Anda di halaman 1dari 46

BUKU PEDOMAN UTSAWA DHARMA GITA TINGKAT NASIONAL XII TAHUN 2014

LEMBAGA PENGEMBANGAN DHARMA GITA PUSAT 2012

|Pedoman UDG XII Tahun 2014

KATA SAMBUTAN
Om Swastyastu, Dharma gita merupakan salah satu dari enam metode pembinaan umat Hindu yang dikenal dengan Sad Dharma (darma tula, dharma wacana, dharma gita, dharma yatra, dharma sadhana dan dharma santi). Nilai-nilai ajaran agama Hindu yang adi luhur tersimpan di dalam kitabkitab susastra agama Hindu, baik yang berbahasa Sansekerta, Jawa Kuna maupun yang berbahasa Bali. Susastra Hindu tersebut perlu digali dan diaktualisasikan melalui seni keagamaan agar memudahkan pemahaman dan penghayatannya. Seni dimaksud adalah dharma gita. Hubungan dharma gita yang tak dapat dipisahkan dari upacara keagamaan Hindu menempatkan dharma gita pada posisi yang sangat penting terutama dalam upaya menciptakan susana yang hening dan suci sehingga upacara keagamaan tersebut berlangsung penuh khidmat dan khusuk. Posisi dharma gita tersebut alangkah baiknya jika dimanfaatkan pula untuk pembinaan umat Hindu yang tersebar di seluruh nusantara. Ide inilah yang mengilhami dharma gita untuk dapat dilombakan sehingga menjadi Utsawa dharma gita yang ada sekarang ini. Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) Tingkat Pusat menyambut baik tersusunnya Buku Pedoman Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional XII Tahun 2014 di Palangkaraya. Sehubungan dengan itu, LPDG Tingkat Pusat menyampaikan terima kasih kepada TIM dan semua pihak yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh demi tersusunnya buku pedoman ini. Semoga Hyang Widhi melimpahkan phalakarma atas semua itu. Om Santih, Santih, Santih.

Jakarta, 2012 Lembaga Pengembangan Dharma Gita Pusat Ketua Umum

IBG Yudha Triguna.

|Pedoman UDG XII Tahun 2014

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Dharma Gita sebagai nyanyian suci keagamaan Hindu memiliki peran sangat penting dalam pembinaan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran agama Hindu di seluruh Indonesia. Teksnya bersumber dari ajaran suci Weda yang mengandung nilai-nilai spiritual, etika dan estetika yang sangat tinggi sehingga memberi tuntunan pemahaman agama Hindu mulai dari aspek Acara/Upacara. Penyajian yang dijalin dalam bentuk nyanyian suci keagamaan dengan irama lagu yang melankolik sangat membantu menciptakan suasana hening, khidmat, dan suci. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan keberadaannya dalam menyertai berbagai kegiatan yadnya. Bait-bait mantra suci Weda yang dirangkai dalam bentuk puisi menjadi dharma gita terasa lebih indah untuk dinikmati. Keberadaan dharma gita dikalangan Umat Hindu Nusantara memiliki keragaman dalam bahasa, irama lagu, maupun cara-cara melantunkannya. Hal itu telah mengantarkan umat Hindu pada kekayaan budaya dibidang seni yang tak terbatas dalam memberi dukungan dan membangkitkan rasa keagaman sesuai dengan budaya daerah masing-masing, maupun dalam meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran agama Hindu. Dharma gita sebagai budaya luhur yang tersebar di seluruh wilayah nusantara patut dilestarikan, dibina dan dikembangkan lebih luas lagi, tidak hanya dikalangan generasi tua maupun tokoh-tokoh agama Hindu, melainkan juga kepada generasi muda, remaja dan anakanak. Salah satu media pelestarian dan pengembangan dharma gita adalah melalui kegiatan Utsawa Dharma Gita (UDG) sebagaimana yang telah dilaksanakan selama ini. Untuk tingkat nasional Utsawa Dharma 3 Tattwa, Susila, maupun

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 Gita dilaksanakan sekali dalam 3 (tiga) tahun, kegiatan ini diharapkan menjadi ajang pembuktian kemampuan olah seni suara para peserta/utusan dari provinsi seluruh Indonesia. 1.2 Nama dan Bentuk Kegiatan Nama kegiatan adalah UTSAWA DHARMA GITA TINGKAT

NASIONAL XII TAHUN 2014. Utsawa berarti festival atau lomba, sedangkan Dharma Gita adalah nyanyian suci keagamaan, dengan demikian Utsawa Dharma Gita adalah festival atau lomba nyanyian suci keagaman Hindu. Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional XII Tahun 2014 menyelenggarakan kegiatan yang berbentuk : 1) Pengukuhan Dewan Juri; 2) Technical meeting; 3) Pawai Budaya Daerah Bernuansa Hindu; 4) Upacara Pembukaan; 5) Utsawa Pembacaan Mantra / Sloka; 6) Utsawa Pembacaan Phalawakya; 7) Utsawa Dharma Wacana; 8) Utsawa Dharma Widya ( Cerdas Cermat ); 9) Utsawa Kidung Daerah Bernuansa Hindu; 10) Utsawa menghafal Mantra / Sloka terbanyak; 11) Pameran Budaya dan Keagamaan Hindu; 12) Pentas Seni Bernafaskan Hindu; 13) Tirthayatra; 14) Sarasehan; dan 15) Upacara Penutupan. 1.3 Dasar Pelaksanaan Utsawa dilaksanakan Indonesia. 4 Dharma Gita Tingkat Nasional Menteri XII Tahun 2014 berdasarkan Keputusan Agama Republik

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 1.4 Tujuan Tujuan penyelenggaraan Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional XII Tahun 2014 adalah : a. Tujuan Umum 1) Meningkatkan pengetahuan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan kitab suci Weda. 2) Meningkatkan sraddha dan bhakti sebagai landasan terbentuknya susila Hindu. 3) 4) Melestarikan dan mengembangkan dharma gita. Memantapkan kerukunan intern umat Hindu yang dinamis dan faktual. 5) 6) Menyamakan persepsi tentang dharma gita. Meningkatkan kajian terhadap kitab suci Weda.

b. Tujuan Khusus 1) Meningkatkan keterampilan membaca kitab suci Weda/ kidung-kidung keagamaan Hindu. 2) 3) Meningkatkan penguasaan materi ajaran agama Hindu. Memperluas daerah. 4) 5) 6) Merintis kader kader pedharmawacana. Memilih peserta terbaik Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional. Menemukan solusi terbaik berbagai permasalahan tentang penyelenggaraan Utsawa Dharma Gita ke depan. 1.5. Tema Tema Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional XII tahun 2014 adalah : wawasan tentang kidung keagamaan Hindu

"MELALUI UTSAWA DHARMA GITA TINGKAT NASIONAL XII KITA MANTAPKAN PEMAHAMAN, PENGHAYATAN DAN PENGAMALAN AJARAN SUCI WEDA DALAM RANGKA MEMPERKOKOH PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA." 5

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 1.6. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Utsawa dilaksanakan Dharma pada Gita Tingkat Juli Nasional di XII Tahun 2014 atau bulan 2014 Palangkaraya

Palembang/Palu/NTB 1.7. Biaya Biaya kegiatan Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional XII Tahun 2014 dibebankan pada : a. DIPA Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu. b. APBD Provinsi/Daerah penyelenggara. c. Bantuan dari donator / masyarakat yang tidak mengikat yang disalurkan melalui Panitia Pelaksana.

|Pedoman UDG XII Tahun 2014

BAB II PENYELENGGARAAN
2.1. Tahapan Penyelenggaraan 1) Penjajakan dan penetapan daerah provinsi sebagai tuan rumah Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional XII Tahun 2014. 2) Pembentukan Panitia Pelaksana Tingkat Nasional. 3) Penetapan Program Kerja Panitia dan Jadwal Kegiatan. 4) Pembentukkan Dewan Juri. 5) Pelaksanaan kegiatan Utsawa Dharma Gita. 6) Evaluasi dan pelaporan kegiatan. 7) Pembubaran Panitia. 2.2. Kepanitiaan Panitia Pelaksana Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional XII Tahun 2014 dibentuk dan ditetapkan dengan Surat Keputusan Menteri Agama R.I. Untuk peningkatan kualitas Utsawa Dharma Gita, dalam melaksanakan berpedoman tugas-tugas Tri Sukses kepanitiaannya yaitu sukses Panitia Pelaksana sukses pada perencanaan,

pelaksanaan, dan sukses pertanggungjawaban, yang terpadu dalam koordinasi, integrasi dan sinkronisasi (KIS). 2.3. Tempat Penyelenggaraan Kesiapan daerah menjadi calon tempat penyelenggaraan Utsawa Dharma Gita (UDG) Tingkat Nasional keberikutnya dibicarakan di dalam Sarasehan pembicara UDG yang Tingkat Nasional yang dilaporkan Perwakilan oleh seorang yang mewakili daerahnya. daerah

diprioritaskan berbicara adalah dari daerah yang telah berkoordinasi dengan Pemda Provinsi dan dibuktikan dengan Surat Kesediaan dari Pemerintah Provinsi setempat.

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 Daerah-daerah yang Pemda Provinsinya menyatakan diri bersedia menjadi tuan rumah akan direngking menjadi 3 (tiga) daerah. Ketiga daerah tersebut akan dijajaki dan dievaluasi secara intensif, kemudian disimpulkan dan untuk selanjutnya diusulkan kepada Menteri Agama untuk ditetapkan sebagai Daerah Tempat Penyelenggaraan UDG Tingkat Nasional. Masa waktu penetapan ini selambat-lambatnya 1 (satu) tahun setelah Sarasehan. 2.4. Sarasehan Sarasehan dalam rangka Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional XII Tahun 2014 diikuti oleh 165 orang peserta terdiri dari : 1). Pengurus LPDG Tingkat Pusat 8 (delapan) orang; 2). Pengurus LPDG Tingkat Provinsi 33 (tiga puluh tiga) orang dari 33 (tiga puluh tiga) provinsi; 3). Pengurus Harian PHDI Pusat 3 (tiga) orang; 4). Ditjen Bimas Hindu 15 (lima belas) orang; 5). Ketua PHDI Provinsi 33 (tiga puluh tiga) orang dari 33 (tiga puluh tiga) provinsi; 6). Panitia Pelaksana UDG Tingkat Nasional 15 (lima belas) orang; 7). Official kontingen 33 (tiga puluh tiga) orang dari 33 (tiga puluh tiga) provinsi; 8). Tokoh masyarakat dan pemuka agama Hindu 10 (sepuluh) orang. 9). Panitia Pelaksana Daerah 15 (lima belas) orang Kehadiran peserta sarasehan dari masing-masing unsur tersebut diundang oleh Panitia UDG Tingkat Nasional XII dan wajib mendaftarkan diri kepada Panitia.

|Pedoman UDG XII Tahun 2014

BAB III JENIS DAN KATAGORI UTSAWA


Jenis dan katagori utsawa yang akan diadakan dalam Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional XII Tahun 2014 adalah sebagai berikut : 1. Utsawa baca dan terjemah Mantra/Sloka Diikuti oleh peserta pasangan : a. Tingkat Anak-Anak Putra b. Tingkat Anak-anak Putri c. Tingkat Remaja putra. d. Tingkat Remaja putri. e. Tingkat Dewasa Putra. f. Tingkat Dewasa Putri. 2. Utsawa baca dan terjemah Phalawakya Diikuti oleh peserta pasangan : a. Tingkat remaja putra. b. Tingkat remaja putri. c. Tingkat dewasa putra. d. Tingkat dewasa putri. 3. Utsawa Kidung Daerah Bernuansa Hindu Diikuti oleh satu regu peserta (satu regu maksimal 5 orang) bisa beregu putra, beregu putri atau campuran putra-putri. 4. Utsawa Dharma Wacana Diikuti oleh peserta perorangan : a. Tingkat anak anak putra ( 9 11 tahun) b. Tingkat anak anak putri c. Tingkat remaja putra. (12 19 tahun) d. Tingkat remaja putri e. Tingkat dewasa putra. (20 45 tahun) f. Tingkat dewasa putri 9

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 5. Utsawa Dharma Wacana Berbahasa Inggris Diikuti oleh peserta perorangan : a. Tingkat Remaja Putra b. Tingkat Remaja Putri c. Tingkat Dewasa Putra d. Tingkat Dewasa Putri 6. Utsawa Dharma Widya Diikuti oleh peserta beregu : a. Tingkat SD. b. Tingkat SMP. c. Tingkat SMA/SMK. 7. Utsawa menghafal terbanyak Mantra / Sloka Diikuti oleh peserta perorangan : a. Tingkat anak-anak putra/putri b. Tingkat remaja putra/putri. c. Tingkat dewasa putra/putri.

10

|Pedoman UDG XII Tahun 2014

BAB IV PENDAMPING (OFFICIAL)


Setiap regu pada masing-masing jenis lomba didampingi oleh seorang official yang bertugas : a. Menyiapkan administrasi peserta dan mendaftarkan peserta pada panitia penerima. b. Mengikuti technical meeting. c. Mempersiapkan peserta untuk masing-masing lomba. d. Mengurus segala perlengkapan yang diperlukan peserta lomba. e. Menghubungi pihak Panitia sesuai dengan keperluannya.

BAB V DEWAN JURI


Komposisi dan personalia Dewan Juri Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional XII Tahun 2014 ditetapkan dengan Surat Keputusan Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) Tingkat Pusat / Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama R.I. Rekruitmen Juri Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional XII Tahun 2014 berasal dari seleksi peserta Orientasi Juri Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional yang dikirim oleh LPDG Provinsi, LPDG Pusat dan Ditjen Bimas Hindu sesuai permintaan dari Panitia Pelaksana Orientasi Juri dari Ditjen Bimas Hindu. Dewan Juri dikukuhkan oleh Ketua Umum LPDG Tingkat Pusat / Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama R.I. dalam suatu upacara agama Hindu di pura.

11

|Pedoman UDG XII Tahun 2014

BAB VI PERTEMUAN TEKNIS (TECHNICAL MEETING)


6.1. Peserta dan Tempat Technical Meeting diikuti oleh : a. Seluruh Dewan Juri. b. Seluruh Official/Pendamping. c. Perwakilan Panitia 3 (tiga) orang. Technical Meeting dilaksanakan di ruang tertutup dan dipimpin oleh Ketua Dewan Juri. 6.2. Susunan Acara Susunan acara technical meeting adalah sebagai berikut : a. Sambutan Dirjen Bimas Hindu. b. Penyerahan palu sidang kepada Ketua Dewan Juri. c. Pembukaan technical meeting oleh Ketua Dewan Juri. d. Arahan teknis lomba dari Dewan Juri. e. Penutup. f. Pengundian nomor tampil peserta pada masing-masing lomba g. Pengundian materi wajib untuk sloka dan palawakya

12

|Pedoman UDG XII Tahun 2014

BAB VII TEKNIS LOMBA


Teknis utsawa/lomba secara umum diatur sebagai berikut : 1. 2. Penentuan nomor tampil peserta dilakukan melalui undian pada waktu technical meeting. Naskah wajib beserta terjemahan Sloka/Mantra dan Phalawakya yang dilombakan adalah seperti yang tertulis pada lampiran buku pedoman ini. 3. 4. 5. 6. Naskah pilihan dan terjemahan Sloka/Mantra dibawakan dengan cara hafalan. Terjemahan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Penentuan naskah wajib yang dibawakan oleh masing-masing peserta dilakukan melalui undian pada waktu technical meeting. Jumlah naskah wajib baik Sloka/Mantra maupun Phalawakya yang harus dibawakan oleh masing-masing peserta sebanyak 2 (dua) bait sesuai dengan hasil undian yang diperoleh. 7. Naskah pilihan Mantra/Sloka dipilih sendiri oleh peserta dari naskah-naskah pilihan yang tersedia dalam buku Pedoman dan dibawakan hanya 1 (satu) bait, pembaca maupun penterjemah dibawakan dengan cara hafalan. 8. Naskah pilihan Phalawakya dipilih sendiri oleh peserta dari naskah-naskah pilihan yang tersedia dalam buku Pedoman dan dibawakan hanya 1 (satu) bait, pembaca maupun penterjemah dibawakan dengan cara hafalan. 9. Peserta utsawa Sloka/Mantra dan Phalawakya dilarang membawa naskah/buku ke atas panggung tempat lomba, kecuali naskah/buku yang disiapkan oleh Panitia. dan Phalawakya

13

|Pedoman UDG XII Tahun 2014

BAB VIII PENETAPAN PEMENANG DAN HADIAH


1. Pemenang untuk masing-masing jenis dan katagori lomba ditentukan berdasarkan jumlah nilai terbanyak yang berhasil diperoleh dan ditetapkan dalam surat Keputusan Dewan Juri Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional XII Tahun 2014. 2. Juara Umum Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional XII Tahun 2014 diberikan kepada daerah/provinsi yang berhasil meraih medali emas terbanyak dan jumlah nilai tertinggi dari seluruh katagori lomba, dan ditetapkan dalam Keputusan Dewan Juri. 3. Kejuaraan dalam Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional XII Tahun 2014 terdiri dari: a. Utsawa Mantra /Sloka Pasangan Anak-anak dan Remaja Putra/Putri : Juara I Juara II Juara III Juara Harapan I Juara Harapan II Juara Harapan III b. Utsawa Mantra / Sloka Pasangan Remaja Putri : Juara I Juara II Juara III Juara Harapan I Juara Harapan II Juara Harapan III c. Utsawa Phalawakya Pasangan Remaja Putra : Juara I Juara II 14

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 Juara III Juara Harapan I Juara Harapan II Juara Harapan III d. Utsawa Phalawakya Pasangan Remaja Putri : Juara I Juara II Juara III Juara Harapan I Juara Harapan II Juara Harapan III e. Utsawa Phalawakya Pasangan Dewasa Putra : Juara I Juara II Juara III Juara Harapan I Juara Harapan II Juara Harapan III f. Utsawa Phalawakya Pasangan Dewasa Putri : Juara I Juara II Juara III Juara Harapan I Juara Harapan II Juara Harapan III g. Utsawa Dharma Widya (Cerdas Cermat) Beregu Tingkat SD Juara I Juara II Juara III h. Utsawa Dharma Widya (Cerdas Cermat) Beregu Tingkat SMP Juara I 15

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 Juara II Juara III i. Utsawa Dharma Widya (Cerdas Cermat) Beregu Tingkat SMU Juara I Juara II Juara III j. Utsawa Dharma Wacana Perorangan Anak-Anak Putra : Juara I Juara II Juara III Juara Harapan I Juara Harapan II Juara Harapan III k. Utsawa Dharma Wacana Perorangan Anak-Anak Putri : Juara I Juara II Juara III Juara Harapan I Juara Harapan II Juara Harapan III l. Utsawa Dharma Wacana Perorangan Remaja Putra : Juara I Juara II Juara III Juara Harapan I Juara Harapan II Juara Harapan III m. Utsawa Dharma Wacana Perorangan Remaja Putri : Juara I Juara II Juara III Juara Harapan I 16

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 Juara Harapan II

Juara Harapan III n. Utsawa Dharma Wacana Perorangan Dewasa Putra : Juara I Juara II Juara III Juara Harapan I Juara Harapan II Juara Harapan III o. Utsawa Dharma Wacana Perorangan Dewasa Putri : Juara I Juara II Juara III Juara Harapan I Juara Harapan II Juara Harapan III p. Utsawa Dharma Wacana Berbahasa Inggris perorangan Remaja Putra : Juara I Juara II Juara III Juara Harapan I Juara Harapan II Juara Harapan III q. Utsawa Dharma Wacana Berbahasa Inggris perorangan Remaja Putri : Juara I Juara II Juara III Juara Harapan I Juara Harapan II Juara Harapan III 17

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 r. Utsawa Dharma Wacana Berbahasa Inggris perorangan Dewasa Putra : Juara I Juara II Juara III Juara Harapan I Juara Harapan II Juara Harapan III s. Utsawa Dharma Wacana Berbahasa Inggris perorangan Dewasa Putri : Juara I Juara II Juara III Juara Harapan I Juara Harapan II Juara Harapan III t. Utsawa Kidung Daerah Bernuansa Hindu Putra/Putri : Juara I Juara II Juara III Juara Harapan I Juara Harapan II Juara Harapan III u. Utsawa Menghafal Terbanyak Mantra/Sloka Perorangan Tingkat Anak Anak Putra/Putri : Juara I Juara II Juara III Juara Harapan I Juara Harapan II 18 Juara Harapan III Perorangan/Beregu

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 v. Utsawa Menghafal Terbanyak Mantra/Sloka Perorangan Tingkat Remaja Putra/Putri : Juara I Juara II Juara III Juara Harapan I Juara Harapan II Juara Harapan III w. Utsawa Menghafal Terbanyak Mantra/Sloka Perorangan Tingkat Dewasa Putra/Putri : Juara I Juara II Juara III Juara Harapan I Juara Harapan II Juara Harapan III 4. Masing-masing penghargaan. 5. Masing-masing Juara Harapan I, II dan III diberikan piala tetap dan piagam penghargaan. 6. Kontingen yang meraih Juara Umum UDG Tingkat Nasional XII Tahun 2014 diberikan piala bergilir serta piagam penghargaan. 7. Bentuk dan bahan piala, piagam penghargaan serta jumlah uang pembinaan ditetapkan dalam surat Keputusan LPDG Tingkat Nasional, Juara I, II, III diberikan piala tetap, piagam

19

|Pedoman UDG XII Tahun 2014

BAB IX LAYANAN KEPANITIAAN


9.1. Transportasi (1) Panitia menyediakan transportasi selama kegiatan UDG sejak H-1 sampai H+1. (2) Kontingen diantar jemput sesuai dengan tempat dan jadual yang telah ditentukan oleh panitia. (3) Bentuk dan jenis alat transportasi disesuaikan dengan tingkat kemampuan panitia. 9.2. Akomodasi (1) Seluruh Akomodasi disediakan sesuai jumlah peserta yang telah ditetapkan oleh panitia penyelenggara sejak H -1 sampai H +1. (2) Seluruh peserta wajib mentaati aturan yang telah ditetapkan oleh panitia dan pihak manajemen hotel. 9.3. Konsumsi (1) Konsumsi (2) Konsumsi disediakan sesuai jumlah oleh peserta panitia yang telah ditetapkan oleh panitia penyelenggara sejak H -1 sampai H +1. didistribusikan melalui ketua/koordinator kontingen. (3) Waktu dan tempat penyediaan konsumsi diatur sesuai jadual yang ditetapkan oleh panitia. 9.4. Kesekretariatan (1) Kehadiran peserta/kontingen UDG Tingkat Nasional wajib melapor dan mendaftarkan data kontingennya kepada petugas/panitia di posko check in yang telah ditentukan. (2) Panitia menyediakan dan memberikan kelengkapan peserta UDG Tingkat Nasional. (3) Laporan pertanggungjawaban penyelenggaraan UDG Tingkat Nasional XII Tahun 2014 dibuat oleh Panitia sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku. 20

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 9.5. Kesehatan (1) Panitia menyediakan pelayanan kesehatan untuk peserta dan Panitia. (2) Layanan yang diberikan cuma-cuma adalah untuk gangguan kesehatan ringan yang terjadi di lokasi. (3) Penyakit bawaan dan kronis menjadi tanggung jawab kontingen yang bersangkutan. (4) Posko kesehatan diadakan di Sekretariat Panitia.

21

|Pedoman UDG XII Tahun 2014

BAB X SARANA PRASARANA DAN PETUGAS LOMBA


Untuk kelancaran dan ketertiban pelaksanaan utsawa/lomba, Panitia Daerah harus mempersiapkan sarana prasarana dan petugas disetiap tempat penyelenggaraan lomba, yaitu sebagai berikut : 10.1. Utsawa Mantra/Sloka Anak-Anak dan Remaja Putra (1). Untuk kelancaran pelaksanaan lomba, panitia menyediakan alat kelengkapan sebagai berikut : a. Ruangan dan stage lomba. b. Dulang, pejati, dupa/hio. c. Sound system (sesuai kebutuhan). d. Meja dan kursi juri dan perekap nilai (6 set). e. Kursi peserta di ruang tunggu. f. Kalkulator, bolpoin, blanko nilai, pensil. g. Kutipan naskah wajib dan terjemahannya sesuai nomor undian naskah dan nomor undian tampil. (2). Petugas lomba terdiri dari : a. Pembawa acara 2 orang. b. Perekap nilai 3 orang. c. Petugas keamanan 1 orang. 10.2. Utsawa Mantra/Sloka Anak-Anak dan Remaja Putri (1). Untuk kelancaran pelaksanaan lomba, panitia menyediakan alat kelengkapan sebagai berikut : a. Ruangan dan stage lomba. b. Dulang, pejati, dupa/hio. c. Sound system (sesuai kebutuhan). d. Meja dan kursi juri dan perekap nilai (6 set). e. Kursi peserta di ruang tunggu. 22

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 f. Kalkulator, bolpoin, blanko nilai, pensil. g. Kutipan naskah wajib dan terjemahannya sesuai nomor undian naskah dan nomor undian tampil. (2). Petugas lomba terdiri dari : a. Pembawa acara 2 orang. b. Perekap nilai 3 orang. c. Petugas keamanan 1 orang. 10.3. Utsawa Phalawakya Remaja Putra (1). Untuk kelancaran pelaksanaan lomba, panitia menyediakan alat kelengkapan sebagai berikut : a. Ruangan dan stage lomba. b. Dulang, pejati, dupa/hio. c. Sound system (sesuai kebutuhan). d. Meja dan kursi juri dan perekap nilai (6 set). e. Kursi peserta di ruang tunggu. f. Kalkulator, bolpoin, blanko nilai, pensil. g. Kutipan naskah wajib dan terjemahannya sesuai nomor undian naskah dan nomor undian tampil. (2). Petugas lomba terdiri dari : a. Pembawa acara 2 orang. b. Perekap nilai 3 orang. c. Petugas keamanan 1 orang 10.4. Utsawa Phalawakya Remaja Putri (1). Untuk kelancaran pelaksanaan lomba, panitia menyediakan alat kelengkapan sebagai berikut : a. Ruangan dan stage lomba. b. Dulang, pejati, dupa/hio. c. Sound system (sesuai kebutuhan). d. Meja dan kursi juri dan perekap nilai (6 set). e. Kursi peserta di ruang tunggu. 23

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 f. Kalkulator, bolpoin, blanko nilai, pensil. g. Kutipan naskah wajib dan terjemahannya sesuai nomor undian naskah dan nomor undian tampil. (2). Petugas lomba terdiri dari : a. Pembawa acara 2 orang. b. Perekap nilai 3 orang. c. Petugas keamanan 1 orang 10.5. Utsawa Phalawakya Dewasa Putra (1). Untuk kelancaran pelaksanaan lomba, panitia menyediakan alat kelengkapan sebagai berikut : a. Ruangan dan stage lomba. b. Dulang, pejati, dupa/hio. c. Sound system (sesuai kebutuhan). d. Meja dan kursi juri dan perekap nilai (6 set). e. Kursi peserta di ruang tunggu. f. Kalkulator, bolpoin, blanko nilai, pensil. g. Kutipan naskah wajib dan terjemahannya sesuai nomor undian naskah dan nomor undian tampil. (2). Petugas lomba terdiri dari : a. Pembawa acara 2 orang. b. Perekap nilai 3 orang. c. Petugas keamanan 1 orang 10.6. Utsawa Phalawakya Dewasa Putri (1). Untuk kelancaran pelaksanaan lomba, panitia menyediakan alat kelengkapan sebagai berikut : a. Ruangan dan stage lomba. b. Dulang, pejati, dupa/hio. c. Sound system (sesuai kebutuhan). d. Meja dan kursi juri dan perekap nilai (6 set). e. Kursi peserta di ruang tunggu. 24

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 f. Kalkulator, bolpoin, blanko nilai, pensil. g. Kutipan naskah wajib dan terjemahannya sesuai nomor undian naskah dan nomor undian tampil. (2). Petugas lomba terdiri dari : a. Pembawa acara 2 orang. b. Perekap nilai 3 orang. c. Petugas keamanan 1 orang 10.7. Utsawa Dharma Widya Tingkat SD (1). Untuk kelancaran pelaksanaan lomba, panitia menyediakan alat kelengkapan sebagai berikut : a. Ruangan dan stage lomba. b. Meja 4 buah dan kursi sebanyak 12 buah. c. Bell meja 1 set (4 rangkaian). d. Sound system (sesuai kebutuhan). e. Meja dan kursi juri (3 set). f. Meja dan kursi pengamat (4 set). g. Meja dan kursi untuk pembaca soal 1 set. h. Papan tulis dan penghapus. i. Kalkulator, bolpoin, blanko nilai, pensil, spidol. j. Alat pengukur waktu dan gong/bell. (2). Petugas lomba terdiri dari : a. Pembawa acara 2 orang. b. Perekap nilai 3 orang. c. Penulis skor 2 orang. d. Pembaca soal 2 orang. e. Pengawas/pengukur waktu 2 orang. f. Petugas keamanan 1 orang. 10.8. Utsawa Dharma Widya Tingkat SMP (1). Untuk kelancaran pelaksanaan lomba, panitia menyediakan alat kelengkapan sebagai berikut : 25

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 a. Ruangan dan stage lomba. b. Meja 4 buah dan kursi sebanyak 12 buah. c. Bell meja 1 set (4 rangkaian). d. Sound system (sesuai kebutuhan). e. Meja dan kursi juri (3 set). f. Meja dan kursi pengamat (4 set). g. Meja dan kursi untuk pembaca soal 1 set. h. Papan tulis dan penghapus. i. Kalkulator, bolpoin, blanko nilai, pensil, spidol. j. Alat pengukur waktu dan gong/bell. (2). Petugas lomba terdiri dari : a. Pembawa acara 2 orang. b. Perekap nilai 3 orang. c. Penulis skor 2 orang. d. Pembaca soal 2 orang. e. Pengawas/pengukur waktu 2 orang. f. Petugas keamanan 1 orang. 10.9. Utsawa Dharma Widya Tingkat SMU/SMK (1). Untuk kelancaran pelaksanaan lomba, panitia menyediakan alat kelengkapan sebagai berikut : a. Ruangan dan stage lomba. b. Meja 4 buah dan kursi sebanyak 12 buah. c. Bell meja 1 set (4 rangkaian). d. Sound system (sesuai kebutuhan). e. Meja dan kursi juri (3 set). f. Meja dan kursi pengamat (4 set). g. Meja dan kursi untuk pembaca soal 1 set h. Papan tulis dan penghapus. i. Kalkulator, bolpoin, blanko nilai, pensil, spidol. j. Alat pengukur waktu dan gong/bell. 26

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 (2). Petugas lomba terdiri dari : a. Pembawa acara 2 orang. b. Perekap nilai 3 orang. c. Penulis skor 2 orang. d. Pembaca soal 2 orang. e. Pengawas/pengukur waktu 2 orang. f. Petugas keamanan 1 orang. 10.10. Utsawa Dharma Wacana Perorangan Anak Anak Putra (1). Untuk kelancaran pelaksanaan lomba, panitia menyediakan alat kelengkapan sebagai berikut : a. Ruangan dan stage lomba. b. Sound system (sesuai kebutuhan). c. Meja dan kursi juri dan perekap nilai (6 set). d. Kalkulator, bolpoin, blanko nilai, pensil. e. Alat pengukur waktu dan gong/bell. (2). Petugas lomba terdiri dari : a. Pembawa acara 2 orang. b. Perekap nilai 3 orang. c. Pengukur waktu 1 orang. d. Petugas keamanan 1 orang. 10.11. Utsawa Dharma Wacana Perorangan Anak Anak Putri (1). Untuk kelancaran pelaksanaan lomba, panitia menyediakan alat kelengkapan sebagai berikut : a. Ruangan dan stage lomba. b. Sound system (sesuai kebutuhan). c. Meja dan kursi juri dan perekap nilai (6 set). d. Kalkulator, bolpoin, blanko nilai, pensil. e. Alat pengukur waktu dan gong/bell. (2). Petugas lomba terdiri dari : a. Pembawa acara 2 orang. 27

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 b. Perekap nilai 3 orang. c. Pengukur waktu 1 orang. d. Petugas keamanan 1 orang. 10.12. Utsawa Dharma Wacana Perorangan Remaja Putra (1). Untuk kelancaran pelaksanaan lomba, panitia menyediakan alat kelengkapan sebagai berikut : a. Ruangan dan stage lomba. b. Sound system (sesuai kebutuhan). c. Meja dan kursi juri dan perekap nilai (6 set). d. Kalkulator, bolpoin, blanko nilai, pensil. e. Alat pengukur waktu dan gong/bell. (2). Petugas lomba terdiri dari : a. Pembawa acara 2 orang. b. Perekap nilai 3 orang. c. Pengukur waktu 1 orang. d. Petugas keamanan 1 orang. 10.13. Utsawa Dharma Wacana Perorangan Remaja Putri (1). Untuk kelancaran pelaksanaan lomba, panitia menyediakan alat kelengkapan sebagai berikut : a. Ruangan dan stage lomba. b. Sound system (sesuai kebutuhan). c. Meja dan kursi juri dan perekap nilai (6 set). d. Kalkulator, bolpoin, blanko nilai, pensil. e. Alat pengukur waktu dan gong/bell. (2). Petugas lomba terdiri dari : a. Pembawa acara 2 orang. b. Perekap nilai 3 orang. c. Pengukur waktu 1 orang. d. Petugas keamanan 1 orang. 28

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 10.14. Utsawa Dharma Wacana Perorangan Dewasa Putra (1). Untuk kelancaran pelaksanaan lomba, panitia menyediakan alat kelengkapan sebagai berikut : a. Ruangan dan stage lomba. b. Sound system (sesuai kebutuhan). c. Meja dan kursi juri dan perekap nilai (6 set). d. Kalkulator, bolpoin, blanko nilai, pensil. e. Alat pengukur waktu dan gong/bell. (2). Petugas lomba terdiri dari : a. Pembawa acara 2 orang. b. Perekap nilai 3 orang. c. Pengukur waktu 1 orang. d. Petugas keamanan 1 orang. 10.15. Utsawa Dharma Wacana Perorangan Dewasa Putri (1). Untuk kelancaran pelaksanaan lomba, panitia menyediakan alat kelengkapan sebagai berikut : a. Ruangan dan stage lomba. b. Sound system (sesuai kebutuhan). c. Meja dan kursi juri dan perekap nilai (6 set). d. Kalkulator, bolpoin, blanko nilai, pensil. e. Alat pengukur waktu dan gong/bell. (2). Petugas lomba terdiri dari : a. Pembawa acara 2 orang. b. Perekap nilai 3 orang. c. Pengukur waktu 1 orang. d. Petugas keamanan 1 orang. 10.16. Utsawa Dharma Wacana Berbahasa Inggris Perorangan Remaja Putra (1). Untuk kelancaran pelaksanaan lomba, panitia menyediakan alat kelengkapan sebagai berikut : 29

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 a. Ruangan dan stage lomba. b. Sound system (sesuai kebutuhan). c. Meja dan kursi juri dan perekap nilai (6 set). d. Kalkulator, bolpoin, blanko nilai, pensil. e. Alat pengukur waktu dan gong/bell. (2). Petugas lomba terdiri dari : a. Pembawa acara 2 orang. b. Perekap nilai 3 orang. c. Pengukur waktu 1 orang. d. Petugas keamanan 1 orang. 10.17. Utsawa Dharma Wacana Berbahasa Inggris Perorangan Remaja Putri (1). Untuk kelancaran pelaksanaan lomba, panitia menyediakan alat kelengkapan sebagai berikut : a. Ruangan dan stage lomba. b. Sound system (sesuai kebutuhan). c. Meja dan kursi juri dan perekap nilai (6 set). d. Kalkulator, bolpoin, blanko nilai, pensil. e. Alat pengukur waktu dan gong/bell. (2). Petugas lomba terdiri dari : a. Pembawa acara 2 orang. b. Perekap nilai 3 orang. c. Pengukur waktu 1 orang. d. Petugas keamanan 1 orang. 10.18. Utsawa Dharma Wacana Berbahasa Inggris Perorangan Dewasa Putra (1). Untuk kelancaran pelaksanaan lomba, panitia menyediakan alat kelengkapan sebagai berikut : a. Ruangan dan stage lomba. b. Sound system (sesuai kebutuhan). 30

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 c. Meja dan kursi juri dan perekap nilai (6 set). d. Kalkulator, bolpoin, blanko nilai, pensil. e. Alat pengukur waktu dan gong/bell. (2). Petugas lomba terdiri dari : a. Pembawa acara 2 orang. b. Perekap nilai 3 orang. c. Pengukur waktu 1 orang. d. Petugas keamanan 1 orang. 10.19. Utsawa Dharma Wacana Berbahasa Inggris Perorangan Dewasa Putri (1). Untuk kelancaran pelaksanaan lomba, panitia menyediakan alat kelengkapan sebagai berikut : a. Ruangan dan stage lomba. b. Sound system (sesuai kebutuhan). c. Meja dan kursi juri dan perekap nilai (6 set). d. Kalkulator, bolpoin, blanko nilai, pensil. e. Alat pengukur waktu dan gong/bell. (2). Petugas lomba terdiri dari : a. Pembawa acara 2 orang. b. Perekap nilai 3 orang. c. Pengukur waktu 1 orang. d. Petugas keamanan 1 orang. 10.20. Utsawa Kidung Daerah Bernuansa Hindu Beregu Putra/putri atau campuran (1). Untuk kelancaran pelaksanaan lomba, panitia menyediakan alat kelengkapan sebagai berikut : a. Ruangan dan stage lomba. b. Dulang, canang sari, dupa/hio. c. Sound system (sesuai kebutuhan). d. Meja dan kursi juri dan perekap nilai (6 set). 31

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 e. Kursi peserta di ruang tunggu. f. Kalkulator, bolpoin, blanko nilai, pensil. (2). Petugas lomba terdiri dari : a. Pembawa acara 2 orang. b. Perekap nilai 3 orang. c. Petugas keamanan 1 orang. 10.21. Utsawa Menghafal Terbanyak Sloka/Mantra Perorangan Tingkat Anak Anak Putra/Putri (1). Untuk kelancaran pelaksanaan lomba, panitia menyediakan alat kelengkapan sebagai berikut : a. Ruangan dan stage lomba. b. Dulang, canang sari, dupa/hio. c. Sound system (sesuai kebutuhan). d. Meja dan kursi juri dan perekap nilai (6 set). e. Kursi peserta di ruang tunggu. f. Kalkulator, bolpoin, blanko nilai, pensil. (2). Petugas lomba terdiri dari : a. Pembawa acara 2 orang. b. Perekap nilai 3 orang. c. Petugas keamanan 1 orang. 10.22. Utsawa Menghafal Terbanyak Sloka/Mantra Perorangan Tingkat Remaja Putra/Putri (1). Untuk kelancaran pelaksanaan lomba, panitia menyediakan alat kelengkapan sebagai berikut : a. Ruangan dan stage lomba. b. Dulang, canang sari, dupa/hio. c. Sound system (sesuai kebutuhan). d. Meja dan kursi juri dan perekap nilai (6 set). e. Kursi peserta di ruang tunggu. f. Kalkulator, bolpoin, blanko nilai, pensil. 32

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 (2). Petugas lomba terdiri dari : a. Pembawa acara 2 orang. b. Perekap nilai 3 orang. c. Petugas keamanan 1 orang. 10.23. Utsawa Menghafal Terbanyak Sloka/Mantra Perorangan Tingkat Dewasa Putra/Putri (1). Untuk kelancaran pelaksanaan lomba, panitia menyediakan alat kelengkapan sebagai berikut : a. Ruangan dan stage lomba. b. Dulang, canang sari, dupa/hio. c. Sound system (sesuai kebutuhan). d. Meja dan kursi juri dan perekap nilai (6 set). e. Kursi peserta di ruang tunggu. f. Kalkulator, bolpoin, blanko nilai, pensil. (2). Petugas lomba terdiri dari : a. Pembawa acara 2 orang. b. Perekap nilai 3 orang. c. Petugas keamanan 1 orang.

33

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 LAMPIRAN Untuk menjamin kelancaran dan ketertiban pelaksanaan Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional XII Tahun 2014 perlu ditetapkan Persyaratan Peserta dan Tata Tertib seperti terlampir berikut ini : TATA TERTIB UTSAWA DHARMA GITA TINGKAT NASIONAL XII TAHUN 2014 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Istilah/Pengertian 1. Pelaksana ialah Panitia Pelaksana Utsawa Dharma Gita Tingkat nasional XII tahun 2014 yang dibentuk dan ditetapkan dengan Keputusan Menteri Agama RI. 2. Kontingen adalah totalitas jumlah orang dalam rombongan suatu provinsi yang menghadiri Utsawa Dharma Gita. 3. Peserta ialah bagian dari kontingen yang menjadi utusan Provinsi seluruh Indonesia terdiri dari mereka yang : a. Mengikuti lomba/utsawa. b. Menjadi pendamping/Official. c. Mengikuti sarasehan. d. Pimpinan kontingen. (sesuai daftar pada waktu pendaftaran ulang/check in). 4. Juri ialah Dewan Juri yang bertugas menilai dan menetapkan kejuaraan Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional XII Tahun 2014 sesuai jenis dan katagori utsawa/lomba. 5. Naskah adalah materi yang dilombakan. 6. Official adalah pelatih/pembina peserta pada masing-masing jenis Utsawa/lomba. 34

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 7. Pertemuan Teknis/Tecnical Meeting adalah pertemuan khusus dan tertutup yang dipimpin oleh Ketua Dewan Juri, membahas teknis pelaksanaan utsawa/ lomba, dihadiri oleh unsur utusan panitia, Dewan Juri dan pendamping/Official. 8. Mantra adalah syair-syair kitab suci Weda, Sloka adalah syair-syair kitab Susastra Weda seperti Bhagavadgita dan Sarascamuscaya. 9. Phalawakya adalah materi lomba yang diambil dari Sarasamucaya, Adi Parwa, dan susastra lainnya. 10. Dharma Widya adalah kegiatan cerdas cermat yang materinya diambil dari buku pelajaran agama Hindu sesuai dengan Kurikulum dan pengetahuan umum keagamaan. 11. 12. Dharma Wacana adalah lomba ceramah keagamaan Hindu yang Kidung Daerah Bernuansa Hindu adalah lagu keagamaan asli dari temanya ditentukan dalam buku panduan ini. daerah tersebut atau yang sudah mentradisi di daerah tersebut. Pasal 2 Peserta, Pakaian, Dan Atribut 1. Setiap 2. Satu daerah provinsi diharapkan hanya boleh mengirim mengikuti 1 1 (satu) (satu) orang/pasang/regu untuk mengikuti setiap jenis lomba. orang/pasang/regu jenis/katagori lomba. 3. Ketika mengikuti lomba setiap peserta diwajibkan memakai pakaian adat daerah masing-masing. 4. Nomor urut tampil dikeluarkan oleh panitia dan dipasang di dada sebelah kiri peserta. 5. Peserta harus hadir 15 (lima belas) menit sebelum lomba dimulai. Pemanggilan nomor urut tampil peserta dilakukan sebanyak 3 ( tiga kali ), kalau tidak ada maka peserta tersebut tampil setelah nomor undian terakhir. 6. Selama lomba berlangsung 35 peserta tidak diperkenankan meninggalkan tempat lomba.

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 7. Peserta yang sakit dan tidak dapat tampil sesuai nomor urut pemanggilannya dinyatakan batal. Pasal 3 Upacara Pembukaan Dan Upacara Penutupan 1. Pada upacara pembukaan dan upacara penutupan seluruh kontingen wajib hadir menggunakan pakaian adat bagi pesertanya. 2. Kontingen setiap provinsi diharuskan membawa bendera lambang daerah dan bendera LPDG provinsinya masing-masing. BAB II SARASEHAN Pasal 4 Peserta (1) Sarasehan diikuti oleh peserta yang telah ditentukan di dalam buku panduan dan diundang oleh panitia pelaksana UDG. (2) Seluruh peserta sarasehan memiliki hak bicara yang mekanismenya diatur oleh moderator. (3) Selama sarasehan berlangsung peserta wajib mematuhi tata tertib yang telah ditetapkan. (4) Peserta sarasehan wajib mengisi daftar hadir yang disediakan oleh panitia. Pasal 5 Hak Suara (1) Hak suara dalam sarasehan diberikan dengan ketentuan sebagai berikut : a. Utusan setiap Provinsi memiliki satu suara. b. LPDG Pusat 8 suara. c. Panitia pelaksana UDG 1 suara. d. Parisada Pusat 1 suara. e. Ditjen Bimas Hindu 5 suara. f. Panitia daerah 1 suara 36

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 (2) Hasil penghitungan suara bersifat mutlak untuk menentukan ranking daerah sebagai calon tuan rumah. (3) Sarasehan akan merengking 3 (tiga) daerah provinsi sebagai nominasi calon tempat penyelenggaraan UDG Nasional berikutnya. (4) Hasil sarasehan dituangkan dalam bentuk rekomendasi dan ditandatangani oleh perwakilan pemegang hak suara sebagaimana terdapat dalam Pasal 2 ayat (1) di atas. Pasal 6 Materi Dan Narasumber (1) Materi sarasehan ditentukan oleh panitia UDG dengan syarat : a. Materi bersifat aktual dan kontekstual. b. Materi berwawasan multikultur. (2) Narasumber sarasehan ditentukan oleh panitia. Pasal 7 Lain-Lain Tiga daerah yang direngking menjadi calon tempat penyelenggara UDG Tingkat Nasional berikutnya akan dijajaki, dievaluasi dan diverifikasi oleh Ditjen Bimas Hindu dan LPDG Tingkat Pusat, untuk selanjutnya diusulkan penetapannya kepada Menteri Agama R.I. BAB III KETENTUAN KHUSUS Pasal 8 Pedoman Utsawa Mantra/Sloka 1. Pada waktu tampil, peserta menyampaikan salam panganjali dan diakhiri dengan paramasanthi. 2. Pelafalan teks disesuikan dengan dialek masing-masing daerah kecuali bunyi dibacakan sesuai dengan bunyi dalam bahasa Indonesia. 37

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 3. Pembacaan aksara awagraha menurut pola slokanya ( Awagraha tidak dibaca ). 4. Untuk Reng (irama) Sloka memakai Reng Sruti. 5. Naskah yang dipakai adalah yang tercantum dalam buku Pedoman. 6. Umur peserta yang mengikuti lomba ini adalah Tingkat Anak-anak 9 tahun sampai 11 tahun (dibuktikan dengan Akte Kelahiran), Tingkat Remaja berusia 12 tahun sampai 19 tahun dan/atau masih duduk sebagai murid SMP/SMA/SMK (dibuktikan dengan Kartu Pelajar/Kartu Mahasiswa/KTP/Akte Kelahiran). 7. Rentang Nilai / Interval nilai antara 50 sampai 100 bagi setiap juri dapat memakai standar penilaian 50 sampai 100, atau sesuai dengan kesepakatan Dewan Juri. 8. Bila terdapat nilai yang sama, maka yang menjadi bahan pertimbangan akhir adalah Nilai Suara (Vokal). 9. Teknis lomba dan penilaian diatur oleh dewan juri pada waktu technical meeting. Pasal 9 Pedoman Utsawa Phalawakya 1. Pada waktu tampil, peserta menyampaikan salam Panganjali dan diakhiri Paramasanthi. 2. Pelafalan teks disesuaikan dengan dialek masing-masing daerah 3. Naskah yang dipakai adalah yang terdapat dalam Buku Panduan. 4. Umur peserta yang mengikuti lomba ini ; a. Tingkat Remaja berusia 12 tahun sampai 19 tahun dan masih duduk sebagai murid SMP/SMU/SMK (dibuktikan dengan Kartu Pelajar/Kartu Mahasiswa/KTP/Akte Kelahiran). b. Tingkat Dewasa berusia 20 tahun sampai 45 tahun (dibuktikan dengan Kartu Mahasiswa/KTP). 5. Rentang nilai/ interval nilai antara 50 sampai 100 bagi setiap juri dapat memakai standar penilaian dari 50-100 atau sesuai dengan kesepakatan Dewan Juri. 38

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 6. Bila terdapat nilai yang sama, maka yang menjadi bahan pertimbangan adalah nilai suara (Vokal). 7. Teknis lomba dan teknis penilaian diatur oleh dewan juri pada waktu technical meeting. Pasal 10 Naskah Utsawa Sloka Dan Phalawakya Naskah wajib dan naskah pilihan beserta terjemahannya untuk utsawa sloka dan phalawakya disusun oleh Tim yang dibentuk berdasarkan Keputusan Lembaga Pengembangan Dharma Gita Tingkat Pusat atau Ditjen Bimas Hindu. Pasal 11 Pedoman Utsawa Dharma Wacana 1. Naskah dharma wacana ditulis / disusun oleh setiap peserta lomba, dengan mempergunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan ketentuan : a. Diketik di atas kertas HVS A4, ketikan spasi 2 (dua ). b. Jumlah halaman isi minimal 5 (lima ) halaman. c. Judul disesuaikan dengan topik Dharma Wacana. d. Topik dharma wacana dalam UDG Tingkat Nasional XI Tahun 2012 adalah sebagai berikut : 1. Dana Punya; 2. Cinta Kasih; 3. Himsa Karma; 4. Tri Hita Karana; 5. Tirtha Yatra; 6. Pluralisme Hindu; 7. Subha Karma; 8. Kepemimpinan Hindu; 9. Desa, Kala, Patra; 10. Gender menurut agama Hindu; 39 11. Kerukunan menurut agama Hindu; 12. Panca Yajna.

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 2. Naskah dijilid dan dikirim ke Panitia Pusat di Jakarta beserta soft copy dalam bentuk CD dan 3. Dharma wacana adalah Bahasa menyesuaikan. 4. Umur peserta yang mengikuti lomba ini adalah : a. Tingkat Anak Anak berusia 9 tahun sampai 11 tahun (dibuktikan dengan akte kelahiran). b. Tingkat Remaja berusia 12 tahun sampai 19 tahun dan/atau masih duduk sebagai murid SMP/SMU/SMK (dibuktikan dengan Kartu Pelajar/Kartu Mahasiswa/KTP/Akte Kelahiran). c. Tingkat Dewasa berusia 20 tahun sampai 45 dengan Kartu Mahasiswa/KTP). 5. Pada waktu tampil, peserta menyampaikan salam Panganjali dan diakhiri dengan Paramasanthi. 6. Dharma wacana disampaikan selama 10 s.d 15 menit terhitung sejak mengucapkan salam panganjali sampai dengan salam paramasanthi dengan struktur terdiri dari pembukaan, isi materi dan penutup. 7. Rentang nilai antara 50 sampai 100 bagi setiap juri dapat memakai standar penilaian antara 50 sampai 100 atau sesuai dengan kesepakatan Dewan Juri. 8. Bila terdapat nilai yang sama maka yang menjadi bahan pertimbangan adalah nilai penguasaan materi/isi naskah. 9. Teknis lomba dan teknis penilaian diatur oleh dewan juri pada waktu technical meeting. tahun (dibuktikan diterima paling lambat 2 (dua) bulan secara hafalan kutipan yang materinya boleh sebelum upacara pembukaan UDG. disampaikan Indonesia, sesuai naskah yang diserahkan ke Panitia. Bahasa yang dipergunakan kecuali refferensi

40

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 Pasal 12 Pedoman Utsawa Kidung Keagamaan Daerah 1. Pada waktu tampil, peserta menyampaikan salam Panganjali dan diakhiri dengan Paramasanthi. 2. Peserta terdiri dari beregu putra/putri/campuran putra-putri (satu regu berjumlah maksimal 5 orang), umur bebas. 3. Bahasa kidung yang ditampilkan adalah bahasa asli daerah setempat, serta diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia. 4. Teks bahasa asli dan terjemahan kidung dimaksud dibuat dan diserahkan kepada Dewan Juri pada waktu Technical Meeting. 5. Rentang nilai antara 50 sampai 100 bagi setiap Juri dapat memakai standar penilaian antara 50 samapai 100 atau sesuai dengan kesepakatan Dewan Juri. 6. Bila terdapat nilai yang sama maka yang menjadi pertimbangan adalah nilai kekompakkan. 7. Teknis lomba dan teknis penilaian diatur oleh dewan juri pada waktu technical meeting. Pasal 13 Pedoman Utsawa Dharma Widya 1. Dharma Widya diikuti oleh peserta beregu, satu regu terdiri dari 3 (tiga) orang putra/putri/campuran putra-putri. 2. Dharma widya dilombakan untuk tingkat SD, SMP, SMA/SMK. 3. Peserta pada masing-masing tingkat SD, SMP, SMA/SMK harus menyerahkan fotocopy Kartu Pelajar atau surat keterangan lainnya pada waktu pendaftaran ulang. 4. Peserta pada waktu tampil menggunakan pakaian Seragam Nasional Pelajar Indonesia (baju warna putih lengan pendek,merah putih lengan pendek, celana/rock warna merah/ abu ). 5. Tanda pengenal peserta masing-masing dipasang di dada sebelah kiri. 41

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 6. Utsawa Dharma Widya terdiri atas Babak Penyisihan, Babak Semi Final, dan Babak Final. 7. Babak Final adalah babak penentuan yang diikuti oleh 4 (empat) regu. Pasal 14 Naskah Soal Utsawa Dharma Widya 1. Naskah soal disusun oleh Tim yang dibentuk berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama R.I. 2. Materi soal adalah pelajaran agama Hindu dan pengetahuan umum keagamaan sesuai Kurikulum SD, SMP dan SMA/SMK yang berlaku. 3. Model soal adalah Pilihan Ganda dengan empat alternatif jawaban dan Isian, dengan perbandingan 3 berbanding 2. 4. Naskah soal terdiri dari soal wajib dan soal rebutan. 5. Amplop berisi naskah soal wajib diambil langsung oleh wakil regu pada Dewan Juri sebelum lomba dilangsungkan. 6. Jumlah soal : a. Tingkat SD a) Babak Penyisihan : 1) Soal wajib 10 (sepuluh) item. 2) Soal rebutan 5 (lima) item. b) Babak semi final : 1) Soal wajib 15 (limabelas) item. 2) Soal rebutan 10 (sepuluh) item. c) Babak final : 1) Soal wajib 20 (duapuluh) item. 2) Soal rebutan 10 (sepuluh) item. b. Tingkat SMP a) Babak Penyisihan : 1) Soal wajib 10 (sepuluh) item. 2) Soal rebutan 5 (lima) item. 42

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 b) Babak semi final : 1) Soal wajib 15 (limabelas) item. 2) Soal rebutan 10 (sepuluh) item. c) Babak final : 1) Soal wajib 20 (dua puluh) item. 2) Soal rebutan 15 (limabelas) item. c. Tingkat SMA/SMK a) Babak Penyisihan : 1) Soal wajib 10 (sepuluh) item. 2) Soal rebutan 5 (lima) item. b) Babak semi final : 1) Soal wajib 15 (lima belas) item. 2) Soal rebutan 10 (sepuluh) item. c) Babak final : 1) Soal wajib 20 (dua puluh) item. 2) Soal rebutan 15 (lima belas) item.

Pasal 15 Penilaian Lomba Dharma Widya 1. Setiap jawaban yang benar untuk soal wajib dan soal rebutan diberi nilai 100 (seratus). 2. Setiap jawaban yang salah untuk soal wajib diberi nilai 0 (nol). 3. Jika jawaban salah pada soal rebutan dikurangi 50 (lima puluh). 4. Jika pada akhir satu babak/putaran terdapat nilai yang sama , harus diadakan soal rebutan paling banyak 3 (tiga) soal. 5. Tidak ada perlemparan soal, baik soal wajib maupun soal rebutan kepada regu berikutnya. 6. Lama waktu menjawab untuk soal wajib adalah 5 (lima) detik terhitung sejak tanda waktu (bell) berbunyi. 43

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 7. Lama waktu menjawab untuk soal rebutan adalah 3 (tiga) detik terhitung sejak tanda waktu (bell) berbunyi. 8. Untuk soal rebutan, regu boleh menjawab ketika pertanyaan sedang/belum selesai dibacakan. 9. Pengamat adalah 1 (satu) orang yang ditunjuk oleh pimpinan kontingen untuk mendampingi regu yang sedang tampil berlomba. 10. Regu yang mendapat nilai tertinggi dinyatakan sebagai pemenang. 11. Teknis lomba dan penilaian diatur dewan juri pada technical meeting 12. Tidak boleh ada soal yang sama selama lomba. Pasal 16 Pedoman Utsawa Menghafal Terbanyak Sloka 1. Utsawa Menghafal Terbanyak Sloka diikuti oleh peserta perorangan tingkat anak anak putra/putri, tingkat remaja putra/putri, dan tingkat dewasa putra/putri. 2. Sloka dan terjemahannya dibawakan dengan cara menghafal sesuai dengan pelafalan bahasa sansekerta dan bahasa Indonesia yang baik dan benar. 3. Sumber naskah yang dilombakan adalah Bhagavad Gita dengan menyebut BAB dan nomor slokanya. 4. Durasi waktu tampil masing-masing peserta adalah 5 (lima ) menit. 5. Bila terdapat nilai yang sama maka yang akan menjadi pertimbangan adalah nilai kebenaran sloka. 6. Umur peserta yang mengikuti lomba ini adalah : a. Tingkat Anak Anak berusia 9 tahun sampai 11 tahun. b. Tingkat Remaja berusia 12 tahun sampai 19 tahun dan/atau masih duduk sebagai murid SMP/SMU/SMK (dibuktikan dengan Kartu Pelajar/Kartu Mahasiswa/KTP). c. Tingkat Dewasa berusia 20 tahun sampai 45 tahun (dibuktikan dengan Kartu Mahasiswa/KTP). 44

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 7. Teknis lomba dan teknis penilaian diatur oleh dewan juri pada waktu technical meeting. sesuai . BAB IV KEPANITIAAN Pasal 17 Pembentukan Kepanitiaan a. Personalia Panitia Daerah, Ketua Umum dan sebagian dari Pengarah serta Penasehat diusulkan oleh/dari daerah penyelenggara melalui mekanisme yang terkoordinasi dan terintegrasi dengan baik. b. Jumlah personalia pada setiap bidang disesuaikan dengan volume dan jenis kegiatan, ketersediaan waktu dan kinerja yang bersangkutan. c. Draf susunan dan personalia panitia diusulkan oleh Dirjen Bimas Hindu kepada Menteri Agama R.I. untuk mendapatkan penetapan. d. Pelantikan panitia secara simbolis diadakan di daerah. Pasal 18 Pertanggungjawaban Kepanitiaan 1. Kegiatan penyelenggaraan Utsawa Dharma Gita dipertanggungjawabkan oleh Panitia kepada Menteri Agama R.I. melalui Dirjen Bimas Hindu. 2. Laporan pertanggungjawaban Panitia diterima oleh Dirjen Bimas Hindu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kalender setelah Utsawa Dharma Gita ditutup. 3. Bahan-bahan pertanggungjawaban Panitia disiapkan oleh bidangbidang kepanitiaan secara terkoordinir dan terintegrasi, selanjutnya dihimpun menjadi laporan Ketua Harian kepada Ketua Umum.

45

|Pedoman UDG XII Tahun 2014 BAB V LAIN

KETENTUAN

Segala sesuatu yang belum diatur dalam Buku Panduan ini akan diatur oleh Panitia. Dirumuskan di Bandung Pada tanggal 14 Juni 2012 ORIENTASI PENGURUS LPDG SELURUH INDONESIA TAHUN 2012 Pimpinan Sidang Paripurna KETUA SEKRETARIS

I Ketut Rineh

I Putu Artayasa, S.H.

46