Anda di halaman 1dari 6

BAGIAN 1

Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al


Jawiy Al Indonesiy

TAHDZIR LAJNAH DAIMAH LIL BUHUTSIL ILMIYYAH WAL IFTA' TAHDZIR LAJNAH DAIMAH LIL BUHUTSIL ILMIYYAH WAL IFTA' TAHDZIR LAJNAH DAIMAH LIL BUHUTSIL ILMIYYAH WAL IFTA' TAHDZIR LAJNAH DAIMAH LIL BUHUTSIL ILMIYYAH WAL IFTA'
TERHADAP DUA KITAB ALI HASAN AL HALABI TERHADAP DUA KITAB ALI HASAN AL HALABI TERHADAP DUA KITAB ALI HASAN AL HALABI TERHADAP DUA KITAB ALI HASAN AL HALABI



Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo
Al Jawiy Al Indonesiy
-semoga Alloh memaafkannya

www.ashhabulhadits.wordpress.com

TAHDZIR LAJNAH DAIMAH LIL BUHUTSIL ILMIYYAH WAL IFTA' TAHDZIR LAJNAH DAIMAH LIL BUHUTSIL ILMIYYAH WAL IFTA' TAHDZIR LAJNAH DAIMAH LIL BUHUTSIL ILMIYYAH WAL IFTA' TAHDZIR LAJNAH DAIMAH LIL BUHUTSIL ILMIYYAH WAL IFTA'
TERHADAP DUA KITAB ALI HASAN AL HALABI TERHADAP DUA KITAB ALI HASAN AL HALABI TERHADAP DUA KITAB ALI HASAN AL HALABI TERHADAP DUA KITAB ALI HASAN AL HALABI TENTANG IRJA' TENTANG IRJA' TENTANG IRJA' TENTANG IRJA'
Penerjemah:
Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo
Al Jawiy Al Indonesiy
semoga Alloh memaafkannya-



www.ashhabulhadits.wordpress.com
2
TAHDZIR LAJNAH DAIMAH LIL BUHUTSIL ILMIYYAH WAL IFTA' TAHDZIR LAJNAH DAIMAH LIL BUHUTSIL ILMIYYAH WAL IFTA' TAHDZIR LAJNAH DAIMAH LIL BUHUTSIL ILMIYYAH WAL IFTA' TAHDZIR LAJNAH DAIMAH LIL BUHUTSIL ILMIYYAH WAL IFTA'
TENTANG IRJA' TENTANG IRJA' TENTANG IRJA' TENTANG IRJA'
Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo



www.ashhabulhadits.wordpress.com
3
,=' -=' - --
Pengantar

-- '- ',- --= --=- -+- ` ' ` -+- ,-''' - --=' :
Telah banyak permintaan dari sebagian ikhwah di tanah air agar saya
menjelaskan kepada mereka keadaan seorang tokoh yang bernama Ali bin
Hasan bin Ali bin Abdil Hamid Al Halabiy, maka saya bertekad untuk memenuhi
permintaan mereka sebagai bentuk kesetiaan pada Alloh, kitab-Nya, Rosul-Nya,
dan nasihat bagi seluruh muslimin. Saya akan sebutkan kritikan beberapa ulama
terhadap orang ini, yang telah nampak loyalitasnya kepada para pengekor hawa
nafsu dan pertolongan untuk mereka, bersamaan dengan dia melancarkan
serangan terhadap Ahlussunnah dan melembekkan manhaj Salafush Sholih.
Saya tidak bermaksud mengumpulkan keseluruhan poin kebatilannya,
akan tetapi maksud utama hanyalah menampilkan sebagian dari
penyelewengannya disela-sela bantahan dan perkataan sebagian ulama
terhadapnya.
Saya telah menyebutkan di dalam risalah ini risalah-risalah dari beberapa
ulama dan perkataan mereka terhadap Ali Hasan Al Halabiy. Para ulama
tersebut adalah:
1- Lajnah Daimah Lil Buhutsil Ilmiyyah Wal Ifta'. Di dalamnya adalah sebagai
berikut:
- Fadhilatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah Alisy Syaikh - -=.
- Fadhilatusy Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid - -=.
- Fadhilatusy Syaikh Sholih Al Fauzan - -=.
- Fadhilatusy Syaikh Abdulloh bin Ghudayyan - -=.
2- Fadhilatusy Syaikh Muftil Mamlakah Su'udiyyah bagian selatan: Ahmad bin
Yahya An Najmiy - -=.
3- Fadhilatusy Syaikh Robi' bin Hadi Al Madkholiy - -=.
4- Fadhilatusy Syaikh Yahya bin Ali Al Hajuriy - -=.
5- Fadhilatusy Syaikh Abu Bakr bin Mahir bin 'Athiyyah Al Mishriy - -=.
6- Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Hadi Al Madkholiy - -=.
7- Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Salim Ad Dausriy - -=.
Beliau telah menulis kitab yang membantah Ali Hasan Al Halabiy. Dan
kitab ini mendapatkan pengantar dari tiga ulama:
- Fadhilatusy Syaikh Sholih Al Fauzan - -=.
- Fadhilatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah Ar Rojihiy - -=.
- Fadhilatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah Ali Humayyid - -=.


www.ashhabulhadits.wordpress.com
4
Maka kita mohon kepada Alloh agar mengaruniai kita kekokohan di atas
kebenaran sampai mati, dan ilmu yang bisa memisahkan antara kebenaran
dan kebatilan.

Semoga Alloh memberikan taufiq-Nya.
Bab Satu: Peringatan Lajnah Daimah Agar Umat
Jangan Membaca Dua Kitab Ali Hasan Al halabiy

Fatwa nomor (21517):
Soal:
Sebagian penanya menanyakan tentang dua kitab "At Tahdzir Min Fitnatit
Takfir" dan "Shoihatu Nadzir" milik Ali Hasan Al Halabiy, dan bahwasanya
kedua kitab itu mengajak kepada madzhab irja' (mengakhirkan amal dari
iman), bahwasanya amalan itu bukan syarat sahnya iman. Dan dia
menisbatkan itu kepada Ahlussunnah Wal Jama'ah, dan kedua kitab ini
dibangun di atas penukilan-penukilan yang diselewengkan dari Syaikhul
Islam Ibnu Taimiyyah, Al Hafizh Ibnu Katsir dan yang lainnya semoga Alloh
merohmati semuanya-.
Dan para penasihat ingin sekali mendapatkan penjelasan tentang apa yang
ada di dalam kedua kitab tadi, agar para pembaca mengenal perkara yang
benar dari yang batil dan seterusnya.

Jawab:
Setelah Lajnah mempelajari kedua kitab tersebut, menjadi jelaslah bagi
Lajnah bahwasanya kitab "At Tahdzir Min Fitnatit Takfir" di dalamnya Ali
Hasan Al Halabiy telah mengumpulkan perkara yang digabungkannya kepada
perkataan para ulama dalam pendahuluannya dan catatan kakinya yang
mencakup perkara berikut ini:
1- Sang penulis telah membangunnya di atas madzhab murjiah yang bid'ah
yang batil, yang mana mereka itu membatasi kekufuran hanya berupa
kufur juhud dan pendustaan serta penghalalan di dalam hati, sebagaimana
pada hal. 6 catatan kedua, dan hal. 22. Dan ini menyelisihi Aqidah
Ahlussunnah Wal Jama'ah bahwasanya kekufuran itu bisa berupa aqidah,
ucapan, perbuatan, dan keraguan.
2- Penyelewengan dia dalam penukilan ucapan Ibnu Katsir _''- - -= dalam
"Al Bidayah Wan Nihayah"/13/hal. 118, yang mana dia menyebutkan
dalam catatan kaki hal. 15 menukilkan dari dari Ibnu Katsir : "Bahwasanya
Jengkis Khon yang menyatakan dalam Al Yasuq bahwasanya kitab itu
adalah datang dari sisi Alloh, dan bahwasanya ini adalah sebab kekafiran
mereka."


www.ashhabulhadits.wordpress.com
5
Tapi ketika dirujuk ke tempat yang disebutkan itu tidak didapatkan di
dalamnya apa yang dinisbatkannya kepada Ibnu Katsir _''- - -= itu.
3- Dia berkata dusta atas nama Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah _''- - -=
pada hal. 17-18 manakala orang yang mengumpulkan kitab tersebut (yaitu
Ali Hasan) menisbatkan kepada beliau bahwasanya hukum yang dirubah
itu bukanlah suatu kekufuran menurut Syaikhul Islam _''- - -= , kecuali
jika perbuatan itu berdasarkan ilmu, keyakinan dan penghalalan. Dan ini
merupakan kedustaan murni atas nama Syaikhul Islam - -= padahal
beliau itu adalah penyebar madzhab Salaf Ahlissunnah Wal Jama'ah,
sementara madzhab mereka adalah sebagaimana yang telah lewat
penyebutannya, sedangkan yang ini tadi hanyalah madzhab murjiah.
4- Penyelewengannya terhadap apa yang dimaukan oleh Samahatul 'Allamah
Asy Syaikh Muhammad bin Ibrohim - -= dalam risalah beliau:
"Tahkimul Qowaninil Wadh'iyyah", manakala orang yang mengumpulkan
kitab tersebut (yaitu Ali Hasan) menyatakan bahwasanya Asy Syaikh
mensyaratkan keyakinan dalam hati tentang halalnya perbuatan tersebut,
padahal ucapan Asy Syaikh itu jelas seterang matahari di dalam risalah
beliau tersebut, di atas jalan Ahlussunnah Wal Jama'ah.
5- Komentar dia terhadap perkataan ulama yang disebutkannya, dengan
membawa ucapan mereka itu kepada makna yang tidak dikandungnya,
sebagaimana pada hal. 108/cat. kaki pertama, hal. 109/cat. kaki 21, dan
hal. 110/cat. kaki 2.
6- Sebagaimana dalam kitab itu juga ada peremehan kasus berhukum dengan
selain apa yang Alloh turun, dan secara khususnya pada hal. 5/cat kaki 1,
dengan menyatakan bahwasanya perhatian pada realisasi tauhid pada
masalah ini di dalamnya ada penyerupaan terhadap syi'ah rofidhoh. Dan
ini adalah kekeliruan parah.
7- Dan dengan melihat risalah yang kedua "Shoihatu Nadzir" didapati
bahwasanya risalah itu seperti musnad-musnad (sandaran) bagi apa yang
ada di dalam kitab tersebut dan keadaannya seperti apa yang telah
disebutkan-.

Oleh karena itulah maka Lajnah Daimah berpendapat bahwasanya kedua
kitab itu tidak boleh dicetak, ataupun disebarluaskan karena di dalamnya ada
kebatilan dan penyelewengan.
Dan kami menasihatkan penulis kedua kitab itu untuk bertaqwa pada
Alloh tentang dirinya sendiri dan tentang muslimin, terutama pemudanya, dan
agar dirinya berusaha keras untuk menimba ilmu syar'iy di hadapan para ulama
yang ilmunya terpercaya dan aqidahnya bagus, dan bahwasanya ilmu itu adalah
amanah, tidak boleh disebarkan kecuali sesuai dengan Al Kitab dan As Sunnah,
dan hendaknya dia berhenti dari pendapat-pendapat semacam ini dan metode
yang mengerikan yang berupa penyelewengan terhadap ucapan para ulama.


www.ashhabulhadits.wordpress.com
6
Dan telah diketahui bahwasanya kembali kepada kebenaran itu
merupakan keutamaan dan kemuliaan bagi seorang muslim.
'- ,,-' -'- '- -=- ' --=- '-,-- _'= _ .







Lajnah Daimah Lil Buhutsil Ilmiyyah Wal Ifta

Pimpinan: Abdul Aziz bin Abdillah Alisy Syaikh
Anggota: Bakr bin Abdillah Abu Zaid
Anggota: Sholih Al Fauzan
Anggota: Abdulloh bin Ghudayyan

Selesai penukilan.