Anda di halaman 1dari 14

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Tinjauan Umum Motor bakar torak merupakan salah satu mesin pembangkit tenaga yang mengubah energi panas (energi termal) menjadi energi mekanik melalui proses pembakaran yang terjadi dalam ruang bakar sehingga menghasilkan energy mekanik berupa gerakan translasi piston (connecting rods) menjadi gerak rotasi poros engkol yang untuk selanjutnya di teruskan ke sistem transmisi roda gigi kemudian di teruskan ke roda penggerak sehingga kendaraan dapat berjalan. Menurut siklus kerja ideal, motor bakar torak terbagi menjadi tiga yakni motor bensin (otto) atau yang lebih umum spark ignition engines (SIE), motor diesel atau yang lebih umum compression ignition engines (CIE), dan siklus gabungan. Sedangkan menurut langkah yang di tempuh dalam menghasilkan tenaga, maka motor bakar torak terbagi menjadi motor bakar dua langkah (two strokes engines) dan motor bakar empat langkah (four strokes engines). [Arismunandar, Wiranto, 1988] Salah satu yang membedakan antara motor bensin dan motor diesel adalah bahan bakarnya, motor bensin seperti halnya namanya menggunakan bensin (premium) sebagai bahan bakarnya, sedangkan motor diesel menggunakan bahan bakar solar.selain pada motor bensin terdapa karburator dan busi,sebelum masuk ke dalam silinder, bensin di campur udara pada karburator, jadi karburator adalah untuk mengkondisikan (mengkabutkam) campuran bensiin dan udara agar

bisa terbakar dalam ruang bakar. Untuk selanjutnya campuran tersebut akan terbakar dalam ruang bakar melalui percikan api dari busi (ignition spark). [Arismunandar, Wiranto, 1988]. Sedangkan motor diesel, yang tidak menggunakan karburator dan busi, bahan bakar dan udara masuk ke dalam ruang bakar tidak secara bersamaan,pada proses hisap yang masuk hanyalah udara,sedangkan bahan bakar masuk saat kompresi.sehingga campuran tersebut akan terbakar dengan menggunakan kenaikan tekanan melalui proses kompresiyang melebihi titk nyala dari bahan bakar tersebut, sehingga terjadilah proses pembakaran.[Arismunandar, Wiranto, 1988]. Motor bakar dua langkah adalah jenis motor bakar yang menghasilkan tenaga dengan dua kali langkah piston atau satu kali putaran poros engkol, sedangkan motor bakar empat langkah , untuk menghasilkan tenaga memerlukan empat langkah piston atau dua kali putaran poros engkol [Arismunandar, Wiranto, 1988]. 2.2 Siklus Idieal Proses termodinamika dan kimia yang terjadi dalam motor bakar torak amat komplek untuk dianalisa menurut teori. Pada umumnya untuk menganalisa motor bakar torak dipergunakan siklus udara sebagai siklus yang ideal. Siklus udara menggunakan beberapa keadaan yang sama dengan siklus sebenarnya dalam hal sebagai berikut : [Arismunandar, Wiranto, 1988]. a. Urutan proses.

b. Perbandingan kompresi c. Pemilihan temperature dan tekanan pada suatu keadaan. d. Penambahan kalor yang sama persatuan berat udara. Didalam analisa udara, khususnya motor baker torak akan dibahas : 1. Siklus udara volume konstan (siklus otto) 2. Siklus udara tekanan konstan (siklus diesel) 3. Siklus udara tekanan terbatas (siklus gabungan) 2.2.1 Siklus Udara Volume Konstan (Siklus Otto) Motor bensin adalah jenis motor bakar torak yang bekerja berdasarkan siklus volume konstan, karena saat pemasukan kalor (langkah pembakaran) dan pengeluaran kalor terjadi pada volume konstan. Siklus ini adalah siklus yang ideal. Seperti yang terlihat pada diagram P V gambar 2.1

Gambar 2.1 Diagram P V Siklus Otto (siklus volume konstan). [Arismunandar, Wiranto, 1988].

Adapun siklus ini adalah sebagai berikut : [Arismunandar, Wiranto, 1988]. 1. Langkah 0 1 adalah langkah hisap, yang terjadi pada tekanan (P) konstan. 2. Langkah 1 2 adalah langkah kompresi, pada kondisi isentropik. 3. Langkah 2 3 adalah proses pemasukan kalor pada volume konstan. 4. Langkah 3 4 adalah proses ekspansi, yang terjadi secara isentropik. 5. Langkah 4 - 1 adalah langkah pengeluaran kalor pada volume konstan. 6. Langkah 1 0 adalah proses tekanan konstan. Proses tersebut menggunakan beberapa asumsi sebagai berikut : a. Fluida kerja dianggap sebagai gas ideal yang mempunyai kalor spesifik konstan. b. Siklus dianggap tertutup artinya siklus ini berlangsung dengan fluida yang sama yang berada dalam silinder, pada titik 1 (langkah buang) fluida dikeluarkan dari ruang baker, tetapi langkah isap berikutnya akan masuk fluida dengan jenis yang sama. Adapun effisiensi termal dari siklus ini adalah : [Petrovsky, N ] ................................................................. (2.1) Dimana : = Perbandingan kompresi (compression ratio), yakni perbandingan

volume terbesar/total (volume langkah torak + volume sisa) dengan volume sisa (clearance). [Petrovsky, N ] ................................................................ (2.2) Dimana : Vd = Volume langkah Vs = Volume sisa Dari persamaan diatas dapat diketahui bahwa ratio kompresi dinaikkan maka efisiensi termal dari siklus akan semakin tinggi. 2.2.2 Siklus Udara Tekanan Konstan (Siklus Diesel) Siklus tekanan konstan ini merupakan siklus motor bakar torak yang terjadi ketika pemasukan dan pengeluaran kalor terjadi pada kondisi tekanan konstan. Siklus ini terjadi pada jenis motor diesel. Siklus seperti yang terdapat digambar 2.2 merupakan siklus yang ideal.

Gambar 2.2 Diagram P V siklus tekanan konstan. [Arismunandar, Wiranto, 1988]

Adapun siklus ini adalah sebagai berikut : [Arismunandar, Wiranto, 1988] 1. Langkah 0 1 adalah langkah hisap, tekanan (p) konstan. 2. Langkah 1 2 adalah langkah kompresi, kondisi isentropic. 3. Langkah 2 3 adalah proses pemasukan kalor, tekanan konstan. 4. Langkah 3 4 adalah proses ekspansi, isentropic. 5. Langkah 4 1 adalah langkah pengeluaran kalor, tekanan konstan. 6. Langkah 1 0 adalah proses, tekanan konstan. Adapun effisiensi termal dari siklus ini adalah : [ Petrovsky, N ................................................................ (2.3) dimana : = Perbandinganm kompresi = Preliminary expansion ratio .................................................................... (2.4) 2.2.3 Siklus Udara Tekanan Terbatas (Siklus Gabungan) Siklus ini terjadi apabila pemasukan kalor pada suatu siklus dilaksanakan baik pada volume konstan maupun pada tekanan konstan. Pada gambar 2.3 terlihat bahwa proses pemasukan kalor terjadi selama proses (2-3a) dan (3a-3).

Gambar 2.3 Diagram P V Silkaus Gabungan. [Arismunandar, Wiranto, 1988] 2.3 SIKLUS AKTUAL MOTOR BENSIN Silkus udara volume konstan atau siklus otto adalah proses yang ideal. Dalam kenyataannya baik siklus volume konstan, siklus tekanan konstan dan siklus gabungan tidak mungkin dilaksanakan, karena dadanya beberapa hal sebagai berikut : [Arismunandar, Wiranto, 1988] a. Fluida kerja bukanlah udara yang bisa dianggap sebagai gas ideal, karena fluida kerja disini adalah campuran bahan bakar (premium) dan udara, sehingga tentu saja sifatnya pun berbeda dengan sifat gas ideal. b. Kebocoran fluida kerja pada katup (valve), baik katup masuk maupun katup buang, juga kebocoran pada piston dan menyebabkan tidak optimalnya proses. c. Baik katup masuk maupun katup buang tidak dibuka dan ditutup tepat pada saat piston berada pada posisi TMA dan atau TMB, karena dinding silinder, yang

pertimbangan dinamika mekanisme katup dan kelembaman fluida kerja. Kerugian ini dapat diperkecil bila saat pembukaan dan penutupan katup

disesuaikan dengan besarnya beban dan kecepatan torak. d. Pada motor bakar torak yang sebenarnya, pada saat torak di TMA tidak terdapat proses pemasukan kalor seperti pada siklus udara. Kenaikan

tekanan dan temperature fluida kerja disebabkan oleh proses pembakaran campuran udara dan bahan bakar dalam silinder.

e. Proses pembakaran memerlukan waktu untuk perambatan nyala apinya, akibatnya proses pembakaran berlangsung pada kondisi volume ruang

yang berubah ubah sesuai gerakan piston. Dengan demikian proses pembakaran harus dimulai beberapa derajat sudut engkol sebelum torak

mencapai TMA dan berakhir beberapa derajat sudut engkol sesudah TMA menuju TMB. Jadi proses pembakaran tidak dapat berlangsung pada volume atau tekanan yang konstan. f. Terdapat kerugian akibat perpindahan kalor dari fluida kerja ke fluida pendingin, misalnya oli, terutama saat proses kompresi, ekspansi dan

dan waktu gas buang meninggalkan silinder. g. Adanya kerugian energi akibat adanya gesekan antara fluida kerja dengan dinding silinder dan mesin. h. Terdapat kerugian energi kalor yang dibawa oleh gas buang dari dalam silinder ke atmosfer sekitarnya.

Gambar 2.4 Diagram P V Siklus Aktual Motor Bensin. [Arismunandar, Wiranto, 1988].

Motor Bensin Empat Langkah Motor bakar torak 4 langkah adalah jenis motor bakar yang menyelesaikan satu siklusnya dengan 4 gerakan translasi piston (4kali 180 gerakan poros engkol) atau dengan kata lain dalam menghasilkan tenaga memerlukan dua kali putaran poros engkol (2 kali 360). Adapun siklus kerja motor bensin empat langkah, seperti terlihat pada gambar 2.5 adalah sebagai berikut : [Heywood, John B, 1989]

1. Langkah Hisap Saat langkah hisap, piston bergerak dari TMA ke TMB. Katup masuk (hisap) terbuka dan katup buang tertupup, sehingga campuran bahan bakar dan udara dari karburator akan masuk silinder.

Gambar 2.5 Siklus Kerja Motor Bensin Empat Langkah. [Maleev, V.L, 1945] 2. Langkah Kompresi Langkah ini adalah gerak piston dari TMB menuju TMA. Saat pergerakan ini baik katup masuk maupun katup buang pada kondisi tertutup. Akibat kompresi ini terjadi kenaikan tekanan dan temperature silinder. Pada sekitar 7 - 10 sebelum TMA maka campuran bahan bakar dan udara yang telah dimampatkan ini akibat dinyalakan oleh percikan api dari busi, sehingga terjadilah pembakaran. Proses pembakaran ini berlangsung sampai 7 - 10 setelah TMA. Sehingga proses pembakaran campuran bahan bakar dan udara ini berlangsung kurang lebih selama 20 putaran poros engkol.

Gambar 2.5 Siklus Kerja Motor Bensin Empat Langkah. [Maleev, V.L, 1945]

3. Langkah Ekspansi Setelah sampai TMA gas pembakaran hasil kompresi memerlukan ruang untuk beekspansi karena tekanan dan temperaturnya yang tinggi sehingga akan mendorong piston untuk bergerak menuju TMB, Walaupun proses

pembakarannya sendiri belum selesai sampai kira kira 7 - 10 setelah TMA. Pada langkah ini baik katup hisap maupun katup buang berada pada posisi tertutup. Langkah ekspensi ini juga disebut sebagai langkah kerja karena pada langkah ini dihasilkan tenaga yang akan menggerakkan poros engkol.

Gambar 2.5 Siklus Kerja Motor Bensin Empat Langkah. [Maleev, V.L, 1945] 4. Langkah Buang Pada akhir langkah ekspansi di TMB selanjutnya piston akan bergerak menuju TMA. Pada langkah ini katup buang membuka dan katup masuk menutup sehingga gerakan ini akan mendorong gas sisa pembakaran untuk keluar dari silinder menuju ke saluran gas buang (knalpot).Setelah sampai TMA maka siklus akan dimulai lagi dari langkah hisap dan seterusnya.

Gambar 2.5 Siklus Kerja Motor Bensin Empat Langkah. [Maleev, V.L, 1945] Motor Dua Langkah Untuk memperoleh tenaga hanya diperlukan dua langkah piston atau satu kali putaran poros engkol. Tidak terdapat katup seperti pada mesin empat langkah. Sistem pemasukan campuran bahan bakar dan udara ke dalam silinder melalui lubang yang terdapat pada sisi silinder, begitu juga pada sistem pengeluaran gas sisa pembakaran. Siklus motor bakar dua langkah seperti terlihat pad gambar 2.6 adalah sebagai berikut :

Gambar 2.6 Siklus Motor Bakar Dua Langkah. [Maleev, V.L. , 1945] 1. Langkah Kompresi Gerakan piston dari TMB menuju TMA, gerakan ini menyebabkan tertutupnya lubang pemasukan campuran bahan bakar dan udara terlebih dahulu (karena letak lubang pemasukan yang relative lebih dekat ke TMB dari pada lubang pengeluaran) dan disusul tertutupnya lubang pembuangan, sehingga untuk selanjutnya gerakan ini akan menekan campuran bahan bakar dan udara didalam silinder dan campuran dari kalburator akan terhisap menuju crank case. Ketika beberapa derajat sebelum TMA maka campuran tersebut akan dibakar oleh percikan api yang berasal dari busi. 2. Langkah Ekspansi Gas sisa pembakaran menekan piston sehingga akan bergerak kearah TMB, lubang pembuangan yang relative lebih dekat dengan TMA akan terbuka menyusul lubang pemasukan juga terbuka. Ketika lubang pembuangan terbuka maka gas sisa pembakaran akan meuju saluran buang (knalpot), dan ketika lubang pemasukan terbuka maka campuran bahan bakar dan udara dari crank case akan masuk silinder. Setelah sampai TMB maka proses (siklus) akan berulang. Pada siklus mesin dua tak ini, proses pembakaran tidak bisa berlangsung relative sempurna seperti pada motor empat langkah, karena pada saat piston menekan campuran bahan bakar dan udara untuk proses pembakaran, saat itulah sebenarnya campuran tersebut telah tercampur juga dengan gas sisa pembakaran sebelumnya yang belum sempat keluar lewat lubang pembuangan. Begitu juga pada saat

ekspansi, ketika pembuangan gas sisa pembakaran melalui lubang pembuangan, maka campuran bahan bakar dan udara yang baru masuk silinder sebagian akan ikut keluar lewat lubang pembuangan tersebut bersama gas sisa pembakaran.