Anda di halaman 1dari 5

JARINGAN IKAT KHUSUS : DARAH Darah merupakan bentuk jaringan ikat khusus yang terdiri dari atas elemen

berbentuk yaitu sselsel darah dan trombosit dan suatu substansi interseluler cair, yaitu plasma darah. Volume darah pada manusia dewasa sehat kurang lebih 5 liter, dan bila dibandingkan darah meliputi sekitar 8 persen berat badan. Karena sifat plasma yang cair, maka diantara sel-sel darah tidak didapati hubungan ruang yang pasti. Ada dua jenis utama sel-sel darah yang digambarkan menurut penampilannya dalam keadaan segar, tanpa pulasan yaitu: sel darah merah (eritrosit) dan sel darah putih (leukosit). Unsur-unsur berbentuk yang lain dalam darah adalah keeping-keping darah atau trombosit. ERITROSIT Dalam setiap 1 mm3 darah terdapat sekitar 5 juta eritrosit, oleh karena itu pada sediaan darah yang tampak paling menonjol adalah sel-sel tersebut. Dalam keadaan normal, eritrosit manusia berbentuk sebagai cakram bulat bikonkaf dengan diameter 7,2 m tanpa memiliki inti.. Komposisi molekuler eritrosit menunjukkan bahwa lebih dari separuhnya terdiri dari air (60%) dan sisanya berbentuk substansi padat. Secara keseluruhan isi eritrosit merupakan substansi koloidal yang homogen, sehingga sel ini bersifat elastic dan lunak. Bentuk bikonkaf dari eritrosit ternyata lebih menguntungkan daripada bentuknya sebagai bola bagi pelaksanaan fungsinya karena bertambahnya luas permukaan menjadi 20 30% akan mempercepat proses absorpsi dan pelepasan O2. Lagipula dengan bentuk yang lebih pipih akan memperpendek jarak antara pusat sel dan lingkungannya sehingga dapat mempercepat pertukaran oksigen. Eritrosit mengandung protein yang sangat penting bagi fungsinya yaitu globin yang dikonjugasikan dengan pigmen hem membentuk hemoglobin yang mengikat oksigen.. Dalam keadaan normal isi (sitoplasma) sel-sel darah berada dalam keseimbangan osmotic dengan plasma. Bila plasma bertambah pekat konsentrasinya karena penguapan atau karena penambahan pelarut hipertonik pada darah, terjadi krenasi (creanation) pada sel darah. Ini sebagai akibat keluarnya air dari sel-sel tersebut yang menyebabkan mengkerut dan denga demikian menghasilkan bentuk sel seolah berduri. Sebaliknya bila plasma darah diencerkan, air masuk ke dalam sel darah dan sel-sel membengkak, menyebabkan bentuk membulat (sferis). Bila keadaan ini berlanjut terus, hemoglobin keluar dari sel ke dalam plasma dan sel darah kehilangan warna nya, menjadi kantung-kantung darah yang kempis atau istilah inggrisnya blood ghosts atau blood shadow. Keluarnya hemoglobin disebut hemolisis atau merembes (leaking). Hemolisis dapat pula terjadi oleh zat-zat yang merusak membrane plasma, dan substansisubstansi tersebut hemolisis atau zat-zat hemolitik Aglutinasi atau penggumpalan sel-sel darah merah dapat dipengaruhi berbagai zat. Ini dapat terjadi di dalam peredaran darah pada berbagai keadaan patologik. Agglutinin yang terdapat di dalam plasma beberapa individu, dapat menyebabkan aglutinasi eritrosit orang lain. Aglutinin menjadi dasar dari empat golongan darah utama. Pada keadaan patologik tertentu, tidak hanya jumlah, tetapi juga besar, bentuk dan kandungan hemoglobin eritrosit mungkin berubah.

Mungkin terjadi suatu ketidak seragaman dalam ukiran, yang disebut anisositosis. Eritrosit yang berukuran kurang dari 6 m dinamakan mikrosit dan yang berukuran lebih dari normal (9 m 12 m) dinamakan makrosit atau megalosit. Kelainan dalam bentuk diberi nama poikilositosis. Bila kecepatan pembentukana sel-sel darah merah lebih besar daripada kecepatan sintesis hemoblobin, maka sel-sel darah merah yang dihasilkan mengandung hemoglobin yang kurang daripada eritrosit normal. Sel-sel tersebut tampak lebih pucat (hipokrom) daripada eritrosit normal (normokrom). LEUKOSIT Leukosit atau sel darah putih adlah sel yang mengandung inti. Dalam darah manusia normal terdapat jumlah leukosit rata-rata 5000-9000 sel permilimeter kubik. Jumlahnya pada anak-anak lebih tinggi dan pada keadaan patologis berbeda nyata dengan normal. Bila jumlahnya lebih dari 12000 keadaan itu disebut suatu leukositosis, bila berkurang dari 5000 disebut leucopenia. Ada dau golongan utama leukosit yaitu yang agranular dan yang granular. Leukosit agranular mempunyai sitoplasma yang tampak homogeny dan intinya berbentuk bulat atau berbentuk ginjal. Leukosit granular mengandung granula spesifik dalam sitoplasmanya dan mempunyai inti yang memperlihatkan banyak variasi dalam bentuknya. Terapat dua jenis leukosit agranular: limfosit yaitu sel-sel kecil dengan sitoplasma sedikit dan monosit, yaitu sel-sel yang agak besar mengandung sitoplasma lebih banyakk. Terdapat tiga jenis leukosit granular: neutrofll, basofil dan eosinofil yang dapat dibedakan oleh afinitas granula terhadap cat warna netral, basa dan asam. LIMFOSIT Di dalam darah manusia, limfosut-limfosit merupakan sel-sel bulat dengan diameter yang bervariasi antara 6 sampai 8 m, walaupun beberapa diantaranya mungkin lebih besar. Jumlah limfosit adalah 20 sammpai 35 persen dari leukosit darah normal. Gambaran yang paling mencolok dari limfosit kecil adalah inti yang relative besar dikitari sitoplasma sempit. Inti tampak bulat dan pada umumnya menunjukkan cekungan/lekukan pada satu sisi,. MONOSIT Monosit merupakan sel besar yang berjumlah 3 sampai 8 persen dari leukost normal darah. Diameternya 9 sampai 10 m tetapi pada hapus darah kering menjadi pipih mencapai diameter 20 m atau lebih. Inti biasanya terletak eksentris dalam sel, terlihat mempunyai lekukaan yang dalam atau berbentuk tapal kuda. Bahan kromatin dalam inti tersusun sebagai jala-jala halus, sehingga inti dapat terpulas gelap seperti pada sajian hapus pada limfosit. Sitoplasma monosit terdapat relative lebih banyak tampak berwarna abu-abu. Berbeda dengan limfosit, sitoplasma monosit mengandung butir-butir yang mengandung peroksidase seperti yang diketemukan dalam netrofil. Monosit mampu mengadakan gerakan dengan jalan membentuk pseudopodia sehingga dapat bermigrasi menembus kapiler untuk masuk ke dalam jaringa pengika. Dalam jaringan pengikat

monosit berubah menjadi sel makrofag atau sel-sel lain yang diklasifikasikan sebagai sel fagositik. Di dalam jaringan mereka masih mempunyai kemampuan membelah diri. Selain berfungsi fagositosis makrofag dapat berperan menyampaikan antigen kepada limfosit untuk bekerjasama dalam system imun. NEUTROFIL Neutrofil yang termasuk leukosit polimorfonuklear yang dalam keadaan segar berdiameter 7 sampai 9 m dan dalam hapus darah kering 10 sampai 12 m. dalam sarah manusia neurifil berjumlah paling banyak dan merupakan 65 sampai 75 persen dari jumlah seluruh leukosit. Inti sangat polimorf dan memperlihatkan berbagai bentuk. Inti umumnya terdiri atas 3 sampai 5 lobus berbentuk lonjong yang tak teratur, yang saling dihubungkan oleh benang-benang kromatin yang halus. Jumlah lobus bertambah sesuai dengan bertambahnya umur sel. Anak inti tidak dapat dilihat. Pada sajian hapus darah kering wanita, orang dapat melihat suatu bangungan tambahan kecil melekat pada inti neutrofil melalui seutas kromatin halus. Kurang lebih 3% neutrofil mempunyai badan ini. Badan pemukul gendering ini (drumstick), pertama-tama dikenal oleh davidson dan smith, mungkin merupakan kromosom kelamin. Diperkirakan bangungan itu terdapat dalam semua sel wanita, tetapi erat melekat dalam salah satu lobus dari inti pada kebanyakan sel, jadi dapat tersembunyi. Sitoplasma nya yang berlimpah diisi oleh granula yang halus, yang kebanyakan bersifat neutrofil. Granula terutama merupakan lisosom tipe khusus yang terutama mengandung enzim hidrolitik. Enzimnya dapat dilepaskan setelah neutrofil menelan benda seperti karbon, bakteri dan mikroorganisme lain. Disamping granula neutrofil spesifik, sitoplasma mengandung granula azurofil. EOSINOFIL Leukosit eosinofil atau leukosit asidofil agak lebih besar daripada neutrofil dan dalam keadaan segar mempunyai diameter 9-10 m. Jumlah normalnya lebih kurang 2-4 persen dari jumlah sel leukosit. Inti biasanya mempunyai dua lobus. Cirri-ciri khas sitoplasma adalah mengandung granula kasar refraktil yang seragam ukurannya, dengan pulasan asam terpulas intensif. Granula spesifik pada mikrograf electron tampak mencolok. Ia tammpak berpita disebabkan adanya Kristal-kristal silindris di dalamnya. Granula tampak mengandung peroksidase, demikian juga sejumlah enzim hidrolitik. Jadi, granula-granula tersebut seperti halnya garnula neutrofil, bersifat lisosomal. BASOFIL Sel-sel basofil dalam darah manusia sukar ditemukan karena jumlahnya hanya 0,5-1 persen dari jumlah seluruhh leukosit. Sel basofil yang berukuran lebih kurang sama denga leukosit neutrofil, dalam keadaan segar mempunyai diameter 7-9 m. batas inti sering tidak teratur dan untuk sebagian terbagi dua lobus. Granula sitoplasma bulat kasar denga ukuran berbeda-beda. Beberapa granula menutupi inti sehingga cenderung mengaburkan batasnya. Granula larut

dalam air dan karena itu dalam sediaan rutin sebagian larut atau tidak ada. Granula bersifat basofil dan metakromatik serta mengandung histamine, heparin dan serotonin. Tidak seperto granula leukosit granular lain, granula ini tidak merupakan lisosom. TROMBOSIT Keeping-keping darah berwujud cakram-cakram protoplasma kecil yang dalam peredaran darah tidak berwarna. Keeping-keping darah berdiameter 2-4 m. jumlahnya dapat bervariasi, tetapi biasanya sekitar 200.000-300.000 tiap millimeter kubik darah. Keeping-keping darah terlihat berbentuk bulat atau lonjong bila direntangkan; bial dilihat dari samping, tampak berbentuk gelendong atau batang. Tidak memiliki inti. Mikrograf electron keeping-keping darah memperlihatkan banyak pita mikrotubul melingkar, yang member bentuk kepada keping darah. Membrane plasma memiliki glikokaliks tebal dan melanjutkan diri dengan suatu system kanalikular terbuka. Keeping-keping darah melakukan endositosis terhadap partikel-partikel besar dengan jalan invaginasi membrane plasma. Keeping-keping darah berasal sebagai bagian yang terlepas dari sel-sel raksasa dalam sumsum tulang, yaitu megakariosit. Keeping-keping darah memegang peranan dalam hemostatis, yaitu menempel pada daerah luka pada pembuluh darah, menghasilkan thrombus putih, yang menutup permukaan yang cedera dan mengisi lubang-lubang di dalam dinding pembuluh. Keeping-keping darah dianggap menghasilkan suatu enzim tromboplastin, yang penting dalam mekanisme pembekuan. Tromboplastin membantu transformasi protrombin menjadi thrombin dan thrombin mentransformasi fibrinogen menjadi fibrin. Serotonin, suatu zat yang menyebabkan kontraksi otot polos pada pembuluh darah kecil juag terdapat dalam keeping darah, mungkin terletak dalam granula-granula sitoplasma kecil. Penurunan jumlah keeping darah dalam peredaran darah tampak dalam klinik sebagai suatu keadaan yang disebut trombositopenia. PLASMA Plasma adalah cairan yang membawa semua bahan-bahan nutritive. Di dalam terdapat substansisubstansi nutritive yang berasal dari system pencernaan, zat-zat tak berguna yang dihasilkan di dalam jaringan, dan hormone-hormon. Plasma merupaka 55 persen dari darah; unsure-unsure selular 45 persen. Plasma adalah cairan homogen agak alkali, yang mengandung selain bahanbahan yang telah disebut diatas, gas yang terlarut, garam anorganik, protein, karbohidrat, lipid dan beberapa substansi organic lain. Partikel-partikel yang larut di dalam plasma dapat diperlihatkan dengan mikroskop fase dan mikroskop lapangan gelap. Partikel-partikel itu adalah kilomikron yaitu globul-globul lemak sangat kecil yang akan bertambah jumlahnya setelah makanan berlemak. Waktu aliran darah terhenti, tau ketika darah berkontak dengan udara, salah satu globulin plasma (fibrinogen) mengendap sebagai jala-jala filament halus, disebut fibrin. Pengkerutan bekuan darah atau plasma (sineresis), menghasilkan cairan jernih kekuningan yaitu serum.

Sumber: 1. Subowo. 2002. Histologi Umum. Jakarta: Bumi Aksara 2. Lesson, Roland, Thomas S.Lesson and Anthony A.Paparo. 1996. Buku Ajar Hostologi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC