Anda di halaman 1dari 16

REENGINEERING AT SAMWON PRECISION MACHINES COMPANY

Oleh: 1. Aryo Bayu Ramadhan 2. Lucita Izza Rafika 3. Faya

Latar Belakang
The Samwon Precision Machine Company pertama kali didirikan pada tahun 1974 memproduksi pegas untuk pena ballpoint, dan berkembang sampai tahun 1980. Pada tahun 1980, Samwon ditunjuk sebagai bagian pabrik otomatis oleh Korea Departemen Perdagangan dan Perindustrian. Perusahaan ini sekarang memproduksi sekitar 1.800 jenis pegas dan memproduksi 100 juta pegas per bulan. Dari sekitar 2.000 pembuat pegas di Korea, Samwon menjadi salah satu pemasok terbesar setelah Daewon, yang sekarang menjadi perusahaan terbesar dalam industri ini. Pada tahun 1980-an

Permasalahan

situasi perusahaan dalam lingkungan bisnis di mana terjadi peningkatan biaya dan tuntutan kualitas dari pembeli , baik domestik maupun luar negeri

Pada tahun 1980 samwon mengadopsi 5 S

Seri
menentukan peralatan apa saja yang sebenarnya perlu untuk digunakan dalam proses produksi. Sehingga tidak ada peralatan yang sebenarnya tidak dibutuhkan

Seiton
Penempatan alat produksi pada tempat yang mudah diraih

Seiso
Bersih

Seiketsu
memaintain 3 S di atas

Sitsuke
Kesiapan mental

Setelah Samwon Menerapkan 5 S


Perubahan terasa pada 1988. 5S sepenuhnya dianut oleh para pekerja, mereka mengambil enam bulan program pra-pendidikan untuk membangun latar belakang budaya sebelum benar-benar mengadopsi prinsip-prinsip dasar 5S Bagian inti dari perubahan adalah budaya baru para pekerja di mana semua orang percaya bahwa mereka adalah pemilik perusahaan. Hal ini ditunjukkan dalam pembayaran perusahaan, di mana setiap keuntungan meningkat itu diinvestasikan kembali atau dibayarkan kepada para pekerja dan bahkan lebih penting perusahaan terus kata ketika melaksanakan proyek tersebut

Setelah program 5 S berhasil, selanjutnya diadakan program Cho Kwan Ri, yaitu pengukuran berbasis waktu
Wasted Time reduction tentu saja dengan pengukuran efisiensi kinerja yang dikompensasikan pada gaji akan membuat pekerja tidak mau membuang waktu pada saat jam kerja. Hal tersebut membuat meeting yang mereka biasa lakukan pada jam kerja, mereka lakukan sebelum jam kerja dimulai. Selain itu, ide untuk bagaimana melakuakan efisiensi waktu kerja juga didukung oleh bagian R&D yang menyesuaikan segala sesuatu sesuai feedback dari para pekerja lapangan supaya dapat lebih efisien Kenaikan kesejahteraan bagi karyawan karena sesuai komitmen perusahaan bahwa setiap efisisensi perusahaan akan dikembalikan kepada karyawan. Hal tersebut terlihat dari kenaikan kesejahteraan karyawan seperti gaji yang lebih tinggi, penambahan bonus, beasiswa untuk anak karyawan serta kompensasi yang lain

Kesusksesan Cho Kwan Ri


Sistem CKR secara nasional diakui sebagai "praktek terbaik" dan juga diakui sebagai model acuan bagi perusahaan lain. Samsung Group, perwakilan konglomerat usaha nasional, Samwon benchmarked untuk menambahkan dasar-dasar program CKR untuk operasi sendiri. Awal sistem jam kantor Samsung (7:00-4:00) dimulai pada tahun 1994 setelah sistem CKR Samwon itu

Setelah keberhasilan program CKR, manajamen samwon tidak kunjung puas dengan adanya perbaikan terus menerus maka dibuat SARYUK 0,01

Motto dari Swamon dalam implementasi Saryuk ini adalah :

1.Saryuk for 0.01 of productivity improvement 2.Saryuk for 0.01 of waste 3.Saryuk for 0.01 of profit

Implementasi Saryurk 0.01 (contd)


9 target waste yang ingin disasar, yaitu

SARYURK 0,01

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Waste Waste Waste Waste Waste Waste Waste Waste Waste

form Defect from Clumsy Work form inventories of motion of waiting of transporting of process of industrial accident of managerial work

Keberhasilan SARYURK 0.01


analisis pekerjaan bulanan memberi mereka informasi penting yang pekerjaan yang lebih penting daripada yang lain dalam hal kebutuhan waktu dan kemudian mereka bisa dengan mudah menentukan bagaimana memperbaiki cara melakukan pekerjaan dan jenis pekerjaan yang bisa dihilangkan. Proses ini memberikan perusahaan dengan cara yang sangat wajar mengoptimalkan tingkat tenaga kerja di kantor.

KESIMPULAN
Komitmen dari Manajemen yang teguh, walaupun 5S butuh 8 tahun waktu implementasi, namun proses tersebut tidak berhenti di tengah jalan Goodwill dari perusahaan yang mengembalikan setiap efisiensi dari karyawan kepada karyawan kembali, dalam bentuk kesejahteraan karyawan Keberhasilan penanaman paham bahwa pekerja adalah pemilik perusahaan membuat pekerja lebih giat dalam bekerja Contoh yang ditunjukkan oleh senior manager yang juga komit terhadap perubahan yang dijalankan