Anda di halaman 1dari 4

3.

EPINEFRIN
Epinefrin merupakan prototipe obat kelompok adrenergic. Epinefrin bekerja pada semua reseptor adrenerik: 1, 2, 1, dan 2.

2. FARMAKODINAMIK
Pada umumnya, pemberian Epi menimbulkan efek mirip stimulasi saraf adrenergic. Efek yang paling menonjol adalah efek terhadap jantung, otot polos pembuluh darah dan efek polos lain. KARDIOVASKULAR. Pembuluh darah. Efek vascular Epi terutama pada arteriol kecil dan sfingter prekapiler, tetapi vena dan arteri besar juga dipengaruhi. Pada manusia, pemberian Epi dalamdosis terapi menimbulkan kenaikan tekanan darah tetapi tidak menyebabkan konstriksi arteriol otak, tetapi menimbulkan peningkatan aliran darah otak. Epi dalam dosis yang tidak banyak mempengaruhi tekanan darah, meningkatkan resistensi pembuluh darah ginjal dan mengurangi aliran darah ginjal sebanyak 40%. Ekskresi Na, K, dan Cl berkurang; volume urin mungkin bertambah, berkurang atau tidak berubah. Arteri koroner. Epi meningkatkan aliran darah koroner. Di satu pihak Epi cenderung menurunkan aliran darah koroner karena kompresi akibat peningkatan konstriksi pembuluh darah koroner akibat efek sektor . Di lain pihak relative memperpanjang waktu diastolik pada denyut jantung yang lebih cepat, meningkatkan tekanan darah aorta Jantung. Epi mengativasi reseptor 1 di otot jantung dan jaringan konduksi. Ini merupakan dasar efek inotropik dan kronotopik positif Epi pada jantung, Epi mempekuat kontraksi dan mempercepat relaksasi. Dalam mempercepat denyut jantung dalam kisaran fisiologis, Epi memperpendek waktu sistolik tanpa mengurangi waktu diastolic. Akibatnya, curah jantung bertambah, tetapi kerja jantung dan pemakaian oksigen sangat bertambah, sehingga efiensi jantung (kerja dibandingkan dengan pemakaian oksigen) berkurang. Denyut jantung, curah jantung, curah sekuncup dan kerja ventrikel meningkat akibat stimulasi langsung pada jantung dan peningkatan alir balik vena. OTOT POLOS. Efek Epi pada otot polos berbagai organ bergantung pada jenis reseptor adrenergic padaotot polos yang bersangkutan. Saluran cerna. Melalui reseptor dan , Epi menimbulkan relaksasi otot polos saluran cerna pada umumnya: tonus dan motilitas usus dan lambung berkurang. Uterus. Epi menghambat tonus dan kontraksi uterus melalui reseptor 2.2-agonis yang selektif.

Kandung kemih. Epi menyebabkan relaksasi otot detrusor melalui reseptor 2. Menimbulkan kesulitan berkemih dan menyebabkan retensi urin, Pernapasan. Epi mempengaruhi pernapasan utama dengan cara merelaksasi otot bronkus melalui reseptor 2. SUSUNAN SARAF PUSAT. Epi pada dosis terapi tidak mempunyai efek stimulasi SSP yang kuat karena obat ini relatif polar sehingga sukar masuk SSP. PROSES METABOLIK. Epi menstimulasi glikogenolisis di sel hati dan otot rangka melalui reseptor 2. Epi juga menyebabkan penghambatan sekresi insulin akibat dominasi aktivasi reseptor 2 yang menghambat, terhadap aktivasi reseptor 2 yang menstimulasi sekresi insulin. Epi melalui aktivasi reseptor meningkatkan aktivitas lipase trigliserida dalam jaringan lemak, sehingga mempercepat pemecahan trigliserida menjadi asam lemak bebas dan gliserol. Akibatnya, kadar asam lemak bebas dalam darah meningkat. Efek kalorigenik, efek ini terutama disebabkan oleh peningkatan katabolisme disebabkan oleh peningkatan katabolisme lemak, yang menyediakan lebih banyak substrat. LAIN-LAIN. Kelenjar. Efek epi terhadap berbagai kelenjar tidak nyata; kebanyakan kelenjar mengalami penghambatan sekresi, sebagian disebabkan berkurangnya aliran darah akibat vasokonstriksi. Mata. Epi biasanya menurunkan tekanan intraokuler yang normal maupun pada pasien glaucoma sudut lebar. Otot rangka. Atimulasi reseptor 1 meningkatkan penglepasan neurotransmitter Ach dari ujung saraf somatic sehingga terjadi fasilitasi transmisi saraf-otot. Epinefrin juga berlangsung pada serabut otot putih dengan kontraksi cepat untuk memperpanjang fase aktif. Plasma K. Epi menyebabkan hipokalemia, terutama akibat stimulasi ambilan K ke dalam sel. Hematologi. Epi dengan cepat meningkatkan jumlah neutrofil yang beredar
(melalui reseptor ). Epi mempercepat pembekuan darah dan meningkatkan fibriolisis.

2. ANTAGONIS ADRENOSEPTOR (-BLOKER)


Propranolol, propatipe golongan obat ini. FARMAKODINAMIK

-bloker menghambat secara kompetitif efek obat adregenerik, baik NE dan Epi endogen maupun obat adrenergik eksogen, pada adrenoseptor . KARDIOVASKULAR. Efek terhadap system kardiovasular merupakan efek bloker yang terpenting. bloker mengurangi denyut jantung dan kontrakstilitas miokard. Efek ini kecil pada orang normal dalam keadaan isirahat, tetapi menjadi nyata jika system simpatis dipacu, misalnya sewaktu exercise atau stres. Pemberian jangka pendek mengurangi curah jantung; resistensi meningkat akibat reflex simpatis yang merangsang reseptor pembuluh darah. Dengan bloker nonselektif, terjadi hambatan reseptor 2 pembuluh darah, yang juga meningkatkan resistensi perifer. Aliran darah ke semua jaringan berkurang. Kemampuan exercise dikurangi oleh bloker, lebih banyak oleh bloker yang nonselektif dibandingkan bloker yang selektif. Hambtan reseptor 2 oleh bloker nonselektif mengurangi peningkatan aliran darah ke otot langka selama exercise. Tekanan darah. bloker tidak menurunkan tekanan darah pasien normotensi, tetapi menurunkan tekanan darah pasien hipertensi. Mekanisme hipertensi ini masih belum jelas. Ritme jantung dan automatisitas sel jantung. bloker mempengaruhi ritme jantung dan automatisitas sel jantung melalui hambatan pada reseptor 1 dan 2. bloker mengurangi kecepatan depolarisasi spontan (fase 4) nodus SA dan sel automatic lainnya sehingga mengurangi kecepatan konduksi nodus AV dan system konduksi lainnya, serta meningkatkan masa refrakter nodus AV. Pembuluh darah. bloker yang nonselekif, misalnya propronolol, menghambat efek vasodilatasi melalui reseptor 2. Akibatnya terjadi hambatan efek vasodepressor isoproterenol dan peningkatan efek presor epinerfin. Hal ini terutama penting feokromositoma, dimana bloker hanya boleh diberikan setelah hambatan reseptor yang cukup. SALURAN NAPAS. Bronkodilatasi adrenergik diperantarai oleh adrenoseptor 2. Efek bronkokonstriksi ini keil dan tidak berarti pada orang normal, tetapi dapat membahayakan jiwa pada pasien asma atau pasien penyakit obstruktif menahun (PPOM), misalnya emfisema. EFWK METABOLIK. Metabolisme karbohidrat Propanolol menghambat glikogenolisis di sel hati dan otot rangka, sehingga

mengurangi efek hiperglikemia dari epinefrin eksogen maupun eprinefrin eksogen yang dilepaskan oleh adanya hipoglikemia.

Metabolisme lemak. Propanolol menghambat aktivitasi enzim lipase dalam sel lemak, sehingga menghambat penglepasan asam lemak bebas dalam sirkulasi, yang ditimbulkan oleh peningkatan aktivitas simpatis sewaktu aktivitas fisik atau stres emosional. Hormon. bloker mwnghambat sekresi reni dari justaglomerulus ginjal oleh oleh adrenergic atau aktivitas system adrenergic, dan sebagian sekresi yang ditimbulkan oleh diet rendah garam. Propanosol menghambat efek sentral dopamine yang menghambat sekresi hormon pertumbuhan sehingga terjadi peningkatan hormone pertumbuhan dalam plasma. LAIN-LAIN. bloker menghambat tremor yang ditimbulkan oleh epinefrin atau obat edrenergik lainnya (melalui reseptor 2)