Berikut ini adalah versi HTML dari file http://atdr.tdmrc.

org:8084/jspui/bitstream/123456789/5624/1/20061117_Standar_Dokumen_RR_FBU_BR R_NAD-Nias.pdf. G o o g l e membuat versi HTML dari dokumen tersebut secara otomatis pada saat menelusuri web.

Page 1
KEPUTUSAN KEPALA BADAN PEI,AKSANA BADAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI WILAYAH DAN

KEHTDUpAN MASyARAKAT pRovrNSr NANccRoE AcEH DAnusialev
DAN KEPULAUAN NIAS PROVINSI SUMATERA UTARA NOMOR : I 54lKEp/Bp-BRR/X/2006 TENTANC STANDAR DOKUMEN PENYELENCGARAAN REIIABILITASI DAN REKONSTRUKSI FASILITAS DAN BANCUNAN UMUM DI LINCKUNCAN BADAN PELAKSANA BADAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI WILAYAH DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM DAN KEPULAUAN NIAS PROVINSI SUMATERA UTARA KEPALA BADAN PELAKSANA, bahwa unru( me'teniDkdn pembang.rnan dan rnenjamill keielamalan bangunan darajn pro.es .ehabirila5i dan rekonstruksi terhadap, fasilitas dan bangunan umum perlu dibuat standar dokumen penyelengga€an rehabilitasi dan rckor..rruL.i fa'ilirar dan bangunan umur bahwa berdasarkan p€rtimbangan humf a perlu menetapkan Keputusan Kepala Badan pelaksana tentang Standar Dokumen Penyelenggaraan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Fas;litas dan Bangunan Umum di Lingkungan Badan pelaksana Badan Rehabi'itasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara. Undang-undang Republik Indonesia Nomor l0 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan pemerintah pengganti Undang_ undang Nomor 2 Tahun 2005 Tentang Badan Rehabilitasi d;n Rekon5lruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakal provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias provinsi Sumatera Utara menjadi Undang-undang (Lembaran N€gara Republik lndonesia Tahun 2005 Nomor Ill, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4550); Undang-undang R€publik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuaogan Negara (Lembaran Negara RepLrblik lndonesla Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286)i Undang-undang Republik Indonesia Nomor I Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Repllblik. lr, P\ Menimbang Mengingat
:4,

b.

: 1. .1.

2.

Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias Jl. lr l\,4uhammad Thaher No.20 Lueng Bata - BandaAceh,23247 Telp.06it - 636666, Fax.06St - 637777

Page 2

Nias
Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 4. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemerilsaaan Pengelolaan dan Ianggung Ja*ab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomof 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); 5. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 1999 tentarg Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahon 1999 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republ;k Indonesia Nomor 3833); 6. Undang-undang Republik lndonesia Nomor 28 Taiun 2002 tentang Bangunan Cedung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4247); 7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraaan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2000 Nomor 84, Tambahan Lembaran Nega.a Republik lndonesia Nomor 3956); 8. Peraturan Pemerintah. Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2005 tentang Pefaturan Pelaksanaan Undang Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Cedung (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2005 Nomor 83, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4532)i 9. Peraturan Presiden Republik lndonesia Nomor 30 Tahun 2005 tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi NangFoe Aceh Darltssalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara: i0. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 76 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 34 tahun 2005 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja serta Hak Keuangan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi wilayah dan Kehidupan Masyarakat Prcvinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utam; I l. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2003 sebagaimana telah diubah beberapa kali dan terakhir dengan Peraturan Presiden Republik lndonesia Nomor 79 Tahun 2006 tertdng Perubahan Kelima Atas Keputusan Presiden Nomor 80 Tahu! 2003 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 332/KPrS/2002 Tanggal22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pe-nbangunan Bangunan Cedung Negara. eh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias

Jl- lr lvluhammad Thaher No.20 Luens Bata - BandaAceh,23247 Telp. 0651, 636666, Fax. 0651 - 637777 Memperhatikan

Page 3

Nias
\ Menetapkan

MEMTJTUSKAN: KEPUTUSAN KEPALA BADAN PELAKSANA TENTANC STANDAR

DOKUMEN
PENYELENGCARAAN PERTAMA

KEDUA
REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI FASILITAS DAN BANGUNAN UMUM DI LINGKUNCAN BADAN PELAKSANA BADAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI WILAYAH DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT PROVINSI NANCGROE ACEH DARUSSALAM DAN KEPULAUAN NIAS PROVINSI SLM ATIRA UTARA Memberlakukan: a. Standar Dokumen Kerangka Acuan Kerja. Surat perintah Keria, Kontrak Pekerjaan, dan Berita Acara pekerjaan Manajemen Konstruksi sebagaimana terlampir dalam Lampiran I Keputusan
Int;

b- Standar Dokumen Kerangka Acuan Kerja, Surat perintah Kerja, Kontrak Pekerjaan, dan Berita Acara p€kerjaan perencanaan sebagaimana terlampir dalam Lampiran Il Keputusan ini: c. Standaf Dokumen Kerangka Acuan Kerja, Surat perintah Kerja, Kontrak Pekerjaan, dhn Berita Aca|a pekerjaan pengawasan sebagaitnana tedampir dalam Lampiran lll Keputusan ini; d. Standar Dokumen Sulat Perintah Kerja, Kont.ak pekerjaan, dan Berita Acara Pekerjaan Pelaksanaan sebagaimana terlampif dalam Lampiran lV Keputusan ini. Lampiran Keputusan sebagaimana dimaksud pada DIKTUM PERTAMA merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan ini. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Apabila dikemudian hari temyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini, akan diadakan perbaikan dan perubahan sebagaimana mestinya. Salinan Keputusan Kepala Badan Pelaksana ini disampaikan kepada )th : 1. Ketua De\'r'an Pengarah Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat provinsi Nanggroe Aceh Daiussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara; 2. Ketua. Dewan Pengawas Badan Rehabititasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara; 3. Wakil Kepala, Sekretaris dan para Deputi di Lingkungan Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan

Fax. lr I'luhammad Thahef No. SURAT PERINTAH KERJA PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI 3. 0651 _ 637.23247 Tetp.t _ 637777 Page 4 Nias 4.Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggoe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara: .alarn dan Kepulauan Nias Provinsi Slrmalera Utara.BandaAceh. 636666. 065.0651 . iB l+' . BERITA ACARA PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI Page 6 KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI …………………………………………………………………… SATUAN KERJA/PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………… .20 Lueng Bata. 0651 .f*evam aaoeN pELAKSANA.Rekonsrruksi Wilayah dan Kehidupan Masyamlar Provinsi Nanggroe Aceh Daru\salam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utaaa. Ditetapkan di : Banda Aceh Pada tanggal : I0 Oktober 2006 .l KETIGA KEEMPAT Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias Jl. q Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias Jl. Kepala Satuan Kerja di Lingkungan Badan pelaksana Badan Rehabilitasi dan .636666. Kepala Perwakilan di Lingkungan Badan pelaksana Badan Rehabiliuasi dan Rekonslruksi Wila)ah dan Kehidupan Mas)arakat Provinsi Nanggroe Aceh Darus. h MuhammadThaher No. 5. Fax.t77 Page 5 Lampiran I : Keputusan Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara Nomor: 154/KEP/BP-BRR/X/2006 LAMPIRAN I 1.23247 Tetp. KERANGKA ACUAN KERJA PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI 2. KONTRAK PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI 4.20 Lueng Bata . BandaAceh.

yang menyangkut aspek mutu.. dan atau b. dan atau e. Dilaksanakan secara bertahap yang tidak dapat diselesaikan dalam satu tahun anggaran 2.. Konsultan Manajemen Konstruksi digunakan untuk pembangunan bangunan gedung Negara yaitu : a. serta administrasi kontrak. PENDAHULUAN A. 3. dan atau d. Melibatkan lebih dari satu konsultan perencana maupun kontraktor.000 m2. Bangunan dengan luas total diatas 5.. dibentuk Pengelola Satuan . Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian kegiatan Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen………………………. kriteria..BRR NAD-Nias. dan biaya. waktu. Page 7 2. B. Sebagaimana telah ditetapkan dalam Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara..……………BRR NAD-Nias. Pemegang Mata Anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias. UMUM 1. LATAR BELAKANG 1. yang terdiri dari Pengelola Administrasi dan Keuangan serta Tim Teknis/Pengelola Teknis yang ditunjuk dan bertanggung jawab kepada Pemimpin Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. konsultan MK mendapatkan bantuan bimbingan teknis dan administrasi dalam menentukan arah pekerjaan pengendalian/pengawasan dari Pengelola Satuan Kerja. 3.. 2. Dalam kegiatan operasionalnya. dan atau c. Bangunan khusus. Bangunan bertingkat diatas 4 lantai. Untuk penyelenggaraan kegiatan yang dimaksud.. Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) akan melaksanakan pengendalian/pengawasan terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh konsultan Perencana dan kontraktor Pelaksana/Pemborong yang diikut sertakan dalam proyek bersangkutan.BRR NAD-Nias I. Dengan penugasan ini diharapkan Konsultan MK dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai KAK ini. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. C. proses dan keluaran yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterpretasikan dalam peleksanaan tugas. Secara kontraktual Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) bertanggung jawab kepada Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen . MAKSUD DAN TUJUAN 1. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan Manajemen Konstruksi yang memuat masukan.

Lingkup kegiatan meliputi Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/ Restorasi …………………………………. 2.. Page 8 B.Kerja /Pejabat Pembuat Komitmen berdasarkan SK Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen Nomor:……………………. II. khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Mengawasi dan mengikuti penyelenggaraan paket kegiatan loka karya Value . Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. Kegiatan MK tersebut. termasuk menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK). …………………………………………………………………. Membantu Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen menyiapkan kontrak perjanjian pekerjaan perencanaan. (sesuai DIPA/RKA-KL). D. 2. Membantu Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen dalam melaksanakan pengadaan konsultan perencana. 2.. memberi saran waktu dan strategi pengadaan dan bantuan evaluasi proses pengadaan rekanan.. antara lain : A. Dan seterusnya. strategi pentahapan serta penyusunan dokumen lelang. c. b. LINGKUP KEGIATAN 1. Tahap Perencanaan 1. KEGIATAN MANAJEMEN KONSTRUKSI Kegiatan MK yang dilaksanakan oleh konsultan adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku. …………………………………………………………………. Tahap Persiapan Proyek 1. Tanggal …………… dengan susunan organisasi seperti pada lampiran. Lingkup tugas Konsultan adalah pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) pada pekerjaan Pembangunan/ Rehabilitasi/ Renovasi/ Restorasi……………. Dan SK tentang Pembentukan Panitia Lelang/Pengadaan/penunjukan langsung Nomor:…………………………. Mengadakan evaluasi program kegiatan perencanaan yang diusulkan oleh konsultan Perencana yang meliputi program penyediaan dan penggunaan sumber-daya. Tanggal ………………. yang terdiri dari komponen kegiatan : a.

Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian kegiatan Satuan Kerja ……………. Dan SK tentang Pembentukan Panitia Lelang/Pengadaan/ penunjukan langsung Nomor : …………………………. antara lain : A. yang terdiri dari komponen kegiatan : a. Lingkup tugas adalah pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) pada pekerjaan Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi ……………. …………………………………………………………………. Memberikan layanan konsultasi kegiatan perencanaan yang terdiri atas : a.Engineering 40 Jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana (khusus untuk pembangunan bangunan diatas 12. Tahap Persiapan Proyek 1. d. dibentuk Organisasi Pengelola Satuan Kerja berdasarkan SK Kepala Satuan Kerja Nomor : ………………………. c. Pemegang Mata Anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Badan Rehabilitasi Dan Rekonstruksi NAD-Nias 3. 2.. c.. khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. (sesuai DIPA/RKA-KL). Tanggal ………………. Untuk penyelenggara Satuan Kerja yang dimaksud. Dan seterusnya. LINGKUP PROYEK 1. LATAR BELAKANG 1. Kegiatan MK tersebut. termasuk menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK). C. KEGIATAN MANAJEMEN KONSTRUKSI Kegiatan MK yang dilaksanakan oleh konsultan adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku.. Konsultasi pekerjaan perencanaan dari sudut efisiensi sumber daya serta kemungkinan pelaksanaan. 3. memberi . Page 9 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. III.. Perumusan evaluasi status serta koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. b. Lingkup proyek adalah Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi …………………………………. D. ……………………………………. Penyusunan laporan kegiatan tahap perencanaan secara periodik. Membantu konsultan perencana dalam pelaksanaan value engineering pada tahap perencanaan secara in house. b. Membantu pengelola satuan kerja dalam melaksanakan pengadaan konsultan perencana. …………………………………………………………………. ……… 2. Tanggal …………… dengan susunan organisasi seperti pada lampiran.000 m2 atau lebih dari 8 lantai).

6. Page 10 C. Membantu menyiapkan draft surat perjanjian pekerjaan pelaksanaan . Konsultasi pekerjaan perencanaan dari sudut efisiensi sumber daya serta kemungkinan pelaksanaan. evaluasi program terhadap penyimpangan teknis dan manajerial atas persoalan yang timbul. 2. Mengadakan dan memimpin rapat-rapat koordinasi perencanaan. dan membuat laporan kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi. Perumusan evaluasi status serta koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. evaluasi program terhadap perubahan lingkungan. Mengadakan evaluasi program kegiatan perencanaan yang diusulkan oleh konsultan Perencana yang meliputi program penyediaan dan penggunaan sumber-daya. 5. Membantu melakukan pembukaan dan evaluasi terhadap penawaran yang masuk. Mengendalikan program yang terdiri atas : evaluasi program terhadap hasil perencanaan. 2. B. maupun media elektronik. Membantu memberikan penjelasan pekerjaan pada waktu rapat penjelasan pekerjaan. 2. 4. Menyusun laporan dan berita acara dalam rangka kemajuan pekerjaan dan serah terima pekerjaan perencanaan. Penyusunan laporan kegiatan tahap perencanaan secara periodik.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). Tahap pelelangan 1. 5. Membantu pengelola proyek dalam mempersiapkan dan menyusun program pelaksanaan pelelangan pekerjaan konstruksi. Membantu konsultan perencana dalam pelaksanaan value engineering pada tahap perencanaan secara in house. serta pengusulan koreksi program. Melakukan penelitian kelengkapan dokumen perencanaan dan dokumen pelelangan untuk pelaksanaan konstruksi.saran waktu dan strategi pengadaan dan bantuan evaluasi proses pengadaan rekanan. c. 6. Memberikan layanan konsultasi kegiatan perencanaan yang terdiri atas : a. baik melalui papan pengumuman. Tahap Perencanaan 1. serta bersama Konsultan Perencana menyusun program pelelangan dan membantu kegiatan panitia pelelangan. d. b. Membantu panitia lelang melakukan prakualifikasi calon peserta pelelangan. 4. Membantu panitia lelang dalam menyebar luaskan pengumuman pelelangan. 3. menyusun laporan hasil rapat koordinasi. Membantu pengelola satuan kerja menyiapkan kontrak perjanjian pekerjaan perencanaan. strategi pentahapan serta penyusunan dokumen lelang. Mengawasi dan mengikuti penyelenggaraan paket kegiatan loka karya Value Engineering 40 Jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana (khusus untuk pembangunan bangunan diatas 12. Membantu panitia lelang dalam menyusun Harga Perhitungan Sendiri (HPS) pekerjaan konstruksi. 7. 7. media cetak. 3.

yang meliputi program pengendalian sumber daya. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. Melakukan koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi fisik. serta ketepatan waktu. kuantitas. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. j. Meneliti gambar-gambar pelaksaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh pemborong. Melakukan evaluasi program terhadap penyimpangan teknis dan manajerial yang timbul. serta melakukan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. dan biaya pekerjaan konstruksi. Menyusun berita acara kemajuan pekerjaan. pengendalian biaya. Menyusun daftar cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama. Membantu panitia lelang dalam menyusun laporan proyek tahap pelelangan. d.konstruksi fisik. pengendalian kesehatan dan keselamatan kerja. dan program kesehatan dan keselamatan kerja (K3). peralatan dan perlengkapan. 4. usulan koreksi program dan tindakan turun tangan. 8. b. penyediaan dan penggunaan tenaga kerja. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan dan laporan-laporan yang dibuat oleh pemborong. pengendalian sasaran fisik (kuantitas dan kualitas) pekerjaan. Meneliti gambar-gambar yang telah sesuai dengan pelaksanaan (AsBuilt Drawings) sebelum serah terima pertama. Bersama dengan konsultan perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung. i. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. dan mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. 2. Melakukan kegiatan pengawasan yang terdiri atas : a. Mengawasi pemakaian bahan. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi. yang meliputi program-program pencapaian konstruksi. Page 11 c. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. h. D. 3. Mengendalikan program pelaksanaan konstruksi fisik. Memeriksa dan mempelajari dokumen pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan lapangan. peralatan dan metode pelaksanaan. bahan bangunan. dana. pengendalian tertib administrasi. Mengadakan evaluasi program kegiatan pelaksanaan konstruksi fisik yang disusun oleh pemborong. informasi. Menyelenggarakan kegiatan rapat-rapat lapangan secara berkala. pengendalian waktu. e. program Quality Assurance/Quality Control. f. pemeliharaan pekerjaan. g. 5. Tahap Konstruksi 1. .

Salinan atau foto copy Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemerintah Daerah setempat. V. Gambar situasi dan gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (As-Built Drawings) disertai gambar legger. iii. Foto copy sertifikat atau bukti pemilikan/hak atas tanah. l. 3. 7. IV. Membantu pengelola proyek dalam menyusun dokumen untuk kelengkapan pendaftaran gedung sebagai gedung negera : i. Konsultan Manajemen Konstruksi bertanggung jawab secara professional atas jasa manajemen konstruksi yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku. Foto copy DIPA (pembiayaan). Memberikan penilaian untuk mendapat persetujuan dari pemberi tugas tentang sub kontraktor yang akan dilibatkan oleh pemborong. v. Page 12 2. Mengusulkan perubahan-perubahan serta penyesuaian di lapangan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi. memenuhi syarat teknis yang dapat dipertanggung jawabkan. Ketepatan waktu pembangunan proyek sesuai batas waktu berlakunya anggaran/waktu yang telah ditetapkan. vii. Berita Acara Serah Terima I dan II. 4. Secara umum tanggung jawab konsultan adalah menjaga agar proyek memiliki kinerja minimal sebagai berikut : 1. tetapi juga bagi para tenaga ahli professional manajemen konstruksi yang terlibat. Ketepatan biaya pembangunan sesuai batasan anggaran yang tersedia atau yang telah ditetapkan. Ketepatan kualitas dan kuantitas sesuai standar/peraturan yang berlaku. B. iv. Ketertiban administrasi kontrak dan pelaksanaan pembangunan. C. vi. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN KONSTRUKSI A. Penanggung jawab professional manajemen konstruksi adalah tidak hanya konsultan sebagai suatu perusahaan. sehingga proyek mencapai hasil dan daya guna yang seoptimal mungkin. B I A Y A A. Biaya Manajemen Konstruksi (MK) .k. dan sesuai dengan dokumen pekerjaan/pelaksanaan. Kontrak/Surat Perjanjian Pelaksanaan Pemborongan. 6. Membantu pengelola proyek mengurus IPB (Ijin Penggunaan Bangunan) dari Pemerintah Daerah Tingkat II setempat.

Perjalanan (local maupun luar kota). Pembelian dan atau sewa peralatan. B. c. yang minimal meliputi : A. Ketentuan pembiayaan lebih lanjut mengikuti surat perjanjian pekerjaan manajemen konstruksi yang dibuat oleh Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen dan Konsultan Manajemen Konstruksi. Pengaturan tentang komponen pembiayaan pada butir a dan b diatas adalah dipisahkan antara bangunan standar. Pada tahap persiapan proyek 1. b... Jasa dan overhead Manajemen Konstruksi. 2. Biaya rapat-rapat. Bila terdapat pekerjaan non standar. Honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang. Pembayaran biaya Konsultan Manajemen Konstruksi didasarkan pada prestasi kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi. Pajak dan pengeluaran sejenis lainnya. Uraian program dan kegiatan pengendalian waktu. g. b. yaitu meliputi komponen sebagai berikut : a. Loan Nomor : ………………. e. Besarnya biaya pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) mengikuti ketentuan dalam Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. K E L U A R A N Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Manajemen Konstruksi berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam perjanjian. maka dihitung secara orang-bulan dan biaya langsung yang dapat diganti. tabel B1 dan tabel D. d.. Untuk pekerjaan standar berlaku maksimum sesuai pada tabel A1.1. DIPA Nomor : ………………. d. VI. dan administrasi kontrak. h. Sewa kendaraan. serta non standar dan harus terbaca dalam suatu rekapitulasi akhir yang menyebut angka dan huruf. Dan lain-lain. 2. tanggal ……………………. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 yaitu : a. e. c. biaya. tanggal ……………………. Biaya pekerjaan Konsultan Manajemen Konstruksi dan tata cara pembayaran diatur secara kontraktual setelah melalui tahapan proses pengadaan konsultan manajemen konstruksi sesuai peraturan yang berlaku. sesuai dengan ketentuan billingrate yang berlaku. Materi dan penggandaan laporan. mutu. .. Sumber Dana Sumber Dana dari keseluruhan pekerjaan manajemen konstruksi di bebankan pada: 1. Page 13 3. f. 3. Besarnya biaya konsultan Manajemen Konstruksi merupakan biaya tetap dan pasti.

Laporan Hasil Konsultasi MK pada kegiatan perencanaan. Biaya. Laporan Bulanan Kegiatan Manajemen Konstruksi. D. Pada tahap pelaksanaan 1. Mutu. 4. Pada tahap perencanaan 1. dan Administrasi Kontrak (bila ada revisi). Laporan Bulanan Manajemen Konstruksi Tahap Pemeliharaan. dan adminstrasi kontrak. Page 14 3. Laporan lengkap pelaksanaan pelelangan mulai dari pengumuman pelelangan sampai dengan penetapan pemenang dan bantuan penyiapan surat perjanjian pemborongan. dari aspek pengendalian waktu.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). 2. laporan pengujian.2. Laporan pelaksanaan pengadaan konsultan perencana. dan Administrasi Kontrak Tahap Pelaksanaan. Biaya. Mutu. surat menyurat. dan Administrasi Kontrak Tahap Pelaksanaan (bila ada revisi). 3. B. mutu. Biaya. Kerangka Acuan Kerja (KAK) Perencanaan. Pada tahap pelelangan 1. Mutu. Biaya. biaya. 4. Laporan pemeriksaan Dokumen Perencanaan tahap pra-rencana. Dokumen gambar-gambar sesuai pelaksanaan dan kelengkapannya (as-built drawings) dalam bentuk kertas kalkir dan cetak biru. 2. lengkap dengan setiap lampirannya seperti risalah rapat. 3. Persyaratan Umum Pekerjaan . Mutu. 3. 5. Kelengkapan Dokumen untuk Pendaftaran Bangunan Gedung Negara. 6. C. Uraian program dan kegiatan Pengendalian waktu. Revisi Uraian Program dan Kegiatan Pengendalian waktu. dan penyiapan gambar detail/dokument lelang. dll. Pengembangan rencana. Laporan Akhir Pekerjaan Manajemen Konstruksi yang memuat uraian kegiatan dari tahap persiapan sampai tahap pelaksanaan konstruksi fisik VII. surat menyurat dll. Laporan pengawasan atas penyelenggaraan paket kegiatan loka karya Value Engineering 40 jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana (khusus untuk pembangunan Bangunan diatas 12. kemajuan pekerjaan. K R I T E R I A Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh konsultan Manajemen Konstruksi seperti yang dimaksud pada Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini harus memperhatikan persyaratanpersyaratan seperti dibawah ini : A. E. Revisi Program dan Kegiatan Pelelangan (bila ada revisi). Laporan Akhir pekerjaan Manajemen Konstruksi yang mencakup keseluruhan kegiatan manajemen konstruksi dari tahap persiapan sampai dengan serah terima kedua pekerjaan pelaksanaan. Laporan Bulanan Manajemen Konstruksi Tahap Pelaksanaan dari aspek pengendalian Waktu. 2. dan Administrasi Kontrak termasuk setiap lampirannya seperti risalah rapat lapangan. Revisi Program dan Kegiatan Pengendalian waktu. visual lapangan. 5.

yaitu Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan dan Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan. Kesalahan/kelalaian pekerjaan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari Konsultan Manajemen Konstruksi (MK). baik yang berasal dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen maupun yang dicari sendiri. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah Setempat. kualitas. Persyaratan Teknis Lainnya Selain kriteria umum diatas. Persyaratan Fungsional Pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) harus dilaksanakan dengan profesionalisme yang tinggi sebagai pemberi jasa konsultasi Manajemen Konstruksi. 2. baik yang menyangkut macam. Yang termuat dalam Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. untuk pekerjaan MK berlaku pula ketentuan-ketentuan seperti standar. E. 4. VIII. B. sesuai standar hasil karya manajemen konstruksi yang berlaku. dan kuantitas dari setiap bagian pekerjaan. konsultan Manajemen Konstruksi harus mencari sendiri informasi yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini. Page 15 D. Untuk melaksanakan tugasnya. antara lain : 1.Setiap bagian dari pekerjaan pengendalian oleh konsultan MK harus dilaksanakan secara benar dan tuntas sampai dengan memberi hasil yang telah ditetapkan dan diterima dengan baik oleh Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. . T e n a g a Selama menjalankan tugasnya. pedoman dan peraturan yang berlaku. Persyaratan Obyektif Pelaksanaan pekerjaan manajemen konstruksi profesional yang obyektif untuk kelancaran pelaksanaan. MASUKAN A. Ketentuan yang diberlakukan untuk pekerjaan proyek yang bersangkutan. konsultan secara minimal harus menghasilkan keluaran sesuai dengan permintaan yang ada dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 3. B. Standar dan pedoman teknis yang berlaku di bidang penyelenggaraan bangunan Negara. C. Persyaratan Prosedural Penyelesaian administratif sehubungan dengan pekerjaan di lapangan harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku. beserta kelengkapannya dan ketentuan-ketentuan sebagai dasar perjanjiannya. Konsultan Manajemen Konstruksi harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya. I n f o r m a s i 1. yang secara fungsional dapat mendorong peningkatan kinerja proyek. 2.

konsultan Manajemen Konstruksi harus menyediakan tenaga yang memenuhi kebutuhan proyek. 1. Tenaga ahli teknis lainnya sesuai kebutuhan dan lingkup kompleksitas pekerjaan. 2. konsultan Manajemen Konstruksi minimal harus membentuk organisasi yang memadai. Manajemen biaya …………. Administrasi kontrak …………. tanggung jawab. Pengawasan lapangan ………….. masa penugasannya. Program kerja termasuk jadwal kegiatan secara detail. orang 2. dan diketuai oleh seorang Manajer Konstruksi yang disetujui oleh Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. konsultan hendaknya memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan. dan kemudian konsultan berkewajiban untuk memenuhinya. Konsep penanganan pekerjaan Manajemen Konstruksi Proyek. PROGRAM KERJA A. Tenaga-tenaga yang diusulkan konsultan Manajemen Konstruksi harus mendapat persetujuan dari Kepala satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. B. konsultan Manajemen Konstruksi harus segera menyusun : 1. Page 16 Bila dianggap masih belum memadai. orang 4. setelah sebelumnya dipresentasikan oleh Konsultan Manajemen Konstruksi dan mendapatkan pendapat teknis dari Tim Teknis Satuan Kerja. Program Kerja secara keseluruhan harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. 3. pemberi tugas berhak meminta dan mengarahkan penyediaan tenaga oleh konsultan.. Aplikasi tenaga yang lengkap (disiplin dan jumlahnya).Untuk melaksanakan tugasnya. orang 3. Manajemen konstruksi professional …………. P E N U T U P A. IX. Sebelum melaksanakan pekerjaannya. X. Yang kesemuanya harus jelas mengenai tugas. Manajemen mutu …………. Selama dalam menjalankan tugasnya. orang 7... Setelah Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini diterima.. orang 5. dan menyiapkan tenaga ahli yang berpengalaman dalam bidang-bidang : (Kualifikasi masing-masing tenaga ahli disesuaikan berdasarkan kebutuhan/kompleksitas proyek). Manajemen waktu …………. . orang 6. baik ditinjau dari lingkup (besar) proyek maupun tingkat kekomplekan proyek..

Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Pelelangan/ Pemilihan Langsung Nomor : ……………………. Jabatan : ……………………………………….. Jabatan : ………………………………………. Nama : ………………………………………. . MEMERINTAHKAN KEPADA : 2. NIP : …………………. PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI PEMBANGUNAN / REHABILITASI / RENOVASI / RESTORASI ………………………………………………………………………. Nama : ……………………………………….. Tanggal …………………………. dikembangkan/ dilengkapi untuk Kebutuhan proyek yang bersangkutan. Nama Badan Usaha : ……………………………………….. Catatan : Model KAK tersebut diatas bersifat pokok yang masih Harus disesuaikan..Page 17 B.. dengan ini kami yang bertandatangan dibawah ini : 1. Selaku Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen …………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA. Berdasarkan bahan-bahan tersebut konsultan MK agar segera menyusun program kerja untuk dibahas dengan Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen.. Tanggal : ………………………………………. Page 18 SURAT PERINTAH KERJA (SPK) PEKERJAAN MK SURAT PERINTAH KERJA KEPALA SATUAN KERJA / PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………………… Nomor : ………………………………………... Alamat Kantor : ………………………………………. DIBUAT DI : …………………… TANGGAL : …………………… Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen …………………………..

dan membuat laporan kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi. ii. Selaku Konsultan Manajemen Konstruksi Pekerjaan …………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Mengadakan dan memimpin rapat-rapat koordinasi perencanaan. vi. Mengendalikan program yang meliputi : evaluasi program atas hasil perencanaan. 4. serta bantuan evaluasi proses pengadaan rekanan. Memberikan konsultasi kegiatan perencanaan yang terdiri atas : 1. Membantu PIHAK PERTAMA dalam melaksanakan pengadaan konsultan perencana. Memeriksa laporan kegiatan perencanaan secara periodik. evaluasi program atas penyimpangan teknis dan manajerial dari persoalan yang timbul. Tugas Pekerjaan : Pekerjaan Manajemen Konstruksi yang akan dilaksanakan adalah : Pembangunan/Rehabilitasi/ Renovasi/Restorasi …………………………………. ii. iv. strategi pentahapan serta penyusunan dokumen lelang. Menyusun laporan dan berita acara dalam rangka kemajuan pekerjaan dan pembayaran angsuran. Membantu Konsultan Perencana dalam pelaksanaan value engineering pada tahap perencanaan secara in house. evaluasi program atas perubahan lingkungan. menyusun laporan hasil rapat koordinasi. menyusun program pelelangan serta membantu kegiatan panitia pelelangan. vii. Membantu PIHAK PERTAMA menyiapkan kontrak perjajian pekerjaan perencanaan. Review pekerjaan perencanaan dari sudut efisiensi sumber daya serta kemungkinan pelaksanaan.000 M2 atau lebih dari 8 lantai). Perumusan evaluasi status dan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. b. (lokasi pekerjaan) yang meliputi tugas-tugas sebagai berikut : a. Mengadakan evaluasi program kegiatan perencanaan yang diusulkan oleh Konsultan Perencana yang meliputi program penyediaan dan penggunaan sumber-daya. Pada Tahap Persiapan Proyek : i. termasuk menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK).. Mengawasi dan mengikuti penyelenggaraan paket kegiatan loka karya VE 40 Jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana (khusus untuk pembangunan bangunan diatas 12.Alamat Badan Usaha : ………………………………………. serta untuk serah terima pekerjaan perencanaan.. iii.. memberi saran waktu dan strategi pengadaan. v. 2. Surat Perintah Kerja (SPK) ini diperintahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dengan ketentuan dan syarat-syarat seperti tersebut dibawah ini : Page 19 1. di …………………………. Pada Tahap Perencanaan : i. Melakukan penelitian kelengkapan dokumen perencanaan dan dokumen pelelangan untuk pelaksanaan konstruksi. Page 20 . serta pengusulan koreksi program. 3.

iv. Mengadakan evaluasi program kegiatan pelaksanaan konstruksi fisik yang disusun oleh Kontraktor Pelaksana. viii. bahan bangunan. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. Mengendalikan program pelaksanaan konstruksi fisik. v. Membantu memberikan penjelasan pekerjaan pada waktu rapat penjelasan pekerjaan. baik melalui papan pengumuman. dan program kesehatan dan keselamatan kerja (K3). ii. iii. Menyelenggarakan kegiatan rapat-rapat lapangan secara berkala. Membantu panitia lelang dalam menyusun Harga Perhitungan Sendiri (HPS) pekerjaan konstruksi. Membantu panitia lelang dalam menyusun laporan proyek tahap pelelangan. Melakukan kegiatan pengawasan yang terdiri atas : 1. 4. Membantu menyiapkan draft surat perjanjian pekerjaan pelaksanaan konstruksi fisik. serta melakukan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan.c. penyediaan dan penggunaan tenaga kerja. pengendalian biaya. pengendalian kesehatan dan keselamatan kerja. yang meliputi program pengendalian sumber daya. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. usulan koreksi program dan tindakan turun tangan. perlengkapan dan peralatan. program Quality Assurance/ Quality Control. maupun media elektronik. Membantu panitia lelang melakukan prakualifikasi calon peserta pelelangan. serta ketepatan waktu. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan. Membantu melakukan pembukaan dan evaluasi terhadap penawaran yang masuk. pengendalian tertib administrasi. dan laporan-laporan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi. v. pengendalian waktu. d. pengendalian sasaran fisik (kuantitas dan kualitas) pekerjaan. 3. iii. dana. Membantu PIHAK PERTAMA dalam mempersiapkan dan menyusun program pelaksanaan pelelangan pekerjaan konstruksi. . yang meliputi program-program pencapaian sasaran konstruksi. kuantitas. Melakukan evaluasi program terhadap penyimpangan teknis dan manajerial yang timbul. Pada Tahap Pelelangan : i. peralatan dan metode pelaksanaan. Mengawasi pemakaian bahan. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. iv. Pada Tahap Konstruksi : i. media cetak. Page 21 2. informasi. ii. vi. Melakukan koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi fisik. dan biaya pekerjaan konstruksi. 5. vii. Membantu panitia lelang dalam menyebarluaskan pengumuman pelelangan. Memeriksa dan mempelajari dokumen pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan lapangan.

(……………………………………………).. dan mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. (…………………………………...... 12.. Menyusun berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran. Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built Drawings) sebelum serah terima pertama. vii..). ………………….. …………………………. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi... vi.. Angsuran ketiga sebesar 10% dari biaya Manajemen Konstruksi yakni sejumlah Rp. Membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pendaftaran sebagai gedung Negara.. dan c diatas serta diterima baik oleh PIHAK PERTAMA. 10. Membantu PIHAK PERTAMA dalam penyusunan Ijin Penggunaan Bangunan (IPB) dari Pemerintah Daerah Tingkat II setempat. Angsuran kesatu sebesar 20% dari biaya Manajemen Konstruksi yakni sejumlah Rp..).. 7. Biaya Manajemen Konstruksi a.. 2. yang merupakan jumlah tetap dan pasti (lumpsum fixed price)... c. 11.. dibayar setelah PIHAK KEDUA telah menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya pada tahap persiapan sampai dengan penunjukan Kontraktor Pelaksana sebagaimana yang disebut dalam butir 1 a. 3.. Bersama dengan Konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung. dengan ketentuan sebagai berikut : a. tanggal : ………………… Page 22 b. dibayar setelah . bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajakpajak. Menyusun daftar cacat/ kerusakan sebelum serah terima pertama.).sesuai dengan DIPA Nomor : …………………….d diatas dan diterima oleh PIHAK PERTAMA.. (………………………………………. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana.. Angsuran kedua sebesar 70% dari biaya Manajemen Konstruksi yakni sejumlah Rp. 9.. Besarnya biaya konsultan manajemen konstruksi adalah Rp. Cara Pembayaran Pembayaran biaya Konsultan Manajemen Konstruksi dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilaksanakan secara bertahap sesuai tahapan pekerjaan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Mengusulkan perubahan-perubahan serta penyesuaian di lapangan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi.. pemeliharaan pekerjaan. (……………………………………... 8.. …………………. Memberikan penilaian untuk mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA tentang sub kontraktor yang akan dilibatkan oleh Kontraktor Pelaksana.6.. yang dibebankan pada Satuan Kerja .... …………………. b. dibayar setelah prestasi Pelaksanaan pekerjaan kontraktor pelaksana mencapai 100% (serah terima pertama) dan PIHAK KEDUA telah menyelesaikan kewajibannya sebagaimana yang disebut dalam butir 1..b..

d. Tanggal ………………………. Jangka Waktu . SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. n. ii. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. Gambar-gambar (dokumen lelang). 4. c. e. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi.e diatas dan diterima baik oleh PIHAK PERTAMA. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. antara lain : i. iv. Page 23 f. iii. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam suatu Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Manajemen Konstruksi untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta dengan pengesahan pejabat yang berwenang dari Departemen Pekerjaan Umum atau pejabat yang ditunjuk olehnya. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syaratsyarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. k. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. l. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). m.. Kerangka Acuan Kerja (KAK) Manajemen Konstruksi. Semua ketentuan dan peraturan serta Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. Persyaratan dan Spesifikasi Teknis a. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. g. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. b. h. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias. o. 5. j. i.diadakan serah terima kedua hasil pekerjaan kontraktor pelaksana kepada pihak PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah menyelesaikan seluruh kewajibannya sebagaimana yang disebut dalam butir 1. Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) : …………………………… Nomor : ………………. f.

Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya. …………………… *) ……………. Jumlah denda kumulatif ditetapkan maksimum …. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar … % (…… Page 24 persen) dari biaya pekerjaan Manajemen Konstruksi dengan ketentuan bahwa. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Manajemen Konstruksi Kepala Satuan Kerja/Pejabat PT/CV ……………………. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dalam batas waktu yang ditetapkan.. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya. maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri …………. a. Penyelesaian Perselisihan a. Sampai dengan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kalender setelah diadakannya serah terima kedua pekerjaan pelaksanaan. c. 6.. Sanksi dan Denda. harus menyerahkan selengkapnya dokumendokumen sebagai hasil pekerjaannya seperti tercantum dalam butir 1 diatas. NIP ……………… Catatan : *) Ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan Model perjanjian dengan SPK berlaku hanya untuk pekerjaan yang nilainya sampai RP. dengan ketentuan bahwa PIHAK KEDUA. maka untuk setiap hari kelambatan pihak konsultan wajib membayar denda kelambatan sebesar ……. Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ……………… dan mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. o/oo (………permil) dari biaya pekerjaan Manajemen Konstruksi (umumnya 3 o/oo)..50 juta.% (…. PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya (umumnya 1-3%).Jangka waktu pelaksanaan terhitung mulai tanggal ditandatanganinya Surat Perintah Kerja oleh PIHAK PERTAMA tanggal ………. 7. prosen) dari biaya pekerjaan Manajemen Konstruksi (umumnya 10%). Jika terjadi perselisihan dikemudian hari. Page 25 SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI . Pembuat Komimen…………………… ………………. b. b.

Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias (pejabat yang structural yang menunjuk) Nomor : ………………. Membantu PIHAK PERTAMA dalam melaksanakan pengadaan konsultan perencana.. Tanggal ………… bulan……….. Jabatan (struktural) : ………………………………… Alamat : ………………………………….. memberi saran . Nama : …………………………………. Dengan 2. Tugas pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK).. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA. antara lain : a. bertindak untuk dan atas nama …………………… (nama Badan Usaha). Nama Perusahaan : …………………………………. Jabatan : Direktur …………………………………. yaitu untuk melaksanakan Pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) pada pelaksanaan pekerjaan : …………….. tahun ……………….. di ……………… dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya. Tanggal …………… oleh Notaris ………... PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut. Pada tahap Persiapa Proyek : i. tanggal …………. telah ditunjuk selaku Kepala satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen………………. Dengan lokasi Pekerjaan : ……………………… 2.PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI ……………………………………………………………………. Nomor : ………………………………… Tanggal : ………………………………… Pada hari ini …………. yang berwenang dalam bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA. Yang didirikan dengan Akte Notaris Nomor : …………………. kami yang bertandatangan di bawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan Manajemen Konstruksi : Antara 1. Nama : …………………………………. Alamat : …………………………………. SATUAN KERJA …………………………………………………………………. Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1. termasuk menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK).

Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. vi. Page 27 laporan harian. d. pemeliharaan pekerjaan. kuantitas. ii. Mengawasi dan mengikuti penyelenggaraan paket kegiatan loka karya VE 40 Jam secara in – house yang dilaksanakan oleh konsultan perencana khusus untuk pembangunan bangunan diatas 12. iv. c. b. 4). Review pekerjaan perencanaan dari sudut efisiensi sumber daya serta kemungkinan pelaksanaan. serta bantuan evaluasi proses pengadaan rekanan. serta pengusulan koreksi program. evaluasi program atas penyimpangan teknis dan manajerial dari persoalan yang timbul. iii. Memeriksa laporan kegiatan perencanaan secara periodik. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh .Page 26 waktu dan strategi pengadaan. Mengadakan evaluasi program kegiatan perencanaan yang diusulkan oleh Konsultan Perencana yang meliputi program penyediaan dan penggunaan sumber-daya. Mengendalikan program yang meliputi : evaluasi program atas hasil perencanaan. mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. 3). Pada tahap Perencanaan : i. strategi pentahapan serta penyusunan dokumen lelang. Memberikan konsultasi kegiatan perencanaan yang terdiri atas : 1). menyusun program pelelangan serta membantu kegiatan panitia pelelangan. menyusun laporan hasil rapat koordinasi. vii. Membantu Konsultan Perencana dalam pelaksanaan value engineering pada tahap perencanaan secara in house. g. 2). Mengadaka dan memimpin rapat-rapat koordinasi perencanaan. Membantu PIHAK PERTAMA menyiapkan kontrak perjanjian pekerjaan perencanaan. Melakukan penelitian kelengkapan dokumen perencanaan dan dokumen perencanaan dan dokumen pelelangan untuk pelaksanaan konstruksi. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). evaluasi program atas perubahan lingkungan. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. serta untuk serah terima pekerjaan perencanaan. Menyusun laporan dan berita acara dalam rangka kemajuan pekerjaan dan pembayaran angsuran. dan membuat laporan kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi. Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran. ii. v. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. e. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. f. Perumusan evaluasi status dan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan.

Surat Keputusan Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………. Nomor : ………………………………………………. j. Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perjanjian ini. Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built drawings) sebelum serah terima pertama. Tanggal : …………………………………………….. i. Surat Usulan Calon Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… d. Page 28 f. h. Tanggal : ………………………………………………. b. k..Kontraktor Pelaksana. dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan. e. Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 2. Membantu PIHAK PERTAMA dalam pengurusan IPB (Ijin Penggunaan Bangunan) dari Pemerintah Daerah Tingkat II setempat. Membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pendaftaran gedung sebagai bangunan gedung Negara. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. l. yaitu : a. . Menyusun daftar cacat-cacat/ kerusakan sebelum serah terima pertama. Tanggal : ……………………………………………. DIPA : ………………………………………………. Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… c. Bersama Konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung. Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : …………………………………………….

Page 29 n. c. i. b. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. sehingga pelaksanaan pekerjaan manajemen konstruksi . d. l. j. k. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini. antara lain : a. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung.Addendum (bila ada) 3. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. 2. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. b. e. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. h. g. f. c. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. d. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan Manajemen Konstruksi yang ditetapkan. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. m. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : a. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN 1. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung.

c. Laporan harian. d. 8. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dan Manual Peralatanperalatan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. 4. perintah/petunjuk yang penting dari PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA wajib melaksanakan periksa ulang semua Dokumen Teknis sesuai keahliannya. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian. 4. 9. Page 30 2. 3. dan memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA tentang kelainan yang ditemukan dan mengusulkan cara penyelesaiannya sesuai standar dan ketentuan serta peraturan yang berlaku. Tenaga kerja. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran. Waktu pelaksanaan pekerjaan. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah Kurang. 5. b. Laporan Akhir Pekerjaan Manajemen Konstruksi. Buku harian. 6. 8. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada pihak lain. dan PIHAK KEDUA. 9. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas segala kerugian PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan baik langsung ataupun tidak langsung turut serta baik sebagai Sub Kontraktor maupun pemasok bahan dari pekerjaan ini. Kelengkapan dokumen pendaftaran bangunan gedung Negara lengkap dengan lampiranlampirannya. 10. Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan. berisi keterangan tentang : a. Alat-alat. 7.sesuai dengan Surat Perjanjian ini. . e. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI Hasil pekerjaan pengawasan disamping harus sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja. diterima atau ditolak. 6. Bahan-bahan yang datang. harus diserahkan kepada PIHAK PERTAMA minimal dalam rangkap 5 (lima). Kontraktor Pelaksana. akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA sehubungan dengan pekerjaan ini. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 surat perjanjian ini dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh PIHAK KEDUA. 7. 3. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. yang masing-masing terdiri dari : 1. 5. yang memuat semua kejadian. Kelancaran pelaksanaan proyek yang berhubungan dengan manajemen konstruksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. Laporan rapat di lapangan (site meeting). Gambar rincian pelaksanaan (shop drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana.

c. ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai ….. Pasal 7 CARA PEMBAYARAN 1. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan manajemen konstruksi sampai selesai 100% yang disebut dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini. Pembayaran tahap kesatu sebesar …………..) dan merupakan biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price). % dari biaya manajemen konstruksi yakni sejumlah Rp. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. yang mengakibatkan bahwa adanya perpanjangan/ penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum). Jangka waktu penyelesaian pekerjaan tersebut dalam ayat 1 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA kecuali adanya “keadaan memaksa” seperti diatur dalam Pasal 14 Surat Perjanjian ini.% dari biaya manajemen konstruksi yakni sejumlah Rp. dengan ketentuan sebagai berikut : a. terhitung mulai tanggal ……………………. ………………. Page 31 Pasal 6 BIAYA MANAJEMEN KONSTRUKSI 1...Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA.. ( ………………………………. %. ………………. dan .. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan manajemen konstruksi sebagaimana tercantum dalam pasal 4 surat perjanjian ini. yang telah disetujui/disahkan oleh PIHAK PERTAMA. (Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja dari PIHAK PERTAMA) sampai dengan dilaksanakannya Serah Terima Kedua pekerjaan konstruksi fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. Besarnya biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp ………………… (………………………………………………. ( …………………………………. tanggal …………… Tahun Anggaran ………………/………… 2. ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana telah mencapai 100 % (serah terima pertama). Jumlah biaya tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak. Pembayaran tahap ketiga sebesar ……. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. b.. Nomor : ……………………….% dari biaya manajemen konstruksi yakni sejumlah Rp. 2. yang dibebankan pada Satuan Kerja : ………………………………… sesuai dengan DIPA/RKA-KL ……………………………. atau adanya surat perintah penambahan pekerjaan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. …………………… ( …………… ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai ………… %. Pembayaran tahap kedua sebesar …. Pembayaran biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan prestasi pekerjaan pemborongan..

(………………………………….000. ………………… (…………………………. 2.PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas manajemen konstruksi dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. keahlian serta . maka jaminan pelaksanaan manajemen konstruksi menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA.). Agar pekerjaan pengawasan berjalan seperti yang ditetapkan. Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak Page 32 Pasal 8 JAMINAN PELAKSANAAN PENGAWASAN 1. 2. Pembayaran tahap keempat/terakhir sebesar 10% dari jumlah biaya pekerjaan manajemen konstruksi yakni sejumlah Rp. serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan manajemen konstruksi sesuai pasal 4 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA. maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa berlakunya dan harus dijamin tidak ada waktu senggang antaranya.(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Segala pajak-pajak sehubungan pekerjaan pengawasan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. 3. d. Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai temple Rp 6. dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 9 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1. PIHAK KEDUA diwajibkan menyediakan tenaga kerja yang cukup jumlah. Dalam hal PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian ini dan terjadi pemutusan hubungan perjanjian sesuai pasal 15. Pasal 10 TENAGA KERJA DAN UPAH 1.) dibayar setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua pekerjaan konstruksi fisik. 2. 4. maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA Surat Jaminan Pekerjaan Manajemen Konstruksi berupa Surat Jaminan Bank Umum atau Perusahaan Asuransi Kerugian sebesar 5 % dari biaya manajemen konstruksi atau sejumlah Rp ………………………. Surat Jaminan tersebut pada ayat 1 pasal ini. diserahkan kembali oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. setelah Serah Terima II pekerjaan konstruksi fisik dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugasnya.. Selambat-lambatnya pada saat perjanjian ini ditanda tangani. Bila jangka waktu berlakunya Surat Jaminan Pekerjaan Manajemen Konstruksi berakhir sebelum dilaksanakannya Serah Terima Dokumen pekerjaan seperti dalam ayat 2 pasal ini.

Tenaga Ahli Manajemen Konstruksi yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi persyaratan yang diperlukan. Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 10 ayat 1 Surat Perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi. maka PIHAK KEDUA setuju akan diberi biaya pekerjaan manajemen konstruksi sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam menjalankan tugas pengawasan tersebut. Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan pengawasan bertentangan dengan Surat Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kerugian tersebut. dan dapat menerima/memberikan/ memutuskan segala petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA harus menggunakan bentuk organisasi jumlah dan kualifikasi tenaga ahli dengan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Manajemen Konstruksi (KAK) yang telah disetujui oleh Kedua belah pihak. 2.ketrampilannya. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. sehubungan dengan pekerjaan manajemen konstruksi ini. 3. % ( ……. harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis.. Jumlah denda kumulatif tersebut dalam ayat 1 diatas ditetapkan maksimum sebesar …. maka PIHAK PERTAMA akan menolak tenaga ahli tersebut dan memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA segera mengganti pengawas/tenaga ahli lain yang memenuhi syarat sebagaimana yang diminta oleh PIHAK PERTAMA. Penunjukan Pemimpin Manajemen Konstruksi /Tenaga Ahli ini yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan. kualifikasi tenaga maupun jumlah tenaga yang telah ditetapkan. dengan kewajiban PIHAK KEDUA tetap harus memperbaiki kelalaian yang diperingatkan tersebut (umumnya 1-3%). 2. 4. maka untuk setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan “denda kelalaian” sebesar … % ( ……… persen) dari biaya pengawasan. . 2. Pasal 12 SANKSI DAN DENDA 1. Ditempat pekerjaan pengawasan harus selalu ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai Pimpinan Manajemen Konstruksi / Tenaga Ahli. 3. 3. Page 33 Pasal 11 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA 1. yang mempunyai wewenang/kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugas dan kewajibannya sesuai Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA. prosen) dari jumlah biaya pengawasan ( umumnya 10%). 4. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya. Ongkos-ongkos dan upah kerja yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA.

maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis. Yang dimaksud “keadaan memaksa” dalam perjanjian ini adalah peristiwa-peristiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak. pemberontakan. Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan manajemen konstruksi tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. yaitu : a. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan memaksa” tersebut. Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah.) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini. tanah longsor. Pasal 14 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 1. b. e. f. d. 2. maka : a. huru-hara. akan diperhitungkan dalam pembayaran yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan kontraktor). c. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan memaksa” tersebut. setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. Biaya manajemen konstruksi atas bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. badai dan banjir). Apabila terjadi “keadaan memaksa”. Denda-denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini. Page 34 Pasal 13 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN 1. Bencana alam (gempa bumi. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA. dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban Page 35 keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK . PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan Memaksa. 2.. PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. revolusi. b. Perang. d. Apabila selama ………… (…………………………………. c.5. makar. Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA).

Pasal 15 PEMUTUSAN PERJANJIAN 1. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA. Apabila “keadaan memaksa” itu ditolak oleh PIHAk PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan Pasal 5. maka akan . b. PIHAK KEDUA memberikan keterangan yang tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan Pekerjaan Manajemen Konstruksi ini. PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas pekerjaan manajemen konstruksi sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 4 Surat Perjanjian ini. Selain yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : a. c. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam Pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. d. g. Page 36 4. Pasal 12. karena kelalaian PIHAK KEDUA. tetapi berhak atas pembayaran prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan serta kerugian Negara. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan manajemen konstruksi ini. f. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. Dalam hal adanya pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. Pasal 15 Surat Perjanjian ini.KEDUA. e. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Manajemen Konstruksi lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 diatas. 2. 3. 3. Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal terbitnya Surat Keputusan Penunjukan PIHAK KEDUA tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan manajemen konstruksi sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. maka perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. Pasal 16 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. Dalam waktu satu bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan manajemen konstruksi yang telah dimulainya. sebagaimana seperti dalam Pasal 12 ayat 2 Perjanjian ini. Telah dikenakan denda yang kumulatif sebesar 10% (sepuluh prosen) dari biaya pekerjaan pengawasan. 2. Jika terjadi Pemutusan Perjanjian Manajemen Konstruksi ini. h. maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA.

yang dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak. 3. b. Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota. dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama. Dalam Surat Perjanjian tidak boleh ada tipp-ex dan tulisan tangan (nomor dan tanggal Misalnya) dan masing-masing lembaran diparaf oleh pihak pertama dan pihak kedua. Pasal 18 PENUTUP 1. dan c. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri …………………………. Pasal 17 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian manajemen konstruksi ini. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. Page 37 PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat PT/CV.. 4. Catatan : *) Ditandatangani penanggung jawab perusahaan Pasal 8 (Jaminan Pelaksanaan) berlaku untuk pekerjaan dengan nilai Rp 50 juta keatas. Surat Perjajian ini dibuat dalam rangkap …… (……….. 2. NIP . ……………………………. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak.. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. ……………………… …………………………………. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. 3. dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : a.) bermeterai cukup. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pekerjaan manajemen konstruksi ini. Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota. . ……………… Komitmen ………………………….diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit. *)…………………….. Surat Perjanjian Pekerjaan Manajemen Konstruksi ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di ……………………… pada hari dan tanggal tersebut diatas. beserta segala akibat hukumnya. maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri…………. dan dinyatakan berlaku sejak diterbitkannya Surat Perintah Kerja (atau Mulai Kerja) dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.

e. Tanggal :………………………………. d. c. Pekerjaan :………………………………………………. Pelaksanaan kegiatan manajemen konstruksi tersebut meliputi (laporan lengkap terlampir) : a.minggu :……………………………… 2. Satuan Kerja :………………………………………………. . b.. c.. ………………………………………………………………………. SPK Manajemen Konstruksi Tanggal :……………………………….Page 38 LAPORAN PEKERJAAN MK SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. ………………………………………………………………………. f. Biaya Pekerjaan MK : Rp. DIPA : Nomor :………………………………. LAPORAN PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………… LAMPIRAN : 1 (satu) set Laporan 1. ………………………………………………………………………. Konsultan MK :………………………………………………. Dan seterusnya. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor :………………………………. d.) h. …………………………………………. e. b.. (……………………………………………. g. Waktu Pekerjaan MK : Tgl mulai :……………………………… Tgl selesai :……………………………… Jml. ……………………………………………………………………….. Lokasi :………………………………………………. Telah melaksanakan pekerjaan Manajemen Konstruksi untuk : a.

b. ………………………. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Pelaksanaan Tanggal : …………………… Kemajuan pekerjaan telah mencapai prestasi sebesar : ………. % (……………. Diketahui oleh : Dibuat oleh : Tim Teknis Satuan Kerja/ Konsultan Manajemen Konstruksi PPK**) …………………………. Berdasarkan laporan pekerjaan pelaksanaan Nomor : ……………. NIP.Penanggung jawab perusahaan dan atau . : ……………………… . Page 39 Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya.3. Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : .) prosen. PT/CV …………………………. ………………… *) …………………………. Kontraktor Pelaksana : PT/CV ……………………………..Penanggung jawab lapangan dari perusahaan **) Diisi Nama Satuan Kerja yang bersangkutan Page 40 BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN MK SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN MK PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL.. Minggu ke …… tanggal …………… yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana dan diperiksa oleh Konsultan Manajemen Konstruksi bahwa : a. …………………………….

Tanggal : …………….LAMP... Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK …………………….. Surat Perjanjian Pekerjaan Manajemen Konstruksi/SPK Nomor : ……………………………. Nama : …………………………………………………………. Nomor : …………………………………………. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : ………………………………………….... Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Pekerjaan MK dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan MK untuk : Page 41 1.. Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I... Kedua belah pihak berdasarkan : 1...... Tanggal : …………………………………………. Pekerjaan : ……………………………………………… 2. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……….. Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : …………………….*) : Laporan Pekerjaan MK Nomor : ……………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II.. tanggal ……………………….. tanggal ……………………... Pada hari ini. Alamat kantor : ………………………………………………………. 2. Tanggal : ………………………………………….. .. Minggu ke : …………….

dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya.. …. Laporan mingguan. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Manajemen Konstruksi Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV... BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN MANAJEMEN KONS. UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… . Nip.) rangkap 2.) rangkap Demikian Berita Acara Serah Terima pekerjaan manajemen konstruksi ini dibuat dan ditandatangani di ………………………… pada tanggal tersebut diatas.. Satuan Kerja : ……………………………………………… 4. Dan seterusnya : ……. : …….. …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 42 BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI (MK) UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. …………………….Lokasi : ……………………………………………… 3. ……………………………… ………………………………… *) …………………………. DIPA : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 Penyerahan sebagaimana yang dimaksud pasal 1 diatas termasuk meliputi (sesuai Surat Perjanjian Pekerjaan Manajemen Konstruksi) : 1. (…………………………. …………………………………. (…………………………..

. Pada hari ini..... Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….... Satuan Kerja : ...... Tanggal : ……………... Kedua belah pihak telah setuju dan sepakat bahwa....……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL..... Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. Pekerjaan : ......... untuk : a... Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I........ c.... Lokasi : .. Tanggal : ………………………………………….. b.... Jabatan : Kepala Satuan Kerja/ PPK ....*) : Laporan Pekerjaan MK Nomor : ……………. Tanggal : …………………………………………....... Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA... …………………….. Nomor : …………………………………………...... Alamat kantor : ………………………………………………………........ Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris …………………………….......... Nama : ………………………………………………………….... Minggu ke : ……………......... Dengan ini menyatakan : 1. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……….... : ……………………… LAMP......

Angsuran ke ….................) prosen...................% (............... Kepada PIHAK KEDUA..... ………………………… ------------------------------------Jumlah yang telah dibayarkan = Rp......... telah dibayarkan : ............ DIPA : Nomor : ..... e........... ayat ........... dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya........ = Rp..................................... = Rp.............f diatas........ Prestasi pekerjaan manajemen konstruksi telah mencapai kemajuan sebesar : ......... ………………………… b................... f.................... ......... Angsuran ke …................. (………………………………) kali angsuran pembayaran yaitu : a......... PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Manajemen Konstruksi Kepala Satuan Kerja/PPK ......................................... Angsuran ke ….................. Pada angsuran pembayaran Ini PIHAK KEDUA berhak Dibayarkan sebesar : = Rp....................... Tanggal : .... Biaya Pekerjaan MK : Rp..... Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Manajemen Konstruksi tersebut butir 1........ g.............. d......... Page 43 2. pada tanggal tersebut diatas.. ..... = Rp........... = Rp........ 3.. SPK Manajemen Konstruksi Tanggal : .... ………………………… 4... ………………………… Terbilang : (………………………………………………………) Demikian Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Manajemen Konstruksi ini dibuat dan ditandatangani di .... ………………………… c............... % x Rp .............. maka PIHAK KEDUA telah berhak menerima dari PIHAK PERTAMA sejumlah : ..... Berdasarkan pasal ........ Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : .. Konsultan MK : ........

Setiap bangunan gedung negara harus diwujudkan dengan sebaik-baiknya. ……………………. …………………………………. Nip. UMUM 1. norma serta tata laku profesional. PENDAHULUAN A. 4. ……………………………… ………………………………… **) …………………………. B.. sehingga dapat memenuhi kriteria teknis bangunan yang layak dari segi mutu. Pemberi jasa perencanaan untuk bangunan gedung Negara perlu diarahkan secara baik dan menyeluruh. KONTRAK PEKERJAAN PERENCANAAN 4. SURAT PERINTAH KERJA PEKERJAAN PERENCANAAN 3. sehingga mampu memenuhi secara optimal fungsi bangunannya. dan dapat sebagai teladan bagi lingkungannya. dirancang dengan sebaik-baiknya. biaya.. serta berkontribusi positif bagi perkembangan arsitektur di Indonesia. …………………………… Catatan : *) Untuk BA 100% juga dilampirkan BA serah terima pekerjaan **) Penanggung jawab perusahaan Page 44 Lampiran II : Keputusan Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara Nomor: 154/KEP/BP-BRR/X/2006 LAMPIRAN II 1.PT/CV. BERITA ACARA PEKERJAAN PERENCANAAN Page 45 KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEKERJAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI …………………………………………………………………… SATUAN KERJA/PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………… I. 2. Setiap bangunan gedung negara harus direncanakan. andal. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan . MAKSUD DAN TUJUAN i. sehingga mampu menghasilkan karya perencanaan teknis bangunan yang memadai dan layak diterima menurut kaidah. Kerangka Acuan Kerja (KAK) untuk pekerjaan perencanaan perlu disiapkan secara matang sehingga memang mampu mendorong perwujudan karya perencanaan yang sesuai dengan kepentingan proyek. dan kriteria administrasi bagi bangunan Gedung Negara. KERANGKA ACUAN KERJA PEKERJAAN PERENCANAAN 2. 3.

Lingkup proyek adalah Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi …………………………………. dan perencanaan fisik bangunan gedung Negara yang terdiri dari : a. site/tapak bangunan. prarencana bangunan termasuk program dan konsep ruang. KEGIATAN PERENCANAAN Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh konsultan Perencana adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku. II. Menyelenggarakan paket kegiatan loka karya value engineering (VE) selama . kriteria.Perencana yang memuat masukan. dan mengurus perijinan sampai mendapatkan keterangan rencana kota. 3. C. khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. dan IMB pendahuluan dari Pemerintah Daerah setempat. D. dibentuk Organisasi Pengelola Satuan Kerja berdasarkan Surat Keputusan Kepala Satuan Kerja Nomor : ………………………. ii. perkiraan biaya. membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK. 2. Penyusunan prarencana seperti rencana tapak. Persiapan perencanaan seperti mengumpulkan data dan informasi lapangan (termasuk penyelidikan tanah sederhana). b. Dan seterusnya. keluaran dan proses yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterpretasikan ke dalam peleksanaan tugas perencanaan. Tanggal …………… dengan susunan organisasi seperti pada lampiran. keterangan persyaratan bangunan dan lingkungan. LINGKUP PROYEK 1. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. Lingkup pekerjaan adalah (sesuai RKA-KL) : a. Untuk penyelenggaraan Proyek termaksud. yang dapat meliputi tugas-tugas perencanaan lingkungan. LATAR BELAKANG 1. azas. Dengan penugasan ini diharapkan Konsultan Perencana dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai KAK ini. (sesuai DIPA). dan konsultasi dengan pemerintah daerah setempat mengenai peraturan daerah/perijinan bangunan. Dan SK pembentukan Panitia Lelang/Pengadaan/ Penunjukan langsung Nomor : Page 46 …………………………. Tanggal ………………. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian lingkup Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen……………………… 2. c. Pemegang Mata Anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias. ……………………………………………………………… c. …………………………………………………………… b.

Melakukan penyesuaian gambar dan spesifikasi teknis pelaksanaan bila ada perubahan. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). termasuk menyusun berita acara penjelasan pekerjaan. 3. beserta uraian konsep dan perhitungannya.000 M2 atau diatas 8 lantai). 4. Laporan akhir perencanaan. Page 47 c.40 (empat puluh) jam secara in house (khusus untuk pembangunan bangunan gedung diatas luas 12. 2. . Rincian volume pelaksanaan pekerjaan. d. Penyusunan rencana detail antara lain membuat : a. f. Rencana utilitas. rencana anggaran biaya pekerjaan konstruksi. Konsultan Perencanaan bertanggung jawab secara professional atas jasa perencanaan yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku. menyusun kembali dokumen pelelangan. 4. beserta uraian konsep dan visualisasi atau studi market yang mudah dimengerti oleh pemberi tugas. 3. detail struktur. b. beserta uraian konsep dan perhitungannya. b. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus memenuhi persyaratan standar hasil karya perencanaan yang berlaku. pertimbangan dan rekomendasi tentang penggunaan bahan. h. Mengadakan pengawasan berkala selama pelaksanaan konstruksi fisik dan melaksanakan kegiatan seperti : 1. 2. b. Memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang timbul selama masa pelaksanaan konstruksi. Menyusun buku petunjuk penggunaan peralatan bangunan dan perawatannya termasuk petunjuk yang menyangkut peralatan dan perlengkapan mekanikalelektrikal bangunan. dan melaksanakan tugas-tugas yang sama apabila terjadi lelang ulang. Rencana arsitektur. Rencana struktur. antara lain membuat : 1. e. Mengadakan persiapan pelelangan. evaluasi penawaran. seperti membantu Kepala satuan Kerja/ Pejabat pembuat Komitmen di dalam menyusun dokumen pelelangan dan membantu panitia pelelangan menyusun program dan pelaksanaan pelelangan. g. i. Perkiraan biaya. Memberikan saran-saran. Secara umum tanggung jawab konsultan adalah minimal sebagai berikut : 1. Gambar-gambar detail arsitektur. detail utilitas yang sesuai dengan gambar rencana yang telah disetujui. d. TANGGUNG JAWAB PERENCANAAN a. Penyusunan pengembangan rencana. Membantu panitia pelelangan pada waktu penjelasan pekerjaan. Membuat laporan akhir pengawasan berkala.

.. Loan Nomor : ………………. serta dan non standar dan harus terbaca dalam suatu rekapitulasi akhir yang menyebut angka dan huruf. Pengaturan komponen pembiayaan pada butir a) dan b) diatas adalah dipisahkan antara bangunan standar. dan pedoman teknis bangunan gedung yang berlaku untuk bangunan gedung pada umumnya dan yang khusus untuk bangunan gedung Negara. waktu penyelesaian pekerjaan dan mutu bangunan yang akan diwujudkan. Jasa dan overhead Perencanaan. maka dihitung secara orang-bulan dan biaya langsung yang dapat diganti. Bila terdapat pekerjaan non standar. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 yaitu : a. tanggal ……………………. Biaya Perencanaan. 6. Pembelian dan atau sewa peralatan. B I A Y A A. 1. termasuk melalui KAK ini. iii. standar. tanggal ……………………. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah mengakomodasi batasan-batasan yang telah diberikan oleh proyek. 3. Ketentuan pembiayaan lebih lanjut mengikuti surat perjanjian pekerjaan perencanaan yang dibuat oleh Kepala satuan kerja/Pejabat pembuat Komitmen dan Konsultan Perencana. Materi dan penggandaan laporan. B. 2. d. . b. 4. e. Besarnya biaya pekerjaan perencanaan mengikuti Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. DIPA Nomor : ……………….. Untuk pekerjaan standar berlaku maksimum sesuai yang tercantum dalam tabel A1.. Biaya pekerjaan Konsultan Perencana dan tata cara pembayaran diatur secara kontraktual setelah melalui tahapan proses pengadaan konsultan perencana sesuai peraturan yang berlaku. Pembayaran biaya Konsultan Perencana didasarkan pada prestasi kemajuan pekerjaan perencanaan. yang terdiri dari : 1. Sumber Dana Sumber Dana dari keseluruhan pekerjaan perencanaan di bebankan pada : 1. Sewa kendaraan. sesuai dengan ketentuan billingrate yang berlaku. 7.2. 5. seperti dari segi pembiayaan. Page 48 IV. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah memenuhi peraturan. 8. Perjalanan (local maupun luar kota). 3. c. Besarnya biaya konsultan Perencanaan merupakan biaya tetap dan pasti. Tabel B1 dan Tabel D. Honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang. Pajak dan iuran daerah lainnya. Biaya rapat-rapat. ii. 2.

3. Dan lain-lain. Page 49 V. K E L U A R A N Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Perencana berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam surat perjanjian, yang minimal meliputi : a. Tahap Konsep Rencana Teknis 1. Konsep penyiapan rencana teknis, termasuk konsep organisasi, jumlah dan kualifikasi tim perencana, metoda pelaksanaan, dan tanggung jawab perencanaan. 2. Konsep skematik rencana teknis, termasuk program ruang, organisasi hubungan ruang, dll. 3. Laporan data dan informasi lapangan, termasuk penyelidikan tanah sederhana, keterangan rencana kota, dll. b. Tahap Pra-rencana Teknis 1. Gambar-gambar rencana tapak. 2. Gambar-gambar pra-rencana bangunan. 3. Perkiraan biaya pembangunan. 4. Garis besar rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). 5. Hasil konsultasi rencana dengan Pemda setempat. 6. Gambar perspektif dan market (sepanjang diwajibkan). 7. Laporan hasil kegiatan lokakarya value engineering (khusus untuk bangunan diatas 12.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). c. Tahap Pengembangan Rencana 1. Gambar pengembangan rencana arsitektur, struktur utilitas. 2. Uraian konsep rencana dan perhitungan-perhitungan yang diperlukan. 3. Draft rencana anggaran biaya. 4. Draft rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). d. Tahap Rencana Detail 1. Gambar rencana teknis bangunan lengkap. 2. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). 3. Rencana kegiatan dan volume pekerjaan (BQ). 4. Rencana anggaran biaya (RAB). Page 50 5. Laporan perencanaan arsitektur, struktur, utilitas, lengkap dengan perhitunganperhitungan yang diperlukan. e. Tahap pelelangan 1. Dokumen tambahan hasil penjelasan pekerjaan, 2. Laporan bantuan teknis dan administratif pada waktu pelelangan. f. Tahap Pengawasan Berkala 1. Laporan pengawasan berkala. 2. Dokumen petunjuk penggunaan, pemeliharaan, dan perawatan peralatan/ perlengkapan/bangunan (bila ada). VI. K R I T E R I A

A. Kriteria Umum : Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh konsultan perencana seperti yang dimaksud pada KAK harus memperhatikan kriteria umum bangunan disesuaikan berdasarkan fungsi dan kompleksitas bangunan, yaitu : 1. Persyaratan Peruntukan dan Intensitas : a. menjamin bangunan gedung didirikan berdasarkan ketentuan tata ruang dan tata bangunan yang ditetapkan di Daerah yang bersangkutan, b. menjamin bangunan dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya, c. menjamin keselamatan pengguna, masyarakat, dan lingkungan. 2. Persyaratan Arsitektur dan Lingkungan : a. menjamin terwujudnya bangunan gedung yang didirikan berdasarkan karakteristik lingkungan, ketentuan wujud bangunan, dan budaya daerah, sehingga seimbang, serasi dan selaras dengan lingkungannya (fisik, sosial dan budaya). b. Menjamin terwujudnya tata ruang hijau yang dapat memberikan keseimbangan dan keserasian bangunan terhadap lingkungannya. c. Menjamin bangunan gedung dibangun dan dimanfaatkan dengan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. 3. Persyaratan Struktur Bangunan : a. menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dapat mendukung beban yang timbul akibat perilaku alam dan manusia. Page 51 b. Menjamin keselamatan manusia dari kemungkinan kecelakaan atau luka yang disebabkan oleh kegagalan struktur bangunan. c. Menjamin kepentingan manusia dari kehilangan atau kerusakan benda yang disebabkan oleh perilaku struktur. d. Menjamin perlindungan properti lainnya dari kerusakan fisik yang disebabkan oleh kegagalan struktur. 4. Persyaratan Ketahanan terhadap Kebakaran : a. menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dapat mendukung beban yang timbul akibat perilaku alam dan manusia. b. Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dibangun sedemikian rupa sehingga mampu secara struktural stabil selama kebakaran, sehingga : i. cukup waktu bagi penghuni melakukan evakuasi secara aman, ii. cukup waktu bagi pasukan pemadam kebakaran memasuki lokasi untuk memadamkan api, iii. dapat menghindari kerusakan pada property lainnya. 5. Persyaratan Sarana Jalan Masuk dan Keluar : a. menjamin terwujudnya bangunan gedung yang mempunyai akses yang layak, aman dan nyaman ke dalam bangunan dan fasilitas serta layanan di dalamnya. b. Menjamin terwujudnya upaya melindungi penghuni dari kesakitan atau luka saat evakuasi pada keadaan darurat.

c. Menjamin tersedianya aksesibilitas bagi penyandang cacat, khususnya untuk bangunan fasilitas umum dan sosial. 6. Persyaratan Transportasi dalam Gedung : a. menjamin tersedianya sarana transportasi yang layak, aman, dan nyaman di dalam bangunan gedung. b. Menjamin tersedianya aksesibilitas bagi penyandang cacat, khususnya untuk bangunan fasilitas umum dan sosial. 7. Persyaratan Pencahayaan Darurat, Tanda arah Keluar, dan Sistem Peringatan Bahaya : a. menjamin tersedianya pertandaan dini yang informatif di dalam bangunan gedung apabila terjadi keadaan darurat. b. Menjamin penghuni melakukan evakuasi secara mudah dan aman, apabila terjadi keadaan darurat. Page 52 8. Persyaratan Instalasi Listrik, Penangkal Petir dan Komunikasi : a. menjamin terpasangnya instalasi listrik secara cukup dan aman dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. b. Menjamin terwujudnya keamanan bangunan gedung dan penghuninya dari bahaya akibat petir. c. Menjamin tersedianya sarana komunikasi yang memadai dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. 9. Persyaratan Instalasi Gas : a. menjamin terpasangnya instalasi gas secara aman dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. b. Menjamin terpenuhinya pemakaian gas yang aman dan cukup. c. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan gas secara baik. 10. Persyaratan Sanitasi dalam Bangunan : a. menjamin tersedianya sarana sanitasi yang memadai dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. b. Menjamin terwujudnya kebersihan, kesehatan dan memberikan kenyamanan bagi penghuni bangunan dan lingkungan, c. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan sanitasi secara baik. 11. Persyaratan Ventilasi dan Pengkondisian Udara : a. menjamin terpenuhinya kebutuhan udara yang cukup, baik alami maupun buatan dalam menunjang terselenggaranya kegiatan dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. b. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan tata udara secara baik. 12. Persyaratan Pencahayaan :

E. menjamin terwujudnya kehidupan yang nyaman dari gangguan sura dan getaran yang tidak diinginkan. spesifik berkaitan dengan bangunan gedung yang akan direncanakan. VIII. Kreatifitas desain hendaknya tidak ditekankan pada kelatahan gaya dan kemewahan material. geografi klimatologi. B. misalnya : 1. Bangunan gedung Negara hendaknya fungsional. Dikaitkan dengan upaya pelestarian atau konservasi bangunan yang ada. C. Solusi dan batasan-batasan kontekstual. Kriteria Khusus Kriteria khusus dimaksudkan untuk memberikan syarat-syarat yang khusus. Kesatuan perencanaan bangunan dengan lingkungan yang ada disekitar. menarik tetapi tidak berlebihan. dan menjadi acuan tata bangunan dan lingkungan di sekitarnya. di dalam melaksanakan tugasnya konsultan Perencana hendaknya memperhatikan azas-azas bangunan gedung Negara sebagai berikut : A. seperti faktor sosial budaya setempat. segi teknis lainnya. hendaknya diusahakan serendah mungkin. PROSES PERENCANAAN A. Menjamin adanya kepastian bahwa setiap usaha atau kegiatan yang menimbulkan dampak negatif suara dan getaran perlu melakukan upaya pengendalian pencemaran dan atau mencegah perusakan lingkungan. Persyaratan Kebisingan dan Getaran : a. tetapi pada kemampuan mengadakan sublimasi antara fungsi teknik dan fungsi sosial bangunan. Dengan batasan tidak mengganggu produktivitas kerja. Dalam proses perencanaan untuk menghasilkan keluaran-keluaran yang diminta. B. seperti dalam rangka implementasi penataan bangunan dan lingkungan. antara dan pokok yang . Page 54 B. efisien. VII. b. baik alami maupun buatan dalam menunjang terselenggaranya kegiatan dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. biaya investasi dan pemeliharaan bangunan sepanjang umurnya. menjamin terpenuhinya kebutuhan pencahayaan yang cukup. terutama sebagai bangunan pelayanan kepada masyarakat. Page 53 13. dan lain-lain. A Z A S – A Z A S Selain dari kriteria diatas. Bangunan gedung Negara hendaknya dapat meningkatkan kualitas lingkungan. konsultan Perencana harus menyusun jadwal pertemuan berkala dengan Pengelola Satuan Kerja. Desain bangunan hendaknya dibuat sedemikian rupa. b. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan pencahayaan secara baik. Dalam pertemuan berkala tersebut ditentukan produk awal. sehingga bangunan dapat dilaksanakan dalam waktu yang pendek dan dapat dimanfaatkan secepatnya.a. baik dari segi fungsi khusus bangunan. D. 3. 2.

Tahun mendatang (umumnya 5 tahun). ii. khususnya sampai diserahkannya dokumen perencanaan untuk siap dilelangkan adalah …. 3. Dalam pelaksanaan tugas. penunjang. Kegiatan utama. Dalam hal ini informasi yang diperlukan dan harus diperoleh untuk bahan perencanaan diantaranya mengenai hal-hal sebagai berikut : a. iii. f. C. vi. ii. IX. dan dimensinya. program ruang. batas-batas. peruntukan tanah. MASUKAN A. penghijauan dan lain-lain. Page 55 iii.harus dihasilkan konsultan sesuai dengan rencana keluaran yang ditetapkan dalam KAK ini. koefisien dasar bangunan. keinginan tentang organisasi / pemanfaatan ruang. c. Perlengkapan/peralatan khusus. meliputi : i. konsultan harus selalu memperhitungkan bahwa waktu pelaksanaan pekerjaan adalah mengikat. jenis. baik yang berhubungan dengan pemakai atau perlengkapan yang akan digunakan dalam ruang tersebut. pelengkap. I n f o r m a s i 1. D. Jangka waktu pelaksanaan. berat. Keinginan-keinginan tentang utilitas bangunan seperti : i. d. ii. Air bersih : 1. ( ……………………. Untuk melaksanakan tugasnya. keadaan air tanah. ) hari kalender. Kesalahan/kelalaian pekerjaan perencanaan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab Konsultan Perencana. b.. vii. Keinginan tentang kemungkinan perubahan fungsi ruang/bangunan. Keinginan tentang ruang-ruang tertentu. jumlah personil-personil sekarang dan proyeksi pengembangan untuk ………. 2. Informasi tentang lahan. struktur organisasi. koefisien lantai bangunan. perincian penggunaan lahan. perkerasan. konsultan Perencana harus mencari informasi yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Kepala satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini. Pemakai bangunan : i. Konsultan Perencana harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya. e. baik yang berasal dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen maupun yang dicari sendiri. iv. v. dan topografi. atau selambat-lambatnya tanggal ……………. Kebutuhan (sekarang dan proyeksi mendatang). . kondisi tanah (hasil soil test). Kebutuhan bangunan : i. iv. kondisi fisik lokasi seperti : luasan.

x. Page 56 ix. 1. Tenaga-tenaga ahli yang dibutuhkan dalam kegiatan perencanaan minimal terdiri dari : (kualifikasi masing-masing tenaga ahli disesuaikan berdasarkan kebutuhan/ kompleksitas proyek). ii. cara pembuangan keluar tapak. Transportasi vertical dalam bangunan (bila dipersyaratkan). Penanggulangan bahaya kebakaran (bila dipersyaratkan) : vii. 2. sumber daya dan spesifikasinya. letak saluran kota. Koordinasi perencanaan …………….2. pembagian beban. iii.C. 2. spesifikasi). Arsitektur : …………………………. kebutuhan titik pembicaraan. sumber air. Air hujan dan air buangan : 1. Orang . 1. Struktur : …………………………. (bila dipersyaratkan) 1. interval dan waktu tunggu (Waiting Time). Orang 2. jaringan dan kapasitasnya. 1. Jaringan komunikasi (telepon. Utilitas : …………………………. cadangan apabila dibutuhkan (kapasitas. 2. konsultan Perencana harus menyediakan tenaga yang memenuhi ketentuan proyek. penggunaan escalator dan conveyor. B. Jaringan listrik : 1. intercom). vi. 3. telex. sistem yang diinginkan. Type dan kapasitas yang akan dipilih. 3. v. TENAGA Untuk melaksanakan tujuannya. Perencana : a. Tata Udara/ A. Air kotor dan sampah. 3. radio. Orang b. kebutuhan daya. baik ditinjau dari segi lengkap (besar) proyek maupun tingkat kompleksitas pekerjaan. iv. Pengaman dari bahaya pencurian dan perusakan (bila dipersyaratkan) : viii. Dan lain-lain sesuai keperluannya. Orang c. 2. sistim yang dipilih. 2. beban (Ton ref).

B. DIBUAT DI : …………………… TANGGAL : …………………… KEPALA SATUAN KERJA/ PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………. Perhitungan biaya dan kuantitas Pekerjaan : …………………………. maka konsultan hendaknya memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan. Alokasi tenaga yang lengkap (disiplin dan keahliannya). dikembangkan. Administrasi : …………………………. Setelah Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini diterima. NIP : ………………….3. 2. Page 58 SURAT PERINTAH KERJA KEPALA SATUAN KERJA / PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………………… BRR NAD – Nias . setelah sebelumnya dipresentasikan oleh Konsultan Perencana dan mendapatkan pendapat teknis dari Tim Teknis Satuan Kerja. Jadwal kegiatan secara detail. Berdasarkan bahan-bahan tersebut konsultan agar segera menyusun program kerja untuk dibahas dengan Kepala Satuan Kerja / Pejabat Pembuat Komitmen. Orang 5.. Program kerja secara keseluruhan harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. Konsep penanganan pekerjaan perencanaan. B. Konsultan Perencana harus segera menyusun program kerja minimal meliputi: 1. 3. dilengkapi untuk Kebutuhan proyek yang bersangkutan.. P E N U T U P A. Tenaga-tenaga yang diusulkan oleh konsultan perencana harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen. PROGRAM KERJA A. Orang X. Page 57 XI. Orang 4. Tenaga teknis lainnya sesuai kebutuhan dan lingkup kompleksitas Pekerjaan : …………………………. Catatan : Model KAK tersebut diatas bersifat pokok yang masih Harus disesuaikan.

. Tanggal …………………………. Membuat pra-rencana teknis seperti : rencana tapak. dengan ini kami yang bertandatangan dibawah ini : 1. Tugas Pekerjaan : Pekerjaan Perencanaan yang akan dilaksanakan adalah : Pembangunan/Rehabilitasi/ Renovasi/Restorasi …………………………………. Alamat Badan Usaha : ………………………………………. di …………………………. Tanggal : ………………………………………. Alamat Kantor : ……………………………………….. (lokasi pekerjaan) yang meliputi tugas-tugas sebagai berikut : Page 59 a. keterangan persyaratan bangunan dan .. PEKERJAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN / REHABILITASI / RENOVASI / RESTORASI ……………………………………………………………………….. pra-rencana bangunan termasuk program dan konsep ruang. Nama : ………………………………………. Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Pelelangan/ Pemilihan Langsung Nomor : …………………….Nomor : ………………………………………. Jabatan : ……………………………………….... Surat Perintah Kerja (SPK) ini diperintahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dengan ketentuan dan syarat-syarat seperti tersebut dibawah ini : 1. Jabatan : ………………………………………. dan konsultasi dengan pemerintah daerah setempat mengenai peraturan daerah/perijinan bangunan. Melaksanakan pekerjaan persiapan perencanaan seperti : mengumpulkan data dan informasi lapangan (termasuk penyelidikan tanah sederhana). b. Selaku Konsultan Perencana Pekerjaan …………………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.. Nama : ………………………………………. MEMERINTAHKAN KEPADA : 2.. Selaku Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA. membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK. perkiraan biaya. Nama Badan Usaha : ………………………………………. dan mengurus perijinan sampai mendapatkan advis planning..

(………………………………………. Page 60 b. seperti membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pelelangan. Membuat pengembangan rencana teknis seperti : rencana arsitektur. dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. Cara Pembayaran a. Pembayaran tahap kesatu sebesar 15% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp ………. dan utilitas secara lengkap beserta prasarananya termasuk perhitungan sesuai keperluannya. …………………. f. Memeriksa dan mengesahkan gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (As-Built Drawings). yang merupakan jumlah tetap dan pasti (lumpsum fixed price). dan rencana perkiraan biaya. membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan membuat laporan akhir perencanaan termasuk petunjuk penggunaan peralatan bangunan dan perawatannya. Membuat gambar detail rencana seperti : gambar detail arsitektur. dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 15%.lingkungan. c.. h. dan IMB pendahuluan dari Pemerintah Daerah setempat. Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajakpajak. d. g. Kekuarangan informasi dan kesalahan menterjemahkan informasi adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA.). membantu panitia pelelangan dalam menyusun program dan pelaksanaan pelelangan. 3. Pembayaran tahap ketiga sebesar 40% dari jumlah biaya perencanaan yakni . yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan tahap pengembangan rencana dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA.sesuai dengan DIPA/RKA-KL Nomor : ……………………. 2. c. Pembayaran tahap kedua sebesar 25% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. detail utilitas.. …………………………. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahap konsep teknis dan tahap pra-rencana teknis. struktur.). menyusun Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). e. aanwijzing. yang dibebankan pada Satuan Kerja……………………. detail struktur. Mengadakan pengawasan berkala selama dalam pelaksanaan konstruksi fisik dan membuat laporan pengawasan berkala. Biaya Perencanaan a. Besarnya biaya pekerjaan perencanaan adalah Rp. (……………………………………………). (…………………………………. tanggal : ………………… b. dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 40%. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. evaluasi penawaran dan menyusun kembali dokumen lelang bilamana terjadi lelang ulang. Mengadakan persiapan pelelangan..

f.) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan pelaksanaan mencapai 100%. Pembayaran tahap keempat sebesar 5 % dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp …………….. iii. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/ KPTS/ 2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. dan PIHAK KEDUA telah menyerahkan seluruh hasil tugas tanggung jawabnya kepada PIHAK PERTAMA termasuk laporan pengawasan berkala. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak 4.. d. …………………. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. (………………………..sejumlah Rp. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias.. h. c. dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 80%. SNI 03 – 1727 -1989 Tentang Tatacara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung. (……………………………………. yaitu PIHAK PERTAMA sudah menunjuk Kontraktor Pelaksana dan PIHAK KEDUA telah menyelesaikan pekerjaan pada tahap pelelangan serta diterima baik oleh PIHAK PERTAMA. b. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. k. . Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) : ……………………………… Nomor : ………………. yaitu dilaksanakan Serah Terima Pertama Pekerjaan Konstruksi Fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA.) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 85%. Persyaratan dan Spesifikasi Teknis a. i. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan rencana detail dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. Tanggal ………………………. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. e. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. g. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan.). ii. (…………………. SNI 03 – 1729 – 1989 Tentang Tatacara Perencanaan Baja untuk Gedung. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. Pembayaran tahap kelima/terakhir sebesar 15% dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan yakni sejumlah Rp …………. Page 61 j.. d. iv. antara lain : i. e. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987.

vii. i. PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya (umumnya 1-3%). 5. Jangka Waktu Jangka waktu pelaksanaan sampai dengan penyerahan dokumen pelelangan sebagaimana yang disebut dalam butir 1 Surat Perintah Kerja ini ditetapkan selama …….. c. o/oo (………permil) dari bi aya pekerjaan perencanaan (umumnya 3%). 6. Penyelesaian Perselisihan a.. maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri …………. SNI 03 – 1736 – 1989 Tentang Tatacara Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung. 7. Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ……………… dan mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. Sanksi dan Denda. maka untuk setiap hari kelambatan PIHAK KEDUA wajib membayar denda kelambatan sebesar ……. . a. (…………………………) hari kalender terhitung ditandatanganinya Surat Perintah Kerja ini. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya.. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya. h. Jumlah denda kumulatif ditetapkan maksimum …. Page 62 b.% (….v. prosen) dari biaya pekerjaan perencanaan (umumnya 10%). Jika terjadi perselisihan dikemudian hari. j. SNI 03 – 2410 – 1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Pemimpin Proyek/Bagian Proyek PT/CV ……………………. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. vi. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dalam batas waktu yang ditetapkan. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan perencanaan yang ditetapkan. b. Semua ketentuan dan peraturan serta Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar … % (…… persen) dari biaya pekerjaan perencanaan dengan ketentuan bahwa.

Yang didirikan dengan Akte Notaris Nomor : …………………. Tanggal ………… bulan……….. BRR NAD – Nias Nomor : ………………………………… Tanggal : ………………………………… Pada hari ini …………. Alamat : …………………………………. Jabatan (struktural) : ………………………………… Alamat : ………………………………….. Nama : …………………………………. telah ditunjuk selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia. Maka dengan ini disetujui oleh dan di antara pihak-pihak tersebut. Page 63 SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI ……………………………………………………………………. Nama : …………………………………. tahun ………………. SATUAN KERJA/PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………. …………………… *) ……………. yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA. Nama Perusahaan : ………………………………….. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias Nomor : ………………. Jabatan : …………………………………. Tanggal …………… oleh Notaris di ……………… dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya. Dengan 2.………………………………….. ketentuan-ketentuan .50 juta. NIP ……………… Catatan : *) Ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan Model perjanjian dengan SPK berlaku hanya untuk pekerjaan yang nilainya sampai RP... ………………. yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA. kami yang bertandatangan di bawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan perencanaan : Antara 1. tanggal …………. bertindak untuk dan atas nama …………………… (nama Badan Usaha).

b. dan rencana perkiraan biaya. membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK. yaitu : a. h. yaitu untuk melaksanakan : Pekerjaan perencanaan Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi ……………. Melaksanakan pekerjaan persiapan perencanaan seperti : mengumpulkan data dan informasi lapangan (termasuk penyelidikan tanah sederhana). seperti antara lain : a. g. PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut. Mengadakan persiapan pelelangan. membantu panitia pelelangan dalam menyusun program dan pelaksanaan pelelangan. struktur. seperti membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pelelangan. c. perkiraan biaya. evaluasi penawaran dan menyusun kembali dokumen lelang bilamana terjadi lelang ulang. Membuat gambar detail rencana seperti : gambar detail arsitektur. detail struktur. dan mengurus perijinan sampai mendapatkan advis planning. dan konsultasi dengan pemerintah daerah setempat mengenai peraturan daerah/perijinan bangunan. Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perjanjian ini. pra-rencana bangunan termasuk program dan konsep ruang. detail utilitas. Membuat pra-rencana teknis seperti : rencana tapak. aanwijzing. d. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) ……………………… Nomor : .sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal di bawah ini : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1. dan IMB pendahuluan dari Pemerintah Daerah Setempat. Memeriksa dan mengesahkan gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (As-Built Drawings). e. Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. f. Kekurangan informasi dan kesalahan menterjemahkan informasi adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. dan utilitas secara lengkap beserta prasarananya termasuk perhitungan sesuai keperluannya. Tugas pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). i.000 M2 atau diatas 8 lantai) pada tahap pra-rencana. membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan membuat laporan akhir perencanaan termasuk petunjuk penggunaan peralatan bangunan dan perawatannya. Mengadakan pengawasan berkala selama dalam pelaksanaan konstruksi fisik dan membuat laporan pengawasan berkala. Membuat pengembangan rencana teknis seperti : rencana arsitektur. Menyelenggarakan paket kegiatan lokakarya value engineering (VE) selama 40 (empat puluh) jam secara in house (khusus untuk pembangunan bangunan gedung diatas luas 12. Di ………………………………… Page 64 2. keterangan persyaratan bangunan dan lingkungan. menyusun Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).

Tanggal : ………………………………………………. h. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : a. i.. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Addendum (bila ada) 2. antara lain : i. Surat Keputusan Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………. l. Page 65 b. Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : ……………………………………………. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. c. Tanggal : ……………………………………………. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… c. g. b. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. e. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. d. Surat Usulan Calon Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… d. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. .. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. f. e. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.………………………………………………. f. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. Tanggal : …………………………………………….

Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. vi. PIHAK KEDUA harus bersedia memberikan cetakan-cetakan yang merupakan hasil dari kegiatan yang telah dilaksanakannya kepada PIHAK PERTAMA apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dengan biaya dari PIHAK KEDUA. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas kerugian PIHAK PERTAMA. iii. vii. 5. . SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. SNI 03 – 1727 -1989 Tentang Tatacara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung. m. v. Pekerjaan Perencanaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan seluruhnya atau sebagian tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada pihak lain. k. l. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kebenaran perencanaan yang dihasilkannya dan segala kesalahan-kesalahan perencanaan yang baru diketahui pada waktu pelaksanaan dan pasca konstruksi. SNI 03 – 1736 – 1989 Tentang Tatacara Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung. 3. 6. iv. SNI 03 – 2410 – 1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. SNI 03 – 1729 – 1989 Tentang Tatacara Perencanaan Baja untuk Gedung. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan perencanaan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan ketentuan dalam Surat Perjanjian ini. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. dan juga tidak dibenarkan merangkap sebagai Konsultan Manajemen Konstruksi. 4.Page 66 ii. 2. sebagai akibat kesalahan perencanaan tersebut. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN 1. Page 67 7. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan baik langsung ataupun tidak langsung turut serta baik sebagai sub Kontraktor maupun pemasok bahan bangunan dari proyek ini. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 surat perjanjian ini dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan merupakan tanggung jawab PIHAK KEDUA. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan perencanaan yang ditetapkan. kecuali dengan persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA.

Perkiraan biaya pembangunan. Laporan pengawasan berkala b. Hasil konsultasi rencana dengan Pemda setempat. Laporan hasil kegiatan lokakarya value engineering (khusus untuk bangunan diatas 12. c. Dokumen petunjuk penggunaan. Konsep penyiapan rencana teknis. Konsep skematik. c. keterangan rencana kota. 4. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PERENCANAAN Hasil pekerjaan perencanaan oleh PIHAK KEDUA yang harus disampaikan kepada PIHAK PERTAMA dan dibuat dalam rangkap 5 (lima). jumlah dan kualifikasi tim perencana. Rencana kegiatan dan volume pekerjaan (BQ). dan perawatan peralatan/ perlengkapan/ bangunan (bila ada). Tahap Konsep Rencana Teknis a. c. pemeliharaan. b. 5. Tahap Pengembangan Rencana a. Gambar-gambar rencana tapak. d. d. 2. struktur. termasuk konsep organisasi. rencana teknis.000 m2 atau lebih dari 8 lantai). Gambar rencana teknis bangunan lengkap. Kelancaran pelaksanaan proyek yang berhubungan dengan perencanaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. f. Garis besar rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). Draft rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). organisasi hubungan ruang. 9. Laporan data dan informasi lapangan. Tahap Rencana Detail a. struktur utilitas. Page 68 d. b. b. Dokumen tambahan hasil penjelasan pekerjaan. .8. dan tanggung jawab waktu perencanaan. 3. e. b. Draft rencana anggaran biaya. dll. Tahap Pra-rencana Teknis : a. utilitas. Gambar pengembangan rencana arsitektur. Gambar-gambar pra-rencana bangunan. 6. Laporan bantuan teknis dan administrative pada waktu pelelangan. Uraian konsep rencana dan perhitungan-perhitungan yang diperlukan. c. Laporan perencanaan arsitektur. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). dll. lengkap dengan perhitunganperhitungan yang diperlukan. Tahap Pelelangan a. metoda pelaksanaan. Gambar perspektif dan maket (sepanjang diwajibkan). Rencana Anggaran Biaya (RAB). e. setidak-tidaknya adalah sebagai berikut : 1. Tahap Pengawasan Berkala a. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. termasuk penyelidikan tanah sederhana. termasuk program ruang. g. b.

Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PERENCANAAN 1.) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 15%. ……………….) hari kalender terhitung sejak tanggal ……………. Hasil pekerjaan perencanaan sampai mencapai prestasi 100% sebagaimana disebut dalam pasal 4 ayat 6 Surat Perjanjian ini paling lambat harus sudah selesai dan diserahkan kepada PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kalender terhitung setelah tanggal dilaksanakan serah terima pertama pekerjaan pelaksanaan fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. Pembayaran tahap kedua sebesar 25% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp.. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.. Jangka waktu penyelesaian pekerjaaan tersebut dalam ayat 2 dan 3 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA kecuali adanya keadaan memaksa seperti diatur dalam Pasal 14 Surat Perjanjian ini. Page 69 Pasal 6 BIAYA PEKERJAAN PERENCANAAN 1.3 dan 4 Surat Perjanjian ini ditetapkan selama …………… (…………………. 2. ) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 40%. Pasal 7 CARA PEMBAYARAN Pembayaran biaya pekerjaan perencanaan dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan prestasi pekerjaan perencanaan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. 2. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan perencanaan sampai dengan penyerahan dokumen pelelangan sebagaimana disebut dalam pasal 4 ayat 1. (Surat Perintah Kerja) sampai dengan tanggal ……………. Jumlah biaya pekerjaan perencanaan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp ………………… (………………………………………………) merupakan biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price). dengan ketentuan sebagai berikut : 1.. …………………… (…………………………. Pembayaran tahap kesatu sebesar 15% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahap konsep rencana teknis dan tahap pra-rencana teknis. atau adanya perintah perubahan tugas pekerjaan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan tahap pengembangan rencana dan telah diterima . tanggal …………… Tahun Anggaran …………/………… 2. dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. Dalam jumlah biaya pekerjaan perencanaan tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak. yang dibebankan pada proyek : ………………………………… sesuai dengan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor : ……………………….2. Pekerjaan yang tercantum dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini harus diselesaikan tahap demi tahap setelah mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA. 3. yang mengakibatkan terdapat perpanjangan/ penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum). ( ………………………………. 4.

. yaitu PIHAK PERTAMA sudah menunjuk Kontraktor Pelaksana dan PIHAK KEDUA telah menyelesaikan pekerjaan pada tahap pelelangan serta diterima baik oleh PIHAK PERTAMA. (…………………………) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan pelaksanaan mencapai 100%. 2. yaitu PIHAK KEDUA sudah menyelesaikan tahapan pekerjaan sampai dengan rencana detail dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. diserahkan kembali oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. 2.. Pembayaran tahap keempat sebesar 5 % dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp.). yaitu dilaksanakan Serah Terima Pertama Pekerjaan Konstruksi Fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA.000. Surat Jaminan tersebut pada ayat 1 pasal ini. 4. Pasal 9 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1. Selambat-lambatnya pada saat perjanjian perencanaan ini ditandatangani. 4.) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 85%. Pembayaran tahap ketiga sebesar 40% dari jumlah biaya perencanaan yakni sejumlah Rp. 3. 5. 3. 3. 4. maka jaminan pelaksanaan perencanaan menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA. ( ………………………………….dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. ) dibayarkan setelah prestasi pekerjaan perencanaan mencapai 80 %. Bila jangka waktu berlakunya Surat Jaminan Perencanaan berakhir sebelum dilaksanakannya Serah Terima Dokumen pekerjaan seperti dalam ayat 2 pasal ini. Page 70 6. dan PIHAK KEDUA telah menyerahkan seluruh hasil tugas dan tanggung jawabnya sebagaimana tercantum dalam Pasal 4 ayat 1. setelah Serah Terima I pekerjaan konstruksi fisik dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugasnya. Pembayaran tahap kelima/terakhir sebesar 15% dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan yakni sejumlah Rp …………. atau sejumlah Rp ………………………. Dalam hal PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian ini dan terjadi pemutusan hubungan perjanjian sesuai pasal 15.. Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak Pasal 8 JAMINAN PELAKSANAAN PERENCANAAN 1. 5 dan 6 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA. Segala pajak-pajak sehubungan pekerjaan perencanaan ini ditanggung oleh PIHAK . ………………. Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai tempel Rp 6. maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa berlakunya dan harus dijamin tidak ada waktu senggang diantaranya..(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. 2. maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA Surat Jaminan Pelaksanaan Perencanaan berupa Surat Jaminan Bank Umum atau Perusahaan Asuransi Kerugian sebesar 5 % dari biaya perencanaan. (…………………………………. ………………… (………………………….

PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. 3. yang mempunyai wewenang/ kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar … o/oo (……… Permil) dari biaya pekerjaan perencanaan untuk setiap hari kelambatan penyelesaian pekerjaan (umumnya 3o/oo). 2.% (….. Maksimum denda kumulatif ditetapkan sebesar …. 4. harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. Page 71 Pasal 11 PELAKSANA PIHAK KEDUA 1. 3. Jika PIHAK KEDUA terlambat menyelesaikan pekerjaan perencanaan dalam batas waktu yang telah ditetapkan dalam Pasal 5 Surat Perjanjian ini akibat kelalaian PIHAK KEDUA. maka untuk setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar ….% (…… persen) dari jumlah biaya pekerjaan Perencanaan (umumnya 10%). PIHAK KEDUA diwajibkan menggunakan bentuk organisasi dan menyediakan tenaga kerja yang cukup jumlah. Ditempat pekerjaan perencanaan PIHAK KEDUA harus menyediakan tenaga-tenaga ahli untuk menyelesaikan pekerjaan yang sesuai dengan tugas-tugas yang tercantum dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. Pasal 10 TENAGA KERJA DAN UPAH 1. Penanggung Jawab Pekerjaan yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi syarat. 3. 2. Ongkos-ongkos dan upah tenaga kerja yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan Perencanaan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA.KEDUA. yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan. Agar pekerjaan perencanaan berjalan seperti yang ditetapkan. dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 4. maka PIHAK PERTAMA memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA harus segera mengganti dengan Petugas/tenaga ahli lain yang memenuhi persyaratan yang diminta oleh PIHAK PERTAMA. Penunjukan Penangggung Jawab Pekerjaan. 2. keahlian serta ketrampilannya sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan yang telah disetujui oleh PIHAK PERTAMA. sehubungan dengan pekerjaan Perencanaan ini. Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan perencanaan bertentangan dengan Surat . dan dapat menerima/ memberikan/ memutuskan segala petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA. Untuk setiap tahapan pekerjaan perencanaan harus ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai penanggung jawab pekerjaan. Persen) dari biaya Perencanaan dengan ketentuan PIHAK KEDUA tetap berkewajiban untuk memperbaiki kesalahan/kelalaian yang diperingatkan tersebut (umumnya 1-3%). Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. Jika PIHAK KEDUA melalaikan ketentuan dalam Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut dari PIHAK PERTAMA. Pasal 12 SANKSI DAN DENDA 1. tetapi PIHAK KEDUA tidak juga memperbaiki kelalaian tersebut.

badai dan banjir). huru-hara. Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA). PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA. 2. Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan perencanaan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kerugian tersebut. pemberontakan. c. . Pasal 14 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 1. yaitu : a. Apabila terjadi “keadaan memaksa”. 6. tanah longsor. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban.. 2. e. b. revolusi. Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah. PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan kontraktor). jumlah dan kualifikasi tenaga ahli yang telah ditetapkan. maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. Page 72 Pasal 13 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN 1.) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini. d. Biaya perencanaan bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. b. akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan memaksa” tersebut. Perang. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan memaksa” tersebut. makar. maka PIHAK KEDUA setuju diberi imbalan biaya/jasa sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam melaksanakan tugas tersebut. Yang dimaksud “keadaan memaksa” dalam perjanjian ini adalah peristiwa-peristiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak. maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis. maka : a. 5. setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA. d.Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA. Denda-denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini. Apabila selama ………… (…………………………………. c. Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 10 ayat 1 Surat Perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi. akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Bencana alam (gempa bumi. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan Memaksa.

b. atas biaya ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam Pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati. PIHAK KEDUA memberikan keterangan yang tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan Pekerjaan Perencanaan ini. Apabila “keadaan memaksa” itu ditolak oleh PIHAk PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan Pasal 5. g. maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA. e. maka perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. Selain yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian perencanaan ini. Page 74 Pasal 16 . PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : a. h. 4. Pasal 15 Surat Perjanjian ini. seperti dalam Pasal 12 ayat 3 Perjanjian ini. Denda kumulatif telah mencapai maksimum 10% (sepuluh prosen) dari jumlah biaya pekerjaan perencanaan. Dalam hal adanya pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban Page 73 keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. c. Pasal 12. PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas perencanaan sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 4 Surat Perjanjian ini. Jika terjadi Pemutusan Perjanjian Perencanaan ini. 2. Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal terbitnya Surat Perintah Kerja tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan perencanaan sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. Pasal 15 PEMUTUSAN PERJANJIAN 1. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA.f. 3. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. tetapi berhak atas pembayaran prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan serta kerugian Negara. Dalam waktu satu bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan perencanaan yang telah dimulainya. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Perencana lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 diatas. d. 3. f. karena kelalaian PIHAK KEDUA.

Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di ……………………… pada hari dan tanggal tersebut diatas. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. maka akan diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pekerjaan perencanaan ini. b. .. NIP . dan c. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. ……………… …………………………………. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak.PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. …………………………….) bermeterai cukup. Page 75 3. 2. 4. Pasal 17 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian perencanaan ini.. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : a. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. ……………………… …………………………………. maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri. Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota. Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota. kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri …………………………. 2. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak. 3. Pasal 18 PENUTUP 1.. dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama. beserta segala akibat hukumnya. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. dan dinyatakan berlaku sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. *)…………………….. yang dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Perencana Pemimpin Proyek/Bagian Proyek PT/CV. Surat Perjajian ini dibuat dalam rangkap …… (……….

................................. Perencanaan Tanggal : ................ (………………………….............. c...Catatan : *) Ditandatangani penanggung jawab perusahaan Pasal 8 (Jaminan Pelaksanaan) berlaku untuk pekerjaan dengan nilai Rp 50 juta keatas.. Konsultan Perencana : . Page 76 LAPORAN PEKERJAAN PERENCANAAN SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………........................................ Lokasi : ............. Pekerjaan : .................. Tanggal : .............. Waktu Perencanaan : ...) h..................... f. Telah melaksanakan pekerjaan perencanaan untuk : a....................................... LAPORAN PEKERJAAN PERENCANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : …………………….. b. DIPA : Nomor : ... Dalam Surat Perjanjian tidak boleh ada tipp-ex dan tulisan tangan (nomor dan tanggal Misalnya) dan masing-masing lembaran diparaf oleh pihak pertama dan pihak kedua...... LAMPIRAN : ……………………… 1. e...................... d...... Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : ................................... g................ Departemen/Lembaga : ........... Biaya Perencanaan : Rp.......... ................

Jml............. 5. Page 77 Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya.% ....... 2... 6.. Mulai : …………........ 3.% .minggu : …………. Diperiksa oleh : Dibuat oleh : **) Konsultan Manajemen Konstruksi Konsultan Perencana .. Pelaksanaan pekerjaan perencanaan tersebut meliputi ( laporan lengkap terlampir): No Tahap pekerjaan Bobot pekerjaan Tahap Penyelesaian Pekerjaan Bobot Prestasi 1...% .% ..% ..% ...... Selesai : …………....% ........................Tgl..... Tgl...% .................% Kemajuan pekerjaan telah mencapai prestasi sebesar : ……....... 4.% ......% ...............% Jumlah 100% . Tahap konsep rencana teknis Tahap pra-rencana teknis Tahap pengembangan rencana teknis Tahap gembar detail rencana teknis Tahap pelelangan sampai terbitnya SPK Tahap pengawasan berkala 10% 15% 25% 30% 5% 15% .% ....% (……………………) prosen. 2.......

…………………………. .……………………………………… BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN PERENCANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. ……………………. Nip. ………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan **) Bila tidak menggunakan Konsultan MK.. Nama : …………………………………………………………. ……………………………… ………………………………. Pada hari ini. Disetujui oleh : **) Tim Teknis Satuan Kerja/PPK ……………………………… Nip.PT/CV. PT/CV……………………….*) : Laporan Pekerjaan Perencanaan Nomor : ……………. *) …………………………. Tanggal : ……………. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. : ……………………… LAMP. Jabatan : Kepala Satuan Kerja ……………. Kelengkapan Laporan tersebut di ketahui oleh Tim Teknis Satuan Kerja/PPK yang bersangkutan Page 78 BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN PERENCANAAN SATUAN KERJA : ……………………… …….. Minggu ke : ……………. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I.. ……………………...

. Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : ……………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Pekerjaan : ……………………………………………… 2. 2.. Nomor : …………………………………………. tanggal ……………………….. DIPA : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 Penyerahan sebagaimana yang dimaksud pasal 1 diatas termasuk meliputi (sesuai Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan ) : . Lokasi : ……………………………………………… 3.Tanggal : …………………………………………. tanggal …………………… Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Pekerjaan Perencanaan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan perencanaan untuk : Page 79 1. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………. Alamat kantor : ………………………………………………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. Tanggal : ………………………………………….... Kedua belah pihak berdasarkan : 1. Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan/SPK Nomor : ……………………………. Satuan Kerja : ……………………………………………… 4...

. (……………………. Pada hari ini..) rangkap Demikian Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Perencanaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. …………………………………. Pada tanggal tersebut diatas. Nip. Nama .*) : Laporan Pekerjaan Perencanaan Nomor : …………….. …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 80 BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PERENCANAAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN SATUAN KERJA : ……………………… …………………….. Minggu ke : ……………... (……………………. Tanggal : ……………. Dan seterusnya : ……. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I.……………………… BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PERENCANAAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. : …….. …….) rangkap 2. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Perencana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV.. ………………..1. ……………………………… ………………………………… *) …………………………. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. ……………………. : ……………………… LAMP.

Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. Alamat kantor : ………………………………………………………. Pekerjaan : ……………………………………. f.: ………………………………………………………….……………………. Konsultan Perencana : ……………………………………. Dengan ini menyatakan : 1. Kedua belah pihak telah setuju dan sepakat bahwa.. Satuan Kerja : ……………………………………. c.. b. untuk : a.. DIPA : Nomor : …………………… Tanggal : …………………… e.... Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Perencanaan ... Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………... Nomor : ………………………………………….... Tanggal : …………………………………………. Jabatan : Kepala Satuan Kerja /PPK ... Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : ………………………………………….... Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………. Lokasi : …………………………………….. Tanggal : …………………………………………. d.

……………………………. Kepada PIHAK KEDUA. ……………………………… ………………………………… **)………………………. Angsuran ke …… = Rp. % (………………………………….f diatas. b. Angsuran ke …… = Rp. dan prestasi yang dilaporkan. ……………………………. ayat….. c.. ……………………………. Nip. = Rp. (……………………………) kali angsuran pembayaran yaitu : a. ……………………………..Tanggal : …………………… Page 81 g. Biaya Perencanaan : Rp. Angsuran ke …… = Rp. …………………………………. Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Perencanaan tersebut butir 1. ……………………. Pada tanggal tersebut diatas.) prosen. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Perencana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV. ………………………………… Prestasi pekerjaan perencanaan telah mencapai kemajuan sebesar : …………. …………………………… Catatan : *) Untuk BA 100% juga dilampirkan BA serah terima pekerjaan **) Penanggung jawab perusahaan Page 82 Lampiran III : . 4. ……………………………. Pada angsuran pembayaran ini PIHAK KEDUA Berhak dibayarkan sebesar : = Rp..) Demikian Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Perencanaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya... Berdasarkan pasal ….. maka PIHAK KEDUA telah berhak menerima dari PIHAK PERTAMA sejumlah : ……… % x Rp …………………. 3.. Jumlah yang telah dibayarkan = Rp. …………………………… Terbilang : (………………………………………………………………. telah dibayarkan : …. 2.

4. dan dilakukan secara penuh dengan menempatkan tenaga-tenaga ahli pengawasan di lapangan sesuai kebutuhan dan kompleksitas pekerjaan. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian kegiatan Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen……………………………. dibentuk Pengelola Satuan Kerja /Pejabat Pembuat Komitmen berdasarkan SK Kepala Satuan . Setiap pelaksanaan konstruksi fisik bangunan gedung Negara yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana harus mendapatkan pengawasan secara teknis di lapangan. proses dan keluaran yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterpretasikan ke dalam pelaksanaan tugas pengawasan. Kinerja pengawasan lapangan sangat ditentukan oleh kualitas dan intensitas pengawasan. Pelaksanaan pengawasan lapangan harus dilakukan oleh pemberi jasa pengawasan yang kompeten. 2.. 2. UMUM 1. 3. SURAT PERINTAH KERJA PEKERJAAN PENGAWASAN 3. SATUAN KERJA/PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………… BRR NAD-Nias I. PENDAHULUAN A. 2. C. MAKSUD DAN TUJUAN 1. dari segi biaya. Konsultan pengawas bertujuan secara umum mengawasi pekerjaan konstruksi. B. azas. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan Pengawas yang memuat masukan. KONTRAK PEKERJAAN PENGAWASAN 4. agar rencana teknis yang telah disiapkan dan digunakan sebagai dasar pelaksanaan konstruksi dapat berlangsung operasional efektif. Pemegang Mata Anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias. LATAR BELAKANG 1. BERITA ACARA PEKERJAAN PENGAWASAN Page 83 KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEKERJAAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/ RESTORASI ………………………………………………………. Untuk penyelenggara kegiatan yang dimaksud.Keputusan Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara Nomor: 154/KEP/BP-BRR/X/2006 LAMPIRAN III 1. serta yang secara menyeluruh dapat melakukan kegiatannya berdasarkan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang telah disepakati. KERANGKA ACUAN KERJA PEKERJAAN PENGAWASAN 2. Dengan penugasan ini diharapkan Konsultan Pengawas dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memenuhi sesuai KAK ini. criteria. mutu dan waktu kegiatan pelaksaan. 3.

Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Pemborong. 3. 2. b. 7. Lingkup kegiatan meliputi Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/ Restorasi …………………………………. (sesuai DIPA/RKA-KL).. …………………………………………………………………. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan. 5. …………………………………………………………………. dengan masukan hasil rapatrapat lapangan. KEGIATAN PENGAWASAN A. Menyusun berita acara kemajuan pekerjaan. Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh Konsultan Pengawas adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku. Lingkup tugas Konsultan adalah pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) pada pekerjaan Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi…………. pemeliharaan pekerjaan. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. 6. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas.. khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. kuantitas. Dan SK tentang Pembentukan Panitia Lelang/Pengadaan/penunjukan langsung Nomor:…………………………. 2. Meneliti gambar-gambar yang telah sesuai dengan pelaksanaan (As-Built . Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. B. II. 3. 8. 4. Mengawasi pemakaian bahan. yang terdiri dari komponen kegiatan : 1. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala. peralatan dan metoda pelaksanaan. Tanggal …………… dengan susunan organisasi seperti pada lampiran.. dan biaya pekerjaan konstruksi. D. Dan seterusnya.Page 84 Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen Nomor:……………………. Tanggal ………………. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Pemborong. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. Lingkup Kegiatan tersebut antara lain adalah : 1. serta mengawasi ketepatan waktu. laporan harian. LINGKUP KEGIATAN a.

drawings) sebelum serah terima pertama. 12. Besarnya biaya konsultan Pengawas merupakan biaya tetap dan pasti. Biaya pekerjaan pengawasan dan tata cara pembayaran diatur secara . IV. Kinerja pengawasan telah memenuhi standar hasil kerja pengawasan yang berlaku. Page 85 9. 10. tetapi juga bagi para tenaga ahli professional pengawasan yang terlibat. BIAYA PENGAWASAN 1. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. 11. 2. Pengaturan komponen pembiayaan pada butir a dan b diatas adalah dipisahkan antara bangunan standar dan non standar antara bangunan standar dan non standar dan harus terbaca dalam suatu rekapitulasi akhir yang menyebut angka dan huruf. III. Konsultan Pengawas bertanggung jawab secara professional atas jasa pengawasan yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku. Penanggung jawab professional pengawasan adalah tidak hanya konsultan sebagai suatu perusahaan. tabel B1 dan tabel D. B I A Y A A. Secara umum tanggung jawab konsultan adalah minimal sebagai berikut : 1. 2. Bersama konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung. maka dihitung secara orang-bulan dan biaya langsung yang dapat diganti. yaitu: a. b. c. Untuk pekerjaan standar berlaku maksimum sesuai yang tercantum dalam tabel A1. serta peraturan. C. Kesesuaian pelaksanaan konstruksi dengan dokumen pelelangan/ pelaksanaan yang dijadikan pedoman. standar dan pedoman teknis yang berlaku. Membantu pengelola proyek dalam menyusun dokumen untuk kelengkapan pendaftaran gedung sebagai bangunan gedung Negara. Besarnya biaya pekerjaan pengawasan mengikuti pedoman Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. TANGGUNG JAWAB PENGAWASAN A. Page 86 d. Hasil evaluasi pengawasan dan dampak yang ditimbulkan. Bila terdapat pekerjaan non standar. Membantu pengelola proyek mengurus IPB (Ijin Penggunaan Bangunan) dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota setempat. dan laporan akhir pekerjaan pengawasan. 3. e. sesuai dengan ketentuan billing rate yang berlaku. Menyusun daftar cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama. B. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. Ketentuan pembiayaan lebih lanjut mengikuti surat perjanjian pekerjaan pengawasan yang dibuat oleh Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen dan Konsultan Pengawas.

yang minimal meliputi : A. K E L U A R A N Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Pengawas berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam surat perjanjian. B. 3. V. J. DIPA/RKA-KL Nomor : ……………tanggal………………………… 2. I. Waktu pelaksanaan pekerjaan. Bahan-bahan yang datang. 2. yang memuat semua kejadian. Kontraktor Pelaksana dan Konsultan Pengawas. berisi keterangan tentang : 1. F. H. D. honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang. B. 3. Gambar rincian pelaksanaan (shop drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. SUMBER DANA Sumber dana dari keseluruhan pekerjaan pengawasan dibebankan pada : 1. e. Buku harian. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dan Manual Peralatan-peralatan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. tanggal ……………………….. f. Dokumen lain Nomor : ……………. g. b. KRITERIA PEKERJAAN KONSULTAN PENGAWAS Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh Konsultan Pengawas pada Kerangka Acuan Kerja ini harus memperhatikan persyaratan-persyaratan sebagai berikut : . Laporan harian. Pajak dan iuran daerah lainnya. G. Dan lain-lain. Kelengkapan dokumen pendaftaran bangunan gedung Negara lengkap dengan lampiran-lampirannya. h. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian. Biaya rapat-rapat. Perjalanan (lokal maupun luar kota). Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah Kurang. Page 87 C. diterima atau ditolak. Materi dan penggandaan laporan. Sewa kendaraan. Pembayaran biaya Konsultan Pengawas adalah berdasarkan prestasi kemajuan pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana. Laporan rapat di lapangan (site meeting). VI. Alat-alat. Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan. perintah/petunjuk yang penting dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. c. E. Tenaga kerja. 3. meliputi komponen sebagai berikut : a. d. Laporan Akhir Pekerjaan Pengawasan.. Jasa dan overhead Pengawasan. Pembelian dan atau sewa peralatan. 4. 5.kontraktual.

D. Pekerjaan Teknis Pengawasan Lapangan. untuk pekerjaan pengawasan berlaku pula ketentuanketentuan seperti standar. . dan peraturan yang berlaku. pedoman. yaitu Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan beserta kelengkapannya dan ketentuanketentuan sebagai dasar perjanjiannya. baik yang menyangkut macam. antara lain : Page 88 1. S-Curve. Menyusun program kerja. Ketentuan yang diberlakukan untuk pekerjaan proyek yang bersangkutan. PERSYARATAN FUNGSIONAL Pekerjaan pengawasan konstruksi fisik harus dilaksanakan dengan profesionalisme yang tinggi sebagai konsultan Pengawas yang secara fungsional dapat mendorong peningkatan kinerja proyek. B. yang secara garis besar adalah sebagai berikut : 1. Yang termuat dalam Surat Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002. VII. alokasi tenaga dan konsepsi pekerjaan pengawasan. B. PERSYARATAN OBYEKTIF Pelaksanaan pekerjaan pengawasan teknis konstruksi yang obyektif untuk kelancaran pelaksanaan. PERSYARATAN UMUM PEKERJAAN Setiap bagian dari pekerjaan pengawasan harus dilaksanakan secara benar dan tuntas sampai dengan memberi hasil yang telah ditetapkan dan diterima dengan baik oleh Pemimpin Proyek/Bagian Proyek. pengawasan lapangan. 3. 2. Standar dan Pedoman Teknis yang berlaku di bidang penyelenggaraan bangunan gedung. a. E. Melaksanakan pekerjaan pengawasan secara umum. 4. dan kuantitas dari setiap bagian pekerjaan sesuai standar hasil kerja pengawasan yang berlaku. maka harus menghasilkan keluaran sebagaimana yang diharapkan oleh Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. b. dan Net Work Planning yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana untuk selanjutnya diteruskan kepada Tim Teknis Satuan Kerja untuk mendapatkan persetujuan. PERSYARATAN PROSEDURAL Penyelesaian administrative sehubungan dengan pekerjaan di lapangan harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku. Memeriksa Time Schedule/Bar Chart. Pekerjaan Persiapan. URAIAN TUGAS OPERASIONAL KONSULTAN PENGAWAS Konsultan Pengawas harus membuat uraian kegiatan secara terinci yang sesuai dengan setiap bagian pekerjaan pengawasan pelaksanaan yang dihadapi di lapangan. C.A. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah setempat. U M U M Konsultan Pengawas dalam menjalankan tugasnya tanggung jawab kepada Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen dan agar tugas dan fungsi konsultan Pengawas dapat terlaksana dengan baik. PROSES PEKERJAAN PENGAWASAN A. PERSYARATAN TEKNIS LAINNYA Selain kriteria umum diatas. 2. a. kualitas.

c. D o k u m e n . Page 89 d. Mengawasi kemajuan pelaksanaan dan mengambil tindakan yang tepat dan cepat. Memberikan masukan pendapat teknis tentang penambahan atau pengurangan pekerjaan yang dapat mempengaruhi biaya dan waktu pekerjaan serta berpengaruh pada ketentuan kontrak. 4. serta sudah diterima paling lambat 1 minggu kemudian. Melaporkan bahan-bahan bangunan yang dipakai. sedikitnya dua kali dalam sebulan. e. jumlah tenaga kerja dan alat yang digunakan. perintah sejauh tidak mengenai pengurangan dan penambahan biaya dan waktu pekerjaan serta tidak menyimpang dari kontrak. peralatan dan perlengkapan selama pekerjaan pelaksanaan di lapangan atau di tempat kerja lainnya. dengan Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja. a. Memberikan laporan dan pendapat teknis administrasi dan teknis teknologis kepada Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja mengenai volume. L a p o r a n. kualitas dan kuantitas dari bahan atau komponen bangunan. Mengadakan rapat diluar jadwal rutin tersebut apabila dianggap mendesak. c. 3. Memeriksa gambar-gambar kerja tambahan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana terutama yang mengakibatkan tambah atau berkurangnya pekerjaan. Perencana dan Kontraktor Pelaksana dengan tujuan untuk membicarakan masalah dan persoalan yang timbul dalam pelaksanaan. d. Konsultasi a. Memberikan petunjuk. 5. Mengawasi kebenaran ukuran. prosentase dan nilai bobot bagian-bagian pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh pemborong. dengan pemberitahuan tertulis kepada Kepala Satuan Kerja/Pejabat Komitmen. Mengadakan rapat lapangan secara berkala. Melaporkan kemajuan pekerjaan yang nyata dilaksanakan. Melakukan konsultasi dengan Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja untuk membahas segala masalah dan persoalan yang timbul selama masa pembangunan. dapat langsung disampaikan kepada Kontraktor Pelaksana. agar batas waktu pelaksanaan minimal sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. untuk kemudian membuat risalah rapat dan mengirimkan kepada semua pihak yang bersangkutan. dan dibandingkan dengan jadwal yang telah disetujui. b.koordinasi dan inspeksi kegiatan-kegiatan pembangunan agar pelaksanaan teknis maupun administrasi teknis yang dilakukan dapat secara terus menerus sampai dengan pekerjaan diserahkan untuk kedua kalinya. b. c. dan juga perhitungan serta gambar konstruksi yang dibuat oleh Pemborong (Shop Drawings). Memberikan bantuan dan petunjuk kepada Kontraktor Pelaksana dalam mengusahakan perijinan sehubungan dengan pelaksanaan pembangunan. f. untuk mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. b.

serta untuk keperluan pembayaran angsuran. B. baik yang berasal dari Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja maupun yang dicari sendiri. 2. rencana Kerja dan Syarat-syarat. penyerahan pertama dan kedua serta formulir-formulir lainnya yang diperlukan untuk kebutuhan dokumen pembangunan. baik ditinjau dari lingkup (besar) proyek maupun tingkat kekomplekan pekerjaan. laporan harian. Kesalahan pengawasan/ kelalaian pekerjaan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari konsultan Pengawas. 3. gambar-gambar pelaksanaan. I N F O R M A S I 1. mingguan dan bulanan. Peraturan-peraturan. standar dan pedoman yang berlaku untuk pekerjaan pengawasan teknis konstruksi. b. konsultan Pengawas harus mencari sendiri informasi yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja ini. Koordinator pengawasan ………… orang . Page 90 c. Berita Acara Aanwijzing sampai dengan penunjukan Pemborong. b. VIII. Dokumen Kontrak Pelaksanaan/Pemborongan. Mempersiapkan formulir. d. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pengawasan. ii. Berita Acara kemajuan pekerjaan. Bar Chart dan S-Curve serta Net Work Planning dari pekerjaan yang dibuat oleh Pemborong (setelah disetujui). Konsultan Pengawas harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya. Tenaga-tenaga ahli yang dibutuhkan dalam kegiatan lpengawasan ini minimal terdiri dari : (Kualifikasi masing-masing tenaga ahli disesuaikan berdasarkan kebutuhan/kompleksitas proyek). Memeriksa dan menyiapkan daftar volume dan nilai pekerjaan. M A S U K A N A. T E N A G A Untuk melaksanakan tugasnya. iv. iii. Untuk melaksanakan tugasnya.a. Menerima dan menyiapkan Berita Acara sehubungan dengan penyelesaian pekerjaan di lapangan. Dokumen pelaksanaan yaitu : i. c. termasuk petunjuk teknis simak pengawasan mutu pekerjaan. serta penambahan atau pengurangan pekerjaan guna keperluan pembayaran. Page 91 1. Informasi pengawasan antara lain : a. e. konsultan Pengawas harus menyediakan tenaga yang memenuhi kebutuhan proyek. serta keperluan pendaftaran sebagai bangunan gedung Negara. dll. Informasi lainnya.

NIP. B. konsultan Pengawas harus segera menyusun: 1. Tenaga teknis lainnya sesuai kebutuhan dan lingkup kompleksitas pekerjaan. 2.. konsultan hendaknya memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan. Utilitas (M/E) ………… orang 3. maka selanjutnya konsultan agar segera menyusun program kerja untuk dibahas dengan Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen. PROGRAM KERJA A.NIAS Nomor : . Setelah Kerangka Acuan Kerja ini diterima. Struktur ………… orang c. X. Arsitektur ………… orang b. P E N U T U P A. : …………. IX. Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen. Konsep penanganan pekerjaan pengawasan proyek. Page 92 SURAT PERINTAH KERJA KEPALA SATUAN KERJA / PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN …………………………………………………………………………… BRR NAD . Program kerja secara keseluruhan harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja setelah sebelumnya dipresentasikan oleh konsultan Pengawas dan mendapatkan pendapat teknis dari Tim Teknis Satuan Kerja. Program kerja. DIBUAT DI : ………………. TANGGAL : ………………. termasuk jadwal kegiatan secara detail. 3. Berdasarkan bahan-bahan tersebut. …………………. Catatan : Model KAK tersebut diatas bersifat pokok yang masih harus disesuaikan. Sebelum melaksanakan tugasnya. Tenaga-tenaga yang diusulkan oleh konsultan Pengawas harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis Satuan Kerja. Pengawas Lapangan a. dikembangkan/dilengkapi untuk kebutuhan proyek yang bersangkutan. Administrasi/pelaporan ………… orang 4.2. Alokasi tenaga ahli yang lengkap (disiplin dan jumlahnya). B.

.. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas.. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan. peralatan dan metoda pelaksanaan.. d. Jabatan : ………………………………………. di …………………………. PEKERJAAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN / REHABILITASI / RENOVASI / RESTORASI ………………………………………………………………………. Tugas Pekerjaan : Pekerjaan Pengawasan yang akan dilaksanakan adalah : Pembangunan/Rehabilitasi/ Renovasi/Restorasi ………………………………….. Surat Perintah Kerja (SPK) ini diperintahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dengan ketentuan dan syarat-syarat seperti tersebut dibawah ini : 1.. Alamat Kantor : ………………………………………. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. Tanggal : ………………………………………. dengan ini kami yang bertandatangan dibawah ini : 1. Alamat Badan Usaha : ………………………………………. Nama Badan Usaha : ………………………………………. Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Pelelangan/ Pemilihan Langsung Nomor : ……………………. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan . Selaku Konsultan Pengawas Pekerjaan …………………………………... Page 93 c. Tanggal …………………………. …………………………………………………………………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. dan biaya pekerjaan konstruksi. Nama : ………………………………………. (lokasi pekerjaan) yang meliputi tugas-tugas sebagai berikut : a. b. Jabatan : ……………………………………….. serta mengawasi ketepatan waktu.……………………………………….. Mengawasi pemakaian bahan. kuantitas. Selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen ………………… ……………………………………………………………………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA. Nama : ………………………………………. MEMERINTAHKAN KEPADA : 2.

. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. laporan harian. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala. dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan.. ………………….. Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran. b. 3.. Menyusun daftar cacat-cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama. dibayarkan setelah prestasi Kontraktor Pelaksana mencapai 100% (serah terima kedua). bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. Pembayaran tahap ketiga/terakhir sebesar 10% dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. Pembayaran tahap kedua sebesar …… % dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp... (……………………………………………).. (……………………………………. Besarnya biya pekerjaan pengawasan adalah Rp. i. Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built Drawings) sebelum serah terima I. Pembayaran tahap kesatu sebesar ……% dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA... yang dibebankan pada Satuan Kerja…….. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajakpajak. (………………………………………. Biaya Pengawasan a. (…………………………………. c. g.). mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. Cara Pembayaran a.. dibayarkan setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua Page 94 pekerjaan konstruksi fisik. …………………………. …………………. tanggal : ………………… b.. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Pemborong. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan... e. . serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sesuai butir 2 Surat Perintah Kerja ini kepada PIHAK PERTAMA. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA.). h.. yang merupakan jumlah tetap dan pasti (lumpsum fixed price). …………………. mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Pemborong. dibayarkan setelah prestasi Kontraktor Pelaksana mencapai 100% (serah terima kedua).).... pemeliharaan pekerjaan. sesuai dengan DIPA/RKA-KL Nomor : ……………………. 2.. f.

j. a. i. ii. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. 6. d. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan pengawasannya kepada PIHAK PERTAMA se lambat lambatnya limabelas hari setelah Serah Terima Pekerjaan Konstruksi. Persyaratan dan Spesifikasi Teknis a. Page 95 m. iv. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. g. iii. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syaratsyarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. l.4. Sanksi dan Denda. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. n. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. c. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan . Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. antara lain : i. k. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. f. h. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. e. 5. b. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. Jangka Waktu Jangka waktu pelaksanaan sampai selesai 100 % yang disebut dalam butir 1 Surat Perintah Kerja ini terhitung mulai tanggal ………………………… sampai dilaksanakan Serah Terima Kedua Pekerjaan Konstruksi oleh Kontraktor Pelaksana kepada Pihak Pertama.

Alamat . PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja / PT/CV …………………….% (…. b. PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya (umumnya 1-3%). % (………permil) dari biaya pekerjaan pengawasan (umumnya 3%). Tanggal ………… bulan………. Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ……………… dan mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar … % (…… persen) dari biaya pekerjaan pengawasan dengan ketentua bahwa. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dengan batas waktu yang ditetapkan. …………………… *) ……………. c.kewajibannya. Jumlah denda kumulatif ditetapkan maksimum …. Penyelesaian Perselisihan a. NIP ……………… Catatan : *) Ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan Model perjanjian dengan SPK berlaku hanya untuk pekerjaan yang nilainya sampai Rp .. Pejabat Pembuat Komitmen……… ………………. Page 96 SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI ……………………………………………………………………. 7.. Jabatan (struktural) : …………………………………. prosen) dari biaya pekerjaan pengawasan (umumnya 10%).. b. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya.50 juta.. maka untuk setiap hari kelambatan pihak pengawas wajib membayar denda kelambatan sebesar ……. maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri ………….. Jika terjadi perselisihan dikemudian hari. Nama : …………………………………. Nomor : ………………………………… Tanggal : ………………………………… Pada hari ini …………. kami yang bertandatangan di bawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan pelaksanaan : Antara 1. tahun ………………..

yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA. Nama Perusahaan : …………………………………. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. g. Yang didirikan dengan Akte Notaris Nomor : …………………. Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (As-Built drawings) . antara lain : a. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. tanggal …………. h. dan biaya pekerjaan konstruksi. Mengawasi pemakaian bahan. Page 97 c. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut. Memeriksa berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran. Nama : …………………………………. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan.. laporan harian. yaitu untuk melaksanakan : Pekerjaan pengawasan Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi ……………. yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA. pemeliharaan pekerjaan. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala. 2. dan laju pencapaian volume/realisasi fisik. peralatan dan metoda pelaksanaan. e. d. mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. Tugas pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA adalah sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan. f. Di ………………………………… (lokasi pekerjaan). bertindak untuk dan atas nama …………………… (nama Badan Usaha).: …………………………………. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias Nomor : ………………. serta mengawasi ketepatan waktu. Maka dengan ini disetujui oleh dan di antara pihak-pihak tersebut. telah ditunjuk selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia. b. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. Jabatan : …………………………………. Alamat : …………………………………... Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana. Tanggal …………… oleh Notaris di ……………… dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya. ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal di bawah ini : Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1. kuantitas. Dengan 2.

Bersama Konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung. b. Tanggal : ………………………………………………. l. Membantu PIHAK PERTAMA dalam pengurusan IPB (Ijin Penggunaan Bangunan) dari Pemerintah Daerah Tingkat II setempat. Surat Usulan Calon Pemenang Lelang Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… Page 98 d. i. Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ……………………………………………… Tanggal : ……………………………………………… c. Tanggal : ……………………………………………. Addendum (bila ada) 2. k.sebelum serah terima pertama. Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) Nomor : ………………………………………………. yaitu : a.. Tanggal : ……………………………………………. e. Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : ……………………………………………. f. Membantu PIHAK PERTAMA dalam menyusun dokumen pendaftaran gedung sebagai bangunan gedung Negara. dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : . Pekerjaan tersebut dalam pasal 1 diatas harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA atas dasar referensi-referensi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perjanjian ini. j. Surat Keputusan Pemenang Lelang Nomor : …………………………………………….. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. Menyusun daftar cacat-cacat/ kerusakan sebelum serah terima pertama.

SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. iv. antara lain : i. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. h. Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam pasal 1 surat perjanjian ini dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh . Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. sehingga pelaksanaan pekerjaan pengawasan akan sesuai dengan Surat Perjanjian ini. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. d. 3. g. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. i. c. 2. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya. Page 99 l. ii. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. m. e. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. Pasal 3 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN 1. b. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian ini.a. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. n. iii. f. PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. k. j. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku.

7. yang memuat semua kejadian. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan pengawasan sampai selesai 100% yang disebut . 8. Pasal 5 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. 9. PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas segala kerugian PIHAK PERTAMA. 5. Waktu pelaksanaan pekerjaan. e. 10. Bahan-bahan yang datang. PIHAK KEDUA wajib melaksanakan periksa ulang semua Dokumen Teknis sesuai keahliannya. Buku harian.PIHAK KEDUA. yang masing-masing terdiri dari : Page 100 1. Kontraktor Pelaksana. 3. PIHAK KEDUA beserta personalianya tidak dibenarkan baik langsung ataupun tidak langsung turut serta baik sebagai Sub Kontraktor maupun pemasok bahan dari pekerjaan ini. Gambar rincian pelaksanaan (shop drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian. 6. 8. dan memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA tentang kelainan yang ditemukan dan mengusulkan cara penyelesaiannya sesuai standar dan ketentuan serta peraturan yang berlaku. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada pihak lain. d. 4. 5. Tenaga kerja. 9. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dan Manual Peralatanperalatan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. harus diserahkan kepada PIHAK PERTAMA minimal dalam rangkap 5 (lima). 4. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah Kurang. berisi keterangan tentang : a. Kelengkapan dokumen pendaftaran bangunan gedung Negara lengkap dengan lampiranlampirannya. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. perintah/petunjuk yang penting dari PIHAK PERTAMA. 2. c. b. Alat-alat. 6. Kelancaran pelaksanaan proyek yang berhubungan dengan pengawasan sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. diterima atau ditolak. Laporan Akhir Pekerjaan Pengawasan. 7. Laporan harian. dan PIHAK KEDUA. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran. Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan. akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA sehubungan dengan pekerjaan ini. Pasal 4 HASIL PEKERJAAN PENGAWASAN Hasil pekerjaan pengawasan disamping harus sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja. Laporan rapat di lapangan (site meeting).

( ………………………………... Pembayaran biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam pasal 6 Surat Perjanjian ini dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan prestasi pekerjaan pemborongan. Pasal 7 CARA PEMBAYARAN 1. Nomor : ……………………….. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil seluruh hasil pekerjaan pengawasan sebagaimana tercantum dalam pasal 4 surat perjanjian ini selambat-lambatnya 15 hari setelah dilakukannya penyerahan kedua pekerjaan konstruksi. Page 101 Pasal 6 BIAYA PENGAWASAN 1. %.% dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. Pembayaran tahap kesatu sebesar …………. yang telah disetujui/disahkan oleh PIHAK PERTAMA.. …………………… ( …………… ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai ………… %. (Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja dari PIHAK PERTAMA) sampai dengan dilaksanakannya Serah Terima Kedua pekerjaan konstruksi fisik dari Kontraktor Pelaksana kepada PIHAK PERTAMA. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.) dan merupakan biaya yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price). . dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA.% dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan tersebut dalam ayat 1 pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA kecuali adanya “keadaan memaksa” seperti diatur dalam Pasal 14 Surat Perjanjian ini.. b. dengan ketentuan sebagai berikut : a. ………………. ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana mencapai …. terhitung mulai tanggal ……………………. Besarnya biaya pekerjaan pengawasan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp ………………… (………………………………………………. tanggal …………… Tahun Anggaran ………………/………… 2. Jumlah biaya tersebut diatas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak. Pembayaran tahap kedua sebesar …. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA.. yang mengakibatkan bahwa adanya perpanjangan/penambahan waktu penyelesaian pekerjaan dan diatur dalam perjanjian tambahan (addendum). yang dibebankan pada Satuan Kerja : ………………………………… sesuai dengan DIPA/RKA-KL ……………………………. atau adanya surat perintah penambahan pekerjaan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. 2.dalam pasal 1 Surat Perjanjian ini.

diserahkan kembali oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. setelah Serah Terima II pekerjaan konstruksi fisik dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugasnya. Selambat-lambatnya pada saat perjanjian ini ditanda tangani. 2. Tahap-tahap pembayaran tersebut diatas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. % dari biaya pengawasan yakni sejumlah Rp. ………………… (………………………….. (…………………………………. Segala pajak-pajak sehubungan pekerjaan pengawasan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA.000. Surat Jaminan tersebut pada ayat 1 pasal ini.c. 2. maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA Surat Jaminan Pekerjaan berupa Surat Jaminan Bank Umum atau Perusahaan Asuransi Kerugian sebesar 5 % dari biaya pengawasan atau sejumlah Rp ……………………….) dibayar setelah masa pemeliharaan berakhir dan sudah dilaksanakan serah terima kedua pekerjaan konstruksi fisik. ) setelah prestasi pekerjaan Kontraktor Pelaksana telah mencapai 100 % (serah terima pertama). Page 102 Pasal 8 JAMINAN PELAKSANAAN PENGAWASAN 1. ………………. Pasal 9 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1. maka jaminan pelaksanaan pengawasan menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA. Pasal 10 TENAGA KERJA DAN UPAH . 2. maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa berlakunya dan harus dijamin tidak ada waktu senggang antaranya. dan PIHAK KEDUA telah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik serta diterima oleh PIHAK PERTAMA. Pembayaran tahap keempat/terakhir sebesar 10% dari jumlah biaya pekerjaan pengawasan yakni sejumlah Rp. 4.). d. serta PIHAK KEDUA telah menyerahkan hasil pekerjaan pengawasan sesuai pasal 4 Surat Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA.. ( …………………………………. Dalam hal PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani Surat Perjanjian ini dan terjadi pemutusan hubungan perjanjian sesuai pasal 15. Segala pengeluaran biaya sehubungan dengan pembuatan Surat Perjanjian ini termasuk biaya materai temple Rp 6.(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. Pembayaran tahap ketiga sebesar ……. Bila jangka waktu berlakunya Surat Jaminan Pengawasan berakhir sebelum dilaksanakannya Serah Terima Dokumen pekerjaan seperti dalam ayat 2 pasal ini. 3..

Jumlah denda kumulatif tersebut dalam ayat 1 diatas ditetapkan maksimum sebesar …. 3. maka PIHAK KEDUA setuju akan diberi biaya pekerjaan pengawasan sebesar perhitungan yang nyata-nyata digunakan dalam menjalankan tugas pengawasan tersebut. Apabila terbukti bahwa pelaksanaan pekerjaan pengawasan bertentangan dengan Surat Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi PIHAK PERTAMA maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas kerugian tersebut. Penunjukan Pemimpin Pengawas/Tenaga Ahli ini yang dilampiri dengan Curriculum Vitae yang bersangkutan. 4. Jika PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tersebut dalam Pasal 10 ayat 1 Surat Perjanjian ini baik dalam bentuk organisasi. dengan kewajiban PIHAK KEDUA tetap harus memperbaiki kelalaian yang diperingatkan tersebut (umumnya 1-3%). prosen) dari jumlah biaya pengawasan ( umumnya 10%). Ongkos-ongkos dan upah kerja yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan ini dibebankan kepada PIHAK KEDUA. 3. PIHAK KEDUA diwajibkan menyediakan tenaga kerja yang cukup jumlah. harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugas dan kewajibannya sesuai Surat Perjanjian ini dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA. 2. Page 103 Pasal 11 PELAKSANAAN PIHAK KEDUA 1. Tenaga Ahli dari Pengawas yang ditunjuk PIHAK KEDUA tidak memenuhi persyaratan yang diperlukan. Denda-denda tersebut dalam ayat 1 pasal ini. % ( ……. 5. Agar pekerjaan pengawasan berjalan seperti yang ditetapkan. PIHAK KEDUA harus menggunakan bentuk organisasi jumlah dan kualifikasi tenaga ahli dengan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan yang tercantum dalam Pedoman Pengawasan (TOR/KAK) yang telah disetujui oleh Kedua belah pihak. Ditempat pekerjaan pengawasan harus selalu ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai Pimpinan Pengawas/ Tenaga Ahli. kualifikasi tenaga maupun jumlah tenaga yang telah ditetapkan. yang mempunyai wewenang/kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian PIHAK PERTAMA sebagai akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. 2. 4. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. maka PIHAK PERTAMA akan menolak tenaga ahli tersebut dan memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA segera mengganti pengawas/tenaga ahli lain yang memenuhi syarat sebagaimana yang diminta oleh PIHAK PERTAMA. 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya. dan dapat menerima/memberikan/ memutuskan segala petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA.1. sehubungan dengan pekerjaan pengawasan ini. 2. maka untuk setiap kali melakukan kelalaian PIHAK KEDUA dikenakan “denda kelalaian” sebesar … % ( ……… persen) dari biaya pengawasan. 3. keahlian serta ketrampilannya. Pasal 12 SANKSI DAN DENDA 1.. akan diperhitungkan dalam pembayaran .

Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah. . PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat keadaan Memaksa. maka : a. b. pemberontakan. Page 104 Pasal 13 PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN 1. kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan kontraktor). e. setelah diperiksa oleh PIHAK PERTAMA. 2. Yang dimaksud “keadaan memaksa” dalam perjanjian ini adalah peristiwa-peristiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak.) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini. dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban Page 105 keuangan kepada para pegawai dan tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PIHAK KEDUA. Jika PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan dalam bagian pekerjaan pengawasan tersebut dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. huru-hara. maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis. d. c. Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA).. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA. Bencana alam (gempa bumi. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. Biaya pengawasan bagian-bagian pekerjaan yang telah disahkan dan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. tanah longsor. revolusi.yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. d. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan memaksa” tersebut. b. f. maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama dengan PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan memaksa” tersebut. Apabila terjadi “keadaan memaksa”. badai dan banjir). c. 2. PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. Apabila selama ………… (…………………………………. Perang. yaitu : a. makar. Pasal 14 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 1.

2. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. Pasal 15 Surat Perjanjian ini. d. dan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu : a. e. b. maka perjanjian ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam Pasal 5 ayat 2 Surat Perjanjian ini tidak ditepati. g. maka PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA. Dalam waktu satu bulan berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan pengawasan yang telah memulainya. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh PIHAK PERTAMA. tetapi berhak atas pembayaran prestasi dengan memperhitungkan nilai hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan serta kerugian Negara. yang dibentuk dan diangkat oleh kedua belah pihak. PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas pekerjaan pengawasan sebagaimana mestinya yang dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 4 Surat Perjanjian ini. Pasal 15 PEMUTUSAN PERJANJIAN 1. . Telah dikenakan denda yang kumulatif sebesar 10% (sepuluh prosen) dari biaya pekerjaan pengawasan. sebagaimana seperti dalam Pasal 12 ayat 2 Perjanjian ini. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. PIHAK KEDUA memberikan keterangan yang tidak benar yang merugikan atau dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan Pekerjaan Pengawasan ini. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Konsultan Pengawas lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 diatas. Selain yang tersebut dalam ayat 1 pasal ini. h. c. maka pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. f. Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota.3. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan pengawasan ini. maka akan diselesaikan oleh suatu “Panitia Pendamai” yang berfungsi sebagai juri/wasit. 2. Pasal 16 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : a. 3. Page 106 4. Apabila “keadaan memaksa” itu ditolak oleh PIHAk PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan Pasal 5. karena kelalaian PIHAK KEDUA. Dalam waktu satu bulan terhitung sejak tanggal terbitnya Surat Keputusan Penunjukan PIHAK KEDUA tidak atau belum memulai melaksanakan pekerjaan pengawasan sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Surat Perjanjian ini. Dalam hal adanya pemutusan perjanjian karena salah satu atau beberapa alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini. Jika terjadi Pemutusan Perjanjian Pengawasan ini. Pasal 12.

maka perselisihan akan diteruskan melalui Pengadilan Negeri. Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak di ……………………… pada hari dan tanggal tersebut diatas. akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja/ PT/CV. Pasal 18 PENUTUP 1. ……………………………. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dan ada hubungannya dengan pekerjaan pengawasan ini. Surat Perjajian ini dibuat dalam rangkap …… (………. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Surat Perjanjian ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak. Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota. ……………… Pejabat pembuat Komitmen………… ……………………… …………………………………. NIP . 2.) bermeterai cukup... 3. *)…………………….. Catatan : *) Ditandatangani penanggung jawab perusahaan Pasal 8 (Jaminan Pelaksanaan) berlaku untuk pekerjaan dengan nilai Rp 50 juta keatas. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. 4. Pasal 17 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian pengawasan ini. beserta segala akibat hukumnya. Page 108 LAPORAN PEKERJAAN PENGAWASAN . kedua belah pihak telah memilih tempat kedudukan (domisili) yang tetap dan sah di Kantor Pengadilan Negeri ………………………….. 3. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. dan c. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak.b. dan dinyatakan berlaku Page 107 sejak diterbitkannya Surat Perintah Kerja (atau Mulai Kerja) dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. dan biaya penyelesaian perselisihan yang dikeluarkan akan dipikul secara bersama. Dalam Surat Perjanjian tidak boleh ada tipp-ex dan tulisan tangan (nomor dan tanggal Misalnya) dan masing-masing lembaran diparaf oleh pihak pertama dan pihak kedua.

Waktu Pengawasan : Tgl mulai :……………………………… Tgl selesai :……………………………… Jml. …………………………………………. Berdasarkan laporan pekerjaan pelaksanaan Nomor : ………………. (……………………………………………. SPK Pengawasan Tanggal :………………………………. bahwa : a. Yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana dan diperiksa oleh Konsultan Pengawas. Biaya Pengawasan : Rp. LAPORAN PEKERJAAN PENGAWASAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………… LAMPIRAN : 1 (satu) set laporan 1. b. d. minggu ke ……. Tanggal :………………………………. b.. f.) h. Telah melaksanakan pekerjaan pengawasan untuk : a. Lokasi :………………………………………………. Konsultan Pengawas :………………………………………………. DIPA : Nomor :……………………………….. Pekerjaan :………………………………………………. Surat Perjanjian Pekerjaan: Nomor : ……………………………… Pelaksanaan . e. c.minggu :……………………………… 2.. Kontraktor Pelaksana : PT/CV ……………………………………. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor :……………………………….. Tanggal ………………….SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. g. Departemen/Lembaga :……………………………………………….

Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya.*) : Laporan Pekerjaan Pengawasan Nomor : ……………. Minggu ke : …………….……………………… BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN PENGAWASAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. ………………………………………………………………………… Page 109 b.. ……………………………. ………………… *) …………………………. PT/CV ………………….Tanggal ………………………………. Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : . Dan seterusnya. .. Tanggal : ……………. NIP. Pelaksanaan kegiatan pengawasan tersebut meliputi (laporan lengkap terlampir) : a. % (………………………….) prosen.Penanggung jawab lapangan dari perusahaan **) Diisi NamaSatuan Kerja yang bersangkutan Page 110 BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN PENGAWASAN SATUAN KERJA : ……………………… ……………………. 3.Penanggung jawab perusahaan dan atau . Diketahui oleh : Dibuat oleh : Tim Teknis Satuan Kerja/PPK Konsultan Pengawas **) ………………………….. ………………………. : ……………………… LAMP. ………………………………………………………………………… c. Telah mencapai prestasi sebesar : ……….

…………………….. Nama : …………………………………………………………. Tanggal : …………………………………………..... Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. tanggal ………………………. Nomor : …………………………………………. Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : ……………………. Tanggal : …………………………………………. Lokasi : ……………………………………………… 3. tanggal …………………… Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Pekerjaan Pengawasan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Page 111 Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan pengawasan untuk : 1. Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan/SPK Nomor : ……………………………... Departemen/lembaga . Pekerjaan : ……………………………………………… 2. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. Alamat kantor : ………………………………………………………..Pada hari ini.... Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK .. Kedua belah pihak berdasarkan : 1. 2. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I... Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………..... Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II...

…………………….. …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 112 BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PENGAWASAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN SATUAN KERJA : ……………………… ……. Pada tanggal tersebut diatas. : ……. Dan seterusnya : …….. Daftar Isian Proyek (DIP) : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 Penyerahan sebagaimana yang dimaksud pasal 1 diatas termasuk meliputi (sesuai Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan ) : 1. (…………………….. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja/ PPK PT/CV. ……..……………………………………… BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PENGAWASAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. (……………………. ……………………………… ……………………………… ………………………………… *) ………………………….. : ……………………… .: ……………………………………………… 4.. Laporan mingguan. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya.) rangkap 2. Nip..) rangkap Demikian Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Pengawasan ini dibuat dan ditandatangani di ………………………….

. Alamat kantor : ……………………………………………………….. Tanggal : …………………………………………. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. Pada hari ini. Minggu ke : …………….. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : ………………………………………….. Nama : ………………………………………………………….. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Kedua belah pihak telah setuju dan sepakat bahwa. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II.. d. Lokasi : …………………………………….. c.. DIPA : Nomor : …………………… .. Tanggal : ……………. ……………………. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK . Pekerjaan : ……………………………………....*) : Laporan Pekerjaan Pengawasan Nomor : ……………. Tanggal : ………………………………………….. Dengan ini menyatakan : 1. b.LAMP... Departemen/Lembaga : …………………………………….. Nomor : …………………………………………... Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………. untuk : a.

ayat…. maka PIHAK KEDUA telah berhak menerima dari PIHAK PERTAMA sejumlah : ……… % x Rp …………………. Konsultan Pengawas : ……………………………………. ………………………………… Prestasi pekerjaan pengawasan telah mencapai kemajuan sebesar : …………. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Pengawasan Tanggal : …………………… g.. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. ……………………………. (……………………………) kali angsuran pembayaran yaitu : a. .) prosen. ……………………………. telah dibayarkan : …. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV.. ……………………………. c. = Rp. Biaya Pengawasan : Rp. % (…………………………………. Pada tanggal tersebut diatas. …………………………….. f.. b.. Berdasarkan pasal …. Kepada PIHAK KEDUA.Tanggal : …………………… Page 113 e. Jumlah yang telah dibayarkan = Rp. ……………………. 2. Angsuran ke …… = Rp. …………………………………. 3. Angsuran ke …… = Rp. Pada angsuran pembayaran ini PIHAK KEDUA Berhak dibayarkan sebesar : = Rp.. …………………………… Terbilang : (……………………………………………………………….f diatas. Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Pengawasan tersebut butir 1. Angsuran ke …… = Rp.) Demikian Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Pengawasan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. …………………………….. 4.

Nama : …………………………………. …………………………… Catatan : *) Untuk BA 100% juga dilampirkan BA serah terima pekerjaan pelaksanaan ke II. BERITA ACARA PEKERJAAN PELAKSANAAN Page 115 SURAT PERINTAH KERJA KEPALA SATUAN KERJA / PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN ……………………………………………… BRR NAD-NIAS Nomor : ……………………… Tanggal : ……………………… PEKERJAAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN / REHABILITASI / RENOVASI / RESTORASI …………………………………………………………………………… Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Pelelangan/ Pemilihan Langsung Nomor : …………………… tanggal ……………………… dengan ini kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1. Nip.. Selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen ………………………… Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.. Alamat Kantor : …………………………………. Nama : …………………………………. . MEMERINTAHKAN KEPADA : 2... **) Penanggung jawab perusahaan Page 114 Lampiran IV : Keputusan Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara Nomor: 154/KEP/BP-BRR/X/2006 LAMPIRAN IV 1. Jabatan : …………………………………. SURAT PERINTAH KERJA PEKERJAAN PELAKSANAAN 2. KONTRAK PEKERJAAN PELAKSANAAN 3.……………………………… ………………………………… **)……………………….

(……………………………. …………………………………………… = ……….. 2. 3.. yang dibebankan pada Satuan Kerja ……………………. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Jumlah biaya tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajakpajak. bea materai dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan peraturan-peraturan dan ketentuan yang berlaku. c. …………………………………………… = ……….Jabatan : …………………………………. (……………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai …… % dikurangi angsuran uang muka. Dan seterusnya. tanggal ………………. b.) dapat dilakukan setelah Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditanda tangani kedua belah pihak.) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai 100% dikurangi angsuran uang muka.. Pembayaran uang muka kepada PIHAK KEDUA sebesar ……% dari biaya pelaksanaan yaitu Rp ……………………..). % dari biaya pelaksanaan yakni Rp …………………. Page 116 Tugas tersebut diatas dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA yang meliputi pelaksanaan fisik dan memperbaiki segala cacat dan atau kerusakan-kerusakan pada masa pemeliharaan. Alamat Badan Usaha : …………………………………. Pembayaran pertama sebesar ……. Selaku Kontraktor Pelaksana Pekerjaan ………………………………………. Cara Pembayaran a... M2 c. b. Pembayaran kedua sebesar …… % dari biaya pelaksanaan yakni sejumlah Rp ………………… (…………………………………………. Biaya Pelaksanaan Borongan a. Tugas Pekerjaan : Pekerjaan Pelaksanaan yang akan dilaksanakan adalah : Pembangunan/Rehabilitasi/ Renovasi/ Restorasi ………………………… di ………………. . (lokasi pekerjaan) yang meliputi tugas-tugas sebagai berikut : a. Nama Badan Usaha : …………………………………. Sesuai dengan DIPA Nomor : …………………. Besarnya biaya pelaksanaan adalah Rp ……………………. Surat Perintah Kerja (SPK) ini diperintahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dengan ketentuan dan syarat-syarat seperti tersebut dibawah ini : 1. (…………………………………. yang merupakan jumlah tetap dan pasti (lumpsum fixed price).. M2 b.

Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung. Tahap-tahap pembayaran tersebut di atas dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang ditandatangani oleh kedua belah pihak 4. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. i. tanggal : ………………………………….. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. dan dilampiri Berita Acara Serah Terima II hasil pekerjaan. k. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. g. d. setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai 100% (serah Terima I) dan diterima oleh PIHAK PERTAMA dikurangi angsuran uang muka (uang muka sudah harus lunas 100%). Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syaratsyarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. Pembayaran ketiga sebesar ……% dari biaya pelaksanaan yakni sebesar Rp ……………………… (…………………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA. n. f. h. e. DIPA : …………………………………………… Nomor : …………………. (………………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA.. m. e. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA . Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. iii. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi. l. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. setelah selesai masa pemeliharaan. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi. ii. Dasar Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan a. Page 117 c. j. b. iv.d. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Pembayaran terakhir sebesar 5% dari biaya pelaksanaan yakni sebesar Rp ………………………. antara lain : i.

tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. o. Jika terjadi perselisihan dikemudian hari. maka PIHAK KEDUA dikenakan denda kelalaian sebesar …….. Jangka Waktu Pelaksanaan Jangka waktu pelaksanaan sampai selesai 100% yang disebut dalam butir 1 Surat Perintah Kerja ini terhitung mulai tanggal ………………………. NIP ……………… Catatan : *) Ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan Model perjanjian dengan SPK berlaku hanya untuk pekerjaan yang nilainya sampai RP. 7. prosen) dari biaya pekerjaan pengawasan (umumnya 3%). maka untuk setiap hari kelambatan pihak pelaksana wajib membayar denda kelambatan sebesar …. Jumlah denda kumulatif ditetapkan maksimum …. Penyelesaian Perselisihan 1. maka perselisihan tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak ada kesepakatan antara keduanya.% (…. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dalam batas waktu yang ditetapkan. …………………… *) ……………. Sanksi dan Denda a. maka kedua belah pihak akan menyelesaikan dan memilih tempat kedudukan yang sah dan tidak berubah pada Pengadilan Negeri …………. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pengawas Kepala Satuan Kerja / PT/CV ……………………. Pejabat Pembuat Komitmen……… ………………. 5. 6... persen) dari biaya pekerjaan pelaksanaan dengan ketentuan bahwa. Sampai dilaksanakan Page 118 Serah Terima Kedua pekerjaan pelaksanaan. b. Jika PIHAK KEDUA melalaikan tugasnya dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya. Surat Perintah Kerja (SPK) ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di ……………… dan mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.% (…………. Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. dengan kewajiban bahwa PIHAK KEDUA harus menyerahkan hasil pekerjaan pelaksanaannya kepada PIHAK PERTAMA.50 juta. 2. PIHAK KEDUA tetap menyelesaikan kewajibannya (umumnya 1-3%). o/oo (…… permil) dari biaya pekerjaan c. Page 119 ..

SURAT PERJANJIAN PEKERJAAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI …………………………………………………………………… BRR NAD - NIAS Nomor : ………………………… Tanggal : ………………………… Pada hari ini ………… tanggal …………. Bulan ………………… tahun …... ………., kami yang bertandatangan di bawah ini setuju mengadakan perjanjian pekerjaan pelaksanaan : Antara 1. N a m a : …………………………………………… Jabatan (struktural) : …………………………………………… Alamat : …………………………………………… Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias Nomor : ……………….. tanggal ………….. telah ditunjuk selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia, yang selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA. Dengan 2. Nama : ………………………………………….. Jabatan : Direktur ………………………………… Nama Perusahaan : …………………………………………. Alamat : …………………………………………. Yang didirikan dengan Aket Notaris Nomor :……………………….. tanggal ……………. Oleh Notaris di ………………. Dalam hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasarnya, bertindak untuk dan atas nama ………………….. (nama Badan Usaha), yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA. Maka dengan ini disetujui oleh dan di antara pihak-pihak tersebut, ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal di bawah ini : Page 120

Pasal 1 TUGAS PEKERJAAN 1. PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan diterima PIHAK KEDUA untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan/rehabilitasi/renovasi /restorasi ………………………………………. 2. Pekerjaan tersebut meliputi : a. ………………………………… volume …………………………. b. ………………………………… volume …………………………. Dan seterusnya. 3. Pekerjaan tersebut dilaksanakan di …………………….. (lokasi pekerjaan). 4. PIHAK KEDUA mempunyai kewajiban kepada PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan, menyelesaikan, dan memelihara pekerjaan, serta memperbaiki kerusakan sesuai ketentuan dan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak. Pasal 2 DASAR PERJANJIAN DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. Dasar perjanjian dan pelaksanaan pekerjaan pemborongan ini menjadi lampiran dan bagian yang mengikat serta tidak terpisahkan dalam perjanjian ini adalah : a. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) ……………………………… Nomor : ………………………………………………………… Tanggal : ………………………………………………………… b. Surat Penawaran Harga (SPH) Nomor : ……………………………………………………….. Tanggal : ……………………………………………………….. c. Surat Usulan Calon Pemenang Lelang Nomor : ………………………………………………………. Tanggal : ………………………………………………………. d. Surat Keputusan Pemenang Lelang Nomor : ………………………………………………………. Tanggal : ………………………………………………………. e. Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : ……………………………………………………… Tanggal : ……………………………………………………… f. Berita Acara : ii. DRT-U dan undangan

iii. Penjelasan pekerjaan dan daftar hadir panitia serta rekanan iv. Hasil pelelangan dan daftar hadir panitia v. Pembukaan surat penawaran dan daftar hadir panitia vi. Pengumuman pemenang lelang. Page 121 g. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS), h. Gambar-gambar, i. Jadwal pelaksanaan pekerjaan, j. Shop drawings, k. Surat jaminan pelaksanaan, l. Addendum (bila ada). 2. Dasar spesifikasi teknis dan non teknis pelaksanaan pekerjaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam perjanjian ini yaitu : a. Undang-undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi; b. Undang-undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung; c. Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi; d. Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. e. Peraturan Presiden No 30 Tahun 2004 Tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias; f. Peraturan Pembangunan dari Pemerintah Daerah setempat. g. Undang-undang Nomor : 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. h. Peraturan Presiden No 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta lamiran dan peraturan perubahannya; i. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 332/KPTS/2002 tanggal 22 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara, j. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung, antara lain : i. SNI 03-3990-1995 Tentang Tatacara Instalasi Penangkal Petir untuk Bangunan, ii. SNI-0255 – 1987 D Tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987, iii. SNI 03 – 2410 -1989 Tentang Tatacara Pengecatan Dinding Tembok dengan cat emulsi, iv. SNI 03 – 2847 – 1992 / 2001 Tentang Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung, Page 122 k. Gambar-gambar (termasuk gambar-gambar detail) Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pekerjaan (RKS) dengan semua perubahannya sesuai dengan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan.

maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk penggantinya dan diberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA. dan segala sesuatu yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pemborongan ini harus disediakan dalam keadaan baru oleh PIHAK KEDUA. Untuk pengendalian pekerjaan yang terdiri atas kegiatan pengawasan. PIHAK KEDUA wajib menjaga kebersihan lokasi dan lingkungan dari kotoran dan polusi yang ditimbulkan penggunaan bahan dan peralatan dalam pelaksanaan pekerjaan.l. Apabila pejabat atau badan hukum yang ditunjuk dalam ayat 1 pasal ini berhalangan atau tidak dapat menjalankan kewajibannya. Jika bahan dan peralatan tersebut ditolak PIHAK PERTAMA. Tidak tersedianya bahan dan peralatan di pasaran. Page 123 6. m. 3. jika kualitas dan spesifikasinya tidak memenuhi persyaratan. PIHAK PERTAMA berhak melakukan pengujian terhadap bahan dan peralatan yang diajukan PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA harus mengganti dengan bahan dan peralatan baru yang memenuhi persyaratan. Petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA yang masih sesuai dengan lingkup tanggung jawab dan kewajiban PIHAK KEDUA tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini. pengujian. maka PIHAK KEDUA wajib mengganti/memperbaiki tanpa berhak menuntut kerugian. 2. 11. n. Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan pengawasan yang ditetapkan. dan pengkoreksian. maka PIHAK PERTAMA menunjuk pejabat atau badan hukum ………… sebagai pengawas pekerjaan/manajemen konstruksi yang bertindak untuk dan atas nama PIHAK PERTAMA. Jika bahan dan peralatan tidak terdapat di pasaran. Pasal 4 BAHAN DAN PERALATAN 1. PIHAK KEDUA wajib menjaga keamanan bahan dan peralatan di lokasi dari pencurian. PIHAK KEDUA harus mematuhi perintah/petunjuk teknis dan manajemen dari pengawas pekerjaan/manajemen konstruksi sesuai kewenangan yang telah ditentukan. 8. tidak dapat dijadikan alasan untuk keterlambatan pekerjaan. 5. 2. PIHAK KEDUA harus mengajukan contoh bahan dan peralatan yang akan digunakan untuk mendapat persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. . Selain ketentuan tersebut di atas juga terkait kepada peraturan tentang bangunan lainnya yang berlaku. 9. maka PIHAK KEDUA dapat mengajukan bahan dan peralatan pengganti yang setara melalui persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. 7. peralatan. maka PIHAK KEDUA harus menyingkirkan bahan dan peralatan tersebut dari lokasi pekerjaan dalam waktu 2 x 24 jam. Pasal 3 PENGAWAS PEKERJAAN / MANAJEMEN KONSTRUKSI 1. dan telah diketahui oleh PIHAK KEDUA. 10. PIHAK PERTAMA berhak menolak bahan dan peralatan yang disediakan oleh PIHAK KEDUA. Bahan. Apabila bahan dan peralatan yang digunakan/terpasang setelah melalui pengujian ternyata tidak memenuhi persyaratan kualifikasi dan spesifikasi yang telah ditentukan. 3. PIHAK KEDUA wajib membuat tempat atau gudang yang baik dan aman untuk menyimpan bahan dan peralatan guna kelancaran pekerjaan. dalam hal ini tetap berlaku ketentuan ayat 13 pasal ini. 4.

dan seluruh biaya yang ditimbulkan ditanggung PIHAK KEDUA. Ongkos-ongkos dan upah tenaga kerja untuk pelaksanaan pekerjaan ditanggung oleh PIHAK KEDUA. maka PIHAK KEDUA wajib memberikan pertolongan medis sepenuhnya terhadap korban. . Di lokasi pekerjaan harus ada wakil PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai pemimpin pelaksana yang mempunyai wewenang penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA yang dapat menerima/memberikan/memutuskan segala urusan pekerjaan di lapangan. PIHAK KEDUA wajib menyediakan perlengkapan pengamanan untuk keselamatan tenaga kerja. Jika PIHAK PERTAMA meminta PIHAK KEDUA untuk memberhentikan orang atau tenaga kerjanya dan menyatakan alas an atas permintaan tersebut. Asuransi tersebut bias dilakukan menurut variable jumlah pekerja yang ada di lapangan. Page 124 6. 7. PIHAK KEDUA harus menjalin kerjasama yang baik dengan pemasok perangkat dari luar dan dalam negeri. maka PIHAK KEDUA harus menjamin dalam waktu 7 x 24 jam orang atau tenaga kerja tersebut sudah harus meninggalkan lokasi pekerjaan.12. PIHAK KEDUA harus bertanggung jawab atas kerugian PIHAK PERTAMA akibat perbuatan orang-orang yang dipekerjakan nya. 9. Penyediaan tenaga kerja harian harus dilaporkan kepada PIHAK PERTAMA dalam bentuk daftar yang dilampiri keterangan identitas setiap tenaga kerja. Jika terjadi kecelakaan pada saat pelaksanaan pekerjaan. Penunjukan/penugasan/penggantian staf proyek atau pemimpin pelaksana harus memenuhi kualifikasi. PIHAK KEDUA diwajibkan memaksimalkan penggunaan bahan dan peralatan produksi dalam negeri. 13. PIHAK KEDUA wajib menyediakan tempat tinggal yang memenuhi syarat kesehatan dan ketertiban bagi para pekerja yang tinggal sementara di lokasi pekerjaan. 11. Asuransi tersebut harus memiliki masa berlaku minimal sampai akhir masa kontrak. dan diserahkan kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari sejak dikeluarkan surat perintah kerja. 8. kemampuan dan pengalaman yang telah ditentukan dengan melampirkan curriculum vitae dan mendapat persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA menjamin bahwa bahan dan peralatan yang dipasang tersedia suku cadang dan agen penjualnya di Indonesia serta bersedia memberikan pelayanan purnajual. PIHAK KEDUA wajib menyediakan tenaga kerja harian dalam jumlah cukup dan kualifikasi sesuai dengan volume dan kompleksitas pekerjaan. dan tidak berhubungan lagi dengan pekerjaan dalam kontrak. 14. 13. 2. 12. 10. Pasal 5 TENAGA KERJA 1. PIHAK KEDUA wajib menyelenggarakan Asuransi Sosial Tenaga Kerja (ASTEK) kecelakaan dan kematian sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan ang berlaku. PIHAK KEDUA wajib menugaskan tenaga kerja ahli dan terampil dalam jumlah cukup sesuai kebutuhan pekerjaan yang dicantumkan dalam Daftar Usulan Staf Inti Proyek dan diserahkan kepada PIHAK PERTAMA. 5. 3. 4.

Jika ternyata PIHAK KEDUA menyerahkan pekerjaan kepada sub kontraktor tanpa persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA. Waktu penyelesaian tersebut dalam ayat 1 dan ayat 2 pasal ini tidak dapat diubah PIHAK KEDUA. tunduk pada peraturan perburuhan yang berlaku. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan pelaksanaan sampai 100% (serah terima I) ditetapkan selama …… (………………. Hubungan antara para pekerja dengan PIHAK KEDUA sepanjang tidak diatur secara khusus. Masa pemeliharaan hasil pekerjaan ditetapkan selama …… ( ………………………. Pasal 7 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN 1.. Sebelum dilakukan Serah Terima I (pertama) pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA. yang dinyatakan dalam Berita Acara Serah Terima I. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan sub kontraktor dan segala sesuatu yang menyangkut hubungan antara PIHAK KEDUA dengan sub kontraktor. (sejak diterbitkannya Surat Perintah Kerja) dan berakhir tanggal ………… 2. Untuk pekerjaan yang diserahkan kepada sub kontraktor atas persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. maka PIHAK PERTAMA dapat memberlakukan pasal 18.14. 15. Jangka waktu pelaksanaan setiap bagian pekerjaan ditetapkan sesuai jadwal pelaksanaan pekerjaan (time schedule) pada lampiran surat perjanjian ini. kecuali PIHAK PERTAMA telah memberikan persetujuan tertulis dan diatur di dalam perjanjian tambahan (addendum). Semua yang berkaitan dengan persoalan dan tuntutan tenaga kerja maupun Sub kontraktor menjadi beban dan tanggung jawab PIHAK KEDUA. baik di dalam maupun di luar pengadilan. Page 125 5. Pasal 6 SUB KONTRAKTOR 1. 3.) hari kalender terhitung sejak tanggal ……. maka PIHAK KEDUA berkewajiban melakukan koordinasi yang baik dan penuh tanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh sub kontraktor. Apabila suatu bagian pekerjaan akan diserahkan kepada sub kontraktor maka sebelumnya harus mendapat persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA. dan hal ini tidak mengurangi kewenangan pengawas pekerjaan/ manajemen konstruksi untuk mengendalikan pelaksanaan pekerjaan sub kontraktor. 4. 3. . sesuai dengan bidang keahliannya. 2. Hubungan antara PIHAK KEDUA dengan sub kontraktor menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari PIHAK KEDUA. 7.) hari kalender terhitung sejak tanggal pekerjaan selesai 100% dan telah diterima oleh PIHAK PERTAMA dalam keadaan baik. PIHAK KEDUA tidak diperkenankan menyerahkan seluruh pekerjaan kepada sub kontraktor atau PIHAK KETIGA. maka PIHAK KEDUA harus telah menyelesaikan segala urusan keuangan dengan para sub kontraktor. PIHAK KEDUA wajib bekerja sama dengan sub kontraktor (termasuk dengan sub kontraktor golongan ekonomi lemah) setempat. Pasal 8 MASA PEMELIHARAAN 1. 6. 8.

Surat jaminan tersebut huruf a ayat 1 pasal ini. Surat jaminan bank tersebut dapat berupa guarantee yang harus dikeluarkan oleh bank umum atau berupa Bond yang harus dikeluarkan oleh perusahaan asuransi kerugian yang mempunyai program Surety Bond. PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA jaminan pelaksanaan pekerjaan selambat-lambatnya pada saat perjanjian ini ditandatangani. Sebelum pembayaran angsuran pertama (uang muka) oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk PIHAK KETIGA untuk melakukan perbaikan tersebut dengan biaya dibebankan kepada PIHAK KEDUA.a pasal ini. f. (…………………………………………………. Besar nilai jaminan adalah 5% dari biaya pekerjaan borongan atau sebesar Rp. …………………. Apabila PIHAK KEDUA tidak melakukan perbaikan sebagaimana dimaksud ayat 1 dan 2 pasal ini. b. Apabila selama masa pemeliharaan ternyata terdapat kerusakan-kerusakan akibat iklim atau akibat kelalaian/kesalahan pemakaian/pemasangan bahan yang tidak sesuai dengan ketentuan perjanjian. diserahkan kembali oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. c. apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan ayat 1. Jaminan Pelaksanaan : a. g. Berkaitan ayat 2 pasal ini. 2. d. Dalam surat jaminan pelaksanaan tersebut huruf a ayat 1 pasal ini harus ada ketentuan bahwa jaminan pelaksanaan menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK PERTAMA tanpa persetujuan PIHAK KEDUA. (………………………………………………….a pasal ini. Apabila terjadi perpanjangan masa pekerjaan. maka jaminan pelaksanaan menjadi milik Negara. Jika PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah menandatangani kontrak (Surat Perjanjian) ini. maka PIHAK KEDUA wajib melakukan perbaikan. maka PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA jaminan uang muka berupa surat jaminan bank umum atau perusahaan asuransi kerugian (bentuk jaminan sesuai ayat 1 a pasal ini) sebesar ……… % dari biaya pelaksanaan borongan atau Rp. dan seluruh biaya perbaikan tersebut ditanggung oleh PIHAK KEDUA.2. Masa berlaku surat jaminan pelaksanaan minimal sama dengan masa kontrak. …………………. setelah Serah Terima I pekerjaan konstruksi fisik dilaksanakan dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. maka PIHAK KEDUA wajib memperpanjang masa jaminan tersebut. Jaminan Uang Muka : a. Page 126 Pasal 9 JAMINAN PELAKSANAAN DAN JAMINAN UANG MUKA 1. 3. e. bilamana terjadi pemutusan perjanjian dengan memperhitungkan prestasi pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA.).). . maka PIHAK PERTAMA dapat membatalkan PIHAK KEDUA sebagai pemenang lelang.. maka masa pemeliharaan terhitung sampai dengan berakhirnya perbaikan yang dilakukan tersebut. dan harus dijamin tidak ada waktu senggang di antaranya. Dan apabila PIHAK KEDUA melanggar ketentuan ayat 1. 4. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan PIHAK KEDUA sebagai pemenang lelang.

secara berangsur-angsur akan diperhitungkan dalam tahap-tahap pembayaran sebagaimana termaksud dalam pasal 11 perjanjian ini... Jumlah biaya pelaksanaan borongan ini adalah sebesar Rp. tahun anggaran …………. Pembayaran biaya pelaksanaan borongan tersebut pasal 10 di atas dilakukan secara bertahap dengan sistim dan jumlah tahap berdasar kesepakatan antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. Jaminan uang muka tersebut pada huruf a ayat 2 pasal ini. Volume. (…………………………………………) dapat dilakukan setelah perjanjian ini ditandatangani kedua belah pihak dan atas jumlah tersebut PIHAK KEDUA memberikan jaminan uang muka sebagaimana tersebut dalam Pasal 9 perjanjian ini. Dalam jumlah biaya pelaksanaan tersebut di atas sudah termasuk segala pengeluaran PIHAK KEDUA beserta pajak-pajak dan biaya-biaya lainnya yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Dan merupakan jumlah yang pasti dan tetap (lumpsum fixed price)./…………. tetapi hanya dipakai untuk menghitung perubahan harga bila terjadi pekerjaan tambah kurang. 4. Pasal 11 CARA PEMBAYARAN 1. dengan perincian sebagai berikut : a. Dalam surat jaminan uang muka tersebut huruf a di atas. 3. dan harus sudah lunas selambat-lambatnya pada saat Serah Terima I pekerjaan konstruksi fisik. harga satuan pekerjaan. 2. (………………………………………………) yang dibebankan pada DIPA ……………. ………………………. Nomor : ……………………. harus ada ketentuan bahwa jaminan uang muka menjadi milik Negara dan dapat dicairkan oleh PIHAK Page 127 PERTAMA tanpa persetujuan PIHAK KEDUA bilamana terjadi pemutusan perjanjian. Nilai pembayaran setiap tahap maksimum sebesar prestasi hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan dikurangi 5 %. tanggal …………. serta document lainnya tersebut pada ayat 1 pasal 2 surat perjanjian ini. dengan memperhitungkan prestasi pekerjaan yang telah dilakukan oleh PIHAK KEDUA. dan harga satuan bahan tidak mengikat pada harga borongan lumpsum. Pembayaran uang muka kepada PIHAK KEDUA sebesar …… % dari harga borongan yaitu Rp …………………….b. Pasal 10 BIAYA PELAKSANAAN BORONGAN 1. rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). b. c. Pembayaran pertama sebesar ……… % dari biaya borongan yakni Rp ………………… (…………………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai ……% dikurangi . harga satuan upah.. d. PIHAK KEDUA telah menjamin bahwa penggunaan uang muka tersebut dalam butir a ayat 2 pasal ini adalah sepenuhnya diperuntukkan atau dipergunakan bagi pelaksanaan pekerjaan pemborongan sebagaimana disebut dalam pasal 1 surat perjanjian ini. 2. Biaya pelaksanaan lumpsum pekerjaan tersebut dalam ayat 1 pasal ini dilaksanakan berdasarkan gambar rencana..

dan segala biaya yang dikeluarkan menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. ( ……………………………………) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA. e. peralatan. 3. Dan seterusnya.. atau pemberitahuan resmi secara tertulis. setelah prestasi pekerjaan mencapai nilai 100% (Serah Terima I) dan diterima oleh PIHAK PERTAMA dikurangi angsuran uang muka (uang muka sudah harus lunas 100%). Pasal 12 KENAIKAN HARGA 1. dan upah selama masa pelaksanaan pekerjaan pemborongan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. ………………. dan dilampiri Berita Acara Serah Terima II hasil pekerjaan. Tahap-tahap pembayaran ayat 2 a. Perhitungan penambahan atau pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh kedua belah pihak. Kenaikan harga bahan. 3. c. 3. jika tidak tercantum dalam daftar harga satuan pekerjaan dalam pasal 10 ayat 4 perjanjian ini.000. Perubahan yang merupakan penambahan atau pengurangan pekerjaan hanya dianggap sah sesudah mendapat persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA dengan menyebutkan jenis. kecuali apabila Pemerintah Republik Indonesia dalam bidang moneter secara resmi menyatakan tentang kenaikan tersebut yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Pembayaran ketiga sebesar ……% dari biaya borongan yakni sebesar Rp …………………. b.) dibayarkan kepada PIHAK KEDUA. d. (………………………………………. Page 128 c. dan rincian pekerjaan secara jelas. Pasal 14 PEKERJAAN TAMBAH KURANG 1. PIHAK KEDUA wajib mengurus dan menyelesaikan semua perizinan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini. Segala biaya sehubungan pembuatan surat perjanjian ini termasuk biaya materai tempel Rp 6. Segala pajak dan retribusi sehubungan pekerjaan pemborongan ini ditanggung oleh PIHAK KEDUA. d.. dan dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. setelah selesai masa pemeliharaan dilaksanakan dengan baik sesuai dengan pasal 8 perjanjian ini. Page 129 2. 2. Pembayaran terakhir sebesar 5% dari harga borongan yakni sebesar Rp. Pasal 13 BEBAN BIAYA DAN PAJAK 1.. 2. peralatan. Harga pekerjaan tambah kurang dalam ayat 1 dan 2 pasal ini setinggi-tingginya 10% dari . dan upah tersebut.(enam ribu rupiah) dibebankan kepada PIHAK KEDUA. dan e pasal 11 ini harus dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran yang disetujui dan ditandatangani oleh kedua belah pihak. PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntuntan (klaim) atas kenaikan harga bahan. volume.angsuran uang muka.

Apabila “keadaan memaksa” itu ditolak oleh PIHAK PERTAMA maka berlaku ketentuan-ketentuan Pasal 7. 3. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui terjadinya “keadaan memaksa” tersebut. Bencana alam (gempa bumi. c. b. kerusuhan dan kekacauan (kecuali karyawan kontraktor). setelah diperiksa oleh Pengawas Pekerjaan/Manajemen Konstruksi. PIHAK KEDUA segera melaporkan kemajuan pekerjaan pada saat Keadaan Memaksa. Jika dalam waktu 3 x 24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tentang “keadaan memaksa” tersebut. PIHAK PERTAMA menyatakan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa telah terjadi “keadaan memaksa”. Pelaksanaan pembayaran pekerjaan tambah kurang dilakukan setelah pekerjaan selesai 100%. makar. Untuk pekerjaan tersebut di atas. revolusi. maka PIHAK KEDUA berhak mengajukan keadaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA untuk mendapat persetujuan tertulis. c. Pasal 15 KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 1. huru-hara. Yang dimaksud “keadaan memaksa” dalam perjanjian ini adalah peristiwa-peristiwa yang berada di luar kemampuan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan kegiatan kedua belah pihak. tanah longsor. dan Pasal 18 dalam Surat Perjanjian ini. Apabila terjadi “keadaan memaksa”. PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban. Adanya pekerjaan tambah kurang tidak dapat dipakai sebagai alasan untuk mengubah jangka waktu penyelesaian pekerjaan. yaitu : a. Jika PIHAK KEDUA melakukan kelalaian dan telah mendapat peringatan tertulis dari PIHAK PERTAMA 3 (tiga) kali berturut-turut tetap tidak mengindahkan kewajibannya . d. PIHAK KEDUA wajib mengamankan lapangan dan segera menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan setelah menerima pernyataan/persetujuan tertulis tentang keadaan memaksa dari PIHAK PERTAMA.harga borongan dan sudah termasuk pajak yang harus dibayarkan oleh PIHAK KEDUA. dan setelah PIHAK KEDUA menyelesaikan kewajiban keuangan kepada para pekerja harian dan sub kontraktor. 4. Apabila selama ……. Perang. dibuat perjanjian tambahan (Addendum). 5. Pasal 16 SANKSI / DENDA 1. 2. badai. Pasal 16. b. kecuali atas persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. d. f. Kebakaran (kecuali disebabkan dalam pelaksanaan pekerjaan atau kelalaian PIHAK KEDUA). 6. Page 130 e. Pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan setelah dilakukan perhitungan. dan banjir). Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah. ( …………) hari sejak terjadinya keadaan memaksa PIHAK PERTAMA tidak membuat pernyataan tersebut ayat 2 a pasal ini. maka : a. pemberontakan.

maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas segala kerugian yang timbul. Dalam waktu 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal Surat Perintah Kerja diterbitkan oleh PIHAK PERTAMA. 3. dibebankan kepada PIHAK KEDUA dan akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. c. Per mil) dari biaya pekerjaan borongan (umumnya 3o/oo). 2. 2. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan pembangunan ini. Apabila selama PIHAK KEDUA melaksanakan pekerjaan pemborongan ini menimbulkan kerugian PIHAK KETIGA (orang-orang yang tidak ada sangkut paut dengan perjanjian ini) akibat kelalaian PIHAK KEDUA. maka untuk setiap kali melakukan kelalaian. Jumlah maksimum denda kumulatif ayat 1 dan 2 pasal ini ditetapkan sebesar …. 3. 4.o/oo ( …. PIHAK KEDUA bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan pasal 1609 KUH Perdata. PIHAK KEDUA tidak memulai melaksanakan pekerjaan pemborongan sebagaimana diatur dalam pasal 1 surat perjanjian ini. d. Page 131 5. PIHAK KEDUA wajib membayar “Denda Kelalaian” sebesar …… % dari jumlah biaya pekerjaan borongan. maka segala kerugian ditanggung oleh PIHAK KEDUA.sebagaimana tercantum dalam dokumen kontrak perjanjian ini. Pasal 17 RISIKO 1. maka segala risiko akibat kemacetan pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. Jika pada waktu pelaksanaan terjadi kemacetan-kemacetan akibat tidak tersedianya bahan dan alat-alat karena kesalahan PIHAK KEDUA. Persen) dari jumlah biaya pekerjaan borongan (umumnya 10%). b. Jika PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan pekerjaan pemborongan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam pasal perjanjian ini. PIHAK PERTAMA dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini tanpa menggunakan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata setelah PIHAK PERTAMA memberikan peringatan/teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tetapi PIHAK KEDUA tetap tidak mengindahkannya dalam hal : a. . sehubungan dengan pekerjaan pemborongan ini. Pasal 18 PEMUTUSAN PERJANJIAN 1. Dalam waktu 7 (tujuh) hari berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan pemborongan yang telah dimulainya. Jika hasil pekerjaan PIHAK KEDUA musnah karena kelalaian PIHAK KEDUA sebelum diserahkan kepada PIHAK PERTAMA. dengan ketentuan PIHAK KEDUA tetap berkewajiban memperbaiki kesalahan/kelalaian yang diperingatkan tersebut (umumnya 1-3%). 4.% (….. Denda-denda tersebut dalam pasal ini. PIHAK KEDUA wajib menutup asuransi jenis Construction All Risk dan atau Erection All Risk untuk semua jenis pekerjaan yang dilaksanakan dalam surat perjanjian ini. Memberikan keterangan tidak benar yang dapat merugikan PIHAK PERTAMA. maka setiap hari keterlambatan PIHAK KEDUA wajib membayar “denda keterlambatan” sebesar ….

Apabila terjadi pemutusan perjanjian sebagaimana dimaksud ayat 2 pasal ini. Keputusan “Panitia Pendamai” ini mengikat kedua belah pihak. maka akan diselesaikan melalui “Panitia Pendamai” terdiri dari 3 (tiga) orang yang bertugas sebagai juri yang dibentuk oleh kedua belah pihak. Pasal 20 . 2. Jika terjadi pemutusan perjanjian pemborongan secara sepihak oleh PIHAK PERTAMA sebagaimana dimaksud ayat 1 pasal ini. Dalam hal demikian. f. maka PIHAK PERTAMA akan memperhitungkan dan menetapkan pembayaran berdasar penilaian prestasi pelaksanaan pekerjaan yang telah diselesaikan oleh PIHAK KEDUA. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak akan diselesaikan secara musyawarah. Pasal 19 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. PIHAK KEDUA nyata-nyata tidak dapat melaksanakan atau melanjutkan pekerjaan yang ditugaskan. Jika keputusan sebagaimana dimaksud ayat 3 Pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak. maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk pemborong lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. i. g. 3. Page 132 4. 2. dan biaya penyelesaian perselisihan ditanggung bersama oleh kedua belah pihak. 3. Apabila perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. Jika PIHAK KEDUA melaksanakan pekerjaan pemborongan ini tidak sesuai dengan jadwal waktu (Time Schedule) yang telah disetujui oleh PIHAK PERTAMA.e. PIHAK KEDUA segera menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dokumen kontrak lengkap dengan lampiranlampirannya dan seluruh keterangan lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang telah dilakukan PIHAK KEDUA. 4. h. yaitu : Seorang wakil dari PIHAK PERTAMA sebagai anggota Seorang wakil dari PIHAK KEDUA sebagai anggota dan Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. Apabila jumlah denda kumulatif telah mencapai maksimum 10% (sepuluh persen) dari jumlah harga pekerjaan borongan ini. Apabila PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan tentang sub kontraktor sebagaimana diatur dalam pasal 6 surat perjanjian ini. maka perselisihan akan diselesaikan melalui Pengadilan Negeri. PIHAK KEDUA telah memborongkan sebagian atau seluruh pekerjaan kepada PIHAK KETIGA tanpa persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA. sebagai ketua yang disetujui oleh kedua belah pihak. maka jaminan pelaksanaan dan jaminan uang muka yang telah diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA menjadi milik Negara sebagaimana diatur dalam pasal 9 surat perjanjian ini.

Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap …. 2. masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA serta pihak-pihak lain yang berkepentingan yang berkaitan dengan pekerjaan pemborongan ini. ……………… Kepala Satuan Kerja / Pejabat Pembuat Komitmen ……………………………… . beserta catatan-catatan selama pelaksanaan di lapangan. (nama tempat) pada hari dan tanggal tersebut di atas. PIHAK KEDUA wajib membuat dan menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA fotofoto dokumentasi setiap bagian pekerjaan tentang persiapan. dan hasil pekerjaan sampai selesai yang dimasukkan dalam album dan dibuat dalam rangkap ……. dan mempunyai kekuatan hukum yang sama.) bermeterai cukup.). 4. Segala sesuatu yang belum diatur dalam surat perjanjian ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh kedua belah pihak akan diatur lebih lanjut dalam surat perjanjian tambahan (addendum) yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini. Laporan dan catatan tersebut dalam ayat 2 dan 3 pasal ini.LAPORAN 1. laporan. 5. maka PIHAK KEDUA harus segera menyerahkannya kepada PIHAK PERTAMA. termasuk pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh sub kontraktor. dibuat berbentuk buku harian rangkap …. Di ……………………… Pasal 22 PENUTUP 1. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Kontraktor PT/CV. 3. Jika sewaktu-waktu diminta oleh PIHAK PERTAMA untuk menyerahkan sebagian atau keseluruhan dokumen kontrak. PIHAK KEDUA wajib membuat catatan yang jelas dan pasti mengenai kemajuan pekerjaan yang telah dilaksanakan. kedua belah pihak telah setuju memilih tempat kedudukan hukum yang tetap di Kantor Pengadilan Negeri …………………. 2. Page 133 Pasal 21 TEMPAT KEDUDUKAN Untuk pelaksanaan perjanjian pemborongan ini beserta segala akibatnya. PIHAK KEDUA wajib membuat laporan berkala pelaksanaan pekerjaan secara keseluruhan. dan dinyatakan berlaku sejak tanggal diterbitkannya Surat Perintah Kerja dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. pelaksanaan. 6. (…………) diisi pada format yang telah disetujui Pengawas Pekerjaan/Manajemen Konstruksi dan harus selalu berada di tempat pekerjaan. PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA pada saat penyerahan I pekerjaan yakni : gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dalam bentuk kalkir dan blue print. (……………………….. (……………………. Surat perjanjian pekerjaan pemborongan ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di …………………. 3.

.. Pasal 9 (Jaminan Pelaksanaan) berlaku untuk pekerjaan dengan nilai Rp............ Lokasi : ......................... Page 134 LAPORAN PEKERJAAN PELAKSANAAN (Untuk lampiran pembayaran angsuran sampai serah terima-1) SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………......... Departemen/Lembaga : ........... Pekerjaan : .......…………………………………........................... c................. LAMPIRAN : Lap..... Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : .. Dalam Surat Perjanjian tidak boleh ada tipp-ex dan tulisan tangan (nomor dan tanggal misalnya) dan masing-masing lembaran diparaf oleh pihak pertama dan pihak kedua................. DIPA : Nomor : ......... Kontraktor Pelaksana : ..... Kemajuan Pekerjaan 1..50 Juta keatas............................................. Telah melaksanakan pekerjaan Konstruksi/Pelaksanaan untuk : a........... f.... g........... b................................... LAPORAN PEKERJAAN PELAKSANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : …………………….. Tanggal : .... Pelaksanaan Tanggal : ...... e.. Biaya Pelaksanaan ................ d...... *) …………………………… NIP....... …………………………… Catatan : *) Ditandatangani penanggung jawab perusahaan............

....Penanggung jawab lapangan dari perusahaan Page 136 LAPORAN PEKERJAAN PEMELIHARAAN (untuk lampiran serah terima II) . Diperiksa oleh : Dibuat oleh : Konsultan Pengawas/MK Konsultan Pelaksana PT/CV...... *) ………………………….... (…………………………. Mulai : …………..... Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : . 2....... Pelaksanaan pekerjaan tersebut dengan prestasi sebagai berikut ( laporan lengkap terlampir): No Bagian/Jenis pekerjaan % Bobot pekerjaan Kemajuan Pekerjaan % Total Prestasi Pekerjaan 1........ Jumlah 100% ........% (……………………) prosen..... Selesai : ………….. Page 135 Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya....: Rp...... Waktu Pelaksanaan : Tgl....Penanggung jawab perusahaan dan atau .... ....% Kemajuan pekerjaan telah mencapai prestasi sebesar : …….. Dapat diisi rekapitulasi item pekerjaan .... ...... ……………………...... ……………………………… ……………………………….... PT/CV……………………….......... *) …………………………..... Tgl....) h.... Jml.... .....minggu : ………….......

Kontraktor Pelaksana :………………………………………………. SPK Pelaksanaan Tanggal :………………………………. f. ………………………………………………………………………… c. d. ………………………………………………………………………… b. Dan seterusnya. Pekerjaan :………………………………………………. Departemen/Lembaga :………………………………………………. e. Daftar Isian Proyek : Nomor :……………………………….. ………………………………………………………………………… d. Waktu Pemeliharaan : Tgl mulai :……………………………… Tgl selesai :……………………………… 2. LAPORAN PEKERJAAN PELAKSANAAN PEMELIHARAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………… LAMPIRAN : Lap. 3. Telah melaksanakan pekerjaan Pemeliharaan untuk : a. Biaya Pelaksanaan : Rp.) h.. b. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor :………………………………. ………………………………………………………………………… e. Lokasi :………………………………………………. maka kewajiban sesuai dengan pasal …. c. ayat . g. Tanggal :………………………………. Pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan tersebut meliputi (laporan lengkap terlampir) : a.SATUAN KERJA : ……………………… …………………………………………….. ………………………………………………………………………… f. …………………………………………. Pemeliharaan 1. Sehubungan dengan hal tersebut diatas. (…………………………………………….

. *).Penanggung jawab lapangan Page 138 LAPORAN FOTO PROYEK PEKERJAAN PELAKSANAAN (untuk kelengkapan pengesahan Berita Acara kepada instansi teknis dan untuk file) SATUAN KERJA : ……………………… …………………………………………… LAPORAN FOTO PROYEK PEKERJAAN PELAKSANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE : ……………………… TANGGAL : ……………………… LAMPIRAN : 1(satu) Dokumen / Album Pelaksanaan 1. PT/CV ………………….Penanggung jawab perusahaan dan atau . Lokasi : ……………………………………. Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : .…… Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Pelaksanaan tersebut butir 1. .. Diperiksa oleh : Dibuat oleh : Konsultan Pengawas/MK Kontraktor Pelaksana PT/CV ………………………….f. ………………………. ……………………………. diatas telah dilaksanakan. Pekerjaan : ……………………………………… 2. ………………… *) …………………………. Page 137 Demikian laporan pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya.

Catatan : *) Penanggung jawab lapangan dari perusahaan Page 139 BERITA ACARA SERAH TERIMA I PEKERJAAN PELAKSANAAN SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. Nama Bangunan : ……………………………………. ……………………………. ………………………………. ………………… *) ………………………. *). ________________________________________________________________________ FOTO PROYEK Warna 3R/4R Kemajuan pekerjaan telah mencapai prestasi sebesar : ………% Diperiksa oleh : Dibuat oleh : Konsultan Pengawas/MK Kontraktor Pelaksana PT/CV ………………………….. Biaya Pelaksanaan : Rp. Tampilan Bangunan : Depan/samping/belakang 5. Tgl selesai : ……………. ………………………. 4. BERITA ACARA SERAH TERIMA I PEKERJAAN PELAKSANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… .3... 7. PT/CV …………………. Waktu Pelaksanaan : Tgl mulai : ……………. 6. Kontraktor Pelaksana : …………………………………….

LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL... Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. Nomor : ………………………………………….. tanggal …………………… 3.. Minggu ke : ……………. Laporan pekerjaan pelaksanaan Nomor : …………………………… tanggal .. Page 140 4.... Alamat kantor : ………………………………………………………. 2.. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : ………………………………………….. Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK Nomor : ……………………………...... Tanggal : ……………. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………. : ……………………… LAMP. Tanggal : ………………………………………….. Tanggal : …………………………………………. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK.*) : Laporan Pekerjaan Pelaksanaan Nomor : ……………. Pada hari ini.. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.…………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. Nama : ………………………………………………………….. (bila ada).. Kedua belah pihak berdasarkan : 1. Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : …………………….. Addendum Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK Nomor : …………………… tanggal ……………………….. tanggal ……………………….

Sampai dengan tanggal ………….. Dan seterusnya.……………. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. Page 141 Demikian Berita Acara Serah Terima Pertama pekerjaan pelaksanaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Kontraktor Pelaksana . 2. Ayat ….. Pasal 3 Sebagai kelengkapan Berita Acara Serah Terima Pertama ini dilampirkan dokumen administrasi bangunan yang terdiri dari : 1.……………………………………. DIPA : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 Penyerahan sebagaimana yang dimaksud pasal 1 diatas termasuk meliputi (sesuai Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan) : 1. …………………………………………………………………. Pada tanggal tersebut diatas. Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK. …………………………………………………………………. …………. Pasal 4 Sesuai dengan pasal …. seluas = ……. Departemen/lembaga : ……………………………………………… 4.... Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Pertama Pekerjaan Pelaksanaan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan pelaksanaan untuk : 1. maka PIHAK KEDUA tetap bertanggung jawab atas segala kerusakan dan cacat-cacat tersembunyi selama masa pemeliharaan yaitu …… (………………………. Lokasi : ……………………………………………… 3.) hari kalender atau terhitung sejak tanggal ……………………. M2 2. 3. Dan seterusnya. Pekerjaan : ……………………………………………… 2..

Nip.. BERITA ACARA SERAH TERIMA II PEKERJAAN PELAKSANAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. Minggu ke : ……………. …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 142 BERITA ACARA SERAH TERIMA II PEKERJAAN PELAKSANAAN SATUAN KERJA : ……………………… ……………………………………………. …………………………………. …………………….Kepala Satuan Kerja /PPK PT/CV.*) : Laporan Pekerjaan Pemeliharaan Nomor : ……………. ……………………………… ………………………………… *) …………………………. Alamat kantor : ………………………………………………………. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK ………... Pada hari ini.. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. Tanggal : …………………………………………. : ……………………… LAMP. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II.……………………. Tanggal : ……………. Nama : …………………………………………………………. Nama : ………………………………………………………… .. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I.

Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. Nomor : …………………………………………. Tanggal : …………………………………………. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Kedua belah pihak berdasarkan : 1. Surat Keputusan Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : ……………………... tanggal ……………………….. 2. Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK Nomor : …………………………….... tanggal …………………… 3. Addendum Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan/SPK Nomor : …………………… tanggal ………………………. (bila ada). 4. Berita Acara Serah Terima Pertama pekerjaan pelaksanaan Nomor : …………………………. Tanggal ……………………. Page 143 5. Laporan pekerjaan pemeliharaan Nomor : …………………………… tanggal ……………………………………. Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Kedua Pekerjaan Pelaksanaan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menerima dari PIHAK KEDUA seluruh hasil pekerjaan perbaikan-perbaikan selama masa pemeliharaan untuk : 1. Pekerjaan : ……………………………………………… 2. Lokasi : ……………………………………………… 3. Departemen/lembaga : ……………………………………………… 4. DIPA : Nomor : ……………………………… Tanggal : ……………………………… Pasal 2 1. PIHAK PERTAMA telah menerima dengan baik segala perbaikan-perbaikan yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA selama masa pemeliharaan terhitung sejak tanggal

…………. Sampai dengan tanggal ……………. 2. Selanjutnya PIHAK KEDUA tetap bertanggung jawab atas cacat-cacat tersembunyi selama ….. (………………………..) tahun, terhitung sejak tanggal serah terima kedua pekerjaan pelaksanaan, sesuai ketentuan pasal ………. Surat Perjanjian Pelaksanaan / SPK Nomor : ………. Tanggal …………………… Pasal 3 Sebagai kelengkapan Berita Acara Serah Terima kedua ini dilampirkan dokumen administrasi bangunan yang terdiri dari : 1. Dokumen kelengkapan untuk pendaftaran bangunan gedung Negara. 2. Dokumen pedoman pemeliharaan/perawatan (bila disyaratkan). 3. …………………………………………………………………. 4. Dan seterusnya. Page 144 Demikian Berita Acara Serah Terima Kedua pekerjaan pelaksanaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. Pada tanggal tersebut diatas, dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Kontraktor Pelaksana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV. …………………….. …………………………………. ……………………………… ………………………………… *) …………………………... Nip. ……………………………
Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan

Page 145 BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PELAKSANAAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN SATUAN KERJA: ……………………… ………………………………………… BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN PELAKSANAAN UNTUK PEMBAYARAN ANGSURAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL. : ………………………

LAMP.*) : Laporan Pekerjaan Pelaksanaan Nomor : ……………. Tanggal : ……………. Minggu ke : ……………. Pada hari ini, …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. Nama : …………………………………………………………. Jabatan : Kepala Satuan Kerja /PPK………..…………………….. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. Tanggal : …………………………………………. Alamat kantor : ……………………………………………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. Nomor : …………………………………………. Tanggal : …………………………………………. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ……………………………………………………….. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. Dengan ini menyatakan : 1. Kedua belah pihak telah setuju dan sepakat bahwa, untuk : a. Pekerjaan : …………………………………….. b. Lokasi : …………………………………….. c. Departemen/Lembaga : …………………………………….. d. DIPA : Nomor : ……………………

telah dibayarkan : ….f diatas.) Demikian Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Pelaksanaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. = Rp.. Kepada PIHAK KEDUA. . Pada angsuran pembayaran ini PIHAK KEDUA Berhak dibayarkan sebesar : = Rp. 2... ……………………. c.. Angsuran ke …… = Rp. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya.. Angsuran ke …… = Rp. Pada tanggal tersebut diatas. ayat…. 4. ……………………………. …………………………… Terbilang : (………………………………………………………………. b. ……………………………. Biaya Pelaksanaan : Rp. 3. % (…………………………………. …………………………………. ……………………………. ………………………………… Prestasi pekerjaan pelaksanaan telah mencapai kemajuan sebesar : …………. Surat Perjanjian Pekerjaan/SPK Pelaksanaan tersebut butir 1.) prosen. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Konsultan Pelaksana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV. ……………………………. Jumlah yang telah dibayarkan = Rp.Tanggal : …………………… Page 146 e. maka PIHAK KEDUA telah berhak menerima dari PIHAK PERTAMA sejumlah : ……… % x Rp …………………. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Pelaksanaan Tanggal : …………………… g.. f.. Angsuran ke …… = Rp. Kontraktor Pelaksana : ……………………………………. (……………………………) kali angsuran pembayaran yaitu : a. Berdasarkan pasal …. …………………………….

……………………………… ………………………………… **)………………………. Jabatan : Kepala Satuan Kerja/PPK ……….. Nama : …………………………………………………………. . : ……………………… LAMP.. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II.. Nip. …………… tanggal ……………… bulan ………………… tahun ……… Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. Alamat kantor : ……………………………………………………….. Tanggal : …………………………………………. : Laporan Perhitungan Biaya Pekerjaan Tambah / Kurang Pada hari ini. Nama : ………………………………………………………… Jabatan : ………………………………………………………… Berdasarkan Akte Notaris ……………………………. …………………………… Catatan : *) Untuk BA 100% juga dilampirkan BA serah terima pekerjaan **) Penanggung jawab perusahaan Page 147 BERITA ACARA PERUBAHAN PEKERJAAN SATUAN KERJA : ……………………… …………………………………………… BERITA ACARA PERUBAHAN PEKERJAAN PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TGL.……………………. Berdasarkan Surat Keputusan ………………………… Nomor : …………………………………………. Nomor : ………………………………………….

Penambahan dan atau pengurangan biaya akibat perubahan pekerjaan ini sebesar Rp.Tanggal : …………………………………………. …………………………………………………………………………… b. dalam rangkap 10 (sepuluh) untuk dipergunakan seperlunya. Lokasi : ……………………………………. DIPA : Nomor : …………………… Tanggal : …………………… Page 148 e. Dan seterusnya. c. d. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : …………………… SPK Pelaksanaan Tanggal : …………………… g. Biaya Pelaksanaan : Rp. Perubahan pekerjaan yang dimaksud pada butir 1 diatas adalah : a. ………………………………… 2.……………………………. 3. ……………………………………………... . c. Pekerjaan : …………………………………….. Pada tanggal tersebut diatas. Demikian Berita Acara Perubahan Pekerjaan ini dibuat dan ditandatangani di …………………………. Dengan ini menyatakan : 1. ………………. PIHAK PERTAMA telah memerintahkan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA telah menerima perintah perubahan pekerjaan untuk : a. Departemen/Lembaga : ……………………………………. Bertindak untuk dan atas nama PT/CV ……………… Alamat kantor : ………………………………………………………. b. Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. (………………………………………………) b... Perubahan-perubahan pekerjaan tersebut akan diperhitungkan sebagai pekerjaan tambah-kurang yang selanjutnya akan dibuatkan addendum/ amandemen kontrak oleh kedua belah pihak. Ketentuan atas perubahan tersebut adalah : a.

.. TAMBAH KURANG SATUAN KERJA : ……………………… …………………………………………….... . Telah mengadakan perhitungan dan evaluasi pekerjaan tambah kurang untuk : a.................PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA Kontraktor Pelaksana Kepala Satuan Kerja/PPK PT/CV............. ……………………............. LAMPIRAN : Surat Perintah Ka Satker/PPK No.............................. …….. Nip. Tgl …… 1...... b...... c....... ……………………………… ………………………………… **)……………………….......... Pekerjaan : .... Departemen/Lembaga : ..................... …………………………………................ d........... Kontraktor Pelaksana : . LAPORAN PERHITUNGAN BIAYA PEKERJAAN TAMBAH KURANG PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… TANGGAL : ……………………........ DIPA : Nomor : ......... Tanggal : .... …………………………… Catatan : *) Penanggung jawab perusahaan Page 149 LAPORAN PERHITUNGAN BIAYA PEK............................ Lokasi : ............................... e.............

Harga Pekerjaan Baru (Rp) 1.Pekerjaan akhir : No Bagian/ Jenis Pekerjaan Volume Pekerjaan Harga Sat........................... ………………………............. .... ........ b. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : ...... Sesuai Kontrak (Rp) Harga Sat..... ... Biaya Pelaksanaan : Rp.......................... …………… Jumlah ....II ………… Page 150 c...... .............. (………………………….... Berdasarkan perhitungan tersebut diatas maka dapat dilaporkan sebagai berikut : a............... .... Selisih harga pekerjaan tambah kurang : 1) Harga pekerjaan awal = Rp........ Diluar Kontrak (Rp) Juml.... SPK Pelaksanaan Tanggal : ... …………… ……………... g.f......... Jumlah–1 .........) 2..... Pekerjaan awal : No Bagian/Jenis Pekerjaan Volume pekerjaan Harga Satuan Sesuai Kontrak (Rp) Harga Pekerjaan Awal (Rp) 1. …………………….... 2) Harga pekerjaan akhir ........ .......... …………............

... Kemajuan Pekerjaan 1...... Diperiksa oleh : Dibuat oleh : **) Konsultan Pengawas/MK Kontraktor Pelaksana PT/CV...= Rp. PT/CV……………………….. Demikian laporan perhitungan dan evaluasi pekerjaan tambah kurang ini dibuat sebagai bahan pertimbangan...... Telah melaksanakan pekerjaan tambah kurang untuk : a.. …………………… (……………………………………....... ……………………. Diketahui oleh : Tim Teknis Satuan Kerja/PPK **) …………………………… …………………………. Pekerjaan : ... Nip.. ……………………………… ………………………………. …………………….....).. LAMPIRAN : Lap.. .... ……………………… *) …………………………. Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : Penanggung jawab perusahaahaan atau Penanggung jawab lapangan dari perusahaan **) Diisi Nama Satuan Kerja yang bersangkutan Page 151 LAPORAN KEMAJUAN PEKERJAAN TAMBAH KURANG (bila pekerjaan tambah kurang di evaluasi setelah Serah Terima I) PROYEK : ……………………… LAPORAN PEKERJAAN TAMBAH KURANG PEKERJAAN : ……………………… ……………………… ……………………… LOKASI : ……………………… ……………………… NOMOR : ……………………… MINGGU KE: ……………………… TANGGAL : ……………………... Nip........ …………………….... Dari hasil evaluasi pekerjaan tambah kurang tersebut terdapat biaya lebih/kurang sebesar Rp..

. …………………... Tanggal : ......... g..................... e. (…………………………..% Kemajuan pekerjaan tambah kurang telah mencapai prestasi sebesar : ..) 2......................... Diperiksa oleh : ....... f............ DIPA : Nomor : ................................. SPK Pelaksanaan Tanggal : ......... Pelaksanaan pekerjaan tersebut dengan prestasi sebagai berikut (laporan lengkap terlampir) : No Bagian/Jenis Pekerjaan % Bobot Pekerjaan % Kemajuan Pekerjaan % Total Prestasi Pekerjaan 1................... Lokasi : ...... Page 152 Demikian laporan pekerjaan tambah kurang ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan seperlunya....... Departemen/Lembaga : . ........b..................................................) prosen....... c............ Biaya Pek.................................... ........ Tambah/Kurang : Rp.......... ................................. Diisi per-item pekerjaan ....... Tanggal : ………………… h......................... Addendum (bila ada) : Nomor : .......... d.................% (............................. Surat Perjanjian Pekerjaan/ : Nomor : ............ Kontraktor Pelaksana : ............... Jumlah 100% .

. ……………………. PT/CV……………………….Penanggung jawab perusahaahaan dan atau . *) ……………………… *) …………………………..Penanggung jawab lapangan dari perusahaan . ……………………………… ………………………………. Catatan : *) Dapat ditandatangani oleh : .Dibuat oleh : **) Konsultan Pengawas/MK Kontraktor Pelaksana PT/CV.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful