Bangkitan Pergerakan

RABU, DESEMBER 07, 2011 ADI ATMADILAGA, S.T. NO COMMENTS

Tujuan dasar tahap bangkitan pergerakan adalah menghasilkan model hubungan yang mengaitkan tata guna lahan dengan jumlah pergerakan yang menuju ke suatu zona atau jumlah pergerakan yang meninggalkan suatu zona. Tahapan bangkitan pergerakan ini meramalkan jumlah pergerakan yang akan dilakukan oleh setiap orang pada setiap zona. Definisi Dasar Ada beberapa definisi dasar mengenai bangkitan pergerakan : Perjalanan Pergerakan satu arah dari zona asal ke zona tujuan, termasuk pergerakan berjalan kaki. Berhenti secara kebetulan (misalnya berhenti di perjalan untuk

tetapi juga pergerakan berjalan kaki. Klasifikasi Pergerakan • • Berdasarkan tujuan pergerakan Berdasarkan waktu Berdasarkan tingkat pendapatan.membeli rokok) tidak dianggap sebagai tujuan perjalanan. Meskipun pergerakan sering diartikan dengan pergerakan pulang dan pergi. dalam ilmu transportasi biasanya analisis keduanya harus dipisahkan. struktur rumah tangga dan tingkat pemilikan kendaraan • (Trip DISTRIBUTION) Jumlah aktivitas dan intensitas tata guna lahan berpengaruh kepada sebaran pergerakan (Trip .meskipun perubahan rute terpaksa dilakukan. Hal yang dikaji di sini tidak saja mengenai pergerakan berkendaraan.

kapan terjadinya pergerakan tersebut. sisanya mungkin mempunyai pilihan antara angkutan umum dan pribadi. besarnya pergerakan. pelaku perjalanan dapat menentukan keputusan perjalanan untuk memilih moda angkutan (Model Choice) yang sesuai dengan nilai manfaat (Utility) seseorang. misalnya dari mana hendak kemana. Tujuan: Model pemilihan moda (Model Choice) untuk mengetahui proporsi orang yang akan menggunakan kenderaan pribadi atau kenderaan umum. Dalam pemodelan pemilihan moda peroses selanjutnya adalah mengidentifikasi pemakai angkutan umum atau angkutan pribadi captive (tidak mempunyai pilihan) yang biasanya didominasi oleh lapisan masyarakat bawah dan masyarakat high class. Untuk mencapai tujuan. .Distribution) yang menunjukkan kemana dan dari mana lalu lintas tersebut bergerak. Salah satu usaha untuk mengatasinya adalah dengan memahami pola pergerakan yang akan terjadi.

SKETSA PENGATURAN SISTEM JARINGAN JALAN PRIMER (SESUAI UU 38/2004 DAN PP 34/2006) HIRARKI FUNGSI JALAN PADA SISTEM JARINGAN JALAN PRIMER .

Keterangan: PKN : Pusat Kegiatan Nasional PKW : Pusat Kegiatan Wilayah PKL : Pusat Kegiatan Lokal PKLing : Pusat Kegiatan Lingkungan BAGIAN-BAGIAN JALAN .

DEFINISI KLASIFIKASI JALAN UMUM (1) No Pembagian Klasifikasi Definisi 1 Menurut sistem sistem jaringan jalan dengan peranan pelayanan dis Sistem jaringan jalan primer pengembangan semua wilayah di tingkat nasional. kecepatan rata-rata sedang Jalan lokal Jalan lingkungan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan sete dekat. simpul jasa distribusi yg berwujud pusat kegiatan Sistem jaringan jalan sekunder Jalan arteri sistem jaringan jalan dengan peranan pelayanan dis masyarakat di dalam kawasan perkotaan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan uta kecepatan rata-rata tinggi. dan kecepatan rata-rata rendah . dan jumlah jalan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan ling dekat. kecepatan rata-rata rendah. dan jumlah jalan masuk 2 Menurut fungsi Jalan kolektor jalan umum yang berfungsi melayani angkutan pen perjalananjarak sedang.

yang dikelompokkan menjadi: • Jalan Nasional . yang terdiri atas: • • sistem jaringan jalan primer (antar kota) Sistem jaringan jalan sekunder (kawasan perkotaan) FUNGSI JALAN. yang dikelompokkan menjadi: • • Jalan arteri Jalan kolektor Jalan lokal Jalan lingkungan • • STATUS JALAN.SISTEM KLASIFIKASI JALAN DI INDONESIA (2) Jalan umum dikelompokkan menurut: SISTEM JARINGAN.

yang dikelompokan menjadi: • • jalan bebas hambatan jalan raya jalan sedang jalan kecil • • PRINSIP UTAMA KLASIFIKASI FUNGSI JALAN Jaringan jalan memiliki 2 fungsi utama: • Memberikan aksesibilitas bagi wilayah agar dapat berkembang Menyediakan mobilitas bagi lalulintas kendaraan. dan barang • .• Jalan Provinsi Jalan Kabupaten Jalan Kota Jalan Desa • • • KELAS JALAN. orang.

di mana fungsi aksesibilitas dan mobilitas diperankan secara merata Jalan Lokal (L): yang diutamakan untuk menyediakan aksesibilitas bagi wilayah (kuncinya adalah pemerataan jangkauannya ke semua daerah) • PERTIMBANGAN DALAM PENETAPAN FUNGSI DAN STATUS JALAN .Klasifikasi fungsi jalan secara umum terdiri dari: • Jalan Arteri (A): yang diutamakan untuk mobilitas yang umumnya membutuhkan kapasitas dan kecepatan tinggi (jalan yang didesain dengan kinerja/performance jalan tinggi) • Jalan Kolektor (K): yang difungsikan sebagai kolektor/ distributor.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful