Anda di halaman 1dari 7

BAB VIII ANALISA SARINGAN (SIEVE ANALYSIS) VIII.

1 Tujuan Percobaan Untuk mengetahui dan memahami distribusi ukuran butiran tanah (%) yang tertahan pada #200 (0,074) mm. VIII.2 Teori Percobaan Tanah merupakan komponen atau susunan dari hasil lapisan kerak bumi, dimana sifat-sifat dari suatu macam tanah tergantung pada ukuran butirannya, karena pengukuran besarnya butir tanah merupakan suatu percobaan yang sering dilakukan dalam bidang mekanika tanah. Untuk membedakan serta menunjukan dengan tepat masing-masing sifat tanah ini telah digunakan metode sistematik sehingga tanah-tanah tertentu dapat dipilih dengan tepat. Suatu tanah bergradasi baik atau tidak dan seragam apabila terdapat distribusi yang merata dari butir-butir dengan ukuran yang memungkinkan, diantara batas atas dan batas bawah butiran. Suatu tanah adalah bergradasi buruk atau seragam apabila sebahagian besar terdiri dari suatu ukuran butiran atau kurang dalam butir tertentu. Apabila suatu contoh tanah kurang dari 12 % melalui saringan no. 200, perlu untuk menentukan apakah tanah itu bergradasi baik atau buruk. Klasifikasi tanah berbutir kasar terutama tergantung pada analisa ukuran butir dan distribusi ukuran partikelnya. Pada dasarnya analisa ukuran butir terdiri atas: 1. Mendapatkan contoh tanah yang representative dan menguranginya menjadi partikel elemental dan mengaduknya menjadi adukan mortal dan mencucinya pada saringan no. 200 .

2. Menyaring contoh tanah melalui susunan saringan 4 hingga 6 buah dan menimbang jumlah yang tertahan pada setiap saringan. 3. Menghitung prosentase yang melalui saringan untuk masing-masing saringan berdasarkan berat total tanah.

Beberapa kategori yang terdapat pada struktur tanah yaitu: kerikil, pasir slit, lempung, slit organic, lempung organic, dan gambut (peat). VIII.3 Alat-Alat Yang Digunakan 1. Satu unit saringan standar dengan nomor sebagai berikut: 4; 10; 40; 60; 80; 100; 200; dan PAN. 2. Timbangan dengan ketelitian 0,01 gram. 3. Container. 4. Kuas halus untuk pembersih saringan. 5. Motorzed Dynamic Sieve Shaker. 6. Laboratory Oven. VII.4 Prosedur Percobaan 1. Persiapan percobaan a. Diambil contoh tanah sebanyak 500 gram. b. Kemudian di oven selama 24 jam dengan suhu (110 5)C. 2. Jalannya percobaan a. Setelah benda uji dioven selama 24 jam, tanah tersebut diremasremas hingga butirannya terlepas satu sama lain. b. Contoh tanah yang telah diremas sebanyak 500 gram lalu dicuci diatas saringan nomor 200, hingga air cucinya menjadi bening (jernih).

c. Tanah yang telah dicuci dipindahkan ke talam, kemudian di oven selama 24 jam. d. Setelah 24 jam dioven, kemudian ditimbang kembali tanah tersebut, kemudian dituang pada unit saringan yang telah disusun dengan urutan sebagai berikut: 4; 10; 40; 60; 80; 100; 200; dan PAN, yang mana sebelumnya telah ditimbang berat masing-masing saringan dan PAN. e. Saringan yang telah disusun tadi diletakan diatas motorized dynamic sieve shaker, kemudian digetarkan selama 15 menit. f. Masing-masing saringan + tanah yang tertinggi pada saringan tersebut serta berat PAN + tanah yang lolos saringan nomor 200, dan dicatat masing-masing beratnya.

ANALISA DATA DAN PERHITUNGAN


Data : Berat talam Berat tanah kering Berat tanah total = 57,5 gr gr Berat talam + tanah kering = 106,7 gr = 45,8 = 500 gr

1). Perhitungan persentase tanah yang tertahan tiap saringan : Rumus = Berat tanah = (Berat tanah + saringan) Berat saringan Berat tanah tiap saringan Berat tanah yang tertahan tiap saringan = Berat tanah total 503,6 499,2 a). Saringan No.4 = 500 447,6 433,4 b). Saringan No.10 = 500 370,3 361,2 c). Saringan No.20 = 500 356,9 350 d). Saringan No.40 = 500 376,1 372,4 e). Saringan No.60 = 500 285,8 282,7 f). Saringan No.80 = x 100% = 0,62 % x 100% = 0,7 % x 100% = 1,38 % x 100% = 1,82 % x 100% = 2,84 % x 100% = 0,88 % x 100 %

500 364,6 362,8 g). Saringan No.100 = 500 283,5 280,7 h). Saringan No.200 = 500 2). Persentase komulatif tanah yang tertahan disetiap saringan : Rumus = Persentase tanaah yang tertinggal disetiap saringan + persentase tanah yang tertinggal pada saringan sebelumnya. a). Saringan No.4 b). Saringan No.10 c). Saringan No.20 d). Saringan No.40 e). Saringan No.60 f). Saringan No. 80 = = = 0 + 0,88 0,88 + 2,84 3,27 + 1,82 = 0,88 % = 3,72 % = 5,54 % = 6,92 % = 7,62 % = 8,24 % = 8,6 % = 9,16 % x 100% = 0,56 % x 100% = 0,36 %

= 5,54 + 1,38 = 26,92 + 0,7 = 7,62 + 0,62

g). Saringan No.100 = 8,24 + 0,36 h). Saringan No.200 = 8,6 + 0,56

3). Persentase komulatif tanah yang lolos disetiap saringan : Rumus = 100 % - persentase komulatif tertahan a). Saringan No.4 b). Saringan No.10 c). Saringan No.20 e). Saringan No.60 f). Saringan No. 80 = 100 0,88 = 100 3,72 = 100 5,54 100 6,92 = 100 7,62 = 100 8,24 100 8,6 100 9,16 = 99,12 % = 96,28 % = 94,46 % = 93,08 % = 92,38 % = 91,76 % = 91,4 % = 90,84 %

d). Saringan No.40 =

g). Saringan No.100 = h). Saringan No.200 =

Selengkapnya perhatikan tabel berikut : Diam (mm) 4,75 2 1,25 0,42 0,25 0,18 0,5 0,074 Wt retained 4,4 14,2 9,1 6,9 3,5 3,1 1,8 2,8

Sieve No. No.4 No.10 No.20 No.40 No.60 No.80 No.100 N0.200

% Retained 0,88 2,84 1,82 1,38 0,7 0,62 0,36 0,56

% Komulatif % Retained % Passing 0,88 99,12 3,72 96,28 5,54 94,46 6,92 93,08 7,62 92,38 8,24 91,76 8,6 91,4 9,16 90,84

KESIMPULAN DAN DISKUSI Kesimpulan Dari hasil percobaan analisa saringan di peroleh nilai persentase komulatif tanah yang tertahan pada saringan No. 200 = 90,84 % yang menunjukkan bahwa tanah tersebut berbutir halus dan dari grafik analisa saringan di dapat hasil sebagai berikut: Sand Coarse Sand Medium Sand Fine Diskusi Besarnya ukuran butir yang diperoleh merupakan dasar untuk klasifikasi tanah atau pemberian nama pada macam-macam butir selain itu juga dari data diatas kami dapat menentukan pembagian butiran dan jenis pada suatu contoh tanah secara efektif. = 3,72 % = 3,2% = 2,24%

Anda mungkin juga menyukai