Anda di halaman 1dari 40

Pembimbing: Dr. Achmad C. Siregar, Sp.

M Penyaji: Fajar Ayu 1210221039


KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT MATA RSUP PERSAHABATAN PERIODE 1 JULI 2013 3 AGUSTUS 2013

Mata merupakan salah satu panca indera yang sangat penting untuk kehidupan manusia. Trauma seperti debu sekecil apapun yang masuk kedalam mata, sudah cukup untuk menimbulkan gangguan, apabila keadaan ini diabaikan, dapat menimbulkan penyakit yang sangat gawat. Salah satunya yaitu glaukoma.
Glaukoma berasal dari kata Yunani glaukos yang berarti hijau kebiruan, yang memberikan kesan warna tersebut pada pupil penderita glaukoma.Glaukoma adalah penyakit mata yang ditandai oleh meningkatnya tekanan intraokuler yang disertai oleh pencekungan diskus optikus dan pengecilan lapang pandang.

Di seluruh dunia glaukoma dianggap sebagai penyebab kebutaan yang tinggi, 2 % penduduk berusia lebih dari 40 tahun menderita glaukoma. Pria lebih sering terserang dari pada wanita.

Glaukoma berkembang saat pengeluaran cairan aqueous dari bilik mata depan terganggu sehingga terjadi penumpukan aqueous didalam bola mata yang mempertinggi tekanan bola mata.
Untuk mendiagnosis seseorang sebagai penderita glaukoma harus dilakukan anamnesis dan serangkaian pemeriksaan yang umum dilakukan. Pemeriksaan tersebut meliputi tonometri, oftalmoskopi, gonioskopi, pemeriksaan lapang pandang.

Glaukoma merupakan penyakit yang tidak dapat dicegah, namun bila diketahui secara dini dan diobati maka glaukoma dapat diatasi untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Tujuan: 1. Mengetahui anatomi Bilik Mata Depan 2. Mengetahui Fisiologi Humor Aquos 3. Mengetahui Definisi, Klasifikasi, Patofisiologi, dan Pemeriksaan pada penyakit Glaukoma

Manfaat : Menambah pengetahuan dalam bidang Ilmu Penyakit Mata khususnya pada kasus Glaukoma.

TINJAUAN PUSTAKA

Anatomi Bilik Mata Depan (COA)

Aquous humor adalah suatu cairan jernih yang mengisi bilik mata depan dan bilik mata belakang. Komposisinya serupa dengan plasma kecuali bahwa cairan ini memiliki konsentrasi askorbat, piruvat, dan laktat yang lebih tinggi; dan protein, urea dan glukosa yang lebih rendah. Unsur pokok adalah air (99,9%), protein (0,04%) dan lainnya dalam milimol/kg adalah Na+ (144), K+ (4,5), Cl- (110), glukosa (6,0), asam laktat (7,4), asam amino (0,5) dan inositol (0,1). Normal produksi rata-rata adalah 2,3 l/menit.

Glaukoma

Definisi

Sekelompok penyakit neurooptic yang menyebabkan kerusakan serat optik (neuropati optik), yang ditandai dengan kelainan atau atrofi papil nervus opticus yang khas, adanya ekskavasi glaukomatosa, serta kerusakan lapang pandang dan biasanya disebabkan oleh efek peningkatan tekanan intraokular sebagai faktor resikonya.

Epidemiologi
Diseluruh dunia, glaukoma dianggap sebagai penyebab kebutaan yang tertinggi, 2% penduduk berusia lebih dari 40 tahun menderita glaukoma. Glaukoma dapat juga didapatkan pada usia 20 tahun, meskipun jarang. Pria lebih banyak diserang daripada wanita.

Faktor resiko
Tekanan intarokuler yang tinggi Umur Riwayat glaukoma dalam keluarga Obat-obatan Riwayat trauma pada mata Riwayat penyakit lain

Klasifikasi
Glaukoma Primer Glaukoma Sekunder Glaucoma congenital Glaukoma Absolut

Sudut Terbuka Hambatan pada glukoma sudut terbuka terletak didalam jaringan trabekulum sendiri. Akuos humor dengan leluasa mencapai lubang-lubang trabekulum, tetapi sampai didalam terbentur celahcelah trabekulum yang sempit, hingga akuos humor tidak dapat keluar dari bola mata dengan bebas.

Gejala: Glaucoma sudut terbuka tidak memberi tanda-tanda dari luar Perjalanan penyakit perlahan-lahan dan progresif dengan merusak papil nervus optic (ekskavasi) Biasanya penderita baru sadar bila keadaan telah lanjut Diagnosis sering baru dibuat kalau dilakukan tonometri rutin pada penderita. Sifat glaucoma jenis ini adalah bilateral tetapi biasanya yang satu mulai lebih dahulu.

Tajam penglihatan umumnya masih baik kalau keadaan belum lanjut. Pada funduksopi ditemukan ekskavasi apabila glaucoma sudah berlangsung lama. Pemeriksaan lapang pandang perifer tidak menunjukkan kelainan selama glaucoma masih dini, tetapi lapang pandang sentral sudah menunjukkan skotoma parasentral Apabila glaucoma sudah lebih lanjut lapang pandang perifer pun menunjukkan jerusakan. Pada gonioskopi akan ditemukan sudut bilik mata depan yang lebar.

Sudut Tertutup Glaucoma sudut tertutup (akut) hanya terjadi pada mata yang sudut bilik mata depannya memang sudah sempit dari pembawaannya.

Gejala: Fase prodormal (fase nonkongestif) Pengelihatan kabur. Terdapat halo (gambaran pelangi) sekitar lampu. Sakit kepala. Sakit pada mata. Akomodasi lemah

Berlangsung - 2 jam. Injeksi perikornea. Kornea agak suram karena edem. Bilik mata depan dangkal. Pupil melebar. Tekanan intraokuler meningkat. Penglihatan normal setelah serangan reda.

Fase kongestif

Sakit kepala yang hebat. Muntah. Palpebra bengkak. Konjungtiva bulbi : hiperemia kongesti, kemosis dengan injeksi silier, injeksi konjungtiva. Kornea keruh. Bilik mata depan dangkal. Iris : gambaran, corak bergaris tidak nyata. Pupil : melebar, lonjong, miring agak vertikal, kadang midriasis total, warna kehijauan, refleksi cahaya menurun sekali atau tidak sama sekali.

Glaukoma yang terjadi akibat penyakit mata yang lain, disebabkan:


Kelainan lensa

Kelainan uvea
Trauma Pembedahan

Glaukoma kongenital primer atau infantil. Penyebabnya adalah suatu membran yang menutupi jaringan trabekulum sehingga menghambat penyaluran keluar akuos humor. Ini dapat timbul pada saat dilahirkan sampai umur 3 tahun. Tanda yang paling dini adalah lakrimasi dan fotofobia. Kornea agak suram, karena tekanan bola mata tinggi, bola mata teregang, terutama kornea. Akibatnya kornea membesar sehingga disebut Buftalmos atau mata sapi. Pengobatan: pembedahan, goniotomi. Pembedahan ini membuka membrane yang berada didepan jaringan trabekulum.

Glaukoma absolut merupakan stadium terakhir semua jenis glaucoma disertai kebutaan total. Apabila disertai nyeri yang tidak tertahan dapat dilakukan Cycloryo therapy untuk mengurangi nyeri. Seringkali enukleasi merupakan tindakan yang paling efektif. Apabila tidak disertai nyeri, bola mata dibiarkan.

Mekanisme utama penurunan penglihatan pada glaukoma adalah atrofi sel ganglion difus, yang menyebabkan penipisan lapisan serat saraf dan inti bagian dalam retina dan berkurangnya akson di saraf optikus. Iris dan korpus siliar juga menjadi atrofi, dan prosesus siliaris memperlihatkan degenerasi hialin.

Diduga gangguan ini disebabkan oleh peninggian tekanan intraokuler. Tekanan intraokuler yang tinggi secara mekanik menekan papil saraf optik. Bagian tepi papil saraf optik relatif lebih kuat daripada bagian tengah sehingga terjadi cekungan pada papil saraf optik. Serabut atau sel saraf ini sangat tipis dengan diameter kirakira 1/20.000 inci. Bila tekanan bola mata naik serabut saraf ini akan tertekan dan rusak serta mati. Kematian sel tersebut akan mengakibatkan hilangnya penglihatan yang permanen.

Iritis akut Konjungtivitis akut

Tajam penglihatan
Tonometri

Gonioskopi

Tonografi

Tes Provokasi

1. Medikamentosa Glaukoma sudut tertutup Parasimpatomimetik: pilokarpin 2-4%, setiap menit 1 tetes selama 5 menit. Kemudian diteruskan setiap jam. Inhibitor karbonik anhidrase: asetazolamid 250 mg, 2 tablet. Kemudian disusul dengan 1 tablet tiap 4 jam. Hiperosmotik: gliserin 50%, 1-1,5 gr/kg yang diberikan per oral.

Glaukoma sudut terbuka Parasimpatomimetik: pilokarpin 2-4%, 1 tetes, 3-6 kali sehari atau eserin 0,25-0,5%, 1 tetes, 3-6 kali sehari Simpatomimetik: epinefrin 0,5-2%, 1 tetes, 2 kali sehari -blocker: timolol maleat 0,25-0,5%, 1 tetes, 1-2 kali sehari Inhibitor karbonik anhidrase: asetazolamid 250 mg, 1 tablet, 4 kali sehari

2. Pembedahan Trabekulektomi Iridektomi perifer Sklerotomi dari Scheie


3. Laser

Sinekia anterior perifer Atrofi retina dan saraf optik

Tanpa pengobatan, glaukoma dapat mengakibatkan kebutaan total. Apabila obat tetes anti glaukoma dapat mengontrol tekanan intraokular pada mata yang belum mengalami kerusakan luas, prognosis akan baik. Apabila proses penyakit terdeteksi dini sebagian besar pasien glaukoma dapat ditangani dengan baik.

Glaukoma merupakan sekelompok penyakit neurooptic yang menyebabkan kerusakan serat optik (neuropati optik), yang ditandai dengan kelainan atau atrofi papil nervus opticus yang khas, adanya ekskavasi glaukomatosa, serta kerusakan lapang pandang dan biasanya disebabkan oleh efek peningkatan tekanan intraokular sebagai faktor resikonya.
COA dan produksi humor aquous merupakan struktur penting dalam hubungannya dengan pengaturan tekanan intraokuler. COA dibentuk oleh persambungan antara kornea perifer dan iris. Bagian mata yang penting dalam glaukoma adalah sudut filtrasi. Bagian terpenting dari sudut filtrasi adalah trabekula.

Glaukoma terbagi menjadi: Glaukoma primer, glaukoma sekunder, glaukoma kongenital dan glaukoma absolut.
Pemeriksaan penunjang : pemeriksaan visus, Tonometri, Genioskopi, Lapang pandang, Oftalmoskopi, Tonografi, Tes provokasi. Penatalaksaan Glaukoma dapat melalui Terapi Medikamentosa, Tindakan Pembedahan dan dapat juga Terapi Laser.