Anda di halaman 1dari 2

BAB I PENDAHULUAN

Belakangan ini banyak kita lihat baik itu di media cetak maupun televisi, laki-laki dan perempuan memamerkan tato mereka. Dengan mudah pula kita melihat para artis, atlet, tukang parkir, pemain bola dari dalam maupun luar negeri hampir semua bertato. Bahkan anak-anak kecil yang duduk di bangku sekolah dasar yang notabene orang tua mereka beragama Islam, juga ikut-ikutan bertato walaupun tidak permanen. Orang tua mereka mendiamkan saja putra putri mereka berbuat seperti itu tanpa diberi pengarahan yang jelas mengenai tato tersebut. Entah mereka tahu atau belum mengerti bagaimana sebenarnya hukum tato dalam agama Islam. Tato adalah gambar atau simbol pada kulit tubuh yang diukir dengan menggunakan alat sejenis jarum. Biasanya gambar dan simbol itu dihias dengan pigmen berwarna-warni. Dalam perkembangannya di Indonesia, tato menjadi sesuatu yang dianggap buruk. Orangorang yang memakai tato dianggap identik dengan penjahat, gali (gabungan anak liar) dan orang nakal. Golongan orang-orang yang hidup di jalan dan selalu dianggap mengacau
ketentraman masyarakat. Anggapan negatif seperti ini secara tidak langsung mendapat "pengesahan" ketika pada tahun 80-an terjadi pembunuhan misterius terhadap ribuan orang gali di berbagai kota di Indonesia. Tato merupakan salah satu simbol yang menandakan keberadaan sebuah kelompok. Simbol berasal dari kata symboling atau symbolizing yang berarti melambangkan. Simbol secara terminologi memiliki pengertian bahasa rupa yang diwujudkan dalam bentuk materi gambar yang telah disepakati secara bersama-sama. Simbol merupakan aspek yang terdalam dari kenyataan yang terjangkau oleh alat pengenalan lain. Dengan demikian, kesepakatan dan kemampuan manusia dalam memaknai simbol (khususnya simbolitas dalam tubuh tato) merupakan modal utama ynag terpenting. Manusia adalah animal symbolicum atau makhluk yang sarat dengan simbolsimbol dari keberadaannya seperti tato yang merupakan sebuah simbolik. Keberadaan sebuah kelompok memerlukan adanya simbol yang menadakan suatu kelompok tersebut dengan kelompok yang lain. Simbol ini nantinya akan dijadikan sebuah identitas sosial sebuah kelompok. Kelompok sosial adalah gabungan dari dua orang atau lebih. Mereka memiliki pemahaman tentang pandangan hidup, atribut dan definisi yang sama untuk mendefinisikan siapa mereka. Selain itu juga kelompok sosial biasanya membentuk karakter yang berbeda dengan kelompok yang lain. Atribut ini merupakan sebuah identitas. Identitas dalam

sebuah kelompok sosial didasarkan atas sebuah keyakinan bahwa tindakan sosial manusia harus dipahami dalam konteks sosialnya. Identitas sosial adalah persamaan dan perbedaan, soal personal dan sosial, soal apa yang kamu memiliki secara bersama-sama dengan beberapa orang dan apa yang membedakan dengan orang lain. Menurut Suherman (1994) setiap oarng berusaha