Anda di halaman 1dari 63

Standar Pemeriksaan USG Pada Kehamilan

Ody Wijaya

Pada pemeriksaan USG Tampak kehamilan intrauterin, janin tunggal hidup, aktifitas gerakan janin normal. Tidak tampak kelainan kongenital mayor. Kelamin perempuan Biometri janin : 71/47/54/215, TBJ 1000gram, sesuai 28 minggu Plasenta dikorpus depan normal. Volume cairan ketuban cukup Penilaian : Hamil sesuai 28 minggu, pertumbuhan dan aktifitas gerakan janin normal

Pada pemeriksaan USG Tampak kehamilan intrauterin, janin tunggal hidup, presentasi kepala, aktifitas gerakan janin normal. Tidak tampak kelainan kongenital mayor. Kelamin perempuan Biometri janin : 89/69/290, TBJ 2450gram, sesuai 36 minggu Plasenta dikorpus depan normal. Volume cairan ketuban cukup Penilaian : Hamil sesuai 36 minggu, pertumbuhan dan aktifitas gerakan janin normal

Cukupkah laporan tersebut diatas ?

Tidak cukup ?

Kenapa tidak cukup ? Pemeriksaan satu kali saja, tidak bisa menggambarkan keadaan yang sesungguhnya Pemeriksaan USG untuk menilai : Pertumbuhan ( growth ) Perkembangan ( development )

Pertumbuhan

Perkembangan

Pemeriksaan USG obstetri Skrining/ atas indikasi ? Konsep level 1, level 2, level 3 Siapa yang melakukan ? Biaya ? Prosedur standar : 1x, 2x, 3x, 4x ?? POGI : Panduan Pemeriksaan USG trimester I Pemeriksaan USG trimester II-III Pemeriksaan terbatas Pemeriksaan lanjutan

PERALATAN USG

Jenis USG: - 2-D (real-time) - Doppler - Color Doppler - 3-D static - 3-D real-time (4-D) Probe (transduser): - Transabdominal (3 5 MHz) - Transvaginal (5 8 MHz)

Standar pemeriksaan USG trimester I

Memastikan ada tidaknya kehamilan Memastikan kehamilan didalam kandungan Penilaian kecurigaan kehamilan diluar kandungan Menentukan usia kehamilan Deteksi kehidupan mudigah Evaluasi komplikasi kehamilan Penentuan sumber perdarahan pervaginam Deteksi kelainan mudigah Deteksi kehamilan kembar Dugaan kelainan kromosom Evaluasi adneksa, tumor pelvik, lokasi IUD, dls Membantu tindakan intervensi : Biopsi vili

Standar pemeriksaan USG trimester I

Desidualisasi Kantung kehamilan Yolk sac Detak jantung ( heart beat ) CRL Gerakan mudigah Kehamilan multipel/ kembar siam ( conjoint twin ) ? Perdarahan subkhorionik ? Blighted ovum ? Dugaan kelainan janin ? Anensefalus/ higroma koli Dugaan kelainan kromosom ? NT/ nasal bone / duktus venosus Kehamilan ektopik ? / mola ? Adneksa/ tumor ?

Prekonsepsi

Fase proliferasi Fase sekresi

Desidualisasi

Perlu evaluasi 1-2 minggu Normal : 3 mm, bila kurang kemungkinan progesteron < Prognosis

Kantung kehamilan

Didalam uterus ?/ di adneksa Lokasi Hati-hati pseudogestasional sac Normal

Kantung kehamilan

Abnormal

Kantung kehamilan

Predicting a poor outcome

Small sac size: From 5.5-9 weeks GA, the mean gestational sac size (MSS) is normally at least 5 mm greater than the CRL When this difference is less than 5 mm, the subsequent spontaneous abortion rate exceeds 90% (Bromley, 1991)

Yolk sac

NORMAL YOLK SAC


TAUS
GS is 20 mm

TVUS
GS is10 mm 5 - 5.5 weeks

7 weeks

Yolk sac must be visible

Normal : 3 - 6 mm ( 3,5 6,6 mm )

Abnormal : Irregular > 6,5 mm : Kemungkinan talasemia < 3, mm : Growth hormon

If no yolk sac

If a small saclike structure is imaged but it does not contain a yolk sac, it is often not possible to determine if the intrauterine finding is the result of an early IUP or a pseudosac associated with an ectopic pregnancy. In these instances, careful evaluation of the adnexa may be helpful to detect an ectopic pregnancy. Occasionally, serial ultrasound and/or hCG determinations may be required to determine the etiology for the intrauterine sac

CRL

Ekstensi Pembesaran cukup/ zoom Puncak kepala sampai bokong, tidak termasuk ekstremitas dan yolk sac

CRL : Akurat untuk 6-10 minggu

Biometri

< 5 minggu

5 minggu

6-10 minggu

10-12 minggu

> 12 minggu

Kantung gestasi

K .gestasi (Yolk sac)

CRL

CRL DBP

DBP Femur Dll.

Detak jantung ( heart beat )


Bila mudigah 5 mm dg absent heart beat : Kematian mudigah 5,5 - 10 mgg : > 100 -170 kali permenit 14 mgg : 150 kali permenit Trisomi 13 dan sindroma Turner : Takhikardia Trisomi 18 dan triploidi : Bradikardia

Predicting a poor outcome

It is not unusual for an initially detected embryonic heart rate to be somewhat slower than the fetal heart rate recorded later in pregnancy. An unusually slow heart rate is cause for concern. In one study, all embryos from 5+ to 8+ weeks GA in which the heart rate was less than 85-90 bpm resulted in spontaneous miscarriage

(Benson, 1994)

Perdarahan subkhorionik

Prognosis

Hematom > 50% GS melayang di intra uterin GS di segmen bawah Bradikardia < 90x/mnt

Evaluasi 5-7 hari

Early pregnancy bleeding


18%

Subchorionic hemorrhage
Hemorrhage volume (Estimated from formula)= Length (cm) X Height (cm) X Depth (cm) X 0.52 ml Less than 75-200 ml. is often associated with continued development

Controversies: Can be used predict outcome (Abu-Yousef 87) VS (Dickey 92)

Blighted ovum

Diameter 10 mm tanpa yolk sac Diameter 15 mm tanpa mudigah Wait dan see ?

Hidro/hematometra

Kelainan janin : Anensefali

Higroma koli

Kemungkinan dugaan kelainan kromosom

NT : Abnormal jika lebih dari 2,5 mm/ 3 mm

Kemungkinan dugaan kelainan kromosom

NB : T-1 : Ada tidaknya ? T-2 : Hipoplastik/ ada tidaknya

Kemungkinan dugaan kelainan kromosom

Duktus venosus

10-14 minggu DV abnormal berhubungan dengan kelainan kromosom, kelainan jantung dan luaran yang kurang baik ( Matias et al 1998 ) DV abnormal : 80 % dengan T21, 5% normal ( Nicolaides 2004 ) T-1 : NT abnormal, kromosom normal , DV abnormal : 26-64 % congenital heart disease, 9 x luaran kurang baik

Duktus venosus

Kehamilan kembar : Kronionisitas dan amnionisitas


Twin peak sign:

Triplet

Conjoint twin

Suspek talasemia

8-9 minggu Penapisan : Hb, MCV, MCH Hb elektroforesis, DNA

Janin hidrops

Meningokel , omfalokel

Kecurigaan kehamilan diluar kandungan


Hati-hati pseudogestasional Diagnosis dini, penanganan dini : Lebih baik

Mola hidatidosa

Standar pemeriksaan USG trimester II-III


Pemeriksaan tanda kehidupan, jumlah, presentasi dan aktifitas gerakan janin Penentuan usia kehamilan Perhitungan prakiraan berat janin Menilai pertumbuhan janin dan kesejahteraan janin Pemeriksaan volume cairan ketuban Pemeriksaan plasenta dan tali pusat Pemeriksaan anatomi dan fungsi janin Mencurigai adanya kehamilan kembar Pemerksaan anatomi ibu : mioma (letak), serviks dan adneksa

Standar pemeriksaan USG trimester I-II

Penentuan usia kehamilan : Biometri janin

Jika sebelumnya sudah dilakukan 1 kali/lebih pemeriksaan USG, maka perhitungan usia kehamilan harus didasarkan atas hasil pemeriksaan USG yang paling awal. Usia kehamilan sekarang = usia kehamilan yang ditentukan pada pemeriksaan USG pertama kali + interval waktu (minggu) sampai dengan pemeriksaan USG sekarang.

Standar pemeriksaan USG trimester II-III

Penentuan usia kehamilan : Biometri janin

BDP, Lingkar kepala

Standar pemeriksaan USG trimester II-III

Penentuan usia kehamilan : Biometri janin

Tulang panjang : Femur dan humerus

Standar pemeriksaan USG trimester II-III

Penentuan usia kehamilan : Biometri janin

Lingkar perut

Standar pemeriksaan USG trimester II-III

Perhitungan prakiraan berat janin Tabel : Dengan menggunakan biometri janin : DBP, femur, lingkar perut Lingkar perut dapat untuk mendeteksi pertumbuhan janin : IUGR ?

Standar pemeriksaan USG trimester II-III

Pemeriksaan volume cairan ketuban


Single pocket : 2-8 cm Indeks cairan amnion : 4 kuadran : 5-25 cm

Standar pemeriksaan USG trimester II-III

Pemeriksaan plasenta

Letak , hubungan dengan ostium uteri internum : Transien Gambaran plasenta, inkreta-perkreta

LETAK PLASENTA

Plasenta previa trimester I

Bladder effect

Plasenta previa - inkreta

Contraction effect

Standar pemeriksaan USG trimester II-III

Pemeriksaa tali pusat : Insersi, single umbillical artery, lilitan, ( Bila mungkin Doppler : SDAU )

Tali pusat

Standar pemeriksaan USG trimester II-III

Pemeriksaan anatomi dan fungsi janin Kepala : Bentuk, serebelum, ventrikel lateral, pleksus khoroideus, sisterna magna, falk serebri, kavum septum pellusidum leher : NT, NF ( higroma koli, tumor ) profil wajah ( dahi, orbita, tulang hidung, bibir/labioskiziis )

Standar pemeriksaan USG trimester II-III

Pemeriksaan anatomi dan fungsi janin Toraks : Jantung (situs, besar, 4 kamar), diafragma, paru

Standar pemeriksaan USG trimester II-III

Pemeriksaan anatomi dan fungsi janin Abdomen : Lambung, usus ( atresia oesofagus, atresia duodeni, omfalokel, gastroskizis )

Standar pemeriksaan USG trimester II-III

Pemeriksaan anatomi dan fungsi janin Traktus urogenitalis : Ginjal, ureter, kandung kemih ( ukuran )

Standar pemeriksaan USG trimester II-III

Pemeriksaan anatomi dan fungsi janin Sistem skelet : Short limbs, tanatoforik displasia, osteogenisis imperfekta, polidaktili

Standar pemeriksaan USG trimester II-III

Pemeriksaan anatomi dan fungsi janin Tulang belakang daerah leher, toraks, lumbar dan sakral

Standar pemeriksaan USG trimester II-III

Pemeriksaan anatomi dan fungsi janin Jenis kelamin : Berhubungan dengan beberapa kelainan Melihat penis, labia Hati-hati testis turun ke skrotum 28-30 minggu : adesensus testikulorum

Grafik
Perhatikan perkembangan janin Mengisi chart setiap periksa Hati-hati bila mulai datar IUGR

Dokumentasi

Dokumentasi yang memadai : Tanggal pemeriksaan, identitas pasien, orientasi gambar Rekaman permanen : Foto, CD, video Ukuran dan hasil temuan anatomi Disimpan di catatan medik pasien Arsip Keperluan klinik

Kesimpulan

Pemeriksaan USG pada obstetri sebaiknya tidak sesaat saja, kalau memungkinkan pada umur kehamilan 10, 20 dan 30 minggu, karena untuk menilai pertumbuhan dan perkembangan janin Evaluasi pertumbuhan dan perkembanangan janin dengan grafik/ kartu pertumbuhan janin Deteksi kelainan janin sedini mungkin Atas indikasi informed consent/ konseling Sistem rujukan : Level 1, level 2, level 3

TERIMA KASIH