Anda di halaman 1dari 6

CA LAMBUNG

KONSEP DASAR PENYAKIT A. DEFINISI Kanker lambung atau kanker lambung merupakan bentuk neoplasma maligna gastrointestinal. Karsinoma lambung merupakan bentuk neoplasma lambung yang paling sering terjadi dan menyebabkan sekitar 2,6% dari semua kematian akibat kanker (Cancer Facts and Figures, 1991) B. EPIDEMIOLOGI Kanker lambung terus berkurang di Amerika Serikat. Namun, ini masih menjadi masalah serius dengan jumlah 14.700 kematian setiap tahunnya, kebanyakan pada individu dengan usia lebih dari 40 tahun dan kadang-kadang pada individu yang lebih muda. Kebanyakan kanker lambung terjadi pada kurvatura kecil atau antrum lambung dan adenokarsinoma. Insiden kanker lambung lebih banyak di Jepang, yang telah menyababkan diadakannya skriningmassa untuk diagnosis awal di negara ini. Diet tampaknya menjadi faktor yang signifikan. Diet tinggi makanan asap dan kurang buahbuahan dan sayuran dapat meningkatkan resiko terhadap kanker lambung. Faktor lain yang berhubungan dengan insiden kanker lambung mencakup inflamasi lambung, anemia pernisiosa, aklorhidria ( tidak adanya asam hidroklorida ), ulkus lambung, bakteri H. pylori, dan keturunan. C. ETIOLOGI Penyebab dari kanker lambung masih belum diketahui, akan tetapi sejumlah faktor dihubungkan dengan penyakit tsb. Juga dipercaya bahwa faktor eksogen dalam lingkungan seperti bahan kimia karsinogen, virus onkogenik mungkin mengambil bagian penting dalam karsinoma lambung. Karena lambung mempunyai kontak yang lama dengan makanan, bahan-bahan makanan sudah dikaitkan. Ada yang timbul sebagai hubungan dengan konsumsi gram yang meningkat. Ingesti nitrat dan nitrit dalam diet tinggi protein telah memberikan perkembangan dalam teori bahwa senyawa karsinogen seperti nitrosamine dan nitrosamide dapat dibentuk oleh gerak pencernaan.

Penurunan kanker lambung di USA pada decade lalu dipercaya sebagai hasil pendinginn yang meningkat yang mnyebabkan terjadinya bermacam-macam makanan segar termasuk susu, sayuran, buah, juice, daging sapi dan ikan, dengan penurunan konsumsi makanan yang diawetkan, garam, rokok, dan makanan pedas. Jadi dipercaya bawha pendinginan dan vit C (dalam buah segar dan sayuran) dapat menghambat nitrokarsinogen. Faktor genetik mungkin memainkan peranan dalam perkembangan kanker lambung. Frekuensi lebih besar timbul pada individu dengan gol.darah A. Riwayat keluarga meningkatkan resiko individu tetapi minimal, hanya 4% dari organ dengan karsinoma lambung mempunyai riwayat keluarga. D. FAKTOR PREDISPOSISI Adapun faktor predisposisi dari kanker lambung ini yaitu : 1. Faktor genetik, karena kanker lambung lebih sering terjadi pada orang bergolongan darah A dari pada golongan darah lainnya. 2. Lingkungan, karena kanker lambung sangat sering terjadi di Jepang, Thailand, Finlandia, Irlandia, dan Kolombia. 3. Kebiasaan makan makanan yang mengandung bahan karsinogenik seperti daging asap, makanan yang diasamkan, dan tinggi nitrat. 4. Perokok dan pengguna alkohol 5. Pekerja dalam industri tertentu 6. Status ekonomi yang rendah. E. PATOFISIOLOGIS Beberapa faktor dipercaya menjadi pemicu kanker yang mungkin yaitu polip, anemia pernisiosa, prostgastrektomi, gastritis atrofi kronis dan ulkus lambung. Diyakini bahwa ulkus lambung tidak mempengaruhi individu menderita kanker lambung, tetapi kanker lambung mungkin ada bersamaan dengan ulkus lambung dan tidak ditemukan pada pemeriksaan diagnostic awal. Kanker lambung adalah adenokarsinoma yang muncul paling sering sebagai massa irregular dengan penonjolan ulserasi sentral yang dalam ke lumen dan menyerang lumen dinding lambung. Tumor mungkin menginfiltrasi dan menyebabkan penyempitan lumen yang paling sering di antrum. Infiltrasi dapat melebar keseluruh lambung, menyebabakan kantong tidak dapat meregang dengan hilangnya lipatan normal dan lumen yang sempit,

tetapi hal ini tidak lazim. Desi polipoid juga mungkin timbul dan menyebabkan sukar untuk membedakan dari polip benigna pada X-ray. Kanker lambung mungkin timbul sebagai penyebaran tumor superficial yang hanya melibatkan prmukaan mukosa dan menimbulkan keadaan granuler walupun hal ini jarang. Kira-kira 75% dari karsinom ditemukan pada 1/3 distal lambung, selain itu menginvasi struktur lokal seperti bag.bawah dari esophagus, pancreas, kolon transversum dan peritoneum. Metastase timbul pada paru, pleura, hati, otak dan lambung. F. KLASIFIKASI Ada 3 bentuk umum karsinoma atau kanker lambung, yaitu : 1. Karsinoma ulseratif merupakan jenis yang paling sering dijumpai dan harus dibedakan dari ulkus peptikum jinak. 2. Karsinoma polipoid, tampak seperti kembang kol yang menonjol ke dalam lumen dan dapat berasal dari polip adenomatosa 3. Karsinoma infiltratif, dapat menembus seluruh ketebalan dinding lambung dan dapat menyebabkan terbentuknya lambbung botol kulit (linitis plastica ) yan tidak lentur. G. TANDA DAN GEJALA Pada tahap awal kanker lambung, gejala mungkin tidak ada. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa gejala awal, seperti nyeri yang hilang dengan antasida, dapat menyerupai gejala pada pasien ulkus benigna. Gejala penyakit progresif dapat meliputi: 1. Biasanya nonspesifik (tidak khas) 2. Rasa tidak enak/nyaman pada perut (abdominal discomfort) 3. Nausea (perasaan/sensasi sebelum muntah) 4. Vomiting (muntah) 5. Anorexia (kehilangan selera makan) 6. Berat badan menurun (weight loss) 7. Perdarahan (hemorrhage) H. PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan fisik dapat membantu diagnosis seperti penurunan berat badan, anemia, teraba massa di epigastrium, jika telah metastasisi ke hati akan terba hati yang irreguler, dan terkadang terba kelenjar limfe klavikula.

I. PEMERIKASAAN PENUNJANG 1. Endoskopi untuk biopsi dan pencucian sitologis adalah pemeriksaan diagnostik umum. 2. Pemeriksaan sinar-X terhadap saluran GI atas dengan barium, karena metastase sering terjadi sebelum tanda peringatan ada 3. Pemindai tomografi komputer, pemindai tulang, dan pemindai hepar dilakukan dalam menentukan luasnya metastasis. J. PROGNOSIS Prognosisnya buruk, kebanyakan pasien telah mengalami metastase pada waktu didiagnosis. Faktor-faktor yang memperburuk penyakit ini antara lain: 1. Keterlibatan lesser curvature dari lambung 2. Ukuran tumor yang besar 3. Stadium lanjut (advanced stage) Catatan: 1. Kanker Lambung Ganas (malignant gastric cancer) kedua yang paling banyak dijumpai setelah adenocarcinoma. 2. Hanya meliputi 5% dari semua kanker lambung (gastric tumors). 3. Risiko lebih tinggi 5X pada HIV (Human Immunodeficiency Virus) 4. Rasio pria:wanita = 1,7 : 1. Berarti lebih banyak dialami oleh pria. K. Komplikasi 1. Perforasi Dapat terjadi perforasi akut dan perforasi kronik. 2. Hematemesis Hematemesis yang masif dan melena dapat terjadi pada tumor ganas lambung sehingga dapat menimbulkan anemia. 3. Obstruksi Dapat terjadi pada bagian bawah lambung dekat daerah pilorus yang disertai keluhan muntah muntah. 4. Adhesi

Jika tumor mengenai dinding lambung dapat terjadi perlengketan dan infiltrasi dengan organ sekitarnya dan menimbulkan keluhan nyeri perut. L. TERAPI/ TINDAKAN PENANGANAN 1. Radiasi efek kurang berhasil 2. Kemoterapi kurang berhasil Obat kemoterapi yang sering digunakan mencakup kombinasi 5-fluorourasil (5FU), Adriamycin, dan mitomycin-C. 3. Pembedahan a. Gasterktomi sub total Ca Menyebar ke luar lambung b. Esofago Jeyusutomy (gastrektomi total) M. PENATALAKSANAAN Tidak ada pengobatan yang berhasil menangani karsinoma lambung kecuali mengangkat tumornya. Bila tumor dapat diangkat ketika masih terlokalisasi di lambung, pasien dapat sembuh. Bila tumor telah menyebar ke area lain yang dapat dieksisi secara bedah, penyembuhan tidak dapat dipengaruhi. Pada kebanyakan pasien ini, paliasi efektif untuk mencegah gejala seperti obstruksi, dapat diperoleh dengan reseksi tumor. Bila gasterktomi subtotal radikal dilakukan, puntung lambung dianastomosiskan pada jejunum, seperti pada gastrektomi untuk ulkus. Bila gastrektomi total dilakukan kontinuitas gastrointestinal diperbaiki dengan anastomosis diantara ujung esofagus dan jejunum. Bila ada metastasis pada organ vital lian, seperti hepar, pembedahan dilakukan terutama untuk tujuan paliatif dan bukan radikal. Pembedahan paliatif dilakukan untuk menghilangkan gejala obstruksi atau disfagia. Untuk pasien yang menjalani pembedahan namun tidak menunjukkan perbaikan, pengobatan dengan kemoterapi dapat memberikan kontrol lanjut terhadap penyakit atau paliasi. Radiasi digunakan untuk paliasi pada kanker lambung.

DAFTAR PUSTAKA

Nanda,,Nursing Diagnosis: Definition and Classification 2005-2006,Nanda International,Philadelphia,2005. Price, Sylvia A, Wilson, Lorraine, M. 2005.Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit Vol 2 Edisi 6. Jakarta : EGC. Smeltzer, Suzanne C, Bare, Brenda G. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Brunner & Suddath. Jakarta : EGC. www.wikipedia.c