Berikut ini adalah versi HTML dari file http://atdr.tdmrc.

org:8084/jspui/bitstream/123456789/5624/1/20061117_Standar_Dokumen_RR_FBU_BR R_NAD-Nias.pdf. G o o g l e membuat versi HTML dari dokumen tersebut secara otomatis pada saat menelusuri web.

Page 1
KEPUTUSAN KEPALA BADAN PEI,AKSANA BADAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI WILAYAH DAN

KEHTDUpAN MASyARAKAT pRovrNSr NANccRoE AcEH DAnusialev
DAN KEPULAUAN NIAS PROVINSI SUMATERA UTARA NOMOR : I 54lKEp/Bp-BRR/X/2006 TENTANC STANDAR DOKUMEN PENYELENCGARAAN REIIABILITASI DAN REKONSTRUKSI FASILITAS DAN BANCUNAN UMUM DI LINCKUNCAN BADAN PELAKSANA BADAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI WILAYAH DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM DAN KEPULAUAN NIAS PROVINSI SUMATERA UTARA KEPALA BADAN PELAKSANA, bahwa unru( me'teniDkdn pembang.rnan dan rnenjamill keielamalan bangunan darajn pro.es .ehabirila5i dan rekonstruksi terhadap, fasilitas dan bangunan umum perlu dibuat standar dokumen penyelengga€an rehabilitasi dan rckor..rruL.i fa'ilirar dan bangunan umur bahwa berdasarkan p€rtimbangan humf a perlu menetapkan Keputusan Kepala Badan pelaksana tentang Standar Dokumen Penyelenggaraan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Fas;litas dan Bangunan Umum di Lingkungan Badan pelaksana Badan Rehabi'itasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara. Undang-undang Republik Indonesia Nomor l0 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan pemerintah pengganti Undang_ undang Nomor 2 Tahun 2005 Tentang Badan Rehabilitasi d;n Rekon5lruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakal provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias provinsi Sumatera Utara menjadi Undang-undang (Lembaran N€gara Republik lndonesia Tahun 2005 Nomor Ill, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4550); Undang-undang R€publik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuaogan Negara (Lembaran Negara RepLrblik lndonesla Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286)i Undang-undang Republik Indonesia Nomor I Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Repllblik. lr, P\ Menimbang Mengingat
:4,

b.

: 1. .1.

2.

Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias Jl. lr l\,4uhammad Thaher No.20 Lueng Bata - BandaAceh,23247 Telp.06it - 636666, Fax.06St - 637777

Page 2

Nias
Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 4. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemerilsaaan Pengelolaan dan Ianggung Ja*ab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomof 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); 5. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 1999 tentarg Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahon 1999 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republ;k Indonesia Nomor 3833); 6. Undang-undang Republik lndonesia Nomor 28 Taiun 2002 tentang Bangunan Cedung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4247); 7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraaan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2000 Nomor 84, Tambahan Lembaran Nega.a Republik lndonesia Nomor 3956); 8. Peraturan Pemerintah. Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2005 tentang Pefaturan Pelaksanaan Undang Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Cedung (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2005 Nomor 83, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4532)i 9. Peraturan Presiden Republik lndonesia Nomor 30 Tahun 2005 tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi NangFoe Aceh Darltssalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara: i0. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 76 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 34 tahun 2005 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja serta Hak Keuangan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi wilayah dan Kehidupan Masyarakat Prcvinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utam; I l. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2003 sebagaimana telah diubah beberapa kali dan terakhir dengan Peraturan Presiden Republik lndonesia Nomor 79 Tahun 2006 tertdng Perubahan Kelima Atas Keputusan Presiden Nomor 80 Tahu! 2003 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 332/KPrS/2002 Tanggal22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pe-nbangunan Bangunan Cedung Negara. eh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias

Jl- lr lvluhammad Thaher No.20 Luens Bata - BandaAceh,23247 Telp. 0651, 636666, Fax. 0651 - 637777 Memperhatikan

Page 3

Nias
\ Menetapkan

MEMTJTUSKAN: KEPUTUSAN KEPALA BADAN PELAKSANA TENTANC STANDAR

DOKUMEN
PENYELENGCARAAN PERTAMA

KEDUA
REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI FASILITAS DAN BANGUNAN UMUM DI LINGKUNCAN BADAN PELAKSANA BADAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI WILAYAH DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT PROVINSI NANCGROE ACEH DARUSSALAM DAN KEPULAUAN NIAS PROVINSI SLM ATIRA UTARA Memberlakukan: a. Standar Dokumen Kerangka Acuan Kerja. Surat perintah Keria, Kontrak Pekerjaan, dan Berita Acara pekerjaan Manajemen Konstruksi sebagaimana terlampir dalam Lampiran I Keputusan
Int;

b- Standar Dokumen Kerangka Acuan Kerja, Surat perintah Kerja, Kontrak Pekerjaan, dan Berita Acara p€kerjaan perencanaan sebagaimana terlampir dalam Lampiran Il Keputusan ini: c. Standaf Dokumen Kerangka Acuan Kerja, Surat perintah Kerja, Kontrak Pekerjaan, dhn Berita Aca|a pekerjaan pengawasan sebagaitnana tedampir dalam Lampiran lll Keputusan ini; d. Standar Dokumen Sulat Perintah Kerja, Kont.ak pekerjaan, dan Berita Acara Pekerjaan Pelaksanaan sebagaimana terlampif dalam Lampiran lV Keputusan ini. Lampiran Keputusan sebagaimana dimaksud pada DIKTUM PERTAMA merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan ini. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Apabila dikemudian hari temyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini, akan diadakan perbaikan dan perubahan sebagaimana mestinya. Salinan Keputusan Kepala Badan Pelaksana ini disampaikan kepada )th : 1. Ketua De\'r'an Pengarah Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat provinsi Nanggroe Aceh Daiussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara; 2. Ketua. Dewan Pengawas Badan Rehabititasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara; 3. Wakil Kepala, Sekretaris dan para Deputi di Lingkungan Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan

KONTRAK PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI 4.Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggoe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara: .t _ 637777 Page 4 Nias 4. Fax. 0651 .f*evam aaoeN pELAKSANA.23247 Tetp. 636666.23247 Tetp.alarn dan Kepulauan Nias Provinsi Slrmalera Utara. BandaAceh.636666. iB l+' .0651 .l KETIGA KEEMPAT Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias Jl. 065.BandaAceh. h MuhammadThaher No. 0651 _ 637. Ditetapkan di : Banda Aceh Pada tanggal : I0 Oktober 2006 .20 Lueng Bata.Rekonsrruksi Wilayah dan Kehidupan Masyamlar Provinsi Nanggroe Aceh Daru\salam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utaaa. lr I'luhammad Thahef No. KERANGKA ACUAN KERJA PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI 2. Fax. BERITA ACARA PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI Page 6 KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI …………………………………………………………………… SATUAN KERJA/PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………… . SURAT PERINTAH KERJA PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI 3. 5. q Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias Jl. Kepala Satuan Kerja di Lingkungan Badan pelaksana Badan Rehabilitasi dan .t77 Page 5 Lampiran I : Keputusan Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara Nomor: 154/KEP/BP-BRR/X/2006 LAMPIRAN I 1. Kepala Perwakilan di Lingkungan Badan pelaksana Badan Rehabiliuasi dan Rekonslruksi Wila)ah dan Kehidupan Mas)arakat Provinsi Nanggroe Aceh Darus.20 Lueng Bata .

BRR NAD-Nias.BRR NAD-Nias I. konsultan MK mendapatkan bantuan bimbingan teknis dan administrasi dalam menentukan arah pekerjaan pengendalian/pengawasan dari Pengelola Satuan Kerja.. Dalam kegiatan operasionalnya. dan atau c. Bangunan khusus. MAKSUD DAN TUJUAN 1. serta administrasi kontrak. dan atau b. yang terdiri dari Pengelola Administrasi dan Keuangan serta Tim Teknis/Pengelola Teknis yang ditunjuk dan bertanggung jawab kepada Pemimpin Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen.……………BRR NAD-Nias...000 m2. proses dan keluaran yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterpretasikan dalam peleksanaan tugas. 2. kriteria. 3. waktu. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. PENDAHULUAN A. Dengan penugasan ini diharapkan Konsultan MK dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai KAK ini. Untuk penyelenggaraan kegiatan yang dimaksud. Sebagaimana telah ditetapkan dalam Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Pemegang Mata Anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias. LATAR BELAKANG 1... Secara kontraktual Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) bertanggung jawab kepada Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen . Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) akan melaksanakan pengendalian/pengawasan terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh konsultan Perencana dan kontraktor Pelaksana/Pemborong yang diikut sertakan dalam proyek bersangkutan. dan atau e. C. dan biaya. 3. Konsultan Manajemen Konstruksi digunakan untuk pembangunan bangunan gedung Negara yaitu : a. dan atau d. Page 7 2. Dilaksanakan secara bertahap yang tidak dapat diselesaikan dalam satu tahun anggaran 2. UMUM 1.. Melibatkan lebih dari satu konsultan perencana maupun kontraktor. B. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan Manajemen Konstruksi yang memuat masukan. Bangunan bertingkat diatas 4 lantai. Bangunan dengan luas total diatas 5.. dibentuk Pengelola Satuan . yang menyangkut aspek mutu. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian kegiatan Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen……………………….

Page 8 B. Lingkup kegiatan meliputi Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/ Restorasi …………………………………. b. Tanggal ………………. memberi saran waktu dan strategi pengadaan dan bantuan evaluasi proses pengadaan rekanan. Dan SK tentang Pembentukan Panitia Lelang/Pengadaan/penunjukan langsung Nomor:…………………………. Lingkup tugas Konsultan adalah pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) pada pekerjaan Pembangunan/ Rehabilitasi/ Renovasi/ Restorasi……………. khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. (sesuai DIPA/RKA-KL). …………………………………………………………………. D. strategi pentahapan serta penyusunan dokumen lelang. Mengadakan evaluasi program kegiatan perencanaan yang diusulkan oleh konsultan Perencana yang meliputi program penyediaan dan penggunaan sumber-daya. Tahap Persiapan Proyek 1. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. Membantu Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen dalam melaksanakan pengadaan konsultan perencana. 2.. ………………………………………………………………….Kerja /Pejabat Pembuat Komitmen berdasarkan SK Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen Nomor:……………………. 2. II. Tahap Perencanaan 1. yang terdiri dari komponen kegiatan : a. LINGKUP KEGIATAN 1. KEGIATAN MANAJEMEN KONSTRUKSI Kegiatan MK yang dilaksanakan oleh konsultan adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku. termasuk menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK). Mengawasi dan mengikuti penyelenggaraan paket kegiatan loka karya Value . Kegiatan MK tersebut.. antara lain : A. Dan seterusnya. Membantu Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen menyiapkan kontrak perjanjian pekerjaan perencanaan.. Tanggal …………… dengan susunan organisasi seperti pada lampiran. 2. c.

antara lain : A. b. …………………………………………………………………. Perumusan evaluasi status serta koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. 2. Tanggal ………………. 3. Konsultasi pekerjaan perencanaan dari sudut efisiensi sumber daya serta kemungkinan pelaksanaan. b. yang terdiri dari komponen kegiatan : a. Dan seterusnya. D.. LATAR BELAKANG 1. Membantu konsultan perencana dalam pelaksanaan value engineering pada tahap perencanaan secara in house. ……………………………………. C. Lingkup proyek adalah Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi …………………………………. ……… 2. III. (sesuai DIPA/RKA-KL). dibentuk Organisasi Pengelola Satuan Kerja berdasarkan SK Kepala Satuan Kerja Nomor : ………………………. c. d. Pemegang Mata Anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Badan Rehabilitasi Dan Rekonstruksi NAD-Nias 3.. Membantu pengelola satuan kerja dalam melaksanakan pengadaan konsultan perencana. Lingkup tugas adalah pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) pada pekerjaan Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi ……………..Engineering 40 Jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana (khusus untuk pembangunan bangunan diatas 12. khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Tahap Persiapan Proyek 1. Tanggal …………… dengan susunan organisasi seperti pada lampiran. Memberikan layanan konsultasi kegiatan perencanaan yang terdiri atas : a. LINGKUP PROYEK 1. Page 9 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. Penyusunan laporan kegiatan tahap perencanaan secara periodik. c. ………………………………………………………………….000 m2 atau lebih dari 8 lantai). Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian kegiatan Satuan Kerja ……………. Untuk penyelenggara Satuan Kerja yang dimaksud.. KEGIATAN MANAJEMEN KONSTRUKSI Kegiatan MK yang dilaksanakan oleh konsultan adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku. Kegiatan MK tersebut. termasuk menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK). memberi . Dan SK tentang Pembentukan Panitia Lelang/Pengadaan/ penunjukan langsung Nomor : ………………………….

Konsultasi pekerjaan perencanaan dari sudut efisiensi sumber daya serta kemungkinan pelaksanaan. Membantu memberikan penjelasan pekerjaan pada waktu rapat penjelasan pekerjaan. Membantu panitia lelang dalam menyusun Harga Perhitungan Sendiri (HPS) pekerjaan konstruksi. 5. 6. evaluasi program terhadap perubahan lingkungan. evaluasi program terhadap penyimpangan teknis dan manajerial atas persoalan yang timbul. Membantu menyiapkan draft surat perjanjian pekerjaan pelaksanaan . 2. B. b. 5. maupun media elektronik. Memberikan layanan konsultasi kegiatan perencanaan yang terdiri atas : a. Membantu pengelola satuan kerja menyiapkan kontrak perjanjian pekerjaan perencanaan. 3. serta pengusulan koreksi program. 3. 7. Menyusun laporan dan berita acara dalam rangka kemajuan pekerjaan dan serah terima pekerjaan perencanaan. 7. menyusun laporan hasil rapat koordinasi. Mengendalikan program yang terdiri atas : evaluasi program terhadap hasil perencanaan. 4. Mengadakan dan memimpin rapat-rapat koordinasi perencanaan. dan membuat laporan kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi. 4. Membantu panitia lelang melakukan prakualifikasi calon peserta pelelangan. Melakukan penelitian kelengkapan dokumen perencanaan dan dokumen pelelangan untuk pelaksanaan konstruksi.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). 2. strategi pentahapan serta penyusunan dokumen lelang.saran waktu dan strategi pengadaan dan bantuan evaluasi proses pengadaan rekanan. Mengawasi dan mengikuti penyelenggaraan paket kegiatan loka karya Value Engineering 40 Jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana (khusus untuk pembangunan bangunan diatas 12. Tahap pelelangan 1. serta bersama Konsultan Perencana menyusun program pelelangan dan membantu kegiatan panitia pelelangan. Mengadakan evaluasi program kegiatan perencanaan yang diusulkan oleh konsultan Perencana yang meliputi program penyediaan dan penggunaan sumber-daya. d. 6. baik melalui papan pengumuman. media cetak. Membantu melakukan pembukaan dan evaluasi terhadap penawaran yang masuk. Page 10 C. Membantu pengelola proyek dalam mempersiapkan dan menyusun program pelaksanaan pelelangan pekerjaan konstruksi. c. Penyusunan laporan kegiatan tahap perencanaan secara periodik. Perumusan evaluasi status serta koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. Tahap Perencanaan 1. Membantu konsultan perencana dalam pelaksanaan value engineering pada tahap perencanaan secara in house. Membantu panitia lelang dalam menyebar luaskan pengumuman pelelangan. 2.

pengendalian kesehatan dan keselamatan kerja. 3. dana. informasi. pemeliharaan pekerjaan. pengendalian tertib administrasi. program Quality Assurance/Quality Control. h. i. penyediaan dan penggunaan tenaga kerja. Menyusun berita acara kemajuan pekerjaan. Mengendalikan program pelaksanaan konstruksi fisik. pengendalian biaya. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. b.konstruksi fisik. kuantitas. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. Bersama dengan konsultan perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung. Menyusun daftar cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama. Melakukan kegiatan pengawasan yang terdiri atas : a. D. yang meliputi program-program pencapaian konstruksi. Melakukan koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi fisik. 8. dan program kesehatan dan keselamatan kerja (K3). f. j. pengendalian waktu. d. Meneliti gambar-gambar yang telah sesuai dengan pelaksanaan (AsBuilt Drawings) sebelum serah terima pertama. 2. Meneliti gambar-gambar pelaksaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh pemborong. 4. dan biaya pekerjaan konstruksi. 5. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan dan laporan-laporan yang dibuat oleh pemborong. serta ketepatan waktu. Page 11 c. serta melakukan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. Tahap Konstruksi 1. Membantu panitia lelang dalam menyusun laporan proyek tahap pelelangan. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi. peralatan dan perlengkapan. e. dan mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. Mengadakan evaluasi program kegiatan pelaksanaan konstruksi fisik yang disusun oleh pemborong. pengendalian sasaran fisik (kuantitas dan kualitas) pekerjaan. Memeriksa dan mempelajari dokumen pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan lapangan. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. bahan bangunan. Menyelenggarakan kegiatan rapat-rapat lapangan secara berkala. peralatan dan metode pelaksanaan. yang meliputi program pengendalian sumber daya. Mengawasi pemakaian bahan. Melakukan evaluasi program terhadap penyimpangan teknis dan manajerial yang timbul. usulan koreksi program dan tindakan turun tangan. g. .

C. Salinan atau foto copy Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemerintah Daerah setempat. Membantu pengelola proyek dalam menyusun dokumen untuk kelengkapan pendaftaran gedung sebagai gedung negera : i. Secara umum tanggung jawab konsultan adalah menjaga agar proyek memiliki kinerja minimal sebagai berikut : 1. tetapi juga bagi para tenaga ahli professional manajemen konstruksi yang terlibat. Page 12 2. Berita Acara Serah Terima I dan II. Ketertiban administrasi kontrak dan pelaksanaan pembangunan. Biaya Manajemen Konstruksi (MK) . Ketepatan kualitas dan kuantitas sesuai standar/peraturan yang berlaku. memenuhi syarat teknis yang dapat dipertanggung jawabkan. Konsultan Manajemen Konstruksi bertanggung jawab secara professional atas jasa manajemen konstruksi yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku. iii. Foto copy DIPA (pembiayaan). v. Memberikan penilaian untuk mendapat persetujuan dari pemberi tugas tentang sub kontraktor yang akan dilibatkan oleh pemborong. Ketepatan biaya pembangunan sesuai batasan anggaran yang tersedia atau yang telah ditetapkan. Penanggung jawab professional manajemen konstruksi adalah tidak hanya konsultan sebagai suatu perusahaan. l. vii. Gambar situasi dan gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (As-Built Drawings) disertai gambar legger. B. dan sesuai dengan dokumen pekerjaan/pelaksanaan. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN KONSTRUKSI A. iv. IV. 3. 4. B I A Y A A. Mengusulkan perubahan-perubahan serta penyesuaian di lapangan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi. Foto copy sertifikat atau bukti pemilikan/hak atas tanah.k. Membantu pengelola proyek mengurus IPB (Ijin Penggunaan Bangunan) dari Pemerintah Daerah Tingkat II setempat. V. vi. Ketepatan waktu pembangunan proyek sesuai batas waktu berlakunya anggaran/waktu yang telah ditetapkan. 6. sehingga proyek mencapai hasil dan daya guna yang seoptimal mungkin. Kontrak/Surat Perjanjian Pelaksanaan Pemborongan. 7.

Jasa dan overhead Manajemen Konstruksi. d. Biaya rapat-rapat. 2. h.. Uraian program dan kegiatan pengendalian waktu. yang minimal meliputi : A.. Untuk pekerjaan standar berlaku maksimum sesuai pada tabel A1. Pembelian dan atau sewa peralatan. Pembayaran biaya Konsultan Manajemen Konstruksi didasarkan pada prestasi kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 yaitu : a. b. Perjalanan (local maupun luar kota). tabel B1 dan tabel D. b. e. tanggal …………………….1.. dan administrasi kontrak. Pengaturan tentang komponen pembiayaan pada butir a dan b diatas adalah dipisahkan antara bangunan standar. 3. yaitu meliputi komponen sebagai berikut : a. c. Sewa kendaraan. biaya. tanggal ……………………. . K E L U A R A N Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Manajemen Konstruksi berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam perjanjian. Loan Nomor : ………………. Honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang. c. 2. e. g. Dan lain-lain. Materi dan penggandaan laporan. B. sesuai dengan ketentuan billingrate yang berlaku. d.. Pajak dan pengeluaran sejenis lainnya. Besarnya biaya konsultan Manajemen Konstruksi merupakan biaya tetap dan pasti. serta non standar dan harus terbaca dalam suatu rekapitulasi akhir yang menyebut angka dan huruf. Page 13 3. Besarnya biaya pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) mengikuti ketentuan dalam Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Pada tahap persiapan proyek 1. DIPA Nomor : ………………. Bila terdapat pekerjaan non standar. Biaya pekerjaan Konsultan Manajemen Konstruksi dan tata cara pembayaran diatur secara kontraktual setelah melalui tahapan proses pengadaan konsultan manajemen konstruksi sesuai peraturan yang berlaku. mutu. VI. f. Ketentuan pembiayaan lebih lanjut mengikuti surat perjanjian pekerjaan manajemen konstruksi yang dibuat oleh Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen dan Konsultan Manajemen Konstruksi. maka dihitung secara orang-bulan dan biaya langsung yang dapat diganti. Sumber Dana Sumber Dana dari keseluruhan pekerjaan manajemen konstruksi di bebankan pada: 1.

Laporan Bulanan Kegiatan Manajemen Konstruksi. surat menyurat dll. Revisi Program dan Kegiatan Pelelangan (bila ada revisi). 3. Biaya. Pada tahap pelelangan 1. 2. Dokumen gambar-gambar sesuai pelaksanaan dan kelengkapannya (as-built drawings) dalam bentuk kertas kalkir dan cetak biru. laporan pengujian. lengkap dengan setiap lampirannya seperti risalah rapat. biaya. E. Kerangka Acuan Kerja (KAK) Perencanaan. Mutu. dan penyiapan gambar detail/dokument lelang. Uraian program dan kegiatan Pengendalian waktu. Laporan pemeriksaan Dokumen Perencanaan tahap pra-rencana. mutu. dan Administrasi Kontrak (bila ada revisi). 3. K R I T E R I A Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh konsultan Manajemen Konstruksi seperti yang dimaksud pada Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini harus memperhatikan persyaratanpersyaratan seperti dibawah ini : A.2. 2. 6. surat menyurat. Persyaratan Umum Pekerjaan . Pada tahap pelaksanaan 1. Biaya. dll. Laporan Bulanan Manajemen Konstruksi Tahap Pelaksanaan dari aspek pengendalian Waktu. 5. dan Administrasi Kontrak Tahap Pelaksanaan. Laporan Hasil Konsultasi MK pada kegiatan perencanaan. Laporan pelaksanaan pengadaan konsultan perencana. Pada tahap perencanaan 1. Revisi Program dan Kegiatan Pengendalian waktu. 4. Pengembangan rencana. Biaya. Mutu. 2. Laporan lengkap pelaksanaan pelelangan mulai dari pengumuman pelelangan sampai dengan penetapan pemenang dan bantuan penyiapan surat perjanjian pemborongan. Page 14 3. Laporan Bulanan Manajemen Konstruksi Tahap Pemeliharaan. Revisi Uraian Program dan Kegiatan Pengendalian waktu. visual lapangan. Laporan Akhir pekerjaan Manajemen Konstruksi yang mencakup keseluruhan kegiatan manajemen konstruksi dari tahap persiapan sampai dengan serah terima kedua pekerjaan pelaksanaan. Biaya. C. dan Administrasi Kontrak termasuk setiap lampirannya seperti risalah rapat lapangan. kemajuan pekerjaan. Laporan Akhir Pekerjaan Manajemen Konstruksi yang memuat uraian kegiatan dari tahap persiapan sampai tahap pelaksanaan konstruksi fisik VII. Mutu. 5. dan adminstrasi kontrak. B. dan Administrasi Kontrak Tahap Pelaksanaan (bila ada revisi). Laporan pengawasan atas penyelenggaraan paket kegiatan loka karya Value Engineering 40 jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana (khusus untuk pembangunan Bangunan diatas 12. 3. Mutu. Kelengkapan Dokumen untuk Pendaftaran Bangunan Gedung Negara. 4.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). D. dari aspek pengendalian waktu.

sesuai standar hasil karya manajemen konstruksi yang berlaku. konsultan Manajemen Konstruksi harus mencari sendiri informasi yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini. antara lain : 1. MASUKAN A. T e n a g a Selama menjalankan tugasnya. I n f o r m a s i 1. B. 4. VIII. B. Standar dan pedoman teknis yang berlaku di bidang penyelenggaraan bangunan Negara. yang secara fungsional dapat mendorong peningkatan kinerja proyek. yaitu Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan dan Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan. baik yang berasal dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen maupun yang dicari sendiri. 2. kualitas. 2. Ketentuan yang diberlakukan untuk pekerjaan proyek yang bersangkutan. beserta kelengkapannya dan ketentuan-ketentuan sebagai dasar perjanjiannya. Yang termuat dalam Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. E. pedoman dan peraturan yang berlaku. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 3. Persyaratan Fungsional Pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) harus dilaksanakan dengan profesionalisme yang tinggi sebagai pemberi jasa konsultasi Manajemen Konstruksi. Persyaratan Teknis Lainnya Selain kriteria umum diatas. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah Setempat. C. untuk pekerjaan MK berlaku pula ketentuan-ketentuan seperti standar.Setiap bagian dari pekerjaan pengendalian oleh konsultan MK harus dilaksanakan secara benar dan tuntas sampai dengan memberi hasil yang telah ditetapkan dan diterima dengan baik oleh Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. dan kuantitas dari setiap bagian pekerjaan. Persyaratan Obyektif Pelaksanaan pekerjaan manajemen konstruksi profesional yang obyektif untuk kelancaran pelaksanaan. Persyaratan Prosedural Penyelesaian administratif sehubungan dengan pekerjaan di lapangan harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku. Kesalahan/kelalaian pekerjaan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari Konsultan Manajemen Konstruksi (MK). . Page 15 D. baik yang menyangkut macam. Untuk melaksanakan tugasnya. konsultan secara minimal harus menghasilkan keluaran sesuai dengan permintaan yang ada dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini. Konsultan Manajemen Konstruksi harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya.

. orang 2. Manajemen mutu …………. Tenaga-tenaga yang diusulkan konsultan Manajemen Konstruksi harus mendapat persetujuan dari Kepala satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen.. Administrasi kontrak …………. Program Kerja secara keseluruhan harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. X. Yang kesemuanya harus jelas mengenai tugas. 3. Selama dalam menjalankan tugasnya. 2.. baik ditinjau dari lingkup (besar) proyek maupun tingkat kekomplekan proyek.Untuk melaksanakan tugasnya. Program kerja termasuk jadwal kegiatan secara detail.. orang 6. orang 7. IX. konsultan Manajemen Konstruksi minimal harus membentuk organisasi yang memadai. masa penugasannya. konsultan Manajemen Konstruksi harus segera menyusun : 1. Aplikasi tenaga yang lengkap (disiplin dan jumlahnya). P E N U T U P A. dan menyiapkan tenaga ahli yang berpengalaman dalam bidang-bidang : (Kualifikasi masing-masing tenaga ahli disesuaikan berdasarkan kebutuhan/kompleksitas proyek). 1. B.. Manajemen biaya …………. Sebelum melaksanakan pekerjaannya. Manajemen konstruksi professional …………. setelah sebelumnya dipresentasikan oleh Konsultan Manajemen Konstruksi dan mendapatkan pendapat teknis dari Tim Teknis Satuan Kerja. orang 3. Pengawasan lapangan …………. konsultan Manajemen Konstruksi harus menyediakan tenaga yang memenuhi kebutuhan proyek. . Konsep penanganan pekerjaan Manajemen Konstruksi Proyek. PROGRAM KERJA A. tanggung jawab. Setelah Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini diterima. dan kemudian konsultan berkewajiban untuk memenuhinya. dan diketuai oleh seorang Manajer Konstruksi yang disetujui oleh Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. pemberi tugas berhak meminta dan mengarahkan penyediaan tenaga oleh konsultan. konsultan hendaknya memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan. orang 4. Page 16 Bila dianggap masih belum memadai. Tenaga ahli teknis lainnya sesuai kebutuhan dan lingkup kompleksitas pekerjaan. Manajemen waktu …………. orang 5..

DIBUAT DI : …………………… TANGGAL : …………………… Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen …………………………. PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI PEMBANGUNAN / REHABILITASI / RENOVASI / RESTORASI ………………………………………………………………………. Catatan : Model KAK tersebut diatas bersifat pokok yang masih Harus disesuaikan.. Alamat Kantor : ………………………………………. Nama : ……………………………………….... Page 18 SURAT PERINTAH KERJA (SPK) PEKERJAAN MK SURAT PERINTAH KERJA KEPALA SATUAN KERJA / PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………………… Nomor : ………………………………………..Page 17 B. Selaku Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen …………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA. Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Pelelangan/ Pemilihan Langsung Nomor : ……………………. Berdasarkan bahan-bahan tersebut konsultan MK agar segera menyusun program kerja untuk dibahas dengan Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. Jabatan : ………………………………………. Nama Badan Usaha : ………………………………………. dikembangkan/ dilengkapi untuk Kebutuhan proyek yang bersangkutan. Nama : ……………………………………….. Jabatan : ………………………………………. Tanggal : ………………………………………. NIP : …………………. Tanggal …………………………... MEMERINTAHKAN KEPADA : 2.. . dengan ini kami yang bertandatangan dibawah ini : 1.

Mengawasi dan mengikuti penyelenggaraan paket kegiatan loka karya VE 40 Jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana (khusus untuk pembangunan bangunan diatas 12.. Mengadakan evaluasi program kegiatan perencanaan yang diusulkan oleh Konsultan Perencana yang meliputi program penyediaan dan penggunaan sumber-daya. di …………………………. 2. Selaku Konsultan Manajemen Konstruksi Pekerjaan …………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. serta bantuan evaluasi proses pengadaan rekanan. Membantu PIHAK PERTAMA dalam melaksanakan pengadaan konsultan perencana. Mengadakan dan memimpin rapat-rapat koordinasi perencanaan. Membantu Konsultan Perencana dalam pelaksanaan value engineering pada tahap perencanaan secara in house. Page 20 . Tugas Pekerjaan : Pekerjaan Manajemen Konstruksi yang akan dilaksanakan adalah : Pembangunan/Rehabilitasi/ Renovasi/Restorasi …………………………………. Review pekerjaan perencanaan dari sudut efisiensi sumber daya serta kemungkinan pelaksanaan. iv.. Memberikan konsultasi kegiatan perencanaan yang terdiri atas : 1. Surat Perintah Kerja (SPK) ini diperintahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dengan ketentuan dan syarat-syarat seperti tersebut dibawah ini : Page 19 1. menyusun program pelelangan serta membantu kegiatan panitia pelelangan. menyusun laporan hasil rapat koordinasi. Menyusun laporan dan berita acara dalam rangka kemajuan pekerjaan dan pembayaran angsuran. strategi pentahapan serta penyusunan dokumen lelang. Perumusan evaluasi status dan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. ii. v. (lokasi pekerjaan) yang meliputi tugas-tugas sebagai berikut : a. Melakukan penelitian kelengkapan dokumen perencanaan dan dokumen pelelangan untuk pelaksanaan konstruksi. evaluasi program atas penyimpangan teknis dan manajerial dari persoalan yang timbul. b. 4.. memberi saran waktu dan strategi pengadaan. iii. termasuk menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK). serta pengusulan koreksi program. ii. 3. Pada Tahap Persiapan Proyek : i. Mengendalikan program yang meliputi : evaluasi program atas hasil perencanaan. vii. Memeriksa laporan kegiatan perencanaan secara periodik. vi.000 M2 atau lebih dari 8 lantai). evaluasi program atas perubahan lingkungan. serta untuk serah terima pekerjaan perencanaan. Membantu PIHAK PERTAMA menyiapkan kontrak perjajian pekerjaan perencanaan.Alamat Badan Usaha : ………………………………………. Pada Tahap Perencanaan : i. dan membuat laporan kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi.

Mengendalikan program pelaksanaan konstruksi fisik. Membantu panitia lelang dalam menyusun Harga Perhitungan Sendiri (HPS) pekerjaan konstruksi. dan laporan-laporan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. Pada Tahap Konstruksi : i. Membantu PIHAK PERTAMA dalam mempersiapkan dan menyusun program pelaksanaan pelelangan pekerjaan konstruksi. pengendalian kesehatan dan keselamatan kerja. dan program kesehatan dan keselamatan kerja (K3). media cetak. baik melalui papan pengumuman. Pada Tahap Pelelangan : i. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi. Melakukan kegiatan pengawasan yang terdiri atas : 1. ii. pengendalian biaya. Membantu melakukan pembukaan dan evaluasi terhadap penawaran yang masuk. iv. Page 21 2. serta ketepatan waktu. v. iii. Membantu panitia lelang dalam menyebarluaskan pengumuman pelelangan. 3. serta melakukan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. program Quality Assurance/ Quality Control. Melakukan koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi fisik. penyediaan dan penggunaan tenaga kerja. . Membantu memberikan penjelasan pekerjaan pada waktu rapat penjelasan pekerjaan. maupun media elektronik. vi. Melakukan evaluasi program terhadap penyimpangan teknis dan manajerial yang timbul. pengendalian waktu. d. bahan bangunan. ii. usulan koreksi program dan tindakan turun tangan. dan biaya pekerjaan konstruksi. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. kuantitas. Mengadakan evaluasi program kegiatan pelaksanaan konstruksi fisik yang disusun oleh Kontraktor Pelaksana. iii. Memeriksa dan mempelajari dokumen pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan lapangan. perlengkapan dan peralatan. Membantu menyiapkan draft surat perjanjian pekerjaan pelaksanaan konstruksi fisik. peralatan dan metode pelaksanaan. Membantu panitia lelang dalam menyusun laporan proyek tahap pelelangan. pengendalian sasaran fisik (kuantitas dan kualitas) pekerjaan. 4. Membantu panitia lelang melakukan prakualifikasi calon peserta pelelangan. v. yang meliputi program-program pencapaian sasaran konstruksi. Mengawasi pemakaian bahan.c. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. 5. informasi. viii. pengendalian tertib administrasi. vii. Menyelenggarakan kegiatan rapat-rapat lapangan secara berkala. iv. dana. yang meliputi program pengendalian sumber daya.

). Membantu PIHAK PERTAMA dalam penyusunan Ijin Penggunaan Bangunan (IPB) dari Pemerintah Daerah Tingkat II setempat.). (………………………………………. 2.. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana.. Mengusulkan perubahan-perubahan serta penyesuaian di lapangan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi.d diatas dan diterima oleh PIHAK PERTAMA.. Angsuran ketiga sebesar 10% dari biaya Manajemen Konstruksi yakni sejumlah Rp. dan c diatas serta diterima baik oleh PIHAK PERTAMA... 8.... dan mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan.sesuai dengan DIPA Nomor : ……………………. …………………. 11... (…………………………………... c.. Cara Pembayaran Pembayaran biaya Konsultan Manajemen Konstruksi dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilaksanakan secara bertahap sesuai tahapan pekerjaan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. (……………………………………………).. yang dibebankan pada Satuan Kerja .. Menyusun daftar cacat/ kerusakan sebelum serah terima pertama. 12.. Menyusun berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran. Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built Drawings) sebelum serah terima pertama.. pemeliharaan pekerjaan. Angsuran kesatu sebesar 20% dari biaya Manajemen Konstruksi yakni sejumlah Rp. tanggal : ………………… Page 22 b.. Memberikan penilaian untuk mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA tentang sub kontraktor yang akan dilibatkan oleh Kontraktor Pelaksana. 9. 3. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi... …………………. Membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pendaftaran sebagai gedung Negara. Besarnya biaya konsultan manajemen konstruksi adalah Rp.. vii. dibayar setelah . dengan ketentuan sebagai berikut : a. 7... (……………………………………... 10. ………………………….....6. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. dibayar setelah prestasi Pelaksanaan pekerjaan kontraktor pelaksana mencapai 100% (serah terima pertama) dan PIHAK KEDUA telah menyelesaikan kewajibannya sebagaimana yang disebut dalam butir 1.. Angsuran kedua sebesar 70% dari biaya Manajemen Konstruksi yakni sejumlah Rp.b. Biaya Manajemen Konstruksi a. b. Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajakpajak.). yang merupakan jumlah tetap dan pasti (lumpsum fixed price). dibayar setelah PIHAK KEDUA telah menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya pada tahap persiapan sampai dengan penunjukan Kontraktor Pelaksana sebagaimana yang disebut dalam butir 1 a. Bersama dengan Konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung... vi.. ………………….

antara lain : i. m. g. Persyaratan dan Spesifikasi Teknis a. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). k. Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) : …………………………… Nomor : ………………. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. Page 23 f. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. ii. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. Jangka Waktu . o. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. e. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi.diadakan serah terima kedua hasil pekerjaan kontraktor pelaksana kepada pihak PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah menyelesaikan seluruh kewajibannya sebagaimana yang disebut dalam butir 1. Gambar-gambar (dokumen lelang). Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. f.. Semua ketentuan dan peraturan serta Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. h. iii. l. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. 4. j. i. Tanggal ………………………. Kerangka Acuan Kerja (KAK) Manajemen Konstruksi. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi.e diatas dan diterima baik oleh PIHAK PERTAMA. 5. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam suatu Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Manajemen Konstruksi untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta dengan pengesahan pejabat yang berwenang dari Departemen Pekerjaan Umum atau pejabat yang ditunjuk olehnya. b. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. n. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syaratsyarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. c. iv. d.

50 juta. Page 25 SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI . Jika terjadi perselisihan dikemudian hari. 7. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya. a. Sampai dengan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kalender setelah diadakannya serah terima kedua pekerjaan pelaksanaan. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar … % (…… Page 24 persen) dari biaya pekerjaan Manajemen Konstruksi dengan ketentuan bahwa.. maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri …………. o/oo (………permil) dari biaya pekerjaan Manajemen Konstruksi (umumnya 3 o/oo). prosen) dari biaya pekerjaan Manajemen Konstruksi (umumnya 10%). Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dalam batas waktu yang ditetapkan. c. …………………… *) ……………. dengan ketentuan bahwa PIHAK KEDUA. Jumlah denda kumulatif ditetapkan maksimum …. PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya (umumnya 1-3%). Penyelesaian Perselisihan a. Pembuat Komimen…………………… ……………….. b. Sanksi dan Denda. 6. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Manajemen Konstruksi Kepala Satuan Kerja/Pejabat PT/CV ……………………. b..% (…. NIP ……………… Catatan : *) Ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan Model perjanjian dengan SPK berlaku hanya untuk pekerjaan yang nilainya sampai RP. harus menyerahkan selengkapnya dokumendokumen sebagai hasil pekerjaannya seperti tercantum dalam butir 1 diatas. maka untuk setiap hari kelambatan pihak konsultan wajib membayar denda kelambatan sebesar …….Jangka waktu pelaksanaan terhitung mulai tanggal ditandatanganinya Surat Perintah Kerja oleh PIHAK PERTAMA tanggal ………. Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ……………… dan mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya.

Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias (pejabat yang structural yang menunjuk) Nomor : ………………. Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1. PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut. yang berwenang dalam bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA. Tanggal …………… oleh Notaris ………. Tugas pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK).. memberi saran . termasuk menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK)... kami yang bertandatangan di bawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan Manajemen Konstruksi : Antara 1.PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI ……………………………………………………………………. Yang didirikan dengan Akte Notaris Nomor : …………………. yaitu untuk melaksanakan Pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) pada pelaksanaan pekerjaan : ……………. Membantu PIHAK PERTAMA dalam melaksanakan pengadaan konsultan perencana. Tanggal ………… bulan………. di ……………… dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya. Dengan 2. Jabatan : Direktur …………………………………. Dengan lokasi Pekerjaan : ……………………… 2. tahun ………………. Nama Perusahaan : …………………………………. Nama : …………………………………. Alamat : …………………………………. Nomor : ………………………………… Tanggal : ………………………………… Pada hari ini …………. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA. telah ditunjuk selaku Kepala satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen………………. antara lain : a... Jabatan (struktural) : ………………………………… Alamat : ………………………………….. bertindak untuk dan atas nama …………………… (nama Badan Usaha)... tanggal …………. Pada tahap Persiapa Proyek : i. Nama : …………………………………. SATUAN KERJA ………………………………………………………………….

f. Mengawasi dan mengikuti penyelenggaraan paket kegiatan loka karya VE 40 Jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana khusus untuk pembangunan bangunan diatas 12. d. 2). vi. serta untuk serah terima pekerjaan perencanaan. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala. Page 27 laporan harian. iii. vii. serta pengusulan koreksi program. Review pekerjaan perencanaan dari sudut efisiensi sumber daya serta kemungkinan pelaksanaan. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan. Mengendalikan program yang meliputi : evaluasi program atas hasil perencanaan. iv. menyusun program pelelangan serta membantu kegiatan panitia pelelangan. dan membuat laporan kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi. kuantitas.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh . 4).Page 26 waktu dan strategi pengadaan. b. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. Pada tahap Perencanaan : i. c. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. Membantu Konsultan Perencana dalam pelaksanaan value engineering pada tahap perencanaan secara in house. Melakukan penelitian kelengkapan dokumen perencanaan dan dokumen perencanaan dan dokumen pelelangan untuk pelaksanaan konstruksi. Perumusan evaluasi status dan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. evaluasi program atas penyimpangan teknis dan manajerial dari persoalan yang timbul. ii. e. Menyusun laporan dan berita acara dalam rangka kemajuan pekerjaan dan pembayaran angsuran. serta bantuan evaluasi proses pengadaan rekanan. menyusun laporan hasil rapat koordinasi. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. strategi pentahapan serta penyusunan dokumen lelang. ii. evaluasi program atas perubahan lingkungan. Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran. Mengadaka dan memimpin rapat-rapat koordinasi perencanaan. Membantu PIHAK PERTAMA menyiapkan kontrak perjanjian pekerjaan perencanaan. g. pemeliharaan pekerjaan. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. Memeriksa laporan kegiatan perencanaan secara periodik. v. Mengadakan evaluasi program kegiatan perencanaan yang diusulkan oleh Konsultan Perencana yang meliputi program penyediaan dan penggunaan sumber-daya. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. 3). Memberikan konsultasi kegiatan perencanaan yang terdiri atas : 1).

k. b. j. . h. i. Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… c. Page 28 f. yaitu : a. Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perjanjian ini. Surat Usulan Calon Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… d. DIPA : ………………………………………………. Bersama Konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung. Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built drawings) sebelum serah terima pertama. Tanggal : ………………………………………………. Membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pendaftaran gedung sebagai bangunan gedung Negara. Surat Keputusan Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………. dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan.Kontraktor Pelaksana. Tanggal : ……………………………………………. Nomor : ………………………………………………. Membantu PIHAK PERTAMA dalam pengurusan IPB (Ijin Penggunaan Bangunan) dari Pemerintah Daerah Tingkat II setempat. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 2. Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : ……………………………………………. Menyusun daftar cacat-cacat/ kerusakan sebelum serah terima pertama. Tanggal : ……………………………………………. e.. l..

Page 29 n. i. b. d. 2. f. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. j. k. sehingga pelaksanaan pekerjaan manajemen konstruksi . Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN 1. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : a. d. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. c. l. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. c. h. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan Manajemen Konstruksi yang ditetapkan. m. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. g. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi.Addendum (bila ada) 3. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. b. Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini. antara lain : a. e.

4. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada pihak lain. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas segala kerugian PIHAK PERTAMA. akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA sehubungan dengan pekerjaan ini. 8. Bahan-bahan yang datang. 3. 9. Kelengkapan dokumen pendaftaran bangunan gedung Negara lengkap dengan lampiranlampirannya. dan PIHAK KEDUA. 8. c. e. . Kontraktor Pelaksana. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI Hasil pekerjaan pengawasan disamping harus sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja. 6. 4. 3. d. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah Kurang. yang masing-masing terdiri dari : 1. Laporan Akhir Pekerjaan Manajemen Konstruksi. perintah/petunjuk yang penting dari PIHAK PERTAMA. Alat-alat. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. Buku harian. 7. Tenaga kerja. harus diserahkan kepada PIHAK PERTAMA minimal dalam rangkap 5 (lima). b. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan baik langsung ataupun tidak langsung turut serta baik sebagai Sub Kontraktor maupun pemasok bahan dari pekerjaan ini. Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan. Page 30 2. diterima atau ditolak. 6. berisi keterangan tentang : a. Gambar rincian pelaksanaan (shop drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. Kelancaran pelaksanaan proyek yang berhubungan dengan manajemen konstruksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. Laporan harian. 10. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dan Manual Peralatanperalatan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. 7. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 surat perjanjian ini dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh PIHAK KEDUA. Laporan rapat di lapangan (site meeting). Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian. dan memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA tentang kelainan yang ditemukan dan mengusulkan cara penyelesaiannya sesuai standar dan ketentuan serta peraturan yang berlaku. 9.sesuai dengan Surat Perjanjian ini. Waktu pelaksanaan pekerjaan. PIHAK KEDUA wajib melaksanakan periksa ulang semua Dokumen Teknis sesuai keahliannya. 5. yang memuat semua kejadian. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran. 5.

bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. Pembayaran biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan prestasi pekerjaan pemborongan. %. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. yang mengakibatkan bahwa adanya perpanjangan/ penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum). ………………. Jumlah biaya tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak.% dari biaya manajemen konstruksi yakni sejumlah Rp. ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana telah mencapai 100 % (serah terima pertama).. dengan ketentuan sebagai berikut : a. Pembayaran tahap ketiga sebesar ……. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan manajemen konstruksi sebagaimana tercantum dalam pasal 4 surat perjanjian ini. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. (Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja dari PIHAK PERTAMA) sampai dengan dilaksanakannya Serah Terima Kedua pekerjaan konstruksi fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA.. yang dibebankan pada Satuan Kerja : ………………………………… sesuai dengan DIPA/RKA-KL …………………………….) dan merupakan biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price). ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai ….. Pembayaran tahap kesatu sebesar ………….% dari biaya manajemen konstruksi yakni sejumlah Rp. yang telah disetujui/disahkan oleh PIHAK PERTAMA. 2. c.. Nomor : ………………………. Pembayaran tahap kedua sebesar …. ( …………………………………. b. ( ……………………………….. Besarnya biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp ………………… (………………………………………………. Pasal 7 CARA PEMBAYARAN 1.. dan . atau adanya surat perintah penambahan pekerjaan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan tersebut dalam ayat 1 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA kecuali adanya “keadaan memaksa” seperti diatur dalam Pasal 14 Surat Perjanjian ini.Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. terhitung mulai tanggal …………………….. Page 31 Pasal 6 BIAYA MANAJEMEN KONSTRUKSI 1. ………………. …………………… ( …………… ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai ………… %. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan manajemen konstruksi sampai selesai 100% yang disebut dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini.. tanggal …………… Tahun Anggaran ………………/………… 2. % dari biaya manajemen konstruksi yakni sejumlah Rp.

………………… (…………………………. (………………………………….000. Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak Page 32 Pasal 8 JAMINAN PELAKSANAAN PENGAWASAN 1. 3.) dibayar setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua pekerjaan konstruksi fisik. PIHAK KEDUA diwajibkan menyediakan tenaga kerja yang cukup jumlah. 4. setelah Serah Terima II pekerjaan konstruksi fisik dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugasnya. maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA Surat Jaminan Pekerjaan Manajemen Konstruksi berupa Surat Jaminan Bank Umum atau Perusahaan Asuransi Kerugian sebesar 5 % dari biaya manajemen konstruksi atau sejumlah Rp ………………………. Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai temple Rp 6. 2. Segala pajak-pajak sehubungan pekerjaan pengawasan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. keahlian serta . maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa berlakunya dan harus dijamin tidak ada waktu senggang antaranya. Pembayaran tahap keempat/terakhir sebesar 10% dari jumlah biaya pekerjaan manajemen konstruksi yakni sejumlah Rp. Surat Jaminan tersebut pada ayat 1 pasal ini. diserahkan kembali oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. maka jaminan pelaksanaan manajemen konstruksi menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA. Pasal 10 TENAGA KERJA DAN UPAH 1. Selambat-lambatnya pada saat perjanjian ini ditanda tangani. dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Agar pekerjaan pengawasan berjalan seperti yang ditetapkan. d. 2. Pasal 9 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1. serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan manajemen konstruksi sesuai pasal 4 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA. Bila jangka waktu berlakunya Surat Jaminan Pekerjaan Manajemen Konstruksi berakhir sebelum dilaksanakannya Serah Terima Dokumen pekerjaan seperti dalam ayat 2 pasal ini..).(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. 2.PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas manajemen konstruksi dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. Dalam hal PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian ini dan terjadi pemutusan hubungan perjanjian sesuai pasal 15.

maka PIHAK KEDUA setuju akan diberi biaya pekerjaan manajemen konstruksi sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam menjalankan tugas pengawasan tersebut. sehubungan dengan pekerjaan manajemen konstruksi ini. 3. Pasal 12 SANKSI DAN DENDA 1. maka PIHAK PERTAMA akan menolak tenaga ahli tersebut dan memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA segera mengganti pengawas/tenaga ahli lain yang memenuhi syarat sebagaimana yang diminta oleh PIHAK PERTAMA. kualifikasi tenaga maupun jumlah tenaga yang telah ditetapkan. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. Ongkos-ongkos dan upah kerja yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA.. 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya. dengan kewajiban PIHAK KEDUA tetap harus memperbaiki kelalaian yang diperingatkan tersebut (umumnya 1-3%). Ditempat pekerjaan pengawasan harus selalu ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai Pimpinan Manajemen Konstruksi / Tenaga Ahli. dan dapat menerima/memberikan/ memutuskan segala petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA. 3. yang mempunyai wewenang/kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA. prosen) dari jumlah biaya pengawasan ( umumnya 10%). Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan pengawasan bertentangan dengan Surat Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kerugian tersebut. . Jumlah denda kumulatif tersebut dalam ayat 1 diatas ditetapkan maksimum sebesar …. maka untuk setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan “denda kelalaian” sebesar … % ( ……… persen) dari biaya pengawasan. Page 33 Pasal 11 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA 1.ketrampilannya. 4. Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 10 ayat 1 Surat Perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi. 4. harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. PIHAK KEDUA harus menggunakan bentuk organisasi jumlah dan kualifikasi tenaga ahli dengan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Manajemen Konstruksi (KAK) yang telah disetujui oleh Kedua belah pihak. 2. Penunjukan Pemimpin Manajemen Konstruksi /Tenaga Ahli ini yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan. Tenaga Ahli Manajemen Konstruksi yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi persyaratan yang diperlukan. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugas dan kewajibannya sesuai Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA. % ( ……. 2. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. 3. 2.

dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban Page 35 keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK . Apabila terjadi “keadaan memaksa”. Perang. d. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA. f. akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA. kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan kontraktor). akan diperhitungkan dalam pembayaran yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. badai dan banjir). b. c.5. Bencana alam (gempa bumi. b. pemberontakan. huru-hara. Biaya manajemen konstruksi atas bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. 2. Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah. maka : a. revolusi. maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan Memaksa. Yang dimaksud “keadaan memaksa” dalam perjanjian ini adalah peristiwa-peristiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan memaksa” tersebut. Apabila selama ………… (…………………………………. 2. Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA). Page 34 Pasal 13 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN 1. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis. tanah longsor.) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini.. d. Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan manajemen konstruksi tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. Denda-denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini. yaitu : a. Pasal 14 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 1. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan memaksa” tersebut. c. makar. e.

Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal terbitnya Surat Keputusan Penunjukan PIHAK KEDUA tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan manajemen konstruksi sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. maka akan . Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam Pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati. maka perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. Telah dikenakan denda yang kumulatif sebesar 10% (sepuluh prosen) dari biaya pekerjaan pengawasan. 2. c. Page 36 4. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan manajemen konstruksi ini. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah.KEDUA. Pasal 12. maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA. Pasal 15 Surat Perjanjian ini. 2. Dalam hal adanya pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. sebagaimana seperti dalam Pasal 12 ayat 2 Perjanjian ini. Selain yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. PIHAK KEDUA memberikan keterangan yang tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan Pekerjaan Manajemen Konstruksi ini. tetapi berhak atas pembayaran prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan serta kerugian Negara. 3. Apabila “keadaan memaksa” itu ditolak oleh PIHAk PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan Pasal 5. d. g. PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas pekerjaan manajemen konstruksi sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 4 Surat Perjanjian ini. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Manajemen Konstruksi lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 diatas. b. Dalam waktu satu bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan manajemen konstruksi yang telah dimulainya. e. f. Jika terjadi Pemutusan Perjanjian Manajemen Konstruksi ini. Pasal 16 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : a. karena kelalaian PIHAK KEDUA. Pasal 15 PEMUTUSAN PERJANJIAN 1. h. 3. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah.

NIP .. Pasal 17 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian manajemen konstruksi ini. maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri…………. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri …………………………. . ……………………………. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak.. Seorang PIHAK KETIGA yang ahli.) bermeterai cukup. yang dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak. Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota. Catatan : *) Ditandatangani penanggung jawab perusahaan Pasal 8 (Jaminan Pelaksanaan) berlaku untuk pekerjaan dengan nilai Rp 50 juta keatas. dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : a. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak. dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama.. 3. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. Pasal 18 PENUTUP 1. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pekerjaan manajemen konstruksi ini. Surat Perjajian ini dibuat dalam rangkap …… (………. Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota. dan dinyatakan berlaku sejak diterbitkannya Surat Perintah Kerja (atau Mulai Kerja) dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. ……………………… …………………………………. *)……………………. Page 37 PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat PT/CV. Surat Perjanjian Pekerjaan Manajemen Konstruksi ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di ……………………… pada hari dan tanggal tersebut diatas. ……………… Komitmen …………………………. b. 2. beserta segala akibat hukumnya..diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit. 4. Dalam Surat Perjanjian tidak boleh ada tipp-ex dan tulisan tangan (nomor dan tanggal Misalnya) dan masing-masing lembaran diparaf oleh pihak pertama dan pihak kedua. dan c. 3.

Tanggal :………………………………. Dan seterusnya. SPK Manajemen Konstruksi Tanggal :………………………………. Lokasi :………………………………………………. Satuan Kerja :………………………………………………. Konsultan MK :………………………………………………. d. g. c.Page 38 LAPORAN PEKERJAAN MK SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. e. . Telah melaksanakan pekerjaan Manajemen Konstruksi untuk : a. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor :………………………………. ………………………………………………………………………. …………………………………………. ……………………………………………………………………….. f... b. c. ………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………. d. LAPORAN PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………… LAMPIRAN : 1 (satu) set Laporan 1. Biaya Pekerjaan MK : Rp.) h.. b. (……………………………………………. DIPA : Nomor :………………………………. Pelaksanaan kegiatan manajemen konstruksi tersebut meliputi (laporan lengkap terlampir) : a.minggu :……………………………… 2. Pekerjaan :………………………………………………. e. Waktu Pekerjaan MK : Tgl mulai :……………………………… Tgl selesai :……………………………… Jml.

) prosen.. ……………………………. Diketahui oleh : Dibuat oleh : Tim Teknis Satuan Kerja/ Konsultan Manajemen Konstruksi PPK**) ………………………….Penanggung jawab perusahaan dan atau . Page 39 Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya. b. BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN MK PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. : ……………………… . Berdasarkan laporan pekerjaan pelaksanaan Nomor : ……………. ………………………. % (……………. NIP. Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : .3. PT/CV …………………………. ………………… *) …………………………. Minggu ke …… tanggal …………… yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana dan diperiksa oleh Konsultan Manajemen Konstruksi bahwa : a. Kontraktor Pelaksana : PT/CV …………………………….Penanggung jawab lapangan dari perusahaan **) Diisi Nama Satuan Kerja yang bersangkutan Page 40 BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN MK SATUAN KERJA : ……………………… …………………………………………….. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Pelaksanaan Tanggal : …………………… Kemajuan pekerjaan telah mencapai prestasi sebesar : ……….

. Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Pekerjaan MK dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan MK untuk : Page 41 1..LAMP.*) : Laporan Pekerjaan MK Nomor : ……………... Pada hari ini.. Pekerjaan : ……………………………………………… 2.... Tanggal : …………………………………………. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris …………………………….... Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ………. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK ……………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II... . Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………... Surat Perjanjian Pekerjaan Manajemen Konstruksi/SPK Nomor : ……………………………. Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : ……………………. Kedua belah pihak berdasarkan : 1. Minggu ke : …………….. 2. tanggal ………………………. Alamat kantor : ………………………………………………………. tanggal ……………………. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. Nama : …………………………………………………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Tanggal : ………………………………………….... Tanggal : ……………... Nomor : ………………………………………….

…. Laporan mingguan. BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN MANAJEMEN KONS. Satuan Kerja : ……………………………………………… 4.Lokasi : ……………………………………………… 3. …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 42 BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI (MK) UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. Dan seterusnya : …….. DIPA : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 Penyerahan sebagaimana yang dimaksud pasal 1 diatas termasuk meliputi (sesuai Surat Perjanjian Pekerjaan Manajemen Konstruksi) : 1.. ………………………………….) rangkap Demikian Berita Acara Serah Terima pekerjaan manajemen konstruksi ini dibuat dan ditandatangani di ………………………… pada tanggal tersebut diatas. …………………….. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. Nip. ……………………………… ………………………………… *) …………………………. : …….. UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… . PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Manajemen Konstruksi Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV...) rangkap 2. (…………………………. (………………………….

........ Lokasi : . Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II.... Kedua belah pihak telah setuju dan sepakat bahwa... Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I............... Minggu ke : ……………. : ……………………… LAMP. Nomor : …………………………………………....... Satuan Kerja : . c.... ……………………......... Nama : …………………………………………………………... Jabatan : Kepala Satuan Kerja/ PPK . …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ………......... Tanggal : …………………………………………............ Pada hari ini... Tanggal : ……………... Dengan ini menyatakan : 1..... Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA..……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL.. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………...... Alamat kantor : ……………………………………………………….. untuk : a. Pekerjaan : . b.... Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris …………………………….........*) : Laporan Pekerjaan MK Nomor : ……………. Tanggal : …………………………………………..... Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………....

Angsuran ke …....) prosen.................f diatas.................................. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. Angsuran ke …..... g.. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : ..................... (………………………………) kali angsuran pembayaran yaitu : a........... = Rp......... 3.... ... Berdasarkan pasal .................. telah dibayarkan : ....................................... Pada angsuran pembayaran Ini PIHAK KEDUA berhak Dibayarkan sebesar : = Rp..... Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Manajemen Konstruksi tersebut butir 1...... Biaya Pekerjaan MK : Rp........ d................ ………………………… Terbilang : (………………………………………………………) Demikian Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Manajemen Konstruksi ini dibuat dan ditandatangani di .. Page 43 2......... % x Rp ................. Kepada PIHAK KEDUA................ SPK Manajemen Konstruksi Tanggal : .................. = Rp................. Prestasi pekerjaan manajemen konstruksi telah mencapai kemajuan sebesar : .......... maka PIHAK KEDUA telah berhak menerima dari PIHAK PERTAMA sejumlah : ............... pada tanggal tersebut diatas.................................... e... ………………………… c............ DIPA : Nomor : .... ………………………… ------------------------------------Jumlah yang telah dibayarkan = Rp...... Konsultan MK : .................% (............................ Angsuran ke ….. f.... ...... = Rp..... ………………………… b. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Manajemen Konstruksi Kepala Satuan Kerja/PPK .. ayat ..... = Rp............... ………………………… 4..... Tanggal : .........

. Setiap bangunan gedung negara harus direncanakan. 4. ……………………. …………………………… Catatan : *) Untuk BA 100% juga dilampirkan BA serah terima pekerjaan **) Penanggung jawab perusahaan Page 44 Lampiran II : Keputusan Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara Nomor: 154/KEP/BP-BRR/X/2006 LAMPIRAN II 1. UMUM 1. sehingga mampu menghasilkan karya perencanaan teknis bangunan yang memadai dan layak diterima menurut kaidah. dirancang dengan sebaik-baiknya. SURAT PERINTAH KERJA PEKERJAAN PERENCANAAN 3. Pemberi jasa perencanaan untuk bangunan gedung Negara perlu diarahkan secara baik dan menyeluruh. dan dapat sebagai teladan bagi lingkungannya. sehingga mampu memenuhi secara optimal fungsi bangunannya. 3. Setiap bangunan gedung negara harus diwujudkan dengan sebaik-baiknya. serta berkontribusi positif bagi perkembangan arsitektur di Indonesia. ……………………………… ………………………………… **) …………………………. 2. KERANGKA ACUAN KERJA PEKERJAAN PERENCANAAN 2. PENDAHULUAN A. B. Kerangka Acuan Kerja (KAK) untuk pekerjaan perencanaan perlu disiapkan secara matang sehingga memang mampu mendorong perwujudan karya perencanaan yang sesuai dengan kepentingan proyek. Nip.PT/CV. MAKSUD DAN TUJUAN i. …………………………………. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan . KONTRAK PEKERJAAN PERENCANAAN 4. norma serta tata laku profesional. sehingga dapat memenuhi kriteria teknis bangunan yang layak dari segi mutu. andal. biaya.. dan kriteria administrasi bagi bangunan Gedung Negara. BERITA ACARA PEKERJAAN PERENCANAAN Page 45 KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEKERJAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI …………………………………………………………………… SATUAN KERJA/PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………… I.

dibentuk Organisasi Pengelola Satuan Kerja berdasarkan Surat Keputusan Kepala Satuan Kerja Nomor : ………………………. Dengan penugasan ini diharapkan Konsultan Perencana dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai KAK ini. Dan SK pembentukan Panitia Lelang/Pengadaan/ Penunjukan langsung Nomor : Page 46 …………………………. ii. keterangan persyaratan bangunan dan lingkungan. site/tapak bangunan. (sesuai DIPA). II. Tanggal ………………. Penyusunan prarencana seperti rencana tapak. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian lingkup Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen……………………… 2. b. perkiraan biaya. Menyelenggarakan paket kegiatan loka karya value engineering (VE) selama . dan mengurus perijinan sampai mendapatkan keterangan rencana kota. membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK. Dan seterusnya. dan perencanaan fisik bangunan gedung Negara yang terdiri dari : a. LATAR BELAKANG 1. kriteria. Untuk penyelenggaraan Proyek termaksud. azas. dan konsultasi dengan pemerintah daerah setempat mengenai peraturan daerah/perijinan bangunan. 3. Lingkup pekerjaan adalah (sesuai RKA-KL) : a. Pemegang Mata Anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. 2. yang dapat meliputi tugas-tugas perencanaan lingkungan. KEGIATAN PERENCANAAN Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh konsultan Perencana adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku.Perencana yang memuat masukan. Tanggal …………… dengan susunan organisasi seperti pada lampiran. prarencana bangunan termasuk program dan konsep ruang. ……………………………………………………………… c. khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. C. D. c. LINGKUP PROYEK 1. keluaran dan proses yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterpretasikan ke dalam peleksanaan tugas perencanaan. Persiapan perencanaan seperti mengumpulkan data dan informasi lapangan (termasuk penyelidikan tanah sederhana). …………………………………………………………… b. Lingkup proyek adalah Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi …………………………………. dan IMB pendahuluan dari Pemerintah Daerah setempat.

Rencana utilitas. Secara umum tanggung jawab konsultan adalah minimal sebagai berikut : 1. f. Rincian volume pelaksanaan pekerjaan. evaluasi penawaran. beserta uraian konsep dan perhitungannya. Mengadakan persiapan pelelangan. 2. h. pertimbangan dan rekomendasi tentang penggunaan bahan. Memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang timbul selama masa pelaksanaan konstruksi.40 (empat puluh) jam secara in house (khusus untuk pembangunan bangunan gedung diatas luas 12. antara lain membuat : 1. TANGGUNG JAWAB PERENCANAAN a. Membuat laporan akhir pengawasan berkala. rencana anggaran biaya pekerjaan konstruksi. d. seperti membantu Kepala satuan Kerja/ Pejabat pembuat Komitmen di dalam menyusun dokumen pelelangan dan membantu panitia pelelangan menyusun program dan pelaksanaan pelelangan. . 3. dan melaksanakan tugas-tugas yang sama apabila terjadi lelang ulang. i. e. 4. Perkiraan biaya. Membantu panitia pelelangan pada waktu penjelasan pekerjaan. Page 47 c. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus memenuhi persyaratan standar hasil karya perencanaan yang berlaku. Rencana struktur. beserta uraian konsep dan perhitungannya. Gambar-gambar detail arsitektur. termasuk menyusun berita acara penjelasan pekerjaan. g. beserta uraian konsep dan visualisasi atau studi market yang mudah dimengerti oleh pemberi tugas. Laporan akhir perencanaan. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). Konsultan Perencanaan bertanggung jawab secara professional atas jasa perencanaan yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku. menyusun kembali dokumen pelelangan. detail utilitas yang sesuai dengan gambar rencana yang telah disetujui. Mengadakan pengawasan berkala selama pelaksanaan konstruksi fisik dan melaksanakan kegiatan seperti : 1. Memberikan saran-saran. Melakukan penyesuaian gambar dan spesifikasi teknis pelaksanaan bila ada perubahan. d. 4. Penyusunan rencana detail antara lain membuat : a. b. 2. b. Menyusun buku petunjuk penggunaan peralatan bangunan dan perawatannya termasuk petunjuk yang menyangkut peralatan dan perlengkapan mekanikalelektrikal bangunan. b. 3.000 M2 atau diatas 8 lantai). detail struktur. Rencana arsitektur. Penyusunan pengembangan rencana.

sesuai dengan ketentuan billingrate yang berlaku. Pengaturan komponen pembiayaan pada butir a) dan b) diatas adalah dipisahkan antara bangunan standar.2. DIPA Nomor : ………………. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah memenuhi peraturan. standar.. 8. 5. d. Biaya pekerjaan Konsultan Perencana dan tata cara pembayaran diatur secara kontraktual setelah melalui tahapan proses pengadaan konsultan perencana sesuai peraturan yang berlaku. seperti dari segi pembiayaan. Honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang. Page 48 IV. c. . Untuk pekerjaan standar berlaku maksimum sesuai yang tercantum dalam tabel A1. Sumber Dana Sumber Dana dari keseluruhan pekerjaan perencanaan di bebankan pada : 1. e. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 yaitu : a. Tabel B1 dan Tabel D. 6. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah mengakomodasi batasan-batasan yang telah diberikan oleh proyek. yang terdiri dari : 1. Besarnya biaya konsultan Perencanaan merupakan biaya tetap dan pasti. Biaya rapat-rapat. 2. Perjalanan (local maupun luar kota). 2. 3. 3. tanggal ……………………. Jasa dan overhead Perencanaan. Pembelian dan atau sewa peralatan. dan pedoman teknis bangunan gedung yang berlaku untuk bangunan gedung pada umumnya dan yang khusus untuk bangunan gedung Negara. Biaya Perencanaan. Materi dan penggandaan laporan. 7. Pembayaran biaya Konsultan Perencana didasarkan pada prestasi kemajuan pekerjaan perencanaan. 4. Sewa kendaraan.. Bila terdapat pekerjaan non standar.. B. serta dan non standar dan harus terbaca dalam suatu rekapitulasi akhir yang menyebut angka dan huruf.. iii. b. Ketentuan pembiayaan lebih lanjut mengikuti surat perjanjian pekerjaan perencanaan yang dibuat oleh Kepala satuan kerja/Pejabat pembuat Komitmen dan Konsultan Perencana. tanggal ……………………. waktu penyelesaian pekerjaan dan mutu bangunan yang akan diwujudkan. B I A Y A A. termasuk melalui KAK ini. ii. Besarnya biaya pekerjaan perencanaan mengikuti Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. 1. maka dihitung secara orang-bulan dan biaya langsung yang dapat diganti. Pajak dan iuran daerah lainnya. Loan Nomor : ……………….

3. Dan lain-lain. Page 49 V. K E L U A R A N Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Perencana berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam surat perjanjian, yang minimal meliputi : a. Tahap Konsep Rencana Teknis 1. Konsep penyiapan rencana teknis, termasuk konsep organisasi, jumlah dan kualifikasi tim perencana, metoda pelaksanaan, dan tanggung jawab perencanaan. 2. Konsep skematik rencana teknis, termasuk program ruang, organisasi hubungan ruang, dll. 3. Laporan data dan informasi lapangan, termasuk penyelidikan tanah sederhana, keterangan rencana kota, dll. b. Tahap Pra-rencana Teknis 1. Gambar-gambar rencana tapak. 2. Gambar-gambar pra-rencana bangunan. 3. Perkiraan biaya pembangunan. 4. Garis besar rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). 5. Hasil konsultasi rencana dengan Pemda setempat. 6. Gambar perspektif dan market (sepanjang diwajibkan). 7. Laporan hasil kegiatan lokakarya value engineering (khusus untuk bangunan diatas 12.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). c. Tahap Pengembangan Rencana 1. Gambar pengembangan rencana arsitektur, struktur utilitas. 2. Uraian konsep rencana dan perhitungan-perhitungan yang diperlukan. 3. Draft rencana anggaran biaya. 4. Draft rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). d. Tahap Rencana Detail 1. Gambar rencana teknis bangunan lengkap. 2. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). 3. Rencana kegiatan dan volume pekerjaan (BQ). 4. Rencana anggaran biaya (RAB). Page 50 5. Laporan perencanaan arsitektur, struktur, utilitas, lengkap dengan perhitunganperhitungan yang diperlukan. e. Tahap pelelangan 1. Dokumen tambahan hasil penjelasan pekerjaan, 2. Laporan bantuan teknis dan administratif pada waktu pelelangan. f. Tahap Pengawasan Berkala 1. Laporan pengawasan berkala. 2. Dokumen petunjuk penggunaan, pemeliharaan, dan perawatan peralatan/ perlengkapan/bangunan (bila ada). VI. K R I T E R I A

A. Kriteria Umum : Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh konsultan perencana seperti yang dimaksud pada KAK harus memperhatikan kriteria umum bangunan disesuaikan berdasarkan fungsi dan kompleksitas bangunan, yaitu : 1. Persyaratan Peruntukan dan Intensitas : a. menjamin bangunan gedung didirikan berdasarkan ketentuan tata ruang dan tata bangunan yang ditetapkan di Daerah yang bersangkutan, b. menjamin bangunan dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya, c. menjamin keselamatan pengguna, masyarakat, dan lingkungan. 2. Persyaratan Arsitektur dan Lingkungan : a. menjamin terwujudnya bangunan gedung yang didirikan berdasarkan karakteristik lingkungan, ketentuan wujud bangunan, dan budaya daerah, sehingga seimbang, serasi dan selaras dengan lingkungannya (fisik, sosial dan budaya). b. Menjamin terwujudnya tata ruang hijau yang dapat memberikan keseimbangan dan keserasian bangunan terhadap lingkungannya. c. Menjamin bangunan gedung dibangun dan dimanfaatkan dengan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. 3. Persyaratan Struktur Bangunan : a. menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dapat mendukung beban yang timbul akibat perilaku alam dan manusia. Page 51 b. Menjamin keselamatan manusia dari kemungkinan kecelakaan atau luka yang disebabkan oleh kegagalan struktur bangunan. c. Menjamin kepentingan manusia dari kehilangan atau kerusakan benda yang disebabkan oleh perilaku struktur. d. Menjamin perlindungan properti lainnya dari kerusakan fisik yang disebabkan oleh kegagalan struktur. 4. Persyaratan Ketahanan terhadap Kebakaran : a. menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dapat mendukung beban yang timbul akibat perilaku alam dan manusia. b. Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dibangun sedemikian rupa sehingga mampu secara struktural stabil selama kebakaran, sehingga : i. cukup waktu bagi penghuni melakukan evakuasi secara aman, ii. cukup waktu bagi pasukan pemadam kebakaran memasuki lokasi untuk memadamkan api, iii. dapat menghindari kerusakan pada property lainnya. 5. Persyaratan Sarana Jalan Masuk dan Keluar : a. menjamin terwujudnya bangunan gedung yang mempunyai akses yang layak, aman dan nyaman ke dalam bangunan dan fasilitas serta layanan di dalamnya. b. Menjamin terwujudnya upaya melindungi penghuni dari kesakitan atau luka saat evakuasi pada keadaan darurat.

c. Menjamin tersedianya aksesibilitas bagi penyandang cacat, khususnya untuk bangunan fasilitas umum dan sosial. 6. Persyaratan Transportasi dalam Gedung : a. menjamin tersedianya sarana transportasi yang layak, aman, dan nyaman di dalam bangunan gedung. b. Menjamin tersedianya aksesibilitas bagi penyandang cacat, khususnya untuk bangunan fasilitas umum dan sosial. 7. Persyaratan Pencahayaan Darurat, Tanda arah Keluar, dan Sistem Peringatan Bahaya : a. menjamin tersedianya pertandaan dini yang informatif di dalam bangunan gedung apabila terjadi keadaan darurat. b. Menjamin penghuni melakukan evakuasi secara mudah dan aman, apabila terjadi keadaan darurat. Page 52 8. Persyaratan Instalasi Listrik, Penangkal Petir dan Komunikasi : a. menjamin terpasangnya instalasi listrik secara cukup dan aman dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. b. Menjamin terwujudnya keamanan bangunan gedung dan penghuninya dari bahaya akibat petir. c. Menjamin tersedianya sarana komunikasi yang memadai dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. 9. Persyaratan Instalasi Gas : a. menjamin terpasangnya instalasi gas secara aman dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. b. Menjamin terpenuhinya pemakaian gas yang aman dan cukup. c. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan gas secara baik. 10. Persyaratan Sanitasi dalam Bangunan : a. menjamin tersedianya sarana sanitasi yang memadai dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. b. Menjamin terwujudnya kebersihan, kesehatan dan memberikan kenyamanan bagi penghuni bangunan dan lingkungan, c. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan sanitasi secara baik. 11. Persyaratan Ventilasi dan Pengkondisian Udara : a. menjamin terpenuhinya kebutuhan udara yang cukup, baik alami maupun buatan dalam menunjang terselenggaranya kegiatan dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. b. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan tata udara secara baik. 12. Persyaratan Pencahayaan :

efisien. VII. Solusi dan batasan-batasan kontekstual. Dengan batasan tidak mengganggu produktivitas kerja. antara dan pokok yang . sehingga bangunan dapat dilaksanakan dalam waktu yang pendek dan dapat dimanfaatkan secepatnya. baik alami maupun buatan dalam menunjang terselenggaranya kegiatan dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. terutama sebagai bangunan pelayanan kepada masyarakat. dan menjadi acuan tata bangunan dan lingkungan di sekitarnya. konsultan Perencana harus menyusun jadwal pertemuan berkala dengan Pengelola Satuan Kerja. Kriteria Khusus Kriteria khusus dimaksudkan untuk memberikan syarat-syarat yang khusus. 2. hendaknya diusahakan serendah mungkin. Kreatifitas desain hendaknya tidak ditekankan pada kelatahan gaya dan kemewahan material. geografi klimatologi. misalnya : 1. baik dari segi fungsi khusus bangunan. dan lain-lain. Menjamin adanya kepastian bahwa setiap usaha atau kegiatan yang menimbulkan dampak negatif suara dan getaran perlu melakukan upaya pengendalian pencemaran dan atau mencegah perusakan lingkungan. VIII. Bangunan gedung Negara hendaknya dapat meningkatkan kualitas lingkungan. spesifik berkaitan dengan bangunan gedung yang akan direncanakan. Kesatuan perencanaan bangunan dengan lingkungan yang ada disekitar. seperti dalam rangka implementasi penataan bangunan dan lingkungan. segi teknis lainnya. menarik tetapi tidak berlebihan. seperti faktor sosial budaya setempat. Persyaratan Kebisingan dan Getaran : a. B. E. C. di dalam melaksanakan tugasnya konsultan Perencana hendaknya memperhatikan azas-azas bangunan gedung Negara sebagai berikut : A. B. tetapi pada kemampuan mengadakan sublimasi antara fungsi teknik dan fungsi sosial bangunan. Dikaitkan dengan upaya pelestarian atau konservasi bangunan yang ada. 3. Bangunan gedung Negara hendaknya fungsional. Page 54 B. b. menjamin terwujudnya kehidupan yang nyaman dari gangguan sura dan getaran yang tidak diinginkan. A Z A S – A Z A S Selain dari kriteria diatas. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan pencahayaan secara baik. Dalam pertemuan berkala tersebut ditentukan produk awal. b. D. Desain bangunan hendaknya dibuat sedemikian rupa.a. Page 53 13. Dalam proses perencanaan untuk menghasilkan keluaran-keluaran yang diminta. biaya investasi dan pemeliharaan bangunan sepanjang umurnya. PROSES PERENCANAAN A. menjamin terpenuhinya kebutuhan pencahayaan yang cukup.

perkerasan. Air bersih : 1. Keinginan tentang kemungkinan perubahan fungsi ruang/bangunan. . Jangka waktu pelaksanaan. perincian penggunaan lahan. Page 55 iii. meliputi : i. jenis. iv. penghijauan dan lain-lain.harus dihasilkan konsultan sesuai dengan rencana keluaran yang ditetapkan dalam KAK ini. ( ……………………. konsultan harus selalu memperhitungkan bahwa waktu pelaksanaan pekerjaan adalah mengikat. IX. ii. khususnya sampai diserahkannya dokumen perencanaan untuk siap dilelangkan adalah …. vi. dan topografi. Informasi tentang lahan. Kebutuhan bangunan : i. struktur organisasi. atau selambat-lambatnya tanggal ……………. v. Dalam pelaksanaan tugas. batas-batas. Keinginan tentang ruang-ruang tertentu. berat. konsultan Perencana harus mencari informasi yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Kepala satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini. dan dimensinya. 2. iv. c. iii.. koefisien dasar bangunan. penunjang. kondisi fisik lokasi seperti : luasan. ) hari kalender. peruntukan tanah. Keinginan-keinginan tentang utilitas bangunan seperti : i. 3. vii. baik yang berhubungan dengan pemakai atau perlengkapan yang akan digunakan dalam ruang tersebut. Perlengkapan/peralatan khusus. b. Pemakai bangunan : i. f. baik yang berasal dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen maupun yang dicari sendiri. I n f o r m a s i 1. Untuk melaksanakan tugasnya. Kesalahan/kelalaian pekerjaan perencanaan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab Konsultan Perencana. keadaan air tanah. keinginan tentang organisasi / pemanfaatan ruang. e. Dalam hal ini informasi yang diperlukan dan harus diperoleh untuk bahan perencanaan diantaranya mengenai hal-hal sebagai berikut : a. jumlah personil-personil sekarang dan proyeksi pengembangan untuk ………. koefisien lantai bangunan. D. Kegiatan utama. Kebutuhan (sekarang dan proyeksi mendatang). kondisi tanah (hasil soil test). ii. ii. d. C. program ruang. Tahun mendatang (umumnya 5 tahun). MASUKAN A. Konsultan Perencana harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya. pelengkap.

intercom). spesifikasi). sumber daya dan spesifikasinya. (bila dipersyaratkan) 1. Perencana : a. telex.2. TENAGA Untuk melaksanakan tujuannya. 3. Struktur : …………………………. radio. Penanggulangan bahaya kebakaran (bila dipersyaratkan) : vii. pembagian beban. Tata Udara/ A. Dan lain-lain sesuai keperluannya. 3. Type dan kapasitas yang akan dipilih. Orang . sistem yang diinginkan. Orang b. iii. 2. baik ditinjau dari segi lengkap (besar) proyek maupun tingkat kompleksitas pekerjaan. interval dan waktu tunggu (Waiting Time). x. kebutuhan titik pembicaraan. Koordinasi perencanaan ……………. 1. Pengaman dari bahaya pencurian dan perusakan (bila dipersyaratkan) : viii. B. Page 56 ix.C. 2. sistim yang dipilih. 1. ii. 1. kebutuhan daya. Air kotor dan sampah. Jaringan listrik : 1. Tenaga-tenaga ahli yang dibutuhkan dalam kegiatan perencanaan minimal terdiri dari : (kualifikasi masing-masing tenaga ahli disesuaikan berdasarkan kebutuhan/ kompleksitas proyek). jaringan dan kapasitasnya. Air hujan dan air buangan : 1. 2. 2. Transportasi vertical dalam bangunan (bila dipersyaratkan). cara pembuangan keluar tapak. Arsitektur : …………………………. penggunaan escalator dan conveyor. cadangan apabila dibutuhkan (kapasitas. Orang c. iv. konsultan Perencana harus menyediakan tenaga yang memenuhi ketentuan proyek. Orang 2. 2. Utilitas : …………………………. vi. letak saluran kota. 3. sumber air. v. beban (Ton ref). Jaringan komunikasi (telepon.

dikembangkan. Orang X. Page 58 SURAT PERINTAH KERJA KEPALA SATUAN KERJA / PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………………… BRR NAD – Nias . maka konsultan hendaknya memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan. Orang 5. B. Perhitungan biaya dan kuantitas Pekerjaan : …………………………. Jadwal kegiatan secara detail. dilengkapi untuk Kebutuhan proyek yang bersangkutan. Tenaga teknis lainnya sesuai kebutuhan dan lingkup kompleksitas Pekerjaan : …………………………. Alokasi tenaga yang lengkap (disiplin dan keahliannya). Administrasi : ………………………….. 3. Program kerja secara keseluruhan harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. P E N U T U P A. B. PROGRAM KERJA A. 2. Berdasarkan bahan-bahan tersebut konsultan agar segera menyusun program kerja untuk dibahas dengan Kepala Satuan Kerja / Pejabat Pembuat Komitmen. Page 57 XI.3.. Setelah Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini diterima. NIP : …………………. Konsultan Perencana harus segera menyusun program kerja minimal meliputi: 1. Tenaga-tenaga yang diusulkan oleh konsultan perencana harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen. Catatan : Model KAK tersebut diatas bersifat pokok yang masih Harus disesuaikan. Orang 4. Konsep penanganan pekerjaan perencanaan. DIBUAT DI : …………………… TANGGAL : …………………… KEPALA SATUAN KERJA/ PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………. setelah sebelumnya dipresentasikan oleh Konsultan Perencana dan mendapatkan pendapat teknis dari Tim Teknis Satuan Kerja.

Nama : ……………………………………….... dan mengurus perijinan sampai mendapatkan advis planning. membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK. keterangan persyaratan bangunan dan . Surat Perintah Kerja (SPK) ini diperintahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dengan ketentuan dan syarat-syarat seperti tersebut dibawah ini : 1. Jabatan : ………………………………………. Nama Badan Usaha : ………………………………………. PEKERJAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN / REHABILITASI / RENOVASI / RESTORASI ………………………………………………………………………. Alamat Kantor : ………………………………………. Membuat pra-rencana teknis seperti : rencana tapak. Nama : ………………………………………. Selaku Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA. Tugas Pekerjaan : Pekerjaan Perencanaan yang akan dilaksanakan adalah : Pembangunan/Rehabilitasi/ Renovasi/Restorasi …………………………………. Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Pelelangan/ Pemilihan Langsung Nomor : …………………….. Alamat Badan Usaha : ………………………………………. perkiraan biaya... dan konsultasi dengan pemerintah daerah setempat mengenai peraturan daerah/perijinan bangunan.. di …………………………. dengan ini kami yang bertandatangan dibawah ini : 1. (lokasi pekerjaan) yang meliputi tugas-tugas sebagai berikut : Page 59 a. Jabatan : ……………………………………….Nomor : ………………………………………. pra-rencana bangunan termasuk program dan konsep ruang. b. Tanggal …………………………. Melaksanakan pekerjaan persiapan perencanaan seperti : mengumpulkan data dan informasi lapangan (termasuk penyelidikan tanah sederhana). MEMERINTAHKAN KEPADA : 2... Selaku Konsultan Perencana Pekerjaan …………………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Tanggal : ………………………………………..

Kekuarangan informasi dan kesalahan menterjemahkan informasi adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. c. tanggal : ………………… b. 3.. Cara Pembayaran a. Pembayaran tahap kedua sebesar 25% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. …………………………. evaluasi penawaran dan menyusun kembali dokumen lelang bilamana terjadi lelang ulang. dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 15%. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan tahap pengembangan rencana dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. dan rencana perkiraan biaya.. Pembayaran tahap kesatu sebesar 15% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp ………. c. 2.sesuai dengan DIPA/RKA-KL Nomor : ……………………. dan utilitas secara lengkap beserta prasarananya termasuk perhitungan sesuai keperluannya. Memeriksa dan mengesahkan gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (As-Built Drawings). (……………………………………………). d. Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajakpajak. h. …………………. aanwijzing. detail struktur. yang merupakan jumlah tetap dan pasti (lumpsum fixed price). f.. membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan membuat laporan akhir perencanaan termasuk petunjuk penggunaan peralatan bangunan dan perawatannya. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahap konsep teknis dan tahap pra-rencana teknis. struktur. Mengadakan pengawasan berkala selama dalam pelaksanaan konstruksi fisik dan membuat laporan pengawasan berkala.lingkungan. Mengadakan persiapan pelelangan. Pembayaran tahap ketiga sebesar 40% dari jumlah biaya perencanaan yakni . detail utilitas. Besarnya biaya pekerjaan perencanaan adalah Rp. Membuat pengembangan rencana teknis seperti : rencana arsitektur. Biaya Perencanaan a. Page 60 b. e. membantu panitia pelelangan dalam menyusun program dan pelaksanaan pelelangan. (…………………………………. dan IMB pendahuluan dari Pemerintah Daerah setempat. (………………………………………. yang dibebankan pada Satuan Kerja……………………. dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. g. seperti membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pelelangan. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.). menyusun Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).). dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 40%. Membuat gambar detail rencana seperti : gambar detail arsitektur.

c. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. (…………………. antara lain : i. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) : ……………………………… Nomor : ………………. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. b.) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 85%. i. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias.) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan pelaksanaan mencapai 100%. Page 61 j. iii. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. yaitu PIHAK PERTAMA sudah menunjuk Kontraktor Pelaksana dan PIHAK KEDUA telah menyelesaikan pekerjaan pada tahap pelelangan serta diterima baik oleh PIHAK PERTAMA. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/ KPTS/ 2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. e. (……………………………………. d. Persyaratan dan Spesifikasi Teknis a.. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak 4. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. h. Pembayaran tahap kelima/terakhir sebesar 15% dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan yakni sejumlah Rp …………. d. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. (……………………….). f. …………………... . SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. dan PIHAK KEDUA telah menyerahkan seluruh hasil tugas tanggung jawabnya kepada PIHAK PERTAMA termasuk laporan pengawasan berkala.. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan rencana detail dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. e. SNI 03 – 1727 -1989 Tentang Tatacara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung.. ii. Pembayaran tahap keempat sebesar 5 % dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp ……………. g. yaitu dilaksanakan Serah Terima Pertama Pekerjaan Konstruksi Fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA.sejumlah Rp. SNI 03 – 1729 – 1989 Tentang Tatacara Perencanaan Baja untuk Gedung. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. k. Tanggal ………………………. iv. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 80%.

. (…………………………) hari kalender terhitung ditandatanganinya Surat Perintah Kerja ini. SNI 03 – 2410 – 1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. vii. vi. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Pemimpin Proyek/Bagian Proyek PT/CV ……………………. j. 5. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan perencanaan yang ditetapkan. b. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya. Jangka Waktu Jangka waktu pelaksanaan sampai dengan penyerahan dokumen pelelangan sebagaimana yang disebut dalam butir 1 Surat Perintah Kerja ini ditetapkan selama ……. maka untuk setiap hari kelambatan PIHAK KEDUA wajib membayar denda kelambatan sebesar ……. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dalam batas waktu yang ditetapkan. o/oo (………permil) dari bi aya pekerjaan perencanaan (umumnya 3%). maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri …………. h. prosen) dari biaya pekerjaan perencanaan (umumnya 10%). Semua ketentuan dan peraturan serta Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. . 7. Penyelesaian Perselisihan a. c. Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ……………… dan mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.% (….. a. Jumlah denda kumulatif ditetapkan maksimum …. Sanksi dan Denda. i..v. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar … % (…… persen) dari biaya pekerjaan perencanaan dengan ketentuan bahwa. Jika terjadi perselisihan dikemudian hari. SNI 03 – 1736 – 1989 Tentang Tatacara Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya. 6. PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya (umumnya 1-3%). Page 62 b.

50 juta.…………………………………. Page 63 SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI ……………………………………………………………………. Tanggal ………… bulan………. Nama Perusahaan : …………………………………. NIP ……………… Catatan : *) Ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan Model perjanjian dengan SPK berlaku hanya untuk pekerjaan yang nilainya sampai RP. ketentuan-ketentuan .. bertindak untuk dan atas nama …………………… (nama Badan Usaha). SATUAN KERJA/PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………. Nama : ………………………………….. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA. Maka dengan ini disetujui oleh dan di antara pihak-pihak tersebut.. tahun ………………. Jabatan : …………………………………. tanggal …………. Nama : …………………………………. BRR NAD – Nias Nomor : ………………………………… Tanggal : ………………………………… Pada hari ini …………. ………………. Tanggal …………… oleh Notaris di ……………… dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya. Dengan 2. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias Nomor : ……………….. Alamat : …………………………………. Yang didirikan dengan Akte Notaris Nomor : …………………. …………………… *) ……………. Jabatan (struktural) : ………………………………… Alamat : …………………………………. telah ditunjuk selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia.. kami yang bertandatangan di bawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan perencanaan : Antara 1. yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA..

f. i. Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. Melaksanakan pekerjaan persiapan perencanaan seperti : mengumpulkan data dan informasi lapangan (termasuk penyelidikan tanah sederhana). Di ………………………………… Page 64 2. detail struktur. dan IMB pendahuluan dari Pemerintah Daerah Setempat. Membuat pra-rencana teknis seperti : rencana tapak. seperti membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pelelangan. pra-rencana bangunan termasuk program dan konsep ruang. aanwijzing. g. menyusun Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). Mengadakan persiapan pelelangan. detail utilitas. membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK. Tugas pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). yaitu untuk melaksanakan : Pekerjaan perencanaan Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi ……………. membantu panitia pelelangan dalam menyusun program dan pelaksanaan pelelangan. Membuat pengembangan rencana teknis seperti : rencana arsitektur. c. Menyelenggarakan paket kegiatan lokakarya value engineering (VE) selama 40 (empat puluh) jam secara in house (khusus untuk pembangunan bangunan gedung diatas luas 12. e. PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut. dan mengurus perijinan sampai mendapatkan advis planning. h. Mengadakan pengawasan berkala selama dalam pelaksanaan konstruksi fisik dan membuat laporan pengawasan berkala. Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perjanjian ini. d. Membuat gambar detail rencana seperti : gambar detail arsitektur. perkiraan biaya. b. dan utilitas secara lengkap beserta prasarananya termasuk perhitungan sesuai keperluannya. membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan membuat laporan akhir perencanaan termasuk petunjuk penggunaan peralatan bangunan dan perawatannya.000 M2 atau diatas 8 lantai) pada tahap pra-rencana. seperti antara lain : a. dan konsultasi dengan pemerintah daerah setempat mengenai peraturan daerah/perijinan bangunan. Kekurangan informasi dan kesalahan menterjemahkan informasi adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) ……………………… Nomor : . struktur.sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal di bawah ini : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1. keterangan persyaratan bangunan dan lingkungan. Memeriksa dan mengesahkan gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (As-Built Drawings). dan rencana perkiraan biaya. yaitu : a. evaluasi penawaran dan menyusun kembali dokumen lelang bilamana terjadi lelang ulang.

Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. Page 65 b. Tanggal : ……………………………………………….. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. f. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : ……………………………………………. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Tanggal : ……………………………………………. Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… c. e. d.……………………………………………….. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. h. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : a. c. Surat Keputusan Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………. l. i. . f. Surat Usulan Calon Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… d. e. Tanggal : ……………………………………………. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. b. antara lain : i. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. g. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Addendum (bila ada) 2. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan.

keahlian dan pengalaman yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan perencanaan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan ketentuan dalam Surat Perjanjian ini. SNI 03 – 1729 – 1989 Tentang Tatacara Perencanaan Baja untuk Gedung. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. v. vi. 3. 2. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas kerugian PIHAK PERTAMA. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. SNI 03 – 1727 -1989 Tentang Tatacara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. Pekerjaan Perencanaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini. m. .Page 66 ii. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 surat perjanjian ini dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan merupakan tanggung jawab PIHAK KEDUA. sebagai akibat kesalahan perencanaan tersebut. iv. SNI 03 – 1736 – 1989 Tentang Tatacara Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung. 5. dan juga tidak dibenarkan merangkap sebagai Konsultan Manajemen Konstruksi. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan seluruhnya atau sebagian tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada pihak lain. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. iii. 6. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN 1. k. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan perencanaan yang ditetapkan. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan baik langsung ataupun tidak langsung turut serta baik sebagai sub Kontraktor maupun pemasok bahan bangunan dari proyek ini. Page 67 7. PIHAK KEDUA harus bersedia memberikan cetakan-cetakan yang merupakan hasil dari kegiatan yang telah dilaksanakannya kepada PIHAK PERTAMA apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dengan biaya dari PIHAK KEDUA. SNI 03 – 2410 – 1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. vii. kecuali dengan persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. 4. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kebenaran perencanaan yang dihasilkannya dan segala kesalahan-kesalahan perencanaan yang baru diketahui pada waktu pelaksanaan dan pasca konstruksi. l.

6. Laporan pengawasan berkala b. b. Hasil konsultasi rencana dengan Pemda setempat. Tahap Konsep Rencana Teknis a. c. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PERENCANAAN Hasil pekerjaan perencanaan oleh PIHAK KEDUA yang harus disampaikan kepada PIHAK PERTAMA dan dibuat dalam rangkap 5 (lima).000 m2 atau lebih dari 8 lantai). d. b. b. metoda pelaksanaan. Draft rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). Laporan data dan informasi lapangan. e. Kelancaran pelaksanaan proyek yang berhubungan dengan perencanaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. Page 68 d. Gambar-gambar pra-rencana bangunan. 5. pemeliharaan. Garis besar rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). Gambar rencana teknis bangunan lengkap. utilitas. organisasi hubungan ruang. dll. c. Tahap Pengembangan Rencana a. struktur. Laporan perencanaan arsitektur. e. Dokumen petunjuk penggunaan. 9. b. Gambar-gambar rencana tapak. 3. dan perawatan peralatan/ perlengkapan/ bangunan (bila ada). Laporan bantuan teknis dan administrative pada waktu pelelangan. c. g. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). 2. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. 4. Tahap Pra-rencana Teknis : a. Tahap Rencana Detail a. lengkap dengan perhitunganperhitungan yang diperlukan. Tahap Pengawasan Berkala a. dll. c. dan tanggung jawab waktu perencanaan.8. rencana teknis. Konsep skematik. keterangan rencana kota. Draft rencana anggaran biaya. d. . Dokumen tambahan hasil penjelasan pekerjaan. Laporan hasil kegiatan lokakarya value engineering (khusus untuk bangunan diatas 12. Gambar pengembangan rencana arsitektur. Perkiraan biaya pembangunan. Rencana kegiatan dan volume pekerjaan (BQ). b. termasuk konsep organisasi. Rencana Anggaran Biaya (RAB). Konsep penyiapan rencana teknis. struktur utilitas. Tahap Pelelangan a. Gambar perspektif dan maket (sepanjang diwajibkan). f. Uraian konsep rencana dan perhitungan-perhitungan yang diperlukan. setidak-tidaknya adalah sebagai berikut : 1. termasuk program ruang. jumlah dan kualifikasi tim perencana. termasuk penyelidikan tanah sederhana.

. 3. …………………… (…………………………. dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Page 69 Pasal 6 BIAYA PEKERJAAN PERENCANAAN 1.. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan tahap pengembangan rencana dan telah diterima . yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahap konsep rencana teknis dan tahap pra-rencana teknis.Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PERENCANAAN 1. Jumlah biaya pekerjaan perencanaan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp ………………… (………………………………………………) merupakan biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price). (Surat Perintah Kerja) sampai dengan tanggal ……………. yang dibebankan pada proyek : ………………………………… sesuai dengan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor : ……………………….3 dan 4 Surat Perjanjian ini ditetapkan selama …………… (…………………. atau adanya perintah perubahan tugas pekerjaan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. Pembayaran tahap kesatu sebesar 15% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Dalam jumlah biaya pekerjaan perencanaan tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak.2. 2. ) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 40%. ( ………………………………. Pekerjaan yang tercantum dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini harus diselesaikan tahap demi tahap setelah mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA. yang mengakibatkan terdapat perpanjangan/ penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum). Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan perencanaan sampai dengan penyerahan dokumen pelelangan sebagaimana disebut dalam pasal 4 ayat 1. 2. tanggal …………… Tahun Anggaran …………/………… 2.) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 15%. 4. Pembayaran tahap kedua sebesar 25% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. Hasil pekerjaan perencanaan sampai mencapai prestasi 100% sebagaimana disebut dalam pasal 4 ayat 6 Surat Perjanjian ini paling lambat harus sudah selesai dan diserahkan kepada PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kalender terhitung setelah tanggal dilaksanakan serah terima pertama pekerjaan pelaksanaan fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. Pasal 7 CARA PEMBAYARAN Pembayaran biaya pekerjaan perencanaan dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan prestasi pekerjaan perencanaan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Jangka waktu penyelesaian pekerjaaan tersebut dalam ayat 2 dan 3 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA kecuali adanya keadaan memaksa seperti diatur dalam Pasal 14 Surat Perjanjian ini. ……………….. dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA.) hari kalender terhitung sejak tanggal …………….

Pembayaran tahap keempat sebesar 5 % dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp.. Pembayaran tahap kelima/terakhir sebesar 15% dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan yakni sejumlah Rp …………. Selambat-lambatnya pada saat perjanjian perencanaan ini ditandatangani. 2. ) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 80 %. maka jaminan pelaksanaan perencanaan menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA. 2. Bila jangka waktu berlakunya Surat Jaminan Perencanaan berakhir sebelum dilaksanakannya Serah Terima Dokumen pekerjaan seperti dalam ayat 2 pasal ini.000. maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa berlakunya dan harus dijamin tidak ada waktu senggang diantaranya.. yaitu PIHAK PERTAMA sudah menunjuk Kontraktor Pelaksana dan PIHAK KEDUA telah menyelesaikan pekerjaan pada tahap pelelangan serta diterima baik oleh PIHAK PERTAMA.dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA Surat Jaminan Pelaksanaan Perencanaan berupa Surat Jaminan Bank Umum atau Perusahaan Asuransi Kerugian sebesar 5 % dari biaya perencanaan. Pembayaran tahap ketiga sebesar 40% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp.. 4. dan PIHAK KEDUA telah menyerahkan seluruh hasil tugas dan tanggung jawabnya sebagaimana tercantum dalam Pasal 4 ayat 1. (…………………………………. 3. Dalam hal PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian ini dan terjadi pemutusan hubungan perjanjian sesuai pasal 15. 5 dan 6 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA.(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Pasal 9 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1. yaitu dilaksanakan Serah Terima Pertama Pekerjaan Konstruksi Fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. ( …………………………………. 3. 4. setelah Serah Terima I pekerjaan konstruksi fisik dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugasnya. 3. Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak Pasal 8 JAMINAN PELAKSANAAN PERENCANAAN 1. atau sejumlah Rp ………………………. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan rencana detail dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. Segala pajak-pajak sehubungan pekerjaan perencanaan ini ditanggung oleh PIHAK .) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 85%. diserahkan kembali oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. 5. ………………… (…………………………. (…………………………) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan pelaksanaan mencapai 100%.). Surat Jaminan tersebut pada ayat 1 pasal ini. 4. 2. Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai tempel Rp 6. Page 70 6.. ……………….

keahlian serta ketrampilannya sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan yang telah disetujui oleh PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA diwajibkan menggunakan bentuk organisasi dan menyediakan tenaga kerja yang cukup jumlah. harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA.KEDUA. tetapi PIHAK KEDUA tidak juga memperbaiki kelalaian tersebut.% (…… persen) dari jumlah biaya pekerjaan Perencanaan (umumnya 10%). Jika PIHAK KEDUA terlambat menyelesaikan pekerjaan perencanaan dalam batas waktu yang telah ditetapkan dalam Pasal 5 Surat Perjanjian ini akibat kelalaian PIHAK KEDUA. dan dapat menerima/ memberikan/ memutuskan segala petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA. 2. 2. yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan. dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. maka untuk setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar …. Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan perencanaan bertentangan dengan Surat . Page 71 Pasal 11 PELAKSANA PIHAK KEDUA 1. Agar pekerjaan perencanaan berjalan seperti yang ditetapkan. 3. 3. Penanggung Jawab Pekerjaan yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi syarat.% (…. Pasal 10 TENAGA KERJA DAN UPAH 1. maka PIHAK PERTAMA memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA harus segera mengganti dengan Petugas/tenaga ahli lain yang memenuhi persyaratan yang diminta oleh PIHAK PERTAMA. 3. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar … o/oo (……… Permil) dari biaya pekerjaan perencanaan untuk setiap hari kelambatan penyelesaian pekerjaan (umumnya 3o/oo). Maksimum denda kumulatif ditetapkan sebesar ….. Persen) dari biaya Perencanaan dengan ketentuan PIHAK KEDUA tetap berkewajiban untuk memperbaiki kesalahan/kelalaian yang diperingatkan tersebut (umumnya 1-3%). sehubungan dengan pekerjaan Perencanaan ini. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. Ongkos-ongkos dan upah tenaga kerja yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan Perencanaan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA. 4. 4. yang mempunyai wewenang/ kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA. Ditempat pekerjaan perencanaan PIHAK KEDUA harus menyediakan tenaga-tenaga ahli untuk menyelesaikan pekerjaan yang sesuai dengan tugas-tugas yang tercantum dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. Jika PIHAK KEDUA melalaikan ketentuan dalam Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut dari PIHAK PERTAMA. 2. Penunjukan Penangggung Jawab Pekerjaan. Pasal 12 SANKSI DAN DENDA 1. Untuk setiap tahapan pekerjaan perencanaan harus ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai penanggung jawab pekerjaan.

Bencana alam (gempa bumi. revolusi. 2. makar. Pasal 14 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 1. akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA. Denda-denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini. badai dan banjir). maka : a. c. maka PIHAK KEDUA setuju diberi imbalan biaya/jasa sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam melaksanakan tugas tersebut. maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis. jumlah dan kualifikasi tenaga ahli yang telah ditetapkan. b. kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan kontraktor). PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kerugian tersebut. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. pemberontakan. tanah longsor. Perang. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan Memaksa. b. Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan perencanaan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. Apabila selama ………… (………………………………….Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA. 6. d. d. c.. maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. Yang dimaksud “keadaan memaksa” dalam perjanjian ini adalah peristiwa-peristiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak.) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini. 2. akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. yaitu : a. Biaya perencanaan bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. e. Apabila terjadi “keadaan memaksa”. Page 72 Pasal 13 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN 1. Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA). Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah. 5. . huru-hara. Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 10 ayat 1 Surat Perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan memaksa” tersebut. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan memaksa” tersebut. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA.

atas biaya ditanggung oleh PIHAK KEDUA. c. d. e. tetapi berhak atas pembayaran prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan serta kerugian Negara. Page 74 Pasal 16 . PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : a. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA. Apabila “keadaan memaksa” itu ditolak oleh PIHAk PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan Pasal 5. f. h. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Perencana lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 diatas. Pasal 15 Surat Perjanjian ini. Dalam waktu satu bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan perencanaan yang telah dimulainya. dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban Page 73 keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA.f. maka perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. seperti dalam Pasal 12 ayat 3 Perjanjian ini. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian perencanaan ini. karena kelalaian PIHAK KEDUA. Dalam hal adanya pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. g. Pasal 12. 3. 3. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. Jika terjadi Pemutusan Perjanjian Perencanaan ini. PIHAK KEDUA memberikan keterangan yang tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan Pekerjaan Perencanaan ini. Selain yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. 2. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam Pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati. Pasal 15 PEMUTUSAN PERJANJIAN 1. b. maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA. Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal terbitnya Surat Perintah Kerja tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan perencanaan sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas perencanaan sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 4 Surat Perjanjian ini. Denda kumulatif telah mencapai maksimum 10% (sepuluh prosen) dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan. 4.

Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota. Pasal 17 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian perencanaan ini. beserta segala akibat hukumnya. ……………………………. ……………… …………………………………. dan c. Page 75 3. Pasal 18 PENUTUP 1. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pekerjaan perencanaan ini. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. b.PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. ……………………… …………………………………. dan dinyatakan berlaku sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. 2.. Surat Perjajian ini dibuat dalam rangkap …… (………. dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. 4.. dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : a. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. 2. maka akan diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit. yang dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak. . Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di ……………………… pada hari dan tanggal tersebut diatas. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak...) bermeterai cukup. NIP . sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Perencana Pemimpin Proyek/Bagian Proyek PT/CV. *)……………………. Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota. Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. 3. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri …………………………. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak.

........ Telah melaksanakan pekerjaan perencanaan untuk : a....................................... e............... f..... Pekerjaan : ............................... Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : ... (…………………………............. b....... Page 76 LAPORAN PEKERJAAN PERENCANAAN SATUAN KERJA : ……………………… …………………………………………….............. Waktu Perencanaan : ......................................) h.....................Catatan : *) Ditandatangani penanggung jawab perusahaan Pasal 8 (Jaminan Pelaksanaan) berlaku untuk pekerjaan dengan nilai Rp 50 juta keatas. g... Perencanaan Tanggal : .... c................. Konsultan Perencana : ... d..... LAMPIRAN : ……………………… 1. Departemen/Lembaga : ............. Biaya Perencanaan : Rp.. Dalam Surat Perjanjian tidak boleh ada tipp-ex dan tulisan tangan (nomor dan tanggal Misalnya) dan masing-masing lembaran diparaf oleh pihak pertama dan pihak kedua........... DIPA : Nomor : ............ LAPORAN PEKERJAAN PERENCANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : …………………….. Tanggal : ........................................ Lokasi : ................. ......................

% .... 3...% Kemajuan pekerjaan telah mencapai prestasi sebesar : ……....% (……………………) prosen. 5............. Diperiksa oleh : Dibuat oleh : **) Konsultan Manajemen Konstruksi Konsultan Perencana ....% ....% ... 6.% .% ..............................% ..... Tgl..% ........ Mulai : ………….......% ........ Page 77 Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya.... Pelaksanaan pekerjaan perencanaan tersebut meliputi ( laporan lengkap terlampir): No Tahap pekerjaan Bobot pekerjaan Tahap Penyelesaian Pekerjaan Bobot Prestasi 1.% ... Selesai : ………….. Jml........minggu : …………..% ....... 2..Tgl...... Tahap konsep rencana teknis Tahap pra-rencana teknis Tahap pengembangan rencana teknis Tahap gembar detail rencana teknis Tahap pelelangan sampai terbitnya SPK Tahap pengawasan berkala 10% 15% 25% 30% 5% 15% ........% Jumlah 100% ...% .. 4.. 2..

PT/CV………………………. Tanggal : ……………....……………………………………… BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN PERENCANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. Kelengkapan Laporan tersebut di ketahui oleh Tim Teknis Satuan Kerja/PPK yang bersangkutan Page 78 BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN PERENCANAAN SATUAN KERJA : ……………………… ……. …………………………. . Minggu ke : …………….. Jabatan : Kepala Satuan Kerja ……………. ………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan **) Bila tidak menggunakan Konsultan MK. : ……………………… LAMP.*) : Laporan Pekerjaan Perencanaan Nomor : …………….PT/CV.. Nama : …………………………………………………………. Pada hari ini. Disetujui oleh : **) Tim Teknis Satuan Kerja/PPK ……………………………… Nip. ……………………. *) …………………………. Nip. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. ……………………. ……………………………… ……………………………….

.. Lokasi : ……………………………………………… 3. tanggal ………………………. Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : ……………………. Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan/SPK Nomor : ……………………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.... Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris …………………………….. Tanggal : …………………………………………. Alamat kantor : ………………………………………………………. tanggal …………………… Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Pekerjaan Perencanaan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan perencanaan untuk : Page 79 1. 2. Nomor : …………………………………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. Pekerjaan : ……………………………………………… 2. DIPA : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 Penyerahan sebagaimana yang dimaksud pasal 1 diatas termasuk meliputi (sesuai Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan ) : . Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….Tanggal : …………………………………………... Satuan Kerja : ……………………………………………… 4. Kedua belah pihak berdasarkan : 1.

: ……. ……………………………… ………………………………… *) …………………………. (……………………. (……………………. ………………………………….. ……. : ……………………… LAMP. Nip..……………………… BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PERENCANAAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Perencana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV.) rangkap 2. Pada tanggal tersebut diatas. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. Tanggal : ……………. Pada hari ini. Nama . dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. ……………….. Dan seterusnya : …….. ……………………....1. …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 80 BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PERENCANAAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN SATUAN KERJA : ……………………… …………………….) rangkap Demikian Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Perencanaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………..*) : Laporan Pekerjaan Perencanaan Nomor : …………….. Minggu ke : …………….

... Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Perencanaan .. DIPA : Nomor : …………………… Tanggal : …………………… e. Lokasi : ……………………………………. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris …………………………….. Nomor : …………………………………………. Satuan Kerja : ……………………………………. Alamat kantor : ………………………………………………………. Dengan ini menyatakan : 1. f.. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. Kedua belah pihak telah setuju dan sepakat bahwa. Tanggal : …………………………………………. Pekerjaan : …………………………………….......... b..: ………………………………………………………….. c.. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………. Jabatan : Kepala Satuan Kerja /PPK .……………………. untuk : a.. Konsultan Perencana : ……………………………………. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. Tanggal : …………………………………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. d.

) prosen. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. Pada tanggal tersebut diatas... Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Perencanaan tersebut butir 1. Angsuran ke …… = Rp. ……………………………. Angsuran ke …… = Rp. …………………….) Demikian Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Perencanaan ini dibuat dan ditandatangani di ………………………….Tanggal : …………………… Page 81 g. Nip. ayat…. ………………………………… Prestasi pekerjaan perencanaan telah mencapai kemajuan sebesar : …………. ……………………………. Jumlah yang telah dibayarkan = Rp. = Rp. % (………………………………….. …………………………….. ……………………………. 2.. 4... ……………………………. Pada angsuran pembayaran ini PIHAK KEDUA Berhak dibayarkan sebesar : = Rp. 3. Biaya Perencanaan : Rp. dan prestasi yang dilaporkan. Kepada PIHAK KEDUA. ……………………………… ………………………………… **)………………………. maka PIHAK KEDUA telah berhak menerima dari PIHAK PERTAMA sejumlah : ……… % x Rp …………………. …………………………… Catatan : *) Untuk BA 100% juga dilampirkan BA serah terima pekerjaan **) Penanggung jawab perusahaan Page 82 Lampiran III : . …………………………………. c. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Perencana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV. telah dibayarkan : ….f diatas. …………………………… Terbilang : (……………………………………………………………….. Berdasarkan pasal …. b. Angsuran ke …… = Rp. (……………………………) kali angsuran pembayaran yaitu : a.

KONTRAK PEKERJAAN PENGAWASAN 4.. Konsultan pengawas bertujuan secara umum mengawasi pekerjaan konstruksi. 4. proses dan keluaran yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterpretasikan ke dalam pelaksanaan tugas pengawasan. Untuk penyelenggara kegiatan yang dimaksud. Pelaksanaan pengawasan lapangan harus dilakukan oleh pemberi jasa pengawasan yang kompeten. dan dilakukan secara penuh dengan menempatkan tenaga-tenaga ahli pengawasan di lapangan sesuai kebutuhan dan kompleksitas pekerjaan. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan Pengawas yang memuat masukan. Kinerja pengawasan lapangan sangat ditentukan oleh kualitas dan intensitas pengawasan. KERANGKA ACUAN KERJA PEKERJAAN PENGAWASAN 2. 3. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian kegiatan Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen……………………………. dibentuk Pengelola Satuan Kerja /Pejabat Pembuat Komitmen berdasarkan SK Kepala Satuan . 2. 2. PENDAHULUAN A.Keputusan Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara Nomor: 154/KEP/BP-BRR/X/2006 LAMPIRAN III 1. dari segi biaya. agar rencana teknis yang telah disiapkan dan digunakan sebagai dasar pelaksanaan konstruksi dapat berlangsung operasional efektif. BERITA ACARA PEKERJAAN PENGAWASAN Page 83 KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEKERJAAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/ RESTORASI ………………………………………………………. 2. SATUAN KERJA/PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………… BRR NAD-Nias I. serta yang secara menyeluruh dapat melakukan kegiatannya berdasarkan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang telah disepakati. MAKSUD DAN TUJUAN 1. azas. B. C. Pemegang Mata Anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias. 3. SURAT PERINTAH KERJA PEKERJAAN PENGAWASAN 3. LATAR BELAKANG 1. Setiap pelaksanaan konstruksi fisik bangunan gedung Negara yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana harus mendapatkan pengawasan secara teknis di lapangan. criteria. UMUM 1. Dengan penugasan ini diharapkan Konsultan Pengawas dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memenuhi sesuai KAK ini. mutu dan waktu kegiatan pelaksaan.

mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Pemborong. Lingkup kegiatan meliputi Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/ Restorasi …………………………………..Page 84 Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen Nomor:……………………. D. 5. Menyusun berita acara kemajuan pekerjaan. peralatan dan metoda pelaksanaan. yang terdiri dari komponen kegiatan : 1. B. 4. Tanggal …………… dengan susunan organisasi seperti pada lampiran. Mengawasi pemakaian bahan. 6. Tanggal ………………. Dan seterusnya. serta mengawasi ketepatan waktu. laporan harian. dan biaya pekerjaan konstruksi. 3. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Pemborong. 2. …………………………………………………………………. LINGKUP KEGIATAN a. Dan SK tentang Pembentukan Panitia Lelang/Pengadaan/penunjukan langsung Nomor:…………………………. 3. …………………………………………………………………. Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh Konsultan Pengawas adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku. KEGIATAN PENGAWASAN A. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. b. 7. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala. II. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. (sesuai DIPA/RKA-KL). 2. dengan masukan hasil rapatrapat lapangan. Lingkup Kegiatan tersebut antara lain adalah : 1. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. 8. serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. Meneliti gambar-gambar yang telah sesuai dengan pelaksanaan (As-Built . kuantitas. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. Lingkup tugas Konsultan adalah pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) pada pekerjaan Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi…………. pemeliharaan pekerjaan...

sesuai dengan ketentuan billing rate yang berlaku. Menyusun daftar cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama. Bila terdapat pekerjaan non standar. tabel B1 dan tabel D. B. dan laporan akhir pekerjaan pengawasan. Ketentuan pembiayaan lebih lanjut mengikuti surat perjanjian pekerjaan pengawasan yang dibuat oleh Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen dan Konsultan Pengawas. TANGGUNG JAWAB PENGAWASAN A. c. serta peraturan. Besarnya biaya konsultan Pengawas merupakan biaya tetap dan pasti. Membantu pengelola proyek dalam menyusun dokumen untuk kelengkapan pendaftaran gedung sebagai bangunan gedung Negara. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. 2. Page 85 9. Untuk pekerjaan standar berlaku maksimum sesuai yang tercantum dalam tabel A1. BIAYA PENGAWASAN 1. 10. maka dihitung secara orang-bulan dan biaya langsung yang dapat diganti.drawings) sebelum serah terima pertama. B I A Y A A. Pengaturan komponen pembiayaan pada butir a dan b diatas adalah dipisahkan antara bangunan standar dan non standar antara bangunan standar dan non standar dan harus terbaca dalam suatu rekapitulasi akhir yang menyebut angka dan huruf. Bersama konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung. III. yaitu: a. IV. b. Secara umum tanggung jawab konsultan adalah minimal sebagai berikut : 1. Page 86 d. Kinerja pengawasan telah memenuhi standar hasil kerja pengawasan yang berlaku. C. Biaya pekerjaan pengawasan dan tata cara pembayaran diatur secara . 12. Membantu pengelola proyek mengurus IPB (Ijin Penggunaan Bangunan) dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota setempat. Besarnya biaya pekerjaan pengawasan mengikuti pedoman Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. 11. 2. Konsultan Pengawas bertanggung jawab secara professional atas jasa pengawasan yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku. Hasil evaluasi pengawasan dan dampak yang ditimbulkan. 3. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. e. tetapi juga bagi para tenaga ahli professional pengawasan yang terlibat. standar dan pedoman teknis yang berlaku. Penanggung jawab professional pengawasan adalah tidak hanya konsultan sebagai suatu perusahaan. Kesesuaian pelaksanaan konstruksi dengan dokumen pelelangan/ pelaksanaan yang dijadikan pedoman.

yang minimal meliputi : A. 3. Tenaga kerja. Gambar rincian pelaksanaan (shop drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. c. K E L U A R A N Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Pengawas berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam surat perjanjian. Biaya rapat-rapat. Kontraktor Pelaksana dan Konsultan Pengawas. 3. VI. diterima atau ditolak. H. Bahan-bahan yang datang. B.. KRITERIA PEKERJAAN KONSULTAN PENGAWAS Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh Konsultan Pengawas pada Kerangka Acuan Kerja ini harus memperhatikan persyaratan-persyaratan sebagai berikut : . Pembayaran biaya Konsultan Pengawas adalah berdasarkan prestasi kemajuan pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana. Alat-alat. Pajak dan iuran daerah lainnya. Laporan harian. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran. Perjalanan (lokal maupun luar kota). Kelengkapan dokumen pendaftaran bangunan gedung Negara lengkap dengan lampiran-lampirannya. Dan lain-lain. I. berisi keterangan tentang : 1. e. G. SUMBER DANA Sumber dana dari keseluruhan pekerjaan pengawasan dibebankan pada : 1. Dokumen lain Nomor : ……………. h. 3. 4. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dan Manual Peralatan-peralatan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. B. 5. Materi dan penggandaan laporan. Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan. E. perintah/petunjuk yang penting dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. D. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian. meliputi komponen sebagai berikut : a. g. Jasa dan overhead Pengawasan. tanggal ………………………. F. yang memuat semua kejadian. Laporan Akhir Pekerjaan Pengawasan. Page 87 C. Pembelian dan atau sewa peralatan. Waktu pelaksanaan pekerjaan. Buku harian. Sewa kendaraan. V. b. d. DIPA/RKA-KL Nomor : ……………tanggal………………………… 2. f.kontraktual. Laporan rapat di lapangan (site meeting). 2. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah Kurang.. honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang. J.

Melaksanakan pekerjaan pengawasan secara umum. S-Curve. a. a. C. PERSYARATAN TEKNIS LAINNYA Selain kriteria umum diatas. 3. 2. B. PERSYARATAN FUNGSIONAL Pekerjaan pengawasan konstruksi fisik harus dilaksanakan dengan profesionalisme yang tinggi sebagai konsultan Pengawas yang secara fungsional dapat mendorong peningkatan kinerja proyek. . baik yang menyangkut macam. dan Net Work Planning yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana untuk selanjutnya diteruskan kepada Tim Teknis Satuan Kerja untuk mendapatkan persetujuan. Ketentuan yang diberlakukan untuk pekerjaan proyek yang bersangkutan. b. Memeriksa Time Schedule/Bar Chart.A. PERSYARATAN OBYEKTIF Pelaksanaan pekerjaan pengawasan teknis konstruksi yang obyektif untuk kelancaran pelaksanaan. Yang termuat dalam Surat Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. PROSES PEKERJAAN PENGAWASAN A. VII. alokasi tenaga dan konsepsi pekerjaan pengawasan. pedoman. B. maka harus menghasilkan keluaran sebagaimana yang diharapkan oleh Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. yaitu Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan beserta kelengkapannya dan ketentuanketentuan sebagai dasar perjanjiannya. dan peraturan yang berlaku. 4. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah setempat. D. untuk pekerjaan pengawasan berlaku pula ketentuanketentuan seperti standar. U M U M Konsultan Pengawas dalam menjalankan tugasnya tanggung jawab kepada Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen dan agar tugas dan fungsi konsultan Pengawas dapat terlaksana dengan baik. yang secara garis besar adalah sebagai berikut : 1. Pekerjaan Persiapan. Pekerjaan Teknis Pengawasan Lapangan. kualitas. Menyusun program kerja. PERSYARATAN PROSEDURAL Penyelesaian administrative sehubungan dengan pekerjaan di lapangan harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku. antara lain : Page 88 1. E. Standar dan Pedoman Teknis yang berlaku di bidang penyelenggaraan bangunan gedung. URAIAN TUGAS OPERASIONAL KONSULTAN PENGAWAS Konsultan Pengawas harus membuat uraian kegiatan secara terinci yang sesuai dengan setiap bagian pekerjaan pengawasan pelaksanaan yang dihadapi di lapangan. PERSYARATAN UMUM PEKERJAAN Setiap bagian dari pekerjaan pengawasan harus dilaksanakan secara benar dan tuntas sampai dengan memberi hasil yang telah ditetapkan dan diterima dengan baik oleh Pemimpin Proyek/Bagian Proyek. 2. pengawasan lapangan. dan kuantitas dari setiap bagian pekerjaan sesuai standar hasil kerja pengawasan yang berlaku.

dengan pemberitahuan tertulis kepada Kepala Satuan Kerja/Pejabat Komitmen. Mengawasi kemajuan pelaksanaan dan mengambil tindakan yang tepat dan cepat. f. c. perintah sejauh tidak mengenai pengurangan dan penambahan biaya dan waktu pekerjaan serta tidak menyimpang dari kontrak. Konsultasi a. Melakukan konsultasi dengan Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja untuk membahas segala masalah dan persoalan yang timbul selama masa pembangunan. dapat langsung disampaikan kepada Kontraktor Pelaksana. 4. agar batas waktu pelaksanaan minimal sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. 3. c. serta sudah diterima paling lambat 1 minggu kemudian. Mengawasi kebenaran ukuran. Memberikan petunjuk. b. dan juga perhitungan serta gambar konstruksi yang dibuat oleh Pemborong (Shop Drawings). Memberikan masukan pendapat teknis tentang penambahan atau pengurangan pekerjaan yang dapat mempengaruhi biaya dan waktu pekerjaan serta berpengaruh pada ketentuan kontrak. Melaporkan kemajuan pekerjaan yang nyata dilaksanakan. Page 89 d.koordinasi dan inspeksi kegiatan-kegiatan pembangunan agar pelaksanaan teknis maupun administrasi teknis yang dilakukan dapat secara terus menerus sampai dengan pekerjaan diserahkan untuk kedua kalinya. kualitas dan kuantitas dari bahan atau komponen bangunan. e. c. jumlah tenaga kerja dan alat yang digunakan. Memberikan laporan dan pendapat teknis administrasi dan teknis teknologis kepada Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja mengenai volume. b. D o k u m e n . untuk kemudian membuat risalah rapat dan mengirimkan kepada semua pihak yang bersangkutan. dengan Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja. Memberikan bantuan dan petunjuk kepada Kontraktor Pelaksana dalam mengusahakan perijinan sehubungan dengan pelaksanaan pembangunan. Memeriksa gambar-gambar kerja tambahan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana terutama yang mengakibatkan tambah atau berkurangnya pekerjaan. sedikitnya dua kali dalam sebulan. Melaporkan bahan-bahan bangunan yang dipakai. b. Mengadakan rapat lapangan secara berkala. 5. L a p o r a n. d. prosentase dan nilai bobot bagian-bagian pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh pemborong. peralatan dan perlengkapan selama pekerjaan pelaksanaan di lapangan atau di tempat kerja lainnya. Mengadakan rapat diluar jadwal rutin tersebut apabila dianggap mendesak. untuk mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. Perencana dan Kontraktor Pelaksana dengan tujuan untuk membicarakan masalah dan persoalan yang timbul dalam pelaksanaan. dan dibandingkan dengan jadwal yang telah disetujui. a.

Page 91 1. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pengawasan. b. e. 2. serta untuk keperluan pembayaran angsuran. b. VIII. laporan harian. gambar-gambar pelaksanaan. penyerahan pertama dan kedua serta formulir-formulir lainnya yang diperlukan untuk kebutuhan dokumen pembangunan. rencana Kerja dan Syarat-syarat. mingguan dan bulanan. Tenaga-tenaga ahli yang dibutuhkan dalam kegiatan lpengawasan ini minimal terdiri dari : (Kualifikasi masing-masing tenaga ahli disesuaikan berdasarkan kebutuhan/kompleksitas proyek). Memeriksa dan menyiapkan daftar volume dan nilai pekerjaan. Untuk melaksanakan tugasnya. serta penambahan atau pengurangan pekerjaan guna keperluan pembayaran. T E N A G A Untuk melaksanakan tugasnya. 3. iii. Dokumen Kontrak Pelaksanaan/Pemborongan. Kesalahan pengawasan/ kelalaian pekerjaan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari konsultan Pengawas. d. Bar Chart dan S-Curve serta Net Work Planning dari pekerjaan yang dibuat oleh Pemborong (setelah disetujui). Konsultan Pengawas harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya. Koordinator pengawasan ………… orang . Peraturan-peraturan. Informasi lainnya. I N F O R M A S I 1. serta keperluan pendaftaran sebagai bangunan gedung Negara. Menerima dan menyiapkan Berita Acara sehubungan dengan penyelesaian pekerjaan di lapangan. Dokumen pelaksanaan yaitu : i. Page 90 c. B. Mempersiapkan formulir. ii. Berita Acara kemajuan pekerjaan. standar dan pedoman yang berlaku untuk pekerjaan pengawasan teknis konstruksi. Berita Acara Aanwijzing sampai dengan penunjukan Pemborong. baik ditinjau dari lingkup (besar) proyek maupun tingkat kekomplekan pekerjaan. dll. M A S U K A N A. baik yang berasal dari Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja maupun yang dicari sendiri. konsultan Pengawas harus menyediakan tenaga yang memenuhi kebutuhan proyek. Informasi pengawasan antara lain : a. termasuk petunjuk teknis simak pengawasan mutu pekerjaan. konsultan Pengawas harus mencari sendiri informasi yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja ini. c.a. iv.

Utilitas (M/E) ………… orang 3. Program kerja. DIBUAT DI : ………………. IX. Page 92 SURAT PERINTAH KERJA KEPALA SATUAN KERJA / PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………………… BRR NAD . PROGRAM KERJA A. B.. Konsep penanganan pekerjaan pengawasan proyek. Pengawas Lapangan a. konsultan hendaknya memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan. Sebelum melaksanakan tugasnya. Program kerja secara keseluruhan harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja setelah sebelumnya dipresentasikan oleh konsultan Pengawas dan mendapatkan pendapat teknis dari Tim Teknis Satuan Kerja. Berdasarkan bahan-bahan tersebut. X. konsultan Pengawas harus segera menyusun: 1. …………………. Catatan : Model KAK tersebut diatas bersifat pokok yang masih harus disesuaikan. Struktur ………… orang c. Arsitektur ………… orang b. Alokasi tenaga ahli yang lengkap (disiplin dan jumlahnya). Setelah Kerangka Acuan Kerja ini diterima. Tenaga-tenaga yang diusulkan oleh konsultan Pengawas harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja. : …………. NIP.NIAS Nomor : . Administrasi/pelaporan ………… orang 4. 2. maka selanjutnya konsultan agar segera menyusun program kerja untuk dibahas dengan Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen. Tenaga teknis lainnya sesuai kebutuhan dan lingkup kompleksitas pekerjaan. Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen. termasuk jadwal kegiatan secara detail.2. TANGGAL : ………………. B. P E N U T U P A. 3. dikembangkan/dilengkapi untuk kebutuhan proyek yang bersangkutan.

.. dan biaya pekerjaan konstruksi. Jabatan : ………………………………………...... MEMERINTAHKAN KEPADA : 2. Selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen ………………… ……………………………………………………………………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA. …………………………………………………………………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. di …………………………. Nama : ………………………………………. serta mengawasi ketepatan waktu.. Tugas Pekerjaan : Pekerjaan Pengawasan yang akan dilaksanakan adalah : Pembangunan/Rehabilitasi/ Renovasi/Restorasi …………………………………. Page 93 c. PEKERJAAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN / REHABILITASI / RENOVASI / RESTORASI ………………………………………………………………………. Alamat Badan Usaha : ………………………………………. dengan ini kami yang bertandatangan dibawah ini : 1. Selaku Konsultan Pengawas Pekerjaan …………………………………. Nama : ………………………………………. kuantitas. (lokasi pekerjaan) yang meliputi tugas-tugas sebagai berikut : a. d.. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan. Surat Perintah Kerja (SPK) ini diperintahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dengan ketentuan dan syarat-syarat seperti tersebut dibawah ini : 1. Tanggal ………………………….. Alamat Kantor : ………………………………………. Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Pelelangan/ Pemilihan Langsung Nomor : …………………….………………………………………. Mengawasi pemakaian bahan. Tanggal : ………………………………………. Nama Badan Usaha : ………………………………………. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan . peralatan dan metoda pelaksanaan. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. Jabatan : ………………………………………. b.

………………………….. . dibayarkan setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua Page 94 pekerjaan konstruksi fisik. ………………….. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. Cara Pembayaran a.. yang merupakan jumlah tetap dan pasti (lumpsum fixed price). …………………. e. (………………………………………. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan. serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sesuai butir 2 Surat Perintah Kerja ini kepada PIHAK PERTAMA... Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built Drawings) sebelum serah terima I.. mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Pemborong. dibayarkan setelah prestasi Kontraktor Pelaksana mencapai 100% (serah terima kedua). dibayarkan setelah prestasi Kontraktor Pelaksana mencapai 100% (serah terima kedua). 3. Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran.... dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA.. Biaya Pengawasan a.. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Pemborong.persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. h. …………………. (…………………………………. c. sesuai dengan DIPA/RKA-KL Nomor : …………………….... laporan harian.. 2. Pembayaran tahap ketiga/terakhir sebesar 10% dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. Pembayaran tahap kesatu sebesar ……% dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. i. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan.. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. pemeliharaan pekerjaan. Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajakpajak. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala. g. b. (……………………………………. tanggal : ………………… b..). Besarnya biya pekerjaan pengawasan adalah Rp. Pembayaran tahap kedua sebesar …… % dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. yang dibebankan pada Satuan Kerja……. Menyusun daftar cacat-cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama. f.. (……………………………………………). dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.)..).

Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. Jangka Waktu Jangka waktu pelaksanaan sampai selesai 100 % yang disebut dalam butir 1 Surat Perintah Kerja ini terhitung mulai tanggal ………………………… sampai dilaksanakan Serah Terima Kedua Pekerjaan Konstruksi oleh Kontraktor Pelaksana kepada Pihak Pertama. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan . a. g. Persyaratan dan Spesifikasi Teknis a. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. e. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. j. d. antara lain : i. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara.4. f. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syaratsyarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. Sanksi dan Denda. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. k. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. Page 95 m. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan pengawasannya kepada PIHAK PERTAMA se lambat lambatnya limabelas hari setelah Serah Terima Pekerjaan Konstruksi. c. 5. i. iii. 6. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. n. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. b. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. ii. h. l. iv.

.50 juta. Pejabat Pembuat Komitmen……… ………………. Nomor : ………………………………… Tanggal : ………………………………… Pada hari ini …………. Jumlah denda kumulatif ditetapkan maksimum …. b. Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ……………… dan mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. prosen) dari biaya pekerjaan pengawasan (umumnya 10%). Page 96 SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI ……………………………………………………………………. Jabatan (struktural) : …………………………………. maka untuk setiap hari kelambatan pihak pengawas wajib membayar denda kelambatan sebesar ……. maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri …………. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dengan batas waktu yang ditetapkan.kewajibannya. PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya (umumnya 1-3%). PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja / PT/CV ……………………. b.% (….. …………………… *) …………….. tahun ………………. Alamat . maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar … % (…… persen) dari biaya pekerjaan pengawasan dengan ketentua bahwa. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya. Nama : …………………………………. kami yang bertandatangan di bawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan pelaksanaan : Antara 1. % (………permil) dari biaya pekerjaan pengawasan (umumnya 3%). 7. NIP ……………… Catatan : *) Ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan Model perjanjian dengan SPK berlaku hanya untuk pekerjaan yang nilainya sampai Rp . Tanggal ………… bulan………. c.... Penyelesaian Perselisihan a. Jika terjadi perselisihan dikemudian hari.

: …………………………………. Nama : …………………………………. g. tanggal …………. Yang didirikan dengan Akte Notaris Nomor : …………………. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala. peralatan dan metoda pelaksanaan. Nama Perusahaan : …………………………………. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. laporan harian. Di ………………………………… (lokasi pekerjaan). pemeliharaan pekerjaan. Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran. serta mengawasi ketepatan waktu.. mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. kuantitas. ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal di bawah ini : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1. Page 97 c. f. antara lain : a. telah ditunjuk selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia. yaitu untuk melaksanakan : Pekerjaan pengawasan Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi ……………. PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. bertindak untuk dan atas nama …………………… (nama Badan Usaha). Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. b. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias Nomor : ………………. dan biaya pekerjaan konstruksi. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA. Mengawasi pemakaian bahan. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan. Tanggal …………… oleh Notaris di ……………… dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya.. Maka dengan ini disetujui oleh dan di antara pihak-pihak tersebut. Alamat : …………………………………. e. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan. Jabatan : …………………………………. yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA. d. Tugas pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built drawings) . h. Dengan 2. 2..

Tanggal : ……………………………………………. k. dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan. Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… c.. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perjanjian ini. Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : ……………………………………………. Surat Keputusan Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………. i. Tanggal : ……………………………………………. Menyusun daftar cacat-cacat/ kerusakan sebelum serah terima pertama. b. e. f. Bersama Konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung. Membantu PIHAK PERTAMA dalam pengurusan IPB (Ijin Penggunaan Bangunan) dari Pemerintah Daerah Tingkat II setempat. Membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pendaftaran gedung sebagai bangunan gedung Negara. Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) Nomor : ……………………………………………….. Surat Usulan Calon Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… Page 98 d. yaitu : a. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : . Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. j. l. Tanggal : ……………………………………………….sebelum serah terima pertama. Addendum (bila ada) 2.

Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya. sehingga pelaksanaan pekerjaan pengawasan akan sesuai dengan Surat Perjanjian ini. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. i. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. g. m. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN 1.a. Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini. 2. n. 3. Page 99 l. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. f. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 surat perjanjian ini dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh . Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. c. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. b. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. h. e. iv. iii. antara lain : i. ii. j. k. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. d.

8. Waktu pelaksanaan pekerjaan. 4. perintah/petunjuk yang penting dari PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan baik langsung ataupun tidak langsung turut serta baik sebagai Sub Kontraktor maupun pemasok bahan dari pekerjaan ini. PIHAK KEDUA wajib melaksanakan periksa ulang semua Dokumen Teknis sesuai keahliannya. dan PIHAK KEDUA. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran. harus diserahkan kepada PIHAK PERTAMA minimal dalam rangkap 5 (lima). Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. yang masing-masing terdiri dari : Page 100 1. 7. Kelengkapan dokumen pendaftaran bangunan gedung Negara lengkap dengan lampiranlampirannya. 10. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian. c. Buku harian.PIHAK KEDUA. Alat-alat. Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PENGAWASAN Hasil pekerjaan pengawasan disamping harus sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja. Kelancaran pelaksanaan proyek yang berhubungan dengan pengawasan sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. 7. 6. 5. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada pihak lain. 4. akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA sehubungan dengan pekerjaan ini. dan memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA tentang kelainan yang ditemukan dan mengusulkan cara penyelesaiannya sesuai standar dan ketentuan serta peraturan yang berlaku. Gambar rincian pelaksanaan (shop drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. 5. berisi keterangan tentang : a. 8. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas segala kerugian PIHAK PERTAMA. Kontraktor Pelaksana. diterima atau ditolak. b. Tenaga kerja. Laporan rapat di lapangan (site meeting). d. 2. Laporan Akhir Pekerjaan Pengawasan. 3. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. e. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dan Manual Peralatanperalatan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. 9. 6. Laporan harian. yang memuat semua kejadian. Bahan-bahan yang datang. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah Kurang. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan pengawasan sampai selesai 100% yang disebut . 9.

Pembayaran biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan prestasi pekerjaan pemborongan..% dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. (Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja dari PIHAK PERTAMA) sampai dengan dilaksanakannya Serah Terima Kedua pekerjaan konstruksi fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. terhitung mulai tanggal ……………………. yang dibebankan pada Satuan Kerja : ………………………………… sesuai dengan DIPA/RKA-KL ……………………………. ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai …. Pembayaran tahap kedua sebesar …. 2. ………………. tanggal …………… Tahun Anggaran ………………/………… 2. ( ………………………………. Nomor : ………………………. …………………… ( …………… ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai ………… %. yang telah disetujui/disahkan oleh PIHAK PERTAMA. Jumlah biaya tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak. %... Pembayaran tahap kesatu sebesar ………….) dan merupakan biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price). Besarnya biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp ………………… (………………………………………………. yang mengakibatkan bahwa adanya perpanjangan/penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum).. dengan ketentuan sebagai berikut : a.. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan tersebut dalam ayat 1 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA kecuali adanya “keadaan memaksa” seperti diatur dalam Pasal 14 Surat Perjanjian ini. atau adanya surat perintah penambahan pekerjaan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis.% dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. b. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil seluruh hasil pekerjaan pengawasan sebagaimana tercantum dalam pasal 4 surat perjanjian ini selambat-lambatnya 15 hari setelah dilakukannya penyerahan kedua pekerjaan konstruksi. . Page 101 Pasal 6 BIAYA PENGAWASAN 1.dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.. Pasal 7 CARA PEMBAYARAN 1.

Pasal 9 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1. 4. % dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. maka jaminan pelaksanaan pengawasan menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA. diserahkan kembali oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai temple Rp 6.).. (…………………………………. setelah Serah Terima II pekerjaan konstruksi fisik dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugasnya.) dibayar setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua pekerjaan konstruksi fisik. ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana telah mencapai 100 % (serah terima pertama). Dalam hal PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian ini dan terjadi pemutusan hubungan perjanjian sesuai pasal 15. Page 102 Pasal 8 JAMINAN PELAKSANAAN PENGAWASAN 1. Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. 2. maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA Surat Jaminan Pekerjaan berupa Surat Jaminan Bank Umum atau Perusahaan Asuransi Kerugian sebesar 5 % dari biaya pengawasan atau sejumlah Rp ………………………. 2..c. ………………… (…………………………. Surat Jaminan tersebut pada ayat 1 pasal ini. 3. serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sesuai pasal 4 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA. Pasal 10 TENAGA KERJA DAN UPAH . ………………. 2. maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa berlakunya dan harus dijamin tidak ada waktu senggang antaranya. Segala pajak-pajak sehubungan pekerjaan pengawasan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. ( …………………………………. d. Pembayaran tahap keempat/terakhir sebesar 10% dari jumlah biaya pekerjaan pengawasan yakni sejumlah Rp.. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. Selambat-lambatnya pada saat perjanjian ini ditanda tangani. Pembayaran tahap ketiga sebesar …….000. Bila jangka waktu berlakunya Surat Jaminan Pengawasan berakhir sebelum dilaksanakannya Serah Terima Dokumen pekerjaan seperti dalam ayat 2 pasal ini.

5. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugas dan kewajibannya sesuai Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA.. kualifikasi tenaga maupun jumlah tenaga yang telah ditetapkan. Ongkos-ongkos dan upah kerja yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA. yang mempunyai wewenang/kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA. keahlian serta ketrampilannya. maka untuk setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan “denda kelalaian” sebesar … % ( ……… persen) dari biaya pengawasan. 2. 3. Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 10 ayat 1 Surat Perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi. 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya. 2.1. maka PIHAK PERTAMA akan menolak tenaga ahli tersebut dan memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA segera mengganti pengawas/tenaga ahli lain yang memenuhi syarat sebagaimana yang diminta oleh PIHAK PERTAMA. 3. Page 103 Pasal 11 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA 1. akan diperhitungkan dalam pembayaran . Penunjukan Pemimpin Pengawas/Tenaga Ahli ini yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan. maka PIHAK KEDUA setuju akan diberi biaya pekerjaan pengawasan sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam menjalankan tugas pengawasan tersebut. 2. Ditempat pekerjaan pengawasan harus selalu ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai Pimpinan Pengawas/ Tenaga Ahli. Pasal 12 SANKSI DAN DENDA 1. PIHAK KEDUA diwajibkan menyediakan tenaga kerja yang cukup jumlah. sehubungan dengan pekerjaan pengawasan ini. Jumlah denda kumulatif tersebut dalam ayat 1 diatas ditetapkan maksimum sebesar …. dan dapat menerima/memberikan/ memutuskan segala petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA. dengan kewajiban PIHAK KEDUA tetap harus memperbaiki kelalaian yang diperingatkan tersebut (umumnya 1-3%). 3. Denda-denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini. % ( ……. prosen) dari jumlah biaya pengawasan ( umumnya 10%). 4. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. 4. Agar pekerjaan pengawasan berjalan seperti yang ditetapkan. Tenaga Ahli dari Pengawas yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi persyaratan yang diperlukan. PIHAK KEDUA harus menggunakan bentuk organisasi jumlah dan kualifikasi tenaga ahli dengan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan yang tercantum dalam Pedoman Pengawasan (TOR/KAK) yang telah disetujui oleh Kedua belah pihak. Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan pengawasan bertentangan dengan Surat Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kerugian tersebut.

2. yaitu : a. tanah longsor. maka : a. Pasal 14 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 1. akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis. d. Page 104 Pasal 13 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN 1. badai dan banjir). PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan Memaksa. Apabila selama ………… (………………………………….) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini. 2. PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan memaksa” tersebut. Yang dimaksud “keadaan memaksa” dalam perjanjian ini adalah peristiwa-peristiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak. revolusi. Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan pengawasan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. c. Perang. e. c. maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah. Bencana alam (gempa bumi. huru-hara. makar. d.yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan memaksa” tersebut. f. b. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA. Apabila terjadi “keadaan memaksa”. pemberontakan. Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA). dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban Page 105 keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. b. Biaya pengawasan bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA.. kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan kontraktor). .

Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : a. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Pengawas lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 diatas. Pasal 15 PEMUTUSAN PERJANJIAN 1. Apabila “keadaan memaksa” itu ditolak oleh PIHAk PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan Pasal 5. dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : a. g. f. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. yang dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak. karena kelalaian PIHAK KEDUA. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan pengawasan ini. Pasal 15 Surat Perjanjian ini. d. 2. . Dalam waktu satu bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan pengawasan yang telah memulainya. Page 106 4. Selain yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA. sebagaimana seperti dalam Pasal 12 ayat 2 Perjanjian ini. c. Jika terjadi Pemutusan Perjanjian Pengawasan ini. maka perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam Pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA. 2. Pasal 16 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota. 3. e. tetapi berhak atas pembayaran prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan serta kerugian Negara. Pasal 12. PIHAK KEDUA memberikan keterangan yang tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan Pekerjaan Pengawasan ini. Dalam hal adanya pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. h. Telah dikenakan denda yang kumulatif sebesar 10% (sepuluh prosen) dari biaya pekerjaan pengawasan. maka akan diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit.3. b. Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal terbitnya Surat Keputusan Penunjukan PIHAK KEDUA tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan pengawasan sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas pekerjaan pengawasan sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 4 Surat Perjanjian ini.

……………………………. Dalam Surat Perjanjian tidak boleh ada tipp-ex dan tulisan tangan (nomor dan tanggal Misalnya) dan masing-masing lembaran diparaf oleh pihak pertama dan pihak kedua. Pasal 18 PENUTUP 1. *)……………………. Page 108 LAPORAN PEKERJAAN PENGAWASAN . Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di ……………………… pada hari dan tanggal tersebut diatas. 3. 3. dan c. NIP . akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri. Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota.) bermeterai cukup. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. Surat Perjajian ini dibuat dalam rangkap …… (………. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak. Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. ……………… Pejabat pembuat Komitmen………… ……………………… …………………………………. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja/ PT/CV. Catatan : *) Ditandatangani penanggung jawab perusahaan Pasal 8 (Jaminan Pelaksanaan) berlaku untuk pekerjaan dengan nilai Rp 50 juta keatas. Pasal 17 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian pengawasan ini... Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri …………………………. 4. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pekerjaan pengawasan ini. dan dinyatakan berlaku Page 107 sejak diterbitkannya Surat Perintah Kerja (atau Mulai Kerja) dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama. 2. beserta segala akibat hukumnya..b..

DIPA : Nomor :………………………………. minggu ke ……. f. Biaya Pengawasan : Rp. Departemen/Lembaga :………………………………………………. Tanggal :………………………………. Telah melaksanakan pekerjaan pengawasan untuk : a. e..) h. b. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor :………………………………. g. Tanggal ………………….minggu :……………………………… 2. Waktu Pengawasan : Tgl mulai :……………………………… Tgl selesai :……………………………… Jml..SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. Lokasi :………………………………………………. b. (……………………………………………. LAPORAN PEKERJAAN PENGAWASAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………… LAMPIRAN : 1 (satu) set laporan 1. Pekerjaan :………………………………………………. Berdasarkan laporan pekerjaan pelaksanaan Nomor : ……………….. Surat Perjanjian Pekerjaan: Nomor : ……………………………… Pelaksanaan . Yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana dan diperiksa oleh Konsultan Pengawas. Konsultan Pengawas :………………………………………………. d. SPK Pengawasan Tanggal :………………………………. Kontraktor Pelaksana : PT/CV …………………………………….. …………………………………………. c. bahwa : a.

………………………………………………………………………… Page 109 b. NIP. ………………………………………………………………………… c. Telah mencapai prestasi sebesar : ……….*) : Laporan Pekerjaan Pengawasan Nomor : ……………. Tanggal : ……………. Minggu ke : ……………. .Penanggung jawab lapangan dari perusahaan **) Diisi NamaSatuan Kerja yang bersangkutan Page 110 BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN PENGAWASAN SATUAN KERJA : ……………………… …………………….Tanggal ………………………………... Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya.……………………… BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN PENGAWASAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL.Penanggung jawab perusahaan dan atau . PT/CV ………………….) prosen. Dan seterusnya. ………………………. Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : .. % (…………………………. : ……………………… LAMP. Pelaksanaan kegiatan pengawasan tersebut meliputi (laporan lengkap terlampir) : a. ……………………………. 3. ………………… *) …………………………. Diketahui oleh : Dibuat oleh : Tim Teknis Satuan Kerja/PPK Konsultan Pengawas **) ………………………….

…………………….. Alamat kantor : ………………………………………………………. Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : ……………………. Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan/SPK Nomor : ……………………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. 2.. tanggal ………………………. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………..Pada hari ini. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : ………………………………………….. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I..... Nama : …………………………………………………………. Tanggal : ………………………………………….. Departemen/lembaga . Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Kedua belah pihak berdasarkan : 1.. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK . tanggal …………………… Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Pekerjaan Pengawasan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Page 111 Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan pengawasan untuk : 1.. Lokasi : ……………………………………………… 3. Nomor : …………………………………………. Tanggal : …………………………………………..... Pekerjaan : ……………………………………………… 2.....

) rangkap Demikian Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Pengawasan ini dibuat dan ditandatangani di ………………………….: ……………………………………………… 4. ……. Nip. Daftar Isian Proyek (DIP) : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 Penyerahan sebagaimana yang dimaksud pasal 1 diatas termasuk meliputi (sesuai Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan ) : 1. Laporan mingguan.……………………………………… BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PENGAWASAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL... Dan seterusnya : ……. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja/ PPK PT/CV. : ……………………… . Pada tanggal tersebut diatas. (……………………. ……………………………… ……………………………… ………………………………… *) …………………………. …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 112 BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PENGAWASAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN SATUAN KERJA : ……………………… ……. (…………………….....) rangkap 2. ……………………. : …….. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya.

. Alamat kantor : ………………………………………………………. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….LAMP. Nomor : ………………………………………….... Departemen/Lembaga : …………………………………….. b. Kedua belah pihak telah setuju dan sepakat bahwa. Tanggal : …………………………………………. Tanggal : ……………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II.*) : Laporan Pekerjaan Pengawasan Nomor : ……………... …………………….. Pada hari ini. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. Minggu ke : ……………. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. DIPA : Nomor : …………………… . Nama : ………………………………………………………….. Tanggal : …………………………………………. Lokasi : ……………………………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA....... c.. untuk : a. d. Pekerjaan : ……………………………………. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK .. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : ………………………………………….. Dengan ini menyatakan : 1.

(……………………………) kali angsuran pembayaran yaitu : a. maka PIHAK KEDUA telah berhak menerima dari PIHAK PERTAMA sejumlah : ……… % x Rp …………………. Biaya Pengawasan : Rp.. ………………………………… Prestasi pekerjaan pengawasan telah mencapai kemajuan sebesar : …………. c. ……………………………. Angsuran ke …… = Rp. b.. ……………………………. Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Pengawasan tersebut butir 1... ……………………………. 3.. …………………………… Terbilang : (………………………………………………………………. ……………………………. % (………………………………….. telah dibayarkan : …. Pada tanggal tersebut diatas.Tanggal : …………………… Page 113 e. Angsuran ke …… = Rp. Konsultan Pengawas : …………………………………….) Demikian Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Pengawasan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. Kepada PIHAK KEDUA. ……………………. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Pengawasan Tanggal : …………………… g. ayat…. Pada angsuran pembayaran ini PIHAK KEDUA Berhak dibayarkan sebesar : = Rp.f diatas.) prosen. Angsuran ke …… = Rp. . = Rp. 2. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV. Jumlah yang telah dibayarkan = Rp. f. ……………………………. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya.. Berdasarkan pasal …. 4. ………………………………….

.. Alamat Kantor : …………………………………. KONTRAK PEKERJAAN PELAKSANAAN 3. Nama : ………………………………….. Selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen ………………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA. …………………………… Catatan : *) Untuk BA 100% juga dilampirkan BA serah terima pekerjaan pelaksanaan ke II. Nama : …………………………………. Jabatan : …………………………………. BERITA ACARA PEKERJAAN PELAKSANAAN Page 115 SURAT PERINTAH KERJA KEPALA SATUAN KERJA / PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN ……………………………………………… BRR NAD-NIAS Nomor : ……………………… Tanggal : ……………………… PEKERJAAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN / REHABILITASI / RENOVASI / RESTORASI …………………………………………………………………………… Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Pelelangan/ Pemilihan Langsung Nomor : …………………… tanggal ……………………… dengan ini kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1.. MEMERINTAHKAN KEPADA : 2. . Nip. **) Penanggung jawab perusahaan Page 114 Lampiran IV : Keputusan Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara Nomor: 154/KEP/BP-BRR/X/2006 LAMPIRAN IV 1. SURAT PERINTAH KERJA PEKERJAAN PELAKSANAAN 2.……………………………… ………………………………… **)……………………….

(lokasi pekerjaan) yang meliputi tugas-tugas sebagai berikut : a. M2 b. Cara Pembayaran a.Jabatan : ………………………………….. yang merupakan jumlah tetap dan pasti (lumpsum fixed price). Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Pembayaran pertama sebesar ……. Nama Badan Usaha : …………………………………. c. 2. yang dibebankan pada Satuan Kerja …………………….. (…………………………………. (……………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai …… % dikurangi angsuran uang muka.). b. Selaku Kontraktor Pelaksana Pekerjaan ………………………………………. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan peraturan-peraturan dan ketentuan yang berlaku. b. Surat Perintah Kerja (SPK) ini diperintahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dengan ketentuan dan syarat-syarat seperti tersebut dibawah ini : 1. 3. M2 c. Alamat Badan Usaha : …………………………………. (……………………………. Biaya Pelaksanaan Borongan a.) dapat dilakukan setelah Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditanda tangani kedua belah pihak. …………………………………………… = ………..) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai 100% dikurangi angsuran uang muka. Pembayaran kedua sebesar …… % dari biaya pelaksanaan yakni sejumlah Rp ………………… (…………………………………………. tanggal ………………. . Pembayaran uang muka kepada PIHAK KEDUA sebesar ……% dari biaya pelaksanaan yaitu Rp ……………………. Sesuai dengan DIPA Nomor : …………………. Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajakpajak.. % dari biaya pelaksanaan yakni Rp …………………. Dan seterusnya... Tugas Pekerjaan : Pekerjaan Pelaksanaan yang akan dilaksanakan adalah : Pembangunan/Rehabilitasi/ Renovasi/ Restorasi ………………………… di ………………. Page 116 Tugas tersebut diatas dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA yang meliputi pelaksanaan fisik dan memperbaiki segala cacat dan atau kerusakan-kerusakan pada masa pemeliharaan.. Besarnya biaya pelaksanaan adalah Rp ……………………. …………………………………………… = ……….

SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. j.. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. (………………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA. b. Pembayaran ketiga sebesar ……% dari biaya pelaksanaan yakni sebesar Rp ……………………… (…………………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA. DIPA : …………………………………………… Nomor : …………………. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. setelah selesai masa pemeliharaan. k. h. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. Dasar Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan a. tanggal : …………………………………. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. f.. i. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. g.d. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syaratsyarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. iv. ii. m. e. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak 4. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA . Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. Page 117 c. l. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. Pembayaran terakhir sebesar 5% dari biaya pelaksanaan yakni sebesar Rp ………………………. e. n. setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai 100% (serah Terima I) dan diterima oleh PIHAK PERTAMA dikurangi angsuran uang muka (uang muka sudah harus lunas 100%). SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. iii. antara lain : i. d. dan dilampiri Berita Acara Serah Terima II hasil pekerjaan.

Penyelesaian Perselisihan 1. maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri …………. Sampai dilaksanakan Page 118 Serah Terima Kedua pekerjaan pelaksanaan. 5. Jika terjadi perselisihan dikemudian hari. Jangka Waktu Pelaksanaan Jangka waktu pelaksanaan sampai selesai 100% yang disebut dalam butir 1 Surat Perintah Kerja ini terhitung mulai tanggal ………………………. 6. Pejabat Pembuat Komitmen……… ………………. 7.% (…………. Page 119 ..% (…. o. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dalam batas waktu yang ditetapkan. Jumlah denda kumulatif ditetapkan maksimum ….. Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ……………… dan mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.50 juta. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar ……. …………………… *) ……………. 2. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku..tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya. PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya (umumnya 1-3%). prosen) dari biaya pekerjaan pengawasan (umumnya 3%).. Sanksi dan Denda a. o/oo (…… permil) dari biaya pekerjaan c. maka untuk setiap hari kelambatan pihak pelaksana wajib membayar denda kelambatan sebesar …. persen) dari biaya pekerjaan pelaksanaan dengan ketentuan bahwa. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya. b. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja / PT/CV ……………………. NIP ……………… Catatan : *) Ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan Model perjanjian dengan SPK berlaku hanya untuk pekerjaan yang nilainya sampai RP. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan pelaksanaannya kepada PIHAK PERTAMA.

SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI …………………………………………………………………… BRR NAD - NIAS Nomor : ………………………… Tanggal : ………………………… Pada hari ini ………… tanggal …………. Bulan ………………… tahun …... ………., kami yang bertandatangan di bawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan pelaksanaan : Antara 1. N a m a : …………………………………………… Jabatan (struktural) : …………………………………………… Alamat : …………………………………………… Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias Nomor : ……………….. tanggal ………….. telah ditunjuk selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia, yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA. Dengan 2. Nama : ………………………………………….. Jabatan : Direktur ………………………………… Nama Perusahaan : …………………………………………. Alamat : …………………………………………. Yang didirikan dengan Aket Notaris Nomor :……………………….. tanggal ……………. Oleh Notaris di ………………. Dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya, bertindak untuk dan atas nama ………………….. (nama Badan Usaha), yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA. Maka dengan ini disetujui oleh dan di antara pihak-pihak tersebut, ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal di bawah ini : Page 120

Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1. PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan diterima PIHAK KEDUA untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan/rehabilitasi/renovasi /restorasi ………………………………………. 2. Pekerjaan tersebut meliputi : a. ………………………………… volume …………………………. b. ………………………………… volume …………………………. Dan seterusnya. 3. Pekerjaan tersebut dilaksanakan di …………………….. (lokasi pekerjaan). 4. PIHAK KEDUA mempunyai kewajiban kepada PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan, menyelesaikan, dan memelihara pekerjaan, serta memperbaiki kerusakan sesuai ketentuan dan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak. Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. Dasar perjanjian dan pelaksanaan pekerjaan pemborongan ini menjadi lampiran dan bagian yang mengikat serta tidak terpisahkan dalam perjanjian ini adalah : a. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) ……………………………… Nomor : ………………………………………………………… Tanggal : ………………………………………………………… b. Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ……………………………………………………….. Tanggal : ……………………………………………………….. c. Surat Usulan Calon Pemenang Lelang Nomor : ………………………………………………………. Tanggal : ………………………………………………………. d. Surat Keputusan Pemenang Lelang Nomor : ………………………………………………………. Tanggal : ………………………………………………………. e. Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : ……………………………………………………… Tanggal : ……………………………………………………… f. Berita Acara : ii. DRT-U dan undangan

iii. Penjelasan pekerjaan dan daftar hadir panitia serta rekanan iv. Hasil pelelangan dan daftar hadir panitia v. Pembukaan surat penawaran dan daftar hadir panitia vi. Pengumuman pemenang lelang. Page 121 g. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS), h. Gambar-gambar, i. Jadwal pelaksanaan pekerjaan, j. Shop drawings, k. Surat jaminan pelaksanaan, l. Addendum (bila ada). 2. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : a. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi; b. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung; c. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi; d. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. e. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias; f. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. g. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. h. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya; i. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara, j. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung, antara lain : i. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan, ii. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987, iii. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi, iv. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung, Page 122 k. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan.

Pasal 4 BAHAN DAN PERALATAN 1. jika kualitas dan spesifikasinya tidak memenuhi persyaratan. maka PIHAK PERTAMA menunjuk pejabat atau badan hukum ………… sebagai pengawas pekerjaan/manajemen konstruksi yang bertindak untuk dan atas nama PIHAK PERTAMA. dan pengkoreksian. Untuk pengendalian pekerjaan yang terdiri atas kegiatan pengawasan. Jika bahan dan peralatan tidak terdapat di pasaran. dan telah diketahui oleh PIHAK KEDUA. 3. Jika bahan dan peralatan tersebut ditolak PIHAK PERTAMA. peralatan. Tidak tersedianya bahan dan peralatan di pasaran. Pasal 3 PENGAWAS PEKERJAAN / MANAJEMEN KONSTRUKSI 1. 2. maka PIHAK KEDUA wajib mengganti/memperbaiki tanpa berhak menuntut kerugian. dalam hal ini tetap berlaku ketentuan ayat 13 pasal ini. maka PIHAK KEDUA dapat mengajukan bahan dan peralatan pengganti yang setara melalui persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. pengujian. 11. tidak dapat dijadikan alasan untuk keterlambatan pekerjaan. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. PIHAK PERTAMA berhak menolak bahan dan peralatan yang disediakan oleh PIHAK KEDUA. 7.l. 2. 8. m. dan segala sesuatu yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pemborongan ini harus disediakan dalam keadaan baru oleh PIHAK KEDUA. PIHAK PERTAMA berhak melakukan pengujian terhadap bahan dan peralatan yang diajukan PIHAK KEDUA. 5. PIHAK KEDUA harus mengajukan contoh bahan dan peralatan yang akan digunakan untuk mendapat persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. Bahan. PIHAK KEDUA harus mengganti dengan bahan dan peralatan baru yang memenuhi persyaratan. PIHAK KEDUA wajib menjaga kebersihan lokasi dan lingkungan dari kotoran dan polusi yang ditimbulkan penggunaan bahan dan peralatan dalam pelaksanaan pekerjaan. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk penggantinya dan diberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA harus mematuhi perintah/petunjuk teknis dan manajemen dari pengawas pekerjaan/manajemen konstruksi sesuai kewenangan yang telah ditentukan. . 10. n. 4. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. PIHAK KEDUA wajib menjaga keamanan bahan dan peralatan di lokasi dari pencurian. PIHAK KEDUA wajib membuat tempat atau gudang yang baik dan aman untuk menyimpan bahan dan peralatan guna kelancaran pekerjaan. maka PIHAK KEDUA harus menyingkirkan bahan dan peralatan tersebut dari lokasi pekerjaan dalam waktu 2 x 24 jam. 9. Apabila pejabat atau badan hukum yang ditunjuk dalam ayat 1 pasal ini berhalangan atau tidak dapat menjalankan kewajibannya. Page 123 6. Apabila bahan dan peralatan yang digunakan/terpasang setelah melalui pengujian ternyata tidak memenuhi persyaratan kualifikasi dan spesifikasi yang telah ditentukan. 3.

Jika terjadi kecelakaan pada saat pelaksanaan pekerjaan. 4. 11. Ongkos-ongkos dan upah tenaga kerja untuk pelaksanaan pekerjaan ditanggung oleh PIHAK KEDUA. 9. 13. PIHAK KEDUA wajib menyelenggarakan Asuransi Sosial Tenaga Kerja (ASTEK) kecelakaan dan kematian sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan ang berlaku. PIHAK KEDUA wajib menyediakan tempat tinggal yang memenuhi syarat kesehatan dan ketertiban bagi para pekerja yang tinggal sementara di lokasi pekerjaan. Penyediaan tenaga kerja harian harus dilaporkan kepada PIHAK PERTAMA dalam bentuk daftar yang dilampiri keterangan identitas setiap tenaga kerja. PIHAK KEDUA harus menjalin kerjasama yang baik dengan pemasok perangkat dari luar dan dalam negeri. PIHAK KEDUA menjamin bahwa bahan dan peralatan yang dipasang tersedia suku cadang dan agen penjualnya di Indonesia serta bersedia memberikan pelayanan purnajual. 5. 14. 7. Jika PIHAK PERTAMA meminta PIHAK KEDUA untuk memberhentikan orang atau tenaga kerjanya dan menyatakan alas an atas permintaan tersebut. maka PIHAK KEDUA wajib memberikan pertolongan medis sepenuhnya terhadap korban. 12.12. Di lokasi pekerjaan harus ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai pemimpin pelaksana yang mempunyai wewenang penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA yang dapat menerima/memberikan/memutuskan segala urusan pekerjaan di lapangan. 2. 8. Penunjukan/penugasan/penggantian staf proyek atau pemimpin pelaksana harus memenuhi kualifikasi. PIHAK KEDUA wajib menugaskan tenaga kerja ahli dan terampil dalam jumlah cukup sesuai kebutuhan pekerjaan yang dicantumkan dalam Daftar Usulan Staf Inti Proyek dan diserahkan kepada PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA wajib menyediakan perlengkapan pengamanan untuk keselamatan tenaga kerja. PIHAK KEDUA harus bertanggung jawab atas kerugian PIHAK PERTAMA akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan nya. 13. . Page 124 6. Asuransi tersebut harus memiliki masa berlaku minimal sampai akhir masa kontrak. dan diserahkan kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari sejak dikeluarkan surat perintah kerja. PIHAK KEDUA diwajibkan memaksimalkan penggunaan bahan dan peralatan produksi dalam negeri. kemampuan dan pengalaman yang telah ditentukan dengan melampirkan curriculum vitae dan mendapat persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. dan seluruh biaya yang ditimbulkan ditanggung PIHAK KEDUA. Asuransi tersebut bias dilakukan menurut variable jumlah pekerja yang ada di lapangan. Pasal 5 TENAGA KERJA 1. dan tidak berhubungan lagi dengan pekerjaan dalam kontrak. 3. maka PIHAK KEDUA harus menjamin dalam waktu 7 x 24 jam orang atau tenaga kerja tersebut sudah harus meninggalkan lokasi pekerjaan. PIHAK KEDUA wajib menyediakan tenaga kerja harian dalam jumlah cukup dan kualifikasi sesuai dengan volume dan kompleksitas pekerjaan. 10.

Hubungan antara PIHAK KEDUA dengan sub kontraktor menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan menyerahkan seluruh pekerjaan kepada sub kontraktor atau PIHAK KETIGA. Waktu penyelesaian tersebut dalam ayat 1 dan ayat 2 pasal ini tidak dapat diubah PIHAK KEDUA. 3. maka PIHAK KEDUA berkewajiban melakukan koordinasi yang baik dan penuh tanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh sub kontraktor. Hubungan antara para pekerja dengan PIHAK KEDUA sepanjang tidak diatur secara khusus. baik di dalam maupun di luar pengadilan. 3.) hari kalender terhitung sejak tanggal …….) hari kalender terhitung sejak tanggal pekerjaan selesai 100% dan telah diterima oleh PIHAK PERTAMA dalam keadaan baik. kecuali PIHAK PERTAMA telah memberikan persetujuan tertulis dan diatur di dalam perjanjian tambahan (addendum). Jika ternyata PIHAK KEDUA menyerahkan pekerjaan kepada sub kontraktor tanpa persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA. 7. sesuai dengan bidang keahliannya. Untuk pekerjaan yang diserahkan kepada sub kontraktor atas persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA.14. Masa pemeliharaan hasil pekerjaan ditetapkan selama …… ( ………………………. Apabila suatu bagian pekerjaan akan diserahkan kepada sub kontraktor maka sebelumnya harus mendapat persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA. yang dinyatakan dalam Berita Acara Serah Terima I. tunduk pada peraturan perburuhan yang berlaku. Semua yang berkaitan dengan persoalan dan tuntutan tenaga kerja maupun Sub kontraktor menjadi beban dan tanggung jawab PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan sub kontraktor dan segala sesuatu yang menyangkut hubungan antara PIHAK KEDUA dengan sub kontraktor. Pasal 8 MASA PEMELIHARAAN 1. 8. 4. Sebelum dilakukan Serah Terima I (pertama) pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA. 2. Pasal 7 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN 1. (sejak diterbitkannya Surat Perintah Kerja) dan berakhir tanggal ………… 2. Jangka waktu pelaksanaan setiap bagian pekerjaan ditetapkan sesuai jadwal pelaksanaan pekerjaan (time schedule) pada lampiran surat perjanjian ini. 15. dan hal ini tidak mengurangi kewenangan pengawas pekerjaan/ manajemen konstruksi untuk mengendalikan pelaksanaan pekerjaan sub kontraktor. maka PIHAK PERTAMA dapat memberlakukan pasal 18. . Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan pelaksanaan sampai 100% (serah terima I) ditetapkan selama …… (………………. maka PIHAK KEDUA harus telah menyelesaikan segala urusan keuangan dengan para sub kontraktor. Page 125 5. 6. PIHAK KEDUA wajib bekerja sama dengan sub kontraktor (termasuk dengan sub kontraktor golongan ekonomi lemah) setempat.. Pasal 6 SUB KONTRAKTOR 1.

(…………………………………………………. (…………………………………………………. Surat jaminan bank tersebut dapat berupa guarantee yang harus dikeluarkan oleh bank umum atau berupa Bond yang harus dikeluarkan oleh perusahaan asuransi kerugian yang mempunyai program Surety Bond. maka PIHAK PERTAMA dapat membatalkan PIHAK KEDUA sebagai pemenang lelang. dan seluruh biaya perbaikan tersebut ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Apabila selama masa pemeliharaan ternyata terdapat kerusakan-kerusakan akibat iklim atau akibat kelalaian/kesalahan pemakaian/pemasangan bahan yang tidak sesuai dengan ketentuan perjanjian. g. diserahkan kembali oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. 4. f. Jaminan Pelaksanaan : a. Besar nilai jaminan adalah 5% dari biaya pekerjaan borongan atau sebesar Rp. d. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk PIHAK KETIGA untuk melakukan perbaikan tersebut dengan biaya dibebankan kepada PIHAK KEDUA. ………………….a pasal ini. maka PIHAK KEDUA wajib melakukan perbaikan. c. b. Jaminan Uang Muka : a. maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa jaminan tersebut. dan harus dijamin tidak ada waktu senggang di antaranya. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan PIHAK KEDUA sebagai pemenang lelang. Apabila PIHAK KEDUA tidak melakukan perbaikan sebagaimana dimaksud ayat 1 dan 2 pasal ini. maka jaminan pelaksanaan menjadi milik Negara. Berkaitan ayat 2 pasal ini. Dalam surat jaminan pelaksanaan tersebut huruf a ayat 1 pasal ini harus ada ketentuan bahwa jaminan pelaksanaan menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA tanpa persetujuan PIHAK KEDUA. Page 126 Pasal 9 JAMINAN PELAKSANAAN DAN JAMINAN UANG MUKA 1.). Jika PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani kontrak (Surat Perjanjian) ini. Sebelum pembayaran angsuran pertama (uang muka) oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan. 3. e. maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA jaminan uang muka berupa surat jaminan bank umum atau perusahaan asuransi kerugian (bentuk jaminan sesuai ayat 1 a pasal ini) sebesar ……… % dari biaya pelaksanaan borongan atau Rp. 2. Apabila terjadi perpanjangan masa pekerjaan.2. Surat jaminan tersebut huruf a ayat 1 pasal ini.). …………………. Dan apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan ayat 1. apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan ayat 1. Masa berlaku surat jaminan pelaksanaan minimal sama dengan masa kontrak.a pasal ini. bilamana terjadi pemutusan perjanjian dengan memperhitungkan prestasi pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA jaminan pelaksanaan pekerjaan selambat-lambatnya pada saat perjanjian ini ditandatangani.. setelah Serah Terima I pekerjaan konstruksi fisik dilaksanakan dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. maka masa pemeliharaan terhitung sampai dengan berakhirnya perbaikan yang dilakukan tersebut. .

Pasal 10 BIAYA PELAKSANAAN BORONGAN 1. dan harus sudah lunas selambat-lambatnya pada saat Serah Terima I pekerjaan konstruksi fisik. (………………………………………………) yang dibebankan pada DIPA ……………. Pembayaran uang muka kepada PIHAK KEDUA sebesar …… % dari harga borongan yaitu Rp …………………….. d. b. harga satuan upah. Dalam surat jaminan uang muka tersebut huruf a di atas. ………………………. tetapi hanya dipakai untuk menghitung perubahan harga bila terjadi pekerjaan tambah kurang. Dan merupakan jumlah yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price). (…………………………………………) dapat dilakukan setelah perjanjian ini ditandatangani kedua belah pihak dan atas jumlah tersebut PIHAK KEDUA memberikan jaminan uang muka sebagaimana tersebut dalam Pasal 9 perjanjian ini. 3.. dengan perincian sebagai berikut : a. harus ada ketentuan bahwa jaminan uang muka menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK Page 127 PERTAMA tanpa persetujuan PIHAK KEDUA bilamana terjadi pemutusan perjanjian. tahun anggaran …………. 2. Pembayaran pertama sebesar ……… % dari biaya borongan yakni Rp ………………… (…………………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai ……% dikurangi . c. 2. rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). 4. Nomor : …………………….b. Biaya pelaksanaan lumpsum pekerjaan tersebut dalam ayat 1 pasal ini dilaksanakan berdasarkan gambar rencana.. tanggal …………. harga satuan pekerjaan. Pembayaran biaya pelaksanaan borongan tersebut pasal 10 di atas dilakukan secara bertahap dengan sistim dan jumlah tahap berdasar kesepakatan antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.. secara berangsur-angsur akan diperhitungkan dalam tahap-tahap pembayaran sebagaimana termaksud dalam pasal 11 perjanjian ini. Jaminan uang muka tersebut pada huruf a ayat 2 pasal ini. Volume. dan harga satuan bahan tidak mengikat pada harga borongan lumpsum. Nilai pembayaran setiap tahap maksimum sebesar prestasi hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan dikurangi 5 %./…………. Pasal 11 CARA PEMBAYARAN 1. PIHAK KEDUA telah menjamin bahwa penggunaan uang muka tersebut dalam butir a ayat 2 pasal ini adalah sepenuhnya diperuntukkan atau dipergunakan bagi pelaksanaan pekerjaan pemborongan sebagaimana disebut dalam pasal 1 surat perjanjian ini. Dalam jumlah biaya pelaksanaan tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran PIHAK KEDUA beserta pajak-pajak dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. dengan memperhitungkan prestasi pekerjaan yang telah dilakukan oleh PIHAK KEDUA. serta document lainnya tersebut pada ayat 1 pasal 2 surat perjanjian ini. Jumlah biaya pelaksanaan borongan ini adalah sebesar Rp.

dan segala biaya yang dikeluarkan menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. volume. Tahap-tahap pembayaran ayat 2 a. peralatan. Perhitungan penambahan atau pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh kedua belah pihak.000. dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. e. d. d. Segala biaya sehubungan pembuatan surat perjanjian ini termasuk biaya materai tempel Rp 6. kecuali apabila Pemerintah Republik Indonesia dalam bidang moneter secara resmi menyatakan tentang kenaikan tersebut yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. 2. 3. b. Pembayaran terakhir sebesar 5% dari harga borongan yakni sebesar Rp. setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai 100% (Serah Terima I) dan diterima oleh PIHAK PERTAMA dikurangi angsuran uang muka (uang muka sudah harus lunas 100%). setelah selesai masa pemeliharaan dilaksanakan dengan baik sesuai dengan pasal 8 perjanjian ini. 3. peralatan. atau pemberitahuan resmi secara tertulis. dan rincian pekerjaan secara jelas. Pasal 14 PEKERJAAN TAMBAH KURANG 1. Dan seterusnya.) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA. ………………. Pasal 13 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1. Pasal 12 KENAIKAN HARGA 1.angsuran uang muka. dan e pasal 11 ini harus dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang disetujui dan ditandatangani oleh kedua belah pihak. 2. Page 129 2. 3. (……………………………………….. dan upah selama masa pelaksanaan pekerjaan pemborongan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Perubahan yang merupakan penambahan atau pengurangan pekerjaan hanya dianggap sah sesudah mendapat persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA dengan menyebutkan jenis..(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA.. Page 128 c. ( ……………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntuntan (klaim) atas kenaikan harga bahan. Segala pajak dan retribusi sehubungan pekerjaan pemborongan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Kenaikan harga bahan. jika tidak tercantum dalam daftar harga satuan pekerjaan dalam pasal 10 ayat 4 perjanjian ini. dan upah tersebut. Harga pekerjaan tambah kurang dalam ayat 1 dan 2 pasal ini setinggi-tingginya 10% dari . dan dilampiri Berita Acara Serah Terima II hasil pekerjaan. c. Pembayaran ketiga sebesar ……% dari biaya borongan yakni sebesar Rp …………………. PIHAK KEDUA wajib mengurus dan menyelesaikan semua perizinan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini.

dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban keuangan kepada para pekerja harian dan sub kontraktor. badai. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. ( …………) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini. Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah. Pasal 16 SANKSI / DENDA 1. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat Keadaan Memaksa. 2. Page 130 e. f. 4. Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA). 3. huru-hara. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan memaksa” tersebut. c. maka : a. d. 6. Perang. Jika PIHAK KEDUA melakukan kelalaian dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya . Adanya pekerjaan tambah kurang tidak dapat dipakai sebagai alasan untuk mengubah jangka waktu penyelesaian pekerjaan. makar. Bencana alam (gempa bumi. PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. yaitu : a. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. Apabila terjadi “keadaan memaksa”. pemberontakan. b. maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis. setelah diperiksa oleh Pengawas Pekerjaan/Manajemen Konstruksi. Pasal 16. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA. kecuali atas persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA.harga borongan dan sudah termasuk pajak yang harus dibayarkan oleh PIHAK KEDUA. dibuat perjanjian tambahan (Addendum). Apabila “keadaan memaksa” itu ditolak oleh PIHAK PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan Pasal 7. dan Pasal 18 dalam Surat Perjanjian ini. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan memaksa” tersebut. 5. Untuk pekerjaan tersebut di atas. dan banjir). Apabila selama ……. Yang dimaksud “keadaan memaksa” dalam perjanjian ini adalah peristiwa-peristiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak. Pelaksanaan pembayaran pekerjaan tambah kurang dilakukan setelah pekerjaan selesai 100%. Pasal 15 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 1. kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan kontraktor). tanah longsor. revolusi. b. c. d.

o/oo ( …. dengan ketentuan PIHAK KEDUA tetap berkewajiban memperbaiki kesalahan/kelalaian yang diperingatkan tersebut (umumnya 1-3%).sebagaimana tercantum dalam dokumen kontrak perjanjian ini. Denda-denda tersebut dalam pasal ini. d. Dalam waktu 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal Surat Perintah Kerja diterbitkan oleh PIHAK PERTAMA. Jika pada waktu pelaksanaan terjadi kemacetan-kemacetan akibat tidak tersedianya bahan dan alat-alat karena kesalahan PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. Jika PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan pekerjaan pemborongan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam pasal perjanjian ini. 3. Jika hasil pekerjaan PIHAK KEDUA musnah karena kelalaian PIHAK KEDUA sebelum diserahkan kepada PIHAK PERTAMA.. 2. Pasal 17 RISIKO 1. 4. Per mil) dari biaya pekerjaan borongan (umumnya 3o/oo). PIHAK KEDUA tidak memulai melaksanakan pekerjaan pemborongan sebagaimana diatur dalam pasal 1 surat perjanjian ini.% (…. Memberikan keterangan tidak benar yang dapat merugikan PIHAK PERTAMA. Persen) dari jumlah biaya pekerjaan borongan (umumnya 10%). Jumlah maksimum denda kumulatif ayat 1 dan 2 pasal ini ditetapkan sebesar …. 3. maka segala kerugian ditanggung oleh PIHAK KEDUA. sehubungan dengan pekerjaan pemborongan ini. maka untuk setiap kali melakukan kelalaian. maka segala risiko akibat kemacetan pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian yang timbul. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan pembangunan ini. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : a. Pasal 18 PEMUTUSAN PERJANJIAN 1. 4. b. c. Apabila selama PIHAK KEDUA melaksanakan pekerjaan pemborongan ini menimbulkan kerugian PIHAK KETIGA (orang-orang yang tidak ada sangkut paut dengan perjanjian ini) akibat kelalaian PIHAK KEDUA. maka setiap hari keterlambatan PIHAK KEDUA wajib membayar “denda keterlambatan” sebesar …. PIHAK KEDUA wajib menutup asuransi jenis Construction All Risk dan atau Erection All Risk untuk semua jenis pekerjaan yang dilaksanakan dalam surat perjanjian ini. dibebankan kepada PIHAK KEDUA dan akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. . Page 131 5. 2. PIHAK KEDUA wajib membayar “Denda Kelalaian” sebesar …… % dari jumlah biaya pekerjaan borongan. Dalam waktu 7 (tujuh) hari berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan pemborongan yang telah dimulainya.

3. 2. PIHAK KEDUA telah memborongkan sebagian atau seluruh pekerjaan kepada PIHAK KETIGA tanpa persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. maka perselisihan akan diselesaikan melalui Pengadilan Negeri. maka akan diselesaikan melalui “Panitia Pendamai” terdiri dari 3 (tiga) orang yang bertugas sebagai juri yang dibentuk oleh kedua belah pihak. dan biaya penyelesaian perselisihan ditanggung bersama oleh kedua belah pihak. Page 132 4. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk pemborong lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. yaitu : Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota dan Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. PIHAK KEDUA segera menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dokumen kontrak lengkap dengan lampiranlampirannya dan seluruh keterangan lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. 4. 2. maka PIHAK PERTAMA akan memperhitungkan dan menetapkan pembayaran berdasar penilaian prestasi pelaksanaan pekerjaan yang telah diselesaikan oleh PIHAK KEDUA. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. Pasal 20 . maka jaminan pelaksanaan dan jaminan uang muka yang telah diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA menjadi milik Negara sebagaimana diatur dalam pasal 9 surat perjanjian ini. Dalam hal demikian. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak dapat melaksanakan atau melanjutkan pekerjaan yang ditugaskan. Apabila terjadi pemutusan perjanjian sebagaimana dimaksud ayat 2 pasal ini. Jika PIHAK KEDUA melaksanakan pekerjaan pemborongan ini tidak sesuai dengan jadwal waktu (Time Schedule) yang telah disetujui oleh PIHAK PERTAMA. 3. Jika terjadi pemutusan perjanjian pemborongan secara sepihak oleh PIHAK PERTAMA sebagaimana dimaksud ayat 1 pasal ini.e. Pasal 19 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. i. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. h. f. Apabila PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tentang sub kontraktor sebagaimana diatur dalam pasal 6 surat perjanjian ini. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 Pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak. Apabila jumlah denda kumulatif telah mencapai maksimum 10% (sepuluh persen) dari jumlah harga pekerjaan borongan ini. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak akan diselesaikan secara musyawarah. g.

termasuk pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh sub kontraktor. Laporan dan catatan tersebut dalam ayat 2 dan 3 pasal ini. masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta pihak-pihak lain yang berkepentingan yang berkaitan dengan pekerjaan pemborongan ini. pelaksanaan. laporan. 4. 2. dan dinyatakan berlaku sejak tanggal diterbitkannya Surat Perintah Kerja dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA wajib membuat laporan berkala pelaksanaan pekerjaan secara keseluruhan. Page 133 Pasal 21 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian pemborongan ini beserta segala akibatnya. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Kontraktor PT/CV. Surat perjanjian pekerjaan pemborongan ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di …………………. beserta catatan-catatan selama pelaksanaan di lapangan. PIHAK KEDUA wajib membuat dan menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA fotofoto dokumentasi setiap bagian pekerjaan tentang persiapan. dibuat berbentuk buku harian rangkap …. 6. 5. kedua belah pihak telah setuju memilih tempat kedudukan hukum yang tetap di Kantor Pengadilan Negeri ………………….LAPORAN 1. maka PIHAK KEDUA harus segera menyerahkannya kepada PIHAK PERTAMA. (nama tempat) pada hari dan tanggal tersebut di atas. 3. Segala sesuatu yang belum diatur dalam surat perjanjian ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut dalam surat perjanjian tambahan (addendum) yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama. PIHAK KEDUA wajib membuat catatan yang jelas dan pasti mengenai kemajuan pekerjaan yang telah dilaksanakan. (…………………….) bermeterai cukup.). Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap …. PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA pada saat penyerahan I pekerjaan yakni : gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dalam bentuk kalkir dan blue print. ……………… Kepala Satuan Kerja / Pejabat Pembuat Komitmen ……………………………… . Di ……………………… Pasal 22 PENUTUP 1. 2. (…………) diisi pada format yang telah disetujui Pengawas Pekerjaan/Manajemen Konstruksi dan harus selalu berada di tempat pekerjaan. (………………………. 3. Jika sewaktu-waktu diminta oleh PIHAK PERTAMA untuk menyerahkan sebagian atau keseluruhan dokumen kontrak. dan hasil pekerjaan sampai selesai yang dimasukkan dalam album dan dibuat dalam rangkap ……..

... …………………………… Catatan : *) Ditandatangani penanggung jawab perusahaan..................... b......... Pelaksanaan Tanggal : ........... Telah melaksanakan pekerjaan Konstruksi/Pelaksanaan untuk : a.50 Juta keatas.................................. f. c... e.. Departemen/Lembaga : ........ Lokasi : ..…………………………………............ Pasal 9 (Jaminan Pelaksanaan) berlaku untuk pekerjaan dengan nilai Rp.... DIPA : Nomor : ............... Kontraktor Pelaksana : ............... g.................................. *) …………………………… NIP..... Page 134 LAPORAN PEKERJAAN PELAKSANAAN (Untuk lampiran pembayaran angsuran sampai serah terima-1) SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………........... Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : ... d. Tanggal : .. Dalam Surat Perjanjian tidak boleh ada tipp-ex dan tulisan tangan (nomor dan tanggal misalnya) dan masing-masing lembaran diparaf oleh pihak pertama dan pihak kedua..................... LAMPIRAN : Lap...... Pekerjaan : ........... Biaya Pelaksanaan ......................................................... Kemajuan Pekerjaan 1...... LAPORAN PEKERJAAN PELAKSANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : …………………….............

. *) ………………………….. ……………………............. ........................minggu : …………..... ……………………………… ……………………………….. Waktu Pelaksanaan : Tgl.% (……………………) prosen....% Kemajuan pekerjaan telah mencapai prestasi sebesar : ……...... (………………………….. ...... Page 135 Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya.. Jml.......... Pelaksanaan pekerjaan tersebut dengan prestasi sebagai berikut ( laporan lengkap terlampir): No Bagian/Jenis pekerjaan % Bobot pekerjaan Kemajuan Pekerjaan % Total Prestasi Pekerjaan 1. Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : .... Selesai : ………….. Jumlah 100% ...... ...... Diperiksa oleh : Dibuat oleh : Konsultan Pengawas/MK Konsultan Pelaksana PT/CV.............) h. Dapat diisi rekapitulasi item pekerjaan ....Penanggung jawab perusahaan dan atau . Mulai : …………. PT/CV………………………..: Rp.... Tgl..... 2..Penanggung jawab lapangan dari perusahaan Page 136 LAPORAN PEKERJAAN PEMELIHARAAN (untuk lampiran serah terima II) .. *) …………………………...

Pemeliharaan 1. maka kewajiban sesuai dengan pasal …. ………………………………………………………………………… c. Tanggal :………………………………. SPK Pelaksanaan Tanggal :………………………………. Waktu Pemeliharaan : Tgl mulai :……………………………… Tgl selesai :……………………………… 2. Dan seterusnya. Lokasi :………………………………………………. 3. ………………………………………………………………………… e.) h. g. d. Telah melaksanakan pekerjaan Pemeliharaan untuk : a. ………………………………………………………………………… d. e.. (……………………………………………. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor :………………………………. Pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan tersebut meliputi (laporan lengkap terlampir) : a. ………………………………………………………………………… b. f.SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. Kontraktor Pelaksana :………………………………………………. Departemen/Lembaga :………………………………………………. c. LAPORAN PEKERJAAN PELAKSANAAN PEMELIHARAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………… LAMPIRAN : Lap. Daftar Isian Proyek : Nomor :………………………………... ………………………………………………………………………… f. Sehubungan dengan hal tersebut diatas. …………………………………………. Biaya Pelaksanaan : Rp. b. ayat . Pekerjaan :……………………………………………….

. Page 137 Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya. . *).Penanggung jawab perusahaan dan atau .f. Pekerjaan : ……………………………………… 2. ……………………….…… Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Pelaksanaan tersebut butir 1.Penanggung jawab lapangan Page 138 LAPORAN FOTO PROYEK PEKERJAAN PELAKSANAAN (untuk kelengkapan pengesahan Berita Acara kepada instansi teknis dan untuk file) SATUAN KERJA : ……………………… …………………………………………… LAPORAN FOTO PROYEK PEKERJAAN PELAKSANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE : ……………………… TANGGAL : ……………………… LAMPIRAN : 1(satu) Dokumen / Album Pelaksanaan 1.. diatas telah dilaksanakan. ……………………………. Lokasi : ……………………………………. Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : . ………………… *) …………………………. PT/CV …………………. Diperiksa oleh : Dibuat oleh : Konsultan Pengawas/MK Kontraktor Pelaksana PT/CV ………………………….

4. Biaya Pelaksanaan : Rp. 7.. PT/CV …………………. ……………………………….. Catatan : *) Penanggung jawab lapangan dari perusahaan Page 139 BERITA ACARA SERAH TERIMA I PEKERJAAN PELAKSANAAN SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. Kontraktor Pelaksana : ……………………………………. ________________________________________________________________________ FOTO PROYEK Warna 3R/4R Kemajuan pekerjaan telah mencapai prestasi sebesar : ………% Diperiksa oleh : Dibuat oleh : Konsultan Pengawas/MK Kontraktor Pelaksana PT/CV ………………………….. Waktu Pelaksanaan : Tgl mulai : ……………. ……………………………. *). ………………… *) ……………………….3. 6. Nama Bangunan : ……………………………………. BERITA ACARA SERAH TERIMA I PEKERJAAN PELAKSANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… . ………………………. Tgl selesai : ……………. Tampilan Bangunan : Depan/samping/belakang 5.

. Pada hari ini.. tanggal ………………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. Addendum Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK Nomor : …………………… tanggal ………………………. : ……………………… LAMP... Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK Nomor : ……………………………. Nama : …………………………………………………………...……………………... Tanggal : …………………………………………. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK.. (bila ada). Tanggal : ……………. Nomor : ………………………………………….... Alamat kantor : ………………………………………………………. Page 140 4.LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL..*) : Laporan Pekerjaan Pelaksanaan Nomor : …………….. 2.. Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : ……………………. Laporan pekerjaan pelaksanaan Nomor : …………………………… tanggal . Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II... Minggu ke : ……………. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : ………………………………………….... tanggal …………………… 3... Tanggal : …………………………………………. Kedua belah pihak berdasarkan : 1. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….

maka PIHAK KEDUA tetap bertanggung jawab atas segala kerusakan dan cacat-cacat tersembunyi selama masa pemeliharaan yaitu …… (………………………. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Kontraktor Pelaksana .……………………………………. DIPA : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 Penyerahan sebagaimana yang dimaksud pasal 1 diatas termasuk meliputi (sesuai Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan) : 1. Lokasi : ……………………………………………… 3... Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK.. …………. …………………………………………………………………. Dan seterusnya.. seluas = ……. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. Ayat …. Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Pertama Pekerjaan Pelaksanaan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan pelaksanaan untuk : 1. Dan seterusnya. Pekerjaan : ……………………………………………… 2. Sampai dengan tanggal …………. Page 141 Demikian Berita Acara Serah Terima Pertama pekerjaan pelaksanaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. Pasal 4 Sesuai dengan pasal …. 3. 2. M2 2.. …………………………………………………………………. Departemen/lembaga : ……………………………………………… 4. Pasal 3 Sebagai kelengkapan Berita Acara Serah Terima Pertama ini dilampirkan dokumen administrasi bangunan yang terdiri dari : 1.…………….) hari kalender atau terhitung sejak tanggal ……………………. Pada tanggal tersebut diatas..

*) : Laporan Pekerjaan Pemeliharaan Nomor : ……………. Nama : ………………………………………………………… . : ……………………… LAMP. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. Minggu ke : …………….. Nip. ……………………………… ………………………………… *) …………………………. …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 142 BERITA ACARA SERAH TERIMA II PEKERJAAN PELAKSANAAN SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. …………………….. Pada hari ini.. Nama : …………………………………………………………. Tanggal : ………………………………………….Kepala Satuan Kerja /PPK PT/CV.. Tanggal : ……………. BERITA ACARA SERAH TERIMA II PEKERJAAN PELAKSANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK ………. …………………………………. Alamat kantor : ………………………………………………………. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : ………………………………………….……………………..

Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. Nomor : …………………………………………. Tanggal : …………………………………………. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Kedua belah pihak berdasarkan : 1. Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : ……………………... tanggal ……………………….. 2. Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK Nomor : …………………………….... tanggal …………………… 3. Addendum Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK Nomor : …………………… tanggal ………………………. (bila ada). 4. Berita Acara Serah Terima Pertama pekerjaan pelaksanaan Nomor : …………………………. Tanggal ……………………. Page 143 5. Laporan pekerjaan pemeliharaan Nomor : …………………………… tanggal ……………………………………. Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Kedua Pekerjaan Pelaksanaan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan perbaikan-perbaikan selama masa pemeliharaan untuk : 1. Pekerjaan : ……………………………………………… 2. Lokasi : ……………………………………………… 3. Departemen/lembaga : ……………………………………………… 4. DIPA : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 1. PIHAK PERTAMA telah menerima dengan baik segala perbaikan-perbaikan yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA selama masa pemeliharaan terhitung sejak tanggal

…………. Sampai dengan tanggal ……………. 2. Selanjutnya PIHAK KEDUA tetap bertanggung jawab atas cacat-cacat tersembunyi selama ….. (………………………..) tahun, terhitung sejak tanggal serah terima kedua pekerjaan pelaksanaan, sesuai ketentuan pasal ………. Surat Perjanjian Pelaksanaan / SPK Nomor : ………. Tanggal …………………… Pasal 3 Sebagai kelengkapan Berita Acara Serah Terima kedua ini dilampirkan dokumen administrasi bangunan yang terdiri dari : 1. Dokumen kelengkapan untuk pendaftaran bangunan gedung Negara. 2. Dokumen pedoman pemeliharaan/perawatan (bila disyaratkan). 3. …………………………………………………………………. 4. Dan seterusnya. Page 144 Demikian Berita Acara Serah Terima Kedua pekerjaan pelaksanaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. Pada tanggal tersebut diatas, dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Kontraktor Pelaksana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV. …………………….. …………………………………. ……………………………… ………………………………… *) …………………………... Nip. ……………………………
Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan

Page 145 BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PELAKSANAAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN SATUAN KERJA: ……………………… ………………………………………… BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PELAKSANAAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. : ………………………

LAMP.*) : Laporan Pekerjaan Pelaksanaan Nomor : ……………. Tanggal : ……………. Minggu ke : ……………. Pada hari ini, …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. Nama : …………………………………………………………. Jabatan : Kepala Satuan Kerja /PPK………..…………………….. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. Tanggal : …………………………………………. Alamat kantor : ……………………………………………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. Nomor : …………………………………………. Tanggal : …………………………………………. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Dengan ini menyatakan : 1. Kedua belah pihak telah setuju dan sepakat bahwa, untuk : a. Pekerjaan : …………………………………….. b. Lokasi : …………………………………….. c. Departemen/Lembaga : …………………………………….. d. DIPA : Nomor : ……………………

Jumlah yang telah dibayarkan = Rp. Angsuran ke …… = Rp. .) prosen.. 2. Kepada PIHAK KEDUA. ……………………………. …………………………….. ……………………. Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Pelaksanaan tersebut butir 1. f... PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pelaksana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV.. Angsuran ke …… = Rp. Angsuran ke …… = Rp. = Rp. telah dibayarkan : …. …………………………………. …………………………… Terbilang : (………………………………………………………………. Pada angsuran pembayaran ini PIHAK KEDUA Berhak dibayarkan sebesar : = Rp. c. b. ayat….. ………………………………… Prestasi pekerjaan pelaksanaan telah mencapai kemajuan sebesar : …………. Pada tanggal tersebut diatas.. (……………………………) kali angsuran pembayaran yaitu : a. ……………………………. …………………………….f diatas.) Demikian Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Pelaksanaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. 4. Kontraktor Pelaksana : ……………………………………. % (…………………………………. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Pelaksanaan Tanggal : …………………… g. Biaya Pelaksanaan : Rp.Tanggal : …………………… Page 146 e. ……………………………. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. Berdasarkan pasal …. 3. maka PIHAK KEDUA telah berhak menerima dari PIHAK PERTAMA sejumlah : ……… % x Rp ………………….

: ……………………… LAMP.. Nip. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK ………. .……………………. Alamat kantor : ………………………………………………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. : Laporan Perhitungan Biaya Pekerjaan Tambah / Kurang Pada hari ini.. Tanggal : ………………………………………….. …………………………… Catatan : *) Untuk BA 100% juga dilampirkan BA serah terima pekerjaan **) Penanggung jawab perusahaan Page 147 BERITA ACARA PERUBAHAN PEKERJAAN SATUAN KERJA : ……………………… …………………………………………… BERITA ACARA PERUBAHAN PEKERJAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL.. Nomor : …………………………………………. Nama : …………………………………………………………. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : ………………………………………….……………………………… ………………………………… **)……………………….

Penambahan dan atau pengurangan biaya akibat perubahan pekerjaan ini sebesar Rp.. d.. c. Biaya Pelaksanaan : Rp. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Perubahan pekerjaan yang dimaksud pada butir 1 diatas adalah : a. Demikian Berita Acara Perubahan Pekerjaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. Pekerjaan : ……………………………………. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Pelaksanaan Tanggal : …………………… g. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….Tanggal : …………………………………………. PIHAK PERTAMA telah memerintahkan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA telah menerima perintah perubahan pekerjaan untuk : a. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. b. (………………………………………………) b. . c. Perubahan-perubahan pekerjaan tersebut akan diperhitungkan sebagai pekerjaan tambah-kurang yang selanjutnya akan dibuatkan addendum/ amandemen kontrak oleh kedua belah pihak.. Ketentuan atas perubahan tersebut adalah : a. Lokasi : ……………………………………. ……………………………………………. Departemen/Lembaga : …………………………………….……………………………. DIPA : Nomor : …………………… Tanggal : …………………… Page 148 e. Dan seterusnya. …………………………………………………………………………… b. Pada tanggal tersebut diatas... 3. ………………. ………………………………… 2. Dengan ini menyatakan : 1.

.. Tanggal : ... b... ……………………………… ………………………………… **)………………………................. Telah mengadakan perhitungan dan evaluasi pekerjaan tambah kurang untuk : a.......... Departemen/Lembaga : ........PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Kontraktor Pelaksana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV................................. ……. ………………………………….................... Pekerjaan : .......... d..... LAPORAN PERHITUNGAN BIAYA PEKERJAAN TAMBAH KURANG PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TANGGAL : ……………………........... Tgl …… 1..................... DIPA : Nomor : .... .......... TAMBAH KURANG SATUAN KERJA : ……………………… …………………………………………….. e...... Lokasi : . ……………………... …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 149 LAPORAN PERHITUNGAN BIAYA PEK.............. Kontraktor Pelaksana : ....................... c..................................... LAMPIRAN : Surat Perintah Ka Satker/PPK No...... Nip........

............ g....) 2................ (………………………….. ……………………….. Pekerjaan awal : No Bagian/Jenis Pekerjaan Volume pekerjaan Harga Satuan Sesuai Kontrak (Rp) Harga Pekerjaan Awal (Rp) 1............... ...... Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : .. SPK Pelaksanaan Tanggal : .. .....f........... Sesuai Kontrak (Rp) Harga Sat............... Jumlah–1 . Selisih harga pekerjaan tambah kurang : 1) Harga pekerjaan awal = Rp..... Berdasarkan perhitungan tersebut diatas maka dapat dilaporkan sebagai berikut : a.. …………... ...................... Biaya Pelaksanaan : Rp........ …………… ……………...Pekerjaan akhir : No Bagian/ Jenis Pekerjaan Volume Pekerjaan Harga Sat........... .. b.. .... …………………….................................. .... …………… Jumlah ... Diluar Kontrak (Rp) Juml..... Harga Pekerjaan Baru (Rp) 1.........II ………… Page 150 c. 2) Harga pekerjaan akhir .......

Demikian laporan perhitungan dan evaluasi pekerjaan tambah kurang ini dibuat sebagai bahan pertimbangan. Dari hasil evaluasi pekerjaan tambah kurang tersebut terdapat biaya lebih/kurang sebesar Rp.. ……………………………… ………………………………..... Telah melaksanakan pekerjaan tambah kurang untuk : a.. Pekerjaan : ... ...).. Nip. …………………… (……………………………………. ……………………. Nip..... Diperiksa oleh : Dibuat oleh : **) Konsultan Pengawas/MK Kontraktor Pelaksana PT/CV. LAMPIRAN : Lap........... Diketahui oleh : Tim Teknis Satuan Kerja/PPK **) …………………………… …………………………........ ……………………. Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : Penanggung jawab perusahaahaan atau Penanggung jawab lapangan dari perusahaan **) Diisi Nama Satuan Kerja yang bersangkutan Page 151 LAPORAN KEMAJUAN PEKERJAAN TAMBAH KURANG (bila pekerjaan tambah kurang di evaluasi setelah Serah Terima I) PROYEK : ……………………… LAPORAN PEKERJAAN TAMBAH KURANG PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : …………………….= Rp.... Kemajuan Pekerjaan 1....... …………………….... ……………………… *) …………………………... PT/CV………………………...

.......................... g............ e..% Kemajuan pekerjaan tambah kurang telah mencapai prestasi sebesar : . c........ Kontraktor Pelaksana : . Diisi per-item pekerjaan ..... .......................... Departemen/Lembaga : ....................................... ... SPK Pelaksanaan Tanggal : ............. d...................... Biaya Pek....... Lokasi : ................. Tanggal : ………………… h.. Pelaksanaan pekerjaan tersebut dengan prestasi sebagai berikut (laporan lengkap terlampir) : No Bagian/Jenis Pekerjaan % Bobot Pekerjaan % Kemajuan Pekerjaan % Total Prestasi Pekerjaan 1...........b........................................ …………………............ Addendum (bila ada) : Nomor : .) 2.................................................... (…………………………................. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : .............. Tanggal : ........ Jumlah 100% ......................... Tambah/Kurang : Rp............ Diperiksa oleh : .............. ........... DIPA : Nomor : .......% (. Page 152 Demikian laporan pekerjaan tambah kurang ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya..) prosen......... f..................

……………………………… ……………………………….Penanggung jawab perusahaahaan dan atau . PT/CV………………………. Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : . …………………….Dibuat oleh : **) Konsultan Pengawas/MK Kontraktor Pelaksana PT/CV.. *) ……………………… *) …………………………..Penanggung jawab lapangan dari perusahaan .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful