Anda di halaman 1dari 14

Omalizumab

Oleh : Siti Khoiriah (1106067210)

Definisi
protein yang menyerupai salah satu jenis antibodi manusia, merupakan obat injeksi yang telah disetujui penggunaannya oleh FDA untuk pengobatan asma Iso farmakoterapi : Omalizumab merupakan antibodi anti-IgE yang digunakan untuk pengobatan asma yang tidak dapat ditangani dengan baik oleh kortikosteroid hirup dosis tinggi.

Indikasi
memperbaiki gejala pada pasien asma alergik berat yang tidak teratasi dengan kombinasi kortikosteroid dan betaagonis.

Omalizumab adalah kelas baru obat asma yang bekerja dalam system kekebalan tubuh.

Diperuntukkan untuk Penderita asma yang memiliki kadar immunoglobulin E (Ig E) tinggi (sebuah antibody alergi).

Mekanisme Kerja :
berikatan dengan reseptor Fc berafinitas tinggi IgE yang menurunkan konsentrasi IgE bebas dalam serum

menghambat pengikatan IgE pada sel-sel yang melepaskan bahan kimia termasuk sel-sel mast sehingga akan mencegah aktivasi (dan degranulasi) sel-sel ini.

Pengikatan ini mencegah pelepasan mediator ini-> Membantu dalam mengendalikan penyakit

Dosis - Dosis ditentukan berdasarkan igE serum total dasar (IU/mL) dan berat badan pasien (kg). - Dosis berkisar antara 150 hingga 375 mg diberikan secara subkutan dengan interval pemberian 2 atau 4 minggu

Studi kasus
melibatkan 850 pasien remaja dan dewasa pengidap asma berat yang resistan terhadap kombinasi terapi kortikosteroid inhalasi (inhalation corticosteroid, ICS) dan beta-agonis kerja panjang (long acting beta-agonist, LABA). Selama 48 minggu Pasien-pasien dalam studi, modifikasi dosis kelompok perlakuan omalizumab, ICS, dan diberi omalizumab LABA tidak dengan dosis 0,008 diperkenankan. mg/kg BB per 1 IU/mL Sebanyak 673 pasien menyelesaikan studi, IgE setiap dua minggu, atau dosis dengan proporsi yang ganda setiap empat sama antara kedua kelompok minggu, melalui injeksi subkutan. (omalizumab dan plasebo)

Hasil Studi Kasus


Kejadian eksaserbasi asma yang membutuhkan terapi steroid terlapor lebih sedikit pada kelompok omalizumab dibanding kelompok plasebo (0,66 vs 0,88 per pasien, p = 0,006) dan waktu untuk terjadinya eksaserbasi pertama kali tercatat lebih panjang pada pasien-pasien yang mendapat omalizumab. Partisipan dalam kelompok perlakuan juga menunjukkan peningkatan kualitas hidup yang lebih baik, mengacu pada Asthma Quality of Life Questionnaire, dibanding partisipan dalam kelompok plasebo (67,8% vs 61%, p = 0,42).

Skor rata-rata gejala asma dan kebutuhan akan albuterol inhalasi per hari juga terhitung lebih baik pada kelompok omalizumab, tetapi tidak sampai melampaui tingkat perbedaan minimal yang bermakna secara klinis. Kekerapan efek samping kurang lebih sama pada kedua kelompok (80,4% omalizumab vs 79,5% plasebo), begitu juga dengan kekerapan efek samping serius (9,3% omalizumab vs 10,5% plasebo).

Efek Samping
Efek samping yang paling umum adalah sakit kepala, infeksi saluran pernapasan atas, dan reaksi lokal (nyeri, kemerahan, bengkak, dan memar) di tempat suntikan

Contoh sediaan

Daftar Pustaka
Yulinah, Elin Sukandar . 2008. Iso Farmakoterapi . Jakarta : PT.ISFI Penerbitan http://www.noodls.com/viewNoodl/9977188/ptkalbe-farma-tbk/omalizumab-bermanfaat-untukkasus-asma-yang-tak-terkendali-d http://drugline.org/img/drug/xolair-24979_2.jpg http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.139 8-9995.2004.00770.x/pdf http://m.medicastore.com/index.php?mod=peng obatan&id=2