Berikut ini adalah versi HTML dari file http://atdr.tdmrc.

org:8084/jspui/bitstream/123456789/5624/1/20061117_Standar_Dokumen_RR_FBU_BR R_NAD-Nias.pdf. G o o g l e membuat versi HTML dari dokumen tersebut secara otomatis pada saat menelusuri web.

Page 1
KEPUTUSAN KEPALA BADAN PEI,AKSANA BADAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI WILAYAH DAN

KEHTDUpAN MASyARAKAT pRovrNSr NANccRoE AcEH DAnusialev
DAN KEPULAUAN NIAS PROVINSI SUMATERA UTARA NOMOR : I 54lKEp/Bp-BRR/X/2006 TENTANC STANDAR DOKUMEN PENYELENCGARAAN REIIABILITASI DAN REKONSTRUKSI FASILITAS DAN BANCUNAN UMUM DI LINCKUNCAN BADAN PELAKSANA BADAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI WILAYAH DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM DAN KEPULAUAN NIAS PROVINSI SUMATERA UTARA KEPALA BADAN PELAKSANA, bahwa unru( me'teniDkdn pembang.rnan dan rnenjamill keielamalan bangunan darajn pro.es .ehabirila5i dan rekonstruksi terhadap, fasilitas dan bangunan umum perlu dibuat standar dokumen penyelengga€an rehabilitasi dan rckor..rruL.i fa'ilirar dan bangunan umur bahwa berdasarkan p€rtimbangan humf a perlu menetapkan Keputusan Kepala Badan pelaksana tentang Standar Dokumen Penyelenggaraan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Fas;litas dan Bangunan Umum di Lingkungan Badan pelaksana Badan Rehabi'itasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara. Undang-undang Republik Indonesia Nomor l0 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan pemerintah pengganti Undang_ undang Nomor 2 Tahun 2005 Tentang Badan Rehabilitasi d;n Rekon5lruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakal provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias provinsi Sumatera Utara menjadi Undang-undang (Lembaran N€gara Republik lndonesia Tahun 2005 Nomor Ill, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4550); Undang-undang R€publik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuaogan Negara (Lembaran Negara RepLrblik lndonesla Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286)i Undang-undang Republik Indonesia Nomor I Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Repllblik. lr, P\ Menimbang Mengingat
:4,

b.

: 1. .1.

2.

Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias Jl. lr l\,4uhammad Thaher No.20 Lueng Bata - BandaAceh,23247 Telp.06it - 636666, Fax.06St - 637777

Page 2

Nias
Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 4. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemerilsaaan Pengelolaan dan Ianggung Ja*ab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomof 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); 5. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 1999 tentarg Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahon 1999 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republ;k Indonesia Nomor 3833); 6. Undang-undang Republik lndonesia Nomor 28 Taiun 2002 tentang Bangunan Cedung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4247); 7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraaan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2000 Nomor 84, Tambahan Lembaran Nega.a Republik lndonesia Nomor 3956); 8. Peraturan Pemerintah. Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2005 tentang Pefaturan Pelaksanaan Undang Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Cedung (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2005 Nomor 83, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4532)i 9. Peraturan Presiden Republik lndonesia Nomor 30 Tahun 2005 tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi NangFoe Aceh Darltssalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara: i0. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 76 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 34 tahun 2005 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja serta Hak Keuangan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi wilayah dan Kehidupan Masyarakat Prcvinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utam; I l. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2003 sebagaimana telah diubah beberapa kali dan terakhir dengan Peraturan Presiden Republik lndonesia Nomor 79 Tahun 2006 tertdng Perubahan Kelima Atas Keputusan Presiden Nomor 80 Tahu! 2003 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 332/KPrS/2002 Tanggal22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pe-nbangunan Bangunan Cedung Negara. eh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias

Jl- lr lvluhammad Thaher No.20 Luens Bata - BandaAceh,23247 Telp. 0651, 636666, Fax. 0651 - 637777 Memperhatikan

Page 3

Nias
\ Menetapkan

MEMTJTUSKAN: KEPUTUSAN KEPALA BADAN PELAKSANA TENTANC STANDAR

DOKUMEN
PENYELENGCARAAN PERTAMA

KEDUA
REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI FASILITAS DAN BANGUNAN UMUM DI LINGKUNCAN BADAN PELAKSANA BADAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI WILAYAH DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT PROVINSI NANCGROE ACEH DARUSSALAM DAN KEPULAUAN NIAS PROVINSI SLM ATIRA UTARA Memberlakukan: a. Standar Dokumen Kerangka Acuan Kerja. Surat perintah Keria, Kontrak Pekerjaan, dan Berita Acara pekerjaan Manajemen Konstruksi sebagaimana terlampir dalam Lampiran I Keputusan
Int;

b- Standar Dokumen Kerangka Acuan Kerja, Surat perintah Kerja, Kontrak Pekerjaan, dan Berita Acara p€kerjaan perencanaan sebagaimana terlampir dalam Lampiran Il Keputusan ini: c. Standaf Dokumen Kerangka Acuan Kerja, Surat perintah Kerja, Kontrak Pekerjaan, dhn Berita Aca|a pekerjaan pengawasan sebagaitnana tedampir dalam Lampiran lll Keputusan ini; d. Standar Dokumen Sulat Perintah Kerja, Kont.ak pekerjaan, dan Berita Acara Pekerjaan Pelaksanaan sebagaimana terlampif dalam Lampiran lV Keputusan ini. Lampiran Keputusan sebagaimana dimaksud pada DIKTUM PERTAMA merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan ini. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Apabila dikemudian hari temyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini, akan diadakan perbaikan dan perubahan sebagaimana mestinya. Salinan Keputusan Kepala Badan Pelaksana ini disampaikan kepada )th : 1. Ketua De\'r'an Pengarah Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat provinsi Nanggroe Aceh Daiussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara; 2. Ketua. Dewan Pengawas Badan Rehabititasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara; 3. Wakil Kepala, Sekretaris dan para Deputi di Lingkungan Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan

5.alarn dan Kepulauan Nias Provinsi Slrmalera Utara.BandaAceh.l KETIGA KEEMPAT Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias Jl. SURAT PERINTAH KERJA PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI 3. BERITA ACARA PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI Page 6 KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI …………………………………………………………………… SATUAN KERJA/PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………… .0651 . lr I'luhammad Thahef No. 636666. BandaAceh.Rekonsrruksi Wilayah dan Kehidupan Masyamlar Provinsi Nanggroe Aceh Daru\salam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utaaa.Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggoe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara: . 0651 . Fax.t77 Page 5 Lampiran I : Keputusan Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara Nomor: 154/KEP/BP-BRR/X/2006 LAMPIRAN I 1.20 Lueng Bata .t _ 637777 Page 4 Nias 4.636666.23247 Tetp.20 Lueng Bata. iB l+' . Kepala Perwakilan di Lingkungan Badan pelaksana Badan Rehabiliuasi dan Rekonslruksi Wila)ah dan Kehidupan Mas)arakat Provinsi Nanggroe Aceh Darus. 065. 0651 _ 637. Fax.23247 Tetp. h MuhammadThaher No.f*evam aaoeN pELAKSANA. Ditetapkan di : Banda Aceh Pada tanggal : I0 Oktober 2006 . q Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias Jl. Kepala Satuan Kerja di Lingkungan Badan pelaksana Badan Rehabilitasi dan . KONTRAK PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI 4. KERANGKA ACUAN KERJA PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI 2.

Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian kegiatan Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen………………………. dibentuk Pengelola Satuan . Untuk penyelenggaraan kegiatan yang dimaksud. Secara kontraktual Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) bertanggung jawab kepada Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen .000 m2. UMUM 1. Page 7 2.……………BRR NAD-Nias.. konsultan MK mendapatkan bantuan bimbingan teknis dan administrasi dalam menentukan arah pekerjaan pengendalian/pengawasan dari Pengelola Satuan Kerja. waktu. Dalam kegiatan operasionalnya. Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) akan melaksanakan pengendalian/pengawasan terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh konsultan Perencana dan kontraktor Pelaksana/Pemborong yang diikut sertakan dalam proyek bersangkutan. Sebagaimana telah ditetapkan dalam Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara.. yang menyangkut aspek mutu. yang terdiri dari Pengelola Administrasi dan Keuangan serta Tim Teknis/Pengelola Teknis yang ditunjuk dan bertanggung jawab kepada Pemimpin Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. PENDAHULUAN A.. proses dan keluaran yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterpretasikan dalam peleksanaan tugas. Dilaksanakan secara bertahap yang tidak dapat diselesaikan dalam satu tahun anggaran 2. 2. Konsultan Manajemen Konstruksi digunakan untuk pembangunan bangunan gedung Negara yaitu : a. Bangunan dengan luas total diatas 5. dan atau c. Pemegang Mata Anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias. LATAR BELAKANG 1.. Melibatkan lebih dari satu konsultan perencana maupun kontraktor. dan atau e. kriteria. 3. Bangunan khusus. 3.. MAKSUD DAN TUJUAN 1.. B. Dengan penugasan ini diharapkan Konsultan MK dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai KAK ini.BRR NAD-Nias I.BRR NAD-Nias. dan biaya. dan atau b. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan Manajemen Konstruksi yang memuat masukan. dan atau d.. C. serta administrasi kontrak. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. Bangunan bertingkat diatas 4 lantai.

Mengawasi dan mengikuti penyelenggaraan paket kegiatan loka karya Value . (sesuai DIPA/RKA-KL). KEGIATAN MANAJEMEN KONSTRUKSI Kegiatan MK yang dilaksanakan oleh konsultan adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku. Membantu Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen menyiapkan kontrak perjanjian pekerjaan perencanaan. Membantu Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen dalam melaksanakan pengadaan konsultan perencana. strategi pentahapan serta penyusunan dokumen lelang. Tanggal ………………. khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara.. Lingkup kegiatan meliputi Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/ Restorasi ………………………………….. Dan seterusnya. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. Lingkup tugas Konsultan adalah pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) pada pekerjaan Pembangunan/ Rehabilitasi/ Renovasi/ Restorasi……………. 2. Kegiatan MK tersebut. LINGKUP KEGIATAN 1.. II. memberi saran waktu dan strategi pengadaan dan bantuan evaluasi proses pengadaan rekanan. 2. Tahap Perencanaan 1. Page 8 B. Tahap Persiapan Proyek 1. D. termasuk menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK).Kerja /Pejabat Pembuat Komitmen berdasarkan SK Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen Nomor:……………………. Tanggal …………… dengan susunan organisasi seperti pada lampiran. c. Mengadakan evaluasi program kegiatan perencanaan yang diusulkan oleh konsultan Perencana yang meliputi program penyediaan dan penggunaan sumber-daya. antara lain : A. yang terdiri dari komponen kegiatan : a. …………………………………………………………………. 2. b. …………………………………………………………………. Dan SK tentang Pembentukan Panitia Lelang/Pengadaan/penunjukan langsung Nomor:………………………….

. …………………………………………………………………. LINGKUP PROYEK 1. ……………………………………. Membantu konsultan perencana dalam pelaksanaan value engineering pada tahap perencanaan secara in house. khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Lingkup proyek adalah Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi ………………………………….. Untuk penyelenggara Satuan Kerja yang dimaksud. ……… 2. Page 9 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. b. Dan seterusnya. termasuk menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK). Pemegang Mata Anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Badan Rehabilitasi Dan Rekonstruksi NAD-Nias 3. dibentuk Organisasi Pengelola Satuan Kerja berdasarkan SK Kepala Satuan Kerja Nomor : ……………………….. Dan SK tentang Pembentukan Panitia Lelang/Pengadaan/ penunjukan langsung Nomor : …………………………. Kegiatan MK tersebut. c. Penyusunan laporan kegiatan tahap perencanaan secara periodik. LATAR BELAKANG 1. D. memberi .Engineering 40 Jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana (khusus untuk pembangunan bangunan diatas 12. b. antara lain : A. Perumusan evaluasi status serta koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. Memberikan layanan konsultasi kegiatan perencanaan yang terdiri atas : a. c. Tahap Persiapan Proyek 1. KEGIATAN MANAJEMEN KONSTRUKSI Kegiatan MK yang dilaksanakan oleh konsultan adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). d. 2. Tanggal ………………. Konsultasi pekerjaan perencanaan dari sudut efisiensi sumber daya serta kemungkinan pelaksanaan. …………………………………………………………………. yang terdiri dari komponen kegiatan : a. 3. Membantu pengelola satuan kerja dalam melaksanakan pengadaan konsultan perencana. Tanggal …………… dengan susunan organisasi seperti pada lampiran. III. Lingkup tugas adalah pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) pada pekerjaan Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi ……………. (sesuai DIPA/RKA-KL).. C. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian kegiatan Satuan Kerja …………….

Tahap pelelangan 1. Membantu konsultan perencana dalam pelaksanaan value engineering pada tahap perencanaan secara in house. d. 2. 3.saran waktu dan strategi pengadaan dan bantuan evaluasi proses pengadaan rekanan. Mengadakan dan memimpin rapat-rapat koordinasi perencanaan. 2. 4. Membantu melakukan pembukaan dan evaluasi terhadap penawaran yang masuk. dan membuat laporan kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi. 7. Membantu panitia lelang melakukan prakualifikasi calon peserta pelelangan. 4. maupun media elektronik. Melakukan penelitian kelengkapan dokumen perencanaan dan dokumen pelelangan untuk pelaksanaan konstruksi. serta pengusulan koreksi program. 3. Menyusun laporan dan berita acara dalam rangka kemajuan pekerjaan dan serah terima pekerjaan perencanaan. Membantu pengelola proyek dalam mempersiapkan dan menyusun program pelaksanaan pelelangan pekerjaan konstruksi. Membantu menyiapkan draft surat perjanjian pekerjaan pelaksanaan . Perumusan evaluasi status serta koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. Membantu pengelola satuan kerja menyiapkan kontrak perjanjian pekerjaan perencanaan. Penyusunan laporan kegiatan tahap perencanaan secara periodik. Mengawasi dan mengikuti penyelenggaraan paket kegiatan loka karya Value Engineering 40 Jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana (khusus untuk pembangunan bangunan diatas 12. Konsultasi pekerjaan perencanaan dari sudut efisiensi sumber daya serta kemungkinan pelaksanaan. Mengadakan evaluasi program kegiatan perencanaan yang diusulkan oleh konsultan Perencana yang meliputi program penyediaan dan penggunaan sumber-daya.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). Tahap Perencanaan 1. media cetak. 7. menyusun laporan hasil rapat koordinasi. 5. baik melalui papan pengumuman. Membantu panitia lelang dalam menyusun Harga Perhitungan Sendiri (HPS) pekerjaan konstruksi. evaluasi program terhadap perubahan lingkungan. Membantu memberikan penjelasan pekerjaan pada waktu rapat penjelasan pekerjaan. 6. Membantu panitia lelang dalam menyebar luaskan pengumuman pelelangan. evaluasi program terhadap penyimpangan teknis dan manajerial atas persoalan yang timbul. B. strategi pentahapan serta penyusunan dokumen lelang. 5. 2. 6. c. b. Page 10 C. Memberikan layanan konsultasi kegiatan perencanaan yang terdiri atas : a. serta bersama Konsultan Perencana menyusun program pelelangan dan membantu kegiatan panitia pelelangan. Mengendalikan program yang terdiri atas : evaluasi program terhadap hasil perencanaan.

h. j. Page 11 c. peralatan dan metode pelaksanaan. Menyusun daftar cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama. penyediaan dan penggunaan tenaga kerja. g. Menyusun berita acara kemajuan pekerjaan. serta ketepatan waktu. 8. yang meliputi program pengendalian sumber daya. Mengendalikan program pelaksanaan konstruksi fisik. D. pengendalian biaya. i. program Quality Assurance/Quality Control. 2. pengendalian tertib administrasi. Melakukan evaluasi program terhadap penyimpangan teknis dan manajerial yang timbul. Memeriksa dan mempelajari dokumen pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan lapangan. d. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. dan biaya pekerjaan konstruksi. dan mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. Membantu panitia lelang dalam menyusun laporan proyek tahap pelelangan. 4. usulan koreksi program dan tindakan turun tangan. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. . Menyelenggarakan kegiatan rapat-rapat lapangan secara berkala. pengendalian sasaran fisik (kuantitas dan kualitas) pekerjaan. Mengawasi pemakaian bahan. Bersama dengan konsultan perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung. informasi. Meneliti gambar-gambar pelaksaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh pemborong. f. 3. 5. peralatan dan perlengkapan. Mengadakan evaluasi program kegiatan pelaksanaan konstruksi fisik yang disusun oleh pemborong. serta melakukan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. Melakukan koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi fisik. pengendalian waktu. Meneliti gambar-gambar yang telah sesuai dengan pelaksanaan (AsBuilt Drawings) sebelum serah terima pertama. Tahap Konstruksi 1. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi. bahan bangunan. dan program kesehatan dan keselamatan kerja (K3). dana. kuantitas. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. pengendalian kesehatan dan keselamatan kerja. b. e. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan.konstruksi fisik. pemeliharaan pekerjaan. Melakukan kegiatan pengawasan yang terdiri atas : a. yang meliputi program-program pencapaian konstruksi. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan dan laporan-laporan yang dibuat oleh pemborong.

Kontrak/Surat Perjanjian Pelaksanaan Pemborongan. tetapi juga bagi para tenaga ahli professional manajemen konstruksi yang terlibat. Mengusulkan perubahan-perubahan serta penyesuaian di lapangan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi. IV. Foto copy sertifikat atau bukti pemilikan/hak atas tanah. l. Berita Acara Serah Terima I dan II. vi. iv. dan sesuai dengan dokumen pekerjaan/pelaksanaan. B I A Y A A. 4. v. Konsultan Manajemen Konstruksi bertanggung jawab secara professional atas jasa manajemen konstruksi yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku. 7. iii. Memberikan penilaian untuk mendapat persetujuan dari pemberi tugas tentang sub kontraktor yang akan dilibatkan oleh pemborong. Penanggung jawab professional manajemen konstruksi adalah tidak hanya konsultan sebagai suatu perusahaan. sehingga proyek mencapai hasil dan daya guna yang seoptimal mungkin. Membantu pengelola proyek dalam menyusun dokumen untuk kelengkapan pendaftaran gedung sebagai gedung negera : i. 3. Foto copy DIPA (pembiayaan). 6. B. Ketepatan waktu pembangunan proyek sesuai batas waktu berlakunya anggaran/waktu yang telah ditetapkan. V. vii. C. Biaya Manajemen Konstruksi (MK) .k. Ketepatan kualitas dan kuantitas sesuai standar/peraturan yang berlaku. Membantu pengelola proyek mengurus IPB (Ijin Penggunaan Bangunan) dari Pemerintah Daerah Tingkat II setempat. Page 12 2. Salinan atau foto copy Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemerintah Daerah setempat. Secara umum tanggung jawab konsultan adalah menjaga agar proyek memiliki kinerja minimal sebagai berikut : 1. Ketertiban administrasi kontrak dan pelaksanaan pembangunan. memenuhi syarat teknis yang dapat dipertanggung jawabkan. Ketepatan biaya pembangunan sesuai batasan anggaran yang tersedia atau yang telah ditetapkan. Gambar situasi dan gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (As-Built Drawings) disertai gambar legger. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN KONSTRUKSI A.

Biaya pekerjaan Konsultan Manajemen Konstruksi dan tata cara pembayaran diatur secara kontraktual setelah melalui tahapan proses pengadaan konsultan manajemen konstruksi sesuai peraturan yang berlaku. DIPA Nomor : ………………. tanggal ……………………. biaya. B. b. Ketentuan pembiayaan lebih lanjut mengikuti surat perjanjian pekerjaan manajemen konstruksi yang dibuat oleh Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen dan Konsultan Manajemen Konstruksi. 2. maka dihitung secara orang-bulan dan biaya langsung yang dapat diganti. 3. Page 13 3. dan administrasi kontrak. yaitu meliputi komponen sebagai berikut : a. Pajak dan pengeluaran sejenis lainnya. sesuai dengan ketentuan billingrate yang berlaku. Loan Nomor : ………………. c. 2. Materi dan penggandaan laporan.. Pembayaran biaya Konsultan Manajemen Konstruksi didasarkan pada prestasi kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi. d. Bila terdapat pekerjaan non standar. g. Untuk pekerjaan standar berlaku maksimum sesuai pada tabel A1. b. h. K E L U A R A N Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Manajemen Konstruksi berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam perjanjian. Sewa kendaraan. Pengaturan tentang komponen pembiayaan pada butir a dan b diatas adalah dipisahkan antara bangunan standar. Besarnya biaya pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) mengikuti ketentuan dalam Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Besarnya biaya konsultan Manajemen Konstruksi merupakan biaya tetap dan pasti. mutu. tanggal ……………………. . Dan lain-lain. Uraian program dan kegiatan pengendalian waktu. Honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang. Perjalanan (local maupun luar kota). yang minimal meliputi : A. c. Pada tahap persiapan proyek 1. Sumber Dana Sumber Dana dari keseluruhan pekerjaan manajemen konstruksi di bebankan pada: 1. e. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 yaitu : a. tabel B1 dan tabel D... serta non standar dan harus terbaca dalam suatu rekapitulasi akhir yang menyebut angka dan huruf. d. Biaya rapat-rapat.. Jasa dan overhead Manajemen Konstruksi. f.1. Pembelian dan atau sewa peralatan. e. VI.

Revisi Program dan Kegiatan Pelelangan (bila ada revisi). visual lapangan. Page 14 3. Mutu. C. Persyaratan Umum Pekerjaan . 5. 2. Laporan pelaksanaan pengadaan konsultan perencana. lengkap dengan setiap lampirannya seperti risalah rapat. Laporan lengkap pelaksanaan pelelangan mulai dari pengumuman pelelangan sampai dengan penetapan pemenang dan bantuan penyiapan surat perjanjian pemborongan. dan Administrasi Kontrak (bila ada revisi). 2. K R I T E R I A Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh konsultan Manajemen Konstruksi seperti yang dimaksud pada Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini harus memperhatikan persyaratanpersyaratan seperti dibawah ini : A. Laporan Bulanan Manajemen Konstruksi Tahap Pelaksanaan dari aspek pengendalian Waktu. Revisi Program dan Kegiatan Pengendalian waktu. 6. Mutu. Kerangka Acuan Kerja (KAK) Perencanaan. Mutu.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). 5. Biaya. Laporan Bulanan Manajemen Konstruksi Tahap Pemeliharaan. 3. laporan pengujian. Biaya. dll. D. Pada tahap pelaksanaan 1. Revisi Uraian Program dan Kegiatan Pengendalian waktu. surat menyurat dll. E. Biaya. dan adminstrasi kontrak. Kelengkapan Dokumen untuk Pendaftaran Bangunan Gedung Negara. kemajuan pekerjaan. 2. biaya. Mutu. Pada tahap perencanaan 1. mutu. 4. 3. dan penyiapan gambar detail/dokument lelang. Laporan Hasil Konsultasi MK pada kegiatan perencanaan. dan Administrasi Kontrak Tahap Pelaksanaan. Laporan pengawasan atas penyelenggaraan paket kegiatan loka karya Value Engineering 40 jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana (khusus untuk pembangunan Bangunan diatas 12. 4. dan Administrasi Kontrak Tahap Pelaksanaan (bila ada revisi).2. 3. Biaya. surat menyurat. Pengembangan rencana. dan Administrasi Kontrak termasuk setiap lampirannya seperti risalah rapat lapangan. Pada tahap pelelangan 1. dari aspek pengendalian waktu. Laporan pemeriksaan Dokumen Perencanaan tahap pra-rencana. Dokumen gambar-gambar sesuai pelaksanaan dan kelengkapannya (as-built drawings) dalam bentuk kertas kalkir dan cetak biru. B. Laporan Bulanan Kegiatan Manajemen Konstruksi. Uraian program dan kegiatan Pengendalian waktu. Laporan Akhir pekerjaan Manajemen Konstruksi yang mencakup keseluruhan kegiatan manajemen konstruksi dari tahap persiapan sampai dengan serah terima kedua pekerjaan pelaksanaan. Laporan Akhir Pekerjaan Manajemen Konstruksi yang memuat uraian kegiatan dari tahap persiapan sampai tahap pelaksanaan konstruksi fisik VII.

Standar dan pedoman teknis yang berlaku di bidang penyelenggaraan bangunan Negara. sesuai standar hasil karya manajemen konstruksi yang berlaku. yang secara fungsional dapat mendorong peningkatan kinerja proyek. Persyaratan Obyektif Pelaksanaan pekerjaan manajemen konstruksi profesional yang obyektif untuk kelancaran pelaksanaan. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 3. yaitu Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan dan Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan. konsultan Manajemen Konstruksi harus mencari sendiri informasi yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini. . 2. konsultan secara minimal harus menghasilkan keluaran sesuai dengan permintaan yang ada dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini. B. baik yang berasal dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen maupun yang dicari sendiri. dan kuantitas dari setiap bagian pekerjaan. kualitas. Ketentuan yang diberlakukan untuk pekerjaan proyek yang bersangkutan. C. Persyaratan Fungsional Pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) harus dilaksanakan dengan profesionalisme yang tinggi sebagai pemberi jasa konsultasi Manajemen Konstruksi. 4. MASUKAN A. 2. baik yang menyangkut macam. pedoman dan peraturan yang berlaku. Konsultan Manajemen Konstruksi harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya. B. Persyaratan Teknis Lainnya Selain kriteria umum diatas. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah Setempat. E. T e n a g a Selama menjalankan tugasnya. VIII. Persyaratan Prosedural Penyelesaian administratif sehubungan dengan pekerjaan di lapangan harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku. Page 15 D. Yang termuat dalam Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Kesalahan/kelalaian pekerjaan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari Konsultan Manajemen Konstruksi (MK). untuk pekerjaan MK berlaku pula ketentuan-ketentuan seperti standar.Setiap bagian dari pekerjaan pengendalian oleh konsultan MK harus dilaksanakan secara benar dan tuntas sampai dengan memberi hasil yang telah ditetapkan dan diterima dengan baik oleh Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. beserta kelengkapannya dan ketentuan-ketentuan sebagai dasar perjanjiannya. Untuk melaksanakan tugasnya. I n f o r m a s i 1. antara lain : 1.

IX. Tenaga-tenaga yang diusulkan konsultan Manajemen Konstruksi harus mendapat persetujuan dari Kepala satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. Yang kesemuanya harus jelas mengenai tugas. orang 2. Selama dalam menjalankan tugasnya.. Manajemen konstruksi professional ………….Untuk melaksanakan tugasnya. tanggung jawab. masa penugasannya. konsultan Manajemen Konstruksi harus segera menyusun : 1. 2. dan menyiapkan tenaga ahli yang berpengalaman dalam bidang-bidang : (Kualifikasi masing-masing tenaga ahli disesuaikan berdasarkan kebutuhan/kompleksitas proyek). dan kemudian konsultan berkewajiban untuk memenuhinya. konsultan Manajemen Konstruksi harus menyediakan tenaga yang memenuhi kebutuhan proyek. Program kerja termasuk jadwal kegiatan secara detail. Manajemen waktu …………. Page 16 Bila dianggap masih belum memadai. Manajemen biaya …………. PROGRAM KERJA A. 1.. 3. Konsep penanganan pekerjaan Manajemen Konstruksi Proyek. Pengawasan lapangan …………. orang 5. orang 6. orang 7.. orang 3. X. B. Tenaga ahli teknis lainnya sesuai kebutuhan dan lingkup kompleksitas pekerjaan.. Program Kerja secara keseluruhan harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen.. orang 4. dan diketuai oleh seorang Manajer Konstruksi yang disetujui oleh Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. konsultan Manajemen Konstruksi minimal harus membentuk organisasi yang memadai. konsultan hendaknya memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan. pemberi tugas berhak meminta dan mengarahkan penyediaan tenaga oleh konsultan. Aplikasi tenaga yang lengkap (disiplin dan jumlahnya). baik ditinjau dari lingkup (besar) proyek maupun tingkat kekomplekan proyek. Manajemen mutu …………. Sebelum melaksanakan pekerjaannya.. . P E N U T U P A. Administrasi kontrak …………. Setelah Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini diterima. setelah sebelumnya dipresentasikan oleh Konsultan Manajemen Konstruksi dan mendapatkan pendapat teknis dari Tim Teknis Satuan Kerja.

Jabatan : ………………………………………. Tanggal : ………………………………………. Nama Badan Usaha : ………………………………………..... Tanggal ………………………….. Jabatan : ………………………………………. . Berdasarkan bahan-bahan tersebut konsultan MK agar segera menyusun program kerja untuk dibahas dengan Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. Catatan : Model KAK tersebut diatas bersifat pokok yang masih Harus disesuaikan. dikembangkan/ dilengkapi untuk Kebutuhan proyek yang bersangkutan. DIBUAT DI : …………………… TANGGAL : …………………… Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen …………………………. Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Pelelangan/ Pemilihan Langsung Nomor : ……………………. Nama : ………………………………………. Alamat Kantor : ……………………………………….. Page 18 SURAT PERINTAH KERJA (SPK) PEKERJAAN MK SURAT PERINTAH KERJA KEPALA SATUAN KERJA / PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………………… Nomor : ………………………………………. NIP : ………………….. MEMERINTAHKAN KEPADA : 2. Nama : ………………………………………...Page 17 B. dengan ini kami yang bertandatangan dibawah ini : 1. PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI PEMBANGUNAN / REHABILITASI / RENOVASI / RESTORASI ………………………………………………………………………. Selaku Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen …………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

serta bantuan evaluasi proses pengadaan rekanan.. Menyusun laporan dan berita acara dalam rangka kemajuan pekerjaan dan pembayaran angsuran. ii. b. strategi pentahapan serta penyusunan dokumen lelang. Membantu Konsultan Perencana dalam pelaksanaan value engineering pada tahap perencanaan secara in house. menyusun program pelelangan serta membantu kegiatan panitia pelelangan. Surat Perintah Kerja (SPK) ini diperintahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dengan ketentuan dan syarat-syarat seperti tersebut dibawah ini : Page 19 1. Pada Tahap Persiapan Proyek : i. Memberikan konsultasi kegiatan perencanaan yang terdiri atas : 1. termasuk menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK). 4. Review pekerjaan perencanaan dari sudut efisiensi sumber daya serta kemungkinan pelaksanaan. vi. Mengendalikan program yang meliputi : evaluasi program atas hasil perencanaan. v. Membantu PIHAK PERTAMA menyiapkan kontrak perjajian pekerjaan perencanaan.Alamat Badan Usaha : ………………………………………. di …………………………. ii. Mengadakan evaluasi program kegiatan perencanaan yang diusulkan oleh Konsultan Perencana yang meliputi program penyediaan dan penggunaan sumber-daya. menyusun laporan hasil rapat koordinasi. Perumusan evaluasi status dan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. 3. serta pengusulan koreksi program. evaluasi program atas perubahan lingkungan. Mengadakan dan memimpin rapat-rapat koordinasi perencanaan. Membantu PIHAK PERTAMA dalam melaksanakan pengadaan konsultan perencana.. evaluasi program atas penyimpangan teknis dan manajerial dari persoalan yang timbul. Tugas Pekerjaan : Pekerjaan Manajemen Konstruksi yang akan dilaksanakan adalah : Pembangunan/Rehabilitasi/ Renovasi/Restorasi …………………………………. (lokasi pekerjaan) yang meliputi tugas-tugas sebagai berikut : a. memberi saran waktu dan strategi pengadaan. iii. vii. dan membuat laporan kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi. serta untuk serah terima pekerjaan perencanaan. Selaku Konsultan Manajemen Konstruksi Pekerjaan …………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. 2. iv. Page 20 . Melakukan penelitian kelengkapan dokumen perencanaan dan dokumen pelelangan untuk pelaksanaan konstruksi.000 M2 atau lebih dari 8 lantai). Mengawasi dan mengikuti penyelenggaraan paket kegiatan loka karya VE 40 Jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana (khusus untuk pembangunan bangunan diatas 12. Pada Tahap Perencanaan : i. Memeriksa laporan kegiatan perencanaan secara periodik..

Pada Tahap Konstruksi : i. Melakukan evaluasi program terhadap penyimpangan teknis dan manajerial yang timbul. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi. Membantu PIHAK PERTAMA dalam mempersiapkan dan menyusun program pelaksanaan pelelangan pekerjaan konstruksi. program Quality Assurance/ Quality Control. pengendalian biaya. dana. Mengadakan evaluasi program kegiatan pelaksanaan konstruksi fisik yang disusun oleh Kontraktor Pelaksana. Melakukan kegiatan pengawasan yang terdiri atas : 1. pengendalian tertib administrasi. d. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan. vi. 5. v. yang meliputi program-program pencapaian sasaran konstruksi. Pada Tahap Pelelangan : i. usulan koreksi program dan tindakan turun tangan.c. 3. viii. media cetak. ii. vii. Melakukan koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi fisik. perlengkapan dan peralatan. iv. Membantu panitia lelang dalam menyusun laporan proyek tahap pelelangan. serta ketepatan waktu. pengendalian kesehatan dan keselamatan kerja. Menyelenggarakan kegiatan rapat-rapat lapangan secara berkala. baik melalui papan pengumuman. dan laporan-laporan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. Mengawasi pemakaian bahan. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. Membantu memberikan penjelasan pekerjaan pada waktu rapat penjelasan pekerjaan. 4. informasi. pengendalian waktu. iv. maupun media elektronik. dan program kesehatan dan keselamatan kerja (K3). . iii. Mengendalikan program pelaksanaan konstruksi fisik. Membantu panitia lelang dalam menyebarluaskan pengumuman pelelangan. penyediaan dan penggunaan tenaga kerja. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. Membantu melakukan pembukaan dan evaluasi terhadap penawaran yang masuk. peralatan dan metode pelaksanaan. Memeriksa dan mempelajari dokumen pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan lapangan. serta melakukan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. Membantu panitia lelang dalam menyusun Harga Perhitungan Sendiri (HPS) pekerjaan konstruksi. kuantitas. dan biaya pekerjaan konstruksi. yang meliputi program pengendalian sumber daya. pengendalian sasaran fisik (kuantitas dan kualitas) pekerjaan. iii. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. bahan bangunan. Membantu menyiapkan draft surat perjanjian pekerjaan pelaksanaan konstruksi fisik. v. Page 21 2. ii. Membantu panitia lelang melakukan prakualifikasi calon peserta pelelangan.

. Angsuran ketiga sebesar 10% dari biaya Manajemen Konstruksi yakni sejumlah Rp.. tanggal : ………………… Page 22 b. Membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pendaftaran sebagai gedung Negara.. Angsuran kedua sebesar 70% dari biaya Manajemen Konstruksi yakni sejumlah Rp.. dibayar setelah PIHAK KEDUA telah menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya pada tahap persiapan sampai dengan penunjukan Kontraktor Pelaksana sebagaimana yang disebut dalam butir 1 a.).. …………………... Bersama dengan Konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung.. dan mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. Menyusun daftar cacat/ kerusakan sebelum serah terima pertama.d diatas dan diterima oleh PIHAK PERTAMA. 3. 10. Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built Drawings) sebelum serah terima pertama. …………………. Memberikan penilaian untuk mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA tentang sub kontraktor yang akan dilibatkan oleh Kontraktor Pelaksana. vii. 2.. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. dengan ketentuan sebagai berikut : a. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.).. b..6..... yang dibebankan pada Satuan Kerja . Angsuran kesatu sebesar 20% dari biaya Manajemen Konstruksi yakni sejumlah Rp. Cara Pembayaran Pembayaran biaya Konsultan Manajemen Konstruksi dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilaksanakan secara bertahap sesuai tahapan pekerjaan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. 8.. Besarnya biaya konsultan manajemen konstruksi adalah Rp.. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana. Mengusulkan perubahan-perubahan serta penyesuaian di lapangan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi. vi.. Membantu PIHAK PERTAMA dalam penyusunan Ijin Penggunaan Bangunan (IPB) dari Pemerintah Daerah Tingkat II setempat.. (…………………………………. Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajakpajak.. 12.. (……………………………………………). dibayar setelah . pemeliharaan pekerjaan. yang merupakan jumlah tetap dan pasti (lumpsum fixed price).. 11... ………………….)..b.. Biaya Manajemen Konstruksi a. dibayar setelah prestasi Pelaksanaan pekerjaan kontraktor pelaksana mencapai 100% (serah terima pertama) dan PIHAK KEDUA telah menyelesaikan kewajibannya sebagaimana yang disebut dalam butir 1.. Menyusun berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran.sesuai dengan DIPA Nomor : …………………….. 9.. (………………………………………. dan c diatas serta diterima baik oleh PIHAK PERTAMA. (……………………………………..... …………………………. c. 7.

antara lain : i. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. i. l.. Semua ketentuan dan peraturan serta Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. ii. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam suatu Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Manajemen Konstruksi untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta dengan pengesahan pejabat yang berwenang dari Departemen Pekerjaan Umum atau pejabat yang ditunjuk olehnya. Jangka Waktu . SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. f. e. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. Kerangka Acuan Kerja (KAK) Manajemen Konstruksi. b. g. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Tanggal ………………………. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. k. c. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. Page 23 f. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. 4.e diatas dan diterima baik oleh PIHAK PERTAMA. h. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) : …………………………… Nomor : ………………. 5. n. Gambar-gambar (dokumen lelang). d. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syaratsyarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan.diadakan serah terima kedua hasil pekerjaan kontraktor pelaksana kepada pihak PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah menyelesaikan seluruh kewajibannya sebagaimana yang disebut dalam butir 1. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. iv. j. Persyaratan dan Spesifikasi Teknis a. m. iii. o.

maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri ………….. b. 6. Jika terjadi perselisihan dikemudian hari. Penyelesaian Perselisihan a.Jangka waktu pelaksanaan terhitung mulai tanggal ditandatanganinya Surat Perintah Kerja oleh PIHAK PERTAMA tanggal ………. PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya (umumnya 1-3%). maka untuk setiap hari kelambatan pihak konsultan wajib membayar denda kelambatan sebesar ……. Page 25 SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI . …………………… *) ……………. prosen) dari biaya pekerjaan Manajemen Konstruksi (umumnya 10%). PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Manajemen Konstruksi Kepala Satuan Kerja/Pejabat PT/CV ……………………. harus menyerahkan selengkapnya dokumendokumen sebagai hasil pekerjaannya seperti tercantum dalam butir 1 diatas.% (….. Pembuat Komimen…………………… ………………. b. 7.50 juta. o/oo (………permil) dari biaya pekerjaan Manajemen Konstruksi (umumnya 3 o/oo). dengan ketentuan bahwa PIHAK KEDUA. c. Sanksi dan Denda. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dalam batas waktu yang ditetapkan. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar … % (…… Page 24 persen) dari biaya pekerjaan Manajemen Konstruksi dengan ketentuan bahwa. a. Jumlah denda kumulatif ditetapkan maksimum …. Sampai dengan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kalender setelah diadakannya serah terima kedua pekerjaan pelaksanaan. Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ……………… dan mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya. NIP ……………… Catatan : *) Ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan Model perjanjian dengan SPK berlaku hanya untuk pekerjaan yang nilainya sampai RP.

yang berwenang dalam bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA.. Nama : …………………………………. Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1. Jabatan : Direktur …………………………………. kami yang bertandatangan di bawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan Manajemen Konstruksi : Antara 1.. SATUAN KERJA …………………………………………………………………. Jabatan (struktural) : ………………………………… Alamat : …………………………………. bertindak untuk dan atas nama …………………… (nama Badan Usaha).. Nama Perusahaan : …………………………………..PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI …………………………………………………………………….. yaitu untuk melaksanakan Pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) pada pelaksanaan pekerjaan : ……………. di ……………… dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya. Pada tahap Persiapa Proyek : i.. Dengan lokasi Pekerjaan : ……………………… 2. tanggal …………. Tanggal ………… bulan………. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA. PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut. tahun ………………. memberi saran . Alamat : …………………………………. Tanggal …………… oleh Notaris ………. telah ditunjuk selaku Kepala satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen………………. Nama : …………………………………. antara lain : a. termasuk menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK)... Yang didirikan dengan Akte Notaris Nomor : …………………. Tugas pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). Dengan 2. Nomor : ………………………………… Tanggal : ………………………………… Pada hari ini …………. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias (pejabat yang structural yang menunjuk) Nomor : ………………. Membantu PIHAK PERTAMA dalam melaksanakan pengadaan konsultan perencana.

Memberikan konsultasi kegiatan perencanaan yang terdiri atas : 1). membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. c. evaluasi program atas perubahan lingkungan. Page 27 laporan harian. Review pekerjaan perencanaan dari sudut efisiensi sumber daya serta kemungkinan pelaksanaan. dan membuat laporan kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi. Mengadaka dan memimpin rapat-rapat koordinasi perencanaan. Mengawasi dan mengikuti penyelenggaraan paket kegiatan loka karya VE 40 Jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana khusus untuk pembangunan bangunan diatas 12.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). vii. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. evaluasi program atas penyimpangan teknis dan manajerial dari persoalan yang timbul. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala. f. pemeliharaan pekerjaan. Melakukan penelitian kelengkapan dokumen perencanaan dan dokumen perencanaan dan dokumen pelelangan untuk pelaksanaan konstruksi. e. 3). Menyusun laporan dan berita acara dalam rangka kemajuan pekerjaan dan pembayaran angsuran. menyusun laporan hasil rapat koordinasi. Mengendalikan program yang meliputi : evaluasi program atas hasil perencanaan. g. Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran. Memeriksa laporan kegiatan perencanaan secara periodik. 4). serta pengusulan koreksi program. vi. ii. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh . Mengadakan evaluasi program kegiatan perencanaan yang diusulkan oleh Konsultan Perencana yang meliputi program penyediaan dan penggunaan sumber-daya. iv. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. b. ii. 2). Pada tahap Perencanaan : i. Perumusan evaluasi status dan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. strategi pentahapan serta penyusunan dokumen lelang. iii. serta bantuan evaluasi proses pengadaan rekanan. d. serta untuk serah terima pekerjaan perencanaan. v. Membantu Konsultan Perencana dalam pelaksanaan value engineering pada tahap perencanaan secara in house. kuantitas. Membantu PIHAK PERTAMA menyiapkan kontrak perjanjian pekerjaan perencanaan. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik.Page 26 waktu dan strategi pengadaan. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. menyusun program pelelangan serta membantu kegiatan panitia pelelangan.

. Membantu PIHAK PERTAMA dalam pengurusan IPB (Ijin Penggunaan Bangunan) dari Pemerintah Daerah Tingkat II setempat. Tanggal : ……………………………………………. yaitu : a. l. i. Membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pendaftaran gedung sebagai bangunan gedung Negara. Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 2. Surat Usulan Calon Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… d.. b. Bersama Konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung. h. Nomor : ………………………………………………. dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan.Kontraktor Pelaksana. Menyusun daftar cacat-cacat/ kerusakan sebelum serah terima pertama. Tanggal : ………………………………………………. Page 28 f. Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built drawings) sebelum serah terima pertama. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. e. k. Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… c. Tanggal : ……………………………………………. Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perjanjian ini. DIPA : ………………………………………………. j. . Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : ……………………………………………. Surat Keputusan Pemenang Lelang Nomor : …………………………………………….

Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. d. c. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. i. Page 29 n. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN 1. antara lain : a. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. c. b. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : a. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. sehingga pelaksanaan pekerjaan manajemen konstruksi . l. m. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan Manajemen Konstruksi yang ditetapkan. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. b. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. e. j. g.Addendum (bila ada) 3. k. d. 2. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. f. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. h.

9.sesuai dengan Surat Perjanjian ini. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dan Manual Peralatanperalatan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. Tenaga kerja. yang masing-masing terdiri dari : 1. 3. Kelengkapan dokumen pendaftaran bangunan gedung Negara lengkap dengan lampiranlampirannya. e. dan memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA tentang kelainan yang ditemukan dan mengusulkan cara penyelesaiannya sesuai standar dan ketentuan serta peraturan yang berlaku. diterima atau ditolak. Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan baik langsung ataupun tidak langsung turut serta baik sebagai Sub Kontraktor maupun pemasok bahan dari pekerjaan ini. 5. d. akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA sehubungan dengan pekerjaan ini. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. Kontraktor Pelaksana. Laporan harian. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas segala kerugian PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada pihak lain. 6. 9. 8. 5. Laporan Akhir Pekerjaan Manajemen Konstruksi. Kelancaran pelaksanaan proyek yang berhubungan dengan manajemen konstruksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 surat perjanjian ini dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh PIHAK KEDUA. 6. berisi keterangan tentang : a. yang memuat semua kejadian. perintah/petunjuk yang penting dari PIHAK PERTAMA. 10. . 4. 3. harus diserahkan kepada PIHAK PERTAMA minimal dalam rangkap 5 (lima). Waktu pelaksanaan pekerjaan. PIHAK KEDUA wajib melaksanakan periksa ulang semua Dokumen Teknis sesuai keahliannya. Page 30 2. 7. 7. b. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran. dan PIHAK KEDUA. Gambar rincian pelaksanaan (shop drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. Alat-alat. Bahan-bahan yang datang. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah Kurang. 4. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI Hasil pekerjaan pengawasan disamping harus sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja. c. Laporan rapat di lapangan (site meeting). Buku harian. 8. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian.

dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. Nomor : ……………………….Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. ( ……………………………….. Pembayaran biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan prestasi pekerjaan pemborongan. ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai ….% dari biaya manajemen konstruksi yakni sejumlah Rp.. %. tanggal …………… Tahun Anggaran ………………/………… 2. Pembayaran tahap ketiga sebesar ……. atau adanya surat perintah penambahan pekerjaan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. yang telah disetujui/disahkan oleh PIHAK PERTAMA. ………………. yang dibebankan pada Satuan Kerja : ………………………………… sesuai dengan DIPA/RKA-KL ……………………………. yang mengakibatkan bahwa adanya perpanjangan/ penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum). Pembayaran tahap kedua sebesar …. Jumlah biaya tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak... dengan ketentuan sebagai berikut : a.. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan tersebut dalam ayat 1 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA kecuali adanya “keadaan memaksa” seperti diatur dalam Pasal 14 Surat Perjanjian ini.. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana telah mencapai 100 % (serah terima pertama). Pasal 7 CARA PEMBAYARAN 1. dan . dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan manajemen konstruksi sebagaimana tercantum dalam pasal 4 surat perjanjian ini.. Page 31 Pasal 6 BIAYA MANAJEMEN KONSTRUKSI 1. c. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.% dari biaya manajemen konstruksi yakni sejumlah Rp. Besarnya biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp ………………… (………………………………………………. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan manajemen konstruksi sampai selesai 100% yang disebut dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini. % dari biaya manajemen konstruksi yakni sejumlah Rp. ( ………………………………….) dan merupakan biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price). Pembayaran tahap kesatu sebesar …………. terhitung mulai tanggal ……………………. …………………… ( …………… ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai ………… %. (Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja dari PIHAK PERTAMA) sampai dengan dilaksanakannya Serah Terima Kedua pekerjaan konstruksi fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. 2. b. ………………..

(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA.). maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA Surat Jaminan Pekerjaan Manajemen Konstruksi berupa Surat Jaminan Bank Umum atau Perusahaan Asuransi Kerugian sebesar 5 % dari biaya manajemen konstruksi atau sejumlah Rp ………………………. Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai temple Rp 6. 3. d. setelah Serah Terima II pekerjaan konstruksi fisik dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugasnya. serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan manajemen konstruksi sesuai pasal 4 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA. maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa berlakunya dan harus dijamin tidak ada waktu senggang antaranya. Pembayaran tahap keempat/terakhir sebesar 10% dari jumlah biaya pekerjaan manajemen konstruksi yakni sejumlah Rp. Pasal 9 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1. Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak Page 32 Pasal 8 JAMINAN PELAKSANAAN PENGAWASAN 1. Surat Jaminan tersebut pada ayat 1 pasal ini. ………………… (…………………………. 2. Selambat-lambatnya pada saat perjanjian ini ditanda tangani. Dalam hal PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian ini dan terjadi pemutusan hubungan perjanjian sesuai pasal 15. 2. Pasal 10 TENAGA KERJA DAN UPAH 1. Bila jangka waktu berlakunya Surat Jaminan Pekerjaan Manajemen Konstruksi berakhir sebelum dilaksanakannya Serah Terima Dokumen pekerjaan seperti dalam ayat 2 pasal ini. maka jaminan pelaksanaan manajemen konstruksi menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA.000.) dibayar setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua pekerjaan konstruksi fisik. dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Agar pekerjaan pengawasan berjalan seperti yang ditetapkan. keahlian serta . 2. diserahkan kembali oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.. (…………………………………. Segala pajak-pajak sehubungan pekerjaan pengawasan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA diwajibkan menyediakan tenaga kerja yang cukup jumlah. 4.PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas manajemen konstruksi dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA.

3. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. dan dapat menerima/memberikan/ memutuskan segala petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA. 2.ketrampilannya. 3. Jumlah denda kumulatif tersebut dalam ayat 1 diatas ditetapkan maksimum sebesar …. . 2. Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 10 ayat 1 Surat Perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi. 2. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. kualifikasi tenaga maupun jumlah tenaga yang telah ditetapkan. Ongkos-ongkos dan upah kerja yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Tenaga Ahli Manajemen Konstruksi yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi persyaratan yang diperlukan. Page 33 Pasal 11 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA 1. sehubungan dengan pekerjaan manajemen konstruksi ini. PIHAK KEDUA harus menggunakan bentuk organisasi jumlah dan kualifikasi tenaga ahli dengan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Manajemen Konstruksi (KAK) yang telah disetujui oleh Kedua belah pihak.. Penunjukan Pemimpin Manajemen Konstruksi /Tenaga Ahli ini yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugas dan kewajibannya sesuai Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA. prosen) dari jumlah biaya pengawasan ( umumnya 10%). 4. maka PIHAK KEDUA setuju akan diberi biaya pekerjaan manajemen konstruksi sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam menjalankan tugas pengawasan tersebut. Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan pengawasan bertentangan dengan Surat Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kerugian tersebut. 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya. Ditempat pekerjaan pengawasan harus selalu ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai Pimpinan Manajemen Konstruksi / Tenaga Ahli. % ( ……. maka untuk setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan “denda kelalaian” sebesar … % ( ……… persen) dari biaya pengawasan. dengan kewajiban PIHAK KEDUA tetap harus memperbaiki kelalaian yang diperingatkan tersebut (umumnya 1-3%). yang mempunyai wewenang/kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA. Pasal 12 SANKSI DAN DENDA 1. harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. 3. maka PIHAK PERTAMA akan menolak tenaga ahli tersebut dan memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA segera mengganti pengawas/tenaga ahli lain yang memenuhi syarat sebagaimana yang diminta oleh PIHAK PERTAMA. 4.

b. huru-hara. akan diperhitungkan dalam pembayaran yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Page 34 Pasal 13 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN 1. d.. yaitu : a. pemberontakan. badai dan banjir). setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA. Pasal 14 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 1. Biaya manajemen konstruksi atas bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA.) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan memaksa” tersebut. d. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA. 2. kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan kontraktor). b. maka : a. c. c. makar. revolusi.5. Bencana alam (gempa bumi. e. Apabila selama ………… (…………………………………. Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA). dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban Page 35 keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK . Perang. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan memaksa” tersebut. 2. PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. Denda-denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini. Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah. akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis. f. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan Memaksa. tanah longsor. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. Yang dimaksud “keadaan memaksa” dalam perjanjian ini adalah peristiwa-peristiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak. Apabila terjadi “keadaan memaksa”. Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan manajemen konstruksi tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini.

3. d. c. maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA. sebagaimana seperti dalam Pasal 12 ayat 2 Perjanjian ini. maka perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. Dalam hal adanya pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. Dalam waktu satu bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan manajemen konstruksi yang telah dimulainya. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA.KEDUA. PIHAK KEDUA memberikan keterangan yang tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan Pekerjaan Manajemen Konstruksi ini. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan manajemen konstruksi ini. 2. Telah dikenakan denda yang kumulatif sebesar 10% (sepuluh prosen) dari biaya pekerjaan pengawasan. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : a. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. tetapi berhak atas pembayaran prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan serta kerugian Negara. Pasal 15 PEMUTUSAN PERJANJIAN 1. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Manajemen Konstruksi lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 diatas. g. h. Page 36 4. Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal terbitnya Surat Keputusan Penunjukan PIHAK KEDUA tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan manajemen konstruksi sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. Jika terjadi Pemutusan Perjanjian Manajemen Konstruksi ini. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. maka akan . PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas pekerjaan manajemen konstruksi sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 4 Surat Perjanjian ini. 2. Pasal 15 Surat Perjanjian ini. Apabila “keadaan memaksa” itu ditolak oleh PIHAk PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan Pasal 5. Selain yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. b. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam Pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati. karena kelalaian PIHAK KEDUA. Pasal 16 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. e. Pasal 12. 3. f.

Surat Perjanjian Pekerjaan Manajemen Konstruksi ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di ……………………… pada hari dan tanggal tersebut diatas. Catatan : *) Ditandatangani penanggung jawab perusahaan Pasal 8 (Jaminan Pelaksanaan) berlaku untuk pekerjaan dengan nilai Rp 50 juta keatas. Surat Perjajian ini dibuat dalam rangkap …… (………. Page 37 PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat PT/CV. maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri…………. Dalam Surat Perjanjian tidak boleh ada tipp-ex dan tulisan tangan (nomor dan tanggal Misalnya) dan masing-masing lembaran diparaf oleh pihak pertama dan pihak kedua. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini.. ……………………… …………………………………. *)…………………….diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit.. dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : a. Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota. dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama. NIP . Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. Pasal 17 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian manajemen konstruksi ini. Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota. ……………… Komitmen ………………………….. 4. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pekerjaan manajemen konstruksi ini. 3. dan dinyatakan berlaku sejak diterbitkannya Surat Perintah Kerja (atau Mulai Kerja) dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri …………………………. b.. beserta segala akibat hukumnya. ……………………………. Pasal 18 PENUTUP 1. yang dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak. 3. dan c.) bermeterai cukup. 2. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. .

Pekerjaan :……………………………………………….. ………………………………………………………………………. b. ………………………………………………………………………. Telah melaksanakan pekerjaan Manajemen Konstruksi untuk : a. g. . Tanggal :……………………………….. d.. b.. f. Dan seterusnya. d. ……………………………………………………………………….minggu :……………………………… 2. Lokasi :………………………………………………. Satuan Kerja :………………………………………………. e. Biaya Pekerjaan MK : Rp. LAPORAN PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………… LAMPIRAN : 1 (satu) set Laporan 1. DIPA : Nomor :………………………………. c. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor :………………………………. Konsultan MK :……………………………………………….Page 38 LAPORAN PEKERJAAN MK SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. ………………………………………………………………………. (……………………………………………. Waktu Pekerjaan MK : Tgl mulai :……………………………… Tgl selesai :……………………………… Jml. …………………………………………. e.) h. Pelaksanaan kegiatan manajemen konstruksi tersebut meliputi (laporan lengkap terlampir) : a. SPK Manajemen Konstruksi Tanggal :………………………………. c.

Page 39 Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya. ………………… *) …………………………. Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : . NIP. % (……………. Diketahui oleh : Dibuat oleh : Tim Teknis Satuan Kerja/ Konsultan Manajemen Konstruksi PPK**) …………………………. Kontraktor Pelaksana : PT/CV …………………………….Penanggung jawab lapangan dari perusahaan **) Diisi Nama Satuan Kerja yang bersangkutan Page 40 BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN MK SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. Minggu ke …… tanggal …………… yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana dan diperiksa oleh Konsultan Manajemen Konstruksi bahwa : a. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Pelaksanaan Tanggal : …………………… Kemajuan pekerjaan telah mencapai prestasi sebesar : ……….. b. ……………………….3. BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN MK PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. ……………………………. Berdasarkan laporan pekerjaan pelaksanaan Nomor : …………….) prosen. : ……………………… ..Penanggung jawab perusahaan dan atau . PT/CV ………………………….

Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : ………………………………………….*) : Laporan Pekerjaan MK Nomor : ……………. Alamat kantor : ………………………………………………………... Nomor : ………………………………………….... tanggal ………………………. Tanggal : ……………. 2. Tanggal : ………………………………………….. Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : ……………………. Kedua belah pihak berdasarkan : 1. Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Pekerjaan MK dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan MK untuk : Page 41 1...LAMP. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II... .. Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. Pekerjaan : ……………………………………………… 2.. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Nama : …………………………………………………………. Pada hari ini. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK ……………………. Minggu ke : …………….. Surat Perjanjian Pekerjaan Manajemen Konstruksi/SPK Nomor : ……………………………... Tanggal : …………………………………………. tanggal …………………….... Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………...

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Manajemen Konstruksi Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV.. (…………………………. Laporan mingguan. …………………….) rangkap 2. : …….. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… . DIPA : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 Penyerahan sebagaimana yang dimaksud pasal 1 diatas termasuk meliputi (sesuai Surat Perjanjian Pekerjaan Manajemen Konstruksi) : 1.. Dan seterusnya : …….. BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN MANAJEMEN KONS. Satuan Kerja : ……………………………………………… 4. …. …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 42 BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI (MK) UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. ……………………………… ………………………………… *) …………………………..) rangkap Demikian Berita Acara Serah Terima pekerjaan manajemen konstruksi ini dibuat dan ditandatangani di ………………………… pada tanggal tersebut diatas. Nip.. ………………………………….Lokasi : ……………………………………………… 3. (………………………….

. Pada hari ini. Minggu ke : ……………........... Tanggal : …………………………………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. b. Tanggal : …………….. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………........ Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.... Jabatan : Kepala Satuan Kerja/ PPK ... untuk : a.. Nomor : ………………………………………….. Dengan ini menyatakan : 1........……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL....... Satuan Kerja : . Kedua belah pihak telah setuju dan sepakat bahwa.... Pekerjaan : .......... Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I... Nama : …………………………………………………………......... …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ………...*) : Laporan Pekerjaan MK Nomor : ……………. c.... …………………….. Alamat kantor : ………………………………………………………. Lokasi : ....... Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………..... : ……………………… LAMP..................... Tanggal : …………………………………………... Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris …………………………….

.................... Tanggal : ... pada tanggal tersebut diatas................% (.................. Konsultan MK : .... = Rp. maka PIHAK KEDUA telah berhak menerima dari PIHAK PERTAMA sejumlah : .................... = Rp.... Biaya Pekerjaan MK : Rp............... ………………………… b. Berdasarkan pasal ...... PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Manajemen Konstruksi Kepala Satuan Kerja/PPK .......... ………………………… 4....... Angsuran ke …... DIPA : Nomor : .................. g................................... telah dibayarkan : .. Angsuran ke …......) prosen....... .......................................... Prestasi pekerjaan manajemen konstruksi telah mencapai kemajuan sebesar : ....... = Rp........... ………………………… ------------------------------------Jumlah yang telah dibayarkan = Rp....................... = Rp................f diatas... Pada angsuran pembayaran Ini PIHAK KEDUA berhak Dibayarkan sebesar : = Rp...... d...................... f..... ayat .... Kepada PIHAK KEDUA......... Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Manajemen Konstruksi tersebut butir 1.............................................. ………………………… Terbilang : (………………………………………………………) Demikian Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Manajemen Konstruksi ini dibuat dan ditandatangani di ..... e........ (………………………………) kali angsuran pembayaran yaitu : a....... Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : . % x Rp .. Page 43 2.......... 3. SPK Manajemen Konstruksi Tanggal : .......... ………………………… c.... Angsuran ke …......... .................. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya..

dan kriteria administrasi bagi bangunan Gedung Negara. MAKSUD DAN TUJUAN i. UMUM 1.. Kerangka Acuan Kerja (KAK) untuk pekerjaan perencanaan perlu disiapkan secara matang sehingga memang mampu mendorong perwujudan karya perencanaan yang sesuai dengan kepentingan proyek. Nip. sehingga mampu menghasilkan karya perencanaan teknis bangunan yang memadai dan layak diterima menurut kaidah. PENDAHULUAN A.PT/CV. Pemberi jasa perencanaan untuk bangunan gedung Negara perlu diarahkan secara baik dan menyeluruh. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan . sehingga dapat memenuhi kriteria teknis bangunan yang layak dari segi mutu. 2. 4. …………………………………. SURAT PERINTAH KERJA PEKERJAAN PERENCANAAN 3. sehingga mampu memenuhi secara optimal fungsi bangunannya. KERANGKA ACUAN KERJA PEKERJAAN PERENCANAAN 2. KONTRAK PEKERJAAN PERENCANAAN 4. andal. B. serta berkontribusi positif bagi perkembangan arsitektur di Indonesia. 3. biaya.. Setiap bangunan gedung negara harus diwujudkan dengan sebaik-baiknya. ……………………………… ………………………………… **) …………………………. Setiap bangunan gedung negara harus direncanakan. BERITA ACARA PEKERJAAN PERENCANAAN Page 45 KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEKERJAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI …………………………………………………………………… SATUAN KERJA/PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………… I. …………………………… Catatan : *) Untuk BA 100% juga dilampirkan BA serah terima pekerjaan **) Penanggung jawab perusahaan Page 44 Lampiran II : Keputusan Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara Nomor: 154/KEP/BP-BRR/X/2006 LAMPIRAN II 1. ……………………. dan dapat sebagai teladan bagi lingkungannya. dirancang dengan sebaik-baiknya. norma serta tata laku profesional.

keluaran dan proses yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterpretasikan ke dalam peleksanaan tugas perencanaan. II. prarencana bangunan termasuk program dan konsep ruang. Menyelenggarakan paket kegiatan loka karya value engineering (VE) selama . Penyusunan prarencana seperti rencana tapak. dan perencanaan fisik bangunan gedung Negara yang terdiri dari : a. keterangan persyaratan bangunan dan lingkungan. Dan seterusnya. Tanggal …………… dengan susunan organisasi seperti pada lampiran. …………………………………………………………… b. membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK. Pemegang Mata Anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias. LATAR BELAKANG 1. Persiapan perencanaan seperti mengumpulkan data dan informasi lapangan (termasuk penyelidikan tanah sederhana). b. yang dapat meliputi tugas-tugas perencanaan lingkungan. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. kriteria. dan konsultasi dengan pemerintah daerah setempat mengenai peraturan daerah/perijinan bangunan. Dan SK pembentukan Panitia Lelang/Pengadaan/ Penunjukan langsung Nomor : Page 46 …………………………. dan IMB pendahuluan dari Pemerintah Daerah setempat.Perencana yang memuat masukan. 2. Tanggal ………………. Dengan penugasan ini diharapkan Konsultan Perencana dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai KAK ini. dan mengurus perijinan sampai mendapatkan keterangan rencana kota. LINGKUP PROYEK 1. Lingkup proyek adalah Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi …………………………………. KEGIATAN PERENCANAAN Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh konsultan Perencana adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku. C. perkiraan biaya. D. Untuk penyelenggaraan Proyek termaksud. azas. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian lingkup Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen……………………… 2. (sesuai DIPA). dibentuk Organisasi Pengelola Satuan Kerja berdasarkan Surat Keputusan Kepala Satuan Kerja Nomor : ………………………. site/tapak bangunan. Lingkup pekerjaan adalah (sesuai RKA-KL) : a. 3. ……………………………………………………………… c. khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. ii. c.

beserta uraian konsep dan perhitungannya. Gambar-gambar detail arsitektur. Membuat laporan akhir pengawasan berkala. pertimbangan dan rekomendasi tentang penggunaan bahan. Membantu panitia pelelangan pada waktu penjelasan pekerjaan. beserta uraian konsep dan visualisasi atau studi market yang mudah dimengerti oleh pemberi tugas. 4. Mengadakan pengawasan berkala selama pelaksanaan konstruksi fisik dan melaksanakan kegiatan seperti : 1. i. 2. d. Konsultan Perencanaan bertanggung jawab secara professional atas jasa perencanaan yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). b. Memberikan saran-saran. d. e. menyusun kembali dokumen pelelangan. Rencana struktur. h. evaluasi penawaran. Secara umum tanggung jawab konsultan adalah minimal sebagai berikut : 1. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus memenuhi persyaratan standar hasil karya perencanaan yang berlaku.40 (empat puluh) jam secara in house (khusus untuk pembangunan bangunan gedung diatas luas 12. dan melaksanakan tugas-tugas yang sama apabila terjadi lelang ulang. Penyusunan rencana detail antara lain membuat : a. 3. 4.000 M2 atau diatas 8 lantai). termasuk menyusun berita acara penjelasan pekerjaan. Mengadakan persiapan pelelangan. beserta uraian konsep dan perhitungannya. detail utilitas yang sesuai dengan gambar rencana yang telah disetujui. Laporan akhir perencanaan. b. f. Rencana utilitas. Rencana arsitektur. 2. Page 47 c. . g. rencana anggaran biaya pekerjaan konstruksi. detail struktur. Memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang timbul selama masa pelaksanaan konstruksi. TANGGUNG JAWAB PERENCANAAN a. Rincian volume pelaksanaan pekerjaan. seperti membantu Kepala satuan Kerja/ Pejabat pembuat Komitmen di dalam menyusun dokumen pelelangan dan membantu panitia pelelangan menyusun program dan pelaksanaan pelelangan. Melakukan penyesuaian gambar dan spesifikasi teknis pelaksanaan bila ada perubahan. Perkiraan biaya. antara lain membuat : 1. Penyusunan pengembangan rencana. Menyusun buku petunjuk penggunaan peralatan bangunan dan perawatannya termasuk petunjuk yang menyangkut peralatan dan perlengkapan mekanikalelektrikal bangunan. b. 3.

7.. Biaya rapat-rapat. Bila terdapat pekerjaan non standar. Perjalanan (local maupun luar kota). Honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang. waktu penyelesaian pekerjaan dan mutu bangunan yang akan diwujudkan. sesuai dengan ketentuan billingrate yang berlaku. 2. standar. maka dihitung secara orang-bulan dan biaya langsung yang dapat diganti. ii. Sumber Dana Sumber Dana dari keseluruhan pekerjaan perencanaan di bebankan pada : 1.. B. Ketentuan pembiayaan lebih lanjut mengikuti surat perjanjian pekerjaan perencanaan yang dibuat oleh Kepala satuan kerja/Pejabat pembuat Komitmen dan Konsultan Perencana. 2. Sewa kendaraan.2. Pengaturan komponen pembiayaan pada butir a) dan b) diatas adalah dipisahkan antara bangunan standar. tanggal ……………………. 1. 8. Loan Nomor : ………………. Pembelian dan atau sewa peralatan. Jasa dan overhead Perencanaan. e. dan pedoman teknis bangunan gedung yang berlaku untuk bangunan gedung pada umumnya dan yang khusus untuk bangunan gedung Negara. Untuk pekerjaan standar berlaku maksimum sesuai yang tercantum dalam tabel A1. yang terdiri dari : 1. 3. seperti dari segi pembiayaan. Biaya Perencanaan. Pajak dan iuran daerah lainnya. serta dan non standar dan harus terbaca dalam suatu rekapitulasi akhir yang menyebut angka dan huruf. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah mengakomodasi batasan-batasan yang telah diberikan oleh proyek. 4. Materi dan penggandaan laporan. tanggal ……………………. c. 6. Pembayaran biaya Konsultan Perencana didasarkan pada prestasi kemajuan pekerjaan perencanaan. b. Besarnya biaya pekerjaan perencanaan mengikuti Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara.. iii.. Page 48 IV. Besarnya biaya konsultan Perencanaan merupakan biaya tetap dan pasti. termasuk melalui KAK ini. . B I A Y A A. DIPA Nomor : ………………. d. 5. 3. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 yaitu : a. Tabel B1 dan Tabel D. Biaya pekerjaan Konsultan Perencana dan tata cara pembayaran diatur secara kontraktual setelah melalui tahapan proses pengadaan konsultan perencana sesuai peraturan yang berlaku. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah memenuhi peraturan.

3. Dan lain-lain. Page 49 V. K E L U A R A N Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Perencana berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam surat perjanjian, yang minimal meliputi : a. Tahap Konsep Rencana Teknis 1. Konsep penyiapan rencana teknis, termasuk konsep organisasi, jumlah dan kualifikasi tim perencana, metoda pelaksanaan, dan tanggung jawab perencanaan. 2. Konsep skematik rencana teknis, termasuk program ruang, organisasi hubungan ruang, dll. 3. Laporan data dan informasi lapangan, termasuk penyelidikan tanah sederhana, keterangan rencana kota, dll. b. Tahap Pra-rencana Teknis 1. Gambar-gambar rencana tapak. 2. Gambar-gambar pra-rencana bangunan. 3. Perkiraan biaya pembangunan. 4. Garis besar rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). 5. Hasil konsultasi rencana dengan Pemda setempat. 6. Gambar perspektif dan market (sepanjang diwajibkan). 7. Laporan hasil kegiatan lokakarya value engineering (khusus untuk bangunan diatas 12.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). c. Tahap Pengembangan Rencana 1. Gambar pengembangan rencana arsitektur, struktur utilitas. 2. Uraian konsep rencana dan perhitungan-perhitungan yang diperlukan. 3. Draft rencana anggaran biaya. 4. Draft rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). d. Tahap Rencana Detail 1. Gambar rencana teknis bangunan lengkap. 2. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). 3. Rencana kegiatan dan volume pekerjaan (BQ). 4. Rencana anggaran biaya (RAB). Page 50 5. Laporan perencanaan arsitektur, struktur, utilitas, lengkap dengan perhitunganperhitungan yang diperlukan. e. Tahap pelelangan 1. Dokumen tambahan hasil penjelasan pekerjaan, 2. Laporan bantuan teknis dan administratif pada waktu pelelangan. f. Tahap Pengawasan Berkala 1. Laporan pengawasan berkala. 2. Dokumen petunjuk penggunaan, pemeliharaan, dan perawatan peralatan/ perlengkapan/bangunan (bila ada). VI. K R I T E R I A

A. Kriteria Umum : Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh konsultan perencana seperti yang dimaksud pada KAK harus memperhatikan kriteria umum bangunan disesuaikan berdasarkan fungsi dan kompleksitas bangunan, yaitu : 1. Persyaratan Peruntukan dan Intensitas : a. menjamin bangunan gedung didirikan berdasarkan ketentuan tata ruang dan tata bangunan yang ditetapkan di Daerah yang bersangkutan, b. menjamin bangunan dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya, c. menjamin keselamatan pengguna, masyarakat, dan lingkungan. 2. Persyaratan Arsitektur dan Lingkungan : a. menjamin terwujudnya bangunan gedung yang didirikan berdasarkan karakteristik lingkungan, ketentuan wujud bangunan, dan budaya daerah, sehingga seimbang, serasi dan selaras dengan lingkungannya (fisik, sosial dan budaya). b. Menjamin terwujudnya tata ruang hijau yang dapat memberikan keseimbangan dan keserasian bangunan terhadap lingkungannya. c. Menjamin bangunan gedung dibangun dan dimanfaatkan dengan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. 3. Persyaratan Struktur Bangunan : a. menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dapat mendukung beban yang timbul akibat perilaku alam dan manusia. Page 51 b. Menjamin keselamatan manusia dari kemungkinan kecelakaan atau luka yang disebabkan oleh kegagalan struktur bangunan. c. Menjamin kepentingan manusia dari kehilangan atau kerusakan benda yang disebabkan oleh perilaku struktur. d. Menjamin perlindungan properti lainnya dari kerusakan fisik yang disebabkan oleh kegagalan struktur. 4. Persyaratan Ketahanan terhadap Kebakaran : a. menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dapat mendukung beban yang timbul akibat perilaku alam dan manusia. b. Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dibangun sedemikian rupa sehingga mampu secara struktural stabil selama kebakaran, sehingga : i. cukup waktu bagi penghuni melakukan evakuasi secara aman, ii. cukup waktu bagi pasukan pemadam kebakaran memasuki lokasi untuk memadamkan api, iii. dapat menghindari kerusakan pada property lainnya. 5. Persyaratan Sarana Jalan Masuk dan Keluar : a. menjamin terwujudnya bangunan gedung yang mempunyai akses yang layak, aman dan nyaman ke dalam bangunan dan fasilitas serta layanan di dalamnya. b. Menjamin terwujudnya upaya melindungi penghuni dari kesakitan atau luka saat evakuasi pada keadaan darurat.

c. Menjamin tersedianya aksesibilitas bagi penyandang cacat, khususnya untuk bangunan fasilitas umum dan sosial. 6. Persyaratan Transportasi dalam Gedung : a. menjamin tersedianya sarana transportasi yang layak, aman, dan nyaman di dalam bangunan gedung. b. Menjamin tersedianya aksesibilitas bagi penyandang cacat, khususnya untuk bangunan fasilitas umum dan sosial. 7. Persyaratan Pencahayaan Darurat, Tanda arah Keluar, dan Sistem Peringatan Bahaya : a. menjamin tersedianya pertandaan dini yang informatif di dalam bangunan gedung apabila terjadi keadaan darurat. b. Menjamin penghuni melakukan evakuasi secara mudah dan aman, apabila terjadi keadaan darurat. Page 52 8. Persyaratan Instalasi Listrik, Penangkal Petir dan Komunikasi : a. menjamin terpasangnya instalasi listrik secara cukup dan aman dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. b. Menjamin terwujudnya keamanan bangunan gedung dan penghuninya dari bahaya akibat petir. c. Menjamin tersedianya sarana komunikasi yang memadai dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. 9. Persyaratan Instalasi Gas : a. menjamin terpasangnya instalasi gas secara aman dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. b. Menjamin terpenuhinya pemakaian gas yang aman dan cukup. c. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan gas secara baik. 10. Persyaratan Sanitasi dalam Bangunan : a. menjamin tersedianya sarana sanitasi yang memadai dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. b. Menjamin terwujudnya kebersihan, kesehatan dan memberikan kenyamanan bagi penghuni bangunan dan lingkungan, c. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan sanitasi secara baik. 11. Persyaratan Ventilasi dan Pengkondisian Udara : a. menjamin terpenuhinya kebutuhan udara yang cukup, baik alami maupun buatan dalam menunjang terselenggaranya kegiatan dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. b. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan tata udara secara baik. 12. Persyaratan Pencahayaan :

seperti dalam rangka implementasi penataan bangunan dan lingkungan. geografi klimatologi. konsultan Perencana harus menyusun jadwal pertemuan berkala dengan Pengelola Satuan Kerja. VIII. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan pencahayaan secara baik. Persyaratan Kebisingan dan Getaran : a. Kriteria Khusus Kriteria khusus dimaksudkan untuk memberikan syarat-syarat yang khusus. Bangunan gedung Negara hendaknya dapat meningkatkan kualitas lingkungan. di dalam melaksanakan tugasnya konsultan Perencana hendaknya memperhatikan azas-azas bangunan gedung Negara sebagai berikut : A. efisien. Page 53 13. A Z A S – A Z A S Selain dari kriteria diatas. Kreatifitas desain hendaknya tidak ditekankan pada kelatahan gaya dan kemewahan material. menjamin terpenuhinya kebutuhan pencahayaan yang cukup. Desain bangunan hendaknya dibuat sedemikian rupa. Bangunan gedung Negara hendaknya fungsional. segi teknis lainnya. tetapi pada kemampuan mengadakan sublimasi antara fungsi teknik dan fungsi sosial bangunan. Dalam proses perencanaan untuk menghasilkan keluaran-keluaran yang diminta. menarik tetapi tidak berlebihan. Solusi dan batasan-batasan kontekstual. D. PROSES PERENCANAAN A. spesifik berkaitan dengan bangunan gedung yang akan direncanakan. antara dan pokok yang . biaya investasi dan pemeliharaan bangunan sepanjang umurnya. seperti faktor sosial budaya setempat. baik dari segi fungsi khusus bangunan. misalnya : 1. E. Dalam pertemuan berkala tersebut ditentukan produk awal. Dikaitkan dengan upaya pelestarian atau konservasi bangunan yang ada. VII. B. sehingga bangunan dapat dilaksanakan dalam waktu yang pendek dan dapat dimanfaatkan secepatnya. b. terutama sebagai bangunan pelayanan kepada masyarakat. menjamin terwujudnya kehidupan yang nyaman dari gangguan sura dan getaran yang tidak diinginkan. baik alami maupun buatan dalam menunjang terselenggaranya kegiatan dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. Dengan batasan tidak mengganggu produktivitas kerja. dan menjadi acuan tata bangunan dan lingkungan di sekitarnya. 3. dan lain-lain. Menjamin adanya kepastian bahwa setiap usaha atau kegiatan yang menimbulkan dampak negatif suara dan getaran perlu melakukan upaya pengendalian pencemaran dan atau mencegah perusakan lingkungan. hendaknya diusahakan serendah mungkin. B. Kesatuan perencanaan bangunan dengan lingkungan yang ada disekitar. 2. b.a. C. Page 54 B.

Dalam pelaksanaan tugas. berat. ii. C. Keinginan tentang ruang-ruang tertentu. e. Dalam hal ini informasi yang diperlukan dan harus diperoleh untuk bahan perencanaan diantaranya mengenai hal-hal sebagai berikut : a. perincian penggunaan lahan. penghijauan dan lain-lain. 2. f.harus dihasilkan konsultan sesuai dengan rencana keluaran yang ditetapkan dalam KAK ini. iii. Kebutuhan (sekarang dan proyeksi mendatang). penunjang. ) hari kalender. 3. iv. d. Page 55 iii. pelengkap. keadaan air tanah. . koefisien lantai bangunan. atau selambat-lambatnya tanggal ……………. ( ……………………. meliputi : i. ii. Tahun mendatang (umumnya 5 tahun). c. dan dimensinya. keinginan tentang organisasi / pemanfaatan ruang. MASUKAN A. kondisi fisik lokasi seperti : luasan. baik yang berhubungan dengan pemakai atau perlengkapan yang akan digunakan dalam ruang tersebut. Konsultan Perencana harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya. Kegiatan utama. b. Untuk melaksanakan tugasnya. konsultan Perencana harus mencari informasi yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Kepala satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini. Kesalahan/kelalaian pekerjaan perencanaan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab Konsultan Perencana. dan topografi. vi. program ruang. D. kondisi tanah (hasil soil test). Keinginan-keinginan tentang utilitas bangunan seperti : i. jenis. koefisien dasar bangunan. jumlah personil-personil sekarang dan proyeksi pengembangan untuk ………. peruntukan tanah. v. Kebutuhan bangunan : i. Keinginan tentang kemungkinan perubahan fungsi ruang/bangunan. struktur organisasi. baik yang berasal dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen maupun yang dicari sendiri. konsultan harus selalu memperhitungkan bahwa waktu pelaksanaan pekerjaan adalah mengikat. Pemakai bangunan : i.. IX. iv. Perlengkapan/peralatan khusus. vii. ii. khususnya sampai diserahkannya dokumen perencanaan untuk siap dilelangkan adalah …. perkerasan. Jangka waktu pelaksanaan. Informasi tentang lahan. Air bersih : 1. I n f o r m a s i 1. batas-batas.

iv. kebutuhan titik pembicaraan. 3. Jaringan komunikasi (telepon. 2. konsultan Perencana harus menyediakan tenaga yang memenuhi ketentuan proyek. kebutuhan daya. jaringan dan kapasitasnya. 3. sistem yang diinginkan. Orang 2. Dan lain-lain sesuai keperluannya. 2. telex. 2. 1. Transportasi vertical dalam bangunan (bila dipersyaratkan). Type dan kapasitas yang akan dipilih. x. intercom). penggunaan escalator dan conveyor. radio. (bila dipersyaratkan) 1. Jaringan listrik : 1. TENAGA Untuk melaksanakan tujuannya. Orang c. Utilitas : …………………………. 1. sistim yang dipilih. beban (Ton ref). Air kotor dan sampah. Arsitektur : …………………………. Air hujan dan air buangan : 1. B. ii. 2. 2. 3. iii. Perencana : a. cadangan apabila dibutuhkan (kapasitas. Penanggulangan bahaya kebakaran (bila dipersyaratkan) : vii. Pengaman dari bahaya pencurian dan perusakan (bila dipersyaratkan) : viii.2. Tenaga-tenaga ahli yang dibutuhkan dalam kegiatan perencanaan minimal terdiri dari : (kualifikasi masing-masing tenaga ahli disesuaikan berdasarkan kebutuhan/ kompleksitas proyek). Page 56 ix. sumber air.C. Struktur : …………………………. pembagian beban. Tata Udara/ A. Orang . interval dan waktu tunggu (Waiting Time). 1. cara pembuangan keluar tapak. vi. spesifikasi). baik ditinjau dari segi lengkap (besar) proyek maupun tingkat kompleksitas pekerjaan. v. sumber daya dan spesifikasinya. letak saluran kota. Orang b. Koordinasi perencanaan …………….

Berdasarkan bahan-bahan tersebut konsultan agar segera menyusun program kerja untuk dibahas dengan Kepala Satuan Kerja / Pejabat Pembuat Komitmen. Page 57 XI. B. Konsultan Perencana harus segera menyusun program kerja minimal meliputi: 1. maka konsultan hendaknya memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan. P E N U T U P A. 2. NIP : ………………….3. Program kerja secara keseluruhan harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. dikembangkan. Catatan : Model KAK tersebut diatas bersifat pokok yang masih Harus disesuaikan. 3. Page 58 SURAT PERINTAH KERJA KEPALA SATUAN KERJA / PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………………… BRR NAD – Nias . setelah sebelumnya dipresentasikan oleh Konsultan Perencana dan mendapatkan pendapat teknis dari Tim Teknis Satuan Kerja. Tenaga-tenaga yang diusulkan oleh konsultan perencana harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen. Orang 4. B. Orang 5. Perhitungan biaya dan kuantitas Pekerjaan : ………………………….. PROGRAM KERJA A. Tenaga teknis lainnya sesuai kebutuhan dan lingkup kompleksitas Pekerjaan : …………………………. Alokasi tenaga yang lengkap (disiplin dan keahliannya). Konsep penanganan pekerjaan perencanaan. Setelah Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini diterima. DIBUAT DI : …………………… TANGGAL : …………………… KEPALA SATUAN KERJA/ PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN ………………………….. dilengkapi untuk Kebutuhan proyek yang bersangkutan. Orang X. Jadwal kegiatan secara detail. Administrasi : ………………………….

Jabatan : ……………………………………….. perkiraan biaya.. dan konsultasi dengan pemerintah daerah setempat mengenai peraturan daerah/perijinan bangunan. keterangan persyaratan bangunan dan .Nomor : ……………………………………….. Tugas Pekerjaan : Pekerjaan Perencanaan yang akan dilaksanakan adalah : Pembangunan/Rehabilitasi/ Renovasi/Restorasi …………………………………. Nama Badan Usaha : ………………………………………. Tanggal : ………………………………………. Alamat Badan Usaha : ………………………………………. dengan ini kami yang bertandatangan dibawah ini : 1. Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Pelelangan/ Pemilihan Langsung Nomor : ……………………. Selaku Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA... Membuat pra-rencana teknis seperti : rencana tapak. dan mengurus perijinan sampai mendapatkan advis planning. Selaku Konsultan Perencana Pekerjaan …………………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.. Jabatan : ……………………………………….. PEKERJAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN / REHABILITASI / RENOVASI / RESTORASI ………………………………………………………………………... b. Melaksanakan pekerjaan persiapan perencanaan seperti : mengumpulkan data dan informasi lapangan (termasuk penyelidikan tanah sederhana). MEMERINTAHKAN KEPADA : 2. Tanggal …………………………. Nama : ………………………………………. Surat Perintah Kerja (SPK) ini diperintahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dengan ketentuan dan syarat-syarat seperti tersebut dibawah ini : 1. membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK. Alamat Kantor : ……………………………………….. di …………………………. pra-rencana bangunan termasuk program dan konsep ruang. (lokasi pekerjaan) yang meliputi tugas-tugas sebagai berikut : Page 59 a. Nama : ……………………………………….

tanggal : ………………… b. c. Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajakpajak.. struktur. f. dan IMB pendahuluan dari Pemerintah Daerah setempat. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan tahap pengembangan rencana dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. Membuat gambar detail rencana seperti : gambar detail arsitektur. evaluasi penawaran dan menyusun kembali dokumen lelang bilamana terjadi lelang ulang. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Page 60 b. dan utilitas secara lengkap beserta prasarananya termasuk perhitungan sesuai keperluannya. …………………. (…………………………………. seperti membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pelelangan. menyusun Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 40%. yang merupakan jumlah tetap dan pasti (lumpsum fixed price). Pembayaran tahap kedua sebesar 25% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. Memeriksa dan mengesahkan gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (As-Built Drawings). dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. Kekuarangan informasi dan kesalahan menterjemahkan informasi adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. aanwijzing.lingkungan.). (……………………………………………). 3.).. Pembayaran tahap ketiga sebesar 40% dari jumlah biaya perencanaan yakni . …………………………. membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan membuat laporan akhir perencanaan termasuk petunjuk penggunaan peralatan bangunan dan perawatannya. yang dibebankan pada Satuan Kerja……………………. Mengadakan pengawasan berkala selama dalam pelaksanaan konstruksi fisik dan membuat laporan pengawasan berkala. c. Membuat pengembangan rencana teknis seperti : rencana arsitektur. 2. h. Pembayaran tahap kesatu sebesar 15% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp ………. d. dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 15%. Cara Pembayaran a. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahap konsep teknis dan tahap pra-rencana teknis.sesuai dengan DIPA/RKA-KL Nomor : ……………………. Biaya Perencanaan a. Mengadakan persiapan pelelangan. e. membantu panitia pelelangan dalam menyusun program dan pelaksanaan pelelangan. Besarnya biaya pekerjaan perencanaan adalah Rp.. g. detail utilitas. (………………………………………. detail struktur. dan rencana perkiraan biaya.

h. iv. (…………………. antara lain : i. c. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) : ……………………………… Nomor : ………………. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. b. e. g. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. ii. (……………………………………. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. dan PIHAK KEDUA telah menyerahkan seluruh hasil tugas tanggung jawabnya kepada PIHAK PERTAMA termasuk laporan pengawasan berkala. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. …………………. dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 80%. iii. (………………………. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak 4. Persyaratan dan Spesifikasi Teknis a. d.. d. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Pembayaran tahap keempat sebesar 5 % dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp ……………. e.. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. Page 61 j. Pembayaran tahap kelima/terakhir sebesar 15% dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan yakni sejumlah Rp …………. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat..) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan pelaksanaan mencapai 100%. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan rencana detail dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. .sejumlah Rp.). SNI 03 – 1727 -1989 Tentang Tatacara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung.. SNI 03 – 1729 – 1989 Tentang Tatacara Perencanaan Baja untuk Gedung. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. yaitu dilaksanakan Serah Terima Pertama Pekerjaan Konstruksi Fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi.. yaitu PIHAK PERTAMA sudah menunjuk Kontraktor Pelaksana dan PIHAK KEDUA telah menyelesaikan pekerjaan pada tahap pelelangan serta diterima baik oleh PIHAK PERTAMA.) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 85%. k. i. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/ KPTS/ 2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Tanggal ………………………. f. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan.

c. (…………………………) hari kalender terhitung ditandatanganinya Surat Perintah Kerja ini.. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. Page 62 b. Semua ketentuan dan peraturan serta Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. . SNI 03 – 1736 – 1989 Tentang Tatacara Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung. SNI 03 – 2410 – 1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. o/oo (………permil) dari bi aya pekerjaan perencanaan (umumnya 3%). vii. maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri …………. prosen) dari biaya pekerjaan perencanaan (umumnya 10%). Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar … % (…… persen) dari biaya pekerjaan perencanaan dengan ketentuan bahwa. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya. Sanksi dan Denda. i. h. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ……………… dan mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.v. vi. 6. b. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dalam batas waktu yang ditetapkan. Jika terjadi perselisihan dikemudian hari. j. 7. Jangka Waktu Jangka waktu pelaksanaan sampai dengan penyerahan dokumen pelelangan sebagaimana yang disebut dalam butir 1 Surat Perintah Kerja ini ditetapkan selama ……. PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya (umumnya 1-3%).. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan perencanaan yang ditetapkan. maka untuk setiap hari kelambatan PIHAK KEDUA wajib membayar denda kelambatan sebesar ……. 5.% (…. Jumlah denda kumulatif ditetapkan maksimum …. a.. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Pemimpin Proyek/Bagian Proyek PT/CV ……………………. Penyelesaian Perselisihan a.

…………………… *) ……………. Nama Perusahaan : …………………………………. yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA. Dengan 2.. NIP ……………… Catatan : *) Ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan Model perjanjian dengan SPK berlaku hanya untuk pekerjaan yang nilainya sampai RP. ………………. Jabatan : ………………………………….. ketentuan-ketentuan . telah ditunjuk selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia. Nama : …………………………………. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA.. Tanggal ………… bulan……….…………………………………. Nama : ………………………………….. Tanggal …………… oleh Notaris di ……………… dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias Nomor : ……………….. Maka dengan ini disetujui oleh dan di antara pihak-pihak tersebut.50 juta. Page 63 SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI ……………………………………………………………………. tahun ………………. Jabatan (struktural) : ………………………………… Alamat : …………………………………. tanggal …………. Alamat : …………………………………. bertindak untuk dan atas nama …………………… (nama Badan Usaha).. kami yang bertandatangan di bawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan perencanaan : Antara 1. BRR NAD – Nias Nomor : ………………………………… Tanggal : ………………………………… Pada hari ini …………. SATUAN KERJA/PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………. Yang didirikan dengan Akte Notaris Nomor : ………………….

Di ………………………………… Page 64 2. Melaksanakan pekerjaan persiapan perencanaan seperti : mengumpulkan data dan informasi lapangan (termasuk penyelidikan tanah sederhana). yaitu untuk melaksanakan : Pekerjaan perencanaan Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi ……………. dan konsultasi dengan pemerintah daerah setempat mengenai peraturan daerah/perijinan bangunan. seperti membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pelelangan. Mengadakan persiapan pelelangan. seperti antara lain : a. dan rencana perkiraan biaya. membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK. h. Tugas pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK).000 M2 atau diatas 8 lantai) pada tahap pra-rencana. struktur. Menyelenggarakan paket kegiatan lokakarya value engineering (VE) selama 40 (empat puluh) jam secara in house (khusus untuk pembangunan bangunan gedung diatas luas 12. f. membantu panitia pelelangan dalam menyusun program dan pelaksanaan pelelangan. c. pra-rencana bangunan termasuk program dan konsep ruang. dan utilitas secara lengkap beserta prasarananya termasuk perhitungan sesuai keperluannya. aanwijzing. Mengadakan pengawasan berkala selama dalam pelaksanaan konstruksi fisik dan membuat laporan pengawasan berkala. dan IMB pendahuluan dari Pemerintah Daerah Setempat. d. membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan membuat laporan akhir perencanaan termasuk petunjuk penggunaan peralatan bangunan dan perawatannya. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) ……………………… Nomor : . Memeriksa dan mengesahkan gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (As-Built Drawings). keterangan persyaratan bangunan dan lingkungan. PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut. yaitu : a. detail utilitas.sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal di bawah ini : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1. Membuat pra-rencana teknis seperti : rencana tapak. perkiraan biaya. b. Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. g. dan mengurus perijinan sampai mendapatkan advis planning. i. Kekurangan informasi dan kesalahan menterjemahkan informasi adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. Membuat gambar detail rencana seperti : gambar detail arsitektur. detail struktur. e. evaluasi penawaran dan menyusun kembali dokumen lelang bilamana terjadi lelang ulang. Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perjanjian ini. Membuat pengembangan rencana teknis seperti : rencana arsitektur. menyusun Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).

. c. Surat Usulan Calon Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… d. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi.………………………………………………. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. d. Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… c. e. i. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : a. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. l. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Tanggal : ……………………………………………. Page 65 b. Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : ……………………………………………. . f. g. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. f. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. antara lain : i. h. Tanggal : ………………………………………………. e. Tanggal : ……………………………………………. b. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. Surat Keputusan Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………. Addendum (bila ada) 2..

SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. SNI 03 – 1729 – 1989 Tentang Tatacara Perencanaan Baja untuk Gedung. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kebenaran perencanaan yang dihasilkannya dan segala kesalahan-kesalahan perencanaan yang baru diketahui pada waktu pelaksanaan dan pasca konstruksi. m. vii. vi. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan perencanaan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan ketentuan dalam Surat Perjanjian ini. k. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas kerugian PIHAK PERTAMA. Page 67 7. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan seluruhnya atau sebagian tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada pihak lain. 4. SNI 03 – 1727 -1989 Tentang Tatacara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung. PIHAK KEDUA harus bersedia memberikan cetakan-cetakan yang merupakan hasil dari kegiatan yang telah dilaksanakannya kepada PIHAK PERTAMA apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dengan biaya dari PIHAK KEDUA. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan perencanaan yang ditetapkan.Page 66 ii. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan baik langsung ataupun tidak langsung turut serta baik sebagai sub Kontraktor maupun pemasok bahan bangunan dari proyek ini. kecuali dengan persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. v. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 surat perjanjian ini dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan merupakan tanggung jawab PIHAK KEDUA. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. 2. . 5. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. SNI 03 – 2410 – 1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. 6. dan juga tidak dibenarkan merangkap sebagai Konsultan Manajemen Konstruksi. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN 1. iv. SNI 03 – 1736 – 1989 Tentang Tatacara Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung. l. sebagai akibat kesalahan perencanaan tersebut. iii. Pekerjaan Perencanaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini. 3.

2. . b. d. Tahap Pengawasan Berkala a. dan tanggung jawab waktu perencanaan. Gambar perspektif dan maket (sepanjang diwajibkan). Laporan perencanaan arsitektur. c. termasuk program ruang. e. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. Dokumen tambahan hasil penjelasan pekerjaan. Rencana Anggaran Biaya (RAB). Laporan data dan informasi lapangan. 4. termasuk penyelidikan tanah sederhana. b. b. Gambar pengembangan rencana arsitektur. 9. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). Laporan hasil kegiatan lokakarya value engineering (khusus untuk bangunan diatas 12. b. f. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PERENCANAAN Hasil pekerjaan perencanaan oleh PIHAK KEDUA yang harus disampaikan kepada PIHAK PERTAMA dan dibuat dalam rangkap 5 (lima). pemeliharaan. dan perawatan peralatan/ perlengkapan/ bangunan (bila ada). Gambar-gambar pra-rencana bangunan. dll. Konsep penyiapan rencana teknis. d. termasuk konsep organisasi. Konsep skematik. keterangan rencana kota. c. Kelancaran pelaksanaan proyek yang berhubungan dengan perencanaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. Gambar-gambar rencana tapak. organisasi hubungan ruang. dll. g. 6.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). Garis besar rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). Draft rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). Page 68 d. Tahap Rencana Detail a. c. setidak-tidaknya adalah sebagai berikut : 1. struktur. Gambar rencana teknis bangunan lengkap. Dokumen petunjuk penggunaan. Laporan bantuan teknis dan administrative pada waktu pelelangan. 5. b. rencana teknis. Tahap Pelelangan a. utilitas. struktur utilitas. 3. Draft rencana anggaran biaya. Uraian konsep rencana dan perhitungan-perhitungan yang diperlukan. Tahap Pra-rencana Teknis : a. Tahap Pengembangan Rencana a. c. Laporan pengawasan berkala b.8. Perkiraan biaya pembangunan. jumlah dan kualifikasi tim perencana. Hasil konsultasi rencana dengan Pemda setempat. Tahap Konsep Rencana Teknis a. metoda pelaksanaan. e. lengkap dengan perhitunganperhitungan yang diperlukan. Rencana kegiatan dan volume pekerjaan (BQ).

dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. dengan ketentuan sebagai berikut : 1. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahap konsep rencana teknis dan tahap pra-rencana teknis. Jangka waktu penyelesaian pekerjaaan tersebut dalam ayat 2 dan 3 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA kecuali adanya keadaan memaksa seperti diatur dalam Pasal 14 Surat Perjanjian ini. ………………. 3. Page 69 Pasal 6 BIAYA PEKERJAAN PERENCANAAN 1. Dalam jumlah biaya pekerjaan perencanaan tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan tahap pengembangan rencana dan telah diterima . Pembayaran tahap kesatu sebesar 15% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. Pembayaran tahap kedua sebesar 25% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp.. yang dibebankan pada proyek : ………………………………… sesuai dengan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor : ………………………. 2. yang mengakibatkan terdapat perpanjangan/ penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum). Pasal 7 CARA PEMBAYARAN Pembayaran biaya pekerjaan perencanaan dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan prestasi pekerjaan perencanaan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. ) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 40%.) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 15%. (Surat Perintah Kerja) sampai dengan tanggal ……………. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan perencanaan sampai dengan penyerahan dokumen pelelangan sebagaimana disebut dalam pasal 4 ayat 1. Hasil pekerjaan perencanaan sampai mencapai prestasi 100% sebagaimana disebut dalam pasal 4 ayat 6 Surat Perjanjian ini paling lambat harus sudah selesai dan diserahkan kepada PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kalender terhitung setelah tanggal dilaksanakan serah terima pertama pekerjaan pelaksanaan fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. Pekerjaan yang tercantum dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini harus diselesaikan tahap demi tahap setelah mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA. Jumlah biaya pekerjaan perencanaan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp ………………… (………………………………………………) merupakan biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price).. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. …………………… (………………………….. 4.) hari kalender terhitung sejak tanggal ……………. ( ……………………………….3 dan 4 Surat Perjanjian ini ditetapkan selama …………… (………………….2. 2. atau adanya perintah perubahan tugas pekerjaan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. tanggal …………… Tahun Anggaran …………/………… 2.Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PERENCANAAN 1.

dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. ………………. Segala pajak-pajak sehubungan pekerjaan perencanaan ini ditanggung oleh PIHAK .. Selambat-lambatnya pada saat perjanjian perencanaan ini ditandatangani. Pasal 9 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1. 3.. Pembayaran tahap kelima/terakhir sebesar 15% dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan yakni sejumlah Rp …………. 5 dan 6 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA.. atau sejumlah Rp ………………………. 5.). dan PIHAK KEDUA telah menyerahkan seluruh hasil tugas dan tanggung jawabnya sebagaimana tercantum dalam Pasal 4 ayat 1. 4. 3. 3. diserahkan kembali oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA Surat Jaminan Pelaksanaan Perencanaan berupa Surat Jaminan Bank Umum atau Perusahaan Asuransi Kerugian sebesar 5 % dari biaya perencanaan. Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai tempel Rp 6. 4. ………………… (…………………………. 2. setelah Serah Terima I pekerjaan konstruksi fisik dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugasnya. maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa berlakunya dan harus dijamin tidak ada waktu senggang diantaranya. Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak Pasal 8 JAMINAN PELAKSANAAN PERENCANAAN 1. 2. 2. Pembayaran tahap keempat sebesar 5 % dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. ( …………………………………. (…………………………………. 4.) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 85%. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan rencana detail dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. yaitu dilaksanakan Serah Terima Pertama Pekerjaan Konstruksi Fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. (…………………………) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan pelaksanaan mencapai 100%.(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA.000. Page 70 6. Pembayaran tahap ketiga sebesar 40% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. Dalam hal PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian ini dan terjadi pemutusan hubungan perjanjian sesuai pasal 15. ) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 80 %.. Surat Jaminan tersebut pada ayat 1 pasal ini. yaitu PIHAK PERTAMA sudah menunjuk Kontraktor Pelaksana dan PIHAK KEDUA telah menyelesaikan pekerjaan pada tahap pelelangan serta diterima baik oleh PIHAK PERTAMA. Bila jangka waktu berlakunya Surat Jaminan Perencanaan berakhir sebelum dilaksanakannya Serah Terima Dokumen pekerjaan seperti dalam ayat 2 pasal ini. maka jaminan pelaksanaan perencanaan menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA.

Pasal 12 SANKSI DAN DENDA 1. 3. Page 71 Pasal 11 PELAKSANA PIHAK KEDUA 1. Penanggung Jawab Pekerjaan yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi syarat. 3. tetapi PIHAK KEDUA tidak juga memperbaiki kelalaian tersebut. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar … o/oo (……… Permil) dari biaya pekerjaan perencanaan untuk setiap hari kelambatan penyelesaian pekerjaan (umumnya 3o/oo). Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan perencanaan bertentangan dengan Surat .. dan dapat menerima/ memberikan/ memutuskan segala petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA. 4. 3. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. Penunjukan Penangggung Jawab Pekerjaan. dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.% (…… persen) dari jumlah biaya pekerjaan Perencanaan (umumnya 10%). maka PIHAK PERTAMA memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA harus segera mengganti dengan Petugas/tenaga ahli lain yang memenuhi persyaratan yang diminta oleh PIHAK PERTAMA. Ongkos-ongkos dan upah tenaga kerja yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan Perencanaan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA diwajibkan menggunakan bentuk organisasi dan menyediakan tenaga kerja yang cukup jumlah. 2. 2. Agar pekerjaan perencanaan berjalan seperti yang ditetapkan. Jika PIHAK KEDUA terlambat menyelesaikan pekerjaan perencanaan dalam batas waktu yang telah ditetapkan dalam Pasal 5 Surat Perjanjian ini akibat kelalaian PIHAK KEDUA. Ditempat pekerjaan perencanaan PIHAK KEDUA harus menyediakan tenaga-tenaga ahli untuk menyelesaikan pekerjaan yang sesuai dengan tugas-tugas yang tercantum dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. 4. Persen) dari biaya Perencanaan dengan ketentuan PIHAK KEDUA tetap berkewajiban untuk memperbaiki kesalahan/kelalaian yang diperingatkan tersebut (umumnya 1-3%).% (…. yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan. harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis.KEDUA. Pasal 10 TENAGA KERJA DAN UPAH 1. Maksimum denda kumulatif ditetapkan sebesar …. Untuk setiap tahapan pekerjaan perencanaan harus ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai penanggung jawab pekerjaan. yang mempunyai wewenang/ kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA. keahlian serta ketrampilannya sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan yang telah disetujui oleh PIHAK PERTAMA. 2. Jika PIHAK KEDUA melalaikan ketentuan dalam Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut dari PIHAK PERTAMA. sehubungan dengan pekerjaan Perencanaan ini. maka untuk setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar ….

Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 10 ayat 1 Surat Perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan memaksa” tersebut. kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan kontraktor). 6. Page 72 Pasal 13 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN 1. e. maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. . c. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan memaksa” tersebut.. badai dan banjir). PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. Biaya perencanaan bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. Perang. maka : a. 2. Bencana alam (gempa bumi. revolusi. setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA. huru-hara. 2. d. Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA). 5. maka PIHAK KEDUA setuju diberi imbalan biaya/jasa sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam melaksanakan tugas tersebut. Pasal 14 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 1. Apabila terjadi “keadaan memaksa”. jumlah dan kualifikasi tenaga ahli yang telah ditetapkan. akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini. akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. b. Apabila selama ………… (…………………………………. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kerugian tersebut. pemberontakan. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA. d. Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan perencanaan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis. Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah. makar. b. c.Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA. yaitu : a. Denda-denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini. tanah longsor. Yang dimaksud “keadaan memaksa” dalam perjanjian ini adalah peristiwa-peristiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan Memaksa.

seperti dalam Pasal 12 ayat 3 Perjanjian ini. Selain yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian perencanaan ini. karena kelalaian PIHAK KEDUA. Jika terjadi Pemutusan Perjanjian Perencanaan ini. 2. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam Pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati. Page 74 Pasal 16 . g. PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas perencanaan sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 4 Surat Perjanjian ini. maka perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. h. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : a. dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban Page 73 keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. 3. b. Dalam waktu satu bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan perencanaan yang telah dimulainya. Pasal 12. d. PIHAK KEDUA memberikan keterangan yang tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan Pekerjaan Perencanaan ini.f. c. Dalam hal adanya pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. atas biaya ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Pasal 15 PEMUTUSAN PERJANJIAN 1. Pasal 15 Surat Perjanjian ini. Apabila “keadaan memaksa” itu ditolak oleh PIHAk PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan Pasal 5. 3. maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA. Denda kumulatif telah mencapai maksimum 10% (sepuluh prosen) dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan. Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal terbitnya Surat Perintah Kerja tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan perencanaan sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. tetapi berhak atas pembayaran prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan serta kerugian Negara. e. f. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Perencana lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 diatas. 4.

Pasal 18 PENUTUP 1. yang dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak. dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama. Page 75 3.) bermeterai cukup.. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri …………………………. maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. ……………………… …………………………………. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pekerjaan perencanaan ini... Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak.. beserta segala akibat hukumnya. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. ……………………………. 2. Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Perencana Pemimpin Proyek/Bagian Proyek PT/CV. dan c. NIP . Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di ……………………… pada hari dan tanggal tersebut diatas. Surat Perjajian ini dibuat dalam rangkap …… (………. ……………… …………………………………. dan dinyatakan berlaku sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. 4. dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : a. 2. Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota. *)……………………. 3. b. maka akan diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah.PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota. Pasal 17 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian perencanaan ini. .

.... Tanggal : ....................... Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : ......................... ..... e.............................. Dalam Surat Perjanjian tidak boleh ada tipp-ex dan tulisan tangan (nomor dan tanggal Misalnya) dan masing-masing lembaran diparaf oleh pihak pertama dan pihak kedua..................................................... c.... Waktu Perencanaan : .....Catatan : *) Ditandatangani penanggung jawab perusahaan Pasal 8 (Jaminan Pelaksanaan) berlaku untuk pekerjaan dengan nilai Rp 50 juta keatas.... Biaya Perencanaan : Rp.. Konsultan Perencana : ........... LAPORAN PEKERJAAN PERENCANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………..........) h.... DIPA : Nomor : ...... Lokasi : ................... g........ Page 76 LAPORAN PEKERJAAN PERENCANAAN SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………............... LAMPIRAN : ……………………… 1....... (………………………….................... d................... Pekerjaan : ............. Telah melaksanakan pekerjaan perencanaan untuk : a............ f....... Perencanaan Tanggal : .................. b................ Departemen/Lembaga : .......

.. 5......... 2.......Tgl... Mulai : …………................% Jumlah 100% .% .% ........... Pelaksanaan pekerjaan perencanaan tersebut meliputi ( laporan lengkap terlampir): No Tahap pekerjaan Bobot pekerjaan Tahap Penyelesaian Pekerjaan Bobot Prestasi 1.. Page 77 Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya.... Jml....... Diperiksa oleh : Dibuat oleh : **) Konsultan Manajemen Konstruksi Konsultan Perencana ..% ..... 3.....% ...minggu : ………….... 4................. Selesai : ………….... 6....% .% Kemajuan pekerjaan telah mencapai prestasi sebesar : ……... 2..% .........% ....% (……………………) prosen.% .% .........% .% ..... Tahap konsep rencana teknis Tahap pra-rencana teknis Tahap pengembangan rencana teknis Tahap gembar detail rencana teknis Tahap pelelangan sampai terbitnya SPK Tahap pengawasan berkala 10% 15% 25% 30% 5% 15% .... Tgl...

Nip. Minggu ke : ……………. . ……………………. Disetujui oleh : **) Tim Teknis Satuan Kerja/PPK ……………………………… Nip. …………………………. Pada hari ini.. Nama : …………………………………………………………. Jabatan : Kepala Satuan Kerja …………….. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. PT/CV………………………. Kelengkapan Laporan tersebut di ketahui oleh Tim Teknis Satuan Kerja/PPK yang bersangkutan Page 78 BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN PERENCANAAN SATUAN KERJA : ……………………… ……. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. ………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan **) Bila tidak menggunakan Konsultan MK.*) : Laporan Pekerjaan Perencanaan Nomor : ……………. : ……………………… LAMP.PT/CV.. *) ………………………….. Tanggal : ……………. ……………………………… ……………………………….……………………………………… BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN PERENCANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. ……………………..

tanggal ………………………. Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan/SPK Nomor : …………………………….Tanggal : …………………………………………. Tanggal : …………………………………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. Alamat kantor : ………………………………………………………. Lokasi : ……………………………………………… 3. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA..... tanggal …………………… Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Pekerjaan Perencanaan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan perencanaan untuk : Page 79 1. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………. Pekerjaan : ……………………………………………… 2.. Kedua belah pihak berdasarkan : 1.. Nomor : …………………………………………. Satuan Kerja : ……………………………………………… 4.. Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : ……………………. DIPA : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 Penyerahan sebagaimana yang dimaksud pasal 1 diatas termasuk meliputi (sesuai Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan ) : . 2..

. ……………………. (…………………….. Nama . Nip. …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 80 BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PERENCANAAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN SATUAN KERJA : ……………………… …………………….1.*) : Laporan Pekerjaan Perencanaan Nomor : …………….) rangkap Demikian Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Perencanaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. …………………………………. (……………………. ………………. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I.. ……………………………… ………………………………… *) ………………………….. Pada hari ini.……………………… BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PERENCANAAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. Tanggal : …………….. : ……. Minggu ke : …………….. : ……………………… LAMP. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Perencana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya..) rangkap 2.. …….. Dan seterusnya : ……. Pada tanggal tersebut diatas.

Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Lokasi : …………………………………….. Tanggal : ………………………………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II.. Dengan ini menyatakan : 1... c. Pekerjaan : ……………………………………. d. DIPA : Nomor : …………………… Tanggal : …………………… e.. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. f... Nomor : …………………………………………. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Perencanaan . Alamat kantor : ………………………………………………………. untuk : a.. Konsultan Perencana : ……………………………………..…………………….... Satuan Kerja : …………………………………….. Kedua belah pihak telah setuju dan sepakat bahwa. Jabatan : Kepala Satuan Kerja /PPK .: …………………………………………………………. b. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. Tanggal : …………………………………………... Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………....

. Berdasarkan pasal …. 2.. Jumlah yang telah dibayarkan = Rp. Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Perencanaan tersebut butir 1. …………………….. ………………………………… Prestasi pekerjaan perencanaan telah mencapai kemajuan sebesar : …………. …………………………… Terbilang : (………………………………………………………………. ……………………………. ……………………………. maka PIHAK KEDUA telah berhak menerima dari PIHAK PERTAMA sejumlah : ……… % x Rp …………………. Angsuran ke …… = Rp. Nip. Angsuran ke …… = Rp. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. telah dibayarkan : …. % (…………………………………. ayat…. = Rp. Biaya Perencanaan : Rp. (……………………………) kali angsuran pembayaran yaitu : a. ……………………………. 4.Tanggal : …………………… Page 81 g. …………………………… Catatan : *) Untuk BA 100% juga dilampirkan BA serah terima pekerjaan **) Penanggung jawab perusahaan Page 82 Lampiran III : .) Demikian Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Perencanaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. ……………………………. c.. Pada tanggal tersebut diatas. ……………………………… ………………………………… **)……………………….) prosen. b. Angsuran ke …… = Rp. Kepada PIHAK KEDUA. Pada angsuran pembayaran ini PIHAK KEDUA Berhak dibayarkan sebesar : = Rp..f diatas.. dan prestasi yang dilaporkan... 3. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Perencana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV. …………………………………. …………………………….

KERANGKA ACUAN KERJA PEKERJAAN PENGAWASAN 2. SATUAN KERJA/PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………… BRR NAD-Nias I. UMUM 1. proses dan keluaran yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterpretasikan ke dalam pelaksanaan tugas pengawasan. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian kegiatan Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen……………………………. dibentuk Pengelola Satuan Kerja /Pejabat Pembuat Komitmen berdasarkan SK Kepala Satuan . criteria. 2.Keputusan Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara Nomor: 154/KEP/BP-BRR/X/2006 LAMPIRAN III 1. Dengan penugasan ini diharapkan Konsultan Pengawas dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memenuhi sesuai KAK ini. Untuk penyelenggara kegiatan yang dimaksud. SURAT PERINTAH KERJA PEKERJAAN PENGAWASAN 3. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan Pengawas yang memuat masukan. BERITA ACARA PEKERJAAN PENGAWASAN Page 83 KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEKERJAAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/ RESTORASI ………………………………………………………. 3. C. Pelaksanaan pengawasan lapangan harus dilakukan oleh pemberi jasa pengawasan yang kompeten. KONTRAK PEKERJAAN PENGAWASAN 4. PENDAHULUAN A.. agar rencana teknis yang telah disiapkan dan digunakan sebagai dasar pelaksanaan konstruksi dapat berlangsung operasional efektif. mutu dan waktu kegiatan pelaksaan. Pemegang Mata Anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias. LATAR BELAKANG 1. azas. dan dilakukan secara penuh dengan menempatkan tenaga-tenaga ahli pengawasan di lapangan sesuai kebutuhan dan kompleksitas pekerjaan. B. serta yang secara menyeluruh dapat melakukan kegiatannya berdasarkan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang telah disepakati. Kinerja pengawasan lapangan sangat ditentukan oleh kualitas dan intensitas pengawasan. 3. Konsultan pengawas bertujuan secara umum mengawasi pekerjaan konstruksi. 2. dari segi biaya. 4. MAKSUD DAN TUJUAN 1. Setiap pelaksanaan konstruksi fisik bangunan gedung Negara yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana harus mendapatkan pengawasan secara teknis di lapangan. 2.

Page 84 Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen Nomor:……………………. KEGIATAN PENGAWASAN A. Mengawasi pemakaian bahan. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. 4. peralatan dan metoda pelaksanaan. (sesuai DIPA/RKA-KL). b. 7. Dan SK tentang Pembentukan Panitia Lelang/Pengadaan/penunjukan langsung Nomor:…………………………. 6. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. 5. …………………………………………………………………. serta mengawasi ketepatan waktu. Tanggal ………………. D. 2. II. Lingkup tugas Konsultan adalah pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) pada pekerjaan Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi…………. Meneliti gambar-gambar yang telah sesuai dengan pelaksanaan (As-Built . B. dengan masukan hasil rapatrapat lapangan. dan biaya pekerjaan konstruksi.. laporan harian. LINGKUP KEGIATAN a. Lingkup kegiatan meliputi Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/ Restorasi …………………………………. pemeliharaan pekerjaan.. 3. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Pemborong. 8. 2. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. Menyusun berita acara kemajuan pekerjaan. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan. Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh Konsultan Pengawas adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. yang terdiri dari komponen kegiatan : 1.. kuantitas. 3. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala. serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. Lingkup Kegiatan tersebut antara lain adalah : 1. Dan seterusnya. mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Pemborong. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. …………………………………………………………………. Tanggal …………… dengan susunan organisasi seperti pada lampiran.

Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. 10. C. 2. 2. sesuai dengan ketentuan billing rate yang berlaku. Membantu pengelola proyek dalam menyusun dokumen untuk kelengkapan pendaftaran gedung sebagai bangunan gedung Negara. BIAYA PENGAWASAN 1. e. serta peraturan. III. dan laporan akhir pekerjaan pengawasan. Bersama konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung. standar dan pedoman teknis yang berlaku. Hasil evaluasi pengawasan dan dampak yang ditimbulkan. 3. Bila terdapat pekerjaan non standar. 12. Ketentuan pembiayaan lebih lanjut mengikuti surat perjanjian pekerjaan pengawasan yang dibuat oleh Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen dan Konsultan Pengawas. maka dihitung secara orang-bulan dan biaya langsung yang dapat diganti. Untuk pekerjaan standar berlaku maksimum sesuai yang tercantum dalam tabel A1. yaitu: a. IV. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. b. B. Penanggung jawab professional pengawasan adalah tidak hanya konsultan sebagai suatu perusahaan. tetapi juga bagi para tenaga ahli professional pengawasan yang terlibat. Kinerja pengawasan telah memenuhi standar hasil kerja pengawasan yang berlaku. Page 86 d. 11. Membantu pengelola proyek mengurus IPB (Ijin Penggunaan Bangunan) dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota setempat. Besarnya biaya konsultan Pengawas merupakan biaya tetap dan pasti.drawings) sebelum serah terima pertama. c. B I A Y A A. Secara umum tanggung jawab konsultan adalah minimal sebagai berikut : 1. tabel B1 dan tabel D. Pengaturan komponen pembiayaan pada butir a dan b diatas adalah dipisahkan antara bangunan standar dan non standar antara bangunan standar dan non standar dan harus terbaca dalam suatu rekapitulasi akhir yang menyebut angka dan huruf. Konsultan Pengawas bertanggung jawab secara professional atas jasa pengawasan yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku. Kesesuaian pelaksanaan konstruksi dengan dokumen pelelangan/ pelaksanaan yang dijadikan pedoman. Biaya pekerjaan pengawasan dan tata cara pembayaran diatur secara . Menyusun daftar cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama. Besarnya biaya pekerjaan pengawasan mengikuti pedoman Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. TANGGUNG JAWAB PENGAWASAN A. Page 85 9.

5.. Pembelian dan atau sewa peralatan. c. Perjalanan (lokal maupun luar kota). Kelengkapan dokumen pendaftaran bangunan gedung Negara lengkap dengan lampiran-lampirannya. DIPA/RKA-KL Nomor : ……………tanggal………………………… 2. Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan. Laporan Akhir Pekerjaan Pengawasan. yang minimal meliputi : A. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah Kurang. Pajak dan iuran daerah lainnya. Buku harian. diterima atau ditolak. B. Dokumen lain Nomor : ……………. E. V. SUMBER DANA Sumber dana dari keseluruhan pekerjaan pengawasan dibebankan pada : 1. Laporan rapat di lapangan (site meeting). K E L U A R A N Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Pengawas berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam surat perjanjian. b. KRITERIA PEKERJAAN KONSULTAN PENGAWAS Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh Konsultan Pengawas pada Kerangka Acuan Kerja ini harus memperhatikan persyaratan-persyaratan sebagai berikut : . H. Tenaga kerja. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran. Bahan-bahan yang datang. Pembayaran biaya Konsultan Pengawas adalah berdasarkan prestasi kemajuan pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana. 2. tanggal ………………………. berisi keterangan tentang : 1. Laporan harian. Alat-alat. d. D. Biaya rapat-rapat. f.. meliputi komponen sebagai berikut : a. Jasa dan overhead Pengawasan. 3. 4. 3. Kontraktor Pelaksana dan Konsultan Pengawas. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dan Manual Peralatan-peralatan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. e. VI. J. 3. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian. Gambar rincian pelaksanaan (shop drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. perintah/petunjuk yang penting dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. Page 87 C. Sewa kendaraan. I.kontraktual. Waktu pelaksanaan pekerjaan. F. yang memuat semua kejadian. Dan lain-lain. honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang. B. g. h. Materi dan penggandaan laporan. G.

B. a. maka harus menghasilkan keluaran sebagaimana yang diharapkan oleh Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. Memeriksa Time Schedule/Bar Chart. U M U M Konsultan Pengawas dalam menjalankan tugasnya tanggung jawab kepada Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen dan agar tugas dan fungsi konsultan Pengawas dapat terlaksana dengan baik. 4. dan kuantitas dari setiap bagian pekerjaan sesuai standar hasil kerja pengawasan yang berlaku. D. b. C. B. a. PERSYARATAN FUNGSIONAL Pekerjaan pengawasan konstruksi fisik harus dilaksanakan dengan profesionalisme yang tinggi sebagai konsultan Pengawas yang secara fungsional dapat mendorong peningkatan kinerja proyek. PERSYARATAN OBYEKTIF Pelaksanaan pekerjaan pengawasan teknis konstruksi yang obyektif untuk kelancaran pelaksanaan. alokasi tenaga dan konsepsi pekerjaan pengawasan. URAIAN TUGAS OPERASIONAL KONSULTAN PENGAWAS Konsultan Pengawas harus membuat uraian kegiatan secara terinci yang sesuai dengan setiap bagian pekerjaan pengawasan pelaksanaan yang dihadapi di lapangan. pengawasan lapangan. antara lain : Page 88 1. Ketentuan yang diberlakukan untuk pekerjaan proyek yang bersangkutan. 2. dan Net Work Planning yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana untuk selanjutnya diteruskan kepada Tim Teknis Satuan Kerja untuk mendapatkan persetujuan. Pekerjaan Teknis Pengawasan Lapangan. Menyusun program kerja. yang secara garis besar adalah sebagai berikut : 1. PERSYARATAN UMUM PEKERJAAN Setiap bagian dari pekerjaan pengawasan harus dilaksanakan secara benar dan tuntas sampai dengan memberi hasil yang telah ditetapkan dan diterima dengan baik oleh Pemimpin Proyek/Bagian Proyek. S-Curve. 3. PERSYARATAN PROSEDURAL Penyelesaian administrative sehubungan dengan pekerjaan di lapangan harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku. Yang termuat dalam Surat Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. VII. pedoman. Pekerjaan Persiapan. Standar dan Pedoman Teknis yang berlaku di bidang penyelenggaraan bangunan gedung. PROSES PEKERJAAN PENGAWASAN A. untuk pekerjaan pengawasan berlaku pula ketentuanketentuan seperti standar. . 2. Melaksanakan pekerjaan pengawasan secara umum. PERSYARATAN TEKNIS LAINNYA Selain kriteria umum diatas. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah setempat. kualitas. yaitu Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan beserta kelengkapannya dan ketentuanketentuan sebagai dasar perjanjiannya.A. E. baik yang menyangkut macam. dan peraturan yang berlaku.

Mengawasi kebenaran ukuran. d. c. b. dan dibandingkan dengan jadwal yang telah disetujui. b. c. Mengawasi kemajuan pelaksanaan dan mengambil tindakan yang tepat dan cepat. Memberikan bantuan dan petunjuk kepada Kontraktor Pelaksana dalam mengusahakan perijinan sehubungan dengan pelaksanaan pembangunan. Melaporkan bahan-bahan bangunan yang dipakai. Page 89 d.koordinasi dan inspeksi kegiatan-kegiatan pembangunan agar pelaksanaan teknis maupun administrasi teknis yang dilakukan dapat secara terus menerus sampai dengan pekerjaan diserahkan untuk kedua kalinya. perintah sejauh tidak mengenai pengurangan dan penambahan biaya dan waktu pekerjaan serta tidak menyimpang dari kontrak. serta sudah diterima paling lambat 1 minggu kemudian. kualitas dan kuantitas dari bahan atau komponen bangunan. L a p o r a n. e. Melaporkan kemajuan pekerjaan yang nyata dilaksanakan. Perencana dan Kontraktor Pelaksana dengan tujuan untuk membicarakan masalah dan persoalan yang timbul dalam pelaksanaan. c. D o k u m e n . Konsultasi a. Mengadakan rapat diluar jadwal rutin tersebut apabila dianggap mendesak. prosentase dan nilai bobot bagian-bagian pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh pemborong. 4. Memeriksa gambar-gambar kerja tambahan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana terutama yang mengakibatkan tambah atau berkurangnya pekerjaan. agar batas waktu pelaksanaan minimal sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. untuk kemudian membuat risalah rapat dan mengirimkan kepada semua pihak yang bersangkutan. Melakukan konsultasi dengan Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja untuk membahas segala masalah dan persoalan yang timbul selama masa pembangunan. b. Memberikan laporan dan pendapat teknis administrasi dan teknis teknologis kepada Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja mengenai volume. f. dapat langsung disampaikan kepada Kontraktor Pelaksana. peralatan dan perlengkapan selama pekerjaan pelaksanaan di lapangan atau di tempat kerja lainnya. a. dengan Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja. 5. Memberikan petunjuk. untuk mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. 3. Memberikan masukan pendapat teknis tentang penambahan atau pengurangan pekerjaan yang dapat mempengaruhi biaya dan waktu pekerjaan serta berpengaruh pada ketentuan kontrak. Mengadakan rapat lapangan secara berkala. dengan pemberitahuan tertulis kepada Kepala Satuan Kerja/Pejabat Komitmen. jumlah tenaga kerja dan alat yang digunakan. dan juga perhitungan serta gambar konstruksi yang dibuat oleh Pemborong (Shop Drawings). sedikitnya dua kali dalam sebulan.

iv. e. Bar Chart dan S-Curve serta Net Work Planning dari pekerjaan yang dibuat oleh Pemborong (setelah disetujui). Konsultan Pengawas harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya. T E N A G A Untuk melaksanakan tugasnya. rencana Kerja dan Syarat-syarat. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pengawasan. 2. Menerima dan menyiapkan Berita Acara sehubungan dengan penyelesaian pekerjaan di lapangan. konsultan Pengawas harus mencari sendiri informasi yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja ini. Berita Acara Aanwijzing sampai dengan penunjukan Pemborong. Tenaga-tenaga ahli yang dibutuhkan dalam kegiatan lpengawasan ini minimal terdiri dari : (Kualifikasi masing-masing tenaga ahli disesuaikan berdasarkan kebutuhan/kompleksitas proyek). Mempersiapkan formulir. Memeriksa dan menyiapkan daftar volume dan nilai pekerjaan. c. d. B. Koordinator pengawasan ………… orang . 3. Informasi lainnya. penyerahan pertama dan kedua serta formulir-formulir lainnya yang diperlukan untuk kebutuhan dokumen pembangunan. serta untuk keperluan pembayaran angsuran. termasuk petunjuk teknis simak pengawasan mutu pekerjaan. ii. laporan harian. standar dan pedoman yang berlaku untuk pekerjaan pengawasan teknis konstruksi. Page 90 c. Dokumen Kontrak Pelaksanaan/Pemborongan. Dokumen pelaksanaan yaitu : i. serta keperluan pendaftaran sebagai bangunan gedung Negara. Peraturan-peraturan. Untuk melaksanakan tugasnya. iii. Berita Acara kemajuan pekerjaan. b. dll. I N F O R M A S I 1. M A S U K A N A. Kesalahan pengawasan/ kelalaian pekerjaan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari konsultan Pengawas. Informasi pengawasan antara lain : a. serta penambahan atau pengurangan pekerjaan guna keperluan pembayaran. baik ditinjau dari lingkup (besar) proyek maupun tingkat kekomplekan pekerjaan. b. Page 91 1. konsultan Pengawas harus menyediakan tenaga yang memenuhi kebutuhan proyek.a. gambar-gambar pelaksanaan. baik yang berasal dari Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja maupun yang dicari sendiri. mingguan dan bulanan. VIII.

Berdasarkan bahan-bahan tersebut. TANGGAL : ………………. dikembangkan/dilengkapi untuk kebutuhan proyek yang bersangkutan. PROGRAM KERJA A. B. Sebelum melaksanakan tugasnya. 2. Program kerja secara keseluruhan harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja setelah sebelumnya dipresentasikan oleh konsultan Pengawas dan mendapatkan pendapat teknis dari Tim Teknis Satuan Kerja. Administrasi/pelaporan ………… orang 4. B. Utilitas (M/E) ………… orang 3. maka selanjutnya konsultan agar segera menyusun program kerja untuk dibahas dengan Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen. konsultan hendaknya memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan. Tenaga teknis lainnya sesuai kebutuhan dan lingkup kompleksitas pekerjaan. NIP. Konsep penanganan pekerjaan pengawasan proyek. Program kerja. Pengawas Lapangan a. Tenaga-tenaga yang diusulkan oleh konsultan Pengawas harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja.. DIBUAT DI : ………………. IX. Arsitektur ………… orang b. Struktur ………… orang c. Alokasi tenaga ahli yang lengkap (disiplin dan jumlahnya).2. 3. …………………. konsultan Pengawas harus segera menyusun: 1. Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen. P E N U T U P A. Page 92 SURAT PERINTAH KERJA KEPALA SATUAN KERJA / PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………………… BRR NAD . Setelah Kerangka Acuan Kerja ini diterima. Catatan : Model KAK tersebut diatas bersifat pokok yang masih harus disesuaikan.NIAS Nomor : . : …………. X. termasuk jadwal kegiatan secara detail.

Jabatan : ………………………………………. dan biaya pekerjaan konstruksi.. PEKERJAAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN / REHABILITASI / RENOVASI / RESTORASI ………………………………………………………………………... Page 93 c. Tanggal …………………………. Tugas Pekerjaan : Pekerjaan Pengawasan yang akan dilaksanakan adalah : Pembangunan/Rehabilitasi/ Renovasi/Restorasi ………………………………….. …………………………………………………………………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. di …………………………. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. Selaku Konsultan Pengawas Pekerjaan ………………………………….………………………………………. Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Pelelangan/ Pemilihan Langsung Nomor : ……………………. (lokasi pekerjaan) yang meliputi tugas-tugas sebagai berikut : a... Alamat Kantor : ………………………………………. Jabatan : ………………………………………. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. kuantitas.. serta mengawasi ketepatan waktu. Nama : ……………………………………….. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan . Tanggal : ………………………………………. Mengawasi pemakaian bahan. Nama Badan Usaha : ………………………………………. Alamat Badan Usaha : ………………………………………. b.. Nama : ………………………………………. peralatan dan metoda pelaksanaan. Surat Perintah Kerja (SPK) ini diperintahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dengan ketentuan dan syarat-syarat seperti tersebut dibawah ini : 1. dengan ini kami yang bertandatangan dibawah ini : 1. Selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen ………………… ……………………………………………………………………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan. d. MEMERINTAHKAN KEPADA : 2.

………………….. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan... serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sesuai butir 2 Surat Perintah Kerja ini kepada PIHAK PERTAMA. Menyusun daftar cacat-cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama. 3. mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Pemborong. g.). i. dibayarkan setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua Page 94 pekerjaan konstruksi fisik.. e.). dibayarkan setelah prestasi Kontraktor Pelaksana mencapai 100% (serah terima kedua). Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built Drawings) sebelum serah terima I. b. tanggal : ………………… b. Besarnya biya pekerjaan pengawasan adalah Rp... mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan..). . Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. …………………. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Pemborong.. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA.. laporan harian. yang dibebankan pada Satuan Kerja……. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala. (……………………………………………). sesuai dengan DIPA/RKA-KL Nomor : …………………….. (………………………………….. Biaya Pengawasan a. 2.. Pembayaran tahap kedua sebesar …… % dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. Cara Pembayaran a... dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. f. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan.persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. …………………. Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajakpajak. ………………………….... yang merupakan jumlah tetap dan pasti (lumpsum fixed price).. h. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. dibayarkan setelah prestasi Kontraktor Pelaksana mencapai 100% (serah terima kedua). pemeliharaan pekerjaan. (……………………………………. (……………………………………….. Pembayaran tahap ketiga/terakhir sebesar 10% dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. Pembayaran tahap kesatu sebesar ……% dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran. dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan. c.

Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syaratsyarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. Sanksi dan Denda. c. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan . 5. g. n. i. Persyaratan dan Spesifikasi Teknis a. f. Jangka Waktu Jangka waktu pelaksanaan sampai selesai 100 % yang disebut dalam butir 1 Surat Perintah Kerja ini terhitung mulai tanggal ………………………… sampai dilaksanakan Serah Terima Kedua Pekerjaan Konstruksi oleh Kontraktor Pelaksana kepada Pihak Pertama. d. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. 6. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. Page 95 m. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. k. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. h. antara lain : i.4. e. l. iii. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. iv. b. ii. j. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan pengawasannya kepada PIHAK PERTAMA se lambat lambatnya limabelas hari setelah Serah Terima Pekerjaan Konstruksi. a.

Jika terjadi perselisihan dikemudian hari. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dengan batas waktu yang ditetapkan. Pejabat Pembuat Komitmen……… ……………….. NIP ……………… Catatan : *) Ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan Model perjanjian dengan SPK berlaku hanya untuk pekerjaan yang nilainya sampai Rp .50 juta. Alamat .. Nomor : ………………………………… Tanggal : ………………………………… Pada hari ini ………….. Penyelesaian Perselisihan a.% (…. % (………permil) dari biaya pekerjaan pengawasan (umumnya 3%). maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri …………. b. Page 96 SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI ……………………………………………………………………... Jumlah denda kumulatif ditetapkan maksimum …. Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ……………… dan mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. Jabatan (struktural) : …………………………………. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya. b. prosen) dari biaya pekerjaan pengawasan (umumnya 10%). Nama : …………………………………. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar … % (…… persen) dari biaya pekerjaan pengawasan dengan ketentua bahwa. c. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja / PT/CV ……………………. 7. Tanggal ………… bulan……….kewajibannya. …………………… *) ……………. kami yang bertandatangan di bawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan pelaksanaan : Antara 1. tahun ………………. maka untuk setiap hari kelambatan pihak pengawas wajib membayar denda kelambatan sebesar ……. PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya (umumnya 1-3%)..

tanggal …………. peralatan dan metoda pelaksanaan. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. Alamat : ………………………………….. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan. Page 97 c. antara lain : a. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana. Dengan 2. b.: ………………………………….. laporan harian. PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut. Di ………………………………… (lokasi pekerjaan). Nama Perusahaan : …………………………………. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. g. pemeliharaan pekerjaan. kuantitas. e. yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA. ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal di bawah ini : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1. Tugas pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK).. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias Nomor : ………………. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. Yang didirikan dengan Akte Notaris Nomor : …………………. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan. Tanggal …………… oleh Notaris di ……………… dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya. d. Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran. Mengawasi pemakaian bahan. dan biaya pekerjaan konstruksi. f. Jabatan : …………………………………. 2. Maka dengan ini disetujui oleh dan di antara pihak-pihak tersebut. yaitu untuk melaksanakan : Pekerjaan pengawasan Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi ……………. Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built drawings) . serta mengawasi ketepatan waktu. bertindak untuk dan atas nama …………………… (nama Badan Usaha). h. Nama : …………………………………. telah ditunjuk selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas.

Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : ……………………………………………. b. Tanggal : ………………………………………………. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : . Bersama Konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung. Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perjanjian ini. f. Tanggal : ……………………………………………. j. Membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pendaftaran gedung sebagai bangunan gedung Negara. Surat Keputusan Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………. dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan. l. Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. e. Membantu PIHAK PERTAMA dalam pengurusan IPB (Ijin Penggunaan Bangunan) dari Pemerintah Daerah Tingkat II setempat. Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) Nomor : ………………………………………………. i.sebelum serah terima pertama... k. yaitu : a. Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… c. Menyusun daftar cacat-cacat/ kerusakan sebelum serah terima pertama. Tanggal : ……………………………………………. Surat Usulan Calon Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… Page 98 d. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. Addendum (bila ada) 2.

Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. h. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. e. n. i. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. b. c. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. m.a. Page 99 l. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. 3. f. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. d. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. j. 2. antara lain : i. ii. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. k. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. sehingga pelaksanaan pekerjaan pengawasan akan sesuai dengan Surat Perjanjian ini. iv. iii. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. g. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN 1. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 surat perjanjian ini dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh .

Alat-alat. yang memuat semua kejadian. dan memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA tentang kelainan yang ditemukan dan mengusulkan cara penyelesaiannya sesuai standar dan ketentuan serta peraturan yang berlaku. c. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada pihak lain. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan pengawasan sampai selesai 100% yang disebut . 3. harus diserahkan kepada PIHAK PERTAMA minimal dalam rangkap 5 (lima). Laporan harian. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian. Tenaga kerja. 6. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PENGAWASAN Hasil pekerjaan pengawasan disamping harus sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja. b. 5. Kelengkapan dokumen pendaftaran bangunan gedung Negara lengkap dengan lampiranlampirannya. 10. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas segala kerugian PIHAK PERTAMA. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran. Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan. berisi keterangan tentang : a. Kontraktor Pelaksana. Buku harian. 8. 9. 7. 4. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. 6. Bahan-bahan yang datang. 8. yang masing-masing terdiri dari : Page 100 1. akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA sehubungan dengan pekerjaan ini. e. 2. Waktu pelaksanaan pekerjaan. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah Kurang. 7. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan baik langsung ataupun tidak langsung turut serta baik sebagai Sub Kontraktor maupun pemasok bahan dari pekerjaan ini. diterima atau ditolak. Laporan Akhir Pekerjaan Pengawasan. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dan Manual Peralatanperalatan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana.PIHAK KEDUA. 4. Laporan rapat di lapangan (site meeting). PIHAK KEDUA wajib melaksanakan periksa ulang semua Dokumen Teknis sesuai keahliannya. perintah/petunjuk yang penting dari PIHAK PERTAMA. dan PIHAK KEDUA. Kelancaran pelaksanaan proyek yang berhubungan dengan pengawasan sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. Gambar rincian pelaksanaan (shop drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. 9. 5. d.

%. Pembayaran tahap kesatu sebesar …………. Pembayaran tahap kedua sebesar …. b. Pasal 7 CARA PEMBAYARAN 1. atau adanya surat perintah penambahan pekerjaan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis.. terhitung mulai tanggal ……………………. 2.. ..% dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. …………………… ( …………… ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai ………… %. Pembayaran biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan prestasi pekerjaan pemborongan. yang dibebankan pada Satuan Kerja : ………………………………… sesuai dengan DIPA/RKA-KL ……………………………. ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai ….% dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. yang mengakibatkan bahwa adanya perpanjangan/penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum).. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. Jumlah biaya tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak.. (Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja dari PIHAK PERTAMA) sampai dengan dilaksanakannya Serah Terima Kedua pekerjaan konstruksi fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. dengan ketentuan sebagai berikut : a. Page 101 Pasal 6 BIAYA PENGAWASAN 1. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA..) dan merupakan biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price). yang telah disetujui/disahkan oleh PIHAK PERTAMA.dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini. Nomor : ………………………. Besarnya biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp ………………… (………………………………………………. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil seluruh hasil pekerjaan pengawasan sebagaimana tercantum dalam pasal 4 surat perjanjian ini selambat-lambatnya 15 hari setelah dilakukannya penyerahan kedua pekerjaan konstruksi. tanggal …………… Tahun Anggaran ………………/………… 2. ………………. ( ………………………………. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan tersebut dalam ayat 1 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA kecuali adanya “keadaan memaksa” seperti diatur dalam Pasal 14 Surat Perjanjian ini.

Page 102 Pasal 8 JAMINAN PELAKSANAAN PENGAWASAN 1. Segala pajak-pajak sehubungan pekerjaan pengawasan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Pembayaran tahap ketiga sebesar ……. Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. ………………. 2. maka jaminan pelaksanaan pengawasan menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA. % dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai temple Rp 6. 4. Pasal 9 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1. 2. maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa berlakunya dan harus dijamin tidak ada waktu senggang antaranya. Dalam hal PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian ini dan terjadi pemutusan hubungan perjanjian sesuai pasal 15. ………………… (………………………….c..000. Surat Jaminan tersebut pada ayat 1 pasal ini. maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA Surat Jaminan Pekerjaan berupa Surat Jaminan Bank Umum atau Perusahaan Asuransi Kerugian sebesar 5 % dari biaya pengawasan atau sejumlah Rp ………………………. setelah Serah Terima II pekerjaan konstruksi fisik dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugasnya. 2. d... Pembayaran tahap keempat/terakhir sebesar 10% dari jumlah biaya pekerjaan pengawasan yakni sejumlah Rp. Pasal 10 TENAGA KERJA DAN UPAH .) dibayar setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua pekerjaan konstruksi fisik. ( ………………………………….). ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana telah mencapai 100 % (serah terima pertama).(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Selambat-lambatnya pada saat perjanjian ini ditanda tangani. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. Bila jangka waktu berlakunya Surat Jaminan Pengawasan berakhir sebelum dilaksanakannya Serah Terima Dokumen pekerjaan seperti dalam ayat 2 pasal ini. dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 3. (…………………………………. serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sesuai pasal 4 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA. diserahkan kembali oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.

Agar pekerjaan pengawasan berjalan seperti yang ditetapkan. dan dapat menerima/memberikan/ memutuskan segala petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA. Penunjukan Pemimpin Pengawas/Tenaga Ahli ini yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan. prosen) dari jumlah biaya pengawasan ( umumnya 10%). 4. sehubungan dengan pekerjaan pengawasan ini. 2.. Ongkos-ongkos dan upah kerja yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 10 ayat 1 Surat Perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi. PIHAK KEDUA harus menggunakan bentuk organisasi jumlah dan kualifikasi tenaga ahli dengan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan yang tercantum dalam Pedoman Pengawasan (TOR/KAK) yang telah disetujui oleh Kedua belah pihak. Ditempat pekerjaan pengawasan harus selalu ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai Pimpinan Pengawas/ Tenaga Ahli. yang mempunyai wewenang/kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA. harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. maka untuk setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan “denda kelalaian” sebesar … % ( ……… persen) dari biaya pengawasan. PIHAK KEDUA diwajibkan menyediakan tenaga kerja yang cukup jumlah. 2. 3. 5. kualifikasi tenaga maupun jumlah tenaga yang telah ditetapkan. Pasal 12 SANKSI DAN DENDA 1. % ( ……. maka PIHAK KEDUA setuju akan diberi biaya pekerjaan pengawasan sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam menjalankan tugas pengawasan tersebut. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugas dan kewajibannya sesuai Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. keahlian serta ketrampilannya. 4. Page 103 Pasal 11 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA 1.1. 2. akan diperhitungkan dalam pembayaran . 3. Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan pengawasan bertentangan dengan Surat Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kerugian tersebut. 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya. dengan kewajiban PIHAK KEDUA tetap harus memperbaiki kelalaian yang diperingatkan tersebut (umumnya 1-3%). PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. maka PIHAK PERTAMA akan menolak tenaga ahli tersebut dan memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA segera mengganti pengawas/tenaga ahli lain yang memenuhi syarat sebagaimana yang diminta oleh PIHAK PERTAMA. 3. Denda-denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini. Tenaga Ahli dari Pengawas yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi persyaratan yang diperlukan. Jumlah denda kumulatif tersebut dalam ayat 1 diatas ditetapkan maksimum sebesar ….

. b. Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan pengawasan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. f. akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. b. Page 104 Pasal 13 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN 1. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA. Biaya pengawasan bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. badai dan banjir). Yang dimaksud “keadaan memaksa” dalam perjanjian ini adalah peristiwa-peristiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak. tanah longsor. Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah.) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini. Pasal 14 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 1.. Bencana alam (gempa bumi. huru-hara.yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. revolusi. c. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. e. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan kontraktor). 2. Apabila selama ………… (…………………………………. makar. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan memaksa” tersebut. PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA). maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan memaksa” tersebut. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan Memaksa. pemberontakan. d. Perang. 2. dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban Page 105 keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA. c. Apabila terjadi “keadaan memaksa”. maka : a. d. yaitu : a.

maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. . 2. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. Pasal 16 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. 2. PIHAK KEDUA memberikan keterangan yang tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan Pekerjaan Pengawasan ini. PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas pekerjaan pengawasan sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 4 Surat Perjanjian ini. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Pengawas lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 diatas. Dalam waktu satu bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan pengawasan yang telah memulainya. Telah dikenakan denda yang kumulatif sebesar 10% (sepuluh prosen) dari biaya pekerjaan pengawasan. Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota. Page 106 4. maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA.3. maka akan diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit. Pasal 12. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. d. Pasal 15 PEMUTUSAN PERJANJIAN 1. f. c. karena kelalaian PIHAK KEDUA. h. yang dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak. Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal terbitnya Surat Keputusan Penunjukan PIHAK KEDUA tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan pengawasan sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA. e. Jika terjadi Pemutusan Perjanjian Pengawasan ini. 3. dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : a. b. Dalam hal adanya pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam Pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati. Apabila “keadaan memaksa” itu ditolak oleh PIHAk PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan Pasal 5. tetapi berhak atas pembayaran prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan serta kerugian Negara. Selain yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. sebagaimana seperti dalam Pasal 12 ayat 2 Perjanjian ini. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : a. maka perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. g. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan pengawasan ini. Pasal 15 Surat Perjanjian ini.

Pasal 17 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian pengawasan ini. Pasal 18 PENUTUP 1. 4. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama. 3. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. ……………………………. beserta segala akibat hukumnya.b.. 3. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak.. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pekerjaan pengawasan ini. Surat Perjajian ini dibuat dalam rangkap …… (………. maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri.. ……………… Pejabat pembuat Komitmen………… ……………………… …………………………………. dan c. Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di ……………………… pada hari dan tanggal tersebut diatas. Page 108 LAPORAN PEKERJAAN PENGAWASAN . Seorang PIHAK KETIGA yang ahli.. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri …………………………. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota. dan dinyatakan berlaku Page 107 sejak diterbitkannya Surat Perintah Kerja (atau Mulai Kerja) dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. NIP . Catatan : *) Ditandatangani penanggung jawab perusahaan Pasal 8 (Jaminan Pelaksanaan) berlaku untuk pekerjaan dengan nilai Rp 50 juta keatas. Dalam Surat Perjanjian tidak boleh ada tipp-ex dan tulisan tangan (nomor dan tanggal Misalnya) dan masing-masing lembaran diparaf oleh pihak pertama dan pihak kedua.) bermeterai cukup. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja/ PT/CV. *)……………………. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. 2.

Tanggal …………………. DIPA : Nomor :………………………………. e. SPK Pengawasan Tanggal :……………………………….. Tanggal :………………………………..SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. Kontraktor Pelaksana : PT/CV ……………………………………. Lokasi :………………………………………………. …………………………………………. Pekerjaan :………………………………………………. b. f. Telah melaksanakan pekerjaan pengawasan untuk : a. bahwa : a. (……………………………………………. Departemen/Lembaga :………………………………………………..) h. b. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor :………………………………. Konsultan Pengawas :……………………………………………….minggu :……………………………… 2. Surat Perjanjian Pekerjaan: Nomor : ……………………………… Pelaksanaan . Waktu Pengawasan : Tgl mulai :……………………………… Tgl selesai :……………………………… Jml.. g. LAPORAN PEKERJAAN PENGAWASAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………… LAMPIRAN : 1 (satu) set laporan 1. Yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana dan diperiksa oleh Konsultan Pengawas. d. Biaya Pengawasan : Rp. minggu ke ……. c. Berdasarkan laporan pekerjaan pelaksanaan Nomor : ……………….

Pelaksanaan kegiatan pengawasan tersebut meliputi (laporan lengkap terlampir) : a. Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : . PT/CV ………………….……………………… BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN PENGAWASAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. . Diketahui oleh : Dibuat oleh : Tim Teknis Satuan Kerja/PPK Konsultan Pengawas **) ………………………….. NIP. % (………………………….Penanggung jawab lapangan dari perusahaan **) Diisi NamaSatuan Kerja yang bersangkutan Page 110 BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN PENGAWASAN SATUAN KERJA : ……………………… ……………………. ……………………………. ………………… *) …………………………. Minggu ke : ……………. 3. ………………………………………………………………………… Page 109 b. ………………………………………………………………………… c. Tanggal : …………….Penanggung jawab perusahaan dan atau . Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya.*) : Laporan Pekerjaan Pengawasan Nomor : ……………. : ……………………… LAMP.Tanggal ………………………………. Dan seterusnya. ………………………...) prosen. Telah mencapai prestasi sebesar : ……….

. Tanggal : ………………………………………….Pada hari ini. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. tanggal ………………………. …………………….. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. Pekerjaan : ……………………………………………… 2. Nomor : ………………………………………….. Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : ……………………. Nama : ………………………………………………………….. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. Lokasi : ……………………………………………… 3. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK .. Tanggal : ………………………………………….. Kedua belah pihak berdasarkan : 1.. Departemen/lembaga .. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. Alamat kantor : ………………………………………………………. 2... tanggal …………………… Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Pekerjaan Pengawasan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Page 111 Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan pengawasan untuk : 1..... Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………. Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan/SPK Nomor : ……………………………... Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II.....

.. ……………………. : …….) rangkap Demikian Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Pengawasan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………..: ……………………………………………… 4... …….) rangkap 2. …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 112 BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PENGAWASAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN SATUAN KERJA : ……………………… …….. Pada tanggal tersebut diatas. (……………………. Nip. Daftar Isian Proyek (DIP) : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 Penyerahan sebagaimana yang dimaksud pasal 1 diatas termasuk meliputi (sesuai Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan ) : 1. Dan seterusnya : …….. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja/ PPK PT/CV. : ……………………… . (……………………. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. Laporan mingguan. ……………………………… ……………………………… ………………………………… *) ………………………….……………………………………… BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PENGAWASAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL.

.. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris …………………………….. …………………….*) : Laporan Pekerjaan Pengawasan Nomor : ……………... b. Departemen/Lembaga : ……………………………………. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………. Pada hari ini.. untuk : a. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. Tanggal : ……………. Tanggal : ………………………………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.. Lokasi : ……………………………………... Alamat kantor : ………………………………………………………. d. Kedua belah pihak telah setuju dan sepakat bahwa.. Nomor : …………………………………………. Dengan ini menyatakan : 1... Tanggal : …………………………………………. Nama : ………………………………………………………….LAMP. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………... c. Pekerjaan : ……………………………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. DIPA : Nomor : …………………… .. Minggu ke : …………….. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK ..

2. Jumlah yang telah dibayarkan = Rp. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. Angsuran ke …… = Rp. Angsuran ke …… = Rp. …………………………….. Pada angsuran pembayaran ini PIHAK KEDUA Berhak dibayarkan sebesar : = Rp. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV. ……………………………. = Rp.. ……………………………. 3. c.f diatas.. Konsultan Pengawas : ……………………………………. ……………………. f... b.Tanggal : …………………… Page 113 e. Biaya Pengawasan : Rp. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Pengawasan Tanggal : …………………… g. ayat…. % (…………………………………. maka PIHAK KEDUA telah berhak menerima dari PIHAK PERTAMA sejumlah : ……… % x Rp …………………. Kepada PIHAK KEDUA. . 4. ………………………………… Prestasi pekerjaan pengawasan telah mencapai kemajuan sebesar : ………….. Angsuran ke …… = Rp.) Demikian Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Pengawasan ini dibuat dan ditandatangani di ………………………….. ……………………………. (……………………………) kali angsuran pembayaran yaitu : a. Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Pengawasan tersebut butir 1. …………………………………. …………………………… Terbilang : (………………………………………………………………. Pada tanggal tersebut diatas. Berdasarkan pasal ….) prosen. ……………………………. telah dibayarkan : ….

Jabatan : …………………………………. …………………………… Catatan : *) Untuk BA 100% juga dilampirkan BA serah terima pekerjaan pelaksanaan ke II. MEMERINTAHKAN KEPADA : 2. BERITA ACARA PEKERJAAN PELAKSANAAN Page 115 SURAT PERINTAH KERJA KEPALA SATUAN KERJA / PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN ……………………………………………… BRR NAD-NIAS Nomor : ……………………… Tanggal : ……………………… PEKERJAAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN / REHABILITASI / RENOVASI / RESTORASI …………………………………………………………………………… Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Pelelangan/ Pemilihan Langsung Nomor : …………………… tanggal ……………………… dengan ini kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.……………………………… ………………………………… **)………………………. SURAT PERINTAH KERJA PEKERJAAN PELAKSANAAN 2. Nama : ………………………………….. **) Penanggung jawab perusahaan Page 114 Lampiran IV : Keputusan Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara Nomor: 154/KEP/BP-BRR/X/2006 LAMPIRAN IV 1. Nip. Selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen ………………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA. . Alamat Kantor : …………………………………. Nama : ………………………………….. KONTRAK PEKERJAAN PELAKSANAAN 3...

% dari biaya pelaksanaan yakni Rp …………………. Selaku Kontraktor Pelaksana Pekerjaan ………………………………………. Page 116 Tugas tersebut diatas dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA yang meliputi pelaksanaan fisik dan memperbaiki segala cacat dan atau kerusakan-kerusakan pada masa pemeliharaan.. (lokasi pekerjaan) yang meliputi tugas-tugas sebagai berikut : a. (…………………………………. . Besarnya biaya pelaksanaan adalah Rp ……………………. 2.). Dan seterusnya. Biaya Pelaksanaan Borongan a. yang merupakan jumlah tetap dan pasti (lumpsum fixed price).) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai 100% dikurangi angsuran uang muka.) dapat dilakukan setelah Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditanda tangani kedua belah pihak. (……………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai …… % dikurangi angsuran uang muka. b. Pembayaran kedua sebesar …… % dari biaya pelaksanaan yakni sejumlah Rp ………………… (…………………………………………. Sesuai dengan DIPA Nomor : ………………….. Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajakpajak.. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA... Alamat Badan Usaha : ………………………………….Jabatan : …………………………………. Pembayaran uang muka kepada PIHAK KEDUA sebesar ……% dari biaya pelaksanaan yaitu Rp ……………………. Tugas Pekerjaan : Pekerjaan Pelaksanaan yang akan dilaksanakan adalah : Pembangunan/Rehabilitasi/ Renovasi/ Restorasi ………………………… di ………………. 3. Nama Badan Usaha : ………………………………….. b.. tanggal ………………. Pembayaran pertama sebesar ……. Cara Pembayaran a. M2 b. yang dibebankan pada Satuan Kerja ……………………. c. …………………………………………… = ………. (……………………………. M2 c. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan peraturan-peraturan dan ketentuan yang berlaku. Surat Perintah Kerja (SPK) ini diperintahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dengan ketentuan dan syarat-syarat seperti tersebut dibawah ini : 1. …………………………………………… = ……….

Pembayaran terakhir sebesar 5% dari biaya pelaksanaan yakni sebesar Rp ………………………. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syaratsyarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. setelah selesai masa pemeliharaan. setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai 100% (serah Terima I) dan diterima oleh PIHAK PERTAMA dikurangi angsuran uang muka (uang muka sudah harus lunas 100%). Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. Dasar Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan a. l. e. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. j. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. (………………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA. h. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. g. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. f. i. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. e. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. ii. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA . DIPA : …………………………………………… Nomor : …………………. iii. dan dilampiri Berita Acara Serah Terima II hasil pekerjaan. k.. iv. Pembayaran ketiga sebesar ……% dari biaya pelaksanaan yakni sebesar Rp ……………………… (…………………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA. d. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. antara lain : i. Page 117 c.. n. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak 4. tanggal : …………………………………. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. b. m. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung.d. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara.

maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar …….tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. 5. prosen) dari biaya pekerjaan pengawasan (umumnya 3%). Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya. 6. b.% (………….. Page 119 . PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya (umumnya 1-3%). Pejabat Pembuat Komitmen……… ………………. o. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya. Jika terjadi perselisihan dikemudian hari. Penyelesaian Perselisihan 1. maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri …………. Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ……………… dan mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. …………………… *) …………….. persen) dari biaya pekerjaan pelaksanaan dengan ketentuan bahwa. Jumlah denda kumulatif ditetapkan maksimum …... Sampai dilaksanakan Page 118 Serah Terima Kedua pekerjaan pelaksanaan. NIP ……………… Catatan : *) Ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan Model perjanjian dengan SPK berlaku hanya untuk pekerjaan yang nilainya sampai RP. Sanksi dan Denda a. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku.% (…. maka untuk setiap hari kelambatan pihak pelaksana wajib membayar denda kelambatan sebesar …. 2. Jangka Waktu Pelaksanaan Jangka waktu pelaksanaan sampai selesai 100% yang disebut dalam butir 1 Surat Perintah Kerja ini terhitung mulai tanggal ………………………. o/oo (…… permil) dari biaya pekerjaan c. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja / PT/CV …………………….50 juta. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dalam batas waktu yang ditetapkan. 7. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan pelaksanaannya kepada PIHAK PERTAMA.

SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI …………………………………………………………………… BRR NAD - NIAS Nomor : ………………………… Tanggal : ………………………… Pada hari ini ………… tanggal …………. Bulan ………………… tahun …... ………., kami yang bertandatangan di bawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan pelaksanaan : Antara 1. N a m a : …………………………………………… Jabatan (struktural) : …………………………………………… Alamat : …………………………………………… Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias Nomor : ……………….. tanggal ………….. telah ditunjuk selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia, yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA. Dengan 2. Nama : ………………………………………….. Jabatan : Direktur ………………………………… Nama Perusahaan : …………………………………………. Alamat : …………………………………………. Yang didirikan dengan Aket Notaris Nomor :……………………….. tanggal ……………. Oleh Notaris di ………………. Dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya, bertindak untuk dan atas nama ………………….. (nama Badan Usaha), yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA. Maka dengan ini disetujui oleh dan di antara pihak-pihak tersebut, ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal di bawah ini : Page 120

Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1. PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan diterima PIHAK KEDUA untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan/rehabilitasi/renovasi /restorasi ………………………………………. 2. Pekerjaan tersebut meliputi : a. ………………………………… volume …………………………. b. ………………………………… volume …………………………. Dan seterusnya. 3. Pekerjaan tersebut dilaksanakan di …………………….. (lokasi pekerjaan). 4. PIHAK KEDUA mempunyai kewajiban kepada PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan, menyelesaikan, dan memelihara pekerjaan, serta memperbaiki kerusakan sesuai ketentuan dan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak. Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. Dasar perjanjian dan pelaksanaan pekerjaan pemborongan ini menjadi lampiran dan bagian yang mengikat serta tidak terpisahkan dalam perjanjian ini adalah : a. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) ……………………………… Nomor : ………………………………………………………… Tanggal : ………………………………………………………… b. Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ……………………………………………………….. Tanggal : ……………………………………………………….. c. Surat Usulan Calon Pemenang Lelang Nomor : ………………………………………………………. Tanggal : ………………………………………………………. d. Surat Keputusan Pemenang Lelang Nomor : ………………………………………………………. Tanggal : ………………………………………………………. e. Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : ……………………………………………………… Tanggal : ……………………………………………………… f. Berita Acara : ii. DRT-U dan undangan

iii. Penjelasan pekerjaan dan daftar hadir panitia serta rekanan iv. Hasil pelelangan dan daftar hadir panitia v. Pembukaan surat penawaran dan daftar hadir panitia vi. Pengumuman pemenang lelang. Page 121 g. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS), h. Gambar-gambar, i. Jadwal pelaksanaan pekerjaan, j. Shop drawings, k. Surat jaminan pelaksanaan, l. Addendum (bila ada). 2. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : a. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi; b. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung; c. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi; d. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. e. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias; f. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. g. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. h. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya; i. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara, j. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung, antara lain : i. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan, ii. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987, iii. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi, iv. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung, Page 122 k. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan.

peralatan. PIHAK PERTAMA berhak melakukan pengujian terhadap bahan dan peralatan yang diajukan PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA harus mematuhi perintah/petunjuk teknis dan manajemen dari pengawas pekerjaan/manajemen konstruksi sesuai kewenangan yang telah ditentukan. 3. Pasal 3 PENGAWAS PEKERJAAN / MANAJEMEN KONSTRUKSI 1. maka PIHAK KEDUA dapat mengajukan bahan dan peralatan pengganti yang setara melalui persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. 10. tidak dapat dijadikan alasan untuk keterlambatan pekerjaan. maka PIHAK KEDUA wajib mengganti/memperbaiki tanpa berhak menuntut kerugian. . 8. Tidak tersedianya bahan dan peralatan di pasaran. 3. PIHAK PERTAMA berhak menolak bahan dan peralatan yang disediakan oleh PIHAK KEDUA. Pasal 4 BAHAN DAN PERALATAN 1. PIHAK KEDUA wajib menjaga kebersihan lokasi dan lingkungan dari kotoran dan polusi yang ditimbulkan penggunaan bahan dan peralatan dalam pelaksanaan pekerjaan.l. Jika bahan dan peralatan tersebut ditolak PIHAK PERTAMA. n. 7. Apabila bahan dan peralatan yang digunakan/terpasang setelah melalui pengujian ternyata tidak memenuhi persyaratan kualifikasi dan spesifikasi yang telah ditentukan. 4. 2. Bahan. 11. pengujian. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. Apabila pejabat atau badan hukum yang ditunjuk dalam ayat 1 pasal ini berhalangan atau tidak dapat menjalankan kewajibannya. PIHAK KEDUA harus mengajukan contoh bahan dan peralatan yang akan digunakan untuk mendapat persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. dan pengkoreksian. Page 123 6. Untuk pengendalian pekerjaan yang terdiri atas kegiatan pengawasan. maka PIHAK PERTAMA menunjuk pejabat atau badan hukum ………… sebagai pengawas pekerjaan/manajemen konstruksi yang bertindak untuk dan atas nama PIHAK PERTAMA. dan telah diketahui oleh PIHAK KEDUA. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. dan segala sesuatu yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pemborongan ini harus disediakan dalam keadaan baru oleh PIHAK KEDUA. maka PIHAK KEDUA harus menyingkirkan bahan dan peralatan tersebut dari lokasi pekerjaan dalam waktu 2 x 24 jam. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. 5. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk penggantinya dan diberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA wajib menjaga keamanan bahan dan peralatan di lokasi dari pencurian. 9. m. jika kualitas dan spesifikasinya tidak memenuhi persyaratan. Jika bahan dan peralatan tidak terdapat di pasaran. 2. dalam hal ini tetap berlaku ketentuan ayat 13 pasal ini. PIHAK KEDUA harus mengganti dengan bahan dan peralatan baru yang memenuhi persyaratan. PIHAK KEDUA wajib membuat tempat atau gudang yang baik dan aman untuk menyimpan bahan dan peralatan guna kelancaran pekerjaan.

Pasal 5 TENAGA KERJA 1. dan seluruh biaya yang ditimbulkan ditanggung PIHAK KEDUA. maka PIHAK KEDUA wajib memberikan pertolongan medis sepenuhnya terhadap korban. Asuransi tersebut harus memiliki masa berlaku minimal sampai akhir masa kontrak. PIHAK KEDUA wajib menyelenggarakan Asuransi Sosial Tenaga Kerja (ASTEK) kecelakaan dan kematian sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan ang berlaku. dan tidak berhubungan lagi dengan pekerjaan dalam kontrak. Jika PIHAK PERTAMA meminta PIHAK KEDUA untuk memberhentikan orang atau tenaga kerjanya dan menyatakan alas an atas permintaan tersebut. 10. PIHAK KEDUA harus menjalin kerjasama yang baik dengan pemasok perangkat dari luar dan dalam negeri. maka PIHAK KEDUA harus menjamin dalam waktu 7 x 24 jam orang atau tenaga kerja tersebut sudah harus meninggalkan lokasi pekerjaan. 12. . 11. Jika terjadi kecelakaan pada saat pelaksanaan pekerjaan. PIHAK KEDUA menjamin bahwa bahan dan peralatan yang dipasang tersedia suku cadang dan agen penjualnya di Indonesia serta bersedia memberikan pelayanan purnajual. dan diserahkan kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari sejak dikeluarkan surat perintah kerja. Page 124 6. 13. 7. Di lokasi pekerjaan harus ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai pemimpin pelaksana yang mempunyai wewenang penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA yang dapat menerima/memberikan/memutuskan segala urusan pekerjaan di lapangan. Penyediaan tenaga kerja harian harus dilaporkan kepada PIHAK PERTAMA dalam bentuk daftar yang dilampiri keterangan identitas setiap tenaga kerja. PIHAK KEDUA wajib menyediakan perlengkapan pengamanan untuk keselamatan tenaga kerja.12. PIHAK KEDUA wajib menyediakan tenaga kerja harian dalam jumlah cukup dan kualifikasi sesuai dengan volume dan kompleksitas pekerjaan. 13. 9. 8. PIHAK KEDUA harus bertanggung jawab atas kerugian PIHAK PERTAMA akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan nya. 2. Penunjukan/penugasan/penggantian staf proyek atau pemimpin pelaksana harus memenuhi kualifikasi. 5. Asuransi tersebut bias dilakukan menurut variable jumlah pekerja yang ada di lapangan. PIHAK KEDUA wajib menugaskan tenaga kerja ahli dan terampil dalam jumlah cukup sesuai kebutuhan pekerjaan yang dicantumkan dalam Daftar Usulan Staf Inti Proyek dan diserahkan kepada PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA wajib menyediakan tempat tinggal yang memenuhi syarat kesehatan dan ketertiban bagi para pekerja yang tinggal sementara di lokasi pekerjaan. PIHAK KEDUA diwajibkan memaksimalkan penggunaan bahan dan peralatan produksi dalam negeri. 14. kemampuan dan pengalaman yang telah ditentukan dengan melampirkan curriculum vitae dan mendapat persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. 4. 3. Ongkos-ongkos dan upah tenaga kerja untuk pelaksanaan pekerjaan ditanggung oleh PIHAK KEDUA.

. (sejak diterbitkannya Surat Perintah Kerja) dan berakhir tanggal ………… 2. 3. maka PIHAK PERTAMA dapat memberlakukan pasal 18. 3. sesuai dengan bidang keahliannya. Untuk pekerjaan yang diserahkan kepada sub kontraktor atas persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. kecuali PIHAK PERTAMA telah memberikan persetujuan tertulis dan diatur di dalam perjanjian tambahan (addendum). Hubungan antara para pekerja dengan PIHAK KEDUA sepanjang tidak diatur secara khusus. maka PIHAK KEDUA berkewajiban melakukan koordinasi yang baik dan penuh tanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh sub kontraktor. dan hal ini tidak mengurangi kewenangan pengawas pekerjaan/ manajemen konstruksi untuk mengendalikan pelaksanaan pekerjaan sub kontraktor.) hari kalender terhitung sejak tanggal pekerjaan selesai 100% dan telah diterima oleh PIHAK PERTAMA dalam keadaan baik. 4. Pasal 7 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN 1. maka PIHAK KEDUA harus telah menyelesaikan segala urusan keuangan dengan para sub kontraktor.) hari kalender terhitung sejak tanggal ……. Sebelum dilakukan Serah Terima I (pertama) pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA. tunduk pada peraturan perburuhan yang berlaku. PIHAK KEDUA wajib bekerja sama dengan sub kontraktor (termasuk dengan sub kontraktor golongan ekonomi lemah) setempat. baik di dalam maupun di luar pengadilan. Waktu penyelesaian tersebut dalam ayat 1 dan ayat 2 pasal ini tidak dapat diubah PIHAK KEDUA. Pasal 8 MASA PEMELIHARAAN 1. Apabila suatu bagian pekerjaan akan diserahkan kepada sub kontraktor maka sebelumnya harus mendapat persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA. 8. Jika ternyata PIHAK KEDUA menyerahkan pekerjaan kepada sub kontraktor tanpa persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA. 7. 6. Jangka waktu pelaksanaan setiap bagian pekerjaan ditetapkan sesuai jadwal pelaksanaan pekerjaan (time schedule) pada lampiran surat perjanjian ini. Semua yang berkaitan dengan persoalan dan tuntutan tenaga kerja maupun Sub kontraktor menjadi beban dan tanggung jawab PIHAK KEDUA. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan pelaksanaan sampai 100% (serah terima I) ditetapkan selama …… (……………….14. Page 125 5. Hubungan antara PIHAK KEDUA dengan sub kontraktor menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari PIHAK KEDUA.. Masa pemeliharaan hasil pekerjaan ditetapkan selama …… ( ………………………. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan sub kontraktor dan segala sesuatu yang menyangkut hubungan antara PIHAK KEDUA dengan sub kontraktor. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan menyerahkan seluruh pekerjaan kepada sub kontraktor atau PIHAK KETIGA. Pasal 6 SUB KONTRAKTOR 1. yang dinyatakan dalam Berita Acara Serah Terima I. 2. 15.

Surat jaminan tersebut huruf a ayat 1 pasal ini. setelah Serah Terima I pekerjaan konstruksi fisik dilaksanakan dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. f. dan harus dijamin tidak ada waktu senggang di antaranya. diserahkan kembali oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.2. e. Surat jaminan bank tersebut dapat berupa guarantee yang harus dikeluarkan oleh bank umum atau berupa Bond yang harus dikeluarkan oleh perusahaan asuransi kerugian yang mempunyai program Surety Bond. . (…………………………………………………. b. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk PIHAK KETIGA untuk melakukan perbaikan tersebut dengan biaya dibebankan kepada PIHAK KEDUA. maka masa pemeliharaan terhitung sampai dengan berakhirnya perbaikan yang dilakukan tersebut. dan seluruh biaya perbaikan tersebut ditanggung oleh PIHAK KEDUA. maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA jaminan uang muka berupa surat jaminan bank umum atau perusahaan asuransi kerugian (bentuk jaminan sesuai ayat 1 a pasal ini) sebesar ……… % dari biaya pelaksanaan borongan atau Rp. maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa jaminan tersebut. d. Dalam surat jaminan pelaksanaan tersebut huruf a ayat 1 pasal ini harus ada ketentuan bahwa jaminan pelaksanaan menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA tanpa persetujuan PIHAK KEDUA.a pasal ini. maka PIHAK KEDUA wajib melakukan perbaikan. 2. apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan ayat 1. bilamana terjadi pemutusan perjanjian dengan memperhitungkan prestasi pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA. Dan apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan ayat 1. maka jaminan pelaksanaan menjadi milik Negara. 3. …………………. Apabila terjadi perpanjangan masa pekerjaan. …………………. (…………………………………………………. g. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan PIHAK KEDUA sebagai pemenang lelang. Masa berlaku surat jaminan pelaksanaan minimal sama dengan masa kontrak. Besar nilai jaminan adalah 5% dari biaya pekerjaan borongan atau sebesar Rp. maka PIHAK PERTAMA dapat membatalkan PIHAK KEDUA sebagai pemenang lelang. Jaminan Uang Muka : a. PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA jaminan pelaksanaan pekerjaan selambat-lambatnya pada saat perjanjian ini ditandatangani.).. Page 126 Pasal 9 JAMINAN PELAKSANAAN DAN JAMINAN UANG MUKA 1. c. Apabila PIHAK KEDUA tidak melakukan perbaikan sebagaimana dimaksud ayat 1 dan 2 pasal ini. Jaminan Pelaksanaan : a. Sebelum pembayaran angsuran pertama (uang muka) oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan. 4. Jika PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani kontrak (Surat Perjanjian) ini. Berkaitan ayat 2 pasal ini.). Apabila selama masa pemeliharaan ternyata terdapat kerusakan-kerusakan akibat iklim atau akibat kelalaian/kesalahan pemakaian/pemasangan bahan yang tidak sesuai dengan ketentuan perjanjian.a pasal ini.

. 2. Pembayaran biaya pelaksanaan borongan tersebut pasal 10 di atas dilakukan secara bertahap dengan sistim dan jumlah tahap berdasar kesepakatan antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. serta document lainnya tersebut pada ayat 1 pasal 2 surat perjanjian ini./…………. (………………………………………………) yang dibebankan pada DIPA ……………. Biaya pelaksanaan lumpsum pekerjaan tersebut dalam ayat 1 pasal ini dilaksanakan berdasarkan gambar rencana. (…………………………………………) dapat dilakukan setelah perjanjian ini ditandatangani kedua belah pihak dan atas jumlah tersebut PIHAK KEDUA memberikan jaminan uang muka sebagaimana tersebut dalam Pasal 9 perjanjian ini. 2. Dalam jumlah biaya pelaksanaan tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran PIHAK KEDUA beserta pajak-pajak dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 10 BIAYA PELAKSANAAN BORONGAN 1.. harga satuan pekerjaan. dan harga satuan bahan tidak mengikat pada harga borongan lumpsum. Pasal 11 CARA PEMBAYARAN 1. harus ada ketentuan bahwa jaminan uang muka menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK Page 127 PERTAMA tanpa persetujuan PIHAK KEDUA bilamana terjadi pemutusan perjanjian.. dengan perincian sebagai berikut : a. ………………………. rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). Volume. Pembayaran uang muka kepada PIHAK KEDUA sebesar …… % dari harga borongan yaitu Rp ……………………. tetapi hanya dipakai untuk menghitung perubahan harga bila terjadi pekerjaan tambah kurang. Jaminan uang muka tersebut pada huruf a ayat 2 pasal ini. c.b. secara berangsur-angsur akan diperhitungkan dalam tahap-tahap pembayaran sebagaimana termaksud dalam pasal 11 perjanjian ini. 4. 3. PIHAK KEDUA telah menjamin bahwa penggunaan uang muka tersebut dalam butir a ayat 2 pasal ini adalah sepenuhnya diperuntukkan atau dipergunakan bagi pelaksanaan pekerjaan pemborongan sebagaimana disebut dalam pasal 1 surat perjanjian ini. tahun anggaran ………….. tanggal …………. dengan memperhitungkan prestasi pekerjaan yang telah dilakukan oleh PIHAK KEDUA. Nilai pembayaran setiap tahap maksimum sebesar prestasi hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan dikurangi 5 %. dan harus sudah lunas selambat-lambatnya pada saat Serah Terima I pekerjaan konstruksi fisik. Dalam surat jaminan uang muka tersebut huruf a di atas. d. b. Jumlah biaya pelaksanaan borongan ini adalah sebesar Rp. harga satuan upah. Nomor : ……………………. Pembayaran pertama sebesar ……… % dari biaya borongan yakni Rp ………………… (…………………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai ……% dikurangi . Dan merupakan jumlah yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price).

PIHAK KEDUA wajib mengurus dan menyelesaikan semua perizinan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini. ………………. Pasal 12 KENAIKAN HARGA 1.000. 2. e. dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntuntan (klaim) atas kenaikan harga bahan.. d. 3. Segala biaya sehubungan pembuatan surat perjanjian ini termasuk biaya materai tempel Rp 6. Tahap-tahap pembayaran ayat 2 a.(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Pembayaran terakhir sebesar 5% dari harga borongan yakni sebesar Rp. dan rincian pekerjaan secara jelas. ( ……………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA. dan segala biaya yang dikeluarkan menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. Pembayaran ketiga sebesar ……% dari biaya borongan yakni sebesar Rp …………………. 3. Perhitungan penambahan atau pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh kedua belah pihak. Perubahan yang merupakan penambahan atau pengurangan pekerjaan hanya dianggap sah sesudah mendapat persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA dengan menyebutkan jenis. peralatan. volume. setelah selesai masa pemeliharaan dilaksanakan dengan baik sesuai dengan pasal 8 perjanjian ini. Page 128 c. 2. c. Kenaikan harga bahan. peralatan. Pasal 13 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1.angsuran uang muka. atau pemberitahuan resmi secara tertulis. (………………………………………. dan upah selama masa pelaksanaan pekerjaan pemborongan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Dan seterusnya. 3. setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai 100% (Serah Terima I) dan diterima oleh PIHAK PERTAMA dikurangi angsuran uang muka (uang muka sudah harus lunas 100%). b. Pasal 14 PEKERJAAN TAMBAH KURANG 1.. Segala pajak dan retribusi sehubungan pekerjaan pemborongan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA.. d.) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA. Page 129 2. dan upah tersebut. jika tidak tercantum dalam daftar harga satuan pekerjaan dalam pasal 10 ayat 4 perjanjian ini. dan dilampiri Berita Acara Serah Terima II hasil pekerjaan. kecuali apabila Pemerintah Republik Indonesia dalam bidang moneter secara resmi menyatakan tentang kenaikan tersebut yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Harga pekerjaan tambah kurang dalam ayat 1 dan 2 pasal ini setinggi-tingginya 10% dari . dan e pasal 11 ini harus dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang disetujui dan ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Apabila “keadaan memaksa” itu ditolak oleh PIHAK PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan Pasal 7. Yang dimaksud “keadaan memaksa” dalam perjanjian ini adalah peristiwa-peristiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. d. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan memaksa” tersebut. setelah diperiksa oleh Pengawas Pekerjaan/Manajemen Konstruksi. 4. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan kontraktor). kecuali atas persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. revolusi. c. Pasal 16. 6. dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban keuangan kepada para pekerja harian dan sub kontraktor. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat Keadaan Memaksa. Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah. Pasal 15 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 1. dan Pasal 18 dalam Surat Perjanjian ini. PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. d. dibuat perjanjian tambahan (Addendum). Pasal 16 SANKSI / DENDA 1. ( …………) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini. 5. f. Jika PIHAK KEDUA melakukan kelalaian dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya . PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA. b. b. tanah longsor. 2.harga borongan dan sudah termasuk pajak yang harus dibayarkan oleh PIHAK KEDUA. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan memaksa” tersebut. yaitu : a. huru-hara. Apabila terjadi “keadaan memaksa”. Untuk pekerjaan tersebut di atas. Pelaksanaan pembayaran pekerjaan tambah kurang dilakukan setelah pekerjaan selesai 100%. pemberontakan. badai. Perang. Bencana alam (gempa bumi. Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA). Adanya pekerjaan tambah kurang tidak dapat dipakai sebagai alasan untuk mengubah jangka waktu penyelesaian pekerjaan. Page 130 e. c. maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis. Apabila selama ……. dan banjir). maka : a. 3. makar.

4. c. Dalam waktu 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal Surat Perintah Kerja diterbitkan oleh PIHAK PERTAMA. 2. maka segala risiko akibat kemacetan pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. Persen) dari jumlah biaya pekerjaan borongan (umumnya 10%).% (…. Page 131 5. Dalam waktu 7 (tujuh) hari berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan pemborongan yang telah dimulainya. Per mil) dari biaya pekerjaan borongan (umumnya 3o/oo). Memberikan keterangan tidak benar yang dapat merugikan PIHAK PERTAMA. Apabila selama PIHAK KEDUA melaksanakan pekerjaan pemborongan ini menimbulkan kerugian PIHAK KETIGA (orang-orang yang tidak ada sangkut paut dengan perjanjian ini) akibat kelalaian PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA tidak memulai melaksanakan pekerjaan pemborongan sebagaimana diatur dalam pasal 1 surat perjanjian ini. maka segala kerugian ditanggung oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA wajib menutup asuransi jenis Construction All Risk dan atau Erection All Risk untuk semua jenis pekerjaan yang dilaksanakan dalam surat perjanjian ini. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. b. Denda-denda tersebut dalam pasal ini. .o/oo ( …. 3. Jumlah maksimum denda kumulatif ayat 1 dan 2 pasal ini ditetapkan sebesar …. Jika hasil pekerjaan PIHAK KEDUA musnah karena kelalaian PIHAK KEDUA sebelum diserahkan kepada PIHAK PERTAMA.sebagaimana tercantum dalam dokumen kontrak perjanjian ini. Jika PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan pekerjaan pemborongan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam pasal perjanjian ini.. sehubungan dengan pekerjaan pemborongan ini. dibebankan kepada PIHAK KEDUA dan akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. 4. Pasal 17 RISIKO 1. maka untuk setiap kali melakukan kelalaian. PIHAK KEDUA wajib membayar “Denda Kelalaian” sebesar …… % dari jumlah biaya pekerjaan borongan. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : a. d. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian yang timbul. 3. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan pembangunan ini. Pasal 18 PEMUTUSAN PERJANJIAN 1. Jika pada waktu pelaksanaan terjadi kemacetan-kemacetan akibat tidak tersedianya bahan dan alat-alat karena kesalahan PIHAK KEDUA. maka setiap hari keterlambatan PIHAK KEDUA wajib membayar “denda keterlambatan” sebesar …. dengan ketentuan PIHAK KEDUA tetap berkewajiban memperbaiki kesalahan/kelalaian yang diperingatkan tersebut (umumnya 1-3%). 2.

PIHAK KEDUA segera menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dokumen kontrak lengkap dengan lampiranlampirannya dan seluruh keterangan lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. h. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. f. Pasal 20 . yaitu : Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota dan Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. Apabila terjadi pemutusan perjanjian sebagaimana dimaksud ayat 2 pasal ini. maka akan diselesaikan melalui “Panitia Pendamai” terdiri dari 3 (tiga) orang yang bertugas sebagai juri yang dibentuk oleh kedua belah pihak. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. Dalam hal demikian. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. maka PIHAK PERTAMA akan memperhitungkan dan menetapkan pembayaran berdasar penilaian prestasi pelaksanaan pekerjaan yang telah diselesaikan oleh PIHAK KEDUA. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 Pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak. Jika PIHAK KEDUA melaksanakan pekerjaan pemborongan ini tidak sesuai dengan jadwal waktu (Time Schedule) yang telah disetujui oleh PIHAK PERTAMA. Pasal 19 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. 4. maka perselisihan akan diselesaikan melalui Pengadilan Negeri. g. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk pemborong lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Page 132 4. maka jaminan pelaksanaan dan jaminan uang muka yang telah diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA menjadi milik Negara sebagaimana diatur dalam pasal 9 surat perjanjian ini.e. Apabila jumlah denda kumulatif telah mencapai maksimum 10% (sepuluh persen) dari jumlah harga pekerjaan borongan ini. Apabila PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tentang sub kontraktor sebagaimana diatur dalam pasal 6 surat perjanjian ini. 2. dan biaya penyelesaian perselisihan ditanggung bersama oleh kedua belah pihak. 2. 3. Jika terjadi pemutusan perjanjian pemborongan secara sepihak oleh PIHAK PERTAMA sebagaimana dimaksud ayat 1 pasal ini. 3. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak akan diselesaikan secara musyawarah. PIHAK KEDUA telah memborongkan sebagian atau seluruh pekerjaan kepada PIHAK KETIGA tanpa persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak dapat melaksanakan atau melanjutkan pekerjaan yang ditugaskan. i.

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Kontraktor PT/CV. PIHAK KEDUA wajib membuat dan menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA fotofoto dokumentasi setiap bagian pekerjaan tentang persiapan.). pelaksanaan. 2. Di ……………………… Pasal 22 PENUTUP 1. dibuat berbentuk buku harian rangkap …. Page 133 Pasal 21 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian pemborongan ini beserta segala akibatnya. Laporan dan catatan tersebut dalam ayat 2 dan 3 pasal ini. maka PIHAK KEDUA harus segera menyerahkannya kepada PIHAK PERTAMA. (……………………. dan dinyatakan berlaku sejak tanggal diterbitkannya Surat Perintah Kerja dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. ……………… Kepala Satuan Kerja / Pejabat Pembuat Komitmen ……………………………… . 6. beserta catatan-catatan selama pelaksanaan di lapangan. 5.) bermeterai cukup. Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap …. PIHAK KEDUA wajib membuat laporan berkala pelaksanaan pekerjaan secara keseluruhan. (………………………. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama. masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta pihak-pihak lain yang berkepentingan yang berkaitan dengan pekerjaan pemborongan ini. 3.LAPORAN 1. PIHAK KEDUA wajib membuat catatan yang jelas dan pasti mengenai kemajuan pekerjaan yang telah dilaksanakan. Segala sesuatu yang belum diatur dalam surat perjanjian ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut dalam surat perjanjian tambahan (addendum) yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. laporan. Surat perjanjian pekerjaan pemborongan ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di …………………. termasuk pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh sub kontraktor. 3. dan hasil pekerjaan sampai selesai yang dimasukkan dalam album dan dibuat dalam rangkap ……. (…………) diisi pada format yang telah disetujui Pengawas Pekerjaan/Manajemen Konstruksi dan harus selalu berada di tempat pekerjaan.. 2. PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA pada saat penyerahan I pekerjaan yakni : gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dalam bentuk kalkir dan blue print. 4. Jika sewaktu-waktu diminta oleh PIHAK PERTAMA untuk menyerahkan sebagian atau keseluruhan dokumen kontrak. (nama tempat) pada hari dan tanggal tersebut di atas. kedua belah pihak telah setuju memilih tempat kedudukan hukum yang tetap di Kantor Pengadilan Negeri ………………….

.......... f..... *) …………………………… NIP........................... LAPORAN PEKERJAAN PELAKSANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : …………………….................... LAMPIRAN : Lap.......... Pelaksanaan Tanggal : ...... Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : ................. Lokasi : ... Departemen/Lembaga : .. Tanggal : ........... d............. Pekerjaan : ........ Biaya Pelaksanaan ...............…………………………………......................................................... …………………………… Catatan : *) Ditandatangani penanggung jawab perusahaan....50 Juta keatas............. Kemajuan Pekerjaan 1.. Kontraktor Pelaksana : ......... g...... Telah melaksanakan pekerjaan Konstruksi/Pelaksanaan untuk : a.................... Page 134 LAPORAN PEKERJAAN PELAKSANAAN (Untuk lampiran pembayaran angsuran sampai serah terima-1) SATUAN KERJA : ……………………… …………………………………………….... b........ DIPA : Nomor : ........... e............ Pasal 9 (Jaminan Pelaksanaan) berlaku untuk pekerjaan dengan nilai Rp....... Dalam Surat Perjanjian tidak boleh ada tipp-ex dan tulisan tangan (nomor dan tanggal misalnya) dan masing-masing lembaran diparaf oleh pihak pertama dan pihak kedua...... c.....

.... Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : ....... ……………………... ....... Diperiksa oleh : Dibuat oleh : Konsultan Pengawas/MK Konsultan Pelaksana PT/CV.... ……………………………… ……………………………….............. (………………………….. *) …………………………... *) …………………………..........) h.Penanggung jawab lapangan dari perusahaan Page 136 LAPORAN PEKERJAAN PEMELIHARAAN (untuk lampiran serah terima II) .. PT/CV……………………….% Kemajuan pekerjaan telah mencapai prestasi sebesar : ……........% (……………………) prosen........... .....: Rp. Page 135 Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya..... 2.... Tgl. Pelaksanaan pekerjaan tersebut dengan prestasi sebagai berikut ( laporan lengkap terlampir): No Bagian/Jenis pekerjaan % Bobot pekerjaan Kemajuan Pekerjaan % Total Prestasi Pekerjaan 1.minggu : …………..... Dapat diisi rekapitulasi item pekerjaan . Selesai : ………….... ..... Waktu Pelaksanaan : Tgl. Jumlah 100% .... Mulai : …………........ Jml.........Penanggung jawab perusahaan dan atau ....

…………………………………………. e.. maka kewajiban sesuai dengan pasal ….. Pekerjaan :………………………………………………. Biaya Pelaksanaan : Rp. Daftar Isian Proyek : Nomor :………………………………. Telah melaksanakan pekerjaan Pemeliharaan untuk : a. c. 3. ………………………………………………………………………… c. Dan seterusnya. d. ………………………………………………………………………… d. Waktu Pemeliharaan : Tgl mulai :……………………………… Tgl selesai :……………………………… 2. Departemen/Lembaga :………………………………………………. LAPORAN PEKERJAAN PELAKSANAAN PEMELIHARAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………… LAMPIRAN : Lap. b. ………………………………………………………………………… f. ………………………………………………………………………… b. ayat .) h.SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. Sehubungan dengan hal tersebut diatas. Kontraktor Pelaksana :………………………………………………. Pemeliharaan 1. Pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan tersebut meliputi (laporan lengkap terlampir) : a. SPK Pelaksanaan Tanggal :………………………………. f. ………………………………………………………………………… e. g. Tanggal :………………………………. (…………………………………………….. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor :………………………………. Lokasi :……………………………………………….

Diperiksa oleh : Dibuat oleh : Konsultan Pengawas/MK Kontraktor Pelaksana PT/CV ………………………….f. Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : . ………………… *) ………………………….…… Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Pelaksanaan tersebut butir 1.. .Penanggung jawab lapangan Page 138 LAPORAN FOTO PROYEK PEKERJAAN PELAKSANAAN (untuk kelengkapan pengesahan Berita Acara kepada instansi teknis dan untuk file) SATUAN KERJA : ……………………… …………………………………………… LAPORAN FOTO PROYEK PEKERJAAN PELAKSANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE : ……………………… TANGGAL : ……………………… LAMPIRAN : 1(satu) Dokumen / Album Pelaksanaan 1. *). Lokasi : …………………………………….. ……………………….Penanggung jawab perusahaan dan atau . PT/CV …………………. ……………………………. diatas telah dilaksanakan. Page 137 Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya. Pekerjaan : ……………………………………… 2.

Tampilan Bangunan : Depan/samping/belakang 5. Tgl selesai : ……………. ________________________________________________________________________ FOTO PROYEK Warna 3R/4R Kemajuan pekerjaan telah mencapai prestasi sebesar : ………% Diperiksa oleh : Dibuat oleh : Konsultan Pengawas/MK Kontraktor Pelaksana PT/CV …………………………. *). 4. Waktu Pelaksanaan : Tgl mulai : ……………..3. Kontraktor Pelaksana : ……………………………………. Catatan : *) Penanggung jawab lapangan dari perusahaan Page 139 BERITA ACARA SERAH TERIMA I PEKERJAAN PELAKSANAAN SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. ………………………. Biaya Pelaksanaan : Rp. 6. PT/CV …………………. 7. Nama Bangunan : …………………………………….. ………………………………. ……………………………. BERITA ACARA SERAH TERIMA I PEKERJAAN PELAKSANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… .. ………………… *) ……………………….

…………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I.... Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA... Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II..*) : Laporan Pekerjaan Pelaksanaan Nomor : ……………. Page 140 4. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………..... Nama : ………………………………………………………….. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris …………………………….. tanggal …………………… 3. 2. Addendum Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK Nomor : …………………… tanggal ………………………. Laporan pekerjaan pelaksanaan Nomor : …………………………… tanggal .. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. Tanggal : …………………………………………. Tanggal : ………………………………………….... Nomor : ………………………………………….. Tanggal : …………….. (bila ada). Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK... Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK Nomor : ……………………………. Alamat kantor : ………………………………………………………. Kedua belah pihak berdasarkan : 1.LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL.……………………. Pada hari ini. tanggal ………………………. : ……………………… LAMP... Minggu ke : ……………. Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : …………………….

. maka PIHAK KEDUA tetap bertanggung jawab atas segala kerusakan dan cacat-cacat tersembunyi selama masa pemeliharaan yaitu …… (………………………. Pekerjaan : ……………………………………………… 2.. 3. Pada tanggal tersebut diatas. M2 2. 2. Sampai dengan tanggal …………. …………. Lokasi : ……………………………………………… 3. Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK. Pasal 4 Sesuai dengan pasal …. Dan seterusnya. Departemen/lembaga : ……………………………………………… 4. Pasal 3 Sebagai kelengkapan Berita Acara Serah Terima Pertama ini dilampirkan dokumen administrasi bangunan yang terdiri dari : 1. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Kontraktor Pelaksana .…………….. Page 141 Demikian Berita Acara Serah Terima Pertama pekerjaan pelaksanaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. Ayat ….……………………………………. …………………………………………………………………. DIPA : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 Penyerahan sebagaimana yang dimaksud pasal 1 diatas termasuk meliputi (sesuai Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan) : 1..) hari kalender atau terhitung sejak tanggal …………………….. …………………………………………………………………. Dan seterusnya. Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Pertama Pekerjaan Pelaksanaan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan pelaksanaan untuk : 1. seluas = …….. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya.

Tanggal : ……………. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK ……….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. Nama : ………………………………………………………… .*) : Laporan Pekerjaan Pemeliharaan Nomor : ……………. BERITA ACARA SERAH TERIMA II PEKERJAAN PELAKSANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 142 BERITA ACARA SERAH TERIMA II PEKERJAAN PELAKSANAAN SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. : ……………………… LAMP. …………………………………. Minggu ke : ……………. Pada hari ini.Kepala Satuan Kerja /PPK PT/CV.. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. Alamat kantor : ………………………………………………………. Nip. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I..……………………. …………………….. Nama : …………………………………………………………. Tanggal : …………………………………………. ……………………………… ………………………………… *) …………………………..

Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. Nomor : …………………………………………. Tanggal : …………………………………………. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Kedua belah pihak berdasarkan : 1. Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : ……………………... tanggal ……………………….. 2. Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK Nomor : …………………………….... tanggal …………………… 3. Addendum Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK Nomor : …………………… tanggal ………………………. (bila ada). 4. Berita Acara Serah Terima Pertama pekerjaan pelaksanaan Nomor : …………………………. Tanggal ……………………. Page 143 5. Laporan pekerjaan pemeliharaan Nomor : …………………………… tanggal ……………………………………. Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Kedua Pekerjaan Pelaksanaan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan perbaikan-perbaikan selama masa pemeliharaan untuk : 1. Pekerjaan : ……………………………………………… 2. Lokasi : ……………………………………………… 3. Departemen/lembaga : ……………………………………………… 4. DIPA : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 1. PIHAK PERTAMA telah menerima dengan baik segala perbaikan-perbaikan yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA selama masa pemeliharaan terhitung sejak tanggal

…………. Sampai dengan tanggal ……………. 2. Selanjutnya PIHAK KEDUA tetap bertanggung jawab atas cacat-cacat tersembunyi selama ….. (………………………..) tahun, terhitung sejak tanggal serah terima kedua pekerjaan pelaksanaan, sesuai ketentuan pasal ………. Surat Perjanjian Pelaksanaan / SPK Nomor : ………. Tanggal …………………… Pasal 3 Sebagai kelengkapan Berita Acara Serah Terima kedua ini dilampirkan dokumen administrasi bangunan yang terdiri dari : 1. Dokumen kelengkapan untuk pendaftaran bangunan gedung Negara. 2. Dokumen pedoman pemeliharaan/perawatan (bila disyaratkan). 3. …………………………………………………………………. 4. Dan seterusnya. Page 144 Demikian Berita Acara Serah Terima Kedua pekerjaan pelaksanaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. Pada tanggal tersebut diatas, dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Kontraktor Pelaksana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV. …………………….. …………………………………. ……………………………… ………………………………… *) …………………………... Nip. ……………………………
Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan

Page 145 BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PELAKSANAAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN SATUAN KERJA: ……………………… ………………………………………… BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PELAKSANAAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. : ………………………

LAMP.*) : Laporan Pekerjaan Pelaksanaan Nomor : ……………. Tanggal : ……………. Minggu ke : ……………. Pada hari ini, …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. Nama : …………………………………………………………. Jabatan : Kepala Satuan Kerja /PPK………..…………………….. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. Tanggal : …………………………………………. Alamat kantor : ……………………………………………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. Nomor : …………………………………………. Tanggal : …………………………………………. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Dengan ini menyatakan : 1. Kedua belah pihak telah setuju dan sepakat bahwa, untuk : a. Pekerjaan : …………………………………….. b. Lokasi : …………………………………….. c. Departemen/Lembaga : …………………………………….. d. DIPA : Nomor : ……………………

Kepada PIHAK KEDUA. Angsuran ke …… = Rp.) Demikian Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Pelaksanaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. b. ……………………. ………………………………… Prestasi pekerjaan pelaksanaan telah mencapai kemajuan sebesar : ………….. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Pelaksanaan Tanggal : …………………… g. ayat…. ... Angsuran ke …… = Rp. …………………………… Terbilang : (………………………………………………………………. ……………………………. 4. Pada tanggal tersebut diatas.. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pelaksana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV. = Rp. ………………………………….. ……………………………. Berdasarkan pasal …. Biaya Pelaksanaan : Rp. f. % (………………………………….. …………………………….f diatas. ……………………………. 3. Angsuran ke …… = Rp. maka PIHAK KEDUA telah berhak menerima dari PIHAK PERTAMA sejumlah : ……… % x Rp ………………….) prosen. Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Pelaksanaan tersebut butir 1.Tanggal : …………………… Page 146 e. (……………………………) kali angsuran pembayaran yaitu : a. 2.. c. ……………………………. Kontraktor Pelaksana : ……………………………………. Pada angsuran pembayaran ini PIHAK KEDUA Berhak dibayarkan sebesar : = Rp. telah dibayarkan : …. Jumlah yang telah dibayarkan = Rp. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya.

Tanggal : …………………………………………. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK ………. Nama : ………………………………………………………….. : Laporan Perhitungan Biaya Pekerjaan Tambah / Kurang Pada hari ini. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II.. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. Alamat kantor : ……………………………………………………….. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. .……………………. Nip.. Nomor : …………………………………………. …………………………… Catatan : *) Untuk BA 100% juga dilampirkan BA serah terima pekerjaan **) Penanggung jawab perusahaan Page 147 BERITA ACARA PERUBAHAN PEKERJAAN SATUAN KERJA : ……………………… …………………………………………… BERITA ACARA PERUBAHAN PEKERJAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. : ……………………… LAMP.……………………………… ………………………………… **)……………………….

.. Biaya Pelaksanaan : Rp. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. d. PIHAK PERTAMA telah memerintahkan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA telah menerima perintah perubahan pekerjaan untuk : a. Demikian Berita Acara Perubahan Pekerjaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. Pada tanggal tersebut diatas. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Pelaksanaan Tanggal : …………………… g. ………………………………… 2. ……………………………………………. Penambahan dan atau pengurangan biaya akibat perubahan pekerjaan ini sebesar Rp.. Dengan ini menyatakan : 1. Ketentuan atas perubahan tersebut adalah : a. b.. …………………………………………………………………………… b. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. 3. Departemen/Lembaga : ……………………………………. ………………. Pekerjaan : ……………………………………. DIPA : Nomor : …………………… Tanggal : …………………… Page 148 e. . c. Lokasi : ……………………………………. (………………………………………………) b.Tanggal : …………………………………………. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………..……………………………. c. Perubahan-perubahan pekerjaan tersebut akan diperhitungkan sebagai pekerjaan tambah-kurang yang selanjutnya akan dibuatkan addendum/ amandemen kontrak oleh kedua belah pihak. Perubahan pekerjaan yang dimaksud pada butir 1 diatas adalah : a. Dan seterusnya.

Lokasi : ..... …………………………………................ Departemen/Lembaga : ........ LAPORAN PERHITUNGAN BIAYA PEKERJAAN TAMBAH KURANG PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TANGGAL : ……………………........ Pekerjaan : ..PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Kontraktor Pelaksana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV..................... Telah mengadakan perhitungan dan evaluasi pekerjaan tambah kurang untuk : a. e.................... Tanggal : .. LAMPIRAN : Surat Perintah Ka Satker/PPK No...................... Nip.. Tgl …… 1.... Kontraktor Pelaksana : .................................. . d. ……………………………… ………………………………… **)………………………................. ……................................ DIPA : Nomor : ...... c...... TAMBAH KURANG SATUAN KERJA : ……………………… …………………………………………….... …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 149 LAPORAN PERHITUNGAN BIAYA PEK...... b......................... ……………………...............

.... Diluar Kontrak (Rp) Juml..... Biaya Pelaksanaan : Rp............ ……………………….f...............Pekerjaan akhir : No Bagian/ Jenis Pekerjaan Volume Pekerjaan Harga Sat.................... ..... Selisih harga pekerjaan tambah kurang : 1) Harga pekerjaan awal = Rp...II ………… Page 150 c... g......... b.. …………..... Pekerjaan awal : No Bagian/Jenis Pekerjaan Volume pekerjaan Harga Satuan Sesuai Kontrak (Rp) Harga Pekerjaan Awal (Rp) 1...... ……………………...) 2.... …………… …………….... 2) Harga pekerjaan akhir ... Harga Pekerjaan Baru (Rp) 1................ Jumlah–1 .................. .... ............... Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : ........ Sesuai Kontrak (Rp) Harga Sat.. SPK Pelaksanaan Tanggal : ....... …………… Jumlah .. ........ ........... (…………………………. Berdasarkan perhitungan tersebut diatas maka dapat dilaporkan sebagai berikut : a....... ...............

... LAMPIRAN : Lap...... Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : Penanggung jawab perusahaahaan atau Penanggung jawab lapangan dari perusahaan **) Diisi Nama Satuan Kerja yang bersangkutan Page 151 LAPORAN KEMAJUAN PEKERJAAN TAMBAH KURANG (bila pekerjaan tambah kurang di evaluasi setelah Serah Terima I) PROYEK : ……………………… LAPORAN PEKERJAAN TAMBAH KURANG PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………. Diketahui oleh : Tim Teknis Satuan Kerja/PPK **) …………………………… …………………………. ……………………………… ………………………………. Diperiksa oleh : Dibuat oleh : **) Konsultan Pengawas/MK Kontraktor Pelaksana PT/CV.... Telah melaksanakan pekerjaan tambah kurang untuk : a. Demikian laporan perhitungan dan evaluasi pekerjaan tambah kurang ini dibuat sebagai bahan pertimbangan....... …………………… (…………………………………….... .....)....... Nip...... Pekerjaan : . Nip. ……………………… *) …………………………...= Rp. Dari hasil evaluasi pekerjaan tambah kurang tersebut terdapat biaya lebih/kurang sebesar Rp.. Kemajuan Pekerjaan 1. PT/CV……………………….... …………………….... ……………………... ……………………...

..........) 2......... .......) prosen...... f........................ d........ …………………....................b....... Lokasi : ..... Tanggal : ...... (…………………………........ Pelaksanaan pekerjaan tersebut dengan prestasi sebagai berikut (laporan lengkap terlampir) : No Bagian/Jenis Pekerjaan % Bobot Pekerjaan % Kemajuan Pekerjaan % Total Prestasi Pekerjaan 1........................................... Jumlah 100% .............................. c....% Kemajuan pekerjaan tambah kurang telah mencapai prestasi sebesar : .. SPK Pelaksanaan Tanggal : .................................... Biaya Pek....... Addendum (bila ada) : Nomor : ................... .......... Page 152 Demikian laporan pekerjaan tambah kurang ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya................. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : ......................... Diisi per-item pekerjaan ..................... DIPA : Nomor : . e......... g...... Kontraktor Pelaksana : .. ......................................... Tanggal : ………………… h..........................................% (.......... Tambah/Kurang : Rp. Diperiksa oleh : . Departemen/Lembaga : .

…………………….Penanggung jawab perusahaahaan dan atau ...Dibuat oleh : **) Konsultan Pengawas/MK Kontraktor Pelaksana PT/CV. *) ……………………… *) ………………………….Penanggung jawab lapangan dari perusahaan . Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : . ……………………………… ………………………………. PT/CV……………………….