Anda di halaman 1dari 3

Arsyad, S., 2010. Konservasi Tanah dan Air. Institut Pertanian Bogor Press. Bogor. Hal 1-2, 72.

Asdak, C., 1995. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Penerbit Gadjah Mada University Press, Bulaksumur, Yogyakarta. ________, 1999. DAS sebagai Satuan Monitoring dan Evaluasi Lingkungan: Air sebagai Indikator Sentral, Seminar Sehari PERSAKI DAS sebagai Satuan Perencanaan Terpadu dalam Pengelolaan Sumber Daya Air, 21 Desember 1999. Jakarta. BPDAS Jeneberang Walanae, 2003. Rencana Teknik Lapangan Rehabilitasi Lahan Dan Konservasi Tanah (RTL-RLT) Das Jeneberang. Makassar. Hal 8. Departemen Kehutanan, 2006. Glossary Pengelolaan DAS. Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan DAS Indonesia Bagian Timur, Makassar. Departemen Kehutanan, 1996. Buku Pedoman Identifikasi Karakteristik DAS. Direktorat Jendral RRL, Jakarta. Departemen Kehutanan, 2009. Pedoman Monitoring dan Evaluasi Daerah Aliran Sungai. Direktorat Jendral Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial, Jakarta. Departemen Kehutanan dan Perkebunan. 2000. Buku Pintar Penyuluhan Kehutanan dan Perkebunan. Edisi kedua. Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan dan Perkebunan. Jakarta. Jayanti, E. 2011. Penerapan Teknik Konservasi Tanah di Dusun Nahung Desa Labuaja Kecamatan Cenrana (Sub DAS Hulu Walannae dan DAS Maros). Skripsi Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin. Makassar. Lant, C. L. K., Steven E; Beaulieu, Jeffry; Bennet, David; Loftus, imohy; Nickow, John, 2004. Using GIS-based ecological-economic modelling to evaluate policies affectin agricultural watersheds, Ecological Economics. Linsley, Ray K. et.all. 1980. Applied Hydrology. New Delhi: Tata McGraw Hill Publication. Co. Manan, S., 1977. Pengaruh Hutan dan Manajemen Daerah Aliran Sungai. IPB, Bogor.

Rahayu, S., Dkk., 2009. Monitoring Air Di Daerah Aliran Sungai. World Agroforestry Centre, Bogor. Hal 3, 25. Ramdan, H.,2004. Laboratorium Ekologi Hutan Fakultas Kehutanan Universitas Winaya Mukti, Bandung. Samsul. 2011. Klasifikasi Pola Penggunaan Lahan Berdasarkan Kelas Kemampuan Lahan di Sub-sub DAS Lengkese Sub DAS Jeneberang DAS Jeneberang Hulu.Skripsi Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin. Makassar. Sandy, IM, 1985. DAS-Ekosistem Penggunaan Tanah. Publikasi Direktorat Taguna Tanah Departemen DalamNegeri (Publikasi 437). Seta A. K., 1987. Konservasi Sumber Daya Tanah dan Air. Kalam Mulia, Jakarta. Sinukaban, N. 2000. Conservation Farming Systems is A Key For Farmers Empowerment and Sustainable Agriculture Development in Jratunseluna and Brantas Watersheds, Indonesia. Proc. International Symposium on Sustainable Land Management, Paradigms for the New Millenium, Kuala Lumpur Malaysia, 2000. Smeets, P., harms, W., van Mansfeld, M. Van Susteran, A., van Steekelenburg, M., 2004, Metropolitan Delta Lanscapes Planning Metropolitan Landscapes: Concepts, Demands and approaches, Wageningen, DELTA series 4. Soewarno, S., 1991. Hidrologi Pengukuran dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Hidrometri). Penerbit Nova, Bandung. Hal 1-2, 33-38, 159-160. Sukresno dan Sulistyo P., 2002. Pedoman Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan DAS. Badan Teknologi Pengelolaan DAS, Surakarta. Sunaryo, dan Donie S., 2007. Pengelolaan Sumber Daya Air Konsep dan Penerapannya. Bayumedia Publishing, Malang. Suripin, 2001., Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. Andi Yogyakarta. Yogyakarta. Hal. 43, 48, 186. Tim Laboratorium Perencanaan dan Sistem Informasi Kehutanan. 2009. Buku Ajar Sistem Informasi Geografis. Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, Makassar.

UU No 7 Ps 1, 2004. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air, Jakarta. Zonneveld, I. S, 1989, The land unit A fundamental concept in landscape ecology and its applications, Landscape Ecology