Anda di halaman 1dari 4

Informasi Merkuri dan Pertanyaan-Pertanyaan Umum tentang Uji Rambut

UJI RAMBUT T 1. Mengapa uji rambut dipilih sebagai cara menyelidiki tingkat merkuri? Uji rambut bersifat non-invasif dan memberikan informasi mengenai paparan terhadap merkuri seiring waktu, sehingga teknik ini lebih dipilih daripada analisa darah. Tergantung panjangnya sampel rambut, dimungkinkan untuk mengkaji pajanan terhadap merkuri selama beberapa bulan (lihat pertanyaan 6). T 2. Apakah uji rambut merupakan satu-satunya cara mengukur tingkat merkuri? Tidak. Ada metode-metode lain untuk menyelidiki tingkat merkuri, antara lain analisa darah, urine dan air liur. Rambut khususnya berkaitan dengan pengkajian tentang pajanan terhadap metilmerkuri melalui makanan.

HASIL UJI

T 3. Seberapakah tingkat merkuri yang direkomendasikan sebagai tingkat aman dalam sampel rambut? Pada 1990, World Health Organization (WHO) menetapkan bahwa tingkat merkuri total dalam rambut yang kurang dari 10 bagian per juta ( part-per-million , disingkat ppm, dapat pula dinyatakan sebagai mg/kg) diperkirakan tidak berdampak merugikan pada kesehatan. Pada 2000, US National Research Council menetapkan dosis acuan setara 1 ppm merkuri dalam rambut dan menyatakan bahwa tingkat tersebut tidak boleh dilampaui pada wanita usia subur. Ini adalah tingkat terendah ditemukannya efek berbahaya pada perkembangan otak dalam studi pada manusia. T 4. Jika saya berada di atas tingkat ini, apakah hasil uji rambut menunjukkan kondisi kesehatan saya? Tidak. Hasil uji menunjukkan kandungan total merkuri dalam rambut Anda dan pajanan merkuri pada Anda dalam beberapa bulan terakhir, tergantung panjang rambut yang dikirimkan ke laboratorium (mengingat rata-rata pertumbuhan rambut adalah 1 cm per bulan). Ini bukan berarti merkuri yang telah terpapar sudah menyebabkan dampak negatif pada tubuh atau kesehatan Anda. Namun, jika tingkat merkuri pada rambut Anda melebihi batas yang disebutkan di atas, kami menyarankan agar Anda mencari sumber pajanan tersebut dan menguranginya jika mungkin. Misalnya, jika Anda sering makan jenis ikan yang rawan tercemar merkuri dalam kandungan tinggi, sebaiknya Anda beralih ke ikan dengan kandungan merkuri lebih rendah (lihat di bawah).

SUMBER PAJANAN MERKURI T 5. Apa sajakah sumber pajanan merkuri? Pada umumnya, masyarakat terpajan merkuri (metilmerkuri) melalui makanan, terutama ikan, dan terpajan uap merkuri (merkuri elemental) melalui amalgam gigi. Di samping itu, tergantung tingkat pencemaran merkuri setempat, udara dan air dapat pula berkontribusi besar kepada asupan total merkuri setiap hari. Penggunaan krim pemutih kulit dan sabun mengandung merkuri, serta pajanan merkuri di rumah atau tempat kerja (misalnya termometer pecah) dapat menyebabkan kenaikan pajanan merkuri secara substansial. T 6. Bagaimana cara menurunkan pajanan merkuri pada diri saya? Di antara berbagai wujud merkuri, yang paling beracun adalah metilmerkuri. Sumber pajanan metilmerkuri utama pada populasi umum adalah makanan, dengan ikan dan olahan ikan sebagai sumber dominan. Tingkat asupan metilmerkuri dari ikan tergantung pada perilaku konsumsi ikan dan kandungan metilmerkuri dalam ikan yang dikonsumsi. Ikan pemangsa besar, serta mamalia seperti anjing laut dan paus mengandung metilmerkuri rata-rata paling tinggi (lihat pertanyaan 9).

REKOMENDASI T 7. Apakah saya boleh terus menyusui jika hasil uji menunjukkan saya sudah terpajan merkuri? Ya. Walaupun merkuri dapat masuk ke dalam ASI, kandungan merkuri dalam ASI dalam keadaan normal tidak menimbulkan masalah. Para ahli kesehatan menyarankan semua ibu menyusui untuk memberikan ASI selama enam bulan atau lebih. Makanan ibu merupakan sumber utama merkuri dalam ASI. Bahaya utama metilmerkuri dalam ikan adalah kepada perkembangan sistem saraf janin, dan tingkat merkuri pada bayi yang disusui biasanya menurun secara tajam setelah 2-3 bulan. T 8. Haruskah saya membuka tambalan amalgam pada gigi saya jika saya tengah hamil atau menyusui? Tidak. Wanita sebaiknya menghindari membuka tambalan gigi selagi hamil atau menyusui. Penggantian tambalan amalgam juga sebaiknya ditunda. Kedua tindakan ini dapat menghasilkan uap merkuri, yang dapat berpindah dari ibu ke janin yang sedang berkembang. Jika tindakan tersebut diperlukan, dokter gigi harus mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk meminimalisir terhirupnya uap merkuri.

Walaupun implikasi klinis pajanan merkuri dari amalgam gigi masih diperdebatkan, terdapat bukti bahwa makanan panas dan cairan, serta proses mengunyah, menyebabkan pelepasan uap merkuri dari tambalan gigi. Karenanya, jika Anda mempunyai tambalan amalgam, Anda sebaiknya menghindari mengunyah permen karet terutama jika sedang hamil atau menyusui. Permen karet dapat menarik merkuri lepas dari permukaan tambalan gigi. T 9. Jenis ikan apa dan berapa banyak yang dapat saya makan dengan aman? Berdasarkan rekomendasi European Food Safety Authority (EFSA), European Commission menganjurkan: Wanita usia subur, wanita hamil dan wanita menyusui sebaiknya tidak makan ikan pemangsa, seperti ikan pedang, hiu, marlin, dan pike, lebih dari satu porsi kecil (<100 g) per minggu. Setelah memakan sebanyak itu, sebaiknya tidak memakan ikan apapun selama periode tersebut. Dianjurkan pula agar tidak memakan tuna lebih dari dua kali per minggu. Anjuran ini juga berlaku bagi anak kecil. Di Uni Eropa, beberapa otoritas keamanan makanan telah mengeluarkan rekomendasi tingkat nasional yang kurang atau lebih ketat daripada rekomendasi EFSA, dengan disesuaikan pada situasi masing-masing negara. Rekomendasi paling ketat (dan karenanya paling melindungi) di Uni Eropa adalah dari Swedia, yang berbunyi: Wanita hamil atau berencana hamil dan wanita menyusui sebaiknya SAMA SEKALI TIDAK makan ikan halibut besar, hati cod, belut, hiu, ikan pedang, atau tuna segar maupun beku. Harap berkonsultasi dengan badan pengawas keamanan makanan di negara Anda untuk mengetahui apakah ada rekomendasi konsumsi ikan di negara Anda. Untuk jenis-jenis ikan yang disebut di atas, kami menganjurkan agar wanita yang hamil, berencana hamil atau menyusui mengikuti anjuran paling ketat. T 10. Jika saya hamil atau menyusui, haruskan saya berhenti makan ikan? Tidak. Wanita hamil sebaiknya terus makan ikan sedikitnya dua kali seminggu, dengan variasi jenis ikan yang dimakan dan menjauhi jenis ikan yang rawan tercemar. Makanan laut adalah sumber penting zat gizi yang tak tergantikan, dan asam lemak esensial dibutuhkan bagi perkembangan optimal otak pada janin dan anak kecil. T 11. Apakah termometer raksa di rumah membawa risiko? Ya. Jenis termometer ini mengandung merkuri elemental yang jika pecah dapat menguap dalam suhu ruang, terhirup dan masuk dalam aliran darah. Merkuri elemental juga dapat masuk ke aliran darah lewat kulit. Paparan terhadap uap merkuri dalam jumlah besar dapat menyebabkan keracunan akut (lihat pertanyaan 12). Perlu diperhatikan bahwa jika termometer pecah di mulut anak, tidak terjadi bahaya akut karena penyerapan merkuri elemental kurang baik jika lewat saluran pencernaan. Alternatif yang aman bagi termometer raksa (misalnya termometer digital) telah tersedia, dan di beberapa negara, penjualan termometer raksa sudah dilarang. Kami menghimbau supaya Anda mengganti termometer raksa sebelum pecah, dan menyerahkan termometer

raksa ke apotek atau tempat pembuangan limbah B3 di dekat rumah Anda.

T 12. Apa yang sebaiknya saya lakukan dengan tumpahan merkuri dari termometer pecah? Semua orang, terutama anak-anak, sebaiknya menjauhi daerah tumpahan segera setelah terjadi tumpahan. Untuk meminimalisir uap merkuri, pemanas dan pendingin udara (AC) sebaiknya dimatikan, dan juga pastikan ruangan memiliki ventilasi cukup dengan membuka jendela selama mungkin. Pertama-tama, jangan menyentuh merkuri dengan tangan kosong pakailah sarung tangan. Jangan pernah menyedot tumpahan merkuri dengan penyedot debu. Semua butir merkuri harus dikumpulkan dengan karton dan diletakkan dalam kantung plastik bersegel. Setelah seluruh butir merkuri terkumpul, buang peralatan yang dipakai membersihkan ke kantung yang sama, tutup dan beri label sebagai limbah merkuri sebelum membawanya ke apotek atau tempat pembuangan limbah B3 di dekat rumah Anda. Bagian yang tercemar merkuri pada karpet sebaiknya dipotong. Jika tumpah dalam bejana air, merkuri akan tenggelam dan sebaiknya dikumpulkan dengan pipet, lalu disimpan dalam kantung plastik. Jangan pernah menyedot tumpahan merkuri dengan penyedot debu. Panas dari penyedot debu akan menguapkan merkuri dan meningkatkan risiko pajanan. Jika terlanjur dilakukan, bawa kantung debu ke fasilitas pembuangan limbah B3. Jangan menyentuh merkuri di dalamnya.

Lembar fakta tambahan berisi informasi tentang merkuri, konsumsi ikan dan kesehatan tersedia online dari Health and Environment Alliance, lihat: Merkuri dan Kesehatan: http://www.env-health.org/IMG/pdf/How_toxic_is_Hg.pdf Merkuri dan Konsumsi Ikan: http://www.env-health.org/IMG/pdf/Fish_consumption.pdf Ketahui lebih lanjut tentang kampanye bebas merkuri global dan ikuti perkembangannya online di: www.ipen.org/hgfree