Anda di halaman 1dari 14

BERITA UTAMA

DIKLAT JURU LEDAK UNTUK KEGIATAN PENAMBANGAN Upaya Pemenuhan Kompetensi Bidang Peledakan
TOKOH

KEAN SANTANG
Sang Jawara Peledakan
M A J A L A H T R I W U L A N
LIPUTAN KHUSUS

Stand Badan Diklat ESDM Dikunjungi Ratusan Pengunjung

E D I S I

| A P R I L 2 0 1 3

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia

Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN MINERAL DAN BATUBARA


Jl. Jend Sudirman No. 623 Bandung 40211 Telp. : 022 - 607.6756 Ext. 147 - 129 Fax. : 022.604.6384, 022.603.5506 E-mail : info@pusdiklat-minerba.esdm.go.id Website : www.pusdiklat-minerba.esdm.go.id

EDITORIAL
ISI

Penanggung Jawab Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mineral dan Batubara Pimpinan Redaksi Kepala Bidang Program dan Kerjasama

Berita Utama
Diklat Juru Ledak Untuk Kegiatan Penambangan Upaya Pemenuhan Kompetensi Bidang Peledakan

02

Liputan Khusus INSPEKTUR TAMBANG, Palaksana Teknis Inspeksi Tambang Forum

08 13

Editor Rahmat Saleh Tim Redaksi Wien Evayanti Sutrisna Aseani Ariesta Wanda Adinugraha Gustarmono Hirawati Revi Timora Salajar Ibrahim Priyana Hardjawidjaksana Nursafrida Tri Handajani Irma Yanti Distribusi Pusdiklat Minerba Produksi Kreasinergi Alamat Redaksi Telp : 022-6076756 Fax : 022-6035506 Pusdiklat Mineral dan Batubara Jl. Jendral Sudirman No 623 Bandung, Indonesia info@pusdiklat-minerba.esdm.go.id

Tokoh Kean Santang, Sang Jawara Peledakan

14

erbitnya majalah ini diharapkan adanya penyebaran dan pertukaran informasi antara Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mineral dan Batubara (Pusdiklat Minerba) dengan pemangku kepentingan atau stakeholder tentang beragam kegiatan yang berhubungan dengan pengembangan sumberdaya manusia di bidang mineral dan batubara. Para pembaca diberikan kesempatan yang cukup luas untuk memberikan masukan baik berupa saran maupun pendapat melalui tulisan-tulisan yang dapat memberikan manfaat dan peningkatan wawasan bagi jajaran Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mineral dan Batubara (Pusdiklat Minerba) dalam meningkatkan kualitas pelayanan penyelenggaraan diklat dari waktu ke waktu.

Jejaring Kerjasama Efisiensi Energi dan Mengurangi Dampak Lingkungan Lewat CCT

Ir . Toto Ridwan, MT
16
Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mineral dan Batubara

Sarana & Prasana Perpustakaan Pusdiklat Minerba Santai Sembari Menikmati Koleksi Khusus Sudut Kepala Badan Diklat ESDM Anugerahi Penghargaan Kepada PNS

Puji dan syukur sebagai ungkapan


18

kebahagian kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah mengantarkan pada terwujudnya salah satu harapan kami untuk dapat membangun wahana komunikasi melalui media informasi

Edisi perdana, lebih memfokuskan pada informasi seputar diklat peledakan, mulai dari upaya pemenuhan kompetensi, pengembangan bahan ajar, salah satu tokoh bidang peledakan sampai sarana paling anyar yang dimiliki untuk mendukung peningkatan kualitas diklat peledakan yang menjadi unggulan Pusdiklat Minerba. Harapannya pembaca dapat memberikan saran konstruktif untuk mempercepat pencapaian tujuan Pusdiklat Minerba menjadi center of excellence for blasting training. Selain berita utama, kami tampilkan pula rubrik liputan khusus, forum, sarana dan prasarana, jejaring kerjasama, sudut, galery foto dan gadget. Kesemuanya itu untuk menyampaikan info dan mewadahi gagasan serta menyalurkan kreatifitas dari para pembaca. Sekaligus sebagai langkah awal dan bahan baru dalam melengkapi ikhtiar kita menuju terwujudnya insan pertambangan yang unggul, bermartabat dan terampil. Terbitnya edisi pertama ini hanya dibekali dengan semangat sehingga belum sempurna, namun kita sepakati saja bahwa majalah ini merupakan milik kita bersama, dan wadah untuk menuangkan ide dan kreativitas. Semoga Tuhan YME senantiasa memberikan petunjuk dan bimbingan-Nya kepada kita semua. Amin

21

Gadget Mesin Bor Hydraulic Crawler Drill Jenis HCR900-DSII, Kemampuan Tinggi Namun Rendah Emisi Galery Foto

24

berupa majalah yang rencananya akan terbit triwulanan dengan nama Info Pusdiklat Minerba.

25

02

Warta Pusdiklat Minerba

BERITA UTAMA
atau batubara yang meliputi tahapan penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta kegiatan pasca tambang. Edisi kali ini INFO akan menitikberatkan pada bahasan yang berkaitan dengan kegiatan penggalian. Penggalian ini sangat tergantung pada sifat fisik dan mekanik material atau bahan galiannya. Material lunak dan mudah terberai, seperti lempung, pasir, serta material lepas lain yang sejenis dapat langsung menggunakan alat berat, seperti excavator (backhoe), shovel, loader, dan sebagainya, dengan kapasitas mangkok sesuai perhitungan. Sedangkan pada material bersifat keras sampai sangat keras, seperti batu andesit dan batu granit cara yang efektif dan ekonomis dengan menerapkan teknik peledakan yang aman, terkendali dan sedapat mungkin ramah lingkungan. Dibandingkan dengan penggalian langsung menggunakan alat berat, cara peledakan menuntut beberapa persyaratan khusus yang harus dipenuhi oleh perusahaan. Salah satunya izin kepemilikan bahan peledak dan izin penimbunan bahan peledak. Kedua izin tersebut dikeluarkan hanya oleh kepolisian Republik Indonesia. Begitupun personil yang ditunjuk melaksanakan peledakan oleh perusahaan wajib memiliki sertifikat kompetensi Juru Ledak dan Kartu Izin Meledakkan (KIM) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Maka tidak terlalu berlebihan rasanya jika Pusdiklat Mineral dan Batubara kini berorientasi untuk menjadi pusat unggulan diklat peledakan (Center Of Excellence for Blasting Training). Harapan itu untuk membantu pemenuhan kompetensi bidang peledakan yang dibutuhkan perusahaan pertambangan di Indonesia, Pusdiklat

edisi ke I | 2013

DIKLAT JURU LEDAK UNTUK KEGIATAN PENAMBANGAN

Upaya Pemenuhan Kompetensi Bidang Peledakan


02 Info Pusdiklat Minerba

ebagai tahap pokok dalam aktifitas penambangan, pekerjaan penggalian, pemuatan, dan, pengangkutan saling terkait satu dengan lainnya. Ini merujuk pada UU No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Dimana pertambangan adalah sebagian atau seluruh tahapan kegiatan dalam rangka penelitian, pengelolaan dan pengusahaan mineral

Mineral dan Batubara berupaya terus menerus untuk menyediakan dan mengembangkan baik sarana fisik maupun instruktur berpengalaman. Bermodalkan pengalaman dan pengembangan yang terus akan dilakukan dalam penyelenggaraan diklat bidang peledakan. Sebagai penunjang maka perlengkapan dan peralatan praktik peledakan yang kini dimiliki Pusdiklat Minerba diantaranya Dummy Perlengkapan Peledakan, Blasting Machine, Blasting Ohmmeter, Pengukur Getaran dan Suara Peledakan (Vibration Monitor), Pengukur Kecepatan Detonasi (VOD). Selain itu, maketmaket rancangan peledakan masih dalam tahap konstruksi. Selama ini, penyelenggaraan diklat peledakan penambangan bahan galian atau lebih sering disebut dengan Diklat Juru Ledak Kelas II telah menggunakan kurikulum berbasis kompetensi sebagai dasar dalam proses belajar mengajarnya. Sebagai salah satu upaya memberi nilai tambah dan pemahaman para peserta diklat Juru Ledak, saat ini telah dibangun multimedia bahan ajar dalam bentuk tayangan video-animasi. Multimedia ini dapat diputar berulang-ulang sampai peserta benar-benar memahami topik yang disajikan instruktur sebagai bekal tambahan sebelum melakukan praktik lapangan. Tidak berhenti disitu saja, untuk mencapai visi Pusdiklat Minerba menjadi center of excellence dalam kediklatan di bidang mineral dan batubara, dalam kerangka uji kompetensi Juru Ledak, Pusdiklat Mineral dan Batubara menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan tambang. Diantaranya PT. Dahana, PT. Pindad, PT. Orica, PT. Multi Nitro Kimia (MNK), PT. DNX (Dyno Nobel), PT. AEL Indonesia, PT.Adaro Indonesia, PT. Leighton Contractor Indonesia, PT. Freeport, dan perusahaan pertambangan lain di Indonesia. Dengan harapan praktik lapangan di perushaan tersebut membuat peserta dapat bersentuhan langsung dengan pengalaman di lapangan.

Info Pusdiklat Minerba

03

BERITA UTAMA

edisi ke I | 2013

Multimedia Bahan Ajar,


Cara Efektif Paparkan Materi
Pemanfaatan teknologi informasi dengan berbagai ragam media, sebagai sebuah bahan ajar dirasa sangat efektif untuk memberi materi saat mengajar. Multimedia adalah salah satunya. Lewat pemanfaatan desain grafis yang semakin canggih dalam proses belajar mengajar. Biasanya dikemas dalam bentuk audio, visual, dan seni grafis berbasis computer.
ara ini pulalah yang digunakan Pusdiklat Mineral dan Batubara. Hal ini sejalan dengan visinya, menjadi pusat diklat unggulan di bidang Mineral dan Batubara. Yang nantinya senantiasa meningkatkan kualitas penyelenggaraan diklat melalui penyempurnaan kurikulum agar aktual sesuai dengan perubahan kebijakan dan perkembangan teknologi. Penyempurnaan kurikulum diiringi dengan upaya penyempurnaan bahan ajar yang lebih efektif dan visual yang memiliki keunggulan materi yang diambil dari keadaan sesungguhnya dilapangan. Ini pulalah yang membuat waktu proses belajar mengajar lebih efektif dan efisien. Tidak mudah membuat bahan ajar multi media ini. Mulanya, pengembangan multimedia ini dilakukan dengan menentukan substansi materi yang akan dibuat dalam bentuk multimedia. Tentu dengan mempertimbangkan apakah terdapat materi dimaksud sulit dijelaskan dengan kata-kata atau dengan cara demonstrasi di kelas. Dan pertimbangan apakah memerlukan biaya dan resiko tinggi. Karena nantinya harus praktek langsung di lapangan dalam memberikan pemahaman. Selain itu dilakukan cross check atas informasi yang telah didapat melalui study literature di berbagai media, seperti buku dan internet. Setelah menentukan substansi yang menjadi pilihan untuk bahan ajar, selanjutnya dilakukan

efisien untuk membantu mempermudah pemahaman peserta, dengan memberikan gambaran sesungguhnya tentang kondisi di lapangan dengan menunjukkan video dan animasi yang dikemas secara terintegrasi. Penggunaan multimedia ini juga memberikan kelebihan bagi penyelenggara dan peserta diklat. Cara ini dapat menekan biaya outdoor karena proses pembelajarannya bersifat indoor (dilakukan didalam ruangan/kelas) dengan media

survey ke lokasi yang menjadi objek bahan ajar multimedia yang akan dibuat. Ditempat inilah dilakukan pengambilan gambar sebagai material pembuatan multimedia bahan ajar. Pengambilan gambar dilakukan secara bertahap dan berurutan sesuai dengan substansi materi yang telah ditentukan. Agar kualitas gambar yang diambil memiliki kualitas yang baik, maka disarankan menggunakan kamera yang memiliki resolusi tinggi. Setelah tahap pengambilan gambar selesai, dilanjutkan pada tahap pengolahan gambar. Dimulai dengan pembuatan Story Board dan Animasi. Pembuatan Draft Story Board merupakan tahap awal dalam proses pembuatan animasi. (lihat: urut proses pembuatan animasi) Yang perlu ditegaskan bahwa, khusus pembuatan Sketsa, akan menjadi dasar panduan bagi modeler untuk membuat model. Sketsa desain diperoleh dari berbagai sumber menggambarkan jalan cerita dan adegan-adegan yang hendak dibuat dalam multimedia. Sementara story board berfungsi sebagai panduan utama dari proses produksi animasi -storyboard merupakan cetak biru/blue print film animasiKarena itu, segala macam informasi yang dibutuhkan harus dibuat dan tercantum dalam story board, seperti angle kamera, tata letak/layout/staging, durasi, timing, dialog, ekspresi dan informasi lainnya; Dan dalam pembuatan Take Voice dan Music background, proses pengambilan dan perekaman suara untuk mengisi suara karakter animasi, dibuat ilustrasi music sebagai background untuk film animasi. Pembuatan Animasi 3D sangat diperlukan bagi pembangunan multimedia ini karena Video Stock yang telah dibuat tidak mampu menjelaskan seluruh detail informasi yang diperlukan. Masalah utama adalah ketika seseorang tidak akan mampu merekam seluruh kejadian urutan peledakan,

Ide dan Konsep:


Proses Pencarian ide dan konsep serta gagasan untuk animasi yang akan dibuat, dibahas dalam rapat Tim dan Narasumber

Skenario/script:
Proses pembuatan naskah atau alur cerita animasi, biasanya berbentuk teks tulisan

Sketsa Model Objek atau Karakter:


Proses pembuatan sketsa dasar dari model yang dibuat.

Storyboard:
bentuk visual/gambar dari scenario yang telah dibuat, berupa kotak-kotak gambar (seperti komik).

Take Voice dan Music background:


Proses pengambilan dan perekaman suara untuk mengisi suara karakter animasi

terutama yang terjadi di dalam tanah. Bantuan animasi 3D akan membantu peserta pelatihan agar dapat memahami proses pembelajaran yang ditayangkan dalam bentuk

visual sehingga memudahkan peserta dalam proses memahami materi diklat. Penggabungan setiap hasil pengambilan gambar di lapangan dilakukan dengan memanfaatkan perangkat komputer. Software Adobe Premiere dimanfaatkan untuk keperluan ini. Software ini banyak dipakai para editor di Indonesia dan memberikan hasil yang memadai. Dari script dan story board, hasil-hasil gambar di lapangan terbagi menjadi beberapa layar. Transisi tiap gambar diatur sedemikian rupa hingga tidak terasakan oleh peserta. Bila terdapat kekurangan gambar karena hal-hal teknis, maka gambar dibuat melalui animasi komputer. Selanjutnya dilakukan editing. Editing hasil penggabungan, penambahan suara narasi dilakukan penyuntingan sedemikian rupa. Durasi setiap gambar yang telah didapat, dipotong maupun diperpanjang sesuai kebutuhan, agar materi yang akan diberikan menjadi jelas. Pada proses ini animasi yang bertujuan untuk memberikan informasi tambahan turut disisipkan atau ditempel pada susunan gambar. Jangan lupa, saat pengeditan disertakan juga narasi, efek suara dan sebagainya. Rendering Menjadi proses terakhir. Proses ini untuk menyatukan seluruh elemen yang telah diedit. Pada saat pengeditan Gambar maupun suara akan terlihat berlapis-lapis. Karena itu ukuran memori menjadi besar. Dengan rendering gambar dan suara hanya terdiri dari dua lapisan, lapisan gambar dan lapisan suara. Hasil akhir merupakan sebuah film utuh. Bila sudah dirender, maka hal tersebut tidak akan dapat memotong lapisan gambar tanpa memotong lapisan suara. Hal ini hanya dilakukan bila tayangan multimedia ini telah dianggap cukup karena akan bersifat final. Dan tayangan multimedia ini siap digunakan sebagai media belajar peserta diklat didalam kelas.

04 Info Pusdiklat Minerba

Info Pusdiklat Minerba

05

BERITA UTAMA

edisi ke I | 2013

Pusdiklat Minerba Gunakan Sistem Multimedia

aat ini, multimedia Bahan Ajar, menjadi sistem yang digunakan dalam penyelenggaraan kegiatan diklat Pusdiklat Minerba. Secara keseluruhan meliputi Multimedia Bahan Ajar Peledak Penambangan Bahan Galian Tahap I dan II serta Multimedia Bahan Ajar Pengolahan Emas. Masing-masing media pembelajaran yang bersifat multimedia tersebut memberikan metoda pengajaran dan pembelajaran yang berbeda . Dan itu dirasakan manfaatnya oleh tenaga pengajar dan peserta diklat. Pengajar memiliki bahan pengajaran secara visualisasi dan peserta diklat dapat terbantukan untuk memahami materi yang diajarkan melalui media visual.

Tahun 2013 ini, Pusdiklat Minerba juga tengah membuat multimedia bahan ajar untuk materi kurikulum diklat yang lain. Salah satunya, pengembangan Multimedia Bahan Ajar Peledak Penambangan Bahan Galian Tahap III, dan pengembangan Multimedia Bahan Ajar Proses Pengawasan K3 dan Lingkungan Pertambangan dan Pengembangan Multimedia Bahan Ajar Digital Mapping. Dengan kemajuan pengembangan metoda pengajaran yang diselenggarakan Pusdiklat Minerba ini, diharapkan output yang ada juga mengalami peningkatan dari segi kualitas pemahaman yang aplikatif.

memori Hasil pengukuran (dalam memori) di d o w n l o a d ke ko m p u t e r d e n g a n menggunakan program BlastWare Hasil akhir berupa seismogram yang dapat menampilkan angka-angka besar getaran dan kebisingan serta grafik Untuk mengetahui besar getaran apakah masih di dalam atau melebihi ambang batas, dapat memilih grafik baku tingkat getaran dari 13 negara yang ada di dalam program Untuk membuat grafik scaled distance versi PPV diperlukan data pengukuran minimal 9 (sembilan buah) dengan variable jarak maupun jumlah muatan/delay yang sama

A karena dapat mengukur kebisingan yang aktual (kebisingan Ambien), sedangkan microphone tipe L (Linier) angka kebisingan yang didapat lebih besar dari kebisingan ambien Arah microphone harus menuju titik peledakan

Setting parameter Untuk mendapatkan hasil yang benar maka setting parameter harus benar sesuai dengan petunjuk prosedur operasi (manual) yang ada, terutama hal-hal sebagai berikut : Record Mode harus dipilih Continuous Sensor check harus dipilih Before monitoring Direct Baud Rate harus dipilih 38400

diledakkan. Biasanya mereka menuntut berbagai macam hal yang nampak tidak realistis dan hanya memanfaatkan kesempatan atas dampak negatif peledakan. Tentu, perusahaan harus bertanggung jawab atas dampak negatif yang timbul dari peledakan itu. Melakukan pengukuran getaran dan kebisingan peledakan secara rutin, mungkin bisa menjadi solusi awal, selain pendekatan dengan masyarakat setempat. Untuk mengetahui besar getaran dan kebisingan (air blast) akibat peledakan, dapat diukur dengan alat ukur getaran (seismograf). Sedangkan untuk mengetahui pengaruh getaran peledakan terhadap lingkungan maka hasil pengukuran dibandingkan dengan baku tingkat getaran baik internasional maupun nasional. Seismograf yang sering digunakan antara lain BlastMate III buatan Instantel Canada yang dilengkapi dengan sebuah geophone dan sebuah sound level meter (microphone). I. MEKANISME PENGUKURAN GETARAN ADALAH SEBAGAI BERIKUT: Getaran dan kebisingan peledakan (getaran mekanis) di rekam oleh geophone dan microphone, diubah menjadi getaran elektris lalu disimpan di

BLASTMATE III,
SOLUSI PELEDAKAN MENGHINDARI KOMPLAIN MASYARAKAT
ktifitas peledakan di dalam upaya membentuk fragmentasi batuan yang masih terikat pada batuan induknya dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitarnya terutama terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi peledakan. Umumnya dampak negatif peledakan terjadi akibat dari getaran tanah ( ground vibration), suara (noise), getaran udara (air concussion atau air blast), dan batu melayang (flyrock) yang berlebih. Masalah umum yang biasanya timbul dari masyarakat sebagai dampak negatif peledakan adalah terjadinya kerusakan fisik struktur bangunan atau rumah-rumah dan suara yang

II. C A R A P E M A SA N G A N G EO P H O N E & MICROPHONE Agar diperoleh hasil pengukuran getaran & kebisingan yang akurat maka harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut: Pemasangan Geophone Pengukuran yang dilakukan pada batuan masif geophone cukup diletakkan mendatar (level), atau ditutup dengan pemberat (sand bag) agar tidak bergerak akibat getaran Pengukuran pada batuan yang lepas geophone harus dipasang 3 (tiga) buah paku berulir kemudian ditancapkan sampai geophone tidak bergerak, atau ditanam sedalam 50 cm. Arah panah harus menuju titik peledakan

mengejutkan yang mengganggu kenyamanan. Yang pada akhirnya akan muncul keluhan atau komplain masyarakat terhadap perusahaan yang biasanya datang berbondong-bondong. Tak masalah ketika kedatangan mereka disertai niat baik untuk menyampaikan keluhan dan menyelesaikannya dengan pihak perusahaan. Yang dikhawatirkan adalah jika kehadiran mereka disertai sikap yang tidak bersahabat, keras, atau bahkan tidak jarang mengancam kelangsungan bisnis perusahaan. Dalam kondisi yang tidak bersahabat itulah, kadang ada yang mengganggu jalannya kegiatan peledakan dengan menduduki lokasi yang siap

Sangat manusiawi, ketika masyarakat melakukan keluhan, karena mereka merasa memiliki hak untuk hidup nyaman, tenang, dan tidak terganggu oleh peledakan. Dan perusahaanlah yang berkewajiban mengatasi dampak negatif itu. Dengan harapan dapat menjaga konsistensi produksi tanpa terlalu mengganggu ketenangan dari kenyamanan masyarakat sekitarnya. Hal yang mustahil untuk menghilangkan sama sekali dampak peledakan karena yang dihadapi karena dibutuhkan suatu energi yang besar untuk menghancurkan massa batuan. Namun, setidaknya semua dampak negatif peledakan harus bisa dikurangi sesuai ambang batas yang telah ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ketika perusahaan atau operator peledakan berhasil mengatasi akibat-akibat buruk yang disebutkan di atas, niscaya hubungan serasi antara perusahaan dan lingkungan dapat terwujud.

Pemasangan Microphone Microphone yang digunakan harus tipe

06 Info Pusdiklat Minerba

Info Pusdiklat Minerba

07

LIPUTAN KHUSUS

edisi ke I | 2013

Inspektur Tambang Kunjungi Lapangan

Pusdiklat Minerba Akan Cetak Seribu Inspekstur


Tahun 2014, Pusdiklat Minerba, mengemban amanah untuk dapat mencetak 1000 Inspektur. Ini berdasarkan visinya untuk menjadi center of excellence di bidang diklat pertambangan mineral dan batubara,
bisa berperan penting dalam pekerjaan pengawasan dan pekerjaan penambangan. Jabatan fungsional dalam jajaran aparat pemerintahan, baik pusat maupun daerah. Saat ini jumlah inspektur tambang yang ada dibandingkan dengan jumlah IUP (Ijin Usaha Pertambangan) yang diterbitkan sangat tidak sebanding, mencapai 1 : 240. Sementara rasio idealnya adalah 1 : 5 hingga 1 : 8 (Sumber: Ditjen Minerba, 2010). Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Kementerian ESDM melalui Pusdiklat Minerba menggalakkan diklat berkaitan dengan Inspektur Tambang sejak tahun 2002. Antara lain, Diklat Pengawasan Pengusahaan Pertambangan bagi Aparat Dinas Pertambangan dan Praktik Pelaksana Inspeksi Tambang. Sejak tahun 2011 Diklat tersebut diganti dengan Diklat Terstruktur Fungsional Inspektur Tambang Pertama. Diklat Inspektur Tambang ini berdurasi 680 jam pelajaran atau dilaksanakan selama 10 minggu. Dalam durasi dua bulan lebih itu, peserta mendapatkan pelajaran di kelas selama enam minggu dan dilanjutkan dengan praktek berupa kunjungan lapangan ke tiga atau lebih perusahaan tambang. Kunjungan ini untuk melakukan simulasi inspeksi K3 dan lingkungan. Perusahaan tambang yang dikunjungi antara lain, PT Cibaliung Sumber Daya, Banten, PT Antam Tbk UBPE Pongkor, PT Wahana Baratama Mining, dan beberapa perusahaan lainnya. Sebelum melaksanakan praktek inspeksi, sesuai prosedur para peserta harus melalui induksi safety terlebih dahulu, barulah turun langsung ke lapangan untuk memantau pengerjaan penambangan. Di perusahaan-perusahaan tambang tersebut, aspek-aspek yang dipantau sangat beragam, antara lain, penempatan overburden, pelaksanaan reklamasi, penggunaan peralatan K3, bengkel, dan sebagainya. Setelah seluruh aspek diinspeksi, lalu dilakukan presentasi hasil inspeksi oleh wakil peserta diklat. Nantinya saat kembali ke Bandung, hasil inspeksi i n i p u n h a r u s d i p re s e nta s i ka n s e ca ra perseorangan sebagai salah satu bentuk ujian presentasi.

INSPEKTUR TAMBANG,
Pelaksana Teknis Inspeksi Tambang
emanfaatan kekayaan alam berupa mineral dan batubara harus dikelola secara profesional dan transparan. Dengan harapan agar memiliki nilai tambah bagi peningkatan pendapatan nasional guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Untuk mewujudkan pengelolaan mineral dan batubara yang memenuhi prinsip eksternalitas, akuntabilitas, dan efisiensi, perlu dilakukan p e m b i n a a n d a n p e n ga wa s a n te r h a d a p penyelenggaraan pengelolaan usaha pertambangan dan pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan. Penyelenggaraan pengelolaan usaha pertambangan tidak hanya dilakukan pemerintah tapi juga dilakukan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya. Oleh karena itu penyelenggaraan pembinaan dan pengawasan harus dilakukan berdasarkan pedoman dan standar yang baku agar diperoleh kejelasan dan kepastian bagi pelaku usaha, dalam hal ini yang

melakukan kegiatan usaha di bidang mineral dan batubara. Pembinaan dan pengawasan dilakukan selain terhadap kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara, serta pertambangan rakyat, juga dilakukan terhadap pelaksanaan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat sekitar kegiatan usaha pertambangan.

Enam aspek yang menjadi objek pengawasan yang dilakukan inspektur tambang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan: a. Teknis Pertambangan; b. Konservasi sumber daya mineral dan batubara; c. Keselamatan dan kesehatan kerja pertambangan; d. Keselamatan operasi pertambangan; e. Pengelolaan lingkungan hidup, reklamasi, dan pascatambang; f. penguasaan, pengembangan, dan penerapan teknologi pertambangan. untuk melakukan pelaksanaan inspeksi tambang. Inspektur tambang merupakan pejabat fungsional yang berkedudukan sebagai pelaksana teknis dalam melakukan pelaksanaan inspeksi tambang pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Pemerintah Daerah. Tugas pokoknya adalah melakukan inspeksi, pengujian, penelaahan proses dan gejala berbagai aspek tambang, mengembangkan metoda dan teknik inspeksi, melaporkan dan menyebarluaskan hasil inspeksi.

Ini sudah termaktub dalam Undangundang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pe r t a m b a n ga n M i n e ra l d a n B a t u b a ra , menyebutkan bahwa Menteri, Gubernur, dan Bupati/Wali Kota. Tentu, sesuai dengan kewenangannya melakukan pengawasan atas pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan yang dilakukan oleh pemegang IUP, IPR, atau IUPK. Sebagai kepanjangan tangan dari Menteri, Gubernur, dan Bupati/Wali Kota diangkat seorang Inspektur Tambang yaitu Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak

emicunya tak lain karena meningkatnya permintaan izin usaha pertambangan yang sangat tinggi beberapa tahun terakhir ini. Sementara operasi penambangan merupakan suatu kegiatan yang tinggi resiko pada aspek keselamatan dan kesehatan manusia. Misalnya terluka akibat alat berat yang digunakan atau tertimbun batuan seperti yang terjadi di Chili. Juga pada aspek lingkungan. Dengan tingginya resiko tersebut, seharusnya perusahaan tambang memiliki standar operasi tertentu sehingga dapat menjaga pekerjanya dari resiko-resiko tersebut. Selain menetapkan aturan yang ketat, seperti Kepmen PE No. 555.K/26/M.PE/1995 mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan Umum dan Kepmen PE No. 1211/1995 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Perusakan dan Pencemaran Lingkungan Pada Kegiatan Pertambangan, beserta aturan-aturan lainnya, Pemerintah berkewajiban pula untuk membina dan mengawasi pekerjaan penambangan pada sekian banyak perusahaan-perusahaan tersebut. Nah, disinilah peran Inspektur Tambang atau Pelaksana Inspeksi Tambang dibutuhkan. Ia harus

08 Info Pusdiklat Minerba

Info Pusdiklat Minerba

09

LIPUTAN KHUSUS

edisi ke I | 2013

Evaluasi Pasca Diklat 2012,

Kontribusi Efektif Perbaikan Diklat


endidikan dan latihan saja tidak cukup. Yang terpenting adalah implementasi dari hasil pendidikan dan latihan itu. Demikian juga dengan Pusdiklat Minerba, tetap melakukan Evaluasi Pasca Diklat (EPD). Kegiatan evaluasi level tiga dalam sistem pendidikan dan pelatihan pada Pusdiklat Minerba ini dilaksanakan setiap tahun. Dengan harapan bisa menggali informasi tentang manfaat diklat melalui assessment terhadap alumni, atasan langsung dan rekan kerja alumni. Sehingga dengan hasil EPD diharapkan mampu memberikan kontribusi positif terhadap perbaikan substansi dan teknis penyelenggaraan Diklat. Tahun 2012 lalu, diklat ke-inspekturan tambang dipilih menjadi tema EPD dengan menekankan pada enam elemen kompetensi inti, yakni aspek teknis, aspek konservasi, aspek kesehatan dan keselamatan kerja, aspek keselamatan operasi, a s p e k l i n g ku n ga n d a n te ra k h i r, a s p e k implementasi teknologi. Kompetensi dasar dan penunjang seorang Inspektur Tambang sebagai variabel pengukuran dalam penelitian. (Lihat:table) Metode pelaksanaan pengumpulan data EPD dilakukan dengan teknik Focus Group Discussion (FGD) agar dapat dijaring data dan informasi yang maksimal. Locus EPD ditetapkan pada empat daerah yaitu Palembang, Mataram, Banjarmasin dan Balikpapan. Daerah ini dianggap representatif karena jumlah alumni sebagai responden cukup memadai. Disamping itu representatif dilihat dari tingginya aktivitas pertambangan.

Hal-hal yang bisa direkomendasikan untuk meningkatkan kualitas Diklat Inspektur Tambang di masa datang berdasarkan hasil EPD
1 Peningkatan kompetensi Pengawasan Aspek Teknis Pertambangan melalui: Penambahan analisis kasus-kasus aktual dalam penyampaian materi. Optimalisasi praktek inspeksi, melalui koordinasi yang matang dengan pihak perusahaan dan pembimbing praktik lapangan. Penyesuaian materi Diklat dengan pengetahuan dan teknologi terkini. Pendalaman materi dan penambahan alokasi waktu untuk materi Pengawasan Konservasi Sumber Daya Mineral dan Batubara. Selain itu, partisipasi alumni Diklat CAIT/PIT dalam Diklat Pengawasan Konservasi Sumberdaya Mineral dan Batubara yang sebelumnya t i d a k d i a j a r ka n p a d a D i k l a t p a t u t u n t u k dipertimbangkan. Peningkatan kompetensi materi Pengawasan Aspek Pengawasan Penirisan Tambang, melalui: Pendalaman materi dimensi dan kapasitas kolam pengendap. Penambahan contoh praktek/kasus aktual yang mendorong peserta Diklat untuk berpartisipasi aktif dalam pemecahan kasus. Penguasaan Bahasa Inggris dinilai penting bagi inspektur tambang, upaya peningkatan kompetensi dapat dilakukan melalui peningkatan jumlah jam pelajaran minimal 2 JP per sesi, sehingga dapat memfokuskan pada interaksi aktif bahasa Inggris. Selain itu penekanan topik yang disampaikan diarahkan kepada pengenalan kosakata pertambangan, pengucapan bahasa Inggris yang baik dan benar, dan teknik komunikasi presentasi. Membuka kesempatan kepada alumni untuk menyegarkan kembali materi dan memperoleh materi yang tidak pernah diperoleh pada Diklat CAIT/PIT sebelumnya, melalui penyertaan diklat, terutama diklat yang berhubungan dengan kelima aspek di bawah ini: Pengawasan Teknis Pertambangan, Pengawasan Konservasi Sumberdaya Mineral dan Batubara, Etika Inspektur Tambang Pengawasan sistem keadaan darurat Analisis mengenai dampak lingkungan Penambahan porsi studi kasus yang dipandu oleh

Sambutan responden pada acara FGD pertama yang diselenggarakan tanggal 12-13 Juli 2012 di hotel Grand Zuri Palembang ini cukup antusias. Responden didominasi para inspektur tambang muda yang belum banyak memiliki pengalaman. Selain itu beberapa inspektur tambang senior yang hadir baik selaku atasan langsung maupun sebagai alumnus. FGD selanjutnya di Nusa Tenggara Barat diselenggarakan pada 6-7 September 2012 di hotel Jayakarta Senggigi, Inspektur Tambang senior yang hadir dalam acara ini membuat suasana sesi focus group discussion (FGD) dan wawancara pun berjalan dinamis. FGD ketiga dan keempat diselenggarakan di Hotel Aria Barito Banjarmasin 13-14 September 2012 dan Hotel Grand Jatra Balikpapan dan 20-21 September 2012. Animo positif dan antusiasme para responden membuat suasana FGD dan wawancara pada kedua tempat ini berjalan sangat dinamis. Ini karena ditunjang pengalaman yang cukup memadai dari inspektur tambang yang menjadi responden. Tingginya pengalaman responden baik di Kalimantan Selatan maupun Kalimantan Timur disebabkan jumlah Izin Usaha Pertambangan (IUP) secara signifikan lebih banyak

daripada tempat lain. Metoda convenience sampling digunakan untuk menjaring data, dengan menggunakan dua jenis kuesioner yaitu kuesioner tertutup untuk memperoleh respon alumni dan atasan, serta kuesioner terbuka untuk menggali data dengan lebih rinci. Secara keseluruhan jumlah data yang dapat dianalisis berasal dari 84 alumni dan 42 atasan langsung. Teknik analisis yang digunakan adalah rata-rata, uji beda, dan analisis data kualitatif. Visualisasi hasil analisis data ditunjukkan dalam bentuk diagram batang dan grafik (lihat: grafik) Untuk analisis rata-rata, cut-off rate rata-rata digunakan sebagai dasar keputusan, apakah suatu

kompetensi atau manfaat termasuk kategori tinggi atau rendah. Analisis tersebut juga membedakan faktor eksternal dan faktor internal yang berpotensi memiliki dampak penting terhadap kompetensi, kinerja, atau karir alumni. Faktor eksternal merupakan faktor-faktor yang berada diluar kendali penyelenggara Diklat, misalnya kebijakan Pemerintah Daerah. Sementara faktor internal adalah faktor yang berada pada kendali penyelenggara Diklat, misalnya, materi Diklat.

Inspektur Tambang berpengalaman. Analisis kasus adalah penting untuk memandu peserta ke dalam praktek nyata dan mempertajam analisis di lapangan. 7 Saat ini Pusdiklat Minerba baru dapat menyajikan kurikulum generik yang bersifat umum. Namun demikian, dalam penyelenggaraan di masa depan, kiranya dapat mempertimbangkan adanya perbedaan karakteristik daerah dalam penyajian materi Diklat sehingga kebutuhan daerah dapat dipenuhi. 8 Analisis kualitatif menunjukkan Diklat Inspektur Tambang memberikan kontribusi yang kurang signifikan terhadap kompetensi alumni dibandingkan dengan pengalaman dan kesempatan dalam melakukan inspeksi. Melihat faktor pengalaman lebih dominan daripada pembekalan materi dalam pembentukan kompetensi maka salah satu rekomendasi yang dapat diajukan adalah bentuk diklat dibuat menjadi kombinasi pembekalan materi per kompetensi dan magang atau pelaksanaan inspeksi nyata yang dibuat secara iteratif. Skenario ini dibuat untuk menanggulangi banyaknya keluhan peserta mengenai materi yang terlalu padat sehingga tidak dapat diserap secara maksimal dan juga dapat mengakomodasi opsi spesialisasi inspektur tambang. Skenario ini juga diharapkan dapat menurunkan biaya penyelengaraan diklat. 9 Beberapa pandangan alumni menunjukkan pentingnya regenerasi tenaga pengajar dan penguji, regenerasi ini merujuk pada kebutuhan pengajar dan penguji yang segar dan berpengalaman di lapangan. Saat ini telah dilaksanakan Training of Trainer (TOT) Inspektur tambang yang hasilnya diharapkan dapat segera dimanfaatkan. Alumni diklat CAIT/PIT dan diklat IT di lokus Kalimantan Timur menunjukkan potensi yang tinggi untuk menjawab kendala tersebut di atas. Ini terlihat dari hasil penelitian yang menyatakan persepsi kompetensi yang paling tinggi melewati batas kompeten bila dibandingkan dengan tempat yang lain, selain itu, hasil wawancara menunjukkan bahwa Inspektur Tambang dari Kalimantan Timur sarat pengalaman dengan banyaknya IUP yang mereka tangani. 10 Perlu pembuatan buku saku untuk pedoman dalam melaksanakan inspeksi yang didalamnya memuat check list hal-hal yang perlu diperiksa saat inspeksi, termasuk informasi acuan perundangan/tindakan yang harus diambil ketika ada ketidaksesuaian. 11 Segera dilakukan pembentukan komunitas berbasis internet untuk mendiskusikan perkembangan isu maupun teknologi, berbagi pengalaman, dan kemungkinan memperluas jejaring antar alumni.

10 Info Pusdiklat Minerba

Info Pusdiklat Minerba

11

LIPUTAN KHUSUS

edisi perdana 2013

FORUM

edisi ke I | 2013

Tanya Jawab mengenai informasi seputar Pusdiklat Minerba yang dikelola oleh tim redaksi Pusdiklat Minerba
Balikpapan Fair 2013
Sebelumnya saya mengucapkan selamat atas terbitnya Majalah Info Pusdiklat Minerba perdana, semoga bisa menjadi inspirasi bagi para pekerja tambang di Indonesia. Sejak awal saya sudah sangat berminat menjadi peserta Pelatihan Pusdiklat Minerba. Lewat majalah ini saya ingin menanyakan pelatihan apa saja yang disediakan Pusdiklat Minerba? Bagaimana caranya untuk ikut pada pelatihan yang diselenggarakan Pusdiklat Minerba? Terima kasih sebelumnya. (Sulawesi) Pada dasarnya di Pusdiklat Mineral dan Batubara diselenggarakan tiga jenis diklat, yaitu diklat jabatan, diklat teknis, serta diklat untuk masyarakat. Masing-masing jenis diklat tersebut mempunyai peruntukkannya tersendiri. Untuk diklat jabatan, pesertanya adalah kalangan internal Kementrian ESDM, pesertanya dipilih melalui Biro Kepegawaian ESDM sesuai kebutuhan Kementerian kami. Peserta Diklat Teknis adalah pegawai negeri sipil yang membutuhkan peningkatan kompetensi di bidang mineral dan batubara. Untuk mengikutinya setiap tahun kami mengirimkan undangan diklat ke masingmasing instansi di seluruh Indonesia. Silahkan hubungi Bagian Kepegawaian di Instansi Bapak/Ibu untuk menindak lanjuti surat undangan kami. Atau hubungi nomor kontak kami jika undangan tersebut belum terkirim. Selain diklat jabatan dan teknis, kami juga mengadakan diklat untuk masyarakat. Untuk jenis diklat ini, peserta dikenakan biaya. Silahkan hubungi nomor kontak kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang diklat ini. Selamat atas terbitnya Majalah INFO WARTA edisi perdana. Sebagai calon peserta di Pusdiklat Mineral dan Batubara, saya ingin mengetahui Peningkatan karier seperti apa yang bisa didapatkan setelah mengikuti Diklat di Pusdiklat Mineral dan Batubara? (Papua) Keikutsertaan Bapak/Ibu dalam kegiatan Diklat membuka berbagai kesempatan peningkatan karier dengan mengisi kompetensi Bapak/Ibu sesuai dengan yang diperlukan di tempat kerja Bapak/Ibu sehingga mendukung kelancaran tugas sehari-hari. Selain itu, beberapa jabatan seperti Jabatan Pimpinan Eselon IV dan III, atau jabatan fungsional seperti Inspektur Tambang memerlukan sertifikat kelulusan Diklat prasyarat sebagai syarat pengangkatan di jabatan fungsional tersebut.

Stand Badan Diklat ESDM

Dikunjungi Ratusan Pengunjung


Balikpapan Dalam rangka memeriahkan HUT Kota Balikpapan yang ke-116, Pemkot Balikpapan menggelar Balikpapan Fair yang diselenggarakan di Balikpapan Sport and Convention Centre (BSCC) selama lima hari, dari 27 Februari hingga 3 Maret 2013.
12 Info Pusdiklat Minerba
ameran dibuka secara resmi oleh Walikota Balikpapan HM Rizal Effendi SE, Rabu (27/2) lalu di halaman gedung BSCC. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Ketua Dekranasda Kota Balikpapan Hj Arita Rizal Effendi sebagai simbol peresmian acara yang merupakan salah satu sarana bagi usaha mikro kecil dan menengah di Balikpapan untuk mempromosikan produknya. Peserta pameran yang diikuti oleh sejumlah instansi pemerintahan, perbankan, dan dunia usaha ini memenuhi 70 stand indoor, 21 stand outdoor, dan 12 stand kuliner. Mereka antara lain berasal dari luar daerah seperti Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, Kabupaten Wajo, Cilegon, Kutai Kartanegara, dan Kota Bontang. Tak ingin ketinggalan, Badan Diklat ESDM dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pun ikut ambil bagian dalam ajang pameran kali

ini. Badan Diklat ESDM menawarkan pendidikan dan pelatihan dengan cara memberikan informasi melalui video profile, banner, leaflet, booklet, bulletin, dan majalah Stand Badan Diklat ESDM sampai dengan akhir pameran dikunjungi 180 pengunjung termasuk Wali Kota Balikpapan. Mereka pada umumnya datang dari berbagai perusahaan swasta pertambangan (60%), instansi (18%), mahasiswa, dan ibu rumah tangga (22%) yang ingin mengetahui mengenai pelatihan tersebut.Sejumlah pengunjung cukup terkesan dengan Stand Badan Diklat ESDM. Mereka berharap bisa mendapat pelatihan dari Badan Diklat ESDM. Juru Penerangan dari ESDM dengan sigap dan sabar memberi penjelasan kepada setiap pengunjung.

Kirimkan pertanyaan anda seputar Pusdiklat Mineral dan Batubara ke alamat redaksi : Pusdiklat Mineral dan Batubara Jl. Jendral Sudirman No 623Bandung, Indonesia atau email : info@pusdiklat-minerba.esdm.go.id
Info Pusdiklat Minerba

13

TOKOH
ean Santang, menyelesaikan pendidikan AGP tahun 1975. Pria kelahiran 8 Oktober 1949 silam ini langsung masuk di salah satu perusahaan tambang nikel milik kanada di Sorowako. Ketika itu ia menjabat sebagai pengawas tambang terbuka. Disanalah Widyaiswara Luar Biasa ini mengaku mulai belajar menggunakan bahan peledak karena di perusahaan itu kebetulan ada kegiatan mining yang menggunakan bahan peledak. Pria yang memiliki hobi musik terutama memainkan keyboard ini banyak belajar dari Dr. Martahan Silitonga, yang menjadi tokoh idolanya saat ini. Untuk pekerjaan yang beresiko ini pun ia mendapat dukungan penuh dari keluarganya. Bagaimana kiatnya sebagai pengajar juru ledak? Dan apa motivasinya hingga dimasa pensiunnya ia tetap masih semangat mengembangkan diklat juru ledak untuk kebutuhan pertambangan. Berikut wawancara Info Warta dengan Kean Santang saat berkunjung ke Kantor Pusdiklat Minerba. Bisa Bapak ceritakan, bagaimana awalnya hingga menjadi jawara peledakan seperti sekarang? Lima tahun di Sorowako, sekitar tahun 1980an, saya masuk di PPTM tahun 1981 lalu ke pendidikan bidang diklat. Bekerjasama dengan Direktorat Teknik mengadakan kursus juru ledak. Disanalah saya belajar mengenai safety tambang dan operasi alat-alat berat. Saya tertarik dengan dunia peledakan sejak di Sorowako, menggunakan bahan peledak industri dengan metode pembakaran dan listrik. Kesini ikut mengembangkan diklat juru ledak. Sebagai Jawara Peledakan apa saja kesan menarik Bapak selama menjadi pengajar juru ledak? Saya bisa mempunyai banyak teman-teman. Lalu saya bisa menciptakan tiga aspek yang harus dicapai untuk mencapai keberhasilan peledakan. Pertama, production (kuning), lalu safety (merah), dan yang terakhir environment (green). Mengapa production kuning, karena alat-alat berat di tambang kebanyakan kuning. Kalo safety itu pasti merah, dan green itu environment. Tiga aspek ini yang tidak boleh dipisah-pisahkan dalam peledakan. Saya senang meyakinkan keberhasilan dalam peledakan itu kepada peserta diklat. Dan itu saya selalu tekankan kepada juru ledak manapun di tambang dalam ataupun tambang terbuka, sampai sekarang. Sebagai pengajar yang sudah berpengalaman, hambatan apa saja yang Bapak lalui selama menjadi pengajar? Pendidikan, culture, dan bahasa. Rata-rata peserta kursus itu tidak

edisi ke I | 2013

ada yang pasti. Rumus-rumus ada pendekatan. Di berbagai daerah berbedabeda, tergantung kondisinya. Kompetensi seperti apa yang harus dimiliki untuk menjadi juru ledak? Harus memiliki pengetahuan mengenai bahan peledak. Skill dan keterampilan dilapangan seperti apa attitude menangani handak (bahan peledak, red) itu. Selain pengetahuan, terampil, tingkah laku juga harus benar dalam menangani handak. Jadi bicara kompetensi sama dengan knowledge, skill, dan attitude. Menurut Bapak metode pengajaran yang ada di Pusdiklat Minerba, dengan yang lama ada semacam progress. Dari tahun 1985 sampai sekarang. Mungkin ada saran dan masukan Bapak? Ada progress. Dulu safety oriented berkembang ke masalah lingkungan dan masalah kombinasi antara operasi alat berat dan bahan peledak. Maka mau tidak mau dimasukkan juga, si juru ledak harus sudah tahu bukan hanya bunyi saja tapi harus betul-betul bagaimana si alat berat tidak sulit mengoperasikan muatan. Kalo dilihat dari kurikulum, sarana prasarana, dan target peserta. Menurut Bapak bagaimana diklat juru ledak, termasuk diklat unggulan, yang nantinya akan menjadi COE (Center Of Excellence), Apakah ada kekurangan atau sudah cukup, mengingat diklat juru ledak ini adalah salah satu diklat unggulan? Untuk sementara dengan kurikulum sekarang ini sudah bisa, karena dasarnya sudah diberikan. Tinggal ditambahin sedikit saja, seperti teknologi baru, sedikit di tambah-tambah pengalaman sambil jalan. Kurikulum sudah bagus, sudah mengalami penyempurnaan. Adakah tantangan yang Bapak hadapi selama mengajar diklat? Harus terus belajar, karena teknologi up to date terus. Dari mulai bahan peledak hingga perlengkapannya. Apa prinsip dan filosofi yang Bapak pegang sebagai jawara ledak? Saya harus selamat sampai pensiun. Karena resikonya tinggi. Orang selamat dari peledakan itu berarti orang sukses. Terakhir, adakah pesan Bapak untuk para Juru Ledak di Indonesia? Gunakan bahan peledak untuk tujuan positif, tidak dicoba-coba sendiri. Ada penanggung jawabnya. Saya menyarankan jika ingin betul-betul serius mengetahui mengenai bahan peledak, jangan karena terpaksa.

sama background nya. Dari segi pendidikan ada bahasa yang tidak mereka mengerti, termasuk ada istilah yang tidak bisa diterjemahkan. Kadang sulit sekali, terutama terlihat pada saat ujian. Jadi menurut saya knowledge itu bukan hanya skill. Adakah pengalaman paling menarik selama mengajar di sebuah tempat? Wah, lumayan banyak, yang paling menariknya pada saat sharing pengetahuan metode-metode, sharing pengalaman lapangan. Sehingga saya tahu Wahana Freeport yang sering menggunakan elektronik. Saya juga bisa keliling di sejumlah perusahaan tambang besar. Apa suka duka Bapak selama bergelut dengan peledakan? Saya pikir bahan peledak itu sama semua, ternyata tidak. Ada bahan peledak untuk industri dan juga untuk militer. Tapi intinya sama merusak. Kegunaannya juga lain, militer lain, industri lain, fungsinya pun lain. Kalo industri itu pemikirannya tiga aspek yang tadi saya sebutkan. Jadi ada seninya peledakan itu tidak merusak lingkungan, tidak menimbulkan kecelakaan, dan berhasil dari segi fragmentasi yang dihasilkan dari peledakan, yakni ukurannya artinya tidak hanya meledak. Belum tentu, safety dan environmentnya berhasil tapi ukurannya, karena ada perhitungan kombinasi antara bahan peledak dan alat-alat berat. Maka dari itu seninya disini, bagaimana cara mengutak-atik supaya berhasil. Karena bahan peledak tidak

Kean Santang,
Sang Jawara Peledakan
14 Info Pusdiklat Minerba

Info Pusdiklat Minerba

15

JEJARING KERJASAMA
sebagai generasi baru dari proses untuk produksi listrik dan bahan bakar dari batubara. Kegiatan ini sebagai upaya permulaan CCT yang sedang dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi energy, mengurangi dampak lingkungan dari penggunaan batubara. Selain itu juga mampu meningkatkan cara dimana batubara dapat dikonversi menjadi bentuk energy yang berguna. CCT mengurangi emisi udara, limbah produk dan polutan lain yang lebiih tua dibandingkan dengan batubara berbasis sistem, dan meningkatkan jumlah energy yang diperoleh dari setiap ton batubara yang digunakan. Di akhir workshop peserta diharapkan bisa menerima pengetahuan dasar yang memadai berkaitan dengan

edisi ke I | 2013

Badiklat ESDM Tandatangani MoU dengan Unisba

Efisiensi Energi dan Mengurangi Dampak Lingkungan Lewat CCT


omitmen pemerintah Indonesia untuk merespon proposal Thailand yang disajikan pada AFOC di Myanmar tahun 2011 lalu, langsung direspon dengan melaksanakan Workshop On Clean Coal Technology di Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, 5 Oktober 2012 lalu. Acara ini sebagai titik awal Clean Coal Technology (CCT)

membersihkan teknologi batubara untuk personil kunci dari Negara-negara anggota AFOC. Tentu dengan penekanan utama pada aplikasi praktis dan sukses dalam situasi kehidupan nyata dan memahami hubungan antara kebijakan, hukum dan peraturan dan intensitas pelaksanaannya untuk meningkatkan efisiensi dan sistem penggunaan batubara pengelolaan bersih secara berkelanjutan. Lewat workshop ini pula peserta dapat mengetahui pentingnya efisiensi energi dan teknologi bersih di batubara pembangkit listrik dan memeriksa ruang lingkup untuk perbaikan masa depan dengan fokus pada situasi di kawasan ASEAN.

andung Badan Diklat ESDM melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Islam Bandung (Unisba) di Aula Universitas Islam Bandung, Selasa (12/3) lalu. Mou ini ditandatangani langsung oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral M Teguh Pamuji SH MH dan Rektor Universitas Islam Bandung Prof Dr M Thaufiq S Boesoirie dr MS Sp THT-KL. Turut hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Badan Diklat ESDM, Kepala Pusdiklat Minerba, Kepala Pusdiklat Energi Terbaru dan Terbarukan, Kepala Balai Diklat Tambang Bawah Tanah, Dekan Fakultas Teknik, Ketua Program Studi serta sejumlah dosen Unisba. Penandatanganan nota kesepahaman ini sebagai tindak lanjut dari hasil pembicaraan antara Ketua Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Unisba dengan Staf Badan Pendidikan dan

Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral (Badiklat ESDM), Kementerian ESDM RI. Usai melakukan penandatanganan, Kepala Badan Diklat ESDM memberikan Kuliah Umum bagi mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan mengenai Pokok-pokok Kebijakan Energi dan Sumber Daya Mineral yang disampaikan pada Studium General.

Workshop The Evaluation of Activities, The Training Project on Coal Mining Technology for Indonesian Green Environment

Ajang Sharing Dunia Pertambangan dengan Jepang


araknya pertambangan yang direhabilitasi secara buruk yang memberikan masalah peninggalan yang sulit bagi masyarakat, pemerintah, dan perusahaan, sehingga pada akhirnya merusak reputasi industri pertambangan secara keseluruhan. Pemerintah Indonesia, seperti yang disajjikan pada pertemuan ASEAN Senior Officials Meeting on Minerals (ASOMM) yang ke-11 di Hanoi, 6 Desember 2011 lalu, berkomitmen menindaklanjuti masalah tersebut. Bertempat di ASTON Primera Pasteur, Bandung, Jawa Barat, 14 hingga 17 Desember 2012 lalu, dilaksanakan Workshop on Mine Rehabilitation and Sustainable Development. Sejumlah kasus dengan perencanaan yang buruk akan selalu meningkatkan biaya rehabilitasi dan penutupan

Bentuk Komitmen Pemerintah Terhadap Dunia Pertambangan

tambang, dan mengurangi keuntungan keseluruhan. Melalui pelatihan ini kasus-kasus seperti itu tidak akan terjadi. Karena salah satu tujuan kegiatan ini adalah untuk memfasilitasi pertukaran informasi dan pengalaman antara Negara-negara anggota ASEAN mengenai isu yang relevan saat ini dalam rehabilitasi tambang, sebagai sumber masukan untuk perumusan kebijakan yang lebih baik. Selain itu, untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman peserta tentang pentingnya kegiatan pertambangan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, serta memfasilitasi pertukaran pengetahuan tentang pengelolaan sistem rehabilitasi tambang dan pengetahuan pada aplikasi pembangunan berkelanjutan dalam aspek lingkungan, sosial dan bisnis.

Indonesia dan Jepang kembali melakukan kerja sama untuk menjalin hubungan dan sharing informasi tentang dunia pertambangan. Kali ini, kerjasama itu dikemas dalam bentuk Workshop The Evaluation of Activities, The Training Project on Coal Mining Technology for Indonesian Green Environment, yang

berlangsung 26 Februari lalu. Perwakilan Jepang dihadiri oleh Mr Makoto Tsuji perwakilan dari JOGMEC, dan Mr Kazuo Hiromoto General Manager Overseas Dispatch Training Department MMR, serta Mr. Shigeru Morita, Director Coal Miner Technology Transfer Group, JCOAL. Sementara dari Indonesia dihadiri perwakilan dari Dinas Pertambangan Propinsi dan Kabupaten di wilayah Kalimantan Timur, dan para Alumni diklat program TPOC. Dalam sambutan pembukaan yang disampaikan oleh Ir Toto Ridwan ST, Kepala Pusdiklat Mineral dan Batubara, ia menyampaikan mengenai hal pokok yang berkaitan dengan kerja sama pengembangan sumber daya manusia khususnya di bidang pertambangan batubara antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang.

Proyek ini merupakan kegiatan kerjasama dengan NEDO, yang sudah berlangsung sejak tahun 2002 2007 lalu. Awalnya perpanjangan kerjasama ini sampai dengan tahun 2011 dan sudah memasuki amendment ke-3. Lalu dilanjutkan dengan MoU yang baru di tahun 2012 hasil kerjasama dengan JOGMEC. Skema kerjasama lebih focus kepada pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan di Indonesia. Melalui program alih teknologi dan manajemen tambang batubara yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kerja Indonesia pada tambang batubara bawah tanah. Lewat workshop ini diharapkan menjadi bagian dari implementasi The Training Project on Coal Mining Technology. Tujuannya, Sebagai Wadah atau Forum untuk mengevaluasi manfaat kerjasama, dan Sebagai Forum untuk memperoleh masukan untuk kerjasama lebih lanjut. Selain itu , bisa menjadi ajang sharing informasi technology yang dimiliki pihak Jepang. agar dapat meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan dan pelatihan serta mendapatkan formula kerjasama di masa datang.

16 Info Pusdiklat Minerba

Info Pusdiklat Minerba

17

SARANA & PRASARANA


tidak diizinkan untuk dipinjamkan, hanya difotokopi saja, ujar salah seorang pegawai perpustakaan, saat majalah Info Pusdilkat Minerba bertandang ke tempat itu. Pemustaka yang diperbolehkan meminjam koleksi lanjutnya, hanyalah anggota perpustakaan, yaitu peserta diklat, dan tentu saja pegawai di Pusdiklat Minerba. Meski dibuka hanya hari kerja saja,namun kita bisa dengan mudah menemukan buku yg kita inginkan dengan system pencarian informasi yang menggunakan web perpustakaan. Beberapa pemustaka datang dari luar kota, sesekali dikunjungi pemustaka dari luar negeri. Sebagian besar di antara mereka, adalah orang-orang yang sedang melakukan penelitian. Ketika koleksi yang mereka butuhkan tidak tersedia, koleksinya, pustakawan sedapat mungkin membantu hingga mereka dapat memecahkan masalah penelitiannya. Misalnya mengarahkan untuk menemui ahlinya di instansi lain seperti di Puslitbang tekMIRA, Dirjen Minerba (Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara) dan lain-lain. Meski perpustakaan jarang dikunjungi, akan tetapi pemustaka sangat terbantu oleh jasa pustakawan. Tanpa CCTV, Butuh Kejujuran Pemustaka Demi memenuhi kebutuhan informasi seluruh pemustaka, terutama pegawai di Pusdiklat Minerba dan peserta diklat. Pustakawan diharapkan harus responsif terhadap kebutuhan pemustaka. Ini sebagai imbas dari perkembangan ilmu pengetahuan sangat pesat, sehingga informasi yang dibutuhkan bervariatif. Fasilitas teknologi informasi yang memadai,mungkin bisa mendukung kemajuan . Maka, seluruh data koleksi (bukan seluruh isi koleksi karena menghindari penjiplakan/plagiator) di tempat ini mudah dicari melalui internet, jadi tidak harus datang ke perpustakaan. Tak bisa dipungkiri tujuan pemustaka datang ke

edisi ke I | 2013

Perpustakaan Pusdiklat Minerba

Santai Sembari Menikmati Koleksi Khusus


ika anda memasuki gedung Pusdiklat Minerba(Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mineral dan Batubara), tak lengkap rasanya jika tidak mampir ke perpustakaan. Di tempat ini, terpajang dengan rapi seluruh koleksi perpustakaan. Perpustakaan Pusdiklat Minerba tidak hanya ditujukan untuk peserta diklat, tetapi juga dibuka untuk umum. Mulai dari pelajar, mahasiswa, pegawai negeri sipil (PNS), karyawan perusahaan tambang, hingga masyarakat umum. Ruangan Yang Kini Lebih Nyaman Awalnya, sebelum direnovasi ruangan ini nampak kusam dan gelap karena rak terlalu tinggi. Bahkan rak itu nyaris menempel pada plafon.Namun saat ini, setelah direnovasi tahun 2006 lalu, seluruh rak dipotong dari 240 cm menjadi 170 cm ukurannya sudah Nampak ideal dengan ruangan. Rak buku terdiri dari empat baris, sehingga ruangan tampak lebih terang dan luas. Ketika memasuki ruangan, kita akan melihat rak-rak buku

yang tertata rapi. Di samping kiri terdapat ruang majalah dan jurnal. Kemudian di sebelah kanan tampak ruangan laporan penelitian, ruang kerja pustakawan, dan rak laporan diklat. Lalu memasuki ruangan lain, kita akan dihadapkan dengan ruangan kerja khusus untuk input data dan pengadaan bahan pustaka. Terdapat pula ruangan koordinator pustakawan. Dan di samping ruangan koordinator itu, tampak ruang kerja pustakawan untuk input data dan pengelolaan Jurnal TMB. Ruang santai untuk menonton televisi dan meja besar yang biasa digunakan untuk rapat dan pengolahan bahan pustaka, disediakan di bagian depan. Memiliki Koleksi Khusus Perpustakaan Pusdiklat Minerba merupakan memiliki koleksi khusus. Pemustaka (Pengunjung) banyak yang tertarik datang ke perpustakaan karena sebagian besar koleksi tidak diperoleh di perpustakaan lain. Bahkan di toko buku mana pun

di Indonesia. Sebagian besar koleksi didominasi ilmu pertambangan, geologi, metalurgi, mineral, batubara, dan hasil kegiatan diklat. Secara umum seluruh koleksi terdiri dari berbagai macam disiplin ilmu, Jenis koleksinya pun bervariasi, mulai dari buku teks, majalah ilmiah, artikel ilmiah, laporan penelitian, laporan diklat, peta, standard, koleksi referensi, prosiding, hingga peraturan pemerintah yang berkaitan dengan bidang ESDM (energi dan sumber daya mineral). Pemustaka tidak akan menemukan buku fiksi semacam novel, k a r e n a b e r t e n t a n ga n d e n ga n k r i t e r i a perpustakaan khusus. Untuk jenis majalah, saat ini perpustakaan berlangganan dengan Majalah Tambang, Petrominer, Petro Energi, Indonesian Mining World, serta Tempo. Sementara untuk surat kabar, yang dilanggan terdiri dari Koran Tempo, Pikiran Rakyat, dan Kompas. Perpustakaan Puslitbang tekMIRA (Pusat

Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara) dipindahkan ke Pusdiklat TMB bulan Oktober 2005. Pembelian buku dilakukan dengan anggaran terbatas, sehingga sedikit sekali membeli koleksi buku teks impor. Buku teks terutama yang memuat teori baru sangat dibutuhkan oleh mahasiswa, widyaiswara, peneliti, atau karyawan perusahaan yang melakukan penelitian. Perpustakaan saat ini pun belum dapat berlangganan majalah dari luar negeri, baik secara tercetak atau elektronik melalui internet (e-journal). Sistem pelayanan di perpustakaan ini merupakan gabungan antara sistem terbuka dan tertutup. Sistem ini berarti pemustaka dapat leluasa mencari informasi yang dibutuhkan. Semua koleksi dapat dibaca secara gratis. Namun koleksi

perpustakaan selain mencari informasi juga untuk relaksasi dan refreshing. Pemustaka menginginkan duduk dan membaca dengan tenang disela-sela kesibukan dan kepenatan bekerja. Perpustakaan layaknya seperti sebuah butik di pusat pertokoan mewah dan nyaman agar pemustaka datang lagi di kemudian hari. Dan itu bisa ditemukan di perpustakaan yang dijaga tiga orang ini. Hanya saja menurut pegawai perpustakaan masih banyak yang perlu dibenahi dalam perpustakaan. Misalnya dibutuhkan kejujuran bagi setiap pemustaka, karena tempat ini tidak menggunakan CCTV. Untuk saat ini, Kami belum menyediakan CCTV untuk mengontrol setiap pemustaka, kami berharap dalam waktu dekat CCTV itu bisa diadakan untuk memudahkan untuk mengontrol setiap pemustaka, apalagi jumlah karyawan kami yang hanya terdiri dari tiga orang saja, ujar salah seorang pegawai. Kedepannya, lanjut pegawai tersebut, mereka berharap mendapat perhatian khusus untuk menyediakan ruang untuk diskusi dan belajar bagi peserta diklat, masing-masing meja dilengkapi dengan komputer, printer, dan internet. Sehingga, bagi pemustaka yang melakukan penelitian disediakan ruang internet. pemustaka pun dapat mengakses website untuk jurnal elektronik secara gratis di perpustakaan Harapan lainnya, perpustakaan nantinya akan melakukan kerjasama dengan perpustakaan lain. Misalnya dengan Perpustakaan Nasional, Perpustakaan perguruan tinggi, dan lembaga asosiasi perpustakaan seperti IPI. Dengan harapan perpustakaan memperoleh kesempatan untuk mengikuti diklat atau pertemuan ilmiah di luar negeri dan mendorong banyaknya pengunjung datang untuk memperoleh infromasi.

18 Info Pusdiklat Minerba

Info Pusdiklat Minerba

19

SARANA & PRASARANA

SUDUT
pengembangan kampus lapangan yang meliputi rencana anggaran biaya pengembangan kampus lapangan, tata letak gedung, bangunan, fasilitas lainnya serta peralatan yang dibutuhkan.

edisi ke I | 2013

Rencana Kampus Lapangan Pusdiklat Mineral dan Batubara

Meningkatkan Kualitas Kediklatan Lewat Kampus Lapangan


da kampus, ada lapangan praktek mandiri, bukanlah hal yang mustahil, meski membutuhkan lahan khusus. Dan jika tidak ada aral melintang rencananya tahun 2018 nanti, terobosan baru itu sudah bisa terwujud. Pusdiklat Mineral dan Batubara sebagai salah satu lembaga kediklatan pemerintah di bidang pertambangan mineral dan batubara yang berencana membuat terobosan itu. Rencana ini untuk meningkatkan kualitas pengembangan kediklatan khususnya pada lahan Kampus Lapangan yang sudah dimiliki sejak tahun 2011. Dengan adanya perencanaan Kampus Lapangan itu, Pusdiklat Mineral dan Batubara melakukan kegiatan penyusunan studi kelayakan dan lingkungan pada kampus lapangan itu. Dengan demikian kegiatan pelatihan pada kampus lapangan itu nantinya dapat menjadi contoh yang baik bagi pelaku usaha pertambangan. Studi kelayakan tambang merupakan suatu kajian untuk mengetahui dan menentukan kelayakan dari suatu cadangan bahan galian. Studi ini meliputi metoda penambangan, peralatan yang akan digunakan serta pengelolaan lingkungan yang akan dilakukan. Sementara kegiatan penyusunan laporan studi kelayakan dan lingkungan untuk kampus lapangan Pusdiklat Mineral dan Batubara yang meliputi Kajian Geologi Tambang. Hal ini bertujuan mengevaluasi dan mengkaji semua data geologi dan eksplorasi yang tersedia. Kajian Geoteknik yang bertujuan untuk menentukan geometri lereng yang mantap untuk digunakan dalam perancangan tambang terbuka. Kajian Kualitas, Pengolahan dan Pemanfaatan Batu Gamping untuk menentukan penyebaran kualitas batu gamping, cara penanganan dan pengolahan yang sesuai, serta

kajian kemungkinan pemanfaatannya. Kajian Hidrologi dan Hidrogeologi untuk mengidentifikasi lapisan akuifer di daerah penyelidikan, karakteristik serta pengaruhnya pada kegiatan penambangan berdasarkan data yang tersedia, Perancangan Tambang Terbuka untuk menghasilkan rancangan tambang terbuka sebagai panduan dalam operasional penambangan di daerah penyelidikan. Ka j i a n Tra n s p o r ta s i u n t u k m e n g e va l u a s i kemungkinan cara dan jalur pengangkutan batugamping dari ROM stockpile di tambang ke lokasi pengolahan, Kajian Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja untuk memberikan panduan dalam penanganan masalah lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, Terakhir, kajian Investasi untuk menilai kebutuhan investasi terutama investasi peralatan dan sarana yang diperlukan untuk penambangan batu gamping berdasarkan pola kerja yang telah ditentukan. Pelaksanaan kegiatan penyusunan laporan studi kelayakan dan lingkungan untuk kampus lapangan Pusdiklat Mineral dan Batubara, akan melalui tahapan antara lain, Tahap Perencanaan, yang merencanakan program/tahapan pekerjaan yang akan dilakukan dan studi pustaka. Tahap Survey dan Pengamatan Lapangan adalah melakukan kegiatan lapangan, survey dan pencarian data lapangan yang berkaitan dengan kajian yang d i l a k u k a n , Ta h a p A n a l i s i s D a t a a d a l a h memproses/menganalisis data yang diperoleh, dan Tahap Pelaporan. Setelah studi kelayakan disusun, selanjutnya melakukan kegiatan penyusunan Masterplan Kampus Lapangan diharapkan dapat menjadi pedoman pengembangannya. Masterplan Kampus Lapangan Pusdiklat Minerba berisi rencana

Ruang lingkup Penyusunan Masterplan Kampus Lapangan Pusdiklat Mineral dan Batubara seperti yang diamanatkan dalam KAK: Kajian Perencanaan, Kajian Rancangan Kajian Desain Dasar, Maket kawasan kampus lapangan, Perkiraan estimasi biaya pekerjaan pematangan lahan ( cut & fill ) kampus lapangan, Animasi tiga dimensi (audio visual) Rancangan anggaran dan pentahapan pembangunan (tahun 2014 sampai dengan 2020).
Kampus Lapangan Pusdiklat Mineral dan Batubara memiliki kemampuan untuk melaksanakan simulasi kegiatan operasional penambangan secara utuh seperti kegiatan penambangan sesungguhnya. Seluruh aspek mulai dari K3, pengelolaan lingkungan, maupun teknis penambangan dapat direalisasikan di Kampus Lapangan tersebut. Penggunaan Kampus Lapangan Pusdiklat Mineral dan Batubara sebagai tempat praktek Diklat dapat mulai direalisasikan pada saat pembangunan Kampus Lapangan telah selesai seluruhnya dan kegiatan penambangan dapat beroperasi. Direncanakan kegiatan penambangan dimulai pada tahun 2018.

Kepala Badan Diklat ESDM Anugerahi Penghargaan Kepada PNS

epala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral M Teguh Pamuji SH MH, menyerahkan penganugerahan tanda jasa Satyalancana Karya Satya Perunggu kepada dua PNS yang telah bekerja sekurang-kurangnya 10 tahun. Selain itu, Satyalancana Karya Satya Perak juga diberikan kepada delapan PNS yang telah bekerja sekurang-kurangnya 20

tahun, serta Satyalancana Karya Satya Emas diberikan kepada tiga PNS yang telah bekerja selama 30 tahun. Penyerahan dilakukan pada upacara penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya dan Penyerahan Surat Keputusan Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil pada Jumat, 1 Februari 2013 lalu di Gedung Serba Guna Lantai 1, Bandung. Upacara yang dihadiri sejumlah pejabat antara lain, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Migas Cepu, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mineral dan Batubara, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan, Kepala Balai Diklat Tambang Bawah Tanah, Sekretarian Badan Diklat ESDM serta sejumlah pejabat Eselon IV dan Eselon III di lingkungan Pusdiklat Mineral dan Batubara. Menurut Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Sumber Daya Mineral M Teguh Pamuji SH MH penghargaan Satyalancana Karya Satya adalah tanda kehormatan yang dianugerahkan kepada PNS sebagai penghargaan atas jasa-jasanya terhadap Negara. Sementara, Satyalancana Karya Satya dianugerahkan kepada Pegawai Negeri Sipil yang dalam melaksanakan tugasnya telah menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran dan kedisiplinan.

Pegawai Negeri Sipil sebagai unsur Aparatur Negara, Abdi Negara dan Abdi Masyarakat di dalam melaksanakan tugas pemerintahan dan pembangunan mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama, tegas Teguh Pam. Oleh karena itu lanjutnya, penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya tidak dibedakan berdasarkan pangkat dan golongan akan tetapi dibedakan menurut lamanya bekerja kepada Negara dan Pemerintah.

Membangun Mental Karyawan Lewat Outbound


araknya persaingan bisnis di dalam dan di luar menyebabkan persaingan global menjadi semakin ketat. Banyak pelakuk bisnis merasa perlu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi karyawannya. Salah satu wujud peningkatan SDM dengan metode pembelajaran eksperiensial atau lebih dikenal dengan learning by doing. Kemampuan pikiran dan fisik akan sangat menunjang pekerjaan baik saat di kantor atau kehidupan sehari-hari. Melatihnya, bisa dengan banyak cara. Outbound training salah satunya. Inilah yang menjadi alasan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mineral dan Batubara melakukan kegiatan outbound yang dilaksanakan pada tanggal 9 hingga 11 Januari 2013 lalu, di Hotel Putri Gunung, Cikole Lembang. Outbound Training itu di kemas dengan nama Pelatihan

Kampus Lapangan ini meliputi bangunan Mushola Workshop, Kantor (ruang instruktur), Gudang handak, Aula, Ruang makan, Sarana olahraga (outbound), Area praktek penambangan dan pengolahan, Penerangan jalan, Landscaping dan lain-lain

Manajemen di Alam Terbuka (Outbound) Angkatan I & II di Jabar. Kegiatan yang diikuti oleh pegawai di lingkungan Pusdiklat Minerba itu berjalan lancar dan seru. Kegiatan ini lanjutnya diharapkan mampu menjadi meningkatkan kompetensi setiap individu dan membantu terbentuknya sifat dan sikap mental sumber daya manusia. Mental dan sifat yang berkualitas, yang dimaksud yang mampu membangun dan meningkatkan pola pikir, proses atau sistem kerja yang baik. Selain itu dapat memberikan hasil kerja yang maksimal, semangat kerja yang tinggi, mengajarkan bagaimana membangun kerjasama yang solid antar dan inter unit. Mendapatkan kesegaran baik secara jasmani maupun rohani, serta lebih arif dalam menggali potensi diri. Dan terakhir dapat lebih memahami arti yang sebenarnya dari sebuah tantangan.

20 Info Pusdiklat Minerba

Info Pusdiklat Minerba

21

GALERY

edisi ke I | 2013

Penyerahan ISO Gerakan Tanam Pohon Dharma Wanita Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral

Pelatihan Life of Mine Management of Large Volume Waste di Australia

Pelatihan Teknologi Keselamatan untuk Tambang Batubara Bawah Tanah

Pelatihan Peningkatan Kapasitas Master Trainer dan Tenaga Pengawas Pertambangan di Australia Diklat Kepemimpinan Pusdiklat Minerba Pelatihan Occupational Health and Safety Course di Australia Rapat Pimpinan di Pusdiklat Minerba

22 Info Pusdiklat Minerba

Info Pusdiklat Minerba

23

GADGET
NO A. 1 B. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 C. 1 D. 1 2 3 4 5 6 E. 1 2 3 JUDUL DIKLAT KORIDOR SUMATRA Diklat Evaluasi RKAB Perusahaan Pertambangan

PROGRAM DIKLAT TRIWULAN KE II TAHUN 2013 PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN MINERAL DAN BATUBARA
PESERTA JUMLAH PERUNTUKAN 20 PEMDA 20 700 20 20 20 20 20 20 25 25 25 20 20 15 30 30 30 40 20 20 20 20 15 20 15 20 15 15 15 15 15 15 20 15 15 15 15 15 15 90 15 15 15 15 15 15 45 15 15 15 870 JADWAL LOKASI

edisi ke I | 2013

BIAYA

15-20 April 2013

Pangkalpinang

Mesin Bor Hydraulic Crawler Drill Jenis HCR900-DSII,

Kemampuan Tinggi Namun Rendah Emisi


perasi penambangan tidak dapat dipisahkan dari pemboran. Tambang terbuka maupun tambang bawah tanah memerlukan kegiatan pemboran dalam skala luas. Sehingga tujuan pemboran bukan sekedar membuat lubang pada batuan, tetapi juga untuk kegiatan eksplorasi, mempersiapkan lubang untuk bahan peledak, dan penirisan tambang (mine dewatering). Untuk itu teknik dan peralatan yang digunakan pun bermacam-macam, mulai dari alat bor tangan (hand drill) hingga Tunnel boring machine (TBM) yang digunakan untuk membuat terowongan dengan diameter yang besar. Salah satu alat pemboran yang dimiliki Pusdiklat Minerba selain hand drill juga Hydraulic Crawler

Drill jenis HCR900-DSII, yang merupakan produksi Furukawa Rock Drill Co. Ltd. Jepang. Alat ini memiliki kelebihan kecepatan pemboran yang tinggi, mesin rendah emisi, handling yang lebih ergonomis dan nyaman saat dioperasikan, Selain itu terdapat dust collector untuk meminimalisasi debu yang dihasilkan. Selain itu, biaya perawatan alat ini cukup rendah. Pengadaan alat berat ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan center of excellence Diklat Teknik Peledakan Penambangan Bahan Galian untuk kebutuhan Pusdiklat Mineral dan Batubara, kata Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral M Teguh Pamuji SH MH.

KORIDOR JAWA Pengawasan Konservasi Mineral dan Batubara Pengawasan Teknis Pertambangan Mineral dan Batubara Diklat Pengawasan Usaha Jasa Pertambangan Mineral dan Batubara Diklat Pengawasan Eksplorasi Pertambangan Diklat Kader Pimpinan Bidang Perizinan dan Pelayanan bagi Aparatur Dinas (Tipe C) Diklat Kader Pimpinan Bidang Perizinan dan Pelayanan bagi Aparatur Dinas (Tipe C) di Surabaya Diklat Terstruktur Fungsional Inspektur Tambang Pertama Angkatan IV Diklat Terstruktur Fungsional Inspektur Tambang Pertama Angkatan V Diklat Terstruktur Fungsional Inspektur Tambang Pertama Angkatan VI Diklat Evaluator Cadangan Bahan Galian Diklat Penggunanaan Global Positioning System dalam Menunjang Pengukuran Batas Wilayah Pertambangan Diklat Evaluasi Studi Kelayakan Usaha Pertambangan Diklat Pemenuhan dan Uji Kompetensi Bagi Pengawas Operasional Pertama Pada Pertambangan Angkatan III Diklat Pemenuhan dan Uji Kompetensi Bagi Pengawas Operasional Pertama Pada Pertambangan Angkatan IV Diklat Pemenuhan dan Uji Kompetensi Bagi Pengawas Operasional Pertama Pada Pertambangan Angkatan V Diklat Pemenuhan dan Uji Kompetensi Bagi Pengawas Operasional Madya Pada Pertambangan Angkatan IV Diklat Pemenuhan dan Uji Kompetensi Bagi Pengawas Operasional Utama Pada Pertambangan Angkatan II Diklat Juru Ledak untuk Kegiatan Penambangan Bahan Galian (Juru Ledak Kelas II) Angkatan II Diklat Pengelola Peledakan pada Penambangan Bahan Galian (Juru Ledak Kelas I) Diklat Analisis Kestabilan Lereng Pertambangan Diklat Jaminan Reklamasi Tambang Diklat Corporate Social Responsibility Diklat Analisis Dampak Lingkungan Sosial di Wilayah Pertambangan Diklat Pengembangan Masyarakat di Wilayah Pertambangan (Community Development) Diklat Pengenalan Teknik Pertambangan bagi Aparat Nonteknis Diklat Pengelolaan K3 Kontraktor pada Perusahaan Pertambangan Diklat Perencanaan Penutupan Tambang Diklat Manajemen Lingkungan Pertambangan Diklat Peningkatan Nilai Tambah Pasir Besi Diklat Sistem Informasi Geografi Pertambangan di Jawa Tengah Diklat E-Government untuk Pengelola Diklat Pemetaan Digital (Digital Mapping) Angkatan I Diklat Pemetaan Digital (Digital Mapping) Angkatan II Inkubasi Usaha Kecil Menengah dalam Community Development Pertambangan Diklat Pengetahuan Dasar K3 dan Lingkungan Bagi Aparatur Non Teknis KORIDOR BALI NUSA TENGGARA Pengawasan Teknis Pertambangan KORIDOR KALIMANTAN Diklat Rekonsiliasi Konflik di Wilayah Pertambangan Kalimantan Tengah Diklat Reklamasi Lahan Bekas Tambang di Kalsel Diklat Pengolahan dan Pemanfaatan Mineral Diklat Manajemen Perijinan Pertambangan Mineral dan Batubara Peningkatan Nilai Tambah Bijih Besi Peningkatan Nilai Tambah Zircon KORIDOR MALUKU - PAPUA Diklat Pengawasan Eksplorasi Pertambangan Mineral dan Batubara Pengetahuan Dasar K3 dan Lingkungan Pertambangan Minerba Pengawasan Teknis Pertambangan Mineral dan Batubara di Papua Barat TOTAL

KESDM, PEMDA KESDM, PEMDA KESDM, PEMDAK ESDM, PEMDA KESDM, PEMDA PEMDA PEMDA PEMDA PEMDA KESDM, PEMDA KESDM, PEMDA KESDM, PEMDA INDUSTRI INDUSTRI INDUSTRI INDUSTRI INDUSTRI INDUSTRI INDUSTRI INDUSTRI INDUSTRI INDUSTRI INDUSTRI INDUSTRI INDUSTRI INDUSTRI INDUSTRI INDUSTRI PEMDA PEMDA KESDM, PEMDA KESDM, PEMDA KESDM, PEMDA KESDM, PEMDA

24-28 Juni 2013 10-14 Juni 2013 17-21 Juni 2013 17-22 Juni 2013 01-15 Mei 2013 04-17 Juni 2013 29 April - 05 Juli 2013 29 April - 05 Juli 2013 29 April - 05 Juli 2013 27 Mei - 01 Juni 2013 24 Juni - 08 Juli 2013 13-18 Mei 2013 1 - 6 April 2013 22 - 27 April 2013 10 - 15 Juni 2013 13-18 Mei 2013 13 - 18 Mei 2013 20 - 25 Mei 2013 15 April - 3 Mei 2013 8 - 12 April 2013 8 - 13 April 2013 1 - 5 April 2013 13 - 18 Mei 2013 15 - 19 April 2013 13 - 18 Mei 20131 0-21 Juni 2013 29 April - 4 Mei 2013 20 - 25 Mei 2013 01-03 Mei 2013 10-21 Juni 2013 22 April -03 Mei 2013 08-22 April 2013 08-22 April 2013 10-11 Mei 2013 10-14 Juni 2013 24-28 Juni 2013

Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Surabaya Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Yogyakarta Semarang Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Kupang

6,600,000 per orang 6,600,000 per orang 6,600,000 per orang 8,400,000 per orang 10,320,000 per orang 5,040,000 per orang 10,260,000 per orang 4,600,000 per orang 5,040,000 per orang 4,600,000 per orang 5,040,000 per orang 4,600,000 per orang 4,600,000 per orang 3,750,000 per orang 5,040,000 per orang 5,040,000 per orang

PEMDA

PEMDA PEMDA PEMDA PEMDA PEMDA PEMDA PEMDA

14-17 Mei 2013 29 April - 03 Mei 2013 06-08 Mei 2013 25-29 Juni 2013 20-22 Mei 2013 15-17 Mei 2013

Palangkaraya Banjarmasin Samarinda Samarinda Pontianak Palangkaraya

24 Info Pusdiklat Minerba

www.gurisendustri.com

PEMDA PEMDA PEMDA

03-08 Juni 2013 24-28 Juni 2013 10-14 Juni 2013

Manokwari Jayapura Manokwari