Anda di halaman 1dari 12

ADIKSI NARKOBA MENURUT PERSEKTIF SOCIAL DAN BUDAYA

Kelompok 7

ADIKSI?
Adiksi berasal dari bahasa inggris Addiction. Adiksi sama dengan Kecanduan. Adiksi merupakan kondisi dimana seseorang sudah tidak lagi mempunyai kendali terhadap perilaku kecanduannya.

Tanda-tanda orang terkena adiksi


Secara umum dapat dilihat dari perubahan perilaku, perubahan nilai, penurunan prestasi, mulai ada masalah dengan tindak kriminal, masalah dengan lalulintas/kecelakaan, masalah dengan ekonomi/keuangan, dst. Secara fisik, pada pengguna narkoba suntik akan sangat mudah dilihat, karena biasanya ada jalur bekas suntikan disepanjang lengan tangan, dan beberapa didaerah yang lain. Pada pengguna ganja, umumnya mata merah dan kantung mata membengkak. Pada pengguna alkohol jauh lebih mudah dikenali, karena aroma khas alkohol akan tercium jelas.

Budaya narkoba = budaya trendi


Besarnya jumlah remaja perokok dan banyaknya remaja yang berteman atau mempunyai teman pengguna narkoba dapat memberikan sebuah indikasi dimulainya sebuah budaya narkoba dalam pergaulan remaja.

REMAJA paling rentan narkoba. Ini buktinya:


Pengguna narkoba terbesar ada di kelompok usia 15-24 tahun (BNN, 2004). Menurut penelitian Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB, 2002), kelompok usia terbesar anak bereksperimen narkoba pertama kalinya adalah 12-17 tahun. Dari wawancara kualitatif yang dilakukan terhadap 672 pecandu yang dirawat di panti rehabilitasi di Jawa menyatakan bahwa usia 13-15 tahun adalah masa yang paling kritis bagi mereka untuk memulai memakai narkoba (YCAB, 2001). Dari 3,6 juta pecandu di Indonesia (hampir sekitar 1-1,5% penduduk), ada rata-rata 15 ribu orang meninggal akibat narkoba setiap tahunnya (BNN, 2005). Sebagian besar yang meninggal adalah kaum muda di bawah 30 tahun.

Sumber kerentanan remaja


World Drug Report (UNDCP, 1997) mencatat empat tujuan dasar remaja untuk mencoba-coba atau menggunakan narkoba, yakni: Untuk memenuhi keinginan akan sesuatu hal yang baru, seru, dan berisiko. Untuk menstimulasi rasa tertentu (termasuk memuaskan rasa penasaran, ingin merasakan sesuatu yang mengubah kesadaran, dan lain-lain). Untuk memfasilitasi 'kesetiakawanan' atau memberi 'arti sosial' tertentu ('jagoan', 'kompak', cool, dan lain-lain) dari sebuah hubungan pertemanan dengan kelompok tertentu. Hal itu dikenal pula dengan istilah peer pressure atau tekanan sebaya. Untuk mengatasi atau melupakan masalah atau perasaan.

Penelitian yang dilakukan Wood pada 1990-an merekam beberapa alasan mengapa remaja cenderung lebih berani mengambil risiko:

Cepat bosan dengan hidup sehari-hari. Terpengaruh untuk mencari stimulasi ekstrem atau pengalaman yang berbeda daripada yang lain. Tingginya impuls remaja mencari sensasi dan tuntutan terhadap kepuasan cepat dan sesaat.

Narkoba untuk mengatasi masalah?


Terlupa sejenak, mungkin. Tapi kenyataannya, narkoba tidak pernah dapat menyelesaikan masalah, malah sering kali menambah masalah. Intinya, bagaimana kita melatih diri untuk tidak terpengaruh pada hal-hal yang terjadi di luar diri kita, yang di luar kemampuan kita untuk mengubahnya.

Ciri-ciri tipe intim-stabil ini dalam hubungan dengan narkoba adalah sebagai berikut:
Tingkat konformitas tinggi (mudah tergoda tawaran populer, berbuat sesuatu tanpa pikir). Tingkat konflik rendah (cenderung ikut teman, tidak suka konflik). Tingkat kesetiaan kepada kelompok tinggi (jika sudah nyaman dalam sebuah kelompok, sulit untuk berpindah). Hubungan antara pengetahuan, kehendak dan perbuatan tidak selaras (tingginya pengetahuan, misalnya terhadap bahaya narkoba, tidak berpengaruh terhadap keputusan yang diambil selama popularitas terjaga). Dominasi rasa penasaran yang tinggi, sering merasa tidak aman jika sendirian.

Cara membantu orang supaya bisa lepas dari adiksi


Pertama, kita tidak bisa merubah seseorang. Yang bisa kita lakukan adalah membantu orang tersebut menemukan kekuatan dalam dirinya untuk membantu dirinya sendiri. Dalam program pemulihan biasanya disebut dengan istilah mentok atau hit the bottom. Ini adalah kondisi dimana si pecandu berhadapan muka dengan muka dengan realita.

ANY QUECTION...???

TERIMAKASIH