Anda di halaman 1dari 13

Paper

ASUHAN KEPERAWATAN KANKER PROSTAT


Kelompok 9
Agustinus 004, Lia Yulianingsih, Nadih, Nurhikmah & Nurmayani

12

Asuhan Keperawatan Kanker Prostat ( Cancer Prostate)


Latar Belakang Akibat Kanker prostate adalah keganasan tersering pada laki-laki di ameriika serikat dan merukan penyebab kedua tersering kematian akibat kanker pada laki-laki berusia diatas 55 Th (Setelah karsinoma paru dan usus). Di Amerika Serikat diperkirakan setiap tahun didiagnosis 132.000 kasus baru dan lebih dari 33.000 kematian penyakit ini. Hanya sekitar sepertiga kasus yang diidentifikasi pada autopsy bermanifestasi secara kelinis. Penyakit jarang ditemukan sebelum usia 50 Tahun, dan insiden meningkat seiring dengan usia. Amerika serikat memiliki 14 kematian per 100.000 laki-laki per tahun dibandingkan dengan 22 untuk suedia dan 2 untuk Jepang. Namun, imigran Jepang ke Amerika Serikat mengalami kanker prostate dengan prekuensi setar dengan laki-laki lain di Negara ini, yang mengisyaratkan bahwa faktor lingkungan adalah penyebab utama adanya perbedan pada populasi. Walaupun faktor genetic dan lingkungan semua diperkirakan berperan, resiko kanker prostate meningkat pada pria yang keluarga dekat nya (First-degree relatives) mengidap penyakit ini, pada pria amerika keturunan Afrika, dan pada peria yang terpajan ke toksin-toksin okupasional atau lingkungan tertentu, misalnya cadmium. Suatu pemeriksaan darah dengan biaya murah yang baru-baru ini diciptakan, dapat mendeteksi tumor-tumor prostate mikroskopik dan semakin banyak pria didiagnostik mengidap kanker prostate pada usia yang lebih muda.

Definisi Kanker prostat adalah penyakit kanker yang berkembang di prostat, sebuah kelenjar dalam sistem reproduksi lelaki. Hal ini terjadi ketika sel prostat mengalami mutasi dan mulai berkembang di luar kendali. Sel ini dapat menyebar secara metastasis dari prostat ke bagian tubuh lainnya, terutama tulang dan lymph node. Kanker prostat dapat menimbulkan rasa sakit, kesulitan buang air kecil, disfungsi erektil dan gejala lainnya. Anatomi dan fisiologi Prostat adalah suatu organ yang terdiri dari komponen kelenjar, stroma dan muskular. Kelenjar ini mulai tumbuh pada kehamilan umur 12 minggu karena pengaruh dari horman androgen yang berasal dari testis janin. Prostat merupakan derivat dari jaringan embrional sinus urogenital. Kelenjar prostat bentuknya seperti konnus terbalik yang terjepit (kemiri ). Letak kelenjar prostat disebelah inferior buli-bulu, didepan rektum dan membungkus uretra posterior. Ukuran rata-rata prostat pada pria dewasa 4 x 3 x 2,5 cm dan beratnya kurang lebih 20 gram.

2|Asuhan Keperawatan Kanker Prostat

Pada tahun 1972 Mc. NEAL, mengemukakan konsep tantang zona anatomi dari prostat. Menurut Mc. NEAL, komponen kelenjar dari prostat sebagian besar terletak/membentuk zona perifer. Zona perifer ini ditambah dengan zona sentral yang terkecil merupakan 95 % dari komponen kelenjar. Komponen kelenjar yang lain ( 5% ) membentuk zona transisi. Zona transisi ini terletak tepat di luar uretra di daerah verumontanum. Proses hiperplasia dimulai di zona transisi ini. Sebagian besar proses keganasan (60-70 % ) bermula di zona perifer, sebagian lagi dapat tumbuh di zona transisi dan zona sentral. Prostat menghasilkan suatu cairan yang merupakan salah satu komponen dari cairan ejakulat. Cairan kelenjar ini dialirkan melalui duktus sekretorius dan bermuara di uretra posterior untuk kemudian bersama cairan semen yang lain pada saat ejakulasi. Cairan ini merupakan 25 % dari volume

ejakulat. Jika kelenjar ini mengalami hiperplasia jinak atau berubah menjadi kanker ganas dapat membuntu uretra posterior dan mengakibatkan terjadinya obstruksi saluran kemih. Etiologi Beberapa faktor yang diduga sebagai penyebab timbulnya adenokarsinoma prostate adalah : 1. Predisposisi genetic Kemungkinan untuk menderita kanker prostate menjadi dua kali jika saudara laki-lakinya menderita penyakit ini. Kemungkinannya naik menjadi lima kali jika ayah dan saudaranya juga menderita. 2. Pengaruh hormonal Adanya perubahan keseimbangan antara hormon testosteron dan estrogen pada usia lanjut. 3. Diet Diet yang banyak mengandung lemak, susu yang berasal dari binatang, daging merah dan hati diduga meningkatkan kejadian kanker prostate. Beberapa nutrisi diduga dapat menurunklan insidens kanker prostate, adalah Vitamin A, Beta karoten, Isoflavon atau Fitoestrogen yang banyak terdapat pada kedelai, likofen (anti oksidan karotenoit yang banyak terdapat pada tomat). Selenium (terdapat pada ikan laut, daging, biji-bijian), dan vitamin E. 4. Pengaruh lingkungan Kanker prostate lebih banyak diderita oleh bangsa afrika amerika yang berkulit hitam dari pada kulit bangsa putih. Pada penelitian yang lain didapatkan bahwa bangsa asia (cina dan jepang lebih sedikit menderi penyakit ini). 3|Asuhan Keperawatan Kanker Prostat

Patofisiologi Penyebab Ca Prostat hingga kini belum diketahui secara pasti, tetapi beberapa hipotesa menyatakan bahwa Ca Prostat erat hubungannya dengan hipotesis yang disuga sebagai penyebab timbulnya Ca Mammae adalah adanya perubahan keseimbangan antara hormon testosteron dan estrogen pada usia lanjut, hal ini akan mengganggu proses diferensiasidan proliferasi sel. Diferenaiasi sel yang terganggu ini menyebabkan sel kanker, penyebab lain yaitu adanya faktor pertumbuhan yang stroma yang berlebihan serta meningkatnya lama hidup sel-sel prostat karena berkurangnya sel-sel yang mati sehingga menyebabkan terjadinya perubahan materi genetik. Perubahan prolife sehingga menyebabkan produksi sel stroma dan sel epitel kelenjar prostat menjadi berlebihan sehingga terjadi Ca Prostat (Price, 1995) Kanker akan menyebakan penyempitan lumen uretra pars prostatika dan akan menghambat aliran urin,. Keadaan ini menybabkan penekanan intraavesikal, untuk dapat mengeluarkan urin buli-buli harus dapat berkontraksi kuat guna melawan tahanan itu. Kontraksi yang terus-menerus menyebabkan perubahan anatomik dari buli-buli berupa hipertrofi detrusor, trabekulasi, terbentuknya selula, sakula, dan divetikel buli-buli. Fase penebalan ototdetrusor ini disebut fase kompensasi (Purnomo,2000) Perubahan struktur pada buli-buli dirasakan oleh pasien sebagai keluhan pada saluran kemih sebelah bawah atau lower urinary track symptom (LUTS) yang dahulu dikenal dengan gejal-gejal prostatismus, dengan semakin meningkatnya retensi uretra, otot detrusor masuk ke dalam fase dekompensaasi dan akhirnya tidak mampu lagi untuk berkontraksi sehingga terjadi retensi urin. Tekanan intravesikal yang semakin tinggi akan diteruskan ke seluruh bagian buli-buli ke ureter atau terjadi refluk vesico-ureter. Keadaan ini jika berlangsung terus akan mengakibatkan hidroureter, hidronefrosis,bahkan akhirnya akan dapat jatuh kedalam gagal ginjal (Price, 1995). Berkemgangnya tumor yang terus menerus dapat terjadi perluasan langsung ke uretra, leher kandung kemih dan vesika semmininalis. Ca Prostat dapat juga menyebar melalui jalur hematogen yaitu tulang tulang pelvis vertebra lumbalis, femur dan kosta. Metastasis organ adalah pada hati dan paru (Purnomo,2000) Proses patologis lainnya adalah penimbunan jaringan kolagen dan elastin diantara otot polos yang berakibat melemahnya kontraksi otot. Selain tu terdapat degenerasi sel syaraf yang mempersarafi otot polos. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya hipersensitivitas pasca fungsional, ketidakseimbangan neurotransmiter, dan penurunan input sensorik, sehingga otot detrusor tidak stabil. Karena fungsi otot vesika tidak normal, maka terjadi peningkatan residu urin yang menyebabkan hidronefrosis dan disfungsi saluran kemih atas.(Purnomo,2000)

4|Asuhan Keperawatan Kanker Prostat

Manisfestasi Klinis

Manisfestasi yang tampak dapat berupa gejala-gejala obtruksi saluran kemih, penurunan berat badan, anemi, atau nyeri tulang

Kangker prostate asimtomatik atau berkaitan dengan peningkatan frekuensi keinginan berkemih, serta penurunan tekanan aliran urin. Ejakulat mungkin mengandung darah dan pada kasus lanjut, dapat timbul nyeri punggung.

Penyebaran Tumor yang berada pada kelenjar prostate tumbuh menembus kapsul prostate dan mengadakan infiltrasi organ sekitarnya. Peneyebaran secara limfogen melalu kelenjar pada daerah pelfis menuju kelenjar limfe retroperitoneal dan penyebaran secara hematogen melalui vena Verteblaris menuju tulang-lulang pelvis, Femur sebelah proksimal, vertebralumbalis, kosta, paru, hepar, dan otak. Metastasis ketulang padaumumnya merukan proses osteoblastik, mekispun kadang-kadang bisa juga terjadi proses osteolitik.

Stadium penentuan stadium berdasarkan pada sisitim whitmore : stadium A : mencerminkan kanker yang tidak terdeteksi dengan pemeriksaan rectum tetapi ditemukan pada specimen bedah yang diperoleh sewaktu operasi untuk hyperplasia atau pada outopsi. Stadium A dibagi menjadi dua kelompok : Stadium A1, jika tumor yang berdiferensiasi akibat terdapat hanya beberapa potongan kecil (cihp) transuretra di satu lobus. Stadium A2, jika tumornya lebih difus. Stadium B : dapat teraba tetapi terbatas dirostat. Stadium B dibagi dua kelompok : Stadium B1 adalah nodus tunggal yang mengenai hanya satu lobus dan dikelilingi oleh jarinngan yang normal pada perabaan. Stadium B2, mengenai klenjar secara lebih difus. Stadium C Tumor meraba dan meluas melebihi prostate tetapi belum terjadi metastasis jauh. Stadium D : terdapat metatasis. Stadium D1, keterlibatan hanya kelenjar limfe panggul tanpa metastasis lain. Stadium D2, Metasisnya lebih luas.

5|Asuhan Keperawatan Kanker Prostat

Komplikasi

Kanker prostate progresif yang tidak diterapi memiliki angka kematian yang sangat tinggi (> 90%).

Kanker testis dapat bermetastasis keparu, kelenjar l,imfe atau susunan syaraf pusat. Angka bertahan hidup pada kanker prostate bergantung pada stadium saat didiagnosis. Sebagian besar pria yang didiagnosis berada pada stadium D akan meninggal dalam waktu 35 tahun.

Pemeriksaan penunjang. Ultrasonografi transrektal (TRUS)

Pada pemeriksaan ultrasonografi transrektal dapat diketahui adanya area hipo-ekoik (60%) yang merupakan salah satu tanda adanya kanker prostate dan segaligus mengetahui kemungkinan adanya ekstensi tumor ekstrakapsuler. Selain itu dapat diambil contoh jaringan pada area yang dicurigai keganasan melalui biopsy aspirasi dengan jarum halus (BAJAH). CT scan dan MRI

Scan diperiksa jika dicurigai adanya metastasis pada limfonudi (N), yaitu pada pasien yang menunjukan skor Gleason tinggi (>3) atau kadar PSA tinggi. Bone scan

Pemeriksaan sintigrafi pada tulang dipergunakan untuk mencari metasis hematogen pada tulang.

Penatalaksanaan Observasi

Untuk pasien dalam stadium A dengan umur harapan hidup kurang dari 10 tahun. Radiasi

Untuk pasien berusia lanjut atau pasien dengan tumor loko-invasif dan tumor yang mengadakan metastasis. Prostatektomi radikal

Pasien yang berada pada stadium B dan C dan tumor stadium A pada pria muda. Yaitu berupa pengangkatan kelenjar prostate secara bedah.

Terapi hormonal

Tumor stadium D diterapi dengan pemberiaqn hormone untuk memperlambat penyebaran penyakit dan tindakan-tindakan paliatif untuk mengurangi nyeri. Terapi hormone antara lain adalah obat-obat anti androgen, terapi estrogen dan obat-obat ayng menghambat pelepasaan Gonadotropin-releasing hormone hipotalamus (leuprolide) dapat dilakukan orkitektomi (pengangkatan testis) bersamaan dengan terapi hormon. 6|Asuhan Keperawatan Kanker Prostat

Tinjauan Keperawatan Pengkajian Sirkulasi Eliminasi : Peninggian TD (Efek pembesaran ginjal : - Penurunan kekuatan/dorongan aliran urin - ketidak mampuan untuk mengosongkan kandung kemih dengan lengkap - Nokturia, disuria, hematuria. - ISK berulang, riwayat batu (stasis urinaria) Makanan atau cairan : - Anoreksia; mual, muntah - Penurunan berat badan Nyeri/kenyamanan : - Nyeri suprapubis (prostatitis akut) - Nyeri punggung bawah.

Penyuluhan

: -adanya riwayat keluarga kanker, penyakit ginjal.

Diagnosa Keperawatan 1. Gangguan pola eliminasi retensi urine b/d pembesaran prostate, dan distensi kandung kemih. 2. Resti infeksi b/d prosedur infasif ( alat selama pembedahan) 3. Gangguan nutrisi b/d dengan mual dan penurunan berat badan

Intervensi DX : 1 1. Dorong pasien untuk berkemih tiap 2-4 jam dan bila tiba-tiba dirasakan = meminimalkan retensi urine distensi berlebihan pada kandung kemih. 2. Observasi aliran urin, perhatikan ukuran dan kekuatan = ubtuk mengevaluasi obstruksi dan pilihan intervensi. 3. Perkusi/palpasi area suprapubis = distensi kandung kemih dapat dirasakan diarea suprapubik. 4. Dorong masukan cairan sampai 3000 ml sehari = mempertahankan hidrasi adekuat dan perfusi ginjal untuk aliran urine. 5. Awasi tanda vital dengan ketat = untuk mengetahui perkembangan 6. Kolaborasi dalam pemberian obat-obatan (antispasmodic, contoh : Oksibutinin klorida (ditropan) ) = menghilangkan spasme kandung kemih sehubungan dengan iritasi oleh kateter. DX : 2

7|Asuhan Keperawatan Kanker Prostat

1.

Pertahankan system kateter steril, berikan perawatan kateter regular dan berikan salep antibiotic disekitar sisi kateter = mencegah pemasukan bakteri dan infeksi/sepsis berlanjut.

2.

Lakukan ambulasi dengan kantung drainase dependen = menghindari refleks balik urine, yang dapat memasukan bakteri ke dalam kandung kemih.

3.

Observasi drainase dari luka sekitar kateter suprapubik = adanya drain, insisi suprapubik meningkatkan resiko untuk infeksi, yang diindikasikan dengan eritema, drainage purulen.

4.

Ganti balutan dengan sering (insisi supra/retropubik dan perineal), pembersihan dan pengeringan kulit sepanjang waktu = balutan basah menyebabkan kulit iritasi dan memberikan media untukpertumbuhan bakteri, peningkatan resiko infeksi luka.

5.

Kolaborasi dalam pemberian antibiotic = diberikan secara profilaktik sehubungan dengan peningkatan infeksi pada prostatektomi

DX : 3 1. Kaji status nutrisi pasien 2. Dorong pasien untuk makan makanan dalam jumlah sedikit tapi sering. 3. Berkolaborasi dengan ahli gizi. 4. Berkolaborasi dengan dokter dalam pemberian antimetik

8|Asuhan Keperawatan Kanker Prostat

JURNAL PENELITIAN Kanker prostat adalah kanker paling sering didiagnosa pada pria Amerika dan penyebab utama kedua kematian akibat kanker. Di beberapa negara Barat, itu telah menjadi penyebab utama kematian akibat kanker. Sebagai penduduk usia kita, dampak dari kanker prostat pada pria Amerika akan meningkat, tidak ada kanker lain meningkat dalam insiden dan angka kematian dengan bertambahnya usia secepat seperti halnya kanker prostat. Telah diperkirakan bahwa lebih dari 1 juta pria Amerika sekarang hidup dan di atas usia 50 akhirnya akan meninggal karena kanker prostat kecuali pengobatan baru dikembangkan untuk mengendalikan penyakit ini. Sayangnya, kanker prostat memiliki dampak yang tidak proporsional pada segmen tertentu dari populasi kita. Sebagai contoh, pria Amerika Afrika lebih cenderung untuk mengembangkan kanker prostat dan dua kali lebih mungkin untuk meninggal dari itu daripada orang Amerika lainnya. Selama dekade terakhir, kejadian kanker prostat telah meningkat tajam sebagai pengujian PSA telah menjadi banyak tersedia. Dengan kesadaran yang meluas tentang kanker prostat dan kemauan yang lebih besar untuk mendiskusikan penyakit ini umum, lebih dari 50 persen pria di atas usia 50 melaporkan bahwa mereka telah diuji untuk kanker prostat dalam dua tahun terakhir. Sebagian besar kejadian meningkat, oleh karena itu, telah berhubungan dengan identifikasi melalui pemeriksaan luas dari sejumlah besar lazim, namun sebelumnya tidak terdeteksi, kasus dalam populasi. Penurunan bertahap pada angka kematian terlihat dalam lima tahun terakhir mungkin berhubungan, sebagian, dengan sensitivitas yang luar biasa PSA dalam mendeteksi kanker prostat sebelumnya, ketika dapat dikontrol dengan pembedahan atau terapi penyinaran. Kanker prostat adalah umum dan terutama mempengaruhi laki-laki lebih tua dari 65. Sekitar 90 persen pria didiagnosis dengan kanker prostat akan memiliki penyakit klinis lokal (kanker terbatas pada kelenjar prostat). Pendekatan pengobatan bervariasi menurut wilayah geografis dan oleh dokter khusus. Alasan untuk variasi ini tidak jelas dan tidak sangat terkait dengan tumor grade (Gleason 9|Asuhan Keperawatan Kanker Prostat

skor) atau kadar PSA. Kanker dimulai di sel, blok bangunan yang membentuk jaringan. Jaringan membentuk organ-organ tubuh. Biasanya, sel-sel tumbuh dan membelah membentuk sel-sel baru ketika tubuh membutuhkan mereka. Ketika sel menjadi tua, mereka mati, dan sel-sel baru mengambil tempat mereka. Kadang-kadang, proses yang teratur ini berjalan salah. Sel-sel baru terbentuk ketika tubuh tidak membutuhkannya, dan sel-sel lama tidak mati ketika mereka seharusnya. Sel-sel ekstra ini dapat membentuk suatu massa dari jaringan yang disebut suatu pertumbuhan atau tumor. Tumor jinak bukan kanker:

Tumor jinak jarang mengancam nyawa. Umumnya, tumor jinak dapat diangkat. Mereka biasanya tidak tumbuh kembali. Sel dari tumor jinak tidak menyerang jaringan sekitar mereka. Sel dari tumor jinak tidak menyebar ke bagian lain dari tubuh.

Tumor ganas adalah kanker:

Tumor ganas umumnya lebih serius daripada tumor jinak. Mereka mungkin mengancam nyawa.

Tumor-tumor ganas seringkali dapat diangkat. Tapi terkadang mereka tumbuh kembali. Sel-sel dari tumor ganas dapat menyerang dan merusak jaringan di dekatnya dan organ. Sel-sel dari tumor ganas dapat menyebar (bermetastasis) ke bagian lain dari tubuh. Sel-sel kanker menyebar dengan memecah dari tumor (primer) asli dan memasuki aliran darah atau sistem limfatik. Menyerang sel-sel organ lain dan membentuk tumor baru yang merusak organ-organ ini. Penyebaran dari kanker disebut metastasis.

Ketika kanker menyebar prostat, kanker sering ditemukan pada kelenjar getah bening di dekatnya. Jika kanker telah mencapai node ini, juga mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening lainnya, tulang, atau organ lain. Ketika kanker menyebar dari tempat asalnya ke bagian lain tubuh, tumor baru mempunyai jenis yang sama sel-sel abnormal dan nama yang sama dengan tumor primer. Sebagai contoh, jika kanker prostat menyebar ke tulang, sel-sel kanker di tulang sebenarnya sel-sel kanker prostat. Penyakit ini metastasis kanker prostat, bukan kanker tulang. Untuk alasan itu, diperlakukan sebagai kanker prostat, bukan kanker tulang. Dokter menyebut tumor baru "jauh" atau penyakit metastasis. http://www.news-medical.net/health/Prostate-Cancer-%28Indonesian%29.aspx (11 november 2012, 11:37) 10 | A s u h a n K e p e r a w a t a n K a n k e r P r o s t a t

JURNAL PENELITIAN MANFAAT IKAN TERHADAP KANKER PROSTAT Mengonsumsi ikan atau minyak ikan dengan teratur bisa secara signifikan meningkatkan pertahanan tubuh Anda dari serangan kanker prostat. Penelitian, yang dipublikasikan dalam jurnal American Journal of Epidemiology, menemukan bahwa pasien yang secara teratur mengonsumsi minyak ikan omega-3 dalam jumlah tinggi tercatat bisa mengurangi hingga 34-40 persen risiko kematian akibat penyakit tersebut. Penelitian berumur 20 tahun di Harvard School of Public Health, Boston, ini juga menemukan bahwa pasien yang mengonsumsi lemak jenuh dalam jumlah tinggi tercatat dua kali lipat berisiko kematian akibat tumor dibandingkan pasien yang sedikit mengonsumsi itu. Menurut penelitian, risiko kanker prostat meningkat seiring bertambahnya usia dan pria di atas 50 tahun lebih mungkin untuk mengembangkan tumor, yang ditleiti memiliki elemen genetik kuat dalam pengembangan tumor. Para ilmuwan meneliti 525 pria dengan usia rata-rata 70 yang mendaftar sebuah penelitian jangka panjang pada 1989 setelah didiagnosa menderita kanker prostat. Para pasien juga ditanyai tentang kebiasaan makan mereka, termasuk konsumsi berbagai jenis lemak. Selama 20 tahun berikutnya, semua orang ditindaklanjuti untuk memantau tingkat ketahanan hidup. Hasil penelitian menunjukkan, pada Maret 2011, sebanyak 222 dari mereka sudah meninggal dunia karena kanker prostat dan 268 lainnya meninggal dunia akibat penyebab lain. Ketika membandingkan penyebab kematian dengan kebiasaan makan mereka, peneliti menemukan pria yang secara teratur memakan ikan dengan kandungan minyak tinggi tercatat bisa mengurangi 3440 persen risiko meninggal dunia akibat kanker prostat yang mereka derita. Para peneliti mengatakan, jenis makanan tampaknya memiliki efek yang kuat pada tumor yang masih berada dalam tahap awal pengembangan. Konsumsi ikan dapat memiliki efek perlindungan sederhana pada risiko dan pengembangan kanker prostat, serta mortalitas penyakit tertentu. Hasil ini menunjukkan bahwa tumor tahap awal mungkin lebih responsif terhadap faktor makanan dan pola makan juga bisa mempengaruhi prognosis setelah diagnosis kanker prostat tahap awal, kata para peneliti seperti dikutip Daily Mail. Menurut penelitian tahun lalu, yang dilakukan University of California, para peneliti menemukan bahwa minyak ikan bisa mengurangi jumlah pembagian sel secara cepat dalam jaringan kanker prostat, dan berpotensi mengurangi kemungkinan penyakit ini menyebar ke bagian tubuh lain. (jay 11 | A s u h a n K e p e r a w a t a n K a n k e r P r o s t a t

http://duniafitnes.com/news/perangi-kanker-prostat-dengan-konsumsi-ikan.html (11 november 2012, 11:37)

PENELITIAN DAMPAK BEKERJA SIP MALAM TERHADAP KANKER PROSTAT Bekerja dengan shift di malam hari memang tidak mengharuskan seseorang untuk bangun pagi dan mengalami kemacetan di jalan. Namun, dalam sebuah penelitian yang dikutip dari Dailymail, Senin (22/10) menyebutkan bahwa pekerja pria dengan jadwal bekerja di malam hari akan mengalami risiko peningkatan kanker prostat, bahkan hingga tiga kali lipat lebih tinggi.

Bukan hanya mengalami risiko lebih tinggi terkena kanker prostat, pekerja dengan shift malam juga lebih terancam menderita berbagai jenis kanker lain pada bagian perut, kandung kemih, dan juga paru-paru. Pernyataan itu diungkapkan berdasarkan penelitian dari University of Quebec, Kanada. Para ahli khususnya fokus pada dampak bekerja di jadwal shift malam terhadap kesehatan pria.

Peneliti menyebutkan, shift malam membuat hormon melatonin gagal diproduksi oleh tubuh yang biasanya terjadi pada jam 9 malam sampai 8 pagi ketika seseorang tidur. Tim peneliti memastikan bahwa hasil studi mereka cukup valid karena melibatkan 3.137 pria yang didiagnosis berbagai jenis kanker. Ternyata, sebagian dari mereka memang pernah menjalani pekerjaan yang dilakukan pada malam hari. Dari pemaparan peneliti, paparan sinar lampu di malam hari mengacaukan sistem produksi melatonin. Padahal salah satu fungsi hormon tersebut adalah mencegah munculnya tumor.

Seperti diketahui, melatonin adalah hormon yang terdapat secara alami dan diproduksi dalam jumlah terbatas di dalam tubuh. Penelitian menyebutkan bahwa melatonin tak hanya membantu meningkatkan kualitas tidur seseorang, tetapi juga memperbaiki hasil pengobatan pada penderita kanker dan memperpanjang umur mereka.

Penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Epidemiology ini juga menyebutkan bahwa beberapa penelitian pernah menganalisis tentang kaitan antara bekerja di malam hari dengan

12 | A s u h a n K e p e r a w a t a n K a n k e r P r o s t a t

kanker payudara. Namun untuk para pria, belum ada penelitian yang benar-benar membahasnya. (Dailymail/ Wikipedia/*/OL-06 http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2012/11/03/5786/5/Pria-PekerjaMalam-Berisiko-Kanker-Prostat (11 november 2012, 11:37)

Sumber
Carpenito, Lynda Juall. 1998. Buku Saku Diagnosa Keperawatan, edisi 6. Jakarta: Penerbit buku kedokteran, EGC. Mansjoer, Arif. 2000. Kapita Selekta Kedokteran, edisi 3 jilid kedua. Jakarta: Media Aesculapius FKUI. Price, S. 1995. Patofisiologi. Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Edisi 4. Jakarta: EGC http://majalahkesehatan.com/mengenal-kanker-prostat/ (11 November 2012, 10:15)

13 | A s u h a n K e p e r a w a t a n K a n k e r P r o s t a t

Anda mungkin juga menyukai