Anda di halaman 1dari 2

ABSTRAK

Diare hingga saat ini masih merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian hampir di seluruh daerah geografis di dunia dan semua kelompok usia bisa diserang oleh diare, tetapi penyakit berat dengan kematian yang tinggi terutama terjadi pada bayi dan anak balita.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor sosiodemografi dan faktor lingkungan dengan kejadian diare pada anak balita di Kelurahan Cijati, Kecamatan Majalengka, Majalengka tahun 2011. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita di Kelurahan Cijati, Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka Tahun 2011. Jumlah sampel sebanyak 70 orang yang diambil melalui rumus besar sampel dengan penentuan sampelnya menggunakan proporsional random sampling. Data diperoleh dengan wawancara dan observasi menggunakan kuesioner dan dianalisis secara statistik menggunakan Uji Chi square pada tingkat kemaknaan 5% (0,05). Hasil penelitian didapatkan lebih dari setengahnya umur responden tidak berisiko (57,1%), pendidikan rendah (71,4%), bekerja (51,4%), sumber air minum PAM (60%), jenis pembuangan tinja jamban dengan septik tank (60%), lantai rumah tanah (52,9%) dan kejadian diare pada naka balita (58,6%). Hasil uji statistik didapatkan bahwa sumber air minum (p = 0,003), jenis pembuangan tinja (p = 0,012) dan jenis lantai rumah (p = 0,012) mempunyai hubungan dengan kejadian diare pada anak balita. Sedangkan umur, pendidikan dan pekerjaan ibu tidak ada hubungan dengan kejadian diare pada anak balita. Sehubungan dengan hasil penelitian ini diharapkan : bagi peneliti lain ; Perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang kualitas Sarana Pembuangan Air Limbah (SPAL), penelitian ini dapat ditindak-lanjuti dengan menambah faktor sosial ekonomi, penelitian selanjutnya dapat menambah jumlah sampel yang lebih banyak dan metode penelitian yang berbeda; bagi STIKes Cirebon : dapat dijadikan referensi bagi mahasiswa, dosen serta civitas academika; bagi UPTD Puskesmas Munjul : petugas kesehatan melakukan penyuluhan untuk memotivasi masyarakat dalam pengadaan dan penggunaan sumber air minum yang terlindungi, pemakaian jamban sehat dan pembangunan lantai rumah yang kedap air ; bagi masyarakat : lebih meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat; mengupayakan jamban yang memenuhi syarat sanitasi antara lain dengan model leher angsa dan memelihara kebersihan tempat pembuangan tinja, serta tidak membiasakan buang air besar di sembarang tempat, mengupayakan pembuatan WC umum yang dapat dipakai secara bersama- sama, terutama bagi masyarakat yang belum memiliki jamban. . Kata Kunci : Sosiodemografi, Lingkungan, Balita, Kejadian Diare Daftar Bacaan : 26 (1989 2008). iv