Anda di halaman 1dari 41

Redaksi

Majalah Nano Center Indonesia


Pemimpin Umum Suryandaru
(suryandaru@nano.or.id)

Pemimpin Redaksi Sulton Amna


(sulton@nano.or.id)

Editor
Pembaca yang terhormat, Media, baik online maupun offline merupakan ujung tombak sebuah organisasi. Media sangat besar pengaruhnya terhadap pencitraan yang dibangun tentang sebuah organisasi. Organisasi kecil yang memiliki media yang kuat dan hebat akan membuat orang luar berkeyakinan bahwa organisasi itu besar, sebesar dan sekuat pencitraan yang dimainkannya. Dengan memahami peran penting media itulah Nano Center Indonesia, organisasi nir laba dibidang transfer teknologi dan edukasi aplikasi nanoteknologi merasa bertanggung jawab untuk mengabarkan aktivitas yang dilakukan kepada masyarakat. Melalui jejaring media, salah satunya dengan menerbitkan majalah online Nano Center Indonesia. Pada edisi kedua. Redaksi menyapa pembaca dengan

Febby Ariawiyana
(aria@nano.or.id)

Kreatif Layout Rengga Adi Nugraha Cover Design Rengga Adi Nugraha Kontributor Nurwenda Novan Maulana, Nofrizal, Radyum Ikono, Muhammad Rizal, Fikri Wicaksana, Iwan Irawan, Tito Prasetyo, Dwi Wahyu Nugroho, Sigit Hermanto, Nur Hendrasto, Arif Iskandar, Sulthoni Akbar Kontak Iklan :
Sulton Amna

memperkenalkan Jejaring Nano World Indonesia, unit organisasi ilmiah mahasiswa di bidang peminatan Riset dan Pengembangan Nanoteknologi di Indonesia. Akhir kata, selamat membaca.

Salam, Sulton Amna


Pemimpin Redaksi

Diterbitkan Oleh : CV. Transfer Inovasi Masyarakat Nano Indonesia -------------------------------------Alamat : Balai Inkubator Teknologi, Kawasan Puspiptek, Gedung 410. Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, Indonesia Telp/Fax: 021-75870479 Email: infocenter@nano.or.id Web : http://center.nano.or.id

Redaksi

Daftar Isi
Fokus |
Opini |
Prospek Tanah Air Nanoteknologi di

Berita Terkini |

Nano World Indonesia (NWI) terlahir dari keinginan dari beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Nano Club Indonesia untuk memberikan sumbangsih bagi perkembangan ilmu dan teknologi nano di Indonesia. Nano Club Indonesia yang ada pada saat itu adalah Nano Club Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Universitas Dipnegoro (Undip), Universitas Brawijaya (UB), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS)

Rakor Kordinasi Teknologi Banten Talkshow IPTech, Sumbar Dahlan Iskan Saksi MoU di Sumbawa

Transtek |

Pelatihann Manajemen Organisasi di Kelurahan Bakti Jaya, Tangsel

Edukasi |

Mahasiswa FT UI kunjungi Nano Center Indonesia

Profil | 100 Doktor Nano


Dr. Etik Mardliyati

Riset |

NCI A Wing International Kerjasama Turbin Energi Angin

Pakar Nano Farmasi Indonesia

Nano Inovasi |

Pewarna Alami Pupuk Berukuran Nano dari Daun Jati Inovasi Pengolahan Propolis Bebas Wax

Nano Club |

Diskusi Ilmiah bersama Nasafor, Undip Dr. Etik Mardliyati, MEng. Wanita kelahiran Kediri, 30 September 1971 ini sejak tahun 1990 bekerja di Pusat Teknologi Farmasi dan Medika (PTFM), BPPT. Menjadi Kepala program pengembangan formula sediaan farmasi berbasis teknologi nano.

Journal Club |

Imobilisasi Lysozym dari Limbah Kacang Adzuki

Redaksi menerima tulisan berupa opini dan artikel berita yang sesuai dengan rubrik yang ada dalam media ini. Silakan kirimkan melalui email : infocenter@nano.or.id dilengkapi dengan identitas yang jelas. | Kontak Iklan : sulton@nano.or.id

Opini

Prospek Nanoteknologi di Tanah Air


Oleh : Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M. Eng. DMB

Nanoteknologi telah merubah cara pandang manusia terhadap iptek itu


sendiri. Dengan menguasai nanoteknologi manusia merasa dapat mewujudkan semua impiannya untuk menciptakan material apa saja di dunia ini. Dalam level nano (sepermilyar meter), atom demi atom atau molekul demi molekul dapat disusun dan dimanipulasi sesuai keinginan kita sehingga tidak terjadi pemborosan atau ketidakefisienan partikel seperti pada material dalam paradigma iptek selama ini. Oleh karena itu nanoteknologi telah men-generate konsep-konsep baru dalam berbagai bidang iptek. Diyakini bahwa nanoteknologi akan membawa revolusi pada seluruh aspek kehidupan manusia dalam waktu yang singkat dengan dampak melebihi empat revolusi yang terjadi sebelumnya.

Gambar 1 Revolusi nanoteknologi (manufaktur molekul) memberikan impak yang sebanding dalam waktu singkat dengan empat revolusi industri yang ditempuh dalam dua abad. (Mike Trader Nanotechnology & Society Times of Change, Center for Responsible Nanotechnology, 2004)

Area aplikasi nanoteknologi sangat luas dan menyentuh hampir seluruh Aspek kehidupan manusia. Sebagai contoh, pada bidang teknologi informasi (TI) di Indonesia kini terdapat sekitar 60 juta pengguna handphone. Nanoteknologi telah meningkatkan kemampuan dan performansi komponen handphone seperti IC, layar display, memori, antena, baterai dan lainnya sehingga tampak lebih ringkas namun semakin canggih. Perangkat elektronik lainnya seperti komputer juga mengalami evolusi yang sama. Di bidang farmasi dan kesehatan, produk-produk kesehatan telah menggunakan partikel nano untuk meningkatkan efektifitas obat. Para pakar di bidang ini kini tengah mengembangkan nanoteknologi untuk drug targeted and delivery system. Obat kini didesain dapat mencapai target dengan dosis tertentu sehingga akan lebih efisien dan efektif. Termasuk terobosan dalam bidang ini adalah penggunaan material cerdas yang diimplantasi dalam tubuh manusia untuk kepentingan pendeteksian penyakit. Home appliance yang kini banyak beredar di pasaran seperti kulkas, AC, dan mesin cuci juga memanfaatkan nano partikel perak untuk meningkatkan kualitas kesehatan manusia.

Majalah Nano Centre Indonesia | April 2013

Opini
Tak ketinggalan di bidang pangan dan pertanian, nanoteknologi telah memberi pengaruh untuk peningkatan produktifitas. Penelitian di Rusia melaporkan penggunaan nanopartikel besi pada pakan ternak ikan telah berhasil meningkatkan laju pertumbuhan sebesar 30%. Lain halnya Tata Chemical (India) yang memanfaatkan partikel dalam skala nano pada pupuk untuk mendapatkan hasil pertanian yang lebih baik secara kualitas maupun kuantitas. Aplikasi lainnya seperti penggunaan nanosensor untuk men-trace keberadaan ternak, produk water treatment (dengan senyawa berbasis 40 nm lanthanum) untuk membersihkan aquaculture, serta nanovaksin merupakan produk nanoteknologi. Nanoteknologi juga dimanfaatkan pada bidang lainnya, seperti nanobaja pada bidang transportasi, hidrogen strorage materials untuk energi, rompi tahan peluru untuk hankam dan lain sebagainya.

Nanotechnology or Die?
Dapat dipahami bahwa nanoteknologi secara nyata mampu meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Adalah Bill Clinton, Presiden Amerika Serikat yang pertama kali menetapkan nanoteknologi sebagai strategi baru untuk memenangkan persaingan global dengan membentuk National Nanotechnology Initiative (NNI) serta mengalokasikan $464 juta di tahun 2001 (dan meningkat menjadi $1,5 milyar pada tahun 2008). Pertumbuhan investasi R&D Amerika di bidang nanoteknologi ini merefleksikan dukungan penuh dan konsisten dari pemerintah yang memang dilatarbelakangi oleh kesadaran akan potensi nanoteknologi dalam Meningkatkan pemahaman dasar dan kontribusi terhadap kepentingan nasional seperti daya saing ekonomi, hankam, dan kesehatan. Langkah strategis ini langsung diikuti oleh negara-negara lain di dunia seperti Jepang, Perancis, Jerman, Australia, Taiwan, Cina. Bahkan di negara-negara ASEAN pun nanoteknologi sudah menjadi topik bahasan yang terus meningkat. Nanoteknologi telah men-drive bisnis-bisnis baru dengan pertumbuhan yang Pesat. Para pakar nano meramalkan bahwa peluang nanoteknologi dalam pasar industri akan meningkat secara drastis dari tahun 2010 ~2020 dan menjadi jenuh pada tahun-tahun sesudahnya. Hal ini karena pada saat itu produk-produk nano di pasar sudah sangat masive jumlahnya. Diprediksi pertumbuhan produk nano di dunia akan meningkatkan drastis dari $300 juta (2005) menjadi $2.9 triliun pada 2014. Oleh karena itu, pengembangan nanoteknologi harus dilakukan dengan cepat pada masa sekarang ini. Jika tidak, maka peluang pengembangan nanoteknologi akan terlewatkan, dan sebagai konsekuensinya akan menjadi negara yang tertinggal dan kalah karena tidak akan mampu bersaing dengan negara-negara lain di dunia ini. Keyakinan inilah yang membuat Presiden Korea Selatan tanpa ragu menyemboyankan Go Nano or Die.

Pengembangan nanoteknologi dalam konteks ke-Indonesia-an


Nanoteknologi tidak dapat dihindari lagi entah kita mempersiapkan diri atau tidak. Dalam kenyataannya, Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang berupa kekayaan sumber daya alam baik berupa berbagai mineral alam sebagai bahan

Majalah Nano Centre Indonesia | April 2013

Opini
baku pembuatan produk dan sumber energi, dan keragaman hayati flora dan fauna dalam jumlah yang luar biasa. Namun, sumber daya tersebut masih belum banyak diberikan nilai tambah sehingga belum dapat dijadikan sebagai penentu daya saing bangsa. Pemanfaatan sumber daya alam tersebut baru berupa eksploitasi dengan kuantitas yang besar dan belum banyak diolah sehingga masih bernilai sangat rendah (misalkan mineral pasir besi, Kuarsa, tembaga, emas dll). Dilain sisi, letak geografis dan jumlah penduduk yang sangat besar, menjadikan Indonesia menjadi pasar perekonomian yang menjanjikan. Oleh karena itu, pengembangan nanoteknologi harus dapat diarahkan untuk mengelola dan memberikan penambahan nilai secara signifikan bagi sumber daya alam Indonesia sehingga meningkatkan daya saing bangsa. Arah pengembangan nanoteknologi ini kelak akan menjadi back bone pembangunan nasional kita. Beberapa fokus pengembangan nanoteknologi yang perlu dilakukan berdasarkan potensi yang dimiliki adalah: 1) pemanfaatan nanoteknologi untuk pembuatan nanomaterial yang ditargetkan untuk pensuplai bahan baku produk nano untuk aplikasi di bidang TI, transportasi, elektronik, dll., 2) pemanfaatan nanobioteknologi yang ditargetkan untuk peningkatan hasil pangan dan pertanian, 3) pemanfaatan nanoteknologi di bidang farmasi dan kesehatan yang ditargetkan untuk peningkatan kualitas obat Indonesia, dan 4) pemanfaatan nanoteknologi untuk pemenuhan dan konservasi energi nasional. Penelitian dan pengembangan nanoteknologi di Indonesia sudah dimulai di beberapa lembaga riset (LIPI, BATAN, BPPT, LAPAN, MRC, dll) atau universitas (ITB, UI, ITS, Unand, UGM, dll). Oleh karena itu, perhatian dan intensitas penelitian nanoteknologi di Indonesia harus segera ditingkatkan, mengingat negara-negara lain juga belum lama merintisnya dan peluang serta potensi yang sangat besar yang dimiliki Indonesia. Kehilangan momen hanya menempatkan bangsa Indonesia di papan bawah persaingan dunia di masa mendatang. Untuk mengusung isu nanoteknologi ini diperlukan kerjasama yang erat dari semua kalangan baik industri, pemerintah, dan akademisi. Prospek nanoteknologi akan semakin cerah jika kolaborasi tersebut berjalan harmonis. Berawal dari ini, permasalahan bangsa diharapkan dapat terselesaikan sekaligus meningkatkan derajat bangsa di percaturan Internasional.

Dr. Nurul Taufiqu Rochman Email : nurul@nano.or.id (Ketua Dewan Pembina Nano Center Indonesia)

Majalah Nano Centre Indonesia | April 2013

Berita Terkini

Dr. Nurul Faufiqu Rochman memberikan paparan kebijakan dalam rapat kordinasi Provinsi Banten

Nano Center Indonesia Beri Masukan Kebijakan Teknologi di Banten

ertempat di Hotel Sari Kuring Indah Cilegon. Pada Rabu, 27 Maret 2013 diselenggarakan Rapat kordinasi dalam kegiatan fasilitasi penataan kebijakan di bidang ketenagakerjaan dan teknologi di provinsi Banten Ir. Revri Aroes, MM. Kegiatan tersebut

2013. Acara tersebut yang dibuka oleh kepala Biro Ekonomi dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Banten, terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama, kordinasi terkait ketenagakerjaan di Provinsi Banten. Hadir sebagai narasumber Direktur perluasan kesempatan kerja dan penyedia tenaga kerja Sektor Informal. Asisten Deputi Ekonomi dan Keuangan Daerah Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian. Sesi siang, menyoal kordinasi kebijakan teknologi dan peran provisni Banten dalam upaya sinergi Sistem Inovasi Nasional. Hadir Sebagai narasumber Dr. Nurul Taufiru Rochman (Nano Center Indonesia), Asisten Deputi Jaringan Penyedia dengan pengguna IPTEK (Kepala Puspiptek) Ibu Sri Setawati dan Kepala Balitbangda Provinsi Banten. Dalam kegiatan tersebut Dr. Nurul Taufiqu Rochman yang merupakan ketua Masyarakat Nano Indonesia dan Pembina Nano Center Indonesia menyampaikan urgensi untuk menjalin kerjasama multisektoral yang melibatkan kolaborasi A-B-G (Akademisi Business Governemt) dalam upaya sinergitas pembagunan kebijakan di Provinsi Banten. (aria)

Majalah Nano Centre Indonesia | April 2013

Berita Terkini
Direktur Eksekutif Nano Center Indonesia Menjadi Keynote Speaker IPTech
Sabtu, 23 Maret 2013. Direktur Eksekutif Nano Center Indonesia. Suryandaru, ST berkesempatan menjadi keynote speaker dalam Talkshow IPTech di Sumatera Barat. Bertempat di Gedung Aula Gubernur Sumatera Barat. Acara yang dibuka oleh Wakil Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansyarullah, SP ini sekaligus peresmian lembaga IPTech ( Inovasi Peneliti dan Technopreneur), Sumatera Barat. Talkshow yang mengangkat tema: The Triple Helix Concept. Sinergitas Akademisi Business Government (ABG) dalam penerapan teknologi untuk peningkatan daya saing dan potensi Sumatera Barat. Hadir sebagai narasumber lainnya Guru besar Universitas Andalas, Prof. Syukri Arief. Ketua Jaringan Pengusaha Suryandaru,ST. Direktur Eksekutif Nano Center menjadi Keynote Speaker di Talkshow IPTech. Sumatera Barat Muslim Padang JPMP, Ir. Maman, MM. Kehadiran IPTEch ini diharapkan menjadi lembaga yang diharapkan bisa menjadi pioner intermediasi alih teknologi dan inkubator di Sumatera Barat tutur Prof. Syukri Arief yang juga Pembina IPTech. Dalam tataran makro, Indonesia memilki Master Plan Percepatan Permbangunan Ekonomi (MP3EI) 2011-2025. Kemudian dalam kebijakan IPTEK gagasan Sistem Inovasi Nasional (SINAS) diharapkan mampu menunjang MP3EI. Selanjunya SINAS mampu melahirkan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) dalam meingkatkan nilai tambah potensi daerah yang berdampak pada peningkatan kesejahteran masyarakat. Potensi besar negeri Indonesia termasuk didalamnya provinsi Sumatera Barat. Data dari BPS menunjukkan Indonesia akan mendapati bonus demografi pada tahun 2015-2025. Hal ini berarti jumlah populasi usia produktif (15-55 tahun) lebih dari 60% dari populasi. Kondisi tersebut membawa kabar gembira sekaligus kekhawatiran. Jika potensi dan peluang yang ada kurang termanfaatkan dengan baik. Boleh jadi Indonesia akan semakin tertinggal. inilah saatnya kita bersinergi, papar Suryandaru, Direktur Nano Center Indonesia. Hal penting lainnya dalam Talkshow tersebut, Suryandaru menjelaskan tentang bukti nyata penerapan inovasi berbasis nanoteknologi yang sudah dilaksanakan oleh Kementerian Negara Riset dan Teknologi bersama Nano Center Indonesia. Para Narasumber lain memberikan komentar positif tentang yang disampaikan oleh pakar nanoteknologi Universitas Andalas, Prof. Syukri Arief dan pakar bisnis dari Jaringan Pengusaha Muslim Padang (JPMP), Ir. Maman, MM. Mendatang, direncanakan IPTech akan membentuk divisi khusus (Nano Club Mahasiswa) untuk menangani bidang nanoteknologi. Dan akan bekerjasama bersama Nano Center Indonesia sebagai mitra strategis. (sry)

Majalah Nano Centre Indonesia | April 2013

Berita Terkini
Dahlan Iskan Saksikan MoU Nano Center di Sumbawa
Sabtu, 16 Maret 2013. Dahlan Iskan, Menteri Negara BUMN Ikut saksikan penandatangan MoU PT. Sigma Utama dengan Asosiasi Coating Indonesia yang difasilitasi oleh Nano Center Indonesia. Kegiatan bertempat di Kampus Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Bukit Olat Maras, Kab. Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebagai tindak lanjut Tindaklanjut kerjasama pengolahan Sumber Daya Alam untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri cat, khususnya PT Sigma Utama yang sebagian besar masih bergantung dari luar negeri. Dahlan Iskan, Meneg BUMN. Ikut menandatangani sebagai saksi MoU Antara Nano Center Indonesia Universitas Teknologi Sumbawa PT. Sigma Utama Bawah. Dokumen dengan para pihak Kerjasama Hadir dalam acara penandatanganan MoU Presiden Direktur PT Sigma Utama, Bapak Mara Amikal, SE. Ketua Indonesia Coating Center (ICC), Bapak Dedi Hernawan. Direktur Eksekutif Nano Center Indonesia, Suryandaru, ST. Sebagai saksi, Menteri Negara BUMN, Bapak Dahlan Iskan. disaksikan oleh Bupati Kab. Sumbawa, Drs. H. Jamaludin Malik, Wakil Ketua Komisi XI, Dr. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc., Dekan Fakultas Teknik UTS, Radyum Ikono, M.Eng. Pembina Nano Center Indonesia, Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng. PhD. dan pejabat serta tokoh masyarakat di Sumbawa. Sumbawa ternyata memiliki sumber daya alam mineral yang bisa diolah menjadi bahan baku cat, misalnya batuan Cu yang bisa diolah menjadi CuO, pigmen antifouling dan pasir besi yang bisa diolah menjadi Fe 2O3. Pigmen anti korosi kebutuhan MOPC (Marine Offshore and Protective Coating), serta mineral lainnya. Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Sebagai salah satu perguruan tinggi yang baru saja berdiri di kawasan Sumbawa ini. Diharapkan mampu mengemban tugas pendidikan dan aplikasi teknologi dalam mengangkat sumber Daya lokal Sumbawa dan Nusa Tengggara umumnya. Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) siap juga bekerjasama dalam pelibatan mahasiswa dan untuk pengolahan dan tutur Dekan pengembangan Sumber Daya Alam yang melimpah di Sumbawa Fakultas Teknologi Pertanian, Nurwenda Novan Maulana, MS. Bapak Dahlan Iskan memberikan apresiasi positif terhadap kerjasama ini. Selepas menyaksikan penandatangan MoU, Bapak Dahlan Iskan meresmikan Micro Wind Turbin (Turbin Angin Micro yang bisa bekerja pada kecepatan angin 1 m/s) hasil kerjasama Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), PT Nanotechindo Manufactur, dan A-Wing. (sry)

Majalah Nano Centre Indonesia | April 2013

Fokus

Foto : Gathering Perdana Nano World Indonesia | 24 25 Juli 2012

Nano World Indonesia :

Jejaring Mahasiswa Peminat Nano Sains & Nano Teknologi di Indonesia


Majalah Nano Centre Indonesia | April 2013

Fokus

Nano World Indonesia

Sumbangsih Mahasiswa Peminat Nano Teknologi

Foto : 2nd Gathering NWI 1 September 2012

ano World Indonesia (NWI) terlahir dari keinginan dari beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Nano Club Indonesia untuk memberikan sumbangsih bagi perkembangan ilmu dan teknologi nano di Indonesia. Nano Club Indonesia yang ada pada saat itu adalah Nano Club Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, yang berdiri pada 2010, Forum Studi Nano Gadjah Mada (FORDINAGAMA) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, yang berdiri pada 29 Mei 2011, serta Nano Sains Forum (NASAFOR) Universitas Diponegoro Semarang yang lahir bertepatan dengan inisiasi awal dari Nano World Indonesia, yaitu pada 12 November 2011. Di awal pembentukannya, di mana sang inisiator adalah Muhammad Dzarnuji Aziz (UGM), Kasto Wijoyo Teguh Guntoro (Undip), Amirza Rahmanu (UNS) dan beberapa mahasiswa lainnya, NWI bernama Nano Project. Baru setelah diadakan diskusi selama beberapa kali, baik dalam pertemuan langsung maupun on line, ditetapkanlah nama resmi dari komunitas ini adalah Nano World Indonesia.

Majalah Nano Centre Indonesia | April 2013

Fokus
Hingga saat ini, NWI terus melebarkan sayapnya dengan menggandeng berbagai pihak dan instansi, seperti Masyarakat Nano Indonesia (MNI), kampus-kampus seperti UGM, Undip, UNS, UI, ITS, ITB, dan UMS. Serta berbagai investor dalam mengembangkan nanoteknologi di Indonesia. Visi Nano World Indonesia
Mewujudkan Bangsa Indonesia yang Mandiri, Maju, dan Memiliki Kompetensi yang Mumpuni di Bidang Nano

Misi Nano World Indonesia


Untuk mencapai Visi di atas, Nano World Indonesia mengemban misi sebagai berikut: 1. Menyebarluaskan isu terkait nanoteknologi kepada masyarakat luas, pelajar dan mahasiswa; 2. Mengembangkan penelitian di bidang nanoteknologi secara berkesinambungan dan terarah; 3. Mengadakan kegiatan pelatihan-pelatihan terkait nanoteknologi kepada masyarakat, terutama generasi muda; 4. Memberikan fasilitas beasiswa dan pendampingan kepada generasi penerus untuk melanjutkan kiprahnya dalam mengembangkan ilmu dan teknologi nano di Indonesia 5. Berjejaring dan bermitra strategis dengan pemerintah, swasta, perguruan tinggi, lembaga litbang, lembaga pembiayaan, masyarakat, kelompok usaha masyarakat, yayasan, LSM, dan lembaga pendidikan baik di tingkat nasional maupun internasional. Struktur Organisasi Nano World Indonesia

Direktur Vice Direktur Finance manager Database and Administrative Manager Public Relation Manager Research and Development Manager Director of Nano Core Foundation Director of Nano Core Corporation

: Muhammad D. Aziz : Kasto Wijoyo Teguh Guntoro : Karis Mashudi : Ani Qomariyah : Amirza Rahmanu : Rizki Amelia : Nurul trya Wulandari : Agus Suroso

Majalah Nano Centre Indonesia | April 2013

Fokus
Sejarah Terbentuknya Nano World Indonesia
Berawal dari pemikiran perlunya gerakan masiv yang lebih terstruktur dengan baik, maka pasca pembentukan Nano Club di beberapa kampus seperti Nano Club Universitas Sebelas Maret (NC UNS), Forum Studi Nano Gadjah Mada (FORDINAGAMA) di Universitas Gadjah Mada, dan Nano Sains Forum (NASAFOR) UniversitasDiponegoro, maka dibentuklah Nano World Indonesia (NWI), yaitu sebuah organisasi tingkat nasional yang memfokuskan diri di bidang sosialisasi tentang nano teknologi kepada masyarakat umum, pelajar, dan mahasiswa; bidang pendidikan, penelitian yang menitik beratkan pada pemanfaatan sumber daya alam Indonesia serta mengkoordinasi kegiatan kegiatan yang dilakukan oleh Nano Club seIndonesia. Ide dasardaripembentukan Nano World Indonesia adalah ketika pertemuan untuk kesekian kalinya dengan Dr. Nurul Taufiqurachman, M. Eng., selaku Ketua Masyarakat Nano Indonesia (MNI) ketika Seminar dan Launching Nano Club Nano Sains Forum (NASAFOR) Universitas Diponegoro, pada 12 September 2011. Dalam pertemuan tersebut, Dr. Nurul, demikian biasa beliau disapa, mengharapkan agar dari mahasiswa ada gebrakan yang besar dan terstruktur, sehingga MNI dapat terbantu perannya dalam memajukan dan mengenalkan nanoteknologi ke masyarakat, khususnya kalangan terdidik (mahasiswa). Awal mulanya, beberapa perwakilan dari Nano Club, yakni Muhammad Dzarnuji Aziz (FORDINAGAMA), Kasto Wijoyo Teguh Guntoro (NASAFOR), Amirza Rahmanu Prabowo (NC UNS), serta beberapa rekan-rekandari NASAFOR berdiskusi terkait rencana awal pembentukan NWI bersama dengan Dr. Nurul dan Pak Suryandaru, yang saat itu masih menjabat selaku Sekretaris MNI. Diskusi pun dilanjutkan pasca Seminar dan Launching NASAFOR dengan diikuti oleh beberapa mahasiswa yang ikut hadir dalam diskusi dengan Dr. Nurul sesaat sebelumnya. Dalam pertemuan perdana tersebut, dipilihlah Koordinator dari pembentukan lembaga yang pada awalnya disepakati bernama Nano Project. Sekitar enam bulan pertama, NWI mencoba untuk membentuk struktur serta pelaksanaan program kerja yang perdana. Barulah pada 19 Maret 2012, bertepatan pada agenda NANO CAMP 2012 yang dilaksanakan oleh MNI, secara resmi NWI telah di-launching menjadi organisasi resmi yang berafiliasi dengan MNI dan Nano Center Indonesia. Hingga kini, NWI telah melebarkan sayapnya hingga keseluruh pelosok negeri, bahkan mancanegara dengan beberapa program kerjanya. Nano Club pun saat ini kian bertambah menjadi tujuh Nano Club yang tersebar di beberapa universitas di Indonesia, yaitu Nano Club Universitas SebelasMaret (NC UNS), Forum Studi Nano Gadjah Mada (FORDINAGAMA), Nano Sains Forum (NASAFOR) Universitas Diponegoro, Nano Research Society Universitas Indonesia, Brawijaya Nano Club (BNC) Universitas Bwawijaya, Nano Club Institut Teknologi Sepuluh Nopember (NANOKITS), dan Nano Club Universitas Lambung Mangkurat, Palangkaraya. Kedepan, kuantitas Nano Club akan semakin bertambah seiring dengan akan dibentuknya beberapa Nano Club di beberapa universitas yang ada di Indonesia.

Majalah Nano Centre Indonesia | April 2013

Fokus

Jejaring Nano World Indonesia

Majalah Nano Centre Indonesia | April 2013

Fokus

http://nanoclub-uns.blogspot.com

NANO CLUB MAHASISWA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA ( NCM UNS )


Nano Club Mahasiswa UNS dibentuk sebagai forum komunikasi antara para
akademisi baik yang berada di jurusan berbasis IPTEK ( MIPA, Teknik, Kedokteran, Pertanian ) dan juga yang tertarik di bidang sains dan teknologi Nano. Nano Club Mahasiswa UNS merupakan lembaga semi otonom dari UKM Studi Ilmiah Mahasiswa UNS (SIM UNS) yang merupakan satu-satunya unit kegiatan mahasiswa yang bergerak di bidang penalaran di tingkat universitas. Sejak didirikan tahun 2010 hingga saat ini, Nano Club Mahasiswa UNS telah berhasil menyelenggarakan kegiatan bernuansa iptek baik dalam skala kecil maupun skala besar.

Nano Ekspedisi
Nano Expedition merupakan salah satu kegiatan Nano Club UNS dalam mengisi waktu liburan semester. Kegiatan ini dilakukan karena dapat menjadi sarana untuk meningkatkan rasa ukhuwah (tali persaudaraan) antar pengurus nano club sambil menikmati dunia luar yang bebas dari aktivitasaktivitas akademis di kampus. Selain itu, tujuan diadakannya nano expedition ini juga sebagai langkah yang tepat untuk memperkenalkan berbagai macam tempat yang dapat memberi inspirasi ataupun menambah jaringan bagi para pengurus nano club UNS. Kunjungan Nano Club UNS ke Tawangmangu (Farma Herbal)

Majalah Nano Centre Indonesia | April 2013

Fokus

FORDINAGAMA (Forum Studi Nano Gadjah Mada)


VISI:

http://fordinagama.wordpress.com /

Menjadikan Mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang Memiliki Karakter Intelektual yang kuat serta Kemampuan IPTEK yang Berdaya Saing secara Global Melalui Jejaring Nanoteknologi.

MISI:
1. Melakukan kegiatan diskusi, seminar, workshop dan kerja sama di tingkat regional, maupun nasional dan kegiatan lain yang mendukung pengembangan nanosains dan nanoteknologi di Indonesia; 2. 3. Meningkatkan sosialisasi dan membangun kesadaran akan pentingnya penguasaan naonsains dan nanoteknologi di kalangan mahasiswa. Melakukan studi dan penelitian terkait nanosains dan nanoteknologi beserta implementasinya dengan berbasiskan kekayaan sumber daya alam indonesia

Research in Nano Field (ReNaF) 2012 : Pengenalan Tema Penelitian oleh Dr. Yateman Arryanto

Majalah Nano Centre Indonesia | April 2013

Fokus

http://nasafor-undip.blogspot.com

NASAFOR adalah club riset mahasiswa mahasiswa UNDIP


dalam nanoteknologi yang diresmikan tanggal 12 November 2011 oleh ketua Masyarakat Nano Indonesia, Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng. Kami juga menjalin kerjasama dengan banyak Teknologi instansi RI, seperti Kementerian Nano Riset dan (MNI), Masyarakat Indonesia

Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI), dan club riset mahasiswa seperti FORDINAGAMA, Nano Club UNS, Nano Club UI, Nano Club Brawijaya dll. Adapun pengembangan konsentrasi Sumber Daya Manusia NASAFOR UNDIP sebagai berikut : Kunjungan Tim Nasafor ke Ristek, LIPI, dan Nano Center Indonesia 1. Divisi Nanomaterial (Nano) Divisi ini yang meneliti, membahas tentang basic nanomaterial dan aplikasinya. 2. Divisi Energi & Lingkungan (EL) Divisi ini yang meneliti tentang energi dan lingkungan yang termasuk didalamnya aplikasi nanomaterial. 3. Divisi Farmasi & Kesehatan (FK) Divisi ini yang meneliti aplikasi nanomaterial untuk farmasi dan kesehatan. 4. Divisi Device, Instrumentasi dan Pemodelan (DIP) Divisi ini menangani bidang pembuatan prototipe aplikasi nanomaterial seperti DSSC, Penjernih air (bekerjasama dengan Divisi EL), sensor, dll. 5. Biro HRD Bidang yang membawahi kaderisasi NASAFOR. 6. Biro Infokom Bidang yang memiliki tugas pemberi informasi, seperti jarkom, mengelola blog dan media informasi lainnya. 7. Biro Teknopreneur Bidang yang mengurusi pemasaran hasil penelitian NASAFOR.

Majalah Nano Centre Indonesia | April 2013

Fokus
Nanomaterials Science and Engineering Research Society

Fakultas Teknik Universitas Indonesia

N
Tahunan.

http://nanoclubui.blogspot.com / anomaterials Science and Engineering Research Society Fakultas Teknik


Universitas Indonesia atau biasa disebut sebagai NanoMat Club FTUI, merupakan semi klub peminatan departemen Teknik Metalurgi dan Material yang concern terhadap material nano. Fokus kami merupakan

pembinaan anggota dalam bidang pengetahuan dan riset terkait teknologi material nano. Selain itu kami juga merupakan fondasi utama di Departemen Teknik Metalurgi dan Material UI dalam pelayanan kebutuhan informasi riset dan pengetahuan terkait teknologi material nano. NanoMat Club didirikan pertama kali dibawah naungan bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Ikatan Mahasiswa Teknik Metalurgi dan Material UI pada tanggal 25 Februari 2012 ketika Rapat Kerja Program Kerja

NanoMat Club sebagai klub studi material nano merupakan sebuah dukungan kami kepada Universitas Indonesia dalam meraih Rencana Strategis (RENSTRA) yaitu menjadi World Class Research University dengan Nanotechnology dan Genome Nano Research Society (NanoMat) FT-UI technology sebagai poros risetnya. Pembangunan gedung baru Mochtar Riady Quantum Plaza di Fakultas Teknik Universitas Indonesia sebagai gedung pertama riset teknologi nano di Indonesia yang terintegrasi.

Majalah Nano Centre Indonesia | April 2013

Fokus
Hingga saat ini NanoMat Club memiliki 30 anggota Madya, 10 anggota Peneliti Utama, dan 2 anggota Kehormatan. Dengan kurikulum diskusi yang padat namun menyenangkan, diharapkan anggota madya dapat bertransformasi menjadi peneliti utama dalam kurun waktu satu tahun kepengurusan. NanoMat Club mulai masuk ke Nano World Indonesia (NWI) pada pertemuan NANO-SPAM (Nano Strategic Partnership Annual Meeting) pada pertengahan tahun 2012 di Fakultas Teknik Universitas Indonesia yang ditandai dengan penandatanganan MoU dalam bentuk kontrak kerja sama percobaan selama satu tahun kepengurusan. Mulai sejak itu, NanoClub UI menjadi aktif dalam kegiatan-kegiatan NWI salah satunya dalam pertemuan Nano Club se-Indonesia pada Januari 2013 lalu. NanoClub UI memiliki cukup banyak kegiatan yang telah dilaksanakan dalam satu tahun kepengurusan. Untuk pembinaan keilmuan, NanoMat mengadakan diskusi dwi minggu dan simposium dwiwulan dengan materi dari intro, teori dan aplikasi dari teknologi material nano. Untuk pelayanannya kami mengadakan database riset dan hubungan peneliti. Diakhir kepengurusan yang sedang dalam proses, kami juga mengadakan kunjungan (NANO-TRIP) bagi para anggota ke PUSPIPTEK, Serpong untuk studi lab. Acara terbesar kami adalah KNPN (Konferensi Nanoteknologi Pelajar Nasional) dengan tema besar Nanotechnology for National Sustainable Development yang akan diadakan bulan Agustus tahun ini, dalam rangka Hari kebangkitan Teknologi Nasional dan peringatan Hari Lahir NanoClub UI.

Brawijaya Nano Club (BNC) adalah sebuah club mahasiswa yang mengkaji atau mendiskusikan tentang dunia nano atau nanoteknologi yang telah berkembang saat ini. Club ini masih dibawah naungan Unit Aktivitas Riset dan Karya Ilmiah Mahasiswa Universitas Brawijaya dan bekerja sama dengan Masyarakat Nano Indonesia / MNI (LIPI). Untuk pertama kalinya BNC dilaunching dikalangan Unitas Riset sendiri yaitu pada tanggal 12 November 2011 di Gedung D FEB UB. Sebagian besar kegiatan BNC adalah melakukan diskusi-diskusi kecil tentang nano yang dilakukan setiap satu pekan sekali dan sesekali mengadakan seminar. Majalah Nano Centre Indonesia | April 2013

Fokus

http://nanokits.blogspot.com/ NANOKITS adalah singkatan dari Nano di Kampus ITS, sebuah forum bagi mahasiswa ITS baik program sarjana atau pascasarjana untuk berpartisipasi dan mengembangkan minat mereka di bidang nano. Berawal dari undangan nanocamp, sebuah acara training pengenalan nano, yang diselenggarakan oleh MNI. Undangan itu secara resmi ditujukan kepada ITS untuk mendelegasikan 2 orang mahasiswanya, yaitu Yufita Eftiana dari jurusan Kimia dan Riza Afifuddin dari jurusan Teknik Kimia. Dari hasil diskusi dan pelatihan Nanocamp ini kemudian timbul keinginan besar untuk membentuk sebuah forum mahasiswa bidang nano. Mereka kemudian bersama - sama mencari mahasiswa - mahasiswa lain yang memiliki minat dibidang nano. Dari close recruitment ini kemudian terpilihlah Ahmad Masudi dari jurusan kimia sebagai ketua forum saat itu. Bersamaan dengan itu, mereka juga berdiskusi dengan dosen ITS, Prof. Gamantyo yang saat itu menjabat di LPPM. Dalam perjalanannya mereka bertemu dengan Rizka Dzulhijjah Mahasiswa S2 yang baru saja pulang dari Jepang dalam rangka riset dibidang Nano. Dan kebetulan Rizka adalah anak bimbingan dari Prof. Heru Setyawan yang saat itu bertanggung jawab untuk riset nano di LPPM. Dari hasil diskusi bersama dosen - dosen di LPPM ITS, Prof. Gamantyo, Prof. Heru Setyawan, maka mulailah dibentuk forum nano untuk mahasiswa ITS.

Visi

NANOKITS sebagai forum pengkajian, penelitian dan aplikasi nanoteknologi seluruh mahasiswa ITS untuk mewujudkan keterampilan MAHASISWA dalam RISET IPTEK dan TECHNOPRENEUR Misi : 1. Melaksanakan pengkajian dan penelitian perkembangan nanoteknologi 2. Menjadi Inkubator technopreneur berbasis nanoteknologi. 3. Menyelenggarakan publikasi bidang nanoteknologi melalui seminar maupun diskusi ilmiah lain untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi nano di masyarakat 4. Menjalin kerjasama dengan mitra stategis Majalah Nano Centre Indonesia | April 2013

Menjadi Anggota MNI


( Masyarakat Nano Indonesia)
Dengan menjadi anggota MNI, berarti anda talah bergabung dengan komunitas yang ingin memperjuangkan pembangunan IPTEK bangsa dengan nanoteknologi

Daftar Online :

bit.ly/DaftarMNI

Beberapa fasilitas yang dapat dimiliki, yaitu : Kartu Anggota Eksklusif Newsletter Berkala Masa Keanggotaan 1 tahun Diskon 5% untuk setiap registrasi acara MNI (Seminar, Workshop, dll) Potongan khusus untuk setiap publikasi MNI (buku, jurnal, prosiding)

Ikuti langkah mudah berikut untuk bergabung dengan kami :


Mengirimkan Data diri (Nama, Institusi dan alamanya, Email, Telp/fax/HP), Foto diri (format jpg) via email di : sekretariat@nano.or.id Transfer uang pendaftaran sebesar Rp. 220,000 ke no Rekening Bank Mandiri Cab. Tengerang Serpong No. Rek: 128 000 575 07 88 a/n Perkumpulan Masyarakat Nano Indonesia dan kirimkan bukti pembayaran via email atau fax ke (021) 7587 0479

Konfirmasi ke sekretariat melalui melakukan proses pendaftaran.

email atau telp di (021) 7587 0479 bahwa anda telah

Transtek

Pelatihan Manajemen Organisasi di Kelurahan Bakti Jaya, Tangerang Selatan


Pengenalan Organisasi Nano Center Indonesia sebagai pusat penelitian, pendidikan, dan pengembangan masyarakat dalam bidang Nanoteknologi di Indonesia. Dilakukan sebagai bagian rangkaian Community Development pelatihan Sabun Herbal di Tangerang Selatan.
Selasa, 12 Maret 2013. Divisi Transfer Teknologi (Transtek) Nano Center Indonesia lakukan sosialisai dan Pelatihan manejemen Organisasi di Kelurahan Bakti Jaya, Tangerang Selatan. Sigit Hermanto dan Muhammad Rizal didaulat Sebagai narasumber sekaligus perwakilan Nano Center. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari pengembangan komunitas (community development) Nano Cener Indonesia di kawasan Tangerang Selatan. Tempat dimana yayasan Nono Center Indonesia berdomisili. Organisasi berfokus pada upaya pengembangan masyarakat, diseminasi teknologi, dan pendidikan nanoteknologi di Indonesia. Majalah Nano Centre Indonesia | April 2013

Transtek
Sebelum mengenalkan konsep dan produk Nanoteknologi. Terlebih dahulu dilakukan sosialisasi tentang organisasi dan Sumber Daya Manusia sebagai elemen penting dalam membangun pemahaman di masyarakat. Diharapkan masyarakat dapat mengenal Organisasi Nano Center Indonesia dan visi misi yang diembannya. Sosialisasi yang dilakukan mengambil tempat di salah satu tokoh masyarakat setempat ini. Bertujuan untuk mengenalkan Organisasi Nano Center yang berlokasi di Kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan. Sekaligus memberikan pemahaman pentingnya teknologi nano yang dikembangkan untuk kesejehtaraan masyarakat kedepannya. dilakukan oleh Divisi Transfer Teknologi Rangkaian Comdev yang ini mengangkat tema :

Wujudkan kemandirian Bangsa, Jadikan Tangsel sebagai sentra Body Care Lebih lanjut dalam sosialisasi tersebut juga dipaparkan rencana kegiatan lain sebagai Sosialisasi Organisasi Nano Center Indonesia, 12 Maret 2013 agenda utama yang berfokus pada pengembangan Nano Herbal. Pelatihan pembuatan Sabun Herbal berbahan aktif katekin dari Gambir. Pelatihan Merupakan bagian dari upaya Nano Center Indonesia sebagai pusat penelitian, pendidikan nanoteknologi. Direncakan dilakukan pada medio Mei 2013 Mendatang. (aria)

Majalah Nano Centre Indonesia | April 2013

Edukasi

Mahasiswa & Dosen Fakultas Teknik Universitas Indonesia Lakukan Kunjungan ke Nano Center Indonesia
Sebanyak empat mahasiswa didampingi dua dosen berkunjung ke Nano Center Indonesia. Bertempat di Gedung Balai Inkubator Teknologi (BIT), Kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan. Kunjungan dalam rangka sharing info dan penjajakan kerjasama riset Nanoteknologi.

Foto Kunjungan tim FT- UI ke Nano Center Indonesia disambut hangat oleh Radyum Ikono (Director RnD)

Senin, 1 April 2013. Kantor Nano Center Indonesia, bertempat di Kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan. Mendapat kunjungan dari Mahasiswa dan Dosen Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Rombongan dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia yang terdiri dari dua dosen yakni, Bapak Jos Isdiyanto dan Bapak Yudan Whulanza serta didampingi oleh empat mahasiswa. Tiba di kantor Nano Center Indonesia pukul 13.00 WIB. Disambut oleh bapak Radyum Ikono selaku Direktur Research and Development (RnD) Nano Center Indonesia.

Majalah Nano Centre Indonesia | April 2013

Edukasi
Kegiatan dimulai dengan pemaparan oleh Radyum Ikono mengenai kegiatan dan divisi organisasi yang ada di Nano Center Indonesia. Turut hadir perwakilan divisi Edukasi Nano Center Indonesia, Fikri Wicaksana, Iwan Irawan. Kunjungan yang dilakukan dalam rangka sharing informasi terkait nanoteknologi berlangsung hangat dan penuh keakraban. Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk menjalin peluang kerjasama dalam bidang riset nanoteknologi Universitas Indonesia dan Nano Center Indonesia.

Foto Kunjungan tim FT- UI ke Pusat Penelitian Metalurgi, LIPI Bersama Dr. Nurul Taufiqu Rochman

Selepas acara di Nano Center Indonesia selesai, dilanjutkan dengan kunjungan ke Pusat Penelitian Metalurgi LIPI. Masih terletak di kawasan Puspiptek, Serpong. Kunjungan berikutnya ini khusus untuk bertemu Dr. Nurul Taufiqu Rochman selaku Ketua Dewan Pembina Nano Center Indonesia dan mengunjungi laboratorium yang ada di Pusat Penelitian Metalurgi - LIPI. Acara ditutup dengan pemberian kenang kenangan kepada Dr. Nurul Taufiqu Rochman oleh perwakilan Fakultas Teknik Universitas Indonesia. (Tim Edukasi)

Majalah Nano Centre Indonesia | April 2013

Beasiswa Magang / Tugas Akhir


Nano Center Indonesia (center.nano.or.id) merupakan yayasan yang bergerak di bidang riset dalam bidang nanoteknologi. Kami mengajak putra-putri terbaik bangsa Indonesia, mahasiswa S1 para calon peneliti unggul untuk terlibat dalam proyek penelitian kami sebagai berikut: Proyek 1: Pengembangan Pengolahan Pasir Besi Menjadi Bahan Baku Pigmen
Kebutuhan pigmen di Indonesia sangat besar. Sejauh ini, Indonesia menjadi negara pengimpor pigmen karena ketiadaan industri pembuatan pigmen dalam negeri. Di sisi lain, Indonesia memiliki potensi sumber daya pasir besi hingga 2 milliar ton (kemenperin, 2007) yang dapat diolah menjadi bahan baku pigmen berbasis besi oksida. pada penelitian ini, akan dikembangkan pembuatan pigmen merah Fe2O3 (red oxide), pigmen hitam Fe3O4 (black oxide) dan pigmen kuning Fe2O3. 2H2O (yellow oxide). diharapkan penelitian ini, dapat menjadi kebangkitan industri pigmen di Indonesia.

Proyek 2: Proses Ekstraksi dan Pengolahan Nano TiO2 dengan Bahan Dasar Pasir Besi (FeTiO3)
Indonesia merupakan salah satu negara penghasil pasir besi terbesar di dunia. Namun sampai hari ini belum ada upaya untuk mengolah pasir besi menjadi produk bernilai jual tinggi, seperti contohnya TiO2. Pada penelitian ini, beberapa metode dan optimasi akan diimplementasikan untuk meng-ekstraksi TiO2 dari pasir besi. Akan dilakukan juga upaya untuk mendapatkan ekstraksi TiO2dalam ukuran partikel nanometer. Pengolahan nano TiO2 menjadi produk yang bernilai jual akan menjadi penelitian lanjutan pasca ekstraksi.

Proyek 3: penelitian tentang formulasi, rheologi, aplikasi cat


kebutuhan cat di Indonesia sangat besar dengan beragam aplikasi, seperti anti korosi, anti panas, dll. pada penelitian ini akan dilakukan formulasi cat untuk mendapatkan komposisi komponen cat, rheologi cat dan aplikasi cat. penelitian ini akan dilakukan di PT Sigma Utama, Cibinong.

Penelitian dapat dijadikan sebagai tugas akhir, magang, dan kepentingan lainnya yang sesuai, melalui mekanisme perizinan yang berlaku di universitas masing-masing. Penelitian dilaksanakan di Puspiptek, Tangerang Selatan selama kurun waktu 3 bulan (Juni-Agustus 2013). Pembimbing utama penelitian adalah Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng, PhD (Pakar nanoteknologi Indonesia sekaligus Ketua Masyarakat Nano Indonesia) Kompensasi yang didapat: Makan siang 1x/hari Pembiayaan penggunaan fasilitas penelitian (SEM, TEM, XRD, Mechanical testing, Chromatography, dll) selama mengerjakan proyek Network dengan peneliti-peneliti terbaik Indonesia di bidang nanoteknologi Penelitian yang berhasil akan dijadikan artikel ilmiah dan dikirimkan ke jurnal atau konferensi nasional/internasional. Pendanaan terkait publikasi atau biaya perjalanan untuk konferensi akan ditanggung oleh Nano Center Indonesia

Bagi anda yang berminat untuk bergabung silakan kirimkan aplikasi berikut : 1. alasan mendaftar (tuliskan juga tujuannya, misal: untuk tugas akhir atau magang)

Persyaratan : S1 dari Fakultas Teknik atau MIPA (diutamakan mahasiswa tahun ke 3 atau lebih) Memiliki ketertarikan dengan nanoteknologi Mampu beradaptasi dengan lingkungan baru dengan cepat Diutamakan pada yang memiliki pengalaman penelitian (PKM, magang, dsb) Diutamakan dapat mulai melakukan penelitian paling lambat Juni 2013

Form singkat berisi: Nama lengkap, kampus, jurusan/fakultas, nilai IPK, proyek penelitian yang diinginkan (No 1/2/3), dan

2. Curriculum Vitae 3. Satu abstrak penelitian yang pernah anda lakukan (PKM, magang, dsb.)

Kirimkan ke alamat email: wahyu[at]nano.or.id dengan judul email Pendaftaran CV NCI [nama lengkap anda] paling lambat tanggal 26 April 2013. Mari bergabung bersama kami dan gemakan nanoteknologi di Indonesia. Salam, Nano Center Indonesia

Riset

Ilustrasi. Hybrid Wind Turbin Solar Panel. Korea Selatan http://awing-i.com

Nano Center Indonesia A Wing International

Kerjasama Bangun Turbin Energi Angin

enandatanganan MoU antara Nano Center Indonesia dengan A-Wing International dilakukan pada hari Senin (25/02/2013) bertempat di Sekretariat Nano Center Indonesia yang berlokasi diKawasan Puspiptek. Kesepakatan ini dihadiri oleh Ketua Pembina Nano Center Bapak Dr. Nurul Taufiqu Rochman, Direktur R&D Nano Center Bapak Radyum Ikono, B.Eng., M.Eng., Direktur Eksekutif Nano Center Bapak Suryandaru, ST. Bapak Ananda Setiyo Ivannanto Kepala Perwakilan A-Wing International Indonesia, Direktur Manager Senior A-Wing International dan Mr. Yukichi Hirayama. Kesepakatan ini mencakup pada bidang pendidikan, pelatihan, riset, transfer teknologi, pengembangan dan penggunaan fasilitas dan desain teknik, produksi massal dan komersialisasi produk baru dan ranah lain yang saling menguntungkan kedua belah pihak. A-Wing International merupakan perusahaan manufaktur turbin energi angin dari Jepang. Perusahaan ini sudah masuk di Indonesia sejak bulan Mei tahun 2010. Selain di Indonesia, perusahaan asal Jepang ini juga membuka cabangnya di beberapa negara seperti Thailand, Korea Selatan, dan Mongolia. Mereka memproduksi turbin angin mulai dari skala kecil hingga besar. Turbin Majalah Nano Centre Indonesia | April 2013

Riset
angin ini memiliki prospek yang sangat menguntungkan di masa yang akan datang, dikarenakan ketersediaan energi listrik di Indonesia belum terpenuhi oleh PLN. Pak Ivan menyebutkan bahwa turbin yang diproduksi A-Wing International ini bisa dipakai selama 15 tahun tanpa perawatan ( maintenance) pada kondisi angin normal tanpa adanya badai. Keunggulan teknologi yang dimiliki oleh A-Wing International sudah teruji di negara lain yang telah lebih dahulu menggunakannya. Dengan adanya kerjasama ini Nano Center bisa mengembangkan lini bisnis yang boleh dibilang masih jarang digunakan di Indonesia ini tapi memiliki prospek yang cerah di masa yang akan datang. Potensi energi terbarukan yang diperoleh dari angin di Indonesia diperkirakan sekitar 9,2 GW. Memang biaya yang dikeluarkan untuk membeli turbin angin ini relatif lebih mahal dibandingkan dengan energi batu bara yang telah umum dipakai di Indonesia, tetapi akan terus mengalami penurunan di masa yang akan datang seiring dengan ditemukan bahan yang lebih murah. Semakin banyaknya pihak yang menggunakan (produksi massal), kebijakan pemerintah yang memberikan subsidi kepada pihak produsen agar dapat menjual dengan harga lebih rendah sehingga terjangkau oleh masyarakat banyak.

Contoh Penggunaan Turbin Angin untuk Rumah Tangga Sumber : A-Wing International

Majalah Nano Centre Indonesia | April 2013

Profil

100 Doktor Nano

TEKNOLOGI NANO MEMPERCEPAT KHASIAT KOSMETIK

Teknologi nano membantu penyerapan zat-zat yang dibutuhkan kulit dengan memperkecil ukuran zat dalam obat dan kosmetik sehingga mempercepat khasiat pada kulit.
IAPA yang tidak mengidamkan kulit mulus tanpa bekas luka, jerawat serta kerut-kerut tanda penuaan dini? Namun, Anda kesal dengan obat oles maupun kosmetik berbentuk krim dan gel yang lambat berefek pada kulit? Anda memang perlu bersabar diri untuk merasakan khasiat berbagai krim antiaging, anti-acne, ataupun obat oles luka bakar. Kemasan obat dan kosmetik berbentuk krim dan gel sebenarnya dimaksudkan untuk mempercepat terapi zat yang terkandung di dalamnya terhadap kulit. Namun, ukuran zat dalam krim dan gel tersebut umumnya lebih besar daripada pori-pori kulit. Efeknya, khasiatnya pun menjadi lamban dirasakan kulit. Liriklah bagaimana teknologi nano membantu penyerapan zat-zat yang dibutuhkan kulit dengan memperkecil ukurannya. Kepala Program Pengembangan Sediaan Topikal Obat dan Kosmetik Berbasis Nano, Pusat Teknologi Farmasi dan Medika, BPPT, Dr Etik Mardliyati, MEng mengatakan penghalangan zat-zat yang menembus pori-pori dapat diatasi dengan penerapan teknologi nano untuk memperkecil zat tersebut. "Jadi zat utama yang dibutuhkan kulit tersebut, kami perkecil ukurannya menjadi nano, yakni 60-80 nano. Dengan ukuran yang jauh lebih kecil, penyerapannya ke kulitpun akan jauh Iebih mudah," ucapnya saat dihubungi Media Indonesia, akhir pekan lalu. Dalam program yang diketuainya tersebut, timnya berhasil memodifikasi kitosan, zat hasil hidrolisis kitin menggunakan teknologi nano. Kitosan, imbuhnya, dipilih sebagai zat utama yang diubah ke ukuran nano karena sudah terbukti memiliki berbagai khasiat. Salah satunya di bidang kesehatan dan kecantikan, sebagai penyembuh luka serta mempercepat rehabilitasi kulit. Sementara itu, untuk obat luka bakar, timpal Etik, sediaan obat luka bakar yang sudah pernah dikembangkan laboratoriumnya langsung dimodifikasi menjadi kitosan nano. "Jika dibandingkan dengan Bioplacenton (obat bakar yang ada di pasaran), efek penyembuhannya lebih cepat," imbuhnya. (MI/2011)

Dr. Etik Mardliyati, MEng Pusat Teknologi Farmasi dan Medika, BPPT

Majalah Nano Centre Indonesia | April 2013

Profil

100 Doktor Nano

Dr. Etik Mardliyati

PAKAR NANO FARMASI INDONESIA


Dr. Etik Mardliyati, MEng. Wanita kelahiran Kediri, 30 September 1971 ini sejak tahun 1990 bekerja di Pusat Teknologi Farmasi dan Medika, BPPT. Menjadi Kepala program pengembangan formula sediaan farmasi berbasis teknologi nano. Dan Ketua kelompok penelitian formulasi sediaan obat herbal terstandar untuk indikasi penyakit antikanker & degeneratif pada tahun 20112012. Lulusan Doktor Engineering dari Kagoshima University, Japan untuk bidang Teknik Material (Material Science and Production Engineering) pada tahun 2001. Program Master ditempuhnya di kampus yang sama di bidang Teknik Kimia Terapan (Engineering Applied Chemistry). Program Strata satu juga di tempuhnnya di Negeri Sakura pada tahun 1996 di Kumamoto University.

Majalah Nano Centre Indonesia | April 2013

Profil

100 Doktor Nano

Dr. Etik pernah didaulat menjadi Tenaga ahli pada konsorsium Pengembangan pupuk nano dan pupuk slow-release untuk tanaman kelapa sawit pada tahun 2010 hingga 2012 di bawah kordinasi Balitbang Kehutanan, Departemen Pertanian. Pada tahun 2010 ikut serta berkontribusi dalam penyusunan Roadmap penerapan nanoteknologi di industri kimia dan pangan bersama dengan Badan Penelitian dan Penerapan Industri, Departemen Perindustrian. Wanita yang juga istri dari Ketua Masyarakat Nano Indonesia, Dr. Nurul Taufiqu Rochman ini. Mendapatkan anugrah Satyalancana Wirakarya yang disampaikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara pada Agustus 2011. Pada 2012 kembali mengukir prestasi sebagai Penerima Grant pada Program Insentif Riset SINas (Sistem Inovasi Nasional) b i d a n g Fokus Material Maju Hingga saat ini masih aktif dalam menulis publikasi ilmiah tidak kurang dari 57 buah yang dimuat dalam jurnal nasional maupun internasional semasa Etik menjalani karyasiswa di Jepang pada 1991-2001. Sebagian besar tema tulisannya terkait dengan bidang nano farmasi dan Aplikasi. Sehingga tidak berlebihan jika Dr. Etik Mardliyati menjadi pakar di bidang Nano Farmasi di Indonesia. Pada tahun 2008 menjadi ketua kelompok penelitian Formulasi Sediaan Herbal untuk Indikasi Penyakit Kanker dan Degeneratif di Pusat Penelitian Teknologi Farmasi dan Medika (PTFM), BPPT. Tahun 2010 melalui skema hibah Insentif Riset Kementrian Riset dan Teknologi mengembangkan Nanopartikel Kitosan untuk sediaan Topikal Antiaging. Tahun 2011-2012 melalui Program prioritas BPPT melakukan riset terapan Pengembangan produ sediaan farmasi berbasis teknologi nano. Selain aktif menjadi peneliti BPPT. Dr Etik juga aktif dalam upaya pengembangan masyarakat (Community Development) sebagi Pembina di Yayasan Nano Center Indonesia. Bidang Transfer Teknologi terutama di bidang Nano Herbal. Dan aktif di berbagai seminar dan workshop dalam upaya menggemakan nano teknologi di Indonesia. Sehari hari Dr. Etik dapat di jumpai di kantor Pusat Teknologi Farmasi dan Medika Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Dan Laboratoria Pengembangan Teknologi Industri Agro dan Biomedika (LAPTIAB) Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang.

Majalah Nano Centre Indonesia | April 2013

Nano Inovasi Nano Center Indonesia

Kembangkan Pewarna Alami Pupuk Berukuran Nano dari Daun Jati


Dalam pihak rangka yang menghidari tidak Pupuk penyalahgunaan jawab maka oleh dalam bertanggung Bersubsidi Penyaluran dilakukan

perbedaan warna pupuk antara pupuk bersubsidi dengan pupuk untuk komersil. Penggunaan bahan pewarna sintesis untuk pupuk menghasilkan limbah kimia yang tidak bisa diurai oleh tanah sehingga menjadi sesuatu yang mengundang masalah berupa penurunan kualitas tanah dan pencemaran lingkungan. Penggunaan pewarna alami untuk pupuk merupakan salah satu solusi untuk mengatasi hal Divisi Herbal Nano Center Indonesia. Melakukan pengujian daun Jati sebagai pewarna alami untuk pupuk tersebut. Pengunaan pewarna alami lebih aman digunakan, ramah lingkungan dan tidak meracuni tanaman. Penelitian tersebut dilakukan oleh Riahna Kembaren, S.Si. Alumni Biokimia, IPB yang kini sedang magang penelitian di Nano Center Indonesia. Penelitian untuk mengolah daun jati menjadi pewarna alami pupuk berwarna merah. Daun jati muda (petiola) berwarna hijau ke coklatan. Daun jati muda memiliki kandungan pigmen alami yang terdiri dari pheophiptin, -karoten, pelargonidin 3-glukosida, pelargonidin 3,7diglukosida, klorofil dan dua pigmen lain yang belum diidentifikasi. Pada penelitian yang dilakukan oleh Nano Center Indonesia, Daun muda jati diekstraksi menggunakan pelarut air. Kemudian diberi perlakuan mekanik berupa gerusan, disaring dan diperoleh larutan berwarna merah kecoklatan. Larutan berwarna merah tersebut kemudian dianalisis menggunakan Particle Size Analyzer diperoleh ukuran partikel rata-rata sebesar 109.2 nm. Ukuran senyawa pada skala nano tersebut meningkatkan penyerapan oleh akar tumbuhan. Senyawa yang terkandung dalam pewarna alami daun jati muda ini salah satunya adalah golongan antosianin yang merupakan senyawa flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan yang dapat meningkatkan kualitas pupuk itu sendiri. Larutan berwarna merah kecoklatan tersebut dikeringkan dengan spray drying, diperoleh serbuk pewarna merah untuk pupuk. Hasil ini diharapkan agar dihasilkan pewarrna pupuk dari daun jati dan kekayaan alam Indonesia dapat terus dijadikan produk bernilai jual tinggi.

Majalah Nano Centre Indonesia | April 2013

Nano Inovasi Nano Center Indonesia

Berhasil Mengembangkan Pengolahan Propolis Bebas Wax


Tim R&D Nano Center

Teknologi
Telah berhasil

Indonesia

mengembangkan sebuah metode pengolahan propolis yang menghasilkan propolis bebas wax dan tanpa menurunkan konsentrasi flavonoid dan polifenol di dalamnya. Metode ini sangat sederhana namun aplikatif dan telah berhasil memisahkan wax propolis dari propolis itu sendiri. Memerlukan sebuah eksperimen tertentu sehingga menghasilkan propolis berkualitas tinggi. Lalu, apa yang menjadi ukuran tingginya kualitas dari propolis? Dilaporkan dalam beberapa penelitian bahwa flavonoid dan polifenol adalah karakter utama Nurwenda Novan Maulana, MS Wakil Direktur R&D Nano Center Indonesia propolis yang menjadi dasar kualitasnya. Semakin tinggi kandungan polifenol dan flavonoid, semakin bagus kualitas propolis. Berdasarkan informasi ini, Nurwenda Novan Maulana, M.S selaku wakil direktur R&D Nano Center Indonesia mengembangkan sebuah metode untuk mendapatkan propolis dengan polifenol dan flavonoid tinggi serta bebas wax, dengan partikel propolis berukuran nanometer. Beberapa jenis propolis sudah pernah diujicoba menggunakan metode ini dan menghasilkan propolis yang bersih dari wax atau lilin lebah. Hasil tersebut ditunjukkan dalam sebuah laporan analisis data yang valid dan diukur menggunakan alat dan metode yang sesuai. Kedepannya, diharapkan tidak ada lagi propolis yang beredar dipasaran yang mengandung wax yang bisa mengakibatkan alergi dan juga mungkin mengarah pada kerusakan hati sebagai pusat metabolisme tubuh.

Majalah Nano Centre Indonesia | April 2013

Journal Club

Journal Club merupakan sebuah sarana pembelajaran yang sudah turun temurun dijalankan di dunia sains dan penelitian. Bahkan hampir semua grup riset di negara maju mengadopsi program ini dalam rapat mingguan mereka. Format Journal Club secara umum adalah ada salah seorang yang membedah (dalam bentuk presentasi) salah satu paper yang berhubungan dengan riset di grup tersebut, kemudian anggota grup lain mendiskusikan .

Journal Club 4

Imobilisasi Lysozym Kacang Adzuki


Rabu, 30 Januari 2013.

Dari

Limbah

Tim R&D Nano Center Indonesia melangsungkan program jurnal club. Judul jurnal yang didiskusikan kali ini adalah Immobilization of Lysozyme on Biomass Charcoal Powder Derived from Plant Biomass Wastes. Paparan disajikan Kurniawan Dwi Saputro, mahasiswa jurusan Teknik Industri Pertanian Universitas Brawijaya.

Majalah Nano Centre Indonesia | April 2013

Journal Club
Jurnal yang dipublikasikan oleh Journal of Biomaterial & Nanobiotechnology di tahun 2012 oleh peneliti dari Tokyo Metropolitan University, Jepang. Secara umum paper ini membahas mengenai imobilisasi enzim lysozyme dengan adsorpsi ke serbuk arang dari limbah kacang adzuki untuk peningkatan stabilitas enzim. Immobilisasi enzim ke dalam beragam pembawa (carrier) tak larut air telah menarik perhatian di bidang bioteknologi, kimia murni, farmasi dan biosensor. Karakteristik carrier yang diinginkan antara lain permukaan yang luas, hidrofilik, permeabilitas, stabilitas tinggi, tahan terhadap serangan mikroba dan biaya murah. Beberapa material padat seperti polimer alam, protein, polimer sintetis dan mineral telah dicoba sebagai pembawa (carrier). Stabilitas dan aktifitas immobilized enzyme sangat dipengaruhi oleh struktur pendukung dan metode immobilisasi. Di lain pihak, sampah biomassa tanaman yang melimpah belum dimanfaatkan secara optimal. Biomassa tersebut dapat dimanfaatkan menjadi arang dengan metode pirolisis. Pengembangan lebih lanjut arang sangat diminati untuk menambah kegunaan dengan nilai tambah tinggi. Peningkatan stabilitas enzim dengan cara memodifikasi enzim seperti dengan adsorpsi, penjebakan, enkapsulasi maupun secara ikatan kovalen sudah dilakukan. Dari metode-metode tersebut, immobilisasi enzim dengan adsorpsi dipertimbangkan yang paling sederhana dan ekonomis. Selain itu, enzim yang diimmobilisasi melalui adsorpsi memiliki keuntungan penerapan yang luas karena dapat mempertahankan struktur dan fungsi aslinya. Dalam paper ini, Biomass Charcoal Powder (BCP) digunakan sebagai matriks pembawa untuk immobilisasi lysozyme dari bagian putih telur ayam. BCP diperoleh dari limbah adzuki bean dengan pirolisis tanpa pembakaran dibawah atmosfer nitrogen dan digiling dengan jet mill. Jumlah lysozyme yang diimmobilisasi dalam BCP dari adzuki bean dengan adsorpsi adalah 11 mol/g (0.16 g/g) pada pH 7.0. Nilai pH optimal untuk aktifitas lysozyme bebas dan diimmobilisasi masing-masing adalah 6.8 dan 7.2. Suhu optimal untuk keduanya adalah 25C. Paruh hidup lysozyme yang diimmobilisasi 1.8 kali lebih lama dibandingkan lysozyme pada 5C. Sedangkan paruh hidup lysozyme yang diimmobilisasi 7 kali lebih lama daripada lysozyme pada 90C. (RnD NCI)
Majalah Nano Centre Indonesia | April 2013

Nano Club

Diskusi Ilmiah Bersama NASAFOR (Nano Sains Forum) Universitas Diponegoro


Direktur Eksekutif Nano Indonesia, Suryandaru ST (dua dari kanan) bersama Pengurus Nasafor, Undip Selasa, 12 Maret 2013. Sebagai salah satu kontribusi Nano Center Indonesia terhadap perkembangan nano club mahasiswa Indonesia. Direktur Eksekutif Nano Center Indonesia, Suryandaru ST berkesempatan untuk bertemu dengan Pengurus Nano Sains Forum (NASAFOR) Universitas Diponegoro, Semarang. Suryandaru, berkunjung dan berdisusi kepada Ketua Nasafor, Singgih Wibowo dan Wakul ketua Nano World Indonesia, Kasto Wijoyo Teguh Guntoro yang juga adalah mahasiswa Universitas Diponegoro bersama anggota nano club yang lain. Diskusi yang berlangsung di salah satu Rumah makan, Student Business Center UNDIP. Berjalan asyik dengan membahas tentang konsep ilmu nanosains dan nanoteknologi. Bagaimana nano club menjadi salah satu wadah ilmiah bagi mahasiswa untuk mempelajari iptek nano. Selanjutnya berdiskusi untuk merencanakan kegiatan-kegiatan produktif nano club di masa mendatang.(sry)

Majalah Nano Centre Indonesia | April 2013

Majalah Nano Center Indonesia


Alamat : Balai Inkubator Teknologi, Kawasan Puspiptek, Gedung 410. Serpong, Kota Tangerang Selatan Indonesia Telp/Fax: 021-75870479 Email: infocenter@nano.or.id Web : http://center.nano.or.id