Anda di halaman 1dari 5

14 BAB III METODE STUDI KASUS 3.

1 Kerangka konseptual Factor yang mempengaruhi pengetahuan Umur Tingkat pendidikan Pekerjaan Pengalaman dan sumber informasi variabel tidak diteliti variabel diteliti

Diet hipertensi (makanan yang harus dihindari) 1. Makanan yang berkadar lemak jenuh tinggi 2. Makanan yang diolah dengan menggunakan garam natrium 3. Makanan dan minuman dalam kaleng 4. Makanan yang diawetkan 5. sumber protein hewani yang tinggi kolesterol 6. Bumbu-bumbu yang mengandung garam natrium. 7. Alkohol dan makanan yang mengandung alkohol. Gambaran pengetahuan aturan diet hipertensi pada klien hipertensi di posyandu lansia Mengerti Cukup mengerti Kurang mengerti Tidak mengerti

3.2 Subyek penelitian Subyek yang dibutuhkan untuk penelitian ini adalah penderita hipertensi,dengan banyak responden minimal 10 orang.dengan kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah : 1. Penderita hipertensi 2. Mampu berkomunikasi dengan baik. 3. Tidak dalam penurunan kesadaran. 4. Kooperatif 3.3 Jenis Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif. Deskriptif adalah suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskriptif tentang suatu keadaan secara objektif, sedangkan eksploratif berarti penelitian yang bersifat menjelajah untuk mendapatkan informasi yang dalam tentang berbagai hal dari obyek sasaran (Notoatmojo, 2002).

3.4 Definisi operasional Definisi operasional merupakan penjelasan semua variable dan istilah yang akan digunakan dalam penelitian secara operasional yang akan memudahkan pembaca dalam mengartikan makna penelitian (Setiadi, 2003). 3.5 Tempat dan Waktu N Variable O . 1 Variable . dependent : Pengetahu an aturan diet hipertensi Definisi operasional Penilaian tingkat pengetahuan dan ketaatan dalam memenuhi aturan diet hipertensi untuk mencapai sebuah tujuan dalam sebuah program dengan kurun waktu 1 bulan terakhir Parameter Daya ingat,semanga t,kepatuhan,ke mampuan berfikir Alat ukur Lembar wawancar a kuesioner Skala ordinal Scoring/penelitian Tingkat pengetahuan : Skor 20 lebih: mengerti Skor 15-20: cukup mengerti Skor 5-15: kurang mengerti Skor < 5: tidak mengerti sama sekali

Waktu : 11 juni 2012 Tempat : di posyandu lansia, jalan nailun hamam Banyuanyar ,kabupaten Probolinggo.

15

3.6 Teknik pengumpulan data Pengumpulan data adalah suatu proses pendekatan kepada subjek dan proses pengumpulan karakteristik subjek yang diperlukan dalam suatu penelitian (Nursalam, 2003). Tenik pengumpulan data merupakan cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data.peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan kuisioner untuk mengetahui pengetahuan pada klien hipertensi terhadap aturan diet hipertensi. Media yang digunakan dalam pengumpulan dan merekam data penelitian ini adalah digital recorder. Langkah pengumpulan data untuk studi ini adalah: 1. Persetujuan proposal penelitian dari pihak institusi untuk pengambilan data. 2. Peneliti mengurus surat ijin dari institusi untuk penelitian yang ditujukan pada puskesmas Banyuanyar,posyandu lansia Banyuanyar. 3. Peneliti datang ke Puskesmas dan Posyandu lansia Banyuanyar Kabupaten Probolinggo untuk meminta ijin melakukan penelitian. 4. Pihak posyandu lansia memberikan data responden sesuai dengan kriteria inklusi. 5. Peneliti menemui responden dan memberikan informed consent. 6. Peneliti melakukan penelitian dengan metode wawancara dan observasi. 7. Peneliti mengolah data dan menyampaikan hasil penelitian pada pihak Puskesmas dan posyandu Banyuanyar untuk mendapatkan surat bukti bahwa telah dilakukan penelitian Gambaran pengetahuan aturan diet hipertensi pada klien hipertensi di posyandu lansia Banyuanyar Kabupaten Probolinggo. 3.7 Instrumen penelitian Instumen adalah alat pada waktu penelitian menggunakan metode. (Arikunto, 2002). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa lembar kuisioner dan wawancara. Kuisioner digunakan peneliti untuk menanyakan data umum responden, riwayat tentang penyakit hipertensi dan diet hipertensi yang diketahui. Wawancara digunakan untuk mengetahui lebih dalam tentang pengetahuan klien tentang aturan diet hipertensi. 3.8 Teknik pengolahan data dan analisa data Analisa data merupakan suatu proses yang dilakukan secara sistematis terhadap data yang telah dikumpulkan dengan tujuan supaya t rends dan relationship bisa dideteksi (Nursalam, 2003). Adapun dalam penelitian ini analisis data yang dilakukan terlebih dahulu melalui tahapan persiapan. Tahap ini dimaksudkan untuk merapikan data agar bersih, rapi, dan tinggal 16

mengadakan pengolahan lanjutan atau analisis (Arikunto, 2002). Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini antara lain mengecek kode dan kelengkapan indentitas responden untuk menghindari kesalahan ataupun kekurangan data responden penelitian. Mengecek kelengkapan data yaitu memeriksa isi instrument pengumulan data, mengecek macam isian data untuk menghindari ketidaktepatan pengisian oleh responden. kemudian mengelompokkan sesuai dengan tingkatan skor yang di dapatkan. 3.9 Penyajian data Hasil analisa data disajikan dalam bentuk diagram lingkaran atau tabel frekuensi selanjutnya diuraikan dalam bentuk naratif sebagai kesimpulan umum.

17

DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT Rineka Cipta Brunner & Suddarth. Buku Ajar : Keperawatan Medikal Bedah Vol 2, Jakarta, EGC, 2002 Kodim Nasrin. Hipertensi : Yang Besar Yang Diabaikan, @ tempointeraktif.com, 2003 Maria C. Linder, Ph.D. 1992 . Biokimia Nutrisi dan Metabolisme dengan Pemakaian Secara Klinis, Department of Chemistry, Fullertor, diterjemahkan oleh Aminudin Parakkasi;Penerbit UI Press Notoatmodjo, Soekidjo. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta Nursalam.2003. Konsep & Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pedoman Skipsi, Tesis, dan Instrumen Penelitian.Jakarta: Salemba Medika Smith Tom. Tekanan darah Tinggi : Mengapa terjadi, Bagaimana mengatasinya ?, Jakarta, Penerbit Arcan, 1995

18