LAPORAN IV

PROGRAMABLE LOGIC CONTROL DAN PNEUMATIK

RANGKAIAN KONTROL DASAR

OLEH

DERIZA 55432/2010 Pendidikan Teknik Elektro

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2012

pada rangkaian pengunci ini terdapat dua macam. Alat dan bahan 1. Melakukan trouble shooting pada rangkaaian control dasar menggunakan PLC. a.yakni. 3. Dominant-set b. 2. Rangkaian pengunci Rangkaian pengunci paling sederhana dengan hanya menggunakan satu saklar pengaman dan satu sakalar ON(NO).dominant-set artinya rangkaian lebih cenderung hidup jika semua saklar ditekan. Kabel jamper III.dalam hal ini beberapa rangkaian tersebut akan diaplikasikan pada PLC. Rangkaian pengunci 2. Operasi berurutan 1.4 Application.I. PLC trainer 2.beberapa rangkaina yang akan di coba tersebut adalah: 1. Memahami prinsip kerja rangkaian kontrol dasar konvensional(relay logic). Kabel komunikasi serial(+ USB-serial converter) 4. Melakukan konversi ladder diagram relay logic kepada ladder diagram perangkat lunak PLC menggunakan Siswin 3. Teori singkat Terdapat beberapa rangkaian kontrol dasar dalam penggunaan relay logic. PC ( desktop/laptop) + software PLC 3. II. . Dominant-reset a. Tujuan pratikum 1.dengan artian rangkaian ini hanya menjalankan fungsi on atau off saja. Interlocking 3.

S1 S2 K1 S3 K2 K1 K2 K2 K1 K1 K2 .rangkaian ini dirancang untuk tidak bekerja bersamaan .rangakaian ini menggunakan kontak NC sebagai pengaman koil masing masing relay.dominant reset artinya rangkaian akan mati jika semua saklar yang digunakan ditekan bersamaan.dengan maksud dan tujuan tertentu.b. S1 K K S1 S2 K K S2 K K Dominant reset dominant set 2.Rangkaian operasi bergantian(interlockiing) Berfungsi sebagai operasi bergantianterhadap kerja beban .

01 001. Rangkaian operasi berurutan manual(sequencial operational circuit) Rangkaian ini biasanya dirancang dengan tujuan mentransformasikan tenaga.2. ladder diagram dominant-set PB1 PB2 000.00 K1 001.rangkaian pengunci 1.contohnya adalah perpindahan dari rangkaian bintang ke segitiga pada motor tiga fasa. 1.00 000.00 001.ladder diagram dan timing chart.00 .a. S1 S2 K1 S3 K2 S4 K3 K1 K1 K2 K2 K3 Rangkaian kontrol operasi berurutan IV.

00 2.01 001.00 000. timing chart dominant-reset PB1 PB2 K .b.00 K1 001.b.ladder diagram Dominant-reset PB1 PB2 000.b timing chart dominant set PB 1 PB2 K 1.01 001.1.

b.00 000.01 001.02 001.02 K2 001.00 001.02 001.a. ladder diagram PB1 000.timing chart PB1 PB2 PB3 KI K2 .2.02 001.01 2.00 000.00 001.00 K1 PB2 PB3 001.rangkaian interlocking 2.

03 010.3.01 010.02 010.b.a. ladder diagram PB1 PB2 000.timing chart PB1 PB2 PB3 PB4 K1 K2 K3 .02 3.00 K1 K2 PB3 000.00 000.01 K3 PB4 010.01 000.01 010.02 010.rangkaian operasi berurutan(sequential operational circuit) 3.00 010.02 010.

01 S5 .00 010.01 010.02 010.04 010.03 010.03 010.01 010.02 010.00 S1 S2 S3 S4 010.03 010.Rangkaian operasi berurutan dengan beberapa saklar tambahan.02 010.02 000.a ladder diagram 000.03 010.4.01 000. S1 S2 K1 S3 K2 S4 K3 S5 K4 K2 K1 K2 K3 K3 K1 K2 K3 K4 K1 K4 4.00 000.02 010.00 000.00 010.00 010.03 010.01 010.00 010.02 010.

4. KESIMPULAN.  Gampang gampang susah. .B. timing chart S1 S2 S3 S4 S5 K1 K2 K3 K4 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful