Berikut ini adalah versi HTML dari file http://atdr.tdmrc.

org:8084/jspui/bitstream/123456789/5624/1/20061117_Standar_Dokumen_RR_FBU_BR R_NAD-Nias.pdf. G o o g l e membuat versi HTML dari dokumen tersebut secara otomatis pada saat menelusuri web.

Page 1
KEPUTUSAN KEPALA BADAN PEI,AKSANA BADAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI WILAYAH DAN

KEHTDUpAN MASyARAKAT pRovrNSr NANccRoE AcEH DAnusialev
DAN KEPULAUAN NIAS PROVINSI SUMATERA UTARA NOMOR : I 54lKEp/Bp-BRR/X/2006 TENTANC STANDAR DOKUMEN PENYELENCGARAAN REIIABILITASI DAN REKONSTRUKSI FASILITAS DAN BANCUNAN UMUM DI LINCKUNCAN BADAN PELAKSANA BADAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI WILAYAH DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM DAN KEPULAUAN NIAS PROVINSI SUMATERA UTARA KEPALA BADAN PELAKSANA, bahwa unru( me'teniDkdn pembang.rnan dan rnenjamill keielamalan bangunan darajn pro.es .ehabirila5i dan rekonstruksi terhadap, fasilitas dan bangunan umum perlu dibuat standar dokumen penyelengga€an rehabilitasi dan rckor..rruL.i fa'ilirar dan bangunan umur bahwa berdasarkan p€rtimbangan humf a perlu menetapkan Keputusan Kepala Badan pelaksana tentang Standar Dokumen Penyelenggaraan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Fas;litas dan Bangunan Umum di Lingkungan Badan pelaksana Badan Rehabi'itasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara. Undang-undang Republik Indonesia Nomor l0 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan pemerintah pengganti Undang_ undang Nomor 2 Tahun 2005 Tentang Badan Rehabilitasi d;n Rekon5lruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakal provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias provinsi Sumatera Utara menjadi Undang-undang (Lembaran N€gara Republik lndonesia Tahun 2005 Nomor Ill, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4550); Undang-undang R€publik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuaogan Negara (Lembaran Negara RepLrblik lndonesla Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286)i Undang-undang Republik Indonesia Nomor I Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Repllblik. lr, P\ Menimbang Mengingat
:4,

b.

: 1. .1.

2.

Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias Jl. lr l\,4uhammad Thaher No.20 Lueng Bata - BandaAceh,23247 Telp.06it - 636666, Fax.06St - 637777

Page 2

Nias
Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 4. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemerilsaaan Pengelolaan dan Ianggung Ja*ab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomof 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); 5. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 1999 tentarg Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahon 1999 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republ;k Indonesia Nomor 3833); 6. Undang-undang Republik lndonesia Nomor 28 Taiun 2002 tentang Bangunan Cedung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4247); 7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraaan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2000 Nomor 84, Tambahan Lembaran Nega.a Republik lndonesia Nomor 3956); 8. Peraturan Pemerintah. Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2005 tentang Pefaturan Pelaksanaan Undang Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Cedung (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2005 Nomor 83, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4532)i 9. Peraturan Presiden Republik lndonesia Nomor 30 Tahun 2005 tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi NangFoe Aceh Darltssalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara: i0. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 76 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 34 tahun 2005 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja serta Hak Keuangan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi wilayah dan Kehidupan Masyarakat Prcvinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utam; I l. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2003 sebagaimana telah diubah beberapa kali dan terakhir dengan Peraturan Presiden Republik lndonesia Nomor 79 Tahun 2006 tertdng Perubahan Kelima Atas Keputusan Presiden Nomor 80 Tahu! 2003 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 332/KPrS/2002 Tanggal22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pe-nbangunan Bangunan Cedung Negara. eh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias

Jl- lr lvluhammad Thaher No.20 Luens Bata - BandaAceh,23247 Telp. 0651, 636666, Fax. 0651 - 637777 Memperhatikan

Page 3

Nias
\ Menetapkan

MEMTJTUSKAN: KEPUTUSAN KEPALA BADAN PELAKSANA TENTANC STANDAR

DOKUMEN
PENYELENGCARAAN PERTAMA

KEDUA
REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI FASILITAS DAN BANGUNAN UMUM DI LINGKUNCAN BADAN PELAKSANA BADAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI WILAYAH DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT PROVINSI NANCGROE ACEH DARUSSALAM DAN KEPULAUAN NIAS PROVINSI SLM ATIRA UTARA Memberlakukan: a. Standar Dokumen Kerangka Acuan Kerja. Surat perintah Keria, Kontrak Pekerjaan, dan Berita Acara pekerjaan Manajemen Konstruksi sebagaimana terlampir dalam Lampiran I Keputusan
Int;

b- Standar Dokumen Kerangka Acuan Kerja, Surat perintah Kerja, Kontrak Pekerjaan, dan Berita Acara p€kerjaan perencanaan sebagaimana terlampir dalam Lampiran Il Keputusan ini: c. Standaf Dokumen Kerangka Acuan Kerja, Surat perintah Kerja, Kontrak Pekerjaan, dhn Berita Aca|a pekerjaan pengawasan sebagaitnana tedampir dalam Lampiran lll Keputusan ini; d. Standar Dokumen Sulat Perintah Kerja, Kont.ak pekerjaan, dan Berita Acara Pekerjaan Pelaksanaan sebagaimana terlampif dalam Lampiran lV Keputusan ini. Lampiran Keputusan sebagaimana dimaksud pada DIKTUM PERTAMA merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan ini. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Apabila dikemudian hari temyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini, akan diadakan perbaikan dan perubahan sebagaimana mestinya. Salinan Keputusan Kepala Badan Pelaksana ini disampaikan kepada )th : 1. Ketua De\'r'an Pengarah Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat provinsi Nanggroe Aceh Daiussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara; 2. Ketua. Dewan Pengawas Badan Rehabititasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara; 3. Wakil Kepala, Sekretaris dan para Deputi di Lingkungan Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan

iB l+' . Kepala Perwakilan di Lingkungan Badan pelaksana Badan Rehabiliuasi dan Rekonslruksi Wila)ah dan Kehidupan Mas)arakat Provinsi Nanggroe Aceh Darus.20 Lueng Bata. lr I'luhammad Thahef No.23247 Tetp. h MuhammadThaher No.alarn dan Kepulauan Nias Provinsi Slrmalera Utara. 636666.636666.Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggoe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara: . BERITA ACARA PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI Page 6 KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI …………………………………………………………………… SATUAN KERJA/PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………… . BandaAceh. 065. Fax. Fax.20 Lueng Bata .23247 Tetp. 0651 _ 637.0651 .l KETIGA KEEMPAT Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias Jl. 5.t _ 637777 Page 4 Nias 4. KONTRAK PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI 4. KERANGKA ACUAN KERJA PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI 2. Ditetapkan di : Banda Aceh Pada tanggal : I0 Oktober 2006 .f*evam aaoeN pELAKSANA. 0651 . q Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias Jl.Rekonsrruksi Wilayah dan Kehidupan Masyamlar Provinsi Nanggroe Aceh Daru\salam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utaaa.t77 Page 5 Lampiran I : Keputusan Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara Nomor: 154/KEP/BP-BRR/X/2006 LAMPIRAN I 1.BandaAceh. Kepala Satuan Kerja di Lingkungan Badan pelaksana Badan Rehabilitasi dan . SURAT PERINTAH KERJA PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI 3.

C. serta administrasi kontrak. Bangunan dengan luas total diatas 5.. dan biaya.. dan atau b. Dilaksanakan secara bertahap yang tidak dapat diselesaikan dalam satu tahun anggaran 2. dan atau c.BRR NAD-Nias.000 m2. 2. LATAR BELAKANG 1. B.. dan atau e. Melibatkan lebih dari satu konsultan perencana maupun kontraktor.. Sebagaimana telah ditetapkan dalam Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. 3. Secara kontraktual Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) bertanggung jawab kepada Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen . Dalam kegiatan operasionalnya. Dengan penugasan ini diharapkan Konsultan MK dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai KAK ini. Pemegang Mata Anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan Manajemen Konstruksi yang memuat masukan. yang menyangkut aspek mutu. Bangunan khusus.. UMUM 1.BRR NAD-Nias I. MAKSUD DAN TUJUAN 1. proses dan keluaran yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterpretasikan dalam peleksanaan tugas.. waktu. Konsultan Manajemen Konstruksi digunakan untuk pembangunan bangunan gedung Negara yaitu : a. Bangunan bertingkat diatas 4 lantai. Page 7 2.. konsultan MK mendapatkan bantuan bimbingan teknis dan administrasi dalam menentukan arah pekerjaan pengendalian/pengawasan dari Pengelola Satuan Kerja. kriteria. PENDAHULUAN A.……………BRR NAD-Nias. 3. yang terdiri dari Pengelola Administrasi dan Keuangan serta Tim Teknis/Pengelola Teknis yang ditunjuk dan bertanggung jawab kepada Pemimpin Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. dan atau d. Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) akan melaksanakan pengendalian/pengawasan terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh konsultan Perencana dan kontraktor Pelaksana/Pemborong yang diikut sertakan dalam proyek bersangkutan. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian kegiatan Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen………………………. Untuk penyelenggaraan kegiatan yang dimaksud. dibentuk Pengelola Satuan .

2. Dan SK tentang Pembentukan Panitia Lelang/Pengadaan/penunjukan langsung Nomor:…………………………. KEGIATAN MANAJEMEN KONSTRUKSI Kegiatan MK yang dilaksanakan oleh konsultan adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku. …………………………………………………………………. ………………………………………………………………….. Mengadakan evaluasi program kegiatan perencanaan yang diusulkan oleh konsultan Perencana yang meliputi program penyediaan dan penggunaan sumber-daya.. yang terdiri dari komponen kegiatan : a. b. Membantu Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen dalam melaksanakan pengadaan konsultan perencana. Tanggal …………… dengan susunan organisasi seperti pada lampiran. strategi pentahapan serta penyusunan dokumen lelang. termasuk menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK). Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. Kegiatan MK tersebut.. D. 2. Page 8 B. Lingkup kegiatan meliputi Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/ Restorasi …………………………………. c. Mengawasi dan mengikuti penyelenggaraan paket kegiatan loka karya Value . Membantu Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen menyiapkan kontrak perjanjian pekerjaan perencanaan. antara lain : A. (sesuai DIPA/RKA-KL). II. Dan seterusnya. Lingkup tugas Konsultan adalah pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) pada pekerjaan Pembangunan/ Rehabilitasi/ Renovasi/ Restorasi……………. LINGKUP KEGIATAN 1. 2. Tahap Perencanaan 1. memberi saran waktu dan strategi pengadaan dan bantuan evaluasi proses pengadaan rekanan.Kerja /Pejabat Pembuat Komitmen berdasarkan SK Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen Nomor:……………………. khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Tahap Persiapan Proyek 1. Tanggal ……………….

b..Engineering 40 Jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana (khusus untuk pembangunan bangunan diatas 12. Pemegang Mata Anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Badan Rehabilitasi Dan Rekonstruksi NAD-Nias 3. Memberikan layanan konsultasi kegiatan perencanaan yang terdiri atas : a. Dan SK tentang Pembentukan Panitia Lelang/Pengadaan/ penunjukan langsung Nomor : …………………………. Tanggal ……………….. …………………………………………………………………. b. C. 3. 2. Membantu pengelola satuan kerja dalam melaksanakan pengadaan konsultan perencana. Perumusan evaluasi status serta koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. antara lain : A. Tanggal …………… dengan susunan organisasi seperti pada lampiran.. termasuk menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK). Page 9 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. D.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). Tahap Persiapan Proyek 1. memberi . Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian kegiatan Satuan Kerja ……………. Dan seterusnya. LINGKUP PROYEK 1. yang terdiri dari komponen kegiatan : a. III. dibentuk Organisasi Pengelola Satuan Kerja berdasarkan SK Kepala Satuan Kerja Nomor : ………………………. Lingkup proyek adalah Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi …………………………………. KEGIATAN MANAJEMEN KONSTRUKSI Kegiatan MK yang dilaksanakan oleh konsultan adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku. Untuk penyelenggara Satuan Kerja yang dimaksud. khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. …………………………………………………………………. (sesuai DIPA/RKA-KL). Membantu konsultan perencana dalam pelaksanaan value engineering pada tahap perencanaan secara in house. Penyusunan laporan kegiatan tahap perencanaan secara periodik. Konsultasi pekerjaan perencanaan dari sudut efisiensi sumber daya serta kemungkinan pelaksanaan. d. c. LATAR BELAKANG 1. Kegiatan MK tersebut.. c. ……… 2. ……………………………………. Lingkup tugas adalah pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) pada pekerjaan Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi …………….

baik melalui papan pengumuman. 6.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). menyusun laporan hasil rapat koordinasi. 4. 4. 2. d. 5. 5. media cetak. Konsultasi pekerjaan perencanaan dari sudut efisiensi sumber daya serta kemungkinan pelaksanaan. Mengendalikan program yang terdiri atas : evaluasi program terhadap hasil perencanaan. dan membuat laporan kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi. 3. Mengadakan evaluasi program kegiatan perencanaan yang diusulkan oleh konsultan Perencana yang meliputi program penyediaan dan penggunaan sumber-daya. Mengawasi dan mengikuti penyelenggaraan paket kegiatan loka karya Value Engineering 40 Jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana (khusus untuk pembangunan bangunan diatas 12. 2. b. evaluasi program terhadap perubahan lingkungan. 6. Mengadakan dan memimpin rapat-rapat koordinasi perencanaan. Membantu panitia lelang dalam menyebar luaskan pengumuman pelelangan. Membantu panitia lelang melakukan prakualifikasi calon peserta pelelangan. evaluasi program terhadap penyimpangan teknis dan manajerial atas persoalan yang timbul. Membantu melakukan pembukaan dan evaluasi terhadap penawaran yang masuk. B. 7. Memberikan layanan konsultasi kegiatan perencanaan yang terdiri atas : a. c. 2. serta pengusulan koreksi program. Membantu panitia lelang dalam menyusun Harga Perhitungan Sendiri (HPS) pekerjaan konstruksi. Menyusun laporan dan berita acara dalam rangka kemajuan pekerjaan dan serah terima pekerjaan perencanaan. Membantu memberikan penjelasan pekerjaan pada waktu rapat penjelasan pekerjaan. Membantu pengelola satuan kerja menyiapkan kontrak perjanjian pekerjaan perencanaan.saran waktu dan strategi pengadaan dan bantuan evaluasi proses pengadaan rekanan. Membantu menyiapkan draft surat perjanjian pekerjaan pelaksanaan . serta bersama Konsultan Perencana menyusun program pelelangan dan membantu kegiatan panitia pelelangan. Melakukan penelitian kelengkapan dokumen perencanaan dan dokumen pelelangan untuk pelaksanaan konstruksi. 7. Perumusan evaluasi status serta koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. maupun media elektronik. Membantu konsultan perencana dalam pelaksanaan value engineering pada tahap perencanaan secara in house. Membantu pengelola proyek dalam mempersiapkan dan menyusun program pelaksanaan pelelangan pekerjaan konstruksi. Penyusunan laporan kegiatan tahap perencanaan secara periodik. Tahap Perencanaan 1. Page 10 C. strategi pentahapan serta penyusunan dokumen lelang. 3. Tahap pelelangan 1.

usulan koreksi program dan tindakan turun tangan. peralatan dan metode pelaksanaan. j. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi. Membantu panitia lelang dalam menyusun laporan proyek tahap pelelangan. g. Page 11 c. Menyusun berita acara kemajuan pekerjaan. bahan bangunan. 3. i. yang meliputi program pengendalian sumber daya. pengendalian sasaran fisik (kuantitas dan kualitas) pekerjaan. f. Mengawasi pemakaian bahan. h. dan biaya pekerjaan konstruksi. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. penyediaan dan penggunaan tenaga kerja. Melakukan evaluasi program terhadap penyimpangan teknis dan manajerial yang timbul. pengendalian kesehatan dan keselamatan kerja. 5. pengendalian waktu. Mengendalikan program pelaksanaan konstruksi fisik. 2. Menyelenggarakan kegiatan rapat-rapat lapangan secara berkala. Meneliti gambar-gambar yang telah sesuai dengan pelaksanaan (AsBuilt Drawings) sebelum serah terima pertama. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan dan laporan-laporan yang dibuat oleh pemborong. Mengadakan evaluasi program kegiatan pelaksanaan konstruksi fisik yang disusun oleh pemborong. Melakukan kegiatan pengawasan yang terdiri atas : a. dana. Bersama dengan konsultan perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung. D. dan mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. peralatan dan perlengkapan. b. 4. d. . pengendalian tertib administrasi. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. Memeriksa dan mempelajari dokumen pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan lapangan.konstruksi fisik. Tahap Konstruksi 1. pemeliharaan pekerjaan. serta melakukan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. yang meliputi program-program pencapaian konstruksi. e. informasi. kuantitas. serta ketepatan waktu. Meneliti gambar-gambar pelaksaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh pemborong. Menyusun daftar cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama. 8. pengendalian biaya. dan program kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Melakukan koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi fisik. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. program Quality Assurance/Quality Control.

v. Gambar situasi dan gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (As-Built Drawings) disertai gambar legger. Mengusulkan perubahan-perubahan serta penyesuaian di lapangan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi. l. tetapi juga bagi para tenaga ahli professional manajemen konstruksi yang terlibat. IV. Foto copy DIPA (pembiayaan). Secara umum tanggung jawab konsultan adalah menjaga agar proyek memiliki kinerja minimal sebagai berikut : 1. Ketertiban administrasi kontrak dan pelaksanaan pembangunan. Page 12 2. V. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN KONSTRUKSI A. Membantu pengelola proyek dalam menyusun dokumen untuk kelengkapan pendaftaran gedung sebagai gedung negera : i. Kontrak/Surat Perjanjian Pelaksanaan Pemborongan. iv. Ketepatan kualitas dan kuantitas sesuai standar/peraturan yang berlaku. C. Berita Acara Serah Terima I dan II. Ketepatan biaya pembangunan sesuai batasan anggaran yang tersedia atau yang telah ditetapkan. Penanggung jawab professional manajemen konstruksi adalah tidak hanya konsultan sebagai suatu perusahaan. 3.k. B. Biaya Manajemen Konstruksi (MK) . 6. vi. 7. B I A Y A A. sehingga proyek mencapai hasil dan daya guna yang seoptimal mungkin. Memberikan penilaian untuk mendapat persetujuan dari pemberi tugas tentang sub kontraktor yang akan dilibatkan oleh pemborong. memenuhi syarat teknis yang dapat dipertanggung jawabkan. Konsultan Manajemen Konstruksi bertanggung jawab secara professional atas jasa manajemen konstruksi yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku. vii. Membantu pengelola proyek mengurus IPB (Ijin Penggunaan Bangunan) dari Pemerintah Daerah Tingkat II setempat. Salinan atau foto copy Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemerintah Daerah setempat. 4. Ketepatan waktu pembangunan proyek sesuai batas waktu berlakunya anggaran/waktu yang telah ditetapkan. dan sesuai dengan dokumen pekerjaan/pelaksanaan. Foto copy sertifikat atau bukti pemilikan/hak atas tanah. iii.

Uraian program dan kegiatan pengendalian waktu. b. Bila terdapat pekerjaan non standar. DIPA Nomor : ………………. yang minimal meliputi : A. c. K E L U A R A N Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Manajemen Konstruksi berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam perjanjian. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 yaitu : a. Materi dan penggandaan laporan. Sumber Dana Sumber Dana dari keseluruhan pekerjaan manajemen konstruksi di bebankan pada: 1. Honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang. yaitu meliputi komponen sebagai berikut : a. maka dihitung secara orang-bulan dan biaya langsung yang dapat diganti. Sewa kendaraan. Biaya pekerjaan Konsultan Manajemen Konstruksi dan tata cara pembayaran diatur secara kontraktual setelah melalui tahapan proses pengadaan konsultan manajemen konstruksi sesuai peraturan yang berlaku.. serta non standar dan harus terbaca dalam suatu rekapitulasi akhir yang menyebut angka dan huruf. Ketentuan pembiayaan lebih lanjut mengikuti surat perjanjian pekerjaan manajemen konstruksi yang dibuat oleh Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen dan Konsultan Manajemen Konstruksi. B. Page 13 3. h. Pembelian dan atau sewa peralatan.1. Pada tahap persiapan proyek 1. e. VI. tanggal ……………………. Untuk pekerjaan standar berlaku maksimum sesuai pada tabel A1. Besarnya biaya pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) mengikuti ketentuan dalam Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara.. tanggal ……………………. 2. Loan Nomor : ………………. Pengaturan tentang komponen pembiayaan pada butir a dan b diatas adalah dipisahkan antara bangunan standar.. mutu. f. tabel B1 dan tabel D. b. Pembayaran biaya Konsultan Manajemen Konstruksi didasarkan pada prestasi kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi. e. Pajak dan pengeluaran sejenis lainnya. g. 3. biaya. Biaya rapat-rapat. d. . Besarnya biaya konsultan Manajemen Konstruksi merupakan biaya tetap dan pasti. Jasa dan overhead Manajemen Konstruksi. sesuai dengan ketentuan billingrate yang berlaku.. 2. c. Dan lain-lain. Perjalanan (local maupun luar kota). d. dan administrasi kontrak.

Pengembangan rencana. Laporan pelaksanaan pengadaan konsultan perencana. Laporan Bulanan Manajemen Konstruksi Tahap Pelaksanaan dari aspek pengendalian Waktu. dan Administrasi Kontrak Tahap Pelaksanaan (bila ada revisi). Laporan Akhir pekerjaan Manajemen Konstruksi yang mencakup keseluruhan kegiatan manajemen konstruksi dari tahap persiapan sampai dengan serah terima kedua pekerjaan pelaksanaan. Laporan Bulanan Manajemen Konstruksi Tahap Pemeliharaan. mutu. Pada tahap perencanaan 1. Revisi Uraian Program dan Kegiatan Pengendalian waktu. Revisi Program dan Kegiatan Pelelangan (bila ada revisi). laporan pengujian. Mutu. surat menyurat. Kerangka Acuan Kerja (KAK) Perencanaan. 2. 3. Pada tahap pelaksanaan 1. surat menyurat dll.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). Laporan lengkap pelaksanaan pelelangan mulai dari pengumuman pelelangan sampai dengan penetapan pemenang dan bantuan penyiapan surat perjanjian pemborongan. Laporan Akhir Pekerjaan Manajemen Konstruksi yang memuat uraian kegiatan dari tahap persiapan sampai tahap pelaksanaan konstruksi fisik VII. 2. 2. Laporan pengawasan atas penyelenggaraan paket kegiatan loka karya Value Engineering 40 jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana (khusus untuk pembangunan Bangunan diatas 12. 4. dan adminstrasi kontrak. Uraian program dan kegiatan Pengendalian waktu. Revisi Program dan Kegiatan Pengendalian waktu. Persyaratan Umum Pekerjaan . Laporan Bulanan Kegiatan Manajemen Konstruksi. Pada tahap pelelangan 1. biaya. Biaya. C. kemajuan pekerjaan. dan penyiapan gambar detail/dokument lelang. Kelengkapan Dokumen untuk Pendaftaran Bangunan Gedung Negara. Mutu. dan Administrasi Kontrak (bila ada revisi). 3. 5. Page 14 3. visual lapangan. lengkap dengan setiap lampirannya seperti risalah rapat. dll. K R I T E R I A Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh konsultan Manajemen Konstruksi seperti yang dimaksud pada Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini harus memperhatikan persyaratanpersyaratan seperti dibawah ini : A. Dokumen gambar-gambar sesuai pelaksanaan dan kelengkapannya (as-built drawings) dalam bentuk kertas kalkir dan cetak biru. D.2. 5. 4. Laporan Hasil Konsultasi MK pada kegiatan perencanaan. Laporan pemeriksaan Dokumen Perencanaan tahap pra-rencana. 6. Mutu. B. 3. Biaya. Biaya. E. dan Administrasi Kontrak Tahap Pelaksanaan. dari aspek pengendalian waktu. Biaya. dan Administrasi Kontrak termasuk setiap lampirannya seperti risalah rapat lapangan. Mutu.

Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 3. Konsultan Manajemen Konstruksi harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya. beserta kelengkapannya dan ketentuan-ketentuan sebagai dasar perjanjiannya. MASUKAN A. sesuai standar hasil karya manajemen konstruksi yang berlaku.Setiap bagian dari pekerjaan pengendalian oleh konsultan MK harus dilaksanakan secara benar dan tuntas sampai dengan memberi hasil yang telah ditetapkan dan diterima dengan baik oleh Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. yaitu Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan dan Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan. kualitas. Persyaratan Teknis Lainnya Selain kriteria umum diatas. . B. Kesalahan/kelalaian pekerjaan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari Konsultan Manajemen Konstruksi (MK). VIII. Untuk melaksanakan tugasnya. Page 15 D. yang secara fungsional dapat mendorong peningkatan kinerja proyek. Persyaratan Prosedural Penyelesaian administratif sehubungan dengan pekerjaan di lapangan harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku. T e n a g a Selama menjalankan tugasnya. E. konsultan Manajemen Konstruksi harus mencari sendiri informasi yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini. antara lain : 1. Yang termuat dalam Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. 2. 4. Ketentuan yang diberlakukan untuk pekerjaan proyek yang bersangkutan. 2. B. baik yang berasal dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen maupun yang dicari sendiri. Standar dan pedoman teknis yang berlaku di bidang penyelenggaraan bangunan Negara. konsultan secara minimal harus menghasilkan keluaran sesuai dengan permintaan yang ada dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini. dan kuantitas dari setiap bagian pekerjaan. untuk pekerjaan MK berlaku pula ketentuan-ketentuan seperti standar. C. I n f o r m a s i 1. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah Setempat. pedoman dan peraturan yang berlaku. Persyaratan Fungsional Pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) harus dilaksanakan dengan profesionalisme yang tinggi sebagai pemberi jasa konsultasi Manajemen Konstruksi. baik yang menyangkut macam. Persyaratan Obyektif Pelaksanaan pekerjaan manajemen konstruksi profesional yang obyektif untuk kelancaran pelaksanaan.

konsultan hendaknya memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan. 1. Program Kerja secara keseluruhan harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. dan diketuai oleh seorang Manajer Konstruksi yang disetujui oleh Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. X. baik ditinjau dari lingkup (besar) proyek maupun tingkat kekomplekan proyek. Manajemen konstruksi professional ………….. konsultan Manajemen Konstruksi harus segera menyusun : 1. Administrasi kontrak …………. orang 5.. orang 4. Setelah Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini diterima.. dan kemudian konsultan berkewajiban untuk memenuhinya. setelah sebelumnya dipresentasikan oleh Konsultan Manajemen Konstruksi dan mendapatkan pendapat teknis dari Tim Teknis Satuan Kerja. tanggung jawab. PROGRAM KERJA A. konsultan Manajemen Konstruksi minimal harus membentuk organisasi yang memadai. Sebelum melaksanakan pekerjaannya. Manajemen biaya …………. Yang kesemuanya harus jelas mengenai tugas. Tenaga ahli teknis lainnya sesuai kebutuhan dan lingkup kompleksitas pekerjaan. pemberi tugas berhak meminta dan mengarahkan penyediaan tenaga oleh konsultan. Page 16 Bila dianggap masih belum memadai. 3. P E N U T U P A. . konsultan Manajemen Konstruksi harus menyediakan tenaga yang memenuhi kebutuhan proyek. Pengawasan lapangan …………. Tenaga-tenaga yang diusulkan konsultan Manajemen Konstruksi harus mendapat persetujuan dari Kepala satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. orang 6. Manajemen mutu …………. masa penugasannya. dan menyiapkan tenaga ahli yang berpengalaman dalam bidang-bidang : (Kualifikasi masing-masing tenaga ahli disesuaikan berdasarkan kebutuhan/kompleksitas proyek)... Aplikasi tenaga yang lengkap (disiplin dan jumlahnya). Konsep penanganan pekerjaan Manajemen Konstruksi Proyek.. 2.Untuk melaksanakan tugasnya. Manajemen waktu …………. orang 2. orang 7. orang 3. B. Program kerja termasuk jadwal kegiatan secara detail. Selama dalam menjalankan tugasnya. IX.

DIBUAT DI : …………………… TANGGAL : …………………… Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen …………………………. PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI PEMBANGUNAN / REHABILITASI / RENOVASI / RESTORASI ……………………………………………………………………….. Page 18 SURAT PERINTAH KERJA (SPK) PEKERJAAN MK SURAT PERINTAH KERJA KEPALA SATUAN KERJA / PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………………… Nomor : ………………………………………. dikembangkan/ dilengkapi untuk Kebutuhan proyek yang bersangkutan. Nama : ………………………………………. Selaku Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen …………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA. Jabatan : ……………………………………….. . Nama Badan Usaha : ………………………………………. Tanggal : ………………………………………. Alamat Kantor : ………………………………………. MEMERINTAHKAN KEPADA : 2... dengan ini kami yang bertandatangan dibawah ini : 1.... NIP : ………………….. Tanggal …………………………. Catatan : Model KAK tersebut diatas bersifat pokok yang masih Harus disesuaikan.Page 17 B. Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Pelelangan/ Pemilihan Langsung Nomor : ……………………. Berdasarkan bahan-bahan tersebut konsultan MK agar segera menyusun program kerja untuk dibahas dengan Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen.. Nama : ………………………………………. Jabatan : ……………………………………….

termasuk menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK). iv. Perumusan evaluasi status dan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. Surat Perintah Kerja (SPK) ini diperintahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dengan ketentuan dan syarat-syarat seperti tersebut dibawah ini : Page 19 1. Membantu Konsultan Perencana dalam pelaksanaan value engineering pada tahap perencanaan secara in house. Pada Tahap Perencanaan : i.000 M2 atau lebih dari 8 lantai). di …………………………. Membantu PIHAK PERTAMA menyiapkan kontrak perjajian pekerjaan perencanaan. v. menyusun program pelelangan serta membantu kegiatan panitia pelelangan. evaluasi program atas perubahan lingkungan. memberi saran waktu dan strategi pengadaan. 2. Mengadakan evaluasi program kegiatan perencanaan yang diusulkan oleh Konsultan Perencana yang meliputi program penyediaan dan penggunaan sumber-daya. Mengawasi dan mengikuti penyelenggaraan paket kegiatan loka karya VE 40 Jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana (khusus untuk pembangunan bangunan diatas 12. strategi pentahapan serta penyusunan dokumen lelang. (lokasi pekerjaan) yang meliputi tugas-tugas sebagai berikut : a. serta untuk serah terima pekerjaan perencanaan. Memeriksa laporan kegiatan perencanaan secara periodik. dan membuat laporan kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi. vi.Alamat Badan Usaha : ………………………………………. ii.. 4. iii. Melakukan penelitian kelengkapan dokumen perencanaan dan dokumen pelelangan untuk pelaksanaan konstruksi. Review pekerjaan perencanaan dari sudut efisiensi sumber daya serta kemungkinan pelaksanaan. Page 20 . Selaku Konsultan Manajemen Konstruksi Pekerjaan …………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. serta bantuan evaluasi proses pengadaan rekanan. Memberikan konsultasi kegiatan perencanaan yang terdiri atas : 1. b. vii. serta pengusulan koreksi program. ii. Mengadakan dan memimpin rapat-rapat koordinasi perencanaan. Menyusun laporan dan berita acara dalam rangka kemajuan pekerjaan dan pembayaran angsuran.. 3. Membantu PIHAK PERTAMA dalam melaksanakan pengadaan konsultan perencana.. evaluasi program atas penyimpangan teknis dan manajerial dari persoalan yang timbul. Mengendalikan program yang meliputi : evaluasi program atas hasil perencanaan. menyusun laporan hasil rapat koordinasi. Tugas Pekerjaan : Pekerjaan Manajemen Konstruksi yang akan dilaksanakan adalah : Pembangunan/Rehabilitasi/ Renovasi/Restorasi …………………………………. Pada Tahap Persiapan Proyek : i.

dan program kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Melakukan kegiatan pengawasan yang terdiri atas : 1. Menyelenggarakan kegiatan rapat-rapat lapangan secara berkala. usulan koreksi program dan tindakan turun tangan. Melakukan evaluasi program terhadap penyimpangan teknis dan manajerial yang timbul. Pada Tahap Pelelangan : i. Pada Tahap Konstruksi : i. . serta melakukan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. baik melalui papan pengumuman. Mengawasi pemakaian bahan. d. penyediaan dan penggunaan tenaga kerja. program Quality Assurance/ Quality Control. 5. Membantu melakukan pembukaan dan evaluasi terhadap penawaran yang masuk.c. vi. 4. pengendalian sasaran fisik (kuantitas dan kualitas) pekerjaan. v. Membantu PIHAK PERTAMA dalam mempersiapkan dan menyusun program pelaksanaan pelelangan pekerjaan konstruksi. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi. Melakukan koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi fisik. Membantu panitia lelang melakukan prakualifikasi calon peserta pelelangan. yang meliputi program pengendalian sumber daya. Membantu menyiapkan draft surat perjanjian pekerjaan pelaksanaan konstruksi fisik. kuantitas. iv. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. iv. Mengadakan evaluasi program kegiatan pelaksanaan konstruksi fisik yang disusun oleh Kontraktor Pelaksana. Membantu panitia lelang dalam menyebarluaskan pengumuman pelelangan. 3. ii. peralatan dan metode pelaksanaan. ii. bahan bangunan. pengendalian waktu. pengendalian kesehatan dan keselamatan kerja. vii. Membantu panitia lelang dalam menyusun Harga Perhitungan Sendiri (HPS) pekerjaan konstruksi. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. Mengendalikan program pelaksanaan konstruksi fisik. Membantu panitia lelang dalam menyusun laporan proyek tahap pelelangan. yang meliputi program-program pencapaian sasaran konstruksi. dana. dan biaya pekerjaan konstruksi. serta ketepatan waktu. Memeriksa dan mempelajari dokumen pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan lapangan. maupun media elektronik. informasi. viii. pengendalian biaya. media cetak. Membantu memberikan penjelasan pekerjaan pada waktu rapat penjelasan pekerjaan. dan laporan-laporan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan. pengendalian tertib administrasi. perlengkapan dan peralatan. iii. iii. v. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. Page 21 2.

Mengusulkan perubahan-perubahan serta penyesuaian di lapangan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi...b. Memberikan penilaian untuk mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA tentang sub kontraktor yang akan dilibatkan oleh Kontraktor Pelaksana.. 11. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana. vi.. (……………………………………….. (…………………………………. 7... yang dibebankan pada Satuan Kerja .. Angsuran kedua sebesar 70% dari biaya Manajemen Konstruksi yakni sejumlah Rp. dan mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan... 9.. 12. Menyusun daftar cacat/ kerusakan sebelum serah terima pertama.. Angsuran ketiga sebesar 10% dari biaya Manajemen Konstruksi yakni sejumlah Rp. dibayar setelah . …………………... Membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pendaftaran sebagai gedung Negara.. …………………. Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajakpajak. Angsuran kesatu sebesar 20% dari biaya Manajemen Konstruksi yakni sejumlah Rp.. pemeliharaan pekerjaan. vii..sesuai dengan DIPA Nomor : ……………………. (……………………………………………). c.)... Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built Drawings) sebelum serah terima pertama. dibayar setelah PIHAK KEDUA telah menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya pada tahap persiapan sampai dengan penunjukan Kontraktor Pelaksana sebagaimana yang disebut dalam butir 1 a.. b.. 2. yang merupakan jumlah tetap dan pasti (lumpsum fixed price). Besarnya biaya konsultan manajemen konstruksi adalah Rp.. tanggal : ………………… Page 22 b. ………………….... bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. 3. Bersama dengan Konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung. (……………………………………. dan c diatas serta diterima baik oleh PIHAK PERTAMA.. 8..).. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. Biaya Manajemen Konstruksi a.6. Cara Pembayaran Pembayaran biaya Konsultan Manajemen Konstruksi dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilaksanakan secara bertahap sesuai tahapan pekerjaan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak.. Membantu PIHAK PERTAMA dalam penyusunan Ijin Penggunaan Bangunan (IPB) dari Pemerintah Daerah Tingkat II setempat.).. …………………………. 10. Menyusun berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran. dengan ketentuan sebagai berikut : a. dibayar setelah prestasi Pelaksanaan pekerjaan kontraktor pelaksana mencapai 100% (serah terima pertama) dan PIHAK KEDUA telah menyelesaikan kewajibannya sebagaimana yang disebut dalam butir 1...d diatas dan diterima oleh PIHAK PERTAMA..

Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) : …………………………… Nomor : ………………. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias. Kerangka Acuan Kerja (KAK) Manajemen Konstruksi. ii. i. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. k. Tanggal ………………………. Gambar-gambar (dokumen lelang). Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. iv. e. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. b. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. g. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). c. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. 5. f. Page 23 f. m. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. d. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. iii. Semua ketentuan dan peraturan serta Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syaratsyarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. Persyaratan dan Spesifikasi Teknis a. Jangka Waktu . 4. h.. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. antara lain : i. l. j. n.diadakan serah terima kedua hasil pekerjaan kontraktor pelaksana kepada pihak PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah menyelesaikan seluruh kewajibannya sebagaimana yang disebut dalam butir 1. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam suatu Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Manajemen Konstruksi untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta dengan pengesahan pejabat yang berwenang dari Departemen Pekerjaan Umum atau pejabat yang ditunjuk olehnya. o. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung.e diatas dan diterima baik oleh PIHAK PERTAMA.

maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya. Jika terjadi perselisihan dikemudian hari. o/oo (………permil) dari biaya pekerjaan Manajemen Konstruksi (umumnya 3 o/oo). Page 25 SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI . Jumlah denda kumulatif ditetapkan maksimum …. c. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Manajemen Konstruksi Kepala Satuan Kerja/Pejabat PT/CV …………………….Jangka waktu pelaksanaan terhitung mulai tanggal ditandatanganinya Surat Perintah Kerja oleh PIHAK PERTAMA tanggal ………. 7. 6.50 juta. NIP ……………… Catatan : *) Ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan Model perjanjian dengan SPK berlaku hanya untuk pekerjaan yang nilainya sampai RP.. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dalam batas waktu yang ditetapkan. maka untuk setiap hari kelambatan pihak konsultan wajib membayar denda kelambatan sebesar ……. Pembuat Komimen…………………… ………………. …………………… *) ……………. prosen) dari biaya pekerjaan Manajemen Konstruksi (umumnya 10%). Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ……………… dan mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.% (…. b. Sanksi dan Denda.. maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri …………. Sampai dengan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kalender setelah diadakannya serah terima kedua pekerjaan pelaksanaan. PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya (umumnya 1-3%). a. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar … % (…… Page 24 persen) dari biaya pekerjaan Manajemen Konstruksi dengan ketentuan bahwa. harus menyerahkan selengkapnya dokumendokumen sebagai hasil pekerjaannya seperti tercantum dalam butir 1 diatas.. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya. b. dengan ketentuan bahwa PIHAK KEDUA. Penyelesaian Perselisihan a.

yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA.. tanggal …………. Dengan lokasi Pekerjaan : ……………………… 2. Nama Perusahaan : ………………………………….PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI …………………………………………………………………….. Pada tahap Persiapa Proyek : i. telah ditunjuk selaku Kepala satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen………………. di ……………… dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya. Dengan 2. Tanggal ………… bulan……….. kami yang bertandatangan di bawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan Manajemen Konstruksi : Antara 1. yang berwenang dalam bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA. Alamat : …………………………………. Jabatan (struktural) : ………………………………… Alamat : …………………………………. antara lain : a. Nomor : ………………………………… Tanggal : ………………………………… Pada hari ini …………. termasuk menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK). Yang didirikan dengan Akte Notaris Nomor : …………………. SATUAN KERJA …………………………………………………………………. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias (pejabat yang structural yang menunjuk) Nomor : ……………….. Nama : …………………………………. yaitu untuk melaksanakan Pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) pada pelaksanaan pekerjaan : …………….. memberi saran . Membantu PIHAK PERTAMA dalam melaksanakan pengadaan konsultan perencana. bertindak untuk dan atas nama …………………… (nama Badan Usaha). Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1.. Tugas pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). Nama : …………………………………... Tanggal …………… oleh Notaris ………. tahun ………………. PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut. Jabatan : Direktur ………………………………….

mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. 2). Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran. menyusun program pelelangan serta membantu kegiatan panitia pelelangan. ii. e.Page 26 waktu dan strategi pengadaan. ii. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. serta bantuan evaluasi proses pengadaan rekanan. 3). dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan. Memeriksa laporan kegiatan perencanaan secara periodik. Page 27 laporan harian. vi. v. Mengendalikan program yang meliputi : evaluasi program atas hasil perencanaan. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh . pemeliharaan pekerjaan. kuantitas. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala. serta untuk serah terima pekerjaan perencanaan. d. Memberikan konsultasi kegiatan perencanaan yang terdiri atas : 1). Membantu PIHAK PERTAMA menyiapkan kontrak perjanjian pekerjaan perencanaan. Perumusan evaluasi status dan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. c. serta pengusulan koreksi program. f. iii. Mengawasi dan mengikuti penyelenggaraan paket kegiatan loka karya VE 40 Jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana khusus untuk pembangunan bangunan diatas 12. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. menyusun laporan hasil rapat koordinasi. dan membuat laporan kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi. strategi pentahapan serta penyusunan dokumen lelang. iv. Melakukan penelitian kelengkapan dokumen perencanaan dan dokumen perencanaan dan dokumen pelelangan untuk pelaksanaan konstruksi. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. Pada tahap Perencanaan : i. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. g. vii. b. evaluasi program atas penyimpangan teknis dan manajerial dari persoalan yang timbul. evaluasi program atas perubahan lingkungan. Mengadakan evaluasi program kegiatan perencanaan yang diusulkan oleh Konsultan Perencana yang meliputi program penyediaan dan penggunaan sumber-daya. Membantu Konsultan Perencana dalam pelaksanaan value engineering pada tahap perencanaan secara in house. Mengadaka dan memimpin rapat-rapat koordinasi perencanaan. Menyusun laporan dan berita acara dalam rangka kemajuan pekerjaan dan pembayaran angsuran.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). 4). Review pekerjaan perencanaan dari sudut efisiensi sumber daya serta kemungkinan pelaksanaan.

Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perjanjian ini. Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 2. j. Tanggal : ……………………………………………. b. Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : ……………………………………………. . Nomor : ………………………………………………. yaitu : a. e..Kontraktor Pelaksana. Bersama Konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung.. Menyusun daftar cacat-cacat/ kerusakan sebelum serah terima pertama. i. Tanggal : ……………………………………………. Surat Usulan Calon Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… d. h. l. Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built drawings) sebelum serah terima pertama. Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… c. Membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pendaftaran gedung sebagai bangunan gedung Negara. Surat Keputusan Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………. Membantu PIHAK PERTAMA dalam pengurusan IPB (Ijin Penggunaan Bangunan) dari Pemerintah Daerah Tingkat II setempat. dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan. k. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. DIPA : ………………………………………………. Page 28 f. Tanggal : ……………………………………………….

Addendum (bila ada) 3. 2. Page 29 n. b. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. antara lain : a. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN 1. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini. c. e. l. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : a. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. c. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. i. j. h. sehingga pelaksanaan pekerjaan manajemen konstruksi . Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. f. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. g. d. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. d. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. k. m. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan Manajemen Konstruksi yang ditetapkan. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. b.

dan PIHAK KEDUA. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran. 5. 8. Buku harian. akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA sehubungan dengan pekerjaan ini. yang masing-masing terdiri dari : 1. 7. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian. Waktu pelaksanaan pekerjaan. 5. 10. Tenaga kerja. 6. Laporan Akhir Pekerjaan Manajemen Konstruksi. perintah/petunjuk yang penting dari PIHAK PERTAMA. 3. 4. yang memuat semua kejadian. Bahan-bahan yang datang. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah Kurang. Kelancaran pelaksanaan proyek yang berhubungan dengan manajemen konstruksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. d. diterima atau ditolak. 6. PIHAK KEDUA wajib melaksanakan periksa ulang semua Dokumen Teknis sesuai keahliannya. 7. Kelengkapan dokumen pendaftaran bangunan gedung Negara lengkap dengan lampiranlampirannya. Laporan rapat di lapangan (site meeting). Gambar rincian pelaksanaan (shop drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. 8. Page 30 2. harus diserahkan kepada PIHAK PERTAMA minimal dalam rangkap 5 (lima). berisi keterangan tentang : a. Laporan harian. . Kontraktor Pelaksana. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada pihak lain. Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan. e.sesuai dengan Surat Perjanjian ini. b. Alat-alat. 9. 3. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas segala kerugian PIHAK PERTAMA. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dan Manual Peralatanperalatan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan baik langsung ataupun tidak langsung turut serta baik sebagai Sub Kontraktor maupun pemasok bahan dari pekerjaan ini. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 surat perjanjian ini dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh PIHAK KEDUA. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI Hasil pekerjaan pengawasan disamping harus sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja. 9. 4. dan memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA tentang kelainan yang ditemukan dan mengusulkan cara penyelesaiannya sesuai standar dan ketentuan serta peraturan yang berlaku. c.

Pembayaran tahap kesatu sebesar …………. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. dan . Pasal 7 CARA PEMBAYARAN 1. tanggal …………… Tahun Anggaran ………………/………… 2. Pembayaran tahap ketiga sebesar ……. 2. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA.. Jumlah biaya tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan manajemen konstruksi sampai selesai 100% yang disebut dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini. Besarnya biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp ………………… (………………………………………………. Pembayaran biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan prestasi pekerjaan pemborongan. yang mengakibatkan bahwa adanya perpanjangan/ penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum). Jangka waktu penyelesaian pekerjaan tersebut dalam ayat 1 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA kecuali adanya “keadaan memaksa” seperti diatur dalam Pasal 14 Surat Perjanjian ini. ………………. dengan ketentuan sebagai berikut : a. …………………… ( …………… ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai ………… %.. c. ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana telah mencapai 100 % (serah terima pertama). %..% dari biaya manajemen konstruksi yakni sejumlah Rp. ( ………………………………. ( …………………………………. atau adanya surat perintah penambahan pekerjaan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis.Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN 1.% dari biaya manajemen konstruksi yakni sejumlah Rp. yang telah disetujui/disahkan oleh PIHAK PERTAMA. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai …. (Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja dari PIHAK PERTAMA) sampai dengan dilaksanakannya Serah Terima Kedua pekerjaan konstruksi fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan manajemen konstruksi sebagaimana tercantum dalam pasal 4 surat perjanjian ini. yang dibebankan pada Satuan Kerja : ………………………………… sesuai dengan DIPA/RKA-KL ……………………………... Pembayaran tahap kedua sebesar ….. b. Nomor : ………………………. ………………... % dari biaya manajemen konstruksi yakni sejumlah Rp.) dan merupakan biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price). Page 31 Pasal 6 BIAYA MANAJEMEN KONSTRUKSI 1. terhitung mulai tanggal …………………….

Pasal 9 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1. Segala pajak-pajak sehubungan pekerjaan pengawasan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Pembayaran tahap keempat/terakhir sebesar 10% dari jumlah biaya pekerjaan manajemen konstruksi yakni sejumlah Rp. maka jaminan pelaksanaan manajemen konstruksi menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA. dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. (…………………………………. ………………… (…………………………. Selambat-lambatnya pada saat perjanjian ini ditanda tangani.(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA.000. 2. 3. setelah Serah Terima II pekerjaan konstruksi fisik dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugasnya.PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas manajemen konstruksi dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan manajemen konstruksi sesuai pasal 4 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA. Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak Page 32 Pasal 8 JAMINAN PELAKSANAAN PENGAWASAN 1. diserahkan kembali oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. 2. PIHAK KEDUA diwajibkan menyediakan tenaga kerja yang cukup jumlah. 2.). Pasal 10 TENAGA KERJA DAN UPAH 1. Agar pekerjaan pengawasan berjalan seperti yang ditetapkan. Surat Jaminan tersebut pada ayat 1 pasal ini.) dibayar setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua pekerjaan konstruksi fisik. Dalam hal PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian ini dan terjadi pemutusan hubungan perjanjian sesuai pasal 15. Bila jangka waktu berlakunya Surat Jaminan Pekerjaan Manajemen Konstruksi berakhir sebelum dilaksanakannya Serah Terima Dokumen pekerjaan seperti dalam ayat 2 pasal ini. Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai temple Rp 6. maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa berlakunya dan harus dijamin tidak ada waktu senggang antaranya. maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA Surat Jaminan Pekerjaan Manajemen Konstruksi berupa Surat Jaminan Bank Umum atau Perusahaan Asuransi Kerugian sebesar 5 % dari biaya manajemen konstruksi atau sejumlah Rp ………………………. keahlian serta . 4.. d.

ketrampilannya. Page 33 Pasal 11 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA 1. maka PIHAK PERTAMA akan menolak tenaga ahli tersebut dan memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA segera mengganti pengawas/tenaga ahli lain yang memenuhi syarat sebagaimana yang diminta oleh PIHAK PERTAMA. 3. Ongkos-ongkos dan upah kerja yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA. 2. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. maka PIHAK KEDUA setuju akan diberi biaya pekerjaan manajemen konstruksi sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam menjalankan tugas pengawasan tersebut. maka untuk setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan “denda kelalaian” sebesar … % ( ……… persen) dari biaya pengawasan. PIHAK KEDUA harus menggunakan bentuk organisasi jumlah dan kualifikasi tenaga ahli dengan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Manajemen Konstruksi (KAK) yang telah disetujui oleh Kedua belah pihak. Tenaga Ahli Manajemen Konstruksi yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi persyaratan yang diperlukan. 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya. sehubungan dengan pekerjaan manajemen konstruksi ini. Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan pengawasan bertentangan dengan Surat Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kerugian tersebut. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. Pasal 12 SANKSI DAN DENDA 1. kualifikasi tenaga maupun jumlah tenaga yang telah ditetapkan. Jumlah denda kumulatif tersebut dalam ayat 1 diatas ditetapkan maksimum sebesar …. 4. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugas dan kewajibannya sesuai Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA. Penunjukan Pemimpin Manajemen Konstruksi /Tenaga Ahli ini yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan. 4. harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. dengan kewajiban PIHAK KEDUA tetap harus memperbaiki kelalaian yang diperingatkan tersebut (umumnya 1-3%). . 2. 3.. yang mempunyai wewenang/kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA. Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 10 ayat 1 Surat Perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi. prosen) dari jumlah biaya pengawasan ( umumnya 10%). 2. Ditempat pekerjaan pengawasan harus selalu ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai Pimpinan Manajemen Konstruksi / Tenaga Ahli. % ( ……. 3. dan dapat menerima/memberikan/ memutuskan segala petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA.

PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban Page 35 keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK . kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan kontraktor). PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA). c. badai dan banjir). tanah longsor.) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini. Denda-denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan Memaksa. Bencana alam (gempa bumi. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan memaksa” tersebut.5. pemberontakan.. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan memaksa” tersebut. d. b. Apabila terjadi “keadaan memaksa”. Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan manajemen konstruksi tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. 2. b. huru-hara. 2. revolusi. f. Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah. Yang dimaksud “keadaan memaksa” dalam perjanjian ini adalah peristiwa-peristiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak. akan diperhitungkan dalam pembayaran yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. yaitu : a. makar. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA. Perang. setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA. Biaya manajemen konstruksi atas bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. d. e. c. akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Pasal 14 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 1. maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis. maka : a. Page 34 Pasal 13 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN 1. Apabila selama ………… (………………………………….

maka perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. Page 36 4. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA. Pasal 15 PEMUTUSAN PERJANJIAN 1. Pasal 12. 3. Jika terjadi Pemutusan Perjanjian Manajemen Konstruksi ini. PIHAK KEDUA memberikan keterangan yang tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan Pekerjaan Manajemen Konstruksi ini. d. 2. maka akan . Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan manajemen konstruksi ini. PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas pekerjaan manajemen konstruksi sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 4 Surat Perjanjian ini. Telah dikenakan denda yang kumulatif sebesar 10% (sepuluh prosen) dari biaya pekerjaan pengawasan. Pasal 15 Surat Perjanjian ini. 2. e. g. f. Pasal 16 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. karena kelalaian PIHAK KEDUA. Dalam waktu satu bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan manajemen konstruksi yang telah dimulainya. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Manajemen Konstruksi lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 diatas. Selain yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. c. maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam Pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati.KEDUA. Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal terbitnya Surat Keputusan Penunjukan PIHAK KEDUA tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan manajemen konstruksi sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. b. h. Dalam hal adanya pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. Apabila “keadaan memaksa” itu ditolak oleh PIHAk PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan Pasal 5. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. 3. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : a. sebagaimana seperti dalam Pasal 12 ayat 2 Perjanjian ini. tetapi berhak atas pembayaran prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan serta kerugian Negara.

Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak. Surat Perjajian ini dibuat dalam rangkap …… (………. . Page 37 PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat PT/CV.. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pekerjaan manajemen konstruksi ini. ……………… Komitmen …………………………. Seorang PIHAK KETIGA yang ahli.. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. ……………………… …………………………………. 2. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. b. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. ……………………………. Pasal 17 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian manajemen konstruksi ini. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri …………………………. dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : a. dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama. maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri…………. *)……………………. 3.diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit. Surat Perjanjian Pekerjaan Manajemen Konstruksi ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di ……………………… pada hari dan tanggal tersebut diatas. NIP . dan c. Pasal 18 PENUTUP 1.. dan dinyatakan berlaku sejak diterbitkannya Surat Perintah Kerja (atau Mulai Kerja) dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.) bermeterai cukup. Dalam Surat Perjanjian tidak boleh ada tipp-ex dan tulisan tangan (nomor dan tanggal Misalnya) dan masing-masing lembaran diparaf oleh pihak pertama dan pihak kedua. 4. Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota. beserta segala akibat hukumnya. Catatan : *) Ditandatangani penanggung jawab perusahaan Pasal 8 (Jaminan Pelaksanaan) berlaku untuk pekerjaan dengan nilai Rp 50 juta keatas.. 3. yang dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak. Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota.

) h. c. DIPA : Nomor :………………………………. Lokasi :……………………………………………….. b. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor :………………………………. Konsultan MK :………………………………………………. Waktu Pekerjaan MK : Tgl mulai :……………………………… Tgl selesai :……………………………… Jml. ………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………. d. Satuan Kerja :………………………………………………. e. ………………………………………………………………………. LAPORAN PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………… LAMPIRAN : 1 (satu) set Laporan 1. Telah melaksanakan pekerjaan Manajemen Konstruksi untuk : a. Biaya Pekerjaan MK : Rp. f..Page 38 LAPORAN PEKERJAAN MK SATUAN KERJA : ……………………… …………………………………………….minggu :……………………………… 2.. . Pelaksanaan kegiatan manajemen konstruksi tersebut meliputi (laporan lengkap terlampir) : a. (……………………………………………. d. Tanggal :………………………………. …………………………………………. b. c. g. e.. Pekerjaan :………………………………………………. Dan seterusnya. ………………………………………………………………………. SPK Manajemen Konstruksi Tanggal :……………………………….

……………………………. NIP. PT/CV …………………………. Minggu ke …… tanggal …………… yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana dan diperiksa oleh Konsultan Manajemen Konstruksi bahwa : a. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Pelaksanaan Tanggal : …………………… Kemajuan pekerjaan telah mencapai prestasi sebesar : ……….3. Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : . Kontraktor Pelaksana : PT/CV …………………………….. BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN MK PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. b.) prosen. Berdasarkan laporan pekerjaan pelaksanaan Nomor : …………….Penanggung jawab lapangan dari perusahaan **) Diisi Nama Satuan Kerja yang bersangkutan Page 40 BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN MK SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. Diketahui oleh : Dibuat oleh : Tim Teknis Satuan Kerja/ Konsultan Manajemen Konstruksi PPK**) …………………………..Penanggung jawab perusahaan dan atau . : ……………………… . Page 39 Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya. ………………………. ………………… *) …………………………. % (…………….

. Pekerjaan : ……………………………………………… 2. Alamat kantor : ………………………………………………………. Tanggal : ……………... Surat Perjanjian Pekerjaan Manajemen Konstruksi/SPK Nomor : ……………………………... Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.... Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK ……………………... 2. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………. Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I.. tanggal ……………………... Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : ……………………... Tanggal : …………………………………………..LAMP. Tanggal : …………………………………………. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. Nama : …………………………………………………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Pekerjaan MK dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan MK untuk : Page 41 1..*) : Laporan Pekerjaan MK Nomor : ……………. Pada hari ini. Kedua belah pihak berdasarkan : 1. Nomor : …………………………………………. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ………... tanggal ………………………. Minggu ke : ……………... Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………..

. …. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya.) rangkap Demikian Berita Acara Serah Terima pekerjaan manajemen konstruksi ini dibuat dan ditandatangani di ………………………… pada tanggal tersebut diatas. DIPA : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 Penyerahan sebagaimana yang dimaksud pasal 1 diatas termasuk meliputi (sesuai Surat Perjanjian Pekerjaan Manajemen Konstruksi) : 1. BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN MANAJEMEN KONS. …………………………………. …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 42 BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI (MK) UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN SATUAN KERJA : ……………………… …………………………………………….. UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ... (…………………………. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Manajemen Konstruksi Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV.. : …….) rangkap 2. ……………………. Nip.Lokasi : ……………………………………………… 3. (…………………………. Satuan Kerja : ……………………………………………… 4.. Laporan mingguan. ……………………………… ………………………………… *) …………………………. Dan seterusnya : …….

. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II..... Alamat kantor : ………………………………………………………..... Satuan Kerja : .... Tanggal : …………………………………………................ Nama : …………………………………………………………...*) : Laporan Pekerjaan MK Nomor : ……………. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………..... Minggu ke : …………….. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. ……………………... …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ………... b. Pekerjaan : . Pada hari ini..... Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA....……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL.... Nomor : …………………………………………. : ……………………… LAMP..... untuk : a................ Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I.. Tanggal : …………………………………………...... Kedua belah pihak telah setuju dan sepakat bahwa..... Tanggal : ……………........... Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………... c. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/ PPK .......... Dengan ini menyatakan : 1.. Lokasi : .

... ..... ………………………… b.......... PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Manajemen Konstruksi Kepala Satuan Kerja/PPK ........ Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : ............... % x Rp ... 3..................... Prestasi pekerjaan manajemen konstruksi telah mencapai kemajuan sebesar : ........ dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya.. Pada angsuran pembayaran Ini PIHAK KEDUA berhak Dibayarkan sebesar : = Rp............ ………………………… 4........ ………………………… Terbilang : (………………………………………………………) Demikian Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Manajemen Konstruksi ini dibuat dan ditandatangani di .............. telah dibayarkan : ................ d.... Angsuran ke ….......................... = Rp........ pada tanggal tersebut diatas............... Angsuran ke ….......) prosen....... = Rp....................... ayat ............................... DIPA : Nomor : .... ………………………… ------------------------------------Jumlah yang telah dibayarkan = Rp...% (........ g.. = Rp........f diatas............................ (………………………………) kali angsuran pembayaran yaitu : a....... ………………………… c.. f........ Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Manajemen Konstruksi tersebut butir 1........... Page 43 2................ SPK Manajemen Konstruksi Tanggal : ...................... Angsuran ke …......... Kepada PIHAK KEDUA... Tanggal : ...... = Rp......................................... ............ Biaya Pekerjaan MK : Rp... Berdasarkan pasal .... Konsultan MK : ....... e.... maka PIHAK KEDUA telah berhak menerima dari PIHAK PERTAMA sejumlah : .............

andal. biaya. KERANGKA ACUAN KERJA PEKERJAAN PERENCANAAN 2. 3. UMUM 1. serta berkontribusi positif bagi perkembangan arsitektur di Indonesia. 2. ……………………………… ………………………………… **) …………………………. ……………………. …………………………… Catatan : *) Untuk BA 100% juga dilampirkan BA serah terima pekerjaan **) Penanggung jawab perusahaan Page 44 Lampiran II : Keputusan Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara Nomor: 154/KEP/BP-BRR/X/2006 LAMPIRAN II 1. 4. Nip.. BERITA ACARA PEKERJAAN PERENCANAAN Page 45 KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEKERJAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI …………………………………………………………………… SATUAN KERJA/PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………… I. MAKSUD DAN TUJUAN i. Setiap bangunan gedung negara harus direncanakan. Pemberi jasa perencanaan untuk bangunan gedung Negara perlu diarahkan secara baik dan menyeluruh. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan . B. Setiap bangunan gedung negara harus diwujudkan dengan sebaik-baiknya. sehingga mampu menghasilkan karya perencanaan teknis bangunan yang memadai dan layak diterima menurut kaidah. PENDAHULUAN A. sehingga dapat memenuhi kriteria teknis bangunan yang layak dari segi mutu.PT/CV. dan kriteria administrasi bagi bangunan Gedung Negara. dirancang dengan sebaik-baiknya. dan dapat sebagai teladan bagi lingkungannya. ………………………………….. SURAT PERINTAH KERJA PEKERJAAN PERENCANAAN 3. sehingga mampu memenuhi secara optimal fungsi bangunannya. norma serta tata laku profesional. Kerangka Acuan Kerja (KAK) untuk pekerjaan perencanaan perlu disiapkan secara matang sehingga memang mampu mendorong perwujudan karya perencanaan yang sesuai dengan kepentingan proyek. KONTRAK PEKERJAAN PERENCANAAN 4.

Menyelenggarakan paket kegiatan loka karya value engineering (VE) selama . Tanggal ………………. azas. perkiraan biaya. Untuk penyelenggaraan Proyek termaksud. c. KEGIATAN PERENCANAAN Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh konsultan Perencana adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku. ……………………………………………………………… c. kriteria. Lingkup proyek adalah Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi …………………………………. 2. dan konsultasi dengan pemerintah daerah setempat mengenai peraturan daerah/perijinan bangunan. Dengan penugasan ini diharapkan Konsultan Perencana dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai KAK ini. ii. prarencana bangunan termasuk program dan konsep ruang. Dan seterusnya. b. LINGKUP PROYEK 1. khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Dan SK pembentukan Panitia Lelang/Pengadaan/ Penunjukan langsung Nomor : Page 46 …………………………. C. II. membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. D. dan perencanaan fisik bangunan gedung Negara yang terdiri dari : a. Tanggal …………… dengan susunan organisasi seperti pada lampiran. dibentuk Organisasi Pengelola Satuan Kerja berdasarkan Surat Keputusan Kepala Satuan Kerja Nomor : ………………………. keterangan persyaratan bangunan dan lingkungan. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian lingkup Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen……………………… 2. Pemegang Mata Anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias. Lingkup pekerjaan adalah (sesuai RKA-KL) : a.Perencana yang memuat masukan. dan IMB pendahuluan dari Pemerintah Daerah setempat. Penyusunan prarencana seperti rencana tapak. yang dapat meliputi tugas-tugas perencanaan lingkungan. …………………………………………………………… b. (sesuai DIPA). site/tapak bangunan. dan mengurus perijinan sampai mendapatkan keterangan rencana kota. keluaran dan proses yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterpretasikan ke dalam peleksanaan tugas perencanaan. Persiapan perencanaan seperti mengumpulkan data dan informasi lapangan (termasuk penyelidikan tanah sederhana). 3. LATAR BELAKANG 1.

termasuk menyusun berita acara penjelasan pekerjaan. Mengadakan pengawasan berkala selama pelaksanaan konstruksi fisik dan melaksanakan kegiatan seperti : 1. b. b. d. i. Konsultan Perencanaan bertanggung jawab secara professional atas jasa perencanaan yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku. 3. Memberikan saran-saran. Penyusunan pengembangan rencana. 2. Melakukan penyesuaian gambar dan spesifikasi teknis pelaksanaan bila ada perubahan. Rencana utilitas. TANGGUNG JAWAB PERENCANAAN a. 3. beserta uraian konsep dan perhitungannya. antara lain membuat : 1. rencana anggaran biaya pekerjaan konstruksi. g. Penyusunan rencana detail antara lain membuat : a. evaluasi penawaran. Secara umum tanggung jawab konsultan adalah minimal sebagai berikut : 1. 4. 2. e. b.40 (empat puluh) jam secara in house (khusus untuk pembangunan bangunan gedung diatas luas 12. beserta uraian konsep dan perhitungannya. Membuat laporan akhir pengawasan berkala. Membantu panitia pelelangan pada waktu penjelasan pekerjaan. Perkiraan biaya. Memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang timbul selama masa pelaksanaan konstruksi. Rencana struktur. dan melaksanakan tugas-tugas yang sama apabila terjadi lelang ulang. . Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). h. Menyusun buku petunjuk penggunaan peralatan bangunan dan perawatannya termasuk petunjuk yang menyangkut peralatan dan perlengkapan mekanikalelektrikal bangunan. beserta uraian konsep dan visualisasi atau studi market yang mudah dimengerti oleh pemberi tugas. f. Laporan akhir perencanaan. Rencana arsitektur. 4. detail struktur. Rincian volume pelaksanaan pekerjaan. Page 47 c.000 M2 atau diatas 8 lantai). menyusun kembali dokumen pelelangan. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus memenuhi persyaratan standar hasil karya perencanaan yang berlaku. Mengadakan persiapan pelelangan. pertimbangan dan rekomendasi tentang penggunaan bahan. d. detail utilitas yang sesuai dengan gambar rencana yang telah disetujui. seperti membantu Kepala satuan Kerja/ Pejabat pembuat Komitmen di dalam menyusun dokumen pelelangan dan membantu panitia pelelangan menyusun program dan pelaksanaan pelelangan. Gambar-gambar detail arsitektur.

tanggal ……………………. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah mengakomodasi batasan-batasan yang telah diberikan oleh proyek.. standar. DIPA Nomor : ………………. Untuk pekerjaan standar berlaku maksimum sesuai yang tercantum dalam tabel A1. Sewa kendaraan. Pajak dan iuran daerah lainnya. c. Pembelian dan atau sewa peralatan. 6. Sumber Dana Sumber Dana dari keseluruhan pekerjaan perencanaan di bebankan pada : 1. 7. Perjalanan (local maupun luar kota). 3. maka dihitung secara orang-bulan dan biaya langsung yang dapat diganti. B I A Y A A. Jasa dan overhead Perencanaan. B. Page 48 IV. 2.2.. seperti dari segi pembiayaan. Biaya rapat-rapat. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 yaitu : a. serta dan non standar dan harus terbaca dalam suatu rekapitulasi akhir yang menyebut angka dan huruf. b. e. Tabel B1 dan Tabel D. Biaya Perencanaan. Biaya pekerjaan Konsultan Perencana dan tata cara pembayaran diatur secara kontraktual setelah melalui tahapan proses pengadaan konsultan perencana sesuai peraturan yang berlaku. 8. 1. Pembayaran biaya Konsultan Perencana didasarkan pada prestasi kemajuan pekerjaan perencanaan. Besarnya biaya konsultan Perencanaan merupakan biaya tetap dan pasti. 4. 5. Loan Nomor : ……………….. Bila terdapat pekerjaan non standar. termasuk melalui KAK ini. Pengaturan komponen pembiayaan pada butir a) dan b) diatas adalah dipisahkan antara bangunan standar. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah memenuhi peraturan. d. 3. yang terdiri dari : 1. Honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang. dan pedoman teknis bangunan gedung yang berlaku untuk bangunan gedung pada umumnya dan yang khusus untuk bangunan gedung Negara.. Ketentuan pembiayaan lebih lanjut mengikuti surat perjanjian pekerjaan perencanaan yang dibuat oleh Kepala satuan kerja/Pejabat pembuat Komitmen dan Konsultan Perencana. 2. iii. Besarnya biaya pekerjaan perencanaan mengikuti Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. tanggal ……………………. Materi dan penggandaan laporan. . sesuai dengan ketentuan billingrate yang berlaku. ii. waktu penyelesaian pekerjaan dan mutu bangunan yang akan diwujudkan.

3. Dan lain-lain. Page 49 V. K E L U A R A N Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Perencana berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam surat perjanjian, yang minimal meliputi : a. Tahap Konsep Rencana Teknis 1. Konsep penyiapan rencana teknis, termasuk konsep organisasi, jumlah dan kualifikasi tim perencana, metoda pelaksanaan, dan tanggung jawab perencanaan. 2. Konsep skematik rencana teknis, termasuk program ruang, organisasi hubungan ruang, dll. 3. Laporan data dan informasi lapangan, termasuk penyelidikan tanah sederhana, keterangan rencana kota, dll. b. Tahap Pra-rencana Teknis 1. Gambar-gambar rencana tapak. 2. Gambar-gambar pra-rencana bangunan. 3. Perkiraan biaya pembangunan. 4. Garis besar rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). 5. Hasil konsultasi rencana dengan Pemda setempat. 6. Gambar perspektif dan market (sepanjang diwajibkan). 7. Laporan hasil kegiatan lokakarya value engineering (khusus untuk bangunan diatas 12.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). c. Tahap Pengembangan Rencana 1. Gambar pengembangan rencana arsitektur, struktur utilitas. 2. Uraian konsep rencana dan perhitungan-perhitungan yang diperlukan. 3. Draft rencana anggaran biaya. 4. Draft rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). d. Tahap Rencana Detail 1. Gambar rencana teknis bangunan lengkap. 2. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). 3. Rencana kegiatan dan volume pekerjaan (BQ). 4. Rencana anggaran biaya (RAB). Page 50 5. Laporan perencanaan arsitektur, struktur, utilitas, lengkap dengan perhitunganperhitungan yang diperlukan. e. Tahap pelelangan 1. Dokumen tambahan hasil penjelasan pekerjaan, 2. Laporan bantuan teknis dan administratif pada waktu pelelangan. f. Tahap Pengawasan Berkala 1. Laporan pengawasan berkala. 2. Dokumen petunjuk penggunaan, pemeliharaan, dan perawatan peralatan/ perlengkapan/bangunan (bila ada). VI. K R I T E R I A

A. Kriteria Umum : Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh konsultan perencana seperti yang dimaksud pada KAK harus memperhatikan kriteria umum bangunan disesuaikan berdasarkan fungsi dan kompleksitas bangunan, yaitu : 1. Persyaratan Peruntukan dan Intensitas : a. menjamin bangunan gedung didirikan berdasarkan ketentuan tata ruang dan tata bangunan yang ditetapkan di Daerah yang bersangkutan, b. menjamin bangunan dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya, c. menjamin keselamatan pengguna, masyarakat, dan lingkungan. 2. Persyaratan Arsitektur dan Lingkungan : a. menjamin terwujudnya bangunan gedung yang didirikan berdasarkan karakteristik lingkungan, ketentuan wujud bangunan, dan budaya daerah, sehingga seimbang, serasi dan selaras dengan lingkungannya (fisik, sosial dan budaya). b. Menjamin terwujudnya tata ruang hijau yang dapat memberikan keseimbangan dan keserasian bangunan terhadap lingkungannya. c. Menjamin bangunan gedung dibangun dan dimanfaatkan dengan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. 3. Persyaratan Struktur Bangunan : a. menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dapat mendukung beban yang timbul akibat perilaku alam dan manusia. Page 51 b. Menjamin keselamatan manusia dari kemungkinan kecelakaan atau luka yang disebabkan oleh kegagalan struktur bangunan. c. Menjamin kepentingan manusia dari kehilangan atau kerusakan benda yang disebabkan oleh perilaku struktur. d. Menjamin perlindungan properti lainnya dari kerusakan fisik yang disebabkan oleh kegagalan struktur. 4. Persyaratan Ketahanan terhadap Kebakaran : a. menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dapat mendukung beban yang timbul akibat perilaku alam dan manusia. b. Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dibangun sedemikian rupa sehingga mampu secara struktural stabil selama kebakaran, sehingga : i. cukup waktu bagi penghuni melakukan evakuasi secara aman, ii. cukup waktu bagi pasukan pemadam kebakaran memasuki lokasi untuk memadamkan api, iii. dapat menghindari kerusakan pada property lainnya. 5. Persyaratan Sarana Jalan Masuk dan Keluar : a. menjamin terwujudnya bangunan gedung yang mempunyai akses yang layak, aman dan nyaman ke dalam bangunan dan fasilitas serta layanan di dalamnya. b. Menjamin terwujudnya upaya melindungi penghuni dari kesakitan atau luka saat evakuasi pada keadaan darurat.

c. Menjamin tersedianya aksesibilitas bagi penyandang cacat, khususnya untuk bangunan fasilitas umum dan sosial. 6. Persyaratan Transportasi dalam Gedung : a. menjamin tersedianya sarana transportasi yang layak, aman, dan nyaman di dalam bangunan gedung. b. Menjamin tersedianya aksesibilitas bagi penyandang cacat, khususnya untuk bangunan fasilitas umum dan sosial. 7. Persyaratan Pencahayaan Darurat, Tanda arah Keluar, dan Sistem Peringatan Bahaya : a. menjamin tersedianya pertandaan dini yang informatif di dalam bangunan gedung apabila terjadi keadaan darurat. b. Menjamin penghuni melakukan evakuasi secara mudah dan aman, apabila terjadi keadaan darurat. Page 52 8. Persyaratan Instalasi Listrik, Penangkal Petir dan Komunikasi : a. menjamin terpasangnya instalasi listrik secara cukup dan aman dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. b. Menjamin terwujudnya keamanan bangunan gedung dan penghuninya dari bahaya akibat petir. c. Menjamin tersedianya sarana komunikasi yang memadai dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. 9. Persyaratan Instalasi Gas : a. menjamin terpasangnya instalasi gas secara aman dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. b. Menjamin terpenuhinya pemakaian gas yang aman dan cukup. c. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan gas secara baik. 10. Persyaratan Sanitasi dalam Bangunan : a. menjamin tersedianya sarana sanitasi yang memadai dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. b. Menjamin terwujudnya kebersihan, kesehatan dan memberikan kenyamanan bagi penghuni bangunan dan lingkungan, c. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan sanitasi secara baik. 11. Persyaratan Ventilasi dan Pengkondisian Udara : a. menjamin terpenuhinya kebutuhan udara yang cukup, baik alami maupun buatan dalam menunjang terselenggaranya kegiatan dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. b. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan tata udara secara baik. 12. Persyaratan Pencahayaan :

PROSES PERENCANAAN A.a. seperti dalam rangka implementasi penataan bangunan dan lingkungan. D. Dengan batasan tidak mengganggu produktivitas kerja. misalnya : 1. C. baik alami maupun buatan dalam menunjang terselenggaranya kegiatan dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. menjamin terwujudnya kehidupan yang nyaman dari gangguan sura dan getaran yang tidak diinginkan. antara dan pokok yang . Bangunan gedung Negara hendaknya fungsional. konsultan Perencana harus menyusun jadwal pertemuan berkala dengan Pengelola Satuan Kerja. Page 54 B. 2. Solusi dan batasan-batasan kontekstual. Kesatuan perencanaan bangunan dengan lingkungan yang ada disekitar. VIII. b. VII. Page 53 13. Dikaitkan dengan upaya pelestarian atau konservasi bangunan yang ada. terutama sebagai bangunan pelayanan kepada masyarakat. A Z A S – A Z A S Selain dari kriteria diatas. 3. baik dari segi fungsi khusus bangunan. hendaknya diusahakan serendah mungkin. B. biaya investasi dan pemeliharaan bangunan sepanjang umurnya. seperti faktor sosial budaya setempat. efisien. Desain bangunan hendaknya dibuat sedemikian rupa. Bangunan gedung Negara hendaknya dapat meningkatkan kualitas lingkungan. Persyaratan Kebisingan dan Getaran : a. sehingga bangunan dapat dilaksanakan dalam waktu yang pendek dan dapat dimanfaatkan secepatnya. E. tetapi pada kemampuan mengadakan sublimasi antara fungsi teknik dan fungsi sosial bangunan. Kreatifitas desain hendaknya tidak ditekankan pada kelatahan gaya dan kemewahan material. geografi klimatologi. di dalam melaksanakan tugasnya konsultan Perencana hendaknya memperhatikan azas-azas bangunan gedung Negara sebagai berikut : A. menjamin terpenuhinya kebutuhan pencahayaan yang cukup. spesifik berkaitan dengan bangunan gedung yang akan direncanakan. b. dan lain-lain. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan pencahayaan secara baik. dan menjadi acuan tata bangunan dan lingkungan di sekitarnya. Dalam pertemuan berkala tersebut ditentukan produk awal. B. Menjamin adanya kepastian bahwa setiap usaha atau kegiatan yang menimbulkan dampak negatif suara dan getaran perlu melakukan upaya pengendalian pencemaran dan atau mencegah perusakan lingkungan. menarik tetapi tidak berlebihan. Kriteria Khusus Kriteria khusus dimaksudkan untuk memberikan syarat-syarat yang khusus. Dalam proses perencanaan untuk menghasilkan keluaran-keluaran yang diminta. segi teknis lainnya.

e. Informasi tentang lahan. baik yang berasal dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen maupun yang dicari sendiri. dan dimensinya. ii. struktur organisasi. perkerasan. berat. program ruang. perincian penggunaan lahan. v. MASUKAN A. D. Konsultan Perencana harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya. Kebutuhan (sekarang dan proyeksi mendatang). vi. 3. Dalam hal ini informasi yang diperlukan dan harus diperoleh untuk bahan perencanaan diantaranya mengenai hal-hal sebagai berikut : a. penunjang. Kegiatan utama. kondisi fisik lokasi seperti : luasan. jenis. Kesalahan/kelalaian pekerjaan perencanaan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab Konsultan Perencana. penghijauan dan lain-lain.harus dihasilkan konsultan sesuai dengan rencana keluaran yang ditetapkan dalam KAK ini. atau selambat-lambatnya tanggal ……………. ) hari kalender. konsultan harus selalu memperhitungkan bahwa waktu pelaksanaan pekerjaan adalah mengikat. pelengkap. d. f. Jangka waktu pelaksanaan. iv. . b. konsultan Perencana harus mencari informasi yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Kepala satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini. Keinginan tentang kemungkinan perubahan fungsi ruang/bangunan. koefisien lantai bangunan. I n f o r m a s i 1. IX. Perlengkapan/peralatan khusus. kondisi tanah (hasil soil test). c. dan topografi.. Kebutuhan bangunan : i. 2. khususnya sampai diserahkannya dokumen perencanaan untuk siap dilelangkan adalah …. keadaan air tanah. batas-batas. ii. Tahun mendatang (umumnya 5 tahun). ( ……………………. peruntukan tanah. Keinginan-keinginan tentang utilitas bangunan seperti : i. ii. C. baik yang berhubungan dengan pemakai atau perlengkapan yang akan digunakan dalam ruang tersebut. Keinginan tentang ruang-ruang tertentu. koefisien dasar bangunan. keinginan tentang organisasi / pemanfaatan ruang. Untuk melaksanakan tugasnya. Pemakai bangunan : i. Page 55 iii. meliputi : i. jumlah personil-personil sekarang dan proyeksi pengembangan untuk ………. vii. Air bersih : 1. iii. Dalam pelaksanaan tugas. iv.

x. 3. ii. Tenaga-tenaga ahli yang dibutuhkan dalam kegiatan perencanaan minimal terdiri dari : (kualifikasi masing-masing tenaga ahli disesuaikan berdasarkan kebutuhan/ kompleksitas proyek). Orang 2. spesifikasi). intercom). sistem yang diinginkan. baik ditinjau dari segi lengkap (besar) proyek maupun tingkat kompleksitas pekerjaan. Air kotor dan sampah. TENAGA Untuk melaksanakan tujuannya. B. 2. vi. Orang b. Struktur : …………………………. 3. Type dan kapasitas yang akan dipilih. jaringan dan kapasitasnya. 2. kebutuhan daya. beban (Ton ref). Transportasi vertical dalam bangunan (bila dipersyaratkan). interval dan waktu tunggu (Waiting Time). Penanggulangan bahaya kebakaran (bila dipersyaratkan) : vii. radio. iv. kebutuhan titik pembicaraan. 3. Orang . sumber daya dan spesifikasinya. Pengaman dari bahaya pencurian dan perusakan (bila dipersyaratkan) : viii.2. 1. iii. konsultan Perencana harus menyediakan tenaga yang memenuhi ketentuan proyek. cadangan apabila dibutuhkan (kapasitas.C. (bila dipersyaratkan) 1. letak saluran kota. 2. Tata Udara/ A. Perencana : a. telex. Jaringan listrik : 1. 2. Jaringan komunikasi (telepon. 2. pembagian beban. Page 56 ix. Dan lain-lain sesuai keperluannya. Utilitas : …………………………. v. sistim yang dipilih. Air hujan dan air buangan : 1. cara pembuangan keluar tapak. sumber air. 1. Orang c. 1. Koordinasi perencanaan ……………. Arsitektur : …………………………. penggunaan escalator dan conveyor.

3. Tenaga teknis lainnya sesuai kebutuhan dan lingkup kompleksitas Pekerjaan : …………………………. 3. B. Tenaga-tenaga yang diusulkan oleh konsultan perencana harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen. Jadwal kegiatan secara detail. Setelah Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini diterima. B.. Catatan : Model KAK tersebut diatas bersifat pokok yang masih Harus disesuaikan. setelah sebelumnya dipresentasikan oleh Konsultan Perencana dan mendapatkan pendapat teknis dari Tim Teknis Satuan Kerja. P E N U T U P A. Berdasarkan bahan-bahan tersebut konsultan agar segera menyusun program kerja untuk dibahas dengan Kepala Satuan Kerja / Pejabat Pembuat Komitmen. Orang 5. Konsep penanganan pekerjaan perencanaan. Alokasi tenaga yang lengkap (disiplin dan keahliannya). PROGRAM KERJA A.. 2. dilengkapi untuk Kebutuhan proyek yang bersangkutan. DIBUAT DI : …………………… TANGGAL : …………………… KEPALA SATUAN KERJA/ PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………. maka konsultan hendaknya memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan. Orang 4. Konsultan Perencana harus segera menyusun program kerja minimal meliputi: 1. Program kerja secara keseluruhan harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. dikembangkan. Administrasi : …………………………. Page 58 SURAT PERINTAH KERJA KEPALA SATUAN KERJA / PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………………… BRR NAD – Nias . Orang X. Perhitungan biaya dan kuantitas Pekerjaan : …………………………. NIP : …………………. Page 57 XI.

Surat Perintah Kerja (SPK) ini diperintahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dengan ketentuan dan syarat-syarat seperti tersebut dibawah ini : 1. Alamat Kantor : ………………………………………. pra-rencana bangunan termasuk program dan konsep ruang. Tugas Pekerjaan : Pekerjaan Perencanaan yang akan dilaksanakan adalah : Pembangunan/Rehabilitasi/ Renovasi/Restorasi …………………………………. di …………………………. MEMERINTAHKAN KEPADA : 2. Melaksanakan pekerjaan persiapan perencanaan seperti : mengumpulkan data dan informasi lapangan (termasuk penyelidikan tanah sederhana).. perkiraan biaya.... Membuat pra-rencana teknis seperti : rencana tapak. Selaku Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA. Tanggal : ………………………………………. Nama Badan Usaha : ………………………………………. Jabatan : ………………………………………. Alamat Badan Usaha : ……………………………………….. Tanggal …………………………. dan mengurus perijinan sampai mendapatkan advis planning. membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK. dan konsultasi dengan pemerintah daerah setempat mengenai peraturan daerah/perijinan bangunan. Nama : ……………………………………….. b. Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Pelelangan/ Pemilihan Langsung Nomor : ……………………. PEKERJAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN / REHABILITASI / RENOVASI / RESTORASI ………………………………………………………………………. Nama : ………………………………………. (lokasi pekerjaan) yang meliputi tugas-tugas sebagai berikut : Page 59 a.. Selaku Konsultan Perencana Pekerjaan …………………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA... keterangan persyaratan bangunan dan . Jabatan : ……………………………………….. dengan ini kami yang bertandatangan dibawah ini : 1.Nomor : ……………………………………….

bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. aanwijzing. Membuat pengembangan rencana teknis seperti : rencana arsitektur. …………………………. g. tanggal : ………………… b. menyusun Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).. Pembayaran tahap kedua sebesar 25% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. (………………………………………. Kekuarangan informasi dan kesalahan menterjemahkan informasi adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. h.lingkungan.sesuai dengan DIPA/RKA-KL Nomor : ……………………. e. c. Page 60 b. dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 15%. dan IMB pendahuluan dari Pemerintah Daerah setempat. dan utilitas secara lengkap beserta prasarananya termasuk perhitungan sesuai keperluannya. Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajakpajak. seperti membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pelelangan. (…………………………………. struktur. Mengadakan persiapan pelelangan. Mengadakan pengawasan berkala selama dalam pelaksanaan konstruksi fisik dan membuat laporan pengawasan berkala. c. detail struktur. Besarnya biaya pekerjaan perencanaan adalah Rp. evaluasi penawaran dan menyusun kembali dokumen lelang bilamana terjadi lelang ulang. Pembayaran tahap ketiga sebesar 40% dari jumlah biaya perencanaan yakni . detail utilitas.. Cara Pembayaran a. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahap konsep teknis dan tahap pra-rencana teknis. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan tahap pengembangan rencana dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. …………………. yang dibebankan pada Satuan Kerja……………………. dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 40%. yang merupakan jumlah tetap dan pasti (lumpsum fixed price). Pembayaran tahap kesatu sebesar 15% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp ………. Memeriksa dan mengesahkan gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (As-Built Drawings).). membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan membuat laporan akhir perencanaan termasuk petunjuk penggunaan peralatan bangunan dan perawatannya. f. dan rencana perkiraan biaya. d.). Biaya Perencanaan a. 3. 2. membantu panitia pelelangan dalam menyusun program dan pelaksanaan pelelangan. (……………………………………………).. Membuat gambar detail rencana seperti : gambar detail arsitektur.

SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. Pembayaran tahap kelima/terakhir sebesar 15% dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan yakni sejumlah Rp …………. b. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. g. iii. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak 4. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. k. Page 61 j. yaitu PIHAK PERTAMA sudah menunjuk Kontraktor Pelaksana dan PIHAK KEDUA telah menyelesaikan pekerjaan pada tahap pelelangan serta diterima baik oleh PIHAK PERTAMA. h. f.. Tanggal ………………………. antara lain : i. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. d. (…………………. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. yaitu dilaksanakan Serah Terima Pertama Pekerjaan Konstruksi Fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA.sejumlah Rp. dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 80%.) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 85%.. iv. e. SNI 03 – 1729 – 1989 Tentang Tatacara Perencanaan Baja untuk Gedung. c. ii. (………………………. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/ KPTS/ 2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. e.. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) : ……………………………… Nomor : ……………….. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan rencana detail dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA.) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan pelaksanaan mencapai 100%. Pembayaran tahap keempat sebesar 5 % dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp ……………. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. d. i. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. …………………. . dan PIHAK KEDUA telah menyerahkan seluruh hasil tugas tanggung jawabnya kepada PIHAK PERTAMA termasuk laporan pengawasan berkala. (……………………………………. SNI 03 – 1727 -1989 Tentang Tatacara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung. Persyaratan dan Spesifikasi Teknis a.. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung.).

prosen) dari biaya pekerjaan perencanaan (umumnya 10%).. 6. a. Page 62 b. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar … % (…… persen) dari biaya pekerjaan perencanaan dengan ketentuan bahwa. SNI 03 – 1736 – 1989 Tentang Tatacara Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung. i. Jika terjadi perselisihan dikemudian hari. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan perencanaan yang ditetapkan. Jumlah denda kumulatif ditetapkan maksimum …. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya. Penyelesaian Perselisihan a. vii. h. Sanksi dan Denda. 7. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. Jangka Waktu Jangka waktu pelaksanaan sampai dengan penyerahan dokumen pelelangan sebagaimana yang disebut dalam butir 1 Surat Perintah Kerja ini ditetapkan selama ……. maka untuk setiap hari kelambatan PIHAK KEDUA wajib membayar denda kelambatan sebesar ……. Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ……………… dan mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.% (…. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung.. Semua ketentuan dan peraturan serta Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya (umumnya 1-3%). j. SNI 03 – 2410 – 1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. c. o/oo (………permil) dari bi aya pekerjaan perencanaan (umumnya 3%). Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dalam batas waktu yang ditetapkan. vi. b. (…………………………) hari kalender terhitung ditandatanganinya Surat Perintah Kerja ini. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Pemimpin Proyek/Bagian Proyek PT/CV ……………………. maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri …………. .. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya. 5.v.

.50 juta. Alamat : …………………………………. tahun ………………. tanggal ………….. telah ditunjuk selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias Nomor : ………………. ………………. Nama : …………………………………. Nama : …………………………………. Tanggal ………… bulan………. BRR NAD – Nias Nomor : ………………………………… Tanggal : ………………………………… Pada hari ini …………. kami yang bertandatangan di bawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan perencanaan : Antara 1. SATUAN KERJA/PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………. ketentuan-ketentuan . yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA. Dengan 2. Yang didirikan dengan Akte Notaris Nomor : ………………….. Maka dengan ini disetujui oleh dan di antara pihak-pihak tersebut. bertindak untuk dan atas nama …………………… (nama Badan Usaha). Page 63 SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI …………………………………………………………………….. Nama Perusahaan : …………………………………. Jabatan (struktural) : ………………………………… Alamat : ………………………………….…………………………………. Tanggal …………… oleh Notaris di ……………… dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya. NIP ……………… Catatan : *) Ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan Model perjanjian dengan SPK berlaku hanya untuk pekerjaan yang nilainya sampai RP... …………………… *) ……………. Jabatan : ………………………………….

Tugas pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) ……………………… Nomor : . dan konsultasi dengan pemerintah daerah setempat mengenai peraturan daerah/perijinan bangunan. yaitu untuk melaksanakan : Pekerjaan perencanaan Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi ……………. menyusun Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). detail utilitas. Memeriksa dan mengesahkan gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (As-Built Drawings). f. membantu panitia pelelangan dalam menyusun program dan pelaksanaan pelelangan. i. evaluasi penawaran dan menyusun kembali dokumen lelang bilamana terjadi lelang ulang. Menyelenggarakan paket kegiatan lokakarya value engineering (VE) selama 40 (empat puluh) jam secara in house (khusus untuk pembangunan bangunan gedung diatas luas 12. Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. h. membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK. struktur. pra-rencana bangunan termasuk program dan konsep ruang. Mengadakan persiapan pelelangan. Melaksanakan pekerjaan persiapan perencanaan seperti : mengumpulkan data dan informasi lapangan (termasuk penyelidikan tanah sederhana). Membuat pra-rencana teknis seperti : rencana tapak. yaitu : a. seperti membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pelelangan. aanwijzing. Membuat gambar detail rencana seperti : gambar detail arsitektur. dan mengurus perijinan sampai mendapatkan advis planning. dan utilitas secara lengkap beserta prasarananya termasuk perhitungan sesuai keperluannya. keterangan persyaratan bangunan dan lingkungan. c. d. detail struktur. Kekurangan informasi dan kesalahan menterjemahkan informasi adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA.sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal di bawah ini : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1. Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perjanjian ini. Di ………………………………… Page 64 2. e. Mengadakan pengawasan berkala selama dalam pelaksanaan konstruksi fisik dan membuat laporan pengawasan berkala. dan IMB pendahuluan dari Pemerintah Daerah Setempat. membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan membuat laporan akhir perencanaan termasuk petunjuk penggunaan peralatan bangunan dan perawatannya. g. perkiraan biaya. PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut. seperti antara lain : a. Membuat pengembangan rencana teknis seperti : rencana arsitektur. dan rencana perkiraan biaya. b.000 M2 atau diatas 8 lantai) pada tahap pra-rencana.

Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : a. . Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. e. Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… c. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. Surat Keputusan Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………. Tanggal : ……………………………………………. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. g. b. Surat Usulan Calon Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… d. f. i. l. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Tanggal : ………………………………………………. e. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya... h. Page 65 b. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. Tanggal : ……………………………………………. antara lain : i. d. Addendum (bila ada) 2. Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : …………………………………………….………………………………………………. f. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. c. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi.

iv. 6. Page 67 7. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan seluruhnya atau sebagian tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada pihak lain. 2. SNI 03 – 1729 – 1989 Tentang Tatacara Perencanaan Baja untuk Gedung. sebagai akibat kesalahan perencanaan tersebut. SNI 03 – 1736 – 1989 Tentang Tatacara Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung. iii. Pekerjaan Perencanaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 surat perjanjian ini dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan merupakan tanggung jawab PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan baik langsung ataupun tidak langsung turut serta baik sebagai sub Kontraktor maupun pemasok bahan bangunan dari proyek ini. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas kerugian PIHAK PERTAMA. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. kecuali dengan persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. vi. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN 1. PIHAK KEDUA harus bersedia memberikan cetakan-cetakan yang merupakan hasil dari kegiatan yang telah dilaksanakannya kepada PIHAK PERTAMA apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dengan biaya dari PIHAK KEDUA. 5. vii. v. k. dan juga tidak dibenarkan merangkap sebagai Konsultan Manajemen Konstruksi. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kebenaran perencanaan yang dihasilkannya dan segala kesalahan-kesalahan perencanaan yang baru diketahui pada waktu pelaksanaan dan pasca konstruksi. m. 4. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan perencanaan yang ditetapkan. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. 3. SNI 03 – 1727 -1989 Tentang Tatacara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung. SNI 03 – 2410 – 1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. . keahlian dan pengalaman yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan perencanaan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan ketentuan dalam Surat Perjanjian ini. l. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan.Page 66 ii. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung.

Laporan pengawasan berkala b. Konsep penyiapan rencana teknis. b. b. termasuk program ruang. Uraian konsep rencana dan perhitungan-perhitungan yang diperlukan. 9. 4. dan perawatan peralatan/ perlengkapan/ bangunan (bila ada). rencana teknis. e.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). b. b. f. Hasil konsultasi rencana dengan Pemda setempat. dll. Laporan data dan informasi lapangan. Gambar rencana teknis bangunan lengkap. Tahap Pengembangan Rencana a. 3. pemeliharaan. dll. termasuk konsep organisasi. Gambar-gambar pra-rencana bangunan. Tahap Pelelangan a. Konsep skematik.8. Tahap Pengawasan Berkala a. struktur utilitas. Tahap Rencana Detail a. Page 68 d. g. 2. jumlah dan kualifikasi tim perencana. Gambar pengembangan rencana arsitektur. Laporan perencanaan arsitektur. Laporan bantuan teknis dan administrative pada waktu pelelangan. Draft rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). b. Tahap Konsep Rencana Teknis a. Tahap Pra-rencana Teknis : a. Kelancaran pelaksanaan proyek yang berhubungan dengan perencanaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. organisasi hubungan ruang. utilitas. keterangan rencana kota. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PERENCANAAN Hasil pekerjaan perencanaan oleh PIHAK KEDUA yang harus disampaikan kepada PIHAK PERTAMA dan dibuat dalam rangkap 5 (lima). d. 5. struktur. dan tanggung jawab waktu perencanaan. Gambar perspektif dan maket (sepanjang diwajibkan). lengkap dengan perhitunganperhitungan yang diperlukan. Perkiraan biaya pembangunan. c. Gambar-gambar rencana tapak. . e. c. termasuk penyelidikan tanah sederhana. d. Laporan hasil kegiatan lokakarya value engineering (khusus untuk bangunan diatas 12. Rencana kegiatan dan volume pekerjaan (BQ). Garis besar rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). setidak-tidaknya adalah sebagai berikut : 1. Dokumen petunjuk penggunaan. Draft rencana anggaran biaya. Dokumen tambahan hasil penjelasan pekerjaan. Rencana Anggaran Biaya (RAB). c. metoda pelaksanaan. 6. c.

Pembayaran tahap kedua sebesar 25% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. 4. (Surat Perintah Kerja) sampai dengan tanggal …………….Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PERENCANAAN 1.2. ( ………………………………. ………………. …………………… (…………………………. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan perencanaan sampai dengan penyerahan dokumen pelelangan sebagaimana disebut dalam pasal 4 ayat 1. atau adanya perintah perubahan tugas pekerjaan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. Pembayaran tahap kesatu sebesar 15% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. 3. Pasal 7 CARA PEMBAYARAN Pembayaran biaya pekerjaan perencanaan dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan prestasi pekerjaan perencanaan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak.) hari kalender terhitung sejak tanggal ……………. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahap konsep rencana teknis dan tahap pra-rencana teknis. ) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 40%.3 dan 4 Surat Perjanjian ini ditetapkan selama …………… (………………….) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 15%. tanggal …………… Tahun Anggaran …………/………… 2. dengan ketentuan sebagai berikut : 1. 2.. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pekerjaan yang tercantum dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini harus diselesaikan tahap demi tahap setelah mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA. yang mengakibatkan terdapat perpanjangan/ penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum). Hasil pekerjaan perencanaan sampai mencapai prestasi 100% sebagaimana disebut dalam pasal 4 ayat 6 Surat Perjanjian ini paling lambat harus sudah selesai dan diserahkan kepada PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kalender terhitung setelah tanggal dilaksanakan serah terima pertama pekerjaan pelaksanaan fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. Dalam jumlah biaya pekerjaan perencanaan tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak. dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. Page 69 Pasal 6 BIAYA PEKERJAAN PERENCANAAN 1. 2.. Jumlah biaya pekerjaan perencanaan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp ………………… (………………………………………………) merupakan biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price). yang dibebankan pada proyek : ………………………………… sesuai dengan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor : ………………………. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan tahap pengembangan rencana dan telah diterima .. Jangka waktu penyelesaian pekerjaaan tersebut dalam ayat 2 dan 3 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA kecuali adanya keadaan memaksa seperti diatur dalam Pasal 14 Surat Perjanjian ini.

Dalam hal PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian ini dan terjadi pemutusan hubungan perjanjian sesuai pasal 15.). Surat Jaminan tersebut pada ayat 1 pasal ini. ) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 80 %. 4. Page 70 6. Segala pajak-pajak sehubungan pekerjaan perencanaan ini ditanggung oleh PIHAK . 3. yaitu PIHAK PERTAMA sudah menunjuk Kontraktor Pelaksana dan PIHAK KEDUA telah menyelesaikan pekerjaan pada tahap pelelangan serta diterima baik oleh PIHAK PERTAMA. diserahkan kembali oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. (…………………………………. Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai tempel Rp 6.) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 85%. 2.. atau sejumlah Rp ……………………….dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. 5 dan 6 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA. setelah Serah Terima I pekerjaan konstruksi fisik dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugasnya. 4. Pembayaran tahap kelima/terakhir sebesar 15% dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan yakni sejumlah Rp …………. maka jaminan pelaksanaan perencanaan menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA.. Pembayaran tahap ketiga sebesar 40% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak Pasal 8 JAMINAN PELAKSANAAN PERENCANAAN 1.. 2. 4. ( …………………………………. 3. Pembayaran tahap keempat sebesar 5 % dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. ………………. Pasal 9 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1. Bila jangka waktu berlakunya Surat Jaminan Perencanaan berakhir sebelum dilaksanakannya Serah Terima Dokumen pekerjaan seperti dalam ayat 2 pasal ini. 5. ………………… (…………………………. maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa berlakunya dan harus dijamin tidak ada waktu senggang diantaranya. maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA Surat Jaminan Pelaksanaan Perencanaan berupa Surat Jaminan Bank Umum atau Perusahaan Asuransi Kerugian sebesar 5 % dari biaya perencanaan. dan PIHAK KEDUA telah menyerahkan seluruh hasil tugas dan tanggung jawabnya sebagaimana tercantum dalam Pasal 4 ayat 1.(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Selambat-lambatnya pada saat perjanjian perencanaan ini ditandatangani. (…………………………) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan pelaksanaan mencapai 100%. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan rencana detail dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. yaitu dilaksanakan Serah Terima Pertama Pekerjaan Konstruksi Fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. 2.000. 3..

KEDUA. Page 71 Pasal 11 PELAKSANA PIHAK KEDUA 1. dan dapat menerima/ memberikan/ memutuskan segala petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA. Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan perencanaan bertentangan dengan Surat . 3. 2.% (…… persen) dari jumlah biaya pekerjaan Perencanaan (umumnya 10%). maka untuk setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar …. Jika PIHAK KEDUA melalaikan ketentuan dalam Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut dari PIHAK PERTAMA. 4. Persen) dari biaya Perencanaan dengan ketentuan PIHAK KEDUA tetap berkewajiban untuk memperbaiki kesalahan/kelalaian yang diperingatkan tersebut (umumnya 1-3%). 2. keahlian serta ketrampilannya sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan yang telah disetujui oleh PIHAK PERTAMA. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar … o/oo (……… Permil) dari biaya pekerjaan perencanaan untuk setiap hari kelambatan penyelesaian pekerjaan (umumnya 3o/oo). Pasal 10 TENAGA KERJA DAN UPAH 1. Maksimum denda kumulatif ditetapkan sebesar ….. Jika PIHAK KEDUA terlambat menyelesaikan pekerjaan perencanaan dalam batas waktu yang telah ditetapkan dalam Pasal 5 Surat Perjanjian ini akibat kelalaian PIHAK KEDUA. harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. Ditempat pekerjaan perencanaan PIHAK KEDUA harus menyediakan tenaga-tenaga ahli untuk menyelesaikan pekerjaan yang sesuai dengan tugas-tugas yang tercantum dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. tetapi PIHAK KEDUA tidak juga memperbaiki kelalaian tersebut. yang mempunyai wewenang/ kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA. Pasal 12 SANKSI DAN DENDA 1. yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan. 3. Penunjukan Penangggung Jawab Pekerjaan. 4. Untuk setiap tahapan pekerjaan perencanaan harus ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai penanggung jawab pekerjaan. maka PIHAK PERTAMA memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA harus segera mengganti dengan Petugas/tenaga ahli lain yang memenuhi persyaratan yang diminta oleh PIHAK PERTAMA. Agar pekerjaan perencanaan berjalan seperti yang ditetapkan. 2. Penanggung Jawab Pekerjaan yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi syarat. 3. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. PIHAK KEDUA diwajibkan menggunakan bentuk organisasi dan menyediakan tenaga kerja yang cukup jumlah.% (…. sehubungan dengan pekerjaan Perencanaan ini. Ongkos-ongkos dan upah tenaga kerja yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan Perencanaan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA.

jumlah dan kualifikasi tenaga ahli yang telah ditetapkan. Apabila selama ………… (…………………………………. Biaya perencanaan bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA.) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini. Denda-denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini. yaitu : a. b. . Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA). Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan memaksa” tersebut. 6. d. b. pemberontakan. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. Bencana alam (gempa bumi. c. Pasal 14 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 1. revolusi. Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah. akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. maka PIHAK KEDUA setuju diberi imbalan biaya/jasa sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam melaksanakan tugas tersebut. Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan perencanaan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. e. maka : a. Yang dimaksud “keadaan memaksa” dalam perjanjian ini adalah peristiwa-peristiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak. badai dan banjir). Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 10 ayat 1 Surat Perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi. maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis. tanah longsor. c. d. 2. kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan kontraktor).. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan Memaksa. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan memaksa” tersebut. huru-hara. Page 72 Pasal 13 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN 1. akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kerugian tersebut.Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA. makar. Perang. 2. setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA. Apabila terjadi “keadaan memaksa”. PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. 5. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA.

Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam Pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati. Denda kumulatif telah mencapai maksimum 10% (sepuluh prosen) dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan. Dalam hal adanya pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. PIHAK KEDUA memberikan keterangan yang tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan Pekerjaan Perencanaan ini. Pasal 15 PEMUTUSAN PERJANJIAN 1. d. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. tetapi berhak atas pembayaran prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan serta kerugian Negara. Jika terjadi Pemutusan Perjanjian Perencanaan ini. b. h. Dalam waktu satu bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan perencanaan yang telah dimulainya. atas biaya ditanggung oleh PIHAK KEDUA. maka perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Perencana lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 diatas. Pasal 12. PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas perencanaan sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 4 Surat Perjanjian ini. Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal terbitnya Surat Perintah Kerja tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan perencanaan sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA. f. maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA. 2. seperti dalam Pasal 12 ayat 3 Perjanjian ini. Apabila “keadaan memaksa” itu ditolak oleh PIHAk PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan Pasal 5. karena kelalaian PIHAK KEDUA. Page 74 Pasal 16 . PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : a. c. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian perencanaan ini.f. g. 4. dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban Page 73 keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. e. Pasal 15 Surat Perjanjian ini. 3. Selain yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. 3.

Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. 2. Surat Perjajian ini dibuat dalam rangkap …… (………. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama. Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di ……………………… pada hari dan tanggal tersebut diatas. Seorang PIHAK KETIGA yang ahli... Pasal 18 PENUTUP 1. Page 75 3. NIP . Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota. . ……………………………. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. 4. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pekerjaan perencanaan ini. maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri. b. dan c. dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : a.. 2. ……………… …………………………………. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri …………………………. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota.PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. 3. beserta segala akibat hukumnya. dan dinyatakan berlaku sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.. yang dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Perencana Pemimpin Proyek/Bagian Proyek PT/CV.) bermeterai cukup. maka akan diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. ……………………… …………………………………. *)……………………. Pasal 17 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian perencanaan ini. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah.

... Dalam Surat Perjanjian tidak boleh ada tipp-ex dan tulisan tangan (nomor dan tanggal Misalnya) dan masing-masing lembaran diparaf oleh pihak pertama dan pihak kedua. Lokasi : ............ b.................... Perencanaan Tanggal : ...... c.. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : .......... Telah melaksanakan pekerjaan perencanaan untuk : a. Pekerjaan : ..................... DIPA : Nomor : ....................... f.............. LAMPIRAN : ……………………… 1..... Page 76 LAPORAN PEKERJAAN PERENCANAAN SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………...........) h................... Waktu Perencanaan : ............................................. LAPORAN PEKERJAAN PERENCANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………...... Konsultan Perencana : ....... d...................................... Departemen/Lembaga : .... ................................Catatan : *) Ditandatangani penanggung jawab perusahaan Pasal 8 (Jaminan Pelaksanaan) berlaku untuk pekerjaan dengan nilai Rp 50 juta keatas.................. Tanggal : ................... (…………………………... Biaya Perencanaan : Rp........ e..... g..............

.....% .... 2...% ...% (……………………) prosen...........% Kemajuan pekerjaan telah mencapai prestasi sebesar : ……. 3...........minggu : ………….% .. Page 77 Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya...% .....% ......% ....% . 5..................% ..... Selesai : ………….% ........% Jumlah 100% ....Tgl..% ...... 2. Tahap konsep rencana teknis Tahap pra-rencana teknis Tahap pengembangan rencana teknis Tahap gembar detail rencana teknis Tahap pelelangan sampai terbitnya SPK Tahap pengawasan berkala 10% 15% 25% 30% 5% 15% .. 4.... Tgl... Mulai : …………...... Pelaksanaan pekerjaan perencanaan tersebut meliputi ( laporan lengkap terlampir): No Tahap pekerjaan Bobot pekerjaan Tahap Penyelesaian Pekerjaan Bobot Prestasi 1.......% .. 6..... Diperiksa oleh : Dibuat oleh : **) Konsultan Manajemen Konstruksi Konsultan Perencana ........... Jml.....

Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. *) …………………………. Pada hari ini. ………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan **) Bila tidak menggunakan Konsultan MK. Kelengkapan Laporan tersebut di ketahui oleh Tim Teknis Satuan Kerja/PPK yang bersangkutan Page 78 BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN PERENCANAAN SATUAN KERJA : ……………………… ……..PT/CV. Jabatan : Kepala Satuan Kerja ……………. Nip. Tanggal : ……………. Minggu ke : ……………. ……………………. . …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. …………………………. Nama : …………………………………………………………. ……………………………… ………………………………. Disetujui oleh : **) Tim Teknis Satuan Kerja/PPK ……………………………… Nip.……………………………………… BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN PERENCANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL.. PT/CV………………………... : ……………………… LAMP. …………………….*) : Laporan Pekerjaan Perencanaan Nomor : ……………..

Alamat kantor : ………………………………………………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. tanggal ……………………….... Lokasi : ……………………………………………… 3.Tanggal : …………………………………………. Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan/SPK Nomor : ……………………………. Satuan Kerja : ……………………………………………… 4.. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.. tanggal …………………… Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Pekerjaan Perencanaan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan perencanaan untuk : Page 79 1. Pekerjaan : ……………………………………………… 2. DIPA : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 Penyerahan sebagaimana yang dimaksud pasal 1 diatas termasuk meliputi (sesuai Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan ) : ... Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………. Nomor : …………………………………………. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. Kedua belah pihak berdasarkan : 1. Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : ……………………. 2.. Tanggal : ………………………………………….

Nip. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I..) rangkap Demikian Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Perencanaan ini dibuat dan ditandatangani di ………………………….1. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Perencana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV. : ……………………… LAMP. Nama .……………………… BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PERENCANAAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. Pada hari ini. ………………. ………………………………….*) : Laporan Pekerjaan Perencanaan Nomor : ……………. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya.. …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 80 BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PERENCANAAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN SATUAN KERJA : ……………………… …………………….. (…………………….) rangkap 2. …………………….. ……………………………… ………………………………… *) ………………………….. : …….. Minggu ke : ……………. Tanggal : ……………... Dan seterusnya : …….. ……. Pada tanggal tersebut diatas. (…………………….

d.……………………. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Perencanaan .... Dengan ini menyatakan : 1.. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. b. Lokasi : ……………………………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. f. Jabatan : Kepala Satuan Kerja /PPK . Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. Satuan Kerja : ……………………………………...... DIPA : Nomor : …………………… Tanggal : …………………… e.. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………... Pekerjaan : ……………………………………. Alamat kantor : ………………………………………………………. Tanggal : …………………………………………. Nomor : ………………………………………….... c. Kedua belah pihak telah setuju dan sepakat bahwa... untuk : a.: ………………………………………………………….. Konsultan Perencana : ……………………………………. Tanggal : ………………………………………….

Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Perencanaan tersebut butir 1.. ……………………………. = Rp. Pada tanggal tersebut diatas. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. Pada angsuran pembayaran ini PIHAK KEDUA Berhak dibayarkan sebesar : = Rp.. ………………………………….f diatas. Biaya Perencanaan : Rp. ………………………………… Prestasi pekerjaan perencanaan telah mencapai kemajuan sebesar : …………. ……………………………. …………………………… Terbilang : (………………………………………………………………. …………………………… Catatan : *) Untuk BA 100% juga dilampirkan BA serah terima pekerjaan **) Penanggung jawab perusahaan Page 82 Lampiran III : . …………………………….. dan prestasi yang dilaporkan. ……………………………... 3.. % (…………………………………. ……………………. (……………………………) kali angsuran pembayaran yaitu : a.) Demikian Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Perencanaan ini dibuat dan ditandatangani di ………………………….. Angsuran ke …… = Rp. Kepada PIHAK KEDUA. ayat…. ……………………………… ………………………………… **)………………………. c. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Perencana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV. Berdasarkan pasal ….) prosen.. Angsuran ke …… = Rp.Tanggal : …………………… Page 81 g. 2. b. maka PIHAK KEDUA telah berhak menerima dari PIHAK PERTAMA sejumlah : ……… % x Rp …………………. Angsuran ke …… = Rp. Jumlah yang telah dibayarkan = Rp. ……………………………. 4. Nip. telah dibayarkan : ….

MAKSUD DAN TUJUAN 1. agar rencana teknis yang telah disiapkan dan digunakan sebagai dasar pelaksanaan konstruksi dapat berlangsung operasional efektif. SURAT PERINTAH KERJA PEKERJAAN PENGAWASAN 3. dan dilakukan secara penuh dengan menempatkan tenaga-tenaga ahli pengawasan di lapangan sesuai kebutuhan dan kompleksitas pekerjaan. 4. LATAR BELAKANG 1. serta yang secara menyeluruh dapat melakukan kegiatannya berdasarkan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang telah disepakati. SATUAN KERJA/PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………… BRR NAD-Nias I. dari segi biaya. Dengan penugasan ini diharapkan Konsultan Pengawas dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memenuhi sesuai KAK ini. KONTRAK PEKERJAAN PENGAWASAN 4. 2. Untuk penyelenggara kegiatan yang dimaksud. Setiap pelaksanaan konstruksi fisik bangunan gedung Negara yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana harus mendapatkan pengawasan secara teknis di lapangan. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian kegiatan Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen……………………………. criteria. mutu dan waktu kegiatan pelaksaan. BERITA ACARA PEKERJAAN PENGAWASAN Page 83 KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEKERJAAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/ RESTORASI ………………………………………………………. C. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan Pengawas yang memuat masukan.Keputusan Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara Nomor: 154/KEP/BP-BRR/X/2006 LAMPIRAN III 1. 2. proses dan keluaran yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterpretasikan ke dalam pelaksanaan tugas pengawasan. azas.. UMUM 1. 2. Pemegang Mata Anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias. KERANGKA ACUAN KERJA PEKERJAAN PENGAWASAN 2. Kinerja pengawasan lapangan sangat ditentukan oleh kualitas dan intensitas pengawasan. 3. Konsultan pengawas bertujuan secara umum mengawasi pekerjaan konstruksi. Pelaksanaan pengawasan lapangan harus dilakukan oleh pemberi jasa pengawasan yang kompeten. 3. B. PENDAHULUAN A. dibentuk Pengelola Satuan Kerja /Pejabat Pembuat Komitmen berdasarkan SK Kepala Satuan .

…………………………………………………………………. …………………………………………………………………. D. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala. 2. Lingkup Kegiatan tersebut antara lain adalah : 1. serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. dengan masukan hasil rapatrapat lapangan. Lingkup tugas Konsultan adalah pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) pada pekerjaan Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi…………. 2. 5. 7. Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh Konsultan Pengawas adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku. 3. Meneliti gambar-gambar yang telah sesuai dengan pelaksanaan (As-Built . Menyusun berita acara kemajuan pekerjaan. 6. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. serta mengawasi ketepatan waktu. Tanggal …………… dengan susunan organisasi seperti pada lampiran. yang terdiri dari komponen kegiatan : 1. II. Mengawasi pemakaian bahan. 3. dan biaya pekerjaan konstruksi. (sesuai DIPA/RKA-KL). Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. 4. peralatan dan metoda pelaksanaan. Dan seterusnya. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. pemeliharaan pekerjaan. khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Pemborong. laporan harian. Lingkup kegiatan meliputi Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/ Restorasi ………………………………….Page 84 Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen Nomor:……………………. kuantitas.. mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Pemborong. Tanggal ………………. KEGIATAN PENGAWASAN A. LINGKUP KEGIATAN a... 8. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan. b. Dan SK tentang Pembentukan Panitia Lelang/Pengadaan/penunjukan langsung Nomor:…………………………. B.

Membantu pengelola proyek mengurus IPB (Ijin Penggunaan Bangunan) dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota setempat. dan laporan akhir pekerjaan pengawasan. tabel B1 dan tabel D. 3. Ketentuan pembiayaan lebih lanjut mengikuti surat perjanjian pekerjaan pengawasan yang dibuat oleh Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen dan Konsultan Pengawas. yaitu: a. c. b. TANGGUNG JAWAB PENGAWASAN A. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. Membantu pengelola proyek dalam menyusun dokumen untuk kelengkapan pendaftaran gedung sebagai bangunan gedung Negara. Bila terdapat pekerjaan non standar. B I A Y A A. Page 86 d. Besarnya biaya pekerjaan pengawasan mengikuti pedoman Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Kinerja pengawasan telah memenuhi standar hasil kerja pengawasan yang berlaku. tetapi juga bagi para tenaga ahli professional pengawasan yang terlibat. Hasil evaluasi pengawasan dan dampak yang ditimbulkan. Bersama konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung. 10. III. B. maka dihitung secara orang-bulan dan biaya langsung yang dapat diganti.drawings) sebelum serah terima pertama. Kesesuaian pelaksanaan konstruksi dengan dokumen pelelangan/ pelaksanaan yang dijadikan pedoman. Menyusun daftar cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama. 12. serta peraturan. e. Page 85 9. Besarnya biaya konsultan Pengawas merupakan biaya tetap dan pasti. Pengaturan komponen pembiayaan pada butir a dan b diatas adalah dipisahkan antara bangunan standar dan non standar antara bangunan standar dan non standar dan harus terbaca dalam suatu rekapitulasi akhir yang menyebut angka dan huruf. 2. Penanggung jawab professional pengawasan adalah tidak hanya konsultan sebagai suatu perusahaan. 2. 11. Secara umum tanggung jawab konsultan adalah minimal sebagai berikut : 1. C. standar dan pedoman teknis yang berlaku. IV. Biaya pekerjaan pengawasan dan tata cara pembayaran diatur secara . Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. BIAYA PENGAWASAN 1. sesuai dengan ketentuan billing rate yang berlaku. Untuk pekerjaan standar berlaku maksimum sesuai yang tercantum dalam tabel A1. Konsultan Pengawas bertanggung jawab secara professional atas jasa pengawasan yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku.

Laporan Akhir Pekerjaan Pengawasan. Page 87 C. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian. 3. c. F. tanggal ………………………. K E L U A R A N Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Pengawas berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam surat perjanjian. Tenaga kerja. VI. yang memuat semua kejadian. Laporan rapat di lapangan (site meeting). g. J. Pembelian dan atau sewa peralatan. Bahan-bahan yang datang. diterima atau ditolak. 2. f.. Dokumen lain Nomor : ……………. perintah/petunjuk yang penting dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. 3. 3. B. E. Dan lain-lain. Kelengkapan dokumen pendaftaran bangunan gedung Negara lengkap dengan lampiran-lampirannya. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah Kurang. Materi dan penggandaan laporan. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dan Manual Peralatan-peralatan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. Laporan harian. SUMBER DANA Sumber dana dari keseluruhan pekerjaan pengawasan dibebankan pada : 1. e. Kontraktor Pelaksana dan Konsultan Pengawas. V. Biaya rapat-rapat. Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan. h. I. Pajak dan iuran daerah lainnya. D. Jasa dan overhead Pengawasan. 4. berisi keterangan tentang : 1. Sewa kendaraan. honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang. Pembayaran biaya Konsultan Pengawas adalah berdasarkan prestasi kemajuan pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana. DIPA/RKA-KL Nomor : ……………tanggal………………………… 2. Waktu pelaksanaan pekerjaan. B. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran.. H. b. Alat-alat. Gambar rincian pelaksanaan (shop drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. yang minimal meliputi : A. d. Buku harian. G. Perjalanan (lokal maupun luar kota). KRITERIA PEKERJAAN KONSULTAN PENGAWAS Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh Konsultan Pengawas pada Kerangka Acuan Kerja ini harus memperhatikan persyaratan-persyaratan sebagai berikut : .kontraktual. meliputi komponen sebagai berikut : a. 5.

2. baik yang menyangkut macam. kualitas. Memeriksa Time Schedule/Bar Chart. PERSYARATAN UMUM PEKERJAAN Setiap bagian dari pekerjaan pengawasan harus dilaksanakan secara benar dan tuntas sampai dengan memberi hasil yang telah ditetapkan dan diterima dengan baik oleh Pemimpin Proyek/Bagian Proyek. a. C. untuk pekerjaan pengawasan berlaku pula ketentuanketentuan seperti standar. PROSES PEKERJAAN PENGAWASAN A. antara lain : Page 88 1. pengawasan lapangan. yaitu Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan beserta kelengkapannya dan ketentuanketentuan sebagai dasar perjanjiannya. b. E. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah setempat. 3. PERSYARATAN PROSEDURAL Penyelesaian administrative sehubungan dengan pekerjaan di lapangan harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku. 4. Pekerjaan Teknis Pengawasan Lapangan. pedoman. dan Net Work Planning yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana untuk selanjutnya diteruskan kepada Tim Teknis Satuan Kerja untuk mendapatkan persetujuan. Pekerjaan Persiapan. PERSYARATAN FUNGSIONAL Pekerjaan pengawasan konstruksi fisik harus dilaksanakan dengan profesionalisme yang tinggi sebagai konsultan Pengawas yang secara fungsional dapat mendorong peningkatan kinerja proyek. VII. PERSYARATAN OBYEKTIF Pelaksanaan pekerjaan pengawasan teknis konstruksi yang obyektif untuk kelancaran pelaksanaan. yang secara garis besar adalah sebagai berikut : 1. dan kuantitas dari setiap bagian pekerjaan sesuai standar hasil kerja pengawasan yang berlaku. URAIAN TUGAS OPERASIONAL KONSULTAN PENGAWAS Konsultan Pengawas harus membuat uraian kegiatan secara terinci yang sesuai dengan setiap bagian pekerjaan pengawasan pelaksanaan yang dihadapi di lapangan. . Yang termuat dalam Surat Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. a. B. D. B. dan peraturan yang berlaku. PERSYARATAN TEKNIS LAINNYA Selain kriteria umum diatas.A. Ketentuan yang diberlakukan untuk pekerjaan proyek yang bersangkutan. Melaksanakan pekerjaan pengawasan secara umum. U M U M Konsultan Pengawas dalam menjalankan tugasnya tanggung jawab kepada Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen dan agar tugas dan fungsi konsultan Pengawas dapat terlaksana dengan baik. 2. Menyusun program kerja. Standar dan Pedoman Teknis yang berlaku di bidang penyelenggaraan bangunan gedung. maka harus menghasilkan keluaran sebagaimana yang diharapkan oleh Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. S-Curve. alokasi tenaga dan konsepsi pekerjaan pengawasan.

Perencana dan Kontraktor Pelaksana dengan tujuan untuk membicarakan masalah dan persoalan yang timbul dalam pelaksanaan. dan dibandingkan dengan jadwal yang telah disetujui. f. sedikitnya dua kali dalam sebulan. Mengawasi kebenaran ukuran. Melaporkan kemajuan pekerjaan yang nyata dilaksanakan. D o k u m e n . 5. Mengadakan rapat diluar jadwal rutin tersebut apabila dianggap mendesak. Memeriksa gambar-gambar kerja tambahan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana terutama yang mengakibatkan tambah atau berkurangnya pekerjaan. Page 89 d. Memberikan bantuan dan petunjuk kepada Kontraktor Pelaksana dalam mengusahakan perijinan sehubungan dengan pelaksanaan pembangunan. c. Mengadakan rapat lapangan secara berkala. 3. d. L a p o r a n. Memberikan masukan pendapat teknis tentang penambahan atau pengurangan pekerjaan yang dapat mempengaruhi biaya dan waktu pekerjaan serta berpengaruh pada ketentuan kontrak. dapat langsung disampaikan kepada Kontraktor Pelaksana. dengan Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja. Konsultasi a. Melaporkan bahan-bahan bangunan yang dipakai. prosentase dan nilai bobot bagian-bagian pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh pemborong. b. Mengawasi kemajuan pelaksanaan dan mengambil tindakan yang tepat dan cepat. Memberikan laporan dan pendapat teknis administrasi dan teknis teknologis kepada Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja mengenai volume. dan juga perhitungan serta gambar konstruksi yang dibuat oleh Pemborong (Shop Drawings). agar batas waktu pelaksanaan minimal sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Memberikan petunjuk.koordinasi dan inspeksi kegiatan-kegiatan pembangunan agar pelaksanaan teknis maupun administrasi teknis yang dilakukan dapat secara terus menerus sampai dengan pekerjaan diserahkan untuk kedua kalinya. Melakukan konsultasi dengan Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja untuk membahas segala masalah dan persoalan yang timbul selama masa pembangunan. untuk kemudian membuat risalah rapat dan mengirimkan kepada semua pihak yang bersangkutan. c. b. untuk mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. serta sudah diterima paling lambat 1 minggu kemudian. dengan pemberitahuan tertulis kepada Kepala Satuan Kerja/Pejabat Komitmen. c. b. perintah sejauh tidak mengenai pengurangan dan penambahan biaya dan waktu pekerjaan serta tidak menyimpang dari kontrak. 4. jumlah tenaga kerja dan alat yang digunakan. a. peralatan dan perlengkapan selama pekerjaan pelaksanaan di lapangan atau di tempat kerja lainnya. kualitas dan kuantitas dari bahan atau komponen bangunan. e.

baik ditinjau dari lingkup (besar) proyek maupun tingkat kekomplekan pekerjaan. serta untuk keperluan pembayaran angsuran.a. mingguan dan bulanan. b. e. d. Page 91 1. b. Koordinator pengawasan ………… orang . M A S U K A N A. termasuk petunjuk teknis simak pengawasan mutu pekerjaan. laporan harian. Kesalahan pengawasan/ kelalaian pekerjaan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari konsultan Pengawas. baik yang berasal dari Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja maupun yang dicari sendiri. Memeriksa dan menyiapkan daftar volume dan nilai pekerjaan. konsultan Pengawas harus menyediakan tenaga yang memenuhi kebutuhan proyek. Tenaga-tenaga ahli yang dibutuhkan dalam kegiatan lpengawasan ini minimal terdiri dari : (Kualifikasi masing-masing tenaga ahli disesuaikan berdasarkan kebutuhan/kompleksitas proyek). 3. B. serta penambahan atau pengurangan pekerjaan guna keperluan pembayaran. 2. T E N A G A Untuk melaksanakan tugasnya. penyerahan pertama dan kedua serta formulir-formulir lainnya yang diperlukan untuk kebutuhan dokumen pembangunan. dll. Peraturan-peraturan. Konsultan Pengawas harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya. Dokumen pelaksanaan yaitu : i. Berita Acara Aanwijzing sampai dengan penunjukan Pemborong. I N F O R M A S I 1. VIII. Informasi pengawasan antara lain : a. Page 90 c. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pengawasan. Mempersiapkan formulir. c. serta keperluan pendaftaran sebagai bangunan gedung Negara. ii. Berita Acara kemajuan pekerjaan. iii. Bar Chart dan S-Curve serta Net Work Planning dari pekerjaan yang dibuat oleh Pemborong (setelah disetujui). gambar-gambar pelaksanaan. standar dan pedoman yang berlaku untuk pekerjaan pengawasan teknis konstruksi. konsultan Pengawas harus mencari sendiri informasi yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja ini. Dokumen Kontrak Pelaksanaan/Pemborongan. rencana Kerja dan Syarat-syarat. iv. Untuk melaksanakan tugasnya. Menerima dan menyiapkan Berita Acara sehubungan dengan penyelesaian pekerjaan di lapangan. Informasi lainnya.

Struktur ………… orang c.NIAS Nomor : . DIBUAT DI : ………………. Program kerja. Tenaga-tenaga yang diusulkan oleh konsultan Pengawas harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja. Setelah Kerangka Acuan Kerja ini diterima. Administrasi/pelaporan ………… orang 4. Tenaga teknis lainnya sesuai kebutuhan dan lingkup kompleksitas pekerjaan. …………………. Sebelum melaksanakan tugasnya. NIP. maka selanjutnya konsultan agar segera menyusun program kerja untuk dibahas dengan Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen.2. Pengawas Lapangan a. dikembangkan/dilengkapi untuk kebutuhan proyek yang bersangkutan. 2.. Berdasarkan bahan-bahan tersebut. Alokasi tenaga ahli yang lengkap (disiplin dan jumlahnya). Page 92 SURAT PERINTAH KERJA KEPALA SATUAN KERJA / PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………………… BRR NAD . Konsep penanganan pekerjaan pengawasan proyek. P E N U T U P A. TANGGAL : ………………. B. konsultan Pengawas harus segera menyusun: 1. konsultan hendaknya memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan. Program kerja secara keseluruhan harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja setelah sebelumnya dipresentasikan oleh konsultan Pengawas dan mendapatkan pendapat teknis dari Tim Teknis Satuan Kerja. IX. B. PROGRAM KERJA A. 3. Utilitas (M/E) ………… orang 3. Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen. : …………. termasuk jadwal kegiatan secara detail. Arsitektur ………… orang b. Catatan : Model KAK tersebut diatas bersifat pokok yang masih harus disesuaikan. X.

kuantitas. Page 93 c. Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Pelelangan/ Pemilihan Langsung Nomor : ……………………. Selaku Konsultan Pengawas Pekerjaan …………………………………. Jabatan : ………………………………………... Alamat Kantor : ……………………………………….. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan . Nama : ………………………………………... PEKERJAAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN / REHABILITASI / RENOVASI / RESTORASI ……………………………………………………………………….. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. Tanggal …………………………. (lokasi pekerjaan) yang meliputi tugas-tugas sebagai berikut : a... …………………………………………………………………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. di …………………………. Tanggal : ………………………………………. Surat Perintah Kerja (SPK) ini diperintahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dengan ketentuan dan syarat-syarat seperti tersebut dibawah ini : 1. dan biaya pekerjaan konstruksi.. peralatan dan metoda pelaksanaan. serta mengawasi ketepatan waktu. Alamat Badan Usaha : ………………………………………. dengan ini kami yang bertandatangan dibawah ini : 1. b.. Tugas Pekerjaan : Pekerjaan Pengawasan yang akan dilaksanakan adalah : Pembangunan/Rehabilitasi/ Renovasi/Restorasi …………………………………. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan. Jabatan : ……………………………………….………………………………………. Selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen ………………… ……………………………………………………………………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA. MEMERINTAHKAN KEPADA : 2. d. Nama : ………………………………………. Mengawasi pemakaian bahan. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. Nama Badan Usaha : ……………………………………….

sesuai dengan DIPA/RKA-KL Nomor : ……………………... yang merupakan jumlah tetap dan pasti (lumpsum fixed price).. Pembayaran tahap ketiga/terakhir sebesar 10% dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. Menyusun daftar cacat-cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama. Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran. (…………………………………. laporan harian. mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Pemborong. yang dibebankan pada Satuan Kerja……. …………………………. dibayarkan setelah prestasi Kontraktor Pelaksana mencapai 100% (serah terima kedua).)... Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.. serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sesuai butir 2 Surat Perintah Kerja ini kepada PIHAK PERTAMA.. (……………………………………………). Cara Pembayaran a. Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built Drawings) sebelum serah terima I. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. (……………………………………. dibayarkan setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua Page 94 pekerjaan konstruksi fisik.. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Pemborong.... i. pemeliharaan pekerjaan. ………………….)..persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. g.. 2. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. b. dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan. 3.. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan. Biaya Pengawasan a. Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajakpajak.. tanggal : ………………… b. c.. e.. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan.. Pembayaran tahap kedua sebesar …… % dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. …………………. . Pembayaran tahap kesatu sebesar ……% dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. (………………………………………. dibayarkan setelah prestasi Kontraktor Pelaksana mencapai 100% (serah terima kedua).). …………………. f. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala. h. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. Besarnya biya pekerjaan pengawasan adalah Rp..

Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. b. e. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. n. ii. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. 5. Sanksi dan Denda. f. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. antara lain : i. Jangka Waktu Jangka waktu pelaksanaan sampai selesai 100 % yang disebut dalam butir 1 Surat Perintah Kerja ini terhitung mulai tanggal ………………………… sampai dilaksanakan Serah Terima Kedua Pekerjaan Konstruksi oleh Kontraktor Pelaksana kepada Pihak Pertama.4. 6. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. l. iv. g. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Persyaratan dan Spesifikasi Teknis a. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. Page 95 m. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. i. j. iii. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. a. h. d. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan . SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan pengawasannya kepada PIHAK PERTAMA se lambat lambatnya limabelas hari setelah Serah Terima Pekerjaan Konstruksi. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syaratsyarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. c. k.

50 juta.. Jika terjadi perselisihan dikemudian hari. % (………permil) dari biaya pekerjaan pengawasan (umumnya 3%). Nama : ………………………………….. Page 96 SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI ……………………………………………………………………. b. Tanggal ………… bulan……….. Jabatan (struktural) : …………………………………. maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri …………. Jumlah denda kumulatif ditetapkan maksimum …. kami yang bertandatangan di bawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan pelaksanaan : Antara 1. c. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya. Penyelesaian Perselisihan a. tahun ………………. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dengan batas waktu yang ditetapkan. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja / PT/CV …………………….. b.kewajibannya. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar … % (…… persen) dari biaya pekerjaan pengawasan dengan ketentua bahwa.% (…. prosen) dari biaya pekerjaan pengawasan (umumnya 10%). Alamat . maka untuk setiap hari kelambatan pihak pengawas wajib membayar denda kelambatan sebesar ……. Nomor : ………………………………… Tanggal : ………………………………… Pada hari ini …………. Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ……………… dan mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. NIP ……………… Catatan : *) Ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan Model perjanjian dengan SPK berlaku hanya untuk pekerjaan yang nilainya sampai Rp . PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya (umumnya 1-3%). …………………… *) ……………. 7... Pejabat Pembuat Komitmen……… ……………….

dan biaya pekerjaan konstruksi. Mengawasi pemakaian bahan. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA. PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut. Yang didirikan dengan Akte Notaris Nomor : …………………. Tanggal …………… oleh Notaris di ……………… dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya. bertindak untuk dan atas nama …………………… (nama Badan Usaha). kuantitas. serta mengawasi ketepatan waktu. Dengan 2. Maka dengan ini disetujui oleh dan di antara pihak-pihak tersebut. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA. antara lain : a. Tugas pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. peralatan dan metoda pelaksanaan.. g. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala. laporan harian. ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal di bawah ini : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. f. pemeliharaan pekerjaan. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. h. Di ………………………………… (lokasi pekerjaan).: …………………………………. yaitu untuk melaksanakan : Pekerjaan pengawasan Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi ……………. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi.. d. tanggal …………. Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built drawings) . Jabatan : …………………………………. Nama : ………………………………….. b. Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan. Page 97 c. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias Nomor : ………………. 2. Alamat : …………………………………. telah ditunjuk selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia. mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. Nama Perusahaan : …………………………………. e. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana.

b. Tanggal : …………………………………………….. Membantu PIHAK PERTAMA dalam pengurusan IPB (Ijin Penggunaan Bangunan) dari Pemerintah Daerah Tingkat II setempat. Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… c. yaitu : a.sebelum serah terima pertama. j. Menyusun daftar cacat-cacat/ kerusakan sebelum serah terima pertama. Tanggal : ………………………………………………. f. Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) Nomor : ………………………………………………. i. Surat Usulan Calon Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… Page 98 d.. dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan. Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : ……………………………………………. Tanggal : ……………………………………………. Bersama Konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. Membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pendaftaran gedung sebagai bangunan gedung Negara. Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. l. Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perjanjian ini. Surat Keputusan Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………. e. k. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : . Addendum (bila ada) 2.

2.a. c. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini. iv. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN 1. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. k. h. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. antara lain : i. d. j. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. ii. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. sehingga pelaksanaan pekerjaan pengawasan akan sesuai dengan Surat Perjanjian ini. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 surat perjanjian ini dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh . i. b. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. g. iii. 3. n. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. e. f. Page 99 l. m. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung.

PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada pihak lain. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran. d. Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. Bahan-bahan yang datang. 7. Kontraktor Pelaksana. 8. 2. Laporan harian. 4. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian. akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA sehubungan dengan pekerjaan ini. yang memuat semua kejadian. b. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. yang masing-masing terdiri dari : Page 100 1. Tenaga kerja. 6. e. Waktu pelaksanaan pekerjaan. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas segala kerugian PIHAK PERTAMA. 9. Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan. Kelancaran pelaksanaan proyek yang berhubungan dengan pengawasan sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA wajib melaksanakan periksa ulang semua Dokumen Teknis sesuai keahliannya. Gambar rincian pelaksanaan (shop drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. Alat-alat. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan baik langsung ataupun tidak langsung turut serta baik sebagai Sub Kontraktor maupun pemasok bahan dari pekerjaan ini. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah Kurang. Kelengkapan dokumen pendaftaran bangunan gedung Negara lengkap dengan lampiranlampirannya. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PENGAWASAN Hasil pekerjaan pengawasan disamping harus sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja. 5. 7. dan memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA tentang kelainan yang ditemukan dan mengusulkan cara penyelesaiannya sesuai standar dan ketentuan serta peraturan yang berlaku. harus diserahkan kepada PIHAK PERTAMA minimal dalam rangkap 5 (lima). perintah/petunjuk yang penting dari PIHAK PERTAMA. Laporan Akhir Pekerjaan Pengawasan. Laporan rapat di lapangan (site meeting).PIHAK KEDUA. 9. 4. 3. c. 5. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dan Manual Peralatanperalatan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. diterima atau ditolak. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan pengawasan sampai selesai 100% yang disebut . 10. berisi keterangan tentang : a. 6. Buku harian. dan PIHAK KEDUA. 8.

yang dibebankan pada Satuan Kerja : ………………………………… sesuai dengan DIPA/RKA-KL ……………………………. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA.% dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. yang mengakibatkan bahwa adanya perpanjangan/penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum). tanggal …………… Tahun Anggaran ………………/………… 2. Pasal 7 CARA PEMBAYARAN 1..) dan merupakan biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price). ………………. ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai …. Nomor : ……………………….. terhitung mulai tanggal …………………….dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil seluruh hasil pekerjaan pengawasan sebagaimana tercantum dalam pasal 4 surat perjanjian ini selambat-lambatnya 15 hari setelah dilakukannya penyerahan kedua pekerjaan konstruksi. %. (Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja dari PIHAK PERTAMA) sampai dengan dilaksanakannya Serah Terima Kedua pekerjaan konstruksi fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA... Pembayaran biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan prestasi pekerjaan pemborongan. . bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. b. dengan ketentuan sebagai berikut : a. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan tersebut dalam ayat 1 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA kecuali adanya “keadaan memaksa” seperti diatur dalam Pasal 14 Surat Perjanjian ini. Besarnya biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp ………………… (………………………………………………. ( ………………………………. atau adanya surat perintah penambahan pekerjaan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. Jumlah biaya tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak. yang telah disetujui/disahkan oleh PIHAK PERTAMA. Pembayaran tahap kesatu sebesar …………. 2.. …………………… ( …………… ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai ………… %.. Page 101 Pasal 6 BIAYA PENGAWASAN 1. Pembayaran tahap kedua sebesar ….% dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp.

Surat Jaminan tersebut pada ayat 1 pasal ini. d.000. serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sesuai pasal 4 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA. Page 102 Pasal 8 JAMINAN PELAKSANAAN PENGAWASAN 1.(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA Surat Jaminan Pekerjaan berupa Surat Jaminan Bank Umum atau Perusahaan Asuransi Kerugian sebesar 5 % dari biaya pengawasan atau sejumlah Rp ………………………. Segala pajak-pajak sehubungan pekerjaan pengawasan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Pembayaran tahap keempat/terakhir sebesar 10% dari jumlah biaya pekerjaan pengawasan yakni sejumlah Rp. Pasal 10 TENAGA KERJA DAN UPAH . Selambat-lambatnya pada saat perjanjian ini ditanda tangani. ( …………………………………. Pasal 9 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1.) dibayar setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua pekerjaan konstruksi fisik. ………………… (…………………………. dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. diserahkan kembali oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. 2.). ……………….c. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. maka jaminan pelaksanaan pengawasan menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA.. 2. Bila jangka waktu berlakunya Surat Jaminan Pengawasan berakhir sebelum dilaksanakannya Serah Terima Dokumen pekerjaan seperti dalam ayat 2 pasal ini. 3. % dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana telah mencapai 100 % (serah terima pertama). 2. Pembayaran tahap ketiga sebesar ……. Dalam hal PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian ini dan terjadi pemutusan hubungan perjanjian sesuai pasal 15. 4. maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa berlakunya dan harus dijamin tidak ada waktu senggang antaranya. Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai temple Rp 6... Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. (…………………………………. setelah Serah Terima II pekerjaan konstruksi fisik dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugasnya.

3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya. sehubungan dengan pekerjaan pengawasan ini. Jumlah denda kumulatif tersebut dalam ayat 1 diatas ditetapkan maksimum sebesar …. dengan kewajiban PIHAK KEDUA tetap harus memperbaiki kelalaian yang diperingatkan tersebut (umumnya 1-3%). prosen) dari jumlah biaya pengawasan ( umumnya 10%). maka PIHAK PERTAMA akan menolak tenaga ahli tersebut dan memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA segera mengganti pengawas/tenaga ahli lain yang memenuhi syarat sebagaimana yang diminta oleh PIHAK PERTAMA.. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. 4. Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 10 ayat 1 Surat Perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi. 3. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugas dan kewajibannya sesuai Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA. 3. harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. maka PIHAK KEDUA setuju akan diberi biaya pekerjaan pengawasan sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam menjalankan tugas pengawasan tersebut. keahlian serta ketrampilannya. Penunjukan Pemimpin Pengawas/Tenaga Ahli ini yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. Denda-denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini. PIHAK KEDUA harus menggunakan bentuk organisasi jumlah dan kualifikasi tenaga ahli dengan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan yang tercantum dalam Pedoman Pengawasan (TOR/KAK) yang telah disetujui oleh Kedua belah pihak. 2.1. akan diperhitungkan dalam pembayaran . 2. yang mempunyai wewenang/kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA. Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan pengawasan bertentangan dengan Surat Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kerugian tersebut. Page 103 Pasal 11 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA 1. maka untuk setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan “denda kelalaian” sebesar … % ( ……… persen) dari biaya pengawasan. 5. PIHAK KEDUA diwajibkan menyediakan tenaga kerja yang cukup jumlah. kualifikasi tenaga maupun jumlah tenaga yang telah ditetapkan. Ongkos-ongkos dan upah kerja yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Tenaga Ahli dari Pengawas yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi persyaratan yang diperlukan. dan dapat menerima/memberikan/ memutuskan segala petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA. 2. % ( ……. Pasal 12 SANKSI DAN DENDA 1. 4. Ditempat pekerjaan pengawasan harus selalu ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai Pimpinan Pengawas/ Tenaga Ahli. 3. Agar pekerjaan pengawasan berjalan seperti yang ditetapkan.

yaitu : a. e. c. Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA). dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban Page 105 keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. b. revolusi. Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan pengawasan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. d. d. 2. kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan kontraktor). Page 104 Pasal 13 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN 1. Yang dimaksud “keadaan memaksa” dalam perjanjian ini adalah peristiwa-peristiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak. Perang. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban.) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini.yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. pemberontakan. c. Biaya pengawasan bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. Apabila selama ………… (…………………………………. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA. b. maka : a. Pasal 14 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 1. Apabila terjadi “keadaan memaksa”. 2.. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan memaksa” tersebut. f. tanah longsor. PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. Bencana alam (gempa bumi. maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis. akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA. maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. . PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan Memaksa. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan memaksa” tersebut. huru-hara. makar. badai dan banjir). Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah.

2. Jika terjadi Pemutusan Perjanjian Pengawasan ini. Dalam waktu satu bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan pengawasan yang telah memulainya. PIHAK KEDUA memberikan keterangan yang tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan Pekerjaan Pengawasan ini. dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : a. 2. f. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas pekerjaan pengawasan sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 4 Surat Perjanjian ini. maka akan diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit. Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal terbitnya Surat Keputusan Penunjukan PIHAK KEDUA tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan pengawasan sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. d. Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota. h. maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA. tetapi berhak atas pembayaran prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan serta kerugian Negara. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : a. Apabila “keadaan memaksa” itu ditolak oleh PIHAk PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan Pasal 5. karena kelalaian PIHAK KEDUA. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam Pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati. Page 106 4. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. g. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. b. . Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan pengawasan ini. c. e. Pasal 15 Surat Perjanjian ini. Pasal 16 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. Dalam hal adanya pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. Pasal 15 PEMUTUSAN PERJANJIAN 1. maka perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. yang dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak. 3. Pasal 12. Selain yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Pengawas lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 diatas. Telah dikenakan denda yang kumulatif sebesar 10% (sepuluh prosen) dari biaya pekerjaan pengawasan.3. sebagaimana seperti dalam Pasal 12 ayat 2 Perjanjian ini.

dan dinyatakan berlaku Page 107 sejak diterbitkannya Surat Perintah Kerja (atau Mulai Kerja) dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Pasal 17 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian pengawasan ini. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. 3. NIP . PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja/ PT/CV. Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di ……………………… pada hari dan tanggal tersebut diatas. *)……………………. Catatan : *) Ditandatangani penanggung jawab perusahaan Pasal 8 (Jaminan Pelaksanaan) berlaku untuk pekerjaan dengan nilai Rp 50 juta keatas. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri ………………………….. Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota. ……………… Pejabat pembuat Komitmen………… ……………………… …………………………………. Surat Perjajian ini dibuat dalam rangkap …… (………. dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama. beserta segala akibat hukumnya. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. Page 108 LAPORAN PEKERJAAN PENGAWASAN .b.. dan c. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. 3.. Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. Pasal 18 PENUTUP 1.. Dalam Surat Perjanjian tidak boleh ada tipp-ex dan tulisan tangan (nomor dan tanggal Misalnya) dan masing-masing lembaran diparaf oleh pihak pertama dan pihak kedua. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pekerjaan pengawasan ini. maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri. 4. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak. 2. …………………………….) bermeterai cukup.

minggu :……………………………… 2. Pekerjaan :………………………………………………. Yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana dan diperiksa oleh Konsultan Pengawas. b.. DIPA : Nomor :………………………………. minggu ke ……. c.. Tanggal …………………. Konsultan Pengawas :………………………………………………. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor :………………………………. Biaya Pengawasan : Rp. bahwa : a. Waktu Pengawasan : Tgl mulai :……………………………… Tgl selesai :……………………………… Jml. LAPORAN PEKERJAAN PENGAWASAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………… LAMPIRAN : 1 (satu) set laporan 1.SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. b. Tanggal :………………………………. Kontraktor Pelaksana : PT/CV ……………………………………. Surat Perjanjian Pekerjaan: Nomor : ……………………………… Pelaksanaan . f.) h. d. (……………………………………………. Telah melaksanakan pekerjaan pengawasan untuk : a. …………………………………………. SPK Pengawasan Tanggal :……………………………….. Departemen/Lembaga :………………………………………………. g.. Berdasarkan laporan pekerjaan pelaksanaan Nomor : ………………. e. Lokasi :……………………………………………….

………………… *) …………………………. Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : .. % (………………………….Penanggung jawab perusahaan dan atau . Diketahui oleh : Dibuat oleh : Tim Teknis Satuan Kerja/PPK Konsultan Pengawas **) ………………………….Tanggal ………………………………. NIP. 3. …………………………….*) : Laporan Pekerjaan Pengawasan Nomor : …………….) prosen. : ……………………… LAMP.. Minggu ke : ……………. PT/CV …………………. . Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya. ………………………………………………………………………… Page 109 b.. ………………………. Telah mencapai prestasi sebesar : ……….……………………… BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN PENGAWASAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. Dan seterusnya. ………………………………………………………………………… c. Tanggal : ……………. Pelaksanaan kegiatan pengawasan tersebut meliputi (laporan lengkap terlampir) : a.Penanggung jawab lapangan dari perusahaan **) Diisi NamaSatuan Kerja yang bersangkutan Page 110 BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN PENGAWASAN SATUAN KERJA : ……………………… …………………….

Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II.. Kedua belah pihak berdasarkan : 1.. 2.. Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : …………………….Pada hari ini. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK . …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I... Nama : …………………………………………………………. tanggal …………………… Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Pekerjaan Pengawasan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Page 111 Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan pengawasan untuk : 1. Nomor : …………………………………………. Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan/SPK Nomor : …………………………….. Tanggal : ………………………………………….. Pekerjaan : ……………………………………………… 2. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………... Departemen/lembaga .... Alamat kantor : ……………………………………………………….. ……………………. Tanggal : ………………………………………….... Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : ………………………………………….. Lokasi : ……………………………………………… 3... tanggal ………………………. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris …………………………….

Nip. …………………….) rangkap 2.. ……. …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 112 BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PENGAWASAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN SATUAN KERJA : ……………………… ……. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja/ PPK PT/CV. Daftar Isian Proyek (DIP) : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 Penyerahan sebagaimana yang dimaksud pasal 1 diatas termasuk meliputi (sesuai Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan ) : 1...) rangkap Demikian Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Pengawasan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. ……………………………… ……………………………… ………………………………… *) ………………………….. Dan seterusnya : ……. : ……………………… . Pada tanggal tersebut diatas...: ……………………………………………… 4. Laporan mingguan.……………………………………… BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PENGAWASAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. (…………………….. (……………………. : ……. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya.

... Alamat kantor : ………………………………………………………... d.. DIPA : Nomor : …………………… .... untuk : a. b. Nama : …………………………………………………………. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris …………………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II.. Dengan ini menyatakan : 1. Tanggal : ……………. Minggu ke : …………….. Departemen/Lembaga : …………………………………….... Pada hari ini.. …………………….*) : Laporan Pekerjaan Pengawasan Nomor : …………….. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. Tanggal : …………………………………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………. Nomor : …………………………………………. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK . Kedua belah pihak telah setuju dan sepakat bahwa. Lokasi : ……………………………………. c. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. Pekerjaan : ……………………………………. Tanggal : ………………………………………….LAMP..

…………………….. Biaya Pengawasan : Rp.) prosen. Pada tanggal tersebut diatas. …………………………………. ……………………………. Pada angsuran pembayaran ini PIHAK KEDUA Berhak dibayarkan sebesar : = Rp.. 4. ……………………………. (……………………………) kali angsuran pembayaran yaitu : a. c. ayat….f diatas. Kepada PIHAK KEDUA. b. Berdasarkan pasal …. ……………………………. …………………………….... Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Pengawasan tersebut butir 1. …………………………… Terbilang : (………………………………………………………………. Konsultan Pengawas : ……………………………………. …………………………….) Demikian Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Pengawasan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. Angsuran ke …… = Rp.. maka PIHAK KEDUA telah berhak menerima dari PIHAK PERTAMA sejumlah : ……… % x Rp …………………. . Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Pengawasan Tanggal : …………………… g.Tanggal : …………………… Page 113 e. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV. Angsuran ke …… = Rp. = Rp. Angsuran ke …… = Rp. % (…………………………………. telah dibayarkan : …. f. ………………………………… Prestasi pekerjaan pengawasan telah mencapai kemajuan sebesar : ………….. Jumlah yang telah dibayarkan = Rp. 3. 2.

. Nip. Nama : …………………………………. **) Penanggung jawab perusahaan Page 114 Lampiran IV : Keputusan Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara Nomor: 154/KEP/BP-BRR/X/2006 LAMPIRAN IV 1. …………………………… Catatan : *) Untuk BA 100% juga dilampirkan BA serah terima pekerjaan pelaksanaan ke II.. KONTRAK PEKERJAAN PELAKSANAAN 3. MEMERINTAHKAN KEPADA : 2. Alamat Kantor : …………………………………. . Selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen ………………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.. SURAT PERINTAH KERJA PEKERJAAN PELAKSANAAN 2. Nama : …………………………………. BERITA ACARA PEKERJAAN PELAKSANAAN Page 115 SURAT PERINTAH KERJA KEPALA SATUAN KERJA / PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN ……………………………………………… BRR NAD-NIAS Nomor : ……………………… Tanggal : ……………………… PEKERJAAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN / REHABILITASI / RENOVASI / RESTORASI …………………………………………………………………………… Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Pelelangan/ Pemilihan Langsung Nomor : …………………… tanggal ……………………… dengan ini kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.. Jabatan : ………………………………….……………………………… ………………………………… **)……………………….

Surat Perintah Kerja (SPK) ini diperintahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dengan ketentuan dan syarat-syarat seperti tersebut dibawah ini : 1. Pembayaran kedua sebesar …… % dari biaya pelaksanaan yakni sejumlah Rp ………………… (…………………………………………. (…………………………….... M2 c. b.) dapat dilakukan setelah Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditanda tangani kedua belah pihak. (lokasi pekerjaan) yang meliputi tugas-tugas sebagai berikut : a. Besarnya biaya pelaksanaan adalah Rp ……………………. Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajakpajak. tanggal ………………. Nama Badan Usaha : …………………………………. M2 b.)... Pembayaran pertama sebesar ……. …………………………………………… = ………. yang dibebankan pada Satuan Kerja ……………………. . …………………………………………… = ………. b. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan peraturan-peraturan dan ketentuan yang berlaku.Jabatan : …………………………………. 3. Selaku Kontraktor Pelaksana Pekerjaan ……………………………………….. Alamat Badan Usaha : …………………………………. c. Cara Pembayaran a.) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai 100% dikurangi angsuran uang muka.. (……………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai …… % dikurangi angsuran uang muka. yang merupakan jumlah tetap dan pasti (lumpsum fixed price). Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. (…………………………………. Pembayaran uang muka kepada PIHAK KEDUA sebesar ……% dari biaya pelaksanaan yaitu Rp ……………………. Dan seterusnya. Sesuai dengan DIPA Nomor : …………………. % dari biaya pelaksanaan yakni Rp …………………. Tugas Pekerjaan : Pekerjaan Pelaksanaan yang akan dilaksanakan adalah : Pembangunan/Rehabilitasi/ Renovasi/ Restorasi ………………………… di ………………. Page 116 Tugas tersebut diatas dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA yang meliputi pelaksanaan fisik dan memperbaiki segala cacat dan atau kerusakan-kerusakan pada masa pemeliharaan. 2. Biaya Pelaksanaan Borongan a.

. dan dilampiri Berita Acara Serah Terima II hasil pekerjaan. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan.d. DIPA : …………………………………………… Nomor : …………………. tanggal : …………………………………. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. iii. Page 117 c. g. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak 4. h. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai 100% (serah Terima I) dan diterima oleh PIHAK PERTAMA dikurangi angsuran uang muka (uang muka sudah harus lunas 100%). Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. e. iv. f. Pembayaran ketiga sebesar ……% dari biaya pelaksanaan yakni sebesar Rp ……………………… (…………………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA. n. e. Dasar Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan a. Pembayaran terakhir sebesar 5% dari biaya pelaksanaan yakni sebesar Rp ………………………. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. m. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. l. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. b. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. i. setelah selesai masa pemeliharaan. (………………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA. ii. k. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. antara lain : i. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. j. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA .. d. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syaratsyarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan.

Pejabat Pembuat Komitmen……… ………………. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan pelaksanaannya kepada PIHAK PERTAMA. persen) dari biaya pekerjaan pelaksanaan dengan ketentuan bahwa. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dalam batas waktu yang ditetapkan. Sanksi dan Denda a. o/oo (…… permil) dari biaya pekerjaan c. maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri …………..% (…. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja / PT/CV ……………………. prosen) dari biaya pekerjaan pengawasan (umumnya 3%). maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar ……. 6.. b. Jangka Waktu Pelaksanaan Jangka waktu pelaksanaan sampai selesai 100% yang disebut dalam butir 1 Surat Perintah Kerja ini terhitung mulai tanggal ………………………. Jika terjadi perselisihan dikemudian hari. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. Jumlah denda kumulatif ditetapkan maksimum …. …………………… *) ……………. 2.tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini.50 juta. o.% (…………. maka untuk setiap hari kelambatan pihak pelaksana wajib membayar denda kelambatan sebesar …. 5. Page 119 . Penyelesaian Perselisihan 1. PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya (umumnya 1-3%). 7. Sampai dilaksanakan Page 118 Serah Terima Kedua pekerjaan pelaksanaan. NIP ……………… Catatan : *) Ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan Model perjanjian dengan SPK berlaku hanya untuk pekerjaan yang nilainya sampai RP. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya... Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ……………… dan mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.

SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI …………………………………………………………………… BRR NAD - NIAS Nomor : ………………………… Tanggal : ………………………… Pada hari ini ………… tanggal …………. Bulan ………………… tahun …... ………., kami yang bertandatangan di bawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan pelaksanaan : Antara 1. N a m a : …………………………………………… Jabatan (struktural) : …………………………………………… Alamat : …………………………………………… Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias Nomor : ……………….. tanggal ………….. telah ditunjuk selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia, yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA. Dengan 2. Nama : ………………………………………….. Jabatan : Direktur ………………………………… Nama Perusahaan : …………………………………………. Alamat : …………………………………………. Yang didirikan dengan Aket Notaris Nomor :……………………….. tanggal ……………. Oleh Notaris di ………………. Dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya, bertindak untuk dan atas nama ………………….. (nama Badan Usaha), yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA. Maka dengan ini disetujui oleh dan di antara pihak-pihak tersebut, ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal di bawah ini : Page 120

Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1. PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan diterima PIHAK KEDUA untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan/rehabilitasi/renovasi /restorasi ………………………………………. 2. Pekerjaan tersebut meliputi : a. ………………………………… volume …………………………. b. ………………………………… volume …………………………. Dan seterusnya. 3. Pekerjaan tersebut dilaksanakan di …………………….. (lokasi pekerjaan). 4. PIHAK KEDUA mempunyai kewajiban kepada PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan, menyelesaikan, dan memelihara pekerjaan, serta memperbaiki kerusakan sesuai ketentuan dan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak. Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. Dasar perjanjian dan pelaksanaan pekerjaan pemborongan ini menjadi lampiran dan bagian yang mengikat serta tidak terpisahkan dalam perjanjian ini adalah : a. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) ……………………………… Nomor : ………………………………………………………… Tanggal : ………………………………………………………… b. Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ……………………………………………………….. Tanggal : ……………………………………………………….. c. Surat Usulan Calon Pemenang Lelang Nomor : ………………………………………………………. Tanggal : ………………………………………………………. d. Surat Keputusan Pemenang Lelang Nomor : ………………………………………………………. Tanggal : ………………………………………………………. e. Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : ……………………………………………………… Tanggal : ……………………………………………………… f. Berita Acara : ii. DRT-U dan undangan

iii. Penjelasan pekerjaan dan daftar hadir panitia serta rekanan iv. Hasil pelelangan dan daftar hadir panitia v. Pembukaan surat penawaran dan daftar hadir panitia vi. Pengumuman pemenang lelang. Page 121 g. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS), h. Gambar-gambar, i. Jadwal pelaksanaan pekerjaan, j. Shop drawings, k. Surat jaminan pelaksanaan, l. Addendum (bila ada). 2. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : a. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi; b. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung; c. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi; d. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. e. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias; f. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. g. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. h. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya; i. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara, j. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung, antara lain : i. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan, ii. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987, iii. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi, iv. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung, Page 122 k. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan.

dalam hal ini tetap berlaku ketentuan ayat 13 pasal ini. PIHAK KEDUA wajib menjaga keamanan bahan dan peralatan di lokasi dari pencurian. tidak dapat dijadikan alasan untuk keterlambatan pekerjaan. Page 123 6. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. Pasal 3 PENGAWAS PEKERJAAN / MANAJEMEN KONSTRUKSI 1. 4. PIHAK KEDUA harus mematuhi perintah/petunjuk teknis dan manajemen dari pengawas pekerjaan/manajemen konstruksi sesuai kewenangan yang telah ditentukan. 9. dan telah diketahui oleh PIHAK KEDUA. 2.l. Apabila bahan dan peralatan yang digunakan/terpasang setelah melalui pengujian ternyata tidak memenuhi persyaratan kualifikasi dan spesifikasi yang telah ditentukan. dan segala sesuatu yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pemborongan ini harus disediakan dalam keadaan baru oleh PIHAK KEDUA. jika kualitas dan spesifikasinya tidak memenuhi persyaratan. Pasal 4 BAHAN DAN PERALATAN 1. pengujian. PIHAK KEDUA harus mengajukan contoh bahan dan peralatan yang akan digunakan untuk mendapat persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. maka PIHAK KEDUA dapat mengajukan bahan dan peralatan pengganti yang setara melalui persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. Apabila pejabat atau badan hukum yang ditunjuk dalam ayat 1 pasal ini berhalangan atau tidak dapat menjalankan kewajibannya. peralatan. 2. 8. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. m. 3. PIHAK PERTAMA berhak menolak bahan dan peralatan yang disediakan oleh PIHAK KEDUA. n. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk penggantinya dan diberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA. 5. 11. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. maka PIHAK PERTAMA menunjuk pejabat atau badan hukum ………… sebagai pengawas pekerjaan/manajemen konstruksi yang bertindak untuk dan atas nama PIHAK PERTAMA. Bahan. dan pengkoreksian. PIHAK KEDUA harus mengganti dengan bahan dan peralatan baru yang memenuhi persyaratan. 10. maka PIHAK KEDUA wajib mengganti/memperbaiki tanpa berhak menuntut kerugian. Jika bahan dan peralatan tidak terdapat di pasaran. PIHAK KEDUA wajib menjaga kebersihan lokasi dan lingkungan dari kotoran dan polusi yang ditimbulkan penggunaan bahan dan peralatan dalam pelaksanaan pekerjaan. PIHAK PERTAMA berhak melakukan pengujian terhadap bahan dan peralatan yang diajukan PIHAK KEDUA. Tidak tersedianya bahan dan peralatan di pasaran. 7. PIHAK KEDUA wajib membuat tempat atau gudang yang baik dan aman untuk menyimpan bahan dan peralatan guna kelancaran pekerjaan. Untuk pengendalian pekerjaan yang terdiri atas kegiatan pengawasan. . 3. Jika bahan dan peralatan tersebut ditolak PIHAK PERTAMA. maka PIHAK KEDUA harus menyingkirkan bahan dan peralatan tersebut dari lokasi pekerjaan dalam waktu 2 x 24 jam.

3. PIHAK KEDUA diwajibkan memaksimalkan penggunaan bahan dan peralatan produksi dalam negeri. Asuransi tersebut bias dilakukan menurut variable jumlah pekerja yang ada di lapangan. PIHAK KEDUA wajib menyediakan perlengkapan pengamanan untuk keselamatan tenaga kerja. 13. 13. maka PIHAK KEDUA wajib memberikan pertolongan medis sepenuhnya terhadap korban. PIHAK KEDUA harus bertanggung jawab atas kerugian PIHAK PERTAMA akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan nya. Jika terjadi kecelakaan pada saat pelaksanaan pekerjaan. 11. PIHAK KEDUA wajib menyelenggarakan Asuransi Sosial Tenaga Kerja (ASTEK) kecelakaan dan kematian sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan ang berlaku. 5. 10. Di lokasi pekerjaan harus ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai pemimpin pelaksana yang mempunyai wewenang penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA yang dapat menerima/memberikan/memutuskan segala urusan pekerjaan di lapangan. dan tidak berhubungan lagi dengan pekerjaan dalam kontrak. maka PIHAK KEDUA harus menjamin dalam waktu 7 x 24 jam orang atau tenaga kerja tersebut sudah harus meninggalkan lokasi pekerjaan. 4. kemampuan dan pengalaman yang telah ditentukan dengan melampirkan curriculum vitae dan mendapat persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA harus menjalin kerjasama yang baik dengan pemasok perangkat dari luar dan dalam negeri. Jika PIHAK PERTAMA meminta PIHAK KEDUA untuk memberhentikan orang atau tenaga kerjanya dan menyatakan alas an atas permintaan tersebut. dan diserahkan kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari sejak dikeluarkan surat perintah kerja. 9. Penunjukan/penugasan/penggantian staf proyek atau pemimpin pelaksana harus memenuhi kualifikasi. PIHAK KEDUA wajib menyediakan tenaga kerja harian dalam jumlah cukup dan kualifikasi sesuai dengan volume dan kompleksitas pekerjaan. 2. Asuransi tersebut harus memiliki masa berlaku minimal sampai akhir masa kontrak. 12. 14. 7. Ongkos-ongkos dan upah tenaga kerja untuk pelaksanaan pekerjaan ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Penyediaan tenaga kerja harian harus dilaporkan kepada PIHAK PERTAMA dalam bentuk daftar yang dilampiri keterangan identitas setiap tenaga kerja. PIHAK KEDUA wajib menugaskan tenaga kerja ahli dan terampil dalam jumlah cukup sesuai kebutuhan pekerjaan yang dicantumkan dalam Daftar Usulan Staf Inti Proyek dan diserahkan kepada PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA wajib menyediakan tempat tinggal yang memenuhi syarat kesehatan dan ketertiban bagi para pekerja yang tinggal sementara di lokasi pekerjaan. Page 124 6. 8. Pasal 5 TENAGA KERJA 1. .12. PIHAK KEDUA menjamin bahwa bahan dan peralatan yang dipasang tersedia suku cadang dan agen penjualnya di Indonesia serta bersedia memberikan pelayanan purnajual. dan seluruh biaya yang ditimbulkan ditanggung PIHAK KEDUA.

4. Untuk pekerjaan yang diserahkan kepada sub kontraktor atas persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. tunduk pada peraturan perburuhan yang berlaku. Hubungan antara para pekerja dengan PIHAK KEDUA sepanjang tidak diatur secara khusus. Semua yang berkaitan dengan persoalan dan tuntutan tenaga kerja maupun Sub kontraktor menjadi beban dan tanggung jawab PIHAK KEDUA. dan hal ini tidak mengurangi kewenangan pengawas pekerjaan/ manajemen konstruksi untuk mengendalikan pelaksanaan pekerjaan sub kontraktor. Jika ternyata PIHAK KEDUA menyerahkan pekerjaan kepada sub kontraktor tanpa persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA. 3. maka PIHAK KEDUA berkewajiban melakukan koordinasi yang baik dan penuh tanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh sub kontraktor. 3. kecuali PIHAK PERTAMA telah memberikan persetujuan tertulis dan diatur di dalam perjanjian tambahan (addendum). Masa pemeliharaan hasil pekerjaan ditetapkan selama …… ( ………………………. yang dinyatakan dalam Berita Acara Serah Terima I. Page 125 5. sesuai dengan bidang keahliannya. Jangka waktu pelaksanaan setiap bagian pekerjaan ditetapkan sesuai jadwal pelaksanaan pekerjaan (time schedule) pada lampiran surat perjanjian ini. Waktu penyelesaian tersebut dalam ayat 1 dan ayat 2 pasal ini tidak dapat diubah PIHAK KEDUA. 7. baik di dalam maupun di luar pengadilan. Pasal 6 SUB KONTRAKTOR 1. . 15. Apabila suatu bagian pekerjaan akan diserahkan kepada sub kontraktor maka sebelumnya harus mendapat persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan pelaksanaan sampai 100% (serah terima I) ditetapkan selama …… (………………. maka PIHAK PERTAMA dapat memberlakukan pasal 18. Hubungan antara PIHAK KEDUA dengan sub kontraktor menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari PIHAK KEDUA. Pasal 7 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN 1. 6. maka PIHAK KEDUA harus telah menyelesaikan segala urusan keuangan dengan para sub kontraktor. 2.14. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan menyerahkan seluruh pekerjaan kepada sub kontraktor atau PIHAK KETIGA. Sebelum dilakukan Serah Terima I (pertama) pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA.) hari kalender terhitung sejak tanggal pekerjaan selesai 100% dan telah diterima oleh PIHAK PERTAMA dalam keadaan baik. 8.. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan sub kontraktor dan segala sesuatu yang menyangkut hubungan antara PIHAK KEDUA dengan sub kontraktor.) hari kalender terhitung sejak tanggal ……. PIHAK KEDUA wajib bekerja sama dengan sub kontraktor (termasuk dengan sub kontraktor golongan ekonomi lemah) setempat. Pasal 8 MASA PEMELIHARAAN 1. (sejak diterbitkannya Surat Perintah Kerja) dan berakhir tanggal ………… 2.

maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa jaminan tersebut.). dan harus dijamin tidak ada waktu senggang di antaranya. 2. Page 126 Pasal 9 JAMINAN PELAKSANAAN DAN JAMINAN UANG MUKA 1. Surat jaminan bank tersebut dapat berupa guarantee yang harus dikeluarkan oleh bank umum atau berupa Bond yang harus dikeluarkan oleh perusahaan asuransi kerugian yang mempunyai program Surety Bond. g..a pasal ini. b. Surat jaminan tersebut huruf a ayat 1 pasal ini. Sebelum pembayaran angsuran pertama (uang muka) oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan. diserahkan kembali oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk PIHAK KETIGA untuk melakukan perbaikan tersebut dengan biaya dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Apabila terjadi perpanjangan masa pekerjaan. maka masa pemeliharaan terhitung sampai dengan berakhirnya perbaikan yang dilakukan tersebut. f. setelah Serah Terima I pekerjaan konstruksi fisik dilaksanakan dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. …………………. 4. apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan ayat 1. maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA jaminan uang muka berupa surat jaminan bank umum atau perusahaan asuransi kerugian (bentuk jaminan sesuai ayat 1 a pasal ini) sebesar ……… % dari biaya pelaksanaan borongan atau Rp. Berkaitan ayat 2 pasal ini. d. …………………. e. Dan apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan ayat 1. bilamana terjadi pemutusan perjanjian dengan memperhitungkan prestasi pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA.). Apabila PIHAK KEDUA tidak melakukan perbaikan sebagaimana dimaksud ayat 1 dan 2 pasal ini. Besar nilai jaminan adalah 5% dari biaya pekerjaan borongan atau sebesar Rp. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan PIHAK KEDUA sebagai pemenang lelang. maka jaminan pelaksanaan menjadi milik Negara. PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA jaminan pelaksanaan pekerjaan selambat-lambatnya pada saat perjanjian ini ditandatangani. Jaminan Pelaksanaan : a. (…………………………………………………. Apabila selama masa pemeliharaan ternyata terdapat kerusakan-kerusakan akibat iklim atau akibat kelalaian/kesalahan pemakaian/pemasangan bahan yang tidak sesuai dengan ketentuan perjanjian.2. dan seluruh biaya perbaikan tersebut ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Dalam surat jaminan pelaksanaan tersebut huruf a ayat 1 pasal ini harus ada ketentuan bahwa jaminan pelaksanaan menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA tanpa persetujuan PIHAK KEDUA. Masa berlaku surat jaminan pelaksanaan minimal sama dengan masa kontrak. (…………………………………………………. Jika PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani kontrak (Surat Perjanjian) ini. maka PIHAK PERTAMA dapat membatalkan PIHAK KEDUA sebagai pemenang lelang. . Jaminan Uang Muka : a. maka PIHAK KEDUA wajib melakukan perbaikan. 3.a pasal ini. c.

rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). 2. c.. 2. secara berangsur-angsur akan diperhitungkan dalam tahap-tahap pembayaran sebagaimana termaksud dalam pasal 11 perjanjian ini. tetapi hanya dipakai untuk menghitung perubahan harga bila terjadi pekerjaan tambah kurang. Pembayaran pertama sebesar ……… % dari biaya borongan yakni Rp ………………… (…………………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai ……% dikurangi . Volume. Pasal 10 BIAYA PELAKSANAAN BORONGAN 1. Dalam jumlah biaya pelaksanaan tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran PIHAK KEDUA beserta pajak-pajak dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.. b. dan harus sudah lunas selambat-lambatnya pada saat Serah Terima I pekerjaan konstruksi fisik. Pembayaran biaya pelaksanaan borongan tersebut pasal 10 di atas dilakukan secara bertahap dengan sistim dan jumlah tahap berdasar kesepakatan antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. harga satuan pekerjaan. Dan merupakan jumlah yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price).. harga satuan upah. (………………………………………………) yang dibebankan pada DIPA ……………. Dalam surat jaminan uang muka tersebut huruf a di atas.b. Jaminan uang muka tersebut pada huruf a ayat 2 pasal ini. harus ada ketentuan bahwa jaminan uang muka menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK Page 127 PERTAMA tanpa persetujuan PIHAK KEDUA bilamana terjadi pemutusan perjanjian. Nomor : ……………………. Biaya pelaksanaan lumpsum pekerjaan tersebut dalam ayat 1 pasal ini dilaksanakan berdasarkan gambar rencana. serta document lainnya tersebut pada ayat 1 pasal 2 surat perjanjian ini. dan harga satuan bahan tidak mengikat pada harga borongan lumpsum. Jumlah biaya pelaksanaan borongan ini adalah sebesar Rp. Pasal 11 CARA PEMBAYARAN 1. 3. 4. dengan memperhitungkan prestasi pekerjaan yang telah dilakukan oleh PIHAK KEDUA. Pembayaran uang muka kepada PIHAK KEDUA sebesar …… % dari harga borongan yaitu Rp ……………………. PIHAK KEDUA telah menjamin bahwa penggunaan uang muka tersebut dalam butir a ayat 2 pasal ini adalah sepenuhnya diperuntukkan atau dipergunakan bagi pelaksanaan pekerjaan pemborongan sebagaimana disebut dalam pasal 1 surat perjanjian ini.. tanggal …………./…………. tahun anggaran …………. d. Nilai pembayaran setiap tahap maksimum sebesar prestasi hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan dikurangi 5 %. dengan perincian sebagai berikut : a. (…………………………………………) dapat dilakukan setelah perjanjian ini ditandatangani kedua belah pihak dan atas jumlah tersebut PIHAK KEDUA memberikan jaminan uang muka sebagaimana tersebut dalam Pasal 9 perjanjian ini. ……………………….

kecuali apabila Pemerintah Republik Indonesia dalam bidang moneter secara resmi menyatakan tentang kenaikan tersebut yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. dan segala biaya yang dikeluarkan menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA.angsuran uang muka. setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai 100% (Serah Terima I) dan diterima oleh PIHAK PERTAMA dikurangi angsuran uang muka (uang muka sudah harus lunas 100%). Page 129 2. dan rincian pekerjaan secara jelas. jika tidak tercantum dalam daftar harga satuan pekerjaan dalam pasal 10 ayat 4 perjanjian ini. atau pemberitahuan resmi secara tertulis. Perhitungan penambahan atau pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh kedua belah pihak. dan upah tersebut.. Pasal 14 PEKERJAAN TAMBAH KURANG 1. 3. peralatan.(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Page 128 c. setelah selesai masa pemeliharaan dilaksanakan dengan baik sesuai dengan pasal 8 perjanjian ini.000. 2. e. Segala pajak dan retribusi sehubungan pekerjaan pemborongan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. b. Tahap-tahap pembayaran ayat 2 a. 2. d. Dan seterusnya. ………………. ( ……………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA.. Pasal 13 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1. 3..) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA wajib mengurus dan menyelesaikan semua perizinan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini. Pembayaran terakhir sebesar 5% dari harga borongan yakni sebesar Rp. d. Segala biaya sehubungan pembuatan surat perjanjian ini termasuk biaya materai tempel Rp 6. 3. c. Pasal 12 KENAIKAN HARGA 1. dan dilampiri Berita Acara Serah Terima II hasil pekerjaan. dan upah selama masa pelaksanaan pekerjaan pemborongan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. dan e pasal 11 ini harus dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang disetujui dan ditandatangani oleh kedua belah pihak. Harga pekerjaan tambah kurang dalam ayat 1 dan 2 pasal ini setinggi-tingginya 10% dari . Kenaikan harga bahan. volume. PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntuntan (klaim) atas kenaikan harga bahan. (………………………………………. dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pembayaran ketiga sebesar ……% dari biaya borongan yakni sebesar Rp …………………. peralatan. Perubahan yang merupakan penambahan atau pengurangan pekerjaan hanya dianggap sah sesudah mendapat persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA dengan menyebutkan jenis.

PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA. kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan kontraktor). maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan memaksa” tersebut. Perang. Page 130 e. ( …………) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini. kecuali atas persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. d. maka : a. Bencana alam (gempa bumi. Pasal 15 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 1. huru-hara. yaitu : a. Jika PIHAK KEDUA melakukan kelalaian dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya . revolusi. badai. b. setelah diperiksa oleh Pengawas Pekerjaan/Manajemen Konstruksi. Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA). Pelaksanaan pembayaran pekerjaan tambah kurang dilakukan setelah pekerjaan selesai 100%. 6. makar. f. 5. Pasal 16 SANKSI / DENDA 1. dibuat perjanjian tambahan (Addendum). Pasal 16. c. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. Apabila selama ……. dan banjir). dan Pasal 18 dalam Surat Perjanjian ini. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat Keadaan Memaksa. tanah longsor. 3. c. Untuk pekerjaan tersebut di atas. Adanya pekerjaan tambah kurang tidak dapat dipakai sebagai alasan untuk mengubah jangka waktu penyelesaian pekerjaan. Apabila “keadaan memaksa” itu ditolak oleh PIHAK PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan Pasal 7. 4. d. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah.harga borongan dan sudah termasuk pajak yang harus dibayarkan oleh PIHAK KEDUA. 2. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan memaksa” tersebut. Apabila terjadi “keadaan memaksa”. pemberontakan. b. Yang dimaksud “keadaan memaksa” dalam perjanjian ini adalah peristiwa-peristiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak. PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban keuangan kepada para pekerja harian dan sub kontraktor.

PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. Pasal 18 PEMUTUSAN PERJANJIAN 1. 2. sehubungan dengan pekerjaan pemborongan ini. PIHAK KEDUA wajib membayar “Denda Kelalaian” sebesar …… % dari jumlah biaya pekerjaan borongan. Dalam waktu 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal Surat Perintah Kerja diterbitkan oleh PIHAK PERTAMA. Jumlah maksimum denda kumulatif ayat 1 dan 2 pasal ini ditetapkan sebesar …. 4. 3.o/oo ( …. 4. PIHAK KEDUA wajib menutup asuransi jenis Construction All Risk dan atau Erection All Risk untuk semua jenis pekerjaan yang dilaksanakan dalam surat perjanjian ini. Jika hasil pekerjaan PIHAK KEDUA musnah karena kelalaian PIHAK KEDUA sebelum diserahkan kepada PIHAK PERTAMA.% (…. dengan ketentuan PIHAK KEDUA tetap berkewajiban memperbaiki kesalahan/kelalaian yang diperingatkan tersebut (umumnya 1-3%). Page 131 5.. Jika PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan pekerjaan pemborongan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam pasal perjanjian ini. Dalam waktu 7 (tujuh) hari berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan pemborongan yang telah dimulainya. PIHAK KEDUA tidak memulai melaksanakan pekerjaan pemborongan sebagaimana diatur dalam pasal 1 surat perjanjian ini. . c. 3. Memberikan keterangan tidak benar yang dapat merugikan PIHAK PERTAMA. 2. Apabila selama PIHAK KEDUA melaksanakan pekerjaan pemborongan ini menimbulkan kerugian PIHAK KETIGA (orang-orang yang tidak ada sangkut paut dengan perjanjian ini) akibat kelalaian PIHAK KEDUA. Jika pada waktu pelaksanaan terjadi kemacetan-kemacetan akibat tidak tersedianya bahan dan alat-alat karena kesalahan PIHAK KEDUA. d. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian yang timbul. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : a. Persen) dari jumlah biaya pekerjaan borongan (umumnya 10%). Pasal 17 RISIKO 1. Denda-denda tersebut dalam pasal ini. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan pembangunan ini.sebagaimana tercantum dalam dokumen kontrak perjanjian ini. maka segala kerugian ditanggung oleh PIHAK KEDUA. b. maka setiap hari keterlambatan PIHAK KEDUA wajib membayar “denda keterlambatan” sebesar …. maka untuk setiap kali melakukan kelalaian. Per mil) dari biaya pekerjaan borongan (umumnya 3o/oo). maka segala risiko akibat kemacetan pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. dibebankan kepada PIHAK KEDUA dan akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.

maka PIHAK PERTAMA akan memperhitungkan dan menetapkan pembayaran berdasar penilaian prestasi pelaksanaan pekerjaan yang telah diselesaikan oleh PIHAK KEDUA. 4. 2. Pasal 19 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. PIHAK KEDUA telah memborongkan sebagian atau seluruh pekerjaan kepada PIHAK KETIGA tanpa persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. 3. 2. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 Pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak. i. f. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk pemborong lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak dapat melaksanakan atau melanjutkan pekerjaan yang ditugaskan. yaitu : Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota dan Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. Page 132 4. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak akan diselesaikan secara musyawarah. h. Jika terjadi pemutusan perjanjian pemborongan secara sepihak oleh PIHAK PERTAMA sebagaimana dimaksud ayat 1 pasal ini. dan biaya penyelesaian perselisihan ditanggung bersama oleh kedua belah pihak. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. Pasal 20 . Jika PIHAK KEDUA melaksanakan pekerjaan pemborongan ini tidak sesuai dengan jadwal waktu (Time Schedule) yang telah disetujui oleh PIHAK PERTAMA. Apabila jumlah denda kumulatif telah mencapai maksimum 10% (sepuluh persen) dari jumlah harga pekerjaan borongan ini. maka perselisihan akan diselesaikan melalui Pengadilan Negeri. Dalam hal demikian. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. maka akan diselesaikan melalui “Panitia Pendamai” terdiri dari 3 (tiga) orang yang bertugas sebagai juri yang dibentuk oleh kedua belah pihak. g. 3. Apabila PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tentang sub kontraktor sebagaimana diatur dalam pasal 6 surat perjanjian ini. Apabila terjadi pemutusan perjanjian sebagaimana dimaksud ayat 2 pasal ini. PIHAK KEDUA segera menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dokumen kontrak lengkap dengan lampiranlampirannya dan seluruh keterangan lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. maka jaminan pelaksanaan dan jaminan uang muka yang telah diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA menjadi milik Negara sebagaimana diatur dalam pasal 9 surat perjanjian ini.e.

6. laporan. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Kontraktor PT/CV. Jika sewaktu-waktu diminta oleh PIHAK PERTAMA untuk menyerahkan sebagian atau keseluruhan dokumen kontrak. pelaksanaan. Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap …. ……………… Kepala Satuan Kerja / Pejabat Pembuat Komitmen ……………………………… . 2. dan dinyatakan berlaku sejak tanggal diterbitkannya Surat Perintah Kerja dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.) bermeterai cukup. Laporan dan catatan tersebut dalam ayat 2 dan 3 pasal ini. dan hasil pekerjaan sampai selesai yang dimasukkan dalam album dan dibuat dalam rangkap ……. termasuk pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh sub kontraktor. masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta pihak-pihak lain yang berkepentingan yang berkaitan dengan pekerjaan pemborongan ini. Segala sesuatu yang belum diatur dalam surat perjanjian ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut dalam surat perjanjian tambahan (addendum) yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini.LAPORAN 1. (…………) diisi pada format yang telah disetujui Pengawas Pekerjaan/Manajemen Konstruksi dan harus selalu berada di tempat pekerjaan. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama.). 3. Surat perjanjian pekerjaan pemborongan ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di …………………. PIHAK KEDUA wajib membuat dan menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA fotofoto dokumentasi setiap bagian pekerjaan tentang persiapan. PIHAK KEDUA wajib membuat catatan yang jelas dan pasti mengenai kemajuan pekerjaan yang telah dilaksanakan. beserta catatan-catatan selama pelaksanaan di lapangan. (………………………. maka PIHAK KEDUA harus segera menyerahkannya kepada PIHAK PERTAMA. kedua belah pihak telah setuju memilih tempat kedudukan hukum yang tetap di Kantor Pengadilan Negeri …………………. Di ……………………… Pasal 22 PENUTUP 1. 5. Page 133 Pasal 21 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian pemborongan ini beserta segala akibatnya. dibuat berbentuk buku harian rangkap …. 2. (nama tempat) pada hari dan tanggal tersebut di atas.. PIHAK KEDUA wajib membuat laporan berkala pelaksanaan pekerjaan secara keseluruhan. 3. PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA pada saat penyerahan I pekerjaan yakni : gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dalam bentuk kalkir dan blue print. (……………………. 4.

.50 Juta keatas....................... Tanggal : ............ Lokasi : ........... Biaya Pelaksanaan ........ b..... LAPORAN PEKERJAAN PELAKSANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………....... g.......... Telah melaksanakan pekerjaan Konstruksi/Pelaksanaan untuk : a............... c. DIPA : Nomor : ............................ Page 134 LAPORAN PEKERJAAN PELAKSANAAN (Untuk lampiran pembayaran angsuran sampai serah terima-1) SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………...... Kontraktor Pelaksana : . d.... Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : ............................................................ Pelaksanaan Tanggal : ................. LAMPIRAN : Lap... *) …………………………… NIP..... …………………………… Catatan : *) Ditandatangani penanggung jawab perusahaan...... f.. Dalam Surat Perjanjian tidak boleh ada tipp-ex dan tulisan tangan (nomor dan tanggal misalnya) dan masing-masing lembaran diparaf oleh pihak pertama dan pihak kedua............................. Pekerjaan : .... Departemen/Lembaga : ......................... Kemajuan Pekerjaan 1....... e............ Pasal 9 (Jaminan Pelaksanaan) berlaku untuk pekerjaan dengan nilai Rp..………………………………….......

. Selesai : …………. Diperiksa oleh : Dibuat oleh : Konsultan Pengawas/MK Konsultan Pelaksana PT/CV........ Mulai : …………...........Penanggung jawab lapangan dari perusahaan Page 136 LAPORAN PEKERJAAN PEMELIHARAAN (untuk lampiran serah terima II) ..... ……………………... (…………………………...... PT/CV……………………….. Page 135 Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya... 2.Penanggung jawab perusahaan dan atau ......minggu : …………....... Tgl........ Pelaksanaan pekerjaan tersebut dengan prestasi sebagai berikut ( laporan lengkap terlampir): No Bagian/Jenis pekerjaan % Bobot pekerjaan Kemajuan Pekerjaan % Total Prestasi Pekerjaan 1. Dapat diisi rekapitulasi item pekerjaan ...... . *) ………………………….% Kemajuan pekerjaan telah mencapai prestasi sebesar : …….......... Jml....................% (……………………) prosen.. ……………………………… ………………………………..: Rp... ........ Jumlah 100% ..... *) …………………………..... Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : . ..... Waktu Pelaksanaan : Tgl.) h..

) h. d. ………………………………………………………………………… d. SPK Pelaksanaan Tanggal :………………………………. Pekerjaan :………………………………………………. Waktu Pemeliharaan : Tgl mulai :……………………………… Tgl selesai :……………………………… 2. c. g. ………………………………………………………………………… f.SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. Departemen/Lembaga :………………………………………………. Sehubungan dengan hal tersebut diatas.. ………………………………………………………………………… b. Kontraktor Pelaksana :………………………………………………. f. ayat .. Lokasi :………………………………………………. Daftar Isian Proyek : Nomor :………………………………. ………………………………………………………………………… c. maka kewajiban sesuai dengan pasal …. Biaya Pelaksanaan : Rp. LAPORAN PEKERJAAN PELAKSANAAN PEMELIHARAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………… LAMPIRAN : Lap. Telah melaksanakan pekerjaan Pemeliharaan untuk : a. …………………………………………. (……………………………………………. Pemeliharaan 1. b. Dan seterusnya.. e. ………………………………………………………………………… e. Pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan tersebut meliputi (laporan lengkap terlampir) : a. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor :………………………………. 3. Tanggal :……………………………….

Penanggung jawab perusahaan dan atau . .Penanggung jawab lapangan Page 138 LAPORAN FOTO PROYEK PEKERJAAN PELAKSANAAN (untuk kelengkapan pengesahan Berita Acara kepada instansi teknis dan untuk file) SATUAN KERJA : ……………………… …………………………………………… LAPORAN FOTO PROYEK PEKERJAAN PELAKSANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE : ……………………… TANGGAL : ……………………… LAMPIRAN : 1(satu) Dokumen / Album Pelaksanaan 1. ……………………………. diatas telah dilaksanakan. Page 137 Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya.…… Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Pelaksanaan tersebut butir 1.. ………………… *) …………………………. PT/CV ………………….f. Pekerjaan : ……………………………………… 2.. ………………………. Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : . Diperiksa oleh : Dibuat oleh : Konsultan Pengawas/MK Kontraktor Pelaksana PT/CV …………………………. *). Lokasi : …………………………………….

*). 7.. Biaya Pelaksanaan : Rp. Tgl selesai : ……………. ………………… *) ………………………. ________________________________________________________________________ FOTO PROYEK Warna 3R/4R Kemajuan pekerjaan telah mencapai prestasi sebesar : ………% Diperiksa oleh : Dibuat oleh : Konsultan Pengawas/MK Kontraktor Pelaksana PT/CV …………………………. Waktu Pelaksanaan : Tgl mulai : ……………. 6.3. ……………………………. ………………………. Catatan : *) Penanggung jawab lapangan dari perusahaan Page 139 BERITA ACARA SERAH TERIMA I PEKERJAAN PELAKSANAAN SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. Tampilan Bangunan : Depan/samping/belakang 5. Nama Bangunan : ……………………………………. 4. ……………………………….. PT/CV ………………….. Kontraktor Pelaksana : ……………………………………. BERITA ACARA SERAH TERIMA I PEKERJAAN PELAKSANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… .

... Pada hari ini.. Minggu ke : ……………. tanggal …………………… 3. Addendum Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK Nomor : …………………… tanggal ………………………. Kedua belah pihak berdasarkan : 1. Tanggal : …………………………………………... Nama : ………………………………………………………….LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. tanggal ……………………….……………………. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK.*) : Laporan Pekerjaan Pelaksanaan Nomor : …………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II.. Page 140 4. Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK Nomor : …………………………….. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….. 2.. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. : ……………………… LAMP.. Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : ……………………. Tanggal : ………………………………………….. Tanggal : ……………... (bila ada). Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. Laporan pekerjaan pelaksanaan Nomor : …………………………… tanggal . …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I.. Nomor : ………………………………………….... Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : ………………………………………….. Alamat kantor : ………………………………………………………...

…………………………………….. Pekerjaan : ……………………………………………… 2. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Kontraktor Pelaksana . Lokasi : ……………………………………………… 3. …………………………………………………………………. Ayat ….. Sampai dengan tanggal …………. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK. Pada tanggal tersebut diatas.……………. Pasal 3 Sebagai kelengkapan Berita Acara Serah Terima Pertama ini dilampirkan dokumen administrasi bangunan yang terdiri dari : 1. 2. Pasal 4 Sesuai dengan pasal …. Dan seterusnya. …………………………………………………………………. …………. DIPA : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 Penyerahan sebagaimana yang dimaksud pasal 1 diatas termasuk meliputi (sesuai Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan) : 1.) hari kalender atau terhitung sejak tanggal ……………………. 3. Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Pertama Pekerjaan Pelaksanaan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan pelaksanaan untuk : 1.. Page 141 Demikian Berita Acara Serah Terima Pertama pekerjaan pelaksanaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. Departemen/lembaga : ……………………………………………… 4. Dan seterusnya... seluas = ……. M2 2.. maka PIHAK KEDUA tetap bertanggung jawab atas segala kerusakan dan cacat-cacat tersembunyi selama masa pemeliharaan yaitu …… (……………………….

Minggu ke : ……………. …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 142 BERITA ACARA SERAH TERIMA II PEKERJAAN PELAKSANAAN SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………... Tanggal : …………………………………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I.*) : Laporan Pekerjaan Pemeliharaan Nomor : ……………. Alamat kantor : ……………………………………………………….. Nama : ………………………………………………………… .. Pada hari ini. Nama : …………………………………………………………. Tanggal : ……………. ……………………………… ………………………………… *) ………………………….……………………. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK ………. …………………………………. : ……………………… LAMP.Kepala Satuan Kerja /PPK PT/CV. Nip. BERITA ACARA SERAH TERIMA II PEKERJAAN PELAKSANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. ……………………..

Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. Nomor : …………………………………………. Tanggal : …………………………………………. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Kedua belah pihak berdasarkan : 1. Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : ……………………... tanggal ……………………….. 2. Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK Nomor : …………………………….... tanggal …………………… 3. Addendum Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK Nomor : …………………… tanggal ………………………. (bila ada). 4. Berita Acara Serah Terima Pertama pekerjaan pelaksanaan Nomor : …………………………. Tanggal ……………………. Page 143 5. Laporan pekerjaan pemeliharaan Nomor : …………………………… tanggal ……………………………………. Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Kedua Pekerjaan Pelaksanaan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan perbaikan-perbaikan selama masa pemeliharaan untuk : 1. Pekerjaan : ……………………………………………… 2. Lokasi : ……………………………………………… 3. Departemen/lembaga : ……………………………………………… 4. DIPA : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 1. PIHAK PERTAMA telah menerima dengan baik segala perbaikan-perbaikan yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA selama masa pemeliharaan terhitung sejak tanggal

…………. Sampai dengan tanggal ……………. 2. Selanjutnya PIHAK KEDUA tetap bertanggung jawab atas cacat-cacat tersembunyi selama ….. (………………………..) tahun, terhitung sejak tanggal serah terima kedua pekerjaan pelaksanaan, sesuai ketentuan pasal ………. Surat Perjanjian Pelaksanaan / SPK Nomor : ………. Tanggal …………………… Pasal 3 Sebagai kelengkapan Berita Acara Serah Terima kedua ini dilampirkan dokumen administrasi bangunan yang terdiri dari : 1. Dokumen kelengkapan untuk pendaftaran bangunan gedung Negara. 2. Dokumen pedoman pemeliharaan/perawatan (bila disyaratkan). 3. …………………………………………………………………. 4. Dan seterusnya. Page 144 Demikian Berita Acara Serah Terima Kedua pekerjaan pelaksanaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. Pada tanggal tersebut diatas, dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Kontraktor Pelaksana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV. …………………….. …………………………………. ……………………………… ………………………………… *) …………………………... Nip. ……………………………
Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan

Page 145 BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PELAKSANAAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN SATUAN KERJA: ……………………… ………………………………………… BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PELAKSANAAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. : ………………………

LAMP.*) : Laporan Pekerjaan Pelaksanaan Nomor : ……………. Tanggal : ……………. Minggu ke : ……………. Pada hari ini, …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. Nama : …………………………………………………………. Jabatan : Kepala Satuan Kerja /PPK………..…………………….. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. Tanggal : …………………………………………. Alamat kantor : ……………………………………………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. Nomor : …………………………………………. Tanggal : …………………………………………. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Dengan ini menyatakan : 1. Kedua belah pihak telah setuju dan sepakat bahwa, untuk : a. Pekerjaan : …………………………………….. b. Lokasi : …………………………………….. c. Departemen/Lembaga : …………………………………….. d. DIPA : Nomor : ……………………

dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. ……………………………. Angsuran ke …… = Rp.) Demikian Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Pelaksanaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. ayat…. c. maka PIHAK KEDUA telah berhak menerima dari PIHAK PERTAMA sejumlah : ……… % x Rp …………………. Berdasarkan pasal ….) prosen. Pada angsuran pembayaran ini PIHAK KEDUA Berhak dibayarkan sebesar : = Rp. …………………………………...f diatas. b. = Rp. Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Pelaksanaan tersebut butir 1. (……………………………) kali angsuran pembayaran yaitu : a.. % (………………………………….. Kontraktor Pelaksana : ……………………………………. 4. …………………………….. . f. telah dibayarkan : …..Tanggal : …………………… Page 146 e. ……………………………. …………………………… Terbilang : (……………………………………………………………….. 2. Kepada PIHAK KEDUA. ……………………. Angsuran ke …… = Rp. 3. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Pelaksanaan Tanggal : …………………… g. ……………………………. Angsuran ke …… = Rp. ………………………………… Prestasi pekerjaan pelaksanaan telah mencapai kemajuan sebesar : …………. Jumlah yang telah dibayarkan = Rp. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pelaksana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV. Pada tanggal tersebut diatas. Biaya Pelaksanaan : Rp. …………………………….

. Nomor : …………………………………………. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris …………………………….…………………….. Alamat kantor : ………………………………………………………. …………………………… Catatan : *) Untuk BA 100% juga dilampirkan BA serah terima pekerjaan **) Penanggung jawab perusahaan Page 147 BERITA ACARA PERUBAHAN PEKERJAAN SATUAN KERJA : ……………………… …………………………………………… BERITA ACARA PERUBAHAN PEKERJAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL.……………………………… ………………………………… **)………………………. Nama : …………………………………………………………. . Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK ………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. : ……………………… LAMP. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I.. Nip.. : Laporan Perhitungan Biaya Pekerjaan Tambah / Kurang Pada hari ini. Tanggal : ………………………………………….

Lokasi : ……………………………………. b. d.. Pada tanggal tersebut diatas. c. Biaya Pelaksanaan : Rp. 3.. Perubahan-perubahan pekerjaan tersebut akan diperhitungkan sebagai pekerjaan tambah-kurang yang selanjutnya akan dibuatkan addendum/ amandemen kontrak oleh kedua belah pihak. Departemen/Lembaga : ……………………………………. Dengan ini menyatakan : 1.Tanggal : …………………………………………. …………………………………………………………………………… b. Penambahan dan atau pengurangan biaya akibat perubahan pekerjaan ini sebesar Rp. Demikian Berita Acara Perubahan Pekerjaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. Perubahan pekerjaan yang dimaksud pada butir 1 diatas adalah : a... . …………………………………………….……………………………. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. Ketentuan atas perubahan tersebut adalah : a. DIPA : Nomor : …………………… Tanggal : …………………… Page 148 e.. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Pelaksanaan Tanggal : …………………… g. ………………. (………………………………………………) b. Pekerjaan : ……………………………………. Dan seterusnya. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………. ………………………………… 2. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. c. PIHAK PERTAMA telah memerintahkan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA telah menerima perintah perubahan pekerjaan untuk : a.

...................... LAMPIRAN : Surat Perintah Ka Satker/PPK No.............. c................. d... e................. Telah mengadakan perhitungan dan evaluasi pekerjaan tambah kurang untuk : a................. Nip.. …….........................PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Kontraktor Pelaksana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV.................. ……………………………… ………………………………… **)………………………........... Tgl …… 1......... Kontraktor Pelaksana : ...................... …………………….. LAPORAN PERHITUNGAN BIAYA PEKERJAAN TAMBAH KURANG PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TANGGAL : ……………………. …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 149 LAPORAN PERHITUNGAN BIAYA PEK.......... b........... TAMBAH KURANG SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………........ Departemen/Lembaga : .......... Lokasi : ............... Tanggal : . ………………………………….. Pekerjaan : ... DIPA : Nomor : ..... .............

.......... Harga Pekerjaan Baru (Rp) 1..... ………….II ………… Page 150 c... (…………………………...... . ……………………...........................) 2...................... …………… Jumlah . Diluar Kontrak (Rp) Juml.. …………… …………….. Jumlah–1 . SPK Pelaksanaan Tanggal : ............. ............... Pekerjaan awal : No Bagian/Jenis Pekerjaan Volume pekerjaan Harga Satuan Sesuai Kontrak (Rp) Harga Pekerjaan Awal (Rp) 1............. b. Berdasarkan perhitungan tersebut diatas maka dapat dilaporkan sebagai berikut : a......... Selisih harga pekerjaan tambah kurang : 1) Harga pekerjaan awal = Rp.....................Pekerjaan akhir : No Bagian/ Jenis Pekerjaan Volume Pekerjaan Harga Sat..... 2) Harga pekerjaan akhir .f.. ... Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : ... g... ................. Biaya Pelaksanaan : Rp.......... Sesuai Kontrak (Rp) Harga Sat.... . ………………………..... ...........

Demikian laporan perhitungan dan evaluasi pekerjaan tambah kurang ini dibuat sebagai bahan pertimbangan.. Pekerjaan : .. …………………… (……………………………………... Telah melaksanakan pekerjaan tambah kurang untuk : a. ……………………… *) ………………………….. .. ……………………. ……………………..= Rp... ……………………. Nip........ LAMPIRAN : Lap.... Diketahui oleh : Tim Teknis Satuan Kerja/PPK **) …………………………… …………………………... Kemajuan Pekerjaan 1..... Nip..... ……………………………… ………………………………...). Diperiksa oleh : Dibuat oleh : **) Konsultan Pengawas/MK Kontraktor Pelaksana PT/CV.. Dari hasil evaluasi pekerjaan tambah kurang tersebut terdapat biaya lebih/kurang sebesar Rp......... PT/CV………………………........ Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : Penanggung jawab perusahaahaan atau Penanggung jawab lapangan dari perusahaan **) Diisi Nama Satuan Kerja yang bersangkutan Page 151 LAPORAN KEMAJUAN PEKERJAAN TAMBAH KURANG (bila pekerjaan tambah kurang di evaluasi setelah Serah Terima I) PROYEK : ……………………… LAPORAN PEKERJAAN TAMBAH KURANG PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………..

. Diisi per-item pekerjaan ............ Pelaksanaan pekerjaan tersebut dengan prestasi sebagai berikut (laporan lengkap terlampir) : No Bagian/Jenis Pekerjaan % Bobot Pekerjaan % Kemajuan Pekerjaan % Total Prestasi Pekerjaan 1............ Jumlah 100% ....................................... Diperiksa oleh : ..... Biaya Pek............ DIPA : Nomor : ......... e......................................................... Lokasi : ....... f... .............. Kontraktor Pelaksana : ...................... Page 152 Demikian laporan pekerjaan tambah kurang ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya...% (.. Departemen/Lembaga : .............. d....... ...... ........................) 2...........................% Kemajuan pekerjaan tambah kurang telah mencapai prestasi sebesar : .b........ g..... Tanggal : ............. Tambah/Kurang : Rp..... (…………………………................ SPK Pelaksanaan Tanggal : ............ Tanggal : ………………… h. …………………............... Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : .......................... c. Addendum (bila ada) : Nomor : .......................) prosen....................................

Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : .Dibuat oleh : **) Konsultan Pengawas/MK Kontraktor Pelaksana PT/CV.Penanggung jawab perusahaahaan dan atau . *) ……………………… *) ………………………….Penanggung jawab lapangan dari perusahaan .. ……………………………… ……………………………….. PT/CV………………………. …………………….