P. 1
Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur

Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur

|Views: 19|Likes:
Dipublikasikan oleh keluargamitra
RS.Mitra Keluarga Group : jaringan rumah sakit yang berpengalaman sejak th.1987 dalam mengelola Rumah Sakit swasta di Indonesia :
1. RS.Mitra Keluarga Bekasi Barat,Tlp(021)8853333
2. RS.Mitra Kemayoran,Tlp(021)6545555&6548888
3. RS.Mitra Keluarga Surabaya,Tlp(031)7345111&7345333
4. RS.Mitra Keluarga Kelapa Gading,Tlp(021)45852700&45852800
5. RS.Mitra Keluarga Bekasi Timur,Tlp(021)89999222
6. RS.Mitra Keluarga Depok,Tlp(021)77210700&77210800
7. RS.Mitra Keluarga Tegal,Tlp(0283)340999&340399
8. RS.Mitra Keluarga Waru,Tlp(031)8543111
9. RS.Mitra Keluarga Cikarang,Tlp(021)89840500&89840900
10.RS.Mitra Keluarga Cibubur,Tlp(021)84311771&84311777
RS.Mitra Keluarga Group : jaringan rumah sakit yang berpengalaman sejak th.1987 dalam mengelola Rumah Sakit swasta di Indonesia :
1. RS.Mitra Keluarga Bekasi Barat,Tlp(021)8853333
2. RS.Mitra Kemayoran,Tlp(021)6545555&6548888
3. RS.Mitra Keluarga Surabaya,Tlp(031)7345111&7345333
4. RS.Mitra Keluarga Kelapa Gading,Tlp(021)45852700&45852800
5. RS.Mitra Keluarga Bekasi Timur,Tlp(021)89999222
6. RS.Mitra Keluarga Depok,Tlp(021)77210700&77210800
7. RS.Mitra Keluarga Tegal,Tlp(0283)340999&340399
8. RS.Mitra Keluarga Waru,Tlp(031)8543111
9. RS.Mitra Keluarga Cikarang,Tlp(021)89840500&89840900
10.RS.Mitra Keluarga Cibubur,Tlp(021)84311771&84311777

More info:

Categories:Types, Business/Law
Published by: keluargamitra on Jul 16, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/05/2014

pdf

text

original

TULI MENDADAK

Oleh dr. Arfan Noer, SpTHTKL Tuli mendadak merupakan suatu kondisi hilangnya pendengaran yang terjadi secara tiba-tiba dalam beberapa jam, yang dapat diikuti dengan tinnitus (telinga berdenging) dan vertigo (pusing berputar). Tuli mendadak merupakan suatu keadaan darurat di bidang THT sehingga memerlukan penanganan yang cepat dan hati-hati. Para ahli membuat kriteria untuk penegakan diagnosis tuli mendadak, yaitu tuli saraf lebih dari 30dB, paling sedikit tiga frekwensi berturut-turut yang ditemukan pada pemeriksaan audiometri yang terjadi dalam 3 hari atau 72 jam. Beragam penyebab yang dicurigai antara lain pecahnya mebran kokhlea, gangguan pembuluh darah kecil (mikroangiopati), infeksi virus, kelainan autoimun, penyakit meniere (penyakit yang ditandai oleh serangan berulang vertigo, tuli dan tinnitus), swannoma (tumor saraf), dan meningioma (tumor selaput otak). Di Amerika Serikat, insiden tuli mendadak berkisar antara 5-20 kasus per 100.000 penduduk. Pada beberapa kondisi, tuli mendadak ini dapat mengalami penyembuhan sebelum diobati sehingga membuat pasien enggan untuk berobat. Angka kejadian tuli mendadak ini sama baik pria maupun wanita sehingga jenis kelamin bukanlah menjadi faktor resiko. Pada gangguan tuli mendadak, keluhan yang dirasakan berupa pendengaran yang tiba-tiba berkurang atau hilang sama sekali, tinnitus, serta vertigo. Lama ditentukannya gejala, cepat tidaknya pasien berobat ke dokter, serta penanganan yang segera dapat membantu meningkatkan kesembuhan. Ketulian biasanya terjadi pada satu telinga namun tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada kedua telinga. Penegakan diagnosis tuli mendadak didasarkan atas keluhan pasien, pemeriksaan fisik, pemeriksaan pendengaran, laboratorium, serta pemeriksaan penunjang lainnya. Pada pemeriksaan fisik dan tekanan darah, biasanya tidak ditemukan kelainan yang berarti. Pemeriksaan yang penting dilakukan pada kasus ini adalah pemeriksaan garputala dan audiometri. Hasil pemeriksaan audiometri dapat menunjukkan kejadian tuli saraf derajat ringan sampai berat. Sedangkan pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mengetahui kemungkinan penyebab infeksi (baik virus maupun bakteri), serta penyebab lain seperti hiperlidemi, hiperfibrinogen, hipotiroid, penyakit autoimun, dan gangguan pembekuan darah. Beragam metode telah dikembangkan untuk penatalaksanaan tuli mendadak. Namun, hingga kini belum ditemukan metode pengobatan yang diterima secara luas. Hal tersebut terjadi karena sulitnya menentukan penyebab yang mendasari kejadian tuli mendadak. Penanganan yang dapat dilakukan pada pasien dengan gangguan tuli mendadak adalah pemberian obat-obatan, tirah baring, diet rendah garam, menghindari kebiasaan buruk (konsumsi alkohol dan merokok), operasi, serta terapi oksigen hiperbarik (terapi oksigen yang dilakukan dalam sebuah ruangan bertekanan udara tinggi). Evaluasi pendengaran dilakukan secara rutin setiap minggu. Kriteria perbaikan pendengaran dapat dicapai apabila perbaikan lebih dari 30 dB pada 5 frekwensi. Dikatakan sembuh apabila perbaikan pendengaran kurang dari 30 dB pada 5 frekuensi, dan di bawah 25 dB pada 4000 Hz. Dikatakan baik

apabila rata perbaikan 10-30 dB pada 5 frekuensi, dan tidak ada perbaikan jika kurang dari 10 dB pada 5 frekuensi. Tingkat kesembuhan untuk tuli mendadak secara umum baik, terlebih apabila penegakan diagnosis dan pemberian terapi dilakukan secara cepat dan tepat. (telah dimuat di Majalah Ad Info edisi Januari 2012)

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->