Anda di halaman 1dari 4

Hipertensi kronik

Arteri arteri kecil pada ginjal termasuk arteriol aferen mengalami disfungsi endotel gangguan vasodilatasi

Lama kelamaan menjadi arteriosklerosis dan hiperplasia miointima

Glomeruloskler osis iskemik tubulus ginjal atrofi

Iskemik di glomerulus dan struktur postglomerulus

Lesi vaskuler aterosklerotik awalnya mengenai arteriol preglomeruler

Nekrosis fibrinoid pada arteriol eferen, terkadang meluas pada glomerulus nekrosis fokal

Penurunan progresif filtrasi glomerulus

1. Pembatasan asupan karbohidrat sebagai sumber tenaga, 5060% dari total kalori (asupan kalori dianjurkan sebesar 30 35 kal/kgBB/hari) Dianjurkan : nasi, bihun, mie, makaroni, jagung, roti, kwetiau, kentang, tepung-tepungan, madu, sirup, permen dan gula
2. Pembatasan asupan protein 0,6 0,8/kgBB/hari Bahan makanan yang dianjurkan : Sumber protein hewani (telur,susu,daging,ikan, ayam) Bahan makanan pengganti protein hewani : Hasil olahan kacang kedelai yaitu tempe, tahu, susu kacang kedele

3. Lemak untuk memenuhi kebutuhan energi diperlukan + 30% diutamakan lemak tidak jenuh Sumber lemak yang dianjurkan : minyak kelapa, minyak jagung, minyak kedele, margarine rendah garam, mentega 4. Pembatasan asupan fosfat 600 800 mg/hari dan kadar kalium Dihindari : buah buahan (pisang, durian, nangka, kelapa muda, leci), sari buah, kacang-kacangan, buah kering, sayuran (bayam, gambas, daun singkong, daun pepaya), kopi, teh dan cola

5. Pembatasan garam sampai 3 g garam per hari setara dengan 1000 3000 mg Na/hari Hindari : garam, vetsin, penyedap rasa/kaldu kering, makanan yang diawetkan, dikalengkan, dan diasinkan.