Anda di halaman 1dari 7

Drilling Crew

Rangkuman Diskusi KBK Pemboran 20 September 2006 3 Oktober 2006 Milis Migas Indonesia : http://groups.yahoo.com/group/Migas_Indonesia Migas Indonesia Online : http://www.migas-indonesia.com Migas Indonesia Network : http://www.migas-indonesia.net Editor : Yohanes Anton Witono Swastioko Budhi Suryanto Moderator KBK Pemboran

Johanes Anton Witono Pacific Oil and Gas Indonesia Rekan Migas Indonesia, mohon pencerahannya. 1. Siapa saja yang termasuk dalam Drilling Crew, maksud saya posisi apa saja yang termasuk didalamnya ?. 2. Berapa jumlah orang dari 1 Drilling Crew ?. 3. Role & Responsibility dari setiap posisi dalam Drilling Crew meliputi apa saja ?. 4. Apakah ada requirement tingkat pendidikan minimum untuk setiap posisi, disamping tentu saja pengalaman kerja ?. 5. Apakah ada sertifikasi-sertifikasi khusus yang diwajibkan bagi setiap posisi dalam Drilling Crew tersebut ?. 6. Dari mana selama ini kebutuhan manpower untuk Drilling Crew didapat ?. 7. Bagaimana treatment untuk mereka yang 'fresh' baik dari university maupun setingkat SMU ?. Maaf kalau pertanyaannya kebanyakan menjelang libur lebaran he..he..

Karina Sari - Saripari Pertiwi Abadi Ini boleh aku jawab ya. Sebenarnya untuk land mobile rig sendiri masih dibagi dua lagi, ada drilling crew dan work-over crew (yang terakhir ini spesialis memperbaiki sumur, cabut packer, milling, fishing ataupun plug-abandon sumur). Nah buat crew drilling (ini misalnya di Saripari loh.... tergantung permintaan KPS sendiri, tapi standarnya buat rig 550 HP). 1 orang senior toolpusher (24 jam stand-by, rotasinya per 3 minggu, tiap rig biasanya punya 2 senior toolpusher back to back) 1 orang toolpusher (12 jam stand-by, rotasinya per 3 minggu juga, tiap rig punya 3 orang toolpusher) 1 orang driller (driller sama toolpusher diusahakan selalu berpasangan biar cocok terus pola kerjanya) 1 orang derrickman 3 orang floorman 2 orang roustabout 1 orang mekanik

Rangkuman Diskusi KBK Pemboran Milis Migas Indonesia

Halaman 1 dari 7

1 orang helper 1 orang electrician 1 orang mudboy 1 orang safety engineer (Nah mulai dari derrickman ini kebawah, tiap rig tinggal dikali 3x untuk 3 shift, siang, malam dan off schedule)

Selain itu masih ada lagi : 1 orang crane operator 1 orang dozer operator 1 orang medic 1 orang access control (jaga pos masuk/keluar rig) Ini biasanya yang umum, kalau ada tambahan lagi biasanya tergantung permintaan KPS-nya, atau kalau lokasinya remote. Apa membantu ?.

Darwin Kennedy Hadinata Ginting - Accent Jaya Indonesia Kalau di offshore seperti crew kami sekarang, untuk drilling ada 49 personnel. Ini tidak termasuk company man atau third party ( service company ). Jadi cuma contractor drilling saja. 1 orang OIM (Offshore Instalation Manager) atau Rig Superintendent 2 orang Toolpusher 2 orang Driller 2 orang Asst. Driller 1 orang Electrician 1 orang Asst. Electrician 1 orang Mechanic 1 orang Asst. Mechanic 1 orang Safety Officer 1 orang Barge Engineer /Barge Master 1 orang Electronic Technician 1 orang Deck Pusher / Asst. Barge Engineer 1 orang Storekeeper 2 orang Derrickman / Pump Man 8 orang Floorman 4 orang Crane Operator 2 orang Head Roustabout 12 orang Roustabout 2 orang Radio Operator 2 orang Welder 1 orang Medic Ini jumlah untuk 2 crew ( siang dan malam ), dan 2 crew lagi off. Untuk Pendidikan tidak terlalu diperhatikan, karena untuk drilling crew dibutuhkan kan cuma fisik yang kuat untuk bekerja keras dan benar-benar mau capek. Tapi sekarang kelihatannya paling minim sudah SMU. Requirement offshore biasanya BOSET ( Basic Offshore Safety Emergency Training ) dan HUET ( Helicopter Underwater Training ) serta Medical Check. Selebihnya setelah bekerja, perusahaan akan memberikan training yang menunjang atau mendukung pekerjaan tiap-tiap posisi tersebut.

Rangkuman Diskusi KBK Pemboran Milis Migas Indonesia

Halaman 2 dari 7

Seperti HLO, Well Control, Rigging and Slinging, Management System, H2S, Radio Licence, Crane License, Team Building, dll. Kalau Manpower biasanya tergantung tender kalau ada rig yang mau beroperasi. Biasanya perekrutan man power akan cepat tersebar luas dari sesama teman kerja di rig, lalu di informasikan ke teman-teman yang di darat. Sehingga jarang ada terlihat di surat kabar untuk perekrutan drilling crew. Oke deh itu saja dulu, mudah-mudahan dapat membantu.

Karina Sari - Saripari Pertiwi Abadi Oh iya untuk crew drilling rig, minimum pendidikan adalah SMU. Tapi sekarang sepertinya sudah mulai wajib untuk pendidikan S1 teknik. Untuk menjadi roustabout atau helper tidak diperlukan sertifikat khusus, tapi untuk floorman harus punya OLB (operator lantai bor), derrickman harus punya OMB (operator menara bor), dan driller harus punya JB (Juru Bor). Kalau untuk pimpinan rig semacam toolpusher atau senior toolpusher, harus punya AP3 (ini untuk land rig) atau AP1 (untuk offshore). Ini semuanya persyaratan standar migas. Kalau untuk welder, electrician, mekanik, operator dozer dan crane, juga harus ada sertifikasi dari migas. Biasanya ada KPS yang menetapkan sertifikasi IWCF atau sejenisnya. Nah persyaratan mengambil sertifikasi JB harus punya pendidikan S1 teknik atau sudah bekerja di rig minimum sebagai derrickman selama 5 tahun (tolong dikoreksi ya kalau salah.....). Untuk workover rig mirip banget sama drilling rig, cuma senior toolpusher namanya diganti toolpusher, sedangkan toolpusher namanya diganti jadi tourpusher. Begitu di Saripari.

Harry Eddyarso - Saripari Pertiwi Abadi Pak Anton Witono & rekan-rekan sekalian, Jawaban dari Pak Darwin Ginting dan Karina sudah cukup lengkap. Kalau saya lihat di bawah ini, uraian dari Pak Darwin lebih berdasarkan kebutuhan untuk rig-rig besar dan complicated (daftar drilling crew-nya lebih banyak), sedangkan yang ditulis oleh Karina lebih untuk rig-rig kecil (biasanya rig darat). Tinggal Pak Anton pilih saja, mau yang onshore atau offshore dan complicated drilling operations, pasti jawabannya tidak akan meleset jauh. Semakin kompleks operasi drillingnya, semakin lengkap pula drilling personnelnya, dan ini biasanya ditulis di dalam Contract Scope of Works (Drilling Personnel). Selanjutnya, saya hanya ingin menambahkan sedikit saja, yaitu masalah "sertifikasi" untuk key drilling personnel (standard DitJen Migas) for your reference. 1. Toolpusher (atau kadang-kadang disebut juga rig superintendent di rig-rig kecil) : Toolpusher (atau Rig Superintendent) ini mewakili drilling contractor di lokasi pengeboran. Toolpusher bertanggung jawab dalam mengkoordinasikan drilling operations (dan hal-hal lain yang berhubungan dengan operations) 24 jam sehari. Toolpusher biasanya orang yang berpengalaman di lapangan pengeboran dan memulai kariernya dari bawah, bisa dari floorman, derrickman, pump

Rangkuman Diskusi KBK Pemboran Milis Migas Indonesia

Halaman 3 dari 7

man dan driller. Biasanya orang ini juga menguasai semua peralatan drilling, dengan pendidikan dan pelatihan-pelatihan tambahan untuk diangkat menjadi Toolpusher. Sertifikat yang dibutuhkan : Sertifikat Tenaga Teknik Khusus Pemboran Tingkat Ahli Pengendali I --> Untuk offshore floater (drill ship, semi-submersible drilling rigs). Sertifikat Tenaga Teknik Khusus Pemboran Tingkat Ahli Pengendali II --> Untuk offshore drilling rigs type duduk (jack-up rig atau swamp barge). Sertifikat Tenaga Teknik Khusus Pemboran Tingkat Ahli Pengendali III --> Untuk operasi drilling rig di darat. Pendidikan minimum : SLTA dengan minimum pengalaman 7 tahun dengan 3 tahun sebagai driller ATAU sarjana teknik (atau ijasah AKAMIGAS jurusan bor) dengan 4 tahun pengalaman termasuk 2 tahun sebagai driller. 2. Driller : Ini orang yang bertanggung jawab langsung dalam pengendalian alat-alat bor. Dia bertanggung jawab dalam mengawasi dan menghandle drilling operation secara langsung bersama para drilling crew di lantai bor. Driller berada di rig floor dan mengontrol langsung semua aktifitas di rig floor. Dalam memonitor operasi, Driller dilengkapi dengan instrumen-instrumen kontrol yang ada di driller's console panel, seperti alat untuk memonitor tekanan, pump strokes, hook load, weight on bit, torsi, dsb. Sertifikat yang dibutuhkan seorang Driller : Sertifikat Tenaga Teknik Khusus Pemboran Tingkat Juru Bor I --> Untuk offshore floater (drill ship, semi-submersible drilling rigs). Sertifikat Tenaga Teknik Khusus Pemboran Tingkat Juru Bor II --> Untuk offshore drilling rigs type duduk (jack-up rig atau swamp barge). Sertifikat Tenaga Teknik Khusus Pemboran Tingkat Juru Bor III --> Untuk operasi drilling rig di darat. Pendidikan minimum : SLTA dengan minimum pengalaman 4 tahun dengan 2 tahun pengalaman sebagai derrickman ATAU berijasah AKAMIGAS jurusan Bor dengan 2 tahun pengalaman termasuk 1 tahun sebagai Derrickman. 3. Derrickman : Sesuai dengan namanya, orang ini bertugas "di atas" menara / derrick pada suatu platform yang disebut "monkey board" (tapi bukan monyet lho ya :-)) setinggi kira-kira 90 ft di atas rig floor (untuk rig-rig besar). Tugasnya membantu dalam mencabut / menurunkan pipa bor dan menyandarkannya di pipe rack di derrick. Selama drilling, derrickman biasanya juga bertugas sebagai asisten driller dan atau di daerah pompa lumpur atau fasilitas drilling fluid treatment lainnya. Sertifikat yang dibutuhkan seorang derrickman : Sertifikat Tenaga Teknik Khusus Pemboran Tingkat Operator Menara Bor I --> Untuk offshore operations. Sertifikat Tenaga Teknik Khusus Pemboran Tingkat Operator Menara Bor II -> Untuk onshore operations. Pendidikan minimum : SLTP dengan pengalaman minimum 3 tahun sebagai roughneck / floor man.

Rangkuman Diskusi KBK Pemboran Milis Migas Indonesia

Halaman 4 dari 7

4. Floormen atau Roughnecks atau Rotary Helpers : Biasanya 1 crew terdiri dari 2-3 orang dan bertugas di rig floor untuk menangani alat-alat drilling, membantu driller. Floormen ini adalah pekerja di garis depan di rig floor dan pekerjaan mereka ter-exposed langsung dengan berbagai drilling hazards yang bisa membawa risiko masing-masing. Oleh karena itu, training dan pengalaman yang cukup merupakan kunci utama untuk menghindarkan diri dari setiap insiden di rig floor. Sertifikat yang dibutuhkan seorang floorman : Sertifikat Tenaga Teknik Khusus Pemboran Tingkat Operator Lantai Bor I --> Untuk offshore operations. Sertifikat Tenaga Teknik Khusus Pemboran Tingkat Operator Lantai Bor II -> Untuk onshore operations. Pendidikan minimum : SLTP dengan pengalaman minimum 2 tahun sebagai roustabout (atau pekerja pembantu pemboran). Thus, for your info dan tak lupa saya ucapkan : "SELAMAT IDUL FITRI 1427H. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN" :-)

Raynold Siregar - Teknik Mesin ITB Wah untuk crew rig wajib S1....????, boleh tahu nggak alasannya ?. Apakah memang perlu kriteria S1 untuk crew, karena dari yang saya lihat di lapangan untuk lulusan SMA saja sudah cukup.

Agus Mulyana - Ensco International Drilling Company Pak Anton, kalau boleh saya ikut menambahkan. 1. Sekarang demand sedang tinggi untuk drilling crew dengan salary yang menggiurkan, termasuk di dalam negeri namun supply is very low. 2. Bahasa Inggris adalah bahasa wajib apalagi untuk kategori Supervisor atau Junior Supervisor. Untuk Roustabout, Roughneck, etc., minimal pasif. 3. Untuk dalam negeri memang belum ada Institusi yang bisa mencetak SDM Drilling, biasanya Oil Company mendidik Fresh Graduate untuk dididik menjadi Drilling Engineer, sedangkan untuk Tenaga SDM rig umumnya dari promosi-promosi dan setelah mencapai jenjang tertentu, Company yang membayar mereka untuk sertifikasi. Alurnya sebagai berikut : Roustabout ke Roughneck (Pump Man, Shaker Man) - Derrick Man - Assistant Driller - Driller - Toolpusher - OIM. Kalau untuk tenaga Assistant Driller ke bawah sertifikasinya cukup dari Dalam Negeri, Migas Cepu etc. ( Rigger Migas, Operator Lantai Bor, Juru Bor ), tapi untuk Driller ke atas wajib lulus uji Well Control dari IWCF ( International Well Control Forum ) dan tenaga tersebut andai tidak lulus berarti dia tidak layak mengemban posisi tersebut. 4. Sertifikasi Lokal dari Migas, sedangkan International dari IWCF, requirement-nya dari IADC, International Association Drilling Contractor.

Rangkuman Diskusi KBK Pemboran Milis Migas Indonesia

Halaman 5 dari 7

5. Lihat jawaban 3, umumnya di Drilling dan khususnya di Rig, jenjang promosi dari level bawah ke atas ( lihat jawaban 3 ) sedang di Drilling dari Drilling Engineer ke Drilling Supervisor ( Company Man ) - Drilling Superintendent dan Drilling Manager, dan biasanya kita bisa melamar langsung ke Perusahaan lain jika kita sudah menduduki jabatan tertentu selama waktu tertentu dan lulus tes. Mudah-mudahan bisa sedikit lebih jelas, kalau ada anggota milis lain yang ingin menambahkan dipersilahkan.

Harry Eddyarso - Saripari Pertiwi Abadi Pak Anton, kalau boleh saya ikut menambahkan.

1. Sekarang demand sedang tinggi untuk Drilling Crew dengan salary yang menggiurkan, termasuk di dalam negeri namun supply is very low.
Secara macro, permintaan kebutuhan SDM Drilling mostly di drive oleh tinggi rendahnya aktifitas drilling, baik eksplorasi maupun pengembangan. Aktifitas drilling inipun biasanya berbanding lurus dengan harga minyak dunia, dan impactnya bisa dirasakan baik di level nasional (Indonesia) maupun global. Di saat-saat resesi dulu (tahun 1986- ...?) dimana harga minyak sempat anjok di bawah US10/bbl, banyak rig yang idle / nganggur, sampai-sampai perusahaan-perusahaan drillingnya bangkrut karena aktifitas drilling yang nyaris NOL (kecuali workover). Dengan membaiknya harga minyak akhir-akhir ini, kegiatan drilling menjadi bergairah lagi. Bahkan hari ini, sangatlah sulit bagi Operator untuk mencari rig yang masih nganggur. "Pabrik" rig di China kebanjiran order, sampai ngantri dengan delivery beyond 2007 (> 300 unit !!). Nah, semuanya itu tentu berimbas pada kebutuhan SDM drilling yang meningkat pula, baik yang sudah punya pengalaman lapangan maupun untuk new recruit. Untuk daerah-daerah yang banyak lapangan minyaknya, biasanya nggak sulit untuk mencari SDM drilling, apalagi untuk level-level derrickman ke bawah, namun saat ini kebanyakan sudah pada aktif balik lagi ke rig. Nah, secara micro, bila Pak Anton bertanya soal angka kebutuhan SDM drilling, terus terang saya nggak punya, karena saya nggak pernah melakukan survey. Bila ada rekan-rekan lain yang tahu, silakan di share atau bila ada sumber-sumber lain yang layak untuk dipercaya (??).

2. Bahasa Inggris adalah bahasa wajib apalagi untuk kategori Supervisor atau Junior Supervisor, untuk Roustabout, Roughneck, etc. minimal pasif.
Bahasa Inggris sudah tentu akan mempunyai nilai PLUS bagi SDM drilling, baik yang bekerja di local drilling contractor, apalagi yang bekerja di perusahaan milik asing. Kebutuhan ini makin penting bagi SDM drilling yang di level atas (driller, tourpusher, toolpusher, rig superintendent) karena tak jarang client maupun drilling contractor itu sendiri masih mempekerjakan expatriate sehingga masalah komunikasi menjadi masalah yang vital untuk kelancaran operasi dan safety. Selain itu, kebanyakan (atau hampir semua) alat-alat drilling adalah barang import yang SOPnya memakai bahasa Inggris. Bagaimana jadinya bila tehnisi alat-alat drilling salah mengartikan SOP yang ada di Manual sehingga bisa mengakibatkan kerusakan alat atau bahkan membahayakan drilling crew itu sendiri.

Rangkuman Diskusi KBK Pemboran Milis Migas Indonesia

Halaman 6 dari 7

3. Untuk dalam negeri memang belum ada Institusi yang bisa mencetak SDM Drilling, biasanya Oil Company mendidik Fresh Graduate untuk dididik menjadi Drilling Engineer, sedangkan untuk Tenaga SDM rig umumnya dari promosi-promosi dan setelah mencapai jenjang tertentu, Company yang membayar mereka untuk sertifikasi.
Selain yang telah disebut Pak Agus di atas, ada juga yang direkrut dari Service Companies. Untuk level drilling engineer, mulai tahun 2007 Universitas Indonesia (Departemen Mesin) bekerja sama dengan Komunitas Migas Indonesia (KMI) membuka mata kuliah pilihan tentang "drilling", yang saya rasa untuk memenuhi demand yang telah disebut Pak Agus di atas. Dan Pak Wahyu Nirbito (promotornya) sepertinya melihat opportunity itu sehingga berinisiatif untuk membuka mata kuliah baru ini... :-)

4. Sertifikasi Lokal dari Migas, sedangkan International dari IWCF, requirement-nya dari IADC, International Association Drilling Contractor.
Yes. Tentu harus lulus test dengan minimum score tertentu (biasanya > 70%).

5. Umumnya di Drilling dan khususnya di Rig, jenjang promosi dari level bawah ke atas.
Yes 100%, no more comment :-)

Johanes Anton Witono Pacific Oil and Gas Indonesia Pak Harry dkk. Terima kasih bagi yang sudah menuangkan pencerahan dan ilmunya. Pada akhirnya, saya melihat besar peluang yang dimiliki SDM Indonesia untuk ikut masuk dalam sektor Drilling termasuk di global. Tantangannya adalah menghasilkan SDM yang berkualitas dan memiliki kompetensi sesuai requirement internasional. Mudah-mudahan lewat KMI kita bisa sama-sama mewujudkan hal ini. Seluruh hasil diskusi telah saya rangkum dan akan saya kirim via Pak Budhi untuk diupload. Maju terus SDM Indonesia.

Rangkuman Diskusi KBK Pemboran Milis Migas Indonesia

Halaman 7 dari 7