Anda di halaman 1dari 3

NEWS LETTER

Website : www.ani.or.id
MEMBER OF FERRO ALLOY NET

Jakarta, 11 September 2012

CONFERENCE
Contact: Nancy http://www.ferroalloynet.com/ Tel : +86 28 8521 1227 Mob : +86 28 13699432183 Fax : +86 28 8524 1643 ext.8008 Email : event@ferroalloynet.com, nancy@ferroalloynet.com MSN : Judyqin888@hotmail.com Skype : qinlanlan999 Indonesia laterite nickel ore market price (USD/Wmt) on 11 September 2012
Origin Spec 0.90% Fe:49% 1.10% Fe:48% NI:1.5% benchmark NI:1.6% benchmark NI:1.7% benchmark NI:1.8% benchmark NI:1.9% benchmark NI:2.0% benchmark NI:2.1% benchmark FOB 19 18 22 26 32 38 47 55 62 London nickel

LME nickel closing prices on 10 Sept 2012 (USD/mt)


10 Sept metal closing prices Unit Item Closing Price 16775 Yesterday's Closing Price 16500 Up/Down

+225

Indonesia

10 Sept outside LME closing prices Unit Item Nickel outside LME Closing Yesterday's Price Closing Price 16750 16428 Up/Down +322

Souce : www.ferroalloynet.com

Pefindo Turunkan Prospek Antam Menjadi Negatif


PT Pefindo mengubah prospek atas peringkat 'AA' untuk PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi negatif dari stabil. Peringkat yang sama juga ditetapkan untuk obligasi PUB (penawaran umum berkelanjutan) I-2011 sekitar Rp 4 triliun. Analis Pefindo Niken Infriarsih mengungkapkan, perubahan atas prospek peringkat tersebut terutama didorong oleh turunnya harga jual nikel di luar ekspektasi yang dapat memperburuk arus kas perusahaan di tengah-tengah meningkatnya utang untuk mendanai ekspansi bisnis. Peringkat mencerminkan sumber daya produk utama yang besar dan kualitas yang baik, kegiatan operasional yang terintegrasi secara verikal, dan diversifikasi produk yang baik. Namun, peringkat dibatasi oleh pendapatan dan marjin yang berfluktuasi akibat dari fluktuasi harga nikel dan struktur permodalan yang agresif dalam jangka menengah untuk mendanai proyek di bisnis hilir. Semester pertama 2012, Antam mencatat penurunan laba sekitar 53,49 persen menjadi Rp 475,977 miliar,

dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,023 triliun. Kondisi itu disebabkan penjualan yang turut tergerus 8,12 persen dari Rp 4,888 triliun pada semester pertama 2011 menjadi Rp 4,491 triliun pada semester yang sama 2012. Antam mencatatkan penurunan penjualan sekitar 7 persen menjadi Rp 4,5 triliun pada semester I - 2012, seiring dengan volume penjualan feronikel yang lebih rendah. Antam merupakan perusahaan tambang milik negara di Indonesia yang menghasilkan bijih nikel dan feronikel (FeNi), emas, bauksit, dan batu bara. Lokasi kegiatan operasional Antam berada di Sulawesi Tenggara dan Halmahera untuk tambang nikel dengan tiga pabrik pengelolaan feronikel di Pomalaa (Sulaewi Tenggara), Pongkor (Jawa Barat), dan Cibaliung (Banten), untuk tambang emas dan pabriknya, Tayan (Kalimantan) untuk tambang bauksit, dan Sarolangun (Jambi) untuk tambang batu bara untuk mendukung pembangkit listrik perusahaan di masa mendatang. Pada 30 Juni 2012, pemegang saham
P a g e | 1 /3

INTERNATIONAL NICKEL STUDY GROUP

SEKRETARIAT: PATRA JASA OFFICE TOWER 11TH FLOOR SUITE 1140; JL. JEND. GATOT SUBROTO KAV 32-34, JAKARTA SELATAN 12950 PHONE: +6221 5290 0255 FAX: +6221 5290 0256 E-MAIL: asosiasi.nikel@gmail.com WEBSITE: www.ani.or.id BANK ADDRESS: ASOSIASI NIKEL INDONESIA; 5385 KCP SUMITMAS; BANK CENTRAL ASIA ACCOUNT NO. 538 530 4681

NEWS LETTER
Website : www.ani.or.id
MEMBER OF FERRO ALLOY NET

perusahaan terdiri atas pemerintah sebesar 65 persen dan publik 35 persen.


Sumber : http://www.investor.co.id

Investasi Baru Dalam Bidang Pertambangan


Terhentinya Investasi Investasi dan eksplorasi sektor pertambangan mengalami penurunan tajam. Hal ini sebagian disebabkan oleh faktorfaktor eksternal seperti turunnya harga mineral dan logam dunia. Tetapi ini juga disebabkan turunnya daya saing usaha di Indonesia. Menurut estimasi dari PWC, eksplorasi di Indonesia telah mengalami penurunan dari US$ 160 juta di tahun 1996 menjadi hanya US$18,9 juta di tahun 2002. Sementara itu, jumlah investasi keseluruhan dalam sektor pertambangan turun dari sekitar US$ 2 billion di tahun 1997 menjadi di bawah US$ 500 juta pada tahun 2001 dan 2002. Daya saing tidak dapat dipertahankan. Indonesia mengalami kelumpuhan daya saing disaat berbagai negara lain saling berlomba dalam mencari investasi baru dalam bidang pertambangan. Menurut kajian mengenai industri pertambangan internasional yang dilakukan oleh Fraser Institute dari Canada (Fraser Institute Annual Survey of Mining Companies 2000/2001), mengenai bagaimana kebijakan dalam sektor pertambangan dapat mempengaruhi keputusan perusahaan untuk menanamkan modalnya, Indonesia mendapat peringkat ke 40 dari 43 negara dalam hal iklim kebijakan sektor pertambangan. Hanya Rusia, Kazakhstan dan Zimbabwe yang dianggap lebih tidak menarik dibandingkan dengan Indonesia. Dan panjangnya waktu tenggang investasi menyebabkan proses pemulihan akan memakan waktu. Panjangnya waktu tenggang yang dibutuhkan untuk menemukan dan membangun lokasi pertambangan baru (mencapai 10 tahun lebih mulai dari penemuan hingga produksi untuk proyek besar), penurunan dalam produksi sangat mungkin untuk terjadi, kecuali dilakukan perubahan dalam lingkungan kebijakan sektor ini. Resiko Lingkungan Hidup Tetap Tinggi Prasyarat Lingkungan Hidup Bagi Penambang Besar Merupakah Hal Penting. Jika penduduk Indonesia ingin mendapatkan manfaat dari sektor pertambangan, maka berbagai aktifitas pertambangan harus dilakukan dengan mengikuti kaedah yang menjaga kelestarian lingkungan hidup dan memperhatikan aspek sosial. Indonesia telah mengadopsi pendekatan umum dalam masalah pengelolaan lingkungan hidup. Kementerian Lingkungan Hidup merupakan otoritas utama dalam mengatur dan memonitor berbagai aspek lingkungan dari sektor pertambangan. Proyek pertambangan yang memberikan dampak lingkungan hidup harus melakukan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan

(AMDAL). Hal ini sesuai dengan cara-cara yang berlaku secara internasional. Lebih Penting Lagi Pelaksanaannya. Prosedur AMDAL mencakup Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL), Rencana Kelola Lingkunga (RKL), Rencana Pengawasan Lingkungan (RPL). Salah satu bagian ANDAL adalah analisa dampak ekonomi dan sosial masyarakat sekitar. Prosedur ini memungkinkan masyarakat untuk mempunyai andil yang lebih besar dalam persiapan dan persetujuan ANDAL yang dilakukan. Tetapi kapasitas yang cukup dalam melakukan pengawasan terhadap berbagai prosedur tersebut mutlak diperlukan. Salah satu hal yang patut diperhatikan adalah ketegasan bahwa proyek konstruksi pertambangan tidak dimulai sebelum ANDAL disetujui. Operasi Berskala Kecil Sering Tidak Memenuhi Persyaratan. Pertambangan berskala besar biasanya memenuhi persyaratan AMDAL dengan cukup baik. Tetapi terdapat kekhawatiran yang cukup besar terhadap para penambang berskala kecil. Peraturan mengenai lingkungan cenderung tidak menyentuh penambang kecil yang beroperasi dengan izin penambangan daerah (KP). Kebanyakan dari mereka tidak melakukan prosedur AMDAL yang diharuskan dan menyebabkan berbagai kerusakan lingkungan. Mereka juga umumnya tidak mempunyai rencana pengembangan sosial. Pertambangan Ilegal Menyebabkan Kerusakan yang Parah. Ada hubungan yang kuat antara penebangan hutan liar dan aktifitas pertambangan ilegal. Terdapat banyak laporan mengenai berbagai aktifitas pertambangan illegal batu bara dan emas di Kalimantan, serta pertambangan timah di Pulau Bangka, yang tidak mengindahkan penegakan hukum dan kewenangan peraturan. Pertambangan liar tersebut telah menyebabkan berbagai kerusakan tanpa adanya upaya pengawasan dan pencegahan. Empat Aspek Utama Yang Perlu Dibenahi 1. Tidak Adanya Aturan Yang Berlaku 2. Terbatasnya Akses Pada Lahan Potensial 3. Peraturan Perlindungan Lingkungan Hidup Tidak Mencukupi 4. Rezim Fiskal Sektor Pertambangan Tidak Lagi Cukup Menarik Yang Dibutuhkan Adalah Pendekatan Menyeluruh, Bukan Sebagian. Iklim investasi sektor pertambangan sangat membutuhkan langkah-langkah perbaikan. Apa yang harus dilakukan adalah merubah kebijakan yang dilakukan menjadi pendekatan secara menyeluruh. Pertama, pemerintah perlu menentukan dimana posisi Indonesia dalam kerangka daya saing global, sebelum mengembangkan rencana untuk mencapai posisi tersebut. Bagaimana posisi Indonesia Dalam Menarik Investasi Baru. Jika Indonesia ingin mengulangi
P a g e | 2 /3

INTERNATIONAL NICKEL STUDY GROUP

SEKRETARIAT: PATRA JASA OFFICE TOWER 11TH FLOOR SUITE 1140; JL. JEND. GATOT SUBROTO KAV 32-34, JAKARTA SELATAN 12950 PHONE: +6221 5290 0255 FAX: +6221 5290 0256 E-MAIL: asosiasi.nikel@gmail.com WEBSITE: www.ani.or.id BANK ADDRESS: ASOSIASI NIKEL INDONESIA; 5385 KCP SUMITMAS; BANK CENTRAL ASIA ACCOUNT NO. 538 530 4681

NEWS LETTER
Website : www.ani.or.id
MEMBER OF FERRO ALLOY NET

cerita sukses dalam menarik investasi besar dalam eksplorasi dan pembangunan sektor pertambangan, maka kabinet perlu menetapkan proses yang mengikutsertakan seluruh kementerian terkait bersama pihak terkait lainnya untuk mempersiapkan kebijakan utama sektor pertambangan (Buku Putih).

Buku Putih sektor pertambangan ini harus diterima oleh seluruh kabinet dan disetujui sebagai dasar dalam pembentukan Undang-undang pertambangan baru. Ini juga menjadi pedoman dalam proses perubahan rezim fiskal bagi sektor pertambangan, selain menjadi pedoman dalam mengatur koordinasi sektor pertambangan dan kehutanan.
Sumber : http://siteresources.worldbank.org

UNDANGAN SEMINAR ACTIONCOACH


Topic : Business is BOOMING!!

P a g e | 3 /3
INTERNATIONAL NICKEL STUDY GROUP

SEKRETARIAT: PATRA JASA OFFICE TOWER 11TH FLOOR SUITE 1140; JL. JEND. GATOT SUBROTO KAV 32-34, JAKARTA SELATAN 12950 PHONE: +6221 5290 0255 FAX: +6221 5290 0256 E-MAIL: asosiasi.nikel@gmail.com WEBSITE: www.ani.or.id BANK ADDRESS: ASOSIASI NIKEL INDONESIA; 5385 KCP SUMITMAS; BANK CENTRAL ASIA ACCOUNT NO. 538 530 4681