let's fight corruption in public sector, especially for IT Projects: Paper: Pengukuran Risiko Manajemen Proyek Teknologi Informasi

5/21/13 9:20 AM

Paper: Pengukuran Risiko Manajemen Proyek Teknologi Informasi

PENGUKURAN RISIKO MANAJEMEN PROYEK TEKNOLOGI INFORMASI (STUDI KASUS PADA SEBUAH PERUSAHAAN TEKNOLOGI INFORMASI DI INDONESIA) Rudy M. Harahap, Andri Setiawan, Adi Subakti Kurniawan, Merlin Mulia Jurusan Komputerisasi Akuntansi, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Bina Nusantara rudy.m.harahap@binus.ac.id Abstraksi Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan mengukur risiko-risiko dalam pengerjaan proyekproyek teknologi informasi. Pengukuran risiko teknologi informasi yang dilakukan akan menampilkan nilai tingkatan dari frekuensi terjadinya risiko terhadap dampak yang dapat dihasilkan. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi untuk memitigasi risiko pada proyek teknologi informasi. Penelitian ini menemukan perbedaan prioritas risiko dari penelitian sebelumnya dan rekomendasi yang dapat membantu untuk meminimalkan risiko yang ditemukan. Penelitian ini dapat meminimalkan kemungkinan terjadinya risiko sehingga dapat meminimalisasi kemungkinan kegagalan suatu proyek teknologi informasi. Kata Kunci : Pengukuran risiko, proyek teknologi informasi, dampak, frekuensi

1. PENDAHULUAN

http://pojokgagasan.blogspot.com/2010/06/paper-pengukuran-risiko-manajemen.html

Page 1 of 7

Sampai saat ini.blogspot. Belum lagi. kemudian melakukan respon risiko sehingga dapat meminimalkan dampak-dampak yang dapat ditimbulkan oleh risiko tersebut. Penelitian ini akan berguna untuk mengetahui profil risiko. Data dari Standish Group Study (CHAOS) menemukan bahwa pada 1995 hanya 16. hanya sekitar 10% proyek pengembangan software yang diselesaikan sesuai dengan budjet dan jadwal yang telah ditentukan sebelumnya (Anonymous.com/2010/06/paper-pengukuran-risiko-manajemen. Penelitian ini akan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya penerapan manajemen risiko teknologi informasi sehingga pengerjaan proyek teknologi informasi dapat berjalan lancar. analisis terhadap risiko. especially for IT Projects: Paper: Pengukuran Risiko Manajemen Proyek Teknologi Informasi 5/21/13 9:20 AM Era globalisasi dan persaingan dunia bisnis di Indonesia yang semakin pesat dan luas diiringi dengan pertumbuhan teknologi informasi yang semakin pesat pula. tingkat keberhasilan proyek teknologi informasi masih rendah. perusahaan yang dijadikan objek studi adalah perusahaan yang bergerak di bidang software house. 2008). salah satu pemicu kegagalan proyek teknologi informasi adalah dilupakannya manajemen risiko proyek teknologi informasi. diperlukan suatu manajemen risiko terhadap penerapan teknologi informasi bagi perusahaan. mengingat investasinya yang mahal. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya risiko-risiko yang dapat terjadi dalam pengerjaan proyek teknologi informasi serta faktor penyebab munculnya risiko tersebut. Padahal. penelitian ini mengambil judul “Pengukuran Risiko Manejemen Proyek Teknologi Informasi: Studi Kasus pada Sebuah Perusahaan Teknologi Informasi di Indonesia”. Jika penerapan teknologi informasi tidak sesuai dengan arah bisnis perusahaan. Oleh karena itu. perusahaan belum pernah menerapkan manajemen risiko proyek teknologi informasi sehingga risiko kegagalan suatu proyek teknologi informasi sangat besar. Risiko yang timbul akibat penerapan teknologi informasi yang salah dapat menyebabkan implementasi proses bisnis yang tidak optimal. maka akan menimbulkan risiko. menurunnya reputasi perusahaan. yang menyediakan jasa pembuatan sistem. terukurnya risiko pada pengerjaan proyek teknologi informasi. Karena hal itulah. Untuk mencapai tujuan bisnisnya. tanpa cacat. Sejauh ini. Pada penelitian ini. sementara lebih dari 31% proyek teknologi informasi dibatalkan sebelum proyek rampung. dan didapatkannya rekomendasi berupa strategi yang dapat diterapkan untuk meminimalkan munculnya risiko dan dampak yang http://pojokgagasan.html Page 2 of 7 . Di sinilah manajemen risiko proyek teknologi informasi menjadi penting.2% proyek teknologi informasi yang sukses. Mengingat pentingnya hal tersebut. banyak ditemukan proyek teknologi informasi yang mengalami pembengkakan biaya. Merujuk pada survey pertengahan tahun 1990-an lalu. Bila disimak. proyek teknologi informasi dituntut agar dapat berjalan mulus. kerugian finansial. banyak perusahaan menggunakan teknologi informasi sebagai basis dalam memberikan pelayanan yang berkualitas maupun dalam mengoptimalisasi proses bisnisnya.let's fight corruption in public sector. perusahaan memerlukan suatu pengukuran risiko teknologi informasi yang dapat mendeteksi potensi risiko sehingga pengerjaan proyek teknologi informasi dapat berjalan lancar dan sukses. atau bahkan akan berakibat hancurnya bisnis perusahaan.

PEMBAHASAN Pada penelitian sebelumnya. ditemukan 6 risiko yang menjadi prioritas pada proyek teknologi informasi. Pada penelitian ini. kemudian diberikan rekomendasi untuk mitigasi risiko. (4) ketidakserasian organisasi. Risiko-risiko dijelaskan dalam Prioritas Risiko (Top 5). 2002) dan 12 faktor risiko proyek teknologi informasi (Zhang dan Lee. diperoleh juga informasi berupa artikel-artikel dari jaringan internet yang menyediakan informasi terkait dengan pengukuran risiko proyek TI. dilakukan observasi lingkungan kerja pada divisi software solutions group. Risiko yang menempati urutan teratas yang paling membahayakan pengerjaan proyek teknologi informasi perusahaan adalah pengerjaan proyek menjadi terhambat.com/2010/06/paper-pengukuran-risiko-manajemen.let's fight corruption in public sector. Sebagai hasilnya. dilakukan wawancara dengan project manager yang berhubungan dengan proyek teknologi informasi. Yang kedua adalah risiko level organisasi. (3) pengaturan proyek yang tidak efektif. 2008). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan studi lapangan. Kemudian. (5) pembaharuan teknologi. juga dilakukan penyebaran kuesioner yang ditujukan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. dan (6) ketidakcukupan sumber daya (Zhang dan Lee. sedangkan kecenderungan dan dampak risiko dijelaskan dalam sebuah matriks probabilitas-dampak dari keseluruhan 4 level yang ada. dan melaporkan hasilnya. Selain itu. sementara risiko level ekonomi berada di urutan terakhir. Pada studi lapangan.blogspot. analisis informasi. Risiko-risiko tersebut diukur dari kecenderungan dan dampaknya. Penelitian ini mengambil dua sampel proyek teknologi informasi dan menemukan beberapa risiko yang dapat terjadi pada saat pengerjaan proyek teknologi informasi. Pada studi pustaka. dilakukan pengumpulan data dari buku teks yang berkaitan dengan pengukuran risiko dan buku-buku lainnya yang menyediakan informasi terkait dengan risiko proyek teknologi informasi. yaitu (1) perencanaan teknologi yang kurang baik. Hal ini terlihat dari 5 deskripsi risiko dengan nilai rating tertinggi ternyata berasal dari level organisasi.html Page 3 of 7 . Pada studi lapangan di objek studi. Metode analisis data mengacu pada framework dasar (Kathy Schwalbe. akan diperoleh pemahaman yang mendalam tentang mengapa sesuatu terjadi dan dapat menjadi dasar bagi riset selanjutnya. 2008). telah dilakukan penelaahan dokumentasi yang ada di perusahaan. Zhang dan Lee menemukan bahwa risiko tertinggi adalah risiko level teknologi. Risiko ini disebabkan oleh anggota tim yang kurang http://pojokgagasan. 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Kemudian. pengumpulan data. (2) kurangnya keahlian. especially for IT Projects: Paper: Pengukuran Risiko Manajemen Proyek Teknologi Informasi 5/21/13 9:20 AM ditimbulkannya. ditemukan bahwa risiko yang menjadi prioritas setelah pengendalian yang diterapkan ternyata terpusat pada level organisasi. dengan melakukan pemeriksaan yang mendalam terhadap suatu keadaan atau kejadian yang disebut sebagai kasus dengan menggunakan cara-cara yang sistematis dalam melakukan pengamatan.

tetapi tidak mencegah maupun mengurangi dampak bila risiko terjadi. Walaupun pengendalian tersebut telah diterapkan. dan level teknologi (1 http://pojokgagasan. hal ini juga dipertegas dengan tidak adanya pengendalian untuk mencegah maupun mengurangi dampak bila risiko ini terjadi. Hal ini dipertegas dengan pengendalian yang ada di perusahaan saat ini. Risiko yang menempati urutan ketiga adalah tidak adanya kesepakatan permintaan dari user (konsumen). Hal ini dipertegas dengan pengendalian yang ada di perusahaan saat ini. di mana poin-poin tersebut terletak tepat di titik tengah perpotongan garis antar kuadran (level organisasi). Risiko ini disebabkan oleh adanya konflik di antara user (konsumen). Hal ini mencakup rendahnya keinginan dari anggota tim untuk bekerja maksimal dan kemungkinan keluar atau mengundurkan diri dari proses pengerjaan proyek setiap saat. tetapi tidak mencegah maupun mengurangi dampak bila risiko terjadi. Selain itu. level ancaman terhadap komputer dan sistem komunikasi (2 poin). dan pada kuadran 3 (level organisasi dan level ancaman terhadap komputer dan sistem komunikasi). Risiko ini disebabkan oleh adanya perubahan sumber daya karena perubahan prioritas organisasi.blogspot. Risiko yang bernilai Medium Risk ditunjukkan oleh 5 poin yang berasal dari level organisasi (2 poin).1. Risiko yang menempati urutan keempat adalah requirement proyek sulit didapat. Walaupun pengendalian tersebut telah diterapkan. especially for IT Projects: Paper: Pengukuran Risiko Manajemen Proyek Teknologi Informasi 5/21/13 9:20 AM mendukung pengerjaan proyek. Walaupub pengendalian tersebut telah diterapkan. Risiko ini disebabkan oleh konsumen yang kurang komitmen. pada kuadran 2 (level organisasi). yaitu menunggu permintaan dari konsumen hingga fix. tetapi tidak mencegah terjadinya risiko dan hanya sedikit mengurangi dampak dari risiko yang terjadi. Hal ini dipertegas dengan pengendalian yang ada di perusahaan saat ini. Risiko yang menempati urutan kedua adalah penyelesaian proyek yang bukan prioritas menjadi tidak sesuai dengan ketetapan awal.let's fight corruption in public sector.html Page 4 of 7 . dikarenakan anggota tim yang lebih difokuskan untuk membantu menyelesaikan proyek lain yang lebih diprioritaskan. Risiko ini disebabkan oleh adanya perubahan permintaan dari user. Seperti halnya terjadi pada sebuah proyek. Pada gambar 1. dimana proyek ini tidak dapat selesai tepat waktu.com/2010/06/paper-pengukuran-risiko-manajemen. yaitu menentukan besarnya perubahan dan mengestimasikan waktu dan biaya yang akan dikeluarkan. tampak risiko yang bernilai High Risk ditunjukkan oleh 4 poin yang berasal dari level organisasi (3 poin) dan level ancaman terhadap komputer dan sistem komunikasi (1 poin). yaitu proyek akan di freeze / tidak dikerjakan. Hal ini juga dipertegas dengan tidak adanya pengendalian untuk mencegah maupun mengurangi dampak bila risiko terjadi. Risiko yang menempati urutan kelima adalah proyek harus disesuaikan dengan perubahan permintaan.

mitigasi risiko yang direkomendasikan adalah menjadi penengah dan memberi masukan agar kesepakatan permintaan segera tercapai. yaitu requirement proyek sulit didapat yang disebabkan oleh konsumen yang kurang komitmen. mitigasi risiko yang direkomendasikan adalah perekrutan karyawan kontrak untuk menjadi anggota tim sementara.let's fight corruption in public sector.com/2010/06/paper-pengukuran-risiko-manajemen. Risiko yang bernilai Low Risk ditunjukkan oleh 12 poin yang berasal dari level organisasi (4 poin). level teknologi. Yang kedua adalah risiko level organisasi. especially for IT Projects: Paper: Pengukuran Risiko Manajemen Proyek Teknologi Informasi 5/21/13 9:20 AM poin). maka strategi mitigasi risiko yang dapat direkomendasikan pada penelitian ini untuk meminimalisasi risiko khususnya pada prioritas risiko terdiri dari beberapa rekomendasi. dan level ancaman terhadap komputer dan sistem komunikasi) dan tepat pada garis batas antara kuadran 1 dengan kuadran 2 (level ekonomi). yaitu level ekonomi. level teknologi (2 poin).html Page 5 of 7 . level ekonomi. Zhang dan Lee menemukan bahwa risiko tertinggi adalah risiko level teknologi. yaitu penyelesaian proyek yang bukan prioritas menjadi tidak sesuai dengan ketetapan awal yang disebabkan oleh adanya perubahan sumber daya karena perubahan prioritas organisasi. mitigasi risiko yang direkomendasikan adalah membuat suatu prosedur / aturan tentang profesionalisme dalam bekerja. 2008). Pada risiko urutan kedua. dan level ancaman terhadap komputer dan sistem komunikasi). dan level ekonomi (2 poin). Pada risiko urutan kelima.blogspot. level ancaman terhadap komputer dan sistem komunikasi (4 poin). dan penggantian anggota tim proyek. memberikan suatu sanksi. level organisasi. level teknologi. mitigasi risiko yang direkomendasikan adalah menentukan besarnya perubahan dan mengestimasikan waktu dan biaya yang akan dikeluarkan. Pada risiko urutan teratas. mitigasi risiko yang direkomendasikan adalah memberikan masukan pentingnya proyek dan memberlakukan sanksi denda apabila requirement tidak diserahkan sesuai jadwal. dan level teknologi (Zhang dan Lee. yaitu proyek harus disesuaikan dengan perubahan permintaan yang disebabkan oleh adanya perubahan permintaan dari user. Pada risiko urutan keempat. di mana poin-poin tersebut terletak pada kuadran 1 (level organisasi. Berdasarkan pada Prioritas Risiko (Top 5). Pada penelitian sebelumnya hanya terdapat 3 level risiko. http://pojokgagasan. yaitu tidak adanya kesepakatan permintaan dari user (konsumen) yang disebabkan oleh adanya konflik di antara user (konsumen). Pada risiko urutan ketiga. yaitu pengerjaan proyek menjadi terhambat yang disebabkan anggota tim yang kurang mendukung pengerjaan proyek. sementara risiko level ekonomi berada di urutan terakhir. di mana poin-poin tersebut terletak tepat pada garis batas antara kuadran 1 dengan kuadran 2 (level organisasi) dan garis batas antara kuadran 2 dengan kuadran 3 (level organisasi.

Perusahaan yang dijadikan objek studi belum menerapkan manajemen risiko teknologi informasi pada pengerjaan proyek teknologi informasi sehingga risiko yang dapat mengganggu pengerjaan proyek teknologi informasi belum teridentifikasi. Pada penelitian ini risiko dari level organisasi memiliki urutan prioritas lebih tinggi dibandingkan risiko level teknologi. serta menjadi penengah dan memberi masukan agar kesepakatan permintaan dari konsumen segera tercapai. http://pojokgagasan. dan untuk urutan terakhir sama-sama ditempati oleh risiko level ekonomi. Pada penelitian sebelumnya. Pada penelitian ini risiko dari level organisasi memiliki urutan prioritas lebih tinggi dibandingkan risiko level teknologi. dan lain-lain. pada penelitian ini.let's fight corruption in public sector.blogspot. Perbedaan dari karakteristik perusahaan yang melakukan pengerjaan proyek teknologi informasi pada penelitian yang sebelumnya (Zhang dan Lee. (4) Requirement proyek sulit didapat. Perusahaan yang dijadikan objek studi dapat menggunakan mitigasi risiko yang direkomendasikan dalam penelitian ini agar dapat meminimalisasi risiko yang dapat muncul dari pengerjaan proyek teknologi informasi. ditemukan bahwa risiko tertinggi adalah risiko level organisasi. seperti publishing industry.html Page 6 of 7 . Untuk dapat meminimalisasi risiko yang dapat muncul dari pengerjaan proyek teknologi informasi. consulting industry.com/2010/06/paper-pengukuran-risiko-manajemen. perekrutan karyawan kontrak untuk menjadi anggota tim sementara. 3. (2) Penyelesaian proyek yang bukan prioritas menjadi tidak sesuai dengan ketetapan awal. 2008). Hal ini menunjukkan bahwa risiko level ekonomi tidak terlalu berpengaruh pada pengerjaan sebuah proyek di perusahaan pada studi kasus di Indonesia ini. 2008) dengan penelitian ini kemungkinan menjadi faktor penyebab berbedanya risiko yang paling mempengaruhi dalam pengerjaan proyek teknologi informasi. 3. dan (5) Proyek harus disesuaikan dengan perubahan permintaan. Pada penelitian sebelumnya (Zhang dan Lee. penggantian anggota tim proyek. Sedangkan risiko level teknologi berada pada urutan kedua. especially for IT Projects: Paper: Pengukuran Risiko Manajemen Proyek Teknologi Informasi 5/21/13 9:20 AM Sementara itu. penelitian ini dapat menjadi titik awal untuk dilakukannya penelitian lebih mendalam mengenai pengukuran risiko pada pengerjaan proyek teknologi informasi di Indonesia. 2. yaitu: (1) Pengerjaan proyek menjadi terhambat. Berdasarkan simpulan tersebut. diperlukan penerapan manajemen risiko pada pengerjaan proyek teknologi informasi. memberikan suatu sanksi. Pada proyek tersebut risiko level teknologi memiliki urutan prioritas lebih tinggi dibandingkan risiko level organisasi. Pada penelitian ini terdapat 5 prioritas risiko yang ditemukan. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan. yaitu membuat suatu prosedur/ aturan tentang profesionalisme dalam bekerja. Walaupun memiliki keterbatasan. maka saran yang dapat diberikan adalah: 1. 2. simpulan yang dapat diambil adalah: 1. (3) Tidak adanya kesepakatan permintaan dari user (konsumen). risiko level teknologi memiliki urutan prioritas lebih tinggi dibandingkan risiko level organisasi. rumah sakit. yaitu dengan memperbanyak jumlah proyek dan objek studi yang dijadikan sampel. proyek yang diteliti adalah proyek untuk menerapkan service oriented system yang bersifat kompleks.

org/iwank/IT%20Audit/COBIT%204. Kertonegoro.nccu. Post. Jeffrey L. New York. dan Richard E. (2007).tw/bitstream/ 140. Canada. Edisi ke-4. South-Western Publishing. Management Information Systems: Solving Business Problems with Information Technology. (1987). Turban. Peltier. Zhang. Whitten.let's fight corruption in public sector. (1990). (2004). Thomson Learning. http://e-learning. (1994).com/2010/06/paper-pengukuran-risiko-manajemen. Gallegos. Dittman. Lonnie D. [5]. 2006. Using Information Technology: A Practical Introduction to Computers & Communications. [7]. Audittindo Education. [13]. Ohio. Kathy. Soeisno. New York. Pearson Prentice-Hall International.1/Risk%20Based%20Auditing/Slide/Slide%203%20%20MR. dan Anderson. Pengantar Sistem Informasi. New York. Djojosoedarso. Exploring Risk Factors in Implementing ServiceOriented IT Project. Edisi ke-6. John Wiley & Sons. Brian K. Daftar Pustaka [1]. Potter. Pearson Prentice Hall. Rakos. Managing Information Security Risks: The OCTAVE Approach. Prinsip-prinsip Manajemen Resiko dan Asuransi.lib.. [11]. Darmawi. Edisi ke-3. [18].Faye Borthick. Introduction to Information Technology. [6]. [10]. Information Security Risk Analysis. Stacey C. Kelly R. IT Software Project Gagal dan Berhasil. George.. Systems Analysis and Design Methods. especially for IT Projects: Paper: Pengukuran Risiko Manajemen Proyek Teknologi Informasi 5/21/13 9:20 AM 4. Jr. New Jersey. Audrey.pdf http://pojokgagasan. McLeod. Edisi ke-12. [14]. Edisi ke10. PT Salemba Empat. Manajemen Resiko. http://nccuir. Luke. Efraim. [16].edu. (2001). O’Brien. Dana R. [19]. Beating IT Risk.. Christopher dan Dorofee. McGraw-Hill. [9]. David L. 2008. Salemba Empat.119/36945/5/601705. England. Gerald V. McGrawHill. Information Technology Project Management. Auerbach Publications. Bentley dan Kevin C. (2005). Introduction to Information System Project Management. Herman Drs. (2003). Xian Lu dan Lee Jia Pei. [15].indoskripsi. Edisi ke-2. David L. Jakarta. Raymond dan Schell. Management Information Systems. Software Project Management for Small to Medium Sized Projects. Sentanoe. Jordan. 1997. [3]. (2003). Jakarta. (1996). [8]. (2003). Jakarta. Olson. McGraw-Hill. Audit and Control Of Information System. Alberts. (2005). Anonymous. & Sawyer. http://one. (2006). [12]. Thomas R. (2002). New York. Frederick. New York.ifunpas. Rainer.com/judul-skripsi-tugas-makalah/manajemen-proyek-dan-teknologi/itsoftware-project-gagal-dan-berhasil [2]. Bumi Aksara. (2005). Williams.blogspot. Boston. Richardson dan A. Edisi ke-5. New Jersey.pdf [4]. PT Toko Gunung Agung. (2001). Manajemen Risiko. Manajemen Risiko dan Asuransi. McGraw-Hill. Addison Wesley. John Wiley & Sons. Schwalbe. James A. Jakarta. [17]. Washington DC. John J.html Page 7 of 7 . Ernie dan Silcock.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful