Anda di halaman 1dari 23

1

BAGIAN 3
[TYPE THE DOCUMENT TITLE]
Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al
Jawiy Al Indonesiy

Bantahan Asy Syaikh Ahmad An Najmiy
Untuk
Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo
-semoga Alloh memaafkannya



www.ashhabulhadits.wordpress.com
2

Asy Syaikh Ahmad An Najmiy
- -=
Untuk Ali Hasan Al Halaby
-

Penerjemah:
Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo
Al Jawiy Al Indonesiy
semoga Alloh memaafkannya

www.ashhabulhadits.wordpress.com


Asy Syaikh Ahmad An Najmiy
y
Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo


www.ashhabulhadits.wordpress.com

3
,=' -=' - --
Pengantar Penerjemah

'- ',- --= --=- -+- ` ' ` -+- ,-''' - --=' - :
Setelah selesai menerjemahkan bab satu dan bab dua tentang tahdzir Lajnah
Daimah terhadap kitab-kitab yang terkait dengan Ali Hasan Abdil Hamid Al Halabiy,
berikut ini adalah jawaban dan bantahan Fadhilatusy Syaikh Muftil Mamlakah
Su'udiyyah bagian selatan: Ahmad bin Yahya An Najmiy - -= terhadap surat Ali Hasan
Abdil Hamid Al Halabiy - .
Semoga Alloh memberikan taufiq-Nya.



www.ashhabulhadits.wordpress.com

4
Bab Dua: Jawaban Fadhilatusy Syaikh Ahmad bin Yahya An
Najmiy -= Ali Hasan Abdil Hamid Al Halabiy -

Berikut ini adalah jawaban dan bantahan Fadhilatusy Syaikh Muftil Mamlakah
Su'udiyyah bagian selatan: Ahmad bin Yahya An Najmiy - -= terhadap surat Ali Hasan
Abdil Hamid Al Halabiy - . Judulnya adalah:

Perdebatan Bersama Fadhilatusy Syaikh Ali Al Halabiy

- -=- ' _'= ,- _'= `-' `-' - --=' :
Telah sampai kepadaku lembaran-lembaran dari Fadhilatusy Syaikh Ali Hasan
Abdul hamid Al Halabiy, nampak bahwasanya lembaran-lembaran tadi diambil dari
internet. Di dalamnya dia berkata:
"Sebelum sholat maghrib, dalam keadaan aku mengarah ke sini untuk
menyelenggarakan pertemuan yang diberkahi ini, sebagian ikhwah menelponku dan
membacakan kepadaku fatwa yang dinukil di sebagian internet dari Fadhilatusy Syaikh
Ahmad bin Yahya An Najmiy semoga Alloh _''- '-- menjaganya-. Dan yang nampak
adalah bahwasanya fatwa itu berlangsung baru sekitar tiga hari yang lalu hari Senin-.
Sang penanya berkata: "Apakah Anda menasihati kami untuk mengambil ilmu
dari para masyayikh Yordan dalam bidang aqidah, mereka adalah para syaikh Markiz Al
Albaniy - -=?"
Maka Fadhilatusy Syaikh menjawab: "Mereka itu teranggap dari kalangan
Salafiyyin, akan tetapi engkau yaitu si penanya- menukilkan dari mereka bahwasanya
mereka itu mendukung Abil Hasan (-=' -) demikianlah di dalam naskah yang ada di
hadapanku. Yang benar adalah Abal Hasan (-=' '-). Alloh yang lebih tahu-. Akan tetapi
dinukilkan kepadaku bahwasanya mereka mendukung Abal Hasan, mendukung
Al Maghrowiy, dan memberi tazkiyyah (rekomendasi) untuk mereka, dan
barangsiapa memberi tazkiyyah (rekomendasi) untuk Al Maghrowiy si takfiriy
itu, maka sungguh dia itu terkena kritikan-kritikan. Dan kita tak bisa mengatakan
bolehnya diambil ilmu dari mereka." Selesai ucapan beliau semoga Alloh
menjaganya-.
Kemudian dia (Ali Hasan) berkata: "Pada hakikatnya aku merenung, dan aku
ragu untuk memberikan komentar terhadap fatwa ini, sementara Asy Syaikh adalah
termasuk ulama yang mulia, dan aku tidak memberikan tazkiyyah untuk mereka atas
nama Alloh. "
Kemudian dia (Ali Hasan) memuji dengan baik. Semoga Alloh membalasnya
dengan kebaikan. Sampai pada ucapannya: "Dan aku meyakini bahwasanya fatwa ini di
dalamnya ada yang perlu diperbaiki. Adapun bahwasanya kami itu terhitung dari
kalangan Salafiyyin, maka segala pujian bagi Alloh, yang demikian itu adalah dari
karunia Alloh, dan kami mengajak kepada dakwah salafiyyah dan aqidah salafiyyah, dan
kami menolong para masyayikh kami di setiap tempat. Tidaklah faktor geografis dari
mereka menghalangi kami, begitu pula batas-batas negri, warna ataupun nama. Dan
kami berkeyakinan bahwasanya wala wal baro itu adalah berdasarkan manhaj dan
aqidah."


www.ashhabulhadits.wordpress.com

5
Aku (Asy Syaikh Ahmad An Najmiy) menjawab: Inilah yang kami yakini,
dengannya kami beragama untuk Alloh, dan kami mengharuskan diri kami untuk
beramal di atasnya dengan mengambil pengarahan-pengarahan dari Robb kami, yang
mana Dia berfirman:
;-- ;--;= Q-- ;=-~'- ;= ;--;-- '-

- ] ==' : 10 [
"Hanyalah mukminun itu saudara, maka damaikanlah di antara kedua saudara
kalian, dan bertaqwalah kalian kepada Alloh."
Dan Nabi '- ,'= - _'- bersabda:
'~- ~- -~- '----'- Q-;--- Q-;--
"Orang mukmin yang satu terhadap mukmin yang lain adalah bagaikan bangunan,
sebagiannya memperkuat yang lain."
Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Musa -= - -.
Beliau juga bersabda:
,)~-'- -~=- ,-'~ - _--- ;~- -- _--~ -~=- J-- ;)-'- ;)-=,- ;;- - Q---;-- J--
_

-=-
Permisalan kaum Mukminin dalam sikap saling cinta, saling mengasihi dan saling
menolong di antara mereka adalah ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota
badan mengeluh sakit, seluruh jasadpun akan ikut tidak bisa tidur dan menjadi
demam.
Diriwayatkan oleh Muslim dari An Numan bin Basyir
(1)
.
Adapun perkataanku: "Dan kita tak bisa mengatakan bolehnya diambil ilmu
dari mereka." Maka itulah yang aku lihat bahwasanya wajib untukku sebatas ilmu yang
aku miliki saat itu, bahwasanya pemuda salafiyyin di Maghrib mengirimkan kepadaku
selebaran yang mereka menyebutkan di dalamnya perkara-perkara yang dikritik pada
diri Al Maghrowiy, yaitu terjatuhnya dia ke dalam takfir (pikiran pengkafiran)
(2)
. Dan

(1)
HR. Al Bukhoriy (6011) dan Muslim (2586)
(2)
Sebagaimana tertera pada hal. 3 dari selebaran yang menukilkan dari kaset-kasetnya itu
dengan judul "Ucapan-ucapan Doktor Abu Sahl Muhammad bin Abdurrohman Al
Maghrowiy", bahwasanya dia berkata: "Akan tetapi apa yang terjadi sekarang? Sekarang
tidak didapatkan kesetimbangan, karena tidak lagi didapatkan Jama'ah Islam, karena Islam
sekarang adalah bersifat individu. Tidak lagi didapatkan Jama'ah Islam. Jama'ah Islam telah
hilang sejak lama. Sekarang tiada kesetimbangan. Kesetimbangan itu datang setelah adanya
Jama'ah Islam. Jama'ah Islam itu tidak ada. Sekarang tidak ada pada kita Jama'ah Islam. Yang
ada sekarang adalah kepuasan-kepuasan individu. Engkau akan berjumpa dengan satu orang
dalam sebuah keluarga, dalam keadaan lima belas orang menyeleweng."
Dan sebagaimana ucapannya pada hal. 6: "Dan manusia itu yang pertama kali
dilakukannya adalah kawin. Dia memulai dengan anak sapi. Datanglah sekumpulan anak sapi
dengan sapi-sapi mereka. dan segera bermalam sambil menyembah sapi, karena apa yang
mereka sebutkan tentang peribadatan pada anak sapi, ketika mereka membikinnya, mereka
mulai menari-nari di sekeliling (patung) anak sapi itu. Dan mereka yang ini juga menari-nari,
yaitu bermalam dengan patung anak sapi mereka, yaitu dengan nyanyian-nyanyian ini. Dan
klub-klub yang membuatnya dengan nama para penyanyi, dengan nama kakek-kakek, dan
nenek-nenek, nama klub-klub musik nasional. Dan ini adalah satu jenis, yaitu patung-patung
anak sapi, dikarenakan banyaknya orang yang menyembahnya, bukan menyembah Alloh."


www.ashhabulhadits.wordpress.com

6
mereka menyebutkan nama-nama para ulama yang mana selebaran itu dikirimkan
kepada mereka, sebagaimana dikirimkan kepadaku. Di antara mereka adalah Asy
Syaikh Ali Hasan. Dan selebaran ini penuh dengan apa yang menunjukkan
bahwasanya Al Maghrowiy itu takfiriy, dan dia menamakan orang-orang yang
mendatangkan para penyanyi untuk acara pernikahan itu sebagai anak-anak sapi. Dia
mencampurkan antara perkara yang menyebabkan kekafiran dan yang tidak
menyebabkan kekafiran, dan dia menjadikan semuanya itu menyebabkan kekafiran.
Maka manakala sampai berita kepadaku bahwasanya dia (Ali Hasan) mendukung Al
Maghrowiy, dan memujinya, maka aku benar-benar terkejut. Maka jika engkau wahai
Asy Syaikh Ali berkata bahwasanya engkau tidak menyetujuinya, engkau tidak
mendukungnya, dan engkau telah menasihati dia dan Abul Hasan, maka aku katakan:

Dan sebagaimana pada hal. 7: "Seluruh anggaran dasar yang menyelisihi Islam,
semuanya adalah patung anak sapi. Dan setiap kelompok itulah patung anak sapi. Dan
perkara-perkara yang berlangsung di dalamnya, bukankah kita menamakannya dengan
patung anak sapi? Maka alangkah banyaknya patung anak sapi itu. Akan tetapi manusia
tidak memahaminya selain patung anak sapi Bani Isroil. Sebenarnya bukan demikian. Di sana
ada patung anak sapi yang bersifat mendunia yang banyak, yang menyibukkan manusia dari
beribadah kepada Alloh."
Dan dia punya ucapan-ucapan terang yang banyak. Dan dia punya prinsip-prinsip
rusak dari prinsip-prinsip Khowarij dan Mu'tazilah. Dan ketika dia dinasihati agar kembali
dari perkara-perkara yang menjijikkan ini, dia enggan dan menentang, dan mencerca
orang-orang yang menasihatinya dari kalangan ulama. Dia membodoh-bodohkan mereka,
mengejek mereka.
Dan termasuk dari bencana orang ini adalah: di sela-sela pembelaannya terhadap
dirinya sendiri secara batil, dia menyebutkan bahwasanya para Nabi seperti Adam, Nuh,
Ibrohim dan Musa itu terkadang keliru, dan bahwasanya para ulama itu punya kekeliruan
yang dihitung dengan kitab berjilid-jilid. Dan bersamaan dengan pemikiran takfir yang
buruk itu, dia tidak mau rujuk.
Orang telah menasihatinya dan memberitahukan kesalahannya, barangkali dia mau
bertobat dan kembali. Jika dia melakukan itu, maka dia ada berada di posisinya yang
pertama di sisi Ahlussunnah.
Dan ucapannya semoga Alloh menjaganya-: "Dan bantahan-bantahan kami
terhadap hizbiyyin dan takfiriyyin dan orang yang berbuat seperti perbuatan mereka itu
terlalu banyak untuk disebutkan di kesempatan ini, sambil aku mohon ampun pada Robbku
= = ."
Dan aku berkata: Inilah dia yang wajib atas kita semua. Dan Alloh ta'ala berfirman:
'- ;--- Q-

,-= Q-- ,--- ] -= : 115 [


"Dan kebaikan apapun yang mereka kerjakan, maka kebaikan itu tidak akan diingkari
dari mereka."
Maka apapun yang dilakukan oleh seseorang karena Alloh, dia itu tidak akan hilang
di sisi Alloh, bahkan dia itu terjaga di sisi-Nya, tersimpan di samping-Nya. Alloh ta'ala
berfirman:
V -~- J-- J-'- ;--- Q-

,- _-- ;-~- Q- - ] ,-- : 195 . [


"Sesungguhnya Alloh tidak menyia-nyiakan amalan orang yang beramal dari kalian, dari
laki-laki ataupun perempuan. Sebagian dari kalian adalah bagian dari yang lainnya."


www.ashhabulhadits.wordpress.com

7
engkau harus menampilkan berlepas dirinya engkau darinya, dan menampakkan
kemarahanmu kepadanya. Adapun engkau tidak menampakkan kemarahanmu
kepadanya, ataupun kemurkaanmu terhadap pemikiran khowarijnya yang buruk, maka
aku tidak tercela dikarenakan apa yang telah kukatakan. Dan Alloh tahu
bahwasanya aku tidak memaksudkan selain membuat ridho Robbku = =. Maka
Ahlussunnah, pengikat di antara mereka adalah sunnah, berjalan di atasnya, loyalitas
dan saling membenci karena sunnah. Dan Alloh mengetahui bahwasanya aku tidak
memaksudkan dengan ucapanku untuk membikin ridho seorangpun selain Robbku
yang agung sifatnya dan kuat kekuasaan. Dan aku tidak mensucikan diriku sendiri dari
terkadang terjatuh ke dalam kesalahan. Keadaanku seperti manusia yang lainnya.
Dan ucapan Asy Syaikh Ali Hasan Al Halabiy - -= : "Dan kami menolong para
masyayikh kami di setiap tempat. Tidaklah faktor geografis dari mereka
menghalangi kami, begitu pula batas-batas negri, warna ataupun nama. Dan kami
berkeyakinan bahwasanya wala wal baro itu adalah berdasarkan manhaj dan
aqidah."
Aku katakan: "Inilah yang wajib. Barangsiapa menegakkan ini, maka di
selamat, dan barangsiapa kurang dalam melakukan itu maka dia akan
mendapatkan akibat dari sikap kurang tadi. Hanya saja pertolongan tadi harus
diikat dengan apa yang datang berikut ini: yaitu ucapan kita: selama mereka ada di
atas manhaj yang benar dan pemikiran yang selamat. Maka jika dihasilkan dari satu
orang dari mereka penyimpangan dari manhaj yang benar atau kecondongan dari arah
yang selamat maka jatuhlah dia.
Adapun ucapan dia semoga Alloh memberinya taufiq- : "Adapun perkataan
Asy Syaikh: "Akan tetapi dinukilkan dari mereka yaitu bahwasanya sang
penanya menukilkan dari mereka yaitu dari kami- bahwasanya kami
mendukung Abul Hasan, dan Al Maghrowiy, dan mentazkiyyah mereka, maka ini
pada hakikatnya adalah perkataan yang tidak benar. Kami mengkritik Abul
Hasan, mengkritik Al Maghrowiy terhadap perkara-perkara yang mereka keliru
di dalamnya. Dan kami telah menjelaskan perkara-perkara yang pantas dikritik
dari mereka."
Dan aku jawab: seandainya apa yang Anda katakan itu benar, bahwasanya Anda
telah mengingkari mereka, maka kenapa Anda tidak menampakkan kesalahan
mereka dan menjelaskannya ke hadapan manusia, serta berlepas diri dari
mereka?
Yang kedua: kami masih terus mendengar bahwasanya para masyayikh
Yordan masih terus menyambut para mubtadi'ah seperti Abul Hasan dan Al
Maghrowiy. Dan kami telah banyak ditanya tentang hal itu, maka kami katakan
bahwasanya jika yang dikatakan itu benar bahwasanya Ali bin Hasan Al Halabiy dan


www.ashhabulhadits.wordpress.com

8
Salim bin 'Id Al Hilaliy
(3)
masih terus mendukung Abul Hasan Al Ma'ribiy dan
Muhammad bin Abdurrohman Al Maghribiy, maka kami tidak bisa memerintahkan
orang untuk mengambil ilmu dari mereka karena kami membaca dari Salaf
bahwasanya mereka berkata: "Barangsiapa mendukung mubtadi', kemudian diberi
nasihat dan dia tak mau menerimanya, maka dia digabungkan kepadanya dalam
pemboikotan, dan tidak bersikap ramah kepadanya, serta tidak mengambil ilmu
darinya."
Maka kami tidak berkata sedikitpun dari sisi kami sendiri. Sungguh Abdulloh bin
Muhammad Adh Dho'if berkata: "Qo'diyyah dari Khowarij itu adalah khowarij yang
paling busuk."
(4)

Ibnu Baththoh berkata di bawah atsar no. 419: dan diriwayatkan dengan
sanadnya kepada Al A'masy yang berkata: "Dulu mereka tidak bertanya tentang
seseorang setelah adanya tiga perkara: teman berjalannya, kepada siapa dia masuk, dan
teman akrabnya."
Beliau juga berkata di bawah no. 420: diriwayatkan dengan sanadnya kepada
Muhammad bin Sahm yang berkata: Aku mendengar Baqiyyah berkata: Dulu Al Auza'iy
berkata: "Barangsiapa menutupi dari kami kebid'ahannya, tidaklah tersamarkan bagi
kami teman akrabnya."
Beliau juga menyebutkan atsar no. 421: diriwayatkan dengan sanadnya kepada
Yahya bin Sa'id Al Qoththon berkata: "Ketika Sufyan Ats Tsauri tiba di Bashroh beliau
mulai memperhatikan keadaan Ar Robi' yaitu Ibnu Shubaih- dan kedudukannya di
mata masyarakat. Beliau bertanya, "Apa madzhabnya?" Mereka menjawab, "Tiada
madzhabnya kecuali as Sunnah." Beliau bertanya, "Siapa teman dekat di sekelilingnya?"
Mereka berkata, "Qodariyyah (pengingkar taqdir)" Beliau berkata, "Berarti dia qodari."
Syaikh (yaitu Ibnu Baththoh) berkata: "Semoga rohmat Alloh tercurah kepada
Sufyan Ats Tsauriy, sungguh beliau telah berbicara dengan hikmah, maka benarlah
beliau. Dan beliau berbicara dengan ilmu sehingga mencocoki Al Kitab, As Sunnah, apa
yang diwajibkan oleh Al Hikmah dan dilihat oleh mata, serta diketahui oleh pemilik
mata hati dan penjelasan. Alloh = = berfirman:

(3)
Catatan Abu Fairuz semoga Alloh memaafkannya-: ini sebelum Asy Syaikh Salim Al Hilaliy
rujuk. Setelah itu beliau menampilkan sikap berlepas diri terhadap Ali Hasan dan lain-lain.
Beliau juga menulis surat kepada Asy Syaikh Yahya Al Hajuriy -= - yang menjelaskan
ketegasan sikap beliau kepada para hizbiyyun tersebut.
(4)
Catatan dari Abu Fairuz '-= -= : Atsar ini disebutkan oleh Al Imam Ahmad sebagaimana
dalam "Masailul Imam Ahmad" (hal. 271/karya Al Imam Abu Dawud). Rujuk "Al Ajwibatul
Mufidah"/Asy Syaikh Sholih Fauzan/catatan kaki: Jamal bin Furoihan Al Haritsiy.
Al Hafizh Ibnu Hajar -= - berkata: "Qo'd itu khowarij. Mereka tidak berpandangan untuk
berperang, tapi mereka mengingkari penguasa yang zholim sesanggup mereka, dan
menyerukan kepada pendapat mereka, dan bersamaan dengan itu mereka menghiasi sikap
memberontak dan memperindahnya." ("Tahdzibut Tahdzib"/8/hal. 114).


www.ashhabulhadits.wordpress.com

9
;--- '- V'-= ;--;-'- V ;-- Q-

-'=- -=-- V ;-- Q--- ')- '-


"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian ambil orang-orang yang, di luar
kalangan kalian sebagai teman kepercayaan (karena) mereka tidak henti-hentinya
(menimbulkan) kemudharatan bagi kalian. Mereka menyukai apa yang
menyusahkan kalian."
Al Imam Ibnu Baththoh juga berkata di bawah no. 422 dengan sanadnya kepada
Al Ashmu'iy . kata beliau: aku mendengar Al Abbas ibnul Faroj Ar Riyasyiy berkata: Al
Ashmu'iy menceritakan pada kami: aku mendengar sebagian fuqoha Madinah berkata:
"Jika penisbatan telah saling menempel dengan hati, persahabatanpun saling
berhubungan dengan badan-badan."
Syaikh (yaitu Ibnu Baththoh) berkata: "Dan dengan inilah sunnah datang.
Kemudian beliau meriwayatkan hadits dari jalur-jalurnya pada nomor 423-426:
~--= ')-- ,-'-- '- ~--- ')-- '- '-- --=- ;-= V
"Ruh-ruh adalah tentara yang berkelompok-kelompok. Yang saling mengenal akan
saling condong, dan yang tidak saling mengenal akan saling berselisih."
Hadits ini telah disebutkan oleh Al Albaniy dalam Shohihul Jami' no. 2765 dan berkata:
diriwayatkan Al Bukhoriy secara mu'allaq dari 'Aisyah, dan bersambung dalam Al
Adabul Mufrod, juga diriwayatkan Muslim dari Abu Huroiroh, dan Thobroniy dari Ibnu
Mas'ud, dan berkata: shohih.
Secara keseluruhan, sesungguhnya dalil-dalil dari Al Kitab, As Sunnah dan
amalan Salafush Sholih adalah: barangsiapa sengaja memilih untuk menaungi ahlul
bida' atau duduk-duduk dengan mereka, atau makan dan minum bersama
mereka, bepergian bersamaan mereka, maka sungguh dia itu digabungkan
dengan mereka, terutama jika dia telah dinasihati tapi bersikeras dengan
perbuatannya itu, sampai bahkan sekalipun dia menyatakan bahwasanya dia itu
hanyalah duduk-duduk dengan mereka untuk menasihati mereka. lebih-lebih lagi
dalam keadaan Al Maghrowiy telah terpengaruh pemikiran khowarij yang jelas di dalam
selebaran yang dikirimkan kepada kami.
Yang ketiga: Seandainya Anda mengingkari mereka dengan pengingkaran yang
terang-terangan, dan Anda tidak menyambut mereka, pastilah hal itu disebutkan, dan
pastilah orang-orang tidak saling menukilkan bahwasanya Anda mendukung mereka,
dan bahwasanya Anda ridho dengan mereka.
Adapun ucapan Asy Syaikh (Ali) semoga Alloh memberinya taufiq-: "Akan
tetapi tidak mungkin kami ridho untuk diri kami menjadi naskah salinan dari
lembaran asli manusia manapun seberat apapun timbangannya, dan setinggi
apapun namanya, sampai bahkan syaikh kami Al Albaniy semoga Alloh
merohmatinya, kami tidak membebek padanya."


www.ashhabulhadits.wordpress.com

10
Dan aku jawab: Siapakah orang yang membebanimu untuk itu?
Yang kedua: barangsiapa mencocoki seseorang karena dia melihat bahwasanya
dia itu disertai oleh dalil, maka orang ini tidaklah dianggap mencocoki orang tadi
semata-mata, bahkan dia itu teranggap mencocoki dalil. Dan ini adalah taqlid yang
boleh. Dan Alloh ta'ala telah mengabarkan bahwasanya kaum mukminin itu jalan
mereka adalah satu, dan bahwasanya sebagian dari mereka itu mengikuti sebagian yang
lain dalam kebenaran, generasi yang belakang memintakan ampunan bagi generasi
terdahulu. Firman Alloh taala:

;- '

- Q-

- ;

J-

- ~ , -

---

- )

- Q--- '

- - Q

; ~ ,-

-' ~- Q

- ,-

- ' ~

- ) =

- ~

- .
Dan barangsiapa yang menentang Rosul sesudah jelas kebenaran baginya, dan
mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa
terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam
Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. (QS. An Nisa: 115).
Alloh taala berfirman:
] ]] ] - Q

; '- -

'

; )--

- '-

- =

'

--

'

; )--

; ) - --

Q-

Q-

~ ~ - '

J -

~ Q

- [ [[ [
] ;=- / 21 .[
Dan orang-orang yang beriman dan keturunan mereka mengikuti mereka dengan
keimanan, Kami gabungkan kepada mereka keturunan mereka dan Kami tidak
mengurangi mereka dari amalan mereka sedikitpun. Setiap orang tergadaikan
dengan apa yang dikerjakan.
Dan Alloh ta'ala berfirman:
,-- '-- ;-;-- ;-- Q- '= Q--- '--('- '-;--~ Q--- '--;=( '-- ] -=' : 10 [
"Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka
berdoa: "Ya Robb Kami, beri ampunlah Kami dan saudara-saudara Kami yang
telah beriman lebih dulu dari Kami."
Maka tiada seorangpun dari mukminin ataupun dari kalangan ulama yang
berdiri sendiri terpisah. Akan tetapi sebagian dari mereka itu mengikuti sebagian yang
lain di atas aqidah dan hukum-hukum syar'iyyah. Alloh ta'ala berfirman:
'- '---= ;-,- -- -- 4-- '--=

;- Q--,~-- Q- '- ] .=-' : 123 [


"Kemudian Kami wahyukan kepadamu: Ikutilah agama Ibrohim yang hanif, dan
dia itu bukanlah termasuk dari kalangan musyrikin."
Dan Alloh ta'ala berfirman:
--- ;-)-- - Q--- 4-- ] '-` : 90 . [


www.ashhabulhadits.wordpress.com

11
"Mereka itulah orang-orang yang Alloh berikan petunjuk, maka dengan petunjuk
mereka itulah hendaknya engkau mengikutinya."
Secara keseluruhan, barangsiapa mengikuti seseorang dalam satu ucapan atau
beberapa ucapan, maka tidaklah dia itu dikatakan menjadi salinan naskah asli dari si
fulan.
Adapun Asy Syaikh Al Albaniy, maka beliau adalah syaikh kita semua. Kita semua
pernah belajar dan masih terus belajar dari kitab beliau semoga Alloh merohmati
beliau- sekalipun kita terkadang menyelisihi beliau pada sebagian pendapat, dan kita
membela beliau jika beliau dizholimi. Dan aku punya risalah "Roddul Miin Wal Kadzib
Wat Tahwisy Alladzi Laffaqohu 'Ala Fadhilatisy Syaikh Al Albaniy Musa Ad Duwaisy",
dicetak dalam kandungan jilid dua dari "Al Fatawal Jaliyyah 'Anil Manahijid
Da'awiyyah." Dan aku juga telah membantah orang-orang yang menyatakan atau masih
menyatakan bahwasanya Al Albaniy itu Murji (mengakhirkan amalan dari keimanan).
Alangkah besarnya ucapan yang mereka ucapkan. Dan itu adalah kedustaan yang
mereka bikin-bikin. Dan tidaklah aku melakukan itu untuk mendekatkan diri pada
seorangpun, dan bukan pula untuk bergabung dengan seorangpun, akan tetapi ini
adalah dalam rangka mengikuti kebenaran dan mendukung kebenaran. Dan sungguh
aku benar-benar memuji Alloh dan bersyukur kepada-Nya atas taufiq-Nya dan
pelurusan-Nya. Dan aku mohon kepada-Nya agar memberiku rizqi aku dan saudara-
saudaraku para salafiyyin yang berjalan di atas aqidah shohihah, aqidah Ahlissunnah
Wal Jama'ah, dan berjalan di atas dalil di setiap masalah agama- kita mohon pada Alloh
agar mengokohkan kita di atas kebenaran sampai kita berjumpa dengan-Nya. Dan kita
mohon perlindungan pada-Nya dari fitnah yang nampak dan yang tersembunyi.
Kemudian Ali Hasan semoga Alloh memberinya taufiq- berkata: "Dan
khususnya di sana ada masyayikh besar di dua tanah suci yang mulia yang masih
terus-menerus mendukung Abul Hasan, mendukung Al Maghrowiy dan
mentazkiyyah mereka. Maka apakah sang penanya atau sang penjawab semoga
Alloh menjaga mereka semua- bisa membikin umum fatwa ini dengan
menyatakan bahwasanya orang yang mengalami kritikan macam ini tidak boleh
diambil ilmu darinya?! Sampai bahkan orang yang termasuk dari masyayikh
besar?! Aku tidak ingin menyebut nama dalam kesempatan ini, tapi nama-nama
masyayikh besar telah dikenal yang tak ada seorangpun yang bisa membikin ragu
tentang mereka." selesai.
Aku jawab:
Tidak semua orang yang ada di tanah suci itu ada di atas satu aqidah. Bahkan di
antara mereka ada hizbiy yang menyamar, ada juga sunniy yang tidak ingin berhadapan
dengan seorangpun. Ada juga dari mereka salafiy yang membawa dirinya untuk
mengucapkan perkataan yang benar selama maslahatnya terjamin dalam perkataan
tadi. Kemudian sebutkanlah pada kami para masyayikh tersebut hingga kami bisa
menasihatinya. Dan aku yakin bahwasanya orang-orang yang mendukung mereka dan


www.ashhabulhadits.wordpress.com

12
memberikan tazkiyyah pada mereka jika mereka adalah salafiyyin- aku yakin
bahwasanya mereka itu tidak membaca dan tidak mengetahui kesesatan kedua orang
tadi. Dan engkau tidak boleh berdalilkan dengan mereka, sementara engkau telah
mengetahui penyimpangan kedua orang ini. Bahkan engkau wajib menasihati mereka
dan menjauh dari jalan mereka.
Yang kedua: orang yang memuji Al Maghrowiy setelah mengetahui pemikiran
khowarijnya wajib untuk digabungkan dengannya. Dan aku tidak mengetahui
seorangpun dari Ahlussunnah terkenal akan bersikap menahan diri dari
menggabungkan orang tadi dengan Al Maghrowiy.
Yang ketiga: Bahwasanya Ahlussunnah hanyalah mencapai kemuliaan dan
kemajuan yang didapatkan adalah dengan istiqomah di atas kebenaran, dan berjalan di
atas dalil dengan pemahaman Salafush Sholih. Maka tidak tergambarkan bagiku
bahwasanya ada seorangpun dari mereka akan berbasa-basi dengan satu orang dari
manusia di dalam agama Alloh.
Kemudian sesungguhnya ucapan syaikh semoga Alloh memberinya taufiq-:
"Maka apakah sang penanya atau sang penjawab semoga Alloh menjaga mereka
semua- bisa membikin umum fatwa ini dengan menyatakan bahwasanya orang
yang mengalami kritikan macam ini tidak boleh diambil ilmu darinya?! Sampai
bahkan orang yang termasuk dari masyayikh besar?!"
Aku jawab: Iya, dan aku umumkan dengan terang-terangan bahwasanya
barangsiapa berkata dengan perkataan khowarij, tidak boleh untuk diambil ilmu
darinya siapapun dia. Dan bukankah apa yang kita alami dalam keadaan didapati di
tengah-tengah kita ada orang-orang yang suka membuat ledakan bom, suka
mengkafirkan, suka membuat kerusakan, kecuali disebabkan oleh belajarnya mereka
kepada orang yang berkata dengan perkataan khowarij, dan belajar dari kitab-kitab
orang yang berkata dengan perkataan khowarij? Dan bukankah pencermatan ini
merupakan pencermatan yang sederhana? Bukankah Nabi '- ,'= - _'- bersabda:
;- Q- ;-;-- >=V ')-~ '-~V '--= '-,- ,= -

;- ,=- ,-- '-- Q--- Q- ;-,-- -,-- ,-=


;)--- ; ;)-

- ;-~=- ,-- ,-- --,- Q- ;)~-


"Akan keluar di akhir zaman nanti beberapa kaum yang masih muda belia, akalnya
tolol, mereka berkata dengan perkataan makhluk yang terbaik, mereka keluar dari
agama ini sebagaimana keluarnya anak panah dari buruannya. Mereka membaca
Al Qur'an dalam keadaan mereka mengira bahwasanya Al Qur'an itu mendukung
mereka padahal dia itu membantah mereka."
Diriwayatkan oleh Al Bukhoriy.
Dan dalam suatu riwayat Bukhoriy juga:
'- J-- ;)

----V ;)-- Q-- , : ;-- J--




www.ashhabulhadits.wordpress.com

13
"Pasti jika aku mendapati mereka, pastilah aku akan membunuh mereka seperti
dibunuhnya kaum 'Ad" dalam riwayat yang lain: "Seperti dibunuhnya kaum Tsamud"
Keduanya diriwayatkan oleh Al Bukhoriy dan Muslim.
Dan dalam riwayat lain:
'-~- ;- ~=- _--- ,~ , : ;--- Q- _--- ,-=
"Mereka adalah sejelek-jelek orang terbunuh di bawah kolong langit." Dan dalam
suatu riwayat: "Sebaik-baik orang yang terbunuh adalah orang yang mereka
bunuh."
Keduanya diriwayatkan oleh para penulis Sunan.
Dan dalam satu riwayat:
--- ,= ;)--- - '- ;;---'- ;;----- '- Q-
Maka di manapun kalian menjumpai mereka maka bunuhlah mereka, karena
sesungguhnya di dalam pembunuhan terhadap mereka itu ada pahala di sisi
Alloh."
Keduanya diriwayatkan oleh Al Bukhoriy dan Muslim.
Dan dalam satu riwayat:
'-- >-
"Mereka adalah anjing-anjing neraka."
Sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Majah di muqoddimah Sunan. Riwayat yang paling
jauh dikatakan bahwasanya pencermatan ini merupakan pencermatan yang sederhana,
dan bahwasanya tidak sepantasnya untuk dikatakan bahwasanya tidak boleh menuntut
ilmu kepada pemiliknya, atau bahwasanya orang yang mengatakan perkataan ini dia
akan berbasa-basi dengan sebagian orang.
Kemudian Asy Syaikh semoga Alloh memberinya taufiq dan mengaruniainya
kesesuaian dengan kebenaran- berkata: "Akan tetapi bisa jadi titik perselisihannya
adalah bahwasanya kami tidak mengeluarkan Abul Hasan dan Al Maghrowiy dari
salafiyyah, bersamaan dengan kritikan kami terhadap keduanya, dan kami telah
memberikan pengarahan pada keduanya di beberapa perkara. Maka ini adalah
kasus kedua."
Aku menjawab: ini adalah pengakuan dari Asy Syaikh Ali Al Halabiy akan
bermudah-mudahnya dia tentang kasus Al Ma'ribiy dan Al Maghrowiy
bahwasanya tidak ada pada mereka pengingkaran yang besar. Itu dipahami dari
ucapannya: "Dan kami telah memberikan pengarahan pada keduanya di beberapa
perkara" bahwasanya pengarahan tadi tidak memuaskan jika memang terjadi. Dan aku


www.ashhabulhadits.wordpress.com

14
tidak mendustakan syaikh, akan tetapi barangkali dulu pengarahannya itu dengan
halus tanpa melukai perasaan dan tanpa membikin marah. Seharusnya kemarahan
kita untuk Alloh itu kuat, dan pengingkaran kita terhadap perkara yang membikin Alloh
marah itu keras.
Adapun ucapan dia: "Kami tidak mengeluarkan Abul Hasan dan Al Maghrowiy
dari salafiyyah. Maka ini adalah kasus kedua."
Yang benar adalah: "Kami belum mengeluarkan Abul Hasan dan Al Maghrowiy
dari salafiyyah." Dan aku katakan: Kenapa engkau belum mengeluarkan mereka dari
salafiyyah bersamaan jelas dan besarnya kebid'ahan mereka?
Adapun tentang Al Maghrowiy, maka bacalah selebaran yang ditulis tentangnya
dari kaset-kasetnya dilengkapi dengan nomor kaset. Dan tampak jelas dari apa yang
dicatat darinya bahwasanya dia itu khowarij yang parah.
Adapun tentang Al Ma'ribiy, maka yang dikritik darinya adalah kebid'ahan yang
lain. Dia adalah sahabat Al Maghrowiy dan teman dekatnya. Maka adakah kerumitan
tentang keduanya setelah ini hingga Anda menahan diri dari pengeluaran mereka dari
Salafiyyah?
Apa itu pemikiran khowarij? Bukankah dia itu berupa pengkafiran terhadap
muslimin? Bukankah itu berupa penghalalan darah, harta dan kehormatan muslimin?
Bukankah mereka menghalalkan darah Utsman "Pemilik Dua Cahaya" dan Khulafaur
Rosyidin yang ketiga? Bukankah mereka menghalalkan darah Ali bin Abi Tholib
Khulafaur Rosyidin yang keempat? Bukankah mereka menghalalkan darah Abdulloh bin
Khobbab, membelah perut budak perempuannya yang tengah hamil? Bukankah Al
Muhallab bin Abi Shofroh ditetapkan untuk memerangi khowarij pada masa Bani
Umayyah? Bukankah berulang-kali terjadi pemberontakan khowarij pada masa Bani
'Abbasiyyah? Bukankah mereka itu menghalalkan darah orang-orang mukminin yang
terbaik di setiap zaman? Dan sekarang tidakkah anda lihat bahwasanya mereka
bersikap melampaui batas, pengkafiran, peledakan? Bacalah sekarang kitab-kitab
manhaj yang mencatat atsar-atsar salaf. Apakah Anda mendapati ada seorangpun dari
salaf yang memasukkan khowarij ke dalam manhaj salafiy, dan menganggap mereka
termasuk dari ahli sunnah? Ataukah mereka itu mencela mereka, menganggap jelek
mereka, dan menjadikan mereka sebagai termasuk mubtadi'ah yang paling jelek?
Kemudian dia berkata semoga Alloh memberinya taufiq dan ilham kebenaran-:
"Kami, jika kami mengeluarkan Zaid atau Amr dari salafiyyah, tidak boleh hal itu
dibangun di atas taqlid, dan tidak pantas untuk dibangun di atas sikap ikut-
ikutan. Hal itu hanya pantas dibangun di atas ilmu, di atas agama, di atas hujjah.
Jika telah nampak bagi kami dalil, dan jelas bagi kami hujjah, insya Alloh kami tak
akan menentang perkara yang amat jelas, dan kami tak akan menyombongkan
diri, dan kami tak akan menzholimi diri kami sendiri dengan menentang
kebenaran dan menyelisihi ulama."


www.ashhabulhadits.wordpress.com

15
Dan aku jawab: Alloh mengetahui bahwasanya kami tidak mengatakan apa yang
kami katakan itu karena taqlid kepada seorangpun, dan bukan dalam rangka bergabung
bersama seseorang. Yang kami katakan adalah karena dibangun di atas perkara yang
shohih di sisi kami, dan telah tetap di sisi kami dengan dalil-dalil tentang hal itu. Dan
kami dengan memuji Alloh bukanlah termasuk dari orang yang membebek dalam
perkara-perkara seperti ini, atau termasuk dari orang yang bergabung dengan orang
lain tanpa hujjah. Dan kami tidak menuduh seorangpun dengan itu. Jika engkau sampai
sekarang tidak merasa jelas akan khowarijnya Al Maghrowiy, maka bacalah selebaran
yang dikirimkan oleh para pemuda salafiy dari Maghrib. Dan kami tidak menuntut
seorangpun tanpa kebenaran, akan tetapi kami menuntut para masyayikh yang
terhitung ada di atas manhaj salafiy agar kalimat mereka berkumpul untuk
menolong kebenaran dan melemparkan kebatilan, dalam rangka beribadah
kepada Alloh semata tanpa yang lain. Dan bukanlah maksudnya bahwasanya kami
ingin memperbanyak personil. Kami berlindung kepada Alloh dari yang demikian itu.
Kami beriman bahwasanya kebenaran itu akan tertolong sekalipun tidak ada di atasnya
kecuali satu orang saja, dan bahwasanya kebatilan itu tak akan tertolong sekalipun
diliputi oleh manusia. Dan kita punya pelajaran dari kisah para Nabi Alloh. Alloh telah
menolong Ibrohim `-' ,'= dalam keadaan seluruh kekuatan bumi menentang beliau.
Maka Alloh berfirman pada api:
;-,- _-- '->~ ,- -;- ] ',--` : 69 [
"Jadilah engkau dingin dan keselamatan bagi Ibrohim"
Maka terjadilah yang seperti itu. Dan kami tidak ragu akan kemampuan Alloh untuk
menolong agama-Nya dan pemeluk agama-Nya. Akan tetapi kami berkeyakinan
bahwasanya Alloh itu punya hikmah-hikmah yang tidak kita ketahui. Dan Alloh ta'ala
berfirman:
-- ;-~- ;---- Q-- ;)-- ,~--V '~- ;- ] --=- : 4 [
"Dan seandainya Alloh menghendaki pastilah Alloh sudah membalas mereka, akan
tetapi Alloh ingin menguji sebagian dari kalian dengan sebagian yang lain."
Maka yang wajib atas ahlul haq adalah menolong kebenaran, dan mereka harus
berada dalam satu barisan dengan orang yang menegakkan kebenaran dalam
rangka beribadah kepada Alloh ta'ala. Dan tidak boleh untuk kita berkata pada orang
yang menolong kebenaran bahwasanya dia itu sekedar ikut-ikutan kepada orang yang
menegakkan kebenaran. Bahkan kita berkeyakinan bahwasanya orang tadi telah
melaksanakan kewajibannya, dalam rangka melaksanakan firman Alloh ta'ala:
'~- ;-;- ;-- Q--- ')- '- '~- Q=- ;-;=- '- _- '~- Q- Q--;=-- ;-,- Q- _~-- '- '--
] --' : 14 . [
"Hai orang-orang yang beriman, jadilah kalian penolong (agama) Alloh
sebagaimana Isa Ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang


www.ashhabulhadits.wordpress.com

16
setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan
agama dan mengajak kepada) Alloh?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata:
"Kamilah penolong-penolong agama Alloh"."
Kemudian dia berkata: "Dan jika urusan-urusan menyempit, dan kita
berselisih pendapat tentang fulan, maka tidak boleh sama sekali untuk kita
menjadikan perselisihan kita tentang orang lain sebagai sebab timbulnya
perselisihan di antara kita. Dan jika tidak demikian maka itu menjadi jalan yang
besar bagi para penyelisih untuk mengambil faidah darinya lebih banyak
daripada orang-orang yang mengambil faidah."
Aku jawab: di atas apa kita bersatu? Bukankah di atas kebenaran? Tentu. Maka
jika ada orang menyelisihi kebenaran, wajib bagi kita pertama kali untuk
menasihatinya, dan memberikan penjelasan kepadanya. Jika dia mau rujuk (maka itu
yang kita inginkan). Tapi jika dia tidak mau, maka wajib bagi kita untuk menilainya
sebagai orang yang menyendiri dan kita menolak orang itu. Jika ada orang
mendukungnya dan menolongnya di atas kebatilannya, kita akan mengingkari orang
yang mendukungnya itu, dan kita memboikotnya. Dan secara khususnya jika
kebid'ahannya itu atau penyelisihannya itu jelas, dan berbahaya seperti bid'ah
khowarij. Dan tidak boleh kita meninggalkan pengingkaran terhadap seorang mumayyi'
(yang melembekkan kasus kebatilan) dalam rangka semangat menyatukan pendapat.
Dan tiada keraguan bahwasanya bid'ah khowarij itu adalah bid'ah yang membahayakan
agama.
Maka jika kami berfatwa tentang bolehnya mengambil ilmu dari orang yang
berpendapat dengan pendapat khowarij, maka sungguh kami telah membantu
untuk meruntuhkan agama ini dan kami membikin para perusak menjadi berani.
Dan tidaklah didapatkan di kalangan kita pemikiran pengkafiran, peledakan, perusakan,
kecuali manakala sekelompok pemuda belajar kepada mereka dan kepada para
pendukung mereka. dan tidak boleh kita berkata: "Mereka itu hapal Al Qur'an, mereka
itu punya ilmu." Kebodohan itu lebih baik daripada belajar kepada mereka tadi.
Dan di dalam kisah Abdurrohman bin Muljam ada petuah dan pelajaran, yang mana
Umar ibnul Khoththob mengutusnya pada zamannya ke Mesir untuk mengajari orang-
orang Al Qur'an. Kemudian setelah itu dia membunuh Ali bin Abi Tholib -= - -.
Dan sungguh Umar ibnul Khoththob -= - - telah memukul Shobigh ketika
beliau dikabari bahwasanya dia bertanya tentang ayat mutasyabih (samar-samar).
Beliau memukulnya seratus kali, lalu setelah dia sembuh dari pukulan kali pertama
beliau memukulnya lagi seratus kali. Lalu dia dibawa lagi untuk dipukul pada kali yang
ketiga, maka Shobigh berkata: "Wahai Amirul Mukminin, jika Anda ingin membunuhku,
maka bunuhlah saya." Lalu beliau mengirimnya ke Kufah dan melarang orang-orang
duduk dengannya. Setiap kali dia datang ke suatu kaum yang sedang duduk-duduk,
merekapun buyar. Setelah selang waktu yang lama dia datang ke gubernur Kufah dan
bersumpah bahwasanya telah hilang dari kepalanya perkara yang dulu didapatinya.


www.ashhabulhadits.wordpress.com

17
Maka gubernur berkata: "Aku tidak menduganya kecuali telah berkata jujur." Maka
dibiarkanlah dia berkumpul lagi dengan orang-orang.
Dan di manakah engkau dari ucapan sebagian Salaf: "Barangsiapa memuliakan
pelaku bid'ah maka sungguh dia telah membantu untuk meruntuhkan Islam."
Diriwayatkan oleh Al Baihaqiy dalam "Syu'abul Iman".
Kemudian akan kuarahkan kepadamu soal-soal ini, dan aku ingin engkau
menjawabnya.
Aku katakan: Ketika Sang Amirul Mukminin Kholifah yang mendapat ilham,
Umar ibnul Khoththob memukul Shobigh seratus kali, lalu membiarkannya hingga
sembuh, lalu memukulnya lagi seratus kali, lalu membiarkannya hingga sembuh, lalu
hendak memukulnya lagi seratus kali pada kali yang ketiga, kenapa beliau berkata:
"Seandainya aku dapati kepalamu gundul, niscaya aku penggal kepalamu dengan
pedang." Bukankah yang demikian itu dikarenakan beliau mencurigainya punya
pendapat khowarij, karena Nabi bersabda:
---~-- ;'--~ ' : _--=--
"Ciri-ciri mereka adalah cukur habis rambut mereka" atau berkata: "gundul."
Kedua kalimat ini diriwayatkan oleh Al Bukhoriy. Maknanya sama.
Yang kedua: ketika beliau mengirimnya ke Kufah dan melarang orang untuk
duduk-duduk dengannya, bukankah hal itu dikarenakan Umar -= - - khawatir
orang-orang Muslim tertular dengan pemikirannya? Tentu saja. Maka apakah
pantas setelah itu -dalam keadaan kita menisbatkan diri kepada ahli hadits dan
pengikut atsar- untuk kita marah kepada orang yang berkata: "Janganlah mengambil
ilmu dari orang yang punya pemikiran khowarij, ataupun orang yang membela
orang yang punya pemikiran khowarij, dan memberikan udzur untuknya, dan
membenarkan langkahnya atau menaunginya di rumahnya dan menampilkan
persahabatan dengannya, menjaganya sehingga tidak mengeluarkannya dari
manhaj salaf setelah tapi tentang pemikiran khowarijnya."!? Bahkan dia melihat
bahwasanya orang ini sekalipun punya dosa, maka dosanya itu kecil dan tidak pantas
untuk dengan itu dia dikeluarkan dari manhaj salafiy. Bukankah Nabi '- ,'= - _'-
bersabda:
'--=- Q- Q-
"Semoga Alloh melaknat orang yang menaungi pembikin perkara baru."
Diriwayatkan oleh Muslim.
Dan perkara baru apakah yang lebih besar daripada perkara baru khowarij, yang
mengeluarkan muslimin, yang ahli tauhid, yang sholat, yang berpuasa, yang
bershodaqoh, yang membaca Kitabulloh, yang beriman dengan janji Alloh dan ancaman-


www.ashhabulhadits.wordpress.com

18
Nya, khowarij mengeluarkan orang-orang yang punya sifat tadi dari Islam, menghukumi
mereka sebagai orang-orang kafir, dan membolehkan untuk membunuh mereka,
membolehkan untuk menumpahkan darah mereka dan mencabut nyawa mereka,
memusnahkan harta mereka, dan menghukumi bahwasanya mereka kekal di neraka
orang kafir pada hari Kiamat dan meyakini bahwa mereka harom untuk mendapatkan
syafaat yang Alloh karuniakan kepada ahli tauhid untuk mengeluarkan mereka dari
neraka dan memasukkan mereka ke dalam Jannah?
Dosa besar apa yang lebih besar daripada dosa ini? Dan kriminalitas apa yang
lebih besar daripada ini? Apakah benar untuk dikatakan bahwasanya dia tidak
dikeluarkan dari salafiyyah padahal telah datang dalam hadits-hadits yang diriwayatkan
dalam "Shohihain" atau salah satunya atau di kitab yang lain dengan sanad shohih?
Dan sungguh demi Alloh aku meninggikan engkau wahai Syaikh Ali, dalam
keadaan engkau terhitung termasuk dari ahli hadits, untuk engkau tawaqquf dari
mengeluarkan orang yang beragama dengan pemikiran khowarij dari salafiyyah.
Asy Syaikh Ali Halabiy semoga Alloh memberinya taufiq dan ilham kepada yang
benar-: "Dan masalah ini seharusnya sekarang dilipat." Kemudian dia berkata:
"Setelah tahun-tahun ini tidaklah aku berkata: "Dilipat" seperti tahqiq
(penelitian) masalah-masalah ilmiyyah manhajiyyah yang bersifat aqidah.
Sungguh aku telah menelitinya, dan segala puji bagi Alloh, dan jelaslah kebenaran
dalam masalah tersebut."
Aku jawab: "Apa kebenaran yang telah nampak? Apakah berupa vonis terhadap
mereka berdasarkan pemikiran mereka menyimpang yang telah pasti bahwa itu ada
pada mereka. Maka si peneliti memboikot mereka dan yang menyetujui pemikiran
mereka serta yang menolong dan mendukung mereka? dan menghukum mereka
dengan mengeluarkan mereka dari manhaj Salaf.
Ataukah kebenaran yang nampak adalah bersihnya mereka sehingga mereka
dihukumi bahwasanya mereka masih terus di atas manhaj salafiy?
Jika yang terjadi adalah kemungkinan pertama, kenapa engkau menghukumi
mereka tetap ada di atas manhaj salafiy?
Jika yang terjadi adalah kemungkinan kedua, maka darimana engkau
menetapkan bersihnya mereka? perkara-perkara yang dikritik dari mereka ada di
tangan manusia, dan belum terlihat rujuknya mereka dari kesalahan, ataupun
pengakuan mereka tentang kesalahan itu, dan permintaan tobat dari Alloh.
Dan dari sisi lain, bagaimana perkara yang cacat dalam agama itu dilipat
saja dan didiamkan saja bersamaan dengan besarnya dan busuknya perkara itu?
Maka sebagaimana agama itu mulia bagi kami, maka perkara yang membikinnya
cacat itu adalah mengerikan bagi kami dan busuk bagi jiwa kami. Tidakkah engkau


www.ashhabulhadits.wordpress.com

19
melihat bahwasanya salaf itu terus-menerus mengabarkan perkara agama yang terjadi.
Mereka terus-menerus mengabarkan segala kejadian yang terkait dengan agama.
Perkara yang mereka kabarkan karena kemuliaannya, mereka kabarkan agar diikuti.
Perkara yang mereka kabarkan karena membikin cacat terhadap agama dan
berpengaruh terhadap pengurangan agama, mereka kabarkan agar diketahui dan
dihindari. Maka bacalah semaumu kitab-kitab berikut ini:
1- "Al I'tishom" karya Asy Syathibiy
2- "Al Ibanatul Kubro" karya Ibnu Baththoh
3- "Syarh Ushul I'tiqod Ahlissunnah" karya Al Lalikaiy
4- "Asy Syari'ah" karya Al Ajurriy
Dan kitab-kitab yang lain.
Yang penting adalah bahwasanya apa saja yang terkait dengan agama, dia itu
tercatat dan diperhatikan agar dengan itu agama Islam ini dikenal, dan diketahuilah
sikap-sikap manusia tentangnya, agar dengan itu diketahui siapakah yang mau
menolong agama ini sehingga dia didoakan agar tetap kokoh jika masih hidup, dan
didoakan dengan rohmat jika telah meninggal, serta dicintai, sama saja dia masih hidup
ataukah sudah meninggal. Dan agar orang yang menyelisihi agama ini dibenci, sama saja
dia masih hidup ataukah sudah mati.
Yang penting: kalimat "Dilipat" itu tidak pantas untuk dikatakan dalam posisi ini.
Kita mohon pada Alloh agar memaafkan kami dan kalian, dan mengampuni kami dan
kalian. Dan hanyalah yang dilipat itu penyelisihan syariat dari seseorang yang kemudian
dia bertobat dan kembali darinya. Dia itu dilipat dengan makna dijulurkannya tabir
sehingga tidak lagi disebut.
Kemudian dia semoga Alloh memberinya taufiq- berkata: "Akan tetapi tidak
boleh perkara ini terus berlangsung untuk orang-orang itu diuji dan perpecahan
dihembuskan di antara mereka berdasarkan perkara ini dan itu. Maka ujian
seperti ini tidak boleh dilakukan terhadap orang yang Ahlussunnah dan ulama
mereka itu telah bersepakat tentang mereka, dalam masalah kritikan atau pujian
dan sanjungan. Dan aku tidak mengira bahwasanya untuk kedua orang ini (Abul
Hasan dan Al Maghrowiy) dan orang yang bersikap dengan sikap mereka ini
perkaranya adalah demikian. Dan aku ulang lagi bahwasanya perkataan dariku
ini tidaklah bermakna meremehkan penelitian kebenaran dalam masalah-
masalah yang ada, yang mereka dikritik di dalamnya. Bahkan kami itu
menjelaskannya, mengingkarinya dan membantahnya serta membatalkannya.
Akan tetapi haruslah itu semua masuk dalam bab keinginan kuat dan belas
kasihan untuk mereka, hingga mereka kembali kepada kebenaran dalam perkara
yang mereka menyelisihi kita di dalamnya, dan menyelisihi para masyayikh kita."
Aku jawab: Wahai syaikh, semoga Alloh mengampunimu, bukankah engkau
mengetahui bahwasanya Nabi '- ,'= - _'- menguji budak wanita dan bertanya
kepadanya: "Di manakah Alloh?" dia menjawab: "Di langit." Beliau bertanya:


www.ashhabulhadits.wordpress.com

20
"Siapakah aku?" dia menjawab: "Anda Rosululloh." Beliau bersabda: "Merdekakanlah
dia karena dia itu wanita mukminah." Diriwayatkan oleh Ad Darimiy dan Ahmad
(5)
.
Bukankah ini adalah ujian wahai syaikh?
Bukankah dinukilkan dari Ahmad bin Hanbal bahwasanya beliau berkata: "Jika
engkau melihat orang yang menyindir Hammad bin Salamah, maka tuduhlah
keislamannya, karena sesungguhnya dulu beliau keras terhadap ahli bid'ah." Dan Abu
Zur'ah - -= berkata: "Jika engkau melihat orang Kufah mencerca Sufyan Ats Tsauriy
dan Zaidah, maka jangan engkau ragu bahwasanya dia itu Rofidhiy. Dan jika engkau
melihat orang Syam mencerca Makhul dan Al Auza'iy, maka jangan engkau ragu
bahwasanya dia itu Murji'. Dan ketahuilah bahwasanya kelompok-kelompok itu semua
bersatu untuk membenci Ahmad bin Hanbal, karena tiada seorangpun kecuali di dalam
hatinya itu ada panah yang datang dari Ahmad yang tak akan ada kesembuhan
untuknya darinya." Sebagaimana di "Thobaqotul Hanabilah" (1/hal. 199-200).
Nu'aim bin Hammad berkata: "Jika engkau melihat orang Irak mengkritik Ahmad
bin Hanbal, maka tuduhlah agamanya. Dan jika engkau melihat orang Khurosan
mengkritik Ishaq bin Rohawaih, maka tuduhlah agamanya." Sebagaimana dalam "Tarikh
Baghdad" (6/hal. 348). Dan "Tarikh Dimasyq."
Bukankah ini merupakan dalil bahwasanya barangsiapa merasa ragu tentang
orang itu, hendaknya dia ditanya tentangnya, dan ucapannya diambil sebagai dalil
tentang keadaannya.
Adapun perkataanmu: "Maka ujian seperti ini tidak boleh dilakukan
terhadap orang yang Ahlussunnah dan ulama mereka itu telah bersepakat
tentang mereka, dalam masalah kritikan atau pujian dan sanjungan. Dan aku
tidak mengira bahwasanya untuk kedua orang ini (Abul Hasan dan Al
Maghrowiy) dan orang yang bersikap dengan sikap mereka ini perkaranya
adalah demikian."
Aku katakan: sesungguhnya Abul Hasan dan Al Maghrowiy itu bukanlah
termasuk dari Ahlussunnah yang kokoh di atas sunnah yang ucapan para ulama sunnah
bersepakat untuk tidak mencela mereka karena mereka mengikuti sunnah-sunnah dan
berjalan di atasnya serta memeliharanya. Tulisan mereka, sikap dan perbuatan mereka
menjadi saksi bahwasanya mereka itu jauh dari sunnah, tidak kokoh di atasnya. Dan aku
tidak tahu bagaimana gambaran ini menurutmu dan di benakmu.
Bukankah engkau tahu apa yang terjadi pada Abul Hasan? Dia menolak kabar
ahad. Dan apa yang berlangsung yang berupa bantahan-bantahan yang ditulis oleh
Syaikh yang mulia, orang alim yang agung Robi' bin Hadi Al Madkholiy yang beliau
namakan: "Majmu'ur Rudud 'Ala Abil Hasan."?
Apakah engkau tidak melihat dasar-dasar yang dibikinnya untuk membela ahli
bida'? apakah engkau tidak melihat bahwasanya dia menulis kitab dalam dua jilid untuk
membela ahli bida' dan para pemimpin mereka yang dinamakannya dengan "Ad Difa'
'An Ahlil Ittiba'"?

(5)
Catatan Abu Fairuz '-= - -= : Diriwayatkan Muslim juga (537) dari Mu'awiyah ibnul
Hakam As Sulamiy - - -= .


www.ashhabulhadits.wordpress.com

21
Apakah engkau tidak tahu bahwasanya dia mengumumkan berlepas diri dari
Ahlussunnah di Yaman, dan menuduh mereka dengan tuduhan-tuduhan yang berat?
Apakah engkau tidak tahu bahwasanya dia terang-terangan membatalkan
manhaj Asy Syaikh Robi' Al Madkholiy yang mana itu adalah manhaj Salafush Sholih dan
manhaj beliau diakui oleh para ulama besar zaman ini, di antara mereka adalah Asy
Syaikh Al Albaniy - -= yang mana salah seorang pengikut Abul Hasan bertanya
kepada Abul Hasan yang teksnya sebagai berikut: "Kenapa Anda tidak berbicara
sebelum terjadi fitnah ini, dan Anda menjelaskan prinsip-prinsip rusak
(6)
yang dimiliki
Asy Syaikh Robi' dan orang-orang itu?"
Maka Abul Hasan menjawab soal yang jahat ini dengan perkataannya setelah dia
memuji orang-orang yang dia namakan mereka sebagai saudaranya sebagai makar:
"Adapun Asy Syaikh Robi', maka prinsip-prinsipnya ini telah terbatalkan dalam "As
Siroj" sejak tahun 1418 H."
Sungguh Abul Hasan telah menyibukkan manusia dengan prinsip-prinsipnya
yang rusak:
1- "Kabar ahad, karena kabar ini tidak memberi faidah kecuali dugaan." Dan Abul
Hasan bersikap "muka dua" dalam masalah ini.
2- "Membawa ucapan yang global kepada ucapan yang rinci." Dan Abul Hasan
bersikap "muka dua" dalam masalah ini.
3- "Kita memperbaiki dan kita tidak meruntuhkan." Dan Abul Hasan bermain-main
dalam kasus tersebut.
4- "Kami ingin manhaj yang luas sekali yang mencakup Ahlussunnah dan seluruh
umat." Dan Abul Hasan bersikap "muka dua" dalam masalah ini.
5- "Kami tidak membebek." Dan Abul Hasan bersikap "muka dua" dalam masalah
ini.
6- "Kami adalah ahli dalil." Dan Abul Hasan bersikap "muka dua" dalam masalah ini.
7- "Tiada seorangpun dalam dakwah ini yang menjadi ahli wasiat, dan tidak ada
dakwah ini "Papa" (pemimpin agama Kristen), ataupun juga "Malali".

Maksud dia dari prinsip-prinsip tadi adalah: pemberontakan terhadap manhaj
salafiy, menjatuhkan ulamanya. Dan Alloh telah menjatuhkan dia dan menggagalkan
angan-angannya. Maka bagaimana kritikan ulama terhadapnya yang dibangun di atas
hujjah-hujjah dan bukti-bukti itu ditinggalkan dengan alasan bahwasanya para ulama
tadi membebek pada Asy Syaikh Robi', padahal mereka itu jauh dari sikap membebek?
1- Seperti cercaannya para para Shohabat semisal ghutsaiyyah (buih banjir)
2- Dan dia mensifati sebagian Nabi dengan sifat tergesa-gesa yang tercela

(6)
Demikianlah prinsip-prinsip Salafiyyah yang bersumber dari Al Kitab dan As Sunnah
menjadi prinsip-prinsip yang rusak dalam pandangan Abul Hasan dan hizbnya yang rusak,
dikarenakan prinsip tadi mengkritik Sayyid Quthb dan kesesatannya, Ikhwanul Muslimin dan
kesesatan mereka dan Jama'ah Tabligh dan kesesatan mereka, dan membela manhaj Salafiy
dan bentengnya.


www.ashhabulhadits.wordpress.com

22
3- Dan dia mencerca shohabat dan pendidikan mereka bahwasanya pada diri
mereka ada cacat dalam pendidikan.
4- Dan penjelasan prinsip-prinsip dia yang rusak, dan syubuhat-syubuhat dia
yang batil, bahwasanya dia itu membebani ucapan dengan apa yang tidak
pantas untuk dibebankan padanya, dan suka memakai ucapan yang bersifat
menakut-nakuti, dan cercaan tanpa sebab.
Lihatlah padanya, sungguh dia telah menghasung para pemuda yang tolol untuk
mencerca ulama, dan meninggalkan hukum-hukum mereka dan hukum terhadap
prinsip-prinsip dia yang batil tadi dengan zholim, dengan alasan bahwasanya para
ulama menjatuhkan hukuman adalah karena ada hasrat-hasrat yang samar dan yang
jelas, setelah dia sendiri menanam pohon perpecahan yang pahit, dst.
Dan lihatlah bagaimana dia menisbatkan kejelekan-kejelekan ini kepada orang
lain dengan sangat lancangnya.
Dan lihatlah bagaimana dia menuduh orang-orang dengan seluruh penyakitnya,
lalu dia menghindarkan diri darinya.
Apakah matamu pernah melihat atau telingamu pernah mendengar orang
seperti ini dan permainannya serta keahliannya dalam memutar balik fakta?
Bukankah apa (yakni: syubuhat) yang engkau sebutkan di sini adalah sebagian dari
keburukan Abul Hasan?
Apakah kalian tahu wahai para pembaca- bahwasanya Abul Hasan berulang kali
menyerukan perpecahan dan memujinya? Berapa kali para penasihat di Yaman dan
Hijaz berupaya untuk merajut kembali robekan dan mengakhiri sebab-sebab
perpecahan, akan tetapi dikarenakan keinginan-keinginan buruk Abul Hasan dan sebab-
sebab yang tersembunyi dan yang jelas, dia enggan kecuali untuk terus berjalan di jalan
perpecahan, pemisahan diri, peperangan dan fitnah.
Apakah engkau tahu wahai pembaca- bahwasanya kaset-kaset peperangan dan
fitnahnya itu mencapai lebih dari delapan puluh kaset. Dan ini selain cercaan para
pengikutnya, dan selain tulisan-tulisannya dan tulisan-tulisan mereka di jaringan-
jaringan internet dengan perkara yang kejelekan dan kebusukannya itu membikin
hidung terkena influenza.
Lihatlah "At Tankil Bima Jaa Fi Lijaji Abil Hasan Minal Abathil" (hal. 5, 7, 17 cet.
Majalisul Huda).
Tidakkah engkau membaca apa yang dinukilkan dari Al Maghrowiy yang
mengkafirkan muslimin dalam kaset-kasetnya yang dinukilkan darinya? Dan yang
demikian itu tertulis di kertas-kertas yang dikirimkan dari Ahlussunnah Salafiyyin di
Maghrib.


www.ashhabulhadits.wordpress.com

23
Adapun ucapanmu: "Akan tetapi haruslah itu semua masuk dalam bab
keinginan kuat dan belas kasihan untuk mereka, hingga mereka kembali kepada
kebenaran dalam perkara yang mereka menyelisihi kita di dalamnya, dan
menyelesihi para masyayikh kita."
Maka aku katakan: kami tidak mengucapkan yang demikian itu ataupun
mencurahkan kerja keras untuk itu melainkan dalam bab menginginkan kebaikan dan
belas kasihan untuk mereka dan untuk orang yang selain mereka yang tertipu oleh
ucapan-ucapan mereka. dan jika mereka sendiri terus-menerus di atas kebatilan, dan
para Ahlussunnah telah meneriaki mereka dengan menasihati mereka secara rahasia
atau terang-terangan hingga dari kalangan orang yang terhitung sebagai murid mereka.
Jika mereka telah terus-menerus di atas kemaksiatan ini dan enggan untuk
menerima nasihat, maka sesungguhnya yang wajib bagi Ahlussunnah adalah untuk
menjelaskan kesalahan besar mereka dan menampilkan urusan mereka hingga orang
yang tertipu tidak lagi terkelabuhi oleh mereka.
Dan tidak boleh bagi seorangpun Ahlussunnah untuk diam terhadap
kebatilan mereka dalam rangka bersikap condong atau basa-basi kepada mereka atau
kepada selain mereka.
Dan terakhir: aku wasiatkan kepada engkau dan pada diriku sendiri untuk
bertaqwa kepada Alloh, dan mengikuti sunnah. Dan aku mohon pada Alloh = = agar
mengokohkan kita di atas yang demikian itu sampai kita berjumpa dengan-Nya, dan
menjadikan kita termasuk orang-orang yang tidak takut celaan orang yang mencela
dalam kebenaran.
,-' ,, _' ,-+ -- --- _-- - -=- ' _'= _

---' _'-' --=- '-,-- _'= _'- .


Ditulis oleh
Ahmad bin Yahya An Najmiy
20/9/1427 H