Anda di halaman 1dari 3

BAB 4 PENUTUP

4.1. Kesimpulan Penatalaksanaan pasien ibu G1P0A0, 19 tahun, hamil 35 minggu dengan pre eklamsia dengan pendekatan kedokteran keluarga adalah sebagai berikut: Terapi medikamentosa: R/ Fe tab no XXX S 1 dd tab I Terapi edukasi 1. :

Pasien dianjurkan minum tablet Fe teratur

2. Pasien dianjurkan makan makanan yang bergizi 3. Pasien dianjurkan untuk memeriksakan kehamilan rutin ke bidan ke polindes atau Puskesmas 4. Pasien dianjurkan segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau bidan terdekat apabila ada keluhan dalam kehamilan Pembinaan terhadap pasien dan keluarga 1. Menjelaskan kepada penderita dan keluarga tentang kehamilannya, meliputi faktor risiko, komplikasi dan pencegahan komplikasi. Memotivasi pasien dan keluarga untuk bersama-sama memperhatikan kehamilan pasien. 2. Memotivasi pasien untuk mempersiapkan sejak dini persalinan pasien baik dari psikologis maupun finansial. 3. Menganjurkan pasien untuk minum tablet Fe teratur serta makan makanan yang bergizi. 4. Pasien dianjurkan segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau bidan terdekat apabila ada keluhan dalam kehamilan. 5. Menganjurkanpasienuntuk periksa USG ke dokter spesialis kandungan untuk melihat kondisi janin dalam kandungan pasien.

6. Menjelaskan kepada suami pasien tentang bahaya merokok, perokok pasif, dan memotivasi agar tidak merokok di dalam ruangan maupun di sekitar anggota keluarga lainnya. 4.2. Saran Untuk menurunkan angka kematian ibu terutama akibat kehamilan risiko tinggi diperlukan pendekatan keluarga dalam menatalaksana pasien secara komprehensif.

DAFTAR PUSTAKA

1. Dinas Kesehatan Jawa Tengah. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun
2011.Kementrian Kesehatan Republik Indonesia [cited 2012 Nov 16]. Available from: http://www.depkes.go.id/dmdocuments/profilkesehatanindonesia2010.pdf 2. Dinas Kesehatan Jawa Tengah. Profil Kesehatan Indonesia 2010. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia [cited 2012 Nov 16]. Available from: http://www.depkes.go.id/dmdocuments/profilkesehatanindonesia2010.pdf 3. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2010. Jakarta; 2011. 4. Dinas Kesehatan Kota Semarang. Profil Kesehatan 2010. Semarang; 2010. 5. Departemen Kesehatan RI, 2006. 6. Prawirohardjo S, Ilmu Kebidanan dan Kandungan, Jakarta, Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo 2009.

7. Maisuri TC. Kehamilan Risiko Tinggi. Artikel Ilmiah Populer. Universitas


Hasanudin [updated 2010 Mei 19; cited 2011 Feb 17]. Available from : http://med.unhas.ac.id/obgin/index.php? option=com_content&task=view&id=90&Itemid=62 8. Husain, Rizkha. Faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya risiko tingginpada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas ampana timur tahun 2008. [thesis]. Sulawesi Tengah. Puskesmas Ampana Timur; 2008. 9. Suswadi. Penyulit Kehamilan dan Persalinan pada Wanita Usia Tua. [thesis]. Semarang: Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi. Universitas Diponegoro; 2000.

10. Infeksi

dalam

Kehamilan.

[cited

2012

Maret

28].

Available

http://spesialistorch.com/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&9 11. Hariadi R. Ilmu Kedokteran Fetomaternal. Surabaya: Himpunan Kedokteran Fetomaternal Perkumpuan Obstetri dan Ginekologi Indonesia; 2004.

12. Suparman, E. Diabetes Melitus dalam Kehamilan. Bagian SMF Obstetri dan
Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi/Rumah Sakit Umum Pusat Manado. [cited 2012 Feb 28]. Available http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/10_DiabetesMellitusDalamKehamilan.pdf/10_ DiabetesMellitusDalamKehamilan 13. Anies. Kedokteran keluarga & pelayanan kedokteran berprinsip pencegahan. Semarang: Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Dipenegoro; 2003.