Kasus Diare pada Balita di Indonesia

oleh Divisi Research and Science Analitico UI
Penyakit diare termasuk dalam 10 penyakit yang sering menimbulkan kejadian luar biasa. Berdasarkan laporan Surveilans Terpadu Penyakit bersumber data KLB (STP KLB) tahun 2010, diare menempati urutan ke 6 frekuensi KLB terbanyak setelah DBD, Chikungunya, Keracunan makanan, Difteri dan Campak. Keadaan ini tidak berbeda jauh dengan tahun 2009, menurut data STP KLB 2009, KLB diare penyakit ke 7 terbanyak yang menimbulkan KLB. Penyakit diare pada dasarnya menyerang siapa saja tanpa memandang umur si penderita namun ada beberapa kelompok umur yang rentan akan penyakit ini. Dibawah ini adalah tabel yang berisi kasus penyakit diare berdasarkan kelompok umur.

Tabel 1 Kasus diare berdasarkan kelompok umur

Pada tabel di atas, diare paling banyak diderita oleh kelompok umur 1-4 tahun disusul dengan kelompok umur dibawah 1 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa penderita diare paling banyak terdapat pada kelompok umur di bawah 5 tahun.

Berikut ini tabel yang mendeskripsikan kasus diare berdasarkan sumber air bersih. faktor balita. . dan faktor sosio demografi. karena air ini merupakan hal yang paling vital bagi kehidupan dan menjadi faktor utama penyakit diare. Berdasarkan penelitan yang ada. Tetapi dalam artikel ini lebih menekankan pada faktor lingkungan terutama sumber air bersih.Tabel 2 Persentase kasus diare berdasarkan kelompok umur balita Telah diketahui sebelumnya kelompok umur yang paling banyak terserang diare. pada tabel diatas didapatkan persentase kasus diare terbesar terjadi pada kelompok umur 12 – 23 bulan. faktor ibu. yaitu faktor lingkungan.hasil tersebut didapatkan dengan cara melakukan survei pada balita kemudian dihitung berapa jumlah balita yang menderita diare dua minggu sebelum diadakan survei dalam hal ini SDKI tahun 2007. setidaknya ada empat faktor resiko diare.

dalam artikel ini tempat pembuangan kotoran manusia (kakus) juga menjadi fokus utama karena bakteri diare biasa ditemukan di kotoran manusia. Berikut tabel yang menggambarkan kasus diare berdasarkan fasilitas kakus. penderita diare terbanyak adalah yang menggunakan air permukaan (17. Selain air.1%). Hal ini terkait dengan sanitasi lingkungan yang kurang baik sehingga menyebabkan mikroorganisme terutama mikroorganisme penyebab diare menyebar secara luas di sumber air yang digunakan. .1%) dan sumur tidak terlindung (16.Tabel 3 Kasus diare berdasarkan sumber air bersih Berdasarkan sumber air bersih.

Tabel 4 Persentase balita yang terkena diare berdasarkan fasilitas kakus Berdasarkan fasilitas kakus. .4% yang berarti sanitasi lingkungannya kurang baik dengan mikroorganisme penyebab diare dapat menyebar luas. penderita diare terbanyak adalah yang fasilitas kakusnya di sungai/kolam/danau yakni sebanyak 18.1%. Kasus ini jelas berbanding terbalik dengan penderita yang menggunakan tangki septik pada fasilitas kakusnya yang kasusnya hanya sebesar 11.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful