Anda di halaman 1dari 11

BAB I TINJAUAN PUSTAKA

1.1 Pendahuluan Veruka vulgaris, umumnya dikenal sebagai kutil. Dapat terjadi pada semua usia, tetapi umumnya terjadi selama masa anak-anak dan remaja. Seringkali, veruka terjadi pada jari tangan, namun veruka dapat tumbuh pada setiap permukaan epidermis. Veruka vulgaris disebabkan oleh human papilloma virus (HPV).(1) infeksi yang disebabkan oleh human papilloma virus menyebabkan berbagai sindrom klinis, termasuk kutil kelamin, displasia leher rahim, dan kanker rahim.(2) Pertumbuhan veruka dianggap jinak, dengan kata lain, bukan suatu keganasan. Bahkan, dalam banyak kasus, veruka dianggap sangat berbahaya. Meskipun tidak berbahaya, kebanyakan orang ingin agar veruka yang tumbuh di hilangkan.(1) 1.2 Definisi Veruka (warts) adalah proliferasi jinak pada kulit dan mukosa yang disebabkan oleh infeksi virus papilloma. Virus tersebut tidak menimbulkan tanda dan gejala klinis yang akut, tetapi secara lambat dalam menimbulkan ekspansi lokal pada sel epitel. Lesi mungkin timbul subklinis dalam waktu yang lama atau mungkin tumbuh menjadi massa keras yang membesar dan persisten dalam beberapa bulan atau tahun.(3) 1.3 Sinonim Berbagai nama telah diberikan pada veruka, untuk veruka vulgaris diberi nama kutil atau common warts.(4)

1.4 Epidemiologi Veruka merupakan masalah kulit yang biasa ditemukan, jumlahnya kira-kira 5-10% dari kondisi kulit yang terlihat pada pasien di banyak negara. Di negara tropis, veruka jarang terjadi.(5) tersebarnya kosmopolitan dan transmisinya melalui kontak kulit dan inokulasi. Veruka vulgaris sangat umum dalam populasi di selruh dunia. Frekuensinya tidak diketahui dengan pasti, tetapi veruka vulgaris diperkirakan mempengaruhi sekitar 7-12% dari populasi.(6) Berdasarkan studi populasi ditemukan prevalensi ratarata adalah berturut-turut 0,84% dan 12,9% . Pada studi yang dilakukan pada populasi di sekolah menunjukkan prevalensi rata-rata 12% pada usia 4-6 tahun dan 24% pada usia 16-18 tahun. Peningkatan insiden juga terlihat pada pasien immunocompromised.
(2,6)

Bergantung pada jenis veruka yang ditemukan,ada yang terdapat terutama pada usia anak atau pada usia dewasa.(4) sedangkan veruka vulgaris sendiri sering terjadi pada anak-anak. Pada anak lesinya timbul multiple dan cepat meluas, karena inokulasi dan garukan (fenomena koebner), sedangkan pada orang dewasa lesi ini jarang di dapatkan dalam jumlah banyak.(7) 1.5 Etiologi Veruka disebabkan oleh human papilloma virus (HPV).(8) virus tersebut tergolong dalam grup papovirus, yaitu virus DNA dengan karakteristik replikasi intranuklear.(2,4,8) HPV adalah virus DNA double-strainded dengan berat rata-rata 5 x 106 dalton.(2) Papilloma virus mempunyai host yang spesifik, yang mengartikan

bahwa dari satu spesies tidak dapat diinduksi paplloma dalam spesies yang heterelog, jadi hanya dapat menginfeksi manusia.(5) Lebih dari 100 tipe DNA human papilloma virus yang sudah diidentifikasi. Virus tersebut menginfeksi secara autoinokulasi dan kontak langsung. Beberapa tipe HPV tersebut dihubungkan dengan lesi klinis yang spesifik, yaitu tipe 1,2,4,27, dan 29 biasa ada pada common wart. (3)

Gambar 1. Human papilloma virus (diambil dari: http://www.thecancerblog.org/blogs/archives/The-cancerblog/Dec-20-2006.html ) 1.6 Patogenesis Infeksi HPV terjadi melalui inokulasi virus ke dalam epidermis melalui luka pada kulit. Faktor predisposisi umum termasuk trauma, menggigit kuku dan maserasi kulit. Sering pasien tidak dapat mengingat trauma apapun yang terjadi sebelum

muncul lesi, sehingga minor trauma dianggap sebagai faktir predisposisi dalam hal inokulasi virus.(8) Saat Hpv menginfeksi kulit, maka virus akan masuk ke dalam gonom manusia dan mengganggu siklus sel, sehingga menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak teratur dan pembentukan kutil. HPV biasanya menyerang orang dengan kekebalan terbatas. Anak-anak umumnya memiliki kekebalan yang kurang terhadap HPV daripada orang dewasa, sehingga anak-anak lebih sering terinfeksi. Kutil kelamin memerlukan pertimbangan khusus karena resiko pra-kanker. Penularan HPV mungkin tergantung pada beberapa faktor, meliputi lokasi dan lesi, kuantitas infeksi virus yang ada, tingkat dan sifat kontak, serta status immunologi seseorang terhadap HPV.(3) Veruka dapat terjadi pada setiap area kulit dan membran mukosa. Infeksi terbatas pada epitel dan tidak mengakibatkan penyebaran sistemik virus. Replikasi terjadi pada sel epitel dalam tingkat atas epidermis, namun partikel virus dapat di temukan dalam lapisan basal.(6) Mekanisme imun ikut berperan dalam menentukan kerentanan seseorang mendapatkan virus ini. Imunitas humoral mungkin berkontribusi untuk terjadinya resistensi pada infeksi, sedangkan reaktivitas dari imunitas seluler host memainkan peranan yang aktif dalam terjadinya regresi veruka. Pada individu dengan immunosupressi seperti transplantasi ginjal terutama sekali rentan terinfeksi virus dan resisten terhadap pengobatan.(5) 1.7 Klasifikasi dan Gejala Klinis Penyakit veruka menurut karakteristiknya dapat dibedakan berdasar lokasi klinis atau morfologinya menjadi : (1) Common warts (veruka vulgaris), (2) Plantar 4

warts (veruka plantaris), (3) Plane warts (veruka plana) atau disebut juga flat warts, (4) Genital warts (veruka genitalis).(2,5) Veruka vulgaris dapat tumbuh dalam bentuk soliter maupun multiple, dan biasanya ditemukan pada bagian tubuh yang terbuka, seperti pada jari dan dorsum manus, walaupun demikian penyebarannya dapat ke bagian lain tubuh termasuk mukosa mulut dan hidung.(4) Pada keadaan awal, ukurannya biasanya hanya sebesar jarum pentul dengan permukaan halus dan mengkilat.(7) dalam beberapa minggu atau bulan, semakin membesar berupa nodul berwarna abu-abu kecoklatan dengan permukaan kasar atau verukosa, bersisik, berbentuk kubah, berukuran bervariasi yang dapat ditemukan pada permukaan kulit. Bila di gores dapat timbul autoinokulasi sepanjang goresan (fenomena koebner).(4,9) Dikenal pula induk kutil yang suatu saat akan menimbulkan anak-anak kutil dalam jumlah yang banyak (lesi satelit).(4) Ada pendapat yang menggolongkan sebagai penyakit yang sembuh sendiri tanpa pengobatan, yaitu sekitar 60% dalam dua tahun, pada anak biasanya sembuh spontan dalam 6 bulan.(4,5) Pada anak-anak veruka ini tumbuh profuse, biasanya multipel dan jumlahnya banyak. Jika pada dewasa jarang tumbuh banyak, biasanya hanya 2-3 lesi yang muncul. Biasanya sering ditemukan di tangan dan jari-jari tangan, tetapi dapat juga ditemukan di wajah, bibir, lubang telinga, hidung, kelopak mata, atau diatas lidah.(5) 1.8 Histopatologi Jika gambaran klinis tidak jelas dapat dilakukan pemeriksaan histopatologi melalui biopsi kulit.(4) Veruka vulgaris menunjukkan adanya hiperplasia dari lapisan epidermis dengan hiperkeratosis, akantosis, dan parakeratosis. Pembuluh darah 5

kapiler menjadi prominent dan mungkin trombosis. Sel mononuklear mungkin bisa juga ada. Sel keratinosit yang besar dengan inti eksentrik, piknotik dikelilingi perinuclear halo (sel koilositik) merupakan karakteristik dari HPV yang berhubungkan dengan papilloma.(3)

Gambar 2. Gambaran PA veruka vulgaris

1.9 Diagnosa Banding Kelainan kulit seperti keratosis seboroik (lesi biasanya lebih pigmentasi dan permukaan kulit lebih mudah di gores), solar keratosis, nevus, acrochordons, hiperplasia sebaceous, clavus, small pyogenic granuloma atau squamous cell carcinoma, dapat menyerupai veruka.(3)

Selain itu, veruka vulgaris harus dibedakan dengan tuberkulosis verukosa kutis atau anatomis warts, merupakan lesi tuberkulosis yang sekelilingnya eritema, terutama bila lesi berada di jari tangan; pricke cell epitelioma.(5) 1.10 Terapi Pilihan terapi tergantung dari lokasi, ukuran, jumlah, tipe dan usia penderita. Pada anak mungkin tidak memerlukan penanganan karena biasanya dapat regresi spontan. Perlu diingat hal utama ketika mengobati veruka adalah virus bersifat mikroskopik, walaupun setelah diobati kulit tampak normal, namun virus masih sering dapat ditemukan pada jaringan yang tersisa. Ada beberapa macam terapi topikal antara lain terapi keratolitik dengan menggunakan preparat asam, yaitu asam salisilat, asam laktat atau kombinasi keduanya, bedah beku (cryotherapi/cryosurgery) dengan menggunakan cairan nitrogen dan carbon dioksida (jarang), bedah listrik, bedah laser, elektrodesikasi dan kuret.(5) 1.11 Prognosis Baik, karena veruka biasanya sembuh spontan meskipun sering residif walaupun sudah dilakukan pengobatan yang adekuat.(4,7) Penyembuhan yang cepat tergantung pada beberapa faktor yaitu imunitas host, usia, dan tipe HPV yang menginfeksi.(5)

BAB II TINJAUAN KASUS I. Identitas Nama Jenis kelamin Usia Agama Pekerjaan Alamat : Ny. S : perempuan : 34 tahun : Islam : ibu ruah tangga : Pandugo I/30 Surabaya

Tanggal pemeriksaan : 5 Oktober 2010 II. Anamnesis (Autoanamnesis) a. Keluhan utama b. Keluhan tambahan c. Riwayat penyakit sekarang : Benjolan pada tangan kiri : :

Penderita datang ke poli kulit dan kelamin Rumah Sakit Umum Haji Surabaya dengan keluhan terdapat benjolan pada tangan kirinya sejak 1 bulan yang lalu. Awalnya benjolan tersebut kecil, kenudian oleh pasien benjolan tersebut di orek-korek dengan peniti. Kemudian benjolan semakin membesar, berwarna cokelat keabuan dan jika di pegang terasa

padat, permukaan kasar. Pada benjolan tersebut tidak terasa gatal maupun nyeri. Benjolan tersebut juga tiodak menyebar. Pasien pernah mengoles minyak tawon pada benjolan tersebut. Dan pasien juga mengaku baru pertama kali menderita sakit seperti ini. Teman dan keluarga tidak ada yang sakit seperti ini. Riwayat trauma disangkal. Pasien juga mengaku tidak ada benjolan sejenis di tempat lain. d. Riwayat penyakit dahulu : Penderita tidak pernah sakit seperti ini e. Riwayat penyakit keluarga : Riwayat sakit seperti ini dalam keluarga disangkal. f. Riwayat psikososisal : III. Pemeriksaan Fisik a. Status generalis Keadaan umum Kesadaran Kepala Leher Thorax Abdomen : Baik : Compos mentis : Dalam batas normal : Dalam batas normal : Dalam batas normal : Dalam batas normal

Ekstremitas atas Ekstremitas bawah

: Lihat status dermatologis : Dalam batas normal

b. Status dermatologi Regio Effloresensi : antebrachii sinistra : pada regio antebrachii sinistra tampak nodul berukuran

0,5 x 0,5 cm, berwarna cokelat keabuan dengan permukaan verukosa dan keras. IV. Pemeriksaan Tambahan : V. Resume : Ny.S//34 thn dengan keluhan terdapat benjolan pada tangan kirinya sejak 1 bulan yang lalu. Awalnya benjolan tersebut kecil kemudian semakin lama benjolan semakin membesar, berwarna cokelat keabuan dan jika di pegang terasa padat, permukaan kasar. Pada benjolan tersebut tidak terasa gatal maupun nyeri. Dari pemeriksaan fisik diperoleh status generais dalam batas normal. Status dermatologis didapatkan pada regio antebrachii sinistra tampak 1 buah nodul berukuran 0,5 x 0,5 cm, berwarna cokelat keabuan dengan permukaan verukosa dan keras VI. Diagnosis VII. Planing a. Diagnosis : Histopatologi : Veruka vulgaris

10

b. Terapi -

Medikamentosa : Elektrocauter Natrium fusidat cream ( post cauterisasi )

Non medikamentosa : Menjaga hygine pribadi, jangan memegangmegang atau memanipulasi lesi yang ada. Menjelaskan pada penderita bahwa ia menderita infeksi virus dan penyakit ini dapat kambuh lagi dan menular. Apabila timbul keluhan yang sama setelah pengobatan segera kembali ke dokter untuk dapat dilakukan tindakan.

VIII. Prognosis Baik, jika pengobatan benar, sesuai dan kekambuhan tidak terjadi.

11