Anda di halaman 1dari 2

SKENARIO 3 GAWAT TIDAK YA......

Seorang laki-laki 24 tahun datang ke UGD dengan keluhan bercak merah berlepuh pada hampir seluruh tubuh yang terasa nyeri. Keluhan tersebut terjadi kurang lebih 5 hari sebelumnya yang diawali dengan nyeri tenggorokan dan badan nglemeng. Akibat keluhan tersebut penderita berobat ke mantri, diberi obat parasetamol dan amoksisilin namun dirasakan tidak ada perbaikan bahkan muncul bercak merah pada kedua lengan dan badan yang terasa nyeri. Bercak merah tersebut semakin bertambah luas dan berlepuh, bibir lecet serta pedih di kedua mata. Dua minggu sebelum muncul keluhan penderita menderita diare dan berobat ke puskesmas mendapat obat kotrimoksasol yang diminum selama 7 hari. Pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran kompos mentis, gizi cukup, tampak lemah serta kesakitan. Pemeriksaan suhu tubuh 38,1C, nadi 72x/menit, respirasi 28x/menit. Lesi kulit didapatkan purpura dan vesikel serta bula hemoragik, multipel, tersebar, generalisata; pada palmar didapatkan lesi target; konjungtiva hiperemis; mukosa bibir tampak erosi multipel, membasah dan tertutup krusta tebal merah kehitaman.

Referensi : Budimulja, U. 2002. Eritrasma.Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin. Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta. Fakultas

Djuanda S, Sri Adi Sularsito. 2002. Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta. Freedberg Irwin M,Arthur Z Elsen, etc. Ftzspatricks Dermatology in General Medicine. Edition: 6Th.2003. Mc-Graw-Hill: New York. Sterry w,R.Paus&W. Burgdorf. 2006. Dermatology. Georg Thieme Verlag S tuttgart: New York. Daili Emmy SS, Sri Linuwih Menaldi&I Md Wisnu. 2005. Penyakit Kulit Yang Umum Di Indonesia. PT. Medical Multimedia: Jakarta. Hall John C. Sauers Manual of Skin Diseases. Edition : 8Th. 2000. Lippincott Williams&Wilkins Publisher. Haif, Thomas P. 2003. Clinical Dermatology : A Color Guide to Diagnose and Therapy. Edition : 4Th. Mosby

SKENARIO 4

NASIBKU... Seorang laki-laki berusia 35 tahun dibawa ke RSUP dengan keluhan nyeri kaki sebelah kiri. Pasien sebelumnya terjatuh saat sedang memperbaiki plafon rumah. Pasien mengeluhkan nyeri pada kaki kiri dan tidak dapat menggerakkannya. Hal ini sudah dialaminya sejak 10 hari terakhir. Pasien sebelumnya menolak dibawa ke rumah sakit dan oleh keluarganya pasien dibawa berobat ke sangkal putung. Namun kaki kiri pasien makin lama makin terasa nyeri, tidak bisa digerakkan serta semakin bengkak. Dari pemeriksaan fisik didapatkan pasien compos mentis dengan tekanan darah 130/80 mmHg, Nadi 90x/menit, respirasi rate 20x/menit dengan suhu 38,90C. Ditemukan juga adanya tulang yang tampak menonjal keluar. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan Hemoglobin 12g/dl, Leukosit 25.000/mm3 dan trombosit 245.000/mm3. Rheumatoid factor (-), widal test (-).

REFERENCES 1.Waldvogel FA, Vasey H. Osteomyelitis: the past decade. N Engl J Med 1980;303:360-70. 2.Waldvogel FA, Medoff G, Swartz MN. Osteomyelitis: a review of clinical features, therapeutic considerations and unusual aspects. N Engl J Med 1970;282:198-206, 260-6, 31622. 3.Jauregui LE. Diagnosis and management of bone infections. New York: Marcel Dekker, 1995. 4.Norden CW. Lessons learned from animal models of osteomyelitis. Rev Infect Dis 1988;10:103-10. 5.Wim De Jong, Sjamsuhidayat, 2004. Buku Ajar Ilmu Bedah, edisi 2. EGC: Jakarta