Anda di halaman 1dari 25

VARIABEL PENELITIAN

Dr. Sutyarso, M.Biomed Bagian Ilmu Biomedik PS Kedokteran Universitas Lampung

Pengertian/Definisi
Variabel sebagai gejala yang bervariasi Gejala adalah obyek penelitian, sehingga variabel adalah obyek penelitian yang bervariasi Variabel: konsep yang mempunyai variasi nilai dan dapat diukur. Jadi harus spesifik dan terukur. Konsep: abstraksi yang dibuat secara umum

Pengertian
Sehat adalah konsep, dapat mengungkap sejumlah observasi tentang karakteristik kesehatan seseorang Untuk mengetahui sehat, harus diukur variabel (tekanan darah, Hb darah, denyut nadi, hormon, glukosa, dll) sosial-ekonomi adalah konsep; variabelnya: tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, pendapatan.

Pengertian
Konstrak: konsep yang dibuat dan dihasilkan oleh ilmuwan secara sadar untuk keperluan ilmiah yang spesifik dan terukur Variabel: karakteristik daripada orang, obyek, atau gejala yang dapat mengambil nilai yang berbeda Jadi, istilah variabel selalu terdapat dan digunakan dalam setiap jenis penelitian

Contoh
Badan adalah konsep, tetapi berat badan (kg) adalah variabel Pendapatan perbulan (Rp) Konsep perilaku terhadap kontrasepsi, variabelnya adalah Penggunaan kontrasepsi (Pil, IUD, Suntik, kondom, vasektomi, tubektomi, dll) Kelamin adalah konsep, tetapi jenis kelamin adalah variabel Duda?, Janda?

Mendefinisikan variabel dapat dilakukan untuk memperjelas atau memudahkan pengukuran


Def. Konstitutif: Area, secara konstitutif merupakan luas sebidang tanah. Berat, bisa berarti susahnya suatu persoalan Def. Operasional:memberikan operasional tentang konsep. Fertil, adalah pria yang memiliki jumlah spermatozoa > 20jt/ml semen. Frustasi, suatu hal yg timbul akibat tdk tercapainya hal yg sangat diinginkan padahal, hal tsb sudah hampir pasti tercapai

Macam Variabel
1. Atas dasar ukuran/besarannya * variabel diskrit * variabel kontinyu/kontinum 2. Atas dasar otonominya/hubungan fungsionalnya: * variabel bebas (independent) * variabel bergantung (dependent) 3. Variabel confounding

Variabel diskrit

Disebut juga variabel nominal atau kategorik, karena hanya dapat dikategorikan atas dua kutup, yakni YA dan TIDAK. Contoh: ya (setuju), dan tidak (setuju); ya (sembuh) dan tidak (sembuh); wanita dan pria; tercemar dan tidak tercemar; anemia dan tidak anemia. Angka-angka yang digunakan hanya utk menghitung, dan dinyatakan dalam Frekuensi atau proporsi.

Variabel Kontinyu/Kontinum
Dibedakan menjadi 3 macam 1. Variabel ordinal: yang menunjukan tingkatan; terpandai-pandai-tidak pandai. Sembuh-kurang sembuh-tdk sembuh. tercemar ringan-sedangberat. Anemia ringan-sedang-berat 2. Variabel interval: variabel yang mempunyai jarak, dan jarak itu dpt diketahui dengan pasti; suhu tubuh 370C-suhu luar 310C; kadar glukosa puasa-sewaktu. 3. Variabel interval: yaitu variabel perbandingan, dan atau hubungan antar sesama adalah sekian kali; kadar LH saat ovulasi 6 kali

Variabel Bebas/independent
Bebas bagi peneliti untuk menetapkan sehingga dapat digunakan untuk mengetahui akibatnya; Dapat berupa:

Input

(obat) treatment (bedah) stimulus (Nutrisi) cause (alkohol)

Variabel bergantung/dependent
Hasilnya bergantung pada sampel yang diamati dan merupakan akibat dari variabel independent dapat berupa:

Output Outcome Respon effect

Variabel Confounding
Variabel penyebab yang pengaruhnya tdk langsung tetapi melalui atau bersama-sama variabel lainnya
Pendidikan Ibu

MALNUTRISI

Pendapatan Keluarga (var. confounding)

Segitiga Epidemiologi
Sumber variabel confounding HOST AGENT

ENVIRONMENT

Variabel dalam Penelitian deskriptif


Variabel Orang: umur, jenis kelamin, etnis, pendidikan, status marital (karsinoma serviks dan mammae) 2. Variabel Waktu: waktu berbeda dpt menghasilkan pola penyakit yang berbeda (KLB, karena variasi musim). Ini berhubungan dengan: Kecenderungan sekuler, Variasi siklik, Variasi musim, Variasi random 3. Variabel Tempat: tempat/geografis menyebabkan pola penyakit yang berbeda (kota-desa, pesisir-pegunungan, negara-benua
1.

Teknik Pengukuran

Dasarnya;
Angka,

1, 2, 3, dst Penetapan pada subyek (jika setuju diberi angka 1, tdk setuju diberi angka 0, jika sangat setuju diberi angka 5 Aturan: merupakan korespondensi antara angka dan penetapan (contoh, F = f(X) atau y = a + bx)

Skala Dasarnya jenis variabel yang diukur


1.

Skala kategorial sifatnya KUALITATIF;


Dikotom: jenis kelamin (pria-wanita); sembuh-tidak sembuh 2. Polikotom: setuju-tdk setuju-sangat setuju, fertil-subfertil-steril
1.

2.

Skala Numerik sifat KUANTITATIF:


Variabelnya kontinyu (hasil mengukur) 2. Variabelnya diskrit (hasil menghiutng)
1.

Jenis Ukuran
1.

2.

Nominal: golongan darah, kelamin, agama. Angka yang diberikan pada obyek hanya bersifat label saja Ordinal: angka tdk memberika nilai obsulut, tetapi hanya urutan/ranking. Contoh; derajat penyakit (ringan, sedang, berat, sangat berat); tingkat pendidikan (SD, SMP, SMA, Univ); tingkat pencemaran (ringan, sedang, berat, sangat berat).

Jenis Ukuran
3. Interval: set angka dengan jarak tertentu dan tidak memberikan jumlah obsulut. Contoh, 5 obyek 10, 8, 6, 4, dan 2 maka interval pertama-ketiga =10-6=4 4. Rasio: ukuran yg meliputi nominal, ordinal, dan interval yang mempunyai nilai obsulut. Contoh, Bayi A berat 3,564 kg, bayi B berat 2,895 kg; polusi (ringan, sedang, berat); kadar polutan 1,567 ppm

Atas dasar skala pengukuran itu maka variabelnya juga nominal, ordinal, interval, dan rasio. Contoh: Dalam penelitian yang mempelajari pengaruh suatu perlakuan, maka hubungan fungsional antara variabel independent dengan variabel dependent Y = f (x1, x2, x3). Y: penyuntikan DMPA X1: kadar FSH, X2: Kadar GnRH X3: Berat badan

RELIABILITAS dan VALIDITAS


Menentukan

seluruh mutu pengumpulan data Reliabilitas = presisi (ketepatan pengukuran) Repruduksibilitas, terpercaya Sumber variasi=ketepatan pengukuran mempunyai nilai rendah disebabkan adanya sumber variasi

Sumber Variasi
1. 2.

Variasi pengukuran disebabkan oleh unsur alat atau peneliti Variasi biologi: pada satu subyek: perubahan variabel pada subyek karena waktu atau keadaan (contoh: waktu pengambilan darah dan keadaan pengambilan darah) Pada antar-subyek: perbedaan biologi pada antar individu dari spesies yang sama (variasi genetik dan fisiologik)

Cara mengurangi kesalahan acak untuk meningkatkan reliabilitas


No Cara mengurangi kesalahan Sumber kesalahan acak acak 1 Standardisasi cara Pengamat, Subyek pengukuran 2 Pelatihan Pengamat

3 4 5

Penyempurnaan instrumen Automatisasi instrumen Mengulangi pengukuran

Alat ukur, Pengamat Pengamat, Subyek Pengamat, Subyek

Validitas: Keakuratan dan keabsahan alat ukur

Validitas dipengaruhi oleh bias pengukuran: Bias pengamat, karena distorsi yang konsisten oleh pengamat Bias subyek, distorsi yg konsisten dari sampel penelitian Bias instrumen, ketidak akuratan alat ukur

Cara mengurangi bias pengukuran

Add 1, Melakukan pemeriksaan atau pengukuran secara tersamar

Add 2, Pengkodean sampel pengamatan tanpa diketahui si pengamat


Add 3, kalibrasi alat

Hubungan : Reliabilitas dan Validitas

A (Val +, Rel +)

B (Val +, Rel -)

C (Val -, Rel +)

D (val -, Rel -)