ditemukan dan mengusulkan cara penyelesaiannya sesuai standar dan ketentuan serta peraturan yang berlaku. 5. Waktu pelaksanaan pekerjaan. 7. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. 8. Bahan-bahan yang datang. 4. 7. Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan. akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA sehubungan dengan pekerjaan ini. Laporan harian. 10. diterima atau ditolak. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada pihak lain. 8. b. Laporan Akhir Pekerjaan Pengawasan. harus diserahkan kepada PIHAK PERTAMA minimal dalam rangkap 5 (lima). Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PENGAWASAN Hasil pekerjaan pengawasan disamping harus sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian. e.PIHAK KEDUA. berisi keterangan tentang : a. Kelengkapan dokumen pendaftaran bangunan gedung Negara lengkap dengan lampiranlampirannya. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran. 9. Kelancaran pelaksanaan proyek yang berhubungan dengan pengawasan sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. 3. 4. dan PIHAK KEDUA. Alat-alat. 5. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah Kurang. 6. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dan Manual Peralatanperalatan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. Laporan rapat di lapangan (site meeting). Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan pengawasan sampai selesai 100% yang disebut . Kontraktor Pelaksana. Gambar rincian pelaksanaan (shop drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. 9. yang memuat semua kejadian. Buku harian. perintah/petunjuk yang penting dari PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA wajib melaksanakan periksa ulang semua Dokumen Teknis sesuai keahliannya. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan baik langsung ataupun tidak langsung turut serta baik sebagai Sub Kontraktor maupun pemasok bahan dari pekerjaan ini. c. 6. d. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas segala kerugian PIHAK PERTAMA. Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. 2.

yang telah disetujui/disahkan oleh PIHAK PERTAMA. b.. 2. (Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja dari PIHAK PERTAMA) sampai dengan dilaksanakannya Serah Terima Kedua pekerjaan konstruksi fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. tanggal …………… Tahun Anggaran ………………/………… 2. Page 101 Pasal 6 BIAYA PENGAWASAN 1. Pembayaran tahap kedua sebesar …. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. ………………. . Pembayaran tahap kesatu sebesar ………….. Pasal 7 CARA PEMBAYARAN 1. dengan ketentuan sebagai berikut : a. Nomor : ………………………. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil seluruh hasil pekerjaan pengawasan sebagaimana tercantum dalam pasal 4 surat perjanjian ini selambat-lambatnya 15 hari setelah dilakukannya penyerahan kedua pekerjaan konstruksi. ( ……………………………….) dan merupakan biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price). atau adanya surat perintah penambahan pekerjaan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. terhitung mulai tanggal ……………………. yang dibebankan pada Satuan Kerja : ………………………………… sesuai dengan DIPA/RKA-KL …………………………….. …………………… ( …………… ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai ………… %.. Jumlah biaya tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak. %.. ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai …. yang mengakibatkan bahwa adanya perpanjangan/penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum).% dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. Besarnya biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp ………………… (………………………………………………. Pembayaran biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan prestasi pekerjaan pemborongan.% dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan tersebut dalam ayat 1 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA kecuali adanya “keadaan memaksa” seperti diatur dalam Pasal 14 Surat Perjanjian ini.. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini.

. Bila jangka waktu berlakunya Surat Jaminan Pengawasan berakhir sebelum dilaksanakannya Serah Terima Dokumen pekerjaan seperti dalam ayat 2 pasal ini. d.(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. 2. Dalam hal PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian ini dan terjadi pemutusan hubungan perjanjian sesuai pasal 15. dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. ( …………………………………. 4. 3. % dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. ……………….c. ………………… (…………………………. diserahkan kembali oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Pasal 9 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1. Surat Jaminan tersebut pada ayat 1 pasal ini. Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai temple Rp 6. Pasal 10 TENAGA KERJA DAN UPAH . (…………………………………. maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA Surat Jaminan Pekerjaan berupa Surat Jaminan Bank Umum atau Perusahaan Asuransi Kerugian sebesar 5 % dari biaya pengawasan atau sejumlah Rp ………………………. 2. Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. Pembayaran tahap ketiga sebesar ……. 2.000.) dibayar setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua pekerjaan konstruksi fisik. Pembayaran tahap keempat/terakhir sebesar 10% dari jumlah biaya pekerjaan pengawasan yakni sejumlah Rp. ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana telah mencapai 100 % (serah terima pertama). setelah Serah Terima II pekerjaan konstruksi fisik dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugasnya.. serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sesuai pasal 4 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA.). Page 102 Pasal 8 JAMINAN PELAKSANAAN PENGAWASAN 1. maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa berlakunya dan harus dijamin tidak ada waktu senggang antaranya. Segala pajak-pajak sehubungan pekerjaan pengawasan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. maka jaminan pelaksanaan pengawasan menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA.. Selambat-lambatnya pada saat perjanjian ini ditanda tangani.

% ( ……. akan diperhitungkan dalam pembayaran . prosen) dari jumlah biaya pengawasan ( umumnya 10%). Tenaga Ahli dari Pengawas yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi persyaratan yang diperlukan. PIHAK KEDUA diwajibkan menyediakan tenaga kerja yang cukup jumlah. dan dapat menerima/memberikan/ memutuskan segala petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA. 2. 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya. Page 103 Pasal 11 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA 1..1. 5. 3. Denda-denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini. Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 10 ayat 1 Surat Perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi. sehubungan dengan pekerjaan pengawasan ini. Jumlah denda kumulatif tersebut dalam ayat 1 diatas ditetapkan maksimum sebesar …. dengan kewajiban PIHAK KEDUA tetap harus memperbaiki kelalaian yang diperingatkan tersebut (umumnya 1-3%). Agar pekerjaan pengawasan berjalan seperti yang ditetapkan. PIHAK KEDUA harus menggunakan bentuk organisasi jumlah dan kualifikasi tenaga ahli dengan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan yang tercantum dalam Pedoman Pengawasan (TOR/KAK) yang telah disetujui oleh Kedua belah pihak. Pasal 12 SANKSI DAN DENDA 1. Penunjukan Pemimpin Pengawas/Tenaga Ahli ini yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan. 3. Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan pengawasan bertentangan dengan Surat Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kerugian tersebut. 3. Ditempat pekerjaan pengawasan harus selalu ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai Pimpinan Pengawas/ Tenaga Ahli. 2. 4. harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugas dan kewajibannya sesuai Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA. 4. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. keahlian serta ketrampilannya. maka PIHAK KEDUA setuju akan diberi biaya pekerjaan pengawasan sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam menjalankan tugas pengawasan tersebut. yang mempunyai wewenang/kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA. kualifikasi tenaga maupun jumlah tenaga yang telah ditetapkan. maka untuk setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan “denda kelalaian” sebesar … % ( ……… persen) dari biaya pengawasan. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. maka PIHAK PERTAMA akan menolak tenaga ahli tersebut dan memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA segera mengganti pengawas/tenaga ahli lain yang memenuhi syarat sebagaimana yang diminta oleh PIHAK PERTAMA. Ongkos-ongkos dan upah kerja yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA. 2.

d. . yaitu : a.yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan memaksa” tersebut. Yang dimaksud “keadaan memaksa” dalam perjanjian ini adalah peristiwa-peristiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak. kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan kontraktor). badai dan banjir). c. Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA).. f. Apabila selama ………… (…………………………………. 2. Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan pengawasan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. pemberontakan. akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Page 104 Pasal 13 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN 1. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan Memaksa. Pasal 14 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 1. Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah. Biaya pengawasan bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. b. e. Bencana alam (gempa bumi. PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. makar. 2. revolusi. Apabila terjadi “keadaan memaksa”. c. maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan.) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini. Perang. setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan memaksa” tersebut. b. maka : a. dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban Page 105 keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. huru-hara. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA. maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis. d. tanah longsor.

PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA. Pasal 15 PEMUTUSAN PERJANJIAN 1. maka akan diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit. h. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. Dalam hal adanya pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. f. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : a. Apabila “keadaan memaksa” itu ditolak oleh PIHAk PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan Pasal 5. 3. 2. Selain yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. e. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam Pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati. Dalam waktu satu bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan pengawasan yang telah memulainya. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan pengawasan ini. d.3. dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : a. Pasal 16 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. Pasal 12. PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas pekerjaan pengawasan sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 4 Surat Perjanjian ini. tetapi berhak atas pembayaran prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan serta kerugian Negara. c. sebagaimana seperti dalam Pasal 12 ayat 2 Perjanjian ini. b. g. . Pasal 15 Surat Perjanjian ini. Telah dikenakan denda yang kumulatif sebesar 10% (sepuluh prosen) dari biaya pekerjaan pengawasan. yang dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak. 2. maka perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. karena kelalaian PIHAK KEDUA. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. PIHAK KEDUA memberikan keterangan yang tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan Pekerjaan Pengawasan ini. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Pengawas lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 diatas. Jika terjadi Pemutusan Perjanjian Pengawasan ini. Page 106 4. Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal terbitnya Surat Keputusan Penunjukan PIHAK KEDUA tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan pengawasan sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA.

……………………………. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja/ PT/CV. 4. beserta segala akibat hukumnya. 3. dan dinyatakan berlaku Page 107 sejak diterbitkannya Surat Perintah Kerja (atau Mulai Kerja) dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. 2. maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri. Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di ……………………… pada hari dan tanggal tersebut diatas. Page 108 LAPORAN PEKERJAAN PENGAWASAN . Catatan : *) Ditandatangani penanggung jawab perusahaan Pasal 8 (Jaminan Pelaksanaan) berlaku untuk pekerjaan dengan nilai Rp 50 juta keatas... ……………… Pejabat pembuat Komitmen………… ……………………… …………………………………. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak.. Pasal 18 PENUTUP 1. dan c. dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. *)……………………. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pekerjaan pengawasan ini. Dalam Surat Perjanjian tidak boleh ada tipp-ex dan tulisan tangan (nomor dan tanggal Misalnya) dan masing-masing lembaran diparaf oleh pihak pertama dan pihak kedua. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri …………………………. Seorang PIHAK KETIGA yang ahli.) bermeterai cukup. Surat Perjajian ini dibuat dalam rangkap …… (………. Pasal 17 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian pengawasan ini. 3. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak.. Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota. NIP . Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak.b.

Pekerjaan :………………………………………………. Biaya Pengawasan : Rp. minggu ke ……. bahwa : a. Surat Perjanjian Pekerjaan: Nomor : ……………………………… Pelaksanaan . Departemen/Lembaga :………………………………………………. Waktu Pengawasan : Tgl mulai :……………………………… Tgl selesai :……………………………… Jml. Yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana dan diperiksa oleh Konsultan Pengawas. Telah melaksanakan pekerjaan pengawasan untuk : a. g.. SPK Pengawasan Tanggal :………………………………. d. b. Tanggal …………………. LAPORAN PEKERJAAN PENGAWASAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………… LAMPIRAN : 1 (satu) set laporan 1. c. Konsultan Pengawas :………………………………………………. e. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor :………………………………. f. (……………………………………………. Tanggal :………………………………... Lokasi :……………………………………………….. …………………………………………. DIPA : Nomor :……………………………….) h.minggu :……………………………… 2. Kontraktor Pelaksana : PT/CV …………………………………….SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. b. Berdasarkan laporan pekerjaan pelaksanaan Nomor : ……………….

Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya.. Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : .Tanggal ………………………………. NIP. : ……………………… LAMP. Telah mencapai prestasi sebesar : ………. ………………………………………………………………………… Page 109 b.*) : Laporan Pekerjaan Pengawasan Nomor : …………….Penanggung jawab lapangan dari perusahaan **) Diisi NamaSatuan Kerja yang bersangkutan Page 110 BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN PENGAWASAN SATUAN KERJA : ……………………… ……………………. ………………………………………………………………………… c. Dan seterusnya. ……………………………. 3. Pelaksanaan kegiatan pengawasan tersebut meliputi (laporan lengkap terlampir) : a. Diketahui oleh : Dibuat oleh : Tim Teknis Satuan Kerja/PPK Konsultan Pengawas **) ………………………….……………………… BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN PENGAWASAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. % (………………………….) prosen... Minggu ke : ……………. ………………………. . PT/CV …………………. Tanggal : …………….Penanggung jawab perusahaan dan atau . ………………… *) ………………………….

. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris …………………………….. Tanggal : …………………………………………. tanggal ………………………. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………... tanggal …………………… Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Pekerjaan Pengawasan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Page 111 Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan pengawasan untuk : 1. Nomor : …………………………………………. 2. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. Alamat kantor : ………………………………………………………. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK . Pekerjaan : ……………………………………………… 2. Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : ……………………......Pada hari ini. ……………………. Nama : ………………………………………………………….... Lokasi : ……………………………………………… 3... Kedua belah pihak berdasarkan : 1. Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan/SPK Nomor : ……………………………... …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I.. Departemen/lembaga .. Tanggal : …………………………………………..

: ……………………… . Daftar Isian Proyek (DIP) : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 Penyerahan sebagaimana yang dimaksud pasal 1 diatas termasuk meliputi (sesuai Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan ) : 1.) rangkap Demikian Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Pengawasan ini dibuat dan ditandatangani di ………………………….. Dan seterusnya : ……. (…………………….. (……………………. ……. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya.: ……………………………………………… 4. ……………………. Nip... ……………………………… ……………………………… ………………………………… *) ………………………….) rangkap 2. Pada tanggal tersebut diatas... : ……. …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 112 BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PENGAWASAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN SATUAN KERJA : ……………………… …….. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja/ PPK PT/CV. Laporan mingguan.……………………………………… BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PENGAWASAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL.

…………………….. Pekerjaan : ……………………………………. c... Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………... Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK . Lokasi : …………………………………….. b. Pada hari ini.. Nama : ………………………………………………………….. Kedua belah pihak telah setuju dan sepakat bahwa.*) : Laporan Pekerjaan Pengawasan Nomor : …………….. d. DIPA : Nomor : …………………… . Minggu ke : ……………... Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Departemen/Lembaga : ……………………………………. Dengan ini menyatakan : 1.. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II.. Alamat kantor : ……………………………………………………….. Nomor : ………………………………………….LAMP.. Tanggal : …………………………………………. untuk : a. Tanggal : ……………. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I.. Tanggal : ………………………………………….. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : ………………………………………….

Biaya Pengawasan : Rp. Konsultan Pengawas : ……………………………………. Angsuran ke …… = Rp.. ……………………………. % (…………………………………. f. ……………………………. ……………………………. Angsuran ke …… = Rp.) Demikian Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Pengawasan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. …………………….. . Berdasarkan pasal …. Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Pengawasan tersebut butir 1.. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV. Pada tanggal tersebut diatas. ………………………………… Prestasi pekerjaan pengawasan telah mencapai kemajuan sebesar : …………. 2.. = Rp. Pada angsuran pembayaran ini PIHAK KEDUA Berhak dibayarkan sebesar : = Rp. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. Kepada PIHAK KEDUA.Tanggal : …………………… Page 113 e. c.. 3. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Pengawasan Tanggal : …………………… g.f diatas. …………………………………. ……………………………. telah dibayarkan : …. ayat…. b. 4. …………………………… Terbilang : (………………………………………………………………..) prosen. Angsuran ke …… = Rp. (……………………………) kali angsuran pembayaran yaitu : a. Jumlah yang telah dibayarkan = Rp.. ……………………………. maka PIHAK KEDUA telah berhak menerima dari PIHAK PERTAMA sejumlah : ……… % x Rp ………………….

. Selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen ………………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA. …………………………… Catatan : *) Untuk BA 100% juga dilampirkan BA serah terima pekerjaan pelaksanaan ke II.. BERITA ACARA PEKERJAAN PELAKSANAAN Page 115 SURAT PERINTAH KERJA KEPALA SATUAN KERJA / PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN ……………………………………………… BRR NAD-NIAS Nomor : ……………………… Tanggal : ……………………… PEKERJAAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN / REHABILITASI / RENOVASI / RESTORASI …………………………………………………………………………… Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Pelelangan/ Pemilihan Langsung Nomor : …………………… tanggal ……………………… dengan ini kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1. KONTRAK PEKERJAAN PELAKSANAAN 3.……………………………… ………………………………… **)………………………. Nama : …………………………………. Alamat Kantor : …………………………………. Jabatan : …………………………………. **) Penanggung jawab perusahaan Page 114 Lampiran IV : Keputusan Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara Nomor: 154/KEP/BP-BRR/X/2006 LAMPIRAN IV 1.. Nama : ………………………………….. Nip. MEMERINTAHKAN KEPADA : 2. SURAT PERINTAH KERJA PEKERJAAN PELAKSANAAN 2. .

Pembayaran uang muka kepada PIHAK KEDUA sebesar ……% dari biaya pelaksanaan yaitu Rp ……………………. 3. b. M2 c. M2 b. Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajakpajak.... b.. Nama Badan Usaha : ………………………………….) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai 100% dikurangi angsuran uang muka. tanggal ………………. Pembayaran kedua sebesar …… % dari biaya pelaksanaan yakni sejumlah Rp ………………… (…………………………………………. Dan seterusnya. 2.) dapat dilakukan setelah Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditanda tangani kedua belah pihak. Surat Perintah Kerja (SPK) ini diperintahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dengan ketentuan dan syarat-syarat seperti tersebut dibawah ini : 1. Tugas Pekerjaan : Pekerjaan Pelaksanaan yang akan dilaksanakan adalah : Pembangunan/Rehabilitasi/ Renovasi/ Restorasi ………………………… di ………………. (lokasi pekerjaan) yang meliputi tugas-tugas sebagai berikut : a.. yang merupakan jumlah tetap dan pasti (lumpsum fixed price).). …………………………………………… = ………. Selaku Kontraktor Pelaksana Pekerjaan ………………………………………. …………………………………………… = ……….Jabatan : …………………………………. c. Sesuai dengan DIPA Nomor : …………………. Cara Pembayaran a. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan peraturan-peraturan dan ketentuan yang berlaku. yang dibebankan pada Satuan Kerja ……………………. % dari biaya pelaksanaan yakni Rp ………………….. Pembayaran pertama sebesar ……. Alamat Badan Usaha : …………………………………. . Page 116 Tugas tersebut diatas dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA yang meliputi pelaksanaan fisik dan memperbaiki segala cacat dan atau kerusakan-kerusakan pada masa pemeliharaan. Besarnya biaya pelaksanaan adalah Rp ……………………. (…………………………….. (……………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai …… % dikurangi angsuran uang muka. (…………………………………. Biaya Pelaksanaan Borongan a.

b. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. dan dilampiri Berita Acara Serah Terima II hasil pekerjaan. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syaratsyarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. n. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. ii. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak 4. (………………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. i.d. antara lain : i.. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai 100% (serah Terima I) dan diterima oleh PIHAK PERTAMA dikurangi angsuran uang muka (uang muka sudah harus lunas 100%). tanggal : …………………………………. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. k. iv. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. j. Dasar Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan a. DIPA : …………………………………………… Nomor : …………………. Pembayaran terakhir sebesar 5% dari biaya pelaksanaan yakni sebesar Rp ………………………. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. h. m. e. l. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA . Page 117 c. f. g. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. e. Pembayaran ketiga sebesar ……% dari biaya pelaksanaan yakni sebesar Rp ……………………… (…………………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. setelah selesai masa pemeliharaan. d. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. iii. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung..

Pejabat Pembuat Komitmen……… ………………. persen) dari biaya pekerjaan pelaksanaan dengan ketentuan bahwa.% (…………. o/oo (…… permil) dari biaya pekerjaan c. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dalam batas waktu yang ditetapkan. b.. Jika terjadi perselisihan dikemudian hari. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya. maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri ………….50 juta. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku.tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ……………… dan mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan pelaksanaannya kepada PIHAK PERTAMA. 6. Sampai dilaksanakan Page 118 Serah Terima Kedua pekerjaan pelaksanaan. Penyelesaian Perselisihan 1. o.% (…. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar ……. 7. …………………… *) ……………. Jumlah denda kumulatif ditetapkan maksimum …. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya.... maka untuk setiap hari kelambatan pihak pelaksana wajib membayar denda kelambatan sebesar …. prosen) dari biaya pekerjaan pengawasan (umumnya 3%). Page 119 . PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya (umumnya 1-3%). 2. 5. NIP ……………… Catatan : *) Ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan Model perjanjian dengan SPK berlaku hanya untuk pekerjaan yang nilainya sampai RP. Sanksi dan Denda a. Jangka Waktu Pelaksanaan Jangka waktu pelaksanaan sampai selesai 100% yang disebut dalam butir 1 Surat Perintah Kerja ini terhitung mulai tanggal ………………………. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja / PT/CV …………………….

SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI …………………………………………………………………… BRR NAD - NIAS Nomor : ………………………… Tanggal : ………………………… Pada hari ini ………… tanggal …………. Bulan ………………… tahun …... ………., kami yang bertandatangan di bawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan pelaksanaan : Antara 1. N a m a : …………………………………………… Jabatan (struktural) : …………………………………………… Alamat : …………………………………………… Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias Nomor : ……………….. tanggal ………….. telah ditunjuk selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia, yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA. Dengan 2. Nama : ………………………………………….. Jabatan : Direktur ………………………………… Nama Perusahaan : …………………………………………. Alamat : …………………………………………. Yang didirikan dengan Aket Notaris Nomor :……………………….. tanggal ……………. Oleh Notaris di ………………. Dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya, bertindak untuk dan atas nama ………………….. (nama Badan Usaha), yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA. Maka dengan ini disetujui oleh dan di antara pihak-pihak tersebut, ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal di bawah ini : Page 120

Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1. PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan diterima PIHAK KEDUA untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan/rehabilitasi/renovasi /restorasi ………………………………………. 2. Pekerjaan tersebut meliputi : a. ………………………………… volume …………………………. b. ………………………………… volume …………………………. Dan seterusnya. 3. Pekerjaan tersebut dilaksanakan di …………………….. (lokasi pekerjaan). 4. PIHAK KEDUA mempunyai kewajiban kepada PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan, menyelesaikan, dan memelihara pekerjaan, serta memperbaiki kerusakan sesuai ketentuan dan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak. Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. Dasar perjanjian dan pelaksanaan pekerjaan pemborongan ini menjadi lampiran dan bagian yang mengikat serta tidak terpisahkan dalam perjanjian ini adalah : a. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) ……………………………… Nomor : ………………………………………………………… Tanggal : ………………………………………………………… b. Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ……………………………………………………….. Tanggal : ……………………………………………………….. c. Surat Usulan Calon Pemenang Lelang Nomor : ………………………………………………………. Tanggal : ………………………………………………………. d. Surat Keputusan Pemenang Lelang Nomor : ………………………………………………………. Tanggal : ………………………………………………………. e. Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : ……………………………………………………… Tanggal : ……………………………………………………… f. Berita Acara : ii. DRT-U dan undangan

iii. Penjelasan pekerjaan dan daftar hadir panitia serta rekanan iv. Hasil pelelangan dan daftar hadir panitia v. Pembukaan surat penawaran dan daftar hadir panitia vi. Pengumuman pemenang lelang. Page 121 g. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS), h. Gambar-gambar, i. Jadwal pelaksanaan pekerjaan, j. Shop drawings, k. Surat jaminan pelaksanaan, l. Addendum (bila ada). 2. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : a. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi; b. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung; c. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi; d. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. e. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias; f. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. g. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. h. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya; i. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara, j. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung, antara lain : i. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan, ii. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987, iii. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi, iv. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung, Page 122 k. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan.

maka PIHAK KEDUA wajib mengganti/memperbaiki tanpa berhak menuntut kerugian. PIHAK KEDUA harus mengajukan contoh bahan dan peralatan yang akan digunakan untuk mendapat persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. PIHAK PERTAMA berhak melakukan pengujian terhadap bahan dan peralatan yang diajukan PIHAK KEDUA. tidak dapat dijadikan alasan untuk keterlambatan pekerjaan. maka PIHAK KEDUA harus menyingkirkan bahan dan peralatan tersebut dari lokasi pekerjaan dalam waktu 2 x 24 jam. 11. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. 9. peralatan. PIHAK PERTAMA berhak menolak bahan dan peralatan yang disediakan oleh PIHAK KEDUA. Apabila bahan dan peralatan yang digunakan/terpasang setelah melalui pengujian ternyata tidak memenuhi persyaratan kualifikasi dan spesifikasi yang telah ditentukan. 8. dalam hal ini tetap berlaku ketentuan ayat 13 pasal ini. Bahan. n. 3. 5. dan segala sesuatu yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pemborongan ini harus disediakan dalam keadaan baru oleh PIHAK KEDUA. 4. Untuk pengendalian pekerjaan yang terdiri atas kegiatan pengawasan. Page 123 6. 3. pengujian. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. maka PIHAK KEDUA dapat mengajukan bahan dan peralatan pengganti yang setara melalui persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. maka PIHAK PERTAMA menunjuk pejabat atau badan hukum ………… sebagai pengawas pekerjaan/manajemen konstruksi yang bertindak untuk dan atas nama PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA wajib membuat tempat atau gudang yang baik dan aman untuk menyimpan bahan dan peralatan guna kelancaran pekerjaan. 2. Tidak tersedianya bahan dan peralatan di pasaran. Apabila pejabat atau badan hukum yang ditunjuk dalam ayat 1 pasal ini berhalangan atau tidak dapat menjalankan kewajibannya. 10. PIHAK KEDUA wajib menjaga kebersihan lokasi dan lingkungan dari kotoran dan polusi yang ditimbulkan penggunaan bahan dan peralatan dalam pelaksanaan pekerjaan. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. PIHAK KEDUA harus mengganti dengan bahan dan peralatan baru yang memenuhi persyaratan. 2. jika kualitas dan spesifikasinya tidak memenuhi persyaratan. PIHAK KEDUA harus mematuhi perintah/petunjuk teknis dan manajemen dari pengawas pekerjaan/manajemen konstruksi sesuai kewenangan yang telah ditentukan. dan telah diketahui oleh PIHAK KEDUA. Jika bahan dan peralatan tidak terdapat di pasaran. m.l. Pasal 4 BAHAN DAN PERALATAN 1. Pasal 3 PENGAWAS PEKERJAAN / MANAJEMEN KONSTRUKSI 1. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk penggantinya dan diberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA. Jika bahan dan peralatan tersebut ditolak PIHAK PERTAMA. 7. PIHAK KEDUA wajib menjaga keamanan bahan dan peralatan di lokasi dari pencurian. dan pengkoreksian. .

13. maka PIHAK KEDUA wajib memberikan pertolongan medis sepenuhnya terhadap korban. PIHAK KEDUA harus menjalin kerjasama yang baik dengan pemasok perangkat dari luar dan dalam negeri. PIHAK KEDUA wajib menyelenggarakan Asuransi Sosial Tenaga Kerja (ASTEK) kecelakaan dan kematian sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan ang berlaku. Ongkos-ongkos dan upah tenaga kerja untuk pelaksanaan pekerjaan ditanggung oleh PIHAK KEDUA.12. maka PIHAK KEDUA harus menjamin dalam waktu 7 x 24 jam orang atau tenaga kerja tersebut sudah harus meninggalkan lokasi pekerjaan. PIHAK KEDUA harus bertanggung jawab atas kerugian PIHAK PERTAMA akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan nya. Page 124 6. PIHAK KEDUA menjamin bahwa bahan dan peralatan yang dipasang tersedia suku cadang dan agen penjualnya di Indonesia serta bersedia memberikan pelayanan purnajual. dan tidak berhubungan lagi dengan pekerjaan dalam kontrak. Asuransi tersebut harus memiliki masa berlaku minimal sampai akhir masa kontrak. 4. 13. dan seluruh biaya yang ditimbulkan ditanggung PIHAK KEDUA. 11. 8. PIHAK KEDUA wajib menugaskan tenaga kerja ahli dan terampil dalam jumlah cukup sesuai kebutuhan pekerjaan yang dicantumkan dalam Daftar Usulan Staf Inti Proyek dan diserahkan kepada PIHAK PERTAMA. Di lokasi pekerjaan harus ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai pemimpin pelaksana yang mempunyai wewenang penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA yang dapat menerima/memberikan/memutuskan segala urusan pekerjaan di lapangan. 3. 7. Penyediaan tenaga kerja harian harus dilaporkan kepada PIHAK PERTAMA dalam bentuk daftar yang dilampiri keterangan identitas setiap tenaga kerja. dan diserahkan kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari sejak dikeluarkan surat perintah kerja. kemampuan dan pengalaman yang telah ditentukan dengan melampirkan curriculum vitae dan mendapat persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA wajib menyediakan tempat tinggal yang memenuhi syarat kesehatan dan ketertiban bagi para pekerja yang tinggal sementara di lokasi pekerjaan. Pasal 5 TENAGA KERJA 1. 12. 5. 2. PIHAK KEDUA diwajibkan memaksimalkan penggunaan bahan dan peralatan produksi dalam negeri. 9. Asuransi tersebut bias dilakukan menurut variable jumlah pekerja yang ada di lapangan. . 10. Jika terjadi kecelakaan pada saat pelaksanaan pekerjaan. PIHAK KEDUA wajib menyediakan perlengkapan pengamanan untuk keselamatan tenaga kerja. Jika PIHAK PERTAMA meminta PIHAK KEDUA untuk memberhentikan orang atau tenaga kerjanya dan menyatakan alas an atas permintaan tersebut. Penunjukan/penugasan/penggantian staf proyek atau pemimpin pelaksana harus memenuhi kualifikasi. PIHAK KEDUA wajib menyediakan tenaga kerja harian dalam jumlah cukup dan kualifikasi sesuai dengan volume dan kompleksitas pekerjaan. 14.

7.) hari kalender terhitung sejak tanggal pekerjaan selesai 100% dan telah diterima oleh PIHAK PERTAMA dalam keadaan baik. Pasal 6 SUB KONTRAKTOR 1. dan hal ini tidak mengurangi kewenangan pengawas pekerjaan/ manajemen konstruksi untuk mengendalikan pelaksanaan pekerjaan sub kontraktor. Apabila suatu bagian pekerjaan akan diserahkan kepada sub kontraktor maka sebelumnya harus mendapat persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA. Pasal 8 MASA PEMELIHARAAN 1. Hubungan antara para pekerja dengan PIHAK KEDUA sepanjang tidak diatur secara khusus. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan pelaksanaan sampai 100% (serah terima I) ditetapkan selama …… (………………. Semua yang berkaitan dengan persoalan dan tuntutan tenaga kerja maupun Sub kontraktor menjadi beban dan tanggung jawab PIHAK KEDUA. baik di dalam maupun di luar pengadilan. kecuali PIHAK PERTAMA telah memberikan persetujuan tertulis dan diatur di dalam perjanjian tambahan (addendum).) hari kalender terhitung sejak tanggal ……. Hubungan antara PIHAK KEDUA dengan sub kontraktor menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA wajib bekerja sama dengan sub kontraktor (termasuk dengan sub kontraktor golongan ekonomi lemah) setempat. sesuai dengan bidang keahliannya. Pasal 7 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN 1. 2. 6. 3. . maka PIHAK PERTAMA dapat memberlakukan pasal 18. (sejak diterbitkannya Surat Perintah Kerja) dan berakhir tanggal ………… 2. tunduk pada peraturan perburuhan yang berlaku. 8. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan sub kontraktor dan segala sesuatu yang menyangkut hubungan antara PIHAK KEDUA dengan sub kontraktor. maka PIHAK KEDUA berkewajiban melakukan koordinasi yang baik dan penuh tanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh sub kontraktor. Masa pemeliharaan hasil pekerjaan ditetapkan selama …… ( ………………………. maka PIHAK KEDUA harus telah menyelesaikan segala urusan keuangan dengan para sub kontraktor. Jangka waktu pelaksanaan setiap bagian pekerjaan ditetapkan sesuai jadwal pelaksanaan pekerjaan (time schedule) pada lampiran surat perjanjian ini. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan menyerahkan seluruh pekerjaan kepada sub kontraktor atau PIHAK KETIGA. 4. yang dinyatakan dalam Berita Acara Serah Terima I. Untuk pekerjaan yang diserahkan kepada sub kontraktor atas persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA.14.. Page 125 5. Waktu penyelesaian tersebut dalam ayat 1 dan ayat 2 pasal ini tidak dapat diubah PIHAK KEDUA. Sebelum dilakukan Serah Terima I (pertama) pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA. Jika ternyata PIHAK KEDUA menyerahkan pekerjaan kepada sub kontraktor tanpa persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA. 15. 3.

). Surat jaminan bank tersebut dapat berupa guarantee yang harus dikeluarkan oleh bank umum atau berupa Bond yang harus dikeluarkan oleh perusahaan asuransi kerugian yang mempunyai program Surety Bond. 2. Sebelum pembayaran angsuran pertama (uang muka) oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan. 4. c.a pasal ini. …………………. Besar nilai jaminan adalah 5% dari biaya pekerjaan borongan atau sebesar Rp. setelah Serah Terima I pekerjaan konstruksi fisik dilaksanakan dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. maka PIHAK PERTAMA dapat membatalkan PIHAK KEDUA sebagai pemenang lelang. Masa berlaku surat jaminan pelaksanaan minimal sama dengan masa kontrak. f. dan seluruh biaya perbaikan tersebut ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Apabila PIHAK KEDUA tidak melakukan perbaikan sebagaimana dimaksud ayat 1 dan 2 pasal ini.. maka masa pemeliharaan terhitung sampai dengan berakhirnya perbaikan yang dilakukan tersebut. Berkaitan ayat 2 pasal ini. Dan apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan ayat 1. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk PIHAK KETIGA untuk melakukan perbaikan tersebut dengan biaya dibebankan kepada PIHAK KEDUA. maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa jaminan tersebut. . Jaminan Pelaksanaan : a. …………………. maka jaminan pelaksanaan menjadi milik Negara. Apabila terjadi perpanjangan masa pekerjaan. (………………………………………………….). Apabila selama masa pemeliharaan ternyata terdapat kerusakan-kerusakan akibat iklim atau akibat kelalaian/kesalahan pemakaian/pemasangan bahan yang tidak sesuai dengan ketentuan perjanjian. d. e. g. Jika PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani kontrak (Surat Perjanjian) ini. b. diserahkan kembali oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Jaminan Uang Muka : a. Page 126 Pasal 9 JAMINAN PELAKSANAAN DAN JAMINAN UANG MUKA 1. maka PIHAK KEDUA wajib melakukan perbaikan. 3. Dalam surat jaminan pelaksanaan tersebut huruf a ayat 1 pasal ini harus ada ketentuan bahwa jaminan pelaksanaan menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA tanpa persetujuan PIHAK KEDUA. dan harus dijamin tidak ada waktu senggang di antaranya. maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA jaminan uang muka berupa surat jaminan bank umum atau perusahaan asuransi kerugian (bentuk jaminan sesuai ayat 1 a pasal ini) sebesar ……… % dari biaya pelaksanaan borongan atau Rp. apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan ayat 1. bilamana terjadi pemutusan perjanjian dengan memperhitungkan prestasi pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan PIHAK KEDUA sebagai pemenang lelang.a pasal ini. PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA jaminan pelaksanaan pekerjaan selambat-lambatnya pada saat perjanjian ini ditandatangani.2. (…………………………………………………. Surat jaminan tersebut huruf a ayat 1 pasal ini.

Jumlah biaya pelaksanaan borongan ini adalah sebesar Rp. tahun anggaran …………. Biaya pelaksanaan lumpsum pekerjaan tersebut dalam ayat 1 pasal ini dilaksanakan berdasarkan gambar rencana. Volume. dan harus sudah lunas selambat-lambatnya pada saat Serah Terima I pekerjaan konstruksi fisik. d. Dan merupakan jumlah yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price). Pembayaran uang muka kepada PIHAK KEDUA sebesar …… % dari harga borongan yaitu Rp ……………………. 2.. PIHAK KEDUA telah menjamin bahwa penggunaan uang muka tersebut dalam butir a ayat 2 pasal ini adalah sepenuhnya diperuntukkan atau dipergunakan bagi pelaksanaan pekerjaan pemborongan sebagaimana disebut dalam pasal 1 surat perjanjian ini. 2. harus ada ketentuan bahwa jaminan uang muka menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK Page 127 PERTAMA tanpa persetujuan PIHAK KEDUA bilamana terjadi pemutusan perjanjian. Nomor : ……………………. (…………………………………………) dapat dilakukan setelah perjanjian ini ditandatangani kedua belah pihak dan atas jumlah tersebut PIHAK KEDUA memberikan jaminan uang muka sebagaimana tersebut dalam Pasal 9 perjanjian ini. rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). Pembayaran biaya pelaksanaan borongan tersebut pasal 10 di atas dilakukan secara bertahap dengan sistim dan jumlah tahap berdasar kesepakatan antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. 3.. Dalam jumlah biaya pelaksanaan tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran PIHAK KEDUA beserta pajak-pajak dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 11 CARA PEMBAYARAN 1. dengan perincian sebagai berikut : a. harga satuan pekerjaan./………….. c.. b. serta document lainnya tersebut pada ayat 1 pasal 2 surat perjanjian ini. Dalam surat jaminan uang muka tersebut huruf a di atas. harga satuan upah. tetapi hanya dipakai untuk menghitung perubahan harga bila terjadi pekerjaan tambah kurang. ……………………….b. (………………………………………………) yang dibebankan pada DIPA ……………. dengan memperhitungkan prestasi pekerjaan yang telah dilakukan oleh PIHAK KEDUA. Pasal 10 BIAYA PELAKSANAAN BORONGAN 1. Jaminan uang muka tersebut pada huruf a ayat 2 pasal ini. dan harga satuan bahan tidak mengikat pada harga borongan lumpsum. secara berangsur-angsur akan diperhitungkan dalam tahap-tahap pembayaran sebagaimana termaksud dalam pasal 11 perjanjian ini. Nilai pembayaran setiap tahap maksimum sebesar prestasi hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan dikurangi 5 %. tanggal …………. 4. Pembayaran pertama sebesar ……… % dari biaya borongan yakni Rp ………………… (…………………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai ……% dikurangi .

dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. kecuali apabila Pemerintah Republik Indonesia dalam bidang moneter secara resmi menyatakan tentang kenaikan tersebut yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Segala pajak dan retribusi sehubungan pekerjaan pemborongan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Harga pekerjaan tambah kurang dalam ayat 1 dan 2 pasal ini setinggi-tingginya 10% dari . PIHAK KEDUA wajib mengurus dan menyelesaikan semua perizinan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini.) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA.. Perubahan yang merupakan penambahan atau pengurangan pekerjaan hanya dianggap sah sesudah mendapat persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA dengan menyebutkan jenis.(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA.angsuran uang muka. 3. Segala biaya sehubungan pembuatan surat perjanjian ini termasuk biaya materai tempel Rp 6. 3. Perhitungan penambahan atau pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh kedua belah pihak. atau pemberitahuan resmi secara tertulis. setelah selesai masa pemeliharaan dilaksanakan dengan baik sesuai dengan pasal 8 perjanjian ini. ( ……………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA. Pasal 14 PEKERJAAN TAMBAH KURANG 1. volume. PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntuntan (klaim) atas kenaikan harga bahan. Pasal 13 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1. dan e pasal 11 ini harus dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang disetujui dan ditandatangani oleh kedua belah pihak. Kenaikan harga bahan.. peralatan. dan upah selama masa pelaksanaan pekerjaan pemborongan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. c. d. Tahap-tahap pembayaran ayat 2 a. 3. Dan seterusnya. Pasal 12 KENAIKAN HARGA 1. e. Pembayaran terakhir sebesar 5% dari harga borongan yakni sebesar Rp.000. dan rincian pekerjaan secara jelas. b. 2. Pembayaran ketiga sebesar ……% dari biaya borongan yakni sebesar Rp …………………. Page 129 2. dan dilampiri Berita Acara Serah Terima II hasil pekerjaan. dan upah tersebut. Page 128 c. setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai 100% (Serah Terima I) dan diterima oleh PIHAK PERTAMA dikurangi angsuran uang muka (uang muka sudah harus lunas 100%). jika tidak tercantum dalam daftar harga satuan pekerjaan dalam pasal 10 ayat 4 perjanjian ini. ………………. peralatan. d. 2. (………………………………………. dan segala biaya yang dikeluarkan menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA..

Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah. d. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan memaksa” tersebut. dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban keuangan kepada para pekerja harian dan sub kontraktor. f. dan Pasal 18 dalam Surat Perjanjian ini. Jika PIHAK KEDUA melakukan kelalaian dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya . Page 130 e. Perang. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. b. badai. dibuat perjanjian tambahan (Addendum). tanah longsor. revolusi. Pasal 16. 2. 5. c. Pasal 16 SANKSI / DENDA 1. pemberontakan. Apabila selama ……. 6. Pasal 15 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 1. d. ( …………) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini. 3. Adanya pekerjaan tambah kurang tidak dapat dipakai sebagai alasan untuk mengubah jangka waktu penyelesaian pekerjaan. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat Keadaan Memaksa. maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA. yaitu : a. Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA). Pelaksanaan pembayaran pekerjaan tambah kurang dilakukan setelah pekerjaan selesai 100%. 4. PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. b. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan memaksa” tersebut. Apabila terjadi “keadaan memaksa”. maka : a. setelah diperiksa oleh Pengawas Pekerjaan/Manajemen Konstruksi. huru-hara.harga borongan dan sudah termasuk pajak yang harus dibayarkan oleh PIHAK KEDUA. Untuk pekerjaan tersebut di atas. Yang dimaksud “keadaan memaksa” dalam perjanjian ini adalah peristiwa-peristiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak. Bencana alam (gempa bumi. kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan kontraktor). Apabila “keadaan memaksa” itu ditolak oleh PIHAK PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan Pasal 7. dan banjir). c. kecuali atas persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. makar.

maka segala risiko akibat kemacetan pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. . sehubungan dengan pekerjaan pemborongan ini. PIHAK KEDUA wajib membayar “Denda Kelalaian” sebesar …… % dari jumlah biaya pekerjaan borongan. Memberikan keterangan tidak benar yang dapat merugikan PIHAK PERTAMA. b. dibebankan kepada PIHAK KEDUA dan akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. 2. Per mil) dari biaya pekerjaan borongan (umumnya 3o/oo). 2. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan pembangunan ini.. 4. Jika pada waktu pelaksanaan terjadi kemacetan-kemacetan akibat tidak tersedianya bahan dan alat-alat karena kesalahan PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA wajib menutup asuransi jenis Construction All Risk dan atau Erection All Risk untuk semua jenis pekerjaan yang dilaksanakan dalam surat perjanjian ini.o/oo ( …. Jika hasil pekerjaan PIHAK KEDUA musnah karena kelalaian PIHAK KEDUA sebelum diserahkan kepada PIHAK PERTAMA.sebagaimana tercantum dalam dokumen kontrak perjanjian ini. Dalam waktu 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal Surat Perintah Kerja diterbitkan oleh PIHAK PERTAMA. 3. dengan ketentuan PIHAK KEDUA tetap berkewajiban memperbaiki kesalahan/kelalaian yang diperingatkan tersebut (umumnya 1-3%). PIHAK KEDUA tidak memulai melaksanakan pekerjaan pemborongan sebagaimana diatur dalam pasal 1 surat perjanjian ini. Pasal 17 RISIKO 1. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : a. c. Persen) dari jumlah biaya pekerjaan borongan (umumnya 10%). maka setiap hari keterlambatan PIHAK KEDUA wajib membayar “denda keterlambatan” sebesar …. Dalam waktu 7 (tujuh) hari berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan pemborongan yang telah dimulainya. Denda-denda tersebut dalam pasal ini.% (…. maka segala kerugian ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Pasal 18 PEMUTUSAN PERJANJIAN 1. d. Page 131 5. 4. Jika PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan pekerjaan pemborongan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam pasal perjanjian ini. maka untuk setiap kali melakukan kelalaian. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian yang timbul. Jumlah maksimum denda kumulatif ayat 1 dan 2 pasal ini ditetapkan sebesar …. 3. Apabila selama PIHAK KEDUA melaksanakan pekerjaan pemborongan ini menimbulkan kerugian PIHAK KETIGA (orang-orang yang tidak ada sangkut paut dengan perjanjian ini) akibat kelalaian PIHAK KEDUA.

h. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak dapat melaksanakan atau melanjutkan pekerjaan yang ditugaskan. dan biaya penyelesaian perselisihan ditanggung bersama oleh kedua belah pihak.e. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak akan diselesaikan secara musyawarah. 2. 3. f. Apabila terjadi pemutusan perjanjian sebagaimana dimaksud ayat 2 pasal ini. yaitu : Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota dan Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. maka akan diselesaikan melalui “Panitia Pendamai” terdiri dari 3 (tiga) orang yang bertugas sebagai juri yang dibentuk oleh kedua belah pihak. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 Pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak. Jika PIHAK KEDUA melaksanakan pekerjaan pemborongan ini tidak sesuai dengan jadwal waktu (Time Schedule) yang telah disetujui oleh PIHAK PERTAMA. Pasal 19 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. 2. Page 132 4. 4. Apabila PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tentang sub kontraktor sebagaimana diatur dalam pasal 6 surat perjanjian ini. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. Pasal 20 . Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. PIHAK KEDUA segera menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dokumen kontrak lengkap dengan lampiranlampirannya dan seluruh keterangan lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. Jika terjadi pemutusan perjanjian pemborongan secara sepihak oleh PIHAK PERTAMA sebagaimana dimaksud ayat 1 pasal ini. PIHAK KEDUA telah memborongkan sebagian atau seluruh pekerjaan kepada PIHAK KETIGA tanpa persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. Dalam hal demikian. maka jaminan pelaksanaan dan jaminan uang muka yang telah diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA menjadi milik Negara sebagaimana diatur dalam pasal 9 surat perjanjian ini. Apabila jumlah denda kumulatif telah mencapai maksimum 10% (sepuluh persen) dari jumlah harga pekerjaan borongan ini. g. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. i. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk pemborong lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. maka PIHAK PERTAMA akan memperhitungkan dan menetapkan pembayaran berdasar penilaian prestasi pelaksanaan pekerjaan yang telah diselesaikan oleh PIHAK KEDUA. 3. maka perselisihan akan diselesaikan melalui Pengadilan Negeri.

laporan. 4. beserta catatan-catatan selama pelaksanaan di lapangan.LAPORAN 1. 3. 5. Segala sesuatu yang belum diatur dalam surat perjanjian ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut dalam surat perjanjian tambahan (addendum) yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini.. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Kontraktor PT/CV. (………………………. dan hasil pekerjaan sampai selesai yang dimasukkan dalam album dan dibuat dalam rangkap …….). maka PIHAK KEDUA harus segera menyerahkannya kepada PIHAK PERTAMA. Surat perjanjian pekerjaan pemborongan ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di …………………. dan dinyatakan berlaku sejak tanggal diterbitkannya Surat Perintah Kerja dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. (…………) diisi pada format yang telah disetujui Pengawas Pekerjaan/Manajemen Konstruksi dan harus selalu berada di tempat pekerjaan. masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta pihak-pihak lain yang berkepentingan yang berkaitan dengan pekerjaan pemborongan ini. (……………………. PIHAK KEDUA wajib membuat catatan yang jelas dan pasti mengenai kemajuan pekerjaan yang telah dilaksanakan. Laporan dan catatan tersebut dalam ayat 2 dan 3 pasal ini. PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA pada saat penyerahan I pekerjaan yakni : gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dalam bentuk kalkir dan blue print. Jika sewaktu-waktu diminta oleh PIHAK PERTAMA untuk menyerahkan sebagian atau keseluruhan dokumen kontrak. termasuk pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh sub kontraktor.) bermeterai cukup. Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap …. 6. kedua belah pihak telah setuju memilih tempat kedudukan hukum yang tetap di Kantor Pengadilan Negeri …………………. 2. PIHAK KEDUA wajib membuat dan menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA fotofoto dokumentasi setiap bagian pekerjaan tentang persiapan. 3. 2. PIHAK KEDUA wajib membuat laporan berkala pelaksanaan pekerjaan secara keseluruhan. Di ……………………… Pasal 22 PENUTUP 1. dibuat berbentuk buku harian rangkap …. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama. (nama tempat) pada hari dan tanggal tersebut di atas. Page 133 Pasal 21 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian pemborongan ini beserta segala akibatnya. ……………… Kepala Satuan Kerja / Pejabat Pembuat Komitmen ……………………………… . pelaksanaan.

........ Pekerjaan : ....... b................ Page 134 LAPORAN PEKERJAAN PELAKSANAAN (Untuk lampiran pembayaran angsuran sampai serah terima-1) SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………........................... Dalam Surat Perjanjian tidak boleh ada tipp-ex dan tulisan tangan (nomor dan tanggal misalnya) dan masing-masing lembaran diparaf oleh pihak pertama dan pihak kedua.......... g.... f... c.......... Departemen/Lembaga : ...... Tanggal : .. …………………………… Catatan : *) Ditandatangani penanggung jawab perusahaan..................... Pelaksanaan Tanggal : ...................................... Pasal 9 (Jaminan Pelaksanaan) berlaku untuk pekerjaan dengan nilai Rp.. LAPORAN PEKERJAAN PELAKSANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………......... e.................... d... LAMPIRAN : Lap........... Kontraktor Pelaksana : ..50 Juta keatas.... DIPA : Nomor : . *) …………………………… NIP. Telah melaksanakan pekerjaan Konstruksi/Pelaksanaan untuk : a................................. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : .......................... Lokasi : .............…………………………………................... Biaya Pelaksanaan ........ Kemajuan Pekerjaan 1.......

.. *) …………………………............Penanggung jawab lapangan dari perusahaan Page 136 LAPORAN PEKERJAAN PEMELIHARAAN (untuk lampiran serah terima II) ..... Jml........ .. Page 135 Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya.. 2...minggu : ………….% (……………………) prosen...... *) …………………………............ ……………………. Pelaksanaan pekerjaan tersebut dengan prestasi sebagai berikut ( laporan lengkap terlampir): No Bagian/Jenis pekerjaan % Bobot pekerjaan Kemajuan Pekerjaan % Total Prestasi Pekerjaan 1........Penanggung jawab perusahaan dan atau ........) h.....% Kemajuan pekerjaan telah mencapai prestasi sebesar : ……...... Diperiksa oleh : Dibuat oleh : Konsultan Pengawas/MK Konsultan Pelaksana PT/CV......... Waktu Pelaksanaan : Tgl.. Tgl. Jumlah 100% .......... Selesai : ………….. PT/CV………………………. Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : ... ……………………………… ………………………………..... (…………………………....... Dapat diisi rekapitulasi item pekerjaan .. ....: Rp.... Mulai : …………. ...

…………………………………………. SPK Pelaksanaan Tanggal :………………………………. LAPORAN PEKERJAAN PELAKSANAAN PEMELIHARAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………… LAMPIRAN : Lap. ………………………………………………………………………… f. g. d. Kontraktor Pelaksana :……………………………………………….SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. e. Pekerjaan :………………………………………………. Sehubungan dengan hal tersebut diatas. Biaya Pelaksanaan : Rp. Telah melaksanakan pekerjaan Pemeliharaan untuk : a. c. Lokasi :………………………………………………. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor :………………………………. Tanggal :………………………………. b.. ………………………………………………………………………… d. maka kewajiban sesuai dengan pasal …. ………………………………………………………………………… b. (……………………………………………. Pemeliharaan 1. Waktu Pemeliharaan : Tgl mulai :……………………………… Tgl selesai :……………………………… 2. ………………………………………………………………………… c..) h.. Pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan tersebut meliputi (laporan lengkap terlampir) : a. Departemen/Lembaga :………………………………………………. ………………………………………………………………………… e. Daftar Isian Proyek : Nomor :………………………………. f. ayat . 3. Dan seterusnya.

Pekerjaan : ……………………………………… 2. Diperiksa oleh : Dibuat oleh : Konsultan Pengawas/MK Kontraktor Pelaksana PT/CV ………………………….Penanggung jawab perusahaan dan atau .f. diatas telah dilaksanakan. ……………………………..Penanggung jawab lapangan Page 138 LAPORAN FOTO PROYEK PEKERJAAN PELAKSANAAN (untuk kelengkapan pengesahan Berita Acara kepada instansi teknis dan untuk file) SATUAN KERJA : ……………………… …………………………………………… LAPORAN FOTO PROYEK PEKERJAAN PELAKSANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE : ……………………… TANGGAL : ……………………… LAMPIRAN : 1(satu) Dokumen / Album Pelaksanaan 1. *). PT/CV ………………….. Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : . Page 137 Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya. .…… Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Pelaksanaan tersebut butir 1. ………………… *) …………………………. Lokasi : ……………………………………. ……………………….

Nama Bangunan : ……………………………………. PT/CV ………………….3. *). ________________________________________________________________________ FOTO PROYEK Warna 3R/4R Kemajuan pekerjaan telah mencapai prestasi sebesar : ………% Diperiksa oleh : Dibuat oleh : Konsultan Pengawas/MK Kontraktor Pelaksana PT/CV …………………………. ………………………. Kontraktor Pelaksana : ……………………………………. 7. BERITA ACARA SERAH TERIMA I PEKERJAAN PELAKSANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… . Waktu Pelaksanaan : Tgl mulai : …………….. ……………………………. ………………… *) ………………………. ………………………………. Catatan : *) Penanggung jawab lapangan dari perusahaan Page 139 BERITA ACARA SERAH TERIMA I PEKERJAAN PELAKSANAAN SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. Tgl selesai : …………….. Biaya Pelaksanaan : Rp. 6.. 4. Tampilan Bangunan : Depan/samping/belakang 5.

tanggal …………………… 3. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….. Kedua belah pihak berdasarkan : 1... Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : ………………………………………….. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. (bila ada).... Page 140 4. Addendum Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK Nomor : …………………… tanggal ………………………. : ……………………… LAMP..*) : Laporan Pekerjaan Pelaksanaan Nomor : ……………. Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK Nomor : …………………………….... Nama : …………………………………………………………. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK. Nomor : ………………………………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II.LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. Pada hari ini. Tanggal : ………………………………………….…………………….. Minggu ke : ……………. Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : …………………….... Tanggal : ……………... Alamat kantor : ………………………………………………………. 2. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………... Laporan pekerjaan pelaksanaan Nomor : …………………………… tanggal . Tanggal : ………………………………………….. tanggal ………………………..

maka PIHAK KEDUA tetap bertanggung jawab atas segala kerusakan dan cacat-cacat tersembunyi selama masa pemeliharaan yaitu …… (……………………….……………………………………. …………………………………………………………………. Pasal 4 Sesuai dengan pasal …. 3. Ayat …. …………………………………………………………………. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. Pada tanggal tersebut diatas. Lokasi : ……………………………………………… 3. DIPA : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 Penyerahan sebagaimana yang dimaksud pasal 1 diatas termasuk meliputi (sesuai Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan) : 1. Dan seterusnya. Sampai dengan tanggal ………….. Dan seterusnya. M2 2.. Departemen/lembaga : ……………………………………………… 4.) hari kalender atau terhitung sejak tanggal ……………………. Pasal 3 Sebagai kelengkapan Berita Acara Serah Terima Pertama ini dilampirkan dokumen administrasi bangunan yang terdiri dari : 1. …………. Pekerjaan : ……………………………………………… 2. Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Pertama Pekerjaan Pelaksanaan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan pelaksanaan untuk : 1.. Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK. seluas = …….……………. 2.. Page 141 Demikian Berita Acara Serah Terima Pertama pekerjaan pelaksanaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………... PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Kontraktor Pelaksana .

……………………..……………………. Nama : ………………………………………………………… . Alamat kantor : ………………………………………………………. Minggu ke : ……………. : ……………………… LAMP. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK ………. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. ……………………………… ………………………………… *) …………………………. BERITA ACARA SERAH TERIMA II PEKERJAAN PELAKSANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. Tanggal : …………………………………………. Tanggal : ……………. …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 142 BERITA ACARA SERAH TERIMA II PEKERJAAN PELAKSANAAN SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………... Nama : …………………………………………………………. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. Nip.Kepala Satuan Kerja /PPK PT/CV. Pada hari ini.*) : Laporan Pekerjaan Pemeliharaan Nomor : …………….. …………………………………..

Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. Nomor : …………………………………………. Tanggal : …………………………………………. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Kedua belah pihak berdasarkan : 1. Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : ……………………... tanggal ……………………….. 2. Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK Nomor : …………………………….... tanggal …………………… 3. Addendum Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK Nomor : …………………… tanggal ………………………. (bila ada). 4. Berita Acara Serah Terima Pertama pekerjaan pelaksanaan Nomor : …………………………. Tanggal ……………………. Page 143 5. Laporan pekerjaan pemeliharaan Nomor : …………………………… tanggal ……………………………………. Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Kedua Pekerjaan Pelaksanaan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan perbaikan-perbaikan selama masa pemeliharaan untuk : 1. Pekerjaan : ……………………………………………… 2. Lokasi : ……………………………………………… 3. Departemen/lembaga : ……………………………………………… 4. DIPA : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 1. PIHAK PERTAMA telah menerima dengan baik segala perbaikan-perbaikan yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA selama masa pemeliharaan terhitung sejak tanggal

…………. Sampai dengan tanggal ……………. 2. Selanjutnya PIHAK KEDUA tetap bertanggung jawab atas cacat-cacat tersembunyi selama ….. (………………………..) tahun, terhitung sejak tanggal serah terima kedua pekerjaan pelaksanaan, sesuai ketentuan pasal ………. Surat Perjanjian Pelaksanaan / SPK Nomor : ………. Tanggal …………………… Pasal 3 Sebagai kelengkapan Berita Acara Serah Terima kedua ini dilampirkan dokumen administrasi bangunan yang terdiri dari : 1. Dokumen kelengkapan untuk pendaftaran bangunan gedung Negara. 2. Dokumen pedoman pemeliharaan/perawatan (bila disyaratkan). 3. …………………………………………………………………. 4. Dan seterusnya. Page 144 Demikian Berita Acara Serah Terima Kedua pekerjaan pelaksanaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. Pada tanggal tersebut diatas, dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Kontraktor Pelaksana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV. …………………….. …………………………………. ……………………………… ………………………………… *) …………………………... Nip. ……………………………
Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan

Page 145 BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PELAKSANAAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN SATUAN KERJA: ……………………… ………………………………………… BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PELAKSANAAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. : ………………………

LAMP.*) : Laporan Pekerjaan Pelaksanaan Nomor : ……………. Tanggal : ……………. Minggu ke : ……………. Pada hari ini, …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. Nama : …………………………………………………………. Jabatan : Kepala Satuan Kerja /PPK………..…………………….. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. Tanggal : …………………………………………. Alamat kantor : ……………………………………………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. Nomor : …………………………………………. Tanggal : …………………………………………. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Dengan ini menyatakan : 1. Kedua belah pihak telah setuju dan sepakat bahwa, untuk : a. Pekerjaan : …………………………………….. b. Lokasi : …………………………………….. c. Departemen/Lembaga : …………………………………….. d. DIPA : Nomor : ……………………

……………………………..f diatas.) Demikian Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Pelaksanaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. . b. Kepada PIHAK KEDUA. 2. f. ……………………………. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Pelaksanaan tersebut butir 1. ……………………………..Tanggal : …………………… Page 146 e. ………………………………….. ……………………. Angsuran ke …… = Rp.. c. Jumlah yang telah dibayarkan = Rp. = Rp..) prosen.. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Pelaksanaan Tanggal : …………………… g. Pada tanggal tersebut diatas. Angsuran ke …… = Rp. ayat…. telah dibayarkan : …. 3. Angsuran ke …… = Rp. ………………………………… Prestasi pekerjaan pelaksanaan telah mencapai kemajuan sebesar : …………. Pada angsuran pembayaran ini PIHAK KEDUA Berhak dibayarkan sebesar : = Rp. maka PIHAK KEDUA telah berhak menerima dari PIHAK PERTAMA sejumlah : ……… % x Rp ………………….. % (…………………………………. (……………………………) kali angsuran pembayaran yaitu : a. 4. ……………………………. Berdasarkan pasal …. …………………………… Terbilang : (………………………………………………………………. Biaya Pelaksanaan : Rp. ……………………………. Kontraktor Pelaksana : ……………………………………. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pelaksana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV.

.……………………. Nomor : …………………………………………. Alamat kantor : ………………………………………………………. …………………………… Catatan : *) Untuk BA 100% juga dilampirkan BA serah terima pekerjaan **) Penanggung jawab perusahaan Page 147 BERITA ACARA PERUBAHAN PEKERJAAN SATUAN KERJA : ……………………… …………………………………………… BERITA ACARA PERUBAHAN PEKERJAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. Nama : …………………………………………………………. : Laporan Perhitungan Biaya Pekerjaan Tambah / Kurang Pada hari ini. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I.. Nip. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK ………. . Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris …………………………….. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : ………………………………………….……………………………… ………………………………… **)………………………. Tanggal : ………………………………………….. : ……………………… LAMP.

Demikian Berita Acara Perubahan Pekerjaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. Biaya Pelaksanaan : Rp.……………………………. Perubahan-perubahan pekerjaan tersebut akan diperhitungkan sebagai pekerjaan tambah-kurang yang selanjutnya akan dibuatkan addendum/ amandemen kontrak oleh kedua belah pihak.Tanggal : …………………………………………. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Pelaksanaan Tanggal : …………………… g. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.. DIPA : Nomor : …………………… Tanggal : …………………… Page 148 e. Lokasi : ……………………………………. Perubahan pekerjaan yang dimaksud pada butir 1 diatas adalah : a. PIHAK PERTAMA telah memerintahkan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA telah menerima perintah perubahan pekerjaan untuk : a. Pekerjaan : ……………………………………. Pada tanggal tersebut diatas.. Dengan ini menyatakan : 1. c. d. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. 3.... (………………………………………………) b. Departemen/Lembaga : ……………………………………. ………………………………… 2. …………………………………………………………………………… b. ………………. Ketentuan atas perubahan tersebut adalah : a. Dan seterusnya. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………. b. . ……………………………………………. Penambahan dan atau pengurangan biaya akibat perubahan pekerjaan ini sebesar Rp. c.

........................... d..... LAMPIRAN : Surat Perintah Ka Satker/PPK No....... c................. …………………………………. LAPORAN PERHITUNGAN BIAYA PEKERJAAN TAMBAH KURANG PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TANGGAL : ……………………................ Lokasi : ................... Pekerjaan : ............................... ……...................... …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 149 LAPORAN PERHITUNGAN BIAYA PEK...... Tanggal : ...... Tgl …… 1.......PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Kontraktor Pelaksana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV........... ....... ……………………...... b... DIPA : Nomor : ........ Nip............. TAMBAH KURANG SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………....... Telah mengadakan perhitungan dan evaluasi pekerjaan tambah kurang untuk : a.. ……………………………… ………………………………… **)………………………. Departemen/Lembaga : ... Kontraktor Pelaksana : .. e...............................

..........) 2.... ……………………. Sesuai Kontrak (Rp) Harga Sat............. ..... Selisih harga pekerjaan tambah kurang : 1) Harga pekerjaan awal = Rp........ …………......... .. Berdasarkan perhitungan tersebut diatas maka dapat dilaporkan sebagai berikut : a................... .......... b..Pekerjaan akhir : No Bagian/ Jenis Pekerjaan Volume Pekerjaan Harga Sat.... ............II ………… Page 150 c....... ………………………...... Harga Pekerjaan Baru (Rp) 1.... Diluar Kontrak (Rp) Juml........ …………… Jumlah ..f. Jumlah–1 ......... ........... (…………………………........ …………… ……………... Biaya Pelaksanaan : Rp........ g. 2) Harga pekerjaan akhir .... SPK Pelaksanaan Tanggal : ........ ............................ Pekerjaan awal : No Bagian/Jenis Pekerjaan Volume pekerjaan Harga Satuan Sesuai Kontrak (Rp) Harga Pekerjaan Awal (Rp) 1.... Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : .......

. Telah melaksanakan pekerjaan tambah kurang untuk : a...... Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : Penanggung jawab perusahaahaan atau Penanggung jawab lapangan dari perusahaan **) Diisi Nama Satuan Kerja yang bersangkutan Page 151 LAPORAN KEMAJUAN PEKERJAAN TAMBAH KURANG (bila pekerjaan tambah kurang di evaluasi setelah Serah Terima I) PROYEK : ……………………… LAPORAN PEKERJAAN TAMBAH KURANG PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : …………………….... Demikian laporan perhitungan dan evaluasi pekerjaan tambah kurang ini dibuat sebagai bahan pertimbangan.. ……………………...= Rp.. ……………………........ Dari hasil evaluasi pekerjaan tambah kurang tersebut terdapat biaya lebih/kurang sebesar Rp.... Pekerjaan : ... ……………………. LAMPIRAN : Lap... Nip. Kemajuan Pekerjaan 1...... Nip.)..... . PT/CV………………………. ……………………………… ………………………………...... Diketahui oleh : Tim Teknis Satuan Kerja/PPK **) …………………………… …………………………........ Diperiksa oleh : Dibuat oleh : **) Konsultan Pengawas/MK Kontraktor Pelaksana PT/CV. …………………… (……………………………………. ……………………… *) ………………………….

........ ........................................... .......... e..... Pelaksanaan pekerjaan tersebut dengan prestasi sebagai berikut (laporan lengkap terlampir) : No Bagian/Jenis Pekerjaan % Bobot Pekerjaan % Kemajuan Pekerjaan % Total Prestasi Pekerjaan 1... Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : ........................... g.......... Kontraktor Pelaksana : . Departemen/Lembaga : ....... Biaya Pek..................................................b......) prosen.................. Jumlah 100% ............... Addendum (bila ada) : Nomor : ............. SPK Pelaksanaan Tanggal : ........................ d.................. (…………………………................... …………………...... Page 152 Demikian laporan pekerjaan tambah kurang ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya................. Tanggal : ........................... c... f. Diperiksa oleh : ........% (......... ....... Lokasi : ............ Tambah/Kurang : Rp... DIPA : Nomor : ...............................) 2................ Diisi per-item pekerjaan .............% Kemajuan pekerjaan tambah kurang telah mencapai prestasi sebesar : . Tanggal : ………………… h.......

Dibuat oleh : **) Konsultan Pengawas/MK Kontraktor Pelaksana PT/CV. Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : .Penanggung jawab lapangan dari perusahaan .Penanggung jawab perusahaahaan dan atau . PT/CV……………………….. ……………………. ……………………………… ………………………………. *) ……………………… *) …………………………..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful