Anda di halaman 1dari 2

Ringkasan PPM Pertemuan tanggal 12 April 2013 SELF DIRECTED ACTION Kondisi untuk memunculkan self directed action

adalah 1. Adanya sejumlah orang yang tidak puas terhadap kondisi kesejahteraannya 2. Mereka meyakini bahwa kondisi ini bisa diperbaiki atas upaya mereka 3. Adanya sumber daya setempat atau dapat dihubungkan dengan sumber daya luar yang bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan Peran petugas untuk mendorong Self Directed Action 1. Memunculkan ketidakpuasan dalam masyarakat akan kondisinya Penyajian kondisi atau data tentang kondisi kesehatan 2. Memfasilitasi agar tumbh keyakinan untuk memecahkan masalah Pelatihan Membahas tentang pengalaman keberhasilan dan kegagalan di tempat lain 3. Membantu mengidentifikasi sumber daya setempat atau menghubungkan dengan sumber daya luar Pendampingan dan bantuan teknis Network / jejaring dengan pihak-pihak lain. Inti dari self directed action adalah adanya ketidakpuasan dan keinginan untuk berubah sejumlah orang untuk meningkatkan kesejahteraannya. Jika orang-orang tersebut sudah merasa puas dengan keadaannya maka self directed action tidak akan berjalan, dan stop sampai posisi masyarakat tersebut merasa puas. Contohnya : Cacingan, untuk sekelompok masyarakat yang biasa melihat anak-anak dengan perut buncit, rambut merah dan hidung meler tetapi masih terlihat dia masih bisa bermain maka tidak ada masalah kecuali ada panas atau demam berarti sekelompok masyarakat tersebut sudah merasa puas akan kondisinya seperti itu, dari contoh kasus di atas peran petugas pada tahap pertama adalah memberikan informasi bahwa kondisi tersebut tidak baik untuk kesehatan dapat menimbulkan penyakit pada anak dan penyakit cacingan tersebut dapat diobati, dan peran petugas pada tahap kedua adalah memotivasi sekelompok masyarakat tersebut dengan memfasilitasi solusi yang diberikan kepada masyarakat misalkan dengan program PHBS. Dan pada tahap ketiga adalah dengan pendampingan atau bantuan teknis, misalkan pemberian obat cacingan dan perbaikan saluran air atau membiasakan masyarakat untuk menggunakan sendal atau sepatu saat keluar rumah dan upaya tersebut dapat bekerjasama dengan bidan desa, kader posyandu yang ada di desa tersebut. PENDEKATAN DIREKTIF DAN NON DIREKTIF Perbedaan antara direktif dan non direktif Direktif Intruksi, Komando, mobilisasi Interaksinya atasan dan bawahan Non Direktif Fasilitasi, pendampingan, pemberdayaan Masyarakat sebagai subjek (pelaku utama) petugas sebagai pendamping Masyarakat sebagai objek, petugas sebagai Interaksi bersifat kemitraan / kesetaraan pelaku utama

Asumsi Dasar Direktif Non Direktif Petugas tahu apa yang dibutuhkan masyarakat Masyarakat lebih mengetahui apa karena petugas memiliki bekal keterampilan dan kebutuhannya, karena mereka tokoh, mengalami pendidikan dan mampu survive Petugas menetapkan apa yang harus dilakukan Petugasmenggali dan belajar dari masyarakat sebagai solusi yang dihadapi oleh masyarakat sambil bersama-sama mencari solusi Artinya solusi tidak dapat ditetapkan sepihak, harus ada interaksi dari keduanya antara petugas dan masyarakat Keuntungan dan keterbatasan Direktif Waktu singkat Perubahan perilaku tidak berkelanjutan Target tercapai tetapi tidak pemberdayaan masyarakat Non Direktif Butuh waktu lama Perubahan perilaku berkelanjutan terjadi Target bisa tercapai dan terjadi pemberdayaan masyarakat