Anda di halaman 1dari 3

PENGERTIAN GIBBUS/KYPOSIS Gibbus/Kyposis adalah lengkungan ke depan punggung atas (bungkuk).

Biasanya merujuk pada bung kuk yang berlebihan, lebih dari 40-45 derajat. Gibbus dapat terjadi sebagai akibat dari perkembangan masalah; penyakit degeneratif, seperti radang sendi tulang belakang; oste oporosis dengan fraktur kompresi tulang belakang atau trauma pada tulang belakang. Ini dapat mempengaruhi anak-anak, remaja dan orang dewasa. Gibbus kasus ringan dapat menyebabkan beberapa masalah. Tapi kasus yang parah bisa mempengaruhi paru-paru, saraf dan jaringan dan organ lainnya, menyebabkan rasa sakit dan masalah lainnya. Pengobatan untuk gibbus tergantung pada penyebab kelengkungan dan dampaknya. B. JENIS-JENIS GIBBUS ATAU KYPOSIS Secara umum dikenal tiga jenis kifosis. 1. Congenital kyphosis, Kelainan bawaan sejak di rahim ibu yang harus diatasi sedini mungkin, sebelum berusia 10 tahun. 2. Postural kyphosis Yang paling banyak ditemui (pada remaja putri) dan biasa disebutbungkuk udang. 3. Scheuermanns khyphosis (diambil dari nama radiolog Denmark yang pertama kali menandainya). Banyak terjadi di usia belasan tahun terutama pada remaja pria yang terlalu kurus. Bisa mempengaruhi tulang punggung atas dan bawah (panggul). C. ETIOLOGI Ada banyak pemicu Gibbus. Di Indonesia, pemicu terbanyak adalah infeksi,terjangkit virus atau bakteri, terutama mycobacterium tuberculosis (TBC) yang menyerang tulang belakang. Beberapa Gibbus sering terjadi dan dimulai pada masa remaja, anak laki-laki lebih sering terkena dibandingkan anak perempuan. Penyebabnya tidak diketahui. tulang belakang melengkung ke depan satu sama lain. Biasanya pada bagian punggung atas. Akibatnya, terjadi bungkuk. Gibbus tidak hanyakarena faktor keturunan, melainkan juga dapat di sebabkan oleh: Bisa disebabkan kecelakaan. 1. Faktor kebiasaan duduk lama dalam posisi yang tidak tegak. 2. Sering mengangkat beban yang berat dalam posisi tubuh yang bungkuk. 3. Orang yang sudah tua, proses osteoporosis atau pengeroposantulang. 4. Pola makan yang tidak teratur serta pola nutrisi yang tidak seimbang (kurangnya kalsium dalam tulang) 5. Kurang aktif atau tidak pernah bergerak, 6. Merokok dan mengkonsumsi obat-obatan terlarang 7. Menderita penyakit hati, serta 8. menderita penyakit ginjal, karena sering mengkonsumsi obat-obatan.

D. MANIFESTASI KLINIK Gibbus biasanya ditandai dengan demam dan nyeri pada tulang belakang serta rasa kaku pada tulang punggung sehingga pasien memiliki keterbatasan untuk bergerak. Gibbus juga sering tidak Menghasilkan gejala-gejala spesifik, yang dapat di lihat dari tanda yang terjadi pada penderita gibbus adalah berubahnya penampilan seorang menjadi kelihatan tidak menarik (bungkuk). E. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK Setelah pemeriksaan dengan dokter, pasien biasanya perlu melakukan beberapa pemeriksaan radiologi untuk mengetahui jenis penyakit yang di derita oleh pasien misalnya : 1. Foto Rontgen, 2. MRI (Magnetic Resonance Imagine) dan 3. EMG (Electro Myo Graphy). Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, baru dapat disimpulkan diagnosanya dan kemudian ditentukan terapinya, apakah perlu dioperasi atau tidak perlu operasi. F. PENCEGAHAN Gibbus dapat dicegah sejak usia dini. Pada usia anak-anak, berlari dan melompat sesering mungkin sangat baik bagi kekuatan tulangnya. Saat anak-anak beranjak remaja, olahraga seperti basket, voli atau sepak bola, akan membuat tulang-tulangnya semakin padat dan kuat. Kepadatan tulang yang maksimal dicapai pada usia 20 akhir atau awal 30-an baik pada wanita maupun pria. Lewat usia 30 tahun, massa tulang akan berkurang secara bertahap. Karena itu dianjurkan untuk tetap teratur berolahraga untuk mengimbangi proses pelapukan tulang tersebut. Gerakan yang kompleks seperti aierobic, latihan beban, joging atau berjalan, merupakan olahraga ini akan menghasilkan kepadatan tulang yang lebih tinggi. Untuk hasil yang maksimal, sebaiknya olahraga dilakukan minimal tiga kali dalam seminggu. Selain berolahraga secara teratur, asupan kalsium yang cukup juga sangat penting untuk mencegah Gibbus/pelapukan pada tulang. Sumber kalsium terbaik adalah susu. Sumber kalsium lainnya, beberapa jenis ikan, sayuran hijau, susu dan produk-produk susu yang rendah lemak. Pada wanita menopause, kebutuhan kalsium akan meningkat karena produksi estrogen menurun. Tidak hanya kalsium, tubuh Anda juga membutuhkan vitamin D agar pencegahan osteoporosis berjalan maksimal. Proses penyerapan kalsium di dalam tubuh dibantu oleh vitamin D. Kebutuhan vitamin D semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Konsumsi vitamin D yang cukup dari berbaai sumber seperti kuning telur, ikan laut dan hati, serta paparan sinar matahari yang mengandung ultraviolet B, akan memaksimalkan penyerapan kalsium. Gaya hidup seseorang di masa muda juga akan mempengaruhi kesehatan di masa tua. Alkohol dan rokok adalah hal yang harus dihindari jika Anda meninginkan tubuh yang tetap tegak di usia senja. Alkohol diketahui dapat menimbulkan gangguan pada penyerapan kalsium di dalam tubuh, serta mempengaruhi sintesa vitamin D. Selain itu, minuman yang banyak mengandung kafein seperti kopi dan minuman energi, sebaiknya juga dihindari. Karena kafein yang ada di dalam tubuh akan mengurangi penyerapan kalsium dan menyebabkan kalsium terbuang lebih banyak melalui urin. Bila Anda telah menjalani gaya hidup sehat sejak dini, maka tubuh yang tetap tegak saat Anda beranjak tua pun bukan lagi merupakan angan-angan.

G. PENATALAKSANAAN Tulang bungkuk pada dasarnya bisa perbaiki atau diluruskan. Pada anak-anak lebih mudah lagi ditangani karena tulangnya masih rawan/lentur Pengobatan paling sering terdiri dari menggunakan penahan punggung atau tidur di atas kasur keras. Pada gibbus ringan, punggung bisa diluruskan secara cepat dengan pengobatan, meskipun gejalagejala tidak bisa diperbaiki. Hal ini tidak jelas apakah pengobatan kyphosis ringan mencegah lengkungan bertambah parah. Ketika gibbus lebih berat, pengobatan bisa memperbaiki gejala-gejala dan mencegah lengkungan bertambah parah. Jarang terjadi, meskipun dalam pengobatan, kyphosis bertambah buruk terhadap beberapa perluasan dimana operasi dibutuhkan untuk menguatkan punggung. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN A. a) b) c) PENGKAJIAN Data Subyektif Mengeluh demam, badan menggigil Merasa lemah Kulit teraba tebal dan kaku Mengeluh nyeri hebat Data Obyektif Kulit seluruh tubuh eritema dan eksfoliasi Edema Skuama halus / kasar Rambut rontok Elevated nail Hiperpigmentasi paska inflamasi Data Penunjang Pemerikasaan histopatologi

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan merupakan suatu pernyataan dari masalah klien yang nyata maupun potensial berdasarkan data yang telah dikumpulkan, yang pemecahannya dapat dilakukan dalam batas wewenang perawat untuk melakukannya. ( Tim Departemen Kesehatan RI, 1991 : 17 ). Diagnosa keperawatan yang timbul pada pasien Gibbus adalah: 1. Gangguan mobilitas fisik 2. Gangguan rasa nyaman ; nyeri sendi dan otot. 3. Perubahan konsep diri : Body image. 4. Kurang pengetahuan tentang perawatan di rumah. ( Susan Martin Tucker, 1998 : 445 )