Anda di halaman 1dari 19

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

SATUAN ACARA PENYULUHAN SADARI (PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI) DI RUANG CIRUGI WANITA IRNA BEDAH RSUP DR M DJAMIL PADANG

OLEH KELOMPOK PROFESI B13 1. MUHARMI SINARTHI, S. Kep 2. FERA MUSTIKA, S.Kep 3. WENNY FIFIANA, S. Kep 4. YOVIANA YAZID, S. Kep 5. TISRI YOLANDARI, S.Kep

FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS ANDALAS 2013

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Pokok Bahasan Hari / tanggal Pukul Sasaran

: Sadari dan Deteksi Dini Terhadap Kanker Payudara : Rabu / 3 Juli 2013 : 11.00-11.45 WIB : Pasien dan keluarga di Ruangan Bedah Wanita RSUP Dr.M.Djamil Padang

Tempat

: Ruang Cirugi Wanita (CW) RSUP Dr.M.Djamil Padang

A. LATAR BELAKANG Insidensi penyakit kanker di Indonesia cukup tinggi, terutama kanker pada wanita yaitu kanker payudara. Kanker payudara merupakan jenis kanker dengan jumlah kasus terbanyak di dunia, sekaligus penyebab kematian terbesar. Sebagian besar penderita baru terdeteksi di stadium lanjut karena kanker tidak bergejala. Kanker payudara adalah masalah kesehatan utama baik di negara maju maupun daerah berkembang. Insiden keseluruhannya meningkat sampai 54% dalam 40 tahun. Angka insiden meningkat secara konstan sampai 1% hingga 4% setiap tahunnya. Pada tahun 1970-1980-an insidens kanker payudara meningkat hingga 21% pada wanita muda dan 49% pada wanita yang lebih tua dengan angka kematian cukup tinggi, terapi pembedahan, radiasi dan kemoterapi hanya menghasilkan perbaikan kecil untuk kelangsungan hidup penderitanya. Statistik terakhir menunjukkan bahwa resiko sepanjang hidup untuk mengalami kanker payudara adalah 1 dari 8 wanita. Berdasarkan The American Cancer Society, 183.400 kasus baru kanker payudara pada tahun 1995 dengan perkiraan 46.240 kematian. Sampai tahun 2000, hampir 2 juta wanita di dunia terkena penyakit payudara dan lebih dari 460.000 menyebabkan kematian. Dalam rangka pencegahan kanker payudara dan menjaga kesehatan reproduksi wanita, maka dianjurkan pemeriksaan payudara sendiri ( SADARI) dan deteksi dini terhadap kanker payudara. Salah satu hal yang penting dalam menjaga kesehatan payudara adalah dengan mewaspadai payudara dari segala kelainan, terutama yang berkaitan dengan benjolan pada payudara. Umumnya kanker payudara ditemukan pada stadium lanjut akibat kelalaian penderita dalam mendeteksi benjolan ataupun

kelainan pada payudaranya. Padahal, kemungkinan sembuh tentu akan semakin besar bila benjolan kanker pada terdeteksi lebih awal. Periksa payudara sendiri atau yang biasa disingkat SADARI, adalah usaha menemukan adanya kelainan atau tumor pada payudara secara dini, dengan cara memeriksa payudara sendiri. Terbukti 95% wanita yang terdiagnosis pada tahap awal kanker payudara dapat bertahan hidup lebih dari lima tahun setelah terdiagnosis sehingga banyak dokter yang merekomendasikan agar para wanita menjalani sadari (periksa payudara sendiri saat menstruasi pada hari ke 5 sampai dengan hari ke 7 setelah hari pertama haid) di rumah secara rutin dan menyarankan dilakukannya pemeriksaan rutin tahunan untuk mendeteksi benjolan pada payudara. Berdasarkan data dari ruangan cirugi wanita RSUP M.Djamil, bahwa di rurngan rawat rat-rata ada 3-4 wanita dirawat dengan diagnosa kanker payudara dan 34 wanita dirawat untuk kemoterapi setiap minggunya Hal ini terjadi karena kebanyakan wanita kurang memperhatikan tanda dan gejala awal dari kanker payudara yang dialaminya seperti adanya nyeri tekan dan tidak bisa melakukan pemeriksaan sendiri terhadap adnya benjolan pada payudara. Berdasarkan fakta diatas, maka tanggung jawab perawat dalam upaya pendeteksian dini kanker payudara sehingga penanganan segera dapat dilakukan.

B. TUJUAN 1. Tujuan Instruksional Umum Setelah diberikan penyuluhan klien / keluarga diharapkan dapat

memahami dan menyebutkan tentang SADARI dan deteksi dini terhadap kanker payudara. 2. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan peserta mampu: a. Mengetahui pengertian kanker Payudara b. Mengetahui tanda dan gejala kanker Payudara c. Mengetahui pengertian SADARI d. Mengetahui tujuan SADARI e. Mengetahui cara SADARI f. Mendemonstrasikan cara SADARI

C. PELAKSANAAN KEGIATAN 1. 2. Topik : Sadari dan Deteksi Dini Terhadap Kanker Payudara Sasaran / Target Target umum: Pasien dan keluarga yang ada di ruangan bedah pria dan bedah wanita RSUP Dr.M.Djamil Padang Target khusus: Pasien dan keluarga yang ada di ruangan bedah wanita RSUP Dr.M.Djamil Padang 3. Metoda a. Ceramah b. Demonstrasi c. Tanya Jawab d. Diskusi 4. Media Dan Alat a. Infocus b. Laptop c. Leaflet 5. Waktu Dan Tempat Hari / Tanggal Jam Tempat 6. Pengorganisasian Penyuluhan Individu oleh : Kelompok B-13 Penanggung jawab : Ns. Kiki Hardiansyah, S.Kep Moderator Persentator Observer Fasilitator : Tisri Yolandari, S.Kep : Wenny Fifiana, S.Kep : Muharmi Sinarthi,, S.Kep : Fera Mustika, S.Kep Yoviana Yazid S.Kep 7. Uraian Tugas 1. Penanggung jawab Mengkoordinir persiapan dan pelaksanaan penyuluhan 2. Moderator Membuka acara : Rabu / 3 Juli 2013 : 11.00-11.45 WIB : Ruang Bedah Wanita RSUP Dr.M.Djamil Padang

Memperkenalkan mahasiswa dan pembimbing Menjelaskan topik dan tujuan penyuluhan Menjelaskan kontrak waktu Memberi kesempatan pada presenter untuk menjelaskan materi Mengarahkan alur diskusi Memimpin jalannya penyuluhan Meyimpulkan penyuluhan Menutup acara 3. Fasilitator Memotivasi audiens agar berperan aktif Membuat absensi penyuluhan Mengantisipasi suasana yang dapat mengganggu kegiatan penyuluhan 4. Observer Mengawasi proses pelaksanaan kegiatan dari awal sampai akhir Membuat laporan penyuluhan yang telah dilaksanakan.

8.

Setting Tempat

Ket:

: Presentator : Moderator : Observer

:Pembimbing : Fasilitator

: Peserta

D. KEGIATAN PENYULUHAN No Kegiatan mahasiswa Kegiatan peserta Pelaksana 1 Tahap pembukaan : - Mengucapkan salam - Menjawab salam Moderator - Memperkenalkan anggota - Memperhatikan - Menjelaskan tujuan dan - Mendengarkan dan kontrak penyuluhan memperhatikan - Mempersilahkan penyuluh untuk berbicara 2 Tahap pelaksanaan : - Menggali pengetahuan - Mengemukakan Presenter peserta tentang pengertian pendapat kanker payudara - Memberikan - Mendengarkan reinforcement positif atas jawaban peserta - Menjelaskan kembali - Mendengarkan dan tentang pengertian kanker memperhatikan payudara - Memotivasi peserta untuk - Menyebutkan kembali mengulang kembali - Memberikan - Mendengarkan reinforcement positif - Memberi kesempatan pada - Mengemukakan peserta untuk bertanya pertanyaan - Menggali pengetahuan - Mengemukakan peserta tentang tanda dan pendapat gejala kanker payudara - Memberikan - Mendengarkan reinforcement positif atas jawaban peserta - Menjelaskan kembali - Mendengarkan dan tentang tanda dan gejala memperhatikan kanker payudara - Memotivasi peserta untuk - Menyebutkan kembali mengulang kembali - Memberikan - Mendengarkan reinforcement positif - Memberi kesempatan pada - Mengemukakan peserta untuk bertanya pertanyaan - Menggali pengetahuan - Mengemukakan peserta tentang cara pendapat deteksi dini kanker payudara (SADARI) - Memberikan - Mendengarkan reinforcement positif atas jawaban peserta - Menjelaskan cara deteksi - Mendengarkan dan dini kanker payudara memperhatikan Waktu 5 menit

30 menit

(SADARI) - Memotivasi peserta untuk mengulang kembali - Memberikan reinforcement positif - Memberi kesempatan pada peserta untuk bertanya - Memotivasi audien cara SADARI - Mendemonstraasikan cara SADARI - Meminta salah satu audien mendemonstrasikan kembali SADARI - Memberikan reinforcement positif. 3 Tahap penutupan : - Menyimpulkan materi bersama audien - Menutup dengan salam E. EVALUASI 1. Evaluasi struktur

- Menyebutkan kembali - Mendengarkan - Mengemukakan pertanyaan - Mendengarkan - Mendemonstrasikan - Mendemonstrasikan kembali - Mendengarkan

- Berpartisipasi dalam Moderator menyimpulkan materi - Menjawab salam

10 menit

Mahasiswa berada pada posisi yang sudah direncanakan Tempat dan alat tersedia sesuai perencanaan Pre Planning telah disetujui Mahasiswa dan sasaran menghadiri penyuluhan 2. Evaluasi proses Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan Peran dan tugas mahasiswa sesuai dengan perencanaan Sasaran penyuluhan dan mahasiswa mengikuti kegiatan penyuluhan sampai selesai Sasaran penyuluhan dan mahasiswa berperan aktif selama kegiatan berjalan 3. Evaluasi hasil Setelah diberikan penyuluhan diharapkan 75% peserta mampu: a. Menyebutkan pengertian kanker payudara b. Menyebutkan 4 darin 6 tanda dan gejala kanker payudara c. Menyebutkan pengertian SADARI d. Menyebutkan 3 dari 5 manfaat SADARI e. Menyebutkan 6 dari 9 cara SADARI f. Mendemonstrasikan cara SADARI

LAMPIRAN MATERI

PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI)

1. Pengertian Kanker Payudara Kanker Payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker payudara bisa menyebar pada seluruh payudara dan pindah ke organ tubuh lain.

2. Tanda dan Gejala Kanker Payudara Fase awal : asimtomatik Pada stadium awal, jika didorong oleh jari tangan, benjolan bisa digerakkan dengan mudah di bawah kulit Tanda umum : benjolan/penebalan pada payudara Tanda dan gejala lanjut : kulit cekung Retraksi/deviasi puting susu Nyeri tekan/raba Kulit tebal dan pori-pori menonjol seperti kulit jeruk Ulserasi pada payudara. 4. Tanda metastase : nyeri pada bahu, pinggang, punggung bawah Batuk menetap Anoreksia BB turun Gangguan pencernaan Kabur Sakit kepala

3. Pengertian Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pemeriksaan payudara setiap wanita. Pemeriksaan payudara sendiri dilakukan setiap 1 bulan sekali dan dapat menjadi instrumen penapisan yang efektif untuk mengetahui lesi payudara (Varney, 2007). Sedangkan menurut Smeltzer (2005) SADARI adalah pemeriksaan payudara sendiri antara hari ke 5 dan ke 10 dari siklus menstruasi, dengan menghitung hari

pertama haid sebagai hari 1. Dan menurut Maulani (2009), Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah bagian penting dari perawatan kesehatan, yang dapat melindungi anda dari resiko kanker payudara. Deteksi dini kanker payudara adalah program pemeriksaan untuk mengenali kanker payudara sewaktu masih berukuran kecil, dan sebelum kanker tersebut mempunyai kesempatan untuk menyebar (Dixon dan Leonard, 2006). Kanker payudara dapat ditemukan secara dini dengan pemeriksaan SADARI, pemeriksaan klinik dan pemeriksaan mamografi. Deteksi dini dapat menekan angka kematian sebesar 25-30% (Saryono dan Pramitasari, 2009).

4. Tujuan SADARI Tujuan utama SADARI adalah untuk menemukan kanker dalam stadium dini sehingga pengobatannya menjadi lebih baik.

5. Manfaat SADARI a) Dapat mendeteksi adanya tumor dalam ukuran kecil. b) Dapat mendeteksi adanya kanker payudara stadium dini. c) Dapat mencegah penyakit kanker payudara. d) Dapat menemukan adanya kelainan pada payudara. e) Dapat menurunkan angka kematian wanita akibat kanker payudara.

Manfaat yang bisa diambil setelah melakukan SADARI yaitu wanita semakin waspada dan mampu mendeteksi secara dini adanya kelainan pada payudaranya. Sehingga ketika didapatkan kelainan pada payudaranya, pemeriksaan bisa segera dilakukan, pengobatan yang dibutuhkan bisa segera diberikan, dan tingkat kesembuhan bisa lebih cepat dicapai. Memang tidak semua kanker bisa ditemukan dengan cara ini, bisa juga dengan mammography. Tapi 10% benjolan yang para wanita rasakan kadang tidak terdeteksi juga dengan alat ini.Oleh karena itu apabila hal tersebut terjadi padahal dengan rabaan ( SADARI ) terasa ada kelainan maka wanita bisa segera mengunjungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

6. Langkah-Langkah Pemeriksaan Tempo permeriksaan

a) Sebaiknya pemeriksaan dilakukan secara berkala yaitu satu bulan sekali. Ini dimaksudkan agar yang bersangkutan dapat mengantisipasi secara cepat jika ditemukan benjolan pada payudara. Jika SADARI dilakukan secara rutin, seorang wanita akan dapat menemukan benjolan pada stadium dini. Sebaiknya SADARI dilakukan pada waktu yang sama setiap bulan. Para wanita yang sedang haid sebaiknya melakukan pemeriksaan pada hari ke-5 sampai ke-7 setelah masa haid bermula, ketika payudara mereka sedang mengendur dan terasa lebih lunak. b) Jika menemukan adanya benjolan atau perubahan pada payudara yang membuat diri Anda resah, segera konsultasikan ke dokter. Jika dokter menginformasikan bahwa hasil pemeriksaannya menunjukkan tidak adanya kelainan tapi Anda masih tetap resah, Anda bisa meminta kunjungan lanjutan. Anda juga bisa meminta pendapat kedua dari seorang dokter spesialis. c) Para wanita yang telah berusia 20 dianjurkan untuk mulai melakukan SADARI bulanan dan CBE tahunan, dan harus melakukan pemeriksaan mamografi setahun sekali bila mereka telah memasuki usia 40. Jangan biarkan kanker payudara merusak hidup anda! kanker payudara bukan kanker ganas kalau anda menyadarinya sebelum terlambat!

SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) 1. Perhatikan dengan teliti payudara anda di muka cermin, tanpa berpakaian, dengan kedua lengan lurus ke bawah. Hal yang diperhatikan adalah : Apakah bentuk dan ukuran payudara kanan dan kiri simetris? Apakah payudara membesar atau mengeras? Apakah arah putting tidak lurus ke depan atau berubah arah? Apakah putting tertarik ke dalam? Apakah putting atau kulit ada yang lecet? Apakah ada perubahan warna kulit? Apakah kulit menebal dengan pori-pori melebar (seperti kulit jeruk) Apakah permukaan kulit tidak mulus, ada kerutan atau cekungan?

2. Amatilah dengan teliti, sebab anda sendirilah yang lebih mengenal tubuh anda.

3. Angkatlah kedua lengan lurus ke atas dan ulangi pemeriksaan seperti di atas.

4. Dengan kedua siku mengarah ke samping, tekanlah telapak tangan anda yang satu kuat-kuat pada yang lain. Cara ini akan menegangkan otot-otot dada anda dan perubahan-perubahan seperti cekungan (dekok) dan benjolan akan lebih kelihatan.

5. Lakukan pada kedua payudara : Pencetlah pelan-pelan daerah di sekitar putting dan amatilah apakah keluar cairan yang tidak normal (tidak biasa).

7. Berbaringlah dengan tangan kanan di bawah kepala. 8. Letakkan bantal kecil di bawah punggung kanan. 9. Rabalah seluruh permukaan payudara kanan dengan gerakan. Perhatikan bila ada benjolan yang mencurigakan.

Cara meraba : 1) Rabalah dengan tiga ujung jari tengah yang dirapatkan. 2) Lakukanlah gerakan memutar dengan tekanan lembut tetapi mantap, dimulai dari pinggir dengan mengikuti arah putaran jarum jam. 3) Lakukanlah yang sama seperti di atas tapi dengan tangan kiri di bawah kepala, sedang tangan kanan meraba payudara kiri anda.

b. Pencegahan Kanker Payudara melalui Pemeriksaan a) Usia 20 tahun melakukan SADARI setiap 3 bulan sekali. Wanita usia 20 tahun dianjurkan melakukan SADARI selama 3 bulan sekali agar kanker dapat terdeteksi secara dini. Jika ada benjolan atau hal-hal yang mencurigakan segeralah menghubungi dokter. b) Usia 35-40 tahun melakukan mamografi. c) Di atas 40 tahun melakukan check-up pada dokter ahli. d) Lebih dari 50 tahun check-up rutin dan mamografi setiap tahun.

DAFTAR PUSTAKA

Brunner & Suddart, (2002), Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Edisi 8, volume 2, Jakarta, EGC. Doengoes, (2000), Rencana Asuhan Keperawatan, Jakarta, EGC. Gale, Danielle, (2000), Rencana Asuhan Keperawatan Onkologi, Jakarta Price, Anderson (1995), Patofisiologi Proses Penyakit, Edisi 4, Buku Kedua, Jakarta, EGC. Kanker Payudara www.medicastore.com Simposium Keperawatan, (2003), Kemoterapi, Semarang. http://doktersehat.com/2007/01/02/sadari-pemeriksaan-payudara-sendiri/#ixzz1AFh5cPkb http://doktersehat.com/2010/03/23/cegah-kanker-payudara/#ixzz1AFgqvhst buku panduan praktikum keperawatan mater http://keperawatan45.blogspot.com/2011/01/satuan-acara-penyuluhan-sadari-dan.html

Berbaringlah di atas permukaan yang keras. Saat melakukan pemeriksaan pada payudara kanan, letakkan bantal di bawah pundak kanan. Kemudian letakkan lengan kanan di belakang kepala. Ratakan jari-jari tangan kiri pada payudara kanan, dan tekan secara lembut dengan gerakan memutar searah jarum jam. Mulailah pada bagian paling puncak dari payudara kanan (posisi jam 12), kemudian bergerak ke arah jam 10 dan seterusnya, sampai kembali ke posisi jam 12. Setelah itu, pindahkan jari-jari Anda kira-kira 2 cm mendekati puting. Teruskan gerakan memutar seperti sebelumnya hingga seluruh bagian payudara, termasuk puting selesai diperiksa. Lakukan hal yang sama pada payudara sebelah kiri.

C. STRATEGI MENCEGAH KANKER PAYUDARA 1. Pencegahan primer. Pencegahan primer adalah pencegahan yang paling utama.Caranya adalah dengan upaya menghindarkan diri dari keterpaparan pada berbagai faktor resiko dan melaksanakan pola hidup sehat. Cara ini dilakukan oleh para wanita yang belum sama sekali terdeteksi adanya kanker payudara. Hal ini sangat bagus bila dilakukan, sebab dapat mencegah kanker payudara secara dini. Hal-hal yang dapat dilakukan dengan pencegahan primer adalah : 1. 2. 3. Membatasi konsumsi alkohol Menjaga berat badan ideal Berkonsultasi dengan dokter mengenai cara alternatif untuk menambah atau hormon lainnya 4. 5. 6. Menggabungkan aktivitas fisik kedalam kehidupan sehari-hari Mengonsumsi makanan kaya serat dan rendah lemak Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran. 2. Pencegahan sekunder. Terkadang kita tidak tau bahwa kita dapat terkena resiko kanker payudara. Dari pola makan yang salah atau dari riwayat keluarga yang pernah menderita kanker ini. Pencegahan sekunder merupakan pecegahan yang dilakukan terhadap individu yang memiliki resiko untuk terkena kanker payudara.

Setiap wanita yang normal dan memiliki siklus haid normal merupakan populasi at risk dari kanker payudara. Pencegahan sekunder dilakukan dengan melakukan deteki dini. Beberapa metode deteksi ini terus mengalami perkembangan. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah resiko datangnnya kanker payudara adalah dengan cara : 1. Wanita usia 20 tahun dianjurkan melakukan SADARI selama 3 bulan sekali agar kanker dapat terdeteksi secara dini. Jika ada benjolan atau hal-hal yang mencurigakan segeralah menghubungi dokter. 2. 3. Wanita usia 35-40 tahun melakukan mamografi Wanita berusia diatas 40 tahun melakukan check-up pada dokter ahli atau melakukan cancer risk assessement survey 4. 5. Wanita berusia lebih dari 50 tahun check-up rutin dan demografi setiap tahun. Saat baik melakukan mamografi adalah seminggu setelah menstruasi. Caranya dengan meletakkan payudara secara bergantian antara dua lembar alas, kemudian dibuat foto dari atas ke bawah, lalu dari kiri ke kanan. 3. Pencegahan tersier Pencegahan ini ditunjukan pada individu yang telah positif menderita kanker payudara. Penanganan yang tepat sesuai dengan stadiumnya akan dapat mengurangi kecacatan dan memperpanjang harapan hidup penderita. Pencegahan ini untuk meningkatkan kualitas hidup penderita serta mencegah komplikasi penyakit dan meneruskan pengobatan. Tindakan pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan : 1. 2. 3. 4. Operasi walaupun tidak berpengaruh banyak tehadap ketahanan penderita Tindakan kemoterapi dengan sitostatika Pada stadium tertentu, pengobatan diberikan hanya berupa sistomatik Dianjurkan untuk mencari pengobatan alternatif (Endang dan Bertani, 2009) Cara lain untuk melakukan pencegahan kanker payudara sebagai berikut : 1. Jangan menggunakan bra yang terlalu ketat terlalu lama. Kalau bisa ketika tidur bra dilepas 2. 3. 4. 5. Hilangkan kebiasaan merokok dan minum alkohol Periksa payudara sendiri secara rutin, misalnya satu bulan sekali Hindari radiasi dari Sinar-X atau berbagai macam radiasi lainnya Rajin mengonsumsi sayuran dan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin sebagai zat antioksidan.

6.

Selain itu, banyak-banyaklah mengonsumsi kacang kedelai, tempe, tahu, dan sebagainya. Kacang kedelai mulai mengandung fitoestrogen genistein yang dapat membantu mengurangi resiko tumbuhnya kanker payudara.

7. 8. 9.

Rajin berolahraga meski hanya sebatas olahraga ringan seperti joging Kurangi makanan yang banyak mengandung lemak, terutama lemak hewani Hindari stress. (Nurcasanah, 2009)

(1) Klien menanggalkan pakaian sampai panggul dan duduk menghadap pemeriksa. Adanya ketidak simetrisan, penonjolan pembuluh darah, penonjolan pembuluh darah dan perubahan kulit dapat menandakan penyakit. (2) Klien menghadap tangannya keatas kepala, sehingga mempengaruhi posisi

payudara. Adanya tambahan jaringan abnormal dan tidak bergerak dapat menjadi bukti penyakit. (3) Tekan panggul kedalam untuk menegangkan otot sekitar untuk menandakan

tekukan pada kulit. (4) Pemeriksaan palpasi terhadap kelenjar limfe (getah bening) sekitar tulang bahu. (5) Perabaan terhadap sudut deltopektoral untuk mengetahui adanya pembesaran

kelenjar sekitar tulang bahu atas. (6) Setiap ketiak diperiksa terhadap pembesaran kelenjar. Penempatan yang tepat tangan pemeriksa dan lengan klien sangat penting. (7) Perabaan pada seluruh payudara untuk mengetahui benjolan , gerakan halus

memutar bermanfaat untuk menilai konsistensi jaringan dibawahnya. (8) Putting susu ditekan untuk mengeluarkan cairan. B. Etiologi Indikasi utama sadari adalah karena : Untuk mendeteksi terjadinya Cancer Payudara dengan mengamati payudara dari depan, sisi kiri dan sisi kanan, apakah ada benjolan, perubahan warna kuli, putting bersisik dan pengeluaran cairan atau nanah dan darah. Semakin bertambahnya usia, makin besar pula risiko seorang perempuan terkena kanker. Hal ini tentu membuat kita khawatir. Meski begitu, kita bisa mengubah ketakutan menjadi sebuah tindakan nyata untuk mencegah penyakit yang jadi momok kaum wanita ini. 1. Aktif bergerak

Tidak ada kata tua untuk mulai berolahraga. Penelitian menyebutkan, olahraga akan menurunkan kadar hormon estrogen, yang berkaitan dengan kanker. Lakukan olahraga minimal 30 menit sehari. 2. Kurangi berat badan Setelah menopause, perempuan yang obesitas punya risiko lebih besar terkena kanker payudara dibanding rekannya yang punya berat badan normal. Meski begitu, kenaikan bobot tubuh pada wanita yang tadinya beratnya ideal juga mendatangkan risiko yang sama. 3. Cukupi kebutuhan vitamin D Studi yang menegaskan manfaat vitamin D sebagai anti-kanker terus bermunculan. Yang terakhir menyebutkan, 94 persen pasien kanker payudara yang kekurangan vitamin D, kankernya lebih cepat menyebar dibanding mereka yang cukup vitamin D. 4. Batasi alkohol Data terbaru dari National Cancer Institute menunjukkan perempuan yang minum satu atau dua gelas alkohol setiap hari memiliki risiko terkena kanker payudara 32 persen lebih besar. Para ahli menyarankan untuk membatasi alkohol tidak lebih dari satu gelas per hari. 5. Perhatikan gejalanya Gejala awal kanker payudara dapat berupa benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya, tidak menimbulkan nyeri, dan biasanya memiliki pinggiran tidak teratur. Tanda lain yang mungkin timbul adalah benjolandi ketiak, perubahan ukuran atau bentuk payudara, keluar cairan yang abnormal dari puting susu, dan perubahan warna atau tekstur kulit payudara. 6. Lakukan deteksi dini Skrining dan deteksi dini sebetulnya dapat secara signifikan menurunkan stadium pada temuan kasus kanker payudara. Selain mamografi, pemeriksaan payudara sendiri (Sadari) yang dapat diajarkan, kemudian dipraktikkan sendiri oleh perempuan, jika dilakukan secara teratur bisa mendeteksi tumor 1,2 sentimeter

Pentingnya pemeriksaan payudara sendiri tiap bulan terbukti dari kenyataan bahwa kanker payudara ditemukan sendiri secara kebetulan atau waktu memeriksa diri sendiri. Wanitawanita yang sudah berpengalaman dalam memeriksa diri sendiri dapat meraba benjolanbenjolan kecil dengan garis tengah yang kurang dari satu sentimeter. Dengan demikian bila benjolan ini ternyata ganas dapat diobati dalam stadium dini. Dan kemungkinan sembuh juga lebih besar.

Manfaat Periksa Payudara Sendiri (SADARI) Manfaat periksa payudara sendiri (SADARI) adalah untuk mendeteksi sedini mungkin adanya kelainan pada payudara karena kanker payudara pada hakikatnya dapat diketahui secara dini oleh para wanita usia subur. Setiap wanita mempunyai bentuk dan ukuran payudara yang berbeda, bila wanita memeriksa payudara sendri secara teratur, setiap bulan setelah haid, wanita dapat merasakan bagaimana payudara wanita yang normal. Bila ada perubahan tentu wanita dapat mengetahuinya dengan mudah. Langkah dan prosedur pelaksanaan Periksa Payudara Sendiri (SADARI) 1. Melihat payudara a. Pemeriksaan ini dilakukan di depan cermin b. Bukalah seluruh pakaian dari pinggang ke atas dan berdirilah di depan cermin yang besar c. Lakukan kedua tangan disamping tubuh d. Perhatikan payudara : 1. Apakah bentuk dan ukuran payudara kanan dan kiri simetris? 2. Apakah payudara membesar atau mengeras? 3. Apakah arah putting tidak lurus ke depan atau berubah arah? 4. Apakah putting tertarik ke dalam? 5. Apakah putting atau kulit ada yang lecet? 6. Apakah ada perubahan warna kulit? 7. Apakah kulit menebal dengan pori-pori melebar (seperti kulit jeruk) 8. Apakah permukaan kulit tidak mulus, ada kerutan atau cekungan?. e. Ulangi semua pengamatan diatas dengan posisi kedua tangan lurus keatas. f. Setelah itu, ulangi lagi pengamatan tersebut dengan posisi kedua tangan di pinggang, dada dibusungkan, dan siku tertarik ke belakang. 2. Memijat payudara a. Dengan kedua tangan, pijat payudara dengan lembut dari tepi hingga ke putting b. Perhatikan apakah ada cairan atau darah yang keluar dari putting susu (seharusnya, tidak ada cairan yang keluar kecuali pada wanita yang sedang menyusui). 3. Meraba payudara 1. a. Pemeriksaan dilakukan dalam posisi berbaring 2. b. Lakukan perabaan payudara satu persatu

c. Untuk memeriksakan payudara kanan, letakkan bantal atau handuk yang dilipat dibawah bahu kanan. Lengan kanan direntangkan disamping kepala atau diletakkan dibawah kepala. d. Raba payudara dengan menggunakan tiga atau empat jari tangan kiri yang saling dirapatkan e. Rabaan dilakukan dengan gerakkan memutar dari tepi payudara hingga keputing susu f. Geser posisi jari, kemudian lakukan lagi gerakkan memutar dari tepi payudara hingga keputing susu g. Lakukan seterusnya hingga seluruh bagian payudar diperiksa h. Lakukan hal yang sama pada payudara yang satunya lagi i. Sebaiknya perabaan dilakukan dalam tiga macam tekanan: tekanana ringan untuk meraba adanya benjolan dipermukaan kulit, tekanan sedang untuk memeriksa adanya benjolan ditengah jaringan payudara, dan tekanan kuat untuk meraba benjolan di dasar payudara yang melekat pada tulang iga j. Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan menggunakan lotion atau minyak sebagai pelicin agar pemeriksaan lebih sensitif k. Setelah itu, dilakukan semua langkah perabaan dalam posisi berdiri. Sebaiknya dilakukan saat sedang mandi (dengan menggunakan sabun).