Anda di halaman 1dari 30

GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA TERHADAP PENYAKIT YANG DIDERITA ANAK BERDASARKAN KARAKTERISTIK ORANG TUA DI RUANG

FLAMBOYAN III RSUD KABUPATEN SERANG TAHUN 2011 PROPOSAL PENELITIAN Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mencapai Program Pendidikan Diploma III Keperawatan Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Serang

Disusun oleh: MUHAMAD YASIN NIM: 28085

AKADEMI KEPERAWATAN PEMERINTAH KABUPATEN SERANG 2011

LEMBAR PERSETUJUAN AKADEMI KEPERWATAN

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SERANG TAHUN 2011 Judul : GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA TERHADAP PENYAKIT YANG DIDERITA BERDASARKAN KARAKTERISTIK ORANG TUA DI RUANG FLAMBOYAN III RSUD KABUPATEN SERANG TAHUN 2011 Nama : MUHAMAD YASIN NIM : 28085 Telah diterima sebagai langkah awal untuk melaksanakan penelitian kesehatan sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Ahli Madya Keperawatan pada Akademi Keperawatan Pemerintah Daerah Kabupaten Serang.

Menyetujui, Pembimbing Penelitian

EHA FARIHAH B.Sc SKM NIP: 19651011988032015

Mengetahui Direktur Akper Pemda Serang

Drs. Encep T Sulaiman, M.Kes NIP: 195304241973071002

DAFTAR ISI
Hal KATA PENGANTAR ......................................................................................... i

DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii DAFTAR TABEL ................................................................................................ DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. A B C D BAB II v vi 1

Latar Belakang Masalah .............................................................. 1 Perumusan Masalah ..................................................................... 5 Tujuan Penelitian ......................................................................... 6 Manfaat Penelitian ...................................................................... 6 8

TINJAUAN TEORITIS .................................................................... A

Cemas .......................................................................................... 8 1 2 3 4 Pengertian Kecemasan ....................................................... 8 Sumber-sumber Kecemasan ............................................... 9 Tingkat Kecemasan ........................................................... 9 Tanda dan Gejala Cemas ................................................... 11

Karakteristik ................................................................................ 12 1 2 Usia .................................................................................... 12 Pekerjaan .......................................................................... 12

Pendidikan ......................................................................... 13 4. Jenis Kelamin ..................................................................... 14

BAB III

KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL ........ 15 A B Kerangka Konsep ........................................................................ 15 Definisi Operasional .................................................................... 16

BAB IV

METODOLOGI PENELITIAN ...................................................... 18 A B Desain Penelitian ......................................................................... 18 Populasi dan Sampel ................................................................... 18

C D

Alat dan Metode Pengumpulan Data ......................................... 19 Pengolahan Data dan Analisa Data ............................................ 19

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................ LAMPIRAN

DAFTAR TABEL
Hal Tabel 1. Definisi Operasional ............................................................................... 16

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Lembar Jadwal Rencana Kegiatan Penelitian Mahasiswa Tingkat III Program Studi D III Keperawatan Akper Pemerintah Daerah Kabupaten Serang Lamopiran 2. Lembar Perizinan Melakukan Penelitian dan Pengambilan Data dari RSUD Kabupaten Serang Lampiran 3. Lembar Informed Consent Lampiran 4. Lembar Persetujuan Responden Lampiran 5. Lampiran Kegiatan Bimbingan Proposal

KATA PENGANTAR Puja dan puji syukur kehadirat ALLAH SWT yang senantiasa memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga kita masih diberikan sehat iman dan islam, salawat

serta salam semoga selalu tercurahkan pada nabi kita Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman jahiliah sampai zaman modernisasi seperti saat ini. Doa dan harapan penulis lakukan agar apa yang dicita-citakan dapat diraih dengan hasil yang memuaskan dan selalu diridhai ALLAH SWT, berbagai macam rintangan dan halangan selalu terjadi ketika penyusunan proposal ini dibuat, namun alhamdulilah atas segala usaha yang senantiasa diiringi oleh doa, akhirnya proposal ini dapat terselesaikan dan rampung untuk prasyarat proses kelulusan penulis, maka dari itu penulis ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang terkait atas

terselesaikannya proposal ini, diantaranya adalah : 1. Kedua orang tua yang senantiasa memberikan dukungan baik berupa moril dan material. 2. Kepada bapak Drs. Encep T sulaiman M.Kes, selaku Direktur AKPER PEMDA SERANG. 3. Kepada bu Eha Farihah B.Sc, SKM, selaku dosen pebimbing yang telah

banyakmeluangkan waktu untuk membimbing dan mengarahkan peneliti dalam penyusunan penelitian ini. 4. Kepada ibu Ella Hayati Skp, selaku dosen penguji. 5. Kepada Ibu Eti Suryati S.Kep selaku pembimbing Akademik bagi penulis. 6. Bapak/ibu dosen dan staf TU Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Serang yang senantiasa memberikan ilmu yang bermanfaat. 7. Kepada bapak deden selaku pengawas perpustakaan. 8. Teman-teman seperjuangan, ku ucapkan terima kasih atas warna/i untuk kehidupanku 9. Terima kasih penulis mengucapkan kepada babeh mail dan istri yang selalu menyajikan nutrisi untuk kami berjuang menggapai cita-cita

10. Tak lupa ku ucapkan terima kasih kepada seseorang yang telah menemaniku dalam senang maupun susah, dan yang tak lelah mendngarkan keluh kesahku selama ini. Penulis sadar dalam penyusunan proposal ini masih banyak kekurangan baik dalam bentuk materi maupun itu dalam tata cara penulisan, maka dari itu penulis senantiasa mohon kritikan yang bersifat membangun dalam tata cara pembuatan proposal ini. Serang, Juni 2011

Penulis

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kecemasan merupakan respon individu terhadap suatu keadaan yang tidak menyenangkan yang dialami oleh semua mahluk hidup dalam kehidupan sehari-hari. Kecemasan merupakan pengalaman subjektif dari individu dan tidak dapat diobservasi secara langsung serta merupakan suatu keadaan emosi tanpa objek yang spesifik. Kecemasan pada individu dapat memberikan motivasi untuk mencapai sesuatu dan merupakan sumber penting dalam usaha memelihara keseimbangan hidup. Kecemasan terjadi sebagai akibat dari ancaman terhadap harga diri yang sangat mendasar bagi keberadaan individu. Kecemasan dikomunikasikan secara interpersonal dan

merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari, menghasilkan peringatan yang berharga dan penting untuk memelihara keseimbangan diri dan melindungi diri. Orang tua merupakan unsur penting dalam perawatan, khususnya perawatan pada anak. Oleh karena anak merupakan bagian dari keluarga, maka perawat harus

mampu mengenal orang tua sebagai tempat tinggal atau konstanta tetap dalam kehidupan anak (Wong. Perry and Hockenberry. 2002). Sebagai perawat, dalam memberikan pelayanan keperawatan, harus mampu memfasilitasi orang tua dalam berbagai bentuk pelayanan kesehatan baik berupa pemberian tindakan keperawatan langsung, maupun pendidikan kesehatan yang diberikn pada orang tua untuk dapat melakukan perawatan pasca perawatan dirumah sakit. Selain itu, perawat harus memperhatikan kehidupan sosial, budaya dan ekonomi orang tua yang dapat pola kehidupan anak selanjutnya. Faktor-faktor tersebut sangat menentukan

perkembangan anak dalam kehidupan (Alimul.2005). Kehidupan anak juga sangat ditentukan keberadaannya, bentuk dukungan dari orang tua, hal ini dapat terlihat bila dukungan orang tua yang sangat baik maka pertumbuhan dan perkembangan anak relatif stabil, tetapi apabila dukungan orang tua kurang baik, maka anak akan mengalami hambatan pada dirinya yang dapat mengganggu psikologis anak (Alimul. 2005). Populasi anak yang dirawat di rumah sakit menurut Wong (2004), mengalami peningkatan yang sangat dramatis. Persentase anak yang dirawat di rumah sakit saat ini mengalami masalah yang lebih serius dan kompleks dibandingkan kejadian hospitalisasi tahun-tahun sebelumnya. Mc Cherty dan Kozak mengatakan hampir empat juta anak dalam satu tahun mengalami hospitalisasi (Lawrence J. Cit Hikmawati. 2003). Rata-rata anak mendapat perawatan selama enam hari. Selain membutuhkan perawatan yang spesial dibanding pasien lain, anak sakit juga mempunyai keistimewaan dan karakteristik tersendiri karena anak-anak bukanlah miniatur dari orang dewasa atau dewasa kecil. Dan waktu yang dibutuhkan untuk merawat penderita anak-anak 20-45% lebih banyak dari pada waktu untuk merawat orang dewasa (Speirs, cit Hikmawati 2003).

Menurut Supartini (2004) perawatan anak di rumah sakit merupakan pengalaman yang penuh dengan stress, baik bagi anak maupun orang tua. Lingkungan rumah sakit itu sendiri merupakan penyebab stress dan kecemasan pada anak. Pada anak yang di rawat di rumah sakit akan muncul tantangan-tantangan yang harus di hadapinya seperti mengatasi suatu perpisahan, penyesuaian dengan lingkungan yang asing baginya, penyesuaian dengan banyak orang yang mengurusinya, dan kerapkali harus berhubungan dan bergaul dengan anak-anak yang sakit serta pengalaman mengikuti terapi yang menyakitkan. Berdasarkan hasil proses observasi yang telah dilakukan dengan cara mengamati perilaku pasien di ruang flamboyan 3 RSUD Serang. Anak yang perlu melakukan adaptasi dari mulai lingkungan,

ketidaknyamanan kondisi fisik karena penyakit yang di derita dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan proses keperawatan yang diberikan, bentuk ketidaknyamanan yang dapat dilihat pada anak dari segi fisik seperti menangis, gangguan pola tidur, sehingga anak sulit untuk dapat mencukupi kebutuhan nutrisinya, selain itu pada saat hospitalisasi yang dilakukan pada anak dirumah sakit pada umumnya sulit untuk dapat bersikap kooperatif sehingga intervensi hospitalisasi tidak tercapai secara maksimal, keadaan tersebut merupakan hambatan bagi proses keperawatan dalam rangka mengembalikan kondisi anak pada kondisi normal. Peran orang tua pada saat hospitalisasi mempunyai peran penting, seperti halnya dikatakan oleh para ahli bahwa peran orang tua pada saat hospitalisasi bagi anak dapat menjadi motivator bagi anak untuk dapat kooperatif saat hosptalisasi berlangsung, selain itu peran orang tua menurut para ahli pada saat hopitalisasi dapat menentukan perrtumbuhan dan perkembangan anak untuk dapat kembali pada keadaan stabil.

Namun pada saat anak bersikap tidak kooperatif justru orang tua anak merasa cemas pada keadaan anaknya, kecemasan tersebut dapat terjadi karna tingkat penyakit yang diderita oleh anak memang cukup berat, atau kecemaan itu dapat timbul karena ketidaktahuan mengenai penyakit yang dideritanya sedangkan penyakit yang diderita mempunyai tingkat keparahan yang rendah. Sebaliknya kecemasan yang terjadi pada orang tua justru berdampak timbulnya peran orang tua yang tidak diharapkan, terkadang hospitalisasi yang akan diimplementasiakan justru terkadang ada bentuk penolakan dari orang tua,hal tersebut dapat timbul karena ketidaktahuan tentang hospitalisasi atau minimnya pengetahuan mengenai penyakit yang di derita, bentuk kecemasan yang timbul pada orang tua yang terjadi karena hospitalisasi nampak ketika observasi yang dilakukan dengan menggunkan metode wawancara pada 40 orang tua pasien anak, sebanyak 28 orang tua masuk kedalam karakterisitik sedang yaitu 60%. Hospitalisasi yang dilakukan tentunya akan sangat terhambat ketika anak dan orang tua anak sama-sama tidak kooperataif, dari fenomena ini dapat menimbulkan keterbatasan gerak dari kedua pihak, tenaga medis sulit untuk mencapai intervensi dan orang tua pun semakin lama semakin merasa tidak diperhatikan secara maksimal sesuai dengan hak pasien yag dimilikinya. Penelitian yang akan dilakukan pada orang tua anak untuk mengidentifikasi tingkat kecemasan para orang tua anak saat hospitalisasi berlangsung, sehingga dapat diketahui gambaran tingkat kecemasan para orang tua pasien anak berdasarkan penyakit yang diderita berdasarkan karakteristik usia, pendidikan dan pekerjaan. B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sejauhmana gambaran tingkat kecemasan orang tua pasien terhadap

penyakit yang di derita berdasarkan karakteristik orang tua di ruang Flamboyan III RSUD Serang tahun 2011 ? C. 1. Tujuan Penelitian

Tujuan Umum Diketahuinya gambaran tingkat kecemasan orang tua terhadap penyakit yang di derita anak berdasarkan karakteristik orang tua di ruang Flamboyan III RSUD Serang tahun 2011. 2. Tujuan Khusus

a.

Diketahui gambaran tingkat kecemasan orang tua pasien berdasarkan usia orang tua anak.

b.

Diketahui gambaran tingkat kecemasan orang tua berdasarkan tingkat pendidikan orang tua anak.

c. d.

Diketahui gambaran tingkat kecemasan berdasarkan pekerjaan orang tua anak. Diketahui gambaran tingkat kecemasan berdasarkan jenis kelamin orang tua anak. D. Manfaat penelitian Penelitian yang dilakukan diharapkan beberapa manfaat antara lain: 1. Manfaat bagi peneliti

Peneliti dapat memperoleh pengalaman yang berharga mengenai tingkat kecemasan pada orang tua pasien anak. 2. Manfaat Bagi Perawat

Diharapkan hasil penelitian yang akan dilakukan diharapkan dapat menjadi acuan atau dasar dalam melakukan tindakan keperawatan pada pasien anak. 3. Manfaat bagi akademik

Diharapkan hasil penelitian yang dilakukan dapat dijadikan suatu acuan bagi akademik dalam meningkatkan pambelajaran hospiitalisasi pada pasien anak dan orang tua anak.

BAB II TINJAUAN TEORITIS A. 1. Cemas Pengertian Kecemasan Kecemasan merupakan respon individu terhadap suatu keadaan yang tidak menyenangkan yang dialami oleh semua mahluk hidup dalam kehidupan sehari-hari. Kecemasan merupakan pengalaman subjektif dari individu dan tidak dapat diobservasi secara langsung serta merupakan suatu keadaan emosi tanpa objek yang spesifik. Kecemasan pada individu dapat memberikan motivasi untuk mencapai sesuatu dan merupakan sumber penting dalam usaha memelihara keseimbangan hidup. Kecemasan terjadi sebagai akibat dari ancaman terhadap harga diri yang sangat mendasar bagi keberadaan individu. Kecemasan dikomunikasikan secara interpersonal dan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari, menghasilkan peringatan yang berharga dan penting untuk memelihara keseimbangan diri dan melindungi diri. 2. 1. 2. Sumber-Sumber Kecemasan Pergaulan

Kesehatan 3. 4. 5. Anak-anak Kehamilan Menuju usia tua

6. 7. 8. 9.

Goncangan dalam rumah tangga Pekerjaan Kenaikan pangkat Kesulitan keuangan

10. Peroblem-peroblem 11. Ujian-ujian 3. Tingkat Kecemasan Menurut Peplau (dikutip oleh Maniy, 2003, dalam bukunya Psychiatric and Mental Health Nursing Certification) manifestasi kecemasan diidentifikasi kedalam empat tingkatan sebagai berikut : a. Kecemasan Ringan (Mild Anciety) yang ditandai dengan:

1) Ketegangan dalam kehidupan sehari-hari sehingga seseorang menjadi waspada 2) Meningkatkan lapangan persepsi individu 3) Memotivasi individu untuk belajar 4) Mampu memecahakan masalah secara epektif b. Kecemasan sedang (Moderate Anciety) yang ditandai dengan :

1) Penerimaan terhadap rangsangan dari luar menurun dan individu saat memperhatikan hal-hal yang menjadi pusat perhatiannya 2) Belajar dengan pengarahan orang lain 3) Lapangan persepsi menyempit 4) Tidak dapat memprsepsikan semua lingkungan, fokus pada lingkungan kurang pada diri sendiri 5) Lebih mampu memusatkan pada fakta atau peristiwa penting baginya c. Kecemasan berat (Severe Anciety) yang ditandai dengan :

1) Semua perilakunya bertujun untuk meminta pertolongan dan memerlukan pengarahan yang lebih banyak untuk memfokuskan pada area yang lain 2) Lapangan persepsi sudah sangat menyempit 3) Pusat perhatian pada detail yang kecil dan tidak dapat berpikir tentang hal-hal lain 4) Tidak mampu memecahkan masalah 4. a. Tanda dan Gejala Cemas Individu sangat kacau sehingga sangat bahaya bagi diri sendiri maupun orang lain.

b. Kemampuan berhubungan dengan orang lain sangat menurun. c. Karena kehilangan kontrol individu tidak bisa mengerjakan sesuatu tanpa pengarahan

d. Berpikir tidak teratur. e. Keadaan ini mengancam kehidupan dan jika berlangsung terus dapat berakhir dengan kematian. f. Aktifitas fisik meningkat.

g. Tidak mampu bertindak, berkomunikasi, berfungsi secara epektif. Pengukuran kecemasan ini dapat diperoleh dari skor setiap resfonden yang di persentasikan dengan jumlah skor yang di harapkan berdasarkan persentassi tersebut ditetapkan penilaian sebagai berikut, apabila persentasinya: 1. Rendah, apabila persentasinya <55 % 2. Sedang, apabila persentasinya 56-75 % 3. Tinggi, apabila persentasinya >76% Sebagaian besar kecemasan terjadi oleh beberapa faktor yang mempengerahui diantaranya: 1. Umur 2. Pekerjaan 3. Pendidikan

4. Jenis kelamin B. 1. Karakteristik Orang Tua Usia Usia atau umur adalah usia individu yang terhitung mulai saat di lahirkan sampai saat berulaang tahun (Elizabeth, 2002). Menurut sulaiman (2005) umur yang di anggap optimal untuk mengambil keputusan adalah umur diatas 20 tahun karena umur kurang dari 20 tahun cenderung dapat mendorong terjadinya kebimbingan dalam mengambil keputusan atau memilih dan kurangnya pengalaman. 2. Pekerjaan Pekerjaan dapat di definisikan sebagai kegiatan yang dilakukan dan di perbuat. Pekerjaan merupakan kegiatan yang menyita waktu, karena pekerjaan bukanlah sumber ksenangan, tetapi merupakan mencari nafkah yang membosankan dan dilakukan berulang tapi banyak tantangan (einrich, 2001). Pada umumnya pekerjaan bukan hanya sekedar melakukan sesuatu yang sasarannya hanya menghasilkan penghasilan atau uang, melakukan sesuatu yang tidak menghasilkan sesuatupun pada umumnya dapat dilakukan sebagai pekerjaan diasumsikan sebagai salah satu hal yang dapat mempengaruhi suatu engetahuan sesorang. 3. Pendidikan Pendidikan berarti bimbingan yang di berikan oleh seeorang terhadap perkembangan orang lain menuju kearah suatu cita-cita tertentu. Pendidikan berarti secara formal proses penyampaian bahan oleh pendidik kepada peserta didik guna mencapai perubahan perilaku. Pendidikan dapat mempengaruhi perilaku seseorang terutama dalam meningkatkan pengetahuan seseorang tentang sesuatu atau pun sebagian pengalaman

hidupnya, menurut notoatmodjo(2003) lingkungan pendidikan di bedakan menjadi tiga yaitu : a. b. c. 4. Pendidikan dalam keluaraga Pendidiikan dalam sekolah (SD, SMP, SMA, PT) Pendidikan dalam lingkungan masyarakat (Kursus, Bimbel) Jenis Kelamin Jenis kelamin adalah suatu konsep kultural yang berupaya membuat perbedaan (distinction) dalam hal peran, perilaku, mentalitas, emosional antara laki-laki dan perempuan yang berkembang dalam masyarakat.

BAB III KERANGKA KONSEP A. Kerangka Konsep Kecemasan merupakan respon individu terhadap suatu keadaan yang tidak menyenangkan yang dialami oleh semua mahluk hidup dalam kehidupan sehari-hari. Kecemasan merupakan pengalaman subjektif dari individu dan tidak dapat diobservasi secara langsung serta merupakan suatu keadaan emosi tanpa objek yang spesifik. Berdasarkan uraian pada bab II maka variabel dependent yang akan di teliti adalah tingkat kecemasan, sedangkan variabel independent yang akan di teliti adalah, umur, pekerjaan, pendidikan, dan jenis kelamin yang di anggap mempengaruhi tingkat kecemasan yang dijadikan variabel dependent.

Bagan 3.1 Kerangka konsep Hhh Usia orang tua Pendidikan orang tua Pekerjaan orang tua Jenis kelamin orang tua uu Variabel Independent Variabel Dependent

Tingkat kecemasan orang tua terhadap penyakit yang diderita.

B.

Definisi Operasional (Tabel 1.1) No Variabel Definisi Operasional 1 Variabel Independent Lama hidup responden dilihat dari Umur Orang tahun lahir Wawancara Kuesioner 0) 20-30 tahun 1) 30-45 tahun 2) >45 tahun Cara ukur Alat ukur Hasil ukur Skala Ukur Interval

Tua

sampai dilakukan penelitian.

Tingkat Pendidikan Orang Tua

Proses belajar formal menurut sistim pendidikan nasional yang terakhir di tempuh oleh orang

Wawancara

Kuesioner 0) SD 1) SMP 2) SMA 3) PT

Ordinal

tua (ibu atau bapak) 3 Pekerjaan Orang Tua Suatu kegiatan yang dilakukan baik itu menghasilkan uang atau tidak 4 Jenis Kelamin Orang Tua Suatu konsep kultural yang berupaya membuat Nominal Kuesioner Wawancara Kuesioner 1). Tidak bekerja (IRT) 2). Bekerja (swasta, PNS, dll) 1). Laki-laki 2). Perempuan Nominal Nominal

perbedaan dalam hal peran, perilaku, mentalitass, emosional, antara laki-laki dan permpuan. 5 Tingkat Kecemasan Orang Tua Proses belajar formal menurut sistim pendidikan nasional yang terakhir di tempuh oleh orang tua (ibu atau bapak) Nominal Kuesioner 1).Kecemasan rendah (<55%) 2).Kecemasan sedang (5675%) 3).Kecemasan berat (>76%)

BAB IV METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran deskripsi tentang

suatu keadaan secara objektif, dan memecahkan masalah atau menjawab permasalahan yang sedang dihadapi pada situasi sekarang (Notoatmodjo, 2002). B. Populasi dan Sample 1. Populasi Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang akan di teliti(Notoatmodjo, 2005). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua pasien yang dirawat di ruang Flamboyan III RSUD Kabupaten Serang, dengan kriteria orang tua 25-45 tahun. 2. Sample Sample adalah sebagian atau wakil populasi yang di teliti (Notoatmodjo, 2005). Cara pengambilan sample pada penelitian ini adalah dengan mengunakan accidental sampling yaitu pengambilan sample yang kebetulan ada di ruang Flamboyan III RSUD Kabupaten Serang. Metode pengambilan Sample yang akan digunakan dalam penelitian ini Quota sampling yaitu pengambilan sample dengan cara menetapkan jumlah respondent, maka dalam penelitian ini respondent yang akan digunakan adalah orang tua pasien anak sebanyak 30 orang. C. Alat dan Metode Pengumpulan Data Alat dan metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu dengan cara menyebarkan kuesioner dengan cara mengisi jawaban yang sudah disediakan. D. Pengolahan Data dan Analisa Data 1. Pengolahan Data Pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara: a. Editing

Pada editing dilakukan pengecekan isian kuesioner, apakah jawaban di kuesioner sudah jelas. b. Coding Pada tahapan ini dilakukan pemberian kode pada jawaban pertanyaan dalam kuesioner. Kegunaan coding adalah untuk mempermudah pada saat analisis data dan juga mempercepat saat entry data.

c.

Prosesing Pemprosesan data yang dilakukan dengan cara perhitungan secara manual.

2. Analisa Data a. Analisa Univariat Analisa univariat digunakan untuk mengetahaui distribusi frekuensi dari setiap variabel yang diteliti. Analisa univariat bertujuan untuk mendapat gambaran distribusi responden atau variasi dari variabel yang diteliti. Analisa ini digunakan untuk mendeskripsikan varibel dengan cara membuat tabel distribusi frekuensi dan dihitung dengan persentase (Notoatmodjo, 2002). Memakai rumus sebagai berikut:

x100%
f : jumlah yang didapat x : proporsi dalam jumlah persentase n : sample

Daftar Pustaka Atkinson, 2004. Pengantar Psikologi. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Azwar, S. 2007. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Catherine Lee. 2003. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak.: Arcan. Jakarta Chaniago. 2002. Kamus lengkap bahasa indonesia : Pustaka Setia,l Bandung. Hawari. 2001. Manajemen Stress, Cemasa dan Depresi, Fakultas Kedokteran, jakarta. Hendersen, Christin, J. Kathleen. 2002. Perawatan Anak: EGC, jakarta. Smet, B. 2005. Psikologi Kesehatan. PT Gramedia Widiasarana Indonesia, jakarta Soetjiningsih. 2003. Tumbuh Kembang Anak: EGC, jakarta. Soekidjo Notoatmodjo. 2002. Metodologi Penelitan Kesehatan.: Rineka Cipta, jakarta Wong, 2004, Pedoman Klinis Perawatan Pediatrik Edisi Buku Kedokteran, EGC, Jakarta.

KUESIONER PENELITIAN GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA TERHADAP PENYAKIT YANG DIDERITA BERDASARKN KARAKTERISTIK ORANG TUA DI RUANG FLAMBOYAN III RSUD KABUPATEN SERANG TAHUN 2011

MUHAMAD YASIN 28085

AKADEMI KEPERAWATAN PEMERINTAH KABUPATEN SERANG 2011

KUESIONER PENGUMPULAN DATA DALAM RANGKA PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH AKADEMI KEPERAWATAN PEMDA SERANG Assalamualaikum Wr. Wb. Dalam rangka menyelesaikan tugas akhir sebagai salah satu prasarat untuk kelulusan Program DIII, maka saya yang bertanda tangan dibawah ini. Nama NIM : MUHAMAD YASIN : 28085

Alamat : Kp. Cipadung Desa Tamansari Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak Banten Judul : GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA TERHADAP PENYAKIT YANG DIDERITA ANAK BERDASARKAN

KARAKTERISTIK ORANG TUA DI RUANG FLAMBOYAN III RSUD SERANG TAHUN 2011. Dengan segala kerendahan hati, penulis mohon dengan hormat kepada bapak/ibu untuk berkenan meluangka waktu guna mengisi daftar pertanyaan yang penulis ajukan sesuai dengan pengetahuan yang ibu miliki. Jawaban ibu sangat diperlukan sebagian data penelitian dan semata-mata untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan tidak ada maksud yang lain. Jawaban yang telah diberikan akan kami jaga kerahasiaannya. Atas kesediaan dan bantuan yang telah bapak/ibu berikan, penulis sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Wassalamualaikum Wr. Wb.

Serang,................2011 penulis

PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN

Setelah membaca dan memahami isi penjelasan lembar pertama dan kedua angket, saya bersedia turut berpartisipasi sebagai responden penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Akademi Keperawatan Pemerintah Daerah Kabupaten Serang. Nama:Muhamad Yasin NIM:28085 Dengan judul penelitian Gambaran Tingkat Kecemasan Orang Tua Terhadap Penyakit yang Diderita Berdasarkan Karakteristik Orang Tua Di Ruang Flamboyan III RSUD Kabupaten Serang. Saya memahami bahwa penelitian ini tidak akan berakibat negatif terhadap saya dan keluarga saya. Oleh karena itu saya bersedia menjadi responden pada penelitian ini.

Serang,..................2011

Responden ( )

Petunjuk pengisian 1. Bacalah dengan teliti pertanyaan dan jawaban yang telah disediakan 2. Berikan tanda apa saja pada jawaban yang anda pilih.

3. Ketika anda menjawab pertanyaan, diharapkan tidak terpengaruh terhadap jawaban orang lain (mencontek). 4. Jawaban dari anda tidak akan mempengaruhi nilai maka dalam menjawab pertanyaan ini tidak perlu didiskusikan. 5. Jawablah pertanyaan sesuai dengan hasil pemikiran anda. 6. Isilah identitas anda, seperti nama, usia, pendidikan, jenis kelamin dan pekerjaan.

Identitas Resfonden Nama :

Pendidikan

Usia

Jenis kelamin

Pekerjaan

1. Apakah bapak/ibu tahu penyakit yang diderita oleh anak bapak/ibu... a. Ya

b. Tidak 2. Apakah bapak/ibu cemas dengan keadaaan anak bapak/ibu... a. Ya

b. Tidak 3. Apakah bapak/ibu merasa tegang ketika mengalami cemas... a. Ya

b. Tidak 4. Apakah bapak/ibu dapat memecahkan masalah ketika mengalami cemas... a. Ya

b. Tidak 5. Apakah bapak/ibu merasa hubungan dengan orang lain menurun ketika mengalami cemas... a. Ya

b. Tidak 6. Apakah bapak/ibu mengalmi kehilangan kontrol dan tidak bisa mengerjakan sesuatu ketika mengalami cemas... a. Ya

b. Tidak 7. Apakah bapak/ibu mengalami kesulitan berfikir atau berfikir tidak teratur ketika cemas... a. Ya

b. Tidak

8. Menurut bapak/ibu apakah pergaulan merupakan sumber dari penyebab kecemasan... a. Ya

b. Tidak 9. Apakah bapak/ibu tahu gangguan kesehatan merupakan penyebab timbulnya kecemasan...

a.

Ya

b. Tidak 10. Apakah bapak/ibu tahu kehamilan merupakan penyebab timbulnya kecemasan.. a. Ya

b. Tidak 11. Menurut bapak/ibu apakah pekerjaan dapat menimbulkan kecemasan... a. Ya

b. Tidak 12. Menurut bapak/ibu keadaan ekonomi dapat menimbulkan kecemasan... a. Ya

b. Tidak 13. Apakah bapak/ibu ketika mengalami kecemasan meminta pertolongan dari orang lain.. a. Ya

b. Tidak

14. Apakah bapak/ibu merasa sulit memecahkan masalah ketika mengalami kecemasan... a. Ya

b. Tidak 15. Apakah bapak/ibu sulit berkomunikasi dengan baik ketika mengalami cemas... a. Ya

b. Tidak 16. Apakah bapak/ibu belajar dari pengarahan dari orang lain ketika mengalami cemas... a. Ya

b. Tidak

17. Apakah bapak/ibu merasa pendapatnya sempit ketika mengalmi cemas... a. Ya

b. Tidak 18. Apakah bapak/ibu mengalami peningkatan fisik ketika mengalami cemas... a. Ya

b. Tidak 19. menurut bapak/ibu tahu kalau umur merupakan sumber dari kecemasan... a. Ya

b. Tidak 20. menurut bapak/ibu apakah pendidikan merupakan sumber dari kecemasan... a. Ya

b. Tidak

AKADEMI KEPERAWATAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SERANG TINGKAT III SEMESTER VI TAHUN 2011 LEMBAR KONSULTASI Nama Mahasiswa : MUHAMAD YASIN Nim Judul Penelitian : 28085 : GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA TERHADAP PENYAKIT YANG DIDERITA ANAK BERDASARKAN

KARAKTERISTIK ORANG TUA DI RUANG FLAMBOYAN III RSUD SERANG TAHUN 2011. Pembimbing : EHA FARIHAH B.Sc, SKM NO Tanggal Kegiatan Paraf

Bimbingan 1 22 Maret 2011 Pengajuan judul Gambaran tingkat kecemasan orang tua terhadap penyakit yang diderita anak berdasarkan karakteristik di ruang flamboyan RSUD serang tahun 2011 2 29 Maret 2011 Bab I Perbaiki rumusan masalah, tujuan umum dan tujuan khusus Sistematika penulisan 3 06 Mei 2011 BaB I ACC Bab II Perbaiki tehnik penulisan

Pembimbing

Bab III Perbaiki kerangka konsep dan definisi operasional

10 Mei 2011

Bab II, III ACC

13 Mei 2011

Bab IV Perbaiki

13 Juni 2011

Kuesioner Kuesioner dibuat sesuai dengan teori tingkat kecemasan dan sesuia skala operasional.

15 Juni 2011

Bab I, II, III, IV Dan Kuesioner ACC

Diposkan oleh Yassin Muhammad di 10:56

http://yassinmuhammad.blogspot.com/2011/07/gambaran-tingkat-kecemasan-orang-tua.html