Anda di halaman 1dari 27

Inkompatibilitas Obat

Lily Rundjan
Satgas Farmasi Pediatrik IDAI

Latar Belakang
Kejadian Interaksi obat dengan obat/ cairan cukup sering ditemukan terutama selama perawatan pasien di rumah sakit pasien memperoleh terapi lebih dari 1 jenis obat/ cairan.

Interaksi obat dapat menjadi salah satu bentuk efek terapi yang merugikan terkait lama dan biaya perawatan yang bertambah serta risiko kematian yang meningkat (Classen et al, 1997).

Dapat dihindari

Interaksi Obat
Perubahan efek suatu obat akibat adanya obat lain, dengan akibat peningkatan toksisitas atau penurunan efikasi terapeutik

Farmaseutik/ Inkompatibilitas

Farmakokinetik

Farmakodinamik

Interaksi Farmaseutik/ Inkompatibilitas


Interaksi terjadi di luar tubuh (sebelum obat diberikan) terbentuk endapan, perubahan warna, kekeruhan, dll namun dapat juga tidak terlihat perubahan. Umumnya berakibat inaktivasi obat. Penting interaksi antar obat suntik dan interaksi antara obat suntik dengan cairan infus.

Inkompatibilitas Obat/ Cairan Intravena


OBAT Asiklovir Adrenalin Cepat terurai dalam kondisi basa Amikasin Mengalami inaktivasi oleh cairan yang mengandung penisilin & sefalosporin berikan terpisah serta flush dengan NaCl 0,9% sebelum dan sesudahnya Aminofilin INKOMPATIBEL DENGAN Dobutamin, Dopamin, Morfin, TPN NaHCO3 Amfoterisin B, Heparin, Fenitoin, Tikarsilin/ Klavulanat, Piperasilin, Intralipid

Amiodaron, Dobutamine, Fenitoin, Insulin, Isoprenaline, MgSO4, Midazolam, Morfine, Salbutamol, Sefotaksim, Vankomisin , TPN, Lipid

Inkompatibilitas Obat/ Cairan Intravena


OBAT Amiodaron INKOMPATIBEL DENGAN Inkompatibel dengan banyak obat, TPN, dan Lipid Tidak boleh diencerkan dengan NaCl 0,9% Adrenalin, Amikasin, Dobutamin, Dopamin, Esmolol, Furosemid, Garam Kalsium, Gentamisin, Heparin (konsentrasi tinggi), Insulin, Isoprenalin, Lignokain, Metaraminol, Midazolam, Noradrenalin, Penisilin G, Potasium Klorida, Simetidin, Sodium Nitroprusida, Vasopresin, NaCl 0,9%, NaHCO3, TPN, Lipid NaHCO3, Adrenalin, Ampisilin, Heparin Sodium

Amfoterisin B

Atropin Sulfat

Inkompatibilitas Obat/ Cairan Intravena


OBAT Deksametason Diazepam mengalami presipitasi apabila digunakan bersamaan dengan hampir seluruh obat. Digoksin Dobutamin Dopamin INKOMPATIBEL DENGAN Diazepam, Klorpromazin, Vankomisin Hampir seluruh obat

Berikan pada jalur sendiri Aminofilin, Furosemid, Insulin, Midazolam, NaHCO3 Asiklovir, Ampisilin, Gentamisin, Amfoterisin B, Furosemid, Indometasin, Insulin, NaHCO3/ cairan alkali Furosemid, Fluconazole, Heparin Sodium, Phenytoin Sodium

Eritromisin

Inkompatibilitas Obat/ Cairan Intravena


OBAT Fentanyl Flukonazol INKOMPATIBEL DENGAN Pentobarbital, Thiopental, Penghambat MAO Amfotericin B, Diazepam, Digoksin, Eritromisin, Furosemid, ImipenemCilastin, Kalsium Glukonat, Klindamisin, Kloramfenikol, Morfin, Piperasilin, Sefotaksim, Seftazidim, Seftriakson, Tikarsilin Amfoterisin (dalam saline), Amiodaron, Ampisilin, Amrinone, Atracurium, Diazepam, Dobutamin, Dopamin, Esmolol, Fenitoin, Fentanyl, Flukonazol, Gentamisin (dalam dekstrosa), Isoprenalin, Klorpromazin, Magnesium, Metaraminol

Furosemid

Inkompatibilitas Obat/ Cairan Intravena


OBAT Fenitoin INKOMPATIBEL DENGAN Midazolam, Noradrenaline, Ondansetron, Phentolamine, Prochloperazine, Promethazin, Protamin, Simetidin, Vankomisin, Verapamil Amfotericin, Aminofilin, Eritromisin, Furosemid, Heparin (konsentrasi tinggi), Indometasin, Sefotaksim

Gentamisin

Mengalami inaktivasi oleh cairan yang mengandung Penisilin& Sefalosporin berikan terpisah serta flush dengan NaCl 0,9% sebelum dan sesudahnya

Inkompatibilitas Obat/ Cairan Intravena


OBAT Hidrokortison Indometasin INKOMPATIBEL DENGAN Diazepam, Fenitoin, Fenobarbital, Hidralazine, Midazolam, Vankomisin NaHCO3, Dobutamin & Dopamin, Gentamisin, Kalsium (konsentrasi tinggi), TPN, Dekstrosa 7,5%, 10% Adrenalin, Aminofilin, Amiodaron, Benzil Penisilin, Digoksin, Dobutamin, Fenitoin, NaHCO3, Isoprenaline, Metaraminol, Midazolam, Noradrenaline, Phentolamine, Thiopental, Vasopresin Asiklovir, Amfoterisin B, Diazepam, Metronidazole, Kalsium Glukonat TPN & cairan dekstrosa

Insulin

Meropenem Metronidazole

Inkompatibilitas Obat/ Cairan Intravena


OBAT Midazolam INKOMPATIBEL DENGAN Aminofilin, Amfoterisin B, Ampisilin, Dobutamin, Furosemid, Hidrokortison, Insulin, Thiopental, NaHCO3, Potasium Klorida, TPN, Lipid Amfoterisin B, Aminofilin, Fenitoin, Fenobarbital Sodium, Flukonazol, Furosemid, Heparin, Sodium (konsentrasi tinggi), Thiopentone Sodium Furosemid, Heparin, Piperasilin, Tikarsilin/ Klavulanat Kebanyakan antibiotik, Fenitoin Sodium, Morfin, Noradrenalin Aminoglikosida (Gentamisin, Amikasin), Flukonazol, NaHCO3, Sefalosporin, Vankomisin

Morfin

Netilmisin Fenobarbital Piperasilin

Inkompatibilitas Obat/ Cairan Intravena


OBAT Ranitidin Sefazolin INKOMPATIBEL DENGAN Amfoterisin B, Fenitoin, Fenobarbital, Vitamin K Aminoglikosida (Gentamisin & Amikasin), Amiodaron, Lignokain, Ranitidin, Manitol 20% Aminoglikosida (Gentamisin, Amikasin, Tobramisin), Diazepam,Flukonazol NaHCO3, Amikasin, Flukonazol, Gentamisin, Kanamisin, Tobramisin, Vankomisin Aminofilin, Barbiturat,Heparin Sodium (konsentrasi tinggi), Kloramfenikol, Potasium Klorida

Sefotaksim Seftazidim

Suksamethonium

Inkompatibilitas Obat/ Cairan Intravena


OBAT Thiopental Tikarsilin/ Klavulanat Vankomisin INKOMPATIBEL DENGAN Terhadap banyak obat dan harus diberikan tersendiri Gentamisin, Tobramisin, dan Aminoglikosida lain, NaHCO3 Aminofilin, Deksametason, Fenitoin , Fenobarbital, Sodium, Heparin Sodium (pada konsentrasi > 1 U/mL), Kloramfenikol, Sefotaksim, NaHCO3

Interaksi Farmakokinetik
Absorbsi

Ekskresi

Interaksi obat

Distribusi

Metabolisme

Interaksi Farmakokinetik
Interaksi obat dalam absorbsi saluran cerna
Interaksi langsung
Contoh: Tetrasiklin + kation multivalen (Ca2+, Mg2+, Al3+ dalam antasida, Ca2+ dalam susu, Fe2+ dalam besi) pembentukan chelate yang tidak diabsorbsi absorbsi tetrasiklin .

Perubahan pH dalam saluran cerna


Cairan saluran cerna yang alkalis meningkatkan kelarutan obat yang bersifat asam dan sebaliknya Contoh: NaHCO3 + Aspirin kecepatan disolusi Aspirin kecepatan absorbsi Aspirin .

Interaksi Farmakokinetik
Interaksi obat dalam absorbsi saluran cerna saluran cerna
Perubahan motilitas saluran cerna
Obat yang mempercepat pengosongan lambung dapat mempercepat absorbsi obat lain dan sebaliknya Contoh: Metoklopramid (obat A) + Parasetamol/ Diazepam/ Propranolol (obat B) obat A memperpendek waktu pengosongan lambung mempercepat absorbsi obat B. Catatan: kecepatan pengosongan lambung biasanya hanya mempengaruhi kecepatan absorbsi tanpa mempengaruhi jumlah yang diabsorbsi.

Interaksi Farmakokinetik
Interaksi obat dalam saluran cerna
Perubahan flora usus
Contoh: Antibakteri spektrum luas (cth: Tetrasiklin, Kloramfenikol, Ampisilin) akan mensupresi flora normal usus meningkatkan aktivitas antikoagulan oral (antagonis vitamin K).

Efek toksik pada saluran cerna


Terapi kronik dengan Asam Mefenamat, Neomisin, dan Kolkisin menimbulkan sindroma malabsorbsi mengganggu absorbsi obat lain.

Interaksi Farmakokinetik
Interaksi obat dalam distribusi
Suatu obat dapat digeser ikatannya dari protein oleh obat lain peningkatan kadar obat bebas dan efek farmakologiknya, diikuti peningkatan eliminasi (mekanisme kompensasi) Dipengaruhi kadar obat dan afinitas obat terhadap protein.
Contoh: Valproat (ikatan protein sangat kuat) menggeser Fenitoin (ikatan protein kurang kuat) dari ikatan dengan protein plasma toksisitas Fenitoin .

Interaksi Farmakokinetik
Interaksi obat dalam metabolisme
Metabolisme dipercepat Obat A menginduksi sintesis enzim metabolisme obat B metabolisme obat B kadar obat B & metabolitnya
Contoh: Fenitoin meningkatkan metabolisme Kortikosteroid.

Metabolisme diperlambat Obat A menghambat metabolisme obat B efek/ toksisitas obat B


Contoh: Kloramfenikol menghambat metabolisme Fenitoin.

Interaksi Farmakokinetik
Interaksi obat dalam ekskresi
Sekresi tubuli ginjal
Contoh: Indometasin menghambat sekresi Penisilin ke dalam tubuli ginjal bersihan ginjal Penisilin efek/ toksisitasi Penisilin .

Perubahan pH urin Contoh: NaHCO3 membasakan urin bersihan ginjal Fenobarbital (asam) efek Fenobarbital .

Interaksi Farmakodinamik
Merupakan interaksi obat pada sistem reseptor/ tempat kerja, atau sistem fisiologik yang sama

Sinergis

Aditif

Antagonis

1+1=3

1+1=2

1 + 1 = 0/ 0,5

Interaksi Farmakodinamik
Interaksi pada reseptor
Reseptor Opioid Agonis Morfin, Nalorfin, Metadon, Petidin Antagonis Nalokson, Nalorfin

Adrenergik 1

Epinefrin, Norepinefrin, Dobutamin

Beta bloker nonselektif (Propranolol, Oksprenolol, dll) dan selektif 1 (atenolol)

Interaksi fisiologik
Obat A
Hipnotik/ sedatif

Obat B
Analgesik narkotik, antihistamin, antikonvulsi, dll Furosemid, Vankomisin, Sisplatin

Efek
Depresi SSP

Aminoglikosida

Ototoksisitas

Perhatian khusus
Hindari pemberian bersamaan antara:
Obat A Warfarin Fluorokuinolon NSAID Obat B Efek Risiko perdarahan Kation divalen (Ca2+, Pembentukan kompleks Mg2+) atau kation trivalen absorbsi fluorokuinolon (Al3+, Ferrous Sulphate) hingga 60-75% Antibiotika Makrolid, anti Toksisitas Cisapride jamur (Flukonazol, Ketokonazol), Nefazodone, Ritonavir Penghambat MAO nonselektif Fenilefrin, Fenilpropanolamin, Efedrin, Pseudoefedrin, Amfetamin, Tiramin Dapat menimbulkan sindroma serotonin Dapat menimbulkan krisis hipertensi dan terkadang perdarahan intrakranial

Cisapride

Selective Serotonin Reuptake Inhibitor Penghambat MAO

Kesimpulan
Pemberian lebih dari 1 macam obat menimbulkan risiko terjadinya interaksi

Semakin banyak obat yang digunakan, semakin tinggi risiko terjadinya interaksi

Saran
Dianjurkan tidak mencampur obat suntik dalam satu semprit atau dengan cairan infus (kecuali diketahui tidak ada interaksi). Hindari pemberian obat jika terjadi endapan, kekeruhan, perubahan warna, dll. Hindari polifarmasi.

Sumber
Pediatric & Neonatal Dosage Handbook, 18th Edition. Lexicomp. Guidelines For Administration of IV Drugs by Infusion on The Neonatal Unit. Royal Childrens Hospital. Farmakologi dan Terapi . Edisi ke-4. FKUI.