Anda di halaman 1dari 19

SOETARNO

13. Herbal Untuk Nafsu Makan

a. Pendahulun Karbohidrat (Gula, Insulin Serotonin Saraf Otak & Arteri Metabolisme Karbohidrat, Vitamin B, Asam Amino Nafsu makan

b.1. Curcumae Aeruginosae Rhizome (Temu Hitam) Zat Khasiat : Curcuminoid, des methoxycurcumin Dosis : Bahan segar (rimpang) 3 9 gram Serbuk kering 0,5 1 gram Air Perasan diminum atau air rebusan di minum b.2. Caricae Papaye Folium (daun pepaya) Diduga zat pahit memacu nafsu makan Enzim papase memperbaiki pencernaan Dosis : Daun segar muda ditumbuk Air Perasan diminum b.3. Chinae Cortex, kulit dari Chinchona Succiruba Diduga zat pahit memacu nafsu makan Alkaloida Kinin sebagai anti malaria Dosis : Kulit kayu kering 10 gr direbus Airnya diminum

14. Herbal Anti Kanker


a. Pendahuluan Fase siklus sel Kanker S Fase Sintesis G2 Pramitosis M Fase Mitosis

G1 Pasca Mitosis

Ket : M G1 S G2 M

: Sel tumor fase membelah : Pasca Mitosis, fase peningkatan RNA & replikasi DNA : Fase Sintesis DNA : Fase pra mitosis, sel berbentuk tetraploid dengan DNA dua kali lipat sintesis RNA & protein : Fase mitosis, terjadi pembelahan menjadi 2 sel

GO Fase Istirahat

Vinblastin, Vinkristin, dan Colchicin menghindari pembelahan sel pada metafase dari mitosis (memblok polimerisasi)

b.1. Vincae roseae folium


Zat khasiat : alkaloida vinblastin, vinkristin, ajmalin, vindesin, vindolin; yang utama adalah vinblastin dan vinkristin. Vinblastin banyak digunakan untuk macam-macam limfoma dengan efektifitas tinggi 80%, bahkan tak jarang penyembuhan lengkap. Vinkristin digunakan untuk leukemia limfoblast, lebih ampuh bila dikombinasi sitostatika lain.

Dosis Serbuk daun kering 3 5 gram

b.2. Hedyotis Corimbosae herba


Zat khasiat : asperuloside, scandosideasperulosidat, (suatu glikoiridoid). Diduga menghambat metastasis sel kanker Dosis Serbuk kering 5 gram

15. HERBAL UNTUK ASMA


a. PENDAHULUAN Pada asma ada sesak nafas, bronkhokonstriksi, hipersekresi, oedem ataupun infeksi. Penangannya mengatasi hal-hal tersebut. Herbal untuk asma yang ringan dan sedang (?) b.1. Blumeae balsamiferae folium Kandungan : borneol, camphor, limonen, flavonoid, glikosida, triterpenoid. Kegunaan sebagai mukolitik, antihistamin Dosis : satu genggam (5 10 gram) kering

b.2. Piperis Cubebi fructus (kemukus) Kandungan : minyak atsiri : Candinen, Cineol, Sabinen, Azulene, Cubebin 0,3 3%, Piperin 0,1 0,4%. Kegunaan : Ekstrak n-hexan buah bersifat bronkhodilator terhadap trakhea terpisah yang diberi bronkhokonstriktor, Stimulasi sekresi air liur, angin perut, karminatif, ekspektoran. Dosis : 5 gram serbuk buah yang sudah tua. b.3. Ocimi Sancti folium (daun lampes) Suatu daun kering lampes, bau aromatis, rasa agak pedas. Berkhasiat : bronkhodilator pada bronkhospasme yang terinduksi histamin pada pemberian minyak atsiri daun. Ekstrak air secara oral melegakan pada sesak nafas Dosis : 6 - 12 gram per hari sebagai rebusan (dekokta).

b.4. Anisi fruktus (buah anisi = adas) Kandungan : minyak anisi, anetol, terpen Kegunaan : Ekspektoran, carminative, spasmolitik. Dosis buah kering dibuat infus 0,5 - 1 gram Dibuat teh 3 7 gram digerus diseduh air mendidih 150 ml, 10 disaring, diminum pagi dan malam (dibuat baru) b.5. Thymi Herba Kandungan polimetoksi flavon berkhasiat spasmolitik dan antitusif; saponin dan minyak atsiri berkhasiat ekspektoran dan sekretomotorik. Adapun timol, dan karvakrol (komponen minyak atsiri) mempunyai aktivitas antibakteri stahp aureus Dosis 20 gram Herba timi direbus dengan 220 ml air dalam panci infus 15, disaring saat agak dingin. Diminum 4 5 kali sehari tiap kali 40 ml.

16. HERBAL UNTUK HEPATOPROTEKTOR


a. PENDAHULUAN Belum ada kejelasan tentang hapatoprotektor terutama dalam farmakologi Zat-zat yang berkhasiat antioksidan yang mereduksi oksidan dan superoksid melindungi membran sel hati seperti : Silimarin dari silybum marianum. Asam amino, senyawa sulfur, lesitin dan n-asetilsistein, metionin yang memelihara faal hati sering disebut hepatoprotektor, antidotum, antioksidan, menetralkan radikal bebas.

b.1. Curcuma Xanthorrizae rhizomae (Rimpang Temulawak) Rimpang utuh atau dipotong-potong, bau aromatik, rasa tajam dan pahit. Kepingan ringan, keras, rapuh, warna coklat kuning sampai coklat. Kandungan 1 2% zat warna kuning (curcumin, mono dan bisdes metoksi curcumin), 3 12% minyak atsiri : Sesquiterpen ( curcumene, xantorizol, garmacron) Kegunaan sebagai kolagogum (kolikinetik dan koleretik) pada hati, kandung empedu dan pankreas. Menurunkan SGOT dan SGPT. Pada dosis rendah 50 mg / kg BB tidak berefek hepaprotektor. Kontra indikasi : Kolangitis akut, ikterus, tukak lambung

Dosis 0,5 1 gram sebagai teh diminum beberapa kali 1 cangkir.

b.2. Curcuma Domesticae rhizoma (rimpang kunyit) Rimpang utuh atau dipotong-potong, bau aromatik, rasa agak pahit, agak pedas, lama-lama terasa tebal. Kepingan ringan, rapuh, kuning jingga kemerahan sampai kecoklatan. Kandungan 3 5% zat kuning berisi curcumin, mono dan bisdes metoksi curcumin (curcuminoid), 2 7% minyak atsiri = bisabolane, guaiane, turmeron, zingiberon dan curlone. Kegunaan sebagai kolagogum (kolikinetik dan koleretik) pada hati, kandung empedu dan pankreas. Menurunkan SGOT dan SGPT. Pada dosis rendah 50 mg / kg BB tidak berefek hepaprotektor. Dosis : 3 9 gram per hari dimakan 1,5 3 gram serbuk dimakan per hari 0,5 1 gram simplisia direbus buat infus 100 ml diminum 3x sehari 10 gram simplisia direbus 100 ml dibuat tingtur, diminum 3x sehari tiap kali 0,5 1 ml.

b.3. Taraxacum Officinale Weber fam. Asteraceae / Compositae Bahan daun atau akar Kandungan asam (asam kofeat, asam p-hidroksi fenilasetat, asam klorogenat, asam linoleat, asam oleat, asam palmitat) Terpenoid, Carotenoid, Fitosterol Kegunaan Kolesistitis, batu empedu, jaundice, dispepsia, konstipasi, rematik otot, oliguria Dosis : 4 10 gram daun kerin dibuat infus diminum 3x sehari daun ekstrak cair (1 : 1 dalam 25% alkohol) 4 10 ml 3 x sehari 2 8 gram akar kering infus atau dekokta 3 x sehari b.4. Andrographidis Herba (Herba Sambiloto) Kandungan andrografolida, diterpenoid lakton : deoksiandrografolida, neoandrografolida dan 14-deoksi 11 12 didehidroandrografolida. Kegunaan hepatoprotektif; mengurangi gejala sakit pada infeksi hepatitis Dosis : 5 10 gram simplisia direbus diminum airnya.

17. GANGGUAN LAMBUNG


a. PENDAHULUAN Gangguan di lambung yang berkaitan penggunaan herbal berupa gas di lambung (kembung) b. 1. Cardamomi fructus (buah kapulaga) Kandungan minyak atsiri, eucaliptol, camphene, limonen, terpinene, humulene Kegunaan : mengeluarkan gas lambung (caminatif), relaksan, antipiretik. Dosis 2 5 gram kering

b. 2. Melaleucae folium Kandungan minyak kayu putih Dosis 1 2 gram kering

b. 3. Androphogoni folium Kandungan eugenol, citronela Dosis 1 3 gram kering


b. 4. Curcumae domesticae rhizoma (rimpang kunyit) Efek kurkumin terhadap kuman pembentuk gas di lambung, usus Ekstrak metanol dapat mengurangi sekresi asam lambung dan meningkatkan macin lambung. Dosis 3 - 9 gram simplisia per hari Serbuk 1,5 3 gram per hari; 0,5 1 gram sebagai infus 3 x sehari.

b. 5. Minthae piperitae herba (Herba Menta) Kandungan 0,5 4% minyak atsiri berisi mentol dan ester mentol, flavonoid. Kegunaan : spasmolitik, karminatif, kolagoga, efek dari minyak menguap tersebut Dosis 1 - 3 gram daun kering 3 x sehari dibuat infus. Tuang 150 ml air panas pada 1,5 3 gram (1 sendok teh) serbuk daun kering, tutup 10, saring, diminum airnya 3x sehari pada waktu makan.

18. HERBAL UNTUK PREVENTIF - PROMOTIF


a. PENDAHULUAN Memelihara kesehatan badan, menguatkan badan, mencegah penyakit. Pelancaran sekresi empedu memperbaiki pencernaan lemak dan vitamin yang larut lemak. Pelancaran peredaran darah, analgetik dan penghangat badan memberikan kesegaran badan. Antioksidan nabati yang dapat mengikat radikal bebas = radikal hidroksil (OH-), superoksida (O2-) dan peroksida (H2O2-) dapat diberikan sebagai food suplement, seperti : Vit. A, C, E, Mineral, selenium Se, Zinkum Zn, Curcumin, Genestein, Quercetin, Polifenol, asam amino sistem, metionin. Kondisi tersebut akan mencegah, mengurangi resiko penyakit akibat oksidan.

b.1. Zingiberis Officinale rhizoma (Rimpang Jahe) Kandungan mintak atsiri 0,6 3% berisi Zingiberol, borneol, camphene, limonene, linalol, citrol, cineol, bisabolen, farnesen, humulen, dll., zat pedas gingerol, 20 gaol, zingeron Kegunaan sekresi empedu, kolagoga, antiemetika Dosis 1 5 gram kering atau serbuk b.2. Kaemferiae galangae rhizoma (rimpang kencur) Kandungan mintak atsiri berisi etilester cinamic acid, borneol, camphene, p-methoxystrene, flavonoid Kegunaan obat batuk, nyeri dada, analgetik, karminatif, penghangat badan sebagai parma urut Dosis 3 5 gram segar, dapat dikunyah

b.3. Centelae asiaticea herba (herba pegagan) Kandungan asiaticoside, thakumiside, isothakuniside, brahmoside, madecasoside, sitosterol, garam, kalium, natrium, magnesium, kalsium, zat samak Kegunaan pembersih darah, obat demam, penambah nafsu makan, batuk kering, antidepresan, sirkulasi darah, hipotensif, antiviral Dosis satu genggam kering (4 6 gram) b.4. Andrographydis herba (herba sambiloto) Kandungan antrographolide, andrographiside, bisandrographolide A, B, C, D Kegunaan : Tonikum, gipoglikemik, hipotensif, antiviral, obat demam, antihistamin Dosis 5 7 gram kering

b.5. Ekstrak teh hijau dari daun Camellia Sinensis kering Tidak difermentasi, banyak mengandung flavonoid katechin, tidak dioksidasi menjadi tanin. Kandungan lain : epi-gallo dan epigallo katechin (gallat), polifenol seperti : Caffeic acid, cholic acid, syringie acid, vit. K, dan sedikit kafein. Khasiat antioksidan sangat kuat yang tidak dimiliki oleh teh hitam, sebagai anti tumor, anti lipidemia, anti atherosklerosis dan anti bakteriil kuat Dosis 3 x sehari 250 (kapsul) dc