Anda di halaman 1dari 4

Vitamin Kata vitamin berasal dari singkatan vitalamine, karena vitamin disangka adalah suatu ikatan organic amine,

oleh adanya unsure N yang dikenal pada asam amino, dan zat ini dibutuhkan untuk kehidupan (vital). Definisi vitamin mula-mula dianggap mudah, dan diformulasikan sebagai suatu zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah kecil dan didatangkan dari luar, karena tidak dapat disintesis dalam tubuh. Pada kelanjutannya, definisi ini terdapat penyimpangan. Konteks sedikit dalan vitamin ternyata sangat relative, ada yang diperlukan dalam ukuran microgram, tetapi ada juga yang hanya diperlukan dalam ukuran milligram. Ada juga beberapa vitamin yang ternyata dapat disintesis oleh tubuh dari precursor vitamin tersebut, sebagai contoh tryptophan yang dapat disintesis menjadi niacin. Vitamin-vitamin mempunyai sturktur kimia dan fungsi fisiologis masingmasing. Apabila kekurangan vitamin, maka metabolism tertentu tidak dapat terjadi dalam tubuh. Beberapa vitamin harus didapat dari luar tubuh mealui makanan, sebagai contoh vitamin C, atau didapat dalam bentuk precursor, speerti karoten yang nantinya dapat diubah menjadi vitamin A. Sebgaian lagi dapat dihasilkan tubuh seperti vitamin D yang dihasilkan oleh precursornya 7 dehydrocholesterol dengan bantuan sinar UV. Ada juga vitamin yang dihasilkan di usus, vitamin K dan beberapa dari vitamin B. Klasifikasi vitamin dibagi menjadi vitamin larut lemak dan vitamin larut air. Vitamin yang larut dalam lemak adalah vitamin A,D,E,K. sedangkan vitamin yang larut dalam air adalah vitamin C dan vitamin B complex. Dalam dosis besar, vitamin larut lemak dapat berbahaya bagi tubuh, karena vitamin-vitamin ini tidak diekskresikan. Vitamin larut air, tidak begitu berbahaya apabila didapat dalam dosis yang besar, karena vitamin-vitamin ini dapat dibuang dalam urine. Vitamin A (retinol) memiliki fungsi antara lain : 1. Penglihatan. Vitamin A penting dalam pembentukan rhodopsin (reseptor cahaya pada sel batang) yang digunakan pada keadaan cahaya remangremang. Oleh karena itu apabila terjadi defisiensi vitamin A, akan terjadi kabur penglihatan pada senja hari (rabun senja) 2. Pembentukan epitel. Vitamin A penting untuk mempertahankan integritas epitel sel dan membrane mukosa. 3. Perkembangan tulang dan gigi. 4. Pertumbuhan. Vitamin A diperlukan untuk membantu sintesa protein. Vitamin A sangat penting dalam proliferasi dan diferensiasi sel. 5. Reproduksi. 6. Immune system.

Sumber vitamin A adalah sayur-sayuran dengan warna kuning, merah, dan hijau tua. Di dalam sayur-sayuran ini terdapat banyak precursor vitamin A yaitu karoten yang diubah di dalam hati dan usus menjadi vitamin A. Vitamin D (cholecalciferol) dibentuk akibat interaksi antara sinar mantahari yang bereaksi dengan 7-dehydrocholesterol yang ada di kulit manusia. Cholecalciferol bukan merupakan bentuk aktif dari vitamin D. cholecalciferol akan dihidroksilasi oleh hati menjadi 25 hydroxycholecalciferol (25-OHD3), yang kemudian akan dihroksilasi lagi oleh ginjal menjadi 1,25 dihydroxycholecalciferol (calcitrol) yang merupakan bentuk aktif dari vitamin D. fungsi utama calcitrol adalah menstimulasi produksi dari protein transport yang dibutuhkan oleh kalsium untuk melewati epitel di usus halus. Vitamin D bekerja sama dengan hormone parathyroid untuk mengeluarkan kalsium dari tulang ke sirkulasi darah untuk mempertahankan homeostasis kalsium, dan memfasilitasi penyerapan fosfat untuk meningkatkan formasi tulang. Sumber vitamin D didapat dari sinar UV dan makanan seperti telur, mentega, sardines, salmon, minyak ikan cod. Defisiensi vitamin D dapat menyebabkan Rickets dan osteomalacia. Vitamin E (Tocopherol) digunakan dalam proses reproduksi. Dalam percobaan, tikus yang makanannya defisiensi terhadap vitamin E menyebabkan kegagalan dalam reproduksi. Semmua bentuk vitamin E adalah minyak dan tidak dapat dikristalkan. Vitamin E dikenal sebagai reduktor tubuh yang sangat kuat sehingga dapat melindungi membrane lipid dari oksidasi. Vitamin E juga penting dalam pencegahan kanker dan penyakit cardiovascular. Defisiensi vitamin E dalan keadaan normal hamper tidak ditemukan karena banyak bahan makanan yang mengandung vitamin E. Vitamin K diidentifikasi sebagai vitamin koagulasi, karena mempertahankan kadar normal protrombin dan factor lain yang dperlukan untuk pembekuan darah. Selain mempengaruhi protrombin (factor II), vitamin K juga mempengaruhi factor VII, IX, dan X. Sumber vitamin K adalah dalam 3 bentuk, phylloquinone, menaquinones, dan menadiones. Phylloquinone adalah vitamin K yang kebanyakan didapat dari makanan, yang terdapat pada sayur-sayuran hijau. Menaquinones diproduksi oleh bakteri, yang ditemukan di usus. Menadione adalah vitamin K buatan, namun jarang digunakan karena dapat menyebabkan jaundice. Defisiensi vitamin K pada bayi baru lahir dapat menyebabkan haemorrhage yang dapat membahayakan nyawa. Thiamin (Vitamin B1) ikut membentuk enzyme yang digunakan dalam metabolisme karbohidrat, alcohol, dan lemak. Thiamin diperlukan untuk metabolism asam piruvat. Sumber thiamin adalah biji-bijian, kacang-kacangan, dan serealia. Defisiensi thiamin dapat menyebabkan penyakit yang disebut beriberi. Beriberi mengenai saraf perifer, dimana terdapat kelemahan otot, rasa nyeri, degenerasi

otot dan tidak bisa melakukan gerakan yang terkoordinasi. Di beberapa kasus, terdapat oedema yang memburamkan keadaan degenerasi otot. Fungsi jantung dapat dipengaruhi dan dapat mengakibatkan kematian akibat gagal jantung. Beriberi juga dapat terjadi apabila mengkonsumsi makanan dengan anti-thiamin yang banyak terdapat pada ikan mentah dan kerang mentah. Riboflavin (Vitamin B2) merupakan konstituen dari beberapa enzymes dalam proses oksidasi dan reduksi di jaringan tubuh. Sumber utama riboflavin adalah susu dan ragi. Riboflavin tidak terlalu terpengaruh oleh pemasakan, pengeringan. Pengalengan, ataupun pembekuan makanan, akan tetapi sangat sensitive terhadap cahaya. Pada hati orang yang sehat, terdapat cukup riboflavin sebagai koenzim yang dapat bertahan 3 bulan. Defisiensi riboflavin terutama terlihat pada kulit. Peradangan pada bibir dan lidah, luka pada ujung mulut, mata merah sensitive dan sakit bila terkena cahaya. Niacin (Vitamin B3) diberikan kepada 2 komponen yang slaing berhubungan nicotinamide, dan nicotinic acid. 2 senyawa ini merupakan bagian dari nicotinamide adenine dinucleotide (NAD) dan nicotinamide adenine dinucleotide phosphate (NADP), yang ikut turut campur dalam fosforilasi oksidatif. Niacin mempunyai fungsi mirip dengan riboflavin, komponen enzyme yang berperan dalam proses oksidasi reduksi. Sumber niacin sebenarnya ada pada berbagai jenis makanan, tetapi niacin yang ada di bahan makanan tersebut tidak semuanya dapat diserap. Oleh proses penggilingan, banyak niacin yang terbuang dalam proses pembentukan tepung. Sumber yang banyak mengandung niacin adalah ragi dalam bentuk nicotinic acid. Nicotinic acid juga dapat dibentuk dari asam amino essential tryptophan. Defisiensi niacin biasanya juga disertai oleh defisiensi vitamin B complex lainnya seperti thiamin dan riboflavin. Defisiensi niacin menyebabkan penyakit yang disebut pellagra. Cirri-ciri pellagra adalah dermatitis, diarrhea, dan dementia. Pellagra biasa ditemukan pada orang-orang yang menggunakan jagung sebagai bahan makanan utama, karena jagung merupakan salah satu bahan makanan yang rendah akan nicotinic acid dan tryptophan. Vitamin B6 adalah campuran dari pyridoxine, pyridoxal, dan pyridoxamine. Vitamin B6 bekerja sebagai kofaktor dari berbagai jenis enzyme yang mengkatalisis reaksi-reaksi asam amino. Jadi vitamin B6 sangat penting untuk metabolism protein. Sumber vitamin B6 sangat bervariasi, oleh karena itu defisiensi vitamin B6 jarang ditemukan. Walaupun jarang terjadi defisiensi, vitamin B6 dapat digunakan untuk pengobatan terhadap homocystinuria, hyperoxalouria. Vitamin B12 (Cyanocobalamin) diperlukan untuk metabolism protein dan produksi myelin yang mengelilingi saraf. Sumber vitamin B12 adalah daging, susu, keju, dan telur. Vitamin B12 tidak ditemukan di dalam sayuran. Ini menjadi maslaah bagi vegetarian, namun vitamin B12 dihasilkan oleh bakteri yang ditemukan dalam sejumlah rumput laut. Deficiency vitamin B12 dapat mengakibatkan anemia megaloblastoc dan gangguan saraf.

Asam folat terdapat dalam berbagai jenis makanan. Contoh sumber makanan yang mengandung asam folat adalah sayuran berdaun hijau yang masih segar, buah-buahan, hati, ragi kering. Fungsi dari asam folat adalah pematangan sel darah merah sintesa DNA & RNA. Defisiensi vasam folat dapat menyebabkan anemia megaloblastic dan pada anak-anak pertumbuhan dapat terhenti. Asam pantotenat adalah nutrient yang diperlukan tubuh dalam produksi energy dan terdapat pada jaringan hewan dan tumbuhan. Contoh sumber makanan yang mengan asam pantotenat adalah hati, ragi, sayuran. Defisiensi asam pantotenat hanya tampak pada manusia yang diberikan makanan bebas asam pantotenat. Biotin, nutrient yang penting dalam lipogenesis, gluconeogenesis, dan katabolisme asam amino bercabang. Biotin terdapat banyak pada banyak macam jenis makanan. Defisiensi biotin dapat menimbulkan gejala seperti anoreksia, depresi, dan halusinasi. Vitamin C (asam askorbat) berfungsi untuk membantu penyembuhan luka, menambah system imun, fertilitas pada laki-laki, metabolism lemak, dan resistensi terhadap stress. Sumber vitamin C banyak terdapat pada jeruk, tomat, kentang, kubis, cabe hijau. Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan S curvy (perdarahan, gigi rontok, peradangan gusi). http://old.medicastore.com/med/detail_pyk.php?idktg=10&judul=Vitamin%20& %20%20Mineral %20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20&iddtl=622&UID=2009010 412204374.6.17.159