Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH ANTIBIOTIK PENICILLIN

Disusun Oleh : Yuga Pratama Pratiwi Puji Lestari J2C009 24030110120002

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Bioteknologi Molekular dengan dosen pengampu Dra Wuryanti, M.Si

JURUSAN KIMIA FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2013

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Antibiotik berasal dari kata Yunani tua, yang merupakan gabungan dari kata anti (lawan) dan bios (hidup). Kalau diterjemahkan bebas menjadi "melawan sesuatu yang hidup". Antibiotika di dunia kedokteran digunakan sebagai obat untuk memerangi infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau protozoa. Antibiotika adalah zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba, terutama fungi/jamur, yang dapat menghambat atau dapat membasmi mikroba jenis lain. Banyak antibiotika saat ini dibuat secara semisintetik atau sintetik penuh. Namun dalam prakteknya antibiotika sintetik tidak diturunkan dari produk mikroba. Antibiotika yang akan digunakan untuk membasmi mikroba yang menyebabkan infeksi pada manusia, harus mememiliki sifat toksisitas selektif setinggi mungkin. Artinya, antibiotika tersebut haruslah bersifat sangat toksik untuk mikroba, tetapi relatif tidak toksik untuk manusia. Yang harus selalu diingat, antibiotika hanya ampuh dan efektif membunuh bakteri tetapi tidak dapat membunuh virus. Karena itu, penyakit yang dapat diobati dengan antibiotika adalah penyakitpenyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Cara kerja obat antibiotik ini dapat dibedakan menjadi tiga: 1. bakteri akan dicegah tingkat pertumbuhannya 2. bakteri dimusnahkan, tetapi secara materi (physical) masih ada 3. bakteri dimusnahkan dan selnya dihancurkan Salah satu mikroorganisme yang dapat menghasilkan zat antibiotik adalah jamur, terutama jamur dari divisi Ascomycotina yaitu Penicillium chryzogenum (dahulu dikenal sebagai Penicillium notatum). Oleh karena itu akan dipelajari tentang jamur tersebut dan perannya sebagai antibiotik.

I.2. Rumusan Masalah 1. Bagaimana sejarah penemuan jamur penicillium? 2. Bagaimana taksonomi dari jamur penicillium? 3. Bagaimana mekanisme kerja penisilin?

4. Apa saja jenis-jenis antibiotik penisilin?

C. Tujuan 1. Mengetahui sejarah penemuan jamur penicillium. 2. Memahami karakteristik dari jamur penicillium. 3. Mengetahui mekanisme kerja penisilin. 4. Mengetahui berbagai macam jenis penisilin

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II.1. Sejarah Penicillium Antibotik pertama kali ditemukan pada tahun 1910 oleh Paul Ehrlich, yang dinamakan Arsphenamin. Antibiotik Penisilin ditemukan pada tahun 1928 oleh Alexander Fleming, ilmuan dari Skotlandia. Sir Alexander Flemming lahir pada tanggal 6 Agustus 1881 dan wafat pada tanggal 11 Maret 1955. Beliau adalah seorang ahli biologi dan farmakologi berkebangsaan Skotlandia. Prestasinya yang paling terkenal adalah penemuan enzim liusozome (1923) dan antibiotik penisilin dari jamur Penicillium notatum (1928). Beliau mendapat penghargaan Nobel pada 1945, bersama Howard Walter Florey dan Ernst Boris Chain. Alexander Fleming lahir 6 Agustus 1881 di Lochfield, sebuah peternakan dekat Darvel di East Ayrshire, Skotlandia. Beliau anak ketiga dari empat orang anak Hugh Fleming (1816-1888) dari perkawinan keduanya dengan Grace Stirling Morton (1848 - 1928). Hugh Fleming menikah kedua kalinya pada usia 59 dan meninggal ketika Alexander berumur tujuh tahun. Fleming belajar di Louden Moor School dan Darvel School, kemudian selama dua tahun di Kilmarnock Academy. Setelah bekerja di sebuah kantor ekspedisi selama empat tahun, Fleming yang saat itu berusia 20 tahun mewarisi sejumlah uang dari seorang paman, John Fleming. Kakaknya,Tom, sudah menjadi dokter dan menyarankan agar sang adik mengikuti kariernya. Pada tahun 1901, Alexander mendaftar di St Mary's Hospital, Paddington, London. Disana, beliau disarankan untuk bergabung dengan departemen penelitian di St Mary. Beliau kemudian mendapatkan posisi sebagai asisten ahli bakteriologi untuk Sir Almroth Wright, seorang pelopor dalam terapi vaksin dan imunologi. Beliau mendapat gelar M.B dan kemudian menjadi B.Sc dan menjadi dosen di St Mary's sampai 1914. Pada 23 Desember 1915, dia menikah dengan seorang perawat bernama Sarah Marion McElroy dari Killala, Irlandia. Selama perang Dunia ke I, beliau mengabdi sebagai kapten dalam Korps Medis Angkatan Darat. Beliau dan rekan-rekannya bekerja di rumah sakit medan perang di Western Front, Perancis. Pada 1918, beliau kembali ke St Mary's Hospital, yang merupakan rumah sakit pendidikan dan terpilih menjadi profesor bakterilogi tahun 1928. Setelah perang Dunia ke I, Flemming secara aktif mencari agen anti-bakteri setelah menyaksikan banyak kematian pada prajurit saat perang, akibat luka yang terinfeksi. Sementara itu penggunaan antiseptik malah membunuh sistem pertahanan tubuh pasien, lebih efektif dibanding membunuh bakteri.

Dalam sebuah artikel yang dipublikasikan di The Lancet selama perang Dunia I, Fleming menceritakan penelitiannya. Dia menjelaskan,mengapa antiseptik lebih berbahaya bagi tentara di banding infeksi. Tahun 1928,Fleming menyelidiki sifat-sifat stahylococci. Beliau memiliki

laboratorium yang sering kali berantakan, tidak terawat. Pada 3 September 1928, setelah berlibur, Fleming kembali ke laboratorium. Sebelum meninggalkan laboratorium dia melakukan kultur staphylococci di sebuah bangku di sudut laboratorium. Saat kembali, Fleming melihat satu kultur bakteri telah terkontaminasi dengan jamur. Koloni staphylococci yang mengelilinginya, sudah dihancurkan, sementara koloni yang jauh dari jamur tetap normal. Fleming menunjukkan kultur yang terkontaminasi itu pada bekas asistennya, Merlin Price, yang mengatakan " itulah cara Anda menemukan lisozim". Fleming mengidentifikasi jamur yang telah mencemari kulturnya berasal dari genus Penicillium. Inilah sebabnya mengapa obat tersebut bernama penisilin atau penisilin (Indonesia). Beliau menyelidiki efek anti bakteri penisilin pada banyak organisme. Beliau menemukan antibiotik yang efektif untuk staphylococci, dan patogen gram positif lain yang menyebabkan demam berdarah, radang paru paru, meningitis dan difteri, tetapi tidak untuk penyakit tipus atau demam paratipus,yang disebabkan oleh bakteri gram negatif. Penisilin juga efektif untuk neisseria gonorrhoea, yang menyebabkan gonore walau bakteri ini adalah gram negatif. Fleming mempublikasikan temuannya pada tahun 1929 di Britishjournal of Experimental Pathology. Namun, hanya segelintir orang yang memberi perhatian. Fleming meneruskan penyelidikan, tapi budidaya penicillium cukup sulit. Dan setelah tumbuh, sulit untuk mengisolasi agen antibiotik. Awalnya, Fleming beranggapan bahwa penisilin bukan hal penting untuk mengobati infeksi. Dia menjadi yakin bahwa penisilin tidak akan bertahan cukup lama di dalam tubuh manusia ( in vivo), untuk membunuh bakteri secara efektif. Banyaknya penelitian yang tidak bisa di simpulkan, mungkin karena penisilin lebih banyak digunakan sebagai antiseptik. Tetapi pada tahun 1930an, penelitian Fleming menunjukkan hasil yang lebih menjanjikan. Beliau terus melanjutkan penelitiannya sampai 1940. Fleming kemudian meninggalkan penelitian penisilin. Howard Florey dan Ernst Chain mengambil alih pengembangan tersebut dan melakukan produksi besarbesaran dengan bantuan dana dari pemerintah Amerika dan Inggris. Penisilin diproduksi secara masal, setelah pengeboman Pearl-Harbor. Norman Heatley menyarankan bahwa dengan mentransfer bahan aktif penisilin kembali ke air dan mengubah tingkat asamnya, akan cukup untuk memproduksi obat-obatan yang dapat dipakai untuk percobaan pada binatang.

II.2. Taksonomi Penisilin Berikut ini adalah taksonomi penisilin Kingdom : Fungi Devisio : Ascomycotina Class : Eurotiomycetes Ordo : Moniliales Familia : Moniliaceae Genus : Penicillium Spesies : Penicillium chryzogenum (dahulu dikenal sebagai Penicillium notatum) Penicillium adalah anggota Ascomycota. Nama Penicillium berasal dari kata Latin yang memiliki arti kuas sebab bentuk dari jamur Penicillium seperti kuas jika dilihat secara mikroskopik. Anggota Ascomycota sendiri memiliki ciri-ciri: Ciri khusus yang dimilki yaitu dapat menghasilkan spora askus (askospora),yaitu spora hasil reproduksi seksual, berjumlah 8 spora yang tersimpan di dalam kotak spora. Kotak spora ini menyerupai kantong sehingga disebut askus Hidup saprofit, parasit, atau bersimbiosis Hifa bersekat melintang serta hifanya brcabang-cabang Tubuhnya ada yang berupa uniseluler dan ada juga yang multiseluler Reproduksi aseksual dengan tunas (pada jamur uniseluler) , fragmentasi, dan spora aseksual/konidia (pada jamur multi seluler). Spora aseksual terbentuk pada ujung hifa khusus yang disebut konidiofor. Warna spora dan konidia bermacam-macam, ada yang hitam, cokelat, kebiruan, dan bahkan ada yang merah orange. Reproduksi seksual dilakukan dengan askus. askus adalah semacam sporangium yang menghasilkan askospora. Beberapa askus biasanya mengelompok dan berkumpul membentuk tubuh buah yang disebut askokarp atau askoma Untuk spesies Penicillium sendiri, secara umum memiliki ciri-ciri: hidup secara saprofit di berbagai tempat, terutama pada substrat yang mengandung gula (seperti nasi, roti, dan buah yang telah ranum). berkembang biak secara vegetatif dengan membentuk konidia. Konidia dibentuk pada ujung hifa. Hifa pembawa konidia disebut konidiofor. Sehingga setiap konidia dapat dapat tumbuh membentuk jamur baru.

Konidiofor nya berbentuk seperti sikat/kuas Reproduksi generatif dengan membentuk askus, namun reproduksi secara generatif sulit ditemukan.

Gambar Makroskopis Penicillium chryzogenum pada saat pertama kali ditemukan oleh Alexander Fleming di laboratoriumnya

Gambar Mikroskopis konidia dari Penicillium chryzogenum yang berwarna biru atau hijau kebiruan

Gambar mold dari Penicillium chryzogenum yang berwarna kuning

II.3. Mekanisme Kerja Penisilin Penicillium chryzogenum adalah salah satu produsen lipase terbaik diantara jamur dalam satu genus.selain itu, Penicillium chrysogenum memiliki aktivitas enzimatik yang tinggi dan memiliki kemampuan untuk menghasilkan alpha-amilase. selain itu, Penicillium chryzogenum mampu menghasilkan antibiotic yang dikenal penisilin. Penisilin merupakan kelompok antibiotic -laktam yang memilki rumus molekul RC9H11N2O4S, dengan R adalah rantai samping yang beragam. Penicillium chrysogenum (juga dikenal sebagai Penicillium notatum) merupakan sumber untuk memproduksi penisilin, antibiotik pertama. Penisilin bekerja terhadap bakteri gram positif seperti Staphylococcus dan Pneumococcus. Cara kerja dari penisilin adalah dengan cara mengganggu sintesis peptidoglikan di dinding sel bakteri. Crosslinking pada saat pembentukan peptidoglikan yang terjadi pada bakteri dicegah oleh penisilin dengan cara menghambat transpeptidase enzim, dengan kata lain -laktam akan terikat pada enzim transpeptidase yang berhubungan dengan molekul peptidoglikan bakteri sehingga nantinya menyebabkan cacat dinding sel pada bakteri. Kemudian terjadi pengambilan kelebihan air dan melemahkan dinding sel bakteri ketika sel bakteri membelah sehingga menyebabkan mereka pecah (lisis sel) dan akhirnya bakteri tersebut mati. Untuk bakteri gram negatif seperti Escherichia coli dan Klebsiella pneumoniae mekanismenya tidak berbeda dengan mekanisme aksi pada bakteri gram positif. Hal yang membedakan mekanisme aksi pada bakteri gram positif dan negatif yaitu pada bakteri gram positif, setelah kehilangan dinding sel akan menjadi protoplas, sedangkan pada bakteri gram negatif akan menjadi sferoplas. Protoplas dan sferoplas inilah yang nantinya akan lisis (pecah).

II.4. Macam-macam penisilin Berbagai macam istilah penisilin sering digunakan, terutama untuk menunjukan benzilpenisilin. Berikut ini adalah jenis-jenis dari penisilin: 1. Benzatin benzilpenisilin Benzatin benzilpenisilin atau benzatin penisilin adalah penisilin yang lambat diserap pada sirkulasi, dimasukkan secara intramuskular atau disuntikkan pada otot, dan akan terhidrolisa menjadi benzilpenisilin in vivo. Obat ini dipilih ketika konsentrasi rendah benzilpenisilin diperlukan, memperpanjang kerja antibiotika 2-4 minggu setelah dosis tunggal intramuskular. Indikasi spesifik untuk benzatin penisilin

biasanya ditujukan pada penderita profilaksis dari demam reumatik, serta penderita sifilis. 2. Benzilpenisilin (penisilin G) Benzilpenisilin atau penisilin G adalah penisilin standar. Penisilin Gsecara khusus diberikan tidak melalui mulut karena sifatnya yang tidak stabil dengan asam hidroklorat di lambung. Penisilin G adalah antibiotik pertama yang berfungsi secara klinis, ditemukan oleh Howard Florey dan koleganya pada tahun 1939. Indikasi spesifik untuk benzilpenisilin biasanya diberikan pada penderita selulit, endokarditis bakteri, meningistis, pneumonia, serta septisemia pada anak-anak. 3. Fenoksimetilpenisilin (penisilin V) Fenoksimetilpenisilin atau yang biasa dikenal dengan penisilin V, adalah penisilin yang secara oral (diberikan melalui mulut). Obat ini kurang aktif dibandingkan benzilpenisilin. Obat ini hanya sesuai pada kondisi konsentrasi jaringan tinggi yang tidak diperlukan. Indikasi spesifik untuk fenoksimetilpenisilin: infeksi karena Streptococcuc pyogenes (misalnya: tonsilitis, faringitis dan infeksi kulit), penderita profilaksis dan penderita gingivitis. 4. Prokain benzilpenisilin Prokain benzilpenisilin atau penisilin prokain adalah kombinasi dari benzilpenisilin dengan prokain agen anestesi lokal. Obat disuntik melalui otot, secara lambat akan diserap ke sistem sirkulasi dan dihidrolisis menjadi benzilpenisilin. Kombinasi ini bertujuan untuk mengurangi rasa sakit dan tidak nyaman karena suntikkan penisilin yang banyak ke dalam otot. Indikasi spesifik untuk prokain benzilpenisilin: sifilis, infeksi saluran pernapasan, selulitis serta antraks. Berikut ini adalah penggolongan penisilin: 1. Penisilin semi-sintetetik Dilakukan modifikasi struktur pada rantai samping dari inti penisilin untuk meningkatkan kemampuan obat, menstabilkan aktivitas beta-laktamase, dan meningkatkan lingkup kerja.

2. Penisilin lingkup sempit Kelompok ini dikembangkan untuk meningkatkan keefektifitas melawan betalaktamase yang dibuat oleh Staphylococcus aureus,dan dikenal dengan penisilin antistaphylococcal. 3. Penisilin lingkup sedang Kelompok ini dikembangkan untuk meningkatkan llingkup kerja, seperti pada amoksisilin. Contoh: Amoxilin, Ampisilin 4. Penisilin lingkup luas Kelompok ini dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi melawan bakteri Gram negatif. Contoh: Piperasilin, Tisarsilin, Azlosilin, Karbenisilin 5. Penisilin dengan penghambat -laktamase Penisilin dapat digabungkan dengan penghambat beta-laktamase untuk membantu melawan enzim beta-laktamase.

BAB III KESIMPULAN Berdasarkan tinjauan permasalahan yang diberikan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Penisilin pertama kali ditemukan pada tahun 1928 oleh Alexander Fleming, ilmuan dari Skotlandia. 2. Penicilliun adalah anggota Ascomycota 3. Cara kerja dari penisilin adalah dengan cara mengganggu sintesis peptidoglikan di dinding sel bakteri.

DAFTAR PUSTAKA Pelezar, JR., MT, E.C.C. Chan. Dasar-dasar Mikrobiologi (Edisi ke 1), Jakarta, UI Press Silverthorn, DU, 2004, Human Physiology: An Integrtated Approach, Upper Saddle River (NJ), Pearson Education Sumiantono Bambang. 2008. Pengantar Pengajaran Sains di Laboratorium: Kasus Penemuan Rossi, S, 2006, Australian Medicines Handbooks, Adelaide, Australian Medicine Hanbooks Antibiotikhttp://netsains.com/2008/03/pengantar-pengajaran-sains-dilaboratoriumkasus-penemuan-antibiotik/ http://www.infokedokteran.com/article/pembahasan-jamurpenicillium. html http://microbewiki.kenyon.edu/index.php/Penicillium http://www.uoguelph.ca/~gbarron/MISCELLANEOUS/penicill.htm http://www.britannica.com/EBchecked/topic/449881/Penicillium http://www.botany.hawaii.edu/faculty/wong/BOT135/Lect16.htm