Anda di halaman 1dari 9

RINGKASAN ENZIM DAN RANTAI PERNAFASAN

Annisa Dhania Yuliarini Debby Saputri

2011-11-1 2011-11-134

Universitas Prof Dr.Moestopo (Beragama) Fakultas Kedokteraan Gigi Tahun Ajaran 2012/2013

ENZIM

A. Pengertian Enzim Enzim adalah protein yang mengkatalis reaksi kimia dan mempengaruhi kecepatan reaksi tetapi tidak ikut dalam reaksi .Enzim berperan sebagai biokatalisator. B. Sifat-Sifat Enzim 1. Mempercepat reaksi kimia 2. Bekerja secara spesifik artinya setiap enzim hanya berfungsi untuk satu senyawa (substrat) tertentu, contoh : a. Enzim protease hanya mengkatalis protein b.Enzim lipase hanya mengkatalis lipid(lemak) Hanya bekerja pada kisaran suhu dan pH tertentu 3. Rusak pada suhu terlalu tinggi 4. Susunan kimianya tidak berubah oleh reaksi tempat enzim bekerja 5. Dapat bekerja bolak balik, contoh : enzim lipase mengurai lemak menjadi gliserol san asam lemak,sebaliknya lipase juge menyintesis kembali gliserol dan asam lemak menjadi lemak.

C. Komponen enzim Komponen utama enzim adalah molekul protein (polipeptida). Molekul enzim berikatan sementara dengan molekul koenzim selama berlangsungnya reaksi kimia. Koenzim adalah senyawa organic atau ion logam yang diprlukan untuk kerja enzim. Ion logam yang merupakan koenzim adalah Cu,Mn,K,Na,Zn,Mg,dan Fe. Senyawa organic yang merupakan koenzim adalah kelompok vitamin B.

D. Sumber enzim Berbagai enzim yang digunakan secara komersial berasal dari jaringan tumbuhan, hewan, dan dari mikroorganisme yang terseleksi. Enzim yang secara tradisional diperoleh dari tumbuhan termasuk protease (papain, fisin, dan bromelain), amilase, lipoksigenase, dan enzim khusus tertentu. Dari jaringan hewan, enzim yang terutama adalah tripsin pankreas, lipase dan enzim

untuk pembuatan mentega. Dari jaringan hewan, enzim yang terutama adalah tripsin pankreas, lipase, dan enzim untuk pembuatan mentega. Dari kedua sumber tumbuhandan hewan tersebut mungkin timbul banyak persoalan, yakni: untuk enzim yang berasal dari tumbuhan, persoalan yang timbulantara lain variasi musim, konsentrasi rendah dan biaya proses yang tinggi. Sedangkan yang diperoleh dari hasil samping industri daging, mungkin persediaan enzimnya terbatas dan ada persaingan dengan pemanfaatan lain. Sekarang jelas bahwa banyak dari sumber enzim yang tradisional ini tidak memenuhi syarat untuk mencukupi kebutuhan enzim masa kini. Oleh karena itu, peningkatan sumber enzim sedang dilakukan yaitu dari mikroba penghasil enzim yang sudah dikenal atau penghasil enzim-enzim baru lainnya. Program pemilihan produksi enzim sangat rumit, dan dalam hal tertentu jenis kultivasi yang digunakan akan menentukan metode seleksi galur. Telah ditunjukkan bahwa galur tertentu hanya akan menghasilkan konsentrasi enzim yang tinggi pada permukaan atau media padat, sedangkan galur yang lain memberi respon pada teknik kultivasi terbenam (submerged), jadi teknik seleksi harus sesuai dengan proses akhir produksi komersial.

Beberapa sumber enzim disajikan dalam tabel berikut: Enzim -amilase Sumber Aspergillus oryzae Bacillus amyloliquefaciens Bacillus licheniformis -glukonase Aspergillus niger Bacillus amyloliquefaciens Glucoamylase Aspergillus niger Rhizopus sp Glukosa isomerase Arthobacter sp Bacillus sp Lactase Lipase Pectinase Penicilin acylase Kluyveromyces sp Candida lipolytica Aspergillus sp Eschericia coli

Protease, asam Protease, alkali

Aspergillus sp Aspergillus oryzae Bacillus sp

Protease, netral

Bacillus amyloliquefaciens Bacillus thermoproteolyticus

Pullulanase

Klebsiela aerogenes

E. Mekanisme kerja enzim Enzim bekerja spesifik dan hanya bekerja pada substrat tertentu.Kerja enzim bersifat reversible (berlangsung dua arah,terbalikan). Ada dua teori mekanisme kerja enzim,yaitu : 1. Teori kunci gembok a) Reaktan (substart) dan enzim sesuai seperti gembok daan kuncinya.enzim berperan dalam reaksi tetapi hanya berubah sementara.setelah reaksi,enzim kembali kembentuk semula b) Persamaan reaksi enzim substart berlangsung dua arah .baik reaktan maupun produk dapat menjadi substart bagi enzim. 2. Teori induksi Pas (induced fit) a) Substart (reaktan) terikat pada sisi aktif enzim b) Saat berikatan ,enzim berubah bentuk agar sesuai dan cocok dengan substart c) Terbentuk produk dan enzim dapat digunakan lagi

F. Inhibitor Kerja enzim dapat dihambat oleh inhibitor .inhibitor dapat dibedakan menjadi dua,yaitu inhibitor kompetitif dan non kompetiitif 1. Inhibitor Kompetitif Inhbitor kompetitif mempunyai struktur seperti substart sehingga bersaing untuk menempati sisi ktif enzim.Pengaruh ini dapat dihilangkan dengan menaikkan konsentrasi substart. 2. Inhibitor Nonkompetitif Inhibitor Nonkompetitif dapat berikatan dengan enzim diluar sisi aktif , sehingga enzim kehilangan aktifitasnya. Akibatnya permukaan sisi aktif tidak dapat berikatan dengan substart.

Inhibitor yang tidak merusak enzim disebot inhibitor reversible.Inhibitor yang dapat merusak enzim disebut inhibitor irreversible. Contohnya : racun sianida

G.

Enzim Alosterik

Enzim Alosterik adalah enzim yang mempunyai sisi tempat menempelnya substrat selain sisi aktif yaitub disisi reseptor.Substansi yang melekat pada sisi reseptor disebut regulator.Regulator mempengaruhi aktifitas enzim.Beberapa regulator merupakan inhibitor yang menyebabkan enzim tidak aktif.

H. Faktor yang mempengaruhi kerja Enzim a. Temperatur Pada temperatur optimum ,aktifitas enzim sangat baik,Jika temperatur terlalu rendah reaksi menjadi lambat dan jiak temperatur terlalu tinggi enzim akan rusak b. pH Enzim bekerja dngan baik pada PH optimum.Keadaan asam dan basa yang terlalu tinggi menghambat aktifitas enzim.

RANTAI PERNAFASAN Rantai transfer elektron adalah tahapan terakhir dari reaksi respirasi aerob. Transfer elektron sering disebut juga sistem rantai respirasi atau sistem oksidasi terminal. Transpor elektron berlangsung pada krista (membran dalam) dalam mitokondria. Molekul yang berperan penting dalam reaksi ini adalah NADH dan FADH2, yang dihasilkan pada reaksi glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, dan siklus Krebs. Selain itu, molekul lain yang juga berperan adalah molekul oksigen, koenzim Q (Ubiquinone), sitokrom b, sitokrom c,dan sitokrom-a

Energi yang terbentuk dari peristiwa glikolisis dan siklus Krebs ada dua macam. Pertama, dalam bentuk ikatan fosfat berenergi tinggi, yaitu ATP atau GTP (guanosin trifosfat). Energi ini merupakan energi siap pakai yang langsung dapat digunakan. Kedua, dalam bentuk sumber elektron, yaitu NADH dan FAD (flavin adenin dinukleotida) dalam bentuk FADH2. Kedua macam sumber elektron ini dibawa ke sistem transfor elektron.

Proses transfos elektren ini sangat kompleks. Pada dasarnya, elektron dan H+ dari NADH dan FADH2 dibawa darai satu subtrat ke substrat lain secara berantai. Pembawa elektron dalam transfor elektron antara lain protein besi-sulfur (Fe.S) dan sitokrom. Selain itu terdapat pula senyawa ubikuinon yang bukan protein. Setiap kali dipindahkan, energi yang terlepas digunakan untuk mengikat fosfat anorganik (P) ke molekul ADP sehingga terbentuk ATP. Pada bagian akhir terdapat (O2) sebagai penerima (akseptor), sehinga terbentuk H2O.

Jadi, dari keseluruhan proses katabolisme 1 glukosa melalui respirasi aerobik, dihasilkan 38 ATP, dengan perincian sebagai berikut: Glikolisis Oksidasi dari piruvat Siklus Krebs : 2 NADH + 2 ATP : 2 NADH (atau 6 ATP) : 6 NADH + 2 FADH + 2 ATP = 8 ATP = 6 ATP = 24 ATP

Jadi total ATP = 38 ATP

Pertama, NADH dan FADH2 mengalami oksidasi, dan elektron berenergi tinggi yang berasal dari reaksi oksidasi ini ditransfer ke koenzim Q. Energi yang dihasilkan ketika NADH dan FADH2 melepaskan elektronnya cukup besar untuk menyatukan ADP dan fosfat anorganik menjadi ATP. Kemudian koenzim Q dioksidasi oleh sitokrom b. Selain melepaskan elektron, koenzim Q juga melepaskan 2 ion H+. Setelah itu sitokrom b dioksidasi oleh sitokrom c. Energi yang dihasilkan dari proses oksidasi sitokrom b oleh sitokrom c juga menghasilkan cukup energi untuk menyatukan ADP dan fosfat anorganik menjadi ATP. Kemudian sitokrom c mereduksi sitokrom a, dan ini merupakan akhir dari rantai transpor elektron. Sitokrom a ini kemudian akan dioksidasi oleh sebuah atom oksigen, yang merupakan zat yang paling elektronegatif dalam rantai tersebut, dan merupakan akseptor terakhir elektron. Setelah menerima elektron dari sitokrom a, oksigen ini kemudian bergabung dengan ion H+ yang dihasilkan dari oksidasi koenzim Q oleh sitokrom b membentuk air (H2O). Oksidasi yang terakhir ini lagi-lagi menghasilkan energi yang cukup besar untuk dapat menyatukan ADP dan gugus fosfat organik menjadi ATP. Jadi, secara keseluruhan ada tiga tempat pada transpor elektron yang menghasilkan ATP. Sejak reaksi glikolisis sampai siklus Krebs, telah dihasilkan NADH dan FADH2 sebanyak 10 dan 2 molekul. Dalam transpor elektron ini, kesepuluh molekul NADH dan kedua molekul FADH2 tersebut mengalami oksidasi sesuai reaksi berikut. Setiap oksidasi NADH menghasilkan kira-kira 3 ATP, dan kira-kira 2 ATP untuk setiap oksidasi FADH2. Jadi, dalam transpor elektron dihasilkan kira-kira 34 ATP. Ditambah dari hasil glikolisis dan siklus Krebs, maka secara keseluruhan reaksi respirasi seluler menghasilkan total 38 ATP dari satu molekul glukosa. Akan tetapi, karena dibutuhkan 2 ATP untuk melakukan transpor aktif, maka hasil bersih dari setiap respirasi seluler adalah 36 ATP.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.biotek.lipi.go.id/index.php?option=content&task=view&id=36. http://ms.wikipedia.org/wiki/Enzim Colby (1992). Ringkasan Biokimia Harper. Alih Bahasa: Adji Dharma. Jakarta:EGC Robert k murray,dkk (2001) Biokimia Harper.Jakarta : EGC