P. 1
Berikut Ini Adalah Versi HTML Dari ertFile Http

Berikut Ini Adalah Versi HTML Dari ertFile Http

|Views: 1|Likes:
Dipublikasikan oleh Imon Civil
ruyer
ruyer

More info:

Published by: Imon Civil on Jul 11, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/03/2014

pdf

text

original

Berikut ini adalah versi HTML dari file http://atdr.tdmrc.

org:8084/jspui/bitstream/123456789/5624/1/20061117_Standar_Dokumen_RR_FBU_BR R_NAD-Nias.pdf. G o o g l e membuat versi HTML dari dokumen tersebut secara otomatis pada saat menelusuri web.

Page 1
KEPUTUSAN KEPALA BADAN PEI,AKSANA BADAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI WILAYAH DAN

KEHTDUpAN MASyARAKAT pRovrNSr NANccRoE AcEH DAnusialev
DAN KEPULAUAN NIAS PROVINSI SUMATERA UTARA NOMOR : I 54lKEp/Bp-BRR/X/2006 TENTANC STANDAR DOKUMEN PENYELENCGARAAN REIIABILITASI DAN REKONSTRUKSI FASILITAS DAN BANCUNAN UMUM DI LINCKUNCAN BADAN PELAKSANA BADAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI WILAYAH DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM DAN KEPULAUAN NIAS PROVINSI SUMATERA UTARA KEPALA BADAN PELAKSANA, bahwa unru( me'teniDkdn pembang.rnan dan rnenjamill keielamalan bangunan darajn pro.es .ehabirila5i dan rekonstruksi terhadap, fasilitas dan bangunan umum perlu dibuat standar dokumen penyelengga€an rehabilitasi dan rckor..rruL.i fa'ilirar dan bangunan umur bahwa berdasarkan p€rtimbangan humf a perlu menetapkan Keputusan Kepala Badan pelaksana tentang Standar Dokumen Penyelenggaraan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Fas;litas dan Bangunan Umum di Lingkungan Badan pelaksana Badan Rehabi'itasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara. Undang-undang Republik Indonesia Nomor l0 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan pemerintah pengganti Undang_ undang Nomor 2 Tahun 2005 Tentang Badan Rehabilitasi d;n Rekon5lruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakal provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias provinsi Sumatera Utara menjadi Undang-undang (Lembaran N€gara Republik lndonesia Tahun 2005 Nomor Ill, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4550); Undang-undang R€publik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuaogan Negara (Lembaran Negara RepLrblik lndonesla Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286)i Undang-undang Republik Indonesia Nomor I Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Repllblik. lr, P\ Menimbang Mengingat
:4,

b.

: 1. .1.

2.

Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias Jl. lr l\,4uhammad Thaher No.20 Lueng Bata - BandaAceh,23247 Telp.06it - 636666, Fax.06St - 637777

Page 2

Nias
Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 4. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemerilsaaan Pengelolaan dan Ianggung Ja*ab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomof 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); 5. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 1999 tentarg Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahon 1999 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republ;k Indonesia Nomor 3833); 6. Undang-undang Republik lndonesia Nomor 28 Taiun 2002 tentang Bangunan Cedung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4247); 7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraaan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2000 Nomor 84, Tambahan Lembaran Nega.a Republik lndonesia Nomor 3956); 8. Peraturan Pemerintah. Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2005 tentang Pefaturan Pelaksanaan Undang Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Cedung (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2005 Nomor 83, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4532)i 9. Peraturan Presiden Republik lndonesia Nomor 30 Tahun 2005 tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi NangFoe Aceh Darltssalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara: i0. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 76 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 34 tahun 2005 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja serta Hak Keuangan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi wilayah dan Kehidupan Masyarakat Prcvinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utam; I l. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2003 sebagaimana telah diubah beberapa kali dan terakhir dengan Peraturan Presiden Republik lndonesia Nomor 79 Tahun 2006 tertdng Perubahan Kelima Atas Keputusan Presiden Nomor 80 Tahu! 2003 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 332/KPrS/2002 Tanggal22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pe-nbangunan Bangunan Cedung Negara. eh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias

Jl- lr lvluhammad Thaher No.20 Luens Bata - BandaAceh,23247 Telp. 0651, 636666, Fax. 0651 - 637777 Memperhatikan

Page 3

Nias
\ Menetapkan

MEMTJTUSKAN: KEPUTUSAN KEPALA BADAN PELAKSANA TENTANC STANDAR

DOKUMEN
PENYELENGCARAAN PERTAMA

KEDUA
REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI FASILITAS DAN BANGUNAN UMUM DI LINGKUNCAN BADAN PELAKSANA BADAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI WILAYAH DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT PROVINSI NANCGROE ACEH DARUSSALAM DAN KEPULAUAN NIAS PROVINSI SLM ATIRA UTARA Memberlakukan: a. Standar Dokumen Kerangka Acuan Kerja. Surat perintah Keria, Kontrak Pekerjaan, dan Berita Acara pekerjaan Manajemen Konstruksi sebagaimana terlampir dalam Lampiran I Keputusan
Int;

b- Standar Dokumen Kerangka Acuan Kerja, Surat perintah Kerja, Kontrak Pekerjaan, dan Berita Acara p€kerjaan perencanaan sebagaimana terlampir dalam Lampiran Il Keputusan ini: c. Standaf Dokumen Kerangka Acuan Kerja, Surat perintah Kerja, Kontrak Pekerjaan, dhn Berita Aca|a pekerjaan pengawasan sebagaitnana tedampir dalam Lampiran lll Keputusan ini; d. Standar Dokumen Sulat Perintah Kerja, Kont.ak pekerjaan, dan Berita Acara Pekerjaan Pelaksanaan sebagaimana terlampif dalam Lampiran lV Keputusan ini. Lampiran Keputusan sebagaimana dimaksud pada DIKTUM PERTAMA merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan ini. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Apabila dikemudian hari temyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini, akan diadakan perbaikan dan perubahan sebagaimana mestinya. Salinan Keputusan Kepala Badan Pelaksana ini disampaikan kepada )th : 1. Ketua De\'r'an Pengarah Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat provinsi Nanggroe Aceh Daiussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara; 2. Ketua. Dewan Pengawas Badan Rehabititasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara; 3. Wakil Kepala, Sekretaris dan para Deputi di Lingkungan Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan

065.l KETIGA KEEMPAT Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias Jl. SURAT PERINTAH KERJA PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI 3. 0651 .20 Lueng Bata .t77 Page 5 Lampiran I : Keputusan Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara Nomor: 154/KEP/BP-BRR/X/2006 LAMPIRAN I 1. KONTRAK PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI 4.Rekonsrruksi Wilayah dan Kehidupan Masyamlar Provinsi Nanggroe Aceh Daru\salam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utaaa. BERITA ACARA PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI Page 6 KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI …………………………………………………………………… SATUAN KERJA/PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………… .BandaAceh.20 Lueng Bata. 5.0651 . q Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias Jl.23247 Tetp. Fax. lr I'luhammad Thahef No. h MuhammadThaher No.636666. Kepala Perwakilan di Lingkungan Badan pelaksana Badan Rehabiliuasi dan Rekonslruksi Wila)ah dan Kehidupan Mas)arakat Provinsi Nanggroe Aceh Darus. KERANGKA ACUAN KERJA PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI 2.f*evam aaoeN pELAKSANA. Kepala Satuan Kerja di Lingkungan Badan pelaksana Badan Rehabilitasi dan . BandaAceh.23247 Tetp.Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggoe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara: .alarn dan Kepulauan Nias Provinsi Slrmalera Utara. Fax. Ditetapkan di : Banda Aceh Pada tanggal : I0 Oktober 2006 .t _ 637777 Page 4 Nias 4. 0651 _ 637. iB l+' . 636666.

Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) akan melaksanakan pengendalian/pengawasan terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh konsultan Perencana dan kontraktor Pelaksana/Pemborong yang diikut sertakan dalam proyek bersangkutan.……………BRR NAD-Nias. MAKSUD DAN TUJUAN 1.. kriteria. yang terdiri dari Pengelola Administrasi dan Keuangan serta Tim Teknis/Pengelola Teknis yang ditunjuk dan bertanggung jawab kepada Pemimpin Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen.. dan atau b. Dilaksanakan secara bertahap yang tidak dapat diselesaikan dalam satu tahun anggaran 2. B. Untuk penyelenggaraan kegiatan yang dimaksud. konsultan MK mendapatkan bantuan bimbingan teknis dan administrasi dalam menentukan arah pekerjaan pengendalian/pengawasan dari Pengelola Satuan Kerja. Secara kontraktual Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) bertanggung jawab kepada Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen .. serta administrasi kontrak. Bangunan khusus. waktu.BRR NAD-Nias I. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002.000 m2. dan atau e. yang menyangkut aspek mutu. Pemegang Mata Anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias. Melibatkan lebih dari satu konsultan perencana maupun kontraktor. Page 7 2. Dengan penugasan ini diharapkan Konsultan MK dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai KAK ini. dan biaya. Konsultan Manajemen Konstruksi digunakan untuk pembangunan bangunan gedung Negara yaitu : a. UMUM 1. 3. 2. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian kegiatan Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen……………………….. proses dan keluaran yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterpretasikan dalam peleksanaan tugas. Bangunan bertingkat diatas 4 lantai.BRR NAD-Nias. Dalam kegiatan operasionalnya. PENDAHULUAN A.. dibentuk Pengelola Satuan . 3. dan atau c. LATAR BELAKANG 1. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan Manajemen Konstruksi yang memuat masukan. Sebagaimana telah ditetapkan dalam Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara.. Bangunan dengan luas total diatas 5. C. dan atau d..

antara lain : A. (sesuai DIPA/RKA-KL). …………………………………………………………………. khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002.Kerja /Pejabat Pembuat Komitmen berdasarkan SK Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen Nomor:……………………. termasuk menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK). II.. Tanggal ………………. 2. Tahap Perencanaan 1. D. 2. …………………………………………………………………. LINGKUP KEGIATAN 1. Membantu Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen dalam melaksanakan pengadaan konsultan perencana. 2. Tanggal …………… dengan susunan organisasi seperti pada lampiran. memberi saran waktu dan strategi pengadaan dan bantuan evaluasi proses pengadaan rekanan. Page 8 B. Membantu Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen menyiapkan kontrak perjanjian pekerjaan perencanaan.. strategi pentahapan serta penyusunan dokumen lelang.. Mengawasi dan mengikuti penyelenggaraan paket kegiatan loka karya Value . Lingkup kegiatan meliputi Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/ Restorasi …………………………………. Kegiatan MK tersebut. Tahap Persiapan Proyek 1. yang terdiri dari komponen kegiatan : a. b. Lingkup tugas Konsultan adalah pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) pada pekerjaan Pembangunan/ Rehabilitasi/ Renovasi/ Restorasi……………. Dan seterusnya. KEGIATAN MANAJEMEN KONSTRUKSI Kegiatan MK yang dilaksanakan oleh konsultan adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku. Dan SK tentang Pembentukan Panitia Lelang/Pengadaan/penunjukan langsung Nomor:…………………………. Mengadakan evaluasi program kegiatan perencanaan yang diusulkan oleh konsultan Perencana yang meliputi program penyediaan dan penggunaan sumber-daya. c.

dibentuk Organisasi Pengelola Satuan Kerja berdasarkan SK Kepala Satuan Kerja Nomor : ………………………. b. ……… 2. KEGIATAN MANAJEMEN KONSTRUKSI Kegiatan MK yang dilaksanakan oleh konsultan adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku. Kegiatan MK tersebut. b.. khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Tahap Persiapan Proyek 1. C. ……………………………………. 3. d. Tanggal ………………. Konsultasi pekerjaan perencanaan dari sudut efisiensi sumber daya serta kemungkinan pelaksanaan. …………………………………………………………………. yang terdiri dari komponen kegiatan : a. D. Memberikan layanan konsultasi kegiatan perencanaan yang terdiri atas : a. Dan SK tentang Pembentukan Panitia Lelang/Pengadaan/ penunjukan langsung Nomor : …………………………. Page 9 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. c. LATAR BELAKANG 1. Pemegang Mata Anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Badan Rehabilitasi Dan Rekonstruksi NAD-Nias 3. 2. termasuk menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK). Tanggal …………… dengan susunan organisasi seperti pada lampiran. Membantu pengelola satuan kerja dalam melaksanakan pengadaan konsultan perencana. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian kegiatan Satuan Kerja ……………. (sesuai DIPA/RKA-KL).. memberi . …………………………………………………………………. Untuk penyelenggara Satuan Kerja yang dimaksud.Engineering 40 Jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana (khusus untuk pembangunan bangunan diatas 12. III. c. Dan seterusnya. antara lain : A. Membantu konsultan perencana dalam pelaksanaan value engineering pada tahap perencanaan secara in house.. Lingkup tugas adalah pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) pada pekerjaan Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi ……………. Perumusan evaluasi status serta koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. LINGKUP PROYEK 1. Lingkup proyek adalah Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi ………………………………….000 m2 atau lebih dari 8 lantai). Penyusunan laporan kegiatan tahap perencanaan secara periodik..

2. 2. Mengadakan evaluasi program kegiatan perencanaan yang diusulkan oleh konsultan Perencana yang meliputi program penyediaan dan penggunaan sumber-daya. Konsultasi pekerjaan perencanaan dari sudut efisiensi sumber daya serta kemungkinan pelaksanaan.saran waktu dan strategi pengadaan dan bantuan evaluasi proses pengadaan rekanan. dan membuat laporan kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi. 3. Page 10 C. Membantu panitia lelang dalam menyebar luaskan pengumuman pelelangan. Mengendalikan program yang terdiri atas : evaluasi program terhadap hasil perencanaan. 4. Tahap pelelangan 1. menyusun laporan hasil rapat koordinasi. 6. 3. Mengawasi dan mengikuti penyelenggaraan paket kegiatan loka karya Value Engineering 40 Jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana (khusus untuk pembangunan bangunan diatas 12. baik melalui papan pengumuman. Membantu panitia lelang dalam menyusun Harga Perhitungan Sendiri (HPS) pekerjaan konstruksi. c. Membantu menyiapkan draft surat perjanjian pekerjaan pelaksanaan . 2.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). Mengadakan dan memimpin rapat-rapat koordinasi perencanaan. media cetak. 5. Memberikan layanan konsultasi kegiatan perencanaan yang terdiri atas : a. Membantu konsultan perencana dalam pelaksanaan value engineering pada tahap perencanaan secara in house. 6. strategi pentahapan serta penyusunan dokumen lelang. 7. evaluasi program terhadap penyimpangan teknis dan manajerial atas persoalan yang timbul. Membantu melakukan pembukaan dan evaluasi terhadap penawaran yang masuk. evaluasi program terhadap perubahan lingkungan. Melakukan penelitian kelengkapan dokumen perencanaan dan dokumen pelelangan untuk pelaksanaan konstruksi. 5. 7. b. Membantu pengelola satuan kerja menyiapkan kontrak perjanjian pekerjaan perencanaan. Perumusan evaluasi status serta koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. Membantu panitia lelang melakukan prakualifikasi calon peserta pelelangan. Membantu pengelola proyek dalam mempersiapkan dan menyusun program pelaksanaan pelelangan pekerjaan konstruksi. d. serta bersama Konsultan Perencana menyusun program pelelangan dan membantu kegiatan panitia pelelangan. 4. B. Menyusun laporan dan berita acara dalam rangka kemajuan pekerjaan dan serah terima pekerjaan perencanaan. Penyusunan laporan kegiatan tahap perencanaan secara periodik. Membantu memberikan penjelasan pekerjaan pada waktu rapat penjelasan pekerjaan. Tahap Perencanaan 1. maupun media elektronik. serta pengusulan koreksi program.

peralatan dan perlengkapan. Melakukan koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi fisik. Mengadakan evaluasi program kegiatan pelaksanaan konstruksi fisik yang disusun oleh pemborong. 5. b. 2. dan biaya pekerjaan konstruksi. Menyusun daftar cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. 8. g. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi. Meneliti gambar-gambar yang telah sesuai dengan pelaksanaan (AsBuilt Drawings) sebelum serah terima pertama. Melakukan evaluasi program terhadap penyimpangan teknis dan manajerial yang timbul. Bersama dengan konsultan perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung. pengendalian tertib administrasi. D. 4. pemeliharaan pekerjaan. pengendalian kesehatan dan keselamatan kerja. serta ketepatan waktu. Memeriksa dan mempelajari dokumen pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan lapangan. pengendalian waktu. i. Meneliti gambar-gambar pelaksaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh pemborong. penyediaan dan penggunaan tenaga kerja. Page 11 c. serta melakukan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. pengendalian biaya. Mengawasi pemakaian bahan. kuantitas. j. peralatan dan metode pelaksanaan. d. pengendalian sasaran fisik (kuantitas dan kualitas) pekerjaan. usulan koreksi program dan tindakan turun tangan. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan dan laporan-laporan yang dibuat oleh pemborong. . bahan bangunan. Mengendalikan program pelaksanaan konstruksi fisik. f. dan program kesehatan dan keselamatan kerja (K3). informasi. Menyusun berita acara kemajuan pekerjaan. 3. Tahap Konstruksi 1. Menyelenggarakan kegiatan rapat-rapat lapangan secara berkala. yang meliputi program-program pencapaian konstruksi. dana. Melakukan kegiatan pengawasan yang terdiri atas : a. program Quality Assurance/Quality Control. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. yang meliputi program pengendalian sumber daya. dan mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. e. Membantu panitia lelang dalam menyusun laporan proyek tahap pelelangan.konstruksi fisik. h. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik.

Penanggung jawab professional manajemen konstruksi adalah tidak hanya konsultan sebagai suatu perusahaan. Mengusulkan perubahan-perubahan serta penyesuaian di lapangan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi. 6. dan sesuai dengan dokumen pekerjaan/pelaksanaan. Salinan atau foto copy Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemerintah Daerah setempat. vii. B. Biaya Manajemen Konstruksi (MK) . iv. 4.k. C. vi. IV. 3. Ketepatan kualitas dan kuantitas sesuai standar/peraturan yang berlaku. Foto copy sertifikat atau bukti pemilikan/hak atas tanah. Ketepatan biaya pembangunan sesuai batasan anggaran yang tersedia atau yang telah ditetapkan. 7. Berita Acara Serah Terima I dan II. V. memenuhi syarat teknis yang dapat dipertanggung jawabkan. B I A Y A A. Foto copy DIPA (pembiayaan). Konsultan Manajemen Konstruksi bertanggung jawab secara professional atas jasa manajemen konstruksi yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku. Ketertiban administrasi kontrak dan pelaksanaan pembangunan. Memberikan penilaian untuk mendapat persetujuan dari pemberi tugas tentang sub kontraktor yang akan dilibatkan oleh pemborong. Kontrak/Surat Perjanjian Pelaksanaan Pemborongan. sehingga proyek mencapai hasil dan daya guna yang seoptimal mungkin. Secara umum tanggung jawab konsultan adalah menjaga agar proyek memiliki kinerja minimal sebagai berikut : 1. iii. v. Page 12 2. Membantu pengelola proyek dalam menyusun dokumen untuk kelengkapan pendaftaran gedung sebagai gedung negera : i. Gambar situasi dan gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (As-Built Drawings) disertai gambar legger. tetapi juga bagi para tenaga ahli professional manajemen konstruksi yang terlibat. Membantu pengelola proyek mengurus IPB (Ijin Penggunaan Bangunan) dari Pemerintah Daerah Tingkat II setempat. Ketepatan waktu pembangunan proyek sesuai batas waktu berlakunya anggaran/waktu yang telah ditetapkan. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN KONSTRUKSI A. l.

Ketentuan pembiayaan lebih lanjut mengikuti surat perjanjian pekerjaan manajemen konstruksi yang dibuat oleh Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen dan Konsultan Manajemen Konstruksi. b.. e. h. Pembelian dan atau sewa peralatan. Untuk pekerjaan standar berlaku maksimum sesuai pada tabel A1. 2. Sumber Dana Sumber Dana dari keseluruhan pekerjaan manajemen konstruksi di bebankan pada: 1. sesuai dengan ketentuan billingrate yang berlaku. Jasa dan overhead Manajemen Konstruksi. Perjalanan (local maupun luar kota). Uraian program dan kegiatan pengendalian waktu. VI. yaitu meliputi komponen sebagai berikut : a. . Materi dan penggandaan laporan. B. Besarnya biaya pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) mengikuti ketentuan dalam Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Page 13 3. b. maka dihitung secara orang-bulan dan biaya langsung yang dapat diganti. d. e. Pembayaran biaya Konsultan Manajemen Konstruksi didasarkan pada prestasi kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi. biaya. Biaya pekerjaan Konsultan Manajemen Konstruksi dan tata cara pembayaran diatur secara kontraktual setelah melalui tahapan proses pengadaan konsultan manajemen konstruksi sesuai peraturan yang berlaku. Pada tahap persiapan proyek 1. f. dan administrasi kontrak. DIPA Nomor : ……………….. c. K E L U A R A N Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Manajemen Konstruksi berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam perjanjian. Dan lain-lain.1. d. 2. tanggal ……………………. yang minimal meliputi : A. Pajak dan pengeluaran sejenis lainnya. 3. Loan Nomor : ………………. g. Besarnya biaya konsultan Manajemen Konstruksi merupakan biaya tetap dan pasti. mutu. Pengaturan tentang komponen pembiayaan pada butir a dan b diatas adalah dipisahkan antara bangunan standar. tabel B1 dan tabel D. Sewa kendaraan. Bila terdapat pekerjaan non standar.. tanggal ……………………. Honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang.. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 yaitu : a. serta non standar dan harus terbaca dalam suatu rekapitulasi akhir yang menyebut angka dan huruf. Biaya rapat-rapat. c.

2. Page 14 3. 5. laporan pengujian. Biaya. Laporan Akhir pekerjaan Manajemen Konstruksi yang mencakup keseluruhan kegiatan manajemen konstruksi dari tahap persiapan sampai dengan serah terima kedua pekerjaan pelaksanaan. Mutu. Laporan Hasil Konsultasi MK pada kegiatan perencanaan. 2. Kerangka Acuan Kerja (KAK) Perencanaan. Laporan lengkap pelaksanaan pelelangan mulai dari pengumuman pelelangan sampai dengan penetapan pemenang dan bantuan penyiapan surat perjanjian pemborongan. kemajuan pekerjaan. Pada tahap pelelangan 1. Laporan Bulanan Manajemen Konstruksi Tahap Pemeliharaan. Revisi Uraian Program dan Kegiatan Pengendalian waktu. Persyaratan Umum Pekerjaan . dan adminstrasi kontrak. 3. Dokumen gambar-gambar sesuai pelaksanaan dan kelengkapannya (as-built drawings) dalam bentuk kertas kalkir dan cetak biru. Revisi Program dan Kegiatan Pelelangan (bila ada revisi). dll. 2. Biaya. dan Administrasi Kontrak Tahap Pelaksanaan (bila ada revisi). Mutu. Laporan pengawasan atas penyelenggaraan paket kegiatan loka karya Value Engineering 40 jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana (khusus untuk pembangunan Bangunan diatas 12. visual lapangan. E. 4. dan Administrasi Kontrak (bila ada revisi). dan penyiapan gambar detail/dokument lelang. C. surat menyurat. Uraian program dan kegiatan Pengendalian waktu. Mutu. Kelengkapan Dokumen untuk Pendaftaran Bangunan Gedung Negara. Pada tahap perencanaan 1.2. Laporan Bulanan Manajemen Konstruksi Tahap Pelaksanaan dari aspek pengendalian Waktu. Pada tahap pelaksanaan 1. Biaya. surat menyurat dll. Pengembangan rencana. 6. Laporan Bulanan Kegiatan Manajemen Konstruksi. 5. Laporan pemeriksaan Dokumen Perencanaan tahap pra-rencana. Revisi Program dan Kegiatan Pengendalian waktu. lengkap dengan setiap lampirannya seperti risalah rapat. dan Administrasi Kontrak Tahap Pelaksanaan. D. Laporan pelaksanaan pengadaan konsultan perencana. Mutu. Biaya. dan Administrasi Kontrak termasuk setiap lampirannya seperti risalah rapat lapangan. 3. B. dari aspek pengendalian waktu. 3. 4. mutu. biaya. K R I T E R I A Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh konsultan Manajemen Konstruksi seperti yang dimaksud pada Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini harus memperhatikan persyaratanpersyaratan seperti dibawah ini : A.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). Laporan Akhir Pekerjaan Manajemen Konstruksi yang memuat uraian kegiatan dari tahap persiapan sampai tahap pelaksanaan konstruksi fisik VII.

dan kuantitas dari setiap bagian pekerjaan. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah Setempat. MASUKAN A. Persyaratan Prosedural Penyelesaian administratif sehubungan dengan pekerjaan di lapangan harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku. B. Konsultan Manajemen Konstruksi harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya. Ketentuan yang diberlakukan untuk pekerjaan proyek yang bersangkutan. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 3. beserta kelengkapannya dan ketentuan-ketentuan sebagai dasar perjanjiannya. konsultan Manajemen Konstruksi harus mencari sendiri informasi yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini. yaitu Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan dan Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan. 2. sesuai standar hasil karya manajemen konstruksi yang berlaku. 2. C. VIII. Persyaratan Obyektif Pelaksanaan pekerjaan manajemen konstruksi profesional yang obyektif untuk kelancaran pelaksanaan. baik yang berasal dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen maupun yang dicari sendiri. I n f o r m a s i 1. konsultan secara minimal harus menghasilkan keluaran sesuai dengan permintaan yang ada dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini. untuk pekerjaan MK berlaku pula ketentuan-ketentuan seperti standar. antara lain : 1. Persyaratan Fungsional Pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) harus dilaksanakan dengan profesionalisme yang tinggi sebagai pemberi jasa konsultasi Manajemen Konstruksi. Persyaratan Teknis Lainnya Selain kriteria umum diatas. Untuk melaksanakan tugasnya.Setiap bagian dari pekerjaan pengendalian oleh konsultan MK harus dilaksanakan secara benar dan tuntas sampai dengan memberi hasil yang telah ditetapkan dan diterima dengan baik oleh Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. kualitas. Page 15 D. E. B. Kesalahan/kelalaian pekerjaan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari Konsultan Manajemen Konstruksi (MK). 4. yang secara fungsional dapat mendorong peningkatan kinerja proyek. . pedoman dan peraturan yang berlaku. baik yang menyangkut macam. Standar dan pedoman teknis yang berlaku di bidang penyelenggaraan bangunan Negara. Yang termuat dalam Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. T e n a g a Selama menjalankan tugasnya.

orang 6.. dan diketuai oleh seorang Manajer Konstruksi yang disetujui oleh Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen.. dan menyiapkan tenaga ahli yang berpengalaman dalam bidang-bidang : (Kualifikasi masing-masing tenaga ahli disesuaikan berdasarkan kebutuhan/kompleksitas proyek). Selama dalam menjalankan tugasnya. Manajemen biaya …………. Manajemen mutu …………. . Manajemen waktu …………. Manajemen konstruksi professional …………. konsultan Manajemen Konstruksi harus segera menyusun : 1. orang 2. Konsep penanganan pekerjaan Manajemen Konstruksi Proyek. orang 7. P E N U T U P A.. tanggung jawab. dan kemudian konsultan berkewajiban untuk memenuhinya. Page 16 Bila dianggap masih belum memadai. konsultan Manajemen Konstruksi harus menyediakan tenaga yang memenuhi kebutuhan proyek. setelah sebelumnya dipresentasikan oleh Konsultan Manajemen Konstruksi dan mendapatkan pendapat teknis dari Tim Teknis Satuan Kerja. Yang kesemuanya harus jelas mengenai tugas. Tenaga-tenaga yang diusulkan konsultan Manajemen Konstruksi harus mendapat persetujuan dari Kepala satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. orang 3. baik ditinjau dari lingkup (besar) proyek maupun tingkat kekomplekan proyek. Administrasi kontrak …………. PROGRAM KERJA A. masa penugasannya. 1. orang 4.. IX. 3.. Tenaga ahli teknis lainnya sesuai kebutuhan dan lingkup kompleksitas pekerjaan. B.Untuk melaksanakan tugasnya. orang 5.. Program kerja termasuk jadwal kegiatan secara detail. konsultan Manajemen Konstruksi minimal harus membentuk organisasi yang memadai. Program Kerja secara keseluruhan harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. X. Aplikasi tenaga yang lengkap (disiplin dan jumlahnya). Setelah Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini diterima. pemberi tugas berhak meminta dan mengarahkan penyediaan tenaga oleh konsultan. Sebelum melaksanakan pekerjaannya. konsultan hendaknya memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan. Pengawasan lapangan …………. 2.

. dengan ini kami yang bertandatangan dibawah ini : 1. Catatan : Model KAK tersebut diatas bersifat pokok yang masih Harus disesuaikan. Page 18 SURAT PERINTAH KERJA (SPK) PEKERJAAN MK SURAT PERINTAH KERJA KEPALA SATUAN KERJA / PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………………… Nomor : ………………………………………. Jabatan : ………………………………………. Berdasarkan bahan-bahan tersebut konsultan MK agar segera menyusun program kerja untuk dibahas dengan Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen.. Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Pelelangan/ Pemilihan Langsung Nomor : ……………………. Alamat Kantor : ………………………………………. Nama : ………………………………………. Nama Badan Usaha : ……………………………………….Page 17 B.. dikembangkan/ dilengkapi untuk Kebutuhan proyek yang bersangkutan... DIBUAT DI : …………………… TANGGAL : …………………… Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen …………………………. MEMERINTAHKAN KEPADA : 2.. .. Selaku Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen …………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA. Tanggal …………………………. PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI PEMBANGUNAN / REHABILITASI / RENOVASI / RESTORASI ………………………………………………………………………. Jabatan : ………………………………………... NIP : …………………. Nama : ………………………………………. Tanggal : ……………………………………….

evaluasi program atas penyimpangan teknis dan manajerial dari persoalan yang timbul.Alamat Badan Usaha : ………………………………………. 3. Pada Tahap Persiapan Proyek : i. Membantu Konsultan Perencana dalam pelaksanaan value engineering pada tahap perencanaan secara in house.. Memberikan konsultasi kegiatan perencanaan yang terdiri atas : 1. Tugas Pekerjaan : Pekerjaan Manajemen Konstruksi yang akan dilaksanakan adalah : Pembangunan/Rehabilitasi/ Renovasi/Restorasi …………………………………. Surat Perintah Kerja (SPK) ini diperintahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dengan ketentuan dan syarat-syarat seperti tersebut dibawah ini : Page 19 1. termasuk menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK). serta pengusulan koreksi program. serta bantuan evaluasi proses pengadaan rekanan. di …………………………. Membantu PIHAK PERTAMA menyiapkan kontrak perjajian pekerjaan perencanaan. Perumusan evaluasi status dan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. (lokasi pekerjaan) yang meliputi tugas-tugas sebagai berikut : a. Review pekerjaan perencanaan dari sudut efisiensi sumber daya serta kemungkinan pelaksanaan. vii. menyusun laporan hasil rapat koordinasi. Selaku Konsultan Manajemen Konstruksi Pekerjaan …………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Melakukan penelitian kelengkapan dokumen perencanaan dan dokumen pelelangan untuk pelaksanaan konstruksi. Pada Tahap Perencanaan : i. Mengadakan evaluasi program kegiatan perencanaan yang diusulkan oleh Konsultan Perencana yang meliputi program penyediaan dan penggunaan sumber-daya. Membantu PIHAK PERTAMA dalam melaksanakan pengadaan konsultan perencana. Memeriksa laporan kegiatan perencanaan secara periodik. Page 20 . evaluasi program atas perubahan lingkungan. vi. 4. ii. iii. Mengawasi dan mengikuti penyelenggaraan paket kegiatan loka karya VE 40 Jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana (khusus untuk pembangunan bangunan diatas 12. v. Mengadakan dan memimpin rapat-rapat koordinasi perencanaan. serta untuk serah terima pekerjaan perencanaan. Menyusun laporan dan berita acara dalam rangka kemajuan pekerjaan dan pembayaran angsuran.. iv. dan membuat laporan kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi. 2. strategi pentahapan serta penyusunan dokumen lelang. memberi saran waktu dan strategi pengadaan. ii. Mengendalikan program yang meliputi : evaluasi program atas hasil perencanaan.. b. menyusun program pelelangan serta membantu kegiatan panitia pelelangan.000 M2 atau lebih dari 8 lantai).

dana. Mengawasi pemakaian bahan. Menyelenggarakan kegiatan rapat-rapat lapangan secara berkala. program Quality Assurance/ Quality Control. usulan koreksi program dan tindakan turun tangan. baik melalui papan pengumuman. Mengendalikan program pelaksanaan konstruksi fisik. pengendalian kesehatan dan keselamatan kerja. informasi. Membantu panitia lelang dalam menyebarluaskan pengumuman pelelangan. viii. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. v. yang meliputi program pengendalian sumber daya. serta melakukan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. kuantitas. Membantu menyiapkan draft surat perjanjian pekerjaan pelaksanaan konstruksi fisik. dan program kesehatan dan keselamatan kerja (K3). penyediaan dan penggunaan tenaga kerja. ii. Membantu panitia lelang dalam menyusun Harga Perhitungan Sendiri (HPS) pekerjaan konstruksi. vii. Melakukan kegiatan pengawasan yang terdiri atas : 1. iii. . Pada Tahap Pelelangan : i. Membantu panitia lelang dalam menyusun laporan proyek tahap pelelangan. v. 3. Mengadakan evaluasi program kegiatan pelaksanaan konstruksi fisik yang disusun oleh Kontraktor Pelaksana.c. iii. perlengkapan dan peralatan. ii. media cetak. Melakukan evaluasi program terhadap penyimpangan teknis dan manajerial yang timbul. Memeriksa dan mempelajari dokumen pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan lapangan. serta ketepatan waktu. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi. 5. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. Melakukan koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi fisik. 4. pengendalian biaya. d. dan biaya pekerjaan konstruksi. pengendalian sasaran fisik (kuantitas dan kualitas) pekerjaan. yang meliputi program-program pencapaian sasaran konstruksi. Membantu melakukan pembukaan dan evaluasi terhadap penawaran yang masuk. bahan bangunan. vi. Membantu memberikan penjelasan pekerjaan pada waktu rapat penjelasan pekerjaan. dan laporan-laporan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. Page 21 2. maupun media elektronik. Pada Tahap Konstruksi : i. iv. Membantu panitia lelang melakukan prakualifikasi calon peserta pelelangan. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. pengendalian tertib administrasi. peralatan dan metode pelaksanaan. Membantu PIHAK PERTAMA dalam mempersiapkan dan menyusun program pelaksanaan pelelangan pekerjaan konstruksi. pengendalian waktu. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan. iv.

. pemeliharaan pekerjaan. Bersama dengan Konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung. yang dibebankan pada Satuan Kerja .. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi.6. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.. vi.. (……………………………………………). 2. Besarnya biaya konsultan manajemen konstruksi adalah Rp. Cara Pembayaran Pembayaran biaya Konsultan Manajemen Konstruksi dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilaksanakan secara bertahap sesuai tahapan pekerjaan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak.... 11. 3.. dibayar setelah .b.. ………………….. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana... dan c diatas serta diterima baik oleh PIHAK PERTAMA. Memberikan penilaian untuk mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA tentang sub kontraktor yang akan dilibatkan oleh Kontraktor Pelaksana. Membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pendaftaran sebagai gedung Negara. Biaya Manajemen Konstruksi a. Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built Drawings) sebelum serah terima pertama.d diatas dan diterima oleh PIHAK PERTAMA. dengan ketentuan sebagai berikut : a. c... Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajakpajak. (……………………………………... (…………………………………. Mengusulkan perubahan-perubahan serta penyesuaian di lapangan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi. ………………….... tanggal : ………………… Page 22 b.. 12. Angsuran kedua sebesar 70% dari biaya Manajemen Konstruksi yakni sejumlah Rp. Menyusun daftar cacat/ kerusakan sebelum serah terima pertama. Angsuran ketiga sebesar 10% dari biaya Manajemen Konstruksi yakni sejumlah Rp... ………………….sesuai dengan DIPA Nomor : ……………………. Menyusun berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran..).. Angsuran kesatu sebesar 20% dari biaya Manajemen Konstruksi yakni sejumlah Rp. 8. 7... vii. Membantu PIHAK PERTAMA dalam penyusunan Ijin Penggunaan Bangunan (IPB) dari Pemerintah Daerah Tingkat II setempat. b.. 9.. dibayar setelah PIHAK KEDUA telah menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya pada tahap persiapan sampai dengan penunjukan Kontraktor Pelaksana sebagaimana yang disebut dalam butir 1 a. dan mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan....). ………………………….. dibayar setelah prestasi Pelaksanaan pekerjaan kontraktor pelaksana mencapai 100% (serah terima pertama) dan PIHAK KEDUA telah menyelesaikan kewajibannya sebagaimana yang disebut dalam butir 1.. (………………………………………. yang merupakan jumlah tetap dan pasti (lumpsum fixed price). 10.).

5. k. c. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung.. h. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi.diadakan serah terima kedua hasil pekerjaan kontraktor pelaksana kepada pihak PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah menyelesaikan seluruh kewajibannya sebagaimana yang disebut dalam butir 1. b. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. iii. ii. Gambar-gambar (dokumen lelang). SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam suatu Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Manajemen Konstruksi untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta dengan pengesahan pejabat yang berwenang dari Departemen Pekerjaan Umum atau pejabat yang ditunjuk olehnya. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. d. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. f. j. antara lain : i. iv. g. Page 23 f. l. i. e. Jangka Waktu . n. o. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Tanggal ………………………. m. Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) : …………………………… Nomor : ……………….e diatas dan diterima baik oleh PIHAK PERTAMA. Kerangka Acuan Kerja (KAK) Manajemen Konstruksi. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. 4. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syaratsyarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. Semua ketentuan dan peraturan serta Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. Persyaratan dan Spesifikasi Teknis a. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara.

Pembuat Komimen…………………… ………………. Jika terjadi perselisihan dikemudian hari. harus menyerahkan selengkapnya dokumendokumen sebagai hasil pekerjaannya seperti tercantum dalam butir 1 diatas.. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya. Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ……………… dan mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. o/oo (………permil) dari biaya pekerjaan Manajemen Konstruksi (umumnya 3 o/oo). dengan ketentuan bahwa PIHAK KEDUA. 6. Sanksi dan Denda. a. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya.50 juta. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dalam batas waktu yang ditetapkan. Page 25 SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI . 7.% (…. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar … % (…… Page 24 persen) dari biaya pekerjaan Manajemen Konstruksi dengan ketentuan bahwa. b. maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri …………. Penyelesaian Perselisihan a. maka untuk setiap hari kelambatan pihak konsultan wajib membayar denda kelambatan sebesar ……. NIP ……………… Catatan : *) Ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan Model perjanjian dengan SPK berlaku hanya untuk pekerjaan yang nilainya sampai RP. PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya (umumnya 1-3%).Jangka waktu pelaksanaan terhitung mulai tanggal ditandatanganinya Surat Perintah Kerja oleh PIHAK PERTAMA tanggal ………. Jumlah denda kumulatif ditetapkan maksimum ….. b. c. prosen) dari biaya pekerjaan Manajemen Konstruksi (umumnya 10%).. Sampai dengan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kalender setelah diadakannya serah terima kedua pekerjaan pelaksanaan. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Manajemen Konstruksi Kepala Satuan Kerja/Pejabat PT/CV ……………………. …………………… *) …………….

Nama : …………………………………. Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA. Jabatan (struktural) : ………………………………… Alamat : …………………………………. Yang didirikan dengan Akte Notaris Nomor : …………………. Tanggal ………… bulan………. Nama : …………………………………. Tugas pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). Tanggal …………… oleh Notaris ………. memberi saran . telah ditunjuk selaku Kepala satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen………………. PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut.. Nama Perusahaan : …………………………………. Dengan lokasi Pekerjaan : ……………………… 2. yaitu untuk melaksanakan Pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) pada pelaksanaan pekerjaan : ……………. Pada tahap Persiapa Proyek : i. Nomor : ………………………………… Tanggal : ………………………………… Pada hari ini …………. yang berwenang dalam bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA.. di ……………… dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya. antara lain : a.. tanggal …………. Membantu PIHAK PERTAMA dalam melaksanakan pengadaan konsultan perencana. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias (pejabat yang structural yang menunjuk) Nomor : ……………….. termasuk menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK). tahun ………………. SATUAN KERJA ………………………………………………………………….PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI ……………………………………………………………………. Jabatan : Direktur …………………………………. kami yang bertandatangan di bawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan Manajemen Konstruksi : Antara 1. bertindak untuk dan atas nama …………………… (nama Badan Usaha).... Dengan 2. Alamat : …………………………………..

Membantu Konsultan Perencana dalam pelaksanaan value engineering pada tahap perencanaan secara in house. Mengawasi dan mengikuti penyelenggaraan paket kegiatan loka karya VE 40 Jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana khusus untuk pembangunan bangunan diatas 12.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. strategi pentahapan serta penyusunan dokumen lelang. pemeliharaan pekerjaan. evaluasi program atas perubahan lingkungan. menyusun laporan hasil rapat koordinasi. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. evaluasi program atas penyimpangan teknis dan manajerial dari persoalan yang timbul. d. Page 27 laporan harian. Mengadakan evaluasi program kegiatan perencanaan yang diusulkan oleh Konsultan Perencana yang meliputi program penyediaan dan penggunaan sumber-daya. serta bantuan evaluasi proses pengadaan rekanan. kuantitas. Mengadaka dan memimpin rapat-rapat koordinasi perencanaan. g. serta untuk serah terima pekerjaan perencanaan. b. serta pengusulan koreksi program. Membantu PIHAK PERTAMA menyiapkan kontrak perjanjian pekerjaan perencanaan. ii. Memberikan konsultasi kegiatan perencanaan yang terdiri atas : 1). dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. Memeriksa laporan kegiatan perencanaan secara periodik. iv. vii. e. Pada tahap Perencanaan : i. Mengendalikan program yang meliputi : evaluasi program atas hasil perencanaan. Perumusan evaluasi status dan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. v. c. vi. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh . Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. iii. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan. 2). 3). Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran.Page 26 waktu dan strategi pengadaan. f. Menyusun laporan dan berita acara dalam rangka kemajuan pekerjaan dan pembayaran angsuran. dan membuat laporan kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi. Melakukan penelitian kelengkapan dokumen perencanaan dan dokumen perencanaan dan dokumen pelelangan untuk pelaksanaan konstruksi. 4). menyusun program pelelangan serta membantu kegiatan panitia pelelangan. Review pekerjaan perencanaan dari sudut efisiensi sumber daya serta kemungkinan pelaksanaan. ii.

e. Surat Usulan Calon Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… d. Membantu PIHAK PERTAMA dalam pengurusan IPB (Ijin Penggunaan Bangunan) dari Pemerintah Daerah Tingkat II setempat. Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built drawings) sebelum serah terima pertama. Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… c. dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan. Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : ……………………………………………. Tanggal : ……………………………………………. Tanggal : ……………………………………………….. Surat Keputusan Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………. i. Nomor : ……………………………………………….Kontraktor Pelaksana. Bersama Konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perjanjian ini. Menyusun daftar cacat-cacat/ kerusakan sebelum serah terima pertama. Membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pendaftaran gedung sebagai bangunan gedung Negara. Page 28 f. yaitu : a. . h. DIPA : ………………………………………………. Tanggal : ……………………………………………. k. l. b.. j. Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 2.

Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini. l. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan Manajemen Konstruksi yang ditetapkan. sehingga pelaksanaan pekerjaan manajemen konstruksi . d. c. j. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN 1. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. h. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. i. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya. f. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. antara lain : a. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : a. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. Page 29 n. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. c.Addendum (bila ada) 3. k. g. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. e. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. m. b. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. d. 2. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. b.

Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah Kurang. . perintah/petunjuk yang penting dari PIHAK PERTAMA. Tenaga kerja. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 surat perjanjian ini dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh PIHAK KEDUA. 5. dan memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA tentang kelainan yang ditemukan dan mengusulkan cara penyelesaiannya sesuai standar dan ketentuan serta peraturan yang berlaku. Page 30 2. Waktu pelaksanaan pekerjaan. 3. Gambar rincian pelaksanaan (shop drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. Kontraktor Pelaksana. berisi keterangan tentang : a. c.sesuai dengan Surat Perjanjian ini. 9. Kelengkapan dokumen pendaftaran bangunan gedung Negara lengkap dengan lampiranlampirannya. akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA sehubungan dengan pekerjaan ini. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI Hasil pekerjaan pengawasan disamping harus sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas segala kerugian PIHAK PERTAMA. 4. 9. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. 7. Alat-alat. yang memuat semua kejadian. Laporan Akhir Pekerjaan Manajemen Konstruksi. Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan. Kelancaran pelaksanaan proyek yang berhubungan dengan manajemen konstruksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran. Laporan harian. 10. harus diserahkan kepada PIHAK PERTAMA minimal dalam rangkap 5 (lima). Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dan Manual Peralatanperalatan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan baik langsung ataupun tidak langsung turut serta baik sebagai Sub Kontraktor maupun pemasok bahan dari pekerjaan ini. diterima atau ditolak. 5. 4. b. 6. Bahan-bahan yang datang. PIHAK KEDUA wajib melaksanakan periksa ulang semua Dokumen Teknis sesuai keahliannya. Buku harian. 3. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada pihak lain. 8. 7. 6. e. dan PIHAK KEDUA. Laporan rapat di lapangan (site meeting). Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian. 8. yang masing-masing terdiri dari : 1. d.

( ………………………………. Besarnya biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp ………………… (………………………………………………. Jumlah biaya tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak. yang telah disetujui/disahkan oleh PIHAK PERTAMA. 2. ………………. ………………. Page 31 Pasal 6 BIAYA MANAJEMEN KONSTRUKSI 1. Pembayaran tahap kedua sebesar …. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. atau adanya surat perintah penambahan pekerjaan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. yang dibebankan pada Satuan Kerja : ………………………………… sesuai dengan DIPA/RKA-KL …………………………….. tanggal …………… Tahun Anggaran ………………/………… 2. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan manajemen konstruksi sampai selesai 100% yang disebut dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini. dengan ketentuan sebagai berikut : a. (Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja dari PIHAK PERTAMA) sampai dengan dilaksanakannya Serah Terima Kedua pekerjaan konstruksi fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai …. Pasal 7 CARA PEMBAYARAN 1. ( ………………………………….Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. yang mengakibatkan bahwa adanya perpanjangan/ penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum). Jangka waktu penyelesaian pekerjaan tersebut dalam ayat 1 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA kecuali adanya “keadaan memaksa” seperti diatur dalam Pasal 14 Surat Perjanjian ini.) dan merupakan biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price).. dan . %..% dari biaya manajemen konstruksi yakni sejumlah Rp... b. Pembayaran biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan prestasi pekerjaan pemborongan. Pembayaran tahap kesatu sebesar ………….. ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana telah mencapai 100 % (serah terima pertama). …………………… ( …………… ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai ………… %. c. % dari biaya manajemen konstruksi yakni sejumlah Rp..% dari biaya manajemen konstruksi yakni sejumlah Rp. Nomor : ………………………. terhitung mulai tanggal ……………………. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan manajemen konstruksi sebagaimana tercantum dalam pasal 4 surat perjanjian ini. Pembayaran tahap ketiga sebesar ……. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA..

maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA Surat Jaminan Pekerjaan Manajemen Konstruksi berupa Surat Jaminan Bank Umum atau Perusahaan Asuransi Kerugian sebesar 5 % dari biaya manajemen konstruksi atau sejumlah Rp ………………………. setelah Serah Terima II pekerjaan konstruksi fisik dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugasnya. Pasal 10 TENAGA KERJA DAN UPAH 1. d. Dalam hal PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian ini dan terjadi pemutusan hubungan perjanjian sesuai pasal 15. diserahkan kembali oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Selambat-lambatnya pada saat perjanjian ini ditanda tangani. Surat Jaminan tersebut pada ayat 1 pasal ini. maka jaminan pelaksanaan manajemen konstruksi menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA. 2. keahlian serta .PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas manajemen konstruksi dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. (…………………………………. dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Segala pajak-pajak sehubungan pekerjaan pengawasan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. 4.(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Agar pekerjaan pengawasan berjalan seperti yang ditetapkan. 2. 3. maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa berlakunya dan harus dijamin tidak ada waktu senggang antaranya.. Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak Page 32 Pasal 8 JAMINAN PELAKSANAAN PENGAWASAN 1.) dibayar setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua pekerjaan konstruksi fisik. serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan manajemen konstruksi sesuai pasal 4 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA. Bila jangka waktu berlakunya Surat Jaminan Pekerjaan Manajemen Konstruksi berakhir sebelum dilaksanakannya Serah Terima Dokumen pekerjaan seperti dalam ayat 2 pasal ini. Pasal 9 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1.000.). 2. PIHAK KEDUA diwajibkan menyediakan tenaga kerja yang cukup jumlah. ………………… (…………………………. Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai temple Rp 6. Pembayaran tahap keempat/terakhir sebesar 10% dari jumlah biaya pekerjaan manajemen konstruksi yakni sejumlah Rp.

Ditempat pekerjaan pengawasan harus selalu ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai Pimpinan Manajemen Konstruksi / Tenaga Ahli. 3. 4. .. 2. sehubungan dengan pekerjaan manajemen konstruksi ini. prosen) dari jumlah biaya pengawasan ( umumnya 10%). maka PIHAK KEDUA setuju akan diberi biaya pekerjaan manajemen konstruksi sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam menjalankan tugas pengawasan tersebut. maka PIHAK PERTAMA akan menolak tenaga ahli tersebut dan memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA segera mengganti pengawas/tenaga ahli lain yang memenuhi syarat sebagaimana yang diminta oleh PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA harus menggunakan bentuk organisasi jumlah dan kualifikasi tenaga ahli dengan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Manajemen Konstruksi (KAK) yang telah disetujui oleh Kedua belah pihak. Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan pengawasan bertentangan dengan Surat Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kerugian tersebut. Ongkos-ongkos dan upah kerja yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA. 4.ketrampilannya. Page 33 Pasal 11 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA 1. % ( ……. Jumlah denda kumulatif tersebut dalam ayat 1 diatas ditetapkan maksimum sebesar …. 2. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugas dan kewajibannya sesuai Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA. dengan kewajiban PIHAK KEDUA tetap harus memperbaiki kelalaian yang diperingatkan tersebut (umumnya 1-3%). Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 10 ayat 1 Surat Perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi. 2. Tenaga Ahli Manajemen Konstruksi yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi persyaratan yang diperlukan. Pasal 12 SANKSI DAN DENDA 1. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. maka untuk setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan “denda kelalaian” sebesar … % ( ……… persen) dari biaya pengawasan. Penunjukan Pemimpin Manajemen Konstruksi /Tenaga Ahli ini yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan. yang mempunyai wewenang/kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA. 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. dan dapat menerima/memberikan/ memutuskan segala petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA. 3. kualifikasi tenaga maupun jumlah tenaga yang telah ditetapkan. 3.

Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA). 2.5. pemberontakan. Yang dimaksud “keadaan memaksa” dalam perjanjian ini adalah peristiwa-peristiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak. PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. b. dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban Page 35 keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK . Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban.) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini.. f. d. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA. tanah longsor. e. Apabila selama ………… (…………………………………. badai dan banjir). PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan Memaksa. revolusi. d. c. akan diperhitungkan dalam pembayaran yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Biaya manajemen konstruksi atas bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan memaksa” tersebut. maka : a. huru-hara. b. Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah. Denda-denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini. makar. Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan manajemen konstruksi tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. Apabila terjadi “keadaan memaksa”. c. kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan kontraktor). maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan memaksa” tersebut. Bencana alam (gempa bumi. Page 34 Pasal 13 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN 1. 2. yaitu : a. maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis. Pasal 14 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 1. Perang. setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA. maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA.

e. maka perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. Dalam hal adanya pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. c. Pasal 16 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas pekerjaan manajemen konstruksi sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 4 Surat Perjanjian ini. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan manajemen konstruksi ini. 2. 2. h. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. g. PIHAK KEDUA memberikan keterangan yang tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan Pekerjaan Manajemen Konstruksi ini. Jika terjadi Pemutusan Perjanjian Manajemen Konstruksi ini. sebagaimana seperti dalam Pasal 12 ayat 2 Perjanjian ini. maka akan . PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA. Pasal 15 PEMUTUSAN PERJANJIAN 1. Pasal 12. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : a. d. Page 36 4.KEDUA. tetapi berhak atas pembayaran prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan serta kerugian Negara. Apabila “keadaan memaksa” itu ditolak oleh PIHAk PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan Pasal 5. 3. karena kelalaian PIHAK KEDUA. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam Pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. b. f. Pasal 15 Surat Perjanjian ini. 3. Telah dikenakan denda yang kumulatif sebesar 10% (sepuluh prosen) dari biaya pekerjaan pengawasan. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Manajemen Konstruksi lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 diatas. Dalam waktu satu bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan manajemen konstruksi yang telah dimulainya. Selain yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal terbitnya Surat Keputusan Penunjukan PIHAK KEDUA tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan manajemen konstruksi sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA.

dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama. 3. *)……………………. NIP . ……………………………. 3. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. Surat Perjajian ini dibuat dalam rangkap …… (………. dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : a..diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit. maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri…………. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pekerjaan manajemen konstruksi ini. Surat Perjanjian Pekerjaan Manajemen Konstruksi ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di ……………………… pada hari dan tanggal tersebut diatas. Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri …………………………. Dalam Surat Perjanjian tidak boleh ada tipp-ex dan tulisan tangan (nomor dan tanggal Misalnya) dan masing-masing lembaran diparaf oleh pihak pertama dan pihak kedua. . ……………… Komitmen …………………………. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. beserta segala akibat hukumnya. b. yang dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak. dan c.) bermeterai cukup. 2. 4. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. Page 37 PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat PT/CV. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. Catatan : *) Ditandatangani penanggung jawab perusahaan Pasal 8 (Jaminan Pelaksanaan) berlaku untuk pekerjaan dengan nilai Rp 50 juta keatas.. Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota. Pasal 18 PENUTUP 1. Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. dan dinyatakan berlaku sejak diterbitkannya Surat Perintah Kerja (atau Mulai Kerja) dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. ……………………… …………………………………. Pasal 17 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian manajemen konstruksi ini...

minggu :……………………………… 2. Biaya Pekerjaan MK : Rp. . g. c. Lokasi :………………………………………………. d. ………………………………………….) h. ………………………………………………………………………. d..Page 38 LAPORAN PEKERJAAN MK SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor :………………………………. Dan seterusnya. (……………………………………………. c. LAPORAN PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………… LAMPIRAN : 1 (satu) set Laporan 1. Pelaksanaan kegiatan manajemen konstruksi tersebut meliputi (laporan lengkap terlampir) : a. e. Tanggal :……………………………….. DIPA : Nomor :………………………………. Satuan Kerja :………………………………………………. Telah melaksanakan pekerjaan Manajemen Konstruksi untuk : a. b.. e. Pekerjaan :………………………………………………. ………………………………………………………………………. f.. ………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………. Konsultan MK :………………………………………………. Waktu Pekerjaan MK : Tgl mulai :……………………………… Tgl selesai :……………………………… Jml. b. SPK Manajemen Konstruksi Tanggal :……………………………….

Diketahui oleh : Dibuat oleh : Tim Teknis Satuan Kerja/ Konsultan Manajemen Konstruksi PPK**) …………………………. % (……………. ……………………………. ………………… *) …………………………..3. : ……………………… . ………………………. b.. Berdasarkan laporan pekerjaan pelaksanaan Nomor : ……………. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Pelaksanaan Tanggal : …………………… Kemajuan pekerjaan telah mencapai prestasi sebesar : ………. PT/CV ………………………….) prosen.Penanggung jawab perusahaan dan atau . Page 39 Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya. Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : . NIP.Penanggung jawab lapangan dari perusahaan **) Diisi Nama Satuan Kerja yang bersangkutan Page 40 BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN MK SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN MK PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. Minggu ke …… tanggal …………… yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana dan diperiksa oleh Konsultan Manajemen Konstruksi bahwa : a. Kontraktor Pelaksana : PT/CV …………………………….

Pekerjaan : ……………………………………………… 2. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………. tanggal ……………………. Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : …………………….... Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris …………………………….. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Pekerjaan MK dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan MK untuk : Page 41 1.. Kedua belah pihak berdasarkan : 1.. tanggal ………………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Surat Perjanjian Pekerjaan Manajemen Konstruksi/SPK Nomor : ……………………………. Alamat kantor : ………………………………………………………... Nama : ………………………………………………………….. Minggu ke : ……………. Nomor : …………………………………………...LAMP.. 2. Tanggal : ………………………………………….. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……….. Tanggal : …………………………………………. Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. Pada hari ini.. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II.. .. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK …………………….*) : Laporan Pekerjaan MK Nomor : ……………..... Tanggal : …………….

Dan seterusnya : …….. ……………………... (………………………….. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN MANAJEMEN KONS. …………………………………. : ……. UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… . Satuan Kerja : ……………………………………………… 4. Laporan mingguan. ……………………………… ………………………………… *) …………………………..) rangkap Demikian Berita Acara Serah Terima pekerjaan manajemen konstruksi ini dibuat dan ditandatangani di ………………………… pada tanggal tersebut diatas. (…………………………. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Manajemen Konstruksi Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV. Nip..) rangkap 2. ….Lokasi : ……………………………………………… 3. DIPA : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 Penyerahan sebagaimana yang dimaksud pasal 1 diatas termasuk meliputi (sesuai Surat Perjanjian Pekerjaan Manajemen Konstruksi) : 1. …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 42 BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI (MK) UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN SATUAN KERJA : ……………………… …………………………………………….

.... Dengan ini menyatakan : 1.. b... Nama : …………………………………………………………. untuk : a......……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL.... Nomor : …………………………………………. Satuan Kerja : . Jabatan : Kepala Satuan Kerja/ PPK .............*) : Laporan Pekerjaan MK Nomor : ……………........ Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I....... Tanggal : …………………………………………. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : ………………………………………….... Minggu ke : …………….. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………........ Kedua belah pihak telah setuju dan sepakat bahwa.. : ……………………… LAMP............. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA......... Pekerjaan : ...... Tanggal : ………………………………………….. Lokasi : ..... c..... Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………..... Tanggal : ……………..... Pada hari ini... Alamat kantor : ………………………………………………………. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ………. ……………………....

........... Angsuran ke ….. Biaya Pekerjaan MK : Rp....... d... pada tanggal tersebut diatas.......................................... ………………………… c......................... Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : ................% (........... Tanggal : ... e... f.. Angsuran ke …............. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya...... Prestasi pekerjaan manajemen konstruksi telah mencapai kemajuan sebesar : ........... ………………………… Terbilang : (………………………………………………………) Demikian Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Manajemen Konstruksi ini dibuat dan ditandatangani di .................... Angsuran ke ….... (………………………………) kali angsuran pembayaran yaitu : a......... = Rp.. Berdasarkan pasal ................. maka PIHAK KEDUA telah berhak menerima dari PIHAK PERTAMA sejumlah : .............) prosen.... PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Manajemen Konstruksi Kepala Satuan Kerja/PPK . ayat .............. Kepada PIHAK KEDUA. Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Manajemen Konstruksi tersebut butir 1........... ………………………… b................. ..... SPK Manajemen Konstruksi Tanggal : ...... ………………………… ------------------------------------Jumlah yang telah dibayarkan = Rp. telah dibayarkan : . Page 43 2.......... .. = Rp. DIPA : Nomor : .......... = Rp................................. ………………………… 4............................................... % x Rp .. 3....... = Rp.................. Konsultan MK : ...f diatas............. Pada angsuran pembayaran Ini PIHAK KEDUA berhak Dibayarkan sebesar : = Rp. g.......................................

serta berkontribusi positif bagi perkembangan arsitektur di Indonesia. …………………………………. Setiap bangunan gedung negara harus direncanakan. SURAT PERINTAH KERJA PEKERJAAN PERENCANAAN 3. dirancang dengan sebaik-baiknya. sehingga mampu memenuhi secara optimal fungsi bangunannya. KONTRAK PEKERJAAN PERENCANAAN 4. 3. norma serta tata laku profesional. MAKSUD DAN TUJUAN i.. 2. Pemberi jasa perencanaan untuk bangunan gedung Negara perlu diarahkan secara baik dan menyeluruh. dan dapat sebagai teladan bagi lingkungannya. B. biaya. sehingga mampu menghasilkan karya perencanaan teknis bangunan yang memadai dan layak diterima menurut kaidah. BERITA ACARA PEKERJAAN PERENCANAAN Page 45 KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEKERJAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI …………………………………………………………………… SATUAN KERJA/PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………… I. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan . Setiap bangunan gedung negara harus diwujudkan dengan sebaik-baiknya. sehingga dapat memenuhi kriteria teknis bangunan yang layak dari segi mutu. UMUM 1. andal. 4. …………………….. KERANGKA ACUAN KERJA PEKERJAAN PERENCANAAN 2. PENDAHULUAN A. Kerangka Acuan Kerja (KAK) untuk pekerjaan perencanaan perlu disiapkan secara matang sehingga memang mampu mendorong perwujudan karya perencanaan yang sesuai dengan kepentingan proyek. Nip.PT/CV. dan kriteria administrasi bagi bangunan Gedung Negara. …………………………… Catatan : *) Untuk BA 100% juga dilampirkan BA serah terima pekerjaan **) Penanggung jawab perusahaan Page 44 Lampiran II : Keputusan Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara Nomor: 154/KEP/BP-BRR/X/2006 LAMPIRAN II 1. ……………………………… ………………………………… **) ………………………….

khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. LINGKUP PROYEK 1. Dan seterusnya. Lingkup pekerjaan adalah (sesuai RKA-KL) : a. 2. b.Perencana yang memuat masukan. ……………………………………………………………… c. prarencana bangunan termasuk program dan konsep ruang. C. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian lingkup Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen……………………… 2. Untuk penyelenggaraan Proyek termaksud. azas. dan konsultasi dengan pemerintah daerah setempat mengenai peraturan daerah/perijinan bangunan. c. membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK. perkiraan biaya. kriteria. KEGIATAN PERENCANAAN Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh konsultan Perencana adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku. site/tapak bangunan. Tanggal …………… dengan susunan organisasi seperti pada lampiran. …………………………………………………………… b. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. Lingkup proyek adalah Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi …………………………………. (sesuai DIPA). keterangan persyaratan bangunan dan lingkungan. Dan SK pembentukan Panitia Lelang/Pengadaan/ Penunjukan langsung Nomor : Page 46 …………………………. dibentuk Organisasi Pengelola Satuan Kerja berdasarkan Surat Keputusan Kepala Satuan Kerja Nomor : ………………………. dan perencanaan fisik bangunan gedung Negara yang terdiri dari : a. Tanggal ………………. II. dan mengurus perijinan sampai mendapatkan keterangan rencana kota. D. Menyelenggarakan paket kegiatan loka karya value engineering (VE) selama . Persiapan perencanaan seperti mengumpulkan data dan informasi lapangan (termasuk penyelidikan tanah sederhana). Pemegang Mata Anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias. LATAR BELAKANG 1. Dengan penugasan ini diharapkan Konsultan Perencana dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai KAK ini. dan IMB pendahuluan dari Pemerintah Daerah setempat. yang dapat meliputi tugas-tugas perencanaan lingkungan. 3. Penyusunan prarencana seperti rencana tapak. keluaran dan proses yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterpretasikan ke dalam peleksanaan tugas perencanaan. ii.

Membantu panitia pelelangan pada waktu penjelasan pekerjaan. Membuat laporan akhir pengawasan berkala. Rencana arsitektur. Menyusun buku petunjuk penggunaan peralatan bangunan dan perawatannya termasuk petunjuk yang menyangkut peralatan dan perlengkapan mekanikalelektrikal bangunan. Memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang timbul selama masa pelaksanaan konstruksi. Mengadakan persiapan pelelangan. Penyusunan rencana detail antara lain membuat : a. Rencana struktur.000 M2 atau diatas 8 lantai). beserta uraian konsep dan visualisasi atau studi market yang mudah dimengerti oleh pemberi tugas. h. detail utilitas yang sesuai dengan gambar rencana yang telah disetujui. pertimbangan dan rekomendasi tentang penggunaan bahan. Rencana utilitas. . 2. Page 47 c. e. antara lain membuat : 1. i. Perkiraan biaya. Memberikan saran-saran. 4. Konsultan Perencanaan bertanggung jawab secara professional atas jasa perencanaan yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku. 3. b. d. Rincian volume pelaksanaan pekerjaan. b. menyusun kembali dokumen pelelangan. beserta uraian konsep dan perhitungannya. rencana anggaran biaya pekerjaan konstruksi.40 (empat puluh) jam secara in house (khusus untuk pembangunan bangunan gedung diatas luas 12. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). Secara umum tanggung jawab konsultan adalah minimal sebagai berikut : 1. Laporan akhir perencanaan. Gambar-gambar detail arsitektur. 4. b. 2. termasuk menyusun berita acara penjelasan pekerjaan. seperti membantu Kepala satuan Kerja/ Pejabat pembuat Komitmen di dalam menyusun dokumen pelelangan dan membantu panitia pelelangan menyusun program dan pelaksanaan pelelangan. Melakukan penyesuaian gambar dan spesifikasi teknis pelaksanaan bila ada perubahan. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus memenuhi persyaratan standar hasil karya perencanaan yang berlaku. dan melaksanakan tugas-tugas yang sama apabila terjadi lelang ulang. d. Mengadakan pengawasan berkala selama pelaksanaan konstruksi fisik dan melaksanakan kegiatan seperti : 1. f. TANGGUNG JAWAB PERENCANAAN a. Penyusunan pengembangan rencana. evaluasi penawaran. g. 3. detail struktur. beserta uraian konsep dan perhitungannya.

ii. termasuk melalui KAK ini. DIPA Nomor : ………………. b. sesuai dengan ketentuan billingrate yang berlaku. Sumber Dana Sumber Dana dari keseluruhan pekerjaan perencanaan di bebankan pada : 1. . Bila terdapat pekerjaan non standar. Honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang. Besarnya biaya pekerjaan perencanaan mengikuti Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Loan Nomor : ………………. maka dihitung secara orang-bulan dan biaya langsung yang dapat diganti. Pengaturan komponen pembiayaan pada butir a) dan b) diatas adalah dipisahkan antara bangunan standar. 6.. d. Biaya rapat-rapat. Untuk pekerjaan standar berlaku maksimum sesuai yang tercantum dalam tabel A1. 2. Besarnya biaya konsultan Perencanaan merupakan biaya tetap dan pasti. B. Jasa dan overhead Perencanaan. Pembelian dan atau sewa peralatan.. 2. Ketentuan pembiayaan lebih lanjut mengikuti surat perjanjian pekerjaan perencanaan yang dibuat oleh Kepala satuan kerja/Pejabat pembuat Komitmen dan Konsultan Perencana. 5. Biaya pekerjaan Konsultan Perencana dan tata cara pembayaran diatur secara kontraktual setelah melalui tahapan proses pengadaan konsultan perencana sesuai peraturan yang berlaku. iii. standar. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah memenuhi peraturan. 7. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 yaitu : a. Sewa kendaraan. seperti dari segi pembiayaan. dan pedoman teknis bangunan gedung yang berlaku untuk bangunan gedung pada umumnya dan yang khusus untuk bangunan gedung Negara. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah mengakomodasi batasan-batasan yang telah diberikan oleh proyek. c. serta dan non standar dan harus terbaca dalam suatu rekapitulasi akhir yang menyebut angka dan huruf. 8. 3. tanggal ……………………. B I A Y A A. 3. tanggal …………………….. yang terdiri dari : 1. Pembayaran biaya Konsultan Perencana didasarkan pada prestasi kemajuan pekerjaan perencanaan. e.2. Tabel B1 dan Tabel D. Biaya Perencanaan. Pajak dan iuran daerah lainnya. Page 48 IV. 4.. waktu penyelesaian pekerjaan dan mutu bangunan yang akan diwujudkan. Perjalanan (local maupun luar kota). Materi dan penggandaan laporan. 1.

3. Dan lain-lain. Page 49 V. K E L U A R A N Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Perencana berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam surat perjanjian, yang minimal meliputi : a. Tahap Konsep Rencana Teknis 1. Konsep penyiapan rencana teknis, termasuk konsep organisasi, jumlah dan kualifikasi tim perencana, metoda pelaksanaan, dan tanggung jawab perencanaan. 2. Konsep skematik rencana teknis, termasuk program ruang, organisasi hubungan ruang, dll. 3. Laporan data dan informasi lapangan, termasuk penyelidikan tanah sederhana, keterangan rencana kota, dll. b. Tahap Pra-rencana Teknis 1. Gambar-gambar rencana tapak. 2. Gambar-gambar pra-rencana bangunan. 3. Perkiraan biaya pembangunan. 4. Garis besar rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). 5. Hasil konsultasi rencana dengan Pemda setempat. 6. Gambar perspektif dan market (sepanjang diwajibkan). 7. Laporan hasil kegiatan lokakarya value engineering (khusus untuk bangunan diatas 12.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). c. Tahap Pengembangan Rencana 1. Gambar pengembangan rencana arsitektur, struktur utilitas. 2. Uraian konsep rencana dan perhitungan-perhitungan yang diperlukan. 3. Draft rencana anggaran biaya. 4. Draft rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). d. Tahap Rencana Detail 1. Gambar rencana teknis bangunan lengkap. 2. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). 3. Rencana kegiatan dan volume pekerjaan (BQ). 4. Rencana anggaran biaya (RAB). Page 50 5. Laporan perencanaan arsitektur, struktur, utilitas, lengkap dengan perhitunganperhitungan yang diperlukan. e. Tahap pelelangan 1. Dokumen tambahan hasil penjelasan pekerjaan, 2. Laporan bantuan teknis dan administratif pada waktu pelelangan. f. Tahap Pengawasan Berkala 1. Laporan pengawasan berkala. 2. Dokumen petunjuk penggunaan, pemeliharaan, dan perawatan peralatan/ perlengkapan/bangunan (bila ada). VI. K R I T E R I A

A. Kriteria Umum : Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh konsultan perencana seperti yang dimaksud pada KAK harus memperhatikan kriteria umum bangunan disesuaikan berdasarkan fungsi dan kompleksitas bangunan, yaitu : 1. Persyaratan Peruntukan dan Intensitas : a. menjamin bangunan gedung didirikan berdasarkan ketentuan tata ruang dan tata bangunan yang ditetapkan di Daerah yang bersangkutan, b. menjamin bangunan dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya, c. menjamin keselamatan pengguna, masyarakat, dan lingkungan. 2. Persyaratan Arsitektur dan Lingkungan : a. menjamin terwujudnya bangunan gedung yang didirikan berdasarkan karakteristik lingkungan, ketentuan wujud bangunan, dan budaya daerah, sehingga seimbang, serasi dan selaras dengan lingkungannya (fisik, sosial dan budaya). b. Menjamin terwujudnya tata ruang hijau yang dapat memberikan keseimbangan dan keserasian bangunan terhadap lingkungannya. c. Menjamin bangunan gedung dibangun dan dimanfaatkan dengan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. 3. Persyaratan Struktur Bangunan : a. menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dapat mendukung beban yang timbul akibat perilaku alam dan manusia. Page 51 b. Menjamin keselamatan manusia dari kemungkinan kecelakaan atau luka yang disebabkan oleh kegagalan struktur bangunan. c. Menjamin kepentingan manusia dari kehilangan atau kerusakan benda yang disebabkan oleh perilaku struktur. d. Menjamin perlindungan properti lainnya dari kerusakan fisik yang disebabkan oleh kegagalan struktur. 4. Persyaratan Ketahanan terhadap Kebakaran : a. menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dapat mendukung beban yang timbul akibat perilaku alam dan manusia. b. Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dibangun sedemikian rupa sehingga mampu secara struktural stabil selama kebakaran, sehingga : i. cukup waktu bagi penghuni melakukan evakuasi secara aman, ii. cukup waktu bagi pasukan pemadam kebakaran memasuki lokasi untuk memadamkan api, iii. dapat menghindari kerusakan pada property lainnya. 5. Persyaratan Sarana Jalan Masuk dan Keluar : a. menjamin terwujudnya bangunan gedung yang mempunyai akses yang layak, aman dan nyaman ke dalam bangunan dan fasilitas serta layanan di dalamnya. b. Menjamin terwujudnya upaya melindungi penghuni dari kesakitan atau luka saat evakuasi pada keadaan darurat.

c. Menjamin tersedianya aksesibilitas bagi penyandang cacat, khususnya untuk bangunan fasilitas umum dan sosial. 6. Persyaratan Transportasi dalam Gedung : a. menjamin tersedianya sarana transportasi yang layak, aman, dan nyaman di dalam bangunan gedung. b. Menjamin tersedianya aksesibilitas bagi penyandang cacat, khususnya untuk bangunan fasilitas umum dan sosial. 7. Persyaratan Pencahayaan Darurat, Tanda arah Keluar, dan Sistem Peringatan Bahaya : a. menjamin tersedianya pertandaan dini yang informatif di dalam bangunan gedung apabila terjadi keadaan darurat. b. Menjamin penghuni melakukan evakuasi secara mudah dan aman, apabila terjadi keadaan darurat. Page 52 8. Persyaratan Instalasi Listrik, Penangkal Petir dan Komunikasi : a. menjamin terpasangnya instalasi listrik secara cukup dan aman dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. b. Menjamin terwujudnya keamanan bangunan gedung dan penghuninya dari bahaya akibat petir. c. Menjamin tersedianya sarana komunikasi yang memadai dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. 9. Persyaratan Instalasi Gas : a. menjamin terpasangnya instalasi gas secara aman dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. b. Menjamin terpenuhinya pemakaian gas yang aman dan cukup. c. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan gas secara baik. 10. Persyaratan Sanitasi dalam Bangunan : a. menjamin tersedianya sarana sanitasi yang memadai dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. b. Menjamin terwujudnya kebersihan, kesehatan dan memberikan kenyamanan bagi penghuni bangunan dan lingkungan, c. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan sanitasi secara baik. 11. Persyaratan Ventilasi dan Pengkondisian Udara : a. menjamin terpenuhinya kebutuhan udara yang cukup, baik alami maupun buatan dalam menunjang terselenggaranya kegiatan dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. b. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan tata udara secara baik. 12. Persyaratan Pencahayaan :

B. Dikaitkan dengan upaya pelestarian atau konservasi bangunan yang ada. sehingga bangunan dapat dilaksanakan dalam waktu yang pendek dan dapat dimanfaatkan secepatnya. seperti faktor sosial budaya setempat. 3. antara dan pokok yang . VII. menjamin terwujudnya kehidupan yang nyaman dari gangguan sura dan getaran yang tidak diinginkan. Desain bangunan hendaknya dibuat sedemikian rupa. C.a. A Z A S – A Z A S Selain dari kriteria diatas. konsultan Perencana harus menyusun jadwal pertemuan berkala dengan Pengelola Satuan Kerja. Dengan batasan tidak mengganggu produktivitas kerja. 2. Bangunan gedung Negara hendaknya dapat meningkatkan kualitas lingkungan. menjamin terpenuhinya kebutuhan pencahayaan yang cukup. Dalam proses perencanaan untuk menghasilkan keluaran-keluaran yang diminta. segi teknis lainnya. Dalam pertemuan berkala tersebut ditentukan produk awal. terutama sebagai bangunan pelayanan kepada masyarakat. efisien. Persyaratan Kebisingan dan Getaran : a. Menjamin adanya kepastian bahwa setiap usaha atau kegiatan yang menimbulkan dampak negatif suara dan getaran perlu melakukan upaya pengendalian pencemaran dan atau mencegah perusakan lingkungan. geografi klimatologi. dan lain-lain. hendaknya diusahakan serendah mungkin. PROSES PERENCANAAN A. spesifik berkaitan dengan bangunan gedung yang akan direncanakan. di dalam melaksanakan tugasnya konsultan Perencana hendaknya memperhatikan azas-azas bangunan gedung Negara sebagai berikut : A. E. Solusi dan batasan-batasan kontekstual. dan menjadi acuan tata bangunan dan lingkungan di sekitarnya. D. seperti dalam rangka implementasi penataan bangunan dan lingkungan. b. Kesatuan perencanaan bangunan dengan lingkungan yang ada disekitar. baik alami maupun buatan dalam menunjang terselenggaranya kegiatan dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. Kreatifitas desain hendaknya tidak ditekankan pada kelatahan gaya dan kemewahan material. Page 53 13. baik dari segi fungsi khusus bangunan. b. Bangunan gedung Negara hendaknya fungsional. menarik tetapi tidak berlebihan. Page 54 B. tetapi pada kemampuan mengadakan sublimasi antara fungsi teknik dan fungsi sosial bangunan. VIII. biaya investasi dan pemeliharaan bangunan sepanjang umurnya. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan pencahayaan secara baik. misalnya : 1. Kriteria Khusus Kriteria khusus dimaksudkan untuk memberikan syarat-syarat yang khusus. B.

atau selambat-lambatnya tanggal ……………. ) hari kalender. Kebutuhan (sekarang dan proyeksi mendatang). iii. koefisien dasar bangunan. jumlah personil-personil sekarang dan proyeksi pengembangan untuk ………. Konsultan Perencana harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya. ( ……………………. dan dimensinya. berat. Kegiatan utama. Tahun mendatang (umumnya 5 tahun). . vi. ii. konsultan Perencana harus mencari informasi yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Kepala satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini. konsultan harus selalu memperhitungkan bahwa waktu pelaksanaan pekerjaan adalah mengikat. keinginan tentang organisasi / pemanfaatan ruang. penghijauan dan lain-lain. Pemakai bangunan : i. iv. Jangka waktu pelaksanaan. c. meliputi : i. perkerasan. Keinginan-keinginan tentang utilitas bangunan seperti : i. Kesalahan/kelalaian pekerjaan perencanaan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab Konsultan Perencana. kondisi fisik lokasi seperti : luasan. Air bersih : 1.harus dihasilkan konsultan sesuai dengan rencana keluaran yang ditetapkan dalam KAK ini. program ruang. I n f o r m a s i 1. iv. jenis. d. baik yang berasal dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen maupun yang dicari sendiri. Perlengkapan/peralatan khusus. b. Informasi tentang lahan. Keinginan tentang ruang-ruang tertentu. kondisi tanah (hasil soil test). peruntukan tanah. ii. batas-batas. Dalam hal ini informasi yang diperlukan dan harus diperoleh untuk bahan perencanaan diantaranya mengenai hal-hal sebagai berikut : a. C. khususnya sampai diserahkannya dokumen perencanaan untuk siap dilelangkan adalah …. struktur organisasi. vii. baik yang berhubungan dengan pemakai atau perlengkapan yang akan digunakan dalam ruang tersebut. Dalam pelaksanaan tugas. Page 55 iii. e. dan topografi. MASUKAN A. 2. keadaan air tanah. 3.. D. f. koefisien lantai bangunan. ii. v. IX. pelengkap. Kebutuhan bangunan : i. Keinginan tentang kemungkinan perubahan fungsi ruang/bangunan. penunjang. perincian penggunaan lahan. Untuk melaksanakan tugasnya.

iii. (bila dipersyaratkan) 1. Tata Udara/ A. sistim yang dipilih. Transportasi vertical dalam bangunan (bila dipersyaratkan). radio. spesifikasi). kebutuhan titik pembicaraan.C. Orang 2. 1. interval dan waktu tunggu (Waiting Time).2. jaringan dan kapasitasnya. Page 56 ix. Struktur : …………………………. beban (Ton ref). Koordinasi perencanaan ……………. Type dan kapasitas yang akan dipilih. v. TENAGA Untuk melaksanakan tujuannya. Orang b. Utilitas : …………………………. Arsitektur : …………………………. 2. kebutuhan daya. Penanggulangan bahaya kebakaran (bila dipersyaratkan) : vii. letak saluran kota. Orang . cadangan apabila dibutuhkan (kapasitas. pembagian beban. 2. 2. x. vi. konsultan Perencana harus menyediakan tenaga yang memenuhi ketentuan proyek. 3. Air kotor dan sampah. 2. Tenaga-tenaga ahli yang dibutuhkan dalam kegiatan perencanaan minimal terdiri dari : (kualifikasi masing-masing tenaga ahli disesuaikan berdasarkan kebutuhan/ kompleksitas proyek). baik ditinjau dari segi lengkap (besar) proyek maupun tingkat kompleksitas pekerjaan. intercom). iv. 1. penggunaan escalator dan conveyor. B. sumber air. Perencana : a. ii. 2. telex. Pengaman dari bahaya pencurian dan perusakan (bila dipersyaratkan) : viii. Jaringan komunikasi (telepon. sumber daya dan spesifikasinya. 3. 1. Orang c. cara pembuangan keluar tapak. Air hujan dan air buangan : 1. 3. sistem yang diinginkan. Dan lain-lain sesuai keperluannya. Jaringan listrik : 1.

Tenaga-tenaga yang diusulkan oleh konsultan perencana harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen. Jadwal kegiatan secara detail. Administrasi : …………………………. setelah sebelumnya dipresentasikan oleh Konsultan Perencana dan mendapatkan pendapat teknis dari Tim Teknis Satuan Kerja. P E N U T U P A. maka konsultan hendaknya memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan. dilengkapi untuk Kebutuhan proyek yang bersangkutan. B.. Orang 5. Tenaga teknis lainnya sesuai kebutuhan dan lingkup kompleksitas Pekerjaan : …………………………. Konsep penanganan pekerjaan perencanaan. 3. Page 57 XI. NIP : …………………. 2. B. DIBUAT DI : …………………… TANGGAL : …………………… KEPALA SATUAN KERJA/ PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………. dikembangkan. Setelah Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini diterima.3. Catatan : Model KAK tersebut diatas bersifat pokok yang masih Harus disesuaikan. Berdasarkan bahan-bahan tersebut konsultan agar segera menyusun program kerja untuk dibahas dengan Kepala Satuan Kerja / Pejabat Pembuat Komitmen. PROGRAM KERJA A. Orang 4. Konsultan Perencana harus segera menyusun program kerja minimal meliputi: 1. Page 58 SURAT PERINTAH KERJA KEPALA SATUAN KERJA / PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………………… BRR NAD – Nias . Program kerja secara keseluruhan harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. Perhitungan biaya dan kuantitas Pekerjaan : …………………………. Alokasi tenaga yang lengkap (disiplin dan keahliannya). Orang X..

Tanggal : ………………………………………. pra-rencana bangunan termasuk program dan konsep ruang.. Selaku Konsultan Perencana Pekerjaan …………………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Tugas Pekerjaan : Pekerjaan Perencanaan yang akan dilaksanakan adalah : Pembangunan/Rehabilitasi/ Renovasi/Restorasi …………………………………. membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK. b.. dengan ini kami yang bertandatangan dibawah ini : 1. Alamat Kantor : ………………………………………. Alamat Badan Usaha : ……………………………………….Nomor : ………………………………………. dan mengurus perijinan sampai mendapatkan advis planning.... perkiraan biaya.. Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Pelelangan/ Pemilihan Langsung Nomor : ……………………. Surat Perintah Kerja (SPK) ini diperintahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dengan ketentuan dan syarat-syarat seperti tersebut dibawah ini : 1. keterangan persyaratan bangunan dan . Nama Badan Usaha : ………………………………………. di …………………………. Nama : ………………………………………. Selaku Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA. PEKERJAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN / REHABILITASI / RENOVASI / RESTORASI ………………………………………………………………………. Melaksanakan pekerjaan persiapan perencanaan seperti : mengumpulkan data dan informasi lapangan (termasuk penyelidikan tanah sederhana). Nama : ………………………………………. Membuat pra-rencana teknis seperti : rencana tapak. Tanggal …………………………. MEMERINTAHKAN KEPADA : 2... Jabatan : ……………………………………….. (lokasi pekerjaan) yang meliputi tugas-tugas sebagai berikut : Page 59 a. dan konsultasi dengan pemerintah daerah setempat mengenai peraturan daerah/perijinan bangunan. Jabatan : ………………………………………..

Kekuarangan informasi dan kesalahan menterjemahkan informasi adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. …………………. Besarnya biaya pekerjaan perencanaan adalah Rp. Mengadakan persiapan pelelangan. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahap konsep teknis dan tahap pra-rencana teknis. Membuat pengembangan rencana teknis seperti : rencana arsitektur. struktur. dan rencana perkiraan biaya. dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 15%. (………………………………………. c. membantu panitia pelelangan dalam menyusun program dan pelaksanaan pelelangan.. (……………………………………………). Membuat gambar detail rencana seperti : gambar detail arsitektur. 3. …………………………. Mengadakan pengawasan berkala selama dalam pelaksanaan konstruksi fisik dan membuat laporan pengawasan berkala. detail utilitas. Biaya Perencanaan a. yang dibebankan pada Satuan Kerja……………………. aanwijzing. menyusun Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). Pembayaran tahap kesatu sebesar 15% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp ……….. dan utilitas secara lengkap beserta prasarananya termasuk perhitungan sesuai keperluannya.). Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajakpajak. g. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan tahap pengembangan rencana dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 40%. Pembayaran tahap ketiga sebesar 40% dari jumlah biaya perencanaan yakni . evaluasi penawaran dan menyusun kembali dokumen lelang bilamana terjadi lelang ulang. detail struktur. seperti membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pelelangan..sesuai dengan DIPA/RKA-KL Nomor : ……………………. Pembayaran tahap kedua sebesar 25% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. Memeriksa dan mengesahkan gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (As-Built Drawings). membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan membuat laporan akhir perencanaan termasuk petunjuk penggunaan peralatan bangunan dan perawatannya. d.). 2. (…………………………………. f. Cara Pembayaran a. c.lingkungan. h. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. e. Page 60 b. dan IMB pendahuluan dari Pemerintah Daerah setempat. yang merupakan jumlah tetap dan pasti (lumpsum fixed price). dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. tanggal : ………………… b.

d. antara lain : i.) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 85%. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. (…………………. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. Persyaratan dan Spesifikasi Teknis a. e. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. f. iv. i. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan rencana detail dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) : ……………………………… Nomor : ………………. yaitu dilaksanakan Serah Terima Pertama Pekerjaan Konstruksi Fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 80%. Tanggal ……………………….). SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. dan PIHAK KEDUA telah menyerahkan seluruh hasil tugas tanggung jawabnya kepada PIHAK PERTAMA termasuk laporan pengawasan berkala.. k. Page 61 j. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. yaitu PIHAK PERTAMA sudah menunjuk Kontraktor Pelaksana dan PIHAK KEDUA telah menyelesaikan pekerjaan pada tahap pelelangan serta diterima baik oleh PIHAK PERTAMA. e. b. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987.. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. ii. (……………………………………. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/ KPTS/ 2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. g. c.. h. iii. ………………….. Pembayaran tahap keempat sebesar 5 % dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp ……………. d. (………………………. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. SNI 03 – 1727 -1989 Tentang Tatacara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak 4.) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan pelaksanaan mencapai 100%. .sejumlah Rp. SNI 03 – 1729 – 1989 Tentang Tatacara Perencanaan Baja untuk Gedung.. Pembayaran tahap kelima/terakhir sebesar 15% dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan yakni sejumlah Rp ………….

SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. SNI 03 – 2410 – 1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. Page 62 b. Penyelesaian Perselisihan a. PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya (umumnya 1-3%). h. Jika terjadi perselisihan dikemudian hari. Jumlah denda kumulatif ditetapkan maksimum …. a. i. b. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. 7. SNI 03 – 1736 – 1989 Tentang Tatacara Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung. (…………………………) hari kalender terhitung ditandatanganinya Surat Perintah Kerja ini. o/oo (………permil) dari bi aya pekerjaan perencanaan (umumnya 3%). Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan perencanaan yang ditetapkan. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dalam batas waktu yang ditetapkan. j. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya. Semua ketentuan dan peraturan serta Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. maka untuk setiap hari kelambatan PIHAK KEDUA wajib membayar denda kelambatan sebesar ……. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar … % (…… persen) dari biaya pekerjaan perencanaan dengan ketentuan bahwa. Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ……………… dan mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. vii. c. 6.. maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri …………..% (…. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya. 5. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Pemimpin Proyek/Bagian Proyek PT/CV ……………………. prosen) dari biaya pekerjaan perencanaan (umumnya 10%). vi.v. Jangka Waktu Jangka waktu pelaksanaan sampai dengan penyerahan dokumen pelelangan sebagaimana yang disebut dalam butir 1 Surat Perintah Kerja ini ditetapkan selama ……. Sanksi dan Denda. ..

Alamat : …………………………………. SATUAN KERJA/PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………. telah ditunjuk selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia.. Nama Perusahaan : …………………………………. Jabatan (struktural) : ………………………………… Alamat : …………………………………. Dengan 2. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias Nomor : ………………. …………………… *) …………….. tanggal …………. Nama : …………………………………. Jabatan : …………………………………. ketentuan-ketentuan . ……………….. BRR NAD – Nias Nomor : ………………………………… Tanggal : ………………………………… Pada hari ini …………. Tanggal ………… bulan………. bertindak untuk dan atas nama …………………… (nama Badan Usaha). NIP ……………… Catatan : *) Ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan Model perjanjian dengan SPK berlaku hanya untuk pekerjaan yang nilainya sampai RP. yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA. kami yang bertandatangan di bawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan perencanaan : Antara 1.. Yang didirikan dengan Akte Notaris Nomor : …………………. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA.. Maka dengan ini disetujui oleh dan di antara pihak-pihak tersebut. Nama : ………………………………….50 juta. Tanggal …………… oleh Notaris di ……………… dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya. Page 63 SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI …………………………………………………………………….. tahun ……………….………………………………….

Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perjanjian ini. seperti membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pelelangan. struktur. Membuat pengembangan rencana teknis seperti : rencana arsitektur. d. Tugas pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). Mengadakan pengawasan berkala selama dalam pelaksanaan konstruksi fisik dan membuat laporan pengawasan berkala. dan utilitas secara lengkap beserta prasarananya termasuk perhitungan sesuai keperluannya. Kekurangan informasi dan kesalahan menterjemahkan informasi adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan membuat laporan akhir perencanaan termasuk petunjuk penggunaan peralatan bangunan dan perawatannya. dan mengurus perijinan sampai mendapatkan advis planning. Memeriksa dan mengesahkan gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (As-Built Drawings). Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) ……………………… Nomor : . evaluasi penawaran dan menyusun kembali dokumen lelang bilamana terjadi lelang ulang. aanwijzing. Di ………………………………… Page 64 2. dan konsultasi dengan pemerintah daerah setempat mengenai peraturan daerah/perijinan bangunan. Membuat gambar detail rencana seperti : gambar detail arsitektur. seperti antara lain : a. keterangan persyaratan bangunan dan lingkungan. pra-rencana bangunan termasuk program dan konsep ruang. h. detail struktur. e.sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal di bawah ini : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1. i. menyusun Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). perkiraan biaya. yaitu untuk melaksanakan : Pekerjaan perencanaan Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi ……………. c. g. Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. b. f. PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut. detail utilitas. Mengadakan persiapan pelelangan. yaitu : a. membantu panitia pelelangan dalam menyusun program dan pelaksanaan pelelangan. dan rencana perkiraan biaya.000 M2 atau diatas 8 lantai) pada tahap pra-rencana. Membuat pra-rencana teknis seperti : rencana tapak. membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK. Menyelenggarakan paket kegiatan lokakarya value engineering (VE) selama 40 (empat puluh) jam secara in house (khusus untuk pembangunan bangunan gedung diatas luas 12. dan IMB pendahuluan dari Pemerintah Daerah Setempat. Melaksanakan pekerjaan persiapan perencanaan seperti : mengumpulkan data dan informasi lapangan (termasuk penyelidikan tanah sederhana).

Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Tanggal : ……………………………………………. h. i. g. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : a. Addendum (bila ada) 2. f. Tanggal : ……………………………………………. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. . l. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. d. antara lain : i. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. Surat Usulan Calon Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… d.. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Tanggal : ………………………………………………. Surat Keputusan Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : ……………………………………………. e. b. Page 65 b. e. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… c. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. c. f.……………………………………………….. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara.

iv. k. . Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 surat perjanjian ini dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan merupakan tanggung jawab PIHAK KEDUA. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN 1. SNI 03 – 1727 -1989 Tentang Tatacara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan perencanaan yang ditetapkan. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kebenaran perencanaan yang dihasilkannya dan segala kesalahan-kesalahan perencanaan yang baru diketahui pada waktu pelaksanaan dan pasca konstruksi. SNI 03 – 1729 – 1989 Tentang Tatacara Perencanaan Baja untuk Gedung. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. 5. 4. iii. 6. l. v. 2. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. m. vi. PIHAK KEDUA harus bersedia memberikan cetakan-cetakan yang merupakan hasil dari kegiatan yang telah dilaksanakannya kepada PIHAK PERTAMA apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dengan biaya dari PIHAK KEDUA. 3. vii. Pekerjaan Perencanaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan baik langsung ataupun tidak langsung turut serta baik sebagai sub Kontraktor maupun pemasok bahan bangunan dari proyek ini. dan juga tidak dibenarkan merangkap sebagai Konsultan Manajemen Konstruksi. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas kerugian PIHAK PERTAMA. kecuali dengan persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA.Page 66 ii. Page 67 7. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan perencanaan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan ketentuan dalam Surat Perjanjian ini. SNI 03 – 2410 – 1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. sebagai akibat kesalahan perencanaan tersebut. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan seluruhnya atau sebagian tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada pihak lain. SNI 03 – 1736 – 1989 Tentang Tatacara Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung.

Tahap Pelelangan a. dan tanggung jawab waktu perencanaan. termasuk penyelidikan tanah sederhana. c. dll. metoda pelaksanaan. lengkap dengan perhitunganperhitungan yang diperlukan. Garis besar rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). jumlah dan kualifikasi tim perencana. rencana teknis. pemeliharaan. Gambar rencana teknis bangunan lengkap. Gambar-gambar rencana tapak. e. Laporan hasil kegiatan lokakarya value engineering (khusus untuk bangunan diatas 12. Laporan data dan informasi lapangan. termasuk konsep organisasi. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. Laporan perencanaan arsitektur. g. 4. Tahap Rencana Detail a. Draft rencana anggaran biaya. struktur utilitas. b. f. c. d. Gambar perspektif dan maket (sepanjang diwajibkan). setidak-tidaknya adalah sebagai berikut : 1. b. c. Dokumen tambahan hasil penjelasan pekerjaan. Gambar-gambar pra-rencana bangunan. 9. Uraian konsep rencana dan perhitungan-perhitungan yang diperlukan. Tahap Pengembangan Rencana a. dan perawatan peralatan/ perlengkapan/ bangunan (bila ada). Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PERENCANAAN Hasil pekerjaan perencanaan oleh PIHAK KEDUA yang harus disampaikan kepada PIHAK PERTAMA dan dibuat dalam rangkap 5 (lima). struktur. Hasil konsultasi rencana dengan Pemda setempat. termasuk program ruang. Rencana kegiatan dan volume pekerjaan (BQ). c.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). Draft rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). b. Laporan bantuan teknis dan administrative pada waktu pelelangan. Perkiraan biaya pembangunan. Rencana Anggaran Biaya (RAB). b. . Kelancaran pelaksanaan proyek yang berhubungan dengan perencanaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). organisasi hubungan ruang. e. 2. dll. Konsep skematik. 5. utilitas. Gambar pengembangan rencana arsitektur. Laporan pengawasan berkala b. Page 68 d. b. d. 6. Dokumen petunjuk penggunaan.8. Tahap Pra-rencana Teknis : a. keterangan rencana kota. Tahap Pengawasan Berkala a. Konsep penyiapan rencana teknis. Tahap Konsep Rencana Teknis a. 3.

Pasal 7 CARA PEMBAYARAN Pembayaran biaya pekerjaan perencanaan dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan prestasi pekerjaan perencanaan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Pembayaran tahap kesatu sebesar 15% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. tanggal …………… Tahun Anggaran …………/………… 2. ………………. 2. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan tahap pengembangan rencana dan telah diterima .Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PERENCANAAN 1. Jumlah biaya pekerjaan perencanaan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp ………………… (………………………………………………) merupakan biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price). Pekerjaan yang tercantum dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini harus diselesaikan tahap demi tahap setelah mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA.) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 15%. yang mengakibatkan terdapat perpanjangan/ penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum). Jangka waktu penyelesaian pekerjaaan tersebut dalam ayat 2 dan 3 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA kecuali adanya keadaan memaksa seperti diatur dalam Pasal 14 Surat Perjanjian ini.. 4. …………………… (…………………………. dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. ) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 40%.. (Surat Perintah Kerja) sampai dengan tanggal ……………. yang dibebankan pada proyek : ………………………………… sesuai dengan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor : ………………………..2.) hari kalender terhitung sejak tanggal ……………. dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan perencanaan sampai dengan penyerahan dokumen pelelangan sebagaimana disebut dalam pasal 4 ayat 1.3 dan 4 Surat Perjanjian ini ditetapkan selama …………… (…………………. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. ( ………………………………. 3. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahap konsep rencana teknis dan tahap pra-rencana teknis. Hasil pekerjaan perencanaan sampai mencapai prestasi 100% sebagaimana disebut dalam pasal 4 ayat 6 Surat Perjanjian ini paling lambat harus sudah selesai dan diserahkan kepada PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kalender terhitung setelah tanggal dilaksanakan serah terima pertama pekerjaan pelaksanaan fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. Dalam jumlah biaya pekerjaan perencanaan tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak. Pembayaran tahap kedua sebesar 25% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. Page 69 Pasal 6 BIAYA PEKERJAAN PERENCANAAN 1. atau adanya perintah perubahan tugas pekerjaan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. 2.

Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai tempel Rp 6. 4. (…………………………………. 3. yaitu dilaksanakan Serah Terima Pertama Pekerjaan Konstruksi Fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA Surat Jaminan Pelaksanaan Perencanaan berupa Surat Jaminan Bank Umum atau Perusahaan Asuransi Kerugian sebesar 5 % dari biaya perencanaan. atau sejumlah Rp ………………………. Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak Pasal 8 JAMINAN PELAKSANAAN PERENCANAAN 1. ………………… (…………………………. 3. Surat Jaminan tersebut pada ayat 1 pasal ini.(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Segala pajak-pajak sehubungan pekerjaan perencanaan ini ditanggung oleh PIHAK .dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. ( …………………………………. 5 dan 6 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA. Page 70 6.. Bila jangka waktu berlakunya Surat Jaminan Perencanaan berakhir sebelum dilaksanakannya Serah Terima Dokumen pekerjaan seperti dalam ayat 2 pasal ini. setelah Serah Terima I pekerjaan konstruksi fisik dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugasnya.. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan rencana detail dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. 5.000. Pembayaran tahap kelima/terakhir sebesar 15% dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan yakni sejumlah Rp …………. Pembayaran tahap ketiga sebesar 40% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp.) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 85%.. 4. ………………. dan PIHAK KEDUA telah menyerahkan seluruh hasil tugas dan tanggung jawabnya sebagaimana tercantum dalam Pasal 4 ayat 1. Dalam hal PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian ini dan terjadi pemutusan hubungan perjanjian sesuai pasal 15.). 3. Selambat-lambatnya pada saat perjanjian perencanaan ini ditandatangani. diserahkan kembali oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.. Pasal 9 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1. 2. maka jaminan pelaksanaan perencanaan menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA. ) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 80 %. yaitu PIHAK PERTAMA sudah menunjuk Kontraktor Pelaksana dan PIHAK KEDUA telah menyelesaikan pekerjaan pada tahap pelelangan serta diterima baik oleh PIHAK PERTAMA. 2. 2. Pembayaran tahap keempat sebesar 5 % dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. 4. maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa berlakunya dan harus dijamin tidak ada waktu senggang diantaranya. (…………………………) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan pelaksanaan mencapai 100%.

. maka untuk setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar …. Agar pekerjaan perencanaan berjalan seperti yang ditetapkan. Persen) dari biaya Perencanaan dengan ketentuan PIHAK KEDUA tetap berkewajiban untuk memperbaiki kesalahan/kelalaian yang diperingatkan tersebut (umumnya 1-3%). keahlian serta ketrampilannya sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan yang telah disetujui oleh PIHAK PERTAMA.% (…… persen) dari jumlah biaya pekerjaan Perencanaan (umumnya 10%). Jika PIHAK KEDUA terlambat menyelesaikan pekerjaan perencanaan dalam batas waktu yang telah ditetapkan dalam Pasal 5 Surat Perjanjian ini akibat kelalaian PIHAK KEDUA.% (…. dan dapat menerima/ memberikan/ memutuskan segala petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA. yang mempunyai wewenang/ kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA. 3. 4. yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan. 2. Ditempat pekerjaan perencanaan PIHAK KEDUA harus menyediakan tenaga-tenaga ahli untuk menyelesaikan pekerjaan yang sesuai dengan tugas-tugas yang tercantum dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. tetapi PIHAK KEDUA tidak juga memperbaiki kelalaian tersebut. Penunjukan Penangggung Jawab Pekerjaan. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar … o/oo (……… Permil) dari biaya pekerjaan perencanaan untuk setiap hari kelambatan penyelesaian pekerjaan (umumnya 3o/oo). harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. Penanggung Jawab Pekerjaan yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi syarat. sehubungan dengan pekerjaan Perencanaan ini. Pasal 10 TENAGA KERJA DAN UPAH 1. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. Maksimum denda kumulatif ditetapkan sebesar …. Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan perencanaan bertentangan dengan Surat . Jika PIHAK KEDUA melalaikan ketentuan dalam Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut dari PIHAK PERTAMA. dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 2. 2.KEDUA. Page 71 Pasal 11 PELAKSANA PIHAK KEDUA 1. 3. PIHAK KEDUA diwajibkan menggunakan bentuk organisasi dan menyediakan tenaga kerja yang cukup jumlah. maka PIHAK PERTAMA memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA harus segera mengganti dengan Petugas/tenaga ahli lain yang memenuhi persyaratan yang diminta oleh PIHAK PERTAMA. Ongkos-ongkos dan upah tenaga kerja yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan Perencanaan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Pasal 12 SANKSI DAN DENDA 1. Untuk setiap tahapan pekerjaan perencanaan harus ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai penanggung jawab pekerjaan. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. 4. 3.

jumlah dan kualifikasi tenaga ahli yang telah ditetapkan. Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 10 ayat 1 Surat Perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi. c. maka PIHAK KEDUA setuju diberi imbalan biaya/jasa sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam melaksanakan tugas tersebut. Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah. maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan Memaksa. Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA). maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis. b. makar. revolusi.Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA. Perang. maka : a. Biaya perencanaan bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA.. Pasal 14 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 1.) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini. . Apabila terjadi “keadaan memaksa”. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan memaksa” tersebut. Apabila selama ………… (…………………………………. e. yaitu : a. 5. c. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kerugian tersebut. tanah longsor. Bencana alam (gempa bumi. 2. kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan kontraktor). Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan memaksa” tersebut. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA. PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. Yang dimaksud “keadaan memaksa” dalam perjanjian ini adalah peristiwa-peristiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak. akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. pemberontakan. badai dan banjir). d. Page 72 Pasal 13 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN 1. b. setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA. d. Denda-denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini. huru-hara. 6. Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan perencanaan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. 2.

Selain yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA. h. d. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian perencanaan ini. karena kelalaian PIHAK KEDUA. 3. maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA.f. e. Pasal 12. atas biaya ditanggung oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA memberikan keterangan yang tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan Pekerjaan Perencanaan ini. c. Pasal 15 Surat Perjanjian ini. b. Jika terjadi Pemutusan Perjanjian Perencanaan ini. dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban Page 73 keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. Denda kumulatif telah mencapai maksimum 10% (sepuluh prosen) dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan. Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal terbitnya Surat Perintah Kerja tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan perencanaan sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. tetapi berhak atas pembayaran prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan serta kerugian Negara. Dalam waktu satu bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan perencanaan yang telah dimulainya. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. Apabila “keadaan memaksa” itu ditolak oleh PIHAk PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan Pasal 5. 2. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : a. 4. Page 74 Pasal 16 . g. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam Pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati. 3. Dalam hal adanya pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. Pasal 15 PEMUTUSAN PERJANJIAN 1. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Perencana lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 diatas. f. maka perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. seperti dalam Pasal 12 ayat 3 Perjanjian ini. PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas perencanaan sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 4 Surat Perjanjian ini.

……………………………. Pasal 18 PENUTUP 1. NIP . beserta segala akibat hukumnya. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. ……………………… …………………………………. yang dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak.. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pekerjaan perencanaan ini. 2. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri …………………………. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak.PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. 3. ……………… …………………………………. dan dinyatakan berlaku sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri. *)……………………. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Perencana Pemimpin Proyek/Bagian Proyek PT/CV. Page 75 3. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. Pasal 17 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian perencanaan ini. b. dan c. dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : a. Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota. Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di ……………………… pada hari dan tanggal tersebut diatas. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak... maka akan diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit. 4.. Surat Perjajian ini dibuat dalam rangkap …… (……….) bermeterai cukup. Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota. 2. . Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak.

...................... Pekerjaan : ..... Perencanaan Tanggal : ............ Telah melaksanakan pekerjaan perencanaan untuk : a...... e........... g.......... Tanggal : . LAMPIRAN : ……………………… 1.. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : ........... Biaya Perencanaan : Rp. d......................... Waktu Perencanaan : .......... Page 76 LAPORAN PEKERJAAN PERENCANAAN SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………..... Lokasi : ..... Dalam Surat Perjanjian tidak boleh ada tipp-ex dan tulisan tangan (nomor dan tanggal Misalnya) dan masing-masing lembaran diparaf oleh pihak pertama dan pihak kedua...... ..Catatan : *) Ditandatangani penanggung jawab perusahaan Pasal 8 (Jaminan Pelaksanaan) berlaku untuk pekerjaan dengan nilai Rp 50 juta keatas.................. b............) h........ f....... LAPORAN PEKERJAAN PERENCANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………......... Konsultan Perencana : .... (………………………….... DIPA : Nomor : ............................................................................................................. c.................... Departemen/Lembaga : ......................

..............% ..% ... 5...... 2..... 3..............minggu : ………….........% Kemajuan pekerjaan telah mencapai prestasi sebesar : ……....% (……………………) prosen........ Pelaksanaan pekerjaan perencanaan tersebut meliputi ( laporan lengkap terlampir): No Tahap pekerjaan Bobot pekerjaan Tahap Penyelesaian Pekerjaan Bobot Prestasi 1..% ...... Selesai : ………….........% Jumlah 100% . Tahap konsep rencana teknis Tahap pra-rencana teknis Tahap pengembangan rencana teknis Tahap gembar detail rencana teknis Tahap pelelangan sampai terbitnya SPK Tahap pengawasan berkala 10% 15% 25% 30% 5% 15% ..% .. 4...% .. Jml..... 6......% .... Tgl. Diperiksa oleh : Dibuat oleh : **) Konsultan Manajemen Konstruksi Konsultan Perencana .........% .% ..Tgl..% ...% .. Mulai : …………......... Page 77 Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya...... 2...% .....

: ……………………… LAMP.*) : Laporan Pekerjaan Perencanaan Nomor : …………….……………………………………… BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN PERENCANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. *) …………………………. . Pada hari ini. Tanggal : ……………. Disetujui oleh : **) Tim Teknis Satuan Kerja/PPK ……………………………… Nip... Minggu ke : ……………. Nama : …………………………………………………………. PT/CV………………………. ………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan **) Bila tidak menggunakan Konsultan MK. ……………………. Jabatan : Kepala Satuan Kerja ……………. Nip.. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I.PT/CV. Kelengkapan Laporan tersebut di ketahui oleh Tim Teknis Satuan Kerja/PPK yang bersangkutan Page 78 BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN PERENCANAAN SATUAN KERJA : ……………………… …….. …………………….. ……………………………… ………………………………. ………………………….

. Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : ……………………. tanggal …………………… Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Pekerjaan Perencanaan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan perencanaan untuk : Page 79 1.. Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan/SPK Nomor : ……………………………. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….. Lokasi : ……………………………………………… 3. Alamat kantor : ………………………………………………………. tanggal ………………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II... Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. DIPA : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 Penyerahan sebagaimana yang dimaksud pasal 1 diatas termasuk meliputi (sesuai Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan ) : .. Nomor : …………………………………………. Pekerjaan : ……………………………………………… 2.Tanggal : ………………………………………….. Kedua belah pihak berdasarkan : 1. 2.. Tanggal : …………………………………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Satuan Kerja : ……………………………………………… 4.

. Dan seterusnya : …….. (…………………….……………………… BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PERENCANAAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL.. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. (……………………. Nip. Pada tanggal tersebut diatas.) rangkap Demikian Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Perencanaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. Minggu ke : …………….. Nama .1. : ……………………… LAMP. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Perencana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV... ……………………………… ………………………………… *) …………………………. …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 80 BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PERENCANAAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN SATUAN KERJA : ……………………… …………………….. ………………. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. Tanggal : ……………. ………………………………….. : ……..) rangkap 2. Pada hari ini. ……………………. …….*) : Laporan Pekerjaan Perencanaan Nomor : …………….

. f.. Tanggal : …………………………………………. d.. Konsultan Perencana : ……………………………………. Kedua belah pihak telah setuju dan sepakat bahwa.. c. Jabatan : Kepala Satuan Kerja /PPK . Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.. Tanggal : …………………………………………. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………. Pekerjaan : …………………………………….: ………………………………………………………….... Nomor : …………………………………………. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Perencanaan ... DIPA : Nomor : …………………… Tanggal : …………………… e... Satuan Kerja : ……………………………………. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : ………………………………………….... Alamat kantor : ………………………………………………………... Lokasi : …………………………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris …………………………….. Dengan ini menyatakan : 1. b. untuk : a.…………………….

Angsuran ke …… = Rp. …………………………… Terbilang : (………………………………………………………………. b. ……………………………. …………………………….. Pada tanggal tersebut diatas. telah dibayarkan : ….f diatas. Angsuran ke …… = Rp. Kepada PIHAK KEDUA. % (…………………………………. …………………….. ayat…. maka PIHAK KEDUA telah berhak menerima dari PIHAK PERTAMA sejumlah : ……… % x Rp …………………. 4. …………………………………. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Perencana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV.Tanggal : …………………… Page 81 g. 2. c... ……………………………. Berdasarkan pasal …. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. ……………………………. …………………………… Catatan : *) Untuk BA 100% juga dilampirkan BA serah terima pekerjaan **) Penanggung jawab perusahaan Page 82 Lampiran III : . Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Perencanaan tersebut butir 1. dan prestasi yang dilaporkan. Biaya Perencanaan : Rp. 3. ……………………………… ………………………………… **)………………………. Angsuran ke …… = Rp...) prosen.. (……………………………) kali angsuran pembayaran yaitu : a. Pada angsuran pembayaran ini PIHAK KEDUA Berhak dibayarkan sebesar : = Rp. Jumlah yang telah dibayarkan = Rp.) Demikian Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Perencanaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. Nip. ……………………………. ………………………………… Prestasi pekerjaan perencanaan telah mencapai kemajuan sebesar : ………….. = Rp.

. SURAT PERINTAH KERJA PEKERJAAN PENGAWASAN 3. dibentuk Pengelola Satuan Kerja /Pejabat Pembuat Komitmen berdasarkan SK Kepala Satuan . dari segi biaya. 2. criteria. SATUAN KERJA/PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………… BRR NAD-Nias I. proses dan keluaran yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterpretasikan ke dalam pelaksanaan tugas pengawasan. B. mutu dan waktu kegiatan pelaksaan. Pelaksanaan pengawasan lapangan harus dilakukan oleh pemberi jasa pengawasan yang kompeten. 4. agar rencana teknis yang telah disiapkan dan digunakan sebagai dasar pelaksanaan konstruksi dapat berlangsung operasional efektif. azas. KERANGKA ACUAN KERJA PEKERJAAN PENGAWASAN 2. Pemegang Mata Anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias. 3. C. Konsultan pengawas bertujuan secara umum mengawasi pekerjaan konstruksi. PENDAHULUAN A. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan Pengawas yang memuat masukan. Untuk penyelenggara kegiatan yang dimaksud. LATAR BELAKANG 1. Dengan penugasan ini diharapkan Konsultan Pengawas dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memenuhi sesuai KAK ini. Kinerja pengawasan lapangan sangat ditentukan oleh kualitas dan intensitas pengawasan.Keputusan Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara Nomor: 154/KEP/BP-BRR/X/2006 LAMPIRAN III 1. MAKSUD DAN TUJUAN 1. Setiap pelaksanaan konstruksi fisik bangunan gedung Negara yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana harus mendapatkan pengawasan secara teknis di lapangan. serta yang secara menyeluruh dapat melakukan kegiatannya berdasarkan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang telah disepakati. 2. UMUM 1. 3. dan dilakukan secara penuh dengan menempatkan tenaga-tenaga ahli pengawasan di lapangan sesuai kebutuhan dan kompleksitas pekerjaan. 2. KONTRAK PEKERJAAN PENGAWASAN 4. BERITA ACARA PEKERJAAN PENGAWASAN Page 83 KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEKERJAAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/ RESTORASI ………………………………………………………. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian kegiatan Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen…………………………….

membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan.. 6. 3. …………………………………………………………………. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala. Lingkup tugas Konsultan adalah pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) pada pekerjaan Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi…………. 7. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. kuantitas. yang terdiri dari komponen kegiatan : 1. 5. Tanggal ………………. KEGIATAN PENGAWASAN A.. Dan seterusnya. 2. pemeliharaan pekerjaan. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. serta mengawasi ketepatan waktu. mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Pemborong. Lingkup Kegiatan tersebut antara lain adalah : 1.Page 84 Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen Nomor:……………………. D. 4. Meneliti gambar-gambar yang telah sesuai dengan pelaksanaan (As-Built . dan biaya pekerjaan konstruksi. 8. serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi.. dengan masukan hasil rapatrapat lapangan. Dan SK tentang Pembentukan Panitia Lelang/Pengadaan/penunjukan langsung Nomor:…………………………. laporan harian. (sesuai DIPA/RKA-KL). Tanggal …………… dengan susunan organisasi seperti pada lampiran. peralatan dan metoda pelaksanaan. B. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Pemborong. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. Menyusun berita acara kemajuan pekerjaan. khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Lingkup kegiatan meliputi Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/ Restorasi …………………………………. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. LINGKUP KEGIATAN a. b. …………………………………………………………………. II. Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh Konsultan Pengawas adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku. 2. Mengawasi pemakaian bahan. 3.

2. b. Hasil evaluasi pengawasan dan dampak yang ditimbulkan. maka dihitung secara orang-bulan dan biaya langsung yang dapat diganti. tetapi juga bagi para tenaga ahli professional pengawasan yang terlibat. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. B.drawings) sebelum serah terima pertama. Ketentuan pembiayaan lebih lanjut mengikuti surat perjanjian pekerjaan pengawasan yang dibuat oleh Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen dan Konsultan Pengawas. dan laporan akhir pekerjaan pengawasan. 2. e. TANGGUNG JAWAB PENGAWASAN A. IV. Besarnya biaya konsultan Pengawas merupakan biaya tetap dan pasti. Menyusun daftar cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama. Pengaturan komponen pembiayaan pada butir a dan b diatas adalah dipisahkan antara bangunan standar dan non standar antara bangunan standar dan non standar dan harus terbaca dalam suatu rekapitulasi akhir yang menyebut angka dan huruf. Page 85 9. III. Membantu pengelola proyek dalam menyusun dokumen untuk kelengkapan pendaftaran gedung sebagai bangunan gedung Negara. Kinerja pengawasan telah memenuhi standar hasil kerja pengawasan yang berlaku. 12. Membantu pengelola proyek mengurus IPB (Ijin Penggunaan Bangunan) dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota setempat. yaitu: a. Untuk pekerjaan standar berlaku maksimum sesuai yang tercantum dalam tabel A1. serta peraturan. sesuai dengan ketentuan billing rate yang berlaku. standar dan pedoman teknis yang berlaku. BIAYA PENGAWASAN 1. c. Besarnya biaya pekerjaan pengawasan mengikuti pedoman Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. 11. B I A Y A A. Page 86 d. tabel B1 dan tabel D. Konsultan Pengawas bertanggung jawab secara professional atas jasa pengawasan yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku. 3. Penanggung jawab professional pengawasan adalah tidak hanya konsultan sebagai suatu perusahaan. Biaya pekerjaan pengawasan dan tata cara pembayaran diatur secara . Bila terdapat pekerjaan non standar. 10. Secara umum tanggung jawab konsultan adalah minimal sebagai berikut : 1. C. Kesesuaian pelaksanaan konstruksi dengan dokumen pelelangan/ pelaksanaan yang dijadikan pedoman. Bersama konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung.

E. Laporan harian. Kelengkapan dokumen pendaftaran bangunan gedung Negara lengkap dengan lampiran-lampirannya. meliputi komponen sebagai berikut : a. b. Waktu pelaksanaan pekerjaan. 3. 2. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian. c. Materi dan penggandaan laporan. Kontraktor Pelaksana dan Konsultan Pengawas. honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang. Jasa dan overhead Pengawasan. tanggal ………………………. B. Buku harian. DIPA/RKA-KL Nomor : ……………tanggal………………………… 2. Alat-alat. K E L U A R A N Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Pengawas berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam surat perjanjian. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran. Pembelian dan atau sewa peralatan. Sewa kendaraan. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dan Manual Peralatan-peralatan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. Pembayaran biaya Konsultan Pengawas adalah berdasarkan prestasi kemajuan pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana. berisi keterangan tentang : 1. e.kontraktual. F. Laporan rapat di lapangan (site meeting). Bahan-bahan yang datang. Laporan Akhir Pekerjaan Pengawasan. Pajak dan iuran daerah lainnya. SUMBER DANA Sumber dana dari keseluruhan pekerjaan pengawasan dibebankan pada : 1. Tenaga kerja. D. 3. 5. diterima atau ditolak. B. Biaya rapat-rapat. I.. V. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah Kurang. KRITERIA PEKERJAAN KONSULTAN PENGAWAS Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh Konsultan Pengawas pada Kerangka Acuan Kerja ini harus memperhatikan persyaratan-persyaratan sebagai berikut : . Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan. Dokumen lain Nomor : ……………. 4. VI. Gambar rincian pelaksanaan (shop drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. h. Page 87 C. f. d. g. Perjalanan (lokal maupun luar kota). G. 3. Dan lain-lain. perintah/petunjuk yang penting dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen.. J. H. yang memuat semua kejadian. yang minimal meliputi : A.

PERSYARATAN TEKNIS LAINNYA Selain kriteria umum diatas. PERSYARATAN OBYEKTIF Pelaksanaan pekerjaan pengawasan teknis konstruksi yang obyektif untuk kelancaran pelaksanaan. dan kuantitas dari setiap bagian pekerjaan sesuai standar hasil kerja pengawasan yang berlaku. b. baik yang menyangkut macam. Memeriksa Time Schedule/Bar Chart. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah setempat. pedoman. PROSES PEKERJAAN PENGAWASAN A. B.A. 3. 2. untuk pekerjaan pengawasan berlaku pula ketentuanketentuan seperti standar. Melaksanakan pekerjaan pengawasan secara umum. Pekerjaan Teknis Pengawasan Lapangan. S-Curve. maka harus menghasilkan keluaran sebagaimana yang diharapkan oleh Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. dan Net Work Planning yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana untuk selanjutnya diteruskan kepada Tim Teknis Satuan Kerja untuk mendapatkan persetujuan. D. PERSYARATAN PROSEDURAL Penyelesaian administrative sehubungan dengan pekerjaan di lapangan harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku. a. C. URAIAN TUGAS OPERASIONAL KONSULTAN PENGAWAS Konsultan Pengawas harus membuat uraian kegiatan secara terinci yang sesuai dengan setiap bagian pekerjaan pengawasan pelaksanaan yang dihadapi di lapangan. yang secara garis besar adalah sebagai berikut : 1. E. . Pekerjaan Persiapan. Menyusun program kerja. U M U M Konsultan Pengawas dalam menjalankan tugasnya tanggung jawab kepada Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen dan agar tugas dan fungsi konsultan Pengawas dapat terlaksana dengan baik. PERSYARATAN UMUM PEKERJAAN Setiap bagian dari pekerjaan pengawasan harus dilaksanakan secara benar dan tuntas sampai dengan memberi hasil yang telah ditetapkan dan diterima dengan baik oleh Pemimpin Proyek/Bagian Proyek. pengawasan lapangan. antara lain : Page 88 1. Standar dan Pedoman Teknis yang berlaku di bidang penyelenggaraan bangunan gedung. alokasi tenaga dan konsepsi pekerjaan pengawasan. a. PERSYARATAN FUNGSIONAL Pekerjaan pengawasan konstruksi fisik harus dilaksanakan dengan profesionalisme yang tinggi sebagai konsultan Pengawas yang secara fungsional dapat mendorong peningkatan kinerja proyek. 4. yaitu Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan beserta kelengkapannya dan ketentuanketentuan sebagai dasar perjanjiannya. Ketentuan yang diberlakukan untuk pekerjaan proyek yang bersangkutan. 2. VII. B. kualitas. Yang termuat dalam Surat Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. dan peraturan yang berlaku.

jumlah tenaga kerja dan alat yang digunakan. dan dibandingkan dengan jadwal yang telah disetujui. Memberikan bantuan dan petunjuk kepada Kontraktor Pelaksana dalam mengusahakan perijinan sehubungan dengan pelaksanaan pembangunan. sedikitnya dua kali dalam sebulan. f. c. c. serta sudah diterima paling lambat 1 minggu kemudian. dengan pemberitahuan tertulis kepada Kepala Satuan Kerja/Pejabat Komitmen.koordinasi dan inspeksi kegiatan-kegiatan pembangunan agar pelaksanaan teknis maupun administrasi teknis yang dilakukan dapat secara terus menerus sampai dengan pekerjaan diserahkan untuk kedua kalinya. a. untuk kemudian membuat risalah rapat dan mengirimkan kepada semua pihak yang bersangkutan. c. kualitas dan kuantitas dari bahan atau komponen bangunan. Mengadakan rapat diluar jadwal rutin tersebut apabila dianggap mendesak. Perencana dan Kontraktor Pelaksana dengan tujuan untuk membicarakan masalah dan persoalan yang timbul dalam pelaksanaan. peralatan dan perlengkapan selama pekerjaan pelaksanaan di lapangan atau di tempat kerja lainnya. perintah sejauh tidak mengenai pengurangan dan penambahan biaya dan waktu pekerjaan serta tidak menyimpang dari kontrak. Memberikan laporan dan pendapat teknis administrasi dan teknis teknologis kepada Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja mengenai volume. 5. L a p o r a n. Melaporkan kemajuan pekerjaan yang nyata dilaksanakan. Memberikan masukan pendapat teknis tentang penambahan atau pengurangan pekerjaan yang dapat mempengaruhi biaya dan waktu pekerjaan serta berpengaruh pada ketentuan kontrak. agar batas waktu pelaksanaan minimal sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Mengadakan rapat lapangan secara berkala. Memberikan petunjuk. b. untuk mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. Mengawasi kemajuan pelaksanaan dan mengambil tindakan yang tepat dan cepat. dapat langsung disampaikan kepada Kontraktor Pelaksana. 3. prosentase dan nilai bobot bagian-bagian pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh pemborong. Melaporkan bahan-bahan bangunan yang dipakai. Melakukan konsultasi dengan Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja untuk membahas segala masalah dan persoalan yang timbul selama masa pembangunan. Memeriksa gambar-gambar kerja tambahan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana terutama yang mengakibatkan tambah atau berkurangnya pekerjaan. Mengawasi kebenaran ukuran. dengan Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja. d. D o k u m e n . Page 89 d. e. dan juga perhitungan serta gambar konstruksi yang dibuat oleh Pemborong (Shop Drawings). b. 4. b. Konsultasi a.

b. laporan harian. B. Menerima dan menyiapkan Berita Acara sehubungan dengan penyelesaian pekerjaan di lapangan. mingguan dan bulanan. Informasi lainnya. iii. iv. baik yang berasal dari Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja maupun yang dicari sendiri. Informasi pengawasan antara lain : a. baik ditinjau dari lingkup (besar) proyek maupun tingkat kekomplekan pekerjaan. gambar-gambar pelaksanaan. Tenaga-tenaga ahli yang dibutuhkan dalam kegiatan lpengawasan ini minimal terdiri dari : (Kualifikasi masing-masing tenaga ahli disesuaikan berdasarkan kebutuhan/kompleksitas proyek). standar dan pedoman yang berlaku untuk pekerjaan pengawasan teknis konstruksi. Berita Acara Aanwijzing sampai dengan penunjukan Pemborong. 3. Kesalahan pengawasan/ kelalaian pekerjaan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari konsultan Pengawas. Berita Acara kemajuan pekerjaan. VIII. Koordinator pengawasan ………… orang . c. T E N A G A Untuk melaksanakan tugasnya. Page 90 c. Dokumen Kontrak Pelaksanaan/Pemborongan. e. Memeriksa dan menyiapkan daftar volume dan nilai pekerjaan. M A S U K A N A. termasuk petunjuk teknis simak pengawasan mutu pekerjaan. Dokumen pelaksanaan yaitu : i. Peraturan-peraturan. Mempersiapkan formulir. b. serta keperluan pendaftaran sebagai bangunan gedung Negara. Bar Chart dan S-Curve serta Net Work Planning dari pekerjaan yang dibuat oleh Pemborong (setelah disetujui). Kerangka Acuan Kerja (KAK) pengawasan. d.a. 2. konsultan Pengawas harus mencari sendiri informasi yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja ini. serta penambahan atau pengurangan pekerjaan guna keperluan pembayaran. konsultan Pengawas harus menyediakan tenaga yang memenuhi kebutuhan proyek. Page 91 1. rencana Kerja dan Syarat-syarat. ii. serta untuk keperluan pembayaran angsuran. penyerahan pertama dan kedua serta formulir-formulir lainnya yang diperlukan untuk kebutuhan dokumen pembangunan. Konsultan Pengawas harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya. I N F O R M A S I 1. dll. Untuk melaksanakan tugasnya.

Program kerja secara keseluruhan harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja setelah sebelumnya dipresentasikan oleh konsultan Pengawas dan mendapatkan pendapat teknis dari Tim Teknis Satuan Kerja. maka selanjutnya konsultan agar segera menyusun program kerja untuk dibahas dengan Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen. Berdasarkan bahan-bahan tersebut. DIBUAT DI : ………………. 3.NIAS Nomor : .2. termasuk jadwal kegiatan secara detail. Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen. Tenaga teknis lainnya sesuai kebutuhan dan lingkup kompleksitas pekerjaan. Administrasi/pelaporan ………… orang 4. P E N U T U P A.. …………………. Catatan : Model KAK tersebut diatas bersifat pokok yang masih harus disesuaikan. Tenaga-tenaga yang diusulkan oleh konsultan Pengawas harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja. B. TANGGAL : ………………. Sebelum melaksanakan tugasnya. Arsitektur ………… orang b. NIP. Pengawas Lapangan a. Alokasi tenaga ahli yang lengkap (disiplin dan jumlahnya). Page 92 SURAT PERINTAH KERJA KEPALA SATUAN KERJA / PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………………… BRR NAD . dikembangkan/dilengkapi untuk kebutuhan proyek yang bersangkutan. Program kerja. X. B. : …………. PROGRAM KERJA A. Struktur ………… orang c. Setelah Kerangka Acuan Kerja ini diterima. IX. Konsep penanganan pekerjaan pengawasan proyek. konsultan Pengawas harus segera menyusun: 1. Utilitas (M/E) ………… orang 3. konsultan hendaknya memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan. 2.

Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Pelelangan/ Pemilihan Langsung Nomor : ……………………. peralatan dan metoda pelaksanaan. serta mengawasi ketepatan waktu. Tanggal …………………………. MEMERINTAHKAN KEPADA : 2. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. Tugas Pekerjaan : Pekerjaan Pengawasan yang akan dilaksanakan adalah : Pembangunan/Rehabilitasi/ Renovasi/Restorasi …………………………………. dan biaya pekerjaan konstruksi. Tanggal : ………………………………………..... Jabatan : ………………………………………. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan . Page 93 c. Selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen ………………… ……………………………………………………………………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA. PEKERJAAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN / REHABILITASI / RENOVASI / RESTORASI ………………………………………………………………………. b. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan. Nama Badan Usaha : ………………………………………. Nama : ……………………………………….………………………………………. Jabatan : ………………………………………. …………………………………………………………………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.. Alamat Badan Usaha : ……………………………………….. Surat Perintah Kerja (SPK) ini diperintahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dengan ketentuan dan syarat-syarat seperti tersebut dibawah ini : 1. Mengawasi pemakaian bahan. d. dengan ini kami yang bertandatangan dibawah ini : 1.. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. Selaku Konsultan Pengawas Pekerjaan …………………………………. kuantitas.. (lokasi pekerjaan) yang meliputi tugas-tugas sebagai berikut : a. di ………………………….. Alamat Kantor : ………………………………………. Nama : ………………………………………..

c. Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajakpajak. dibayarkan setelah prestasi Kontraktor Pelaksana mencapai 100% (serah terima kedua). h. Besarnya biya pekerjaan pengawasan adalah Rp.. yang merupakan jumlah tetap dan pasti (lumpsum fixed price). (……………………………………. ………………….. tanggal : ………………… b. g.. 2. i. e. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. dibayarkan setelah prestasi Kontraktor Pelaksana mencapai 100% (serah terima kedua). (………………………………………. f... dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala. Menyusun daftar cacat-cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama. yang dibebankan pada Satuan Kerja……... Pembayaran tahap kesatu sebesar ……% dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp.. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan. Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran. Biaya Pengawasan a. sesuai dengan DIPA/RKA-KL Nomor : ……………………. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. …………………. dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan. laporan harian. …………………………..). Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Pemborong. serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sesuai butir 2 Surat Perintah Kerja ini kepada PIHAK PERTAMA. (……………………………………………).... pemeliharaan pekerjaan.. Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built Drawings) sebelum serah terima I.).. …………………. (…………………………………. b... 3. Cara Pembayaran a. Pembayaran tahap ketiga/terakhir sebesar 10% dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. dibayarkan setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua Page 94 pekerjaan konstruksi fisik. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Pembayaran tahap kedua sebesar …… % dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Pemborong..persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. ..)..

Persyaratan dan Spesifikasi Teknis a. 5. l. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syaratsyarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan pengawasannya kepada PIHAK PERTAMA se lambat lambatnya limabelas hari setelah Serah Terima Pekerjaan Konstruksi. ii. i. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Page 95 m. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. antara lain : i. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi.4. g. j. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. h. k. Sanksi dan Denda. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. n. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan . c. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. b. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. iv. e. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. f. iii. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. 6. d. Jangka Waktu Jangka waktu pelaksanaan sampai selesai 100 % yang disebut dalam butir 1 Surat Perintah Kerja ini terhitung mulai tanggal ………………………… sampai dilaksanakan Serah Terima Kedua Pekerjaan Konstruksi oleh Kontraktor Pelaksana kepada Pihak Pertama. a.

maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri …………. Page 96 SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI ……………………………………………………………………. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dengan batas waktu yang ditetapkan. …………………… *) ……………. kami yang bertandatangan di bawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan pelaksanaan : Antara 1. Tanggal ………… bulan………. Jika terjadi perselisihan dikemudian hari. maka untuk setiap hari kelambatan pihak pengawas wajib membayar denda kelambatan sebesar ……. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja / PT/CV ……………………. b. Nama : …………………………………... Nomor : ………………………………… Tanggal : ………………………………… Pada hari ini …………. tahun ………………. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya.50 juta... 7. % (………permil) dari biaya pekerjaan pengawasan (umumnya 3%). b. prosen) dari biaya pekerjaan pengawasan (umumnya 10%).% (…. Pejabat Pembuat Komitmen……… ………………. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar … % (…… persen) dari biaya pekerjaan pengawasan dengan ketentua bahwa. Jumlah denda kumulatif ditetapkan maksimum ….. c. PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya (umumnya 1-3%). Alamat ..kewajibannya. Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ……………… dan mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. Penyelesaian Perselisihan a. NIP ……………… Catatan : *) Ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan Model perjanjian dengan SPK berlaku hanya untuk pekerjaan yang nilainya sampai Rp . Jabatan (struktural) : ………………………………….

antara lain : a.. yaitu untuk melaksanakan : Pekerjaan pengawasan Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi ……………. b. peralatan dan metoda pelaksanaan. Tanggal …………… oleh Notaris di ……………… dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya. PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut. Nama Perusahaan : ………………………………….. Page 97 c. g. f. Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built drawings) . Alamat : …………………………………. pemeliharaan pekerjaan. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias Nomor : ………………. telah ditunjuk selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia. Mengawasi pemakaian bahan. h. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan. mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. Yang didirikan dengan Akte Notaris Nomor : …………………. dan biaya pekerjaan konstruksi.. Tugas pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). Di ………………………………… (lokasi pekerjaan). ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal di bawah ini : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1. e. kuantitas. Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan. bertindak untuk dan atas nama …………………… (nama Badan Usaha). Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala. Jabatan : …………………………………. Dengan 2. Maka dengan ini disetujui oleh dan di antara pihak-pihak tersebut. d. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. serta mengawasi ketepatan waktu.: …………………………………. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. laporan harian. tanggal …………. Nama : …………………………………. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana. 2.

l. e. Bersama Konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung. Surat Keputusan Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………. Membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pendaftaran gedung sebagai bangunan gedung Negara. b. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : . f. dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan. k. yaitu : a.sebelum serah terima pertama. Surat Usulan Calon Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… Page 98 d. Menyusun daftar cacat-cacat/ kerusakan sebelum serah terima pertama. Membantu PIHAK PERTAMA dalam pengurusan IPB (Ijin Penggunaan Bangunan) dari Pemerintah Daerah Tingkat II setempat. Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perjanjian ini. Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : ……………………………………………. Tanggal : ……………………………………………. Tanggal : …………………………………………….. Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… c. Tanggal : ………………………………………………. Addendum (bila ada) 2. j. Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) Nomor : ……………………………………………….. i.

Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 surat perjanjian ini dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh . Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. iv. 3. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. g. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya. ii. h. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. b. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN 1. sehingga pelaksanaan pekerjaan pengawasan akan sesuai dengan Surat Perjanjian ini. Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini. f. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. j. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung.a. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. m. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. e. Page 99 l. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. antara lain : i. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. c. 2. iii. k. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. i. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. d. n.

6. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian. Bahan-bahan yang datang. Tenaga kerja. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dan Manual Peralatanperalatan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. harus diserahkan kepada PIHAK PERTAMA minimal dalam rangkap 5 (lima). 8. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada pihak lain. dan memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA tentang kelainan yang ditemukan dan mengusulkan cara penyelesaiannya sesuai standar dan ketentuan serta peraturan yang berlaku. berisi keterangan tentang : a. Laporan rapat di lapangan (site meeting). Buku harian. 9. Gambar rincian pelaksanaan (shop drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. 6. Kelengkapan dokumen pendaftaran bangunan gedung Negara lengkap dengan lampiranlampirannya. 8. c. 5. PIHAK KEDUA wajib melaksanakan periksa ulang semua Dokumen Teknis sesuai keahliannya. d. Laporan Akhir Pekerjaan Pengawasan. 4. 4. 3. diterima atau ditolak. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan baik langsung ataupun tidak langsung turut serta baik sebagai Sub Kontraktor maupun pemasok bahan dari pekerjaan ini. Kelancaran pelaksanaan proyek yang berhubungan dengan pengawasan sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. 7. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah Kurang. Alat-alat. perintah/petunjuk yang penting dari PIHAK PERTAMA. Laporan harian. akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA sehubungan dengan pekerjaan ini. 10.PIHAK KEDUA. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan pengawasan sampai selesai 100% yang disebut . Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan. 5. 2. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran. e. yang memuat semua kejadian. Waktu pelaksanaan pekerjaan. 9. Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas segala kerugian PIHAK PERTAMA. Kontraktor Pelaksana. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PENGAWASAN Hasil pekerjaan pengawasan disamping harus sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja. yang masing-masing terdiri dari : Page 100 1. dan PIHAK KEDUA. b. 7.

yang mengakibatkan bahwa adanya perpanjangan/penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum).. Jumlah biaya tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak. . yang telah disetujui/disahkan oleh PIHAK PERTAMA... Nomor : ……………………….. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil seluruh hasil pekerjaan pengawasan sebagaimana tercantum dalam pasal 4 surat perjanjian ini selambat-lambatnya 15 hari setelah dilakukannya penyerahan kedua pekerjaan konstruksi. dengan ketentuan sebagai berikut : a. %.dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini. Pembayaran biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan prestasi pekerjaan pemborongan. atau adanya surat perintah penambahan pekerjaan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. 2. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA.) dan merupakan biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price). Pasal 7 CARA PEMBAYARAN 1. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan tersebut dalam ayat 1 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA kecuali adanya “keadaan memaksa” seperti diatur dalam Pasal 14 Surat Perjanjian ini. yang dibebankan pada Satuan Kerja : ………………………………… sesuai dengan DIPA/RKA-KL ……………………………. ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai …. ………………. …………………… ( …………… ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai ………… %. (Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja dari PIHAK PERTAMA) sampai dengan dilaksanakannya Serah Terima Kedua pekerjaan konstruksi fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. tanggal …………… Tahun Anggaran ………………/………… 2.% dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. Besarnya biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp ………………… (……………………………………………….. b. Pembayaran tahap kedua sebesar …. Pembayaran tahap kesatu sebesar …………. terhitung mulai tanggal …………………….% dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA.. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. ( ………………………………. Page 101 Pasal 6 BIAYA PENGAWASAN 1.

2. Dalam hal PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian ini dan terjadi pemutusan hubungan perjanjian sesuai pasal 15. 3. Pasal 9 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1. serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sesuai pasal 4 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA. 2. ………………. ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana telah mencapai 100 % (serah terima pertama). ( ………………………………….c.. ………………… (………………………….(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. % dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. d... Pembayaran tahap keempat/terakhir sebesar 10% dari jumlah biaya pekerjaan pengawasan yakni sejumlah Rp. Segala pajak-pajak sehubungan pekerjaan pengawasan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. diserahkan kembali oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. 4. Surat Jaminan tersebut pada ayat 1 pasal ini. Pasal 10 TENAGA KERJA DAN UPAH . Pembayaran tahap ketiga sebesar ……. dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Bila jangka waktu berlakunya Surat Jaminan Pengawasan berakhir sebelum dilaksanakannya Serah Terima Dokumen pekerjaan seperti dalam ayat 2 pasal ini. Page 102 Pasal 8 JAMINAN PELAKSANAAN PENGAWASAN 1. maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa berlakunya dan harus dijamin tidak ada waktu senggang antaranya. maka jaminan pelaksanaan pengawasan menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA. Selambat-lambatnya pada saat perjanjian ini ditanda tangani. (………………………………….). 2. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA Surat Jaminan Pekerjaan berupa Surat Jaminan Bank Umum atau Perusahaan Asuransi Kerugian sebesar 5 % dari biaya pengawasan atau sejumlah Rp ………………………. Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai temple Rp 6.) dibayar setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua pekerjaan konstruksi fisik.000. setelah Serah Terima II pekerjaan konstruksi fisik dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugasnya.

Denda-denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini. Page 103 Pasal 11 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA 1. akan diperhitungkan dalam pembayaran . 3. dengan kewajiban PIHAK KEDUA tetap harus memperbaiki kelalaian yang diperingatkan tersebut (umumnya 1-3%). Ditempat pekerjaan pengawasan harus selalu ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai Pimpinan Pengawas/ Tenaga Ahli. Penunjukan Pemimpin Pengawas/Tenaga Ahli ini yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan. maka untuk setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan “denda kelalaian” sebesar … % ( ……… persen) dari biaya pengawasan. Tenaga Ahli dari Pengawas yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi persyaratan yang diperlukan. prosen) dari jumlah biaya pengawasan ( umumnya 10%). 2.1. Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 10 ayat 1 Surat Perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi.. 3. Pasal 12 SANKSI DAN DENDA 1. 4. Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan pengawasan bertentangan dengan Surat Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kerugian tersebut. yang mempunyai wewenang/kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA. maka PIHAK KEDUA setuju akan diberi biaya pekerjaan pengawasan sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam menjalankan tugas pengawasan tersebut. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA diwajibkan menyediakan tenaga kerja yang cukup jumlah. kualifikasi tenaga maupun jumlah tenaga yang telah ditetapkan. 2. % ( ……. Agar pekerjaan pengawasan berjalan seperti yang ditetapkan. 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya. Ongkos-ongkos dan upah kerja yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA. 3. keahlian serta ketrampilannya. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugas dan kewajibannya sesuai Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA. sehubungan dengan pekerjaan pengawasan ini. harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. 2. PIHAK KEDUA harus menggunakan bentuk organisasi jumlah dan kualifikasi tenaga ahli dengan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan yang tercantum dalam Pedoman Pengawasan (TOR/KAK) yang telah disetujui oleh Kedua belah pihak. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. dan dapat menerima/memberikan/ memutuskan segala petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA. 4. Jumlah denda kumulatif tersebut dalam ayat 1 diatas ditetapkan maksimum sebesar …. 5. maka PIHAK PERTAMA akan menolak tenaga ahli tersebut dan memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA segera mengganti pengawas/tenaga ahli lain yang memenuhi syarat sebagaimana yang diminta oleh PIHAK PERTAMA.

Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah. badai dan banjir). Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan pengawasan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. maka : a. 2. Bencana alam (gempa bumi. maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan memaksa” tersebut. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan Memaksa. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan memaksa” tersebut. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. revolusi. e. Yang dimaksud “keadaan memaksa” dalam perjanjian ini adalah peristiwa-peristiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak. tanah longsor. c. makar. 2. setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA. d. kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan kontraktor). Pasal 14 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 1. PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. yaitu : a. dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban Page 105 keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. d. pemberontakan. . akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. f. b. b. Apabila selama ………… (…………………………………. Perang.) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan.yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. c.. Page 104 Pasal 13 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN 1. Apabila terjadi “keadaan memaksa”. maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. Biaya pengawasan bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. huru-hara. Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA). PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA.

Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota. 3. c. Apabila “keadaan memaksa” itu ditolak oleh PIHAk PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan Pasal 5. Pasal 12. Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal terbitnya Surat Keputusan Penunjukan PIHAK KEDUA tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan pengawasan sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. karena kelalaian PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA memberikan keterangan yang tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan Pekerjaan Pengawasan ini. .3. Page 106 4. Telah dikenakan denda yang kumulatif sebesar 10% (sepuluh prosen) dari biaya pekerjaan pengawasan. f. dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : a. tetapi berhak atas pembayaran prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan serta kerugian Negara. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : a. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. maka akan diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit. 2. Dalam waktu satu bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan pengawasan yang telah memulainya. 2. PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas pekerjaan pengawasan sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 4 Surat Perjanjian ini. Pasal 15 PEMUTUSAN PERJANJIAN 1. g. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA. Selain yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan pengawasan ini. Dalam hal adanya pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA. d. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. maka perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. h. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Pengawas lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 diatas. yang dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak. Pasal 15 Surat Perjanjian ini. sebagaimana seperti dalam Pasal 12 ayat 2 Perjanjian ini. e. b. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam Pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati. Pasal 16 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. Jika terjadi Pemutusan Perjanjian Pengawasan ini.

b. dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak. *)……………………. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. dan c. Surat Perjajian ini dibuat dalam rangkap …… (………. Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. Dalam Surat Perjanjian tidak boleh ada tipp-ex dan tulisan tangan (nomor dan tanggal Misalnya) dan masing-masing lembaran diparaf oleh pihak pertama dan pihak kedua.. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pekerjaan pengawasan ini. 3. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. 4. NIP .. 2.) bermeterai cukup. Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota. ……………………………. ……………… Pejabat pembuat Komitmen………… ……………………… …………………………………. 3.. Pasal 18 PENUTUP 1. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri …………………………. Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di ……………………… pada hari dan tanggal tersebut diatas. Pasal 17 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian pengawasan ini. Page 108 LAPORAN PEKERJAAN PENGAWASAN . dan dinyatakan berlaku Page 107 sejak diterbitkannya Surat Perintah Kerja (atau Mulai Kerja) dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Catatan : *) Ditandatangani penanggung jawab perusahaan Pasal 8 (Jaminan Pelaksanaan) berlaku untuk pekerjaan dengan nilai Rp 50 juta keatas. beserta segala akibat hukumnya. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja/ PT/CV..

Tanggal :………………………………. g. Waktu Pengawasan : Tgl mulai :……………………………… Tgl selesai :……………………………… Jml. d. Yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana dan diperiksa oleh Konsultan Pengawas. bahwa : a. c. …………………………………………. Pekerjaan :………………………………………………. Surat Perjanjian Pekerjaan: Nomor : ……………………………… Pelaksanaan . Kontraktor Pelaksana : PT/CV ……………………………………..) h.SATUAN KERJA : ……………………… …………………………………………….. DIPA : Nomor :………………………………. Lokasi :………………………………………………. e. (……………………………………………. Telah melaksanakan pekerjaan pengawasan untuk : a. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor :………………………………. f.. Berdasarkan laporan pekerjaan pelaksanaan Nomor : ………………. b. Departemen/Lembaga :……………………………………………….. SPK Pengawasan Tanggal :………………………………. Tanggal …………………. b. Konsultan Pengawas :………………………………………………. Biaya Pengawasan : Rp. LAPORAN PEKERJAAN PENGAWASAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………… LAMPIRAN : 1 (satu) set laporan 1.minggu :……………………………… 2. minggu ke …….

……………………… BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN PENGAWASAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. % (…………………………. : ……………………… LAMP. Dan seterusnya. Diketahui oleh : Dibuat oleh : Tim Teknis Satuan Kerja/PPK Konsultan Pengawas **) ………………………….Penanggung jawab lapangan dari perusahaan **) Diisi NamaSatuan Kerja yang bersangkutan Page 110 BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN PENGAWASAN SATUAN KERJA : ……………………… ……………………. ……………………….*) : Laporan Pekerjaan Pengawasan Nomor : ……………. Telah mencapai prestasi sebesar : ………. ………………………………………………………………………… c. 3. Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : . Tanggal : ……………. Minggu ke : ……………..Tanggal ………………………………. ……………………………. Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya. .Penanggung jawab perusahaan dan atau . PT/CV ………………….) prosen. ………………………………………………………………………… Page 109 b. ………………… *) ………………………….. NIP. Pelaksanaan kegiatan pengawasan tersebut meliputi (laporan lengkap terlampir) : a..

....... Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. Tanggal : …………………………………………... tanggal …………………… Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Pekerjaan Pengawasan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Page 111 Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan pengawasan untuk : 1. Nomor : ………………………………………….... Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….. 2. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK . Kedua belah pihak berdasarkan : 1..Pada hari ini. Alamat kantor : ………………………………………………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II.. Lokasi : ……………………………………………… 3. Nama : …………………………………………………………. tanggal ……………………….. Tanggal : ………………………………………….. Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : ……………………. Departemen/lembaga . Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan/SPK Nomor : …………………………….. …………………….. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. Pekerjaan : ……………………………………………… 2. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………..

Laporan mingguan. (……………………. Daftar Isian Proyek (DIP) : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 Penyerahan sebagaimana yang dimaksud pasal 1 diatas termasuk meliputi (sesuai Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan ) : 1. : ……. …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 112 BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PENGAWASAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN SATUAN KERJA : ……………………… ……...: ……………………………………………… 4. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja/ PPK PT/CV...) rangkap Demikian Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Pengawasan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………..……………………………………… BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PENGAWASAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. ……………………. (…………………….. Dan seterusnya : ……. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya.) rangkap 2. : ……………………… . Nip. ……………………………… ……………………………… ………………………………… *) …………………………. Pada tanggal tersebut diatas.. …….

Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………. Alamat kantor : ……………………………………………………….. Kedua belah pihak telah setuju dan sepakat bahwa. Nomor : ………………………………………….. untuk : a... Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. Dengan ini menyatakan : 1. Tanggal : ………………………………………….*) : Laporan Pekerjaan Pengawasan Nomor : ……………. Tanggal : ……………. d. DIPA : Nomor : …………………… .. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II.. b. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I.. Departemen/Lembaga : …………………………………….. Lokasi : ……………………………………. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris …………………………….... Tanggal : …………………………………………. Pada hari ini.. ……………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Minggu ke : ……………. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK ..LAMP.. Pekerjaan : …………………………………….. Nama : ………………………………………………………….. c...

) prosen. (……………………………) kali angsuran pembayaran yaitu : a. ……………………... …………………………….) Demikian Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Pengawasan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. f. ……………………………. ……………………………. . Biaya Pengawasan : Rp. …………………………….. Angsuran ke …… = Rp. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Pengawasan Tanggal : …………………… g. ……………………………. …………………………………. 3. Pada tanggal tersebut diatas. b.. % (…………………………………. Berdasarkan pasal …. …………………………… Terbilang : (………………………………………………………………. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV. Angsuran ke …… = Rp. c.. maka PIHAK KEDUA telah berhak menerima dari PIHAK PERTAMA sejumlah : ……… % x Rp …………………. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. ayat…. ………………………………… Prestasi pekerjaan pengawasan telah mencapai kemajuan sebesar : …………. Konsultan Pengawas : ……………………………………. = Rp. Pada angsuran pembayaran ini PIHAK KEDUA Berhak dibayarkan sebesar : = Rp.f diatas. telah dibayarkan : …. Jumlah yang telah dibayarkan = Rp.. Angsuran ke …… = Rp. Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Pengawasan tersebut butir 1.Tanggal : …………………… Page 113 e. 4. Kepada PIHAK KEDUA. 2..

.. KONTRAK PEKERJAAN PELAKSANAAN 3. …………………………… Catatan : *) Untuk BA 100% juga dilampirkan BA serah terima pekerjaan pelaksanaan ke II. MEMERINTAHKAN KEPADA : 2. Selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen ………………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA. SURAT PERINTAH KERJA PEKERJAAN PELAKSANAAN 2.. Nama : …………………………………. . Nip.……………………………… ………………………………… **)………………………. BERITA ACARA PEKERJAAN PELAKSANAAN Page 115 SURAT PERINTAH KERJA KEPALA SATUAN KERJA / PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN ……………………………………………… BRR NAD-NIAS Nomor : ……………………… Tanggal : ……………………… PEKERJAAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN / REHABILITASI / RENOVASI / RESTORASI …………………………………………………………………………… Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Pelelangan/ Pemilihan Langsung Nomor : …………………… tanggal ……………………… dengan ini kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1. Nama : …………………………………. **) Penanggung jawab perusahaan Page 114 Lampiran IV : Keputusan Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara Nomor: 154/KEP/BP-BRR/X/2006 LAMPIRAN IV 1. Jabatan : ………………………………….. Alamat Kantor : ………………………………….

. Dan seterusnya. M2 c. tanggal ……………….. b. Pembayaran pertama sebesar ……. 3..). Alamat Badan Usaha : ………………………………….. c. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan peraturan-peraturan dan ketentuan yang berlaku. .) dapat dilakukan setelah Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditanda tangani kedua belah pihak..Jabatan : …………………………………. % dari biaya pelaksanaan yakni Rp …………………. yang merupakan jumlah tetap dan pasti (lumpsum fixed price). …………………………………………… = ………. Page 116 Tugas tersebut diatas dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA yang meliputi pelaksanaan fisik dan memperbaiki segala cacat dan atau kerusakan-kerusakan pada masa pemeliharaan. (……………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai …… % dikurangi angsuran uang muka. Nama Badan Usaha : …………………………………. Biaya Pelaksanaan Borongan a. Besarnya biaya pelaksanaan adalah Rp ……………………. (lokasi pekerjaan) yang meliputi tugas-tugas sebagai berikut : a. Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajakpajak. (…………………………….. yang dibebankan pada Satuan Kerja ……………………. (…………………………………. Tugas Pekerjaan : Pekerjaan Pelaksanaan yang akan dilaksanakan adalah : Pembangunan/Rehabilitasi/ Renovasi/ Restorasi ………………………… di ………………. b. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. …………………………………………… = ………. M2 b. Sesuai dengan DIPA Nomor : ………………….) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai 100% dikurangi angsuran uang muka. 2. Pembayaran kedua sebesar …… % dari biaya pelaksanaan yakni sejumlah Rp ………………… (………………………………………….. Selaku Kontraktor Pelaksana Pekerjaan ………………………………………. Surat Perintah Kerja (SPK) ini diperintahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dengan ketentuan dan syarat-syarat seperti tersebut dibawah ini : 1. Pembayaran uang muka kepada PIHAK KEDUA sebesar ……% dari biaya pelaksanaan yaitu Rp ……………………. Cara Pembayaran a.

Dasar Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan a. Pembayaran ketiga sebesar ……% dari biaya pelaksanaan yakni sebesar Rp ……………………… (…………………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA.d. m. e. antara lain : i. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi.. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. f. i. ii. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. k. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai 100% (serah Terima I) dan diterima oleh PIHAK PERTAMA dikurangi angsuran uang muka (uang muka sudah harus lunas 100%). Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. Pembayaran terakhir sebesar 5% dari biaya pelaksanaan yakni sebesar Rp ………………………. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syaratsyarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. g. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak 4. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA . dan dilampiri Berita Acara Serah Terima II hasil pekerjaan. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. n. iii. (………………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA. e. setelah selesai masa pemeliharaan. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. h. iv. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. l. Page 117 c.. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. d. tanggal : …………………………………. b. DIPA : …………………………………………… Nomor : …………………. j. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias.

Sampai dilaksanakan Page 118 Serah Terima Kedua pekerjaan pelaksanaan. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku.tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. o.50 juta. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan pelaksanaannya kepada PIHAK PERTAMA. Page 119 . Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya. maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri …………. o/oo (…… permil) dari biaya pekerjaan c. Jumlah denda kumulatif ditetapkan maksimum ….% (…. …………………… *) ……………. 2. prosen) dari biaya pekerjaan pengawasan (umumnya 3%).. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dalam batas waktu yang ditetapkan... PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja / PT/CV ……………………. PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya (umumnya 1-3%).% (…………. persen) dari biaya pekerjaan pelaksanaan dengan ketentuan bahwa. NIP ……………… Catatan : *) Ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan Model perjanjian dengan SPK berlaku hanya untuk pekerjaan yang nilainya sampai RP. Pejabat Pembuat Komitmen……… ………………. Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ……………… dan mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.. Jika terjadi perselisihan dikemudian hari. Penyelesaian Perselisihan 1. 7. 6. Jangka Waktu Pelaksanaan Jangka waktu pelaksanaan sampai selesai 100% yang disebut dalam butir 1 Surat Perintah Kerja ini terhitung mulai tanggal ………………………. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar ……. b. Sanksi dan Denda a. maka untuk setiap hari kelambatan pihak pelaksana wajib membayar denda kelambatan sebesar …. 5.

SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI …………………………………………………………………… BRR NAD - NIAS Nomor : ………………………… Tanggal : ………………………… Pada hari ini ………… tanggal …………. Bulan ………………… tahun …... ………., kami yang bertandatangan di bawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan pelaksanaan : Antara 1. N a m a : …………………………………………… Jabatan (struktural) : …………………………………………… Alamat : …………………………………………… Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias Nomor : ……………….. tanggal ………….. telah ditunjuk selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia, yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA. Dengan 2. Nama : ………………………………………….. Jabatan : Direktur ………………………………… Nama Perusahaan : …………………………………………. Alamat : …………………………………………. Yang didirikan dengan Aket Notaris Nomor :……………………….. tanggal ……………. Oleh Notaris di ………………. Dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya, bertindak untuk dan atas nama ………………….. (nama Badan Usaha), yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA. Maka dengan ini disetujui oleh dan di antara pihak-pihak tersebut, ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal di bawah ini : Page 120

Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1. PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan diterima PIHAK KEDUA untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan/rehabilitasi/renovasi /restorasi ………………………………………. 2. Pekerjaan tersebut meliputi : a. ………………………………… volume …………………………. b. ………………………………… volume …………………………. Dan seterusnya. 3. Pekerjaan tersebut dilaksanakan di …………………….. (lokasi pekerjaan). 4. PIHAK KEDUA mempunyai kewajiban kepada PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan, menyelesaikan, dan memelihara pekerjaan, serta memperbaiki kerusakan sesuai ketentuan dan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak. Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. Dasar perjanjian dan pelaksanaan pekerjaan pemborongan ini menjadi lampiran dan bagian yang mengikat serta tidak terpisahkan dalam perjanjian ini adalah : a. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) ……………………………… Nomor : ………………………………………………………… Tanggal : ………………………………………………………… b. Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ……………………………………………………….. Tanggal : ……………………………………………………….. c. Surat Usulan Calon Pemenang Lelang Nomor : ………………………………………………………. Tanggal : ………………………………………………………. d. Surat Keputusan Pemenang Lelang Nomor : ………………………………………………………. Tanggal : ………………………………………………………. e. Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : ……………………………………………………… Tanggal : ……………………………………………………… f. Berita Acara : ii. DRT-U dan undangan

iii. Penjelasan pekerjaan dan daftar hadir panitia serta rekanan iv. Hasil pelelangan dan daftar hadir panitia v. Pembukaan surat penawaran dan daftar hadir panitia vi. Pengumuman pemenang lelang. Page 121 g. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS), h. Gambar-gambar, i. Jadwal pelaksanaan pekerjaan, j. Shop drawings, k. Surat jaminan pelaksanaan, l. Addendum (bila ada). 2. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : a. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi; b. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung; c. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi; d. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. e. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias; f. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. g. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. h. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya; i. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara, j. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung, antara lain : i. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan, ii. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987, iii. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi, iv. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung, Page 122 k. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan.

PIHAK KEDUA harus mengajukan contoh bahan dan peralatan yang akan digunakan untuk mendapat persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. pengujian. dan pengkoreksian. PIHAK KEDUA wajib menjaga keamanan bahan dan peralatan di lokasi dari pencurian. PIHAK KEDUA wajib membuat tempat atau gudang yang baik dan aman untuk menyimpan bahan dan peralatan guna kelancaran pekerjaan. Apabila bahan dan peralatan yang digunakan/terpasang setelah melalui pengujian ternyata tidak memenuhi persyaratan kualifikasi dan spesifikasi yang telah ditentukan. n. Untuk pengendalian pekerjaan yang terdiri atas kegiatan pengawasan. maka PIHAK KEDUA harus menyingkirkan bahan dan peralatan tersebut dari lokasi pekerjaan dalam waktu 2 x 24 jam. maka PIHAK KEDUA wajib mengganti/memperbaiki tanpa berhak menuntut kerugian. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. 3. 5. peralatan. PIHAK KEDUA wajib menjaga kebersihan lokasi dan lingkungan dari kotoran dan polusi yang ditimbulkan penggunaan bahan dan peralatan dalam pelaksanaan pekerjaan. Tidak tersedianya bahan dan peralatan di pasaran. dalam hal ini tetap berlaku ketentuan ayat 13 pasal ini. maka PIHAK KEDUA dapat mengajukan bahan dan peralatan pengganti yang setara melalui persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. Bahan. jika kualitas dan spesifikasinya tidak memenuhi persyaratan. Jika bahan dan peralatan tidak terdapat di pasaran. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. 11. . 2. tidak dapat dijadikan alasan untuk keterlambatan pekerjaan.l. Jika bahan dan peralatan tersebut ditolak PIHAK PERTAMA. PIHAK PERTAMA berhak melakukan pengujian terhadap bahan dan peralatan yang diajukan PIHAK KEDUA. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk penggantinya dan diberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA. Page 123 6. 8. Pasal 3 PENGAWAS PEKERJAAN / MANAJEMEN KONSTRUKSI 1. Pasal 4 BAHAN DAN PERALATAN 1. m. 10. Apabila pejabat atau badan hukum yang ditunjuk dalam ayat 1 pasal ini berhalangan atau tidak dapat menjalankan kewajibannya. maka PIHAK PERTAMA menunjuk pejabat atau badan hukum ………… sebagai pengawas pekerjaan/manajemen konstruksi yang bertindak untuk dan atas nama PIHAK PERTAMA. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. 2. 7. 9. PIHAK KEDUA harus mematuhi perintah/petunjuk teknis dan manajemen dari pengawas pekerjaan/manajemen konstruksi sesuai kewenangan yang telah ditentukan. 3. dan telah diketahui oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA harus mengganti dengan bahan dan peralatan baru yang memenuhi persyaratan. 4. PIHAK PERTAMA berhak menolak bahan dan peralatan yang disediakan oleh PIHAK KEDUA. dan segala sesuatu yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pemborongan ini harus disediakan dalam keadaan baru oleh PIHAK KEDUA.

maka PIHAK KEDUA harus menjamin dalam waktu 7 x 24 jam orang atau tenaga kerja tersebut sudah harus meninggalkan lokasi pekerjaan. Ongkos-ongkos dan upah tenaga kerja untuk pelaksanaan pekerjaan ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Penyediaan tenaga kerja harian harus dilaporkan kepada PIHAK PERTAMA dalam bentuk daftar yang dilampiri keterangan identitas setiap tenaga kerja. 4. kemampuan dan pengalaman yang telah ditentukan dengan melampirkan curriculum vitae dan mendapat persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. dan diserahkan kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari sejak dikeluarkan surat perintah kerja. PIHAK KEDUA wajib menugaskan tenaga kerja ahli dan terampil dalam jumlah cukup sesuai kebutuhan pekerjaan yang dicantumkan dalam Daftar Usulan Staf Inti Proyek dan diserahkan kepada PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA wajib menyediakan tempat tinggal yang memenuhi syarat kesehatan dan ketertiban bagi para pekerja yang tinggal sementara di lokasi pekerjaan. Penunjukan/penugasan/penggantian staf proyek atau pemimpin pelaksana harus memenuhi kualifikasi. dan seluruh biaya yang ditimbulkan ditanggung PIHAK KEDUA. Asuransi tersebut bias dilakukan menurut variable jumlah pekerja yang ada di lapangan. 7. 9. Pasal 5 TENAGA KERJA 1. maka PIHAK KEDUA wajib memberikan pertolongan medis sepenuhnya terhadap korban. 11. 2. 3. Jika terjadi kecelakaan pada saat pelaksanaan pekerjaan. PIHAK KEDUA wajib menyelenggarakan Asuransi Sosial Tenaga Kerja (ASTEK) kecelakaan dan kematian sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan ang berlaku. 10. 12. 5. 8. Di lokasi pekerjaan harus ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai pemimpin pelaksana yang mempunyai wewenang penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA yang dapat menerima/memberikan/memutuskan segala urusan pekerjaan di lapangan. PIHAK KEDUA wajib menyediakan tenaga kerja harian dalam jumlah cukup dan kualifikasi sesuai dengan volume dan kompleksitas pekerjaan. 13. . dan tidak berhubungan lagi dengan pekerjaan dalam kontrak. PIHAK KEDUA harus menjalin kerjasama yang baik dengan pemasok perangkat dari luar dan dalam negeri. Asuransi tersebut harus memiliki masa berlaku minimal sampai akhir masa kontrak. 13. Jika PIHAK PERTAMA meminta PIHAK KEDUA untuk memberhentikan orang atau tenaga kerjanya dan menyatakan alas an atas permintaan tersebut. PIHAK KEDUA wajib menyediakan perlengkapan pengamanan untuk keselamatan tenaga kerja. Page 124 6.12. 14. PIHAK KEDUA diwajibkan memaksimalkan penggunaan bahan dan peralatan produksi dalam negeri. PIHAK KEDUA menjamin bahwa bahan dan peralatan yang dipasang tersedia suku cadang dan agen penjualnya di Indonesia serta bersedia memberikan pelayanan purnajual. PIHAK KEDUA harus bertanggung jawab atas kerugian PIHAK PERTAMA akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan nya.

Page 125 5. Masa pemeliharaan hasil pekerjaan ditetapkan selama …… ( ………………………. Semua yang berkaitan dengan persoalan dan tuntutan tenaga kerja maupun Sub kontraktor menjadi beban dan tanggung jawab PIHAK KEDUA. maka PIHAK PERTAMA dapat memberlakukan pasal 18. Hubungan antara PIHAK KEDUA dengan sub kontraktor menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari PIHAK KEDUA. . dan hal ini tidak mengurangi kewenangan pengawas pekerjaan/ manajemen konstruksi untuk mengendalikan pelaksanaan pekerjaan sub kontraktor.) hari kalender terhitung sejak tanggal ……. baik di dalam maupun di luar pengadilan. maka PIHAK KEDUA harus telah menyelesaikan segala urusan keuangan dengan para sub kontraktor. Sebelum dilakukan Serah Terima I (pertama) pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA. 8. 3. Apabila suatu bagian pekerjaan akan diserahkan kepada sub kontraktor maka sebelumnya harus mendapat persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA. sesuai dengan bidang keahliannya. 6. Hubungan antara para pekerja dengan PIHAK KEDUA sepanjang tidak diatur secara khusus. 3. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan sub kontraktor dan segala sesuatu yang menyangkut hubungan antara PIHAK KEDUA dengan sub kontraktor. Untuk pekerjaan yang diserahkan kepada sub kontraktor atas persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA.14. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan pelaksanaan sampai 100% (serah terima I) ditetapkan selama …… (………………. PIHAK KEDUA wajib bekerja sama dengan sub kontraktor (termasuk dengan sub kontraktor golongan ekonomi lemah) setempat. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan menyerahkan seluruh pekerjaan kepada sub kontraktor atau PIHAK KETIGA. 2. (sejak diterbitkannya Surat Perintah Kerja) dan berakhir tanggal ………… 2. kecuali PIHAK PERTAMA telah memberikan persetujuan tertulis dan diatur di dalam perjanjian tambahan (addendum). tunduk pada peraturan perburuhan yang berlaku. 4. Jika ternyata PIHAK KEDUA menyerahkan pekerjaan kepada sub kontraktor tanpa persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA. Pasal 8 MASA PEMELIHARAAN 1..) hari kalender terhitung sejak tanggal pekerjaan selesai 100% dan telah diterima oleh PIHAK PERTAMA dalam keadaan baik. 7. Waktu penyelesaian tersebut dalam ayat 1 dan ayat 2 pasal ini tidak dapat diubah PIHAK KEDUA. Jangka waktu pelaksanaan setiap bagian pekerjaan ditetapkan sesuai jadwal pelaksanaan pekerjaan (time schedule) pada lampiran surat perjanjian ini. 15. maka PIHAK KEDUA berkewajiban melakukan koordinasi yang baik dan penuh tanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh sub kontraktor. Pasal 7 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN 1. yang dinyatakan dalam Berita Acara Serah Terima I. Pasal 6 SUB KONTRAKTOR 1.

3. maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa jaminan tersebut. maka jaminan pelaksanaan menjadi milik Negara. bilamana terjadi pemutusan perjanjian dengan memperhitungkan prestasi pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA. Masa berlaku surat jaminan pelaksanaan minimal sama dengan masa kontrak. maka masa pemeliharaan terhitung sampai dengan berakhirnya perbaikan yang dilakukan tersebut. 2. f. Apabila terjadi perpanjangan masa pekerjaan. diserahkan kembali oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. e. Page 126 Pasal 9 JAMINAN PELAKSANAAN DAN JAMINAN UANG MUKA 1.2. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk PIHAK KETIGA untuk melakukan perbaikan tersebut dengan biaya dibebankan kepada PIHAK KEDUA. …………………. maka PIHAK KEDUA wajib melakukan perbaikan. Apabila selama masa pemeliharaan ternyata terdapat kerusakan-kerusakan akibat iklim atau akibat kelalaian/kesalahan pemakaian/pemasangan bahan yang tidak sesuai dengan ketentuan perjanjian.a pasal ini. Sebelum pembayaran angsuran pertama (uang muka) oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan. Apabila PIHAK KEDUA tidak melakukan perbaikan sebagaimana dimaksud ayat 1 dan 2 pasal ini.a pasal ini. Surat jaminan bank tersebut dapat berupa guarantee yang harus dikeluarkan oleh bank umum atau berupa Bond yang harus dikeluarkan oleh perusahaan asuransi kerugian yang mempunyai program Surety Bond. maka PIHAK PERTAMA dapat membatalkan PIHAK KEDUA sebagai pemenang lelang. Dan apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan ayat 1. . Jaminan Pelaksanaan : a. Dalam surat jaminan pelaksanaan tersebut huruf a ayat 1 pasal ini harus ada ketentuan bahwa jaminan pelaksanaan menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA tanpa persetujuan PIHAK KEDUA. c. Surat jaminan tersebut huruf a ayat 1 pasal ini.). 4. …………………. d. dan harus dijamin tidak ada waktu senggang di antaranya. (…………………………………………………. dan seluruh biaya perbaikan tersebut ditanggung oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA jaminan pelaksanaan pekerjaan selambat-lambatnya pada saat perjanjian ini ditandatangani. Besar nilai jaminan adalah 5% dari biaya pekerjaan borongan atau sebesar Rp. Berkaitan ayat 2 pasal ini. b. maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA jaminan uang muka berupa surat jaminan bank umum atau perusahaan asuransi kerugian (bentuk jaminan sesuai ayat 1 a pasal ini) sebesar ……… % dari biaya pelaksanaan borongan atau Rp. setelah Serah Terima I pekerjaan konstruksi fisik dilaksanakan dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. g. Jaminan Uang Muka : a. (…………………………………………………. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan PIHAK KEDUA sebagai pemenang lelang. apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan ayat 1. Jika PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani kontrak (Surat Perjanjian) ini..).

dan harus sudah lunas selambat-lambatnya pada saat Serah Terima I pekerjaan konstruksi fisik. Dalam surat jaminan uang muka tersebut huruf a di atas. (………………………………………………) yang dibebankan pada DIPA ……………. ………………………. 4. rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). 2. Jaminan uang muka tersebut pada huruf a ayat 2 pasal ini. PIHAK KEDUA telah menjamin bahwa penggunaan uang muka tersebut dalam butir a ayat 2 pasal ini adalah sepenuhnya diperuntukkan atau dipergunakan bagi pelaksanaan pekerjaan pemborongan sebagaimana disebut dalam pasal 1 surat perjanjian ini. Pembayaran pertama sebesar ……… % dari biaya borongan yakni Rp ………………… (…………………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai ……% dikurangi . tetapi hanya dipakai untuk menghitung perubahan harga bila terjadi pekerjaan tambah kurang. 3. tahun anggaran …………. dengan memperhitungkan prestasi pekerjaan yang telah dilakukan oleh PIHAK KEDUA. dengan perincian sebagai berikut : a. Jumlah biaya pelaksanaan borongan ini adalah sebesar Rp. Pembayaran uang muka kepada PIHAK KEDUA sebesar …… % dari harga borongan yaitu Rp ……………………. dan harga satuan bahan tidak mengikat pada harga borongan lumpsum.b. Nomor : ……………………. Pasal 10 BIAYA PELAKSANAAN BORONGAN 1. Pasal 11 CARA PEMBAYARAN 1. secara berangsur-angsur akan diperhitungkan dalam tahap-tahap pembayaran sebagaimana termaksud dalam pasal 11 perjanjian ini../…………. serta document lainnya tersebut pada ayat 1 pasal 2 surat perjanjian ini. b. harga satuan pekerjaan. Dalam jumlah biaya pelaksanaan tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran PIHAK KEDUA beserta pajak-pajak dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. (…………………………………………) dapat dilakukan setelah perjanjian ini ditandatangani kedua belah pihak dan atas jumlah tersebut PIHAK KEDUA memberikan jaminan uang muka sebagaimana tersebut dalam Pasal 9 perjanjian ini. Biaya pelaksanaan lumpsum pekerjaan tersebut dalam ayat 1 pasal ini dilaksanakan berdasarkan gambar rencana. d. Nilai pembayaran setiap tahap maksimum sebesar prestasi hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan dikurangi 5 %. Dan merupakan jumlah yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price).. harga satuan upah. Pembayaran biaya pelaksanaan borongan tersebut pasal 10 di atas dilakukan secara bertahap dengan sistim dan jumlah tahap berdasar kesepakatan antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. harus ada ketentuan bahwa jaminan uang muka menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK Page 127 PERTAMA tanpa persetujuan PIHAK KEDUA bilamana terjadi pemutusan perjanjian. c.. tanggal ………….. Volume. 2.

Tahap-tahap pembayaran ayat 2 a. dan dilampiri Berita Acara Serah Terima II hasil pekerjaan. 3. Perubahan yang merupakan penambahan atau pengurangan pekerjaan hanya dianggap sah sesudah mendapat persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA dengan menyebutkan jenis. d.. Harga pekerjaan tambah kurang dalam ayat 1 dan 2 pasal ini setinggi-tingginya 10% dari . setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai 100% (Serah Terima I) dan diterima oleh PIHAK PERTAMA dikurangi angsuran uang muka (uang muka sudah harus lunas 100%). PIHAK KEDUA wajib mengurus dan menyelesaikan semua perizinan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini. Kenaikan harga bahan. volume... dan rincian pekerjaan secara jelas. dan e pasal 11 ini harus dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang disetujui dan ditandatangani oleh kedua belah pihak. (………………………………………. c. e. 3. dan upah selama masa pelaksanaan pekerjaan pemborongan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. setelah selesai masa pemeliharaan dilaksanakan dengan baik sesuai dengan pasal 8 perjanjian ini.) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA. Page 129 2. Pasal 13 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1. Segala pajak dan retribusi sehubungan pekerjaan pemborongan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. ………………. jika tidak tercantum dalam daftar harga satuan pekerjaan dalam pasal 10 ayat 4 perjanjian ini. dan segala biaya yang dikeluarkan menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA.angsuran uang muka. dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntuntan (klaim) atas kenaikan harga bahan. 2. Pasal 12 KENAIKAN HARGA 1. Dan seterusnya. Segala biaya sehubungan pembuatan surat perjanjian ini termasuk biaya materai tempel Rp 6. Pembayaran terakhir sebesar 5% dari harga borongan yakni sebesar Rp. Perhitungan penambahan atau pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh kedua belah pihak. kecuali apabila Pemerintah Republik Indonesia dalam bidang moneter secara resmi menyatakan tentang kenaikan tersebut yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.000. Page 128 c. 3.(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Pembayaran ketiga sebesar ……% dari biaya borongan yakni sebesar Rp …………………. dan upah tersebut. Pasal 14 PEKERJAAN TAMBAH KURANG 1. b. atau pemberitahuan resmi secara tertulis. peralatan. d. ( ……………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA. peralatan. 2.

3. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. dan Pasal 18 dalam Surat Perjanjian ini. Pasal 15 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 1. c. setelah diperiksa oleh Pengawas Pekerjaan/Manajemen Konstruksi. d. 2. Apabila “keadaan memaksa” itu ditolak oleh PIHAK PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan Pasal 7. dibuat perjanjian tambahan (Addendum). Perang. Pasal 16 SANKSI / DENDA 1. makar. kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan kontraktor). f. 5. Yang dimaksud “keadaan memaksa” dalam perjanjian ini adalah peristiwa-peristiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat Keadaan Memaksa. dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban keuangan kepada para pekerja harian dan sub kontraktor. Apabila terjadi “keadaan memaksa”. Pelaksanaan pembayaran pekerjaan tambah kurang dilakukan setelah pekerjaan selesai 100%. pemberontakan. b. 4. huru-hara. PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. Bencana alam (gempa bumi. Pasal 16. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan memaksa” tersebut.harga borongan dan sudah termasuk pajak yang harus dibayarkan oleh PIHAK KEDUA. maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis. tanah longsor. Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA). badai. maka : a. Page 130 e. revolusi. dan banjir). d. kecuali atas persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. yaitu : a. ( …………) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini. Adanya pekerjaan tambah kurang tidak dapat dipakai sebagai alasan untuk mengubah jangka waktu penyelesaian pekerjaan. Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah. Untuk pekerjaan tersebut di atas. Apabila selama ……. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan memaksa” tersebut. b. Jika PIHAK KEDUA melakukan kelalaian dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya . 6. c.

Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan pembangunan ini. dibebankan kepada PIHAK KEDUA dan akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Memberikan keterangan tidak benar yang dapat merugikan PIHAK PERTAMA.. Jika PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan pekerjaan pemborongan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam pasal perjanjian ini. Pasal 18 PEMUTUSAN PERJANJIAN 1. Denda-denda tersebut dalam pasal ini.sebagaimana tercantum dalam dokumen kontrak perjanjian ini. 3. 3. 2. maka untuk setiap kali melakukan kelalaian. 4. . PIHAK KEDUA wajib membayar “Denda Kelalaian” sebesar …… % dari jumlah biaya pekerjaan borongan. maka setiap hari keterlambatan PIHAK KEDUA wajib membayar “denda keterlambatan” sebesar …. c.% (…. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : a. b. Persen) dari jumlah biaya pekerjaan borongan (umumnya 10%). Per mil) dari biaya pekerjaan borongan (umumnya 3o/oo). Pasal 17 RISIKO 1. Jika pada waktu pelaksanaan terjadi kemacetan-kemacetan akibat tidak tersedianya bahan dan alat-alat karena kesalahan PIHAK KEDUA. dengan ketentuan PIHAK KEDUA tetap berkewajiban memperbaiki kesalahan/kelalaian yang diperingatkan tersebut (umumnya 1-3%). maka segala risiko akibat kemacetan pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. d. 2. sehubungan dengan pekerjaan pemborongan ini. PIHAK KEDUA tidak memulai melaksanakan pekerjaan pemborongan sebagaimana diatur dalam pasal 1 surat perjanjian ini.o/oo ( …. 4. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian yang timbul. Page 131 5. Dalam waktu 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal Surat Perintah Kerja diterbitkan oleh PIHAK PERTAMA. Dalam waktu 7 (tujuh) hari berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan pemborongan yang telah dimulainya. Jika hasil pekerjaan PIHAK KEDUA musnah karena kelalaian PIHAK KEDUA sebelum diserahkan kepada PIHAK PERTAMA. Apabila selama PIHAK KEDUA melaksanakan pekerjaan pemborongan ini menimbulkan kerugian PIHAK KETIGA (orang-orang yang tidak ada sangkut paut dengan perjanjian ini) akibat kelalaian PIHAK KEDUA. Jumlah maksimum denda kumulatif ayat 1 dan 2 pasal ini ditetapkan sebesar …. PIHAK KEDUA wajib menutup asuransi jenis Construction All Risk dan atau Erection All Risk untuk semua jenis pekerjaan yang dilaksanakan dalam surat perjanjian ini. maka segala kerugian ditanggung oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata.

4. h. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk pemborong lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. maka PIHAK PERTAMA akan memperhitungkan dan menetapkan pembayaran berdasar penilaian prestasi pelaksanaan pekerjaan yang telah diselesaikan oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA segera menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dokumen kontrak lengkap dengan lampiranlampirannya dan seluruh keterangan lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. maka jaminan pelaksanaan dan jaminan uang muka yang telah diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA menjadi milik Negara sebagaimana diatur dalam pasal 9 surat perjanjian ini. PIHAK KEDUA telah memborongkan sebagian atau seluruh pekerjaan kepada PIHAK KETIGA tanpa persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. g. 2. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. maka akan diselesaikan melalui “Panitia Pendamai” terdiri dari 3 (tiga) orang yang bertugas sebagai juri yang dibentuk oleh kedua belah pihak. 3.e. Pasal 19 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak dapat melaksanakan atau melanjutkan pekerjaan yang ditugaskan. i. yaitu : Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota dan Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. f. dan biaya penyelesaian perselisihan ditanggung bersama oleh kedua belah pihak. Apabila terjadi pemutusan perjanjian sebagaimana dimaksud ayat 2 pasal ini. 3. Dalam hal demikian. 2. Apabila jumlah denda kumulatif telah mencapai maksimum 10% (sepuluh persen) dari jumlah harga pekerjaan borongan ini. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. Jika terjadi pemutusan perjanjian pemborongan secara sepihak oleh PIHAK PERTAMA sebagaimana dimaksud ayat 1 pasal ini. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 Pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak akan diselesaikan secara musyawarah. maka perselisihan akan diselesaikan melalui Pengadilan Negeri. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. Apabila PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tentang sub kontraktor sebagaimana diatur dalam pasal 6 surat perjanjian ini. Jika PIHAK KEDUA melaksanakan pekerjaan pemborongan ini tidak sesuai dengan jadwal waktu (Time Schedule) yang telah disetujui oleh PIHAK PERTAMA. Page 132 4. Pasal 20 .

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Kontraktor PT/CV. 2. 3. masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta pihak-pihak lain yang berkepentingan yang berkaitan dengan pekerjaan pemborongan ini. 5. dibuat berbentuk buku harian rangkap …. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama. 6. (………………………. PIHAK KEDUA wajib membuat dan menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA fotofoto dokumentasi setiap bagian pekerjaan tentang persiapan. Jika sewaktu-waktu diminta oleh PIHAK PERTAMA untuk menyerahkan sebagian atau keseluruhan dokumen kontrak. kedua belah pihak telah setuju memilih tempat kedudukan hukum yang tetap di Kantor Pengadilan Negeri …………………. dan dinyatakan berlaku sejak tanggal diterbitkannya Surat Perintah Kerja dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. pelaksanaan. dan hasil pekerjaan sampai selesai yang dimasukkan dalam album dan dibuat dalam rangkap ……. 4.. PIHAK KEDUA wajib membuat laporan berkala pelaksanaan pekerjaan secara keseluruhan. ……………… Kepala Satuan Kerja / Pejabat Pembuat Komitmen ……………………………… . beserta catatan-catatan selama pelaksanaan di lapangan. 3. laporan. Laporan dan catatan tersebut dalam ayat 2 dan 3 pasal ini. PIHAK KEDUA wajib membuat catatan yang jelas dan pasti mengenai kemajuan pekerjaan yang telah dilaksanakan.). 2.) bermeterai cukup. Page 133 Pasal 21 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian pemborongan ini beserta segala akibatnya. (…………) diisi pada format yang telah disetujui Pengawas Pekerjaan/Manajemen Konstruksi dan harus selalu berada di tempat pekerjaan. (nama tempat) pada hari dan tanggal tersebut di atas. Surat perjanjian pekerjaan pemborongan ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di …………………. Di ……………………… Pasal 22 PENUTUP 1. maka PIHAK KEDUA harus segera menyerahkannya kepada PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA pada saat penyerahan I pekerjaan yakni : gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dalam bentuk kalkir dan blue print. (……………………. termasuk pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh sub kontraktor. Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap …. Segala sesuatu yang belum diatur dalam surat perjanjian ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut dalam surat perjanjian tambahan (addendum) yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini.LAPORAN 1.

..... d....... e.... Lokasi : ..........50 Juta keatas.................. Departemen/Lembaga : .. Kontraktor Pelaksana : .. Telah melaksanakan pekerjaan Konstruksi/Pelaksanaan untuk : a............. DIPA : Nomor : .......... g............................... Pekerjaan : ...... LAPORAN PEKERJAAN PELAKSANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : …………………….... f. Pasal 9 (Jaminan Pelaksanaan) berlaku untuk pekerjaan dengan nilai Rp...... Pelaksanaan Tanggal : .... Tanggal : ................………………………………….......... …………………………… Catatan : *) Ditandatangani penanggung jawab perusahaan.................................... Biaya Pelaksanaan .............. Kemajuan Pekerjaan 1................ Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : ...... Dalam Surat Perjanjian tidak boleh ada tipp-ex dan tulisan tangan (nomor dan tanggal misalnya) dan masing-masing lembaran diparaf oleh pihak pertama dan pihak kedua. *) …………………………… NIP................................ Page 134 LAPORAN PEKERJAAN PELAKSANAAN (Untuk lampiran pembayaran angsuran sampai serah terima-1) SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………......... b........ LAMPIRAN : Lap............................. c...........

. ..... 2... *) ………………………….... *) …………………………... Jml..... (………………………….... Pelaksanaan pekerjaan tersebut dengan prestasi sebagai berikut ( laporan lengkap terlampir): No Bagian/Jenis pekerjaan % Bobot pekerjaan Kemajuan Pekerjaan % Total Prestasi Pekerjaan 1....minggu : …………. Tgl. Dapat diisi rekapitulasi item pekerjaan .....Penanggung jawab lapangan dari perusahaan Page 136 LAPORAN PEKERJAAN PEMELIHARAAN (untuk lampiran serah terima II) ... ....Penanggung jawab perusahaan dan atau ... PT/CV………………………................. Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : ....... Diperiksa oleh : Dibuat oleh : Konsultan Pengawas/MK Konsultan Pelaksana PT/CV....... Page 135 Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya..) h...% Kemajuan pekerjaan telah mencapai prestasi sebesar : …….. ......... Mulai : …………...... ……………………………… ……………………………….. Jumlah 100% ..% (……………………) prosen......... Selesai : …………...........: Rp.. …………………….. Waktu Pelaksanaan : Tgl........

Dan seterusnya.SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. Pekerjaan :………………………………………………. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor :……………………………….) h. ………………………………………………………………………… b. Sehubungan dengan hal tersebut diatas.. f. 3. Telah melaksanakan pekerjaan Pemeliharaan untuk : a. Kontraktor Pelaksana :………………………………………………. d. ………………………………………………………………………… d. ………………………………………………………………………… c. b. Daftar Isian Proyek : Nomor :……………………………….. Pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan tersebut meliputi (laporan lengkap terlampir) : a. c. e.. g. Waktu Pemeliharaan : Tgl mulai :……………………………… Tgl selesai :……………………………… 2. Biaya Pelaksanaan : Rp. Pemeliharaan 1. SPK Pelaksanaan Tanggal :………………………………. ………………………………………………………………………… f. …………………………………………. ………………………………………………………………………… e. Tanggal :………………………………. ayat . Departemen/Lembaga :………………………………………………. maka kewajiban sesuai dengan pasal …. Lokasi :………………………………………………. LAPORAN PEKERJAAN PELAKSANAAN PEMELIHARAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………… LAMPIRAN : Lap. (…………………………………………….

. PT/CV …………………. Page 137 Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya. ……………………………. *).…… Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Pelaksanaan tersebut butir 1.Penanggung jawab perusahaan dan atau .. Pekerjaan : ……………………………………… 2.f..Penanggung jawab lapangan Page 138 LAPORAN FOTO PROYEK PEKERJAAN PELAKSANAAN (untuk kelengkapan pengesahan Berita Acara kepada instansi teknis dan untuk file) SATUAN KERJA : ……………………… …………………………………………… LAPORAN FOTO PROYEK PEKERJAAN PELAKSANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE : ……………………… TANGGAL : ……………………… LAMPIRAN : 1(satu) Dokumen / Album Pelaksanaan 1. ………………… *) …………………………. ………………………. diatas telah dilaksanakan. Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : . Diperiksa oleh : Dibuat oleh : Konsultan Pengawas/MK Kontraktor Pelaksana PT/CV …………………………. Lokasi : …………………………………….

.3. BERITA ACARA SERAH TERIMA I PEKERJAAN PELAKSANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… . PT/CV …………………. Biaya Pelaksanaan : Rp. ………………………. 4. 7. Waktu Pelaksanaan : Tgl mulai : ……………. Kontraktor Pelaksana : ……………………………………. Nama Bangunan : ……………………………………. Catatan : *) Penanggung jawab lapangan dari perusahaan Page 139 BERITA ACARA SERAH TERIMA I PEKERJAAN PELAKSANAAN SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. ………………………………. ………………… *) ………………………. ________________________________________________________________________ FOTO PROYEK Warna 3R/4R Kemajuan pekerjaan telah mencapai prestasi sebesar : ………% Diperiksa oleh : Dibuat oleh : Konsultan Pengawas/MK Kontraktor Pelaksana PT/CV …………………………. *). Tgl selesai : ……………... ……………………………. 6. Tampilan Bangunan : Depan/samping/belakang 5.

. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………. Tanggal : …………………………………………. Nomor : …………………………………………. Alamat kantor : ………………………………………………………. tanggal …………………… 3. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. 2. Nama : ………………………………………………………….. Tanggal : ………………………………………….. Addendum Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK Nomor : …………………… tanggal ………………………. Pada hari ini.. Tanggal : ……………... : ……………………… LAMP... Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : ………………………………………….... Minggu ke : …………….*) : Laporan Pekerjaan Pelaksanaan Nomor : ……………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.……………………. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK....LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK Nomor : ……………………………... tanggal ………………………. (bila ada)... …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I.. Page 140 4. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. Laporan pekerjaan pelaksanaan Nomor : …………………………… tanggal .. Kedua belah pihak berdasarkan : 1.. Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : ……………………..

Page 141 Demikian Berita Acara Serah Terima Pertama pekerjaan pelaksanaan ini dibuat dan ditandatangani di ………………………….) hari kalender atau terhitung sejak tanggal ……………………. Pasal 3 Sebagai kelengkapan Berita Acara Serah Terima Pertama ini dilampirkan dokumen administrasi bangunan yang terdiri dari : 1. …………………………………………………………………. maka PIHAK KEDUA tetap bertanggung jawab atas segala kerusakan dan cacat-cacat tersembunyi selama masa pemeliharaan yaitu …… (………………………. ………………………………………………………………….. 3. Dan seterusnya. DIPA : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 Penyerahan sebagaimana yang dimaksud pasal 1 diatas termasuk meliputi (sesuai Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan) : 1. seluas = ……. Pasal 4 Sesuai dengan pasal …. Sampai dengan tanggal …………. Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya.. Ayat ….. …………. 2. M2 2. Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Pertama Pekerjaan Pelaksanaan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan pelaksanaan untuk : 1.…………………………………….. Pekerjaan : ……………………………………………… 2. Departemen/lembaga : ……………………………………………… 4. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Kontraktor Pelaksana ..…………….. Dan seterusnya. Lokasi : ……………………………………………… 3. Pada tanggal tersebut diatas.

…………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. ……………………………… ………………………………… *) ………………………….Kepala Satuan Kerja /PPK PT/CV. BERITA ACARA SERAH TERIMA II PEKERJAAN PELAKSANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. Nip.……………………. Nama : ………………………………………………………… .. Tanggal : …………………………………………. …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 142 BERITA ACARA SERAH TERIMA II PEKERJAAN PELAKSANAAN SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. ……………………. Pada hari ini. Minggu ke : ……………. Alamat kantor : ………………………………………………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II.. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK ………..*) : Laporan Pekerjaan Pemeliharaan Nomor : ……………. Nama : …………………………………………………………. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. : ……………………… LAMP. …………………………………. Tanggal : ……………...

Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. Nomor : …………………………………………. Tanggal : …………………………………………. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Kedua belah pihak berdasarkan : 1. Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : ……………………... tanggal ……………………….. 2. Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK Nomor : …………………………….... tanggal …………………… 3. Addendum Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK Nomor : …………………… tanggal ………………………. (bila ada). 4. Berita Acara Serah Terima Pertama pekerjaan pelaksanaan Nomor : …………………………. Tanggal ……………………. Page 143 5. Laporan pekerjaan pemeliharaan Nomor : …………………………… tanggal ……………………………………. Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Kedua Pekerjaan Pelaksanaan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan perbaikan-perbaikan selama masa pemeliharaan untuk : 1. Pekerjaan : ……………………………………………… 2. Lokasi : ……………………………………………… 3. Departemen/lembaga : ……………………………………………… 4. DIPA : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 1. PIHAK PERTAMA telah menerima dengan baik segala perbaikan-perbaikan yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA selama masa pemeliharaan terhitung sejak tanggal

…………. Sampai dengan tanggal ……………. 2. Selanjutnya PIHAK KEDUA tetap bertanggung jawab atas cacat-cacat tersembunyi selama ….. (………………………..) tahun, terhitung sejak tanggal serah terima kedua pekerjaan pelaksanaan, sesuai ketentuan pasal ………. Surat Perjanjian Pelaksanaan / SPK Nomor : ………. Tanggal …………………… Pasal 3 Sebagai kelengkapan Berita Acara Serah Terima kedua ini dilampirkan dokumen administrasi bangunan yang terdiri dari : 1. Dokumen kelengkapan untuk pendaftaran bangunan gedung Negara. 2. Dokumen pedoman pemeliharaan/perawatan (bila disyaratkan). 3. …………………………………………………………………. 4. Dan seterusnya. Page 144 Demikian Berita Acara Serah Terima Kedua pekerjaan pelaksanaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. Pada tanggal tersebut diatas, dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Kontraktor Pelaksana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV. …………………….. …………………………………. ……………………………… ………………………………… *) …………………………... Nip. ……………………………
Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan

Page 145 BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PELAKSANAAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN SATUAN KERJA: ……………………… ………………………………………… BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PELAKSANAAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. : ………………………

LAMP.*) : Laporan Pekerjaan Pelaksanaan Nomor : ……………. Tanggal : ……………. Minggu ke : ……………. Pada hari ini, …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. Nama : …………………………………………………………. Jabatan : Kepala Satuan Kerja /PPK………..…………………….. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. Tanggal : …………………………………………. Alamat kantor : ……………………………………………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. Nomor : …………………………………………. Tanggal : …………………………………………. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Dengan ini menyatakan : 1. Kedua belah pihak telah setuju dan sepakat bahwa, untuk : a. Pekerjaan : …………………………………….. b. Lokasi : …………………………………….. c. Departemen/Lembaga : …………………………………….. d. DIPA : Nomor : ……………………

b. ayat….Tanggal : …………………… Page 146 e. . ………………………………… Prestasi pekerjaan pelaksanaan telah mencapai kemajuan sebesar : ………….. Berdasarkan pasal …. 2. ……………………………. Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Pelaksanaan tersebut butir 1. 3. …………………………… Terbilang : (………………………………………………………………. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Pelaksanaan Tanggal : …………………… g. c.) prosen. …………………….. Angsuran ke …… = Rp. (……………………………) kali angsuran pembayaran yaitu : a. Kepada PIHAK KEDUA. ……………………………. telah dibayarkan : ….. Pada tanggal tersebut diatas. ……………………………. Jumlah yang telah dibayarkan = Rp. f. ……………………………..) Demikian Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Pelaksanaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. Kontraktor Pelaksana : ……………………………………. 4. = Rp.. Biaya Pelaksanaan : Rp. Angsuran ke …… = Rp.. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. maka PIHAK KEDUA telah berhak menerima dari PIHAK PERTAMA sejumlah : ……… % x Rp …………………. Pada angsuran pembayaran ini PIHAK KEDUA Berhak dibayarkan sebesar : = Rp. …………………………………. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pelaksana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV.. ……………………………. Angsuran ke …… = Rp.f diatas. % (………………………………….

. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I.……………………………… ………………………………… **)………………………. Nip.……………………. Alamat kantor : ………………………………………………………. …………………………… Catatan : *) Untuk BA 100% juga dilampirkan BA serah terima pekerjaan **) Penanggung jawab perusahaan Page 147 BERITA ACARA PERUBAHAN PEKERJAAN SATUAN KERJA : ……………………… …………………………………………… BERITA ACARA PERUBAHAN PEKERJAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. Tanggal : …………………………………………. . Nomor : ………………………………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. Nama : …………………………………………………………... : ……………………… LAMP. : Laporan Perhitungan Biaya Pekerjaan Tambah / Kurang Pada hari ini. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK ………. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : ………………………………………….

Lokasi : ……………………………………. . Biaya Pelaksanaan : Rp. d. Pekerjaan : ……………………………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. PIHAK PERTAMA telah memerintahkan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA telah menerima perintah perubahan pekerjaan untuk : a. …………………………………………………………………………… b. Penambahan dan atau pengurangan biaya akibat perubahan pekerjaan ini sebesar Rp. DIPA : Nomor : …………………… Tanggal : …………………… Page 148 e. Pada tanggal tersebut diatas. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Pelaksanaan Tanggal : …………………… g. Perubahan-perubahan pekerjaan tersebut akan diperhitungkan sebagai pekerjaan tambah-kurang yang selanjutnya akan dibuatkan addendum/ amandemen kontrak oleh kedua belah pihak. b. …………………………………………….. c. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………. ………………. Dengan ini menyatakan : 1.. ………………………………… 2.. 3. Departemen/Lembaga : ……………………………………. Demikian Berita Acara Perubahan Pekerjaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. c. Dan seterusnya. Ketentuan atas perubahan tersebut adalah : a. (………………………………………………) b. Perubahan pekerjaan yang dimaksud pada butir 1 diatas adalah : a..…………………………….Tanggal : …………………………………………. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya..

................................. LAPORAN PERHITUNGAN BIAYA PEKERJAAN TAMBAH KURANG PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TANGGAL : …………………….......... Tgl …… 1................... LAMPIRAN : Surat Perintah Ka Satker/PPK No...... Tanggal : .......... c.. ………………………………….. ……………………………… ………………………………… **)………………………........... Nip.......... DIPA : Nomor : .... Kontraktor Pelaksana : .......... d........................ e................ .. …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 149 LAPORAN PERHITUNGAN BIAYA PEK. Telah mengadakan perhitungan dan evaluasi pekerjaan tambah kurang untuk : a.................. …………………….. b........ TAMBAH KURANG SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………................... Pekerjaan : ... Departemen/Lembaga : .......... ……............ Lokasi : .PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Kontraktor Pelaksana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV.........................

................. Jumlah–1 ... g.... ........ ... ....... …………… ……………. b........... Selisih harga pekerjaan tambah kurang : 1) Harga pekerjaan awal = Rp. 2) Harga pekerjaan akhir ... ……………………..... Berdasarkan perhitungan tersebut diatas maka dapat dilaporkan sebagai berikut : a...... Diluar Kontrak (Rp) Juml.....................f.. ....) 2.. SPK Pelaksanaan Tanggal : . (………………………….. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : . Sesuai Kontrak (Rp) Harga Sat.............. ……………………….... …………… Jumlah .Pekerjaan akhir : No Bagian/ Jenis Pekerjaan Volume Pekerjaan Harga Sat...............II ………… Page 150 c.... Harga Pekerjaan Baru (Rp) 1......... Biaya Pelaksanaan : Rp........................ ............................ …………... .......... Pekerjaan awal : No Bagian/Jenis Pekerjaan Volume pekerjaan Harga Satuan Sesuai Kontrak (Rp) Harga Pekerjaan Awal (Rp) 1....

.)...... PT/CV……………………….. Nip. Diketahui oleh : Tim Teknis Satuan Kerja/PPK **) …………………………… ………………………….. ……………………… *) …………………………. Pekerjaan : ................. ……………………………… ……………………………….. …………………….. . ……………………. Kemajuan Pekerjaan 1.... Demikian laporan perhitungan dan evaluasi pekerjaan tambah kurang ini dibuat sebagai bahan pertimbangan... Nip..... Diperiksa oleh : Dibuat oleh : **) Konsultan Pengawas/MK Kontraktor Pelaksana PT/CV. Telah melaksanakan pekerjaan tambah kurang untuk : a... …………………… (……………………………………...... LAMPIRAN : Lap. …………………….... Dari hasil evaluasi pekerjaan tambah kurang tersebut terdapat biaya lebih/kurang sebesar Rp..= Rp... Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : Penanggung jawab perusahaahaan atau Penanggung jawab lapangan dari perusahaan **) Diisi Nama Satuan Kerja yang bersangkutan Page 151 LAPORAN KEMAJUAN PEKERJAAN TAMBAH KURANG (bila pekerjaan tambah kurang di evaluasi setelah Serah Terima I) PROYEK : ……………………… LAPORAN PEKERJAAN TAMBAH KURANG PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : …………………….

... Diperiksa oleh : .b.......................... DIPA : Nomor : .... Pelaksanaan pekerjaan tersebut dengan prestasi sebagai berikut (laporan lengkap terlampir) : No Bagian/Jenis Pekerjaan % Bobot Pekerjaan % Kemajuan Pekerjaan % Total Prestasi Pekerjaan 1... Departemen/Lembaga : .........) prosen............................. Biaya Pek........ f........... ............ d.................. ...............................) 2............... Kontraktor Pelaksana : .............. SPK Pelaksanaan Tanggal : ............. Page 152 Demikian laporan pekerjaan tambah kurang ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya.... Tambah/Kurang : Rp............. e............ g.................. …………………................ Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : .................................. ............ (…………………………........... Tanggal : ………………… h.................% (........ Diisi per-item pekerjaan ..................% Kemajuan pekerjaan tambah kurang telah mencapai prestasi sebesar : ...................... Addendum (bila ada) : Nomor : ................. Jumlah 100% ..... Lokasi : ............ Tanggal : ................... c...

……………………..Penanggung jawab perusahaahaan dan atau . ……………………………… ……………………………….. *) ……………………… *) ………………………….Dibuat oleh : **) Konsultan Pengawas/MK Kontraktor Pelaksana PT/CV. PT/CV………………………. Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : .Penanggung jawab lapangan dari perusahaan .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->