Anda di halaman 1dari 32

CASE REPORT SESSION

PSEUDOFAKIA OD + GLAUKOMA FAKOLITIK OS

OLEH SARI FITRI HIDAYANTI G1A106065

STATUS PASIEN
Identifikasi Nama Umur Jenis kelamin Pendidikan Pekerjaan Agama Alamat

: Ibu R : 73 tahun : Perempuan : SD : ibu rumah tangga : Islam : Rantau Maju, Ma. Jambi

Anamnesa Keluhan utama : Penglihatan mata kiri terasa kabur sejak 1 tahun yang lalu. Riwayat perjalanan penyakit 1 tahun yang lalu pasien merasakan penglihatan mata kiri terasa kabur penglihatan pasien menurun secara perlahan. Pasien melihat pada siang hari seringkali merasa silau. Pasien juga mengeluhkan pandangan seperti berasap dan sesekali nyeri pada mata kiri. Pasien juga sering kali mengeluh sakit kepala.

4 bulan yang lalu penderita mengeluhkan mata kiri bengkak yang disertai dengan sakit kepala. Mata kiri juga mengalami sakit dan nyeri. Penglihatan yang dirasakan pasien pada mata kiri kabur. Lalu pasien berobat ke polikilinik mata RSUD Mattaher Jambi. 1 bulan ini pasien masih mengeluhkan mata kiri semakin kabur dibanding mata kanan dengan mata merah (+), berair (-), gatal (-), kotoran mata (-). Sakit kepala masih sering dirasakan oleh pasien. Mual (-) dan muntah (-). Lalu pasien berobat ke polikilinik mata RSUD Mattaher Jambi pada tanggal 8 Febuari 2013

Riwayat penyakit dahulu Riwayat operasi katarak sebelumnya (+) pada mata kanan tahun 2010 Riwayat trauma pada mata disangkal Riwayat hipertensi disangkal Riwayat diabetes melitus disangkal Riwayat penyakit keluarga Tidak ada anggota keluarga yang memiliki keluhan dan gejala yang sama dengan pasien

Riwayat gizi Cukup Keadaan sosial ekonomi Cukup

Penyakit sistemik

Tract resp Tract digest Cardio vasc Endokrin Neurologi Kulit THT Gimul Lain-lain

: tidak ada keluhan : tidak ada keluhan : tidak ada keluhan : tidak ada keluhan : tidak ada keluhan : tidak ada keluhan : tidak ada keluhan : tidak ada keluhan : tidak ada keluhan

Pemeriksaan fisik
- status generalis keadaan umum tekanan darah nadi suhu

: baik : 145/100 mmHg : 84 x/menit : 36,5C

Diagnosis kerja Pseudofakia OD Glaukoma fakolitik et causa Katarak senilis hipermatur OS

Pengobatan Timolol 4 x 1 tetes Glaucon tab 250 mg 3 x1 (acetazolamide) KSR tab 500mg 1x 1 tab Mefinal tab 500mg 2 x 1 tab (asam mefenamat) Prognosa Quo ad vitam : Dubia ad bonam Quo ad fungsional : dubia ad malam

Pengertian Katarak Katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa, denaturasi protein terjadi akibat kedua- duanya. Etiologi - fisik - kima - penyakit predisposisi - genetik dan gangguan perkembangan - infeksi virus dimasa pertumbuhan janin dan usia

Gejala umum pada katarak Penglihatan berasap dan tajam penglihatan yang menurun biasanya akan peka terhadap sinar atau cahaya dapat melihat dobel pada satu mata dan lensa mata berubah menjadi keruh.

Macam- macam Katarak meliputi Katarak perkembangan (developmental) dan degeneratif Katarak kongenital, juvenvil, dan senil. Katarak komplikata Katarak traumatik.

Berdasarkan usia pasien, katarak dapat di bagi dalam : Katarak kongenital Katarak juvenil Katarak sensil Pembagian katarak senilis secara klinik dikenal dalam 4 stadium yaitu: 1. Insipien 2. Imatur, 3. Intumesen, 4. matur, 5. hipermatur morgagni

Penyulit pada katarak biasanya glaukoma yang karena proses: 1. Fakotopik 2. Fakotoksik 3. Fakolitik

Penatalaksanaan katarak: 1. Operasi katarak ekstrakapsular 2. Operasi katarak Intrakapsular 3. Fakoemulsifikasi 4. SICS

Definisi Glaukoma Fakolitik Glaukoma adalah neuropati optik yang disebabkan oleh tekanan intra okular (TIO) yang (relatif) tinggi, yang ditandai oleh kelainan lapangan pandang yang khas dan atrofi papil saraf optik.

Glaukoma Fakolitik Suatu glaukoma sekunder yang timbul sebagai akibat keluarnya protein lensa melalui kapsul lensa yang katarak matur atau hipermatur.

Etiologi Glaukoma Fakolitik Epidemiologi Glaukoma Fakolitik Glaukoma fakolitik lebih sering terjadi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, dimana penanganan katarak sering terlambat sampai pada stadium hipermatur yang belum ditangani. Pada sebuah studi di India dilaporkan 115 kasus glaukoma fakolitik dari 27.073 penderita dengan katarak.

Manifestasi Klinis Glaukoma Fakolitik Tiba-tiba mata merah dan nyeri Visus menurun sudah sangat lama Hiperemi siliar dan konjungtiva Edema kornea Lensa katarak matur / hipermatur TIO sangat tinggi Sudut bilik mata depan terbuka

Gejala eksternal : sakit kepala, mual dan muntah.

Pemeriksaan pada glaucoma fakolitik

Pemeriksaan Visus: antara dapat melihat goyangan tangan (HM = Hand Movement) sampai persepsi cahaya (LP = Light Perception). Pada pemeriksaan dengan lampu senter terlihat : injeksi konjungtiva, injeksi siliar, kornea suram karena sembab, reaksi pupil hilang atau melambat, kadang pupil midriasis, kadang kedua bilik mata depan tampak dangkal pada bentuk primer, sedangkan pada bentuk sekunder dijumpai penyakit penyebabnya.

Pengukuran dengan tonometri Schiotz menunjukkan peningkatan tekanan biasanya tonometer : TIO > 21 mmHg. Pada perabaan, bola mata yang sakit teraba lebih keras dibanding sebelahnya. Funduskopi sukar dilakukan karena terdapat kekeruhan media refraksi.

Penatalaksanaan Glaukoma Fakolitik


Segera menurunkan TIO dengan obat-obatan: 1. Glycerol 1 ml/kgBB dalam 50% larutan Bila TIO tetap 30 mmHg atau glycerol tidak dapat dipakai, maka diberi Mannitol 20% 1-2 gr/kgBB dalam infus 60 tetes/menit) Acetazolamide Timolol 0,25% - 0,5 % 2. Menekan reaksi radang dengan Kortikosteroid topikal. 3. Bila TIO sudah turun maka dapat dilakukan pembedahan ekstraksi katarak.

ANALISIS KASUS

Pada glaucoma fakolitik biasanya gejala klinis yang ada antara lain: mata merah dan nyeri, visus menurun sudah sangat lama. Gejala eksternal yaitu sakit kepala, mual dan muntah.

Pada kasus ini: Penglihatan yang dirasakan kabur sejak 1 tahun yang lalu dan memberat dalam 1 bulan ini. Penglihatan terasa kabur melihat pada siang hari terasa silau dan adanya mata merah. Pasien juga mengeluhkan seringakali nyeri pada mata disertai dengan sakit kepala. Mual dan muntah (-).

Pada glaukoma fakolitik biasanya didapatkan untuk pemeriksaan yang dilakukan:

Pemeriksaan Visus dapat melihat goyangan tangan sampai persepsi cahaya. Pada pemeriksaan dengan lampu senter terlihat: injeksi konjungtiva, injeksi siliar, kornea suram karena sembab, reaksi pupil hilang atau melambat. Pengukuran dengan tonometri Schiotz menunjukkan peningkatan tekanan biasanya tonometer :TIO > 21 mmHg. Pada perabaan, bola mata yang sakit teraba lebih keras dibanding sebelahnya.

Pada kasus ini: Visus yang didapatkan pada pasien ini untuk OS 1/~ berarti pasien hanya bisa melihat persepsi cahaya. Pemeriksaan eksternal didapatkan kornea yang suram dan edema, dimana di konjungtiva bulbi didapatkan adanya injeksi, pupil reguler dengan refleks cahaya (-) pada mata kiri. Pengukuran TIO pada pasien ini 81,7 mmHg.

Dari keluhan utama dan riwayat perjalanan penyakit ini dapat dipikirkan beberapa diagnosis banding untuk penyakit mata yang ditandai dengan mata merah visus menurun diantaranya yaitu keratitis, uveitis, dan ulkus kornea.

Diagnosis pasti ditegakkan dengan cara menyingkirkan differensial diagnostik berdasarkan anmnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Penderita ini didiagnosa sebagai pseudofakia OD dan glaukoma fakolitik et causa katarak senilis hipermatur OS.

Pada mata kiri didiagnosis katarak senilis karena sudah terjadi kekeruhan lensa pada usia diatas 50 tahun dan didiagnosis sebagai katarak hipermatur karena didapatkan kekeruhan pada seluruh lensa dengan ST pseudopositif, sedangkan karena pada mata kanan sudah dilakukan operasi katarak dengan pemasangan lensa sehingga didiagnosis pseudofakia OD. Untuk penatalaksanaan diberikan terapi medikamentosa untuk menurunkan TIO yang tinggi.

TERIMA KASIH