Anda di halaman 1dari 4

MAKNA AFEKTIF Makna afektif (Inggris: affective meaning, Belanda: afektif betekenis).

Merupakan makna yng muncul akibat reaksi pendengar atau pembaca terhadap penggunaan kata atau kalimat. Oleh karena makna afektif berhubungan dengan reaksi pendengar atau pembaca dalam dimensi rasa, maka dengan sendirinya makna afektif berhubungan pula dengan gaya bahasa. karena itu, makna afektif disebut juga makna emotif. Makna afektif berhubungan dengan perasaan pribadi penyapa baik terhadap pesapa maupun obyek pembicaraan. Dalam makna afektif terlihat adanya reaksi yang berhubungan dengan perasaan pendengar atau pembaca setelah mendengar atau membaca sesuatu.Perasaan yang muncul dapat positif atau negatif. Kata jujur, rendah hati, dan bijaksana menimbulkan makna afektif yang positif, sedangkan korupsi dan kolusi menimbulkan makna afektif yang negatif. Makna ini lebih terasa dalam bahasa lisan daripada bahasa tulisan. Misalnya, makna kata anjing dalam kalimat berikut memiliki nilai emosi yang berbeda. Contoh makna afektif antara lain : Misalnya; seseorang yang sedang membaca sebuah berita di koran tentang pembunuhan mutilasi seorang mahasiswa, contoh kalimatnya Rani seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Jakarta menjadi korban kekejaman para preman jalanan. Setelah tubuh Rani dimutilasi mayatnya dibuang ke sungai dan harta bendanya dirampas. Setelah pembaca itu membacanya ada rasa kasihan, dalam benak pembaca akan timbul pertanyaan- pertanyaan yang berkaitan dengan rasa kasihannya terhadap korban dan rasa benci atas kekejaman pelaku mutilasi itu.

1.

Anjing itu bulunya hitam.

2. Anjing kamu, mampuslah! Kata anjing pada kalimat (1) menunjukkan sejenis hewan, tetapi pada kalimat (2) menunjukkan orang yang dianggap rendah, Dengan kata lain, kata anjing memiliki makna yang berkaitan dengan nilai rasa yaitu kata anjing berhubungan dengan penghinaan dan disamakan martabatnya dengan anjing.Sebaliknya kalau ada orang berkata, Rini gadis yang rajin dan pandai menari, pendengar akan mereaksi baik dengan mengatakan Hebat sekali anak itu kata rajin dan pandaimempunyai makna afektif yang berhubungan dengan kata sifat yang positif. Makna afektif terkadang bisa menimbulkan suatu rasa dalam benak para pendengar atau pembaca. Karena makna afektif berhubungan dengan nilai rasa atau emosi pemakai bahasa, maka ada sejumlah kata yang secara konseptual bermakna

sama, tetapi secara emosional memiliki nilai rasa yang berbeda. Katakata itu biasanya terasa kurang enak didengar, kasar, keras, tinggi, dan ramah. Makna afektif dapat dibedakan antara lain : a) makna afektif tinggi, b) makna afektif ramah, c) makna afektif kasar.

a. Makan Afektif Tinggi Makna afektif tinggi biasanya terdapat dalam kata-kata Misalnya: 1. aksi = gerakan 2. aktif = giat 3. bahtera = perahu, kapal 4. bandar = pelabuha 5. cakrawala = lengkung langit 6. ceramah = pidato 7. dirgantara = udara 8. drama = sandiwara 9. eksistensi = kehidupan, keberadaan 10. fantasi = bayangan, khayalan 11. figur = tokoh sastra, klasik, danasing.

12. garasi = kandang mobil 13. geografi = ilmu bumi 14. hadiah = pemberian 15. harta = kekayaan 16. imajinasi = angan-angan 17. kalbu = hati

18. kampiun

= juara

b. Makna Afektif Ramah Makna afektif ramah biasanya dipergunakan dalam pergaulan kita seharihari antara sesama anggota masyarakat. Makna ini bisa berada pada bahasa atau dialek yang dipergunakan dalam pergaulan sehari-hari. Dengan demikian, terjadilah bahasa campuran yang kadang-kadang terasa lebih ramah daripada bahasa Indonesia resmi karena dalam hal ini kita merasa lebih akrab tanpa terasa adanya kecanggungan dalam pergaulan. Misalnya: 1. akur 2. berabe 3. cialat 4. cicil = cocok, sesuai = susah = celaka = angsur

5. dicopot = dipecat 6. digunduli = dikalahkan 7. hantam = pukul 8. ngobrol = bercakap-cakap 9. meleset = salah 10. penasaran = sangat berkehendak 11. pusing c. = susah, repot

Makna Afektif Kasar Makna afektif kasar biasanya berada dalam berasal dari bahasa daerah atau dialek yang dirasakan kasar. Misalnya: kata-kata yang

1. algojo

= tukang pukul

2. anak keparat = anak celaka 3. babu 4. gua = pembantu rumah tangga = saya

5. hajar

= pukul

6. jambret = copet, rebut 7. jagoan = suka berkelahi

8. kacung = jongos 9. mampus = mati 10. ngaco = berkata tidak karuan