Anda di halaman 1dari 6

3

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Defenisi Gangguan ansietas menyeluruh atau gangguan kecemasan umum

didefenisikan dalam DSMIV sebagai kekhawatiran yang berlebihan dan meresap, disertai oleh berbagai gejala somatik, yang menyebabkan gangguan bermakna dalam fungsi sosial atau pekerjaan atau penderitaan yang jelas bagi pasien.5 2.2 Epidemiologi Gangguan ansietas menyeluruh kemungkinan merupakan gangguan yang paling sering ditemukan dengan gangguan mental penyerta, biasanya gangguan kecemasan atau gangguan mood lainnya. Kemungkinan 50 persen pasien dengan gangguan ansietas menyeluruh memiliki gangguan mental lainnya.5 2.3 Etiologi Faktor biologis Daerah otak yang telah dihipotesiskan terlibat di dalam gangguan ansietas menyeluruh adalah ganglia basalis, sistem limbik dan korteks frontalis. Beberapa bukti menyatakan bahwa pasien dengan gangguan ansietas menyeluruh mungkin memiliki subsentivitas pada reseptor adrenergic alfa2. Suatu penelitian tomografi emisi positron (PET) melaporkan suatu penurunan kecepatan metabolik di ganglia basalis dan substansi alba pada pasien gangguan ansietas menyeluruh dibanding pasien normal.5

Faktor psikososial Dua bidang pikiran utama tentang faktor psikososial yang menyebabkan perkembangan gangguan ansietas menyeluruh adalah bidang kognitif perilaku dan bidang psikoanalitik. Bidang kognitif perilaku menghipotesiskan bahwa pasien dengan gangguan ansietas menyeluruh adalah berespon secara tidak tepat dan tidak akurat terdapat bahaya yang dihadapi. Bidang psikoanalitik menghipotesiskan bahwa kecemasan adalah suatu gejala konflik bawah sadar yang tidak terpecahkan.5 2.4 DIAGNOSA Butir-butir diagnostik anxietas : 6 Adanya perasaan cemas atau khawatir yang tidak realistik terhadap 2 atau lebih hal yang dipersepsikan sebagai ancaman, perasaan ini menyebabkan individu tidak mampu istirahat dengan tenang. Terdapatnya paling sedikit 6 dari 18 gejala berikut : Ketegangan motorik : 1. Kedutan otot atau rasa gemetar 2. otot tegang/kaku/pegel linu 3. tidak bisa diam 4. mudah menjadi lelah Hiperaktivitas otonomik : 5. nafas pendek/terasa berat 6. jantung berdebar 7. telapak tangan basah/dingin 8. mulut kering 9. kepala pusing 10. mual mencret perut terasa tak enak

11. muka panas, badan menggigil 12. buang air kecil lebih sering 13. sukar menelan/rasa tersumbat Kewaspadaan berlebihan dan penangkapan berkurang : 14. perasaan jadi peka 15. mudah terkejut/kaget 16. sulit konsentrasi pikiran 17. sukar tidur 18. mudah tersinggung Pedoman Diagnostik7 a. Penderita harus menunjukan ansietas sebagai gejala primer yang berlangsung hampir setiap hari untuk beberapa minggu sampai beberapa bulan yang tidak terbatas atau hanya menonjol pada situasi tertentu ( sifatnya free floating atau mengambang ) b. Gejala tersebut biasanya mencakup unsur berikut : Kecemasan (kekhawatiran akan nasib buruk merasa seperti diujung tanduk, sulit konsentrasi ) Ketegangan motorik (gelisah, gemetaran, sakit kepala , tidak bisa santai ) Overaktivitas otonomik ( kepala terasa ringan, jantung berdebar-debar, berkeringat, sesak nafas, keluhan lambung, pusing kepala,dsb ) c. Pada anak- anak sering terlihat adanya kebutuhan berlebihan untuk ditenangkan serta keluhan somatik berulang yang menonjol. d. Adanya gejala lain yang sifatnya sementara, khususnya depresi, tidak membatalkan diagnosis utama gangguan ansietas menyeluruh selama hal tersebut tidak memenuhi kriteria lengkap dari episode depresif. Gangguan ansietas fobik, gangguan ansietas panik atau gangguan obsesif kompulsif.

2.5 Penatalaksanaan Psikoterapi Pendekatan psikoterapeutik utama untuk gangguan ansietas menyeluruh adalah kognitif perilaku, suportif dan berorientasi tilikan. Pendekatan kognitif secara langsung menjawab distorsi kognitif pasien yang dihipotesiskan dan pendekatan perilaku menjawab keluhan somatik secara langsung. Teknik utama yang digunakan dalam pendekatan perilaku adalah relaksasi dan biofeedback. Terapi suportif menawarkan ketentraman dan kenyamanan bagi pasien, walaupun manfaat jangka panjangnya meragukan. Psikoterapi berorientasi tilikan memusatkan untuk mengungkapkan konflik bawah sadar dan mengenali kekuatan ego. 5 Farmakoterapi6 Nama generik Diazepam Nama dagang Lovium(phapros) Mentalium(soho) chlordiazepoxide Cetabrium Sediaan Tab 2-5 mg Tab 2-5-10 mg Drg. 5-10 mg Dosis anjuran 10-30 mg/hari 2-3 kali/hari 15-30 mg/hari 2-3 kali/hari Alprazolam Xanax Tab 0.25-0.5-1 3x0.25-0.5 mg Buspirone Buspar Tab 10 mg mg/hari 15-30 mg/hari

Efek samping obat anti ansietas dapat berupa : Sedasi (rasa kantuk,kurang waspada,kinerja psikomotor menurun,kemampuan kognitif lemah), relaksasi otot ( rasa lemas, cepat lelah ). Penghentian obat secara mendadak akan menimbulkan gejala putus obat : pasien gelisah irritable, bingung, insomnia, tremor, palpitasi, konvulsi.

Ketergantungan lebih sering terjadi pada individu dengan riwayat peminum alkohol dan penyalahgunaan obat. Oleh karena itu benzodiazepin tidak dianjurkan pada pasien tersebut.6 Steady state atau keadaan dengan jumlah obat yang masuk kedalam badan sama dengan jumlah obat yang keluar dari badan ) dicapai 5-7 hari dengan dosis 2-3 kali sehari. Efek klinis terlihat bila kadar obat dalam darah telah mencapai steady state. Mulai dengan dosis awal (dosis anjuran) lalu naikan dosis setiap 3-5 hari sampai mencapai dosis optimal dipertahankan 2-3 minggu diturunkan 1/8x setiap 2-4 minggu dosis minimal yang masih efektif (maintenance dose) bila kambuh dinaikkan lagi dan bila tetap efektif dipertahankan 4-8 minggu dan tapering off.6 Pada sindrom ansietas yang disebabkan faktor situasi eksternal pemberian obat tidak lebih dari 1-3 bulan. Pemberian yang sewaktu-waktu dapat dilakukan apabila sindrom ansietas dapat diramalkan waktu datangnya dan hanya pada situasi tertentu, serta terjadinya tidak sering.6

Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) : SSRI efektif terutama untuk pasien dengan komorbid depresi. Kerugian SSRI yang menonjol, terutama fluoxetine (Prozac) adalah obat ini dapat meningkatkan ansietas secara sementara. Oleh sebab itu SSRI sertralin (Zoloft) atau paroksetin (paxil) adalah pilihan yang lebih baik. Sangatlah beralasan untuk memulai terapi dengan sertralin atau paroksetin ditambah benzodiazepine kemudian menurunkan dosis benzodiazepine setelah 2 hingga 3 minggu.8

2.6 Prognosis Awitan usia sulit dirinci, sebagian besar pasien dengan ganguan ini melaporkan bahwa mereka telah cemas sepanjang yang mereka ingat. Pasien biasanya datang untuk mendapat perhatian klinis pada usia 20an walaupun

kontak pertama dengan klinisi dapat terjadi pada usia berapapun. Hanya sepertiga pasien yang memiliki gangguan ansietas menyeluruh mencari tempat psikiatri. Banyak pasien datang ke dokter umum, spesialis penyakit dalam, spesialis penyakit jantung, mencari terapi untuk komponen gangguan somatik mereka. Karena tingginya insiden adanya gangguan jiwa komorbid pada pasien dengan gangguan ansietas menyeluruh, perjalanan klinis dan prognosis ini sulit diprediksi. Meskipun demikian, sejumlah data

menunjukkan bahwa peristiwa hidup terkait dengan awitan gangguan ansietas menyeluruh. Terdapatnya beberapa peristiwa hidup yang negatif sangat meningkatkan kemungkinan gangguan tersebut untuk timbul. Dengan demikian, gangguan ansietas menyeluruh adalah suatu keadaan kronis yang mungkin akan menetap seumur hidup.8